...

APA YANG Sebenarnya ALKITAB AJARKAN?

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

APA YANG Sebenarnya ALKITAB AJARKAN?
ALKITAB AJARKAN—CETAKAN BESAR
APA YANG
Sebenarnya
ALKITAB
AJARKAN?
Edisi Cetakan Besar
bhlp-IN
APA YANG
Sebenarnya
ALKITAB AJARKAN?
Edisi Cetakan Besar
BUKU INI MILIK
5 2009
Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
Hak Cipta Dilindungi
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
—Cetakan Besar
PENERBIT
Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia
Jakarta, Indonesia
Cetakan 2012
Publikasi ini tidak diperjualbelikan, dan disediakan
sebagai bagian dari pekerjaan pendidikan Alkitab sedunia
yang ditunjang oleh sumbangan sukarela.
Kecuali disebutkan sumbernya, semua kutipan ayat
diambil dari Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.
What Does the Bible Really Teach?
—Large Print
Indonesian (bhlp-IN)
Made in Japan
Dibuat di Jepang
DAFTAR ISI
PASAL
HALAMAN
Inikah Maksud-tujuan Allah?
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
1. Apa Kebenaran tentang Allah?
2. Alkitab—Buku dari Allah
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
3. Apa Maksud-tujuan Allah bagi Bumi?
4. Siapakah Yesus Kristus?
4
8
21
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
31
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
44
5. Tebusan—Pemberian Allah yang
Paling Berharga 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 57
6. Di Manakah Orang Mati?
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
70
7. Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta
yang Telah Meninggal 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 82
8. Apakah Kerajaan Allah Itu?
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
95
9. Apakah Kita Hidup pada
”Hari-Hari Terakhir”? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 109
10. Makhluk-Makhluk Roh
—Pengaruhnya atas Kita
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
11. Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
9 9 9 9 9 9 9 9
121
133
12. Menempuh Kehidupan yang
Menyenangkan Allah 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 145
13. Pandangan Allah tentang Kehidupan 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 158
14. Cara Membina Keluarga Bahagia
15. Ibadat yang Allah Perkenan
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
170
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
184
PASAL
HALAMAN
16. Berpautlah pada Ibadat Sejati
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
17. Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
9 9 9 9 9 9 9 9
197
209
18. Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah 9 9 9 9 9 9 222
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
235
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
247
19. Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
Apendiks
Inikah Maksud-Tujuan Allah?
BACALAH surat kabar mana saja. Lihatlah di televisi,
atau dengarkan radio. Ada begitu banyak berita tentang kejahatan, perang, dan terorisme! Pikirkan problem
Anda sendiri. Mungkin penyakit atau kematian orang
yang Anda cintai membuat Anda sangat sedih. Anda
mungkin merasa seperti Ayub, pria yang baik itu, yang
mengatakan bahwa ia ”jenuh dengan penderitaan”.
—Ayub 10:15.
Bertanyalah kepada diri sendiri:
ˇ Inikah maksud-tujuan Allah bagi saya dan bagi semua
orang?
ˇ Di manakah saya bisa mendapatkan bantuan untuk
mengatasi problem-problem saya?
ˇ Adakah harapan bahwa kita akan menikmati kedamaian
di bumi?
Alkitab memberikan jawaban yang memuaskan untuk
pertanyaan-pertanyaan itu.
4
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
ALKITAB MENGAJARKAN BAHWA
ALLAH AKAN MEMBUAT PERUBAHAN
SEPERTI INI DI BUMI
”Ia akan menghapus segala air mata
dari mata mereka, dan kematian
tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi
perkabungan atau jeritan atau rasa sakit.”
—Penyingkapan (Wahyu) 21:4
”Orang timpang akan berjalan mendaki
seperti rusa jantan.”—Yesaya 35:6
”Mata orang buta akan terbuka.”—Yesaya 35:5
”Semua orang yang di dalam makam peringatan
akan . . . keluar.”—Yohanes 5:28, 29
”Tidak ada penghuni yang akan mengatakan,
’Aku sakit.’ ”—Yesaya 33:24
”Akan ada banyak biji-bijian di bumi.”
—Mazmur 72:16
Inikah Maksud-Tujuan Allah?
5
DAPATKAN MANFAAT DARI
APA YANG ALKITAB AJARKAN
Jangan cepat-cepat menganggap bahwa apa yang dikemukakan pada halaman-halaman tadi hanya impian belaka.
Allah berjanji akan mewujudkan hal-hal itu, dan Alkitab
menjelaskan bagaimana Ia akan melakukannya.
Tetapi bukan itu saja. Alkitab memberikan kuncinya agar
Anda dapat menikmati kehidupan yang benar-benar memuaskan sekarang juga. Pikirkan sejenak problem dan
kesusahan Anda sendiri, yang mungkin mencakup masalah
keuangan, problem keluarga, merosotnya kesehatan, atau kematian orang yang Anda cintai. Alkitab dapat membantu
Anda mengatasi problem-problem yang ada dewasa ini dan
dapat memberikan kelegaan dengan menjawab pertanyaanpertanyaan seperti ini:
ˇ Mengapa kita menderita?
ˇ Bagaimana kita dapat mengatasi problem kehidupan?
ˇ Bagaimana caranya membuat kehidupan keluarga kita
lebih bahagia?
ˇ Bagaimana keadaan kita setelah kita mati?
ˇ Bisakah kita bertemu lagi dengan orang-orang yang kita
cintai yang sudah mati?
ˇ Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah akan
memenuhi janji-Nya untuk masa depan?
Jika Anda sedang membaca buku ini, berarti Anda ingin
mengetahui apa yang Alkitab ajarkan. Buku ini akan membantu Anda. Perhatikan bahwa ada pertanyaan-pertanyaan
6
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
di bagian bawah halaman untuk setiap paragraf. Jutaan orang menyukai metode tanya-jawab seperti ini sewaktu
membahas Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Kami harap
Anda akan menyukainya juga. Semoga Allah memberkati
Anda seraya Anda merasakan betapa menyenangkan dan memuaskannya belajar apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan!
KENALILAH ISI ALKITAB ANDA
ALKITAB terdiri dari 66 buku dan surat. Buku-buku itu
dibagi menjadi pasal dan ayat untuk memudahkan kita
menemukan keterangan yang diinginkan. Apabila suatu
ayat disebutkan dalam buku ini, angka pertama setelah
nama buku atau surat dalam Alkitab menunjukkan pasal, dan angka berikutnya memaksudkan ayatnya. Contohnya, ”2 Timotius 3:16” memaksudkan surat kedua kepada
Timotius, pasal 3, ayat 16.
Anda akan cepat mengenal baik isi Alkitab dengan
membuka ayat-ayat yang disebutkan dalam buku ini. Selain itu, bagaimana kalau Anda memulai suatu program
pembacaan Alkitab setiap hari? Dengan membaca tiga
sampai lima pasal sehari, Anda dapat membaca seluruh
Alkitab dalam waktu satu tahun.
Inikah Maksud-Tujuan Allah?
7
PASAL SATU
Apa Kebenaran tentang Allah?
Apakah Allah benar-benar memperhatikan Anda?
Seperti apakah Allah itu? Apakah Ia mempunyai nama?
Mungkinkah untuk mendekat kepada Allah?
PERNAHKAH Anda memperhatikan bahwa anak-anak
banyak bertanya? Anak-anak mulai bertanya segera setelah
mereka dapat berbicara. Dengan mata yang terbuka lebar
dan penuh rasa ingin tahu, mereka menatap Anda dan menanyakan hal-hal seperti: Mengapa langit itu biru? Bintang
dibuat dari apa? Siapa yang mengajar burung bernyanyi?
Anda mungkin berupaya menjawab sebisa-bisanya, tetapi
itu tidak selalu mudah. Jawaban yang paling baik pun malah menimbulkan pertanyaan lain lagi: Kenapa?
2 Bukan hanya anak-anak yang suka bertanya. Seraya bertumbuh dewasa, kita pun terus bertanya, misalnya untuk
mengetahui arah jalan, bahaya yang harus dihindari, atau
untuk memuaskan rasa ingin tahu kita. Tetapi, banyak
orang tampaknya tidak mau bertanya lagi, terutama mengenai hal-hal yang paling penting. Malahan, mereka sudah tidak mau tahu lagi jawabannya.
1, 2. Mengapa sering kali kita perlu bertanya?
8
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
3
Pikirkan pertanyaan pada sampul buku ini, dalam pra-
kata, atau pada awal pasal ini. Itu adalah beberapa hal terpenting yang dapat Anda tanyakan. Namun, banyak orang
tidak mau lagi mencari jawabannya. Mengapa? Apakah Alkitab memang punya jawabannya? Ada yang merasa bahwa
jawaban Alkitab terlalu sulit dimengerti. Yang lain khawatir bahwa kalau mereka bertanya, mereka malah akan dipermalukan. Dan, ada yang menilai bahwa pertanyaanpertanyaan seperti itu hanya dapat dijawab oleh para
pemimpin dan guru agama. Bagaimana dengan Anda?
4
Kemungkinan besar, Anda ingin mendapat jawaban
atas pertanyaan-pertanyaan yang paling penting dalam kehidupan yang mungkin pernah Anda ajukan, misalnya,
’Apa tujuan hidup ini? Begini sajakah hidup ini? Seperti
apakah sebenarnya Allah itu?’ Bertanya seperti itu sungguh bagus, dan jangan sekali-kali menyerah sebelum Anda
mendapatkan jawaban yang memuaskan dan dapat dipercaya. Guru yang terkenal, Yesus Kristus, mengatakan, ”Teruslah minta [tanya], dan itu akan diberikan kepadamu; teruslah cari, dan kamu akan menemukan; teruslah ketuk,
dan itu akan dibukakan bagimu.”—Matius 7:7.
3. Mengapa banyak orang tidak mau lagi mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang paling penting?
4, 5. B eberapa pertanyaan terpenting apa dalam kehidupan yang dapat
kita ajukan, dan mengapa hendaknya kita mencari jawabannya?
Apa Kebenaran tentang Allah?
9
5
Jika Anda ’terus mencari’ jawaban atas pertanyaan-per-
tanyaan penting itu, Anda akan merasakan betapa besar
manfaatnya. (Amsal 2:1-5) Tidak soal apa kata orang lain,
jawabannya ada, dan Anda dapat menemukannya—dalam
Alkitab. Jawabannya tidak terlalu sulit dimengerti, malah
memberikan harapan serta sukacita, dan juga dapat membantu Anda menikmati kehidupan yang memuaskan, bahkan sekarang. Pertama-tama, mari kita bahas satu pertanyaan yang meresahkan banyak orang.
APAKAH ALLAH TIDAK PEDULI DAN
TIDAK BERPERASAAN?
6
Banyak orang mengira jawabannya adalah ya. Mere-
ka berpikir, ’Andaikata Allah peduli, dunia pasti tidak
akan seperti ini.’ Di mana-mana kita melihat perang, kebencian, dan kesengsaraan. Selain itu, kita sendiri bisa jatuh sakit, menderita, berduka karena orang yang kita cintai
meninggal. Karena itu, banyak orang mengatakan, ’Andaikata Allah memperhatikan diri kita dan problem kita, tidakkah Ia akan mencegah hal-hal itu?’
7
Lebih buruk lagi, para guru agama kadang-kadang
6. Mengapa banyak orang berpikir bahwa Allah tidak peduli terhadap
penderitaan manusia?
7. (a) Bagaimana para guru agama membuat banyak orang berpikir
bahwa Allah tidak berperasaan? (b) Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang cobaan yang mungkin kita alami?
10
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
membuat orang berpikir bahwa Allah tidak berperasaan.
Bagaimana mungkin? Apabila ada musibah, mereka mengatakan bahwa itu adalah kehendak Allah. Sebenarnya,
guru-guru itu menyalahkan Allah atas hal-hal buruk yang
terjadi. Apa betul Allah seperti itu? Apa yang sebenarnya
Alkitab ajarkan? Yakobus 1:13 menjawab, ”Apabila mengalami cobaan, janganlah seorang pun mengatakan, ’Aku sedang dicobai Allah.’ Karena sehubungan dengan hal-hal
yang jahat Allah tidak dapat dicobai dan dia juga tidak
mencobai siapa pun.” Jadi, Allah sama sekali bukan sumber kefasikan yang Anda lihat di mana-mana. (Ayub 34:1012) Memang, Ia membiarkan hal-hal buruk terjadi. Tetapi,
membiarkan sesuatu terjadi sangat berbeda dengan menyebabkan hal itu terjadi.
8
Misalnya, ada seorang ayah yang bijaksana dan penya-
yang. Ia mempunyai putra yang sudah dewasa yang masih
tinggal bersamanya. Ketika putra itu melawan orang tuanya dan memutuskan untuk pergi dari rumah, sang ayah
tidak menghalanginya. Kemudian, putra itu menempuh kehidupan yang bejat dan mengalami kesusahan. Apakah
sang ayah yang menyebabkan kesusahan putranya? Tidak.
8, 9. (a) B erikan perumpamaan yang menggambarkan perbedaan antara membiarkan dan menyebabkan timbulnya kefasikan. (b) Mengapa
kita tidak patut mengkritik keputusan Allah untuk membiarkan manusia menempuh jalan hidup yang sesat?
Apa Kebenaran tentang Allah?
11
(Lukas 15:11-13) Demikian pula, Allah tidak menghalangi
manusia sewaktu mereka memilih jalan hidup yang sesat,
meskipun begitu Dia bukan penyebab problem-problem
yang timbul. Jadi, tentu saja tidak patut untuk menyalahkan Allah atas semua kesusahan umat manusia.
9
Allah mempunyai alasan yang kuat untuk membiarkan
manusia menempuh kehidupan yang sesat. Sebagai Pencipta kita yang bijaksana dan berkuasa, Ia tidak perlu menjelaskan alasannya kepada kita. Tetapi karena kasih, Allah
memberikan penjelasannya. Anda akan mengetahui lebih
banyak tentang hal itu di Pasal 11. Tetapi, yakinlah bahwa
Allah tidak bertanggung jawab atas problem-problem yang
kita hadapi. Sebaliknya, Ia memberi kita harapan terbaik bahwa problem-problem itu akan diselesaikan!—Yesaya 33:2.
10
Selanjutnya, Allah itu kudus. (Yesaya 6:3) Itu berarti
Ia tidak bernoda, bersih. Tidak ada sedikit pun hal buruk
pada diri-Nya. Maka, kita dapat percaya sepenuhnya kepada-Nya. Tetapi, kita tidak dapat mengatakan hal yang sama
tentang manusia, yang kadang-kadang menyeleweng. Bahkan penguasa manusia yang paling jujur pun sering tidak
berdaya untuk memperbaiki kerusakan akibat perbuatan
10. Mengapa kita dapat percaya bahwa Allah akan memperbaiki semua
dampak kefasikan?
12
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
orang-orang jahat. Tetapi, Allah itu mahakuasa. Ia dapat
dan akan memperbaiki semua hal buruk yang diderita manusia akibat kejahatan mereka. Pada waktu Allah bertindak, kejahatan akan lenyap untuk selama-lamanya!—Mazmur 37:9-11.
BAGAIMANA PERASAAN ALLAH TERHADAP
KETIDAKADILAN YANG KITA HADAPI?
11
Sementara itu, bagaimana perasaan Allah terhadap
hal-hal yang terjadi di dunia dan di dalam kehidupan
Anda? Nah, Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah
”pencinta keadilan”. (Mazmur 37:28) Maka, Ia sangat peduli terhadap apa yang benar dan salah. Ia membenci segala bentuk ketidakadilan. Alkitab mengatakan bahwa ’hati
Allah merasa sakit’ sewaktu kejahatan memenuhi bumi
pada zaman dahulu. (Kejadian 6:5, 6) Allah belum berubah. (Maleakhi 3:6) Ia masih sangat tidak suka melihat
penderitaan yang ada di seluruh dunia. Dan, Allah sangat
tidak suka melihat orang-orang menderita. ”Ia memperhatikan kamu,” kata Alkitab.—1 Petrus 5:7.
12 Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah sangat tidak
11. (a) Bagaimana perasaan Allah terhadap ketidakadilan? (b) Bagaimana perasaan Allah terhadap penderitaan Anda?
12, 13. (a) Mengapa kita mempunyai sifat-sifat yang baik seperti kasih, dan karena memiliki kasih, bagaimana perasaan kita melihat
keadaan dunia? (b) Mengapa Anda dapat yakin bahwa Allah benar-benar akan bertindak untuk membereskan problem-problem dunia?
Apa Kebenaran tentang Allah?
13
suka melihat penderitaan? Inilah bukti selanjutnya. Alkitab mengajarkan bahwa manusia dibuat menurut gambar
Allah. (Kejadian 1:26) Jadi, kalau kita memiliki sifat-sifat
yang baik, itu berarti Allah memilikinya juga. Misalnya,
apakah Anda merasa susah melihat orang yang tak bersalah menderita? Jika Anda saja prihatin terhadap ketidakadilan seperti itu, yakinlah bahwa Allah jauh lebih prihatin lagi.
13
Salah satu hal terbaik yang dimiliki manusia ialah ke-
mampuan untuk mengasihi. Hal itu juga memberikan gambaran tentang Allah. Alkitab mengajarkan bahwa ”Allah
adalah kasih”. (1 Yohanes 4:8) Kita mengasihi karena Allah
mengasihi. Karena kasih, apakah Anda tergerak untuk
mengakhiri penderitaan dan ketidakadilan yang Anda lihat
di dunia? Seandainya Anda memiliki kuasa untuk melakukan hal itu, apakah Anda akan bertindak? Ya, tentu! Anda
pun dapat yakin bahwa Allah akan mengakhiri penderitaan dan ketidakadilan. Janji-janji yang disebutkan dalam
prakata buku ini bukan impian atau harapan kosong belaka. Janji-janji Allah pasti akan terwujud! Namun, agar dapat beriman akan janji-janji tersebut, Anda perlu mengetahui lebih banyak hal tentang Allah yang memberikan
janji itu.
14
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
ALLAH INGIN AGAR ANDA
MENGENAL DIRINYA
14
Seandainya Anda ingin seseorang mengenal Anda, apa
yang mungkin akan Anda lakukan? Bukankah Anda akan
memberitahukan nama Anda kepadanya? Apakah Allah
mempunyai nama? Menurut banyak agama, nama-Nya
adalah ”Allah” atau ”Tuhan”. Tetapi, itu bukan nama
pribadi melainkan gelar, seperti gelar ”raja” dan ”presiden”. Alkitab mengajarkan bahwa Allah mempunyai banyak gelar selain ”Allah” dan ”Tuhan”. Tetapi, Alkitab juga
mengajarkan bahwa Allah mempunyai nama pribadi, yaitu
Yehuwa. Mazmur 83:18 (ayat 19, Terjemahan Baru) mengatakan, ”Engkau, yang bernama Yehuwa, engkau sajalah
Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” Jika Alkitab Anda tidak memuat nama itu, silakan lihat Apendiks pada halaman 248-51 di buku ini untuk mengetahui alasannya. Sebenarnya, dalam naskah Alkitab kuno nama Allah muncul
ribuan kali. Jadi, Yehuwa ingin agar Anda mengetahui dan
menggunakan nama-Nya. Dapat dikatakan, Ia menggunakan Alkitab untuk memperkenalkan diri-Nya kepada Anda.
15 Allah memberi diri-Nya sebuah nama yang penuh
makna. Nama-Nya, Yehuwa, menunjukkan bahwa Allah dapat memenuhi janji apa pun yang Ia buat dan dapat
14. Siapa nama Allah, dan mengapa kita harus menggunakan nama itu?
15. Nama Yehuwa menunjukkan apa tentang diri-Nya?
Apa Kebenaran tentang Allah?
15
melaksanakan apa pun yang telah Ia tetapkan.1 Nama
Allah itu unik, lain dari yang lain. Hanya Dialah yang memiliki nama itu. Yehuwa unik dalam banyak hal. Apa saja
contohnya?
16
Dalam Mazmur 83:18 kita membaca tentang Yehuwa,
”Engkau sajalah Yang Mahatinggi.” Demikian pula, hanya
Yehuwa yang disebut ”Yang Mahakuasa”. Penyingkapan
15:3 mengatakan, ”Besar dan menakjubkan semua perbuatanmu, Allah Yehuwa, Yang Mahakuasa. Jalan-jalanmu adilbenar dan benar, Raja kekekalan.” Gelar ”Yang Mahakuasa” memberi tahu kita bahwa Yehuwa adalah satu-satunya
Pribadi yang paling berkuasa. Kuasa-Nya tidak tertandingi,
paling unggul. Dan, gelar ”Raja kekekalan” mengingatkan
kita bahwa Yehuwa unik dalam arti lain. Dia sajalah yang
selalu ada. Mazmur 90:2 mengatakan, ”Dari waktu yang tidak tertentu sampai waktu yang tidak tertentu [atau, selama-lamanya], engkaulah Allah.” Tidakkah hal itu membangkitkan rasa takut dan hormat?
17
Yehuwa juga unik karena Dia sajalah sang Pencipta.
Penyingkapan 4:11 menyatakan, ”Yehuwa, ya, Allah kami,
engkau layak menerima kemuliaan, kehormatan, dan kua1 Apendiks pada halaman 248-51 memuat lebih banyak keterangan tentang arti dan pengucapan nama Allah.
16, 17. Apa yang dapat kita ketahui tentang Yehuwa dari gelar-gelar
seperti: (a) ”Yang Mahakuasa”? (b) ”Raja kekekalan”? (c) ”Pencipta”?
16
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
sa, karena engkau menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena kehendakmu semua itu ada dan diciptakan.” Apa saja
—para malaikat di surga, bintang-bintang yang bertaburan
di langit, buah-buahan di pohon, ikan yang berenang di
laut dan sungai—semuanya ada karena Yehuwa yang menciptakannya!
APAKAH ANDA BISA DEKAT
DENGAN YEHUWA?
18
Setelah membaca tentang sifat-sifat Yehuwa yang begi-
tu luhur, ada orang yang merasa agak takut. Mereka khawatir bahwa Allah terlalu mulia bagi mereka, bahwa mereka tidak pernah bisa mendekat kepada-Nya, atau bahwa
mereka sama sekali tidak ada artinya bagi Allah yang demikian luhur. Tetapi, apakah pandangan seperti itu benar?
Alkitab justru mengajarkan hal yang sebaliknya. Tentang
Yehuwa dikatakan, ”Dia sebenarnya tidak jauh dari kita
masing-masing.” (Kisah 17:27) Alkitab bahkan mendesak
kita, ”Mendekatlah kepada Allah dan ia akan mendekat kepadamu.”—Yakobus 4:8.
19
Bagaimana Anda bisa mendekat kepada Allah? Perta-
ma-tama, teruslah lakukan apa yang sedang Anda lakukan
18. Mengapa ada orang yang merasa bahwa ia tidak pernah bisa mendekat kepada Allah, tetapi apa yang Alkitab ajarkan?
19. (a) Bagaimana kita dapat mulai mendekat kepada Allah, dan apa
manfaatnya? (b) Sifat-sifat Allah mana yang paling menarik bagi Anda?
Apa Kebenaran tentang Allah?
17
sekarang, yaitu belajar tentang Allah. Yesus mengatakan,
”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah
yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus
Kristus.” (Yohanes 17:3) Ya, Alkitab mengajarkan bahwa
dengan belajar tentang Yehuwa dan Yesus, Anda akan
memperoleh ”kehidupan abadi”! Sebagaimana telah dinyatakan, ”Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:16) Yehuwa juga
mempunyai banyak sifat lain yang sangat bagus dan menarik. Misalnya, Alkitab mengatakan bahwa Yehuwa adalah
”Allah yang berbelaskasihan dan murah hati, lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang penuh kasih
dan kebenaran”. (Keluaran 34:6) Ia ”baik dan siap mengampuni”. (Mazmur 86:5) Allah sabar. (2 Petrus 3:9) Ia loyal, atau setia. (Penyingkapan 15:4; 1 Korintus 1:9) Dengan
lebih banyak membaca Alkitab, Anda akan melihat bagaimana Yehuwa memperlihatkan sifat-sifat tersebut dan banyak sifat lain yang menarik.
20
Memang, Anda tidak bisa melihat Allah karena Ia ada-
lah pribadi roh. (Yohanes 1:18; 4:24; 1 Timotius 1:17) Tetapi, dengan belajar tentang Dia melalui Alkitab, Anda
20-22. (a) Karena tidak dapat melihat Allah, apakah kita tidak dapat
mendekat kepada-Nya? Jelaskan. (b) Orang-orang yang bermaksud baik
mungkin mendesak Anda untuk berbuat apa, tetapi apa yang hendaknya
Anda lakukan?
18
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dapat mengenal Dia sebagai pribadi yang nyata. Sebagaimana dikatakan penggubah mazmur, Anda bisa ”melihat
kebaikan Yehuwa”. (Mazmur 27:4; Roma 1:20) Semakin banyak Anda belajar tentang Yehuwa, Ia menjadi semakin
nyata bagi Anda dan semakin banyak alasan bagi Anda untuk mengasihi Dia dan merasa dekat dengan-Nya.
21 Lama-lama Anda akan mengerti mengapa Alkitab
mengajar kita untuk menganggap Yehuwa sebagai Bapak
kita. (Matius 6:9) Kehidupan kita berasal dari Allah dan
Ia juga ingin agar kita menikmati kehidupan yang paling
baik—seperti yang diinginkan seorang ayah yang menyayangi anak-anaknya. (Mazmur 36:9) Alkitab juga mengajarkan bahwa manusia bisa menjadi sahabat Yehuwa. (Yakobus 2:23) Bayangkan—Anda bisa bersahabat dengan sang
Pencipta alam semesta!
22 Seraya Anda lebih banyak belajar Alkitab, bisa jadi ada
orang-orang yang dengan maksud baik mendesak Anda untuk berhenti belajar. Mereka mungkin khawatir Anda akan
berganti agama. Tetapi, jangan biarkan siapa pun menghentikan upaya Anda untuk menjalin persahabatan yang
paling baik.
23
Tentu, mula-mula ada hal-hal yang tidak Anda
23, 24. (a) Mengapa hendaknya Anda tidak malu bertanya jika Anda
tidak mengerti apa yang sedang Anda pelajari? (b) Pokok apa yang akan
dibahas di pasal berikutnya?
Apa Kebenaran tentang Allah?
19
mengerti. Meskipun memang dibutuhkan kerendahan hati,
janganlah malu bertanya. Yesus menganjurkan kita untuk rendah hati, seperti anak kecil. (Matius 18:2-4) Dan,
anak-anak memang banyak bertanya. Allah ingin agar
Anda mendapatkan jawabannya. Alkitab memuji orangorang yang ingin sekali belajar tentang Allah. Mereka menyelidiki Alkitab dengan teliti untuk memastikan bahwa
apa yang mereka pelajari itu benar.—Kisah 17:11.
24
Cara terbaik untuk belajar tentang Yehuwa ialah de-
ngan menyelidiki Alkitab. Alkitab berbeda dari buku-buku
lain. Apa saja bedanya? Pasal berikut akan membahas pokok itu.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Allah memperhatikan diri Anda.—1 Petrus 5:7.
ˇ Nama pribadi Allah ialah Yehuwa.—Mazmur
83:18.
ˇ Yehuwa mengundang Anda untuk mendekat
kepada-Nya.—Yakobus 4:8.
ˇ Yehuwa itu pengasih, baik hati, dan berbelaskasihan.—Keluaran 34:6; 1 Yohanes 4:8, 16.
