...

Komitmen Bupati Mandailing Natal yang akhirnya menjadi visi

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Komitmen Bupati Mandailing Natal yang akhirnya menjadi visi
VIII-1VIII-1
Komitmen Bupati Mandailing Natal yang akhirnya menjadi visi daerah
adalah terwujudnya masyarakat Kabupaten Mandailing Natal yang yang Religius,
Mandiri, Sehat dan Sejahtera melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas
Sumber Daya Manusia. Pengertian dasar yang terkandung dalam visi tersebut
perlu diterjemahkan secara utuh dan saling terkait. Berdasarkan penjelasan
Kepala Daerah terpilih, awal dari segala perubahan dan kemajuan daerah adalah
kualitas mental spiritual masyarakat. Kualitas mental spiritual atau akhlak yang
dtempa oleh penghayatan dan pengamalan agama. Dengan kualitas mental
spiritual yang baik maka masyarakat akan memiliki komitmen dan kepedulian
sosial tinggi serta semangat bergotong royong (marsialap ari) untuk berprakarsa
dan memberikan karya terbaik dalam memerangi kemiskinan dan melawan
ketergantungan dalam rangka mengurus kebutuhan rumah tangganya sendiri
(menjadi mandiri). Didukung oleh infrastruktur fisik (prasarana-sarana fisik), sosial
(layanan pendidikan, layanan kesehatan, seni dan budaya), dan ekonomi yang
semakin membaik maka kebutuhan pokok manusia dapat terpenuhi dan kualitas
kehidupan yang layak serta bermartabat (sehat dan sejahtera) dapat dicapai yang
ditunjukkan oleh meningkatya kualitas SDM Mandailing Natal (baik SDM
masyarakat maupun aparatur) serta semakin membaiknya iklim berusaha secara
berkelanjutan.
Indikasi rencana program prioritas dalam RPJMD Mandailing Natal tahun
2011-2016 ini menjelaskan bahwa pendidikan, kesehatan, pertanian dan
pekerjaan umum (infrastruktur) merupakan urusan wajib bagi Pemerintah
Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka mewujudkan masyarakat Mandailing
Natal yang sejahtera. Sejahtera dalam hal ini adalah kehidupan dalam
keseimbangan antara lahir (sosial ekonomi) dan batin (mental dan keimanan).
Urusan ekonomi, koperasi dan UMKM, perindustrian, perdagangan, penanaman
modal, kerjasama pembangunan dengan daerah lain dan kesehatan dilaksanakan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
VIII - 1
dalam rangka mewujudkan masyarakat Mandailing Natal yang sejahtera dengan
cara memasyarakatkan program-program yang mendorong masyarakat Mandailing
Natal memiliki tingkat pendapatan dan kemampuan mengembangkan usaha
secara lebih baik. Sedangkan urusan-urusan pendididikan, pemerintahan umum,
budaya, ketenteraman dan ketertiban, dan penegakan hukum dilaksanakan dalam
rangka mewujudkan masyarakat Mandailing Natal yang bermartabat.
Rencana program prioritas pembangunan Kabupaten Mandailing Natal
untuk 5 (lima) tahun ke depan akan dilaksanakan menurut sifat, waktu dan
pembiayaan program dengan penekanan antara lain melalui pola multiyears
contract terutama untuk kegiatan pembangunan jalan, irigasi dan peningkatan
dan pembangunan fasilitas pemerintahan, sedangkan dalam kerangka pembiayaan
beberapa kegiatan dialokasikan antara lain melalui bantuan kepada petani dan
pelaku usaha, pembangunan wilayah, kawasan atau desa tertinggal, wilayah
strategis cepat tumbuh, kerjasama daerah, pelayanan terpadu satu atap, kawasan
industri, kelembagaan, perumahan dan lingkungan, penanganan bencana,
jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin, beasiswa atau pendidikan gratis untuk
siswa
dan insentif kesejahteraan guru, pemberdayaan perempuan dan
berencana, dan lain - lain, berdasarkan prinsip sistem pembangunan yang
berkelanjutan.
