...

Management Akut Abdomen Anak - P2B2.PABI

by user

on
Category: Documents
5

views

Report

Comments

Transcript

Management Akut Abdomen Anak - P2B2.PABI
Management Akut Abdomen
Pada Anak
dr.Budi Suanto Sp.B
Definisi
• The term “an acute abdomen” : any sudden
spontaneous nontraumatic disorder whose
chief manifestation is in the abdominal area
which urgent operation may be necessary
• Because there is frequenly a progressive
underlying intra-abdominal disorder, undue
delay in diagnosis and treatment adversely
affects outcome
Akut Abdomen Anak
Proses akut abdomen pada anak umumnya dapat
dibedakan menjadi :
– Obstruksi /Strangulasi :
invaginasi;stenosis/atresia;hernia
inkarserata/strangulasi; volvulus
– Inflamasi : appendisitis; peritonitis;
Enterocolitis Nekrotikans Neonatus (ENN)
5 tanda utama akut abdomen pada anak :
– Sakit perut
– Muntah
– Distensi abdomen
– Gangguan pasase usus
– Bab darah lendir
Pendahuluan
• Gangguan yang berhubungan dengan
abdomen, termasuk nyeri perut, sering
ditemui pada anak
• Berbeda dengan orang dewasa, keluhan
dan gejala2 yang timbul pada anak sangat
bervariasi dan sangat dipengaruhi oleh
usia anak
• Karena itu membedakan apakah suatu
nyeri perut memerlukan intervensi bedah
segera atau pengobatan nonoperatif
menjadi terapi terbaik, merupakan
tantangan tersendiri
• Memerlukan evaluasi/observasi yang teliti
tentang rasa sakit, gejala dan tanda-tanda
yang menyertai untuk menentukan suatu
kasus Akut Abdomen apakah diperlukan
intervensi bedah atau tidak
Etiologi Nyeri Perut
Nyeri perut dapat ditimbulkan oleh hal-hal dibawah
ini :
• Distensi /gangguan pasase organ bersaluran :
stimulus rasa sakit yang kuat. Contohnya nyeri pada fase awal apendisitis, obstruksi
intestin.
• Inflamasi ( primer/sekunder )
biasanya karena pelepasan
bradikinin yang merupakan perangsang rasa sakit yang kuat. Contohnya rasa sakit
pada peritonitis.
• Ischemia menimbulkan reaksi sakit yang bervariasi, namun biasanya
menimbulkan rasa sakit yang hebat . Ischemia akan diikuti oleh peradangan .
Contoh : Kista Ovari terpuntir, Jepitan Usus oleh suatu pita perlekatan atau hernia.
• Kelainan dinding abdomen, misalnya hematom pada
bungkus m. Rectus abdominis karena trauma, dapat menimbulan rasa sakit
seperti dari dalam abdomen.
• Kelainan diluar abdomen misalnya pneumoni atau torsi
testis dapat terasa seperti nyeri abdomen.
• Abnormalitas metabolik menimbulkan nyeri perut melalui
mekanisme yang belum diketahui, misalnya pada keracunan timah hitam.
• Abnormalitas neurologik, misalnya Radikulopati karena
Herpes dapat dirasa sebagai nyeri perut
Differensial Diagnosis Berdasarkan Umur
• Dalam melakukan penilaian nyeri perut AA
pada anak sangat penting dipertimbangkan
usia . Hal ini karena banyak kelainan2 yang
hanya terjadi pada usia tertentu atau sering
timbul pada usia tertentu walaupun dapat juga
timbul pada kelompok usia lain
• Perbandingan pada orang dewasa penyebab
tersering AA adalah : Appendicitis, Biliary
Colic, Cholecystitis, Diverticulitis, Bowel
Obstruction, Visceral Perforation, Pancreatitis,
Tabel Penyebab Nyeri Akut Abdomen
Birth to one year
Infantile
Colic
Two to five years
Six to 11 years
12 to 18 years
}Gastroenteritis

Gastroenteritis

Appendicitis
Gastroenteritis
}Appendicitis

Appendicitis

Gastroenteritis
Constipation
}Constipation

Constipation

Constipation
Urinary
}Urinary

Functional Pain

Dysmenorrhea
Urinary Tract Infection

Mittelschmerz

Pelvic Inflammatory Disease
Tract Infection
Tract Infection
Peritonitis
}Intussusception

