...

iv-1. diam bukan berarti setuju

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

iv-1. diam bukan berarti setuju
____________________________________________________________________________
KELUARGA SAMARA BERSAMA RADIO IMSA
Modul IV: MENGATASI MASALAH HUBUNGAN SUAMI/ISTRI
Topik 1: DIAM BUKAN BERARTI SETUJU
Dr. Agus Sofyan
____________________________________________________________________________
A. KOMUNIKASI ANTARA SUAMI DAN ISTRI:
Komunikasi antara suami dan istri merupakan hal mendasar yang harus
diupayakan dan dilakukan dengan baik agar kehidupan keluarga terhindar dari
masalah besar yang sulit atau terlambat untuk diatasi. Untuk komunikasi yang
baik dan lancar, kedua pihak harus berusaha untuk mempelajari dan mengerti
sifat dan karakter pasangannya secara khusus. Selain itu, kemauan untuk
memahami serta merubah kebiasaan yang buruk dalam komunikasi perlu
diupayakan oleh kedua belah pihak.
Secara umum, ada perbedaan cara berfikir dan berkomunikasi antara pria
(suami) dan wanita (istri). Perbedaan ini umumnya dipengaruhi oleh faktor
internal (dalam) seperti faktor perbedaan hormone dan genetis antara pria dan
wanita, dan faktor eksternal (luar) seperti lingkungan keluarga, adat istiadat,
teman, dan masyarakat setempat. Berdasarkan factor internal, wanita dan pria
memiliki 5 perbedaan utama dalam berkomunikasi:
1. Bicara: Dalam hal bicara atau mengungkapkan pendapat, pria relatif
lebih efisien dan sedikit bicara. Menurutnya, bicara harus digunakan untuk
maksud dan tujuan yang jelas. Pria pada umumnya berfikir bahwa pada
setiap pembicaraan harus ada masalah dan solusi yang jelas untuk
masalah tersebut. Sebaliknya, wanita lebih fokus pada mengungkapkan
perasaan hatinya. Menurutnya, bicara adalah kesempatan untuk berbagi
dan mengungkapkan perasaan antara dia dan teman bicara. Apabila
teman bicara tersebut adalah suaminya, maka bicara merupakan
kesempatan untuk meningkatankan keintiman dan berbagi perasaan
termasuk melepaskan perasaan negatif. Umumnya seorang wanita
menjadi “lega” setelah mengungkapkan perasaan tersebut dan tidak
terlalu perduli apakah berhasil memecahkan suatau masalah (solusi) atau
tidak.
1
2. Berapa banyak yang harus dibicarakan: Pria lebih mengutamakan
produktivitas dan efisiensi, termasuk dalam berbicara (berkomunikasi). Dia
terkadang “bingung” mengapa seorang wanita harus bicara begitu
banyak dan terkadang topik yang dibicarakan bukan merupakan hal
yang penting. Sebaliknya, wanita berbicara untuk mengungkapkan
fikirannya. Terkadang dia tidak sadar apakah kata-kata yang
diucapkannya merupakan poin penting atau tidak. Wanita sering tidak
tertuju pada menyelesaikan masalah ketika memulai pembicaraan tetapi
lebih kepada kebutuhan bahwa ada teman bicara yang mau
mendengarnya dan mengerti perasaannya.
3. Mendengar: Seorang pria terkondisikan untuk mendengar secara aktif.
Apabila seorang wanita berinisiatif memulai pembicaraan, maka pria
mengartikannya sebagai meminta saran atau pertolongan. Pria akan
berusaha mencari poin mana yang penting dan berguna untuk
memecahkan masalah. Sebaliknya, seorang wanita menganggap bahwa
berkomunikasi sudah merupakan solusi. Ketika dia mendengar teman
bicara, biasanya untuk mengtahaui apakah si teman bicara mengerti dan
memahami perasaannya atau tidak.
4. Ketika seorang wanita (istri) mempunyai masalah seperti merasa sedih dan
gundah gulana: Ketika bersedih atau mempunyai masalah, seorang
wanita (istri) akan “memuntahkan” perasaannya. Seorang istri sangat
mengharapkan suaminya untuk “sabar” mendengarkan ungkapan
kesedihan atau kekesalannya. Apabila suami menunjukkan dukungan dan
antusias mendengarkan keluh kesahnya, maka sang istri akan merasa
senang dan merasa diperhatikan dan dicintai. Biasanya istri tidak terlalu
peduli apakah ada solusi atau tidak terhadap penyebab kesedihan dan
kekesalannya. Sebaliknya, seorang pria (suami) ketika melihat istri dalam
keadaan sedih atau kesal, maka umumnya berusaha untuk mencari solusi
untuk memecahkan masalah yang membuat istrinya bersedih. Terkadang
sang suami mengambil kesimpulan sendiri atas apa yang dia dengar
secara literal, tidak sadar bahwa terkadang sang istri mengungkapkan
perasaan atau ungkapan kekesalannya bercampur dengan emosi dan
ungkapan yang berasal dari penilaian secara subyektif.
5. Ketika seorang pria (suami)mempunyai masalah: Ketika mempunyai