Target-target dan perencanaannya sesuai dengan prinsip dasar yang
terkandung dalam visi Bupati terpilih akan digambarkan sebagai berikut :
Dasar dari kesejahteraan adalah keimanan. Oleh karena itu sesuai dengan
visi Bupati maka kesejahteraan hanya bisa dicapai dari kehidupan masyarakat
yang beriman dan berakhlakul karimah. Urusan agama memiliki sasaran
pembinaan agama yaitu mendorong penghayatan ajaran agama secara lebih
mendalam dan pengamalan secara lebih nyata, mendorong upaya kerukunan
antar umat beragama, menciptakan suasana kondusif dengan memberikan
pelayanan kepada masyarakat dan mendukung upaya kegiatan masyarakat dalam
rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Selain itu, kesejahteraan dapat dicapai melalui Urusan Pemerintahan.
Urusan Pemerintahan memiliki sasaran tumbuh dan berkembangnya kerjasama
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
VIII - 2
dalam penegakan hukum, terbangunnya kesadaran dan partisipasi masyarakat
dalam kesadaran hukum, terwujudnya layanan pemerintahan yang fasilitatif dan
akomodatif yang mendorong terciptanya ketertiban dan keamanan serta
tumbuhnya apresiasi dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.
Untuk mencapai kesejahteraan maka keimanan yang baik harus diimbangi
dengan kondisi sosial ekonomi yang baik. Kondisi sosial ekonomi yang baik
ditunjukkan oleh pemenuhan akan kebutuhan masyarakat (konsumsi), pola
produksi dan distribusi pangan, kesehatan dan pendidikan yang baik yang
terwujud pada sektor prioritas yaitu pertanian dan ketahanan pangan. Prasyarat
tersebut akan menjadi faktor penting untuk terwujudnya SDM Mandailing Natal
yang berkualitas. Dalam hal ini maka pemenuhan karbohidrat yang bersumber dari
beras, produksi Kabupaten Mandailing Natal harus mencukupi. Kebutuhan
konsumsi beras Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2011 dengan jumlah
penduduk 412.676 jiwa sebesar 63.965 ton dan pada tahun 2016 jumlah
penduduk 432.654 jiwa sebesar 66.619 ton (dengan asumsi pertumbuhan
penduduk 0,95% dan konsumsi beras perkapita tahun 2011 sebesar 155 Kg/kapita
dan pada tahun 2016 sebesar 152,7 Kg/kapita). Untuk memenuhi kebutuhan
beras tersebut tersedia produksi beras pada tahun 2011 sebesar 95.384 ton atau
setara 173.426 ton Gabah Kering Giling (GKG) dan pada tahun 2016 dibutuhkan
produksi beras sebesar 125.197 ton atau setara dengan 227.630 ton GKG (Tabel
8.1). Produksi padi tersebut diperoleh dari luas panen 38.199 Ha pada tahun 2011
dan seluas 46.550 Ha pada tahun 2016 dengan pertumbuhan 4,37%/tahun. Kalau
keadaan ini dapat dicapai dengan berbagai program/kegiatan (pengembangan
infrastruktur dan kinerja kelembagaan) dalam sektor pertanian maka swasembada
beras Kabupaten Mandailing Natal akan terus dapat dipertahankan dengan surplus
beras pada tahun 2011 sebesar 31.419 ton dan pada tahun 2016 sebesar 58.578
ton.
Untuk subsektor perkebunan (Tabel 8.2), terdapat beberapa komoditas
penting. Pada tahun 2011 diproyeksikan untuk tanaman karet luas tanamnya
72.085 ha dengan produksi 23.393 ton dan tahun 2016 seluas 73.868 ha dengan
produksi 24.745 ha. Komoditas-komoditas penting lain yang ke depan akan terus
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
VIII - 3
berkembang di Kabupaten Mandailing Natal adalah kelapa sawit, kopi dan coklat.
Kopi sangat potensial dikembangkan ke depan karena kopi Mandailing merupakan
kopi yang sudah memiliki brand image di pasar internasional.
Tabel 8.1.