Intussusception
}Volvulus
Trauma
Volvulus
}Trauma

Pharyngitis

Threatened Abortion
}Pharyngitis

Pneumonia

Ectopic Pregnancy
}Sickles

Sickle Cell Crisis
Ovarian
Incarcerated
Hernia
Hirschsprung’s Disease
Cell Crisis
}Henoch-schonlein
}Mesenteric
Purpura
Lymphadenitis
Henoch-schonlein
Mesenteric
Purpura
Lymphadenitis
/ Testicular Torsion
Akut Abdomen Pada Neonatus
• Membuat diagnosis dini akut abdomen pada
neonatus, merupakan tantangan besar bagi
para dokter. Hal ini karena gejala yang
biasanya tidak jelas. Seringkali bayi cukup
bulan dengan kelainan abdomen yang
berbahaya, seperti enterokolitis nekrotikans,
volvulus, baru menunjukkan gejala berat
setelah timbul gejala sistemik karena sepsis
Gejala Adanya Akut Abdomen Pada Neonatus
keluhan dan pemeriksaan fisik :
•
•
•
•
•
•
Muntah empedu
•
Nyeri tekan abdomen •
Distensi abdomen
•
Massa intra abdomen •
Obstipasi
•
Diare
•
Edema dinding perut
Irritabilitas/rewel
Letargi/apatis
Feses berdarah
Hernia Inguinalis waktu
lahir
Demam atau Hipotermia
Akut Abdomen Pada Neonatus
• Kelainan kongenital sebagai penyebab AA
lebih sering dijumpai pada usia neonatus ;
proses obstruksi dan inflamasi
• Setiap neonatus dgn muntah hijau dan tanda2
obstruksi saluran cerna letak tinggi hrs dicari
kemungkinan Malrotasi dan midgut Volvulus ,
karena kelainan ini dapat mengakibatkan
iskemia dan nekrosis sebagian atau bahkan
seluruh usus halus
Akut Abdomen Pada Bayi
• Pada usia antara 1 bulan sampai 2 tahun,
kelainan kongenital mulai jarang diganti
dengan kelainan yang didapat seperti
Invaginasi
• Bayi pada usia ini masih belum dapat
mengkomunikasikan sakit perutnya dgn
baik, shg diagnosis dini suatu akut
abdomen pada kelompok usia ini tetap
merupakan tantangan bagi dokter
• Anamnesa dapat sangat
membantu. Orang tua biasanya
mendapati anaknya utk tdk mau
makan/bermain, rewel, muntah ,
atau hanya berupa kesan bayinya
tidak sehat.
• Tanda yang memerlukan
perhatian serius adalah muntah
empedu, nyeri hebat dan feses
Akut Abdomen Pada Anak
• Walaupun anak dapat berkomunikasi lebih baik
dibanding bayi, beberapa faktor mungkin
menyulitkan kita untuk membedakan antara
nyeri perut yang nyata dengan keluhan
fungsional.
• Anamnesa dan pemeriksaan fisik yang baik
lebih berarti dari pameriksaan radiologis dan
laboratorium.
Management Acut abdomen anak
• Anamnesa dan pemeriksaan fisik
• Monitoring A,B,C,D,E ,F dan G ; KOREKSI DAN STABILISASI
• Pemeriksaan laboratorium dan radiologi ( efektif dan efisien )
• Diagnosis dini ( cepat dan tepat )
• Penatalaksanaan medikamentosa : pemberian cairan/nutrisi ;
pemberian obat & antibiotik broadspectrum ( 3T: jenis,indikasi
,dosis )
• Penatalaksanaan nonmedikamentosa :
oksigenasi,dekompresi,kontrol suhu
• Penatalaksanaan bedah : tepat indikasi;tepat waktu dan tepat
tindakan
Penatalaksanaan Pre Operatif
• Evaluasi pasien secara menyeluruh
• Pemeriksaan fisik menyeluruh
• Pemeriksaan lab dasar ( CBC; faal beku;
elektrolit; fungsi ginjal , hati; GDS )
• Pemeriksaan radiologis ( Thoraks; Babygram ;
USG abdomen )
• Puasa
• Monitor A;B;C dan urine out put/jam
• IV line ( resusitasi cairan / transfusi / nutrisi )
• Dekompresi ( kateter; NGT : RT )
• Antibiotik broadspektrum
• Konsultasi pediatrik dan anestesia