20
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL DUA
Alkitab—Buku dari Allah
Apa saja perbedaan
Alkitab dari buku-buku lain?
Bagaimana Alkitab dapat membantu
Anda mengatasi problem-problem pribadi?
Mengapa Anda dapat mempercayai
nubuat-nubuat yang dicatat dalam Alkitab?
KAPAN terakhir kali Anda menerima hadiah yang istimewa dari seorang sahabat? Anda tentu berdebar-debar sekaligus sangat gembira. Sebenarnya, dari hadiahnya, Anda
dapat mengetahui sesuatu tentang si pemberi—bahwa ia
menghargai persahabatan dengan Anda. Anda pasti akan
berterima kasih atas hadiah yang ia berikan dengan perhatian yang besar itu.
2
Alkitab adalah hadiah dari Allah yang benar-benar da-
pat kita syukuri. Buku yang unik itu menyingkapkan halhal yang tidak akan pernah kita ketahui dari buku-buku
lain. Misalnya, Alkitab menceritakan tentang penciptaan
langit yang penuh bintang, bumi, serta pria dan wanita
1, 2. Apa saja yang menunjukkan bahwa Alkitab adalah hadiah yang
luar biasa dari Allah?
Alkitab—Buku dari Allah
21
pertama. Alkitab berisi prinsip-prinsip yang dapat diandalkan untuk membantu kita mengatasi berbagai problem dan
kekhawatiran dalam kehidupan. Alkitab menjelaskan bagaimana Allah akan mewujudkan maksud-tujuan-Nya dan
mendatangkan keadaan yang lebih baik di bumi. Alkitab benar-benar hadiah yang luar biasa!
3
Selain itu, Alkitab adalah hadiah yang menghangatkan
hati karena menyingkapkan sesuatu tentang Pemberinya,
Allah Yehuwa. Kalau Allah sampai memberi kita buku seperti itu berarti Ia ingin agar kita mengenal Dia dengan
baik. Ya, Alkitab dapat membantu Anda mendekat kepada
Yehuwa.
4
Sebenarnya, bukan Anda saja yang memiliki Alkitab.
Buku itu, secara keseluruhan atau sebagian, telah diterbitkan dalam lebih dari 2.300 bahasa sehingga tersedia bagi
hampir seluruh penduduk dunia. Rata-rata, lebih dari sejuta Alkitab disebarluaskan setiap minggu! Miliaran Alkitab
telah dibuat, baik seluruhnya atau sebagian. Jelaslah, tidak
ada buku lain yang seperti Alkitab.
5
Selanjutnya, Alkitab ”diilhamkan Allah”. (2 Timotius 3:
16) Bagaimana caranya? Alkitab sendiri menjawab, ”Manu3. Apa yang dapat kita ketahui tentang Yehuwa dari fakta bahwa Ia
memberi kita Alkitab, dan mengapa hal itu menghangatkan hati?
4. Apa yang mengesankan Anda tentang penyebarluasan Alkitab?
5. Bagaimana Alkitab ”diilhamkan Allah”?
22
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
sia mengatakan apa yang berasal dari Allah seraya mereka
dibimbing oleh roh kudus.” (2 Petrus 1:21) Sebagai gambaran: Seorang pengusaha menyuruh sekretarisnya menulis sepucuk surat. Surat itu berisi buah-buah pikiran dan petunjuk dari si pengusaha. Jadi, surat itu adalah surat dia, bukan
surat sekretarisnya. Demikian pula, Alkitab berisi berita
dari Allah, bukan dari manusia yang menulisnya. Maka, seluruh Alkitab sungguh-sungguh ”firman Allah”.—1 Tesalonika 2:13.
SELARAS DAN AKURAT
6
Alkitab ditulis selama lebih dari 1.600 tahun. Para pe-
nulisnya hidup pada zaman yang berbeda-beda dan berasal
dari berbagai tingkat kehidupan. Ada yang petani, nelayan,
dan gembala. Yang lain-lain adalah nabi, hakim, dan raja.
Lukas, yang menulis Injil, adalah seorang dokter. Meskipun
penulisnya berasal dari berbagai latar belakang, isi Alkitab
selaras dari awal sampai akhir.1
7
Buku pertama dalam Alkitab memberi tahu kita asal
mula problem umat manusia. Buku terakhir menunjukkan
1 Walaupun ada orang yang mengatakan bahwa ada bagian-bagian Alkitab yang saling bertentangan, pernyataan demikian tidak
terbukti. Lihat pasal 7 buku Alkitab—Firman dari Allah atau dari Manusia? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
6, 7. Mengapa keselarasan isi Alkitab sangat mengesankan?
Alkitab—Buku dari Allah
23
bahwa seluruh bumi akan menjadi suatu firdaus, atau taman. Alkitab memuat sejarah yang panjangnya ribuan tahun, dan setiap bagiannya membantu kita mengerti apa
maksud-tujuan Allah dan bagaimana itu akan terlaksana.
Keselarasan isi Alkitab sungguh mengesankan, dan memang begitulah seharusnya buku yang berasal dari Allah.
8
Dari sudut ilmu pengetahuan, Alkitab akurat. Buku itu
bahkan memuat keterangan yang sudah sangat maju di zamannya. Misalnya, buku Imamat berisi hukum-hukum bagi
bangsa Israel kuno tentang karantina dan kebersihan yang
sama sekali tidak diketahui oleh bangsa-bangsa di sekitarnya pada zaman itu. Pada waktu manusia memiliki gagasan yang salah tentang bentuk bumi, Alkitab menyebutkan
bahwa bumi berbentuk lingkaran, atau bulat. (Yesaya 40:22)
Alkitab dengan akurat mengatakan bahwa bumi ’tergantung
pada ketiadaan’. (Ayub 26:7) Memang, Alkitab bukan buku
pelajaran ilmu pengetahuan. Tetapi, apabila menyebutkan
hal-hal ilmiah, Alkitab selalu akurat. Bukankah begitu seharusnya buku yang berasal dari Allah?
9
Dari sudut sejarah, Alkitab juga akurat dan dapat diper-
8. B erikan contoh-contoh yang menunjukkan bahwa Alkitab itu akurat
dari sudut ilmu pengetahuan.
9. (a) Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa sejarah yang dicatatnya
akurat dan dapat dipercaya? (b) Apa yang dapat kita ketahui tentang Alkitab dari kejujuran para penulisnya?
24
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
caya. Kisah-kisahnya jelas, tidak hanya berisi nama-nama
orang tetapi juga silsilah mereka.1 Tidak seperti para penulis sejarah dunia, yang sering kali tidak menyebutkan kekalahan yang dialami bangsa mereka sendiri, para penulis Alkitab jujur, malah mencatat kelemahan mereka sendiri dan
bangsa mereka. Misalnya, dalam buku Bilangan, Musa menulis sendiri kesalahan besar yang ia buat dan teguran keras yang ia terima. (Bilangan 20:2-12) Kejujuran seperti itu
jarang ada dalam catatan sejarah lain tetapi ada dalam Alkitab karena buku ini berasal dari Allah.
BUKU DENGAN HIKMAT YANG BERMANFAAT
10
Karena diilhamkan Allah, Alkitab ”bermanfaat untuk
mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara”. (2 Timotius 3:16) Ya, Alkitab tidak hanya berisi teori.
Isinya menunjukkan pemahaman yang dalam tentang sifat
manusia. Hal itu tidak mengherankan, karena Pengarangnya, Allah Yehuwa, adalah sang Pencipta! Ia lebih memahami cara berpikir dan perasaan kita daripada kita sendiri. Selain itu, Yehuwa tahu apa yang kita butuhkan agar
bahagia. Ia juga tahu tindakan apa saja yang harus kita
hindari.
1 Sebagai contoh, perhatikan silsilah Yesus yang terperinci di Lukas 3:23-38.
10. Mengapa kita tidak perlu heran bahwa Alkitab tidak hanya berisi
teori?
Alkitab—Buku dari Allah
25
11
Coba perhatikan ceramah Yesus yang disebut Khotbah
di Gunung, yang dicatat di Matius pasal 5 sampai 7. Topiktopik pelajaran yang ia sampaikan sangat unggul, termasuk
cara mendapatkan kebahagiaan sejati, cara menyelesaikan
pertengkaran, cara berdoa, dan cara memiliki pandangan
yang patut terhadap harta benda. Kata-kata Yesus masih tetap ampuh dan berguna untuk zaman kita.
12
Beberapa prinsip Alkitab membahas tentang kehidup-
an keluarga, kebiasaan kerja, dan hubungan dengan orang
lain. Semua prinsip Alkitab berlaku untuk semua orang,
dan nasihatnya selalu bermanfaat. Hikmat yang terdapat
dalam Alkitab dinyatakan secara ringkas oleh Allah kepada nabi Yesaya, ”Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi
yang mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagimu.”—Yesaya 48:17.
BUKU NUBUAT
13
Alkitab berisi sejumlah nubuat yang banyak di antara-
nya sudah digenapi. Mari kita lihat contohnya. Melalui nabi
Yesaya, yang hidup pada abad kedelapan SM, Yehuwa menubuatkan bahwa kota Babilon akan dibinasakan. (Yesaya
11, 12. (a) Topik-topik apa yang Yesus bahas dalam Khotbah di Gunung? (b) Hal-hal berguna apa lagi yang Alkitab bahas, dan mengapa
nasihatnya bermanfaat sepanjang masa?
13. Yehuwa mengilhami nabi Yesaya untuk mencatat perincian apa tentang Babilon?
26
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
13:19; 14:22, 23) Bagaimana persisnya kota itu akan ditaklukkan disebutkan secara terperinci. Pasukan penyerbu
akan mengeringkan sungai di Babilon dan memasuki kota
itu tanpa mendapat perlawanan. Bukan itu saja. Nubuat Yesaya bahkan menyebutkan nama raja yang akan menaklukkan Babilon, yaitu Kores.—Yesaya 44:27–45:2.
14
Sekitar 200 tahun kemudian—pada malam tanggal
5/6 Oktober 539 SM—sepasukan tentara berkemah di dekat Babilon. Siapakah panglimanya? Seorang raja Persia
yang bernama Kores. Maka, suatu nubuat yang menakjubkan siap untuk digenapi. Namun, apakah pasukan Kores
akan menyerang Babilon tanpa mendapat perlawanan, seperti yang telah dinubuatkan?
15
Pada malam itu, orang-orang Babilonia sedang meng-
adakan pesta dan merasa aman di balik tembok kota mereka yang kokoh. Sementara itu, Kores dengan sigap memindahkan aliran air sungai yang melintasi kota. Tak lama
kemudian, airnya menjadi cukup dangkal sehingga anak
buahnya dapat berjalan di dasar sungai dan mendekati tembok kota. Tetapi, bagaimana cara mereka menerobos tembok Babilon? Entah mengapa, pada malam itu, gerbanggerbang kota dibiarkan terbuka begitu saja!
14, 15. Bagaimana beberapa perincian dalam nubuat Yesaya tentang
Babilon digenapi?
Alkitab—Buku dari Allah
27
16
Mengenai Babilon telah dinubuatkan, ”Ia tidak akan
pernah didiami, juga tidak akan ada lagi dari generasi ke generasi. Orang Arab tidak akan mendirikan kemahnya di
sana, dan para gembala tidak akan membiarkan kambingdombanya berbaring di sana.” (Yesaya 13:20) Nubuat itu tidak hanya meramalkan kejatuhan sebuah kota tetapi juga
menunjukkan bahwa Babilon akan hancur untuk selama-lamanya. Anda dapat menyaksikan sendiri bukti bahwa katakata itu tergenap. Bekas kota Babilon kuno yang sudah tidak berpenghuni—kira-kira 80 kilometer di sebelah selatan
Bagdad, Irak—adalah bukti bahwa apa yang Yehuwa katakan melalui Yesaya telah tergenap, ”Aku akan menyapu dia
dengan sapu pemusnahan.”—Yesaya 14:22, 23.1
17
Setelah kita merenungkan bahwa Alkitab memang ada-
lah buku yang berisi nubuat yang dapat dipercaya, iman
kita tentu dikuatkan, bukan? Sebenarnya, jika Allah Yehuwa telah menepati janji-janji-Nya di masa lampau, kita
mempunyai alasan yang kuat untuk yakin bahwa Ia juga
akan menepati janji-Nya bahwa bumi ini akan menjadi firdaus. (Bilangan 23:19) Ya, kita memiliki ”harapan kehidup1 Untuk keterangan lebih lanjut tentang nubuat Alkitab, lihat halaman 27-9 brosur Buku bagi Semua Orang, yang diterbitkan oleh
Saksi-Saksi Yehuwa.
16. (a) Apa yang Yesaya nubuatkan tentang akhir Babilon? (b) Bagaimana nubuat Yesaya tentang hancurnya Babilon tergenap?
17. Bagaimana penggenapan nubuat Alkitab menguatkan iman kita?
28
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
an abadi yang sebelum zaman yang telah lama berlalu, telah
dijanjikan oleh Allah yang tidak dapat berdusta”.—Titus
1:2.1
”FIRMAN ALLAH ITU HIDUP”
18
Dari apa yang telah kita bahas dalam pasal ini, jelaslah
bahwa Alkitab benar-benar buku yang unik. Namun, yang
membuatnya jauh lebih berharga tidak hanya keselarasan isinya, keakuratannya dari sudut ilmiah dan sejarah,
hikmatnya yang berguna, dan nubuatnya yang dapat dipercaya. Rasul Kristen Paulus menulis, ”Firman Allah itu hidup dan mengerahkan kuasa dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun dan menusuk bahkan sampai
memisahkan jiwa dan roh, serta sendi dan sumsumnya, dan
dapat menilai pikiran dan niat hati.”—Ibrani 4:12.
19
Membaca ”firman”, atau berita, dari Allah dalam
Alkitab dapat mengubah kehidupan kita. Hal itu dapat
1 Kebinasaan Babilon hanya satu contoh tentang nubuat Alkitab
yang tergenap. Contoh lainnya ialah kebinasaan Tirus dan Niniwe.
(Yehezkiel 26:1-5; Zefanya 2:13-15) Selain itu, Daniel menubuatkan
pergantian kerajaan-kerajaan dunia yang akan berkuasa setelah Babilon, antara lain Media-Persia dan Yunani. (Daniel 8:5-7, 20-22)
Lihat Apendiks halaman 254-6 untuk pembahasan tentang banyak
nubuat mengenai Mesias yang digenapi dalam diri Yesus Kristus.
18. Apa yang secara tandas dinyatakan oleh rasul Kristen Paulus tentang ”firman Allah”?
19, 20. (a) Bagaimana Alkitab dapat membantu Anda memeriksa diri?
(b) Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda mensyukuri Alkitab sebagai hadiah yang unik dari Allah?
Alkitab—Buku dari Allah
29
membantu kita memeriksa diri dengan lebih baik lagi. Bisa
jadi kita mengaku mengasihi Allah, tetapi cara kita menanggapi apa yang diajarkan oleh Firman-Nya yang terilham, Alkitab, akan menyingkapkan jalan pikiran dan bahkan niat
hati kita yang sesungguhnya.
20
Alkitab benar-benar buku dari Allah yang harus diba-
ca, dipelajari, dan digemari. Tunjukkan bahwa Anda mensyukuri hadiah dari Allah ini dengan terus memeriksa isinya. Apabila Anda melakukan hal itu, Anda akan memiliki
pemahaman yang dalam tentang maksud-tujuan Allah bagi
umat manusia. Apa maksud-tujuan-Nya dan bagaimana itu
akan diwujudkan akan dibahas dalam pasal berikutnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Alkitab diilhamkan Allah sehingga akurat dan
dapat dipercaya.—2 Timotius 3:16.
ˇ Informasi yang terdapat dalam Firman Allah
berguna untuk kehidupan sehari-hari.
—Yesaya 48:17.
ˇ Janji-janji Allah dalam Alkitab pasti akan
digenapi.—Bilangan 23:19.
30
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL TIGA
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?
Apa maksud-tujuan Allah bagi umat manusia?
Tuduhan apa yang dilontarkan kepada Allah?
Seperti apakah kehidupan di bumi kelak?
MAKSUD-TUJUAN Allah bagi bumi benar-benar menakjubkan. Yehuwa ingin agar bumi dipenuhi dengan
orang-orang yang berbahagia dan sehat. Alkitab mengatakan bahwa ”Allah . . . membuat sebuah taman di Eden”
dan bahwa Ia ”menumbuhkan . . . segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan”. Setelah
Allah menciptakan pria dan wanita pertama, Adam dan
Hawa, Ia menempatkan mereka di taman yang indah itu
dan menyuruh mereka, ”Beranakcuculah dan bertambah
banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah itu.” (Kejadian 1:28; 2:8, 9, 15) Jadi, maksud-tujuan Allah ialah
agar manusia mempunyai anak-anak, memperluas taman, atau firdaus, yang mereka tinggali hingga meliputi
seluruh bumi, dan memelihara binatang-binatang.
1. Apa maksud-tujuan Allah bagi bumi?
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?
31
2
Menurut Anda, apakah maksud-tujuan Allah Yehuwa
agar orang-orang hidup di suatu firdaus di bumi akan benar-benar terwujud? ”Aku telah mengatakannya,” kata
Allah, ”aku juga akan melakukannya.” (Yesaya 46:9-11;
55:11) Ya, apa yang Allah tetapkan pasti akan Ia laksanakan! Ia mengatakan bahwa Ia ”tidak menciptakan [bumi] dengan percuma” tetapi ”membentuknya untuk didiami”. (Yesaya 45:18) Allah ingin agar bumi dihuni oleh
orang-orang seperti apa dan untuk berapa lama? Alkitab
menjawab, ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi,
dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”—Mazmur 37:29; Penyingkapan 21:3, 4.
3
Memang, hal ini belum terjadi. Sekarang orang ma-
sih jatuh sakit dan mati; mereka bahkan berkelahi dan
saling membunuh. Pasti ada yang tidak beres. Tetapi,
Allah tentu tidak bermaksud bahwa bumi ini menjadi seperti yang kita lihat dewasa ini! Ada apa sebenarnya?
Mengapa maksud-tujuan Allah belum terwujud? Jawabannya tidak mungkin diperoleh dari buku sejarah mana
2. (a) Bagaimana kita tahu bahwa maksud-tujuan Allah bagi bumi akan
terwujud? (b) Menurut Alkitab, orang-orang seperti apa yang akan hidup selama-lamanya?
3. Keadaan apa yang sekarang ada di bumi, dan hal ini menimbulkan
pertanyaan apa saja?
32
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
pun yang ditulis manusia karena masalahnya dimulai di
surga.
MUNCULNYA MUSUH
4 Buku pertama dalam Alkitab memberi tahu kita tentang suatu makhluk yang menentang Allah, yang muncul di Taman Eden. Ia digambarkan sebagai ”ular”, tetapi ia bukan seekor binatang. Buku terakhir dalam
Alkitab memberi tahu kita siapa dia. Ia adalah suatu pribadi ”yang disebut Iblis dan Setan, yang sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. Ia juga disebut ”ular yang semula”. (Kejadian 3:1; Penyingkapan
12:9) Makhluk roh yang tidak kelihatan, atau malaikat
yang kuat, ini menggunakan seekor ular untuk berbicara kepada Hawa, persis seperti orang yang pintar membuat suaranya seolah-olah terdengar dari mulut boneka
yang ada di sebelahnya. Pribadi roh itu tentu hadir ketika Allah menyiapkan bumi untuk manusia.—Ayub 38:
4, 7.
5
Tetapi, karena semua ciptaan Yehuwa itu sempurna,
siapa yang membuat si ”Iblis”, atau ”Setan” ini? Singkatnya, salah satu dari putra-putra rohani Allah yang kuat
4, 5. (a) Siapa yang sebenarnya berbicara kepada Hawa melalui seekor
ular? (b) Bagaimana orang yang tadinya baik dan jujur bisa menjadi maling?
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?
33
berubah menjadi si Iblis. Bagaimana mungkin? Ya, dewasa ini, orang yang tadinya baik dan jujur bisa saja menjadi maling. Bagaimana? Ia mungkin membiarkan keinginan yang salah bertumbuh dalam hatinya. Jika ia
terus memikirkannya, keinginan yang salah itu bisa menjadi sangat kuat. Lalu, begitu ada kesempatan, ia akan
melakukan keinginan buruk yang telah ia pikirkan itu.
—Yakobus 1:13-15.
Itulah yang terjadi pada Setan si Iblis. Rupanya, ia
mendengar Allah menyuruh Adam dan Hawa agar mempunyai anak dan memenuhi bumi dengan keturunan mereka. (Kejadian 1:27, 28) ’Semua manusia ini seharusnya
menyembah aku dan bukan Allah!’ pasti begitulah pikir
Setan. Jadi, keinginan yang salah tumbuh dalam hatinya.
Akhirnya, ia bertindak, menipu Hawa dengan mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang Allah. (Kejadian
3:1-5) Dengan begitu, ia menjadi ”Iblis”, yang berarti
”Pemfitnah”. Ia juga menjadi ”Setan”, yang berarti ”Penentang”.
6
Dengan menggunakan dusta dan tipu daya, Setan si
Iblis membuat Adam dan Hawa tidak menaati Allah.
7
6. Bagaimana seorang putra rohani Allah yang kuat menjadi Setan si
Iblis?
7. (a) Mengapa Adam dan Hawa mati? (b) Mengapa semua keturunan
Adam menjadi tua dan mati?
34
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
(Kejadian 2:17; 3:6) Akibatnya, mereka akhirnya mati,
tepat seperti yang telah Allah peringatkan. (Kejadian 3:
17-19) Karena Adam menjadi tidak sempurna ketika ia
berbuat dosa, semua keturunannya mewarisi dosa darinya. (Roma 5:12) Keadaannya dapat digambarkan seperti sebuah loyang kue. Jika loyang itu penyok, bagaimana jadinya kue-kue yang dipanggang di dalamnya?
Semua kue tentu ikut penyok, atau cacat. Demikian
pula, semua orang mewarisi ”cacat” berupa ketidaksempurnaan dari Adam. Itulah sebabnya semua orang menjadi tua dan mati.—Roma 3:23.
8
Pada waktu Setan menggiring Adam dan Hawa un-
tuk berdosa terhadap Allah, ia sebenarnya sedang memimpin pemberontakan. Ia menentang cara Yehuwa memerintah. Setan seakan-akan mengatakan, ’Allah bukan
penguasa yang baik. Dia telah berdusta dan menahan
hal-hal yang baik dari rakyat-Nya. Manusia tidak perlu
diatur oleh Allah. Mereka dapat menentukan sendiri apa
yang baik dan buruk. Dan, keadaan mereka akan lebih
baik jika aku yang memerintah.’ Bagaimana Allah menangani tuduhan dan hinaan itu? Ada yang merasa bahwa
Allah seharusnya membunuh saja semua pemberontak
8, 9. (a) Tuduhan apa yang tampaknya Setan lontarkan? (b) Mengapa
Allah tidak segera membinasakan para pemberontak itu?
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?
35
itu. Tetapi, apakah hal itu akan menjawab tuduhan Setan? Apakah hal itu akan membuktikan bahwa cara
Allah memerintah adalah benar?
9
Karena Yehuwa memiliki rasa keadilan yang sempur-
na, Ia tidak langsung membunuh para pemberontak itu.
Ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu agar
tuduhan Setan dapat terjawab secara memuaskan dan si
Iblis terbukti sebagai pendusta. Maka, Allah menetapkan untuk mengizinkan manusia mengatur diri sendiri
di bawah pengaruh Setan selama suatu waktu. Alasan
Yehuwa melakukan hal itu dan membiarkan waktu berlalu begitu lama sebelum menyelesaikan masalah itu
akan dibahas di Pasal 11 buku ini. Tetapi sekarang,
ada baiknya kita memikirkan hal ini: Sepatutnyakah
Adam dan Hawa mempercayai Setan, yang tidak pernah
berbuat baik kepada mereka? Sepantasnyakah mereka
menganggap Yehuwa itu pendusta yang jahat, padahal Ia
telah memberi mereka segala sesuatu? Seandainya Anda
di tempat Adam atau Hawa, apa yang akan Anda lakukan?
10
Ada baiknya kita memikirkan pertanyaan-pertanya-
an itu karena kita masing-masing menghadapi masalah
10. Bagaimana Anda dapat mendukung pihak Yehuwa untuk menjawab
tuduhan Setan?
36
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang serupa dewasa ini. Ya, Anda mempunyai kesempatan mendukung pihak Yehuwa untuk menjawab tuduhan
Setan. Anda dapat mengakui Yehuwa sebagai Penguasa
dan ikut memperlihatkan bahwa Setan adalah pendusta.
(Mazmur 73:28; Amsal 27:11) Sayangnya, di antara miliaran orang di dunia ini, hanya sedikit yang memilih untuk berbuat demikian. Hal itu menimbulkan pertanyaan
yang penting: Apakah Alkitab benar-benar mengajarkan
bahwa Setan adalah penguasa dunia ini?
SIAPAKAH PENGUASA DUNIA INI?
11 Yesus tidak pernah meragukan bahwa Setan adalah
penguasa dunia ini. Dengan suatu cara yang ajaib, Setan
pernah memperlihatkan kepada Yesus ”semua kerajaan
dunia serta kemuliaannya”. Setelah itu, Setan berjanji
kepada Yesus, ”Aku akan memberikan kepadamu semua ini jika engkau sujud dan melakukan suatu tindakan penyembahan kepadaku.” (Matius 4:8, 9; Lukas 4:
5, 6) Coba pikir. Mungkinkah Setan menawarkan kerajaan-kerajaan itu kepada Yesus seandainya ia bukan penguasanya? Yesus tidak menyangkal bahwa semua pemerintahan dunia adalah milik Setan. Yesus pasti akan
11, 12. (a) Apa yang menyingkapkan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini? (b) Apa lagi yang membuktikan bahwa Setan adalah penguasa
dunia ini?
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?
37
menyangkalnya andaikata Setan bukan pribadi yang mengendalikan semua pemerintahan itu.
12
Yehuwa jelas adalah Allah yang mahakuasa, Pencip-
ta alam semesta yang menakjubkan ini. (Penyingkapan
4:11) Namun, Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa
Allah Yehuwa atau Yesus Kristus adalah penguasa dunia ini. Sebenarnya, Yesus secara khusus menyebut Setan sebagai ”penguasa dunia ini”. (Yohanes 12:31; 14:30;
16:11) Alkitab malah menyebut Setan si Iblis sebagai
”allah sistem ini”. (2 Korintus 4:3, 4) Mengenai si penentang ini, atau Setan, rasul Kristen Yohanes menulis, ”Seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik.”—1 Yohanes
5:19.
BAGAIMANA DUNIA SETAN
AKAN DISINGKIRKAN
13 Seraya tahun demi tahun berlalu, dunia menjadi semakin berbahaya. Dunia dibanjiri pasukan yang terus
berperang, politisi yang tidak jujur, pemimpin agama
yang munafik, dan penjahat yang berdarah dingin. Seluruh dunia ini mustahil diperbaiki. Alkitab menyingkapkan bahwa tidak lama lagi Allah akan memusnahkan
dunia yang fasik ini dalam perang-Nya yang disebut Ar13. Mengapa perlu ada dunia yang baru?
38
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
magedon. Dan, sebagai gantinya akan ada dunia baru
yang adil-benar.—Penyingkapan 16:14-16.
