...

17_EM_Januari 2010 - Persatuan Insinyur Indonesia

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

17_EM_Januari 2010 - Persatuan Insinyur Indonesia
Februari 2010 | No. 39 | engineer monThly
Lisensi Profesional
(IPTB) Untuk Proses
Bangunan Gedung
Gagal Bangunan:
Saat Etika Tak Memadai Lagi
- hal 3
Jembatan Lungkuh Layang Kalteng yang runtuh
“Setiap kegiatan penyelenggaraan
bangunan yang meliputi pekerjaan
perencanaan, pengawasan pelaksanaan,
pemeliharaan dan pengkaji teknis
bangunan harus dilakukan dan
dipertanggungjawabkan oleh tenaga
ahli yang memiliki IPTB”. Ini adalah
kondisi yang diharapkan.
Melalui tanggung jawab ahli yang
memiliki (lisensi) IPTB, diharapkan akan
terpenuhi:
• Tertib Membangun; terciptanya
tata cara membangun yang tertib
didukung oleh SDM kompeten dan
berlisensi IPTB,
• K e h a n d a l a n
Bangunan;
terpenuhinya kondisi bangunan
yang mengutamakan SHE (Safety,
Health and Evironment),
• Green Building: terbangunnya
- hal 2
MONTHLY REPORT INI BERISI LAPORAN REKAMAN KEGIATAN
BULAN SEBELUMNYA DAN PENGUMUMAN/AGENDA KEGIATAN
PII BULAN BERJALAN.
MEDIA INI DIPERUNTUKKAN KHUSUS BAGI KALANGAN
INTERNAL JAJARAN PENGURUS PUSAT PII BERIKUT DEWAN
PENASEHAT, DEWAN INSINYUR, DEWAN PAKAR, MAJELIS
KEHORMATAN INSINYUR DAN PENGURUS INTI BADAN
KEJURUAN (BK), DAN PENGURUS CABANG.
DISIAPKAN OLEH DIREKTUR EKSEKUTIF (DE) DAN WAKIL
DIREKTUR EKSEKUTIF (WDE) PII
Isi Sepenuhnya Menjadi Tanggung-jawab DE dan WDE.
KONTAK:
DIREKTUR EKSEKUTIF, RUDIANTO HANDOJO
WAKIL DIREKTUR EKSEKUTIF, HERRY SUGIHARTO
SEKRETARIAT:
JL. HALIMUN 39 JAKARTA SELATAN 12980
TELP. 62-21 8352180-81, FAKS. 62-21 83700663
WEBSITES : www.pii.or.id
EMAIL : [email protected][email protected]
Kegagalan Bangu- Antisipasi
nan dan Hukum
banjir warisan
Dalam bidang perencanaan,
Belanda
kesalahan dapat terjadi karena
ketidaktelitian dalam perhitungan.
- hal 5
Struktur tanah Jakarta
sebenarnya cukup ideal untuk
menyimpan air tanah
- hal 7
Pengelolaan
Inovasi Dalam
Manajemen
Teknologi
Perspektif Konsep Inovasi meliputi resources, processes....
- hal 8
Garis Besar
Program Kerja
Pengurus PII
Periode
2009 – 2012
- hal 14
[ SALAM ]
advertorial
bangunan yang memberikan dampak
negatif sekecil-kecilnya terhadap
lingkungan
• Keberpihakan Nasional; terlindunginya
SDM nasional dari serbuan Tenaga
Ahli Asing
• Standarisasi Sdm Bangunan;
terwujudnya standarisasi kompetensi
SDM berdasarkan kategori, klasifikasi
dan kualifikasi keahliannya.
• Tertib Dokumentasi.
Dokumen Rencana Bangunan yang
mengacu kepada keterangan rencana
kota diperlukan untuk memperoleh IMB. Di
tahap inilah proses Bangunan seharusnya
dimulai. Setelah pelaksanaan bangunan,
dokumen pengkajian bangunan dibuat
untuk memperoleh Ijin Penggunaan
Bangunan.
Penggunaan bangunan diaudit. Apabila
muncul rencana untuk mengadakan
perubahan bangunan, maka IMB yang
baru diperlukan. Bila terjadi kegagalan
bangunan maka mesti ada dokumen
forensik bangunan. Kegagalan bangunan
ditindaklanjuti dengan menyusun rencana
demolished bangunan, agar Pemerintah
dapat mengeluarkan Ijin Demolished
Bangunan.
Situasi & Tanggung Jawab
Profesional :
• Peningkatan jumlah bangunan
gedung di wilayah DKI Jakarta,
yang luasannya makin besar, makin
tinggi, makin cepat, makin canggih
dengan teknologi yang makin
dikembangkan
• Kebutuhan yang terus meningkat
akan tenaga ahli Pengkaji Bangunan,
Inspector Bangunan dan Auditor
Bangunan yang bertanggungjawab
secara profesional, di wilayah DKI
Jakarta untuk menjaga aspek
Bangunan STIE Yogyakarta yang runtuh akibat gempa 2006 (Foto oleh Siti Aisyah Nurjanah, ST, MT)
keamanan, keselamatan dan
keberlanjutan
• Keterbatasan tenaga, pedoman
kompetensi kerja dan penguasaan
materi kegiatan Pengkaji Bangunan,
Inspector Bangunan dan Auditor
Bangunan yang dialami Pemda DKI
Jakarta, cq Dinas P2B
• Menjelang ASEAN Free Trade 2015
perlu penyiapan tenaga nasional
untuk memenuhi kebutuhan dalam
proses bangunan
Langkah Lanjut
Kerjasama pembuatan SKKNI, antara
PII dengan BPK-SDM PU dan DP2B DKI
Jakarta, untuk kompetensi Pengkaji
Bangunan, Operator & Maintenance
Bangunan, Inspector Bangunan, Auditor
Bangunan dan Forensik Bangunan.
Kerjasama penyelenggaraan dan
materi pelatihan, antara PII dengan DP2B
DKI Jakarta, untuk profesi program Pengkaji
Bangunan, Operator & Maintenance
Bangunan, Inspector Bangunan, Auditor
Bangunan dan Forensik Bangunan,
Kerjasama Sistem lisensi IPTB kepada
mereka yang memiliki sertifikat Insinyur
Profesional yang mengikuti CPD dan telah
2 | engineer monThly | No. 39 | FEBRUARI 2010
mengikuti pelatihan profesi program
tertentu
Kerjasama Menjelang ASEAN Free
Trade tahun 2015, antara PII dengan DP2B
DKI Jakarta, untuk memastikan kerjasama
antara IP asing dengan IP Indonesia yang
setara internasional.0
Penyiapan Penanggung Jawab
Profesional
Penyiapan SKKNI untuk Pengkaji
Bangunan, Operator & Maintenance
Bangunan, Inspector Bangunan, Auditor
Bangunan dan Forensik Bangunan.
Penyelenggaraan program pelatihan
Pengkaji Bangunan, Operator &
Maintenance Bangunan, Inspector
Bangunan, Auditor Bangunan dan Forensik
Bangunan,
Perluasan bidang pemberian lisensi
(IPTB) kepada mereka yang memiliki
sertifikat IP dan telah mengikuti program
pelatihan untuk diserahi tanggung jawab
profesional
Penyiapan para penanggung jawab
profesional untuk memenuhi kebutuhan
menjelang ASEAN Free Trade 2015
(DE)
[ Laporan Utama]
budiono kartohadiprojo
Gagal Bangunan:
Saat Etika Tak Memadai Lagi
Pemerintah atau masyarakat bisa dengan sangat cepat memblow-up usulan agar DPR mengesahkan seperangkat
undang-undang baru namun untuk persoalan RUU Keinsinyuran, yang signifikan sebaliknya.
Ada tiga kaidah yang semestinya
mendasari keputusan seorang insinyur
dalam pelaksanaan tugasnya. Pertama,
bahwa ilmu keinsinyuran tidak secara
umum diketahui banyak orang. Banyak
insinyur yang menjadi ekonom atau politisi
tetapi tidak sebaliknya.
Kedua, k ar ya insinyur harus
mengutamakan keselamatan, kesehatan,
dan manfaat sosial. Dan ketiga, bahwa karya
insinyur selalu berdampak langsung kepada
publik.
Demikian dikatakan Ir. Budiono
Kartohadiprodjo kepada EM. "Kecelakaan
terjadi karena insinyur tidak memahami
kaidah ini. Atau, mungkin dia mengetahui,
tetapi tidak mempedulikan. Sehingga dia
menyimpang dari standar teknik yang telah
ditentukan," ujarnya.
