...

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan

by user

on
Category: Documents
3

views

Report

Comments

Transcript

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
137
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan
pada Suatu Properti (Kasus: Perumahan Galaxi Bumi Permai, Surabaya)
M. Ikhsan Setiawan
ABSTRAK
Seiring dengan pertumbuhan kota-kota besar di Indonesia yang semakin meningkat,
maka akan mengakibatkan berkembangnya pula tingkat kehidupan masyarakat yang
membawa dampak peningkatan mutu kualitas hidup pada penduduk kota tersebut.
Bertolak dari semua itu, berbagai pihak yang terkait dalam usaha pengembangan
suatu properti seperti halnya pemerintah maupun pihak swasta berlomba-lomba
untuk memajukan kualitas pembangunan yang ada saat ini maupun yang terencana
di masa datang, sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan nilai tanah dan
bangunan pada suatu properti. Bertolak dari semua itu, berbagai pihak yang terkait
dalam usaha pengembangan suatu properti seperti halnya pemerintah maupun pihak
swasta berlomba-lomba untuk memajukan kualitas pembangunan yang ada saat ini
maupun yang terencana di masa datang, sehingga mengakibatkan terjadinya
perubahan nilai tanah dan bangunan pada suatu properti.
Kata Kunci : nilai tanah, bangunan, properti
PENDAHULUAN
Latar Belakang : Tanah dan bangunan merupakan aset yang paling
mendominasi penilaian suatu properti. Tanah dan penggunaannya merupakan
aset yang penting dan mempengaruhi kemampuan membangun suatu bangsa,
tidak hanya secara ekonomi namun juga secara sosial dan budaya, karena
perubahan nilai aset (tanah dan bangunan) itu sendiri dipengaruhi oleh faktor
fisik, ekonomi, sosial, budaya. Hal ini terbukti ketika kondisi perekonomian
bangsa ini terpuruk ternyata membawa dampak pada merosotnya industri real
estat. Oleh karena itu, wajib memperhatikan konsep hukum mengenai benda
yang berwujud (tangible) dan tidak berwujud (intangible) yang mempunyai nilai
disebut properti, yang bisa juga disebut sebagai aset, yang berlaku di Indonesia
sebagai dasar penilaian properti (Standart Penilaian Indonesia, 2002). Dalam
perkembangannya, perubahannya nilai tanah dan bangunan pada suatu
properti saat ini memberikan sorotan yang tidak bisa dipandang dengan
sebelah mata, karena begitu banyak faktor yang dapat mempengaruhinya.
Untuk itu perlu diberikan suatu perhatian khusus. Dalam menyikapi hal
tersebut perlu untuk ditinjau faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya,
sehingga dapat diketahui dan dipahami guna kepentingan di masa datang.
Sehubungan dengan hal di atas perlu dilakukan penilaian (appraisal) atas nilai
properti yang akan dijadikan acuan dari faktor-faktor yang mempengaruhi
perubahan nilai tanah dan bangunan pada suatu properti.
Permasalahan
138


NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perubahan nilai tanah dan
bangunan pada suatu properti ?
Bagaimana tingkat signifikansi dan korelasi perubahan nilai tanah dan
bangunan pada suatu properti ?
Tinjauan Pustaka :
Konsep-Konsep Real Estate, Properti dan Aset
1. Real Estate adalah tanah dan semua kepunyaannya atau hak yang
terkandung dan apapun yang terbentuk atau dikeluarkan di atasnya oleh
kejadian alam atau buatan manusia (Santoso, 2000). Real Estate dirumuskan
sebagai tanah secara fisik dan benda yang dibangun oleh manusia yang
menjadi satu kesatuan dengan tanahnya. Hal ini adalah penguasaan fisik
yang berwujud yaitu yang dapat dilihat dan dijamah (dipegang), bersamasama dengan segala sesuatu yang didirikan pada tanah yang bersangkutan,
diatas atau dibawah tanah.
2. Properti adalah sesuatu yang dapat dimiliki (Santoso, 2000)
3. Aset adalah sumber daya yang dimiliki dan dikuasai dimana daripadanya
dapat diharapkan manfaat ekonomi. Kepemilikan atas aset itu sendiri
sebenarnya bersifat tidak berwujud. Namun, aset yang dimiliki dapat
bersifat berwujud atau tidak berwujud.
Prinsip Dasar Penilaian
Dalam melakukan penilaian properti diperlakukan beberapa prinsip dasar
penilaian menurut Ventolo, Williams 1990 antara lain: Principle Of Hgheast And
Best Use (Prinsip Penggunaan yang Sebaik dan Setinggi Mungkin) yaitu dalam
mengestimasi nilai suatu properti harus diperhitungkan keuntungan yang
utama dan tingkat pengembalian yang semaksimal mungkian dari properti,
prinsip dasar yang kedua yaitu Principle Of Suply And Demand (Prinsip
Persediaan dan Permintaan) dimana suatu properti akan mempunyai nilai bila
properti tersebut dapat digunakan. Nilai properti akan naik bila persediaan
kurang, dan akan turun bila persediaan banyak, prinsip ketiga adalah Principle
Of Substitusion (Prinsip Pengganti) dimana pembeli suatu properti tidak akan
membayar lebih terhadap suatu properti dibandingkan dengan biaya
pembelian properti lain yang sama atau sejenis, Principle Of Anticipation
(Prinsip Keuntungan yang Diharapkan Properti) adalah nilai suatu properti
yang diharapkan akan memberikan keuntungan dimasa yang akan datang atau
penggunaan properti tersebut, Principle Of Conformity (Prinsip Kesesuaian)
yaitu properti yang terletak pada lingkungan yang cocok baik sosial maupun
ekonominya akan mempunyai nilai maksimum, Principle Of Competition
(Prinsip Persaingan) yang berarti nilai properti akan dipengaruhi oleh tingkat
persaingan pada jenis properti yang sama, Principle Of Consisten Use (Prinsip
Penggunaan yang Tetap) yaitu properti harus dinilai berdasarkan penggunaan
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
139
yang tetap, Principle Of Hange, Principle Of Progression And Regressioan, Principle
Of Contribution, dan Principle Of Externalities.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai
Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai tanah dan bangunan
pada suatu properti antara lain :
1. Faktor Fisik
Nilai pada suatu properti tanah dan bangunan maupun tanah itu
memberikan nilai secara langsung pada suatu properti. Faktor tersebut
dibentuk secara alami (natural) maupun oleh tangan manusia. Contoh
terbentuk oleh alam yaitu: lahan itu sendiri, seperti topografi, tanah dan
geologi, minyak, iklim, udara, air, jangkauan dan lokasi, tumbuhan dan
hewan, dan yang lainnya. Sedangkan contoh terbentuk oleh tangan
manusia seperti: ukuran dan luas yang ditentukan, bentuk bangunan,
industri, fasilitas kesehatan dan keamanan, transportasi umum, keadaan
lingkungan, bandar udara, jalan raya, komunikasi, taman bermain, dan
olah raga, fasilitas pendidikan.
2. Faktor Real Properti
Faktor real properti dikatakan dapat mempengaruhi nilai tanah dan
bangunan karena real properti sangat erat kaitannya dengan nilai atas
tanah bangunan itu sendiri, misalnya tingkat kebutuhan masyarakat
terhadap tanah dan bangunan, properti tanah dan bangunan merupakan
kebutuhan primer masyarkat
Data Menurut Statistik
Tahapan yang sangat penting dalam proses ilmiah adalah menyusun alat ukur
(instrument) penelitian sebagai pedoman untuk mengukur variabel-variabel
penelitian. Alat ukur tersebut harus reliabel. Yang dikatakan valid adalah
suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keadalan atau keahlian suatu alat
ukur, sedangkan reliabel adalah keajekan atau konsisten alat pengumpul data
penelitian. Jenis alat ukur dapat berupa wawancara dan angket. Teknik
pengumpulan data menggunakan teknik wawancara ialah suatu cara
pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung
dari sumbernya, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan angket
(questionnaire) adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain yang
bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan pengguna dan lainlainnya. Alat ukur yang baik sudah menetapkan tingkat pengukuran tertentu,
yaitu : dapat berupa Nominal, Ordinal, Interval dan Ratio (NOIR).
Pada umumnya semua jenis angket paling sedikit mempunyai dua fungsi,
yaitu deskripsi dan pengukuran. Fungsi angket pertama ialah informasi yang
diperoleh melalui angket dapat memberikan gambaran atau deskripsi tentang
karakteristik dari individu atau sekelompok responden, sedangkan fungsi
angket kedua ialah untuk melakukan pengukuran variabel-variabel individual
140
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
atau kelompok tertentu. Menurut Riduwan 2002, penyusunan angket yang
baik, perlu memperhatikan beberapa faktor berikut:
a. Populasi dan sampel.
b. Tingkat sosial dan ekonomi, latar belakang pendidikan dan lain-lain
individu dan kelompok sasaran yang hendak diteliti.
c. Kejelasan fakta apa saja yang akan diperlukan untuk mempelajari masalah
yang akan diteliti.
d. Tingkat jangkauan untuk memperoleh fakta dan data.
e. Bagaimana caranya angket diadministrasikan.
f. Macam-macam alternatif atau model jawaban responden yang akan
digunakan dalam penelitian.
g. Berapa lama waktu pembuatan angket.
h. Bagaimana kontrol kita atau kendali yang bisa dilakukan oleh peneliti agar
responden dapat memberikan jawaban terhadap angket yang dibuat.
i. Dalam menyusun pernyataan atau pertanyaan peneliti menggunakan
pernyataan atau pertanyaan yang mudah dipahami responden, singkat,
padat, dan sederhana. Hal ini harus diperhatikan, antara lain : panjang
pendeknya angket, isi angket, kerahasiaan jawaban, dan faktor lain yang
terkait.
Selain itu, alat ukur penelitian harus valid dan reliabel melalui analisis
validitas dan reliabilitas atau menggunakan alat ukur baku yang digunakan
untuk mengukur berbagai variabel-variabel sosial dan psikolodi, baik sebagai
tesis, disertai rnaupun dibuat sengaja untuk mengukur variabel tertentu atau
untuk penelitian tertentu.
Data adalah bahan mentah yang perlu diolah sehingga menghasilkan
informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang
menunjukkan fakta. Sedangkan perolehan data sebaiknya relevan artinya data
yang ada hubungannya langsung dengan masalah penelitian, mutakhir artinya
data yang diperoleh masih hangat dibicarakan, dan diusahakan oleh orang
pertama (data primer). Data yang, sudah memenuhi syarat perlu diolah
Pengolahan data merupakan kegiatan terpenting dalam proses dan kegiatan
penelitian. Kekeliruan memilih analisis dan perhitungan akan berakibat fatal
pada kesimpulan, generalisasi maupun interpretasi. Hal ini perlu dikaji secara
mendalam hal-hal yang menyangkut pengolahan data, supaya bisa memilih
dan menentukan secara tepat dalam pengolahan data.
Jenis Data
Data menurut jenisnya ada dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif Data
Kualitatif yaitu data yang berhubungan dengan kategorisasi, karakteristik
berwujud pertanyaan atau berupa kata-kata. Data ini biasanya didapat dari
wawancara dan bersifat subjektif sebab data tersebut ditafsirkan lain oleh
orang yam, berbeda. Data kualitatif dapat diangkakan kalam bentuk ordinal
