...

YANG MUDA YANG BERUSAHA :MENUMBUHKAN SEMANGAT

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

YANG MUDA YANG BERUSAHA :MENUMBUHKAN SEMANGAT
YANG MUDA YANG BERUSAHA :MENUMBUHKAN SEMANGAT DAN JIWA WIRAUSAHA
MELALUI PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) DI UPBJJ UT JAKARTA
Yasir Riady
UPBJJ UT Jakarta
[email protected]
Abstrak
Angka data statistik dari Badan Pusat Statistik No.75/11/Th. XV, 5 November 2012 memaparkan
bahwa tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 6,14% atau 7,2 juta, hal
ini juga mendeskripsikan bahwa persentase terbesar pengangguran tersebut adalah lulusan perguruan
tinggi yaitu sekitar 12,12%, yang terdiri dari 6,21% jenjang kualifikasi Diploma dan 5,91% jenjang
kualifikasi Sarjan. Universitas Terbuka, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia mempunyai
tanggungjawab moral untuk dapat menekan angka tersebut agar tiap tahunnya tidak bertambah. Salah
satu program pemerintah yang dilaksanakan oleh Universitas Terbuka untuk dapat membantu
mahasiswa muda dalam berwirausaha adalah melalui program PMW atau Program Mahasiswa
Wirausaha, program inidi UT Jakarta sudah berjalan sejak tahun 2008 menghasilkan puluhan usaha kecil,
program ini juga merupakan salah satu wujud nyata dalam menghasilkan karya kreatif, inovatif dalam
membuka peluang usaha. Berwirausaha sangat baik dilaksanakan ketika masih berstatus
sebagaimahasiswa, hal ini merupakan momen penting dalam mengembangkan bisnis ketika muda,
meskipun hanya dimulai dari hal yang kecil, perkembangannya akan berdampak sangat besar. Pada
intinya berwirausaha harus dilakukan dengan langsung terjun dengan perhitungan yang cukup baik,
bekal pengetahuan, pelatihan, keterampilan dansikap wirausaha sehingga dapat mengubah pola pikir
dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Pengalaman dalam Program Mahasiswa Wirausaha
menjadikan mahasiswa tersebut memiliki wawasan dan jaringan yang baik untuk masa yang akan datang
dan akan berdampak menurunnya data statistik untuk pengangguran terbuka.
Kata kunci :PMW, UT Jakarta, Wirausaha, Muda
Kenapa Berwirausaha?
Beragam alasan mengapa seseorang ingin mencoba peruntungan di wirausaha. Pada umumnya
mereka ingin berbagi dengan orang lain tanpa menggantungkan hidupnya pada orang lain, artinya
mereka mengikuti apa saja yang menjadi sebuah ide dan diimplementasikan dalam kegiatan nyata serta
ingin menghasilkan uang karena kebutuhan ekonomi baik untuk dirinya, keluarga dan masyarakat yang
ada disekitarnya.
Suryana (2003:2) memaparkan bahwawirausaha harus memiliki jiwa dan sikap kewirauswahaan
yang kuat, yaitu dengan percaya diri (yakin optimis dan penuh komitmen)serta dapat berinisiatif
(energik dan kreatif). Hal ini juga didukung dengan motif berprestasi (berorientasi pada hasil dan
berwawasan ke depan, memiliki jiwa kepemimpinan (beranimengambil resiko dengan penuh
perhitungan). Pada pemaparan lainnya Barringer (2006:8) menyebutkan 10 karakteristik yang perlu
dimiliki oleh wirausaha sukses yaitu:
1) Keinginan berbisnis / passion for business.
Melalui berbisnis, ada beberapa peluang dan kesempatan untuk dapat merubah kehidupan
seseorang menjadi lebih baik dan berarti bagi lingkungannya.Keinginan ini harus dimiliki dan juga
harus dijalankan oleh setiap orang agar dapat mengembangkan kemampuan dan idenya.
2) Ulet meskipun mengalami kegagalan / tenacity despite failure.
Usahawan harus menyadari bahwa berbisnis memiliki resikonya dan juga banyak rintangannya,
oleh sebab itu seorang pengusaha harus selalu tekun dan fokus dalam menjalankan usahanya.
3) Fokus terhadap konsumen / product-customer focus.
Seorang wirausaha harus bisa menghasilkan produk/jasa yang dapat memberikan kepuasan
kepada konsumen dan menyenangkannya.Kotler (2003:89) menjelaskan bahwa saat ini tidak lagi
cukup memberikan kepuasan kepada pelanggan, tetapi kita harus bisa menyenangkan mereka.
