...

1 PENILAIAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

1 PENILAIAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN
Rahmayani / Sofya
1
PENILAIAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN AKRILIK
BERDASARKAN METODE PEMBERSIHAN SECARA PENYIKATAN DAN LAMA
PEMAKAIAN
Liana Rahmayani*, Pocut Aya Sofya*
Keywords:
Cleanliness, Acrylic
Removable Partial
Denture, Brushing
Method, duration of
usage
ABSTRACT
Background: Acrylic removable partial denture can be cleaned by brushing
method, soaking, or a combination of both. The level of cleanliness of acrylic
removable partial denture affected by frequency, the cleaning method, the
duration of usage and dentist instructions. The main objective of this study is to
determine the level of cleanliness of acrylic removable partial denture based on
the brushing cleaning method and duration of usage.
Method: The subject in this study were 32 people that wear acrylic removable
partial denture in the residential complex of PT. Arun NGL with purposive
sampling technique. This study’s scoring was based on Reddick et al studies
to determine the level of cleanliness of acrylic removable partial denture.
Result:The results of this study showed that the subjects which using the
brushing cleaning method, were 53,1% in cleaned category, 31,3% of the
subjects was dirty category, and 15,6% were very dirty category.
Conclusion:The conclution of this study is the level of majority subjects whose
cleaning their denture by using the brushing method included to clean category
in duration of usage from 0-10 years.
PENDAHULUAN
Rehabilitasi keadaan rongga mulut dengan
gigi tiruan, baik cekat maupun lepasan,
memiliki peranan penting untuk menjaga
kesehatan rongga mulut dan sistemik pasien
yang mengalami kehilangan gigi. Keuntungan
perawatan gigi tiruan sebagian lepasan
dibandingkan dengan gigi tiruan cekat adalah
biaya yang lebih terjangkau dan prosedur
pemeliharaan kebersihan yang lebih mudah
dilakukan karena gigi tiruan jenis ini dapat
dibuka pasang.1
Komponen gigi tiruan sebagian lepasan
terdiri dari elemen gigi, cengkram, dan basis,
di mana basis pada gigi tiruan sebagian
lepasan dapat terbuat dari bahan logam atau
akrilik.2 Bahan yang masih sering dipakai
sampai saat ini adalah resin akrilik. Bahan
basis gigi tiruan resin akrilik disamping
mempunyai keuntungan, bahan tersebut
juga mempunyai kekurangan yaitu menyerap
cairan dan mempunyai sifat porus yang
merupakan tempat ideal untuk pengendapan
sisa makanan sehingga mikroorganisme dapat
tumbuh dan berkembang biak.3
Menurut Silva dkk (2009), gigi tiruan
dengan basis resin akrilik dapat menjadi
tempat berkumpulnya stain dan plak
disebabkan oleh sifat akrilik yang porus
dan menyerap air sehingga mudah terjadi
akumulasi sisa makanan dan minuman
sehingga akan berpengaruh buruk terhadap
kesehatan
rongga
mulut
pemakainya.
Permukaan gigi tiruan yang tidak dilakukan
pemolesan juga mempermudah melekatnya
plak dan merupakan tempat yang baik untuk
perkembangbiakan mikroorganisme yang
dapat menyebabkan inflamasi. Inflamasi yang
terjadi dapat menjadi lebih buruk apabila gigi
tiruan tersebut kotor, oleh karena itu pemakai
gigi tiruan sebagian lepasan harus benarbenar menjaga kebersihan gigi tiruannya.4
Gigi tiruan yang tidak bersih dapat
menyebabkan bau mulut, estetis yang
buruk, dan inflamasi pada mukosa rongga
mulut seperti denture stomatitis.5 Gigi tiruan
sebagian lepasan dapat dibersihkan secara
mekanis, kimiawi, atau kombinasi keduanya.
