...

BAB V ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG DAN PERANG DUNIA II A

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

BAB V ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG DAN PERANG DUNIA II A
JOHN ANARI. ANALISIS PENYEBAB KONFLIK PAPUA DAN SOLUSINYA SECARA HUKUM INTERNASIONAL. WPLO
2011
101
BAB V
ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG DAN PERANG DUNIA II
A. Awal Kedatangan Jepang
Awal mula ekspansi Jepang ke wilayah Papua didasari oleh kebutuhan
Jepang akan minyak bumi untuk keperluan perang. Menipisnya persediaan
minyak bumi yang dimiliki oleh Jepang untuk keperluan perang ditambah
pula tekanan dari pihak Amerika yang melarang ekspor minyak bumi ke
Jepang. Langkah ini kemudian diikuti oleh Inggris dan Belanda. Keadaan ini
akhirnya mendorong Jepang mencari sumber minyak buminya sendiri.
Bulan Oktober 1941, Jenderal Hideki Tojo menggantikan Konoe sebagai
Perdana Menteri Jepang. Sebenarnya, sampai akhir tahun 1940, pimpinan
militer Jepang tidak menghendaki melawan beberapa negara sekaligus, namun sejak
pertengahan tahun 1941 mereka melihat, bahwa Amerika Serikat, Inggris
dan Belanda harus dihadapi sekaligus, apabila mereka ingin menguasai
sumber daya alam di Pasifik. Apalagi setelah Amerika melancarkan embargo
minyak bumi, yang sangat mereka butuhkan, baik untuk industri di Jepang,
maupun untuk keperluan perang.
Pedaratan Bangsa Jepang dilakukan ke seluruh wilayah Papua hanya
dalam kurun waktu satu bulan saja, yaitu pada bulan April 1942. Mereka
mulai mendarat dan merebut Fakfak pada tanggal 1 April 1942 lalu menuju
ke Ternate dan Sorong pada tanggal 7 April 1942 dan 12 April 1942 di
Manokwari. Mereka berhasil memukul mundur Bangsa Belanda di seluruh
pantai Utara Papua hingga akhirnya merebut Hollandia pada tanggal 19
April 1942 sedangkan wilayah Merauke di bagian Selatan tidak diserang
karena kekuatan Sekutu terbesar berada di Australia yang berdekatan dengan
Merauke. Banyak tentara Belanda melarikan diri ke hutan belantara Papua
menembus ke arah Selatan Papua dan banyak juga yang terbunuh oleh
Jepang.
JOHN ANARI. ANALISIS PENYEBAB KONFLIK PAPUA DAN SOLUSINYA SECARA HUKUM INTERNASIONAL. WPLO
2011
102
Gambar. 5.1. Eksekusi Pancung Leher Oleh Angkatan Laut Jepang kepada Sekutu Amerika
Sumber: Museum Nasional Jepang
Keharmonisan yang terjadi selama pemerintahan Belanda akhirnya sirna
akibat kedatangan Jepang. Akibatnya banyak penduduk asli Papua sangat
tidak senang dengan kehadiran Bangsa Jepang ini. Walaupun tidak disambut
baik oleh warga Papua, Jepang tetap memaksakan rakyat bekerja secara
paksa untuk kepentingan mereka sehingga banyak penduduk asli Papua yang
dipotong tangannya akibat tidak mau bekerja untuk kepentingan Jepang.
Kenyataan ini sangat berbeda dengan di Jawa yaitu dimana banyak warga
Jawa menyambut baik kedatangan Jepang karena mereka sangat anti
Belanda akibat penjajahan yang dilakukannya.
Dari hal tersebut di atas, maka jelaslah bahwa Bangsa Belanda tidak
menjajah Bangsa Papua seperti yang dialami Bangsa Indonesia.
