...

prosedur tetap tim reaksi cepat badan nasional

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

prosedur tetap tim reaksi cepat badan nasional
PERATURAN
KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
NOMOR 9 TAHUN 2008
TENTANG
PROSEDUR TETAP TIM REAKSI CEPAT
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
(BNPB)
-i-
DAFTAR ISI
1. PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN
BENCANA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR TETAP
TIM REAKSI CEPAT BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN
BENCANA
2. LAMPIRAN PERATURAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................... 1
B. Tujuan ................................................................................... 1
C. Dasar Hukum ....................................................................... 2
D. Pengertian ............................................................................. 2
BAB II
TUGAS POKOK DAN FUNGSI TRC BNPB
A. Tugas Pokok TRC BNPB ........................................................ 5
B. Fungsi TRC BNPB .................................................................. 5
C. Persyaratan Anggota TRC BNPB .......................................... 6
D. Perlengkapan TRC BNPB ...................................................... 6
BAB III PENUGASAN TRC BNPB
A. Tahap Persiapan .................................................................... 7
B. Tahap Pelaksanaan ............................................................... 9
C. Tahap Pengakhiran ............................................................ 12
BAB IV PENUTUP .................................................................................... 13
FORMAT 1 - 12
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
(BNPB)
PERATURAN
KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
NOMOR 9 TAHUN 2008
TENTANG
PROSEDUR TETAP TIM REAKSI CEPAT
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
Menimbang
: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 22 dan Pasal
51 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008
tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana perlu
menetapkan Peraturan Kepala Badan Nasional
Penanggulangan Bencana tentang Prosedur Tetap Tim
Reaksi Cepat BNPB.
Mengingat
: 1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang
Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2007 nomor 66,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4723);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008
tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4828);
3. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Badan Nasional Penanggulangan Bencana;
4. Keputusan Presiden Nomor 29/M Tahun 2008
tanggal 23 April 2008.
-2-
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
: PERATURAN
KEPALA
BADAN
NASIONAL
PENANGGULANGAN BENCANA TENTANG PROSEDUR
TETAP TIM REAKSI CEPAT BADAN NASIONAL
PENANGGULANGAN BENCANA.
Pasal 1
Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB sebagaimana tersebut dalam
Lampiran Peraturan ini merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah
Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
yang tidak terpisahkan dari Peraturan ini.
Pasal 2
Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 1, dipergunakan sebagai acuan bagi Tim Reaksi Cepat BNPB dalam
melaksanakan tugas penanganan darurat bencana.
Pasal 3
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini, akan diatur kemudian.
Pasal 4
Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 17 Desember 2008
KEPALA
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
ttd
DR. SYAMSUL MAARIF, M.Si
-1LAMPIRAN : PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL
PENANGGULANGAN BENCANA
NOMOR : 9 TAHUN 2008
TANGGAL : 17 DESEMBER 2008
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Negara Indonesia memiliki wilayah yang rawan dari berbagai
bencana dan
apabila terjadi bencana, maka masyarakat yang
terkena bencana berhak mendapat pelayanan dan perlindungan
berdasarkan standar pelayanan minimum mulai dari pencarian,
penyelamatan, evakuasi, pertolongan darurat, pemenuhan kebutuhan
dasar korban bencana meliputi pangan, sandang, air bersih dan
sanitasi, pelayanan kesehatan, dan penampungan/hunian sementara.
Untuk itu perlu kegiatan pengkajian/penilaian cepat terhadap
korban meninggal dunia, luka-luka, pengungsi, kerusakan
perumahan/kantor/sarana ibadah/sarana pendidikan, sarana dan
prasarana vital lainnya.
Pada saat tanggap darurat bencana terdapat berbagai permasalahan
antara lain waktu yang sangat singkat, kebutuhan yang mendesak
dan berbagai kesulitan koordinasi antara lain yang disebabkan
karena banyaknya institusi yang terlibat dalam penanganan darurat
bencana, kompetisi dalam pengerahan sumberdaya, otonomi yang
berlebihan dan ketidakpercayaan kepada instansi pemerintah. Hal ini
perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dalam rangka
memperlancar penyelenggaraan penanganan darurat bencana.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu ditugaskan Tim Reaksi
Cepat dari berbagai instansi/institusi yang bekerja berdasarkan
Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB.
B.
Tujuan
Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB bertujuan memberikan
panduan bagi personil yang tergabung dalam Tim Reaksi Cepat BNPB
untuk dapat melaksanakan tugas secara cepat dan tepat sesuai
dengan perkembangan kondisi bencana yang terjadi.
-2-
C.
Dasar Hukum
1. Undang Undang Dasar Tahun 1945.
2. Undang-Undang
Nomor
Penanggulangan Bencana.
24
Tahun
2007
tentang
3. Peraturan Pemerintah Nomor
21 Tahun 2008
Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.
tentang
4. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan
dan Pengelolaan Bantuan Bencana.
5. Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional
Penanggulangan Bencana.
6. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 46 Tahun 2008 tentang
Pedoman Organisasi dan Tata Kerja BPBD.
D.
Pengertian
1. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang
mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan
masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau
faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan
timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian
harta benda, dan dampak psikologis.
2. Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa
atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain
berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir,
kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.
3. Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh
peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain
berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah
penyakit.
4. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa
atau rangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang
meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas
masyarakat, dan teror.
-3-
5. Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana adalah serangkaian
upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang
beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana,
tanggap darurat, dan rehabilitasi.
6. Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang
dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk
menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi
kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda,
pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan
pengungsi, penyelamatan, prasarana dan sarana.
7. Bantuan darurat bencana adalah upaya memberikan bantuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat keadaan darurat.
8. Pengungsi adalah orang atau sekelompok orang yang terpaksa
atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya untuk jangka waktu
yang belum pasti sebagai akibat dampak buruk bencana.
9. Korban bencana adalah orang atau sekelompok orang yang
menderita atau meninggal dunia akibat bencana.
10. Tim Reaksi Cepat BNPB disingkat TRC BNPB adalah suatu
Tim yang dibentuk oleh Kepala BNPB, terdiri dari
instansi/lembaga teknis/non teknis terkait yang bertugas
melaksanakan kegiatan kaji cepat bencana dan dampak bencana
pada saat tanggap darurat meliputi penilaian kebutuhan
(Needs Assessment), penilaian kerusakan dan kerugian
(Damage and Loses Assessment) serta memberikan dukungan
pendampingan (membantu SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/
SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota) dalam penanganan darurat
bencana.