Allah Yehuwa memilih Yesus Kristus untuk menjadi Penguasa atas Kerajaan, atau pemerintahan, surgawiNya yang akan berkuasa atas bumi. Lama berselang, Alkitab menubuatkan, ”Seorang anak telah lahir untuk
kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang
pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan . . . Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai
sejahtera tidak akan berkesudahan.” (Yesaya 9:5, 6, Terjemahan Baru) Yesus mengajar para pengikutnya untuk
mendoakan pemerintahan itu, begini, ”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.” (Matius 6:10) Seperti
akan kita lihat selanjutnya dalam buku ini, tidak lama
lagi semua pemerintahan di dunia ini akan disingkirkan
dan digantikan oleh Kerajaan Allah. (Daniel 2:44) Setelah itu, Kerajaan Allah akan mewujudkan firdaus di
bumi.
14
DUNIA BARU SUDAH DEKAT!
15 Alkitab meyakinkan kita, ”Ada langit baru dan bumi
baru yang kita nantikan sesuai dengan janji [Allah], dan
14. Siapa yang Allah pilih untuk menjadi Penguasa Kerajaan-Nya, dan
ayat-ayat mana yang menubuatkan hal ini?
15. Apakah ”bumi baru” itu?
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?
39
keadilbenaran akan tinggal di dalamnya.” (2 Petrus 3:13;
Yesaya 65:17) Adakalanya, apabila Alkitab menyebutkan
”bumi”, yang dimaksudkan adalah orang-orang yang hidup di atas bumi. (Kejadian 11:1) Jadi, ”bumi baru” yang
adil-benar adalah masyarakat manusia yang diperkenan
Allah.
Yesus berjanji bahwa di dunia baru yang akan datang, orang-orang yang diperkenan Allah akan menerima
hadiah berupa ”kehidupan abadi”. (Markus 10:30) Silakan buka Alkitab Anda di Yohanes 3:16 dan Yohanes 17:
3, dan bacalah apa yang menurut Yesus harus kita lakukan untuk menerima kehidupan abadi. Sekarang, sambil
membaca ayat-ayat Alkitab berikut ini, pikirkan berkatberkat yang akan dinikmati oleh orang-orang yang memenuhi syarat untuk mendapat hadiah yang menakjubkan itu dari Allah, dalam Firdaus di bumi yang akan
datang.
16
Kefasikan, peperangan, kejahatan, dan kekerasan akan
lenyap. ”Orang fasik tidak akan ada lagi . . . Tetapi orangorang yang lembut hati akan memiliki bumi.” (Mazmur
37:10, 11) Akan ada perdamaian karena ’Allah menghen17
16. Apa hadiah yang tak ternilai dari Allah bagi orang-orang yang Ia
perkenan, dan apa yang harus kita lakukan untuk menerimanya?
17, 18. Bagaimana kita dapat yakin bahwa akan ada perdamaian dan
keamanan di seluruh bumi?
40
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
tikan peperangan sampai ke ujung bumi’. (Mazmur 46:9;
Yesaya 2:4) Pada waktu itu, ”orang adil-benar akan bertunas, dan damai berlimpah sampai bulan tidak ada
lagi”—artinya, sampai selama-lamanya!—Mazmur 72:7.
Para penyembah Yehuwa akan hidup dengan aman.
Pada zaman Alkitab, sewaktu orang Israel menaati
Allah, mereka hidup dengan aman. (Imamat 25:18, 19)
Alangkah menakjubkannya kelak saat kita menikmati
keamanan serupa dalam Firdaus!—Yesaya 32:18; Mikha 4:4.
18
Tidak akan ada kekurangan makanan. ”Akan ada banyak biji-bijian di bumi,” demikian nyanyian sang pemazmur. ”Di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.” (Mazmur 72:16) Allah Yehuwa akan memberkati
umat-Nya yang adil-benar, dan ”bumi pasti akan memberikan hasilnya”.—Mazmur 67:6.
19
Seluruh bumi akan menjadi firdaus. Akan ada rumahrumah dan taman-taman yang baru dan indah di atas tanah yang pernah dirusak oleh manusia berdosa. (Yesaya
65:21-24; Penyingkapan 11:18) Seraya waktu berlalu, tanah yang digarap akan semakin luas sampai seluruh
20
19. Dari mana kita tahu bahwa akan ada berlimpah makanan dalam dunia baru Allah?
20. Mengapa kita dapat yakin bahwa seluruh bumi akan menjadi firdaus?
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?
41
bola bumi menjadi seindah dan sesubur Taman Eden.
Dan, Allah akan terus ’membuka tangan-Nya dan memuaskan keinginan segala makhluk hidup’.—Mazmur
145:16.
Manusia dan binatang akan hidup dengan damai.
Binatang buas dan binatang piaraan akan makan
bersama-sama. Bahkan anak kecil tidak akan takut kepada binatang-binatang yang sekarang berbahaya.—Yesaya
11:6-9; 65:25.
21
Penyakit akan lenyap. Sebagai Penguasa Kerajaan
surgawi Allah, Yesus akan melakukan penyembuhan dalam skala yang jauh lebih besar daripada ketika ia berada di bumi. (Matius 9:35; Markus 1:40-42; Yohanes 5:
5-9) Pada waktu itu, ”tidak ada penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’ ”.—Yesaya 33:24; 35:5, 6.
22
Orang-orang tercinta yang telah meninggal akan dihidupkan kembali dengan harapan tidak akan pernah mati
lagi. Semua orang yang tidur dalam kematian yang diingat Allah akan dibangkitkan. Sesungguhnya, ”akan ada
kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun
yang tidak adil-benar”.—Kisah 24:15; Yohanes 5:28, 29.
23
21. Apa yang menunjukkan bahwa manusia dan binatang akan hidup dengan damai?
22. Apa yang akan terjadi dengan penyakit?
23. Mengapa kebangkitan akan membuat hati kita bersukacita?
42
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
24
Alangkah menakjubkan masa depan orang-orang
yang memilih untuk belajar tentang Pencipta Agung
kita, Allah Yehuwa, dan melayani Dia! Firdaus di bumi
yang akan datang itulah yang Yesus maksudkan ketika
ia berjanji kepada penjahat yang mati di sampingnya,
”Engkau akan bersamaku di Firdaus.” (Lukas 23:43)
Kita harus belajar lebih banyak tentang Yesus Kristus,
karena melalui dialah semua berkat ini bisa kita peroleh.
24. Bagaimana perasaan Anda jika Anda hidup dalam Firdaus di bumi?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Maksud-tujuan Allah untuk menjadikan bumi
ini suatu firdaus akan terwujud.—Yesaya 45:18;
55:11.
ˇ Sekarang Setan berkuasa atas dunia ini.
—Yohanes 12:31; 1 Yohanes 5:19.
ˇ Di dunia baru yang akan datang, Allah akan
mengaruniakan banyak berkat kepada manusia.
—Mazmur 37:10, 11, 29.
Apa Maksud-Tujuan Allah bagi Bumi?
43
PASAL EMPAT
Siapakah Yesus Kristus?
Apa peranan istimewa Yesus?
Dari mana asalnya?
Bagaimana kepribadiannya?
ADA banyak orang terkenal di dunia. Ada yang terkenal
di masyarakat, di kota, atau di negeri mereka sendiri.
Ada juga yang terkenal di seluruh dunia. Tetapi, sekadar mengetahui nama orang terkenal tidak berarti Anda
benar-benar mengenal dia dan tidak berarti Anda mengetahui secara terperinci latar belakangnya serta kepribadiannya.
2
Hampir semua orang pernah mendengar tentang Ye-
sus Kristus, meskipun ia hidup di bumi sekitar 2.000 tahun yang lalu. Namun, banyak orang merasa bingung
tentang siapa sebenarnya Yesus itu. Ada yang bilang
bahwa ia hanya orang baik. Yang lain mengatakan bahwa ia tidak lebih dari seorang nabi. Namun, ada juga
1, 2. (a) Mengapa sekadar tahu tentang orang yang terkenal tidak berarti Anda benar-benar mengenal dia? (b) Apa beberapa pendapat yang
membingungkan tentang Yesus?
44
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang percaya bahwa Yesus adalah Allah dan harus disembah. Apakah memang begitu?
3
Anda perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus.
Mengapa? Karena Alkitab mengatakan, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang
benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus
Kristus.” (Yohanes 17:3) Ya, jika Anda mengetahui
kebenaran tentang Allah Yehuwa dan tentang Yesus
Kristus, Anda dapat memperoleh kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi. (Yohanes 14:6) Selain itu, Yesus
memberikan teladan terbaik tentang cara menempuh
kehidupan dan cara memperlakukan orang lain. (Yohanes 13:34, 35) Dalam pasal pertama buku ini, kita telah membahas kebenaran tentang Allah. Sekarang, mari
kita bahas apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang
Yesus Kristus.
MESIAS YANG DIJANJIKAN
4 Lama sebelum Yesus lahir, Alkitab menubuatkan kedatangan pribadi yang akan Allah utus sebagai Mesias, atau Kristus. Gelar ”Mesias” (dari bahasa Ibrani)
3. Mengapa Anda perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus?
4. Apa arti gelar ”Mesias” dan ”Kristus”?
Siapakah Yesus Kristus?
45
dan gelar ”Kristus” (dari bahasa Yunani) kedua-duanya
berarti ”Pribadi Yang Diurapi”. Pribadi yang dijanjikan ini akan diurapi, artinya dilantik oleh Allah untuk
memegang kedudukan yang istimewa. Di pasal-pasal
berikutnya, kita akan belajar lebih banyak tentang kedudukan penting Mesias dalam menggenapi janji-janji Allah. Kita juga akan belajar tentang berkat-berkat
yang dapat Yesus berikan kepada kita sekarang juga.
Namun, sebelum Yesus lahir, banyak orang tentu bertanya-tanya, ’Siapakah yang akan menjadi Mesias?’
5
Pada abad pertama M, murid-murid Yesus orang
Nazaret yakin sepenuhnya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan. (Yohanes 1:41) Salah seorang di
antaranya, yang bernama Simon Petrus, tanpa raguragu mengatakan kepada Yesus, ”Engkau adalah Kristus.” (Matius 16:16) Tetapi, bagaimana murid-murid itu
—dan kita—dapat yakin bahwa Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan?
6
Nabi-nabi Allah yang hidup sebelum Yesus menu-
buatkan banyak hal tentang Mesias. Perincian itu membantu orang-orang lain mengenali dia. Sebagai gambar5. Tentang Yesus, apa yang sepenuhnya diyakini oleh murid-muridnya?
6. Gambarkan bagaimana Yehuwa membantu orang-orang beriman untuk mengenali sang Mesias.
46
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
an: Seandainya Anda diminta untuk pergi ke terminal
bus atau ke stasiun kereta api atau ke bandara untuk
menjemput orang yang belum pernah Anda jumpai.
Tentu akan lebih mudah jika Anda telah diberi beberapa perincian tentang dia, bukan? Demikian pula, melalui nabi-nabi Alkitab, Yehuwa memberikan uraian yang
sangat terperinci tentang apa yang akan dilakukan sang
Mesias dan apa yang akan ia alami. Tergenapnya banyak
nubuat ini membantu orang-orang yang beriman untuk
mengenali dia dengan jelas.
7
Pertimbangkan dua contoh saja. Pertama, lebih dari
700 tahun sebelumnya, nabi Mikha menubuatkan bahwa Pribadi yang dijanjikan itu akan lahir di Betlehem,
sebuah kota kecil di daerah Yehuda. (Mikha 5:2) Nah,
di manakah Yesus dilahirkan? Ternyata benar di kota
itu! (Matius 2:1, 3-9) Kedua, berabad-abad sebelumnya,
nubuat yang dicatat di Daniel 9:25 menyebutkan kapan Mesias akan muncul, yaitu pada tahun 29 M.1
Tergenapnya kedua nubuat itu dan nubuat-nubuat lain
membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan.
1 Untuk penjelasan tentang tergenapnya nubuat Daniel mengenai
Yesus, lihat Apendiks, halaman 252-4.
7. Dua nubuat mana tentang Yesus yang tergenap?
Siapakah Yesus Kristus?
47
8
Bukti lain lagi bahwa Yesus adalah sang Mesias ter-
lihat dengan jelas menjelang akhir tahun 29 M. Pada tahun itulah Yesus menemui Yohanes Pembaptis untuk
dibaptis di Sungai Yordan. Yehuwa telah berjanji kepada Yohanes untuk memberinya tanda supaya ia dapat
mengenali sang Mesias. Yohanes melihat tanda itu sewaktu Yesus dibaptis. Menurut Alkitab, inilah yang terjadi, ”Setelah dibaptis Yesus segera keluar dari air; dan,
lihat! langit terbuka, dan ia melihat roh Allah seperti seekor merpati turun ke atasnya. Lihat! Juga, ada suara
dari langit yang mengatakan, ’Inilah Putraku, yang kukasihi, kepadanyalah aku berkenan.’ ” (Matius 3:16, 17)
Setelah melihat dan mendengar apa yang terjadi, Yohanes tidak ragu-ragu lagi bahwa Yesus diutus oleh Allah.
(Yohanes 1:32-34) Pada saat roh Allah, atau tenaga aktif-Nya, dicurahkan ke atas Yesus pada hari itu, Yesus
menjadi sang Mesias, atau Kristus, pribadi yang dilantik untuk menjadi Pemimpin dan Raja.—Yesaya 55:4.
9
Tergenapnya nubuat Alkitab dan kesaksian dari
Allah Yehuwa sendiri dengan jelas menunjukkan bahwa
Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Tetapi, Alkitab
menjawab dua pertanyaan penting lain tentang Yesus
8, 9. Apa yang terjadi sewaktu Yesus dibaptis, yang membuktikan dengan jelas bahwa ia adalah sang Mesias?
48
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Kristus: Dari mana asalnya, dan bagaimana kepribadiannya?
DARI MANA ASALNYA YESUS?
10 Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang ke bumi. Mikha menubuatkan bahwa
Mesias akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada
”sejak purbakala”. (Mikha 5:2 [ayat 1, Terjemahan Baru])
Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum
lahir sebagai manusia, ia hidup di surga. (Yohanes 3:13;
6:38, 62; 17:4, 5) Sebagai makhluk roh di surga, Yesus
mempunyai hubungan istimewa dengan Yehuwa.
11
Yesus adalah Putra yang paling Yehuwa kasihi—dan
ada alasan yang kuat untuk itu. Ia disebut ”yang sulung
dari antara semua ciptaan”, sebab ia adalah ciptaan Allah
yang pertama.1 (Kolose 1:15) Ada lagi yang membuat Yesus menjadi Putra yang istimewa. Ia adalah ”Putra satusatunya yang diperanakkan”. (Yohanes 3:16) Itu berarti
1 Yehuwa disebut Bapak karena Ia adalah sang Pencipta. (Yesaya
64:8) Karena Yesus diciptakan Allah, ia disebut Putra Allah. Untuk
alasan serupa, makhluk-makhluk roh lainnya dan bahkan manusia,
Adam, disebut putra Allah.—Ayub 1:6; Lukas 3:38.
10. Apa yang Alkitab ajarkan tentang keberadaan Yesus sebelum ia datang ke bumi?
11. Ayat-ayat mana yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Putra yang
paling Yehuwa kasihi?
Siapakah Yesus Kristus?
49
Yesus sajalah yang diciptakan oleh Allah sendiri. Selain
itu, Yesus-lah satu-satunya yang Allah gunakan ketika Ia
menciptakan semua hal lain. (Kolose 1:16) Selanjutnya,
Yesus disebut ”Firman”. (Yohanes 1:14) Sebutan itu menunjukkan bahwa ia berbicara mewakili Allah, tentunya
untuk menyampaikan berbagai pesan dan instruksi kepada putra-putra lainnya, baik makhluk roh maupun manusia.
12
Apakah Putra sulung itu sama dengan Allah, seperti
yang orang-orang percayai? Alkitab tidak mengajarkan
hal itu. Kita membaca dalam paragraf sebelumnya bahwa Putra itu diciptakan. Maka, jelaslah bahwa ia punya
permulaan, sedangkan Allah Yehuwa tidak punya awal
atau akhir. (Mazmur 90:2) Putra satu-satunya yang diperanakkan ini malah tidak pernah memikirkan untuk mencoba menyamai Bapaknya. Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa sang Bapak lebih besar daripada Putra.
(Yohanes 14:28; 1 Korintus 11:3) Yehuwa sajalah ”Allah
Yang Mahakuasa”. (Kejadian 17:1) Karena itu, tidak ada
yang menyamai Dia.1
1 Untuk mendapatkan lebih banyak bukti bahwa Putra sulung itu
tidak sama dengan Allah, lihat Apendiks, halaman 257-60.
12. Bagaimana kita tahu bahwa Putra sulung itu tidak sama dengan
Allah?
50
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
13
Yehuwa bergaul akrab dengan Putra sulung-Nya se-
lama miliaran tahun—lama sebelum langit dan bumi
diciptakan. Alangkah besarnya kasih di antara mereka! (Yohanes 3:35; 14:31) Putra yang dikasihi ini persis
seperti Bapaknya. Itulah sebabnya Alkitab menyebut
sang Putra sebagai ”gambar Allah yang tidak kelihatan”. (Kolose 1:15) Ya, sama seperti seorang anak lakilaki bisa saja sangat mirip ayahnya dalam berbagai hal,
Putra surgawi ini mencerminkan sifat dan kepribadian
Bapaknya.
14
Putra tunggal Yehuwa ini rela meninggalkan surga
dan turun ke bumi untuk hidup sebagai manusia. Tetapi, Anda mungkin bertanya-tanya, ’Bagaimana mungkin makhluk roh lahir sebagai manusia?’ Untuk melaksanakan hal itu, Yehuwa melakukan mukjizat. Ia
memindahkan kehidupan Putra sulung-Nya dari surga
ke rahim seorang perawan Yahudi yang bernama Maria.
Jadi, Yesus tidak mempunyai seorang ayah manusia. Kemudian, Maria melahirkan seorang putra yang sempurna dan menamainya Yesus.—Lukas 1:30-35.
13. Apa maksudnya ayat yang menyebut sang Putra sebagai ”gambar
Allah yang tidak kelihatan”?
14. Bagaimana Putra tunggal Yehuwa sampai lahir sebagai manusia?
Siapakah Yesus Kristus?
51
BAGAIMANA KEPRIBADIAN YESUS?
15 Kita dapat mengenal Yesus dengan baik dari apa
yang ia katakan dan lakukan selama berada di bumi. Selain itu, melalui Yesus kita dapat lebih mengenal Yehuwa. Mengapa demikian? Ingatlah bahwa Putra ini
adalah cerminan yang sempurna dari Bapaknya. Itulah
sebabnya Yesus mengatakan kepada salah seorang muridnya, ”Ia yang telah melihat aku telah melihat Bapak
juga.” (Yohanes 14:9) Keempat buku dalam Alkitab
yang dikenal sebagai Injil—Matius, Markus, Lukas, dan
Yohanes—memberi tahu kita banyak hal tentang kehidupan, kegiatan, dan kepribadian Yesus Kristus.
Yesus terkenal sebagai ”Guru”. (Yohanes 1:38;
13:13) Apa yang ia ajarkan? Yang terutama ia ajarkan
adalah ”kabar baik kerajaan”—yaitu Kerajaan Allah,
pemerintahan surgawi yang akan berkuasa atas seluruh bumi dan yang akan mendatangkan berkat yang
tiada habisnya bagi manusia yang taat. (Matius 4:23)
Dari mana asalnya ajaran itu? Yesus sendiri mengatakan, ”Apa yang aku ajarkan bukanlah milikku, melainkan milik dia yang telah mengutus aku”, yaitu Yehuwa.
16
15. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa melalui Yesus kita dapat lebih mengenal Yehuwa?
16. Apa yang terutama Yesus ajarkan, dan dari mana asalnya ajaran
itu?
52
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
(Yohanes 7:16) Yesus tahu bahwa Bapaknya ingin agar
manusia mendengar kabar baik Kerajaan. Di Pasal 8,
kita akan belajar lebih banyak tentang Kerajaan Allah
dan apa yang akan dilaksanakannya.
17
Di manakah Yesus mengajar? Di mana pun orang-
orang berada—di desa maupun di kota, di kampung, di
pasar, dan di rumah-rumah mereka. Yesus tidak mengharapkan orang-orang datang kepadanya. Dialah yang
mendatangi mereka. (Markus 6:56; Lukas 19:5, 6) Mengapa Yesus mau merepotkan diri dan menggunakan begitu banyak waktu untuk mengabar dan mengajar? Karena itulah yang Allah kehendaki darinya. Yesus selalu
melakukan kehendak Bapaknya. (Yohanes 8:28, 29) Tetapi, ada alasan lain lagi. Ia merasa kasihan kepada
kumpulan orang yang datang untuk menemuinya. (Matius 9:35, 36) Mereka ditelantarkan oleh para pemimpin
agama, yang seharusnya mengajar mereka kebenaran
tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya. Yesus tahu bahwa orang-orang perlu sekali mendengar berita Kerajaan.
18
Yesus seorang pria yang penuh perasaan, lembut,
dan hangat. Karena itu, orang-orang merasa bahwa dia
17. Di manakah Yesus mengajar, dan mengapa ia mau merepotkan diri
untuk mengajar orang lain?
18. Sifat-sifat Yesus mana yang paling menyenangkan bagi Anda?
Siapakah Yesus Kristus?
53
mudah didekati dan baik hati. Bahkan anak-anak tidak
merasa canggung kepadanya. (Markus 10:13-16) Yesus
tidak pilih kasih. Ia membenci kebejatan dan ketidakadilan. (Matius 21:12, 13) Pada zaman itu, kaum wanita kurang dihargai dan hak-hak mereka sering dibatasi,
namun ia memperlakukan mereka dengan penuh hormat. (Yohanes 4:9, 27) Yesus memiliki kerendahan hati
yang tulus. Sekali peristiwa, ia mencuci kaki rasul-rasulnya—suatu tugas yang biasa dilakukan oleh seorang budak.
19
Yesus peka terhadap kebutuhan orang-orang. Hal
ini khususnya terlihat ketika ia melakukan mukjizat penyembuhan dengan kuasa roh Allah. (Matius 14:14) Sebagai contoh, seorang pria berpenyakit kusta datang
kepada Yesus dan mengatakan, ”Kalau engkau mau,
engkau dapat membuat aku tahir.” Yesus turut merasakan kepedihan hati dan penderitaan orang ini. Rasa kasihan menggerakkan Yesus untuk mengulurkan tangannya dan menyentuh pria itu, sambil berkata, ”Aku mau.
Jadilah tahir.” Dan, orang sakit itu sembuh! (Markus 1:
40-42) Dapatkah Anda membayangkan bagaimana perasaan pria itu?
19. Contoh apa yang menunjukkan bahwa Yesus peka terhadap kebutuhan orang-orang?
54
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
SETIA SAMPAI AKHIR
20 Yesus memberikan teladan terbaik dalam hal ketaatan dan keloyalan kepada Allah. Ia tetap setia kepada Bapak surgawinya di bawah segala macam keadaan dan
meskipun menghadapi segala jenis tentangan dan penderitaan. Yesus dengan tegas menolak godaan Setan, dan
ia berhasil. (Matius 4:1-11) Pada suatu waktu, beberapa
sanak saudara Yesus sendiri tidak beriman kepadanya,
malahan mengatakan bahwa ia ”telah kehilangan akal sehat”. (Markus 3:21) Tetapi, Yesus tidak mau dipengaruhi
oleh mereka; ia terus melakukan pekerjaan Allah. Meskipun dihina dan dianiaya, Yesus tetap mengendalikan
dirinya, tidak pernah mencoba mencelakai para penentangnya.—1 Petrus 2:21-23.
21 Yesus tetap setia sampai mati—mati dengan cara
yang mengerikan dan menyakitkan di tangan musuh-musuhnya. (Filipi 2:8) Renungkanlah apa yang ia derita pada
hari terakhir kehidupannya sebagai manusia. Ia ditangkap, dituduh oleh saksi-saksi palsu, dinyatakan bersalah
oleh hakim-hakim yang rusak akhlaknya, ditertawai oleh
gerombolan orang, dan disiksa oleh para prajurit. Dalam
keadaan terpaku pada tiang, ia menarik napas terakhir
dan berseru, ”Sudah terlaksana!” (Yohanes 19:30) Tetapi,
20, 21. Teladan apa yang Yesus berikan dalam hal ketaatan dan keloyalan kepada Allah?
Siapakah Yesus Kristus?
55
pada hari ketiga setelah Yesus mati, Bapak surgawinya
membangkitkan dia untuk hidup lagi sebagai makhluk
roh. (1 Petrus 3:18) Beberapa minggu kemudian, ia kembali ke surga. Di sana, ia ”duduk di sebelah kanan Allah”
dan menunggu untuk menerima kekuasaan sebagai raja.
—Ibrani 10:12, 13.
Apa yang Yesus capai dengan tetap setia sampai
mati? Kematian Yesus sesungguhnya membuka kesempatan bagi kita untuk hidup kekal dalam Firdaus di bumi, selaras dengan maksud-tujuan Yehuwa yang semula.
Bagaimana hal itu dapat kita peroleh melalui kematian
Yesus akan dibahas dalam pasal berikutnya.
22
22. Apa yang Yesus capai dengan tetap setia sampai mati?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Nubuat yang tergenap dan kesaksian dari Allah
sendiri membuktikan bahwa Yesus adalah
Mesias, atau Kristus.—Matius 16:16.
ˇ Lama sebelum Yesus datang ke bumi, ia sudah
hidup di surga sebagai makhluk roh.
—Yohanes 3:13.
ˇ Yesus adalah guru, pria yang lembut serta
hangat, dan teladan ketaatan yang sempurna
kepada Allah.—Matius 9:35, 36.
56
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL LIMA
Tebusan—Pemberian Allah
yang Paling Berharga
Apakah tebusan itu?
Bagaimana tebusan disediakan?
Apa manfaatnya bagi Anda?
Bagaimana Anda dapat menunjukkan
bahwa Anda menghargainya?
PEMBERIAN apa yang paling berharga yang pernah Anda
terima? Pemberian yang berharga tidak usah mahal harganya. Sebenarnya, nilai sebuah pemberian tidak selalu ditentukan oleh harganya. Apabila pemberian itu membuat
Anda bahagia atau sesuatu yang benar-benar Anda butuhkan, nilainya tentu sangat besar bagi Anda.
2
Dari begitu banyak pemberian yang bisa jadi Anda
inginkan, ada satu yang jauh melebihi yang lainnya. Ini
adalah pemberian dari Allah bagi umat manusia. Yehuwa
memberi kita banyak hal, tetapi pemberian-Nya yang paling berharga bagi kita adalah korban tebusan Putra-Nya,
1, 2. (a) Pemberian seperti apa yang sangat berharga bagi diri Anda?
(b) Mengapa dapat dikatakan bahwa tebusan adalah pemberian yang paling bernilai?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
57
Yesus Kristus. (Matius 20:28) Seperti yang akan kita lihat
dalam pasal ini, tebusan adalah pemberian yang paling
bernilai karena dapat mendatangkan kebahagiaan yang tak
terlukiskan dan dapat memenuhi kebutuhan Anda yang paling penting. Tebusan adalah bukti terbesar bahwa Yehuwa
mengasihi Anda.
APAKAH TEBUSAN ITU?