4) Percaya diri / confidence
Wirausaha harus memiliki rasa percaya diri pada kemampuan dan konsep bisnisnya, hal ini
menjadi sebuah bagian yang penting karena kepercayaan tersebut dapat meyakinkan apa yang
akan dikembangkannya. Selain itu, wirusaha juga harus percaya bahwa mereka mampu mencapai
apa yang mereka inginkan dengan memiliki perencanaan dan target yang dapat dicapai.
5) Keteguhan hati / self determination
Keteguhan hati sangat penting bagi wirausaha yang sukses, seorang wirausaha sangat yakin
bahwa
keberhasilan atau kegagalan mereka tergantung pada tindakan mereka sendiri, dengan
meneguhkan hati dan bersikap yang maksimal akan membuahkan hasil yang baik.
6) Mampu mengelola resiko /management of risk.
Wirausaha pasti memiliki resiko yang tinggi, namun seorang wirausaha yang baik dapat
menentukan resiko lebih awal guna sedapat mungkin memperkecilnya, sehingga perkembangan
usahanya dapat berjalan baik dan lancar.
7) Melihat perubahan sebagai peluang / seeing changes as opportunities
Wirausaha harus mampu melihat yang sangat cepat, karena perkembangan zaman terus beganti
khususnya dalam perkembangan informasi dan teknologi. Mereka yang bisa berinovasi dan
melihat perubahan tersebt menjadi sebuah peluang akan tetap berkembang, sedangkan yang
tidak bisa mengikuti perubahan akan tenggelam.
8) Menyesuaikan terhadap keadaan / Tolerance for ambiguity
Meskipun tidak ada jaminan untuk berhasil karena faktor ekonomi, cuaca dan perubahan
terhadap
selera konsumen yang tidak bisa dikontrol, seorang wirasusaha harus sabar dengan keadaan ini,
harus berfikir keras bagaimana cara untuk bisa menyesuaikannya.
9) Inisiatif dan butuh prestasi
Salah satu kunci keberhasilan wirausaha adalah dengan memiliki inisiatif yang jelas dan baik, hal
ini bisa mempercepat perkembangan dan perubahan terhadap usaha yang digelutinya.
10) Cenderung detail dan perfeksionis.
Wirausaha yang bersikap perfeksionis atau sempurna pasti akan dapat berhasil dengan bisnisnya,
perhatian wirausaha terhadap detail dan butuh sesuatu yang sempurna berakibat pada mutu
produk dan jasa.
Berdasarkan pemaparan di atas, menjadi seorang wirausaha tidaklah sulit, hanya membutuhkan
keinginan, ketekunan, keberanian dan melihat kesempatan menjadi peluang.Hasil yang didapatkan dari
berwirausaha bisa sangat besar, asalkan dikerjakan dengan maksimal. Beberapa hal yang akan dibahas
pada makalah ini adalah implementasi Program Mahasiswa Wirausaha dapat membantu mengurangi
pengangguran terbuka seperti data dari Badan Pusat Statistik yang mendeskripsikan pengangguran
lulusan perguruan tinggi yaitu sekitar 21,5%, angka ini sangat tinggi mengingat lulusan perguruan tinggi
merupakan usia produktif, Program ini sangat membantu dalam persiapan dan ketika mahasiswa itu
lulus dari Universitasnya.
Strategi Pemilihan Usaha Pada Program Mahasiswa Wirausaha
Untuk dapat didanai pada program mahasiswa wirausaha, mahasiswa harus membuat proposal
baik dalam tim maupun individu, beberapa hal yang harus diperhatikan bahwa proposal terbaik dengan
visi yang jelas dan juga tujuan serta strategi yang digunakan dalam berwirausaha akan terpilih dan
didanai. Pengalaman dalam beberapa tahun yang dapat dilakukan oleh tim mahasiswa agar dapat
merealisasikan proposal yang mereka sebagai berikut :
1. Mempunyai keunikan yang berbeda dengan yang lain
Mahasiswa memiliki inovasi dan kreativitas yang tinggi, banyak sekali ide-ide menarik, baru dan
mempunyai peluang yang baik mulai dari jenis produk, teknologi, program maupun konsep yang belum
pernah ada sebelumnya.Jika hal ini debentuk dengan konsep yang baik, keunikan ini bisa menjadi hal
yang bernilai tinggi, bahkan jika sukses bisa dibuat hak paten dan disebarluaskan.Penemuan hal yang
baru dan unik ini sangat bisa berpeluang untuk dipasarkan dan terlebih jika program ini dibutuhkan dan
dicari oleh masyarakat banyak.
