...

nilai akidah tokoh utama novel bulan terbelah di langit amerika

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

nilai akidah tokoh utama novel bulan terbelah di langit amerika
NILAI AKIDAH TOKOH UTAMA
NOVEL BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA
KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA DAN
SKENARIO PEMBELAJARANNYA
DI KELAS XI SMA
Oleh: Prayudi Nursodik
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Purworejo
[email protected]
ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur
intrinsik novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga
Almahendra; (2) nilai akidah tokoh utama novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya
Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, (3) skenario pembelajaran novel Bulan
Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra di kelas
XI SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Artinya, penulis membahas dan mengkaji novel tidak menggunakan angka, tetapi
menekankan pada deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur
intrinsik novel Bulan Terbelah di Langit Amerika saling berkaitan dan menyatu dengan
nilai akidah yang terdapat di dalamnya; (2) nilai akidah novel Bulan Terbelah di Langit
Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra mencakup tiga aspek
meliputi: (a) wujud rukun iman, (b) wujud syariah (ibadah), (c) wujud akhlak (budi
pekerti); dan (3) skenario pembelajaran novel Bulan Terbelah di Langit Amerika karya
Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra terdiri dari enam langkah meliputi: (a)
pelacakan; pendahuluan; (b) penentuan sikap praktis; (c) introduksi; (d) penyajian; (e)
diskusi; dan (f) pengukuhan.
Kata kunci: Nilai akidah novel, skenario pembelajaran.
PENDAHULUAN
Sastra merupakan sebuah karya fiksi yang diciptakan oleh seseorang
untuk menyampaikan sebuah gagasan pemikirannya. Menurut Teew (2015: 20),
kata sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sanskerta akhir kata hsdalam kata kerja turunan yang berarti mengarahkan, mengajar, memberi
petunjuk atau intruksi. Akhiran –tra biasanya menunjukan alat atau sarana.
Sastra dapat berarti alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku intruksi, atau
pengajaran. Sastra juga hasil dari suatu kreativitas yang memadukan unsur
estetika dan komunikatif. Sastra juga bisa dikatakan sebagai cerminan dari
sebuah masyarakat yang menggambarkan sebuah kebudayaaan yang saling
mengisi dengan kehidupan manusia. Sastra
lahir
dari
permasalahan-
permasalahan yang ada di dalam masyarakat baik masalah politik, budaya,
ekonomi, agama, atau manusia itu sendiri sebagai alat untuk memberikan
pengajaran bagi pembacanya. Stanton mengatakan bahwa novel merupakan
sebuah karya fiksi yang di dalamnya mengandung berbagai episode (Sugihastuti
dan Al-Irsyad, 2012: 98). Menurut Abrams, fiksi pertama-tama menyaran pada
prosa naratif, dalam hal ini adalah novel dan cerpen, bahkan kemudian fiksi
sering dianggap bersinonim dengan novel (Nurgiyantoro, 2012: 4). Oleh karena
itu, dapat disimpulkan bahwa novel adalah karya sastra fiksi berbentuk naratif
yang di dalamnya terdiri dari berbagai episode yang menceritakan tentang
jalannya kehidupan serta konflik-konflik yang dialami tokoh-tokohnya dikisahkan
dengan imajinatif pengarang.
Istilah aqidah dalam bahasa Arab (dalam bahasa Indonesia
ditulis
akidah) adalah ikatan, sangkutan (Ali, 2013: 199). Menurut Hasan al-Banna,
akidah adalah beberapa perkara yang wajib diyakini kenebarannya oleh hati,
mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak bercampur
sedikit pun dengan keragu-raguan (Ilyas, 2010: 1). Nilai akidah secara kongkrit di
dalam penelitian ini yang menjadi persoalan pokok meliputi: nilai rukun iman,
nilai syariah (ibadah),dan nilai akhlak (budi pekerti). Ketiga hal ini merupakan
bentuk dari akidah langsung. Dikatakan langsung karena berhubungan erat
dengan bagaimana suatu nilai ketakwaan manusia terhadap Tuhan, terhadap
sesama manusia, dan dirinya sendiri termasuk di dalamnya bagaimana sikap dan
tindakan yang dilakukan terhadap-Nya dengan hati yang tulus. Maksud hati di
sini adalah tempat watak primordial suci dan kecenderungan batin yang
beragam, kecenderungan berunsur cinta atau kebencian, sarang hidayah, iman,
pengetahuan, kehendak, dan kendali (Marliany dan Asiyah, 2015: 53).