*Departemen Prosthodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala
Korespondensi: [email protected]
ODONTO Dental Journal. Volume 3. Nomer 1. Juli 2016
2
PENILAIAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN AKRILIK BERDASARKAN METODE
PEMBERSIHAN SECARA PENYIKATAN DAN LAMA PEMAKAIAN
Pembersihan secara mekanis dapat dilakukan
dengan penyikatan menggunakan pasta
atau bubuk, serta pembersih ultrasonik. Cara
pembersihan kimiawi adalah perendaman
dengan larutan pembersih, pemaparan oksigen
dengan air-drying, dan radiasi microwave.6
Faktor lain yang dapat menentukan
keberhasilan dalam pemeliharaan kebersihan
gigi tiruan adalah instruksi yang cukup
dari dokter gigi kepada pengguna setelah
pemasangan gigi tiruan sebagian lepasan
mengenai bagaimana cara yang tepat untuk
menjaga kebersihan gigi tiruannya.7 Sebagian
besar pemakai gigi tiruan sebagian lepasan
tidak mengetahui cara membersihkan gigi tiruan
karena mereka tidak pernah mendapatkan
instruksi dari dokter gigi yang merawatnya.5,8
Dikbas dkk (2006), Baran dan Nalcaci (2009),
serta Amjad dkk (2010) menemukan bahwa
kebanyakan pasien pemakai gigi tiruan tidak
dapat menjaga kebersihan gigi tiruan mereka
secara teratur dan terus memakai gigi tiruan
dengan kondisi yang kotor.5,9,10
Metode pembersihan yang benar jauh
lebih penting daripada frekuensi pembersihan
dalam usaha menjaga kesehatan dan
kebersihan rongga mulut. Seharusnya pasien
disarankan untuk merendam gigi tiruan dalam
larutan pembersih selama 15 menit setiap satu
kali sehari selain membersihkannya dengan
penyikatan.11 Berdasarkan hal tersebut, peneliti
merasa tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai kebiasaan memelihara kebersihan
gigi tiruan sebagian lepasan berdasarkan
metode pembersihan secara penyikatan dan
lamanya pemakaian pada pengguna gigi
tiruan sebagian lepasan akrilik di Komplek
Perumahan PT. Arun NGL, Batuphat, Kota
Lhokseumawe. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui tingkat kebersihan gigi tiruan
pengguna gigi tiruan sebagian lepasan
akrilik di Komplek Perumahan PT. Arun NGL,
Batuphat, Kota Lhokseumawe berdasarkan
metode pembersihan secara penyikatan dan
lama pemakaian.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif dengan desain penelitian cross
sectional. Penelitian ini dilakukan di Komplek
Perumahan PT. Arun NGL, Batuphat, Kota
Lhokseumawe. Subjek dalam penelitian ini
adalah penduduk Komplek Perumahan PT.
Arun NGL, Batuphat, Kota Lhokseumawe yang
memakai gigi tiruan sebagian lepasan resin
akrilik yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak
32 orang. Penentuan besar sampel dilakukan
secara non random sampling (non probability)
dengan teknik purposive sampling. Adapun
kriteria inklusi antara lain: Penduduk Komplek
Perumahan PT. Arun NGL yang memasang
gigi tiruan sebagian lepasan akrilik di Yayasan
Kesehatan Arun (YAKESNA), memakai gigi
tiruan sebagian lepasan akrilik RA dan/atau
RB, membersihkan gigi tiruan dengan cara
penyikatan, bersedia menjadi subjek penelitian
dan mengisi informed consent. Kriteria eksklusi
yaitu: menggunakan gigi tiruan jenis lain,
penderita penyakit sistemik, subjek dengan
keterbatasan pendengaran dan pengelihatan,
subjek yang mengalami demensia (kepikunan
yang berat). Alat dan Bahan antara lain: lembar
Informed Consent, lembar kuesioner, alat tulis,
masker, sarung tangan, senter, sonde, alkohol,
kapas, dan Tissue.
Penelitian dilakukan dengan pengumpulan
data pasien pengguna gigi tiruan sebagian
lepasan akrilik di Yayasan Kesehatan Arun.