• Inform concent
Penatalaksaan Intra Operatif
• Kamar operasi ( suhu optimal : 21-22 C )
• Meja operasi/ blanket dgn penghangat
• Teknik operasi : sistematis ; efektif dan
efisien. Mengurangi insiden infeksi bedah
akibat auto-infeksi
• Awasi & usahakan perdarahan minimal
• Memprediksi tindakan apa yg akan
dilakukan sebelum memulai operasi
• Gunakan cairan yg hangat saat mencuci
rongga abdomen; hindari cairan keluar
rongga abdomen
• Tindakan penyelamat : psg drain ( “Quick
In & Quick out” ) contoh : drainase
peritoneal
Penatalaksanaan Pasca Operasi
• Monitor tanda vital : nadi dan RR; urin
output; perdarahan ; gula darah
• Oksigenasi
• Puasa : balance cairan
• Suhu ruangan : inkubator
• IV line : cairan ; obat2an ; nutrisi dan
transfusi
• Nutrisi enteral dini ; parenteral
• Perawatan luka operasi;drain;stoma
Penyembuhan luka :
1.Lokal : oksigenasi;infeksi; benda asing ; tumor
2.Sistemik : nutrisi, usia,def vit A &C , stres, terapi
steroid /sitotoksik , radioterapi,kondisi
imunodefisiensi, DM, ikterik , gagal ginjal
• Antibiotik
: tujuan pemberiannya dapat mencapai
sasaran bila dilandasi dengan teknik pembedahan yang
baik
• Penatalaksanaan nyeri : intervensi medikamentosa
dan nonmedikamentosa
• Prevensi dan kontrol Infeksi nosokomial
Studi Kasus 1
•
By A ; 1 bln 26 hr; bb 4,8kg
• Keluhan utama : Bab darah dan lendir
sejak 2 hari smrs; muntah hijau kecoklatan
+; riw.diurut+
• Pf : KU sedang: CM ; st lokalis regio abd :
distensi , NT - ; BU + meningkat ( metalic
sound +); regio inguinal : benjolan massa -;
CD : ampula rekti kolaps
• Lab: hb 12.3; hmt :38; eritr: 4.08; tromb:
345rb; leuk : 9240 ; seg 43; limf:42;
monosit:15; Na: 134; Potasium : 5.0; CT/BT:
dbn
Foto abdomen : Tampak
pelebaran lumen intestine
dgn dinding yg menebal;
tidak jelas udara dlm colon
sd rectum; k: gamb.ileus
obstr susp.letak tinggi
• Penatalaksaan: Puasa ; psg SL dan kateter; infus KaEn
4A tts micro 20tts/mnt; Ceftriaxone 2x250mg; Odancentron
3 x 1 mg; konsul sp anak; konsul anestesia; Pro
Laparatomi
• Intra opeatif : insisi Transversal Infraumbilikalis;
peritonium dibuka keluar cairan serous; tampak usus halus
dilatasi s/d didapatkan jepitan loop ileum lk 10 cm dari
ileocaecal di inguinal sinistra. Diidentifikasi sebagai hernia
inguinalis incarcerata , dilakukan insisi pada sisi kiri
L.Mediana ; kantong hernia di indentikasi dan di buka; isi
kantong loop Ileum yg terjepit, jepitan dibebaskan, loop
ileum yg terjepit dinilai vital, dilakukan Herniotomi dan
Studi kasus 2
• An M ; 1 thn 11 bln; BB: 9 kg
• Keluhan utama: muntah2 sejak tadi pagi;
sakit perut; tidak bisa bab;demam + (38,7 C )
• Pf: ku lemah; Cm; tampak sakit sedang . St
lokalis : regio abd : distensi +; BU – ; CD :
ampulla rekti kolaps , feses-, drh lendir Laboratorium : Hb 11.8; hmt : 37: eritr: 5.12;
tromb: 290rb; lekosit : 9730; seg : 82; limf: 12;
monosit : 6; ureum :13.2; BUN : 6.15;
kreatinin: 0,12; Na:128; K : 3,81.
• Diagnosa kerja : Ileus letak rendah ec susp
Foto abd: preperitoneal
fat jelas; psoas line dan
kedua ginjal tidak jelas;
distribusi udara dlm
intestine dan colon
tampak berlebih dgn
penebalan sbg
dindingnya; tidak tamp
bayangan udara di
rongga pelvs; tampak
peselubungan opak di