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
141
atau rangking. Data kuantitatif yaitu data yang berwujud angka-angka. Data
ini diperoleh dari pengukuran langsung maupun dari angka-angka yang
diperoleh dengan mengubah data kualitatif men jadi data kuantitatif. Data
kuantitatif bersifat objektif dan bisa ditafsirkan sama oleh semua orang.
Jenis Skala Pengukuran
Maksud dari skala pengukuran ini untuk mengklasifikasikan variabel yang
akan diukur supaya tidak terjadi kesalahan dalam menentukan analisis data
dan langkah penelitian selanjutnya. Jenis skala pengukuran ada empat, yaitu :
skala nominal, skala ordinal, skala interval, dan skala ratio menurut Riduwan
2002 dan Singarimbun, Effendi 1989.
Uji Validitas dan Reliabilitas Terhadap Suatu Konstruk dan Konsep
Pada penelitian manajemen umumnya variabel-variabel penelitiannya
dirumuskan sebagai sebuah variabel laten (sering juga disebut faktor atau
konstruk) yaitu variabel yang tidak diukur secara langsung, tetapi dibentuk
melalui dimensidimensi yang diamati atau indikator-indikator yang diamati.
Biasanya dimensi atau indikator itu diamati dengan menggunakan kuesioner
atau angket yang bertujuan untuk mengetahui pendapat responden tentang
suatu hal.
Sedangkan dalam penelitian ini hal yang ingin diketahui adalah apakah faktorfaktor yang mempengaruhi nilai tanah dan bangunan pada suatu properti dan
bagaimana tingkat korelasi dan signifikansinya.
Dari hasil pengumpulan data para responden perlu dilakukan pengujian
tentang validitas dan reliabilitas, untuk mengetahui apakah data tersebut layak
untuk digunakan analisa lebih lanjut atau tidak. Kedua pengujian tersebut
dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir adanya bias yang terjadi,
sehingga kesalahan pengambilan kesimpulan hasil penelitian dapat
diminimalisir sekecil mungkin.
Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu
kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner
mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner
tersebut. Jadi validitas ingin mengukur apakah pertanyaan dalam kuesioner
yang sudah kita buat betul-betul dapat mengukur apa yang hendak kita ukur.
Mengukur tingkat validitas dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :
A. Melakukan korelasi antara skor butir pertanyaan dengan total skor
konstruk atau variabel. Dengan menggunakan hipotesa sebagai berikut :
H0 = Skor butir pernyataan berkorelasi positif dengan total skor
konstruk
HA = Skor butir pernyataan tidak berkorelasi positif dengan total skor
konstruk
Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan
nilai r tabel untuk degree of freedom ( df ) = n - k, dalam hal ini n adalah
142
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
jumlah sample dan k adalah jumlah konstruk. Jika r hitung ( untuk r tiap
butir dapat dilihat pada kolom Corected Item - Total Corelation ) lebih
besar dari r tabel dan r nilai positif, maka butir atau pertanyaan tersebut
dikatakan valid. (Ghozali, 2001).
B. Dengan cara manual yaitu dengan menggunakan rumus teknik korelasi
product moment untuk menghitung korelasi antar masing-masing
pernyataan dengan skor total dengan rumus :
N(XY )  (XY )
r=
2
( NX  (X) 2  ( NY 2  (Y ) 2 )
Secara statistik, angka korelasi yang diperoleh harus dibandingkan dengan
angka kritik tabel korelasi nilai r. Tabel ini dapat dilihat pada lampiran. Cara
melihat angka kritik adalah dengan melihat baris N - 2. Untuk taraf
signifikansinya dapat dlbandingkan dengan taraf signifikansi 5 % atau dengan
taraf signifikansi 1 %. Dengan syarat bahwa nilai r dari hitungan secara manual
harus lebih besar dari nilai r pada tabel. ( Singarimbun dan Effendi, 1989 ).
C. Uji validitas dapat juga dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor
masing-masing butir pertanyaan dengan total skor. Untuk uji validitas ini
menggunakan program SPSS ( Statistical Package for Social Science ). Dari
tampilan output SPSS akan terlihat korelasi antara masing-masing skor
butir pertanyaan terhadap total skor butir-butir pertanyaan dengan melihat
pada total skornya, dengan taraf signifikan maksimum 0,05 ( p < 0,05 ). (
Ghozali, 2001)
Reliabilitas
Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang
merupakan indikator dari variable atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan
reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah
konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Sebagai misal variabel atau
konstruk motivasi 1 diukur dengan 5 (lima) indikator dan masing-masing
indikator berupa pertanyaan yang mengukur tingkat motivasi seseorang.
Jawaban responden terhadap pertanyaan ini dikatakan reliabel jika masingmasing pertanyaan dijawab secara konsisten atau jawaban tidak boleh acak
oleh karena masing-masing pertanyaan hendak mengukur hal yang sama yaitu
motivasi. Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara :
A. Repeated Measure atau pengukuran ulang. Disini seseorang akan disodori
pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda, dan kemudian dilihat
apakah ia tetap konsisten dengan jawabannya atau tidak.
B. One Shot atau pengukuran sekali saja. Disini pengukuran hanya sekali dan
kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur
korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas untuk
mengukur reliabilitas dengan uji Statistik Cronbach Alpha (). Suatu
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
143
konstruk atau variable dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach
Alpha > 0,06 ( Nunally, 1969 ).
DATA DAN METODE
Identifikasi faktor perubah nilai tanah dan bangunan
1. Faktor Fisik
Nilai pada suatu properti tanah dan bangunan sangat dipengaruhi oleh faktor
fisik, karena bentuk atau rupa dari bangunan maupun tanah itu memberikan
nilai secara langsung pada suatu properti, baik terbentuk oleh tangan manusia
maupun oleh alam.
Contoh terbentuk oleh alam yaitu:
 lahan itu sendiri, seperti topography
 minyak, iklim, udara, air
 jangkauan dan lokasi
 tumbuhan dan hewan
Sedangkan contoh terbentuk oleh tangan manusia seperti:
 ukuran dan luas yang ditentukan
 bentuk bangunan
 industri
 fasilitas kesehatan dan keamanan
 transportasi umum
 keadaan lingkungan
 bandar udara
 jalan raya
 komunikasi
 taman bermain dan olah raga
 fasilitas pendidikan
Faktor Ekonomi
Seperti kita ketahui, ekonomi sangat erat kaitannya dengan nilai. Oleh karena
itu, faktor ekonomi berperan aktif dalam mempengaruhi perubahan nilai yang
ada pada suatu properti, misalnya:
 tingkat pendapatan masyarakat
 perubahan nilai mata uang dan tingkat suku bunga
 pengembalian investasi
 penawaran dan permintaan
Pengolahan Data
Validitas Penelitian
Validitas menunjukkan sejauhmana suatu alat pengukur itu mengukur apa
yang ingin diukur. Dengan menggunakan kuesioner di dalam pengumpulan
data penelitian, maka kuesioner yang disusun harus mengukur apa yang ingin
diukur dan teruji validitasnya.
144
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
Dalam penelitian ini, kami menggunakan validitas eksternal dalam mengukur
variabel-variabel yang ada dengan teknik korelasi. Bila korelasinya tinggi dan
signifikan, maka data yang ada memiliki validitas yang tinggi juga.
Cara Menguji Validitas :
1. Mengidentifikasikan secara operasional konsep yang akan diukur
a. Mencari definisi dan rumusan tentang konsep yang akan diukur
Bila rumusan yang ada cukup operasional untuk digunakan
sebagai tolak ukur, maka rumusan tersebut dapat langsung dipakai.
Tetapi bila rumusan belum operasional, maka harus dirumuskan
terlebih dahulu seoperasional mungkin.
b. Membuat definisi atau rumusan konsep yang akan diukur
Untuk lebih mematangkan definisi konsep tersebut, maka data
yang ada harus didiskusikan dengan para ahli yang kemudian
dikembangkan dalam bentuk rumusan yang operasional.
c. Mengadakan wawancara langsung kepada responden
