...

KISAH PENCIPTAAN

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

KISAH PENCIPTAAN
jewishvoice.wordpress.com
Ioanes Rakhmat
KISAH
PENCIPTAAN
LANGIT DAN BUMI
Dalam kitab Kejadian
1:1-2:4a, ditulis bahwa
langit dan Bumi
diciptakan oleh Allah
dalam enam hari. Apakah
pernyataan teks kitab suci
ini sejalan dengan
sains modern?
Jika analisis internal atas kisah penciptaan
langit dan Bumi selama 6 hari dalam
Kejadian 1:1-2:4a dilakukan, kita akan
temukan informasi-informasi yang tak
sesuai dengan fakta-fakta sains, sehingga
kita harus menyimpulkan kisah ini bukan
kisah sejarah. Beberapa kejanggalan yang
menonjol dapat disebutkan. Dalam kisah
itu (sampai ayat 13), “hari pertama”, “hari
kedua” dan “hari ketiga”, yang ditetapkan
berdasarkan tibanya “petang” dan tibanya
“pagi”, sudah ada kendatipun Matahari baru
1
diciptakan pada “hari keempat” (ay. 14-19).
Kejanggalan lainnya ada pada penyataan
bahwa tetumbuhan sudah ada dan hidup,
tumbuh, bertunas dan berbuah, pada “hari
ketiga” (ay. 11-12), sementara Matahari
yang cahayanya dibutuhkan untuk proses
fotosintesis baru ada pada “hari keempat”
(ay. 14-18).
Nah, petunjuk-petunjuk dalam teks ini
mengharuskan kita menempatkan kisah
Kej. 1:1-2:4a dalam konteks pembuangan
bangsa Israel di negeri Babilonia (sekarang:
Irak) (587 SM-538 SM), suatu negeri yang
sudah mengenal sistem penanggalan
dan rakyatnya mempercayai astrologi dan
menyembah benda-benda langit, khususnya
Matahari dan Bulan, sebagai dewa-dewi.
Untuk mencegah bangsa Israel ikut-ikutan
menganut agama dan astrologi Babilonia,
para iman Yahudi tampil sebagai “penjaga
kemurnian agama” lewat kisah penciptaan
ini, yang disusun sebagai pengakuan bahwa
semua hari adalah baik (dus, melawan
astrologi) dan Matahari dan Bulan serta
bintang-bintang di angkasa hanya makhluk,
harus disimpulkan, kisah ini
ditulis dalam suatu kebudayaan
yang sudah mengenal sistem
penanggalan yang membagi 1
minggu ke dalam 7 hari,
hdwallpapers.in
Jika bukan kisah sejarah, apa jenis sastra
Kejadian 1:1-2:4a ini? Ada beberapa
petunjuk pada teks. Pada ay. 14 ditulis bahwa
“benda-benda penerang pada cakrawala”
berguna untuk “memisahkan siang dari
malam”, untuk “menunjukkan masa-masa
yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun”
(ayat 14). Jadi, harus disimpulkan, kisah
ini ditulis dalam suatu kebudayaan yang
sudah mengenal sistem penanggalan yang
membagi 1 minggu ke dalam 7 hari, yang
dipakai sebagai bingkai kisah tentang Allah
menciptakan langit dan Bumi selama 6
hari, dengan “hari ketujuh” (Ibrani: Sabat)
sebagai saat Allah “berhenti” dari segala
kegiatannya (2:2-3). Selain itu, dalam kisah
ini muncul enam pernyataan bahwa segala
hal yang Allah telah kerjakan dalam hari-hari
penciptaan, “semuanya baik adanya” (ay. 10,
12, 18, 21, 25, 31). Pernyataan pada ay. 31
berbunyi, “segala yang telah dijadikannya,
sungguh amat baik”; dus, ayat ini menjadi
suatu kesimpulan menyeluruh bahwa semua
hari yang Allah telah ciptakan, semua hal