Proyeksi Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, Produksi Serta Kebutuhan Beras
Untuk Memantapkan Swasembada Beras Tahun 2011 - 2016
Di Kabupaten Mandailing Natal
Tahun
Uraian
Pertumbuhan
2011
412.676
2012
416.596
2013
420.554
2014
424.549
2015
428.582
2016
432,654
(%)
0,95
155
154,54
154,08
153,61
153,15
152,69
-0.30
3. Konsumsi per tahun (ton)
63.965
64.381
64.799
65.215
65.637
66.619
0,83
4. Ketersediaan Beras (ton)
95.384
100.717
106.346
112.291
118.568
125.197
6,25
5. Surplus per Tahun (ton)
31.419
36.336
41.457
47.076
52.931
58.578
17,29
6. Produksi GKG (ton)
173.426
183.121
193.357
204.166
215.579
227.630
5,59
7. Luas Panen (ha)
38.199
39.723
42,218
43.073
44.726
46.550
4,37
4,54
4,61
4,68
4,74
4,82
4,89
1,50
1. Jumlah Penduduk (Jiwa)
2. Konsumsi/Kapita/Tahun (Kg)
8. Produktivitas (ton/ha)
Sumber : Hasil proyeksi Tim Penyusun
Tabel 8.2
Proyeksi Luas Areal Perkebunan dan Produksi Tahun 2011 – 2016
di Kabupaten Mandailing Natal
Jenis
Komoditas
2011
Luas
(ha)
1. Karet
2. Kelapa
Sawit
2012
Produksi
(ton)
Luas
(ha)
2013
Produksi
(ton)
Luas
(ha)
2014
Produksi
(ton)
Luas
(ha)
2015
Produksi
(ton)
Luas
(ha)
2016
Produksi
(ton)
Luas
(ha)
Produksi
(ton)
72.085
23.393
72.438
23.657
72.793
23.925
73.149
24.195
73.507
24.468
73.868
24.745
130.470,53
456.645
131.500
458.670
132.800
460.100
133.500
463.300
135.200
465.250
138.250
468.300
3. Kopi
3.424
442
3.517
447
3.612
452
3.709
458
3.809
463
258.039
468
4. Kelapa
2.831
615
2.884
636
658
2.995
681
3.110
704
3.169
728
5. Coklat
4.815
1.595
5.028
1.621
1.648
5.485
1.675
5.728
1.703
5.983
1.731
2.939
5.252
Sumber : Hasil proyeksi Tim Penyusun
Dalam kerangka perwujudan SDM Mandailing Natal yang sejahera maka
pengembangan bidang kesehatan sangat penting. Sasaran yang ingin dicapai
dalam Pembangunan Kesehatan tahun 2011-2016 adalah meningkatkan upaya
pemeliharaan kesehatan utamanya bagi penduduk miskin melalui pemberian
subsidi terhadap pelayanan kesehatan dasar dan rujukan serta upaya jaminan
pemeliharaan kesehatan; pemberdayaan masyarakat dan peningkatan peran
masyarakat dalam pembangunan kesehatan; meningkatkan derajat kesehatan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
VIII - 4
masyarakat dan status gizi; meningkatnya upaya pencegahan dan penyembuhan
akibat penyakit terutama untuk penurunan angka
kematian bayi, menurunkan tingkat kelahiran PUS, menurunkan angka kesakitan
penyakit malaria; mengurangi angka kematian Ibu (AKI), meningkatkan Angka
Harapan Hidup; meningkatkan upaya lingkungan sehat di pemukiman; perbaikan
sarana sanitasi dasar untuk pemukiman kumuh dan keluarga miskin serta
meningkatkan jangkauan Jaminan Kesehatan Masyarakat bagi penduduk miskin.