masalah, seorang pria biasanya akan menarik diri dan banyak diam
(“withdraw to his cave”). Dengan berdiam diri dan menarik diri tersebut,
seorang pria berusaha melupakan masalah tersebut untuk sementara
dengan banyak diam, menonton TV, membaca surat kabar, atau bermain
games. Sang suami mungkin akan menghindari percakapan dengan
istrinya, dan berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Bila sang istri
semakin banyak bertanya, biasanya sanag suami akan semakin berdiam
diri dan menyendiri. Namun apabila sang istri mencoba mengerti dan
suportif, maka sang suami akan menjadi lebih ringan menghadapi dan
menyelesaikan masalahnya, dan menjadi lebih stabil secara emosi, lebih
2
lembut dan mencintai istrinya. Sebaliknya, seorang istri apabila melihat
suaminya dalam keadaan sedih atau mempunyai masalah dan kemudian
berdiam diri, biasanya akan mengartikan bahwa suaminya diam karena
kesalahannya (sang istri) dan merasa bahawa dia telah kehilangan
suaminya. Biasanya sang istri secara instinktif akan mencoba membantu
suaminya dengan banyak bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan
yang bersifat menggurui mencari tahu penyebab masalah tersebut yang
terkadang sang suami enggan untuk mengungkapkannya. Sang istri
dapat membantu memecahkan masalah biasanya dengan memberikan
kesempatan kepada suami untuk memecahkan masalahnya sendiri.
Membiarkan suami untuk berdiam diri sesaat dan memberikan ruang dan
kesempatan kepadanya. Percaya bahwa sang suami dapat
menyelesaikan masalahnya, merupakan satu “hadiah” besar untuk
suaminya untuk mengatasi masalahnya. Biasanya sang suami akan
mengungkapkan masalahnya kepada sang istri apabila dia merasa tidak
mampu dan membutuhkan pertolongan istrinya untuk menyelesaikan
masalahnya.
B. DIAM BUKAN BERARTI SETUJU:
Setelah memahami beberapa perbedaan sifat pria dan wanita dalam berfikir
dan berkomunikasi, maka tugas suami dan istri adalah berusaha untuk
memahami sifat dan karakter pasangannya dan mengusahakan komunikasi
yang sebaik-baiknya. Terkadang diamnya suami atau istri tidak selalu harus
ditafsirkan bahwa sang suami atau istri setuju atau tidak setuju dengan kondisi,
permasalahan, atau solusi yang ditawarkan. Terkadang ada saat-saat di mana
sang suami atau istri mengambil sikap diam demi menghindari permasalahan
yang lebih besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa terkadang ”diam adalah
emas atau lebih baik” daripada berbicara tapi menyakitkan hati atau tidak
berguna sama sekali.
‫ "من كان‬:‫وعن أبي هريرة رضي هللا عنه عن النبي صلى هللا عليه وسلم قال‬
.))‫ أو ليصمت" ((متفق عليه‬،‫ فليقل خيرًا‬،‫يؤمن باهلل واليوم اآلخر‬
Abu Hurairah (May Allah be pleased with him) reported:
The Prophet (‫ )ﷺ‬said, "He who believes in Allah and the Last Day must either
speak good or remain silent." [Bukhari & Muslim].
Bahkan Rasulullah SAW membolehkan suami atau istri untuk berbohong demi
menjaga hubungan baik dan menyenangkan pasangan.
3
‫ت قَا َل َرسُو ُل ه‬
ْ َ‫ قَال‬،‫ت يَ ِزي َد‬
ُ‫هللاِ صلى هللا عليه وسلم " الَ يَ ِحلُّ ْال َك ِذب‬
ِ ‫َع ْن أَ ْس َما َء بِ ْن‬
ُ ‫ث ي َُحد‬
‫ب َو ْال َك ِذبُ لِيُصْ لِ َح‬
ٍ َ‫إِاله فِي ثَال‬
ِ ْ‫ضيَهَا َو ْال َك ِذبُ فِي ْال َحر‬
ِ ْ‫ِّث ال هر ُج ُل ا ْم َرأَتَهُ لِيُر‬
" ‫اس‬
ِ ‫بَي َْن النه‬
Asma bint Yazid narrated that the Messenger of Allah said:
"It is not lawful to lie except in three cases: Something the man tells his wife to
please her, to lie during war, and to lie in order to bring peace between the
people." (Jami` at-Tirmidhi 1939)
Namun kita harus berhati-hati menggunakan kebolehan ini. Artinya, tetap haram
hukumnya berbohong untuk hal-hal yang di larang seperti suami berbohong
mengenai uang yang digunakan untuk membeli hadiah untuk istri. Apabila uang
tersebut uang haram (korupsi), maka suami mendapat ”double” dosa karena
menggunakan uang haram dan berbohong pada istri walaupun bertujuan untuk
menyenangkannya. Berbuat baik (beramal) dengan harta haram, hukumnya
tetaplah haram.
Semoga Allah SWT memberkati perkawinan serta keluarga kita semua. Aamiin.
______________________________________________________________________________
©
Dr. Agus Sofyan
312 Indian Hill Drive
West Van Lear, KY 41268
Phone: 859-3969152
Email: [email protected]
©
______________________________________________________________________________
4
Fly UP