11. Penilaian kebutuhan (Needs Assessment) adalah serangkaian
kegiatan untuk menentukan jumlah dan jenis bantuan yang
diperlukan dalam upaya penyelamatan korban bencana
meliputi SAR, bantuan medis, penyediaan pangan, penyiapan
penampungan sementara, penyediaan air bersih dan sanitasi.
kerusakan dan kerugian (Damage and Loses
Assessment) adalah serangkaian kegiatan untuk pengumpulan
12. Penilaian
data primer dan sekunder tentang jenis, waktu, lokasi dan
penyebab bencana serta kondisi mutakhir (korban, kerusakan dan
kerugian serta dampak bencana).
-4-
13. Mengaktivasi Posko adalah serangkaian kegiatan untuk
meningkatkan kemampuan personil, sarana dan prasarana
Pusdalops menjadi Posko dalam rangka efektifitas penanganan
darurat bencana.
-5-
BAB II
TUGAS POKOK DAN FUNGSI TRC BNPB
A.
Tugas Pokok TRC BNPB
TRC BNPB mempunyai tugas pengkajian secara cepat dan tepat di
lokasi bencana dalam waktu tertentu dalam rangka mengidentifikasi
cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan
sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan
pemerintahan serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan
serta saran yang tepat dalam upaya penanganan bencana dengan
tugas tambahan membantu SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/
SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota untuk mengkoordinasikan sektor
yang terkait dalam penanganan darurat bencana.
B.
Fungsi TRC BNPB
Untuk melaksanakan tugas tersebut diatas, TRC BNPB mempunyai
fungsi sebagai berikut :
1. Melaksanakan pengkajian awal segera setelah terjadi bencana
pada saat tanggap darurat.
2. Membantu SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK PB/BPBD
Kabupaten/Kota untuk :
a. Mengaktivasi Posko SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK
PB/BPBD Kabupaten/Kota.
b. Memperlancar koordinasi dengan seluruh sektor yang terlibat
dalam penanganan bencana.
c. Menyampaikan saran yang tepat dalam untuk upaya
penanganan bencana.
3. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara periodik kepada
Kepala BNPB dengan tembusan atasan langsung anggota Tim dari
sektor terkait dan SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK
PB/BPBD Kabupaten/Kota :
a. Laporan awal setelah tiba di lokasi bencana.
b. Laporan
khusus).
berkala/perkembangan
c. Laporan lengkap/akhir penugasan.
(harian
dan
insidentil/
-6-
C.
Persyaratan Anggota TRC BNPB
1. Kualifikasi Personil
a. Sehat jasmani/rohani.
b. Telah mengikuti pelatihan/workshop TRC.
c. Berpengalaman di bidang kedaruratan bencana.
2. Bersedia ditugaskan ke lokasi bencana minimal 3 s.d 7 hari.
3. Setiap saat, selama masa penugasannya siap sedia dengan
perlengkapan perorangannya di kantor/kendaraan atau di rumah
yang dapat diambil dalam waktu relatif singkat/cepat.
D.
Perlengkapan TRC BNPB
Perlengkapan TRC BNPB terdiri dari perlengkapan perorangan dan
perlengkapan Tim (Format-1).
-7-
BAB III
PENUGASAN TRC BNPB
TRC BNPB melaksanakan tugas dengan tahapan meliputi Tahap Persiapan,
Tahap Pelaksanaan dan Tahap Pengakhiran sebagai berikut :
A.
Tahap Persiapan
1. Informasi Awal Darurat Bencana
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Up. Direktur Tanggap
Darurat akan mengirimkan informasi kepada seluruh personil
TRC BNPB dengan tembusan kepada atasan masing-masing sesaat
setelah terjadinya bencana dengan eskalasi tertentu melalui
sarana komunikasi telepon/HP/facsimile/sms/email.
2. Penugasan Tim Reaksi Cepat
a. Konfirmasi Kesediaan Perorangan.
1) Anggota TRC BNPB pada
kesempatan pertama
melaporkan kepada atasan masing-masing tentang
kesiapan untuk melaksanakan tugas.
2) Atasan dari Anggota TRC BNPB memberikan jawaban atas
kesiapan anggotanya untuk melaksanakan tugas dalam
Tim Reaksi Cepat BNPB.
3) Anggota TRC BNPB wajib segera membalas dan
memberikan jawaban dalam waktu yang telah ditentukan
pada informasi awal darurat bencana kepada Deputi
Bidang Penanganan Darurat BNPB Up. Direktur Tanggap
Darurat tentang kesiapan melaksanakan tugas melalui
sarana komunikasi.
b. Penetapan Penugasan.
1) Memilih dan menyusun komposisi anggota TRC BNPB
yang disesuaikan dengan macam/jenis bencana dan
keahliannya yang dituangkan dalam Surat Perintah
Kepala BNPB terdiri dari :
a) Ketua Tim
: Personil BNPB atau Instansi/
Lembaga terkait
b) Anggota
: Personil BNPB dan Instansi/
Lembaga terkait
c) Petugas Administrasi : Personil BNPB
-8-
2) Mengirimkan informasi kepada personil yang ditunjuk
untuk melaksanakan tugas sebagai personil TRC BNPB
untuk macam/jenis bencana yang terjadi.
3) Memberikan informasi dan ucapan terima kasih kepada
personil yang siap untuk melaksanakan tugas, tetapi tidak
ditunjuk dalam TRC BNPB.
3. Mobilisasi Awal
a. BNPB menyelesaikan kelengkapan administrasi, keuangan
dan perlengkapan yang diperlukan Tim.
b. BNPB menyampaikan informasi penugasan TRC BNPB kepada
pejabat yang berwenang di SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/
SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota.
c. Segera setelah penetapan TRC dilakukan pembagian tugas
sebagai berikut:
1) Ketua Tim
a) Membuat konsep awal
Rencana Aksi (Format-2).
Rencana Kedatangan dan
b) Melaksanakan pengecekan kesiapan personil Tim
melalui sarana komunikasi telepon/HP.
2) Personil BNPB yang bertugas sebagai Petugas
Administrasi Tim menyelesaikan administrasi keuangan,
tiket transportasi, peralatan dan dukungan sarana
pendukung Tim.
3) Anggota Tim dari sektor terkait berangkat dari
kantor/rumah masing-masing dengan membawa
perlengkapan pribadi dan sarana pendukung tugas
menuju ke BNPB atau tempat yang telah ditentukan.
4) Setelah seluruh personil Tim berkumpul di BNPB atau
tempat yang telah ditentukan:
a) Menyempurnakan Rencana Kedatangan dan Rencana
Aksi (Format-2).
b) Pembagian tugas personil Tim.
c) Menyelesaikan administrasi dan pengecekan kesiapan
personil, perlengkapan dan sarana pendukung
lainnya.
d) Penyerahan dan penerimaan peralatan, dokumen dan
keuangan dari BNPB.
