...

Pembangunan Kembali Kemah Daud

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Pembangunan Kembali Kemah Daud
 PEMBANGUNAN KEMBALI KEMAH DAUD Penulis : DOLFINUS SOLOSSA Ukuran Buku : 14 X 19 Cm Tebal Buku : 127 Halaman Buku ini ditulis dalam bentuk Pengajaran. Ayat Firman Tuhan yang merupakan dasar hukum penulisan buku ini oleh sang penulis terambil dari kitab Amos 9: 11‐12 dan Kisah para rasul 15: 16–17. Pengertian pembangunan kembali Pondok Daud dan reruntuhannya mempunyai sisi dan segi kebenaran yang berbeda – beda yang diungkapkan oleh Roh Kudus kepada hamba – hamba –Nya. Kebenaran pembangunan kembali Pondok Daud tidak hanya terfokus pada satu sisi kebenaran saja, misalnya, pengertian Pondok Daud yang ditekankan dalam segi kebenaran Pemulihan Puji – pujian dan penyembahan dan nyanyian serta lagu – lagu baru, penyanyi , pemusik dan pencipta lagu, tetapi kebenaran pembangunan kembali Pondok Daud sangat dalam dan luas pengertian dan kenyataannya yang tertuju pada suatu umat baru yang dibentuk Allah melalui Roh Kudus dari berbagai bangsa yang layak bagi umat‐
Nya, yang sama serupa dan seukuran dengan Tuhan Yesus Kristus, dimana Allah datang tinggal dan diam ditengah – tengah umat‐Nya sehingga kemuliaan Allah memenuhi umat‐
Nya; umat‐Nya beribadah kepada Allah dengan pelayanan korban persembahan puji – pujian, nyanyian rohani yang sempurna, ajaib dan mulia. Bentuk pelayanan kita pada akhir zaman ini harus sama sevisi dengan bentuk pelayanan rasul dan penatua – penatua pada Kisah 15:1‐3, yaitu pelayanan rasuli yang merupakan pelayanan jawatan Perjanjian Baru yang penuh dengan kemuliaan Allah (2 Kor 3 : 1–17). Inti penekanan dalam pembangunan Pondok Daud adalah suatu pekerjaan yang bersifat perbaikan kembali atau pemulihan kembali secara rohani bentuk – bentuk asli dari Kemah Daud itu baik “Bentuk Kemahnya, Isi Dalam Kemahnya, Tempat Berdirinya Kemah yaitu di Bukit Sion, Sistem Korban dan Imamat yang Berlaku di dalamnya, dan Tokoh YANG Membangunnya yakni DAUD. Kita sedang hidup pada masa – masa di mana Gereja Tuhan yang digambarkan sebagai Kemah Daud dalam keadaan roboh, runtuh dari bentuk dan system ilahi dalam kebenaran Firman Tuhan dan Roh Kudus yang berlaku di dalamnya. Gereja hanya bersifat agama saja sehingga kegiatan – kegiatan ibadah, pelayanan hanya bersifat liturgy dan peraturan – peraturan organisasi Gereja. 1 Gereja harus merupakan satu kesatuan dan persekutuan orang percaya yang dihimpunkan Allah menjadi satu keluarga Allah yang hidup dengan rukun bersama dalam kasih Allah. Tetapi kenyataannya, saat ini hanya merupakan organisasi agama Kristen yang terpecah – pecah dan berkelompok – kelompok dengan perbedaan system doktrin, system dokma, liturgy, faham pengajaran, system ibadah, system pelayanan dan kepemimpinan dan masih banyak lagi perbedaan – perbedaan dalam gereja sehingga menjadi tembok yang memisahkan gereja yang satu dengan gereja yang lain. Gereja yang sebenarnya adalah Kemah Daud, yang di dalamnya ada Tabut Allah yang penuh Kuasa dan Kemuliaan Tuhan, harus penuh dengan Roh Kudus, yang harus berjalan dalam polah ibadah yang hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus melalui karunia – karunia pada saat berhimpun beribadah untuk saling melayani, sehingga suasana ibadah terangkat dalam kemuliaan Allah yang Agung, semarak dan rahasia (1Kor 14:26–23, 1Tim 3:15–16). Tetapi semua kebenaran dan kenyataan Allah ini telah runtuh dan hilang dari Gereja, ibarat Kemah Daud yang sudah roboh dan runtuh. Tetapi Gereja adalah milik Tuhan yang di taruh di atas bumi ini walaupun telah roboh, runtuh kebenaran – kebenarannya tetapi Allah akan mengasih, menyayangi dan memulihkan dan membangun kembali prinsip – prinsip kebenarannya melalui Roh Kudus dan Firman Tuhan dalam ibadah, kehidupan, pelayanan, kepemimpinan Gereja dalam Kemuliaan Allah. Allah akan bertindak dengan Tangan Kuasa‐Nya untuk membangun gereja‐Nya, yaitu orang – orang percaya dikumpulkan menjadi satu dan mengembalikan kebenaran ilahi dan Gereja‐Nya. Allah mengatakan bahwa Ia akan kembali memperhatikan dan membangun kembali Pondok Daud. Bukan berdasarkan kekuatan manusia atau kekuatan dunia ini yang akan membangun tetapi Allah sendiri yang membangun‐Nya (Mzr 102:14, 17, 18). 2 
Fly UP