2. Modifikasi Jenis Usaha Lain
Salah satu kesulitan dalam menentukan jenis program usaha agar dapat dilaksanakan adalah ide
yang akan direalisasikan, pada umumnya ide dapat menentukan keberhasilan sebuah usaha yang akan
dirintis, pengemasan yang baik dan strategi pemasaran yang sesuai akan membuat semakin sukses dan
berkembang, sayangnya terkadang ada beberapa ide kurang cocok dan tidak berpeluang bahkan
beresiko. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan mendirikan jenis usaha yang sudah ada dan
sukses namun memiliki nilai lebih kepada konsumen serta memiliki potensi untuk berkembang dengan
baik.Pada intinya persaingan yang sehat dan sportif dapat menumbuhkan semangat dan motivasi
berwirausaha.
3. Fasilitas tambahan
Memiliki fasilitas lebih dari hal yang tidak dibayangkan oleh konsumen dapat memberikan nilai
tambah dan lebih, pada intinya berikan pelayanan yang lebih kepada konsumen agar mereka menyukai
dan memilih usaha kita karena memiliki fasilitas tambahan. Jika kita berusaha pada bidang barang, ada
baiknya fasilitas yang kita berikan yaitu dengan memberikan minuman gratis atau pelayanan
penggunaan internet secara gratis, hal ini akan membuat persepsi positif kepada konsumen.
4.
Keterampilan dan kreativitas
Jika hal yang berhubungan dengan jasa, kita bisa menjual kreativitas dan keterampilan yang kita
miliki, contohnya kita kita bisa mempunyai keterampilan mengetik 10 jari dengan cepat, kita bisa
membantu pembuatan atau jasa pengetikan naskah dan sebagainya, atau jika kita memiliki kemampuan
menerjemahkan, kita juga bisa mengembangkan jasa penerjemahan. Secara rata-rata, keterampilan
dapat dijadikan usaha yang baik jika dapat dikembangkan dengan maksimal.
5.
Agen atau Distributor
Cara lain yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk bisa berwirausaha adalah dengan menjadi
agen atau distributor, hal ini dibutuhkan karena banyak toko dan tempat penjualan y ang membutuhkan
agen pada produk dan jasanya. Mahasiswa bisa menjadi agen atau distributor dengan mencari harga
yang termurah dan membuat selisih untuk dijual kembali ke konsumen.
6. Menjual Barang Rekondisi
Usaha untuk barang rekondisi saat ini masih sangat terbatas, meskipun masih layak pakai, jika
kualitas barang tersebut masih baik, kita bisa menjual barang tersebut dengan harga yang tinggi. Cara
lain yang dilakukan oleh mahasiswa adalah dengan membeli barang murah di tempat lain, kemudian
memperbaikinya dan menjual lagi barang tersebut. Resiko usaha ini adalah jika barang tersebut tidak
dapat dijual kembali, pada akhirnya tidak terpakai dan tidak bernilai jual.
7. Membuka Kantor
Permasalahan modal mungkin menjadi salah satu kendala tersendiri bagi mahasiswa, namun ada
yang beberapa merencanakan dengan baik dan matang, yaitu membuka kantor agar dapat menyalurkan
dan membuka relasi dengan teman-temannya yang lain. Jika pada awal pembukaannya hanya dengan
SDM yang terbatas dan fasilitas yang seadanya, jika berkembang dengan baik tidak jarang kantornya
sudah menjadi besar dan membuka perwakilan cabang di beberapa tempat.
8.
Waralaba
Beberapa mahasiswa juga ada yang mencoba untuk memberanikan diri bergabung di waralaba,
waralaba atau franchise merupakan jenis usaha yang sudah terstandar dan baku, keuntungan waralaba
adalah kita dibantu dan difasilitasi oleh pemilik waralaba jika kita bergabung dalam usahanya dengan
cara menginvestasikan modal yang kita miliki. Beberapa mahasiswa harus pandai memilah dan memilih
jenis waralaba yang cocok dan sesuai.Saat ini waralaba termasuk jenis wirausaha yang sangat menjamur
dan mudah dicari, dengan modal yang kecil bisa membuat usaha jenis waralaba.
