...

STUDI KUAT TEKAN BETON CAMPURAN 1 : 2 : 3 - JRS

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

STUDI KUAT TEKAN BETON CAMPURAN 1 : 2 : 3 - JRS
VOLUME 5 NO. 2, OKTOBER 2009
STUDI KUAT TEKAN BETON CAMPURAN 1 : 2 : 3
BERDASARKAN LOKASI PENGAMBILAN AGREGAT DI SUMATERA BARAT
Febrin Anas Ismail 1
ABSTRAK
Sumatera merupakan daerah rawan gempa karena terletak pada dua sesar aktif, yaitu pertemuan
antara lempeng Indo-Australia dengan Eurasia dan sesar Semangko yang membentang sepanjang
Bukit Barisan. Salah satu contohnya gempa yang terjadi di kabupaten Agam (Sumatera Barat) pada
tanggal 6 Maret 2007. Akibat dari gempa ini, tidak hanya merusak bangunan non-engineering dan
infrastruktur lainnya di wilayah tersebut, tetapi juga banyak memakan korban jiwa. Berdasarkan
hasil investigasi tim tanggap darurat Sumatera Barat, banyak ditemukan kerusakan dan keruntuhan
bangunan tanpa keterlibatan insinyur (non-engineering) yang disebabkan oleh buruknya mutu
bahan dan mutu pengerjaan serta kesalahan/ kecerobohan dalam pencampuran beton atau
komposisi peyusun beton yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Untuk itu perlu dilakukan
penelitian untuk mengetahui kualitas beton yang sering digunakan oleh masyarakat di Sumatera
Barat sebagai dasar untuk memperbaiki pada masa yang akan datang. Mutu beton yang dikaji
adalah beton dengan perbandingan campuran 1 : 2 : 3.
Pengambilan material dilakukan di lima daerah di Sumatera Barat, yaitu Kota Padang, Kabupaten
Solok, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pesisir Selatan. Sebelumnya
dilakukan survei lapangan untuk mengetahui material dari quarry yang banyak digunakan oleh
masyarakat setempat dalam membanguan rumah non-engineering. Metoda pencampuran dilakukan
dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil dan 1 air. Metoda pencampuran ini banyak
digunakan oleh masyarakat dalam membangun rumah sederhana non-engineering.
Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai kuat tekan yang berbeda-beda dari masingmasing daerah, ada yang tinggi dan ada pula yang rendah. Hal ini disebabkan karena properties dari
masing-masing agregat yang digunakan berbeda-beda.
Kata Kunci : rumah non-engineering, campuran beton 1 : 2 : 3, kuat tekan beton.
1.
PENDAHULUAN
Sumatera merupakan daerah rawan gempa karena terletak pada dua sesar aktif, yaitu pertemuan
antara lempeng Indo-Australia dengan Eurasia dan sesar Semangko yang membentang sepanjang
Bukit Barisan. Kerusakan bangunan non-engineering umumnya disebabkan oleh buruknya mutu
bahan dan mutu pengerjaan serta kesalahan/kecerobohan dalam pencampuran beton atau komposisi
peyususun beton yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Beton dengan campuran 1 : 2 : 3
merupakan campuran yang paling banyak dijumpai dalam pembangunan rumah non-engineering.
Campuran beton 1 : 2 : 3 adalah perbandingan antara semen, pasir dan kerikil secara berturut-turut.
Untuk mengurangi resiko kerusakan dan keruntuhan pada saat terjadinya gempa, kita dituntut
untuk mengetahui mutu beton dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil dengan 1 air yang
banyak dilakukan di lapangan, serta bagaimana cara melakukan pencampuran beton yang baik
sehingga diperoleh beton dengan mutu yang baik.
________________________
1
Staf Pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas, e-mail: [email protected]
1
Studi Kuat Tekan Beton Campuran 1 : 2 : 3
Berdasarkan Lokasi Pengambilan Agregat di Sumatera Barat
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui properties agregat kasar dan agregat halus yang
berasal dari daerah rawan gempa di Sumatera Barat, untuk mengetahui kekuatan beton dengan
campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil dengan 1 air yang agregatnya berasal dari daerah yang ada di
Sumatera Barat.