-9-
B.
Tahap Pelaksanaan
1. Pemberangkatan TRC BNPB
TRC BNPB berangkat menuju ibukota Provinsi/Kabupaten/Kota
lokasi bencana dengan sarana transportasi yang telah ditentukan.
2. Tiba di Daerah Lokasi Bencana
a.
Mengadakan pertemuan awal dengan Kepala Daerah atau
pejabat yang ditunjuk untuk melakukan hal-hal sebagai
berikut:
1) Memperkenalkan personil Tim.
2) Menyampaikan maksud, tujuan dan tugas Tim untuk
melaksanakan tugas di daerah bencana.
3) Menghimpun informasi mutahir tentang kejadian
bencana, korban, kerusakan, dampak bencana dan upaya
yang telah dilakukan serta kebutuhan yang mendesak.
4) Menyampaikan permintaan personil pendamping dari
SATKORLAK PB/BPBD Provinsi atau SATLAK PB/BPBD
Kabupaten/Kota.
b. Membantu SATKORLAK PB /BPBD Provinsi atau SATLAK PB/
BPBD Kabupaten/Kota untuk :
1) Mengaktivasi Posko SATKORLAK PB/BPBD Provinsi atau
SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota dengan melakukan
kegiatan antara lain:
a) Penyiapan tempat, alat komunikasi dan sarana
pendukung lainnya.
b) Penataan peta bencana, deskripsi bencana, data-data
korban, pengungsi, sumber daya (stock, telah
disalurkan dan masih tersedia), jadwal piket Posko,
upaya yang telah dilakukan dan kebutuhan yang
mendesak.
c) Memberikan asistensi teknis bidang Posko dan arus
informasi penanganan bencana.
d) Ketua Tim menyerahkan bantuan dukungan BNPB
untuk penguatan Posko.
2) Menyelenggarakan rapat guna memperlancar koordinasi
dengan
seluruh
sektor
yang
terlibat
dalam
penanggulangan bencana.
- 10 -
c. Memberikan saran yang tepat untuk upaya penanganan
darurat bencana
d. Melaksanakan koordinasi dengan sektor terkait untuk
melengkapi data / informasi bencana (Format-3).
e. Menyempurnakan Rencana Aksi Tim (Format-2).
f. Melaksanakan pembagian tugas dalam Sub Tim sesuai
kebutuhan.
g. Mengirimkan laporan awal (Format-4 dan 5) kepada Kepala
BNPB dengan tembusan atasan masing-masing anggota Tim,
Posko BNPB dan SATKORLAK PB/BPBD Provinsi atau
SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota melalui telepon/facsimile/
HP/sms/email.
3. Peninjauan Lapangan di Lokasi Bencana
a. Masing-masing Sub Tim melaksanakan peninjauan lapangan
untuk melakukan :
1) Identifikasi terhadap cakupan lokasi bencana, jumlah
korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan
terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan.
2) Identifikasi kebutuhan yang mendesak untuk :
a) Pencarian dan penyelamatan korban bencana dan
evakuasi korban bencana (Format-7).
b) Pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, air
bersih/minum dan sanitasi, pelayanan kesehatan)
(Format-8).
c) Penampungan sementara (tenda, tikar, genset, MCK,
dapur umum) (Format-9).
d) Perlindungan terhadap kelompok rentan (balita, ibu
hamil, lansia, cacat) (Format-10).
e) Pemulihan darurat sarana dan prasarana, antara lain
pembersihan puing/lumpur/tanah longsor, jalan/
jembatan/tanggul, fasilitas pelayanan kesehatan,
transportasi, telekomunikasi dan energi (Format-11).
b. TRC BNPB membantu melalui pola pendampingan
SATKORLAK PB/BPBD Provinsi atau
SATLAK PB/BPBD
Kabupaten/Kota dengan sektor terkait untuk melaksanakan
rapat evaluasi dan tindak lanjut yang diselenggarakan pada
sore hari untuk membahas :
- 11 -
1) Hasil peninjauan di lapangan.
2) Pelaksanaan harian penanganan darurat bencana.
3) Perkembangan dampak bencana.
4) Sumber daya yang masih tersedia, dukungan yang masih
dalam perjalanan dan kebutuhan yang mendesak.
5) Kendala/hambatan yang dihadapi dan upaya mengatasi.
6) Analisa kebutuhan sampai dengan berakhirnya masa
tanggap darurat bencana.
7) Rencana kegiatan penanganan darurat bencana dan
pengerahan sumber daya untuk hari berikutnya.
c. Setelah selesai pelaksanaan rapat, TRC BNPB membantu
SATKORLAK PB/BPBD Provinsi atau SATLAK PB/BPBD
Kabupaten/Kota untuk memberikan Press Release kepada
mass media cetak/elektronika.
d. Mengirimkan laporan Tim (Format 4 dan 6) tentang
perkembangan bencana dan upaya yang telah dilakukan
serta kebutuhan yang mendesak kepada Kepala BNPB
dengan tembusan atasan langsung masing-masing anggota
Tim dan SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK PB/BPBD
Kabupaten/Kota.
4. Evaluasi
a. Melanjutkan peninjauan lapangan pada daerah yang belum
sempat ditinjau.
b. TRC BNPB setiap sore hari membantu SATKORLAK PB/BPBD
Provinsi atau SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota dan sektor
terkait untuk melaksanakan rapat evaluasi dan tindak lanjut :
1) Melanjutkan peninjauan lapangan.
2) Pelaksanaan harian penanganan bencana.
3) Perkembangan dampak bencana.
4) Sumber daya yang masih tersedia, dukungan yang masih
dalam perjalanan dan kebutuhan yang mendesak.
5) Kendala yang dihadapi dan upaya mengatasi.
6) Analisa kebutuhan sampai dengan berakhirnya masa
tanggap darurat bencana.
7) Rencana kegiatan penanganan bencana dan pengerahan
sumber daya untuk hari berikutnya.
- 12 -
c. Setelah selesai pelaksanaan rapat, TRC BNPB membantu
SATKORLAK PB/BPBD Provinsi atau SATLAK PB/BPBD
Kabupaten/Kota untuk memberikan Press Realesse kepada
mass media cetak/elektronika.
d. Mengirimkan laporan Tim (Format-4 dan 6) tentang
perkembangan bencana dan upaya yang telah dilakukan serta
kebutuhan yang mendesak kepada Kepala BNPB dengan
tembusan atasan langsung masing-masing anggota Tim dan
SATKORLAK PB/BPBD Provinsi atau SATLAK PB/BPBD
Kabupaten/Kota.
