...

English / Original Term Indonesian/Original Term Daftar Istilah

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

English / Original Term Indonesian/Original Term Daftar Istilah
English /
Original Term
Aggregates
Analytical Meditation
Indonesian/Original Term
Daftar Istilah
Skandha (Sanskerta).
Meditasi Analitis.
Attachment
Keterikatan (Sanskerta: lobha/raga).
Awakened
Bhumi
Bodhi (Sanskerta: Indonesia: tergugah).
Sepuluh bhumi Bodhisattva (Sanskerta:
dasa bhumayah).
Bliss
Bodhicitta (skt)
Sukha (Sanskerta).
Bodhicitta (Sanskerta).
Bodhisattva (skt)
Buddhafield/Pureland
Buddha-Nature
Bodhisattva (Sanskerta).
Buddhaksetra (Sanskerta).
Potensi Kebuddhaan (Sanskerta:
Buddhagotra).
Citta (Sanskerta).
Lihat Skandha.
Cara membiasakan citta pada suatu pemahaman, realisasi atau kesadaran tertentu.
Seseorang berfokus pada suatu objek dan membangkitkan pemahaman, realisasi atau
keadaan kesadaran tertentu dengan menggunakan fungsi-fungsi mental (mental factors)
dari pemeriksaan yang mendalam. Juga mencakup pengaplikasian dari serangkaian
penalaran yang telah dipahami dan diyakini validitasnya.
Salah satu dari klesha utama dimana kualitas baik dari suatu objek dilebih-lebihkan dan
tidak ingin terpisahkan dari objek itu. Lobha/raga adalah lawan dari dvesha.
Lihat Enlightened.
Sepuluh tahap atau tingkat realisasi yang dilalui seorang Bodhisattva dalam perjalanan
spiritualnya mencapai penggugahan. Bodhisattva yang telah mengalami shunyata secara
langsung berarti memasuki bhumi pertama.
Lihat Sukha.
Menumbuhkan hati yang peduli, yang bertekad untuk tergugah sepenuhnya agar dapat
memberikan manfaat yang maksimal kepada semua makhluk.
Makhluk yang beraspirasi atau bertekad untuk mempraktikkan bodhicitta.
Alam murni yang selalu dialami oleh para Buddha.
Potensi yang memungkinkan setiap makhluk untuk tergugah sepenuhnya.
Citta (skt)
Clear Light
Cultivate
Cyclic Existence
Dalam bahasa Sanskerta, terdapat banyak sinonim dari citta, seperti: jnana, manah, mati,
vijnana, budhi, vittih, vidya, nama dan sebagainya. Dalam bahasa Inggris sering
diterjemahkan sebagai mind, consciousness, awareness dan sebagainya. Kosa kata bahasa
Indonesia untuk istilah-istilah tersebut sangatlah terbatas. Kata-kata yang sering
digunakan adalah kesadaran, pikiran, batin, perhatian, namun kata-kata tersebut kurang
memadai untuk mewakili arti citta. Pada dasarnya, citta didefinisikan sebagai aktivitas
mempersepsi objek, yang memungkinkan sesuatu untuk muncul (clear) dan diketahui
(aware). Dengan demikian, proses melihat, mendengar, membau, merasa, menyentuh dan
berpikir pun digolongkan dalam citta.
Kilauan jernih (Sanskerta: prabhasvara). Menerangkan pengertian citta yang paling mendalam. Kesinambungan citta (Sanskerta:
samtana) ini tidak berawal dan tidak berakhir, tanpa terputus, baik dalam proses kematian
maupun dicapainya Kebuddhaan. Setiap makhluk mempunyai samtana masing-masing.
Kilauan jernih ini mempunyai sifat dasar yang bebas dari segala jenis konsep dan klesha.
Meditasi (Sanskerta: bhavana).
Lihat Meditation.
Samsara (Sanskerta).
Lihat Samsara.
Dependent arising
Dependent origination
Pratityasamutpada (Sanskerta).
Pratityasamutpada (Sanskerta).
Discerning Wisdom
Prajna pembeda (Sanskerta:
pratyaveksa-jnana).