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah dengan adanya penelitian ini, dapat diketahui nilai mutu
beton dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil, dapat menjadi acuan dalam memilih agregat
yang baik untuk membangun rumah sederhana non-engineering yang tahan gempa khususnya
untuk daerah Sumatera Barat, dapat menjadi panduan bagi para tukang yang akan membangun
rumah sederhana.
2.
DASAR TEORI
2.1 Bahan-bahan Penyusun Beton
Beton umumnya terdiri dari tiga bahan penyusun yaitu semen, agregat dan air. Agregat merupakan
material seperti pasir, kerikil dan batu pecah yang dipakai bersama-sama dengan suatu media
pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidrolis atau adukan. Agregat secara umum
menempati 70% - 80% dari volume beton. Agregat yang akan digunakan untuk beton harus
memenuhi persyaratan khusus, seperti kebersihan, kekerasan, kekuatan, ketahanan dan tidak
mengandung material tertentu yang dapat mempengaruhi kekuatan beton pada umur tertentu,
seperti tanah liat, mika, batu bara, kotoran organik dan jenis-jenis garam sulfat, seperti kalsium,
magnesium dan sodium. Persyaratan agregat tersebut harus dipenuhi agar dapat menghasilkan
beton yang memenuhi syarat teknik dan ekonomi.
Semen merupakan bahan campuran yang secara kimia aktif setelah berhubungan dengan air.
Agregat tidak melakukan peranan yang penting dalam reaksi kimia tersebut, tetapi berfungsi
sebagai bahan pengisi mineral yang dapat mencegah perubahan-perubahan volume beton setelah
selesai pengadukan dan juga dapat memperbaiki keawetan dari beton yang dikerjakan.
Bahan pembentuk beton yang lain adalah air. Umumnya air yang dapat diminum dapat
dipergunakan sebagai campuran beton. Air yang mengandung senyawa-senyawa yang berbahaya,
yang tercemar garam, minyak, gula atau bahan kimia lainnya, bila digunakan dalam campuran
beton akan menyebabkan penurunan kualitas beton yang dihasilkan dan juga akan mengubah sifatsifat beton yang dibuat.
Karena karakter pasta semen merupakan hasil reaksi kimia antara semen dengan air, maka bukan
perbandingan jumlah air terhadap total berat campuran yang ditinjau, tetapi perbandingan antara air
dengan semen saja atau biasa disebut faktor air semen (water cement ratio). Air yang berlebihan
akan menyebabkan banyaknya gelembung air setelah proses hidrasi selesai. Sedangkan air yang
sedikit akan menyebabkan proses hidrasi tidak akan tercapai seluruhnya, yang pada akhirnya akan
mempengaruhi kekuatan mutu beton.
2.2 Sifat-sifat Beton
Pada umumnya beton terdiri dari kurang dari 15% semen, 8% air, udara, selebihnya pasir dan
kerikil. Campuran tersebut setelah mengeras mempunyai sifat yang berbeda-beda, tergantung pada
cara pembuatannya. Perbandingan mencampur, cara mencampur, cara mengangkut, cara mencetak,
cara memadatkan, cara merawat, dan sebagainya akan mempengaruhi sifat-sifat beton. Sifat umum
yang ada pada beton adalah sebagai berikut : (http://peterpakpahan.com/paper-bahan-bangunanpeter.html)
1. Kemampuan dikerjakan (workability).
2. Sifat Tahan Lama (Durability).
2 |
JURNAL REKAYASA SIPIL
Febrin Anas Ismail
3.
ROSEDUR DAN HASIL KERJA
3.1 Pengujian Dasar Material Beton
Bahan dasar yang digunakan pada penelitian ini adalah semen, agregat halus, agregat kasar dan air.
Semen yang digunakan pada penelitian ini adalah Portland Cement tipe I, yang diproduksi oleh PT.
Semen Padang dengan berat jenis 3,15. Untuk semen tidak dilakukan pengujian karena semen yang
digunakan telah memenuhi persyaratan teknis yang sesuai dengan standar ASTM C-150-94 untuk
Semen Portland Normal (Ordinary Portland Cement). Tabel 1 dan Tabel 2 menunjukkan hasil
pengujian agregat halus dan agregat kasar.