Adapun target yang akan dicapai dalam bidang kesehatan sampai dengan tahun
2016 seperti disajikan pada Tabel 8.3 berikut :
VIII-10
Tabel 8.3
Perincian Target Kinerja Sasaran Utama
Bidang Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
Tahun
Uraian
2011
2012
2013
2014
2015
1. Angka Kematian Bayi (AKB)
29,1
28,3
27,5
26,7
25,9
2. Angka Kematian Ibu (AKI)
165
152
140
129
119
3. Angka kesakitan malaria (%)
6
6
5
5
4
4. Angka Harapan Hidup (AHH)
63,70
63,78
63,87
63,95
64,03
Sumber : Hasil proyeksi Tim Penyusun
2016
25,2
110
4
64,12
Sasaran yang ingin dicapai dalam Pembangunan Bidang Pendidikan yang
merupakan pilar penting dalam perwujudan Masyarakat Mandailing Natal yang
Sejahtera. Oleh karena itu Bupati meletakkan pendidikan sebagai bidang prioritas
bagi Mandailing Natal 5 tahun mendatang. Indikator yang penting dalam
pengembangan pendidikan adalah adalah terlaksananya Wajib Belajar 9 tahun,
meningkatnya Angka Partisipasi Sekolah (APS) dan Angka Partisipasi kasar (APK)
penduduk usia 7-18 tahun, rata-rata lama sekolah, Tingkat melek Huruf, APK
SD+MI; APK SMP-MTs, dan APK SMA+MA+SMK’. Untuk lebih jelasnya target
capaian beberapa Indikator Pendidikan Mandailing Natal 5 tahun ke depan dapat
dilihat pada Tabel 8.4 berikut:
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
VIII - 5
Tabel 8.4
Perincian Target Kinerja Sasaran Utama
Bidang Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
Uraian
2011
1. APK SD + MI
96,68
2. APM SD + MI
92,40
3. APK SMP + MTs
93,56
4. APM SMP + Mts
86,17
5. APK SMA + MA + SMK
60,37
6. APM SMA + MA + SMK 59,80
7. Rata-rata lama sekolah
7,83
Sumber : Hasil proyeksi Tim Penyusun
Tahun
2012
97,11
93,68
94,84
87,76
61,19
63,07
8,00
2013
97,55
94,98
96,15
89,39
62,02
66,52
8,85
2014
97,99
96,30
97,46
91,04
62,85
70,16
9,00
2015
98,44
97,64
98,80
92,73
63,70
73,99
9,85
2016
98,88
98,99
99,90
94,44
64,56
78,05
10,85
Muara dari semua sasaran mensejahterakan masyarakat yang mencakup
pengembangan pertanian, kesehatan, pendidikan dan ekonomi kerakyatan seperti
telah disajikan di atas adalah terwujudnya masyarakat Mandailing Natal yang
sejahtera dengan indikator meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia
selama 5 tahun ke depan, Angka Rata-rata Lama Sekolah, Angka Harapan Hidup
(AHH) dan Daya Beli Masyarakat (tingkat konsumsi per kapita), seperti terlihat
pada Tabel 8.5 berikut.
Tabel 8.5
Perincian Target Kinerja Sasaran Utama
Indeks Pembangunan Manusia Mandailing Natal Tahun 2011-2016
Tahun
Uraian
2011
2012
2013
2014
2015
1. Indeks Pembangunan Manusia (%)
70,95
71,21
71,52
71,83
72,14
2. Angka Rata-Rata Lama Sekolah (tahun)
7,83
8,00
8,85
9,00
9,85
3. Angka Harapan Hidup (AHH)
63,70
63,78
63,87
63,95
64,03
4. Konsumsi per Kapita (Rp/tahun)
639,6
642,7 645,75 648,85 651,97
5. Angka Melek Huruf (%)
99,34
99,35
99,36
99,37
99,38
Sumber : Hasil proyeksi Tim Penyusun
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
2016
72,45
10,85
64,12
655,09
99,39
VIII - 6
Secara makro ekonomi diharapkan selama 5 tahun ke depan akan terjadi
perubahan yang lebih baik yang ditunjukkan oleh beberapa indikator seperti
disajikan pada Tabel 8.6 berikut ini.
Tabel 8.6
Indikator Makro Ekonomi Mandailing Natal Tahun 2011-2016 dan Kondisi Yang Diharapkan
Tahun
Uraian
2011
2012
2013
2014
2015
2016
1. PDRB per Kapita a.d. Harga Berlaku
10.475.599
11.613.249
12.874.448
14.272.613
15.822.619
17.540.956
2. PDRB per Kapita a.d. Harga Konstan
3. Laju Pertumbuhan Ekonomi (%/tahun)
5.382.504
6,53
5.774.350
6,66
6.194.723
6,78
6.645.698
6,91
7.129.505
7,05
7.648.533
7,18
4. Angka Kemiskinan (%)
13,95
13,81
13,50
13,00
12,70
12,50
5. Inflasi (%)
6. Pengangguran Terbuka (%)
8,93
5,55
8,73
5,48
8,53
5,40
8,34
5,33
8,15
5,26
7,99
5,19
Sumber : Hasil proyeksi Tim Penyusun
Mengenai
program
serta
target
pencapaian
secara
terukur
serta
kebutuhan/kerangka indikatif pendanaan masing-masing program pada setiap
urusan dari tahun 2011–2016 disajikan menurut kelompok misi dalam bentuk
matriks pada Lampiran.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2011-2016
VIII - 7
Fly UP