...

prakata - Yanmar

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

prakata - Yanmar
PRAKATA
Kami sampaikan terima kasih atas kepercayaannya telah memakai
mesin penggilingan padi model YMM20 merek YANMAR . Mesin ini di
buat untuk mengatasi akan kebutuhan mesin penggilingan padi dengan
kapasitas kecil, menengah atau pun mesin mesin penggiling padi berjalan
yang sangat marak akhir akhir ini.
Baca dan perhatikan buku petunjuk ini laksanakan sesuai dengan
ketentuan yang ada demi kelancaran dan keselamatan kerja dan kesuksesan
usaha anda. Kami tidak bertanggung jawab atas terjadinya kerusakan
kerusakan karena kesalahan dari pemakai atau tidak di laksanakan aturan
serta ketentuan yang ada dalam buku penuntun ini.
Apabila ada hal yang kurang jelas dan memerlukan bantuan teknik
untuk perbaikan atau pemasangan , hubungi segera perwakilan atau bengkel
YANMAR yang terdekat.
Untuk penggunaan spare part gunakan spare part dengan standart
YANMAR , jangan menggunakan spare part di luar ketentuan yang ada ,
karena akan berakibat kurang baik terhadap mesin itu sendiri.
Untuk pemesanan spare part cantumkan nomor kode , nama part dan
nomor part serta jumlah yang di butuhkan .
YANMAR mempunyai kebijaksanaan ikut serta dan berpartisipasi
dalam usaha mengembangkan pertanian dengan mengaplikasikan teknologi
mekanisasi pertanian.
II. NAMA NAMA BAGIAN
1. Paddy Hopper
16.Tuas Penggerak Saringan
2. Screen (saringan)
17.Lager Penggerak Saringan
3. Hulling Head
18. Saringan Gabah
4. Winnower
19. Saringan Menir
5. Ruang Beras Pecah Kulit
6. Ruang Pemutih Beras
7. Pintu Keluar Beras Putih
8. Pengatur Keluaran Beras
9. Pintu Beras Darurat (Over Flow)
10. Kipas Penghembus Sekam
11. Kipas Polisher
12. Corong Sekam
13. Pulley Utama
14. Feed Shutter Pengupas Gabah
15. Feed Shutter Pemutih Beras
III. PEMASANGAN
3-1. Water pass
Untuk pemasangan mesin penggilingan padi model YMM20 dan
mesin penggeraknya (engine YANMAR TF 230) harus di pasang
pada pondasi dari beton atau di pasang di atas landasan balok kayu
yang di ikat dengan baut anchor yang sebelumnya di level dulu
dengan water pass agar di dapat posisi yang rata . Setelah konkresi
beton sudah kering (± 7 hari), pasang mesin pada anchor yang telah
di pasang pada pondasi beton atau landasan kayu jangan lupa
menggunakan ring plat dan ring per, kemudian kerasi dengan mur.
Setelah di pasang mesin jangan sampai bergetar , karena akan
berakibat menimbulkan kerusakan pada body mesin YMM20.
3-2. Penyenteran
Setelah YMM20 dan mesin penggerak terpasang mur pada anchor
bolt jangan di kerasi dulu , sejajarkan shaft (as) mesin penggerak
(counter shaft) dengan main shaft pada mesin YMM20 , senterkan
pulley mesin penggerak dengan pulley pada YMM20 supaya belt
tidak mudah lepas. Setelah diadakan penyenteran pulley dan pen
sejajaran shaft, baru kencangkan mur mur pada anchor bolt.
Jarak antara main shaft dan shaft mesin penggerak ( counter shaft)
sebaiknya antara 2.5 - 3 meter.
Kedudukan main shaft harus lebih tinggi dari pada kedudukan shaft
mesin penggerak (counter shaft).
Gambar : YMM20 yang telah di setting dengan diesel engine TF 230
1. Level permukaan lantai dengan water pass agar permukaan nya
betul betul rata.
2. Ukur putaran main shaft ( main pulley) pada YMM20 dengan
alat tachometer dengan ketentuan putarannya 750Rpm.
3-3. Putaran main shaft
Putaran
main
shaft
750
Rpm
maksimal,
check
dengan
menggunakan alat tachometer (Rpm meter) atau untuk mengetahui
besarnya putaran main shaft bisa di hitung dengan rumus berikut :
D1 x n1 = D2 x
n2
D1
= Diameter pulley penggerak
D2
= Diameter pulley main shaft YMM20
n1
n2
= Putaran mesin penggerak
= Putaran main shaft YMM20
Bila putaran main shaft YMM20 di atas 750 Rpm akan terjadi
putaran kritis yang akan mengakibatkan main shaft jadi bengkok
,kerusakan pada kipas dan kerusakan kerusakan yang lain.