Peneliti lebih membatasi pada nilai akidah yang terkandung dalam novel
Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga
Almahendra. Dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika ini terdapat nilai
akidah yang meliputi: nilai pendidikan akidah (keimanan), syariah (ibadah), dan
akhlak (budi pekerti).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian deskripstif kualitatif. Objek penelitian ini
adalah teks novel yang berjudul Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum
Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Fokus penelitian kualitatif dapat
disamakan dengan batasan masalah (Sugiyono, 2013: 285). Fokus penelitian ini
adalah nilai akidah tokoh utama dalam novel Bulan Terbelah di Langit Amerika
karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, serta skenario
pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data berupa novel Bulan Terbelah di
Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Instrumen
yang digunakan dalam penelitian ini adalah penulis sendiri selaku peneliti,
dengan bantuan kartu pencatat data. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah metode observasi (Arikunto, 2010: 265). Teknik analisis data dalam
penelitian ini dilakukan secara content analysis (analisis isi) (Ismawati, 2011: 81).
Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal (Sudaryanto,
1993: 145).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data penelitian unsur intrinsik novel Bulan Terbelah di Langit Amerika
karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra berupa kutipan cerita,
tetapi berupa nomor halaman sumber kutipan itu dalam novel Bulan Terbelah di
Langit Amerika. Kutipan dipaparkan pada subbab pembahasan data. Pada tabel
di bawah ini disajikan data unsur intrinsik novel Bulan Terbelah di Langit
Amerika.
No
Tabel 1
Unsur Intrinsik Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika Karya Hanum
Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
Unsur Pembentuk Karya Sastra
Penyajian Data
1.
Tema
2.
Tokoh
45, 47, 177, 115, 119, 153.
43, 260, 57, 64, 65, 35, 167,
Penokohan
181, 37, 39, 162, 163, 154, 229,
213, 214.
3.
4.
5.
Alur
a. Tahap Penyituasian
20
b. Tahap Pemunculan Konflik
44,45,47
c. Tahap Peningkatan Konflik
80
d. Tahap Klimaks
105
e. Tahap Penyelesaian
250
Latar
a. Latar Tempat
20, 60, 68, 199, 137, 269
b. Latar Waktu
37, 53, 244, 187, 46.
c. Latar Sosial
113, 196.
Amanat
162.
Dalam analisis nilai akidah tokoh utama novel Bulan Terbelah di Langit
Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, penulis
menyajikan nilai akidah yang berpedoman pada tiga aspek, yaitu: rukun iman
(iman kepada Allah, iman kepada Malaikat, iman kepada kitab, iman kepada Nabi
dan Rasul, iman kepada hari akhir, dan iman kepada takdir), syariah
(mengerjakan salat, membaca Alquran, dan berzikir kepada Allah), dan akhlak
(sabar, ikhlas, optimis, bersyukur, berbakti kepada orang tua, memberi salam,
dan tolng menolong). Data mengenai nilai akidah tokoh utama novel Bulan
Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
disajikan dalam tabel di bawah ini.
Tabel 2
Nilai Akidah Tokoh Utama dalam Novel Bulan Terbelah di Langit Amerika
Karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
No.
Nilai Religius
Penyajian Data
1.
Wujud Rukun Iman
a. Iman Kepada Allah
3.
168, 182, 201, 208.
b. Iman Kepada Malaikat
116, 123.
c. Iman Kepada Kitab
287, 322, 161
d. Iman Kepad Nabi dan Rasul
315, 322, 206
e. Iman Kepada Hari Akhir
176,252
f. Iman Kepada Takdir
2.