Untuk merumuskan aspek-aspek konsep yang akan diukur, kami
menanyakan langsung kepada responden mengenai keuntungan
maupun kerugian dari variabel yang ada.
2. Melakukan uji coba skala pengukur pada sejumlah responden
Responden diminta untuk menyatakan apakah mereka setuju atau tidak
setuju dengan masing-masing pernyataan. Dengan jumlah responden 20
orang maka distribusi skor mendekati kurve normal yang sangat
diperlukan dalam perhitungan statistik.
3. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban
Langkah ini dilakukan hanya sekedar ilustrasi yang dipakai dalam skala
pengukur.
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
145
4. Menghitung korelasi
Menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total
dengan menggunakan rumus teknik korelasi "product moment"
r=
N(XY )  (XY )
( NX 2  (X) 2  ( NY 2  (Y ) 2 )
Dimana :
N = jumlah responden
X = skor pernyataan
Y = skor total
XY = skor pernyataan dikalikan skor total
Secara statistik, angka korelasi yang diperoleh harus dibandingkan dengan
angka kritik cara melihat angka kritik adalah dengan melihat taraf signifikansi
5%.
Apabila dalam perhitungan ditemukan pernyataan yang tidak valid (tidak
signifikan pada tingkat 5%), kemungkinan pernyataan tersebut kurang baik
sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda.
Reliabilitas Penelitian
Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat pengukur
dapat dipercaya atau dapat diandalkan.
Setiap hasil pengukuran selalu merupakan kombinasi antara hasil pengukuran
yang sesungguhnya (true score) ditambah dengan kesalahan pengukuran.
X0 = Xt + Xe
Dimana :
X0
= angka yang diperoleh
Xt
= angka yang sebenarnya
Xe
= kesalahan pengukuran
Makin kecil kesalahan pengukuran, maka alat pengukur makin reliabel.
Sebaliknya makin besar kesalahan pengukuran makin tidak reliabel alat
pengukur tersebut. Besar kecilnya kesalahan pengukuran dapat diketahui dari
indeks korelasi.
HASIL PEMBAHASAN
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tanah dan Bangunan
Dalam melakukan evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi
perubahan nilai tanah dan bangunan penulis melakukan studi literatur tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah dan bangunan serta melakukan
wawancara terhadap orang yang ahli dibidangnya, antara lain: Pihak
Pengembang dan Pihak Kontraktor. Wawancara ini dilakukan terhadap
pimpinan dan karyawan masing-masing intitusi atau lembaga. Para responden
tersebut dianggap telah cukup mewakili dan memiliki expert judgment dalam
146
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
penilaian terhadap nilai tanah dan bangunan. Pengembang dikatakan memiliki
expert judgment dikarenakan mereka memang bergerak dalam bidang properti
dan bangunan, pihak kontraktor dikatakan berkompeten dalam penilaian
karena mereka memiliki kemampuan dalam bidang penilaian fisik atas suatu
properti dan bangunan.
Dari studi literatur yang diambil dari Betts, ely, S.J. 2001. Basic Real Estate
Appraisal, didapat beberapa faktor atau variabel yang sangat mempengaruhi
nilai pada suatu properti tanah dan bangunan antara lain : faktor fisik, sosial,
politik dan ekonomi (real properti). Namun dalam hal ini untuk membatasi
ruang lingkupnya penulis lebih mengutamakan penelitian pada faktor fisik
dan real properti dengan melakukan studi penelitian dan wawancara kepada
Pihak Developer dan Kontraktor.
Faktor fisik mempengaruhi nilai tanah dan bangunan karena bentuk atau rupa
dari bangunan maupun tanah itu memberikan nilai secara langsung pada
suatu properti, baik terbentuk oleh tangan manusia maupun oleh alam. Contoh
terbentuk oleh alam yaitu: lahan itu sendiri seperti topography, iklim, udara,
air, jangkauan dan lokasi, tumbuhan dan hewan. Sedangkan contoh terbentuk
oleh tangan manusia seperti: ukuran dan luas ditentukan, bentuk bangunan,
industri, fasilitas kesehatan dan keamanan, transportasi umum, keadaan
lingkungan, bandar udara, jalan raya, komunikasi, taman bermain dan olah
raga, fasilitas pendidikan.
Faktor real properti dikatakan dapat mempengaruhi nilai tanah dan bangunan
karena real properti sangat erat kaitannya dengan nilai atas tanah bangunan
itu sendiri, misalnya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap tanah dan
bangunan, properti tanah dan bangunan merupakan kebutuhan primer
masyarkat.
Setelah dilakukan wawancara dan pengumpulan data, maka penulis
menyimpulkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan nilai
tanah dan bangunan. Berikut ini tabel dari variabel-variabel dari faktor-faktor
yang mempengaruhi nilai tanah dan bangunan pada suatu properti.
Tabel
Faktor, variabel-variabel yang mempengaruhi nilai tanah dan bangunan
Variabel-variabel (elemen) nilai tanah dan bangunan
1.1. Kebutuhan Properti
a. Tingkat kebutuhan masyarakat terhadap tanah dan bangunan
b. Properti tanah dan bangunan merupakan kebutuhan primer
masyarkat
c. Semakin
mahal
dan
menyempitnya
lahan
untuk
pengembangan property tanah dan bangunan.
1.2. Aksesibilitas
a. Tersedianya transportasi umum memberi peran dalam
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
147
perubahan nilai tanah dan bangunan
b. Jangkauan kawasan perumahan terhadap pusat kota
berpengaruh pada nilai tanah dan bangunan
c. Adanya jalan yang layak pakai merubah nilai tanah dan
bangunan pada kawasan tersebut
d. Kemudahan informasi dalam menunjukkan suatu kawasan
terhadap masyarakat mempengaruhi nilai tanah dan bangunan
1.3. Topografi
a. Keadaan kontur tanah yang kurang rata memberi nilai
tersendiri terhadap tanah tersebut
b. Luas dan jenis tanah dan bangunan mempengaruhi nilai tanah
dan bangunan tersebut.
1.4. Lokasi
a. Letak wilayah berada dalam pusat keramaian memberi nilai
pada tanah dan bangunan
b. Tanah dan bangunan yang berada pada suatu dataran tinggi
memberi perubahan nilai tersendiri
c. Tanah dan bangunan dekat pantai memiliki nilai tersendiri
sehingga merubah nilainya
1.5. Fasilitas
a. Suatu daerah dekat tempat pendidikan mempengaruhi nilai
tanah dan bangunan
b. Suatu daerah dekat pelayanan kesehatan mempengaruhi nilai
tanah dan bangunan
c. Adanya taman bermain mempengaruhi nilai tanah dan
bangunan pada kawasan tersebut
d. Adanya pusat perbelanjaan pada kawasan tersebut
mempengaruhi nilai tanah dan bangunan
Analisa dan Hasil Penelitian
Data yang telah dikumpulkan dari 20 (dua puluh) responden yang merupakan
data mentah kemudian ditabulasikan dengan tujuan untuk mempermudah
dalam melakukan analisis data. Analisis data yang dilakukan meliputi uji
validitas dan reliabilitas serta analisis diskriptif. Semua dilakukan dengan
program aplikasi komputer SPSS release 10 for windows.
Uji Validitas (Kesahihan)
N ( XY) - ( X  Y )
r
2
(N  X  ( X ) 2 ) - (N  Y 2 - ( Y ) 2 )
Rumusan ini diajukan oleh Arnold dan Fawett pada tahun 1975 (Singarimbun
dan Effendi, 1989).
Perhitungan Korelasi Teknik Product Moment (Kebutuhan Properti)
148
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
Responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
N
Catatan
X1
3
4
5
3
4
4
3
5
4
3
4
5
3
4
4
3
5
4
3
4
77
X2
4
4
4
2
4
3
2
4
5
4
4
4
2
4
3
2
4
5
4
4
72
X3
5
4
4
3
4
4
1
4
4
5
4
4
3
4
4
1
4
4
5
4
75
Y
12
12
13
8
12
11
6
13
13
12
12
13
8
12
11
6
13
13
12
12
224
X12
9
16
25
9
16
16
9
25
16
9
16
25
9
16
16
9
25
16
9
16
307
X22
16
16
16
4
16
9
4
16
25
16
16
16
4
16
9
4
16
25
16
16
276
X32
25
16
16
9
16
16
1
16
16
25
16
16
9
16
16
1
16
16
25
16
303
Y2
144
144
169
84
144
121
36
169
169
144
144
169
64
144
121
36
169
169
144
144
2608
X1Y
36
48
65
24
48
44
18
65
52
36
48
65
24
48
44
18
65
52
36
48
884
X2Y
48
48
52
16
48
33
12
52
65
48
48
52
16
48
33
12
52
65
48
48
844
X3Y
60
48
52
24
48
44
6
52
52
60
48
52
24
48
44
6
52
52
60
48
880
: X adalah skor pernyataan no. 1
Y adalah skor total
XY adalah skor pernyataan no. 1 dikalikan skor total
Masukkan semua angka-angka diatas ke dalam rumus korelasi product
momont, dan menjadi :
 Untuk variabel X1 :
rxy