Kemudian dilakukan observasi terhadap
populasi untuk memperoleh subjek yang
diperlukan dalam penelitian. Pada subjek yang
memenuhi kriteria inklusi diberikan informed
consent. Selanjutnya pasien diwawancara dan
dilakukan pemeriksaan untuk melihat tingkat
kebersihan gigi tiruan sebagian lepasan akrilik.
Pertama subjek diminta untuk mengeluarkan
gigi tiruan sebagian lepasan akrilik yang
digunakannya dari mulut dan dibilas dibawah
air mengalir untuk membersihkan sisasisa makanan yang baru saja terakumulasi.
Kemudian gigi tiruan sebagian lepasan akrilik
diperiksa di bawah sumber cahaya untuk
dievaluasi kebersihannya. Tingkat kebersihan
gigi tiruan sebagian lepasan akrilik dicatat dan
dinilai berdasarkan tingkat debris dan stain.
Scoring dilakukan berdasarkan studi yang
dilakukan oleh Reddick,dkk.
Skoring Tingkat Kebersihan GTSL Akrilik:
• Score 1 (bersih) : gigi
tiruan
tidak
ODONTO Dental Journal. Volume 3. Nomer 1. Juli 2016
Rahmayani / Sofya
menunjukkan adanya debris dan stain
setelah dicuci di bawah air mengalir.
• Score 2 (kotor) : masih terdapat soft
debris diantara elemen gigi tiruan setelah
dicuci di bawah air mengalir.
• Score 3 (sangat kotor) : soft debris tidak
hanya terdapat di antara elemen gigi,
tetapi juga pada basis gigi tiruan dan/atau
hard debris dan stain menutupi permukaan
elemen gigi dan basis gigi tiruan.5
Teknik pengambilan data dilakukan
dengan wawancara dan pemeriksaan.
Sistem pencatatan diolah dan ditampilkan
dengan analisis bivariat yang bertujuan
3
untuk mendeskripsikan setiap variabel yang
diukur dalam penelitian dengan melihat hasil
persentase dari jumlah subjek.
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada subjek
sebanyak 32 orang pemakai gigi tiruan
sebagian lepasan akrilik di Komplek
Perumahan PT. Arun NGL yang memasang
gigi tiruannya di Yayasan Kesehatan Arun
(YAKESNA). Distribusi tingkat kebersihan gigi
tiruan sebagian lepasan akrilik tersaji dalam
tabel berikut ini:
Tabel 1. Distribusi Tingkat kebersihan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Akrilik Subjek Berdasarkan
Jenis Kelamin
Tabel 2. Distribusi Subjek yang menggunakan metode pembersihan gigi tiruan secara penyikatan
Berdasarkan Tingkat Kebersihan
Tabel 3. Distribusi Subjek Pemakai Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Akrilik Berdasarkan Lama
Pemakaian
ODONTO Dental Journal. Volume 3. Nomer 1. Juli 2016
4
PENILAIAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN AKRILIK BERDASARKAN METODE
PEMBERSIHAN SECARA PENYIKATAN DAN LAMA PEMAKAIAN
Tabel 4. Tingkat Kebersihan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Akrilik Berdasarkan Lama Pemakaian
Berdasarkan tabel 1. dapat dilihat bahwa
subjek berjenis kelamin perempuan pengguna
gigi tiruan sebagian lepasan akrilik yang
termasuk kategori bersih sebanyak 12 orang
(54,6%), yang termasuk kategori kotor
sebanyak 6 orang (27,3%), dan yang sangat
kotor adalah sebanyak 4 orang (18,2%).
Sedangkan subjek berjenis kelamin laki-laki
yang memakai gigi tiruan sebagian lepasan
akrilik dengan kategori bersih sebanyak 5
orang (50%), kategori kotor sebanyak 4 orang
(40%), dan yang memakai gigi tiruan sebagian
lepasan resin akrilik dengan kategori sangat
kotor sebanyak 1 orang (10%).