Tabel 1. Hasil Pengujian Agregat Halus
No.
Pengujian
1.
Analisa Saringan
2.
Modolus Kehalusan
3.
6.
Specific Gravity
– Apparent S.G.
– Bulk S.G. (Dry)
– Bulk S.G (SSD)
Penyerapan (% )
Berat Volume (kg/ltr)
– B.V. Lepas
– B.V. Penusukan
Kadar Air (%)
7.
Kadar Organik
8.
Kadar Lumpur
4.
5.
Standar/ Batasan
Padang
Solok
Agam
T. Datar
Pessel
ASTM C136-76
ASTM C33-92a
(2,3 – 3,1)
ASTM C128-93
Grafik
Grafik
Grafik
Grafik
Grafik
2,30
2,34
2,04
2,24
2,95
2,51
2,15
2,29
6,61
2,73
2,60
2,65
1,83
2,23
2,03
2,12
4,60
2,63
2,48
2,54
2,25
2,73
2,69
2,70
0,60
1750,88
1876,55
8,55
1769,03
1930,53
7,14
981,42
1063,27
17,57
1654,42
1811,95
10,40
1829,65
1932,30
27,10
No.2
No.3
No.1
No.4
No.3
2,44
2,40
1,00
1,07
0,36
Standar/ Batasan
Padang
Solok
Agam
T. Datar
Pessel
ASTM C136-76
ASTM C33-92a
(6 – 8)
ASTM C128-93
Grafik
Grafik
Grafik
Grafik
Grafik
6,72
6,86
6,27
6,71
-
2,47
2,34
2,39
2,20
2,53
2,48
2,50
0,75
2,29
2,09
2,18
4,16
2,25
2,01
2,12
5,23
-
1623,45
1804,42
1,10
1950,44
2067,70
0,11
1650,88
1800,00
0,90
1669,47
1792,04
1,84
2134,96
2142,48
2,29
25,64
28,04
-
36,48
-
0,2% – 2%
ASTM C70-73
ASTM C-40
(Warna < No.3)
PBI 71 (< 5 %)
Tabel 2. Hasil Pengujian Agregat Kasar
No.
Pengujian
1.
Analisa Saringan
2.
Modolus Kehalusan
3.
Specific Gravity
– Apparent S.G.
– Bulk S.G. (Dry)
– Bulk S.G (SSD)
Penyerapan (% )
Berat Volume (kg/ltr)
– B.V. Lepas
– B.V. Penusukan
Kadar Air (%)
Keausan dengan Mesin
LA
4.
5.
6.
7.
0,2% – 2%
ASTM C70-73
ASTM C131-176
(< 45%)
Air yang digunakan dalam pembuatan sampel adalah air yang ada di Laboratorium Material dan
Struktur, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas. Secara pengamatan visual, air
VOLUME 5 NO. 2, OKTOBER 2009
| 3
Studi Kuat Tekan Beton Campuran 1 : 2 : 3
Berdasarkan Lokasi Pengambilan Agregat di Sumatera Barat
tersebut dapat digunakan untuk pembuatan beton karena jernih dan tidak mengandung kotorankotoran seperti minyak, garam dan zat organik lainnya.
3.2 Pencampuran Beton
Pada penelitian ini pencampuran beton dilakukan dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil
dan 1 air. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam
campuran beton segar, yang indikasinya adalah warna adukan merata dan tampak homogen.
3.3 Pengujian Pada Beton Segar (Fresh Concrete) dengan Slump Test
Hasil Pengujian pengujian kekenyalan adukan beton dengan menggunakan slump test, dapat dilihat
pada Tabel 3 berikut :
Tabel 3. Hasil Pengujian Slump Test
No.
