...

Document

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Description

Transcript

Document
ABSTRAK
Wiwik Ariyani: Konsep Jihad dalam Menyikapi Kebijakan Politik Luar Negeri Amerika
Serikat terhadap Islam (Studi Kasus Pandangan Persatuan Islam (Persis)
Jl. Viaduct Bandung).
Jihad merupakan bagian terpenting dari ajaran Islam, memahami dan mendudukan
Jihad yang benar menurut Al-Quran dan As-Sunah adalah sangat penting. Jihad hubungannya
bukan hanya masalah individu akan tetapi melibatkan orang lain, terutama orang di luar
Islam. Sehingga ketika Jihad salah dipahami maka akan banyak merugikan kehidupan orang
lain, begitupun akan mencoreng keagungan ajaran Islam itu sendiri. Data yang ditemukan
bahwa Islam sekarang dalam keadaan lemah, baik secara ekonomi atau dari segi pertahanan,
walaupun pada hakikatnya umat Islam sangatlah banyak jumlahnya. Dalam keadaan ini, Islam
pun dijajah dan disudutkan oleh berbagai pihak, terutama oleh Negara Adidaya Amerika yang
kerap mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang sangat merugikan umat Islam. Sebagai akibat,
terjadilah pengeboman yang dilakukan oleh umat Islam di berbagai tempat di Indonesia.
Tentunya hal tersebut sangatlah merugikan bangsa Indonesia itu sendiri. Cara pengeboman
tersebut menandakan adanya pembenaran tentang konsep Jihad bagi sebagian kelompok umat
Islam. Hal inilah yang menjadi inti dari penelitian skripsi ini dengan objek penelitian
Organisasi Persatuan Islam (Persis), sebagai salah satu organisasi tertua di Indonesia.
Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, mengetahui pengertian "Jihad" menurut Islam
khususnya menurut Persis. Kedua, mengetahui langkah-langkah umat Islam dalam
menghadapi Islam Fobia. Ketiga, mengetahui konsep Jihad menurut pandangan Persis dalam
menyikapi kebijakan Politik Luar Negeri Amerika Serikat terhadap Islam.
Sebagian kalangan umat Islam memahami Jihad sebagai penghalalan untuk
membunuh atau memerangi siapa saja di luar Islam. Dengan pengertian bahwa Jihad hanya
mempunyai pengertian perang, dan perang dalam Islam ada disebabkan kekafiran bukan
sebagai pertahanan atau perlawanan ketika diperangi oleh orang-orang di luar Islam. Dengan
ini maka perlu kiranya redefinisi ulang masalah Jihad sehingga dalam pengamalannya akan
sesuai dengan tujuan disyariatkan Jihad tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode fenomenologi, yaitu
menekankan pada kenyataan-kenyataan obyektif dan kenyataan-kenyataan subyektif yang
eksistensinya nyata dan dirasakan ada oleh Persatuan Islam. Data primer ini didapat dari
lapangan baik dari hasil observasi maupun wawancara dengan informan secara langsung yaitu
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) K.H. Drs. Shiddiq Amien, MBA., serta
pihak-pihak terkait di dalamnya, sedangkan sumber data sekunder ini berasal dari bahan
pustaka seperti buku-buku, majalah-majalah, surat kabar serta literatur lainnya yang
berhubungan dengan permasalahan yang diteliti.
Hasil analisis penelitian ini adalah pengertian Jihad menurut Persis adalah dengan
bersungguh-sungguh dalam mengarah harta dan jiwa dalam mencari ilmu, menahan hawa
nafsu melalui tarbiyah, melawan setan dengan cara mengikhlaskan hati, membedakan mana
yang diperintahkan dan mana yang harus dijauhi, melawan kemiskinan, serta Jihad dalam
memerangi kaum kafir jika mereka memerangi. Langkah-langkah umat Islam dalam
menghadapi Islam Fobia menurut Persis, yaitu menyerukan umat Islam agar menghadapinya
dengan cara berdakwah dan memperkuat keilmuan umat Islam agar tidak terpengaruh oleh
isu-isu yang dikeluarkan Barat yang menghina dan melemahkan Islam, agar dapat membantah
pendapat-pendapat mereka. Adapun konsep Jihad menurut pandangan Persis adalah melawan
dengan senjata menjajah, "bom syahid" sebagai perlawanan terakhir, gerakan Boikot Produk
Amerika melalui ceramah agama, serta menyatukan negara-negara OKI di PBB dan
bersatunya umat Islam di seluruh dunia.
Fly UP