Berdasarkan tabel 2. dapat dilihat
bahwa subjek yang menggunakan metode
pembersihan gigi tiruan sebagian lepasan
akrilik secara penyikatan termasuk kategori
bersih sebanyak 17 orang (53,1%), subjek
dengan kategori kotor sebanyak 10 orang
(31,3%), dan subjek yang dikategorikan sangat
kotor adalah sebanyak 5 orang (15,6%).
Berdasarkan tabel 3. di atas dapat dilihat
bahwa jumlah subjek dengan pemakaian gigi
tiruan sebagian lepasan akrilik selama 0-5
tahun adalah yang terbanyak yaitu sebesar 18
orang (56,3%).
Pada tabel 4. berdasarkan lama pemakaian
dapat dilihat bahwa subjek pengguna gigi
tiruan sebagian lepasan resin akrilik dengan
lama pemakaian 0-5 tahun yang dibersihkan
dengan
metode
penyikatan
mayoritas
termasuk kategori bersih sebanyak 11 orang
(61,1%), kotor sebanyak 6 orang (33,3%), dan
sangat kotor hanya sebanyak 1 orang (5,6%).
Gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik
dengan lama pemakaian 6-10 tahun yang
dibersihkan dengan metode penyikatan,
termasuk kategori bersih sebanyak 5 orang
(83,3%), kotor sebanyak 1 orang (16,7%),
dan tidak terdapat subjek pemakai gigi tiruan
sebagian lepasan akrilik dengan kategori yang
sangat kotor, sedangkan lama pemakaian 1130 tahun yang dibersihkan dengan metode
penyikatan; yang termasuk kategori bersih
hanya sebanyak 1 orang (12,5%), kategori
kotor sebanyak 3 orang (37,5%), dan sangat
kotor sebanyak 4 orang (50%).
DISKUSI
Menjaga kebersihan gigi tiruan sebagian
lepasan sangat penting karena deposit
yang menumpuk pada gigi tiruan tersebut
dapat mengganggu estetik gigi tiruan dan
menyebabkan bau mulut. Berbagai deposit
yang berasal dari saliva dan substansi lain
termasuk sisa makanan dan bakteri rongga
mulut yang dapat mengendap pada gigi
tiruan sebagian lepasan yang tidak terjaga
kebersihannya.12
Berdasarkan tabel 1. mayoritas pemakai
gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik yang
bersih adalah perempuan yaitu sebanyak
54,6%. Baran dan Nalcaci (2009) serta
Amjad dkk (2010) menemukan bahwa pasien
perempuan lebih banyak memakai gigi tiruan
yang bersih dibandingkan dengan pasien lakilaki.9,10 Hal ini disebabkan pasien perempuan
lebih mementingkan estetis dan cenderung
memiliki kesehatan rongga mulut yang lebih
baik.12
Tabel 2. menunjukkan bahwa 53,1%
subjek pemakai gigi tiruan sebagian lepasan
resin akrilik memakai gigi tiruan yang
bersih. Beberapa subjek pengguna gigi
tiruan sebagian lepasan akrilik diduga tidak
membersihkan gigi tiruannya secara maksimal
sehingga mereka memakai gigi tiruan yang
ODONTO Dental Journal. Volume 3. Nomer 1. Juli 2016
Rahmayani / Sofya
kotor. Dari hasil wawancara yang dilakukan,
diketahui bahwa mayoritas pemakai gigi tiruan
sebagian lepasan akrilik ini tidak mendapat
instruksi mengenai frekuensi dan metode
pembersihan setelah pemasangan oleh dokter
gigi. Subjek pemakai gigi tiruan sebagian
lepasan akrilik memelihara gigi tiruannya
menggunakan cara yang sama dengan
merawat gigi aslinya. Hanya sebagian kecil
yang menanyakan kepada dokter gigi instruksi
pemeliharaan kebersihan gigi tiruan sebagian
lepasan akrilik tersebut dan tidak ada dokter
gigi yang menganjurkan untuk merendam gigi
tiruan di dalam larutan pembersih.