Emptiness
Emptiness of three
spheres
Shunya; shunyata (Sanskerta).
Tri Mandala Shunyata (Sanskerta).
Enlightened
Bodhi (Sanskerta: Indonesia: tergugah).
Enlightenment /
Bodhi (skt)
Equanimity
Penggugahan (Sanskerta: Bodhi).
Four Noble Truths
Great Vehicle
Hatred
Upeksha (Sanskerta).
Lihat Dependent originiation.
Segala sesuatu tidak eksis secara independen atau berdiri sendiri, namun terkait pada
sebab-sebab dan kondisi-kondisi serta pada citta yang melabelnya. Pengertian
pratityasamutpada yang paling mendalam adalah bahwa keberadaan segala sesuatu saling
terkait. Misalnya adanya sebutan guru karena adanya sebutan murid dan adanya sebutan
murid karena adanya sebutan guru. Tanpa murid tidak ada guru dan tanpa guru tidak ada
murid, sehingga dalam bahasa Inggris tidak lagi hanya disebut dependent origination
namun dependent designation.
Intelek atau intelijen spiritual tinggi yang berfungsi untuk mengenal dan mengidentifikasi
apakah sesuatu itu positif atau negatif; apakah sesuatu itu merupakan keberadaan yang
sifatnya konvensional atau keberadaan menurut pengertian yang paling mendalam.
Lihat Shunyata.
Tiga lingkup shunyata yaitu merenungkan kenyataan bahwa objek (penerima pemberian),
subjek (pemberi) dan tindakan (memberi) bersifat shunya (tidak memiliki sifat hakiki dari
sisinya sendiri).
Dicapainya keadaan sempurna yang semestinya (Sanskerta: tathata), dimana semua
kesalahpengertian telah sepenuhnya dihilangkan dan dimilikinya kemampuan melihat
semua keberadaan secara benar, serta ditandai dengan pengetahuan dan welas asih
sempurna. Makhluk yang telah tergugah dari kebingungan mengenai realita dan telah
mencapai keadaan demikian disebut Buddha (Sanskerta), Inggris: the Awakened One;
Indonesia: Yang Telah Tergugah.
Lihat Bodhi.
Tidak membeda-bedakan. Citta yang melihat dan memahami segala sesuatu seperti apa
adanya. Upeksha merupakan salah satu dari Empat Pikiran Kebajikan Tanpa Batas
(Sanskerta: Catur Apramana).
Empat Kenyataan Para Arya (Sanskerta: Putaran Roda Dharma pertama yang diberikan oleh Buddha kepada lima orang pertapa
catvari aryasatya).
yang berisi: (1) Kenyataan tentang Duhkha, (2) Kenyataan Sumber Duhkha, (3)
Kenyataan Berakhirnya Duhkha, dan (4) Kenyataan Jalan untuk Mengakhiri Duhkha.
Secara ringkas, ajaran Empat Kenyataan Para Arya menerangkan bahwa segala sesuatu
bersifat duhkha (tidak memuaskan); duhkha mempunyai sebab yaitu karma dan klesha;
duhkha dapat diakhiri; dan ada jalan atau cara untuk mengakhirinya.
Mahayana (Sanskerta; Inggris: Greater
Lihat Mahayana.
Vehicle/Vast Vehicle of Mind).
Dvesha (Sanskerta).
Penolakan dan perasaan tidak senang karena menghadapi sesuatu yang tidak
menyenangkan atau sesuatu yang tidak dikehendaki. Dvesha merupakan salah satu dari
tiga racun (tri-visa). Dvesha adalah lawan dari lobha/raga.
Hinayana (skt)
Ignorance
Hinayana (Sanskerta; Inggris: Lesser
Vehicle/Modest Vehicle of Mind).
Avidya (Sanskerta; Indonesia:
kesalahpengertian).
Illusion
Halusinasi.
Impermanence
Anitya (Sanskerta).
Imputation
Imputasi.
Intention
Kalpa (skt)
Cetana (Sanskerta).
Kalpa (Sanskerta).
