...

Bermodal Kursus Beromset Puluhan Juta

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Bermodal Kursus Beromset Puluhan Juta
120
DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN KELEMBAGAAN DITJEN PNFI DEPDIKNAS
Imam Kurniawan
Alumnus Kursus Program KWK Alpha Bank, Jogyakarta
Bermodal Kursus
Beromset Puluhan Juta
S
ekalipun telah mengantongi ijazah Sekolah
Teknik Menengah (STM) ternyata sulit bagi
Imam Kurniawan untuk mencari pekerjaan.
Buktinya ia sudah mencoba melamar pekerjaan
tapi tak kunjung diterima. Ratusan lamaran telah ia
sebar ke berbagai perusahaan. Tapi beeruntungan
belum juga berpihak. Tidak ada pilihan, Imampun
terpaksa menjadi pengangguran. Sehari-hari ia
hanya lontang lantung, bermain burung merpati
bersama teman-temanya. Imam sempat frustaasi
dengan masa depanya. Hampir empat tahun
lebih ia menjadi penggangguran.
Dengan bermodal
sekitar Rp. 10 juta
tersebut ia pergunakan
untuk membeli etalase
dan peralatan computer.
Selain itu modal
usaha itu juga untuk
menyewa tempat usaha
di Jalan Tasura No. 50 ,
Maguwoharjo, Sleman,
Yogyakarta.
Namun belakangan ada dari pihak LPK
Alpha Bank yang mendatangi rumah Ketua
Rukun Tetangga (RT) tempatnya tinggal di kota
Gede,Yogyakarta. Kebetulan saat itu ia sedang
bermain burung merpati tidak jauh dari rumah
ketua RT tersebut. Tanpa diduga, Imam di datangi
Lucas, petugas dari LPK Alfa bank. Ia mendapat
tawaran untuk mengukuti kursus gratis program
KWK di Alpha Bank.
Rupanya kesempatan kursus tersebut tidak
di sia-siakan oleh Imam. Apalagi program yang
dibuka untuk program kursus gratis adalah teknisi
computer. Singkat cerita, Imampun mengkuti
kursus di Alpa Bank dengan mengambil program
teknisi computer. Selama hampir tiga bulan Imam
dengan tekun mengikuti kursus. Imam mengaku
selama kursus ia banyak pengetahuan tentang
computer. Seperti memperoleh pengetahuan
mengenai sevis CPU,
monitor dan pelajar
mengenai sof ware. Selain mendapat pelajaran
secara teori, Imam juga mendapat pelajaran
KISAH SUKSES
PESERTA DIDIK / ALUMNI
LEMBAGA KURSUS
INDONESIA tahun 2009
praktek langsung. Tidak heran bila selama tiga bulan mengikuti kursus ia
mengetahui banyak mengenal mengenai teknisi computer. Padahal sebelumnya
Imam mengaku tidak mengetahui mengenai computer. Bahkan mengoperasional
computer saja ia tidak tahu.
Keberuntungan Imam tidak sampai disitu saja. Selah selesai menempuh
kursus selama tiga bulan, Imam bersama tiga rekannya, mendapat pengumuman
bantuan dana Rp. 10 juta untuk membuka usaha. Modal itu bantuan dari Alpha
Bank dan Dinas Pendidikan. Mendengar kabar itu Imam mengaku sangat senang
sekali. Selanjutnya Imam bersama tiga rekannya yang juga peserta kursus gratis
program KWK itu membuat rencana usaha. Setelah melakukan analisa usaha
diputuskan untuk membuka usaha jual beli dan servis computer. Sebab dalam
pandangan Imam,di daerah Sleman masih jarang sekali toko computer.
Dengan bermodal sekitar Rp. 10 juta tersebut ia pergunakan untuk membeli
etalase dan peralatan computer. Selain itu modal usaha itu juga untuk menyewa
tempat usaha di Jalan Tasura No. 50 , Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Tidak bisa dipungkiri mengawali membuka usaha tentu tidak mudah. Itu
pula yang dialami Imam yang mengaku mengawali usahannya dengan penuh
keprihatinan. Bahkan enam bulan pertama Imam mengaku tidak mendapatkan
keuntungan sedikitpun. Bahkan ia harus menombok. Maklum saat itu memang
tempat usahanya memang masih sepi. Sudah begitu orang juga belum banyak
yang tahu. Imam mengaku baru memperoleh keuntungan di bulan kedelapan
sejak ia membuka usahanya. Hingga akhirnya Toko computer Kwardan
menawarkan untuk join dengan menambah modal ke Kahayun Computer.
Sekalipunbegitu tokonya juga masih terlihat sepi.
Imam tidak menyerah. Siang dan malam ia bersama tiga rekanya terus
berpikir bagaimana memajukan toko komputernya. Hingga suatu ketika Imam
mendapat kenalan seorang teknisi service Mainboard. Dari rekanya itulah ia
mendapat ilmu mensevise mainbord rusak. Dengan bermodal pengetahuan
itulah ia melihat ada peluang untuk membuka spesialis servis mainbord di
tokonya .
Nah, dengan asumsi itu Imam segera membuka layanan jasa servis mainbord
dan VGA. Untuk memperkenalkan toko dan layanan jasanya, ia pun membuat
brosur yang disebar di seluruh kota Yogyakarta. Selain itu Imam juga beriklan
di internet. Jasa yang ditawarkan adalah servise mainboard dan VGA. Alhasil,
banyak toko computer di Yogyakarta yang melirik ke Kahayun Komputer.
Rupanya laju usaha Imam terus berkembang. Apalagi diYogyakarta yang
membuka usaha jasa sevice mainbord relative langka. Tidak heran banyak toko
computer di Yogyakarta yang membeli mainbord bekas ke tokonya. Tiap bulan
pendapatannya terus bertambah. Hingga kini omset penjualanya bisa mencapai
Rp. 50 juta. Itu belum termasuk pemasukan dari jasa servis computer. Dengan
begitu keuntungan bersih yang diperoleh tiap bulan bisa mencapai Rp. 6 juta.
Tidak heran bila kini Imam telah memilki karyawan. Kedepan Imam juga
berencana untukmembuka cabang di deerah Glaga Sari. Bahkan awal tahun 2010
nanti Imam sudah mulai membuka cabangnya dibawah manajemen Kahayun
Komputer.
121
Fly UP