Lebih jau Ir. Budiono mengatakan,
Insinyur berpeluang besar untuk
melakukan penyimpangan : Karena tidak
semua orang mengetahui penyimpangan
yang dilakukannya. Penyimpangan baru
ketahuan setelah beberapa waktu, setelah
penyimpangan tersebut mengakibatkan
kecelakaan dan menimbulkan kerugian.
Contoh kasusnya adalah peristiwa
runtuhnya bangunan tambahan di Blok
A Pasar Metro Tanah Abang Jakarta. Ada
informasi bahwa insinyur yang mengepalai
proyek di Tanah Abang tidak dilibatkan
dalam pembangunan toilet tiga lantai itu.
Si Insinyur mengatakan, “Seorang
insinyur fresh-grad sekalipun tidak
akan membuat bangunan dengan cara
sesembrono itu. Bangunan tambahan yang
menempel di bangunan existing lantai 3,
4, dan 5 itu tidak akan bermasalah apabila
terlebih dulu dibuatkan fondasi dan tulangtulang yang memadai, sesuai dengan berat
beban yang dipikulnya.”
Bahwa kenyataannya pembuatan
bangunan tambahan itu tidak dibekali
IMB, hal itu memang merupakan masalah
hukum. Tetapi itu bukanlah substansi
masalah. Karena bangunan yang memiliki
IMB tidak otomatis menjadi bangunan yang
memenuhi syarat, dan bangunan yang tidak
memiliki IMB tidak otomatis merupakan
kegagalan bangunan.
Substansi masalahnya adalah bahwa
bangunan itu tidak didirikan sesuai dengan
standar teknik yang telah ditentukan.
Budiono mengatakan pula, dalam hal
pembuatan bangunan tambahan di
Tanah Abang, pimpinan proyeklah yang
seharusnya bertanggung-jawab.
Tetapi bila benar bahwa insinyur yang
mengepalai proyek di Tanah Abang tidak
dilibatkan dalam pembangunan toilet tiga
lantai itu, maka pihak yang memerintahkan
pembangunan itulah yang seharusnya
paling bertanggung-jawab.
Kepala proyek pembangunan toilet tiga
lantai itu tentu juga bersalah. Seharusnya
ia menolak mengerjakan pembangunan
fasilitas publik yang secara teknis berada di
luar kompetensinya.
Insinyur mengenal etika profesi.
Masalahnya, pada tingkat tertentu etika
tidak memadai lagi karena etika tidak
memiliki enforcement. Karena itulah
diperlukan undang-undang. Maka UU
Keinsinyuran diperlukan, antaralain untuk
memastikan pekerjaan teknik dilaksanakan
sesuai standar yang telah ditentukan.
1
2
3
4
(1) ambruk karena Kualitas baja ringan yang tidak sesuai dengan
perhitungan beban (2) Penggunaan material yang tidak sesuai antara
rangka atap dan penutup atap (3) Lokasi bangunan yang memiliki
perbedaan ketinggian tanah dan (4) Atap Bangunan Ruang Kelas SMKN
1 Malingping yang ambruk
Sudah sejak bertahun-tahun lalu
PII mengusulkan UU Keinsinyuran dan
mengajukan draftnya ke DPR. Dan sampai
hari ini belum ada respon yang memadai
dari lembaga legislatif itu. Sejumlah sumber
mengatakan bahwa perlu sejumlah uang
agar DPR "berkenan" menggolkan UU
Keinsinyuran.
Tembok atap di Plaza Simpang Lima ambruk menimpa 1 stan
mengakibatkan 1 tewas dan 2 lainnya luka-luka
Masalahnya, tukas Budiono, bila PII
membayarkan sejumlah uang untuk
menggolkan UU Keinsinyuran - berarti
PII sendiri sejak awal sudah melakukan
kesalahan. Maka, yang bisa dilakukan adalah
berupaya mempengaruhi pengambil
keputusan tentang perlunya pembentukan
UU Keinsinyuran ini :
Bahwa UU Keinsinyuran bukanlah
semata-mata kepentingan para insinyur
tetapi juga kepentingan masyarakat dan
kepentingan Pemerintah sendiri.
Sementara itu, kita melihat bahwa dalam
banyak hal lain Pemerintah atau masyarakat
bisa dengan sangat cepat memblow-up
usulan agar DPR mengesahkan seperangkat
undang-undang baru atau undang-undang
tambahan. Misalnya Undang-Undang LaluLintas, Undang-Undang Bank Indonesia,
atau penobatan Gus Dur sebagai pahlawan
nasional.
Namun untuk persoalan RUU
Keinsinyuran, yang sesungguhnya jauh
lebih signifikan, DPR tidak merespon.
Akibatnya, sebagaimana berulang-kali
kita dengar dan saksikan, berbagai bentuk
kecelakaan dan "musibah" terjadi - yang
semestinya bisa dihindari atau, paling tidak,
dieliminir. []
2010 | No. 39 | engineer monThly | 3
KEBUTUHAN PERTANGGUNGJAWABAN PROFESI INSINYUR
4 | engineer monThly | No. 39 | FEBRUARI 2010
Kegagalan Bangunan
dan Hukum
Dalam bidang perencanaan, kesalahan dapat terjadi karena ketidaktelitian dalam perhitungan.
Menurut UU No.18/1999 tentang Jasa
Konstruksi, Pasal 1:“Kegagalan bangunan
adalah keadaan bangunan, yang setelah
diserahterimakan oleh penyedia jasa kepada
pengguna jasa, menjadi tidak berfungsi
baik sebagian atau secara keseluruhan dan/
atau tidak sesuai dengan ketentuan yang
tercantum dalam kontrak kerja konstruksi
atau pemanfaatannya yang menyimpang
sebagai akibat kesalahan penyedia jasa dan/
atau pengguna jasa;”.
Bagaimana dengan kasus kegagalan
yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi?
Misal: Ambruknya bangunan tambahan
di pusat grosir Metro Tanah Abang yang
terjadi pada tanggal 23 Desember 2009
atau runtuhnya atap tiga ruang kelas SMKN
1 Malingping, Banten pada 12 Desember
2008.
Pasal 25 ayat 2 UUJK menyatakan
bahwa kegagalan bangunan yang menjadi
tanggung jawab penyedia jasa ditentukan
terhitung sejak penyerahan akhir pekerjaan
konstruksi dan paling lama 10 (sepuluh)
tahun.
Bagi insinyur sipil, fungsi utama bangunan
adalah memikul beban-beban dan pengaruh
lingkungan luar. Jadi bangunan gagal jika
tidak mampu memikul beban atau rusak
akibat pengaruh lingkungan luar.
Istilah lain yang sepadan adalah
‘kegagalan struktur’. Yakni kondisi ketika
komponen struktur kehilangan kemampuan
menahan beban.
Penyebab keruntuhan adalah:
• Pilihan lokasi
yang berisiko:
daerah yang
rawan gempa,
angin
yang
cukup kencang,
perbedaan
ketinggian tanah,
atau
k ondisi
tanah
yang
labil. Meskipun
demikian risiko
sebenarnya dapat
diidentifikasi,
diperhitungkan,
dan diantisipasi.
• K e t e n t u a n
proyek yang tidak jelas: akibat tidak
terjadinya komunikasi yang baik antara
pemilik dan pelaksana proyek.
• Kesalahan perencanaan: akibat gambar
dan spesifikasi yang tidak lengkap,
pilihan sistem struktur yang rentan atau
detail yang rawan terhadap kerusakan
jangka panjang. Misal rangka atap
menggunakan baja ringan sedangkan
penutup atapnya menggunakan
genteng pelentong.
• Kesalahan pelaksanaan: misal, karena
kecelakaan alat, atau mengganti
spesifikasi untuk mendapatkan
keuntungan lebih.
Material yang tidak bermutu. Meski
ada sampel material yang telah diuji dan
memenuhi spesifikasi teknis tetapi dapat saja
terjadi cacat yang tidak terdeteksi. Dan baru
ketahuan setelah ada kegagalan. Sehingga
tidak bisa dikategorikan sebagai kesalahan
perencana atau pelaksana.
Kesalahan pemakaian: Beban yang tidak
sesuai rencana dan fungsi. Misal, dari hunian
menjadi gudang. Bisa juga akibat kelalaian
dalam perawatan, misal lapisan pelindung
pada struktur baja rusak sehingga terjadi
korosi.
Dalam bidang perencanaan, kesalahan
dapat terjadi karena ketidaktelitian dalam
perhitungan. Misalnya ketidaktelitian dalam
penentuan asumsi beban yang bekerja pada
suatu struktur. Hal itu dapat menyebabkan
kesalahan dalam menetapkan dimensi
struktur.