• Penatalaksanaan : Puasa; pasang SL dan kateter; infus
: Kaen4A 500cc/12 jam ; Cefotaxim : 1 x 500 mg;
Noralges 3 x 150mg; Ranitidine : 2 x ¼ amp; pro
laparatomi
• Intra operatif : insisi Transversal Infraumbilkalis ;
peritonium dibuka keluar cairan serohemoragik; tampak
usus halus ( ileum ) dilatasi ; dinding usus menebal dan
hemoragik; didapatkan volvulus Ileum oleh jepitan dari
band fibrosis divertikel pd ileum lk 25 cm Ileocaecal yg
menempel ke dinding Mesenterium. Dilakukan release
jepitan dgn memotong band ; loop ileum yg mengalami
• Diagnosis Post operasi : obstruksi usus
letak tinggi ec band fibrosis dan
divertikel meckel
• Pasien dipuasakan selama 3 hari
• Hari ke 5 pasca operasi ps dipulangkan
• Pasien kontrol 5 hari di rumah : KU baik: luka
agak basah ; jahitan luka baik; bab lancar
Studi kasus 3
• An F; 11 bln ; BB 6,8 kg
• Keluhan utama : Kejang lk 15 menit beberapa sebelum
MRS, Perut kembung sejak 2 hari smrs; bab mencret
darah dan lendir. Demam+; muntah +
• Pf : KU tampak sakit berat ; kesadaran menurun. St lokalis
: regio abdomen : distensi + ; BU - / peristaltik menurun;
NT - ; CD : ampulla recti kolaps ; st : feses - ,darah lendir +
• Lab : Hb: 12.4; Hmt: 37; eritr: 4.82; tromb : 369rb; lekosit:
11130; seg : 29; limfosit: 60; monosit: 11; Led: 16 ; CRP
kualitatif : pos: Glukosa : 178 : sod :135; k: 4.7
X foto abdomen posisi supine - 26 Agustus 2015
• Diagnosa kerja : Obstruksi usus letak tinggi ec
Invaginasi ; observasi kejang demam ; obs sepsis
• Penalaksanaan :
– Infus Kaen 4A micro 30tts/mnt;
– Stesolid supp 1 x ; stesolid1.5mg iv prn kejang berulang
– Ceftriaxone 1 x 600mg drip dlm ns 100cc ;
– Psg NGT dan kateter;
– Odancentron 3 x 1 mg iv; rehidrasi ;
– Metronidazol 3 x 50mg iv drip;
– Paracetamol iv drip 100mg / 6 jam ;
• Penatalaksaan bedah : rehidrasi ; perbaikan KU ; pro
laparatomi eksplorasi ; konsul anestesia
• Intraoperatif : Insisi transversal infra umbikalis; peritonium
dibuka keluar cairan serohemoragik; didapatkan invaginasi
dgn segmen usus halus ( ileum ) yg mengalami invaginasi sd
pertengahan kolon ascenden; dilakukan release invaginasi
dgn melakukan milking; didapatkan necrosis sepanjang lk 8
cm pada segmen ileum yg mengalami invaginasi ; dilakukan
reseksi anastomosis ileum end to end lk 10 cm Ileocaecal ;
dilakukan Apendektomy
• Diagnosis Pasca operasi : Invaginasi
dgn necrosis segmen ileum
• Pasien post operasi dirawat di ICU dgn
pernafasan ventilator
Penutup
•
Dalam menghadapi kasus akut abdomen pada anak kita
dihadapkan pada 2 hal penting
– Pertama menegakkan “ diagnosa dini dan tepat “
seringkali tidak mudah, terutama pada bayi kecil.
– Kedua perkembangan penyakit pada kelompok umur ini
dapat sangat cepat, sehingga perlu waktu singkat untuk
melakukan tindakan intervensi yang tepat misalnya
pembedahan.
• Diperlukan kewaspadaan yang tinggi serta pengamatan yang
cermat dan berulang-ulang, sehingga kita tidak kehilangan
waktu yang berharga yang mungkin sangat menentukan
prognosis seorang penderita
Pelayanan tim yg bekerja sama dgn
spesialis anak , anestesia , perawat anak
yg kompeten dapat menurunkan
morbiditas dan mortalitas serta
meningkatkan efisiensi dan efektifitas
Terimakasih
Fly UP