Karma (skt)
Karma (Sanskerta; Inggris: action).
Klesha (skt)
Klesha (Sanskerta; Inggris: delusion).
Lama (Tib)
Lam-Rim (Tib)
Loving-kindness
Lama (Tibet).
Marga (Sanskerta).
Cinta kasih (Sanskerta: maitri).
Madhyamaka
(skt)/Middle Way
Madhyamaka (Sanskerta; Inggris:
Middle Way).
Level dan keadaan pikiran dengan motivasi ingin mengentaskan diri dari samsara dan
mencapai pembebasan.
Salah mengerti mengenai keberadaan - bahwa segala sesuatu mempunyai sifat hakiki dan
bersifat independen. Kesalahpengertian inilah yang mendasari semua penderitaan, semua
klesha dan karma. Avidya beserta dvesha dan raga/lobha disebut tri-visa (tiga racun).
Ketidaksesuaian antara apa yang dianggap benar dengan kenyataan atau realita. Proyeksi
yang keliru mengenai sesuatu - yang disebabkan oleh kesalahpengertian, misalnya
seorang anak kecil yang ketakutan karena menganggap ada hantu di kamarnya.
Mempunyai sifat 'berubah-ubah.' Anitya merupakan sifat dasar dari semua fenomena,
misalnya pengertian bahwa pada saat sesuatu terbentuk, pada saat itu juga proses
kehancurannya telah dimulai.
Pemberian label pada sesuatu yang dipikirkan. Misalnya, keberhargaan batu yang disebut
berlian adalah berdasarkan imputasi dari nilai yang diterapkan pada benda tersebut.
Impuls, gerak hati atau hasrat yang mendorong pikiran, perkataan atau perbuatan.
Adalah unit jenjang waktu atau periode masa yang lama berdasarkan terbentuk dan
hancurnya dunia ini dalam kosmologi India.
Definisi singkat dari karma adalah bergeraknya pikiran. Sebenarnya karma merupakan
faktor mental yang mendorong citta untuk 'mengarahkan' semua pikiran, perkataan dan
perbuatan ke arah tertentu. Dorongan ini dipengaruhi oleh tilasan-tilasan pikiran,
perkataan dan perbuatan di masa lalu. Sehingga bisa dikatakan bahwa apa yang dialami
sekarang, baik secara internal maupun eksternal adalah hasil dari pikiran, perkataan dan
perbuatan masa lampau. Dan pikiran, perkataan dan perbuatan sekarang ini juga akan
meninggalkan tilasan-tilasan di masa yang akan datang. Jadi karma adalah evolusi mental
dimana semua pikiran, perkataan dan perbuatan - betapapun kecilnya akan berpengaruh
pada apa yang akan dialami di masa mendatang.
adalah pikiran dan emosi yang timbul dari dalam dan mengaduk kedamaian pikiran.
Adanya klesha menyebabkan kemarahan, ketakutan, kesombongan, keserakahan, dan
sebagainya - yang pada dasarnya mengganggu ketenangan dan kebahagiaan pikiran.
Untuk menghilangkan gangguan ketenangan ini biasanya disertai tindakan negatif tanpa
memikirkan makhluk lain - yang justru menyebabkan penderitaan di masa yang akan
datang.
Sebutan untuk seorang Guru atau pembimbing spiritual.
Perkembangan tahap spiritual.
Keinginan agar makhluk lain mendapatkan kebahagiaan dan sebab-sebabnya dan secara
aktif berupaya agar mereka bahagia.
Salah satu dari empat cara pandang (school of thought) dalam Buddhisme. Madhyamaka
dianggap sebagai cara pandang Buddhis yang paling mendalam mengenai keberadaan.
Mahayana (skt) /
Great Vehicle
Mantrayana (skt)
Materialism
Meditation / to Cultivate
Mahayana (Sanskerta; Inggris: Greater
Vehicle/Vast Vehicle of Mind).
Mantrayana (Sanskerta).
Materialisme; materialistik.
Meditasi (Sanskerta: bhavana).
Middle Way
Madhyamaka
(Sanskerta; Inggris: Middle Way).