Beragam jenis ide dan kreativitas yang bisa dilakukan untuk membuat usaha baru pada program
mahasiswa wirausaha, realisasinya sangat tergantung dari proposal yang diajukan oleh mahasiswa
tersebut, secara garis besar, skema pelaksanaan yang dilakukan adalah :
Persiapan
Seleksi
Pembekalan
Pelaksanaan
Monitoring dan
Evaluasi
Gambar Skema Pelaksanaan Program Mahasiswa Wirausaha
Kegiatan pelaksanaan yang dilakukan berdasarkan skema dimulai berdasarkan lima fase skema
inti, penjabaran dari skema tersebut adalah :
1. Persiapan
Persiapan untuk kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha sudah dimulai dari penyiapan data tim
dan panitia yang akan menyeleksi dan diangkat berdasarkan surat tugas yang sudah dibentuk oleh tim.
Ketika persiapan untuk penyeleksi sudah dibentuk, maka akan diadakan sosialisasi ke beberapa lokasi.
Untuk UPBJJ UT Jakarta memberikan informasi baik secara individu, sosial media, kelompok belajar dan
unit kemahasiswaan lainnya di lingkungan Universitas Terbuka. Setelah melalui tahap sosialisasi, tim
pantia akan memberikan kesempatan kepada setiap tim untuk mengajukan proposal, pembuatan
proposal akan diberikan tenggat waktu dengan melalui persyaratan dan disetujui oleh unit
kemahasiswaan.
2. Seleksi
Setelah terkumpul beberapa proposal, tahapan berikutnya adalah melakukan kegiatan seleksi
dan identifikasi sesuai dengan data dan format yang dibutuhkan. Penyeleksian dilakukan cukup ketat
mengingat banyak sekali proposal yang masuk, hal yang harus diperhatikan adalah penjabaran dan visi
dari proposal usaha yang diajukan oleh mahasiswa tersebut, jika memang sesuai akan diberikan poin
berdasarkan pemaparan yang diberikan pada proposal tersebut. Tahapan selanjutnya tim akan
berdiskusi dan menghasilkan kesimpulan beberapa proposal yang akan ditetapkan sebagai proposal
yang lolos seleksi.
3. Pembekalan
Proposal yang sudah diseleksi, akan diberikan pembekalan berupa pelatihan dasar untuk
berwirausaha, pada fase ini mahasiswa diberikan bekal dalam menyusun rencana bisnis atau usaha dan
dalam melakukan usaha. Pemateri diklat adalah mereka yang berkompeten dan berpengalaman dalam
menjalankan bisnis atau usaha baik itu dari unsur pakar maupun pengusaha yang sukses di bidangnya,
beberapa tahun sebelumnya pembekalan pelatihan dan pendidikan dilakukan di UT Pusat.
4. Pelaksanaan
Tahapan setelah pembekalan adalah kegiatan pelaksanaan usaha, pada pelaksanaan ini
Universitas Terbuka memberi bantuan modal kerja terhadap proposal yang mereka buat, berdasarkan
modal tersebut, mahasiswa harus bertanggungjawab terhadap usaha yang dirintisnya, pada fase ini
mahasiswa juga harus menandatangani data kontrak dan kerjasama dengan pihak Universitas Terbuka.
Mahasiswa memulai usahanya setelah modal dicairkan, pada proses perjalanan usahanya, mahasiswa
didampingi oleh pembimbing, hal ini dilakukan agar mahasiswa bisa berkonsultasi, berdiskusi dan juga
meminta bantuan terhadap perkembangan usahanya.
5. Monitoring dan Evaluasi
Fase atau tahapan terakhir adalah monitoring dan evaluasi dari tim atau panitia, hal ini
ditujukan agar dapat mengontrol dan mengevaluasi kondisi, perkembangan, dan prospek usaha serta
memberikan masukan-masukan dan arahan-arahan untuk kelancaran dan keberlanjutan usaha, jika hal
tersebut sudah berjalan dengan baik dan lancer, mahasiswa akan dapat mengembalikan modal usaha
dengan cara diangsur sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak yang diatur berdasarkan kontrak
kerja.
Gambar Skema Program Mahasiswa Wirausaha
Proses ini berjalan dengan baik dan benar jika kedua belah pihak saling percaya dan memotivasi
serta membantu pelaksanaan kegiatan ini dari awal hingga akhir, tujuan akhirnya adalah terciptanya
wirausaha muda dari perguruan tinggi. Usaha ini dapat berkembang dan menjamur kepada mahasiswa
lain jika dijalankan dengan serius, kerja keras dan kerjasama dengan unit lain. Beberapa fakta nyata,
banyak usaha mahasiswa yang sudah berjalan dan hingga saat ini cukup menghasilkan, kegiatan ini
sangat membantu mahasiswa dalam merealisasikan ide dan kreativitasnya serta dapat membantu
pemerintah untuk mengurangi pengangguran terbuka dengan cara berwirausaha.