Kesalahan dalam pelaksanaan
pekerjaan dapat disebabkan oleh pelaksana
atau oleh pengawas. Kontraktor yang
bekerja menyimpang dari speksifikasi
teknis merupakan kesalahan pelaksana.
Konsultan supervisi yang tidak benar dalam
pengawasan, seperti misalnya membiarkan
pelaksana bekerja menyimpang, merupakan
kesalahan pihak pengawas.
Kegagalan bangunan juga dapat
disebabkan oleh pengguna jasa (owner).
Misalnya pengguna jasa memanfaatkan
bangunan tidak sesuai peruntukan awal
yang menyebabkan beban yang terjadi pada
struktur melebihi beban perencanaan.
Sanksi bagi penyelenggara konstruksi
dijelaskan dalam Bab X UUJK. Sanksi pidana
dan denda dijelaskan dalam pasal 43, yaitu
(1) Barang siapa melakukan perencanaan
pekerjaan konstruksi yang tidak
memenuhi ketentuan keteknikan dan
mengakibatkan kegagalan pekerjaan
konstruksi atau kegagalan bangunan
dikenai pidana paling lama 5 (lima)
tahun penjara atau dikenakan denda
paling banyak 10% (sepuluh per seratus)
dari nilai kontrak.
(2) Barang siapa yang melakukan
pelaksanaan pekerjaan konstruksi
yang bertentangan atau tidak sesuai
dengan ketentuan keteknikan yang
telah ditetapkan dan mengakibatkan
kegagalan pekerjaan konstruksi atau
kegagalan bangunan dikenakan pidana
paling lama 5 (lima) tahun penjara atau
dikenakan denda paling banyak 5% (lima
per seratus) dari nilai kontrak.
(3) Barang siapa yang melakukan
pengawasan pelaksanaan pekerjaan
konstruksi dengan sengaja memberi
kesempatan kepada orang lain yang
melaksanakan pekerjaan konstruksi
melakukan penyimpangan terhadap
ketentuan keteknikan dan menyebabkan
timbulnya kegagalan pekerjaan
konstruksi atau kegagalan bangunan
dikenai pidana paling lama 5 (lima)
tahun penjara atau dikenakan denda
paling banyak 10% (sepuluh per seratus)
dari nilai kontrak []
2010 | No. 39 | engineer monThly | 5
Antisipasi
banjir warisan Belanda
Struktur tanah Jakarta sebenarnya cukup ideal untuk menyimpan air tanah
Kebijakan penanganan banjir di Jakarta
tidak dapat mengatasi bencana tersebut
secara maksimal. Demikian pendapat
Fatchy Muhammad, Direktur Eksekutif
Masyarakat Air Indonesia-satu lembaga
swadaya masyarakat di Jakarta di bidang
pengelolaan air -menilai
"Modal penanganan banjir yang
diupayakan Pemprov DKI justru merusak
kualitas air tanah karena menggunakan pola
penggelontoran seluruh air hujan ke sungai.
Ini yang jadi masalah," katanya dalam satu
diskusi yang digelar Koalisi Warga untuk
Jakarta 2030.
Menjelang akhir bulan Oktober 2009,
komunitas Peta Hijau Jakarta menggelar
diskusi dengan tema Kaitan Situ/Danau
dan Krisis Air di Jakarta. Diskusi yang digelar
di Newseum Café, Jl. Veteran I, Jakarta ini
berlangsung di Sabtu siang, 24 Oktober
2009.
Fatchy dalam paparannya mengritik
para perencana kota di Indonesia yang
mengikuti warisan pola pikir ahli-ahli dari
Belanda masa lalu. Contohnya Jakarta dalam
mengatasi banjir tahunan, air hujan yang
berlimpah selalu dibuang ke laut lewat
kanal-kanal sungai yang ada. Pembangunan
proyek Banjir Kanal Timur demi mengatasi
banjir di Jakarta adalah mencerminkan hal
ini.
Dalam peraturan daerah Jakarta,
sebenarnya setiap bangunan rumah
diwajibkan membuat sumur resapan.
Namun aturan tetap aturan. Tidak banyak
pemilik rumah yang membuat sumur
resapan ini dan tidak ada tindakan tegas
dari petugas Pemda soal ini.
Konsep sumur resapan ini bisa
diterapkan dalam manajemen tata-air kota
Jakarta. Menurut Fatchy, program membuat
Banjir Kanal Timur bukanlah solusi yang
tepat, karena air hujan terbuang percuma
ke laut. Menurut dia, banjir di Jakarta bisa
dihindari bila membuat banyak sumur
resapan di Jakarta.
Solusi lain, ada 13 sungai di Jakarta
dikeruk kedalamannya sampai ketemu
lapisan pasir. “Bukan dengan ditanggul
semen kiri kanannya, yang justru
menghambat penyerapan air ke tanah,” kata
Fatchy. Bila kiri kanan dinding sungai adalah
lapisan pasir, air sungai yang meluap tidak
akan terjadi karena akan selalu terserap ke
dalam tanah.
Pola pikir yang sama juga dianut
sebagian besar masyarakat kita ketika
membangun rumah. Curahan air hujan
yang jatuh di atap, diarahkan untuk masuk
ke talang, lalu dari talang disalurkan ke parit
atau got. Dari parit mengalir ke sungai,
akhirnya berujung di laut.
Padahal, menurut Fatchy, air hujan
mestinya ditanam ke dalam tanah dan
nantinya akan menjadi air tanah yang
bisa dimanfaatkan. Karena air hujan pada
dasarnya adalah air bersih, berupa air
tawar.
Cara bertanam air hujan ini adalah
lewat sumur resapan. Masyarakat Air
Indonesia dalam beberapa tahun terakhir
ini aktif mengampanyekan sumur resapan,
sebagai salah satu solusi mengatasi banjir
dan kelangkaan air tanah. “Bertanam air
hujan” juga bisa dengan lubang biopori,
namun sumur resapan lebih cepat dan
efektif menyerap air hujan .
Struktur tanah Jakarta sebenarnya cukup
ideal untuk menyimpan air tanah. Menurut
Fatchy, lapisan tanah Jakarta terdiri dari
tanah liat dan pasir hingga delapan lapis.
“Pasir ideal untuk menyerap air,” ucapnya
di depan peserta diskusi. Karena itu dia
menyarankan bila membuat sumur resapan,
6 | engineer monThly | No. 39 | FEBRUARI 2010
hendaknya digali kedalamannya sampai
menemukan lapisan pasir. Ketika nantinya
air hujan yang dialirkan ke sumur resapan,
dengan cepat lapisan pasir menyerap air.
Tak sekedar berteori, Fatchy membuat
sumur resapan di rumahnya. Di halaman
rumahnya yang luas, dia membuat
beberapa sumur resapan yang secara
kasat mata tidak kelihatan, karena berada
di bawah taman yang asri. Air hujan
sederas apapun, semuanya mengalir ke
dalam sumur resapannya. Tidak ada yang
terbuang ke parit di luar halaman rumahnya.
Menurutnya, biaya pembuatan satu sumur
resapan kira-kira 500 ribu sampai 1 juta
rupiah.
Sumur resapan adalah salah satu "obat"
bagi krisis air di Jakarta, yang ketika musim
penghujan menjadi banjir dan musim
kemarau terjadi kekeringan.
"Sumur resapan adalah satu obat untuk
dua penyakit, dan dengan sumur resapan,
banjir Jakarta bisa dikurangi," demikian
Fatchy.
Kemampuan sumur air menampung
air hujan memang beragam, di kawasan
punggung bisa antara 40-100 meter
kubik/jam, sedangkan di kawasan lembah
kemampuannya hanya 10-30 meter kubik/
jam.
Namun rata-rata daya tampung sumur
serapan adalah 40-50 meter kubik per jam,
tergantung kontur daerah, ketinggian, dan
kemampuan serap.
Membuat situ /danau baru juga bisa
menjadi solusi mengatasi kelangkaan air
tanah. Situ /danau berfungsi sebagai daerah
tangkapan air. Namun sayangnya, banyak
situ di Jakarta yang makin hari makin beralih
fungsi menjadi perumahan ataupun pusat
perbelanjaan. []
"melintas di luar Batavia”
tahun 1919 dan 1920, gagasan pembuatan Banjir Kanal dari Manggarai di kawasan selatan Batavia sampai ke Muara
Angke di pantai utara sudah dilaksanakan.