C.
Tahap Pengakhiran
1. Pengakhiran tugas TRC BNPB berdasarkan perintah dari
Kepala BNPB.
2. Persiapan Meninggalkan Lokasi Bencana.
a. Melaksanakan pengecekan kelengkapan peralatan Tim dan
perlengkapan perorangan.
b. Menyusun laporan lengkap pelaksanaan tugas TRC BNPB.
c. Menyerahterimakan tugas dan dokumen pendukung bencana
kepada kepala daerah.
d. Menghadap Gubernur/Bupati/Walikota untuk mohon pamit
untuk meninggalkan daerah bencana kembali ke Jakarta,
karena pelaksanaan tugas Tim telah selesai dan menyerahkan
laporan sementara hasil pelaksanaan tugas Tim (Format-12).
e. TRC BNPB meninggalkan daerah bencana dengan sarana
transportasi yang telah ditentukan menuju Jakarta.
3. Tiba di BNPB
a. Mengembalikan peralatan inventaris BNPB kepada BNPB.
b. Menghadap Kepala BNPB Up. Deputi Bidang Penanganan
Darurat untuk laporan selesai melaksanakan tugas dan
menyerahkan laporan pelaksanaan tugas Tim (Format-12).
c. Menyerahkan bukti-bukti pertanggungjawaban administrasi
keuangan kepada pejabat yang berwenang.
d. Masing-masing anggota Tim dari sektor terkait membawa
laporan pelaksanaan tugas Tim untuk disampaikan kepada
atasan langsungnya.
- 13 -
BAB IV
PENUTUP
Demikian Prosedur Tetap TRC BNPB ini digunakan oleh personil TRC
dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pengkajian secara cepat dan
tepat, memperlancar koordinasi serta penyaluran bantuan sumberdaya
guna penanganan darurat bencana.
KEPALA
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
ttd
DR. SYAMSUL MAARIF, M.Si
LAMPIRAN
Format - 1
DAFTAR PERLENGKAPAN TIM REAKSI CEPAT
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
1.
Perlengkapan Perorangan
a. Perlengkapan Pribadi
1) KTP / SIM dan Kartu Golongan Darah
2) Pakaian pribadi dan pakaian tidur selama 3 s.d 7 hari
3) Jam tangan
4) Sepatu dan sandal
5) Perlengkapan mandi (handuk, peralatan alat mandi, pisau cukur
jenggot/ kumis, gunting kecil dan gunting kuku)
6) HP dan charger
7) Obat-obatan pribadi
b.
2.
Perlengkapan perorangan yang disiapkan BNPB
1) Kartu pengenal TRC dan dogtag (identitas)
2) USB memory stick dan Card Reader
3) Kompas, korek api gas
4) Pakaian lapangan
5) Perlengkapan makan (kompor kecil dengan bahan bakar padat, misting /
rantang, sendok, garpu dan bahan makanan)
6) Kaca mata hitam dan jam tangan
7) Lampu senter dan pisau serba guna
8) Topi, safety hemlet, rompi, tas ransel punggung ukuran/volume 60 liter,
jaket, sarung tangan, sepatu lapangan (safety boot), sepatu banjir (AP
boot), weebing tape (ukuran 2 m), masker, bantal udara, peluit, mantel
hujan, matras alas tidur, sleeping bag dan botol/tempat air minum
dengan purification filter.
9) Buku Protap / SOP TRC
10) Buku Agenda / Catatan
11) Buku Format Laporan (Manual book)
12) Nomor telepon penting dan data-data yang diperlukan
13) First Aid kits / P3K
Perlengkapan Tim
a. Dokumen (Surat Tugas, Surat Pemberitahuan ke daerah dan tiket sarana
transportasi)
b. Identitas Tim (Spanduk dan Bendera)
c. Fly sheet (kain anti hujan) dan tenda individu
d. Peta Lokasi Bencana dan ATK
e. Radio komunikasi (Radio HF/SSB, Base Station VHF/UHF FM, Radio Handy
Talky, Radio Receiver) dan battery cadangan
f. HP Satelit, HP GSM, HP CDMA beserta battery cadangan dan GPS
g. Komputer /Laptop dan printer siap pakai beserta tinta cadangan
h. Modem satelit dan GSM, koneksi internet dan USB memory stick
i. Kamera digital, handycam dan tape recorder beserta charger-nya
j. Lampu darurat / lampu badai
k. Genset Portable
l. Tongkat
Catatan: Kuantitas sesuai kebutuhan.
Format - 2
RENCANA KEDATANGAN DAN RENCANA AKSI
1. Rencana Kedatangan
a. Daftar personil yang dapat dihubungi di daerah bencana.
b. Informasi awal kejadian bencana:
1) Kronologis kejadian (jenis, waktu, lokasi dan penyebab bencana);
2) Korban jiwa (meninggal, luka berat, luka ringan, hilang/hanyut,
pengungsi);
3) Kerusakan (rumah, kantor, sarana pendidikan/kesehatan/ibadah/
sosial, fasilitas pemerintah, fasilitas umum/publik, sawah, lahan
pertanian dan prasarana lainnya);
4) Upaya penanganan yang telah dilakukan;
5) Sumber daya yang tersedia;
6) Kendala/hambatan;
7) Kebutuhan mendesak.
c. Informasi kedatangan TRC BNPB kepada SATKORLAK PB/BPBD
Provinsi atau SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota (waktu berangkat,
sarana transportasi dan akomondasi selama di lapangan, jumlah/
komposisi dan logistik Tim).
d. Pertemuan dengan pejabat SATKORLAK PB/
SATLAK PB/ BPBD Kabupaten/Kota:
BPBD Provinsi atau
1) Memperkenalkan personil Tim;
2) Menyampaikan maksud, tujuan dan tugas Tim;
3) Mohon ijin untuk melaksanakan tugas di daerah bencana;
4) Mohon mendapatkan informasi tentang kejadian bencana, korban,
kerusakan, dampak bencana dan upaya yang telah dilakukan serta
kebutuhan yang mendesak;
5) Mohon bantuan personil SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/
SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota untuk mendampingi Tim.
e. Mengirimkan laporan awal Tim kepada Kepala BNPB dengan
tembusan atasan langsung masing-masing anggota Tim, Posko BNPB
dan
SATKORLAK
PB/BPBD
Provinsi/SATLAK
PB/BPBD
Kabupaten/Kota.
