...

Media Release_Mahkamah Agung RI Akhirnya Jebloskan

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

Media Release_Mahkamah Agung RI Akhirnya Jebloskan
MEDIA RELEASE
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN
UNTUK DIBERITAKAN SEGERA
Mahkamah Agung RI Akhirnya Jebloskan
Penggguna Faktur Pajak Fiktif ke Penjara
Jakarta, 16 Mei 2014 – Pelaku tindak pidana perpajakan Andy Wijaya pada tanggal 11 Maret
2014 lalu akhirnya dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gunung Sindur. Eksekusi
atas Andy Wijaya ini dilakukan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Cibinong
berdasarkan putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 1519 K/PID/2012 tanggal 13 Juni
2013 yang memutuskan Andy Wijaya bersalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan
dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun.
Perkara Andy Wijaya ini sebelumnya telah disidangkan ditingkat pertama oleh Pengadilan
Negeri (PN) Cibinong dan melalui putusannya nomor 359/Pid.B/2011/PN.Cbn tanggal 12
Desember 2011 PN Cibinong memutuskan bahwa terdakwa Andy Wijaya lepas dari segala
tuntutan hukum (Ontslag Van Alle Rechts Vervolging). Atas putusan PN Cibinong tersebut,
Kejaksaan Negeri Cibinong segera mengajukan permohonan Kasasi ke MA oleh karena pihak
Jaksa Penuntut Umum meyakini bahwa perbuatan Andy Wijaya ini telah memenuhi unsur
melawan hukum dalam tindak pidana perpajakan yaitu “Dengan Sengaja Menyampaikan Surat
Pemberitahuan dan atau Keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap” sebagaimana
dimaksud dalam pasal 39 ayat (1) huruf c Jo.Pasal 43 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 16
Tahun 2000 (UU KUP).
Perbuatan Terdakwa Andy Wijaya dilakukan bersama Oei Nico Wijaya alias Nico Wijaya
(ayah tersangka) adalah menggunakan/mengkreditkan faktur pajak tidak sah/faktur fiktif kemudian
melaporkannya dalam SPT Masa PPN perusahaan PT Sagitarius Anggada Hutama yang
beralamat di Griya Bukit Jaya No.16 RT.02/RW.02 Telajung Udik Gunung Putri Bogor, dimana
terdakwa adalah sebagai Direktur perusahaan tersebut. PT Sagitarius Anggada Hutama adalah
perusahaan bergerak dibidang usaha industri karton box yang terdaftar sebagai wajib pajak di
KPP Cibinong.
PT Sagitarius Anggada Hutama selama tahun pajak 2001 dan tahun pajak 2003 terbukti
menggunakan/mengkreditkan faktur pajak tidak sah/ faktur fiktif diantaranya dari perusahaan PT
Kembang Duta Jaya (KDJ) , PT Wahana Tehnika Serasi (WTS), PT Lancar Kreasi Pratama (LKP),
dengan transaksi sebesar Rp4.588.514.600 dengan total nilai PPN sebesar Rp458.851.460 yang
seharusnya dibayar ke kas negara. Ketiga perusahaan tersebut merupakan penerbit Faktur pajak
tidak sah/ faktur fiktif yang 2 (dua) diantaranya (PT WTS dan PT KDJ) merupakan bagian dari 135
perusahaan jaringan penerbit faktur pajak tidak sah/ faktur fiktif yang didirikan oleh Fadlan Djarfar
dan kawan-kawan yang telah diputus bersalah dan dipidana oleh PN Jakarta Selatan pada tahun
2006 dan diperkuat oleh putusan PK MA tahun 2008, sedangkan PT LKP adalah perusahaan
yang masuk dalam daftar penerbit faktur tidak sah menurut Surat Edaran Dirjen Pajak.
Dalam laporan SPT Masa PPN PT Sagitarius Anggada Hutama tahun pajak 2001 dan
2003 tersebut tersaji bahwa seolah-olah telah terjadi transaksi pembelian barang oleh PT
Informasi Lebih Lanjut :
Hendri Z., Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak
Telp. 021 5250208 ext 51633
Fax. 021 5736088
www.pajak.go.id
E-mail : [email protected]
MEDIA RELEASE
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
KEMENTERIAN KEUANGAN
Sagitarius Anggada Hutama kepada PT KDJ, PT WTS dan PT LKP sebagai penjual melalui
penerbitan cek/giro dari rekening tersangka lain OEI NICO WIJAYA alias NICO WIJAYA, namun
setelah dilakukan Penyidikan ditemukan bukti bahwa cek/giro tersebut bukan disetorkan/
dibayarkan ke rekening PT KDJ, PT WTS dan PT LKP namun kembali dicairkan oleh kurir
tersangka dan dimasukkan kembali ke rekening Oei Nico Wijaya alias Nico Wijaya.
Putusan Kasasi MA yang dipimpin oleh Hakim Ketua DR. Artidjo Alkosar menyatakan
bahwa perbuatan ANDY WIJAYA sesuai dengan dakwaan Jaksa tersebut terbukti telah
menyebabkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp.437.324.760, sehingga dengan
putusan tersebut putusan tingkat pertama dari PN Cibinong yang melepaskan Tersangka dicabut
dan menjadi hukuman dengan ganjaran pidana 3 (tiga) tahun. Sementara putusan Kasasi untuk
tersangka lain dalam perkara yang sama yaitu Oei Nico Wijaya alias Nico Wijaya, sampai saat ini
belum turun.
Plt. Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas
ttd
Wahju Karya Tumakaka
NIP 195809181981011001
Informasi Lebih Lanjut :
Hendri Z., Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak
Telp. 021 5250208 ext 51633
Fax. 021 5736088
www.pajak.go.id
E-mail : [email protected]
Fly UP