Sedangkan apabila putaran main shaft YMM20 kurang dari 750
Rpm, kapasitas akan turun dan pelemparan sekam oleh kipas
pemisahannya kurang sempurna.
3-4. Exhaust pipe (pipa keluaran sekam)
Untuk mesin penggiling padi model YMM20 ekshaust pipe nya
(pipa pembuang sekam harus di buat lurus dan di arahkan sesuai
dengan arah angin. Pipa pelempar sekam dapat di perpanjang
sampai dengan ukuran maksimal ± 5 ~ 6 meter dengan ujung tinggi
pipa sekitar 2 meter diatas permukaan tanah. Diameter pipa
penyambung harus sama besar dengan diameter asli.
Gambar : Cara penyambungan pipa pelempar sekam.
Benar
Salah
Salah
Salah
3-5. Pemeriksaan
Periksa kekencangan baut pengunci pada kipas , tangkai kipas dan
pulley , semua baut dan mur pada hulling head, hopper dan semua
kunci lager (bearing) dengan menggunakan kunci L.
Periksa kembali ketegangan V-Belt dan posisi posisi V-Pulley
supaya sejajar atau benar benar level dengan menggunakan water
pass.
Perhatian :
Periksa dan perbaiki jika ada hal hal yang kurang benar
agar tidak terjadi kerusakan yang akan berakibat
kerugian dan terhentinya usaha anda .
IV. HULLING HEAD
4-1. Rubber roll (roll karet).
Jarak
roll karet (rubber roll) dengan
dinding
gear
adalah
1 mm . Dapat di ukur dengan memasukkan pengukur regangan
(thickness gauge) antara drum karet dan pelat pembatas (linning
plate).Jarak kurang dari 1mm akan menyebabkan dinding gear box
akan termakan roll karet. Jarak lebih dari 1 mm akan menyebabkan
banyak beras patah selama pengupasan.
Dividing plate (rear)
Thicness gauge
Coupling ekstract
handle (Tracker)
Rubber roll
Drum roll karet dapat di keluarkan dengan menggunakan alat
trecker (Coupling ekstract handle) beri sedikit grease (gemuk) pada
main shaft. Permukaan depan drum karet harus rata agar keausan
roll dan derajat pengupasannya dapat memuaskan.
Cara pemindahan roll karet , agar habis rata pada sisi kanan dan
kiri adalah sbb : Kontrol bagian roll karet yang sebelah kanan, bila
sudah berkurang ± 50 % , maka roll karet sebelah kiri di pindahkan
ke kanan dan kemudian kencangkan kembali baut penguncinya.
V. MENJALANKAN MESIN
5-1. Persiapan
1. Periksa arah putaran main pulley ,flat belt harus di pasang
melintang (bila menggunakan flat belt) sehingga arah putaran
Main pulley bertentangan dengan arah putaran pulley mesin
penggerak.
2. Gear case diisi dengan 200 cc minyak gardan Rored EP 90-140,
pengisian jangan kurang dari garis petunjuk pada baut
pengontrol.
Gear Oil
EP 90 - 140
3. Apabila mesin tidak bekerja atau terjadi kemacetan, feeding
shutter untuk gabah dan untuk beras pecah kulit harus dalam
kondisi tertutup. Adjusting valve handle di putar agar indicating
handel tidak melebihi angka 3.
Feeding shutter
Adjusting valve
Indicating Handle
4. Wind adjusting lever
pada
kedudukan
standart,
di
tengah
antara F (cepat) dan S
(lambat).
5. Tegangan dari main flat belt dan V-belt serta sentering
(kelurusan) dari pulley pulley perlu di periksa.
6. Sebelum mulai bekerja dengan muatan, sebaiknya mesin di
panaskan terlebih dahulu selama 5 menit dan di adakan
pemeriksaan kalau ada bunyi ,getaran yang tidak normal atau
kalau ada bagian yang lepas maupun retak.
7. Opening lever di tarik ke samping dengan hati hati sehingga ke
dua roll mendekat. Jarak yang tepat antara kedua roll karet
dapat di atur dengan memutar roll adjusting wheel ke kiri dan
ke kanan.
Opening lever
8. Periksa semua mur dan baut pada mesin penggilingan padi
YMM20 dan mesin penggeraknya.