Halusinasi.
Nirvana (Sanskerta).
Mistaken Perception
Nirvana (skt)
Paramitayana (skt) /
Perfection Vehicle
Paramitayana (Sanskerta)
Preta (skt)
Preta (Sanskerta).
Renunciation
Pengentasan diri (Sanskerta:
niryana/nihsarana).
Samsara
Samsara (Sanskerta).
Self
Atman (Sanskerta).
Keberadaan segala sesuatu saling terkait, karena itu menghindari kedua pandangan
ekstrim, yaitu eternalisme (keberadaan yang bersifat hakiki) dan nihilisme (tidak ada
keberadaan sama sekali). Keempat cara pandang dalam Buddhisme itu adalah
Vaibhasika, Sautrantika, Cittamatra dan Madhyamaka. Madhyamaka sendiri mempunyai
dua divisi yaitu Madhyamaka Svatantrika dan Madhyamaka Prasangika.
Level atau keadaan pikiran dengan landasan bodhicitta, bermotivasi untuk mencapai
penggugahan.
Lihat Vajrayana.
Cara pandang yang menganggap keberadaan segala sesuatu secara fisik semata.
Proses untuk menumbuhkan dan menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung dalam
citta untuk mencapai tujuan tertentu.
Lihat Madhyamaka
Lihat Illusion
Sinonim yang sering digunakan adalah moksha (Sanskerta; Indonesia: kebebasan), yang
menerangkan kondisi citta dimana semua karma negatif, klesha dan tilasan-tilasannya
telah sepenuhnya dihilangkan sehingga citta 'bebas' dari semua penderitaan (Inggris: a
state beyond sorrow).
Secara harafiah berarti "kendaraan Paramita." Paramitayana adalah jalan bertahap
mencapai penggugahan yang dijalankan para Bodhisattva dengan mempraktikkan
paramita-paramita. Paramitayana disebut juga Bodhisattvayana.
Salah satu di antara enam kelompok makhluk dalam Kamadhatu (alam keinginan, salah
satu dari tiga alam menurut kosmologi Buddhis). Dikatakan makhluk-makhluk terlahir
sebagai preta karena didominasi oleh pemikiran serba tidak berkecukupan dan selalu
merasa kurang.
Mengetahui bahwa keberadaan samsara bersifat tidak memuaskan, secara pasti seseorang
bertekad mengentaskan diri untuk keluar dari kondisi ini dan mencapai kebebasan. Dalam
menjalankan kehidupan ini, ia mengerti bahwa kebahagiaan yang ingin dicapai tidak lagi
hanya tergantung pada faktor-faktor eksternal, namun bagaimana mengubah cara
pandang dan cara hidup.
Keberadaan yang bersifat dipaksakan, seakan-akan tanpa daya - disebabkan oleh karma
dan klesha yang didasari oleh avidya. Misalnya dilahirkan secara berulang-ulang tanpa
daya atau penderitaan karena kondisi keberadaan, sehingga apa yang dianggap sebagai
kenyamanan pun, bersifat tidak memuaskan.
Jiwa, roh, nyawa. Sosok yang ada dalam diri setiap makhluk - yang akan lahir kembali,
yang tidak berubah-ubah, terpisah dan tidak tergantung dari badan dan pikiran. Sosok
yang seperti ini tidak eksis menurut ajaran Buddha.
Shamatha (skt)
Meditasi Konsentratif.
Shunyata (skt) /
Emptiness/Voidness
Shunya; shunyata (Sanskerta).
Six realms of existence
Enam alam keberadaan.
Skandha (skt) /
Aggregates/Heaps
Skandha (Sanskerta).
Stages on the Path /
Lam-Rim (tib)
Suffering
Marga (Sanskerta).
Sukha (skt)/ Bliss
Sukha (Sanskerta).
Tantra / Vajrayana (skt)
The Six Paramitas (skt)
Tantrayana (Sanskerta).
Paramita (Sanskerta).
Duhkha (Sanskerta).