2. Rencana Aksi
a. Membantu SATKORLAK
Kabupaten/Kota:
PB/BPBD
Provinsi/SATLAK
PB/BPBD
1) Mengaktivasi dan penguatan Posko SATKORLAK
Provinsi/SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota;
PB/BPBD
2) Rapat koordinasi guna memperlancar koordinasi dengan seluruh
sektor yang terlibat dalam penanggulangan bencana;
3) Saran tindakan untuk upaya penanggulangan bencana secara
cepat dan tepat.
b. Melaksanakan koordinasi dengan sektor terkait untuk melengkapi
data/informasi bencana.
c. Melaksanakan pembagian tugas dalam satu s.d tiga Sub Tim.
d. Rencana peninjauan lapangan lokasi bencana.
e. Rencana peninjauan lapangan lokasi bencana hari berikutnya.
f.
Evaluasi hasil peninjauan lapangan dan pengkajian cepat kejadian
bencana.
g. Pengiriman laporan pelaksanaan tugas Tim kepada Kepala BNPB
dengan tembusan atasan langsung masing-masing anggota Tim dan
Posko BNPB dan SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK PB/BPBD
Kabupaten/Kota.
Format - 3
DATA/INFORMASI
KEJADIAN DAN DAMPAK BENCANA
I.
KEJADIAN BENCANA
1.
Umum
a.
b.
c.
d.
2.
Jenis
Tanggal/Waktu
Lokasi
Keterangan
:
:
:
:
..........…....……………………………………………
..........…....……………………………………………
..........…....……………………………………………
..........…....……………………………………………
..........…....……………………………………………
..........…....……………………………………………
..........…....……………………………………………
..........…....……………………………………………
Korban Jiwa
No
Kecamatan Kelurahan/Desa
Hilang
Luka
Berat
Jumlah (jiwa)
Luka
Pengungsi
Ringan
MD
*)
1.
2.
3.
4.
Dst.
TOTAL
*) MD = Meninggal Dunia
3.
Kerusakan
a.
Pemukiman
• Rumah
NO
Lokasi (Kec/Kel/Desa)
JUMLAH (unit)
Rusak Ringan Rusak Berat
Taksiran Kerugian
1.
2.
dst.
TOTAL
• Sanitasi Drainasi Lingkungan (yang menjadi tidak berfungsi akibat
bencana)
NO
Lokasi
(Kec/Kel/Desa)
Air Bersih
(m3)
JUMLAH (/satuan)
Saluran Air MCK Umum
(m’)
(unit)
1.
2.
dst.
TOTAL
Catatan: yang menjadi standar sapras yang rusak
Lain-lain
b.
Fasilitas Pendidikan
c.
Fasilitas Kesehatan
d.
Fasilitas Ibadah
e.
Fasilitas Sosial
f.
Insfrastruktur
g.
Fasilitas Pemerintahan
h.
Jaringan Listrik, Telekomunikasi, Air Bersih, Gas
i.
Fasilitas Pelayanan Publik
j.
Hutan, Lahan dan Tanaman Pertanian, Hewan Ternak
k.
Sarana Prasarana Kelautan dan Perikanan
NO
Jenis
Lokasi
(Kec/Kel/Desa)
JUMLAH (unit)
Rusak Rusak
Berat Ringan
Fungsi
Taksiran
Kerugian
(Rp)
1.
2.
dst.
TOTAL
Tabel Pendataan Kerusakan Fasilitas Pendidikan (point b) hingga Sarana Prasarana
Kelautan (point k)
II. UPAYA PENANGANAN YANG TELAH DILAKUKAN
1.
2.
Terhadap Korban :
• Meninggal
• Luka Berat
• Luka Ringan
• Hilang
• Pengungsi
:
:
:
:
:
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
.............................................................................................
Terhadap Kerusakan :
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
........
III. SUMBER DAYA
1. Sarana Prasarana
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
........
2. Sumber Daya Manusia
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
........
3. Logistik
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
........
4. Dana
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
........
IV. KENDALA
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
....
V. KEBUTUHAN DARURAT (Jumlah, Sumber)
1. Pencarian, Penyelamatan dan Evakuasi (Sumber Daya Manusia, Peralatan,
Logistik, Dana)
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
2. Tempat Penampungan Sementara (Tenda, Barak, Veltbed, Bangunan Fasilitas
Umum/Sosial). Catatan: perlu adanya perhatian khusus pasutri, perempuan
dan anak u/ penampungan dan penggunaan MCK.
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
3. Kebutuhan Dasar Pangan (Makanan Pokok, Makanan Siap Saji, Makanan
Tambahan, Makanan Pelengkap, MP ASI, Air Minum/Bersih)
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
4. Kebutuhan Dasar Sandang (Kits Keluarga/family kits), Selimut, Sarung,
Daster, Pakaian Dewasa/Anak, Handuk, Pembalut wanita, Perlengkapan
Mandi, Alas tidur)
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
Sesuaikan dengan sektor yang memiliki panduan lampiran.
5. Kesehatan (Sumber Daya Manusia, Peralatan, Obat-obatan, bahan habis pakai
dan kesehatan lingkungan)
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
6. Air Bersih dan Sanitasi (MCK/Sanitasi, Jerigen Air, Air Bersih)
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
7. Sarana Angkutan (Kendaraan darat/air/udara, hewan, SDM/kurir, BBM)
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
8. Utilitas (BBM, Listrik, Telekomunikasi, PAM)
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
9. Lain-lain
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
.....................................................................................................................................
......
VI. POTENSI BENCANA SUSULAN
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
.............................................................................................................................................
....
Catatan:
Pengisian form disesuaikan dengan perkembangan kemampuan Tim dan jenis/macam
bencana di lapangan.
Format - 4
KEBUTUHAN MENDESAK
PENCARIAN, PENYELAMATAN DAN EVAKUASI KORBAN BENCANA
Hari/Tanggal/Jam
Lokasi (Kec./Kab./Kota/Prov.)
a.
: .................................................................
: .................................................................