B. Perang Dunia II
Admiral
Isoroku
Yamamoto,
Panglima
Angkatan
Laut
Jepang,
mengembangkan strategi perang yang sangat berani, yaitu mengerahkan
seluruh kekuatan armadanya untuk dua operasi besar. Seluruh potensi
Angkatan Laut Jepang mencakup 6 kapal induk (pengangkut pesawat
tempur), 10 kapal perang, 18 kapal penjelajah berat, 20 kapal penjelajah
ringan, 4 kapal pengangkut perlengkapan, 112 kapal perusak, 65 kapal selam
JOHN ANARI. ANALISIS PENYEBAB KONFLIK PAPUA DAN SOLUSINYA SECARA HUKUM INTERNASIONAL. WPLO
2011
103
serta 2.274 pesawat tempur. Kekuatan pertama, yaitu 6 kapal induk, 2 kapal
perang, 11 kapal perusak serta lebih dari 1.400 pesawat tempur, tanggal 7
Desember 1941, akan menyerang secara mendadak basis Armada Pasifik
Amerika Serikat di Pearl Harbor di kepulauan Hawaii. Sedangkan kekuatan
kedua, sisa kekuatan Angkatan Laut yang mereka miliki, mendukung
Angkatan Darat dalam Operasi Selatan, yaitu penyerangan atas Filipina dan
Malaya/Singapura, yang akan dilanjutkan ke Jawa. Kekuatan yang
dikerahkan ke Asia Tenggara adalah 11 Divisi Infantri yang didukung oleh 7
resimen tank serta 795 pesawat tempur. Seluruh operasi direncanakan selesai
dalam 150 hari. Admiral Chuichi Nagumo memimpin armada yang
ditugaskan menyerang Pearl Harbor.
Gambar. 5.2. Penyerangan Pangkalan Amerika di Pear Harbor oleh Jepang
Sumber: http://wapedia.mobi/id/Pearl_Harbor
Hari minggu pagi tanggal 7 Desember 1941, 360 pesawat terbang yang
terdiri dari pembom pembawa torpedo serta sejumlah pesawat tempur
diberangkatkan dalam dua gelombang. Pengeboman Pearl Harbor ini
berhasil menenggelamkan dua kapal perang besar serta merusak 6 kapal
perang lain. Selain itu pemboman Jepang tesebut juga menghancurkan 180
pesawat tempur Amerika. Lebih dari 2.330 serdadu Amerika tewas dan lebih
dari 1.140 lainnya luka-luka. Namun tiga kapal induk Amerika selamat,
karena pada saat itu tidak berada di Pearl Harbor. Tanggal 8 Desember 1941,
Kongres Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang.
JOHN ANARI. ANALISIS PENYEBAB KONFLIK PAPUA DAN SOLUSINYA SECARA HUKUM INTERNASIONAL. WPLO
2011
104
Perang Pasifik ini berpengaruh besar terhadap gerakan kemerdekaan
negara-negara di Asia Timur, termasuk Indonesia serta kemerdekaan bagi
daerah-daerah di Pasifik yang belum mampu berpemerintahan sendiri (Non
Self Government) seperti Papua New Guinea, Papua Barat, Palau, New
Caledonia, Samoa Barat, Tokelau, Pitcairn, dll.
C. Serangan Balasan Sekutu Amerika
Serangan balasan Amerika dan sekutunya dimulai dari arah pulau Tarawa
hingga ke Papua New Guinea dan Papua Barat (Nederland Niuew Guinea)
yang dibawah pimpinan Jenderal Douglas McArthur.
Gambar. 5.3. Pemimpin Pasukan Sekutu, Jenderal Douglas McArthur
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Douglas_MacArthur_smoking_his_corncob_pipe.jpg
Akhirnya Pasukan Sekutu dibawah Pimpinan Jenderal Douglas McArthur
berhasil menguasai Hollandia (Jayapura) pada tanggal 22 April 1944 dan
membangun pangkalan Sekutu di Ifar Gunung.
Gambar. 5.4. Pendaratan Sekutu di Teluk Humbolt, Hollandia pada 22 April 1944
Photographer: Tech 4 Henry C. Manger
JOHN ANARI. ANALISIS PENYEBAB KONFLIK PAPUA DAN SOLUSINYA SECARA HUKUM INTERNASIONAL. WPLO
2011
105
Di pangkalan inilah Jenderal Douglas McArthur berpidato pada saat
pendirian Tugu Peringatan Perang Dunia II (World War II) agar supaya
sehabis perang harus daerah-daerah di seluruh Pasifik Memiliki Hak untuk
Berpemerintahan Sendiri (Self Government). Oleh karena Bangsa Papua
Barat belum mampu untuk Berpemerintahan Sendiri, maka Sekutu
menyerahkan
Papua
Barat
untuk
dibawah
Kontrol
Administrasi
Pemerintahan Belanda. Oleh sebab itu, Belanda harus mendirikan Sekolah
Pemerintahan (Besteer School) pada tahun 1944 di Hollandia dengan
mengangkat
mantan
tahanan
Indonesia
di
Digul
yaitu
Soegoro
Admoprasodjo sebagai Direktur Sekolah Pemerintahan tersebut. Selanjutnya
menyerang Jepang di Sarmi pada tanggal 17 May 1944 dan Biak pada
tanggal 27 May 1944. Setela itu menyerang Jepang di pulau Numfoor dan
Manokwari pada tanggal 2 Juli 1944 kemudian ke Sausapor pada tanggal 30
Juli 1944.