319, 26, 251, 307, 323,
151, 50, 313, 322, 184,
252, 299
Wujud Syariah (Ibadah)
a. Mengerjakan Salat
41, 39, 40.
b. Membaca Alquran
162, 207
c. Berzikir Kepada Allah
41, 105, 123.
Wujud Akhlak (Budi Pekerti)
a. Sabar
228, 37, 47, 89, 111, 116.
b. Ikhlas
51, 120.
c. Optimis
116, 109, 113, 139, 211,
231.
d. Bersyukur
184, 232, 308.
e. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua
178. 156, 163.
f. Memberi Salam
120, 119.
g. Tolong Menolong
39, 219.
Skenario pembelajaran nilai akidah novel Bulan Terbelah di Langit
Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra dalam
pembelajaran sastra di kelas XI SMA menggunakan strategi sastra yang dibagi
menjadi tiga tahap, yaitu: (a) tahap penjelajahan; (b) tahap interpretasi; dan (c)
tahap rekreasi. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab diskusi,
dan pemberian tugas. Sumber belajar yang dipakai adalah hasil karya sastra atau
novel, buku pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA, buku-buku tentang
sastra, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Skenario pembelajaran nilai akidah
tokoh utama pada novel Bulan Terbelah di Langit Amerika terdiri atas enam
langkah, yaitu: (a) pelacakan pendahuluan, (penentuan sikap praktis), (c)
introduksi, (d) penyajian, (e) diskusi, dan (f) pengukuhan. Evalusai yang
digunakan dalam pembelajaran novel Bulan Terbelah di Langit Amerika secara
tertulis dengan menggunakan tes esai.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap novel Bulan
Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra,
dapat disimpulkan bahwa unsur intrinsik novel Bulan Terbelah di Langit Amerika
karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra meliputi: (a) tema, (b)
tokoh, (c) alur (d), dan (e) amanat. Nilai akidah tokoh utama dalam novel Bulan
Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra
mencakup tiga aspek meliputi: (a) wujud rukun iman, yaitu: iman kepada Allah,
iman kepada Malaikat, iman kepada Kitab, iman kepada Nabi dan Rasul, iman
kepada hari akhir, dan iman kepada takdir; (b) wujud syariah/ibadah, yaitu:
mengerjakan salat, membaca Alquran, dan berzikir kepada Allah; dan (c) wujud
akhlak, yaitu: sabar, ikhlas, optimis, bersyukur, berbakti kepada orang tua,
memberi salam, dan tolong menolong.
Skenario pembelajaran nilai akidah pada novel Bulan Terbelah di Langit
Amerika karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra menggunakan
strategi sastra yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: (a) tahap penjelajahan; (b)
tahap interpretasi; dan (c) tahap rekreasi. Skenario pembelajaran tersebut
berkaitan langsung dengan Kompetensi Dasar dari pembelajaran sastra kelas XI
SMA yang menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia yang
terdapat pada silabus.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis memiliki saran, yaitu : (a)
bagi guru, diharapkan dapat mendidik siswa melalui sastra sehingga menumbuhkan rasa semangat dan rasa cinta terhadap pembelajaran khususnya novel; (b)
bagi siswa, diharapkan dapat mengambil pelajaran mengenai akidah untuk diterapkan pada kehidupan sehari-hari pada siswa; dan (c) bagi pembaca diharapkan
dapat memberikan pengetahuan mengenai pembelajaran sastra di SMA.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta.
Daud Ali, Muhammad. 2013. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT Rajagrafindo
Persada.
Ismawati, Esti. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra.
Surakarta: Yuma Pustaka.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Penilaian Pembelajaran
Kompetensi. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Bahasa
Berbasis
Stanton, Robert. 2012. Teori Fiksi. (Terjemahan: Sugihastuti dan Rossi Abi Al
Irsyad). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Duta
Wacana University Press.
Sugiyono. 2013. Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
Teew, A. 2015. Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: PT Dunia Pustaka Jaya.
Yanuar, Ilyas. 2010. Kuliah Aqidah Islam. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan
Pengamatan Islam.
Fly UP