Tabel Rekapitulasi Korban
No
1
2
3
4
5
Korban Jiwa
Jumlah
(Jiwa)
Upaya Penanganan
Keterangan
Meninggal
Luka Berat
Luka Ringan
Hilang
Mengungsi
b. Tabel Rekapitulasi Sumber Daya
No
1
2
3
1
2
3
1
2
3
Uraian
I. Pemerintah Daerah
SDM (Sumber Daya Manusia)
- Dokter umum
- Dokter Spesialis
- Perawat dll
Sarana dan prasarana
- Kendaraan jeep
- Kendaraan truk
- Dozer
- Beco dll
Dana
II. TNI
SDM (Sumber Daya Manusia)
- Dokter umum
- Dokter Spesialis
- Perawat dll
Sarana dan prasarana
- Kendaraan jeep
- Kendaraan truk
- Dozer
- Beco dll
Dana
III. POLRI
SDM (Sumber Daya Manusia)
- Dokter umum
- Dokter Spesialis
- Perawat dll
Sarana dan prasarana
- Kendaraan jeep
- Kendaraan truk
- Dozer
- Beco dll
Dana
Tersedia
Kebutuhan
Diperlukan Kekurangan
Keterangan
No
Uraian
Tersedia
Kebutuhan
Diperlukan Kekurangan
Keterangan
Tersedia
Kebutuhan
Diperlukan Kekurangan
Keterangan
IV. BASARNAS
SDM (Sumber Daya Manusia)
- Dokter umum
- Dokter Spesialis
- Perawat dll
1
2
Sarana dan prasarana
- Kendaraan jeep
- Kendaraan truk
- Dozer
- Beco dll
3
Dana
V. PMI
SDM (Sumber Daya Manusia)
- Dokter umum
- Dokter Spesialis
- Perawat dll
1
2
Sarana dan prasarana
- Kendaraan jeep
- Kendaraan truk dll
3
Dana
VI. Dan Lain-lain
c.
Tabel Rekapitulasi Logistik
No
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6
1
2
3
4
5
6
7
Logistik
I. Pangan
Beras
Ikan asin
Kecap
Saos Sambal
Mie Instan
dll
II. Sandang
Kain Sarung
Selimut
Kaos Dewasa
Kaos anak-2
Seragam SD Lk
Seragam SD Pr
dll
III. Peralatan
Tandu
Tenda
Velbeth
Beko
Douser
Cangkul
Skop
Dll
No
1
2
3
4
5
6
7
Logistik
IV. Obat dan Alkes
Infus
Perban
Kapas
Betadine
Anti Biotika
- Tablet / kapsul
- Cair / ampul
Tandu
Bidak dll
Tersedia
Kebutuhan
Diperlukan Kekurangan
Keterangan
Format - 5
KEBUTUHAN MENDESAK
PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR
Hari / Tanggal / Jam
: .................................................................
1. Kecamatan
: .................................................................
No
1.
Uraian
Jumlah Pengungsi
2.
Saranan dan Prasarana
a. Pangan
b. Sandang
c. Air Bersih/Sanitasi
d. Pelayanan Kesehatan
dll
2. Kabupaten / Kota
No
1.
Uraian
Jumlah Pengungsi
2.
Saranan dan Prasarana
a. Pangan
b. Sandang
c. Air Bersih/Sanitasi
d. Pelayanan Kesehatan
dll
3. Provinsi
No
1.
Uraian
Jumlah Pengungsi
2.
Saranan dan Prasarana
a. Pangan
b. Sandang
c. Air Bersih/ Sanitasi
d. Pelayanan Kesehatan
dll
Kebutuhan
Tersedia
Kekurangan
Keterangan
: .................................................................
Kebutuhan
Tersedia
Kekurangan
Keterangan
: .................................................................
Kebutuhan
Tersedia
Kekurangan
Keterangan
Format - 6
KEBUTUHAN MENDESAK
PENAMPUNGAN SEMENTARA
Hari / Tanggal / Jam
: .................................................................
1. Kecamatan
: .................................................................
No
1.
Uraian
Jumlah Pengungsi
2.
Saranan dan Prasarana
a. Tenda
b. Alas Tidur
c. Genset
d. MCK
e. Dapur Umum
dll
2. Kabupaten / Kota
No
1.
Uraian
Jumlah Pengungsi
2.
Saranan dan Prasarana
a. Tenda
b. Alas Tidur
c. Genset
d. MCK
e. Dapur Umum
dll
3. Provinsi
No
1.
Uraian
Jumlah Pengungsi
2.
Saranan dan Prasarana
a. Tenda
b. Alas Tidur
c. Genset
d. MCK
e. Dapur Umum
dll
Kebutuhan
Tersedia
Kekurangan
Keterangan
: .................................................................
Kebutuhan
Tersedia
Kekurangan
Keterangan
: .................................................................
Kebutuhan
Tersedia
Kekurangan
Keterangan
Format - 7
KEBUTUHAN MENDESAK
PERLINDUNGAN KELOMPOK RENTAN
Hari / Tanggal / Jam
Lokasi (Kec/Kab/Kota/Prov)
: .................................................................
: .................................................................
a. Tabel Rekapitulasi Korban
No
1.
2.
3.
4.
5.
Korban Jiwa
Anak bayi
Anak Balita
Ibu Hamil/ menyusui
Lansia
Cacat
Jumlah
Upaya Penanganan
Keterangan
Kebutuhan
Diperlukan Kekurangan
Keterangan
b. Tabel Rekapitulasi Sumber Daya
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Uraian
I. Anak Bayi
Susu Bubuk
Tepung Bubur
Botol Susu
Perlengkapan Bayi
Pampers
dll
1.
2.
3.
4.
5.
II. Anak Balita
Susu Bubuk
Tepung Bubur
Pakaian Anak Balita
MP Asi
dll
1.
2.
3.
4.
III. Ibu Hamil / Menyusui
Susu Bubuk
Sarung
Pakaian / Daster
dll
1.
2.
3.
4.
5.
6.
IV. Lansia
Susu Bubuk
Tongkat
Biskuit
Pampers
Makanan Suplemen
dll
1
2
3
4
5
6
V. Cacat
Susu Bubuk
Tongkat / peralatan lainnya
Biskuit
Pampers
Makanan Suplemen
dll
Tersedia
Format - 8
KEBUTUHAN MENDESAK
PEMULIHAN DARURAT SARANA PRASARANA VITAL
Hari / Tanggal
: .................................................................
1. Kecamatan
: ..................................................................
N
Jenis Kerusakan
o
1
.
2
.
3
4
.
5
6
Sat
ua
n
Kerus
akan
Volume
Telah di
Belum
Tangani
ditangani
Keteranga
n
Jalan
&
Jembatan
- Jalan
- Jembatan
Saluran
&
Tanggul
- Saluran
- Tanggul
- Bendung
Fasos & Fasum
- Pasar
- T. Ibadah
- Pendidikan
Bangunan
Pemerintahan
- Kantor
- RS/Puskesm
as
- Gudang
Utilitas
- Listrik
- Komunikasi
- Air Bersih
dll
2. Kabupaten / Kota
N
o
Jenis
Kerusakan
1
Jalan
&
Jembatan
- Jalan
- Jembatan
Saluran
&
Tanggul
- Saluran
- Tanggul
- Bendung
2
Lokasi
: ...................................................................................