9. Periksa kekencangan shaft head nut pada mesin penyosoh
(pemutih beras) dengan menggunakan spanner (kunci pas) 24.
10. Bersihkan dedak (katul) yang melengket pada sarangan
penyosoh dan juga periksa apa sudah waktunya untuk merubah
kedudukan saringan penyosoh (kira kira setelah 40 ~ 50 ton
beras), hal ini di perlukan untuk menjaga kualitas beras.
Saringan penyosoh
Radiator
11. Periksa kembali permukaan depan drum roll karet harus benar
benar rata, supaya peng-ausan permukaan roll karet lebih
effisien dan derajat pengupasan bisa sangat baik.
12. Atur posisi tekanan pegas piringan penahan keluaran beras
jangan terlalu kuat sebelum pengoperasian.
Socket Arm
Arm
Handel penekan
Pegas penekan
Piringan penahan
Silinder keluaran
beras putih
Silinder Baja
Screw Conveyor
VI. SETELAH MESIN BEKERJA
1. Putaran dari mesin penggerak (TF 230) di tingkatkan sampai
putaran main shaft YMM20 mencapai 750 Rpm.
2. Feeding shutter di buka perlahan lahan sampai terbuka
maksimal, kalau di buka cepat mesin akan macet bahkan roll
karet bisah pecah.
3. Dari corong pengeluaran beras pecah kulit harus keluar
campuran gabah -beras pecah kulit dengan derajat pengupasan
90 - 95 %. Berati masih ada ± 15 ~ 5 % gabah utuh yang belum
terkelupas kulitnya.
Apabila derajat pengupasan tidak tercapai maka jarak antara
kedua roll karet di rapatkan. Kalau roll karet terlalu rapat akan
cepat panas, cepat habis dan kapasitas pengupasan berkurang
sehingga jumlah beras patah bertambah.
4. Setelah beras pecah kulit tertampung pada cerobong penyosoh
dalam beberapa waktu piring penahan akan terangkat sedikit
dan mulai berputar sebagai tanda bahwa ruangan penyosohan
berisi penuh dengan beras pecah kulit dan butir butir beras tak
lama kemudian akan keluar dari corong pengeluaran beras.
Untuk menghasilkan kapasitas dan kualitas beras keluaran yang
paling baik atur kombinasi yang tepat antara kedudukan feeding
shutter dan tekanan pegas pada piring penahan. Harus di
perhatikan pula ketetapan kombinasi antara jumlah pemasukan
gabah dan keluaran beras putih yang sesuai dengan standart
dari kapasitas yang telah di tentukan oleh pabrik.
5. Jangan membuka feeding shutter secara tiba tiba dan cepat,
karena tekanan yang besar secara mendadak pada roll karet dan
ruang penyosoh akan memacetkan putaran roll karet dan screw
conveyor serta ban penggerak bisa terlepas. Apabila terjadi hal
demikian, segera tutup semua feeding shutter, renggangkan
jarak roll karet dengan menggerakkan ke samping opening
lever, angkat tangkai piring penahan dan matikan mesin.
Gerakkan pulley utama ke kiri dan ke kanan sampai butir butir
gabah pada ruang pengupas dan butir butir beras keluar dan
putaran main shaft menjadi ringan kembali.
6. Apabila ada benda benda keras seperti mur, baut, paku atau
benda lainnya di dalam ruangan penyosoh dan tidak mudah
keluar bisa di ketahui jika terdengar suara keras pada ruang
penyosoh, matikan segera mesin penggerak, tutup feeding
shutter, angkat tangkai piring penahan, keluarkan beras pecah
kulit dari ruang penyosoh, bongkar shaft head nut, silinder baja,
screw conveyor dan keluarkan benda benda keras tersebut.
Jangan memutar mutar pulley utama sebelum benda keras
tersebut keluar untuk mencegah terjadinya kerusakan yang
lebih besar pada screw conveyor dan saringan penyosohan.
7. Selama pengoperasian secara teratur bersihkan saringan
penyosoh dari dedak yang melekat pada celah celah saringan
dengan menggunakan sikat baja. Dengan catatan mesin dalam
keadaan mati.
8. Apabila keluaran beras pecah kulit masih terikut banyak sekam
atur Wind Adjusting lever perlahan ke arah F (cepat).
Sebaliknya apabila angin terlampau kuat maka banyak gabah
utuh dan beras pecah kulit ikut terhisap melalui pipa pelempar
sekam dan terbuang bersama sama sekam.
