...

KAJIAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN LIMBAH - Balitbang KP

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

KAJIAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN LIMBAH - Balitbang KP
This page was exported from - BALITBANGKP
Export date: Tue Jul 5 18:12:20 2016 / +0000 GMT
KAJIAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN LIMBAH GARAM
MENGHASILKAN Mg(OH)2 dan SODA API
Latar Belakang :
Dalam proses pengolahan limbah garam menghasilkan magnesium, diperoleh limbah cair yang masih mengandung mineral lainnya
yang berpotensi untuk dimanfaatkan juga. Meninjau persamaan reaksinya, limbah cair ini mengandung Na secara dominan. Apabila
Na dalam limbah cair ini dapat ditangkap (recovered) sebagai soda api (NaOH), maka limbah ini berpotensi dimanfaatkan kembali
sebagai bahan baku (agen pengendap) dalam kegiatan pengolahan limbah garam (bittern) produksi Mg(OH)2. Teknologi ini dapat
sebagai suatu alternatif kegiatan yang mendukung blue economy. Selain limbah cair, sumber Na yang berpotensi untuk diolah
adalah bittern atau garam itu sendiri. Kajian pengolahan bahan tersebut untuk mendapatkan soda api juga potensi dipelajari.
Penelitian ini bertujuan mengenai studi pengolahan limbah garam untuk menghasilkan soda api, yang juga merupakan salah satu
produk turunan lainnya, selain Mg. Sasaran utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai guna bittern dan limbah dalam
proses pengolahannya. Hasil yang akan diperoleh adalah produk turunan garam dan mengetahui potensi bittern garam Indonesia.
Tujuan :
- Memperoleh teknologi pembuatan soda api dari produk sisa pada proses pembuatan magnesium dan air tua pada proses
pembuatan garam
- Memperbaiki teknologi pengelolaan limbah garam penghasil magnesium hidroksida untuk meningkatkan kualitasnya
Teridentifikasinya informasi proses pemanfaatan bittern secara comprehensive
Metode :
Analisa bahan baku (Bittern dan limbah cair dari proses pengolahan bittern menjadi Mg(OH)2), meliputi komposisi kation dan
anion
Perakitan kompartemen elektrolisa, pemilihan membran dan Elektrolisa garam dan filtrat (limbah cair pada proses pembuatan
Mg(OH)2)
- Analisalaboratorium meliputi analisa komposisi, standarisasi dan morfologi
- Analisa data menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2007 dan Origin8
Hasil :
Output as PDF file has been powered by [ PUSTAKA BALITBANGKP ] KKP
| Page 1/3 |
This page was exported from - BALITBANGKP
Export date: Tue Jul 5 18:12:20 2016 / +0000 GMT
Bahan Baku / Produk
Komposisi
Mg (%)
Na (%)
Cl (%)
Mg(OH)2 (%)
Bittern
5.27
4.08
18.30
-
Filtrat (limbah cair)
< 0.5 x 10-4
0.195-0.226
2.83-3.08
< 1.19 x 10-4
Mg(OH)2 tanpa pencucian
18.9-23.2
14.5-15.1
Output as PDF file has been powered by [ PUSTAKA BALITBANGKP ] KKP
| Page 2/3 |
This page was exported from - BALITBANGKP
Export date: Tue Jul 5 18:12:20 2016 / +0000 GMT
12.4-20.9
45.35-55.67
Mg(OH)2 dengan pencucian
38.5-40.2
1.96-1.98
1.56-1.59
92.38-96.46
Bittern yang diperoleh dari tambak rakyat Pamekasan memiliki densitas 37oBe dengan kadar Mg, Na, dan Cl berturut-turut 5.27,
4.08, dan 18,30 %. Pada proses perbaikan mutu pengolahan bittern menghasilkan Mg(OH)2- dilakukan proses pencucian dengan
tujuan meningkatkan kadar Mg(OH)2 yang dihasilkan. Hasil analisa menunjukkan bahwa melalui proses pencucian, diperoleh
padatan Mg(OH)2 dengan kadar yang jauh lebih tinggi (92-96%) dibandingkan padatan Mg(OH)2 tanpa pencucian (lihat tabel).
Komposisi Na dan Cl dalam padatan yang dicuci juga mengalami penurunan yang signifikan.
Dalam proses mendapatkan soda api cair, dilakukan terlebih dahulu proses elektrolisa terhadap larutan garam murni dengan dan
tanpa membran. Elektrolisa tanpa menggunakan membrane menunjukkan adanya migrasi ion Cl pada anoda yang kembali terlarut
dan berikatan dengan NaO- yang mulai terbentuk di katoda sehingga menyebabkan pH katolit (dimana soda api terbentuk) tidak
stabil. Ketika reaksi elektrolisa dihentikan, larutan soda api pada katoda lama kelamaan menjadi kekuningan dan pH menjadi 7.
Hasil uji cepat kualitatif mengindikasikan bahwa larutan kekuningan tersebut adalah larutan NaOCl. Sedangkan penggunaan
membrane menunjukkan elektrolisa dapat menghasilkan pH katolit dan anolit yang stabil dan pH katolit tertinggi yang dicapai
adalah 13. Dari hasil penentuan beda potensial (4-10V) diperoleh bahwa semakin tinggi beda potensial yang diaplikasikan, pH
meningkat dan pembentukan NaOH pada katolit lebih cepat. Konsentrasi NaOH yang terbentuk dari elektrolisa larutan garam pada
beda potensial 4V, 6V dan 10 V berturut-turut adalah 0,042 M, 0,080 M dan 0,126 M. Hasil elektrolisa terhadap filtrate untuk
mendapatkan soda api dapat dilakukan pada beda potensial 6V selama 80-120 menit dengan konsentrasi OH yang dihasilkan adalah
0,178 M. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian peningkatan kualitas Mg(OH)2 dapat dilakukan dengan metode
pencucian mekanis menghasilkan Mg(OH)2 dengan kadar 96%. Proses pemanfaatan kembali filtrate menghasilkan soda api masih
memerlukan studi lebih lanjut untuk mendapatkan kondisi optimum elektrolisa dengan kadar soda api tinggi.
Peneliti Utama
Sophia Sagala, M.Sc
Output as PDF file has been powered by [ PUSTAKA BALITBANGKP ] KKP
| Page 3/3 |
Fly UP