Lokasi
Sat
ua
n
Kerus
akan
Volume
Telah di
Belum
Tangani
ditangani
Keterangan
N
o
Jenis
Kerusakan
3
Fasos & Fasum
- Pasar
- T. Ibadah
- Pendidikan
Bangunan
Pemerintahan
- Kantor
- RS/Puskes
mas
- Gudang
Utilitas
- Listrik
- Komunikasi
- Air Bersih
dll
4
5
6
3. Provinsi
No
Jenis Kerusakan
1
Jalan & Jembatan
- Jalan
- Jembatan
Saluran
&
Tanggul
- Saluran
- Tanggul
- Bendung
Fasos & Fasum
- Pasar
- T. Ibadah
- Pendidikan
Bangunan
Pemerintahan
- Kantor
- RS/Puskesmas
- Gudang
Utilitas
- Listrik
- Komunikasi
- Air Bersih
dll
2
3
4
5
6
Lokasi
Sat
ua
n
Kerus
akan
Volume
Telah di
Belum
Tangani
ditangani
Keterangan
: ..................................................................
Lokasi Satuan
Volume
Telah di
Kerusakan
Tangani
Belum Keterangan
ditangani
Format-9
LAPORAN
TIM REAKSI CEPAT BNPB
( dalam bentuk SMS )
1. Laporan Awal Tim (dilakukan setelah bertemu dengan pejabat daerah).
Yth. Kepala BNPB. Laporan awal TRC BNPB tgl …....…… jam
......…. tugas ke Prov./Kab./Kota …….. : Tim jml …org (…BNPB,
…Depsos, ….Depkes, Dep PU, dst) tiba di Kab/Kota ……. tgl ……..
jam …… selanjutnya menghadap Gub./Bupati/Walikota atau pejabat
yg berwenang, bencana …............… (jenis bencana) pd tgl …...... jam
…....., lokasi ……., penyebab bencana ………, korban (meninggal,
luka berat, luka ringan, hilang, pengungsi), kerusakan (rmh, ktr, fas
kes/dik/ibadah/umum, jembatan, jalan, tanggul, sawah, lahan
pertanian, dll), upaya yg telah dilakukan : Tim membantu mengaktivasi
Posko Satkorlak PB/Satlak PB/ BPBD, Satkorlak PB/Satlak PB/BPBD
melaks penyelamatan/evakuasi, melaks yankes, pendirian dapur
umum, pendistribusian permakanan, pengerahan tenaga Aparat
Pemda, TNI, Polri, SAR, Tagana, kegiatan lainnya, dampak bencana
(bencana susulan, kegiatan masyarakat, dll), kondisi Kamtibmas,
kendala/hambatan, kebutuhan mendesak, saran bantuan dari BNPB.
(Ketua Tim, nama …................). CC. De-2 BNPB, Atasan masing-masing
anggota Tim, Satkorlak PB/Satlak PB/BPBD dan Posko BNPB.
2. Laporan hari berikutnya
Yth. Kepala BNPB. Laporan TRC BNPB tgl …....…… jam ......….
tugas ke Prov/Kab/Kota …….. : Tim jml …org, laporan perkembangan
bencana …… (jenis bencana), korban (meninggal,luka berat, luka
ringan,
hilang,
pengungsi),
kerusakan
(rmh,
ktr,
fas
kes/dik/ibadah/umum, jembatan, jalan, tanggul, sawah, lahan
pertanian, dll), upaya yg telah dilakukan : SatkorlakPB/Satlak PB/BPBD
melaks penyelamatan/evakuasi, melaks yankes, pendirian dapur
umum, pendistribusian permakanan, pengerahan tenaga Aparat
Pemda,TNI, Polri, SAR, Tagana, kegiatan lainnya, dampak bencana
(bencana susulan, kegiatan masyarakat, dll), kondisi Kamtibmas,
kendala/hambatan, kebutuhan mendesak, saran bantuan dari BNPB.
(Ketua Tim, nama ................….). CC. De-2 BNPB, Atasan masingmasing anggota Tim, Satkorlak PB/Satlak PB/BPBD dan Posko BNPB.
Format-10
LAPORAN AWAL TRC BNPB
HARI …….. TANGGAL …….. JAM ……..
1. Tim Reaksi Cepat BNPB
a. Tim Reaksi Cepat BNPB dengan jumlah …. orang terdiri dari .... orang
dari BNPB, …orang dari Depsos, …orang dari Depkes, …orang dari
Dep PU, dan seterusnya telah tiba di Kota ……. dengan keadaan
selamat dan sehat.
b. Tim Reaksi Cepat BNPB telah menghadap pejabat SatkorlakPB/Satlak
PB/ BPBD atau pejabat yang ditunjuk.
2. Bencana
a. Kejadian
1) Jenis kejadian
2) Waktu kejadian
3) Lokasi kejadian
4) Penyebab bencana
:
:
:
:
.................................................................
(hari……. tanggal …….. jam ……..)
(Desa/Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten)
.................................................................
b. Kondisi Mutakhir
1) Korban
: ...... orang (meninggal dunia, luka berat,
luka ringan, hilang/hanyut dengan
rinciannya)
2) Mengungsi
: ....... jiwa/ ........ kk (dengan rincian di
Desa/ Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten)
3) Kerusakan (jumlah) : (rumah, kantor, fasilitas kesehatan/
pendidikan/umum,
sarana
ibadah,
jembatan, jalan, tanggul, sawah, lahan
pertanian, dll)
4) Dampak bencana
: (bencana susulan, kegiatan masyarakat,
kondisi Kamtibmas, dll)
c. Upaya Penanganan yang telah dilakukan oleh Satkorlak PB/BPBD
Provinsi/Satlak PB/BPBD Kabupaten/Kota.
1) Gubernur/Bupati/Walikota pada tanggal ..................... jam ..........
telah meninjau lokasi bencana;
2) Telah mendirikan Posko Satkorlak PB/Satlak PB/BPBD;
3) Melaksanakan rapat koordinasi dengan Dinas/instansi/Lembaga
terkait;
4) Melaksanakan penyelamatan/evakuasi korban bencana;
5) Melaksanakan pelayanan kesehatan;
6) Melaksanakan pendirian dapur umum;
7) Melaksanakan pendistribusian permakanan;
8) Pengerahan tenaga aparat Pemda, TNI, Polri, SAR, Tagana,
relawan, masyarakat dll;
9) dan lain-lain.
d. Sumber daya yang tersedia di lokasi bencana.
e. Tabel Rincian Bantuan (dibutuhkan/diterima/disalurkan/persediaan/
kekurangan).
f.
Kendala/hambatan.
g. Kebutuhan mendesak sesuai urutan prioritas.
h. Rencana tindak lanjut Satkorlak PB/BPBD Provinsi/Satlak PB/BPBD
Kabupaten/Kota.