9. Untuk YMM20 mempunyai ke istimewaan di mana unit ini di
lengkapi dengan Over Flow Outlet. Selain berfungsi untuk
mengeluarkan kelebihan beras pecah kulit pada cerobong
penyosoh juga unit YMM20 dapat beroperasi secara individu.
Artinya jika hanya di kehendaki pengupasan saja, caranya
hanya dengan menutup feeding shutter penyosoh dan membuka
over flow begitu juga sebaliknya.
Feeding Shutter
Feeding Shutter
Over Flow
VII. PEMERIKSAAN DAN PERAWATAN
7-1. Rubber roll (roll karet).
Roll karet pada main shaft akan lebih dulu habis , di karenakan
perputarannya lebih cepat dari pada roll karet pasangannya. Tetapi agar
derajat pengupasan tetap dapat di pertahankan (85 ~ 95%), maka roll
karet pada main shaft harus selalu lebih tebal dari pada roll karet
pasangannya dan setiap 2 ~ 3 hari sekali atau sesuai kebutuhan
kedudukan roll karet supaya di pindahkan.
Apabila kadar air ± 14 % dan gabah cukup bersih , maka kekuatan roll
karet 6 inchi bisa mencapai ± 30 ~ 35 ton gabah /pasang roll karet.
Makin basah dan kotor gabah yang akan di giling maka makin cepat
pula roll karet akan menjadi aus.
7-2. Air suction (kipas pelempar sekam).
Tiap bulan atau berkala setelah operasional, air suction (kipas pelempar
sekam) supaya di buka dan di periksa. Sebab pada tangkai kipas kepala
baut cepat habis karena aus terkikis oleh adanya gesekan dengan sekam.
Dan ini sangat membahayakan bila kipas sampai terlepas, untuk itu
segera ganti dengan yang baru. Apabila daun kipas ada yang rusak atau
sobek jangan di lakukan pengelasan ini akan menimbulkan getaran pada
shaft kipas yang berakibat bearing (lager) akan rusak. Segera ganti
dengan kipas yang baru sesuai dengan setandart pabrik.
Perhatian :
Jangan dilakukan pengelasan bila daun kipas rusak sebab akan menimbulkan
getaran yang tinggi yang di sebabkan tidak seimbangnya kipas yang berputar (un
balance), segera ganti kipas dengan yang baru sesuai dengan setandart pabrik.
7-3. Flat belt.
Flat belt yang digunakan tidak mesti sesuai panjangnya untuk itu perlu
di potong sedikit demi sedikit untuk menyesuaikan panjangnya. Dan
pada saat penyambungan harap di perhatikan pada saat mengunci
dengan kawat kancingan (kaitan gigi buaya), sambungan harus betul
betul sempurna dan kawat kancingan harus betul betul rapi.
Flat belt yang kendor tidak hanya menimbulkan banyak slip saja tetapi
kapasitas pengupasan akan berkurang dan derajat pemisahan serta angin
pembuangan sekam akan berkurang juga. Dan sebaliknya kalau flat belt
terlalu kencang (tegang) akan cepat merusakkan main shaft. Gunakan
belt wax atau asphal encer untuk pemeliharaan.
2 cm
Tekan ke bawah se dalam 2 cm
7-4. Pembersihan (cleaning).
Bersihkan debu, dedak dan kotoran kotoran yang menempel pada
bagian screen (saringan penyosoh) juga pada bagian dalam yang bisa
terjangkau untuk di bersihkan , terutama pada waktu musim penghujan,
kotoran akan susah di bersihkan karena lengket.
7-5. Saringan (screen).
Sebaiknya di atas hopper di pasang
saringan kasar untuk mencegah benda
Screen
benda keras yang bisa merusakkan roller
karet maupun part part lain seperti batu
kecil, baut dll. Dan agar benda benda
logam tidak masuk kedalam di tengah
tengah hopper dapat di gantungkan besi
magnet agar benda benda yang terbuat
dari logam besi bisa nempel pada magnit
sehingga tidak sampai masuk ke dalam
gilingan (roll karet).
Hindari sisa serabut seperti tali karung dan lainnya masuk ke hopper,
karena dapat terbelit pada lead roller dan mematahkan feed adjustable
valve.
7-6. Minyak pelumas.
Periksa dan isi gear case dengan
minyak pelumas ,jagalah gear
Olie gardan
case agar selalu ada minyak
pelumasnya ,isi dengan minyak
gardan Rored EP 90 ~ 140.
Perhatian :
Demi ke awetan dan ke lancaran usaha anda pergunakan selalu
spare part dengan standart YANMAR, hati hati dengan spare part
palsu yang banyak beredar di pasaran.
Fly UP