Karet Kubur. Selanjutnya ke arah Tanah
Abang, Tomang, Grogol, Pademangan, dan
berakhir di sebuah reservoar di muara, di
daerah Pluit.
Banjir Kanal Timur
Untuk mengatasi banjir akibat hujan lokal
dan aliran dari hulu di Jakarta bagian timur
dibangun Banjir Kanal Timur (BKT). Sama
seperti BKB, BKT mengacu pada rencana
induk yang kemudian dilengkapi "The
Study on Urban Drainage and Wastewater
Disposal Project in the City of Jakarta" tahun
1991, serta "The Study on Comprehensive
River Water Management Plan in Jabotabek"
pada Maret 1997. Keduanya dibuat oleh
Japan International Cooperation Agency.
Banjir Kanal Jakarta adalah kanal yang
dibuat agar aliran sungai Ciliwung melintas
di luar Batavia, tidak di tengah kota Batavia.
Banjir kanal ini merupakan gagasan Prof H
van Breen dari Burgelijke Openbare Werken
atau disingkat BOW, cikal bakal Departemen
PU, yang dirilis tahun 1920. Studi ini dilakukan
setelah banjir besar melanda Jakarta dua
tahun sebelumnya. Inti konsep ini adalah
pengendalian aliran air dari hulu sungai dan
mengatur volume air yang masuk ke kota
Jakarta. Termasuk juga disarankan adalah
penimbunan daerah-daerah rendah.
Antara tahun 1919 dan 1920, gagasan
pembuatan Banjir Kanal dari Manggarai di
kawasan selatan Batavia sampai ke Muara
Angke di pantai utara sudah dilaksanakan.
Sebagai pengatur aliran air, dibangun pula
Pintu Air Manggarai dan Pintu Air Karet.
Banjir Kanal Barat dan Timur
Dengan bantuan Netherlands
Engineering Consultants, tersusunlah
"Master Plan for Drainage and Flood
Control of Jakarta" pada Desember 1973.
Berdasarkan rencana induk ini, seperti yang
ditulis Soehoed dalam Membenahi Tata Air
Jabotabek, pengendalian banjir di Jakarta
akan bertumpu pada dua terusan yang
melingkari sebagian besar wilayah kota.
Terusan itu akan menampung semua
arus air dari selatan dan dibuang ke laut
melalui bagian- bagian hilir kota. Kelak,
terusan itu akan dikenal dengan nama
Banjir Kanal Barat dan Banjir Kanal Timur. Ini
adalah salah satu upaya pengendalian banjir
Jakarta di samping pembuatan waduk dan
penempatan pompa pada daerah-daerah
yang lebih rendah dari permukaan air laut.
Di dalam rencana induk itu dirancang
sistem pengendalian dengan membuat
kanal yang memotong aliran sungai atau
saluran di wilayah Jakarta Barat. Kanal ini
adalah perluasan terusan banjir peninggalan
Van Breen, yang kemudian beken disebut
sebagai Banjir Kanal Barat (BKB). Tetapi,
karena sebagian besar alur kanal ini
melintasi daerah permukiman padat,
untuk pembebasan tanahnya dibutuhkan
persiapan dan pelaksanaan yang panjang.
Akibatnya, pembuatan perluasan BKB
sempat tertunda-tunda.
Banjir Kanal Barat
Pembangunan saluran banjir Banjir Kanal
Barat, atau juga sering disebut Kali Malang
dimulai tahun 1922, dengan bagian hulu
berawal dari kawasan Manggarai ke arah
barat melewati Pasar Rumput, Dukuh Atas,
lalu membelok ke arah barat laut di daerah
Selain berfungsi mengurangi ancaman
banjir di 13 kawasan, melindungi
permukiman, kawasan industri, dan
pergudangan di Jakarta bagian timur,
BKT juga dimaksudkan sebagai prasarana
konservasi air untuk pengisian kembali air
tanah dan sumber air baku serta prasarana
transportasi air.
BKT direncanakan untuk menampung
aliran Kali Ciliwung, Kali Cililitan, Kali
Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati
Kramat, dan Kali Cakung. Daerah tangkapan
air (catchment area) mencakup luas lebih
kurang 207 kilometer persegi atau sekitar
20.700 hektar. Rencana pembangunan BKT
tercantum dalam Peraturan Daerah Provinsi
DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah 2010 Provinsi
DKI Jakarta.
BKT akan melintasi 13 kelurahan (2
kelurahan di Jakarta Utara dan 11 kelurahan
di Jakarta Timur) dengan panjang 23,5
kilometer. Total biaya pembangunannya
Rp 4,9 triliun, terdiri dari biaya pembebasan
tanah Rp 2,4 triliun (diambil dari APBD DKI
Jakarta) dan biaya konstruksi Rp 2,5 triliun
dari dana APBN Departemen Pekerjaan
Umum.
Untuk pembuatan BKT dilakukan
pembebasan lahan seluas 405,28 hektar,
147,9 hektar di Jakarta Utara dan 257,3
hektar di Jakarta Timur. []
2010 | No. 39 | engineer monThly | 7
Landjono Josowidagdo
Pengelolaan Inovasi Dalam
Manajemen Teknologi
Perspektif Konsep Inovasi meliputi resources, processes, dan value added.
Lingkungan sekarang dan kondisi ekonomi yg sedang berobah
sebagai strategi Inovatif usaha. Permintaan teknologi yang kompetitif
dipahami sebagai identifikasi kekuatan / kelemahan thd pesaing.
Untuk itu subyek inovasi perlu mengetahui strategi persaingan
teknologi, dan memperhatikan siklus hidup teknologi semua aspek
komponen pendukung.
Inovasi umumnya; bertujuan komersial menyangkut Proses,
teknik, dan metodologi. Termasuk dalam inovasi adalah discovery
(dari tidak ada) dan Creativity (proses tambah). Jenis inovasi
antaralain Incremental; adoption, refinement; Radical; totally new
product; Architectural; reconfiguration, new additional sytem/
component.
Inovasi berbasis teknologi adalah menyempurnakan produk;
Mengelola kriteria persyaratan desain mencakup kapasitas dan
kompetisi mutu; dan Mengevaluasi pilihan domain pasar, termasuk
review riset.
Perspektif Konsep Inovasi meliputi resources, processes, dan
value added. Resources mencakup SDM, Peralatan, Informasi, Dana,
distribusi, kostumer, brand-images. Processes; dari Pola interaksi,
koordinasi, komunikasi, pengambilan keputusan, pengembangan
produk, manufakturing, hingga biaya. Serta Value Added pada
Korporasi, Organisasi, evolusi, dan standar Sertifikasi.
Pengembangan Inovasi
Stage 1: Menemukan ide baru dengan melihat prospek pasar.
Sebetulnya tidak sepenuhnya baru karena ada “cikal bakalnya”.
Stage 2: Pengembangan konsep rekayasa. Ber-upaya melihat
kemungkinan sinergi yang ada. Stage 3: Verifikasi dari teori/
desain. Cari referensi. Stage 4: Pengembangan Desain. Pembuatan
prospektif prototipe. Stage 5: Evaluasi konsep alternatif dan Uji.
Kembali ke penguatan nilai dasar. Stage 6: Studi penetrasi pasar
sebagai strategi peluncuran produksi. Pra studi mencari celah pasar
aman.
Contoh kasus adalah Pengembangan Enjin Aluminium Paduan.
Enjin oleh BPPT, dana dari KNRT-RI 2002-2009. Goal Konseptuanyal:
Engine 500 Cc Rusnas yang technology industrial stage dan real
expected production. Komponen-pendukung on going availability
dengan basis pasar, dan synergical support-nya availability on the
long run.
Perspektif Pengembangan Kemampuan Teknologi
1. Mutu produk harus tinggi relatif thd harga
2. Pemanfaatan produk mampu multi guna
3. Efektifitas operasi yang tinggi (Ratio produksi target
penyerapannya)
4. Intensitas investasi yang rendah
5. Biaya produk-langsung rendah relatif thd pesaing (Kenyataannya
sulit dicapai).
Peramalan Penerapan Teknologi Kedepan
Dinamika strategi : Siklus usia produk, Finansial dan Teknologi ;
8 | engineer monThly | No. 39 | FEBRUARI 2010
Dinamika Lingkungan : Global, Regional, Nasional ; dan Dinamika
penerapan ; Isu kekuatan, kelemahan, dan tantangan untuk
melakukan positioning pada pasar yang sudah dibanjiri produk
lain dari Cina, India, Taiwan.