yang telah dikerjakannya dalam 6 hari itu,
adalah “baik”, tidak ada yang tidak baik.
2
bukan khalik, sehingga mereka harus tidak
ikut-ikutan
menyembah
benda-benda
langit ini (dus, melawan agama Babilonia).
Pernyataan pada pasal 2:2-3 bahwa “hari
ketujuh” (Sabat) adalah hari yang diberkati
Allah dan hari yang kudus makin memperkuat
ciri Yahudi kisah ini. Jadi, harus disimpulkan
bahwa Kej. 1:1-2:4a adalah syahadat
Yahudi yang dibangun para imam Yahudi
untuk mempertahankan Tawhid Yahudi dan
melawan astrologi Babilonia, dan sama
sekali bukan sebuah kisah sejarah.
http://magicofawakening.files.wordpress.com
Orang terpelajar, yang tak mau
disesatkan, akan memandang
teks suci Kej. 1:1-2:4a hanya
sebagai syahadat Yahudi, bukan
sebagai teks ilmu pengetahuan
Dari sains modern kita tahu
bahwa jagat raya kita terbentuk
13,72 milyar tahun lalu lewat
apa yang dinamakan big bang,
“dentuman besar”
Dari sains modern kita tahu bahwa jagat raya
kita terbentuk 13,72 milyar tahun lalu lewat
apa yang dinamakan big bang, “dentuman
besar”, dan hingga kini jagat raya kita belum
selesai terbentuk, masih mengalami evolusi
kosmik dalam bingkai waktu kosmik, dan
hingga kini masih mengembang dengan
makin cepat. Galaksi-galaksi sudah terbentuk
dalam kurun waktu kurang lebih 500 juta
tahun setelah big bang, dan galaksi-galaksi
baru terus-menerus terbentuk, selain ada
sangat banyak galaksi yang bertabrakan dan
dari tabrakan ini dihasilkan galaksi-galaksi
baru. Juga ada sangat banyak bintang
yang meledak, dan zat-zat kimawi tersebar
ke dalam jagat raya lewat debu-debu
supernovae. Selain itu, dalam jagat raya kita
ada banyak sistem Matahari yang bintang
Mataharinya ada lebih dari satu (2, 3, 4, dst)
dalam galaksi-galaksi yang tak terhitung
banyaknya, dan kita berdiam di salah satu
planet di dalam salah satu sistem Matahari
dalam galaksi kita, galaksi Bima Sakti.
Pengetahuan semacam ini tidak diketahui
sama sekali oleh para penyusun teks Kej.
1:1-2:4a. Orang terpelajar, yang tak mau
disesatkan, akan memandang teks suci Kej.
1:1-2:4a hanya sebagai syahadat Yahudi,
bukan sebagai teks ilmu pengetahuan.***
Ioanes Rakhmat
Ia mendefinisikan dirinya sebagai pemikir bebas, freethinker. Menggeluti kajian Yesus sejarah (the historical Jesus) di Belanda, disertasinya telah
diterbitkan dengan judul The Trial of Jesus in John Dominic Crossan’s Theory: A Critical and Comprehensive Evaluation (Jakarta: IPU-JTS, 2005).
Sempat menjalani kehidupan sebagai seorang pendeta lebih dari dua dekade, dua tahun belakangan ini ia berkonsentrasi mendalami dunia sains.
Ia menulis dan menerjemahkan banyak buku, antara lain Sokrates dalam Tetralogi Plato: Sebuah Pengantar dan Terjemahan Teks (Gramedia
Pustaka Utama, 2009), dan Menguak Kekristenan Yahudi Perdana: Sebuah Pengantar (JRC, 2009), dan terakhir adalah Memandang Wajah Yesus
(Pustaka Surya Daun, Maret 2012)
Diterbitkan oleh:
Democracy Project - Yayasan Abad Demokrasi
www.abad-demokrasi.com
3
Fly UP