3
Singkatnya, tebusan adalah sarana Yehuwa untuk mem-
bebaskan, atau menyelamatkan, umat manusia dari dosa
dan kematian. (Efesus 1:7) Untuk memahami makna ajaran Alkitab ini, kita perlu meninjau kembali apa yang terjadi di Taman Eden. Setelah kita memahami apa yang dihilangkan oleh Adam sewaktu ia berdosa, baru kita dapat
mengerti mengapa tebusan adalah pemberian yang begitu
bernilai bagi kita.
4 Ketika menciptakan Adam, Yehuwa memberinya sesuatu yang sangat berharga—kehidupan manusia yang sempurna. Coba pikir apa artinya itu bagi Adam. Ya, karena
diciptakan dengan tubuh dan pikiran yang sempurna, ia tidak akan pernah jatuh sakit, menjadi tua, atau mati. Sebagai manusia sempurna, ia mempunyai hubungan istimewa
dengan Yehuwa. Alkitab mengatakan bahwa Adam adalah
3. Apakah tebusan itu, dan apa yang perlu kita pahami agar dapat mengerti betapa bernilainya pemberian itu?
4. Apa artinya kehidupan manusia yang sempurna bagi Adam?
58
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
”putra Allah”. (Lukas 3:38) Jadi, Adam menikmati hubungan yang akrab dengan Allah Yehuwa, bagaikan seorang
anak dengan ayahnya yang pengasih. Yehuwa berkomunikasi dengan putra-Nya yang ada di bumi ini, memberi
Adam pekerjaan yang memuaskan dan memberitahukan
apa yang Ia inginkan darinya.—Kejadian 1:28-30; 2:16, 17.
5
Adam diciptakan ”menurut gambar Allah”. (Kejadian
1:27) Hal itu tidak berarti rupa Adam mirip dengan Allah.
Seperti yang telah kita pelajari di Pasal 1 buku ini, Yehuwa adalah roh yang tidak kelihatan. (Yohanes 4:24) Jadi,
Yehuwa tidak mempunyai tubuh yang terdiri dari darah
dan daging. Diciptakan menurut gambar Allah berarti
Adam diciptakan dengan sifat-sifat seperti yang Allah miliki, termasuk kasih, hikmat, keadilan, dan kuasa. Hal penting lain yang membuat Adam menyerupai Bapaknya ialah
ia memiliki kebebasan untuk memilih. Jadi, Adam tidak seperti robot atau mesin. Ia sendiri dapat membuat keputusan dan dapat memilih yang benar atau yang salah. Andaikata ia memilih untuk menaati Allah, ia tentu hidup untuk
selama-lamanya dalam Firdaus di bumi.
6
Maka, jelaslah bahwa sewaktu Adam tidak menaati
5. Apa artinya ayat yang menyatakan bahwa Adam diciptakan ”menurut gambar Allah”?
6. Sewaktu Adam tidak menaati Allah, ia kehilangan apa, dan apa dampaknya atas keturunannya?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
59
Allah dan dihukum mati, ia harus membayar perbuatannya dengan harga yang sangat tinggi, atau menanggung akibat yang sangat besar. Dosanya mengakibatkan dia kehilangan kehidupan manusia yang sempurna dengan semua
manfaatnya. (Kejadian 3:17-19) Sayangnya, bukan hanya
Adam yang kehilangan kehidupan yang berharga ini melainkan juga keturunannya yang masih akan dilahirkan.
Firman Allah mengatakan, ”Dosa masuk ke dalam dunia
melalui satu orang [Adam] dan kematian, melalui dosa, demikianlah kematian menyebar kepada semua orang karena
mereka semua telah berbuat dosa.” (Roma 5:12) Ya, kita
semua mewarisi dosa dari Adam. Karena itu, Alkitab mengatakan bahwa ia ’menjual’ dirinya dan keturunannya
menjadi budak dosa dan kematian. (Roma 7:14) Adam atau
Hawa tidak punya harapan lagi karena mereka sengaja memilih untuk tidak menaati Allah. Tetapi, bagaimana nasib
keturunan mereka, termasuk kita?
7
Yehuwa bertindak untuk menyelamatkan umat manu-
sia melalui tebusan. Apakah tebusan itu? Pada dasarnya tebusan dapat berarti dua hal. Pertama, tebusan adalah harga yang dibayarkan untuk membebaskan atau membeli
kembali sesuatu. Hal itu dapat disamakan dengan harga
yang dibayarkan untuk membebaskan seorang anak yang
7, 8. Pada dasarnya, tebusan dapat berarti dua hal apa?
60
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
diculik. Kedua, tebusan adalah harga yang dibayarkan untuk menutup biaya tertentu. Hal itu sama dengan harga
yang dibayarkan untuk menutup kerugian akibat perbuatan salah. Misalnya, apabila seseorang menyebabkan kecelakaan, ia harus membayarkan sesuatu yang sama nilainya
dengan apa yang telah dirusak.
8
Apakah mungkin untuk menutup kerugian yang luar
biasa besar yang Adam timpakan ke atas kita semua dan
membebaskan kita dari perbudakan dosa dan kematian?
Untuk mengetahuinya, mari kita bahas tebusan yang Yehuwa sediakan dan apa manfaatnya bagi Anda.
CARA YEHUWA MENYEDIAKAN TEBUSAN
9
Karena yang hilang adalah kehidupan manusia yang
sempurna, itu mustahil ditebus dengan kehidupan manusia yang tidak sempurna. (Mazmur 49:7, 8) Yang dibutuhkan adalah tebusan yang sama nilainya dengan apa yang
hilang. Hal ini selaras dengan prinsip keadilan yang sempurna yang terdapat dalam Firman Allah, yaitu ”jiwa ganti
jiwa”. (Ulangan 19:21) Jadi, apa yang dapat menggantikan
nilai jiwa, atau kehidupan, manusia yang sempurna yang
telah dihilangkan Adam? ”Tebusan yang sepadan” yang dituntut adalah kehidupan manusia yang sempurna juga.
—1 Timotius 2:6.
9. Tebusan macam apakah yang dituntut?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
61
10
Bagaimana Yehuwa menyediakan tebusan? Ia meng-
utus salah seorang putra rohani-Nya yang sempurna ke bumi. Tetapi, Yehuwa tidak mengutus sembarang malaikat. Ia
mengutus pribadi yang paling Ia kasihi, yaitu Putra tunggal-Nya. (1 Yohanes 4:9, 10) Putra ini dengan rela meninggalkan tempat tinggalnya di surga. (Filipi 2:7) Seperti yang
telah kita pelajari dalam pasal sebelumnya di buku ini, Yehuwa melakukan mukjizat ketika Ia memindahkan kehidupan Putra ini ke rahim Maria. Melalui roh kudus Allah,
Yesus lahir sebagai manusia sempurna, dan hukuman akibat dosa tidak berlaku atas dirinya.—Lukas 1:35.
11 Bagaimana satu orang dapat menjadi tebusan bagi banyak orang, ya, bagi jutaan orang? Nah, bagaimana jutaan
manusia itu sampai menjadi berdosa? Ingatlah bahwa dengan berbuat dosa, Adam kehilangan miliknya yang berharga, yaitu kehidupan manusia yang sempurna. Maka, ia
tidak dapat mewariskan itu kepada keturunannya. Yang
dapat ia wariskan hanyalah dosa dan kematian. Yesus,
yang Alkitab sebut sebagai ”Adam yang terakhir”, mempunyai kehidupan manusia yang sempurna, dan ia tidak pernah berbuat dosa. (1 Korintus 15:45) Dengan kata lain,
Yesus menggantikan Adam untuk menyelamatkan kita.
Dengan mengorbankan, atau menyerahkan, kehidupannya
10. Bagaimana Yehuwa menyediakan tebusan?
11. Bagaimana satu orang dapat menjadi tebusan bagi jutaan orang?
62
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang sempurna dan selalu taat tanpa cela kepada Allah,
Yesus membayar harga tebusan untuk membebaskan manusia dari dosa Adam. Dengan cara inilah Yesus memberikan harapan kepada keturunan Adam.—Roma 5:19; 1 Korintus 15:21, 22.
12 Alkitab dengan terperinci menggambarkan penderitaan yang Yesus alami sebelum kematiannya. Ia dicambuk
dengan bengis, dipakukan dengan kejam pada tiang, dan
mati dalam keadaan tersiksa. (Yohanes 19:1, 16-18, 30;
Apendiks, halaman 261-3) Mengapa Yesus harus mengalami begitu banyak penderitaan? Dalam pasal lain di
buku ini, kita akan melihat bahwa Setan meragukan apakah ada manusia yang akan tetap setia melayani Yehuwa di
bawah ujian. Dengan bertekun dan tetap setia meskipun
sangat menderita, Yesus memberikan jawaban terbaik untuk tuduhan Setan. Yesus membuktikan bahwa manusia
sempurna yang memiliki kebebasan memilih dapat mempertahankan integritas yang sempurna kepada Allah tidak
soal apa yang dilakukan si Iblis. Yehuwa pasti sangat bersukacita atas kesetiaan Putra yang Ia kasihi itu!—Amsal
27:11.
13 Bagaimana tebusan itu dibayar? Pada tanggal 14 Nisan 33 M, dalam kalender Yahudi, Allah membiarkan
12. Apa yang dibuktikan melalui penderitaan Yesus?
13. Bagaimana tebusan itu dibayar?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
63
Putra-Nya yang sempurna dan tanpa dosa itu dihukum
mati. Jadi, Yesus mengorbankan kehidupan manusianya
yang sempurna ”sekali untuk selamanya”. (Ibrani 10:10)
Pada hari ketiga setelah Yesus mati, Yehuwa membangkitkan dia untuk hidup lagi sebagai makhluk roh. Di surga,
Yesus mempersembahkan kepada Allah nilai kehidupan
manusianya yang sempurna yang dikorbankan untuk menebus keturunan Adam. (Ibrani 9:24) Yehuwa menerima nilai korban Yesus sebagai tebusan yang dibutuhkan untuk
membebaskan umat manusia dari perbudakan dosa dan kematian.—Roma 3:23, 24.
MANFAAT TEBUSAN BAGI ANDA
14
Meskipun berdosa, kita dapat menerima berkat-berkat
yang tak ternilai karena tebusan itu. Mari kita bahas beberapa manfaat dari pemberian, atau karunia, Allah yang paling berharga ini, yang bisa kita dapatkan sekarang dan di
masa depan.
15
Pengampunan dosa. Karena mewarisi ketidaksempur-
naan, kita harus berjuang keras untuk melakukan apa
yang benar. Kita semua berbuat dosa melalui perkataan
atau perbuatan kita. Tetapi, melalui korban tebusan Yesus,
kita dapat menerima ”pengampunan atas dosa-dosa kita”.
14, 15. Untuk menerima ”pengampunan atas dosa-dosa kita”, apa yang
harus kita lakukan?
64
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
(Kolose 1:13, 14) Namun, untuk memperoleh pengampunan itu, kita harus sungguh-sungguh bertobat. Kita juga harus memohon dengan rendah hati kepada Yehuwa, meminta pengampunan-Nya atas dasar iman kita akan korban
tebusan Putra-Nya.—1 Yohanes 1:8, 9.
16 Hati nurani yang bersih di hadapan Allah. Hati nurani
yang terganggu akibat perbuatan salah dapat dengan mudah membuat kita putus asa dan merasa tidak berharga.
Tetapi, kita telah mendapat pengampunan melalui tebusan, maka atas kebaikan hati Yehuwa, kita dapat beribadat
kepada-Nya dengan hati nurani yang bersih meskipun kita
tidak sempurna. (Ibrani 9:13, 14) Hal itu membuat kita leluasa berbicara kepada Yehuwa. Jadi, kita dapat dengan leluasa mendekati Dia melalui doa. (Ibrani 4:14-16) Mempertahankan hati nurani yang bersih akan menghasilkan
kedamaian pikiran, meningkatkan harga diri, dan mendatangkan kebahagiaan.
17 Harapan kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi. Roma
6:23 mengatakan, ”Upah yang dibayarkan oleh dosa adalah
kematian.” Ayat yang sama menambahkan, ”Tetapi karunia yang Allah berikan adalah kehidupan abadi melalui
16. Apa yang membuat kita dapat beribadat kepada Allah dengan hati
nurani yang bersih, dan apa manfaatnya memiliki hati nurani yang bersih?
17. B erkat-berkat apa yang dapat diperoleh karena Yesus mati bagi
kita?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
65
Kristus Yesus, Tuan kita.” Di Pasal 3 buku ini, kita telah
membahas berkat-berkat dalam Firdaus di bumi yang akan
datang. (Penyingkapan 21:3, 4) Semua berkat di masa depan itu, termasuk kehidupan abadi dengan kesehatan yang
sempurna, dapat diperoleh karena Yesus mati bagi kita.
Untuk dapat menerima berkat-berkat itu, kita perlu menunjukkan bahwa kita menghargai karunia tebusan.
BAGAIMANA ANDA DAPAT
MEMPERLIHATKAN PENGHARGAAN?
18
Mengapa kita harus sangat bersyukur kepada Yehuwa
untuk tebusan? Nah, sebuah pemberian menjadi sangat
berharga apabila si pemberi mengorbankan waktu, upaya,
atau mengeluarkan biaya untuk itu. Hati kita sangat tersentuh apabila kita tahu bahwa pemberian itu adalah ungkapan kasih yang tulus dari si pemberi. Tebusan adalah
pemberian yang paling berharga, sebab Allah membuat pengorbanan terbesar untuk menyediakannya. ”Allah begitu
mengasihi dunia ini, [sehingga] ia memberikan Putra satusatunya yang diperanakkan,” demikian bunyi Yohanes 3:16.
Tebusan adalah bukti yang paling luar biasa dari kasih Yehuwa kepada kita. Tebusan juga adalah bukti kasih Yesus,
karena ia rela memberikan kehidupannya demi kita. (Yohanes 15:13) Karena itu, karunia tebusan hendaknya meya18. Mengapa kita harus bersyukur kepada Yehuwa untuk karunia tebusan?
66
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
kinkan kita bahwa Yehuwa dan Putra-Nya mengasihi kita
masing-masing.—Galatia 2:20.
19 Maka, bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa
Anda menghargai karunia tebusan dari Allah? Pertama-tama, berupayalah untuk belajar lebih banyak tentang
Yehuwa, yang memberi kita tebusan itu. (Yohanes 17:3)
Mempelajari Alkitab dengan menggunakan buku ini akan
membantu Anda. Seraya pengetahuan Anda tentang Yehuwa bertambah, kasih Anda kepada-Nya akan semakin dalam. Selanjutnya, kasih itu akan membuat Anda ingin menyenangkan Dia.—1 Yohanes 5:3.
20 Perlihatkan iman akan korban tebusan Yesus. Tentang
Yesus, dikatakan, ”Dia yang memperlihatkan iman akan
Putra memiliki kehidupan abadi.” (Yohanes 3:36) Bagaimana kita dapat memperlihatkan bahwa kita beriman kepada
Yesus? Iman seperti itu tidak diperlihatkan melalui katakata saja. Menurut Yakobus 2:26, ”Iman tanpa perbuatan
adalah mati.” Ya, adanya iman yang sejati dibuktikan melalui ”perbuatan”, yaitu melalui tindakan kita. Satu cara
untuk menunjukkan bahwa kita beriman kepada Yesus ialah dengan berupaya sebisa-bisanya untuk meniru dia tidak hanya dalam perkataan tetapi juga dalam perbuatan
kita.—Yohanes 13:15.
19, 20. Dengan cara apa saja Anda dapat menunjukkan bahwa Anda
menghargai karunia tebusan dari Allah?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
67
21
Hadirilah perayaan tahunan Perjam uan Malam
Tuan. Pada malam tanggal 14 Nisan 33 M, Yesus
memperkenalkan perayaan istimewa yang Alkitab sebut sebagai ”perjamuan malam Tuan”. (1 Korintus 11:20; Matius 26:26-28) Perayaan itu juga disebut Peringatan kematian Kristus. Yesus menetapkan hal itu guna membantu
rasul-rasulnya dan semua orang Kristen sejati untuk mengingat bahwa melalui kematiannya sebagai manusia sempurna, ia memberikan kehidupannya sebagai tebusan. Tentang
perayaan ini, Yesus memerintahkan, ”Teruslah lakukan ini
sebagai peringatan akan aku.” (Lukas 22:19) Dengan merayakan Peringatan, kita diingatkan kepada kasih yang besar
yang diperlihatkan oleh Yehuwa maupun Yesus sehubungan dengan tebusan. Kita dapat menunjukkan penghargaan
kita akan tebusan dengan hadir pada perayaan tahunan
Peringatan kematian Yesus.1
22
Tebusan adalah pemberian Yehuwa yang sungguh tak
ternilai. (2 Korintus 9:14, 15) Pemberian yang luar biasa
ini dapat mendatangkan manfaat bahkan bagi orang-orang
yang sudah mati. Pasal 6 dan 7 akan menjelaskan caranya.
1 Untuk mendapat lebih banyak keterangan tentang makna Perjamuan Malam Tuan, lihat Apendiks, halaman 263-6.
21, 22. (a) Mengapa kita harus menghadiri perayaan tahunan Perjamuan Malam Tuan? (b) Apa yang akan dijelaskan dalam Pasal 6 dan 7?
68
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Tebusan adalah sarana Yehuwa untuk membebaskan umat manusia dari dosa dan kematian.
—Efesus 1:7.
ˇ Yehuwa menyediakan tebusan dengan mengutus
Putra tunggal-Nya ke bumi untuk mati bagi
kita.—1 Yohanes 4:9, 10.
ˇ Melalui tebusan, kita memperoleh pengampunan dosa, hati nurani yang bersih, dan harapan
kehidupan abadi.—1 Yohanes 1:8, 9.
ˇ Kita menunjukkan bahwa kita menghargai tebusan dengan berupaya belajar lebih banyak
tentang Yehuwa, dengan memperlihatkan iman
kepada korban tebusan Yesus, dan dengan
menghadiri Perjamuan Malam Tuan.
—Yohanes 3:16.
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
69
PASAL ENAM
Di Manakah Orang Mati?
Bagaimana keadaan kita pada waktu mati?
Mengapa manusia mati?
Apakah kita merasa lega sewaktu
mengetahui kebenaran tentang kematian?
ITULAH pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak
orang-orang selama ribuan tahun. Pertanyaan-pertanyaan
itu penting karena jawabannya mempengaruhi kita masing-masing, tidak soal siapa kita atau di mana kita tinggal.
2
Dalam pasal sebelumnya, kita membahas bagaimana
melalui korban tebusan Yesus Kristus, kita dapat memperoleh kehidupan abadi. Kita juga belajar bahwa Alkitab menubuatkan suatu masa ketika ”kematian tidak akan ada
lagi”. (Penyingkapan 21:4) Namun, sementara ini, kita semua akan mati. Orang ”yang hidup sadar bahwa mereka
akan mati”, kata Raja Salomo yang bijaksana. (Pengkhotbah 9:5) Kita berupaya hidup selama mungkin. Meskipun
begitu, kita bertanya-tanya bagaimana keadaan kita sewaktu kita mati.
1-3. Pertanyaan apa saja yang diajukan orang tentang kematian, dan jawaban apa yang diberikan oleh berbagai agama?
70
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
3
Sewaktu orang yang kita cintai meninggal, kita berdu-
ka. Kita mungkin bertanya: ’Bagaimana keadaan dia? Apakah dia menderita? Apakah dia sedang mengamati kita?
Dapatkah kita membantunya? Dapatkah kita bertemu lagi
dengannya?’ Agama-agama di dunia ini memberikan jawaban yang berbeda-beda. Ada yang mengajarkan bahwa
jika Anda banyak berbuat baik, Anda akan pergi ke surga,
tetapi jika Anda banyak berbuat jahat, Anda akan dibakar
di tempat siksaan. Agama lain mengajarkan bahwa pada
waktu mati, seseorang pergi ke alam roh untuk berkumpul dengan leluhur mereka. Agama lain lagi mengajarkan
bahwa orang mati pergi ke alam baka untuk dihakimi dan
kemudian direinkarnasi, atau dilahirkan kembali dalam tubuh lain.
4
Semua agama tersebut mengajarkan satu gagasan men-
dasar yang sama, yaitu bahwa ada suatu bagian dari diri
kita yang masih hidup setelah tubuh jasmani kita mati.
Hampir setiap agama, yang dianut pada zaman dahulu dan
sekarang, mengajarkan bahwa kita tetap hidup untuk selama-lamanya dan masih dapat melihat, mendengar, dan
berpikir. Namun, bagaimana mungkin? Indra-indra kita,
serta pikiran kita, semuanya berhubungan dengan daya
4. Gagasan mendasar yang sama apa yang diajarkan oleh banyak agama tentang kematian?
Di Manakah Orang Mati?
71
kerja otak. Pada waktu kita mati, otak kita tidak bekerja
lagi. Daya ingat, perasaan, dan indra-indra kita tidak terus
berfungsi secara misterius tanpa otak. Semuanya berhenti
bekerja setelah otak kita hancur.
BAGAIMANA SEBENARNYA KEADAAN
ORANG MATI?
5
Keadaan orang mati bukan misteri bagi Yehuwa, sang
Pencipta otak. Ia mengetahui kebenarannya, dan dalam
Firman-Nya, Alkitab, Ia menjelaskan bagaimana keadaan
mereka. Alkitab dengan jelas mengajarkan: Sewaktu seseorang mati, ia tidak ada lagi. Kematian adalah kebalikan
dari kehidupan. Orang mati tidak dapat melihat atau mendengar atau berpikir. Tidak ada satu bagian pun dari diri
kita yang tetap hidup setelah tubuh kita mati. Kita tidak
mempunyai jiwa atau roh yang tidak berkematian.1
6
Setelah Salomo menyatakan bahwa orang yang hidup
tahu bahwa mereka akan mati, ia menulis, ”Tetapi orang
mati, mereka sama sekali tidak sadar akan apa pun.”
Lalu, ia menguraikan kebenaran yang mendasar itu dengan mengatakan bahwa orang mati tidak dapat mengasihi atau membenci dan bahwa ”tidak ada pekerjaan atau
rancangan atau pengetahuan atau hikmat di [kuburan]”.
1 Untuk pembahasan tentang kata ”jiwa” dan ”roh”, silakan lihat
Apendiks, halaman 266-71.
5, 6. Apa yang Alkitab ajarkan tentang keadaan orang mati?
72
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
(Pengkhotbah 9:5, 6, 10) Demikian pula, Mazmur 146:4
mengatakan bahwa pada waktu seseorang mati, ”lenyaplah
segala pikirannya”. Manusia itu fana, atau berkematian,
dan tidak terus hidup setelah tubuh mati. Hidup kita bagaikan api pada sebatang lilin. Sewaktu dipadamkan, apinya tidak pergi ke mana-mana. Api itu tidak ada lagi.
APA YANG YESUS KATAKAN
TENTANG KEMATIAN
Yesus Kristus menggambarkan keadaan orang mati. Ketika Lazarus, teman baiknya, meninggal, Yesus memberi
tahu murid-muridnya, ”Lazarus, sahabat kita, telah pergi
beristirahat.” Murid-murid mengira bahwa Yesus memaksudkan Lazarus sedang beristirahat, atau tidur, agar ia dapat sembuh. Tetapi, mereka keliru. Yesus menjelaskan, ”Lazarus telah mati.” (Yohanes 11:11-14) Perhatikan bahwa
Yesus menyamakan kematian dengan istirahat dan tidur.
Lazarus tidak berada di surga ataupun di neraka yang menyala-nyala. Ia tidak sedang bersama para malaikat atau leluhurnya. Lazarus tidak dilahirkan kembali sebagai manusia lain. Ia sedang beristirahat dalam kematian, seolah-olah
tidur nyenyak tanpa bermimpi. Ayat-ayat lain juga menyamakan kematian dengan tidur. Misalnya, setelah Stefanus,
murid Yesus, dilempari batu sampai mati, Alkitab mengatakan bahwa ia ”tidur”. (Kisah 7:60) Demikian pula, rasul
7
7. Bagaimana Yesus menjelaskan kematian?
Di Manakah Orang Mati?
73
Paulus menulis tentang beberapa orang pada zamannya
yang telah ”tidur” dalam kematian.—1 Korintus 15:6.
8
Apakah Allah sejak semula menetapkan agar manusia
mati? Sama sekali tidak! Yehuwa menciptakan manusia untuk hidup selama-lamanya di bumi. Seperti yang telah kita
pelajari sebelumnya di buku ini, Allah menempatkan pasangan manusia pertama di suatu firdaus yang menyenangkan. Ia mengaruniai mereka kesehatan yang sempurna. Yehuwa hanya menginginkan apa yang baik bagi mereka.
Adakah orang tua pengasih yang ingin anak-anaknya mengalami derita usia tua dan kematian? Tentu tidak! Yehuwa
mengasihi anak-anak-Nya dan ingin mereka menikmati kebahagiaan yang tiada akhirnya di bumi. Mengenai manusia, Alkitab mengatakan, ”[Yehuwa] menaruh waktu yang
tidak tertentu dalam hati mereka.” (Pengkhotbah 3:11)
Allah menciptakan kita dengan keinginan untuk hidup selama-lamanya. Dan, Ia telah mengatur agar keinginan itu
dipenuhi.
MENGAPA MANUSIA MATI
9
Kalau begitu, mengapa manusia mati? Untuk menda-
patkan jawabannya, kita harus membahas apa yang terjadi
8. Bagaimana kita tahu bahwa Allah tidak menetapkan agar manusia
mati?
9. Larangan apa yang Yehuwa tetapkan atas Adam, dan mengapa perintah itu tidak sulit ditaati?
74
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
ketika baru ada satu pria dan satu wanita di bumi. Alkitab
menjelaskan, ”Allah Yehuwa menumbuhkan dari tanah segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan.” (Kejadian 2:9) Tetapi, ada satu larangan. Yehuwa
memberi tahu Adam, ”Setiap pohon di taman ini boleh
kaumakan buahnya sampai puas. Tetapi mengenai pohon
pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, engkau tidak boleh memakan buahnya, karena pada hari engkau memakannya, engkau pasti akan mati.” (Kejadian 2:16, 17) Perintah ini tidak sulit ditaati. Ada banyak pohon lain yang
buahnya dapat dimakan oleh Adam dan Hawa. Tetapi melalui perintah itu, mereka mendapat kesempatan istimewa
untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Pribadi yang
telah memberi mereka segala-galanya, termasuk kehidupan yang sempurna. Jika mereka menaati perintah itu, mereka juga akan menunjukkan bahwa mereka menghormati
wewenang Bapak surgawi mereka dan bahwa mereka ingin
mendapat bimbingan-Nya yang pengasih.
10
Sayangnya, pasangan manusia pertama memilih untuk
tidak menaati Yehuwa. Melalui seekor ular, Setan bertanya
kepada Hawa, ”Apakah memang benar bahwa Allah mengatakan kamu tidak boleh memakan buah dari setiap
10, 11. (a) Bagaimana pasangan manusia pertama sampai tidak menaati Allah? (b) Mengapa ketidaktaatan Adam dan Hawa bukan hal
sepele?
Di Manakah Orang Mati?
75
pohon di taman ini?” Hawa menjawab, ”Buah dari pohonpohon di taman ini boleh kami makan. Tetapi mengenai
makan buah dari pohon yang ada di tengah-tengah taman,
Allah telah berfirman, ’Kamu tidak boleh memakan buahnya, tidak, kamu tidak boleh menyentuhnya agar kamu tidak mati.’ ”—Kejadian 3:1-3.