Kendala Alih Teknologi : Adanya keterbatasan pasar komponen
penunjang. Beberapa komponen seperti crankshaft, camshaft,
joint-transmision tidak ada di pasar. Ini bagus, karena berarti kita
harus buat sendiri. Dukungan proces seperti casting, machining,
assembling, juga terbatas
Teknologi Dan Manufaktur Jangka Panjang
1. Siklus umur Teknologi;
2. Studi improvisasi ( Tindakan bila komponen pendukung
menghilang di pasar);
3. Penguatan dan penyempurnaan konsep
4. SOP prosess,
5. SOP tehnik,
6. methodology
7. Studi pengembangan ;
8. Penyediaan komponen pendukung,
9. Competitiveness
10. Studi Perobahaan ;
11. Inovasi modular (improve components, refinement systems
design),
12. Inovasi radikal (new Architectural level)
13. Meniadakan kompetisi
* Landjono Josowidagdo lulus S1-ITB Metalurgi 1970 kemudian S2-Teknik Manajemen dan
Industri 1987. Konsultan Strategik Manajemen untuk PT PLN, PT TIMAH, PT ANTAM, Staf Ahli
DPR RI bidang Industri Pertambangan, dan Guru Besar Univ.BINUS bidang Ilmu Logam, Riset
Operasi, Ekonomi Teknik, dan Pengendalian kualitas
Nanang Soesetyo Soetadji
Proyek Sarana Distribusi
Pupuk Nasional
Prolog
•
•
Pabrik PUSRI I semula produksinya 100.000 t/th. PUSRI II berkapasitas
380.000 t/th selesai pertengahan 1974. Total 480.000 t/th. Lonjakan
produksi 5 kali lipat perlu diimbangi sistem pengangkutan yang
handal
Kebutuhan pupuk masih meningkat. Pabrik PUSRI III berkapasitas
575.000 t/th selesai akhir 1976, sehingga seluruh pupuk urea yang
harus diangkut dari Palembang menjadi 1.055.000 t/th.
•
Maka perlu dibangun suatu sistem yang terdiri dari Unit Pengisian
pupuk curah di Palembang, Armada kapal-kapal curah, Unit-unit
penerima dan pengantongan pupuk di Tanjung Perak, Cilacap,
Tanjung Priok, Belawan, Teluk Bayur, dan Makassar.
•
Selain itu perlu dibangun sistem pergudangan di 57 kota
Kabupaten di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Bali, serta
sistem pengangkutan kereta api, yang dinamakan “block train”, di
Jawa.
•
Total Budget yang disetujui (nilai 1997) USD 136.000.000
di Palembang diserahkan kepada “M.W.Kellogg” yang sedang
membangun pabrik PUSRI II.
2. Desain dasar dari UPP di Surabaya dan Cilacap dilakukan oleh
Konsultan SDCL dari London, sedangkan detail desain, serta
procurement dan konstruksi dilakukan secara “swakelola” oleh
Engineering & Construction Department PUSRI
Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek Tahap 2
1. Quadrant Loader 600t/j menggantikan Ship Loader 400 t/j didesain
oleh konsultan “Swan Wooster Engineering” dari Vancouver Canada
dan pelaksanaan pembangunan dilakukan oleh M.W.Kellogg yang
sedang membangun pabrik PUSRI III.
•
Desain dari kapal curah, didasarkan kepada kedalaman dan
belokan – belokan sungai Musi, serta perhitungan optimalisasi
muatan, sehingga menghasilkan draft=6 meter, panjang
total=110 meter, lebar=20 meter, dan muatan=7000 ton.
•
Desain detail dilakukan “Marine Consultant & Designer” dari
Cleveland USA,
Putusan keinsinyuran yang diambil
•
Pengujian Hidrolika dilakukan di Wageningen Belanda.
1. Memutuskan cara-cara manajemen proyek yang cukup luas dalam
lingkup & intensitasnya secara efektif dan efisien agar selesai tepat
waktu dan sesuai budget.
•
Review desain & Klasifikasi oleh “Germanischer Lloyd”, di
Hamburg
•
Pembangunan dilakukan “Mitsubishi Heavy Industries” di
Yokohama sesuai dengan hasil tender internasional yang
dilakukan ketika itu
2. Memutuskan prosedur kualifikasi dan tender yang fair untuk
pembangunan 57 gudang-gudang pupuk di Jawa, Sumatra,
Sulawesi dan Bali, oleh para kontraktor daerah.
3. Memutuskan tingkat desain mekanisasi UPP-UPP yang tepat guna
di pelabuhan-pelabuhan agar cukup labor intensive.
4. Memutuskan pemilihan desain mechanical unloader kapal yang
cukup sederhana dan reliable.
Uraian Tugas Tahap 1(1973-1974)
Sesuai studi pemasaran PUSRI dengan konsultan AHT (Agrar und
Hidrotechnik GMBH) dari Jerman, Uraian Tugas Tahap 1 adalah
1. Pembangunan unit pengisian pupuk curah (ship loader) di
Palembang, dengan kapasitas 400 t/jam
2. Menyewa Kapal-kapal curah ukuran 3000 ton yang mempunyai
unloader, dengan kapasitas 250 t/jam
3. Pembangunan Unit penerima / pengantongan pupuk (UPP) di
Surabaya dan Cilacap.
Uraian Tugas Tahap 2 (1974-1977)
1. Pembangunan unit pengisian pupuk curah baru di Palembang,
“Quadrant Loader” dengan kapasitas 600t/jam.
2. Pembangunan 4 kapal milik 7000 ton, dilengkapi self-unloader
berkapasitas 600 ton /jam.
3. Pembangunan UPP baru di Teluk Bayur, Belawan, Makassar, dan
perluasan kapasitas UPP di Surabaya Cilacap, dan Tanjung Priok.
4. Dari beli tanah, desain, hingga konstruksi pembangunan gudanggudang pupuk berkapasitas 3000 -10.000 ton di 57 kota.
5. Desain dan pembelian 175 gerbong pengangkut pupuk dari Korea,
empat buah lokomotif mainline, dan tiga shunting dari GE.
6. Pembangunan rail cabang dari stasion KA terdekat menuju 27
gudang pupuk di Jawa.
Perencanaan dan Pelaksanaan Proyek Tahap I
1. Desain dan pelaksanaan pembangunan Ship Loader 400 t/jam
2. Desain dan Procurement UPP baru di Teluk Bayur, Belawan,
Makassar, dan perluasan kapasitas UPP di Surabaya, Cilacap,
dan Tanjung Priok dilakukan “Swan Wooster Engineering”. Sebab
volume kerja yang sangat besar sehingga “Eng & Constr Dept”
PUSRI tak mampu lagi. Sedangkan konstruksi dilakukan secara
swakelola oleh PUSRI, mempekerjakan banyak sub-kontraktor
lokal.
3. Desain dasar dan Procurement komponen 57 gudang pupuk
kapasitas 3000 -10.000 ton dilakukan “Swan Wooster Engineering”.
Konstruksi dilakukan swakelola oleh PUSRI, dibantu konsultan lokal
“Widya Pertiwi Engineering”, serta dilakukan para kontraktor lokal
yang menang tender di 57 kota.
4. Desain 175 gerbong KA dilakukan “Swan Wooster Engineering”,
dibuat oleh “Ssanyong” Korea, mengikuti tender internasional.
Empat mainline dan tiga shunting lokomotif dibeli dari GE.
5. Pembangunan rail cabang dari stasion KA terdekat menuju 27
gudang pupuk di Jawa. Detail desain dilakukan Balai Besar PJKA
bersama PUSRI, pelaksanaan pembangunannya oleh PJKA.
Persiapan Sarana Distribusi
1. Membentuk Organisasi Divisi Operasi UPP-UPP, termasuk
menyusun prosedur operasi / maintenance mesin & peralatan,
rekrut & training SDM, menyusun Job Des, sampai trial
operation.
2. Membentuk Organisasi Armada Kapal PUSRI, termasuk meyusun
prosedur operasi / maintenance, rekrut crew, menyusun Job
Des, training di Jepang, sampai operasi kapal-kapal.
3. Bekerjasama dengan PJKA dalam persiapan operasi sistem
“block train” angkutan pupuk.
4. Menyusun Organisasi pergudangan, termasuk rekrutmen dan
prosedur operasi. []
2010 | No. 39 | engineer monThly | 9
Ir. Kusnan Nuryadi*
Reverse Engineering
Pada Produk Manufaktur
Alih Teknologi Secara Umum Dapat
Dilakukan Dengan Cara:
1. Membeli Lisensi. Contoh dalam peralatan
oil and gas dengan pertimbangan
keselamatan dan kepercayaan end user
lebih baik dilakukan. Contoh lain pada
mesin2 proses yang perlu mendapat
perhatian khusus
2. Technical Cooperation. Kerjasama teknik
bisa berjalan baikdan cepat apabila ada
hubungan emosional sebelumnya antara
kita dengan prinsipal. Jika tidak, akan
memerlukan waktu yang lama.