1
2
3
4
5
Daerah
Nilai Slump
Kota Padang
Kab.Solok
Kab. Agam
Kab. Tanah Datar
Kab. Pesisir Selatan
2,5
2,5
3
3
3
3.4 Pembutan Benda Uji
Pengambilan contoh bahan untuk benda uji beton harus dilakukan dengan hati-hati agar terjamin
bahwa hasil pengujiannya dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Beton yang tidak
homogen disebabkan beberapa alasan seperti, pencampuran yang tidak merata, terjadinya segregasi
(pemisahan butiran) dan perubahan konsistensi selama penanganan dan pengecorannya, kehilangan
kelembapan ataupun penyerapan yang terjadi ketika menyentuh bahan penyerap.
3.5 Pemeriksaan kekuatan beton
Pengujian kuat tekan beton dilakukan di Laboratotium Material dan Struktur, Jurusan Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Andalas. Pengujian dilakukan saat umur beton 3, 7, 14, 21 dan 28 hari.
Standar yang digunakan pada pengujian ini adalah ASTM C617-64 dan ASTM C 39-39a. Alat
yang digunakan pada test tekan beton ini adalah compression test machine. Pembebanan diberikan
sampai sampel runtuh, yaitu saat beban maksimum bekerja. Perhitungan kuat tekan dilakukan
dengan rumus berikut :
N
s
=
fc
=
∑ ( fb' −
1
f cr' )
N −1
N
2
;
fb′ =
fc
DCF
;
P
A
dimana :
s
= Deviasi standar
= Kekuatan tekan beton yang dari masing benda uji
fc
fb′
= Kekuatan tekan beton umur 28 hari
fcr′
= Kekuatan tekan beton rata-rata
N
= Jumlah seluruh nilai hasil pemeriksaan
DCF = faktor koreksi hari (day correction factor)
4 |
JURNAL REKAYASA SIPIL
fcr′ =
∑
1
f b'
N
(1)
(2)
Febrin Anas Ismail
Hasil pengujian kuat tekan beton untuk masing-masing material dapat dilihat pada Tabel 4 sampai
Tabel 9 dan Gambar 1 sampai Gambar 6.
Tabel 4. Kuat Tekan Sampel Beton (Kota Padang)
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Benda uji
Kubus-1
Kubus-2
Kubus-3
Kubus-4
Kubus-5
Kubus-6
Kubus-7
Kubus-8
Kubus-9
Kubus-10
Kubus-11
Kubus-12
Kubus-13
Kubus-14
Kubus-15
Umur
DCF
P
(kN)
Weight
(kg)
3
3
3
7
7
7
14
14
14
21
21
21
28
28
28
0,46
0,46
0,46
0,70
0,70
0,70
0,88
0,88
0,88
0,96
0,96
0,96
1,00
1,00
1,00
200
200
225
250
250
275
395
315
385
330
360
380
435
385
450
8,29
8,20
8,35
8,10
8,00
8,24
8,45
7,75
8,10
8,20
8,40
7,75
7,78
7,79
7,99
Σ
fb'
(fb' – fcr')²
fc
(N/mm²) (N/mm²) (N/mm²)
7,38
7,38
8,30
9,22
9,22
10,14
14,57
11,62
14,20
12,17
13,28
14,02
16,05
14,20
16,60
178,36
fcr'
s
16,04
16,04
18,04
13,17
13,17
14,49
16,56
13,20
16,14
12,68
13,83
14,60
16,05
14,20
16,60
224,83
=
=
BV
(kg/m³)
1,10
1,10
9,33
3,29
3,29
0,25
2,46
3,18
1,32
5,33
1,33
0,15
1,12
0,62
2,60
36,48
14,99
1,61
fc'
BV
2456,30
2429,63
2474,07
2400,00
2370,37
2441,48
2503,70
2296,30
2400,00
2429,63
2488,89
2296,30
2305,19
2308,15
2367,41
35967,41
=
=
12,34
2397,83
Kuat Tekan (MPa)
18,00
15,00
12,00
9,00
6,00
0
7
14
21
28
Umu r Re n can a (hari )
Gambar 1. Grafik Kuat Tekan Sampel Beton (Kota Padang)
Tabel 5. Kuat Tekan Sampel Beton (Kab. Solok)
No
1.
2.
3.