11
”Kamu pasti tidak akan mati,” kata Setan. ”Allah tahu
bahwa pada hari kamu memakannya, matamu tentu akan
terbuka dan kamu tentu akan menjadi seperti Allah, mengetahui yang baik dan yang jahat.” (Kejadian 3:4, 5) Setan
ingin Hawa percaya bahwa jika ia makan buah terlarang, ia
akan mendapat manfaat. Menurut Setan, Hawa dapat memutuskan sendiri apa yang benar dan salah serta dapat melakukan apa yang ia inginkan. Setan juga menuduh Yehuwa berdusta sewaktu mengatakan bahwa Hawa akan mati
jika ia makan buah itu. Hawa mempercayai Setan. Maka,
ia memetik buah itu dan memakannya. Lalu, ia memberikan sebagian kepada suaminya, yang kemudian ikut memakan buah itu. Mereka melakukannya bukan karena tidak tahu. Mereka tahu bahwa mereka justru melakukan
apa yang Allah larang. Dengan memakan buah itu, mereka sengaja tidak menaati suatu perintah yang sederhana
dan masuk akal. Mereka tidak menghargai Bapak surgawi
mereka dan wewenang-Nya. Sikap tidak hormat tersebut
76
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
kepada Pencipta mereka yang pengasih tidak dapat dimaafkan!
12
Sebagai gambaran: Bagaimana perasaan Anda jika
anak yang telah Anda besarkan dan sayangi tidak menaati
Anda melalui tindakan yang menunjukkan bahwa ia tidak
menghormati atau mengasihi Anda? Anda tentu merasa sangat sakit hati. Maka, bayangkan, betapa pedihnya hati Yehuwa sewaktu Adam maupun Hawa memilih untuk menentang Dia.
13
Tidak ada alasan bagi Yehuwa untuk membiarkan
Adam dan Hawa yang tidak taat itu hidup selama-lamanya.
Mereka mati, tepat seperti yang telah Ia firmankan. Adam
dan Hawa tidak ada lagi. Mereka tidak pindah ke alam
roh. Kita mengetahui hal ini dari apa yang Yehuwa katakan kepada Adam setelah Ia memintanya untuk mempertanggungjawabkan ketidaktaatannya. Allah berfirman,
”Engkau [akan] kembali ke tanah, karena dari situ engkau
diambil. Karena engkau debu dan engkau akan kembali ke
debu.” (Kejadian 3:19) Allah menciptakan Adam dari debu
tanah. (Kejadian 2:7) Sebelum itu, Adam tidak ada. Maka,
ketika Yehuwa berfirman bahwa Adam akan kembali ke
12. Apa yang dapat membantu kita mengerti perasaan Yehuwa sewaktu
Adam dan Hawa memilih untuk menentang Dia?
13. Menurut Yehuwa, apa yang akan terjadi atas Adam sewaktu ia mati,
dan apa artinya itu?
Di Manakah Orang Mati?
77
debu, Ia memaksudkan bahwa Adam akan kembali ke ketiadaan. Adam akan menjadi tidak bernyawa seperti asalnya, yaitu debu.
14
Adam dan Hawa sebenarnya bisa terus hidup sampai
sekarang, tetapi mereka mati karena mereka memilih untuk tidak menaati Allah dan dengan demikian berbuat
dosa. Jadi, kita mati karena Adam mewariskan dosa maupun kematian kepada semua keturunannya. (Roma 5:12)
Dosa itu bagaikan penyakit turunan yang mengerikan. Siapa pun tidak dapat luput darinya. Akibat dosa, yaitu kematian, adalah suatu kutukan. Kematian adalah musuh,
bukan teman. (1 Korintus 15:26) Alangkah bersyukurnya
kita bahwa Yehuwa menyediakan tebusan untuk menyelamatkan kita dari musuh yang mengerikan ini!
MENGETAHUI KEBENARAN TENTANG
KEMATIAN ITU BERMANFAAT
15
Apa yang Alkitab ajarkan tentang keadaan orang mati
sungguh melegakan. Seperti yang telah kita pelajari, orang
mati tidak merasa sakit atau sedih. Kita tidak perlu takut
kepada mereka, sebab mereka tidak dapat mencelakai kita.
Mereka tidak membutuhkan bantuan kita, dan mereka tidak dapat membantu kita. Kita tidak dapat berbicara ke14. Mengapa manusia mati?
15. Mengapa sungguh melegakan untuk mengetahui kebenaran tentang
kematian?
78
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
pada mereka, dan mereka tidak dapat berbicara kepada
kita. Banyak pemimpin agama berdusta dengan mengaku
bahwa mereka dapat membantu orang yang sudah mati,
dan orang-orang yang mempercayainya memberi mereka
uang. Tetapi karena mengetahui kebenaran, kita dilindungi
sehingga tidak tertipu oleh para pemimpin agama itu.
16
Bagaimana dengan agama Anda? Apakah ajarannya
tentang orang mati selaras dengan Alkitab? Ajaran kebanyakan agama tidak selaras dengan Alkitab. Mengapa?
Karena ajaran mereka telah dipengaruhi oleh Setan. Ia
menggunakan agama palsu untuk membuat orang percaya
bahwa setelah tubuh mati, manusia masih hidup di alam
roh. Itulah dusta yang Setan gabungkan dengan dusta lain
untuk memalingkan orang dari Allah Yehuwa. Dusta apakah itu?
17
Seperti yang kita lihat sebelumnya, beberapa agama
mengajarkan bahwa jika seseorang banyak berbuat jahat
selama hidupnya, sewaktu mati ia akan pergi ke sebuah
tempat siksaan yang menyala-nyala dan menderita untuk
selama-lamanya. Ajaran ini merusak nama baik Allah.
Yehuwa adalah Allah yang pengasih dan tidak pernah
membuat orang menderita seperti itu. (1 Yohanes 4:8)
16. Siapa yang mempengaruhi ajaran banyak agama, dan bagaimana?
17. Mengapa ajaran tentang siksaan kekal merusak nama baik Yehuwa?
Di Manakah Orang Mati?
79
Bagaimana perasaan Anda terhadap orang yang menghukum anak yang bandel dengan menaruh tangannya dalam
api? Apakah Anda akan menghargai orang seperti itu?
Apakah Anda ingin berkenalan dengan dia? Tentu tidak!
Anda pasti menganggapnya sangat kejam. Ya, Setan ingin
agar kita percaya bahwa Yehuwa menyiksa orang dalam api
selama jutaan tahun, bahkan selama-lamanya!
18
Setan juga menggunakan beberapa agama untuk
mengajarkan bahwa orang mati menjadi roh yang harus dihormati oleh orang yang hidup. Menurut ajaran itu, roh
orang mati dapat menjadi sahabat yang kuat atau menjadi
musuh yang menakutkan. Banyak orang mempercayai dusta itu. Mereka takut kepada orang mati dan menghormati serta menyembahnya. Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa orang mati itu seperti orang tidur dan bahwa
kita hanya boleh menyembah Allah yang benar, Yehuwa,
Pencipta dan Penyedia segala kebutuhan kita.—Penyingkapan 4:11.
19
Dengan mengetahui kebenaran tentang orang mati,
Anda tidak akan disesatkan oleh dusta agama. Hal itu juga
membantu Anda memahami ajaran-ajaran Alkitab lainnya.
Misalnya, sewaktu Anda tahu bahwa orang mati tidak pin18. Penyembahan orang mati didasarkan pada dusta apa?
19. Dengan mengetahui kebenaran tentang kematian, kita dibantu untuk memahami ajaran lain apa dari Alkitab?
80
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dah ke alam roh, janji kehidupan abadi dalam Firdaus di
bumi akan lebih nyata bagi Anda.
20
Lama berselang, Ayub, pria yang adil-benar, mengaju-
kan pertanyaan ini, ”Jika laki-laki mati dapatkah ia hidup
lagi?” (Ayub 14:14) Dapatkah orang yang tak bernyawa
yang tidur dalam kematian dihidupkan kembali? Apa yang
Alkitab ajarkan tentang hal ini sangat menghibur, sebagaimana akan diperlihatkan dalam pasal berikutnya.
20. Pertanyaan apa yang akan kita bahas dalam pasal berikutnya?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Orang mati tidak dapat melihat atau mendengar
atau berpikir.—Pengkhotbah 9:5.
ˇ Orang mati sedang beristirahat; mereka tidak
menderita.—Yohanes 11:11.
ˇ Manusia mati karena mewarisi dosa dari Adam.
—Roma 5:12.
Di Manakah Orang Mati?
81
PASAL TUJUH
Harapan Sejati bagi Orang-Orang
Tercinta yang Telah Meninggal
Bagaimana kita tahu bahwa orang mati
pasti dibangkitkan?
Apakah Yehuwa memang ingin
membangkitkan orang mati?
Siapa yang akan dibangkitkan?
BAYANGKAN Anda sedang lari dikejar musuh yang kejam. Ia jauh lebih kuat dan lebih gesit. Ia tak kenal belas
kasihan karena Anda pernah melihatnya membunuh beberapa sahabat Anda. Sekencang apa pun Anda berlari, ia
kian mendekat. Anda nyaris putus asa. Tetapi, tiba-tiba
muncullah seorang penyelamat. Ia jauh lebih kuat daripada musuh Anda, dan ia berjanji akan menolong Anda. Oh,
betapa leganya!
2
Dapat dikatakan, kita semua, termasuk Anda, sedang
dikejar oleh musuh seperti itu. Sebagaimana telah kita
pelajari dalam pasal sebelumnya, Alkitab menyebut kematian sebagai musuh. Tidak seorang pun dari kita dapat lari
1-3. Apa musuh yang mengejar kita semua, dan mengapa kita akan merasa agak lega dengan membahas apa yang Alkitab ajarkan?
82
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
darinya atau melawannya. Kebanyakan dari kita telah melihat musuh ini menelan nyawa orang-orang yang kita cintai. Tetapi, Yehuwa jauh lebih kuat daripada kematian. Ia
adalah Penyelamat yang pengasih yang sudah menunjukkan bahwa Ia dapat mengalahkan musuh itu. Dan, Ia berjanji akan membinasakan musuh tersebut, yaitu kematian,
secara tuntas. Alkitab mengajarkan, ”Sebagai musuh terakhir, kematian akan ditiadakan.” (1 Korintus 15:26) Itu
benar-benar kabar baik!
3
Mari kita bahas terlebih dahulu bagaimana perasaan
kita apabila teman kita meninggal. Dengan demikian, kita
akan lebih memahami suatu janji yang akan membuat kita
bahagia. Ya, Yehuwa berjanji bahwa orang mati akan hidup lagi. (Yesaya 26:19) Mereka akan dihidupkan kembali.
Jadi, orang yang sudah mati punya harapan untuk dibangkitkan.
APABILA ORANG TERCINTA MENING GAL
4
Pernahkah Anda kehilangan seseorang yang Anda cin-
tai? Kepedihan hati, dukacita, dan perasaan tidak berdaya seolah-olah tak tertanggungkan. Pada saat-saat seperti
itu, kita perlu mencari penghiburan dari Firman Allah.
(2 Korintus 1:3, 4) Dengan mempelajari Alkitab, kita
4. (a) Mengapa reaksi Yesus terhadap kematian orang yang tercinta
mengajar kita tentang perasaan Yehuwa? (b) Persahabatan istimewa apa
yang Yesus jalin?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
83
dapat lebih mengerti bagaimana perasaan Yehuwa dan
Yesus terhadap kematian. Yesus, yang dengan sempurna
mencerminkan Bapaknya, tahu betapa pedihnya ditinggal
mati seseorang. (Yohanes 14:9) Apabila Yesus berada di
Yerusalem, ia biasanya mengunjungi Lazarus dan saudarasaudaranya, Maria dan Marta, yang tinggal tidak jauh dari
situ, di desa Betani. Mereka menjadi sahabat karibnya. Alkitab mengatakan, ”Yesus mengasihi Marta dan saudara
perempuannya dan Lazarus.” (Yohanes 11:5) Tetapi, seperti yang kita pelajari di pasal sebelumnya, suatu ketika
Lazarus mati.
5
Bagaimana perasaan Yesus ketika sahabatnya mening-
gal? Dalam kisah itu diceritakan bahwa Yesus mengunjungi sanak keluarga dan sahabat-sahabat Lazarus yang
sedang berkabung. Ketika melihat mereka, Yesus sangat
terharu. Ia ”mengerang dalam roh dan merasa susah”.
Lalu, menurut kisah itu, ”Yesus meneteskan air mata.”
(Yohanes 11:33, 35) Apakah kesedihan Yesus mengartikan
bahwa ia tidak mempunyai harapan? Sama sekali tidak.
Sebenarnya, Yesus tahu bahwa sesuatu yang menakjubkan
bakal terjadi. (Yohanes 11:3, 4) Namun, ia tetap merasakan kepedihan dan dukacita akibat kematian.
5, 6. (a) Bagaimana tanggapan Yesus ketika ia berada di tengah-tengah keluarga dan sahabat-sahabat Lazarus yang sedang berdukacita?
(b) Mengapa kesedihan Yesus membesarkan hati kita?
84
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Dari satu segi, kesedihan Yesus membesarkan hati
kita, karena hal itu menunjukkan bahwa Yesus dan Bapaknya, Yehuwa, membenci kematian. Tetapi, Allah Yehuwa
mampu melawan dan mengalahkan musuh itu! Mari kita
lihat kemampuan yang Allah berikan kepada Yesus.
6
”LAZARUS, MARILAH KE LUAR!”
Jenazah Lazarus telah diletakkan di sebuah gua, dan
Yesus minta agar batu yang menutup pintu gua itu disingkirkan. Marta berkeberatan karena Lazarus sudah mati selama empat hari sehingga mayatnya pasti sudah mulai
membusuk. (Yohanes 11:39) Dari sudut pandangan manusia, semua harapan tentu telah sirna.
7
Namun, batu itu disingkirkan juga, dan Yesus berseru dengan keras, ”Lazarus, marilah ke luar!” Lalu, apa
yang terjadi? ”Orang yang telah mati itu keluar.” (Yohanes
11:43, 44) Dapatkah Anda bayangkan betapa senangnya
orang-orang yang ada di sana? Entah Lazarus itu adik, sanak keluarga, sahabat, atau tetangga mereka, setahu mereka, ia sudah meninggal. Namun, itu dia, orang yang mereka cintai, ada lagi bersama mereka. Ia masih sama seperti
sebelum ia meninggal. Kelihatannya sulit dipercaya! Banyak orang tentu bersukacita dan memeluk Lazarus. Benar-benar suatu kemenangan atas kematian!
8
7, 8. Dalam pandangan para pelayat, mengapa tampaknya tidak ada harapan lagi bagi Lazarus, tetapi apa yang Yesus lakukan?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
85
Yesus tidak mengaku telah melakukan mukjizat yang
menakjubkan itu dengan kuasanya sendiri. Dalam doanya
9
persis sebelum memanggil Lazarus, ia membuat jelas bahwa Yehuwa-lah yang melakukan kebangkitan itu. (Yohanes
11:41, 42) Bukan kali ini saja Yehuwa menggunakan kuasa-Nya untuk membangkitkan orang mati. Kebangkitan
Lazarus hanya satu di antara sembilan mukjizat kebangkitan yang dicatat dalam Firman Allah.1 Membaca dan
mempelajari kisah-kisah tersebut membuat kita bersukacita. Kisah-kisah tersebut mengajar kita bahwa Allah tidak
berat sebelah, sebab yang dibangkitkan mencakup orang
tua dan muda, pria dan wanita, orang Israel dan non-Israel. Dan, betapa besar sukacita yang dilukiskan dalam ayatayat itu! Misalnya, ketika Yesus membangkitkan seorang
gadis remaja, orang tuanya ”sangat takjub dengan kegembiraan yang meluap-luap”. (Markus 5:42) Ya, Yehuwa telah memberi mereka sukacita yang tidak akan pernah mereka lupakan.
10
Memang, orang-orang yang dibangkitkan oleh Yesus
akhirnya mati lagi. Jadi, apakah percuma saja mereka di1 Kisah-kisah lainnya terdapat di 1 Raja 17:17-24; 2 Raja 4:32-37;
13:20, 21; Matius 28:5-7; Lukas 7:11-17; 8:40-56; Kisah 9:36-42; dan
20:7-12.
9, 10. (a) Bagaimana Yesus menyingkapkan siapa yang memberinya
kuasa untuk membangkitkan Lazarus? (b) Apa saja manfaat membaca
kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab?
86
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
bangkitkan? Sama sekali tidak. Kisah-kisah Alkitab itu
meneguhkan kebenaran-kebenaran yang penting dan memberi kita harapan.
PELAJARAN DARI
KISAH-KISAH KEBANGKITAN
11
Alkitab mengajarkan bahwa orang mati ”sama sekali
tidak sadar akan apa pun”. Mereka tidak hidup dan tidak
berada dalam keadaan sadar di suatu tempat. Kisah Lazarus meneguhkan hal ini. Setelah hidup lagi, apakah Lazarus membuat orang terpukau oleh ceritanya tentang
surga? Atau, apakah ia membuat mereka takut oleh cerita-cerita mengerikan tentang neraka yang menyala-nyala?
Tidak. Alkitab tidak mengatakan bahwa Lazarus menceritakan hal-hal itu. Sewaktu mati selama empat hari, ia
”sama sekali tidak sadar akan apa pun”. (Pengkhotbah 9:5)
Lazarus hanya tidur dalam kematian.—Yohanes 11:11.
12
Kisah Lazarus juga mengajar kita bahwa kebangkitan
benar-benar terjadi, bukan hanya dongeng. Yesus membangkitkan Lazarus di hadapan banyak saksi mata. Bahkan para pemimpin agama, yang membenci Yesus, tidak
menyangkal mukjizat itu. Mereka mengatakan, ”Apa yang
11. Bagaimana kisah kebangkitan Lazarus ikut meneguhkan kebenaran yang dicatat di Pengkhotbah 9:5?
12. Mengapa kita dapat yakin bahwa kebangkitan Lazarus benar-benar
terjadi?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
87
harus kita lakukan, karena orang itu [Yesus] mengadakan
banyak tanda?” (Yohanes 11:47) Banyak orang datang untuk melihat pria yang telah dibangkitkan itu. Hasilnya, semakin banyak lagi yang beriman kepada Yesus. Bagi mereka, Lazarus adalah bukti hidup bahwa Yesus diutus oleh
Allah. Bukti itu begitu kuat sehingga beberapa pemimpin
agama Yahudi yang keras hati berencana untuk membunuh Yesus maupun Lazarus.—Yohanes 11:53; 12:9-11.
13
Apakah realistis untuk percaya bahwa kebangkitan be-
nar-benar terjadi? Ya, sebab Yesus mengajarkan bahwa
pada suatu hari ’semua orang dalam makam peringatan’
akan dibangkitkan. (Yohanes 5:28) Yehuwa adalah Pencipta segala bentuk kehidupan. Apakah sulit untuk percaya
bahwa Ia dapat menciptakan kembali kehidupan? Memang, hal itu sangat bergantung pada daya ingat Yehuwa.
Dapatkah Ia mengingat orang-orang yang kita cintai yang
telah meninggal? Bintang-bintang di alam semesta ini tak
terhitung banyaknya, namun Allah dapat menyebutkan
nama setiap bintang! (Yesaya 40:26) Jadi, Allah Yehuwa dapat mengingat orang-orang tercinta yang telah meninggal,
sampai ke hal-hal yang terkecil, dan Ia dapat menghidupkan mereka lagi.
13. Apa dasarnya untuk percaya bahwa Yehuwa sungguh dapat membangkitkan orang mati?
88
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
14
Tetapi, apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan
orang mati? Alkitab mengajarkan bahwa Ia ingin sekali
melakukannya. Pria yang setia bernama Ayub bertanya,
”Jika laki-laki mati dapatkah ia hidup lagi?” Ayub sedang
berbicara tentang orang mati dalam kuburan yang menunggu saatnya untuk diingat Allah. Ia mengatakan kepada Yehuwa, ”Engkau akan memanggil, dan aku akan
menjawab. Kepada karya tanganmu engkau akan rindu.”
—Ayub 14:13-15.
15
Coba pikir! Yehuwa benar-benar rindu untuk menghi-
dupkan kembali orang mati. Kita tentu merasa gembira,
bukan, mengetahui bahwa begitulah perasaan Yehuwa? Tetapi, mengenai kebangkitan di masa depan, siapa yang
akan dibangkitkan, dan di mana?
’SEMUA ORANG DALAM MAKAM PERINGATAN’
16
Kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab banyak meng-
ajar kita tentang kebangkitan yang akan terjadi di masa depan. Pada zaman dahulu, orang-orang yang dihidupkan
kembali di bumi ini dipersatukan lagi dengan orang-orang
yang mereka cintai. Hal yang sama juga akan terjadi di
masa depan—tetapi jauh lebih baik. Seperti yang telah
kita pelajari di Pasal 3, Allah telah menetapkan bahwa
14, 15. Sebagaimana digambarkan dalam kata-kata Ayub, apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan orang mati?
16. Orang mati akan dibangkitkan untuk hidup di bawah keadaan apa?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
89
seluruh bumi ini akan dijadikan firdaus. Maka, orang mati
tidak akan dibangkitkan untuk hidup di dunia yang penuh dengan peperangan, kejahatan, dan penyakit. Mereka
akan memiliki kesempatan untuk hidup selama-lamanya
di bumi ini di bawah keadaan yang penuh damai dan bahagia.
17
Siapa yang akan dibangkitkan? Yesus mengatakan bah-
wa ’semua orang dalam makam peringatan akan mendengar suara Yesus lalu keluar’. (Yohanes 5:28, 29) Demikian
pula, Penyingkapan 20:13 mengatakan, ”Laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan kematian dan Hades menyerahkan orang-orang mati yang ada di
dalamnya.” ”Hades” memaksudkan kuburan umum umat
manusia. (Lihat Apendiks, halaman 271-3.) Semua kuburan itu akan dikosongkan. Miliaran orang yang beristirahat
di sana akan hidup kembali. Rasul Paulus mengatakan,
”Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar
maupun yang tidak adil-benar.” (Kisah 24:15) Apa artinya
itu?
18
”Orang-orang yang adil-benar” mencakup banyak
orang yang kisahnya kita baca dalam Alkitab dan yang hi17. Seberapa luaskah jangkauan kebangkitan?
18. Siapa yang termasuk di antara ’orang-orang adil-benar’ yang akan
dibangkitkan, dan bagaimana perasaan Anda sendiri terhadap harapan
ini?
90
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dup sebelum Yesus datang ke bumi. Nuh, Abraham, Sara,
Musa, Rut, Ester, dan banyak lagi mungkin muncul dalam
ingatan Anda. Beberapa pria dan wanita yang beriman itu
disebutkan di buku Ibrani pasal 11. Tetapi, ”orang-orang
yang adil-benar” juga mencakup hamba-hamba Yehuwa
yang mati pada zaman kita. Jadi, karena ada harapan
kebangkitan, kita tidak perlu takut lagi akan kematian.
—Ibrani 2:15.
19
Bagaimana dengan semua orang yang tidak melayani
atau menaati Yehuwa karena mereka tidak pernah mengenal Dia? Miliaran orang ”yang tidak adil-benar” itu tidak
akan dilupakan. Mereka juga akan dibangkitkan dan diberi waktu untuk belajar tentang Allah yang benar dan
melayani Dia. Selama suatu periode seribu tahun, orang
mati akan dibangkitkan dan diberi kesempatan untuk melayani Yehuwa bersama orang-orang yang beriman di bumi. Masa itu benar-benar menakjubkan. Dalam Alkitab,
periode itu disebut Hari Penghakiman.1
20
Apakah ini berarti bahwa setiap orang yang pernah hi-
dup akan dibangkitkan? Tidak. Alkitab mengatakan bahwa
1 Untuk mendapat lebih banyak keterangan tentang Hari Penghakiman dan dasar untuk penghakiman, silakan lihat Apendiks,
halaman 273-6.
19. Siapakah orang-orang ”yang tidak adil-benar”, dan kesempatan apa
yang dengan baik hati Yehuwa ulurkan kepada mereka?
20. Apakah Gehena itu, dan siapa yang pergi ke sana?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
91
ada orang mati yang berada di ”Gehena”. (Lukas 12:5)
Nama Gehena berasal dari sebuah lokasi pembuangan
sampah di luar kota Yerusalem kuno. Mayat para penjahat yang keji juga dibuang dan dibakar di sana, karena
orang Yahudi menganggap mereka tidak layak dikuburkan
dan dibangkitkan. Jadi, Gehena cocok untuk melambangkan kebinasaan kekal. Meskipun Yesus akan berperan untuk menghakimi orang yang hidup dan mati, Yehuwa-lah
yang menjadi Hakim terakhir. (Kisah 10:42) Ia tidak akan
membangkitkan orang-orang yang Ia vonis sebagai orang
yang fasik dan tidak mau berubah.
KEBANGKITAN KE SURGA
21
Alkitab juga menyebutkan kebangkitan lain, yaitu un-
tuk hidup sebagai makhluk roh di surga. Alkitab hanya
mencatat satu contoh dari kebangkitan ini, yaitu kebangkitan Yesus Kristus.
22
Setelah Yesus dibunuh, Yehuwa tidak membiarkan
Putra-Nya yang setia itu tetap berada dalam kuburan.
(Mazmur 16:10; Kisah 13:34, 35) Allah membangkitkan
Yesus, tetapi tidak untuk hidup sebagai manusia lagi. Rasul Petrus menjelaskan bahwa Kristus ”dibunuh sebagai
manusia, tetapi dihidupkan sebagai roh”. (1 Petrus 3:18)
21, 22. (a) Kebangkitan apa lagi yang disebutkan? (b) Siapakah yang
pertama kali dibangkitkan untuk hidup sebagai makhluk roh?
92
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Sungguh luar biasa mukjizat itu. Yesus hidup lagi sebagai
pribadi roh yang perkasa! (1 Korintus 15:3-6) Yesus adalah
pribadi yang paling pertama menerima kebangkitan yang
mulia ini. (Yohanes 3:13) Tetapi, dia bukan yang terakhir.
Yesus tahu bahwa ia tidak lama lagi akan kembali ke
surga, maka ia memberi tahu para pengikutnya yang setia
bahwa ia akan ”menyiapkan tempat” bagi mereka. (Yohanes 14:2) Orang-orang yang akan pergi ke surga itu Yesus
sebut sebagai ”kawanan kecil”-nya. (Lukas 12:32) Berapa
banyak orang Kristen setia yang termasuk dalam kelompok yang relatif kecil itu? Menurut Penyingkapan 14:1, rasul Yohanes mengatakan, ”Aku memandang, dan, lihat!
Anak Domba itu [Yesus Kristus] berdiri di Gunung Zion,
dan bersama dia seratus empat puluh empat ribu orang
dan di dahi mereka tertulis nama dia dan nama Bapaknya.”
23
Ke-144.000 orang Kristen itu, termasuk rasul-rasul Yesus yang setia, dibangkitkan untuk hidup di surga. Kapan
mereka dibangkitkan? Rasul Paulus menulis bahwa hal
itu akan terjadi pada masa kehadiran Kristus. (1 Korintus 15:23) Sebagaimana yang akan Anda pelajari di Pasal 9, kita sekarang hidup pada masa itu. Jadi, sedikit
24
orang yang tersisa dari ke-144.000 itu, yang mati pada
23, 24. ”Kawanan kecil” Yesus terdiri dari siapa, dan berapa jumlah
mereka?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
93
zaman kita, langsung dibangkitkan untuk hidup di surga.
