...

Pramono Anung: Filosofi Gowes, Orang Tak Selalu di Atas

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Pramono Anung: Filosofi Gowes, Orang Tak Selalu di Atas
Pramono Anung:
Filosofi Gowes, Orang Tak Selalu di Atas
Oleh Silvanus Alvin
pada 12 Jun 2016, 12:01 WIB
http://news.liputan6.com/read/2529047/pramono-anung-filosofi-gowes-orang-tak-selalu-di-atas?utm_source=Direct&utm_medium=Headline&utm_campaign=Headline_click_8#
Sekteraris Kabinet Pramono Anung saat melakukan wawancara khusus dengan Liputan6.com, Jakarta,
Kamis (9/6). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Liputan6.com, Jakarta - Selain deregulasi dan infrastruktur, masalah sumber daya
manusia menjadi satu prioritas yang akan diperbaiki pemerintahan Joko Widodo dan
Jusuf Kalla atau Jokowi-JK. Masalah SDM menjadi salah satu bagian penting dari
revolusi mental yang dicanangkan Jokowi, terutama menyiapkan ataupun melahirkan
generasi tangguh di masa depan.
"Ini menjadi persoalan tersendiri karena kita melihat bahwa sebenarnya bangsa kita bisa
tertib dan menganut sistem yang baik," ucap Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat
berbincang dengan Liputan6.com dan SCTV di kantornya, Jakarta, Kamis, 9 Juni 2016.
Pramono mencontohkan saat sebagian orang Indonesia hendak pergi ke Singapura. Ketika
di Indonesia, mereka masuk di ruang terbuka masih merokok, membuang sampah
sembarangan, bahkan budaya antrean tidak ada.
"Tapi begitu turun di Singapura, dia menjadi manusia yang lain. Dia menjadi tertib dan
mau mengantre. Buang sampah juga cari tempatnya dan sebagainya," ujar politikus senior
PDIP tersebut.
Ini berarti, menurut Pramono, ada yang salah. Yakni, kesalahan sistem yang dibangun.
1
"Maka dari itu di awal saat pemerintahan ini dibentuk dan apa yang sudah disampaikan
Jokowi-JK saat kampanye (Pilpres 2014) adalah mengubah karakter metal bangsa."
Pramono pun menjelaskan lebih gamblang. "Bangsa ini (Indonesia) harus diubah dan
diciptakan menjadi bangsa petarung. Agar bisa memenangkan petarungan di kemudian
hari."
Mantan Sekretaris Jenderal PDIP ini menilai, bangsa Indonesia bila tidak punya pesaing
atau kompetitor, maka bakal kurang gairah. "Tapi begitu ada persaingan, bisa
menciptakan suatu kompetisi. Dan kita bisa menjadi bangsa yang lebih kuat dan tangguh."
Sosok Jokowi
Adapun Jokowi di mata Pramono adalah sosok orang yang gemar bekerja. Hal itu dilihat
dari hobinya blusukan dari satu provinsi ke provinsi lain untuk meninjau proyek-proyek
yang dijalankan pemerintah.
Bahkan, saat kunjungan ke luar negeri sekalipun, hampir tidak ada waktu untuk sekadar
pelesiran atau bersantai. Waktu Jokowi sepenuhnya untuk pertemuan dengan para
petinggi atau tokoh-tokoh penting di negara tersebut.
"Kalau ke luar negeri, jangan bayangkan lihat toko atau apa. Enggak pernah. Jam 9 pagi
mulai dan masuk kamar jam 10 malam," tutur Pramono Anung.
Selama hampir satu tahun menjadi pejabat pemerintah, Pramono dapat menyimpulkan
jargon kerja yang sering diumbar, benar-benar dilakukan Jokowi. "Proses waktu ke
waktu, saya lihat beliau adalah presiden kerja, kerja, dan kerja," ucap Pramono.