Pada penelitian ini metode pembersihan
secara penyikatan adalah metode yang
digunakan subjek pemakai gigi tiruan
sebagian lepasan akrilik. Hasil penelitian ini
sesuai dengan studi yang dilakukan oleh Kulak
Ozkan (2002) dkk yang menunjukkan bahwa
mayoritas pengguna gigi tiruan melakukan
penyikatan sebagai satu-satunya metode
pembersihan.13
Idealnya, cara pembersihan mekanis
dan kimiawi harus dilakukan bersamaan
untuk kontrol plak yang lebih baik.5 Cara
pembersihan gigi tiruan lepasan secara
gabungan mekanis dan kimiwi lebih efektif.
Contohnya adalah menyikat gigi tiruan lebih
dulu kemudian direndam dalam larutan kimia
sebagai pembersih gigi tiruan.14 Menurut
penelitian Silva dkk (2009), penyikatan yang
diikuti dengan perendaman cukup efektif dan
efisien untuk membunuh bakteri dan jamur.12
Dari hasil wawancara yang dilakukan
peneliti, keseluruhan subjek pengguna
gigi tiruan sebagian lepasan akrilik dengan
metode pembersihan secara penyikatan,
menyikat gigi tiruannya dengan menggunakan
pasta gigi. Meskipun beberapa peneliti telah
menyatakan bahwa menyikat dengan pasta
gigi dapat menyebabkan kerusakan pada
akrilik, metode ini telah digunakan oleh seluruh
subjek pengguna gigi tiruan sebagian lepasan
resin akrilik pada penelitian ini karena selain
pasta gigi mudah didapat dan harganya yang
relatif murah, juga karena kurangnya informasi
mengenai metode pembersihan yang tepat.
Namun, apabila digunakan terlalu sering atau
dengan menggunakan teknik menyikat yang
5
salah, maka dapat menyebabkan keausan
pada basis gigi tiruan.5
Tabel 3. menunjukkan bahwa pemakai
gigi tiruan sebagian lepasan dibagi menjadi
beberapa kelompok berdasarkan lama
pemakaian, yaitu kelompok dengan lama
pemakaian 0-5 tahun sebanyak 56,3%, 6-10
tahun sebanyak 18,8%, dan 11-30 tahun
sebanyak 25%. Hasil penelitian ini sesuai
dengan hasil penelitian Patel (2012) yang
menyatakan bahwa sebagian pengguna gigi
tiruan tidak mengganti gigi tiruannya setelah 5
tahun pemakaian.7
Tabel 4. menunjukkan bahwa mayoritas
pengguna gigi tiruan sebagian lepasan
akrilik dengan lama pemakaian 0-5 tahun
menggunakan gigi tiruan yang bersih yaitu
sebanyak 61,1%, mayoritas pengguna gigi
tiruan sebagian lepasan resin akrilik dengan
lama pemakaian 6-10 tahun juga termasuk
kategori bersih yaitu sebanyak 83,3%, dan
mayoritas pengguna gigi tiruan sebagian
lepasan resin akrilik dengan lama pemakaian
11-30 tahun memakai gigi tiruan yang sangat
kotor yaitu sebanyak 50%. Dilihat dari hasil
penelitian, rata-rata gigi tiruan yang lebih
lama digunakan terlihat lebih kotor. Menurut
Lombardi dan Budtz-Jorgensen pada gigi
tiruan yang telah lama dipakai kemungkinan
lama kelamaan akan terdapat porusitas pada
basis gigi tiruan yang dapat menjadi tempat
penumpukan debris sehingga menyulitkan
pemakainya saat melakukan pembersihan.7
Keterbatasan penelitian ini adalah tidak
melihat tingkat kebersihan gigi tiruan sebagian
lepasan resin akrilik berdasarkan latar
belakang pendidikan, dimana latar belakang
pendidikan merupakan salah satu faktor
yang mempengaruhi tingkat kebersihan gigi
tiruan sebagian lepasan akrilik. Selain itu
faktor makanan yang dikonsumsi oleh subjek
juga tidak diperhatikan dalam penelitian ini
sehingga dapat mempengaruhi kebersihan
gigi tiruannya.