(1 Korintus 15:51-55) Tetapi, sebagian besar umat manusia mempunyai harapan akan dibangkitkan di masa depan
untuk hidup dalam Firdaus di bumi.
25
Ya, Yehuwa benar-benar akan mengalahkan musuh
kita, yaitu kematian, yang akan dilenyapkan untuk selamalamanya! (Yesaya 25:8) Namun, Anda mungkin bertanyatanya, ’Apa yang akan dilakukan oleh orang-orang yang dibangkitkan ke surga?’ Mereka akan menjadi bagian dari
pemerintahan Kerajaan yang menakjubkan di surga. Kita
akan belajar lebih banyak tentang pemerintahan itu di pasal berikutnya.
25. Apa yang akan dibahas dalam pasal berikutnya?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab
memberi kita harapan yang pasti.—Yohanes
11:39-44.
ˇ Yehuwa ingin sekali menghidupkan kembali
orang mati.—Ayub 14:13-15.
ˇ Semua yang berada dalam kuburan umum
umat manusia akan dibangkitkan.—Yohanes 5:
28, 29.
94
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL DELAPAN
Apakah Kerajaan Allah Itu?
Apa saja yang Alkitab katakan tentang
Kerajaan Allah?
Apa yang akan dilakukan Kerajaan Allah?
Kapan Kerajaan itu akan mewujudkan
kehendak Allah di bumi?
JUTAAN orang di seluruh dunia mengenal baik doa
yang sering disebut Doa Bapak Kami. Itu adalah doa
terkenal yang diberikan sebagai contoh doa oleh Yesus
Kristus sendiri. Pokok-pokok dalam doa itu sangat dalam maknanya, dan pembahasan tentang tiga permohonan pertama dalam doa itu akan membantu Anda
mengetahui lebih banyak tentang apa yang sebenarnya
Alkitab ajarkan.
2
Pada awal contoh doa ini, Yesus mengatakan kepa-
da para pendengarnya, ”Beginilah kamu harus berdoa:
’Bapak kami yang di surga, biarlah namamu disucikan. Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu
1. Doa terkenal apa yang akan diulas?
2. Yesus mengajar murid-muridnya untuk mendoakan tiga hal apa?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
95
terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.’ ”
(Matius 6:9-13) Apa arti ketiga permohonan itu?
Kita sudah banyak belajar tentang nama Allah, yaitu Yehuwa. Dan, sedikit banyak kita sudah membahas kehendak Allah—apa yang sudah dan masih akan
Ia lakukan bagi umat manusia. Jadi, apa yang Yesus
maksudkan ketika ia menyuruh kita berdoa, ”Biarlah
kerajaanmu datang”? Apakah Kerajaan Allah itu? Bagaimana kedatangannya akan menyucikan, atau menguduskan, nama Allah? Dan, apa kaitan antara datangnya Kerajaan itu dan terjadinya kehendak Allah?
3
APAKAH KERAJAAN ALLAH ITU?
4 Kerajaan Allah adalah suatu pemerintahan yang didirikan oleh Allah Yehuwa dengan seorang Raja yang
dipilih Allah. Siapakah Rajanya? Yesus Kristus. Sebagai Raja, Yesus lebih mulia daripada semua penguasa
manusia, dan ia disebut ”Raja atas mereka yang memerintah sebagai raja dan Tuan atas mereka yang memerintah sebagai tuan”. (1 Timotius 6:15) Ia memiliki
kuasa untuk melakukan jauh lebih banyak kebaikan
daripada penguasa manusia mana pun, bahkan daripada penguasa yang terbaik.
3. Apa yang perlu kita ketahui tentang Kerajaan Allah?
4. Apakah Kerajaan Allah itu, dan siapakah Rajanya?
96
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Dari manakah Kerajaan Allah akan memerintah?
Nah, di manakah Yesus sekarang? Anda tentu ingat
bahwa ia dibunuh pada tiang siksaan, lalu dibangkitkan. Tidak lama setelah itu, ia naik ke surga. (Kisah 2:
33) Jadi, di situlah Kerajaan Allah berada—di surga.
Itulah sebabnya Alkitab menyebutnya ’kerajaan surgawi’. (2 Timotius 4:18) Meskipun berada di surga, Kerajaan Allah akan memerintah atas bumi.—Penyingkapan 11:15.
5
Mengapa Yesus adalah Raja yang luar biasa? Satu
alasannya, ia tidak akan mati. Untuk membandingkan
Yesus dengan raja-raja manusia, Alkitab menyebutnya
”pribadi satu-satunya yang mempunyai peri tidak berkematian, yang tinggal dalam terang yang tidak terhampiri”. (1 Timotius 6:16) Itu berarti semua kebaikan yang Yesus lakukan akan langgeng. Dan, ia pasti
akan melakukan banyak hal yang benar-benar bermanfaat bagi rakyatnya.
6
Perhatikan nubuat Alkitab tentang Yesus, ”Roh Yehuwa akan menetap padanya, roh hikmat dan roh
pengertian, roh nasihat dan roh keperkasaan, roh pengetahuan dan roh takut akan Yehuwa; ia memperoleh
7
5. Dari mana Kerajaan Allah memerintah, dan atas siapa?
6, 7. Mengapa Yesus adalah Raja yang luar biasa?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
97
kesenangan dalam hal takut akan Yehuwa. Ia tidak
akan menghakimi berdasarkan apa yang tampak di matanya saja, ataupun menegur menurut apa yang didengar oleh telinganya saja. Ia akan menghakimi orang
kecil dengan keadilbenaran, dan dengan kelurusan hati
ia akan memberikan teguran demi orang-orang yang
lembut hati di bumi.” (Yesaya 11:2-4) Kata-kata tersebut menunjukkan bahwa Yesus pasti akan menjadi
Raja yang adil-benar dan beriba hati kepada rakyatnya
di bumi. Inginkah Anda memiliki penguasa seperti itu?
Ada fakta lain tentang Kerajaan Allah: Yesus tidak
akan memerintah sendirian. Akan ada orang-orang lain
8
yang memerintah bersamanya. Buktinya, rasul Paulus
memberi tahu Timotius, ”Jika kita terus bertekun, kita
juga akan memerintah bersama dia sebagai raja.” (2 Timotius 2:12) Ya, Paulus, Timotius, dan orang-orang setia lainnya yang Allah pilih akan memerintah bersama
Yesus dalam Kerajaan surgawi. Berapa banyak orang
yang akan mendapat hak istimewa itu?
9
Seperti ditunjukkan di Pasal 7 buku ini, dalam sua-
tu penglihatan, rasul Yohanes melihat ”Anak Domba
8. Siapa yang akan memerintah bersama Yesus?
9. B erapa banyak orang yang akan memerintah bersama Yesus, dan kapan Allah mulai memilih mereka?
98
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
itu [Yesus Kristus] berdiri di Gunung Zion [tempat kedudukannya sebagai raja di surga], dan bersama dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama dia dan nama Bapaknya”. Siapakah
ke-144.000 orang itu? Yohanes sendiri memberi tahu
kita, ”Mereka ini adalah orang-orang yang terus mengikuti Anak Domba itu ke mana pun ia pergi. Mereka
ini dibeli dari antara umat manusia sebagai buah sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba.” (Penyingkapan 14:1, 4) Ya, mereka adalah para pengikut Yesus Kristus yang setia yang khusus dipilih untuk memerintah
di surga bersamanya. Setelah dibangkitkan dari kematian untuk hidup di surga, ”mereka akan memerintah
sebagai raja-raja atas bumi” bersama Yesus. (Penyingkapan 5:10) Sejak zaman rasul-rasul, Allah telah memilih orang-orang Kristen yang setia untuk melengkapi
jumlah 144.000.
Sangatlah pengasih bahwa umat manusia akan diperintah oleh Yesus dan ke-144.000 orang itu. Alasannya antara lain, Yesus tahu bagaimana rasanya menjadi manusia dan menderita. Paulus mengatakan bahwa
Yesus ”bukanlah pribadi yang tidak dapat bersimpati
10
10. Mengapa sangatlah pengasih bahwa umat manusia akan diperintah
oleh Yesus dan ke-144.000 orang itu?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
99
terhadap kelemahan-kelemahan kita, tetapi pribadi
yang telah diuji dalam segala hal seperti kita sendiri,
namun tanpa dosa”. (Ibrani 4:15; 5:8) Rekan-rekannya
juga telah menderita dan bertekun sebagai manusia.
Selain itu, mereka pernah berjuang menghadapi ketidaksempurnaan dan harus mengatasi segala macam
penyakit. Mereka pasti akan memahami problem-problem yang dihadapi manusia!
APA YANG AKAN DILAKUKAN
KERAJAAN ALLAH?
11
Ketika Yesus menyuruh murid-muridnya berdoa
agar Kerajaan Allah datang, ia juga menyuruh mereka
berdoa agar kehendak Allah terjadi, ”seperti di surga,
demikian pula di atas bumi”. Allah ada di surga, dan
di sana kehendak-Nya selalu terjadi atau dilaksanakan
oleh para malaikat yang setia. Tetapi, di Pasal 3 buku
ini kita belajar bahwa pada suatu waktu ada malaikat
jahat yang tidak lagi melaksanakan kehendak Allah
dan membuat Adam dan Hawa berdosa. Di Pasal 10,
kita akan belajar lebih banyak tentang apa yang Alkitab ajarkan mengenai malaikat yang fasik itu, yang disebut Setan si Iblis. Setan dan para malaikat yang me11. Menurut Yesus, apa yang harus didoakan murid-muridnya mengenai
kehendak Allah?
100
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
milih untuk mengikuti dia, yang disebut hantu-hantu,
diizinkan tinggal di surga selama suatu waktu. Jadi, selama masa itu, tidak semua penghuni surga melakukan
kehendak Allah. Namun, keadaan itu berubah sewaktu Kerajaan Allah mulai memerintah. Raja yang baru
ditakhtakan, Yesus Kristus, melancarkan perang melawan Setan.—Penyingkapan 12:7-9.
Kata-kata nubuat berikut ini menggambarkan apa
yang terjadi, ”Aku mendengar suatu suara yang keras
di surga mengatakan, ’Sekarang keselamatan dan kuasa dan kerajaan Allah kita dan wewenang Kristusnya
telah menjadi kenyataan karena [Setan] penuduh saudara-saudara kita, yang menuduh mereka siang dan
malam di hadapan Allah kita, telah dicampakkan!’ ”
(Penyingkapan 12:10) Apakah Anda memperhatikan
dua peristiwa sangat penting yang digambarkan di ayat
itu? Pertama, Kerajaan Allah di bawah Yesus Kristus
mulai memerintah. Kedua, Setan dicampakkan dari
surga ke bumi.
12
Apa dampak kedua peristiwa itu? Mengenai apa
yang terjadi di surga, kita membaca, ”Karena itu, bergembiralah, hai, surga, dan kamu yang berdiam di
13
12. Dua peristiwa penting apa digambarkan di Penyingkapan 12:10?
13. Apa dampaknya setelah Setan dicampakkan dari surga?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
101
dalamnya!” (Penyingkapan 12:12) Ya, para malaikat
yang setia di surga bersukacita karena setelah Setan
dan hantu-hantunya disingkirkan, surga hanya dihuni
oleh makhluk-makhluk yang setia kepada Allah Yehuwa. Mereka menikmati keadaan yang penuh damai dan
harmonis tanpa gangguan. Pada waktu itu, kehendak
Allah pun terjadi di surga.
Tetapi, bagaimana dengan bumi? Alkitab mengatakan, ”Celaka bagi bumi dan bagi laut, sebab si Iblis
telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar, karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit.”
(Penyingkapan 12:12) Setan marah karena ia dicampakkan dari surga dan waktu yang tersisa baginya
tinggal sedikit. Dalam kemarahannya, ia menimbulkan
kesengsaraan, atau ”celaka”, di bumi. Kita akan belajar
lebih banyak tentang ”celaka” itu di pasal berikutnya.
Tetapi kalau begitu, kita mungkin bertanya, Bagaimana Kerajaan itu dapat mewujudkan kehendak Allah di
bumi?
14
Nah, Anda tentu ingat apa kehendak Allah bagi
bumi. Anda sudah belajar tentang hal itu di Pasal 3. Di
Eden, Allah menunjukkan bahwa Ia menghendaki agar
15
14. Apa yang terjadi setelah Setan dicampakkan ke bumi?
15. Apa kehendak Allah bagi bumi?
102
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
bumi ini menjadi firdaus yang dipenuhi dengan umat
manusia yang adil-benar dan tidak akan pernah mati.
Setan menyebabkan Adam dan Hawa berdosa, dan hal
itu mempengaruhi terwujudnya kehendak Allah bagi
bumi, tetapi tidak mengubahnya. Yehuwa tetap menginginkan agar ’orang-orang adil-benar memiliki bumi
dan mendiaminya untuk selama-lamanya’. (Mazmur
37:29) Dan, Kerajaan Allah akan mewujudkan hal itu.
Bagaimana caranya?
16
Perhatikan nubuat di Daniel 2:44. Kita membaca,
”Pada zaman raja-raja itu, Allah yang berkuasa atas
surga akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan
pernah binasa. Dan kerajaan itu tidak akan beralih kepada bangsa lain. Kerajaan itu akan meremukkan dan
mengakhiri semua kerajaan ini, dan akan tetap berdiri
sampai waktu yang tidak tertentu.” Apa yang dikatakan ayat itu tentang Kerajaan Allah?
17
Pertama, kita diberi tahu bahwa Kerajaan Allah
akan didirikan ”pada zaman raja-raja itu”, atau sewaktu kerajaan-kerajaan lain masih berkuasa. Kedua, Kerajaan itu akan tetap ada untuk selama-lamanya, tidak
akan ditaklukkan dan digantikan oleh pemerintahan
16, 17. Apa yang dikatakan Daniel 2:44 tentang Kerajaan Allah?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
103
lain. Ketiga, akan ada perang antara Kerajaan Allah
dan kerajaan-kerajaan di dunia ini. Kerajaan Allah
akan menang dan akhirnya menjadi satu-satunya pemerintahan atas umat manusia. Pada waktu itulah manusia akan menikmati pemerintahan yang paling baik.
18
Alkitab memuat banyak keterangan tentang pe-
rang terakhir itu, antara Kerajaan Allah dan semua pemerintahan di dunia ini. Antara lain, Alkitab mengajarkan bahwa seraya perang itu mendekat, roh-roh
yang fasik akan menyebarkan dusta untuk memperdayakan ”raja-raja seluruh bumi yang berpenduduk”.
Apa tujuannya? ”Untuk mengumpulkan mereka [rajaraja itu] menuju perang pada hari besar Allah Yang
Mahakuasa.” Raja-raja di bumi akan dikumpulkan ke
”tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Har–Magedon”. (Penyingkapan 16:14, 16) Berdasarkan kedua
ayat itu, pertempuran terakhir antara semua pemerintahan manusia dan Kerajaan Allah disebut Har–Magedon, atau Armagedon.
19
Apa yang akan dicapai oleh Kerajaan Allah mela-
lui Armagedon? Anda masih ingat, bukan, apa kehen18. Apa nama pertempuran terakhir antara Kerajaan Allah dan semua
pemerintahan di dunia ini?
19, 20. Mengapa kehendak Allah belum terjadi di bumi sekarang ini?
104
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dak Allah bagi bumi? Allah Yehuwa telah menetapkan
agar bumi dipenuhi dengan umat manusia yang adilbenar dan sempurna, yang melayani Dia di Firdaus.
Hal itu belum terwujud sekarang, antara lain, karena
kita masih berdosa, bisa jatuh sakit, dan mati. Tetapi,
kita belajar di Pasal 5 bahwa Yesus mati bagi kita
agar kita dapat hidup untuk selama-lamanya. Anda
mungkin ingat kata-kata yang dicatat di Injil Yohanes,
”Allah begitu mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang diperanakkan, agar setiap orang
yang memperlihatkan iman akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.”—Yohanes 3:16.
Problem lain ialah banyak orang melakukan halhal yang fasik. Mereka berdusta, menipu, dan melakukan hal-hal yang amoral. Mereka tidak mau melakukan kehendak Allah. Orang yang melakukan hal-hal
yang fasik akan dibinasakan dalam perang Allah di
Armagedon. (Mazmur 37:10) Alasan lain lagi mengapa kehendak Allah belum terjadi di bumi ialah karena pemerintahan-pemerintahan yang ada sekarang
tidak menganjurkan orang untuk melakukan kehendak Allah. Banyak pemerintahan kurang tegas, kejam,
atau korup. Alkitab dengan terus terang mengatakan,
20
Apakah Kerajaan Allah Itu?
105
”Manusia menguasai manusia sehingga ia celaka.”
—Pengkhotbah 8:9.
21
Setelah Armagedon, hanya akan ada satu pemerin-
tahan saja atas umat manusia, yaitu Kerajaan Allah.
Kerajaan itu akan melaksanakan kehendak Allah dan
mendatangkan berkat-berkat yang menakjubkan. Misalnya, Kerajaan itu akan menyingkirkan Setan dan
hantu-hantunya. (Penyingkapan 20:1-3) Kuasa korban
tebusan Yesus mulai bekerja sehingga manusia yang setia tidak akan jatuh sakit dan mati lagi, tetapi mereka
dapat hidup selama-lamanya di bawah pemerintahan
Kerajaan itu. (Penyingkapan 22:1-3) Bumi ini akan dijadikan firdaus. Jadi, Kerajaan itu akan mewujudkan
kehendak Allah di bumi dan akan menyucikan nama
Allah. Apa artinya itu? Itu berarti bahwa pada akhirnya, di bawah Kerajaan Allah, segala yang hidup akan
menghormati nama Yehuwa.
KAPAN KERAJAAN ALLAH AKAN BERTINDAK?
22 Ketika Yesus menyuruh para pengikutnya berdoa,
”Biarlah kerajaanmu datang,” jelaslah bahwa pada
21. Bagaimana Kerajaan Allah akan mewujudkan kehendak Allah di
bumi?
22. Dari mana kita tahu bahwa Kerajaan Allah tidak datang ketika Yesus berada di bumi atau segera setelah ia dibangkitkan?
106
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
waktu itu, Kerajaan tersebut belum datang. Apakah
Kerajaan itu datang pada waktu Yesus naik ke surga?
Tidak, karena Petrus maupun Paulus mengatakan bahwa setelah Yesus dibangkitkan, nubuat di Mazmur
110:1 tergenap pada dirinya, ”Ucapan Yehuwa kepada
Tuanku, ’Duduklah di sebelah kananku sampai aku
menempatkan musuh-musuhmu sebagai tumpuan kakimu.’ ” (Kisah 2:32-35; Ibrani 10:12, 13) Ada masa penantian.
Untuk berapa lama? Pada abad ke-19 dan ke-20, siswa-siswa Alkitab yang tulus secara progresif memahami bahwa masa penantian itu akan berakhir pada
tahun 1914. (Mengenai tahun itu, lihat Apendiks, halaman 276-9.) Peristiwa-peristiwa dunia yang mulai terjadi pada tahun 1914 meneguhkan bahwa pemahaman
tersebut tepat. Nubuat Alkitab yang tergenap menunjukkan bahwa pada tahun 1914, Kristus menjadi Raja
dan Kerajaan surgawi Allah mulai memerintah. Jadi,
kita sekarang hidup pada periode ’waktu yang tinggal sedikit’ bagi Setan. (Penyingkapan 12:12; Mazmur
110:2) Kita juga dapat mengatakan dengan pasti bahwa tidak lama lagi Kerajaan Allah akan bertindak agar
23
23. (a) Kapan Kerajaan Allah mulai memerintah? (b) Apa yang akan
dibahas dalam pasal berikutnya?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
107
kehendak Allah terjadi di bumi. Bukankah ini kabar
gembira? Percayakah Anda bahwa ini akan menjadi kenyataan? Pasal berikutnya akan membantu Anda melihat bahwa hal-hal itu benar-benar diajarkan dalam Alkitab.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Kerajaan Allah adalah pemerintahan surgawi
dengan Yesus Kristus sebagai Raja, dan dari
antara umat manusia, 144.000 orang dipilih untuk memerintah bersamanya.—Penyingkapan
14:1, 4.
ˇ Kerajaan itu mulai memerintah pada tahun
1914, dan pada waktu itulah Setan dicampakkan dari surga ke bumi.—Penyingkapan 12:9.
ˇ Tidak lama lagi, Kerajaan Allah akan membinasakan semua pemerintahan manusia, dan
bumi akan menjadi firdaus.—Penyingkapan 16:
14, 16.
108
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL SEMBILAN
Apakah Kita Hidup pada
”Hari-Hari Terakhir”?
Peristiwa-peristiwa apa pada zaman kita
yang dinubuatkan dalam Alkitab?
Menurut Firman Allah, orang-orang pada
”hari-hari terakhir” akan menjadi seperti apa?
Mengenai ”hari-hari terakhir”, hal-hal baik apa
yang Alkitab nubuatkan?
SEWAKTU menonton berita di televisi, pernahkah
Anda bertanya-tanya, ’Bagaimana nasib dunia ini nantinya?’ Banyak bencana menimpa dengan begitu tiba-tiba
dan tidak terduga sehingga tidak seorang pun dapat
memperkirakan apa yang bakal terjadi besok. (Yakobus
4:14) Tetapi, Yehuwa tahu apa yang akan terjadi di masa
depan. (Yesaya 46:10) Lama berselang, Firman-Nya, Alkitab, tidak hanya menubuatkan hal-hal buruk yang terjadi pada zaman kita, tetapi juga hal-hal menakjubkan
yang akan segera terjadi.
2 Yesus Kristus berbicara tentang Kerajaan Allah, yang
1. Di mana kita bisa memperoleh keterangan tentang masa depan?
2, 3. Apa yang ditanyakan murid-murid Yesus kepadanya, dan apa jawaban dia?
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
109
akan mengakhiri kefasikan dan menjadikan bumi ini
suatu firdaus. (Lukas 4:43) Orang-orang ingin tahu kapan
Kerajaan itu akan datang. Sebenarnya, murid-murid Yesus bertanya kepadanya, ”Apa yang akan menjadi tanda
kehadiranmu dan tanda penutup sistem ini?” (Matius
24:3) Yesus menjawab bahwa hanya Allah Yehuwa yang
tahu persis kapan sistem ini akan berakhir. (Matius
24:36) Tetapi, Yesus menubuatkan hal-hal yang bakal terjadi di bumi tidak lama sebelum Kerajaan itu mendatangkan perdamaian dan keamanan sejati bagi umat manusia. Apa yang ia nubuatkan kini sedang terjadi!
3
Sebelum memeriksa bukti bahwa kita sekarang hidup
pada masa ”penutup sistem ini”, mari kita bahas sejenak suatu perang yang mustahil dilihat oleh manusia.
Perang itu terjadi di surga, tetapi dampaknya mempengaruhi kita.
PERANG DI SURGA
4 Pasal sebelumnya dari buku ini menjelaskan bahwa
Yesus Kristus menjadi Raja di surga pada tahun 1914.
(Daniel 7:13, 14) Tidak lama setelah itu, Yesus bertindak. ”Pecahlah perang di surga,” kata Alkitab. ”Mikha4, 5. (a) Apa yang terjadi di surga tidak lama setelah Yesus menjadi
Raja? (b) Menurut Penyingkapan 12:12, apa dampak perang di surga?
110
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
el [nama lain untuk Yesus] beserta malaikat-malaikatnya
bertempur melawan naga itu [Setan si Iblis], dan naga
itu beserta malaikat-malaikatnya bertempur.”1 Setan beserta malaikat-malaikatnya yang fasik, yaitu hantu-hantu, kalah dan dicampakkan dari surga ke bumi. Malaikat-malaikat Allah yang setia bersukacita bahwa Setan
dan hantu-hantunya telah disingkirkan. Sebaliknya, manusia tidak dapat bergembira seperti mereka karena Alkitab menubuatkan, ”Celaka bagi bumi . . . sebab si Iblis
telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar,
karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit.”—Penyingkapan 12:7, 9, 12.
5
Perhatikanlah apa dampak perang yang terjadi di
surga itu. Dalam kemarahannya karena diusir dari surga, Setan mendatangkan celaka, atau kesusahan, ke atas
penduduk bumi. Seperti yang akan Anda lihat, kita sekarang hidup pada zaman yang penuh kesusahan itu, tetapi hanya relatif sebentar saja—”waktunya tinggal sedikit”. Setan pun menyadari hal itu. Alkitab menyebut
zaman ini ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1) Alangkah senangnya kita karena Allah tidak lama lagi akan
1 Untuk keterangan yang menunjukkan bahwa Mikhael adalah
nama lain untuk Yesus Kristus, lihat Apendiks, halaman 280-1.
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
111
melenyapkan pengaruh si Iblis atas bumi! Mari kita bahas beberapa hal yang dinubuatkan dalam Alkitab yang
terjadi sekarang ini. Hal-hal itu membuktikan bahwa
kita sedang hidup pada hari-hari terakhir dan bahwa Kerajaan Allah akan segera mendatangkan berkat yang tak
habis-habisnya kepada orang-orang yang mengasihi Yehuwa. Pertama-tama, mari kita periksa empat corak dari
tanda yang menurut Yesus akan menjadi ciri zaman kita
sekarang ini.
PERISTIWA-PERISTIWA BESAR SELAMA
HARI-HARI TERAKHIR
6 ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan
melawan kerajaan.” (Matius 24:7) Jutaan orang kehilangan nyawa dalam perang selama abad yang lalu. Seorang
sejarawan Inggris menulis, ”Abad ke-20 adalah abad yang
paling berdarah sepanjang sejarah. . . . Selama abad itu
perang hampir tidak pernah berhenti, selalu saja ada
konflik bersenjata yang terorganisasi, kecuali untuk beberapa periode singkat.” Sebuah laporan dari Lembaga Pengamat Dunia menyatakan, ”Korban perang pada
abad [ke-20] ini tiga kali lebih banyak daripada jumlah
6, 7. Bagaimana kata-kata Yesus tentang perang dan kekurangan makanan tergenap dewasa ini?
112
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
korban dalam semua perang yang terjadi sejak abad pertama M sampai tahun 1899.” Lebih dari 100 juta orang
tewas akibat perang sejak tahun 1914. Jutaan orang
mengalami penderitaan dan dukacita karena kehilangan
orang-orang yang mereka cintai dalam perang. Anda pun
mungkin pernah mengalami hal yang sama.
7
”Akan ada kekurangan makanan.” (Matius 24:7) Me-
nurut para peneliti, produksi makanan telah meningkat
pesat selama 30 tahun terakhir ini. Tetapi, problem kekurangan makanan terus berlanjut karena banyak orang
tidak punya cukup uang untuk membeli makanan atau
tanah yang dapat digarap. Di negara-negara berkembang,
jutaan orang terus menderita kelaparan. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa kekurangan gizi
merupakan penyebab utama kematian lebih dari lima
juta anak setiap tahun.
8
”Akan ada gempa bumi yang hebat.” (Lukas 21:11)
Menurut sebuah survei geologi di AS, rata-rata 19
gempa besar terjadi setiap tahun. Ini cukup kuat untuk merusak bangunan dan membelah tanah. Dan, setiap tahun ada saja gempa bumi yang cukup kuat
8, 9. Apa yang menunjukkan bahwa nubuat Yesus tentang gempa bumi
dan sampar telah menjadi kenyataan?