=
(20 x 884) (77 x 224)
[(20 x 307) (77 x 77)] [(20 x 2608) (224 x 224)]
rxy = 0,668
Untuk variabel X2 :
(20 x 844) (72 x 224)
rxy
=
rxy
= 0,921
[(20 x 276) (72 x 72)][(20 x 2608) (224 x 224)]
Untuk variabel X3 :
rxy
=
(20 x 880) (75 x 224)
[(20 x 303) (75 x 75)][(20 x 2608) (224 x 224)]
rxy = 0,861
Jadi bila jumlah responden ada 20 orang maka jalur yang dilihat adalah baris 20 2 = 18. Untuk taraf signifikansi 5%, angka kritik adalah 0,444. Karena angka
korelasi yang diperoleh pada pernyataan no. 1, 2 dan 3 diatas angka kritik taraf
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
149
5% maka seluruh pernyataan diatas adalah signifikan (Singarimbun dan Effendi,
1989).
Perhitungan Korelasi Teknik Product Moment (Aksesbilitas)
Responden X1 X2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
N
Catatan : X
5
3
4
5
2
5
5
4
5
5
3
4
5
2
5
5
4
5
5
3
84
Y
XY
5
5
5
5
3
5
5
5
5
5
5
5
5
3
5
5
5
5
5
5
96
X3 X4
4
4
4
5
4
5
5
4
5
4
4
4
5
4
5
5
4
5
4
4
88
Y
3 17
3 15
3 16
5 20
3 12
3 18
4 19
4 17
5 20
3 17
3 15
3 16
5 20
3 12
3 18
4 19
4 17
5 20
3 17
3 15
72 340
X12
X22
X32
X42
Y2
X1Y
X2Y
X3Y
X4Y
25
9
16
25
4
25
25
16
25
25
9
16
25
4
25
25
16
25
25
9
374
25
25
25
25
9
25
25
25
25
25
25
25
25
9
25
25
25
25
25
25
468
16
16
16
25
16
25
25
16
25
16
16
16
25
16
25
25
16
25
16
16
392
9
9
9
25
9
9
16
16
25
9
9
9
25
9
9
16
16
25
9
9
272
289
225
256
400
144
324
361
289
400
289
225
256
400
144
324
361
289
400
289
225
5890
85
45
64
100
24
90
95
68
100
85
45
64
100
24
90
95
68
100
85
45
1472
85
75
80
100
36
90
95
85
100
85
74
80
100
36
90
95
85
100
85
75
1652
68
60
64
100
48
90
95
68
100
68
60
64
100
48
90
95
68
100
68
60
1514
51
45
48
100
36
54
76
68
100
51
45
48
100
36
54
76
68
100
51
45
1252
adalah skor pernyataan no. 1
adalah skor total
adalah skor pernyataan no. 1 dikalikan skor total
Masukkan semua angka-angka diatas ke dalam rumus korelasi product momont, dan
menjadi :
 Untuk variabel X1 :
rxy