3. Analisa singkat sementara
a.
b.
c.
d.
Korban
Pengungsi
Pemenuhan Kebutuhan Minimum
Kerusakan
1) Rumah
2) Sarana dan Prasarana Umum
3) Lahan/sawah/kebun/tanaman/ternak
4. Rencana Aksi Tim
5. Kesimpulan dan Rekomendasi
6. Penutup
Ketua TRC BNPB,
( ......................................... )
Format-11
LAPORAN TRC BNPB
HARI …….. TANGGAL …….. JAM ……..
( sore hari pertama dan hari berikutnya )
1. Tim Reaksi Cepat BNPB
a. Tim Reaksi Cepat BNPB terdiri dari …. Sub Tim melaksanakan
peninjauan lapangan terhadap lokasi bencana di ……, ……….,
……… dan …………
b. Membantu SatkorlakPB/Satlak PB/BPBD untuk:
1) Mengaktivasi Posko Satkorlak PB/Satlak PB/BPBD;
2) Memperlancar koordinasi dengan sektor terkait melalui rapat
koordinasi dalam mendukung penanganan darurat bencana;
3) Kegiatan Press Release kepada Mass Media cetak/elektronika.
2. Bencana
a. Kejadian
1)
2)
3)
4)
Jenis kejadian
Waktu kejadian
Lokasi kejadian
Penyebab bencana
:
:
:
:
.................................................................
(hari……. tanggal …….. jam ……..)
(Desa/Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten)
.................................................................
b. Kondisi Mutakhir
1) Korban
: ...... orang (meninggal dunia, luka berat,
luka ringan, hilang/hanyut dengan
rinciannya).
2) Mengungsi
: ....... jiwa/ ........ kk (dengan rincian di
Desa/ Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten).
3) Kerusakan (jumlah) : rumah, kantor, fasilitas kesehatan/
pendidikan/umum,
sarana
ibadah,
jembatan, jalan, tanggul, sawah, lahan
pertanian, dll).
4) Dampak bencana
: (bencana susulan, kegiatan masyarakat,
kondisi Kamtibmas, dll).
c. Upaya Penanganan yang telah dilakukan oleh Satkorlak PB/BPBD
Provinsi/Satlak PB/BPBD Kabupaten/Kota.
1) Gubernur/Bupati/Walikota pada tanggal ........................... jam
............. telah meninjau lokasi bencana;
2) Telah mendirikan Posko SatkorlakPB/Satlak PB/BPBD;
3) Melaksanakan rapat koordinasi dengan Dinas/Instansi/Lembaga
terkait;
4)
5)
6)
7)
8)
Melaksanakan penyelamatan/evakuasi korban bencana;
Melaksanakan pelayanan kesehatan;
Melaksanakan pendirian dapur umum;
Melaksanakan pendistribusian permakanan;
Pengerahan tenaga aparat Pemda, TNI, Polri, SAR, Tagana,
relawan, masyarakat dll;
9) dan lain-lain.
i.
Sumber daya yang tersedia di lokasi bencana.
j.
Tabel Rincian Bantuan (dibutuhkan/diterima/disalurkan/persediaan/
kekurangan).
k. Kendala/hambatan.
l.
Kebutuhan mendesak sesuai urutan prioritas.
m. Rencana tindak lanjut Satkorlak PB/BPBD Provinsi/Satlak PB/BPBD
Kabupaten/Kota.
3. Analisa singkat sementara
a.
b.
c.
d.
Korban
Pengungsi
Pemenuhan Kebutuhan Minimum
Kerusakan
1) Rumah
2) Sarana dan Prasarana Umum
3) Lahan/sawah/kebun/tanaman/ternak
4. Rencana Aksi Tim
5. Kesimpulan dan Rekomendasi
6. Penutup
Ketua TRC BNPB,
( ......................................... )
Format-12
LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS
TIM REAKSI CEPAT BNPB
BENCANA …… KABUPATEN/KOTA/PROVINSI ……..
TANGGAL ....... S.D ............ 20......
1. Dasar
2. Tujuan
3. Bencana
a. Kejadian
1)
2)
3)
4)
Jenis kejadian
Waktu kejadian
Lokasi kejadian
Penyebab bencana
:
:
:
:
.................................................................
(hari……. tanggal …….. jam ……..)
(Desa/Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten)
.................................................................
b. Kondisi Mutakhir
1) Korban
: ...... orang (meninggal dunia, luka berat,
luka ringan, hilang/hanyut dengan
rinciannya).
2) Mengungsi
: ....... jiwa/........ kk (dengan rincian di
Desa/ Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten).
3) Kerusakan (jumlah) : rumah, kantor, fasilitas kesehatan/
pendidikan/umum,
sarana
ibadah,
jembatan, jalan, tanggul, sawah, lahan
pertanian, dll).
4) Dampak bencana
: (bencana susulan, kegiatan masyarakat,
kondisi Kamtibmas, dll).
c. Upaya Penanganan yang telah dilakukan oleh Satkorlak PB/BPBD
Provinsi/Satlak PB/BPBD Kab/Kota.
1) Gubernur/Bupati/Walikota pada tanggal ..................... jam ............
telah meninjau lokasi bencana;
2) Telah mendirikan Posko Satkorlak PB/Satlak PB/BPBD;
3) Melaksanakan rapat koordinasi dengan Dinas/Instansi/Lembaga
terkait;
4) Melaksanakan penyelamatan/evakuasi korban bencana;
5) Melaksanakan pelayanan kesehatan;
6) Melaksanakan pendirian dapur umum;
7) Melaksanakan pendistribusian permakanan;
8) Pengerahan tenaga aparat Pemda, TNI, Polri, SAR, Tagana,
relawan, masyarakat dll;
9) dan lain-lain.
d. Sumber daya yang tersedia di lokasi bencana.
e. Tabel Rincian Bantuan (dibutuhkan/diterima/disalurkan/persediaan/
kekurangan).
f.
Kendala/hambatan.
g. Kebutuhan mendesak sesuai urutan prioritas.
h. Rencana tindak lanjut Satkorlak PB/BPBD Provinsi/Satlak PB/BPBD
Kabupaten/Kota.
3. Analisa singkat sementara
a.
b.
c.
d.
Korban
Pengungsi
Pemenuhan Kebutuhan Minimum
Kerusakan
1) Rumah
2) Sarana dan Prasarana Umum
3) Lahan/sawah/kebun/tanaman/ternak
4. Rencana Aksi Tim
5. Kesimpulan dan Rekomendasi
6. Penutup
....................., tanggal - bulan - tahun
Ketua TRC BNPB,
( .................................... )
Lampiran dan Dokumentasi Foto
Fly UP