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
113
untuk menghancurleburkan bangunan-bangunan. Catatan yang tersedia memperlihatkan bahwa gempa bumi telah memakan lebih dari dua juta korban jiwa sejak 1900.
Sebuah sumber lain menyatakan, ”Kemajuan teknologi
tidak banyak mengurangi angka kematian.”
9
”Akan ada sampar.” (Lukas 21:11) Meskipun ada per-
kembangan dalam bidang kedokteran, manusia tetap dihantui oleh penyakit lama dan baru. Menurut sebuah
laporan, 20 penyakit yang terkenal—termasuk tuberkulosis, malaria, dan kolera—lebih sering berjangkit beberapa puluh tahun belakangan ini, dan beberapa jenis penyakit semakin sulit diobati. Sebenarnya, paling sedikit
30 penyakit baru telah muncul. Beberapa di antaranya
belum ada obatnya dan mengakibatkan kematian.
ORANG-ORANG SELAMA
HARI-HARI TERAKHIR
10 Selain menyebutkan peristiwa-peristiwa besar di dunia, Alkitab menubuatkan bahwa pada hari-hari terakhir
masyarakat manusia akan berubah. Rasul Paulus menguraikan bagaimana sifat orang pada umumnya di kemudian hari. Di 2 Timotius 3:1-5, kita membaca, ”Pada
10. Sifat-sifat apa yang dinubuatkan di 2 Timotius 3:1-5 yang Anda lihat pada orang-orang dewasa ini?
114
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
hari-hari terakhir akan datang masa kritis yang sulit dihadapi.” Antara lain, Paulus mengatakan bahwa orang
akan
ˇ
ˇ
ˇ
ˇ
ˇ
ˇ
ˇ
ˇ
mencintai diri sendiri
mencintai uang
tidak taat kepada orang tua
tidak loyal
tidak memiliki kasih sayang alami
tidak mempunyai pengendalian diri
garang
mencintai kesenangan sebaliknya daripada
mengasihi Allah
ˇ berpengabdian yang saleh hanya secara lahiriah tetapi
tidak hidup sesuai dengan kuasanya
11
Apakah orang-orang di lingkungan Anda telah men-
jadi seperti itu? Ya, pasti. Di mana-mana ada orang
yang berperangai buruk. Hal itu menunjukkan bahwa tidak lama lagi Allah akan bertindak, sebab Alkitab mengatakan, ”Apabila orang-orang fasik bertunas seperti
tumbuh-tumbuhan dan semua orang yang suka mencelakakan berkembang, itu hanyalah supaya mereka dimusnahkan selama-lamanya.”—Mazmur 92:7.
11. Bagaimana Mazmur 92:7 menggambarkan apa yang akan terjadi
atas orang-orang fasik?
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
115
HAL-HAL BAIK!
12 Sesuai dengan nubuat Alkitab, hari-hari terakhir
memang penuh dengan kesusahan. Tetapi, di dunia yang
penuh masalah ini, ada hal-hal baik yang terjadi di kalangan para penyembah Yehuwa.
13
”Pengetahuan yang benar akan berlimpah,” demikian
bunyi nubuat di buku Daniel dalam Alkitab. Kapan?
Pada ”zaman akhir”. (Daniel 12:4) Terutama sejak 1914,
orang-orang yang benar-benar ingin melayani Yehuwa telah Ia bantu untuk semakin memahami Alkitab. Mereka semakin mengerti kebenaran yang berharga tentang
nama dan maksud-tujuan Allah, korban tebusan Yesus
Kristus, keadaan orang mati, dan kebangkitan. Selain
itu, para penyembah Yehuwa telah belajar caranya menempuh kehidupan yang mendatangkan faedah bagi diri
mereka dan pujian bagi Allah. Peranan dan caranya Kerajaan Allah akan menyelesaikan masalah-masalah di
bumi juga menjadi semakin jelas bagi mereka. Lalu, apa
yang mereka lakukan dengan pengetahuan itu? Pertanyaan itu menggiring kita ke nubuat lain lagi yang sedang
digenapi pada hari-hari terakhir ini.
12, 13. Mengapa dapat dikatakan bahwa ”pengetahuan yang benar”
akan berlimpah pada ”zaman akhir” ini?
116
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
14
”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh
bumi yang berpenduduk,” kata Yesus Kristus dalam nubuatnya tentang ”penutup sistem ini”. (Matius 24:3, 14)
Di seluruh bumi, kabar baik tentang Kerajaan—apa Kerajaan itu, apa yang akan dilakukannya, dan bagaimana
kita dapat menerima berkat-berkatnya—sedang diberitakan di lebih dari 230 negeri dan dalam lebih dari 400 bahasa. Jutaan Saksi-Saksi Yehuwa dengan penuh semangat memberitakan kabar baik Kerajaan. Mereka berasal
dari ”semua bangsa dan suku dan umat dan bahasa”.
(Penyingkapan 7:9) Saksi-Saksi mengadakan pengajaran
Alkitab gratis di rumah jutaan orang yang ingin tahu apa
yang sebenarnya Alkitab ajarkan. Sungguh mengesankan
penggenapan nubuat itu, terutama karena Yesus menubuatkan bahwa orang Kristen sejati akan menjadi ”sasaran kebencian semua orang”!—Lukas 21:17.
APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?
15 Karena begitu banyak nubuat Alkitab sedang digenapi, tidakkah Anda setuju bahwa kita hidup pada
14. Seberapa luaskah pemberitaan kabar baik Kerajaan dewasa ini, dan
siapa yang memberitakannya?
15. (a) Apakah Anda percaya bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir,
dan mengapa? (b) Apa artinya ”akhir itu” bagi orang-orang yang menentang Yehuwa dan bagi mereka yang tunduk kepada pemerintahan
Kerajaan Allah?
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
117
hari-hari terakhir? Setelah kabar baik itu diberitakan
sampai Yehuwa menganggapnya cukup, ”akhir itu” pasti
akan datang. (Matius 24:14) ”Akhir itu” adalah saat manakala Allah akan menyingkirkan kefasikan di bumi.
Untuk membinasakan semua orang yang sengaja menentang Dia, Yehuwa menggunakan Yesus dan para malaikat yang kuat. (2 Tesalonika 1:6-9) Setan dan hantuhantunya tidak akan menyesatkan bangsa-bangsa lagi.
Setelah itu, Kerajaan Allah akan mencurahkan berkat ke
atas semua orang yang tunduk kepada pemerintahannya
yang adil-benar.—Penyingkapan 20:1-3; 21:3-5.
16
Karena akhir sistem Setan sudah dekat, kita perlu
menanyai diri sendiri, ’Apa yang harus saya lakukan?’
Tindakan yang bijaksana adalah terus belajar lebih banyak tentang Yehuwa dan apa yang Ia minta dari kita.
(Yohanes 17:3) Pelajarilah Alkitab dengan rajin. Bergaullah secara rutin dengan orang-orang yang berupaya
melakukan kehendak Yehuwa. (Ibrani 10:24, 25) Perolehlah berlimpah pengetahuan yang telah Allah Yehuwa sediakan bagi orang-orang di seluruh dunia, dan buatlah
perubahan yang diperlukan dalam kehidupan Anda agar
Anda diperkenan Allah.—Yakobus 4:8.
16. Tindakan yang bijaksana apa yang harus Anda lakukan?
118
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
17
Yesus menubuatkan bahwa kebanyakan orang akan
mengabaikan bukti bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir. Orang fasik akan dibinasakan secara tiba-tiba, tanpa diduga-duga. Kebanyakan orang akan sangat kaget,
seperti kalau mereka kedatangan pencuri pada malam
hari. (1 Tesalonika 5:2) Yesus memperingatkan, ”Sama
seperti zaman Nuh, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak. Karena sebagaimana mereka pada zaman
itu sebelum banjir, makan dan minum, pria-pria menikah dan wanita-wanita diberikan untuk dinikahkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; dan mereka tidak memberikan perhatian sampai banjir itu datang
dan menyapu bersih mereka semua, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak.”—Matius 24:37-39.
18
Maka, Yesus memberi tahu para pendengarnya,
”Perhatikanlah dirimu sendiri agar hatimu jangan sekalikali menjadi sarat dengan makan berlebihan dan minum
berlebihan dan kekhawatiran hidup, dan dengan tibatiba hari itu dalam sekejap menimpa kamu seperti suatu jerat. Karena hal itu akan menimpa semua orang yang
17. Mengapa kebinasaan orang fasik akan mengagetkan kebanyakan
orang?
18. Apa peringatan Yesus yang harus kita camkan?
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
119
tinggal di segenap permukaan bumi. Jadi, tetaplah sadar
sepanjang waktu sambil membuat permohonan agar
kamu berhasil luput dari semua hal ini yang ditentukan
untuk terjadi, dan dapat berdiri [dalam keadaan diperkenan] di hadapan Putra manusia.” (Lukas 21:34-36)
Anda sebaiknya mencamkan kata-kata Yesus itu. Mengapa? Karena orang yang diperkenan oleh Allah Yehuwa
dan ”Putra manusia”, Yesus Kristus, memiliki peluang
untuk selamat melewati akhir sistem Setan dan hidup selama-lamanya dalam dunia baru yang menakjubkan yang sudah begitu dekat!—Yohanes 3:16; 2 Petrus
3:13.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Ciri-ciri hari-hari terakhir adalah perang, kekurangan makanan, gempa bumi, dan sampar.
—Matius 24:7; Lukas 21:11.
ˇ Pada hari-hari terakhir, banyak orang mencintai
diri sendiri, uang, dan kesenangan tetapi tidak
mengasihi Allah.—2 Timotius 3:1-5.
ˇ Selama hari-hari terakhir ini, kabar baik
Kerajaan diberitakan di seluruh dunia.
—Matius 24:14.
120
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL SEPULUH
Makhluk-Makhluk Roh
—Pengaruhnya atas Kita
Apakah malaikat membantu orang-orang?
Bagaimana roh-roh fasik mempengaruhi manusia?
Perlukah kita takut kepada roh-roh fasik?
UNTUK mengenal baik seseorang kita biasanya perlu mengenal keluarganya. Demikian pula, untuk mengenal Allah
Yehuwa, kita perlu lebih mengenal keluarga-Nya yang terdiri
dari para malaikat. Alkitab menyebut malaikat sebagai ”putra Allah”. (Ayub 38:7) Maka, apa peranan mereka dalam
maksud-tujuan Allah? Apakah mereka ikut berperan dalam
sejarah manusia? Apakah para malaikat mempengaruhi kehidupan Anda? Jika ya, bagaimana caranya?
2
Malaikat disebutkan ratusan kali dalam Alkitab. Mari kita
bahas beberapa di antaranya untuk mengetahui lebih banyak
tentang mereka. Bagaimana asal mula para malaikat? Kolose 1:16 mengatakan, ”Melalui dia [Yesus Kristus] segala perkara lain diciptakan di surga dan di bumi.” Jadi, semua
makhluk roh yang disebut malaikat diciptakan satu per satu
1. Mengapa kita sebaiknya tahu tentang malaikat?
2. Bagaimana asal mula para malaikat, dan berapa jumlah mereka?
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
121
oleh Allah Yehuwa melalui Putra sulung-Nya. Berapa jumlah mereka? Alkitab menunjukkan bahwa ada ratusan juta
malaikat, dan mereka semua memiliki kekuatan yang hebat.
—Mazmur 103:20.1
3
Firman Allah, Alkitab, memberi tahu kita bahwa ketika
bumi mulai diciptakan, ”semua putra Allah mulai bersorak
menyatakan pujian”. (Ayub 38:4-7) Jadi, para malaikat sudah
ada lama sebelum manusia diciptakan, bahkan sebelum bumi
diciptakan. Ayat-ayat itu juga menunjukkan bahwa para malaikat mempunyai perasaan, karena dikatakan bahwa mereka
”bersorak bersama-sama dengan gembira”. Perhatikan bahwa
”semua putra Allah” bergembira bersama-sama. Pada waktu
itu, semua malaikat adalah anggota sebuah keluarga yang bersatu padu melayani Allah Yehuwa.
DUKUNGAN DAN PERLINDUNGAN
DARI PARA MALAIKAT
4
Sejak mereka menyaksikan penciptaan manusia pertama,
makhluk-makhluk roh yang setia sangat berminat kepada keluarga manusia yang semakin besar dan kepada pelaksanaan
1 Mengenai malaikat-malaikat yang adil-benar, Penyingkapan 5:11
mengatakan, ”Jumlah mereka berlaksa-laksa,” atau ”sepuluh ribu
kali puluhan ribu”. (Rbi8-E, catatan kaki) Jadi, Alkitab memang menunjukkan bahwa ada ratusan juta malaikat yang diciptakan.
3. Apa yang dikatakan Ayub 38:4-7 tentang para malaikat?
4. Apa yang dikatakan Alkitab yang menunjukkan bahwa para malaikat
yang setia berminat pada kegiatan manusia?
122
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
maksud-tujuan Allah. (Amsal 8:30, 31; 1 Petrus 1:11, 12) Tetapi, seraya waktu berlalu, para malaikat mengamati bahwa
kebanyakan keluarga manusia tidak lagi melayani Pencipta
mereka yang pengasih. Hal ini tentu menyedihkan hati para
malaikat yang setia. Sebaliknya, apabila satu orang saja kembali kepada Yehuwa, ”sukacita ada di antara malaikat-malaikat”. (Lukas 15:10) Para malaikat sangat memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang melayani Allah. Itulah sebabnya
kita bisa mengerti bahwa Yehuwa berulang kali menggunakan malaikat untuk menguatkan dan melindungi hamba-hamba-Nya yang setia di bumi. (Ibrani 1:7, 14) Mari kita lihat beberapa contoh.
5
Dua malaikat membantu menyelamatkan Lot, pria yang
adil-benar itu, beserta kedua putrinya dari kehancuran kota
Sodom dan Gomora yang fasik dengan menuntun mereka ke
luar daerah itu. (Kejadian 19:15, 16) Berabad-abad kemudian, nabi Daniel dilemparkan ke dalam lubang singa, tetapi
ia tidak diapa-apakan oleh singa-singa itu. Ia mengatakan,
”Allahku mengutus malaikatnya dan menutup mulut singasinga ini.” (Daniel 6:22) Pada abad pertama M, malaikat
membebaskan rasul Petrus dari penjara. (Kisah 12:6-11) Selain itu, para malaikat menguatkan Yesus pada awal pelayanannya di bumi. (Markus 1:13) Dan, tidak lama sebelum
5. Sebutkan beberapa contoh dalam Alkitab tentang dukungan para malaikat.
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
123
kematian Yesus, malaikat muncul di hadapannya dan ”menguatkannya”. (Lukas 22:43) Hal itu pasti membesarkan hati
Yesus pada saat-saat yang sangat penting dalam kehidupannya!
6
Dewasa ini, malaikat tidak lagi menampakkan diri kepa-
da umat Allah di bumi. Walaupun manusia tidak dapat melihat mereka, malaikat-malaikat Allah yang perkasa masih
melindungi umat-Nya, terutama dari bahaya rohani. Alkitab
mengatakan, ”Malaikat Yehuwa berkemah di sekeliling orangorang yang takut akan dia, dan dia menyelamatkan mereka.”
(Mazmur 34:7) Mengapa kata-kata itu seharusnya sangat
membesarkan hati kita? Karena ada makhluk-makhluk roh
yang fasik dan berbahaya yang ingin menghancurkan kita! Siapakah mereka? Bagaimana mereka bisa ada? Apa upaya mereka untuk mencelakai kita? Untuk mengetahui jawabannya,
mari kita bahas sejenak suatu peristiwa yang terjadi pada
awal sejarah manusia.
MAKHLUK-MAKHLUK ROH YANG
MENJADI MUSUH KITA
7
Seperti telah kita pelajari di Pasal 3 buku ini, ada satu
malaikat yang mengembangkan keinginan untuk menguasai
makhluk-makhluk lain. Maka, ia menentang Allah. Malaikat
6. (a) Bagaimana para malaikat melindungi umat Allah dewasa ini?
(b) Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas?
7. Seberapa banyak orang yang dapat Setan jauhkan dari Allah?
124
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
ini kemudian dikenal sebagai Setan si Iblis. (Penyingkapan
12:9) Selama sekitar 1.600 tahun setelah ia memperdayakan
Hawa, Setan berhasil menjauhkan hampir semua orang dari
Allah, kecuali beberapa orang yang setia, seperti Habel, Henokh, dan Nuh.—Ibrani 11:4, 5, 7.
8
Pada zaman Nuh, malaikat-malaikat lain memberontak
terhadap Yehuwa. Mereka meninggalkan keluarga Allah di
surga, turun ke bumi, dan mengenakan tubuh jasmani. Untuk apa? Kita membaca di Kejadian 6:2, ”Putra-putra dari
Allah yang benar mulai memperhatikan bahwa anak-anak perempuan manusia itu elok parasnya; lalu mereka mengambil
istri-istri, yaitu semua yang mereka pilih.” Tetapi, perbuatan
para malaikat tersebut dan kebejatan yang diakibatkannya di
antara umat manusia tidak Allah Yehuwa biarkan. Ia membuat seluruh bumi dibanjiri dengan air bah yang melenyapkan semua orang fasik dan hanya menyelamatkan hambahamba-Nya yang setia. (Kejadian 7:17, 23) Jadi, para malaikat
yang memberontak, atau yang juga disebut hantu-hantu, terpaksa meninggalkan tubuh jasmani mereka dan kembali ke
surga sebagai makhluk roh. Mereka pun berpihak kepada si
Iblis, yang kemudian menjadi ”penguasa hantu-hantu”.—Matius 9:34.
8. (a) Bagaimana beberapa malaikat menjadi jahat dan kemudian disebut hantu? (b) Untuk dapat lolos dari Air Bah pada zaman Nuh, apa
yang harus dilakukan hantu-hantu itu?
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
125
Sewaktu para malaikat yang tidak taat kembali ke surga,
mereka tidak diterima lagi sebagai anggota keluarga Allah,
seperti halnya penguasa mereka, Setan. (2 Petrus 2:4) Mereka sekarang tidak dapat mengenakan tubuh manusia, tetapi
mereka masih melancarkan pengaruh yang sangat buruk atas
manusia. Ya, dengan bantuan hantu-hantu inilah, Setan ”sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. (Penyingkapan 12:9; 1 Yohanes 5:19) Bagaimana caranya? Hantu-hantu terutama menggunakan cara-cara yang dirancang
untuk menyesatkan orang. (2 Korintus 2:11) Mari kita bahas
beberapa di antaranya.
9
CARA HANTU-HANTU MENYESATKAN
Untuk menyesatkan orang, hantu-hantu menggunakan
spiritisme. Melakukan spiritisme artinya mengadakan hubungan dengan hantu-hantu, secara langsung maupun melalui seorang perantara atau dukun. Alkitab mengutuk spiritisme dan memperingatkan kita agar menjauhkan diri dari
segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. (Galatia 5:19-21)
Spiritisme dapat diumpamakan seperti umpan yang digunakan seorang nelayan. Untuk menangkap berbagai jenis
ikan, seorang nelayan menggunakan bermacam-macam umpan. Demikian pula, untuk menguasai segala macam orang,
roh-roh fasik menggunakan berbagai bentuk spiritisme.
10
9. (a) Apa yang terjadi dengan hantu-hantu sewaktu mereka kembali ke
surga? (b) Apa yang akan kita bahas berkenaan dengan hantu-hantu?
10. Apakah spiritisme itu?
126
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
11
Satu jenis umpan yang digunakan oleh hantu-hantu ada-
lah ilmu ramal, yaitu upaya untuk mengetahui masa depan
atau sesuatu yang bersifat gaib. Beberapa bentuknya adalah
ramalan bintang, penggunaan kartu, bola kristal, ilmu garis
tangan, dan ilmu tafsir mimpi. Meskipun banyak orang berpikir bahwa mempraktekkan ilmu ramal tidak berbahaya, Alkitab menunjukkan bahwa para juru ramal bekerja sama dengan roh-roh fasik. Misalnya, Kisah 16:16-18 menyebutkan
bahwa ”suatu hantu tenung” memungkinkan seorang gadis
untuk mempraktekkan ”ilmu ramal”. Tetapi, kesanggupan ini
lenyap ketika hantu itu diusir darinya.
12
Cara lain adalah dengan menganjurkan orang untuk me-
minta petunjuk kepada orang mati. Orang yang berduka karena ditinggal mati orang yang dicintai sering diperdayakan
oleh gagasan yang keliru tentang orang mati. Seorang dukun
mungkin memberikan keterangan khusus atau berbicara dengan suara yang kedengarannya adalah suara orang yang sudah mati itu. Akibatnya, banyak orang yakin bahwa orang
mati sebenarnya masih hidup dan bahwa dengan menghubungi orang mati itu, mereka akan lebih sanggup menanggung
dukacita mereka. Tetapi, ”penghiburan” itu sebenarnya suatu dusta dan juga berbahaya. Mengapa? Karena hantu-hantu
11. Apakah ilmu ramal itu, dan mengapa kita harus menghindarinya?
12. Mengapa berbahaya untuk mencoba berkomunikasi dengan orang
mati?
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
127
CARA MELAWAN ROH-ROH FASIK
ˇ Buanglah benda-benda spiritisme
ˇ Pelajari Alkitab
ˇ Berdoalah kepada Allah
dapat meniru suara seseorang yang sudah mati dan memberikan keterangan tentang orang mati itu kepada dukun perantara. (1 Samuel 28:3-19) Selain itu, sebagaimana kita pelajari di Pasal 6, pada waktu seseorang mati, ia tidak ada lagi.
(Mazmur 115:17) Jadi, ”orang yang bertanya kepada orang
mati” telah disesatkan oleh roh-roh fasik dan bertindak bertentangan dengan kehendak Allah. (Ulangan 18:10, 11; Yesaya 8:19) Karena itu, waspadalah, tolaklah umpan yang berbahaya dari hantu-hantu itu.
13
Roh-roh fasik tidak hanya menyesatkan tetapi juga me-
nakut-nakuti orang. Sekarang, Setan dan hantu-hantunya tahu bahwa ”waktunya tinggal sedikit” saja sebelum mereka dinonaktifkan, dan mereka kini lebih ganas daripada yang
sudah-sudah. (Penyingkapan 12:12, 17) Meskipun begitu, ribuan orang yang pernah dicengkeram rasa takut kepada rohroh fasik sekarang dapat membebaskan diri mereka dari
13. Apa yang dapat dilakukan oleh banyak orang yang sebelumnya dicengkeram oleh rasa takut kepada hantu-hantu?
128
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
rasa takut itu. Bagaimana caranya? Apa yang dapat dilakukan seseorang jika ia sudah telanjur terlibat dengan spiritisme?
CARA MELAWAN ROH-ROH FASIK
14
Alkitab memberi tahu kita caranya melawan dan memu-
tuskan hubungan dengan roh-roh fasik. Perhatikan contoh
orang-orang Kristen pada abad pertama di kota Efesus. Sebelum menjadi orang Kristen, ada di antara mereka yang melakukan spiritisme. Ketika mereka memutuskan untuk meninggalkan spiritisme, apa yang mereka lakukan? Alkitab
mengatakan, ”Cukup banyak dari antara mereka yang mempraktekkan ilmu gaib mengumpulkan buku-buku mereka dan
membakarnya habis di hadapan semua orang.” (Kisah 19:19)
Dengan menghancurkan buku-buku ilmu gaib mereka, orangorang yang baru menjadi Kristen itu memberikan teladan
bagi mereka yang ingin melawan roh-roh fasik pada zaman
sekarang. Orang yang ingin melayani Yehuwa harus membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan spiritisme,
antara lain: buku, majalah, film, poster, dan rekaman musik
yang menganjurkan dan membuat spiritisme tampak menarik serta mengasyikkan. Jimat atau benda-benda lain yang dikenakan untuk perlindungan terhadap apa yang jahat juga
harus dibuang.—1 Korintus 10:21.
14. Seperti orang Kristen abad pertama di Efesus, bagaimana kita dapat memutuskan hubungan dengan roh-roh fasik?
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
129
15
Beberapa tahun setelah orang Kristen di Efesus meng-
hancurkan buku-buku ilmu gaib mereka, rasul Paulus masih
merasa perlu untuk menulis kepada mereka bahwa ”pergulatan kita . . . melawan kumpulan roh yang fasik”. (Efesus 6:
12) Hantu-hantu belum menyerah. Mereka masih mencoba
menguasai orang-orang. Maka, apa lagi yang perlu dilakukan
orang-orang Kristen itu? ”Di atas segala hal,” kata Paulus,
”ambillah perisai besar iman, yang dengannya kamu akan
sanggup memadamkan semua senjata lempar yang berapi dari
si fasik [Setan].” (Efesus 6:16) Semakin kuat perisai iman kita,
semakin kuat kemampuan kita untuk melawan kumpulan
roh yang fasik.—Matius 17:20.
16
Maka, bagaimana kita dapat menguatkan iman kita? De-
ngan mempelajari Alkitab. Kekokohan sebuah tembok sangat
bergantung pada kekuatan fondasinya. Demikian pula, keteguhan iman kita sangat bergantung pada seberapa kuat dasar iman kita, yaitu pengetahuan yang saksama tentang Firman Allah, Alkitab. Jika kita membaca dan mempelajari
Alkitab setiap hari, iman kita akan menjadi kuat. Seperti tembok yang kuat, iman tersebut akan melindungi kita dari pengaruh roh-roh fasik.—1 Yohanes 5:5.
15. Untuk melawan kumpulan roh yang fasik, apa yang perlu kita lakukan?
16. Bagaimana kita dapat menguatkan iman kita?
130
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
17
Langkah apa lagi yang perlu diambil orang-orang Kris-
ten di Efesus? Mereka membutuhkan perlindungan tambahan karena mereka hidup di sebuah kota yang sarat dengan
pengaruh hantu-hantu. Maka, Paulus memberi tahu mereka,
”Dengan setiap bentuk doa dan permohonan, teruslah berdoa pada setiap kesempatan dengan roh.” (Efesus 6:18) Kita
juga hidup dalam dunia yang sarat dengan pengaruh hantuhantu, maka untuk melawan roh-roh fasik, kita perlu berdoa
dengan sungguh-sungguh kepada Yehuwa, memohonkan perlindungan-Nya. Kita tentu saja perlu menggunakan nama Yehuwa dalam doa-doa kita. (Amsal 18:10) Jadi, kita harus terus berdoa kepada Allah agar Ia ’melepaskan kita dari si
fasik’, Setan si Iblis. (Matius 6:13) Yehuwa akan menjawab
doa yang sungguh-sungguh.—Mazmur 145:19.
18
Roh-roh fasik sungguh berbahaya, tetapi kita tidak per-
lu takut kepada mereka jika kita melawan Iblis dan mendekat kepada Allah dengan melakukan kehendak-Nya. (Yakobus 4:7, 8) Kekuatan mereka terbatas. Pada zaman Nuh,
mereka dihukum, dan di masa depan mereka akan mendapat
penghakiman terakhir. (Yudas 6) Selain itu, ingatlah bahwa kita dilindungi oleh para malaikat Yehuwa yang kuat.
17. Langkah apa yang perlu diambil untuk melawan roh-roh fasik?
18, 19. (a) Mengapa kita dapat yakin bahwa kita akan menang melawan makhluk-makhluk roh yang fasik? (b) Pertanyaan apa yang akan
dijawab dalam pasal selanjutnya?