=
(20 x 1472)(84 x 340)
[(20 x 374)(84 x 84)][(20 x 5890)(340 x 340)]
rxy = 0,911
Untuk variabel X2 :
(20 x1652)(96x 340)
rxy

=
[(20 x 468)(96x 96)][(20x 5890)(340x 340)]
rxy = 0,711
Untuk variabel X3 :
(20 x1514)(88x 340)
rxy

=
[(20 x 392)(88x 88)][(20x 5890)(340x 340)]
rxy = 0,783
Untuk variabel X4 :
150
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
rxy
=
(20 x 1252)(72 x 340)
[(20 x 272)(72 x 72)][(20x 5890)(340x 340)]
rxy = 0,746
Jadi bila jumlah responden ada 20 orang maka jalur yang dilihat adalah baris 20 - 2 = 18.
Untuk taraf signifikansi 5%, angka kritik adalah 0,444. Karena angka korelasi yang
diperoleh pada pernyataan no. 1, 2, 3 dan 4 diatas angka kritik taraf 5% maka seluruh
pernyataan diatas adalah signifikan (Singarimbun dan Effendi, 1989).
Perhitungan Korelasi Teknik Product Moment (Topografi)
Responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
N
Catatan : X
Y
XY
X1
3
3
3
5
3
3
4
4
5
3
3
3
5
3
3
4
4
5
3
3
72
X2
2
4
5
5
2
2
3
4
4
2
4
5
5
2
2
3
4
4
2
4
68
Y
5
7
8
10
5
5
7
8
9
5
7
8
10
5
5
7
8
9
5
7
140
X12
9
9
9
25
9
9
16
16
25
9
9
9
25
9
9
16
16
25
9
9
272
X22
9
9
9
25
4
4
9
16
16
4
16
25
25
4
4
9
16
16
4
16
258
Y2
25
49
64
100
25
25
49
64
81
25
49
64
100
25
25
49
64
81
25
49
1038
X1Y
15
21
24
50
15
15
28
32
45
15
21
24
50
15
15
28
32
45
15
21
526
X2Y
10
28
40
50
10
10
21
32
36
10
28
40
50
10
10
21
32
36
10
28
512
adalah skor pernyataan no. 1
adalah skor total
adalah skor pernyataan no. 1 dikalikan skor total
Masukkan semua angka-angka diatas ke dalam rumus korelasi product momont, dan
menjadi :
 Untuk variabel X1 :
rxy

=
(20 x 526) (72 x 140)
[(20 x 272) (72 x 72)] [(20 x 1038) (140 x 140)]
rxy = 0,807
Untuk variabel X2 :
(20 x 512)(68 x 140)
rxy
=
rxy
= 0,913
[(20 x 258)(68 x 68)][(20 x 1038)(140 x 140)]
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
151
Jadi bila jumlah responden ada 20 orang maka jalur yang dilihat adalah baris 20 - 2 = 18.
Untuk taraf signifikansi 5%, angka kritik adalah 0,444. Karena angka korelasi yang
diperoleh pada pernyataan no. 1, 2, 3 dan 4 diatas angka kritik taraf 5% maka seluruh
pernyataan diatas adalah signifikan (Singarimbun dan Effendi, 1989).
Perhitungan Korelasi Teknik Product Moment (Lokasi)
Responden
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
N
Catatan : X
Y
XY
X1
3
4
4
5
4
2
5
4
5
3
4
4
5
4
2
5
4
5
3
4
79
X2
4
3
3
5
3
2
4
4
5
4
3
3
5
3
2
4
4
5
4
3
73
X3
4
3
3
5
3
1
4
4
5
4
3
3
5
3
1
4
4
5
4
3
71
Y
11
10
10
15
10
5
13
12
15
11
10
10
15
10
5
13
12
15
11
10
223
X12
9
16
16
25
16
4
25
16
25
9
16
16
25
16
4
25
16
25
9
16
329
X22
9
9
9
25
9
4
16
16
25
16
9
9
25
9
4
16
16
25
16
9
283
X32
16
9
9
25
9
1
16
16
25
16
9
9
25
9
1
16
16
25
16
9
277
Y2
121
100
100
225
100
25
169
144
225
121
100
100
225
100
25
169
144
225
121
100
2639
X1Y
33
40
40
75
40
10
65
48
75
33
40
40
75
40
10
65
48
75
33
40
925
X2Y
44
30
30
75
30
10
52
48
75
44
30
30
75
30
10
52
48
75
44
30
862
X3Y
44
30
30
75
30
5
52
48
75
44
30
30
75
30
5
52
48
75
44
30
852
adalah skor pernyataan no. 1
adalah skor total
adalah skor pernyataan no. 1 dikalikan skor total
Masukkan semua angka-angka diatas ke dalam rumus korelasi product momont, dan
menjadi :
 Untuk variabel X1 :
rxy