Benda uji
Kubus-1
Kubus-2
Kubus-3
Umur
DCF
P
(kN)
Weight
(kg)
3
3
3
0,46
0,46
0,46
280
280
290
8,66
8,60
8,33
fb'
(fb' – fcr')²
fc
(N/mm²) (N/mm²) (N/mm²)
10,33
10,33
10,70
22,45
22,45
23,26
1,53
1,53
4,16
BV
(kg/m³)
2565,93
2548,15
2468,15
VOLUME 5 NO. 2, OKTOBER 2009
| 5
Studi Kuat Tekan Beton Campuran 1 : 2 : 3
Berdasarkan Lokasi Pengambilan Agregat di Sumatera Barat
No
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Benda uji
Kubus-4
Kubus-5
Kubus-6
Kubus-7
Kubus-8
Kubus-9
Kubus-10
Kubus-11
Kubus-12
Kubus-13
Kubus-14
Kubus-15
Umur
DCF
P
(kN)
Weight
(kg)
7
7
7
14
14
14
21
21
21
28
28
28
0,70
0,70
0,70
0,88
0,88
0,88
0,96
0,96
0,96
1,00
1,00
1,00
385
400
395
450
510
460
555
570
550
580
595
560
7,97
8,12
8,17
8,10
8,56
8,57
8,30
8,10
8,30
8,52
8,00
8,00
Σ
fb'
(fb' – fcr')²
fc
(N/mm²) (N/mm²) (N/mm²)
14,20
14,76
14,57
16,60
18,81
16,97
20,47
21,03
20,29
21,40
21,95
20,66
253,06
fcr'
s
20,29
21,08
20,82
18,86
21,38
19,28
21,33
21,90
21,13
21,40
21,95
20,66
318,24
=
=
21,22
1,16
BV
(kg/m³)
0,86
0,02
0,16
5,53
0,03
3,74
0,01
0,47
0,01
0,03
0,54
0,31
18,93
fc'
BV
2361,48
2405,93
2420,74
2400,00
2536,30
2539,26
2459,26
2400,00
2459,26
2524,44
2370,37
2370,37
36828,63
=
=
19,31
2455,31
Kuat Tekan (MPa)
24,00
21,00
18,00
15,00
12,00
9,00
0
7
14
21
Umur Re ncana (hari)
28
Gambar 2. Grafik Kuat Tekan Sampel Beton (Kab. Solok)
Tabel 6. Kuat Tekan Sampel Beton (Kab. Agam)
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
6 |
Benda uji
Kubus-1
Kubus-2
Kubus-3
Kubus-4
Kubus-5
Kubus-6
Kubus-7
Kubus-8
Kubus-9
Umur
DCF
P
(kN)
Weight
(kg)
3
3
3
7
7
7
14
14
14
0,46
0,46
0,46
0,70
0,70
0,70
0,88
0,88
0,88
95
95
110
165
170
190
200
215
235
6,7
6,85
6,52
6,72
6,95
6,98
7,1
6,87
6,87
JURNAL REKAYASA SIPIL
fb'
(fb' – fcr')²
fc
(N/mm²) (N/mm²) (N/mm²)
3,50
3,50
4,06
6,09
6,27
7,01
7,38
7,93
8,67
7,62
7,62
8,82
8,70
8,96
10,01
8,38
9,01
9,85
2,63
2,63
0,18
0,30
0,08
0,60
0,73
0,05
0,37
BV
(kg/m³)
1985,19
2029,63
1931,85
1991,11
2059,26
2068,15
2103,70
2035,56
2035,56
Febrin Anas Ismail
No
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Benda uji
Kubus-10
Kubus-11
Kubus-12
Kubus-13
Kubus-14
Kubus-15
Umur
DCF
P
(kN)
Weight
(kg)
21
21
21
28
28
28
0,96
0,96
0,96
1,00
1,00
1,00
235
250
270
280
295
255
7,03
7
6,55
7,3
7,25
7,69
Σ
fb'
(fb' – fcr')²
fc
(N/mm²) (N/mm²) (N/mm²)
8,67
9,22
9,96
10,33
10,88
9,41
112,88
fcr'
s
9,03
9,61
10,38
10,33
10,88
9,41
138,60
=
=
9,24
0,96
BV
(kg/m³)
0,04
0,13
1,29
1,19
2,70
0,03
12,94
fc'
BV
2082,96
2074,07
1940,74
2162,96
2148,15
2278,52
30927,41
=
=
7,66
2061,83
Kuat Tekan (MPa)
12,00
9,00
6,00
3,00
0
7
14
21
Umur Re ncana (hari)
28
Gambar 3. Grafik Kuat Tekan Sampel Beton (Kab. Agam)
Tabel 7. Tabel 7. Kuat Tekan Sampel Beton (Kab. Tanah Datar)
No
Benda uji
Umur
DCF
P
(kN)
Weight
(kg)
fb'
(fb' – fcr')²
fc
(N/mm²) (N/mm²) (N/mm²)
BV
(kg/m³)
1.