3. Menjadi Sub-Kontraktor. Biasanya prinsipal
telah mendapatkan informasi dahulu
tentang kita, dan principal akan mengaudit perusahaan kita dari berbagai aspek
yang telah mereka tentukan
4. Mencontoh Dari Produk Yang Sudah Ada
(Reverse Engineering)
Reverse Engineering yaitu mencontoh
peralatan yang sudah ada dan berjalan baik
(proven product) sebagai benchmarking.
Tahapan Perancangan Dalam Reverse Engineering
1. Mengetahui Apa Yang Harus Disajikan,
mulai dari gambar ; datasheet ; Plant
Layout ; elevation, interface ; spesifikasi,
dan ketentuan2 lainnya
2. How It Works
•
Mempelajari operating manual
•
Mempelajari single line diagram,
circuit diagram, pneumatic/hydraulic
diagram, dll
•
Informasi dari operator, mekanik yang
mengelola mesin
•
Memperhatikan /mengamati gerakan2
mekanis mesin
•
Memperhatikan /mengamati hal2
khusus
3. Aspek Kekuatan
•
Jenis material yang digunakan
(mengacu pada JIS, DIN, ASTM standard
lainnya)
•
Konstruksi dan struktur mesin
•
Gaya-gaya yang bekerja
•
Beban sendiri dari mesin (dead
weight)
•
Standard code yang digunakan (JIS,
DIN, SAE, ISO)
4. Aspek Keamanan Dan Keselamatan
•
Peraturan pemerintah
•
Standard code yang digunakan (misal
NFPA)
•
Persyaratan dan permintaan khusus
dari pemakai
5. Aspek Pengoperasian
•
Kelebihan & Kelemahan dari produk
yang ada
•
Kebiasaan dari operator
6. Aspek Lingkungan
•
Polusi
•
Kebisingan
7. Aspek Komersial
•
Biaya
•
Harga
Pengalaman Reverse Engineering Pada Asphalt Mixing
Plant (AMP)
Asphalt Mixing Plant (AMP) adalah mesin
pengolah untuk menghasilkan Hotmix yang
dipakai untuk pelapisan jalan raya. Karena mesin
ini besar dan terdiri beberapa komponen maka
dikategorikan sebagai plant.
Bahan bakunya adalah Aggregate (batu
pecah), Filler (bisa cement atau lime dust
) dan Asphalt. Aggregate terdiri 3 fraksi dan
dipanaskan sampai sekitar 180 ºC dicampur
dengan Filler dan Asphalt yang sudah dicairkan
dengan komposisi campuran tertentu yang
disebut Mixing design.
Pada dekade 1980-an harga AMP kalau
current value besarnya 10 kali sekarang. Karena
AMP diimport dari Amerika, Eropa atau dari
Jepang, jelas added valuenya sangat tinggi, jadi
sangat patut untuk dibuat sendiri. Demikian
juga dari segi dimensi sangat bulky dan bukan
produk massal, sehingga kalau dibuat dalam
negeri pasti kompetitif.
Langkah-Langkah:
Melakukan reverse engineering harus
ada benchmarking-nya. Kami mengacu merk
Tanaka, Niigata dari Jepang dan Linhoff dari
Jerman.
Saat tingkat terakhir kuliah saya telah
bekerja di perusahaan Joint-venture Jepang,
perusahaan tsb. adalah agen penjualan AMP dan
alat2 berat, sehingga banyak informasi teknik
yang dapat dikumpulkan. Selang beberapa
tahun bekerja di perusahaan kontraktor jalan,
pengetahuan tentang penggunaan AMP makin
dalam.
Di awal tahun 1980-an saya bergabung
dengan kawan2 mendirikan Bukaka Teknik
Utama. Core businessnya berkaitan dengan
infrastruktur. Di awal berdiri kami ikut tender
pengadaan peralatan untuk Binamarga.
10 | engineer monThly | No. 39 | FEBRUARI 2010
AMP saat itu merupakan produk import.
Binamarga belum mudah percaya bahwa
kami sanggup membuat. Kami mengadakan
beberapa kali seminar di instansi PU dan
Keuangan sebagai upaya-upaya keras
meyakinkan pemerintah bahwa kami bisa
membuat AMP.
Bersamaan dengan seminar-seminar
kami menyiapkan gambar-gambar mulai dari
Basic design, General arrangement, Assembly
drawing, Sub assembly dan Shop drawing.
Demikian juga gambar-gambar Electrical dan
Control system.
Mencari informasi sumber-sumber
komponen pada era itu masih sulit. kami
bermodalkan hanya Yellow page dari Singapore
dan Jepang.
Sesudah pengalaman supply ke Binamarga
mulailah mendapat kepercayaan dari
kontraktor2-swasta membeli produk kami.
Langkah selanjutnya adalah memperbaiki
mutu produk, terutama yang ber kaitan dengan
craftmanship.
Untuk keperluan pasar dikembangkan
variant dengan berbagai kapasitas.
Pengalaman Penting Dari Pembuatan AMP:
Hal yang umum supaya kita dapat bersaing
tentu bagaimana caranya supaya produk kita
murah, performance sesuai spesifikasi, kualitas
baik berkaitan dengan life time, penampilan,
craftmanship, delivery yang cepat, dan aftersales
service yang baik sehingga memuaskan
pemakai.
Pengalaman pertama adalah bersaing
dengan buatan Jepang, tentu mudah karena
harga mereka mahal.
Pesaing kedua adalah Taiwan dan Korea,
awalnya bersaing berat tetapi semakin lama
bisa bersaing karena produk mereka pun
menjadi semakin mahal.
Pesaing yang sulit sekarang adalah dengan
China, maka kami mengambil jurus delivery
dan instalasi yang cepat, aftersales service yang
responsif, insya Allah dapat bersaing.
Perbaikan performance fokus pada efisiensi
bahan bakar, yang tadinya 12 ~14 Liter/ton
produk sekarang 7~10 Liter/ton.
Pengembangan varian produk AMP
dilakukan di perusahaan sendiri (PT Melu
Bangun Wiweka /MBW).
(bersambung)
* Kusnan Nuryadi adalah salah-satu pendiri
Bukaka
Konstruksi, antara Etika dan
Legalitas
Para profesional konstruksi bertanggung-jawab terhadap masyarakat. Termasuk bawahan, teman kerja, perusahaan,
klien, keluarga, tetangga, negara, dan generasi yang akan datang.
Beberapa tahun terakhir ini terjadi berbagai
bencana alam di Indonesia, yang telah
menghancurkan bangunan, infrastruktur,
dan pemukiman penduduk. Lebih
mengerikan adalah runtuhnya bangunan
gedung bertingkat, perkantoran, serta pusat
perbelanjaan. Apalagi bangunan dengan
kualitas konstruksi yang tidak kuat.
Dalam teknik sipil, baik etika maupun
estetika berkaitan dengan kualitas struktur
dan konstruksi. Dimensi moral terlibat dalam
perhatian terhadap alam dan pelestarian
lingkungan. Maka para ahli bangunan tak
hanya harus menguasai ilmu teknik, tetapi
juga mendasarkan pekerjaannya pada aspek
sosial, ekologis, dan moral.
Sikap terhadap pekerjaan yang perlu
dimiliki oleh semua peserta yang terlibat
dalam pembangunan adalah bertekad
untuk tidak pernah menipu. Tidak bersedia
melihat usahanya terlantar, kotor, tidak
efisien. Mereka mencintai kualitas hasil
pekerjaannya. Mereka yang mencintai
kerjanya tidak menganggapnya sematamata sebagai sarana mendapatkan uang.
Para profesional konstruksi bertanggungjawab terhadap masyarakat. Termasuk
bawahan, teman kerja, perusahaan, klien,
keluarga, tetangga, negara, dan generasi
yang akan datang.
Maka selayaknyalah setiap bangunan
gedung memenuhi persyaratan administratif
dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi
bangunan gedung. Persyaratan administratif
meliputi status hak atas tanah, izin
pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah,
status kepemilikan bangunan gedung, dan
izin mendirikan bangunan gedung.
Persyaratan teknis bangunan gedung
meliputi keandalan dan tata bangunan
gedung.