=
(20 x 925) (79 x 223)
[( 20 x 329) (79 x 79)] [(20 x 2639) (223 x 223)]
rxy = 0,868
Untuk variabel X2 :
(20 x 862)(73x 223)
rxy

=
[(20 x 283)(73x 73)][(20x 2639)(223x 223)]
rxy = 0,956
Untuk variabel X3 :
(20 x 852)(71x 223)
rxy
=
rxy
= 0,978
[(9 x 277)(71x 71)][(20 x 2639)(223x 223)]
152
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
Jadi bila jumlah responden ada 20 orang maka jalur yang dilihat adalah baris 20 - 2 = 18.
Untuk taraf signifikansi 5%, angka kritik adalah 0,444. Karena angka korelasi yang
diperoleh pada pernyataan no. 1, 2, 3 dan 4 diatas angka kritik taraf 5% maka seluruh
pernyataan diatas adalah signifikan (Singarimbun dan Effendi, 1989).
Perhitungan Korelasi Teknik Product Moment (Fasilitas)
Responden X1
1
4
2
4
3
4
4
5
5
4
6
4
7
4
8
5
9
5
10
4
11
4
12
4
13
5
14
4
15
4
16
4
17
5
18
5
19
4
20
4
N
86
Catatan : X
Y
XY
X2 X3 X4
3
2
3
4
2
4
4
3
3
4
4
5
4
3
5
3
2
4
4
4
5
4
4
4
4
3
5
3
2
3
4
2
4
4
3
3
4
4
5
4
3
5
3
2
4
4
4
5
4
4
4
4
3
5
3
2
3
4
2
4
75 58 83
Y
12
14
14
18
16
13
17
17
17
12
14
14
18
16
13
17
17
17
12
14
302
X12
16
16
16
25
16
16
16
25
25
16
16
16
25
16
16
16
25
25
16
16
374
X22
9
16
16
16
16
9
16
16
16
9
16
16
16
16
9
16
16
16
9
16
285
X32
4
4
9
16
9
4
16
16
9
4
4
9
16
9
4
16
16
9
4
4
182
X42
9
16
9
25
25
16
25
16
25
9
16
9
25
25
16
25
16
25
9
16
357
Y2
X1Y X2Y
144
48
36
196
56
56
196
56
56
324
90
72
256
64
64
169
52
39
289
68
68
289
85
68
289
85
68
144
48
36
196
56
56
196
56
56
324
90
72
256
64
64
169
52
39
289
68
68
289
85
68
289
85
68
144
48
36
196
56
36
4644 1312 1146
X3Y
24
28
42
72
48
26
68
68
51
24
28
42
72
48
26
68
68
51
24
28
906
X4Y
36
56
42
90
80
52
85
68
85
36
56
42
90
80
52
85
68
85
36
56
1280
adalah skor pernyataan no. 1
adalah skor total
adalah skor pernyataan no. 1 dikalikan skor total
Masukkan semua angka-angka diatas ke dalam rumus korelasi product momont, dan
menjadi :
 Untuk variabel X1 :
rxy

=
(20 x 1312)(86 x 302)
[(20 x 374)(86 x 86)][(20 x 4644)(302 x 302)]
rxy = 0,714
Untuk variabel X2 :
(20 x 1146)(75 x 302)
rxy

=
[(20 x 285)(75 x 75)][(20x 4644)(302x 302)]
rxy = 0,762
Untuk variabel X3 :
(20 x 906)(58 x 302)
rxy
=
rxy
= 0,888
[(20 x 182)(58x 58)][(20x 4644)(302x 302)]
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)