2.
3.
4.
Kubus-1
Kubus-2
Kubus-3
Kubus-4
3
3
3
7
0,46
0,46
0,46
0,70
130
135
100
190
7,58
7,42
7,82
7,94
4,80
4,98
3,69
7,01
10,43
10,83
8,02
10,01
0,08
0,02
7,18
0,47
2245,93
2198,52
2317,04
2352,59
5.
6.
7.
8.
Kubus-5
Kubus-6
Kubus-7
Kubus-8
7
7
14
14
0,70
0,70
0,88
0,88
200
220
220
245
7,5
7,54
7,82
7,74
7,38
8,12
8,12
9,04
10,54
11,59
9,22
10,27
0,03
0,80
2,18
0,18
2222,22
2234,07
2317,04
2293,33
9.
10.
11.
12.
Kubus-9
Kubus-10
Kubus-11
Kubus-12
14
21
21
21
0,88
0,96
0,96
0,96
255
270
300
335
7,56
7,49
7,73
7,32
9,41
9,96
11,07
12,36
10,69
10,38
11,53
12,87
0,00
0,11
0,69
4,72
2240,00
2219,26
2290,37
2168,89
VOLUME 5 NO. 2, OKTOBER 2009
| 7
Studi Kuat Tekan Beton Campuran 1 : 2 : 3
Berdasarkan Lokasi Pengambilan Agregat di Sumatera Barat
No
Benda uji
13. Kubus-13
14. Kubus-14
15. Kubus-15
Umur
DCF
P
(kN)
Weight
(kg)
28
28
28
1,00
1,00
1,00
300
310
315
8,75
8,82
8,76
Σ
fb'
(fb' – fcr')²
fc
(N/mm²) (N/mm²) (N/mm²)
11,07
11,44
11,62
130,03
fcr'
s
11,07
11,44
11,62
160,50
=
=
BV
(kg/m³)
0,13
0,54
0,85
17,98
10,70
1,13
fc'
BV
2592,59
2613,33
2595,56
34900,74
=
=
8,84
2326,72
Kuat Tekan (MPa)
15,00
12,00
9,00
6,00
3,00
0
7
14
21
28
Umur Re ncana (hari )
Gambar 4. Gambar 4. Grafik Kuat Tekan Sampel Beton (Kab. Tanah Datar)
Tabel 8. Tabel 8. Kuat Tekan Sampel Beton (Kab. Pesisir Selatan)
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
Benda uji
Kubus-1
Kubus-2
Kubus-3
Kubus-4
Kubus-5
Kubus-6
Kubus-7
Kubus-8
Kubus-9
Kubus-10
Kubus-11
Kubus-12
Kubus-13
Kubus-14
Kubus-15
Umur
DCF
P
(kN)
Weight
(kg)
3
3
3
7
7
7
14
14
14
21
21
21
28
28
28
0,46
0,46
0,46
0,70
0,70
0,70
0,88
0,88
0,88
0,96
0,96
0,96
1,00
1,00
1,00
80
75
60
135
125
115
125
180
175
185
185
230
230
220
225
7,58
7,42
7,82
7,94
7,50
7,54
6,46
7,10
6,65
7,52
7,73
7,81
7,82
8,71
8,52
Σ
fb'
(fb' – fcr')²
fc
(N/mm²) (N/mm²) (N/mm²)
2,95
2,77
2,21
4,98
4,61
4,24
4,61
6,64
6,46
6,82
6,82
8,48
8,48
8,12
8,30
86,50
fcr'
s
8 |
JURNAL REKAYASA SIPIL
6,42
6,01
4,81
7,11
6,59
6,06
5,24
7,55
7,34
7,11
7,11
8,84
8,48
8,12
8,30
105,08
=
=
7.01
1,17
BV
(kg/m³)
0,35
0,98
4,81
0,01
0,17
0,89
3,12
0,29
0,11
0,01
0,01
3,36
2,19
1,23
1,68
19,22
fc'
BV
2245,93
2198,52
2317,04
2352,59
2222,22
2234,07
1914,07
2103,70
1970,37
2228,15
2290,37
2314,07
2317,04
2580,74
2524,44
33813,33
=
=
5,08
2254,22
Febrin Anas Ismail
Kuat Tekan (MPa)
9,00
6,00
3,00
0,00
0
7
14
21