Pembangunan gedung tinggi harus
memenuhi ketentuan SNI 03-1726-2002
tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan
Gempa untuk bangunan gedung.
Pengerjaannya harus melalui pemeriksaan
dan pengawasan ketat oleh otoritas,
dari Dinas Pengawasan dan Penertiban
Bangunan hingga Dinas Tata Ruang.
Pemerintah Daerah dapat menetapkan
suatu lokasi sebagai daerah bencana.
Dengan pertimbangan keselamatan dan
keamanan demi kepentingan umum,
Pemerintah Daerah dapat menetapkan
larangan membangun. Atau menetapkan
persyaratan khusus tata-cara pembangunan
apabila daerah tersebut dinilai telah tidak
membahayakan. Acuannya adalah pedoman
dan standar teknis bangunan gedung.
Pemeliharaan, perawatan, dan
pemeriksaan secara berkala pada bangunan
gedung harus dilakukan oleh pemilik atau
pengguna bangunan gedung. Tujuannya,
agar pemilik atau pengguna tahu betul
bahwa bangunan gedungnya memenuhi
persyaratan laik fungsi. Pemeriksaan secara
berkala dapat dilakukan pemilik bangunan
gedung melalui pengkaji teknis, sekaligus
sebagai persyaratan untuk mendapatkan
perpanjangan sertifikat laik fungsi bangunan
gedung.
Lingkup pelayanan jasa pengkajian
teknis bangunan gedung meliputi : Pertama,
pemeriksaan dokumen administratif,
pelaksanaan, pemeliharaan, dan perawatan
bangunan gedung. Kedua, kegiatan
pemeriksaan kondisi bangunan gedung
terhadap pemenuhan persyaratan teknis.
Termasuk pengujian keandalan bangunan
gedung. Ketiga, kegiatan analisis dan
evaluasi. Dan keempat, kegiatan penyusunan
laporan.
Penyedia jasa pengkajian teknis
bangunan gedung harus memiliki sertifikat,
sesuai dengan peraturan perundangundangan. Hubungan kerja antara penyedia
jasa pengkajian teknis bangunan gedung
dengan pemilik atau pengguna bangunan
gedung harus dilaksanakan berdasarkan
ikatan kerja yang dituangkan dalam
perjanjian tertulis sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Pengkajian teknis
bangunan dilakukan berdasarkan kerangka
acuan kerja dan dokumen ikatan kerja.
Pemilik bangunan gedung untuk
kepentingan umum, misalnya hotel,
perkantoran, mal, apartemen, sebaiknya
mengikuti program pertanggungan
terhadap kemungkinan kegagalan
bangunan selama pemanfaatan gedung.
Pemilik dapat mengikuti program
pertanggungan terhadap kemungkinan
kegagalan bangunan.
[ref: ringkasan IPTB-]
advertorial
2010 | No. 39 | engineer monThly | 11
Konsepsi Peran PII
Megaproyek pembangkit 10.000 MW, energi panas bumi hingga bioenergi, hanyalah terapi jangka-pendek.
PII secara resmi melantik jajaran Pengurus
Pusat Persatuan Insinyur Indonesia di
Ballroom Ritz Carlton Hotel pada 27 Januari
petang. Sebelumnya telah dilakukan Rapat
Organisasi dan Kelengkapan Pengurus pada
16 Desember, dan konfirmasi pengisian
jabatan pada 21 Desember 2009. SK
tentang susunan pengurus ditandatangani
Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PII
pada 28 Desember 2009.
Ketua Umum PII, Dr. Ir. M. Said
Didu dalam pidatonya mengatakan, PII
mempunyai tiga program utama dalam
masa kepengurusan 2009-2012 ini.
Pertama, Peran Strategis PII dalam
masyarakat. Kedua, Pengembangan
Profesionalisme. Yakni menjadikan PII
sebagai wadah pembinaan kompetensi
yang diakui internasional. Ketiga,
pengembangan organisasi.
Dr. Ir. M. Said Didu menekankan bahwa
program dan mekanisme organisasi PII
akan mengedepankan kebersamaan.
Implementasinya, pengurus akan
memposisikan diri selaku fasilitator
terhadap seluruh unit organisasi. Tidak
ada juru bicara tunggal yang hanya
dimonopoli Ketua Umum. Sepanjang
dalam lingkup organisasi, semua pengurus
bisa mengatasnamakan PII.
Dalam pengantarnya, Ir. Said Didu
menyebutkan, deindustrialisasi telah
terjadi AS dan Eropa. Negara maju tak lagi
bertumpu pada sektor primer, melainkan
lebih pada post industrial society. Yakni
babak baru hadirnya rezim perindustrian
yang bercorak hi-tech.
Di saat yang sama, industri manufaktur
belum mapan di Indonesia, namun
mengalami deindustrialisasi ketika industri
manufaktur lumpuh sehingga tak mampu
lagi berperan memakmurkan bangsa.
Sejak tahun 2000, hanya dua sub-sektor
industri yang membukukan pertumbuhan
signifikan. Yakni industri alat angkut mesinperalatan, pupuk, kimia, dan produk
karet. Sedangkan sub-sektor yang lain
membukukan pertumbuhan minus.
Untuk mengembalikan Indonesia ke
jalur industrialisasi, diperlukan terobosan
kebijakan yang bukan sekedar menjawab
persoalan kekinian, melainkan kebijakan
yang memiliki dimensi ke depan. Yaitu
terobosan untuk mengamankan pasokan
energi dan dukungan infrastruktur.
Dan untuk mewujudkannya diperlukan
kebijakan extra-ordinary.
Dengan tingkat pertumbuhan 10%
pertahun maka kebutuhan energi pada
2025 diperkirakan akan menjadi dua
kali lipat dibanding saat ini. Maka untuk
jaminan pasokan enegi jangka panjang,
Pemerintah harus berani menempuh
terobosan untuk memanfaatkan energi
nuklir.
Rusia yang pernah tertimpa
musibah Chernobyl, hingga kini masih
mengoperasikan 31 reaktor nuklir. Swedia
kembali memasok kebutuhan energinya
dengan nuklir setelah 30 tahun berhenti.
Negara lain yang berani menggunakan
nuklir, antaralain, China, Perancis, Jepang,
12 | engineer monThly | No. 39 | FEBRUARI 2010
dan AS. Dan jangan lupa, Iran!
Perkembangan teknologi sudah
mampu memberikan jaminan keamanan
maksimal terhadap resiko kebocoran
maupun limbah radiasi. Para insinyur di
BATAN memiliki ketrampilan tinggi tentang
itu, maupun teknologi rancang bangun
daerah reaktor.
Selain memberikan kepastian pasokan,
pemanfaatan energi nuklir diklaim bersih
dari emisi CO2 dan pemanasan global.
Ada beberapa kondisi makro yang
akan melatari kiprah PII. Pertama, kita
berada dalam berbagai kesenjangan :
Dari kesenjangan antara standar teknologi
negara maju dengan industri lokal yang
belum terstandar; hingga kesenjangan
antara mereka yang melek internet dengan
saudara kita yang tidak memiliki akses IT.
Kedua, kita berada di tengah berbagai
perubahan. Dari perubahan komposisi
energi hingga pola eksploitasi mineral.
Ketiga, kita berada dalam proses
penyetaraan dalam keterbukan pasar
China dan ASEAN.
PII juga berhadapan dengan soal
tanggung-jawab dan etika profesi,
dalam kaitan keselamatan masyarakat,
sehubungan dengan berbagai kecelakaan
dan kegagalan bangunan akhir-akhir ini.
RUU Keinsinyuran sesungguhnya adalah
kebutuhan masyarakat, untuk melindungi
masyarakat dari praktek keinsinyuran yang
tidak bertanggung-jawab. Karena itu RUU
Keinsinyuran perlu segera diundangkan.
advertorial
Maju dan berkembang bersama masyarakat
PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk merupakan
salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia.
 PTBA menghasilkan batubara yang berkualitas dan terkenal
di seluruh dunia
 PTBA menerapkan mutu kerja dan produk berdasarkan
standar internasional
 PTBA memiliki 3.000 karyawan berketerampilan tinggi dan
ahli di bidang batubara
 PTBA secara serius menerapkan prinsip-prinsip tata kelola
perusahaan yang baik
PTBA berkomitmen untuk maju dan berkembang bersama
masyarakat, mengelola sumber daya batubara dan memelihara
lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan
menumbuhkan kegiatan ekonomi masyarakat.
BERITA MITRA
SEBAGAI Perusahaan jalan tol pertama di Indonesia,
dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam
membangun dan mengoperasikan jalan tol, saat ini
Jasa Marga adalah leader dalam industri jalan tol di
Indonesia.