Gambar. 5.5. Peta Penyerangan Sekutu terhadap Jepang di wilayah New Guinea
Sumber: http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Landings_to_Western_New_Guinea.jpg
Gambar. 5.6. Pendaratan Pasukan Sekutu di Numfoor pada 2 Juli 1944
Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/File:LST-67-unloads-tanks.jpg
JOHN ANARI. ANALISIS PENYEBAB KONFLIK PAPUA DAN SOLUSINYA SECARA HUKUM INTERNASIONAL. WPLO
2011
106
Penyerangan Sekutu berlanjut terus dari New Guinea ke Palau, Philippine,
hingga ke wilayah Jepang di Iwo Jima dan Okinawa.
Perebutan pulau-pulau seperti Iwo Jima dan Okinawa oleh pasukan AS
menyebabkan Kepulauan Jepang berada dalam jangkauan serangan laut dan
udara Sekutu. Diantara kota-kota lain, Tokyo dibom bakar oleh Sekutu,
dimana dalam penyerangan awal sendiri ada 90.000 orang tewas akibat
kebakaran hebat di seluruh kota. Jumlah korban yang tinggi ini disebabkan
oleh kondisi penduduk yang padat di sekitar sentra produksi dan konstruksi
kayu serta kertas pada rumah penduduk yang banyak terdapat di masa itu.
Tanggal 6 Agustus 1945, bomber B-29 "Enola Gay" yang dipiloti oleh
Kolonel Paul Tibbets, Jr. melepaskan satu bom atom Little Boy di
Hiroshima, yang secara efektif menghancurkan kota tersebut.
Pada tanggal 8 Agustus 1945, Uni Soviet mendeklarasikan perang
terhadap Jepang, seperti yang telah disetujui pada Konferensi Yalta, dan
melancarkan serangan besar terhadap Manchuria yang diduduki Jepang
(Operasi Badai Agustus). Tanggal 9 Agustus 1945,pesawat bomber jenis
Boeing B-29 Superfortress "Bock's Car" yang dipiloti oleh Mayor Charles
Sweeney melepaskan satu bom atom Fat Man di Nagasaki.
Gambar. 5.7. Pesawat B 29 Pengangkut Bom Atom (Kiri) dan Bom Fat Man (Kanan)
Sumber: http://awesometalks.wordpress.com/2008/08/07/bockscar-the-forgotten-plane-that-droppedthe-atomic-bomb/
JOHN ANARI. ANALISIS PENYEBAB KONFLIK PAPUA DAN SOLUSINYA SECARA HUKUM INTERNASIONAL. WPLO
2011
107
Gambar. 5. 8. Gumpalan Awan akibat Bom Atom di Nagasaki yang mencapai ketinggian 60.000 Kaki
Sumber: http://awesometalks.files.wordpress.com/2008/08/ng30.jpg
Kombinasi antara penggunaan bom atom dan keterlibatan baru Uni Soviet
dalam perang merupakan faktor besar penyebab menyerahnya Jepang,
walaupun sebenarnya Uni Soviet belum mengeluarkan deklarasi perang
sampai tanggal 8 Agustus 1945, setelah bom atom pertama dilepaskan.
Jepang
menyerah
tanpa
syarat
pada
tanggal
14
Agustus
1945,
menandatangani surat penyerahan pada tanggal 2 September 1945 di atas
kapal USS Missouri di teluk Tokyo.
Gambar. 5.9. Upacara Penyerahan Jepang kepada Sekutu di atas Kapal USS Missouri
Sumber: http://www.worldwar2history.info
Dengan adanya penyerahan Jepang, maka momen ini digunakan oleh
Soekarno untuk memproklamasikan Negara Indonesia yang meliputi seluruh
wilayah Nederland Indie. Sedangkan wilayah Nederland Niuew Guinea pada
JOHN ANARI. ANALISIS PENYEBAB KONFLIK PAPUA DAN SOLUSINYA SECARA HUKUM INTERNASIONAL. WPLO
2011
108
saat itu (tahun 1945) masih dibawah administrasi Pemerintahan Nederland
dan terpisah dari Nederland Indie semenjak tahun 1901.
Fly UP