Umur Re ncana (hari)
28
Gambar 5. Grafik Kuat Tekan Sampel Beton (Kab. Pesisir Selatan)
Tabel 9. Resume Kuat Tekan Sampel Beton
Umur
fc (N/mm²)
Padang
Solok
Agam
Tanah Datar Pesisir Selatan
3
7,38
10,33
3,50
4,80
2,95
3
7,38
10,33
3,50
4,98
2,77
3
8,30
10,70
4,06
3,69
2,21
7
9,22
14,20
6,09
7,01
4,98
7
9,22
14,76
6,27
7,38
4,61
7
10,14
14,57
7,01
8,12
4,24
14
14,57
16,60
7,38
8,12
4,61
14
11,62
18,81
7,93
9,04
6,64
14
14,20
16,97
8,67
9,41
6,46
21
12,17
20,47
8,67
9,96
6,82
21
13,28
21,03
9,22
11,07
6,82
21
14,02
20,29
9,96
12,36
8,48
28
16,05
21,40
10,33
11,07
8,48
28
14,20
21,95
10,88
11,44
8,12
28
16,60
20,66
9,41
11,62
8,30
VOLUME 5 NO. 2, OKTOBER 2009
| 9
Studi Kuat Tekan Beton Campuran 1 : 2 : 3
Berdasarkan Lokasi Pengambilan Agregat di Sumatera Barat
25,00
Kuat Tekan (MPa)
20,00
15,00
Padang
Solok
Agam
10,00
T anah Datar
Pesisir Selatan
5,00
0,00
0
7
14
21
28
Umur Re ncana (hari)
Gambar 6. Resume Grafik Kuat Tekan
4.
ANALISA DAN PEMBAHASAN
Setelah dilakukan pengujian terhadap material dari berbagai daerah, maka didapat kuat tekan beton
dengan komposisi 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil seperti Gambar 7 berikut :
24,00
Kuat Tekan (MPa)
19,31
18,00
12,34
12,00
7,66
8,84
5,08
6,00
0,00
Padang
Solok
Agam
T anah
Datar
Pesisir
Selatan
Dae rah Sampe l Be ton
Gambar 7. Grafik Kuat Tekan Beton
Dari grafik di atas dapat diketahui, bahwa sampel beton yang berasal dari Kabupaten Solok memiki
kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya. Perbedaan kuat tekan dari
beberapa sampel ini disebabkan oleh perbedaan properties dari agregat penyusun beton, seperti :
agregat halus (pasir) dan agregat kasar (kerikil).
10 |
JURNAL REKAYASA SIPIL
Febrin Anas Ismail
Dari pengujian material telah yang dilakukan, diperoleh nilai kadar air dan penyerapan yang kecil
pada agregat yang berasal dari Kab. Solok dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Semakin
besar kandungan air dan penyerapan suatu agregat, maka semakin besar pula nilai slump yang
dihasilkan pada saat pencampuran. Semakin besar nilai slump beton, berarti semakin banyak air
yang dikandung oleh campuran beton. Semakin banyak air yang dikandung campuran beton, maka
akan semakin besar nila w/c, yaitu perbandingan antara berat air dengan berat semen dalam
campuran beton. Hal ini dapat mengakibatkan turunnya mutu dari beton tersebut.