PT JASA MARGA (PERSERO) TBK. dengan kode bursa
JSMR dalam semester I tahun 2008 membukukan
peningkatan pendapatan sebesar 40% atau setara
dengan Rp 1,626 triliun, dibandingkan pendapatan
JSMR dalam semester I di tahun 2007 yang mencapai
angka Rp 1,165 triliun.
KINERJA semester I 2008 ini lebih baik daripada yang
direncanakan, dan perusahaan optimis bahwa rencana
kinerja tahun 2008 dapat dicapai.
SAAT INI Jasa Marga sedang berkonsentrasi untuk
membangun 5 proyek jalan tol baru yang telah dimiliki
konsesinya, yaitu Bogor Ring Road, Semarang-Solo,
Gempol-Pasuruan, Cengkareng-Kunciran dan Kunciran–
Serpong serta 1 proyek yang merupakan penyelesaian
dari jalan tol JORR yaitu seksi JORR W 2 Utara (UlujamiKebun Jeruk).
BERITA MITRA
PT INCO:
The Larger Lateritic Operation In the Word
PT Inco’s major strengths
Prepare itself to response to market requests for nickel
supply
Large nickel ore resources to provides secure, long term
feed
Low-cost hydroelectric power – no link to grid Option to
production expansion with relatively low-cost
Aggressively pursuing cost and productivity improvements
Returning post-mining areas to their original
ecosystems
Nursery has a capacity to rehabilitate 700 hectares of land
annually;
Revegetated 150 hectares of post-mining area in 2007;
PT Inco restored 37 native types of vegetation to 100
hectares of rehabilitated, post-mining land
Emissions type
Before Dust (mg/nm3) 15,000; CO (ppm) 4,000
After Dust <5 ; CO <100
2010 | No. 39 | engineer monThly | 13
Garis Besar Program Kerja
Pengurus PII
Periode 2009 – 2012
PII Menjadi suatu organisasi profesi insinyur yang terpercaya, sehat, dan bergairah dalam menjelmakan impian PII dan mampu
menjawab perkembangan kebutuhan
I. Issues : Peran Strategis
Kemasyarakatan
Goals :
Menjadi suatu organisasi profesi insinyur
yang terpercaya, sehat, dan bergairah
dalam menjelmakan impian PII dan
mampu menjawab perkembangan
kebutuhan
Key Result Areas :
Menciptakan dan meningkatkan
citra PII pada lingkungan legislatif,
pemerintah dan, masyarakat
Mendorong inovasi teknologi untuk
penyelesaian masalah nasional
yang dihadapi oleh para pengambil
keputusan
Memberikan layanan
kemasyarakatan dalam bentuk
advokasi
Membangun kerjasama dengan
lembaga Pemerintah dan Nonpemerintah dalam mewujudkan
nilai tambah para insinyur
Insinyur menjadi jaringan SDM
UKMK mengatasi tantangan
keinsinyuran
Memperkuat posisi PII sebagai wakil
negara Indonesia dalam berbagai
upaya penyetaraan keinsinyuran
internasional
Memantapkan posisi PII sebagai
mitra utama perguruan tinggi teknik
untuk pendidikan.
Program Measures :
Meningkatnya frekuensi komunikasi
dengan legislatif, eksekutif dan
media
Terselenggarannya kajian-kajian
untuk menemukan solusi tentang
hal-hal terkait dengan kepentingan
pembangunan nasional dan daerah
serta keprofesian
Meningkatnya kualitas penanganan
keluhan masyarakat
Terlaksananya kegiatan yang
mendapatkan dukungan lembaga
Pemerintah dan Non-pemeritah,
dan dihadiri para stakeholder
Terbentuknya Kerja sama
pengembangan SDM UKMK dengan
FAM
Terwujudnya pengakuan terhadap
PII di tataran nasional dan
internasional
Terwujudnya kerja sama dengan
perti teknik untuk muatan lokal,
nasional dan internasional
Terpenuhinya kebutuhan bisnis
dan industri akan tenaga kerja
Insinyur yang memiliki “enabling
competency”
14 | engineer monThly | No. 39 | FEBRUARI 2010
II. Issues : Peningkatan
Profesionalisme
Goals :
Mewakili profesi Insinyur Indonesia,
kompetitif, lebih menarik dan
bermanfaat bagi para insinyur maupun
calon insinyur
Key Result Areas :
Penyempurnaan penyelenggaraan
program Sistem Sertifikasi yang lebih
efisien dan efektif
•
•
•
Perluasan lisensi/akreditasi atas
program SSIP, khususnya bidang
non konstruksi
Penyelenggaraan program
pelatihan profesi
Penyelengaraan seminar-semilokalokakarya tentang pembangunan
nasional yang erat kaitannya
dengan profesi insinyur
•
•
•
•
•
•
Membangun pengakuan sistim
pendidikan Indonesia dalam
rangka menyelenggarakan MRA on
engineering services baik bilaeral
maupun multilateral
Mendorong anggota untuk
melaksanakan CPD/PKB secara
berkelanjutan.
Memelihara secara efisien
pelaksanaan kode etikk insinyur
Memfasilitasi usaha penghargaan
nasional karya ilmu pengetahuan,
engineering dan teknologi
Mengupayakan terbitnya UU-Ir dan
peraturan turunannya
Mendorong pemberian
penghargaan profesi insinyur,
termasuk pemberian insinyur cilik
Accord
Dipenuhi persyaratan CPD/PKB
untuk perpanjangan SSIIP
Berkurangnya keluhan anggota
dan masyarakat mengenai ketidak
patuhan dalam melaksanakan
kode etik dan kode tatalaku profesi
insinyur
Terselenggaranya pemberian
penghargaan atas karya
keinsinyuran secara berkelanjutan
Terselenggaranya pembahasan di
DPR dan diundangkannya UU IR
Meningkatnya pemberian
penghargaan atas karya
keinsinyuran, baik di tingkat
Internasional, Regional, nasional
dan daerah.
untuk mendukung seluruh kegiatan PII
Menyelenggarakan organisasi yang
mengintegrasikan seluruh kegiatan
komponen kepengurusan.
Membangun pusat informasi dan
komunikasi tentang profesi
Program Measures :
Terauditnya SSIP PII oleh auditor
nasional dan internasional
Meningkatnya dukungan BK/BKT
dan Cabang·
Meningkatnya jumlah anggota
yang memperoleh Sertifikasi :
 Jumlah SIP-PII menjadi
7.500 orang
 Jumlah registrasi LPJK-N
menjadi 5.500 orang
 Registrasi ACPE menjadi
200 orang.
Diakuinya PII sebagai Lembaga
Sertifikasi Profesi Insinyur (BNSP)
dan jumlah tersertifikasi non Jasa
Konstruksi mencapai 1000 orang
Terbentuknya Lembaga Diklat
Profesi dan terelenggaranya
pelatihan Insinyur sebanyak 100
program per tahun.
Meningkatnya frekuensi
penyelenggaraan seminar
keprofesian dan keilmuan yang
berkualitas
Terselenggaranya kerja sama
yang baik antara PII dengan BAN
dan DIKTI dalam mengupayakan
keikutsertaan dalam Washington
Program Measures :
Meningkatnya jumlah anggota
Jumlah anggota menjadi 20.000 insinyur
Jumlah pembayar iuran 4.500 anggota.,
Memilikinya gedung PII yang
representatif
Menjadi lebih baiknya hubungan
dengan asosiasi profesi dan asosiasi
badan usaha
III. Pengembangan Organisasi
Goals :
Menyelenggarakan Good Governance
dengan prinsip transparansi, akuntabilitas,
responsibilitas, independensi, dan “fairness”,
sehingga dapat memberikan layanan
terbaik bagi anggota
Key Result Areas :
Menyiapkan tenaga penuh/paruh waktu
yang cukup untuk mengelola kantor PP
dan PC
Memfasilitasi ruang kerja dengan
peralatan / perlengkapan yang baik
Menjadi lebih baiknya, dalam frekuensi
dan kualitas, hubungan PP dan PC
lainnya
Terlaksananya sistem Organisasi, antara
Kepengurusan dan Eksekutif
Berjalannya sistem pembayaran iuran
dan pemasukan dana rutin organisasi
yang memandirikan keuangan
organisasi.
Meningkatnya kualitas penanganan
keluhan anggota dan masyarakat
2010 | No. 39 | engineer monThly | 15
galeri
16 | engineer monThly | No. 39 | Februari 2010
Fly UP