Presiden Jokowi (kedua kiri) berbincang dengan Seskab Pramono Anung sebelum rapat
terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/3). Rapat tersebut membahas mengenai
2
penanggulangan aksi penyelundupan di Indonesia (Liputan6.com/Faizal Fanani)
BACA JUGA
 Pramono Anung: Jokowi Itu Presiden Kerja
 Pramono Anung dan Filosofi Gowes Sepeda
 Jokowi: Reshuffle Tiap Hari Juga Bisa, Menteri Fokus Kerja Saja
Pramono melanjutkan, usai pulang dari luar negeri, fokus Jokowi langsung ingin kembali
bekerja. Sang presiden tidak mau buang waktu dengan beristirahat.
"Begitu pulang dari mana pun, dari luar negeri, begitu turun dari pesawat, yang ditanya
pertama kali, besok rapat apa, besok apa yang harus diputuskan. Itu menunjukkan beliau
presiden kerja," politikus berusia 53 tahun itu menegaskan.
Adapun Pramono Anung selama ini dikenal sebagai politikus partai. Walaupun mempunyai
latar belakang politikus, menurut Pramono, selaku Sekretaris Kabinet ia tak ingin
menimbulkan konflik kepentingan di pemerintahan.
"Dan teman-teman bisa melihat apa yang saya kerjakan, benar-benar untuk negara.
Karena saya pembantu presiden, maka pemerintah diutamakan," ujar Pramono.
Pramono membandingkan saat dirinya menjadi politikus dan anggota DPR. "Ketika (dahulu)
menjadi politisi, tahu sedikit tapi bisa ngomong banyak."
Namun saat ini berbeda. "Ketika sekarang di sini (pemerintahan) hampir semua tahu, tapi
malah enggak ngomong, harus membatasi diri," tutur mantan Wakil Ketua DPR RI
tersebut.
Filosofi Gowes Sepeda
Sementara di tengah kesibukan mendampingi kegiatan kepresidenan, Seskab Pramono
Anung masih menyempatkan diri untuk berolahraga demi menjaga kebugaran tubuhnya.
Satu di antara olahraga yang ia gemari adalah bersepeda.
"Kalau Minggu, jika tidak menemani Presiden, saya masih bisa gowes minimum 70
kilometer. Kurang lebih dari rumah putar SCBD 5 kali, lalu ke Pantai Indah Kapuk, terus
pulang. Bolak-balik gowes," Pramono membeberkan.
3
"Juga pernah ke Bogor, kurang lebih 124 kilometer. Itu biasa sama teman dekat yang
hobi sepeda," dia menambahkan.
Pramono Anung acungkan jempol saat pelantikan dirinya sebagai Sekretaris Kabinet di Istana Negara,
Jakarta, Rabu (12/8/2015). Presiden Jokowi me-reshuffle sejumlah menteri Kabinet Kerja sekaligus
melantik menteri baru. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Berbicara tentang hobinya itu, Pramono menuturkan ada filosofi yang tersimpan dari
bersepeda. "Ketika jalan naik ada ujungnya, jalan turun juga ada ujungnya. Ketika naik
dinikmati, turun juga dinikmati, hidup ada life cycle-nya. Orang enggak selalu di atas,
pasti bisa di bawah juga," ujar mantan Sekjen PDIP itu.
Berangkat dari filosofi itu, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini menjelaskan, dirinya
mendapat jabatan Sekretaris Kabinet tanpa lobi-lobi kepada siapa pun. Hal yang sama
juga diterapkan selama meniti karier politik di PDIP.
"Saya tidak pernah minta jabatan. Kalau diberikan, saya akan bekerja sebaiknya. Saat
jadi Wasekjen dan Sekjen, saya enggak lobi Bu Mega. Berada di tempat ini, saya juga
enggak lobi Pak Jokowi," Pramono menegaskan.
Bagaimana penjabaran Pramono mengenai revolusi mental? Dan bagaimana pula kendala
dan tantangannya? Simak selengkapnya wawancara khusus Liputan6.com dengan
Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang dipandu Djati Darma berikut ini
4
Fly UP