KESIMPULAN
Tingkat kebersihan gigi tiruan sebagian
lepasan akrilik pada subjek dengan metode
pembersihan secara penyikatan mayoritas
termasuk dalam kategori bersih yaitu 53,1%,
ODONTO Dental Journal. Volume 3. Nomer 1. Juli 2016
6
PENILAIAN TINGKAT KEBERSIHAN GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASAN AKRILIK BERDASARKAN METODE
PEMBERSIHAN SECARA PENYIKATAN DAN LAMA PEMAKAIAN
kategori kotor 31,3%, dan 15,6% termasuk
kategori sangat kotor. Tingkat kebersihan
gigi tiruan sebagian lepasan akrilik mayoritas
subjek yang membersihkan gigi tiruannya
secara penyikatan termasuk dalam kategori
bersih dengan lama pemakaian 0-10 tahun.
DAFTAR PUSTAKA
1. Shimura Y, Wadachi J, Nakamura T, Mizutani
H, Igarashi Y. Influence of removable partial
dentures on the formation of denture plaque on
abutment teeth. J Pros Res 2010; 54: 29-35
2. Craig, RG. And Powers. Dental Materials,
Properties and Manipulation. USA: Elsevier.
2004.
3. Richard, R. Dental Materials, second edition,
Edinburgh, London, New York, Oxford,
Philadelphia, St. Louis, Sydney, Toronto.2002
4. Desiniotes A. Aesthetics in removable partial
dentures. Honor Theses. 2002 Paper 250.
<http://opensiuc.lib.siu.edu/uhp_thes es/250>,
diakses 26 November 2013
5. Dikbas I, Koksal T, Calikkocaoglu S. Investigation
of the cleanliness of dentures in a university
hospital. Int J Pros 2006; 19(3): 294-8
6. Garg, R. Denture hygiene, different strategies.
Webmed Central DENTISTRY 2010: 10(1).
WMC00932
7. Patel IB, Madan G, Patel B, Solanki, Chavda
R. Behaviours and hygiene habits of a sample
population of complete denture wearers in
Ahmedabad. JI0H 2012; 4(2): 29-38
8. Dikbas I, Koksal T, Bal B, Ozkurt Z, Calikkocaoglu
S. A survey of dentists’ attitude toward denture
cleansing. OHDMBSC 2006; 5(4): 7-11
9. Amjad M, Azad AA, Ayub MM, Qureshi MA,
Javed MU. Denture hygiene habits in complete
denture wearers at Armed Forces Institute of
Dentistry. Pakistan Armed Forces Med J 2005; 4
10. Baran I, Nalcaci R. Self-reported denture hygiene
habits and oral tissue conditions of complete
dentures wearers. Arch Ger 2009; 49(2):237-41
11. Ribeiro DG, Pavarina C, Giampaolo ET,
Machado AL, Jorge JH, Garcia PPNS. Effect
of oral hygiene education and motivation on
removable partial denture wearers: a longitudinal
study. Gerodontology 2009; 26: 150-6
12. Silva BCM, de Sousa AA, de Magalhaes MA,
Andre M, Brito E Dias R. Candida albicans
in patients with oronasal communication and
obturator protheses. Braz Dent J 2009; 20(4):
336-40
13. Kulak-Ozkan Y, Kazazoglu Y, Arikan A. Oral
hygiene habits, denture cleanlinnes, presence
of yeast and stomatitis in elderly people. J Oral
Rehab. 2002;29:300-34
14. Barbosa LC, Ferreira MRM, Calabrich CFC,
Viana AC, de Lemos MCL, Lauria RA. Edentulous
patients’ knowledge of dental hygiene and care
of protheses. Gerodontology 2008; 25: 99-106
ODONTO Dental Journal. Volume 3. Nomer 1. Juli 2016
Fly UP