Berdasarkan grafik analisa saringan, agregat halus yang berasal dari Solok mempunyai gradasi
yang baik dibandingkan dengan daerah lainnya. Hal ini terihat dari ukuran agregat yang tidak
seragam sehingga beton yang dihasilkan mempunyai ruang/rongga yang kecil dan saling mengisi.
Sedangkan berdasarkan nilai fine modolusnya, agregat yang yang berasal dari Solok mempunyai
distribusi atau gradasi yang memenuhi syarat untuk pencampuran beton yang sesuai dengan
standarnya.
Dari pengujian yang telah dilaksanakan, diperolehlah bahwa agregat halus yang berasal dari
kabupaten Tanah Datar mempunyai kandungan organik yang tinggi dibandingkan dengan yang
lainnya. Salah satu penyebabnya adalah asal dari agregat tersebut yang banyak mengandung zat
organik seperti sisa-sisa tanaman dan humus. Zat organik yang tercampur dapat membuat asamasam organik dan zat lain bereaksi dengan semen yang sedang mengeras. Hal ini dapat
mengakibatkan berkurangnya kekuatan beton dan juga menghambat hidrasi semen sehingga proses
pengerasan berlangsung lambat.
Dari pengujian yang telah dilaksanakan, nilai kadar lumpur yang tinggi terdapat pada agregat yang
berasal dari Padang, tetapi masih layak untuk digunakan sebagai campuran beton. Dalam jumlah
yang cukup banyak lumpur dapat mengurangi kekuatan beton, karena cenderung menghambat
hidrasi semen (persenyawaan semen dengan air). Keadaan akan bertambah buruk apabila lumpur
membentuk lapisan yang menyelimuti agregat sehingga mencegah terjadinya hidrasi semen.
Kandungan lumpur tidak saja berpengaruh pada agregat halus, tapi juga pada agregat kasar
sehingga dapat merusak mutu beton.
Agregat kasar yang berasal dari Solok mempunyai nilai keausan yang lebih rendah dibandingkan
dengan daerah lainnya. Hal ini disebabkan karena agregatnya berasal dari batu gunung yang
mempuyai daya tahan terhadap kikisan. Beton dengan kuat tekan yang besar mempunyai daya
tahan terhadap kikisan.
5.
KESIMPULAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1. Agregat halus (pasir) maupun agregat kasar (kerikil) yang berasal dari Solok memiliki kualitas
yang lebih baik. Hal ini terlihat dari gradasi agregat yang tidak seragam dan nilai keausan
yang lebih rendah.
2. Sampel beton campuran 1 : 2 : 3 diperoleh hasil kuat tekan beton berkisar antara 5 – 20 MPa
dengan kuat tekan beton terbesar di Kab. Solok yaitu 19,31 MPa dan yang terkecil di Kab.
Pesisir Selatan yaitu 5,08 MPa.
Kuat tekan dari sampel :
a. Padang
=
12,34 N/mm²
b. Kab.Solok
=
19,31 N/mm²
c. Kab.Agam
=
7,66 N/mm²
d. Kab.Tanah Datar
=
8,84 N/mm²
e. Kab.Pesisir Selatan =
5,08 N/mm²
VOLUME 5 NO. 2, OKTOBER 2009
| 11
Studi Kuat Tekan Beton Campuran 1 : 2 : 3
Berdasarkan Lokasi Pengambilan Agregat di Sumatera Barat
DAFTAR PUSTAKA
ACI, (1995), Material and General Properties of Concrete, ACI Manual of Concrete Practice, Part1,
Detroit.
Amri, Syafei, (2005), Teknologi Beton A – Z, John Hi – Tech Idetema, Jakarta.
ASTM, (1993), Concrete and Aggregate, Annual Book of ASTM Standart Vol.04.02, American
Society for Testing and Material, Philadelpia.
Departemen Pekerjaan Umum, (1971), Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971, Cetakan ke-7,
Bandung.
12 |
JURNAL REKAYASA SIPIL
Fly UP