Saat ini UPBJJ UT Jakarta sedang menjaring Program Mahasiswa Wirausaha untuk tahun 2013
dan tahun-tahun berikutnya, semoga akan lebih banyak lagi mahasiswa yang berevolusi menjadi
wirausaha dan meningkatkan perekonomian di Indonesia.
Kesimpulan
Universitas Terbuka, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki jumlah mahasiswa terbanyak di Indonesia, saat ini juga
mempunyai tanggungjawab moral untuk dapat menekan angka pengangguran terbuka agar tiap
tahunnya tidak bertambah. Salah satu program pemerintah yang dipayungi oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan serta dilaksanakan oleh Universitas Terbuka untuk dapat membantu
mahasiswa muda dalam berwirausaha adalah melalui program PMW atau Program Mahasiswa
Wirausaha, program ini di UT Jakarta sudah berjalan sejak tahun 2008 menghasilkan puluhan usaha
kecil, program ini juga merupakan salah satu wujud nyata dalam menghasilkan karya kreatif, inovatif
dalam membuka peluang usaha. Berwirausaha sangat baik dilaksanakan ketika masih berstatus sebagai
mahasiswa, hal ini merupakan momen penting dalam mengembangkan bisnis ketika muda, meskipun
hanya dimulai dari hal yang kecil, perkembangannya akan berdampak sangat besar. Pada intinya
berwirausaha harus dilakukan dengan langsung terjun dengan perhitungan yang cukup baik, bekal
pengetahuan, pelatihan, keterampilan dansikap wirausaha sehingga dapat mengubah pola pikir dari
pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Pengalaman dalam Program Mahasiswa Wirausaha
menjadikan mahasiswa tersebut memiliki wawasan dan jaringan yang baik untuk masa yang akan datang
dan akan berdampak menurunnya data statistik untuk pengangguran terbuka.
Referensi
Almar, Buchori, 2001, kewirausahaan, Bandung, Alfabeta.
Alwisol.(2004). Psikologi Kepribadian.Malang : UMM Press.
Anderson, J,S,. Manz, C,C, & Prussia, G,E. (1998). Self-leadership and performance outcomes:
the mediating influence of self efficacy. Journal of Organizational Behavior, 19, 523-538.
Azwar, S. (1999). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hadi, Sutrisno. (1994). Statistik.Yogyakarta : Andi.
Badan Pusat Statistik, data Pengangguran terbuka ;http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?
tabel=1&daftar=1&id_subyek=06&notab=4, akses tanggal 10 November 2013.
Barringer, Bruce R., and R. (2006) Duane Ireland,Entrepreneurship “Successfully Launching New
Ventures” , Pearson Education, Inc., Upper Saddle River, Prentice Hall, New Jersey.
DIKTI, Pedoman Program Mahasiswa Wirausaha ;http://www.dikti.go.id/?page_id=447, akses
tanggal 10 November 2013.
Drucker, P.F, 1996, Konsep Kewirausahaan Era Globalisasi, Erlangga: Jakarta. Terjemahan
Kasmir.(2011). Kewirausahaan. (edisi revisi). Jakarta. Rajagrafindo Persada.
Dr.Suryana, Yuyus, S.E., M.S, IR. Bayu Kartib, M.Si. (2010). Kewirausahaan:Pendekatan
Karakteristik Wirausahawan Sukses. (edisi pertama). Jakarta. Prenada Media Group.
Dr. Suryana, M.Si. (2008). Kewirausahaan: Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses.
(cetakan ketiga). Jakarta. Penerbit Salemba Empat.
Dwi Riyanti, B. P. (2002). Factors Influencing The Succes of Small-Scale Entrepreneurs In
Indonesia. Jakarta, Indonesia. Atmajaya Indonesia Catholic University.
Fadiati, Ari, M.Si., Purwana Dedi, M.Buss,. (2011). Menjadi Wirausaha Sukses. (cetakan kedua).
Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Suryana, (2003) Pedoman Praktis, Kiat dab Proses Menuju Sukses, PT. Salemba Emban Patria,
Edisi Pertama, Jakarta.
Fly UP