Keadaan pikiran dimana gangguan-gangguan meditasi telah diatasi sehingga pikiran
dapat berkonsentrasi sepenuhnya pada objek tertentu tanpa daya upaya selama waktu
yang diinginkan.
Cara keberadaan segala sesuatu yang sesungguhnya, yaitu tidak mempunyai sifat hakiki
(Sanskerta: svabhava; Inggris: inherent existence/essence). Karena segala sesuatu bersifat
shunya, maka keberadaannya secara konvensional hanya sebagai proyeksi atau imputasi,
bukanlah keberadaan yang sesungguhnya.
Yang dimaksud dengan enam alam keberadaan adalah alam dewa, alam asura, alam
manusia, alam binatang, alam preta dan alam neraka.
Lima tumpukan/bagian yang digunakan sebagai dasar untuk mengindentifikasi
pengalaman-pengalaman mengenai keberadaan diri. Kelima tumpukan/bagian ini disebut
panca-skandha, yang terdiri dari: wujud (rupa), sensasi (vedana), kebisaan membedabedakan (samjna), kesadaran (vijnana) dan yang tidak termasuk dalam keempat
tumpukan/bagian di atas (samskara).
Perkembangan tahap spiritual.
Sesuatu yang tidak memuaskan. Keberadaan dalam samsara ditandai dengan sifat duhkha
- tidak mungkin selalu memuaskan.
Kebahagiaan, ketenangan yang merupakan lawan dari duhkha. Sukha dibedakan dari
kenikmatan atau kenyamanan. Sukha didefinisikan sebagai keadaan citta yang sangat
imbang (Inggris: exceptionally healthy state of mind), citta yang tidak bergejolak dan
tidak teraduk oleh emosi-emosi yang mengganggu (Sanskerta: klesha). Ini jauh berbeda
dengan kebahagiaan yang diperoleh hanya karena dipenuhinya keinginan. Kebahagiaan
sempurna seperti ini sangat mungkin untuk dialami, namun membutuhkan cara pikir yang
sesuai dan latihan secara mental.
Lihat Vajrayana.
Berarti 'telah mencapai seberang.' Paramita adalah faktor-faktor mental tertentu yang jika
dilatih dan diterapkan akan bertindak sebagai obat penawar dari semua klesha dan dapat
membawa kita mencapai kebebasan atau Kebuddhaan. Paramita kadang diterjemahkan
sebagai kesempurnaan. Pengumpulan paramita dilakukan apabila tindakan bajik
seseorang dilandasi dengan bodhicitta dan pengertian tentang shunyata. Yang termasuk
Enam Paramita adalah: 1. Dana Paramita (paramita kemurahan hati), 2. Sila Paramita
(paramita hidup etis dan bermoral), 3. Kshanti Paramita (paramita toleransi dan
kesabaran; tidak bereaksi negatif ketika menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan),
4. Virya Paramita (paramita bergembira dalam usaha berbuat kebajikan), 5. Dhyana
Paramita (paramita pemusatan perhatian dan konsentrasi), 6. Prajna Paramita (paramita
pencapaian intelijen tinggi).
The Six Perfections
Vajrayana
Paramita (Sanskerta).
Vajrayana (Sanskerta; Inggris:
adamantine vehicle/diamond vehicle).
Voidness
Wisdom
Shunya; shunyata (Sanskerta).
Prajna (Sanskerta).
Source: www.potowa.org/index.php/istilah/
Lihat The Six Paramitas.
Merupakan bagian dari Mahayana dimana teknik-teknik Tantra digunakan untuk
membawa seseorang mencapai penggugahan dengan lebih cepat. Vajrayana disebut juga
Tantrayana atau Mantrayana.
Lihat Shunyata.
Intelek atau intelijen spiritual tinggi, yang harus dikembangkan untuk dapat melihat
realita secara benar. Prajna digunakan sebagai landasan dalam setiap pikiran, perkataan
dan perbuatan - dan prajna ini menyebabkan berkembangnya welas asih.
Berikut adalah sebagian kecil dari daftar istilah dalam ajaran Buddhadharma.
Saat ini daftar istilah yang ada di sini masih sedikit dan akan terus dilengkapi.
Fly UP