153
Untuk variabel X4 :
rxy
=
(20 x1280)(83x 302)
[(20 x 357)(83x 83)][(20x 4644)(302x 302)]
rxy = 0,823
Jadi bila jumlah responden ada 20 orang maka jalur yang dilihat adalah baris 20 - 2 = 18.
Untuk taraf signifikansi 5%, angka kritik adalah 0,444. Karena angka korelasi yang
diperoleh pada pernyataan no. 1, 2, 3 dan 4 diatas angka kritik taraf 5% maka seluruh
pernyataan diatas adalah signifikan (Singarimbun dan Effendi, 1989).
154
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
Nilai Tingkat Korelasi rxy
No
1
2
3
4
Variabel faktor-faktor nilai
Kebutuhan properti
1.1. Tingkat kebutuhan
masyarakat terhadap tanah
dan bangunan
1.2. Properti tanah dan bangunan
merupakan kebutuhan primer
masyarakat
1.3. Semakin mahal dan
menyempitnya lahan untuk
pengembangan property tanah
& bangunan
Aksesibilitas
1.1. Tersedianya transportasi
umum memberi peran dalam
perubahan nilai tanah dan
bangunan
1.2. Jangkauan kawasan
perumahan terhadap pusat
kota berpengaruh pada nilai
tanah dan bangunan
1.3. Adanya jalan yang layak pakai
merubah nilai tanah dan
bangunan pada kawasan
tersebut
1.4. Kemudahan informasi dalam
menunjukkan suatu kawasan
terhadap masyarakat
mempengaruhi nilai tanah
dan bangunan
Topografi
3.1. Keadaan kontur tanah yang
kurang rata memberi nilai
tersendiri terhadap tanah
tersebut
3.2. Luas dan jenis tanah dan
bangunan mempengaruhi nilai
tanah dan bangunan tersebut
Lokasi
4.1. Letak wilayah berada dalam
pusat keramaian memberi nilai
pada tanah dan bangunan
4.2.Tanah dan bangunan yang
berada pada suatu dataran
tinggi memberi perubahan
nilai tersendiri
4.3.Tanah dan bangunan dekat
pantai memiliki nilai tersendiri
No Butir
rxy
R tabel
Status
1
0.668
0.444
Sahih
2
0.921
0.444
Sahih
3
0.861
0.444
Sahih
4
0.911
0.444
Sahih
5
0.711
0.444
Sahih
6
0.783
0.444
Sahih
7
0.746
0.444
Sahih
8
0.807
0.444
Sahih
9
0.913
0.444
Sahih
10
0.868
0.444
Sahih
11
0.956
0.444
Sahih
12
0.978
0.444
Sahih
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
sehingga merubah nilainya
155
156
5
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
Fasilitas
5.1. Suatu daerah dekat tempat
pendidikan mempengaruhi
nilai tanah dan bangunan
5.2. Suatu daerah dekat pelayanan
kesehatan mempengaruhi nilai
tanah dan bangunan
5.3.Adanya taman bermain
mempengaruhi nilai tanah dan
bangunan pada kawasan
tersebut
5.4.Adanya pusat perbelanjaan
pada kawasan tersebut
mempengaruhi nilai tanah dan
bangunan
13
0.714
0.444
Sahih
14
0.762
0.444
Sahih
15
0.888
0.444
Sahih
16
0.823
0.444
Sahih
Dari hasil rekapitulasi hasil uji validitas faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah
dan bangunan antar variabel pada tabel 4.12 diatas dapat dilihat bahwa hampir semua
elemen (variabel) dinyatakan valid (sahih) dengan angka korelasi (r) lebih besar 0.444
(nilai r tabel).
Uji Reliabilitas (Keandalan)
Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa seluruh indikator dalam
variabel dinyatakan andal. Hal ini dapat dilihat pada kolom koefisien alpha, dimana
memiliki nilai () 0.60.
Rekapitulasi Hasil Uji Reliabilitas Faktor Perubah
Nilai Tanah dan Bangunan
Status
No Variabel Faktor-faktor Nilai
Koefisien
Cronbach
Alpha
Alpha
1 Kebutuhan Properti
0.7576
0.6000
Andal
2 Aksesibilitas
0.7758
0.6000
Andal
3 Topografi
0.6345
0.6000
Andal
4 Lokasi
0.9253
0.6000
Andal
5 Fasilitas
0.7876
0.6000
Andal
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa seluruh pernyataan (indikator) dalam tiap
elemen (variabel) dapat dikatakan andal dengan angka koefisien alpha lebih besar
dari angka Cronbach Alpha () sebesar 0.6.
Setelah dilakukan perhitungan manual, maka selanjutnya dilakukan perhitungan
dengan menggunakan program SPSS. Dari perhitungan dengan menggunakan
program tersebut, maka didapatkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
perubahan nilai tanah dan bangunan pada suatu properti berdasarkan urutan tingkat
korelasi dan signifikansinya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan nilai tanah dan bangunan
menurut urutan tingkat korelasi dan signifikansi
Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Nilai Tanah dan Bangunan (M. Ikhsan S)
No
1
2
3
4
5
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Nilai Tanah dan Bangunan
Variabel 4. Lokasi
Variabel 5. Fasilitas
Variabel 1. Kebutuhan Properti
Variabel 2. Aksesibilitas
Variabel 3. Topografi
Nilai Korelasi
Rata2x
0.8095
0.5227
0.5079
0.4989
0.4967
157
Nilai Signifikansi
0.000
0.000
0.001
0.000
0.000
KESIMPULAN
Dari analisa dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan :
1. Faktor yang paling mempengaruhi perubahan nilai tanah dan bangunan pada
suatu property adalah :

Faktor Lokasi ( R = 0,8  = 0,0 ) yang meliputi
 Letak wilayah berada dalam pusat keramaian memberi nilai pada tanah
dan bangunan (35.43%)
 Tanah dan bangunan yang berada pada suatu dataran tinggi memberi
perubahan nilai tersendiri (32.74%)
 Tanah dan bangunan dekat pantai memiliki nilai tersendiri sehingga
merubah nilainya (31.84%)
2. Faktor yang kurang mempengaruhi perubahan nilai tanah dan bangunan pada
suatu property adalah :

Faktor Topografi ( R = 0,49  = 0,0 ) yang meliputi
 Keadaan kontur tanah yang kurang rata memberi nilai tersendri
terhadap tanah tersebut (51.43%)
 Luas dan jenis tanah dan bangunan mempengaruhi nilai tanah dan
bangunan tersebut (48.57%)
Saran dan Rekomendasi
Dalam penelitian sejenis diharapkan melakukan wawancara dan kuesioner kepada
personil pada jajaran top management yang memiliki kemampuan dan pengetahuan
yang baik dalam penilaian properti dna juga perlu ditinjau background dari tiap-tiap
expert judgment tersebut sehingga didapatkan data-data yang relavan dan akurat.
Keberhasilan penelitian bergantung pada keakuratan data yang diperoleh.
Dapat dilanjutkan pada penelitian yang lebih spesifik baik pada kondisi tanah dan
bangunan, sehingga diharapkan didapatkan faktor-faktor yang lebih relevan di dalam
mempengaruhi nilai suatu tanah dan bangunan.
REFERENSI
Betts, R.M., Ely, S.J., 2001. Basic Real Estate Appraisal. Fith Edition. Dennis
McKenzien. Amerika Serikat.
Graaskamp, James A. 1978. The Appraisal of 25 N. Pinckey: A Demonstration Case
for Contemporary Appraisal Methods. Wisconsin.
Komite Penyusun SPI. 2002. Standart Penilaia Indonesia. Jakarta.
Mochtar, Indrasurya B. 1999. Cara Penulisan Laporan Teknik. Edisi Pertama. Jurusan
Teknik Sipil, FTSP, ITS. Surabaya.
Riduwan. 2002. Skala Pengkuran Variabel-variabel Penelitian. Alfabeta. Bandung.
158
NEUTRON, Vol.6, No.2, Agustus 2006: 137-154
Santoso, B. 2000. Realestat Indonesia. School of Real Estate. Jakarta.
Sidik, M. 2000. Model Penilaian Properti Berbagai Penggunaan Tanah di Indonesia.
Yayasan Bina Umat Sejahtera. Jakarta.
Singarimbun, M., Effendi, S. 1989. Metode Indonesia Survai. LP3ES. Jakarta.
Supriyanto, B. 2001. Pendidikan Penilaian Indonesia. Masyarakat Profesi Penilai
Indonesia. Jakarta.
Ventolo, W.L., dan Williams, M.R., 1990. Fundamental of Real Estate appraisal. 5th
Edition. Terry V. Grissom. Amerika Serikat.Amerika Serikat.
Fly UP