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
131
(2 Raja 6:15-17) Malaikat-malaikat itu ingin sekali kita berhasil melawan roh-roh fasik. Para malaikat yang adil-benar
seolah-olah menyoraki kita agar tidak menyerah. Karena itu,
mari kita tetap dekat dengan Yehuwa dan keluarga-Nya yang
terdiri dari makhluk-makhluk roh yang setia. Kita sepatutnya juga menghindari segala macam bentuk spiritisme dan
selalu menerapkan nasihat Firman Allah. (1 Petrus 5:6, 7;
2 Petrus 2:9) Dengan demikian, kita dapat yakin bahwa kita
akan menang melawan makhluk-makhluk roh yang fasik.
19
Tetapi, mengapa Allah selama ini membiarkan roh-roh
jahat dan kefasikan yang menyebabkan begitu banyak penderitaan? Pertanyaan itu akan dijawab dalam pasal selanjutnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Para malaikat yang setia menolong orang-orang
yang melayani Yehuwa.—Ibrani 1:7, 14.
ˇ Setan dan hantu-hantunya menyesatkan dan
menjauhkan orang dari Allah.—Penyingkapan
12:9.
ˇ Jika Anda melakukan kehendak Allah dan
melawan si Iblis, Setan akan lari dari Anda.
—Yakobus 4:7, 8.
132
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL SEBELAS
Mengapa Allah Membiarkan
Penderitaan?
Apakah Allah yang menyebabkan
penderitaan di dunia?
Sengketa apa yang timbul di Taman Eden?
Bagaimana Allah akan meniadakan dampak
penderitaan manusia?
SETELAH suatu pertempuran yang hebat di sebuah negeri
yang sudah diporakporandakan perang, ribuan mayat wanita dan anak-anak dimakamkan dalam sebuah kuburan massal yang kemudian dikelilingi oleh banyak salib kecil. Pada
setiap salib terukir kata: ”Mengapa?” Pertanyaan itu sering
diajukan orang sebagai ungkapan kepedihan hati mereka
apabila perang, bencana, penyakit, atau kejahatan merenggut orang-orang tercinta yang tidak bersalah, menghancurkan rumah mereka, atau mendatangkan penderitaan lain
yang tak terlukiskan. Mereka ingin tahu mengapa tragedi seperti itu menimpa mereka.
1, 2. Penderitaan macam apa yang dialami orang-orang dewasa ini, dan
hal itu mendorong banyak orang untuk menanyakan apa saja?
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
133
2
Mengapa Allah membiarkan penderitaan? Jika Allah Ye-
huwa mahakuasa, pengasih, bijaksana, dan adil, mengapa dunia ini begitu penuh dengan kebencian dan ketidakadilan?
Pernahkah Anda sendiri menanyakan hal-hal itu?
3
Apakah salah untuk bertanya mengapa Allah membiar-
kan penderitaan? Beberapa orang khawatir dianggap kurang
beriman atau tidak menghormati Allah. Tetapi, di Alkitab
kita membaca bahwa orang-orang beriman yang takut akan
Allah mengajukan pertanyaan yang sama. Misalnya, nabi
Habakuk bertanya kepada Yehuwa, ”Apa sebabnya engkau
memperlihatkan kepadaku apa yang mencelakakan, dan engkau terus memandang kesusahan semata? Dan mengapa penjarahan dan kekerasan ada di depanku, dan mengapa terjadi
perselisihan, dan timbul percekcokan?”—Habakuk 1:3.
4
Apakah Yehuwa memarahi nabi Habakuk yang beriman
karena bertanya seperti itu? Tidak. Malahan, Allah melestarikan kata-kata Habakuk yang tulus itu dalam catatan Alkitab yang terilham. Allah juga membantu dia lebih memahami berbagai masalah dan membangun iman yang lebih
besar. Yehuwa ingin melakukan hal yang sama bagi Anda.
Ingatlah, Alkitab mengajarkan bahwa Ia ”memperhatikan
kamu”. (1 Petrus 5:7) Kebencian Allah terhadap kefasikan
3, 4. (a) Apa yang menunjukkan bahwa tidak salah untuk bertanya
mengapa Allah membiarkan penderitaan? (b) Bagaimana perasaan Yehuwa terhadap kefasikan dan penderitaan?
134
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dan penderitaan yang ditimbulkannya jauh lebih besar daripada kebencian manusia terhadap hal-hal itu. (Yesaya 55:8, 9)
Kalau begitu, mengapa ada begitu banyak penderitaan di dunia?
MENGAPA ADA BEGITU BANYAK
PENDERITAAN?
5
Orang-orang dari berbagai agama bertanya kepada pe-
mimpin dan guru agama mereka mengapa ada begitu banyak
penderitaan. Sering kali, jawabannya adalah bahwa penderitaan itu sudah kehendak Allah dan bahwa sejak dahulu Ia telah menakdirkan segala sesuatu, termasuk kejadian-kejadian
yang menyedihkan. Banyak orang diberi tahu bahwa jalan
Allah itu suatu misteri atau bahwa orang—bahkan anakanak—yang meninggal itu dipanggil oleh Tuhan untuk tinggal bersama-Nya di surga. Namun, sebagaimana telah Anda
pelajari, Allah Yehuwa bukan penyebab hal-hal buruk. Alkitab mengatakan, ”Jauhlah dari Allah yang benar untuk bertindak dengan fasik, dan Yang Mahakuasa untuk bertindak
dengan tidak adil!”—Ayub 34:10.
6
Tahukah Anda mengapa orang-orang menyalahkan Allah
atas semua penderitaan di dunia? Sering kali, mereka menyalahkan Allah Yang Mahakuasa karena mereka pikir
5. Apa saja yang kadang-kadang dikatakan untuk menjelaskan alasan
penderitaan manusia, tetapi apa yang Alkitab ajarkan?
6. Mengapa banyak orang menyalahkan Allah atas penderitaan di dunia?
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
135
Dialah penguasa dunia ini. Mereka tidak mengetahui suatu
kebenaran yang sederhana tetapi penting yang Alkitab ajarkan. Anda telah mempelajari kebenaran itu di Pasal 3 buku
ini. Sesungguhnya, penguasa dunia ini adalah Setan si Iblis.
7
Alkitab dengan jelas menyatakan, ”Seluruh dunia berada
dalam kuasa si fasik.” (1 Yohanes 5:19) Apabila direnungkan,
hal itu masuk akal, bukan? Dunia ini mencerminkan kepribadian makhluk roh yang tidak kelihatan itu, yang ”sedang
menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. (Penyingkapan 12:9) Setan itu penuh kebencian, suka menipu, dan kejam. Maka, dunia di bawah pengaruhnya juga penuh dengan
kebencian, tipu daya, dan kekejaman. Itulah satu alasan
mengapa ada begitu banyak penderitaan.
8
Alasan kedua adalah, sebagaimana dibahas di Pasal 3, se-
jak pemberontakan di Taman Eden umat manusia tidak sempurna dan berdosa. Manusia yang berdosa cenderung memperebutkan kekuasaan, dan hal ini mengakibatkan perang,
penindasan, dan penderitaan. (Pengkhotbah 4:1; 8:9) Alasan ketiga adalah ”waktu dan kejadian yang tidak terduga”.
(Pengkhotbah 9:11) Di dunia ini yang penguasa dan pelindungnya bukan Yehuwa, orang dapat mengalami musibah karena kebetulan berada di tempat yang salah.
7, 8. (a) Apa yang menunjukkan bahwa dunia ini mencerminkan kepribadian penguasanya? (b) Bagaimana ketidaksempurnaan manusia serta
”waktu dan kejadian yang tidak terduga” ikut menyebabkan penderitaan?
136
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Kita merasa terhibur karena tahu bahwa Allah tidak menyebabkan penderitaan. Ia tidak bertanggung jawab atas pe9
rang, kejahatan, penindasan, atau bahkan bencana alam yang
mengakibatkan orang menderita. Namun, kita perlu tahu:
Mengapa Yehuwa membiarkan semua penderitaan ini? Jika
Ia Mahakuasa, Ia dapat menghentikannya. Jadi, mengapa Ia
tidak bertindak? Allah yang pengasih yang sudah kita kenal
pasti punya alasan yang kuat.—1 Yohanes 4:8.
TIMBULNYA SENGKETA YANG
SANGAT PENTING
Untuk mengetahui mengapa Allah membiarkan penderitaan, kita perlu mengingat lagi awal mula penderitaan. Ketika Setan menyebabkan Adam dan Hawa tidak menaati Yehuwa, timbul suatu pertanyaan yang penting. Setan tidak
mempertanyakan kuasa Yehuwa. Setan pun tahu bahwa kua10
sa Yehuwa tidak ada batasnya. Tetapi, yang Setan pertanyakan adalah hak Yehuwa untuk memerintah. Setan menuduh
Allah sebagai pendusta yang menahan hal-hal baik dari rakyat-Nya, dengan demikian ia menyatakan Yehuwa sebagai penguasa yang buruk. (Kejadian 3:2-5) Setan menyiratkan bahwa keadaan umat manusia akan lebih baik jika mereka tidak
diperintah oleh Allah. Hal ini merupakan serangan terhadap
kedaulatan Yehuwa, hak-Nya untuk memerintah.
9. Mengapa kita dapat yakin bahwa Yehuwa mempunyai alasan yang
kuat untuk membiarkan penderitaan berlanjut?
10. Apa yang Setan pertanyakan, dan bagaimana caranya?
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
137
11
Adam dan Hawa memberontak terhadap Yehuwa. Mere-
ka seolah-olah mengatakan, ’Kami tidak membutuhkan Yehuwa sebagai Penguasa kami. Kami dapat memutuskan sendiri apa yang benar dan salah.’ Bagaimana cara Yehuwa
menyelesaikan sengketa itu? Bagaimana Ia dapat mengajar
semua makhluk cerdas bahwa para pemberontak itu keliru
dan bahwa cara Dialah yang memang terbaik? Ada yang
mungkin mengatakan bahwa Allah seharusnya membinasakan saja para pemberontak itu dan menciptakan manusia
lagi. Tetapi, Yehuwa sudah menyatakan maksud-tujuan-Nya
untuk memenuhi bumi dengan keturunan Adam dan Hawa,
dan Ia ingin agar mereka hidup dalam firdaus di bumi. (Kejadian 1:28) Yehuwa selalu memenuhi maksud-tujuan-Nya.
(Yesaya 55:10, 11) Selain itu, apabila para pemberontak di
Eden disingkirkan, pertanyaan yang timbul mengenai hak
Yehuwa untuk memerintah tidak akan terjawab.
12
Sebagai gambaran, coba bayangkan cerita ini: Ada se-
orang guru yang memberi tahu murid-muridnya cara memecahkan suatu soal yang sulit. Kemudian, ada seorang murid
yang pandai tetapi suka melawan yang menyatakan bahwa
cara guru itu salah. Untuk menunjukkan bahwa guru itu ti11. Mengapa Yehuwa tidak membinasakan saja para pemberontak di
Eden?
12, 13. B erikan gambaran mengapa Yehuwa mengizinkan Setan menjadi penguasa dunia ini dan mengapa Allah mengizinkan manusia untuk
memerintah diri sendiri.
138
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dak pintar mengajar, si penentang ini berkukuh bahwa ia
tahu cara yang jauh lebih baik untuk memecahkan soal itu.
Beberapa murid berpikir ia benar, dan mereka juga mulai
ikut-ikutan melawan. Apa yang harus dilakukan sang guru?
Jika ia mengusir para penentang, apa dampaknya atas murid-murid yang lain? Bisa jadi mereka akan berpikir bahwa
teman mereka dan murid-murid yang bergabung dengannya
itulah yang benar. Semua murid lain di kelas barangkali tidak mau lagi merespek sang guru, karena mengira ia takut
dibuktikan salah. Tetapi, bagaimana seandainya guru itu
mengizinkan si penentang untuk menunjukkan kepada murid-murid cara dia memecahkan soal itu?
13
Apa yang Yehuwa lakukan mirip dengan yang dilakukan
guru dalam cerita itu. Anda tentu ingat bahwa yang terlibat
bukan hanya para pemberontak di Eden. Jutaan malaikat
ikut menyaksikan. (Ayub 38:7; Daniel 7:10) Cara Yehuwa menangani pemberontakan itu besar dampaknya atas semua
malaikat dan akhirnya atas semua ciptaan yang cerdas. Jadi,
apa yang telah Yehuwa lakukan? Ia mengizinkan Setan untuk
menunjukkan cara dia memerintah umat manusia. Allah
juga mengizinkan manusia untuk memerintah diri sendiri
dengan pengarahan Setan.
14
Guru dalam cerita itu tahu bahwa si penentang dan para
14. Apa manfaatnya keputusan Yehuwa untuk mengizinkan manusia memerintah diri sendiri?
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
139
pendukungnya salah. Tetapi, ia juga tahu bahwa dengan
memberi mereka kesempatan untuk mencoba membuktikan
kata-kata mereka, semua murid akan mendapat manfaat.
Apabila para penentang itu gagal, semua murid yang jujur
akan melihat bahwa hanya guru itulah yang cakap mengajar
mereka. Mereka akan memahami alasannya jika belakangan
guru itu mengusir siapa saja yang melawan dia. Demikian
pula, Yehuwa tahu bahwa semua orang dan malaikat yang
berhati jujur akan mendapat manfaat jika mereka melihat
bahwa Setan dan para pendukungnya gagal dan bahwa manusia tidak dapat memerintah diri sendiri. Seperti Yeremia
pada zaman dahulu, mereka akan belajar kebenaran yang sangat penting ini, ”Aku tahu benar, oh, Yehuwa, bahwa manusia tidak mempunyai kuasa untuk menentukan jalannya sendiri. Manusia, yang berjalan, tidak mempunyai kuasa untuk
mengarahkan langkahnya.”—Yeremia 10:23.
MENGAPA BEGITU LAMA?
Tetapi, mengapa Yehuwa membiarkan penderitaan berlangsung begitu lama? Dan, mengapa Ia tidak mencegah terjadinya hal-hal buruk? Nah, perhatikan dua hal yang tidak
dilakukan guru dalam cerita itu. Pertama, ia tidak menghentikan murid yang menentang itu ketika dia mengemukakan
caranya. Kedua, ia tidak membantu si penentang membukti15
15, 16. (a) Mengapa Yehuwa membiarkan penderitaan berlangsung begitu lama? (b) Mengapa Yehuwa tidak mencegah, misalnya, kejahatan
yang mengerikan?
140
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
kan kata-katanya. Demikian pula, perhatikan dua hal yang
Yehuwa tetapkan untuk tidak Ia lakukan. Pertama, Ia tidak
menghentikan Setan dan para pendukungnya yang mencoba
membuktikan diri benar. Jadi, mereka perlu diberi waktu. Selama ribuan tahun sejarah manusia, orang-orang dapat mencoba segala macam bentuk pemerintahan buatan mereka
sendiri. Manusia telah membuat kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan bidang-bidang lain, tetapi ketidakadilan, kemiskinan, kejahatan, dan perang semakin menjadi-jadi. Pemerintahan manusia sekarang telah terbukti gagal.
16
Kedua, Yehuwa tidak membantu Setan memerintah du-
nia ini. Seandainya Allah mencegah, misalnya, kejahatan
yang mengerikan, maka bisa jadi orang akan berpikir bahwa
manusia barangkali bisa memerintah diri sendiri tanpa menimbulkan hal-hal buruk. Dengan demikian, tidakkah ini
berarti bahwa Allah sebenarnya ikut membuktikan bahwa
para pemberontak itu benar? Seandainya Yehuwa bertindak
seperti itu, maka Ia ikut mendukung dusta Setan. Padahal,
”Allah mustahil berdusta”.—Ibrani 6:18.
17
Namun, bagaimana dengan semua akibat buruk dari
pemberontakan yang panjang terhadap Allah? Kita perlu ingat bahwa Yehuwa mahakuasa. Karena itu, Ia dapat
dan akan meniadakan dampak penderitaan manusia. Seperti
17, 18. Apa yang akan Yehuwa lakukan terhadap semua akibat buruk
dari pemerintahan manusia dan pengaruh Setan?
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
141
yang telah kita pelajari, bumi kita yang telah dirusak ini
akan diubah menjadi Firdaus. Berbagai akibat dosa akan dilenyapkan apabila seseorang beriman kepada korban tebusan Yesus, dan dampak kematian akan ditiadakan melalui
kebangkitan. Allah akan menggunakan Yesus ”untuk menghancurkan perbuatan Iblis”. (1 Yohanes 3:8) Yehuwa akan
mewujudkan semua hal itu pada waktu yang tepat. Kita dapat bersyukur bahwa Ia tidak bertindak lebih awal, karena
kesabaran-Nya memungkinkan kita belajar kebenaran dan
melayani Dia. (2 Petrus 3:9, 10) Sementara itu, Allah dengan
aktif mencari orang-orang yang tulus yang mau menyembahNya dan membantu mereka menanggung penderitaan apa
pun yang mungkin menimpa mereka di dunia yang penuh kesusahan ini.—Yohanes 4:23; 1 Korintus 10:13.
18
Ada yang mungkin bertanya-tanya: Apakah semua pen-
deritaan dapat dicegah seandainya Allah menciptakan Adam
dan Hawa sedemikian rupa sehingga mereka tidak dapat
memberontak? Untuk menjawab pertanyaan itu, Anda perlu ingat bahwa Yehuwa memberi Anda suatu karunia yang
berharga.
BAGAIMANA ANDA AKAN
MENG GUNAKAN KARUNIA ALLAH?
19
Sebagaimana dikatakan dalam Pasal 5, manusia dicipta-
19. Karunia berharga apa yang Yehuwa berikan, dan mengapa kita harus menghargainya?
142
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
kan dengan kebebasan untuk memilih. Apakah Anda menyadari betapa berharganya karunia itu? Allah menciptakan tak
terhitung banyaknya binatang, dan hampir semua kegiatan
mereka dilakukan dengan naluri. (Amsal 30:24) Manusia
membuat robot yang dapat melakukan semua perintah. Apakah kita senang seandainya Allah menciptakan kita seperti
itu? Tentu tidak, kita senang bisa bebas memilih untuk menjadi orang seperti apa, untuk hidup seperti apa, untuk bersahabat dengan siapa, dan seterusnya. Kita senang memiliki
kebebasan dalam taraf tertentu, dan itulah yang Allah inginkan bagi kita.
20
Yehuwa tidak senang dilayani dengan perasaan terpaksa.
(2 Korintus 9:7) Sebagai gambaran: Mana yang lebih disukai orang tua—anak yang mengatakan ”Aku sayang ayah
dan ibu” karena ia disuruh, atau yang mengatakannya secara spontan, dari hati? Maka, pertanyaannya sekarang adalah: Bagaimana Anda akan menggunakan kebebasan memilih
yang telah Yehuwa karuniakan? Setan, Adam, dan Hawa
benar-benar menyalahgunakan kebebasan tersebut. Mereka
menolak Allah Yehuwa. Nah, bagaimana dengan Anda?
21
Anda mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan se-
baik-baiknya karunia yang menakjubkan itu. Anda dapat
20, 21. Bagaimana kita dapat menggunakan karunia kebebasan memilih dengan sebaik-baiknya, dan mengapa kita hendaknya melakukan hal
itu?
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
143
bergabung dengan jutaan orang yang sudah berpihak kepada Yehuwa. Mereka membuat Allah bersukacita karena mereka ikut berperan aktif dalam membuktikan bahwa Setan
adalah pendusta dan penguasa yang telah gagal total. (Amsal 27:11) Anda juga dapat melakukan hal itu dengan memilih jalan hidup yang benar, yang akan dijelaskan dalam pasal
berikutnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Allah bukan penyebab keadaan yang buruk di
dunia.—Ayub 34:10.
ˇ Dengan menyiratkan bahwa Allah adalah pendusta dan bahwa Ia menahan hal-hal baik dari
rakyatnya, Setan mempertanyakan hak Yehuwa
untuk memerintah.—Kejadian 3:2-5.
ˇ Yehuwa akan menggunakan Putra-Nya, Penguasa Kerajaan Mesianik, untuk mengakhiri
semua penderitaan manusia dan meniadakan
dampaknya.—1 Yohanes 3:8.
144
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL DUA BELAS
Menempuh Kehidupan yang
Menyenangkan Allah
Bagaimana Anda dapat menjadi sahabat Allah?
Bagaimana tantangan Setan melibatkan Anda?
Tingkah laku apa yang tidak
menyenangkan Yehuwa?
Bagaimana Anda dapat menempuh kehidupan
yang menyenangkan Allah?
ORANG seperti apakah yang akan Anda jadikan sahabat?
Kemungkinan besar, Anda akan berteman dengan orang
yang mempunyai pandangan, minat, dan nilai-nilai yang
sama. Dan, Anda akan tertarik kepada orang yang sifatnya
baik, misalnya jujur dan baik hati.
2
Sepanjang sejarah, Allah telah memilih orang-orang
tertentu untuk menjadi sahabat-Nya. Misalnya, Yehuwa
menyebut Abraham sahabat-Nya. (Yesaya 41:8; Yakobus
2:23) Allah menyebut Daud ”seorang pria yang mendapat perkenan di hatiku” karena orang seperti dialah yang
1, 2. B erikan beberapa contoh orang-orang yang Yehuwa anggap sahabat-Nya.
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
145
Yehuwa kasihi. (Kisah 13:22) Dan, Yehuwa menganggap
nabi Daniel sebagai ”orang yang sangat dikasihi”.—Daniel 9:23.
3
Mengapa Yehuwa menganggap Abraham, Daud, dan
Daniel sebagai sahabat-Nya? Nah, Ia memberi tahu Abraham, ”Engkau telah mendengarkan perkataanku.” (Kejadian 22:18) Jadi, Yehuwa berteman dengan orang yang rela
melakukan apa yang Ia minta. ”Taati perkataanku,” kataNya kepada orang Israel, ”dan aku akan menjadi Allahmu,
dan kamu akan menjadi umatku.” (Yeremia 7:23) Jika
Anda menaati Yehuwa, Anda juga dapat menjadi sahabatNya!
YEHUWA MENGUATKAN
SAHABAT-SAHABATNYA
4
Pikirkan apa manfaatnya menjadi sahabat Allah. Al-
kitab mengatakan bahwa Yehuwa mencari kesempatan
”untuk memperlihatkan kekuatannya demi kepentingan
orang-orang yang sepenuh hati terhadapnya”. (2 Tawarikh 16:9) Bagaimana Yehuwa dapat memperlihatkan kekuatan-Nya demi kepentingan Anda? Satu cara dikemukakan di Mazmur 32:8, yang berbunyi, ”Aku [Yehuwa] akan
3. Mengapa Yehuwa memilih orang-orang tertentu sebagai sahabatNya?
4, 5. Bagaimana Yehuwa memperlihatkan kekuatan-Nya demi kepentingan umat-Nya?
146
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
membuatmu memiliki pemahaman dan mengajarmu mengenai jalan yang harus kautempuh. Aku akan memberikan nasihat dengan mataku tertuju kepadamu.”
5
Benar-benar suatu pernyataan yang hangat tentang ke-
pedulian Yehuwa! Ia akan memberi Anda bimbingan yang
dibutuhkan dan menjaga Anda seraya Anda menerapkannya. Allah ingin membantu Anda berhasil melewati cobaan dan ujian. (Mazmur 55:22) Jadi, apabila Anda melayani
Yehuwa dengan sepenuh hati, Anda dapat memiliki keyakinan yang sama seperti pemazmur yang mengatakan,
”Aku menempatkan Yehuwa di depanku senantiasa. Karena ia ada di sebelah kananku, aku tidak akan digoyahkan.”
(Mazmur 16:8; 63:8) Ya, Yehuwa dapat membantu Anda
menempuh kehidupan yang menyenangkan Dia. Tetapi, sebagaimana Anda ketahui, ada musuh Allah yang ingin
mencegah Anda melakukan hal itu.
TANTANGAN SETAN
6
Pasal 11 buku ini menjelaskan bagaimana Setan si Iblis
menantang kedaulatan Allah. Setan menuduh Allah berdusta dan menyiratkan bahwa Yehuwa tidak adil karena tidak mengizinkan Adam dan Hawa memutuskan sendiri
apa yang benar dan salah. Setelah Adam dan Hawa berdosa dan seraya bumi mulai dipenuhi dengan keturunan
6. Tuduhan apa yang Setan lontarkan terhadap manusia?
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
147
mereka, Setan memp ertanyakan motif semua orang.
”Orang melayani Allah bukan karena mereka mengasihi
Dia,” demikian tuduhan Setan. ”Beri aku kesempatan,
maka aku dapat membuat siapa saja berbalik melawan
Allah.” Itulah yang Setan yakini sebagaimana terlihat dalam kisah seorang pria bernama Ayub. Siapakah Ayub, dan
bagaimana ia terlibat dengan tantangan Setan?
7
Ayub hidup sekitar 3.600 tahun yang lalu. Ia orang
yang baik, sebab Yehuwa mengatakan, ”Tidak ada seorang
pun yang seperti dia di bumi, seorang pria yang tidak bercela dan lurus hati, takut akan Allah dan berpaling dari
yang jahat.” (Ayub 1:8) Ayub menyenangkan Allah.
8
Setan mempertanyakan motif Ayub melayani Allah. Si
Iblis mengatakan kepada Yehuwa, ”Bukankah engkau sendiri yang memasang pagar di sekeliling [Ayub] dan di sekeliling rumahnya dan di sekeliling segala sesuatu yang ia
miliki di sekelilingnya? Pekerjaan tangannya telah engkau
berkati, dan ternaknya telah tersebar luas di bumi. Tetapi
kali ini, ulurkanlah kiranya tanganmu dan sentuhlah segala sesuatu yang ia miliki dan lihatlah apakah ia tidak akan
mengutuki engkau di mukamu.”—Ayub 1:10, 11.
7, 8. (a) Apa yang membuat Ayub jauh lebih baik daripada orang-orang
sezamannya? (b) Bagaimana Setan mempertanyakan motif Ayub?
148
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
9
Dengan demikian, Setan menyatakan bahwa Ayub me-
layani Allah hanya untuk mendapat imbalan. Si Iblis juga
menuduh Ayub akan berbalik melawan Allah seandainya
ia diuji. Bagaimana Yehuwa menanggapi tantangan Setan? Karena masalahnya menyangkut motif Ayub, Yehuwa
membiarkan Setan menguji Ayub. Dengan demikian, akan
terlihat dengan jelas apakah Ayub mengasihi Allah—atau
tidak.
AYUB DIUJI
10
Setan segera menguji Ayub dengan berbagai cara. Bi-
natang peliharaan Ayub ada yang dirampok dan dibantai.
Sebagian besar hambanya dibunuh. Akibatnya, ia mengalami kesulitan ekonomi. Kemudian, tragedi menimpanya
lagi ketika kesepuluh anaknya mati akibat suatu badai. Tetapi, meskipun mengalami berbagai musibah ini, ”Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menganggap apa pun yang tidak patut berasal dari Allah”.—Ayub 1:22.
11
Setan tidak menyerah. Ia pasti berpikir bahwa Ayub
memang dapat menanggung kehilangan harta, hambahamba, dan anak-anaknya, tetapi kalau ia jatuh sakit, ia
9. Bagaimana Yehuwa menanggapi tantangan Setan, dan mengapa?
10. Ujian apa saja yang menimpa Ayub, dan bagaimana sikapnya?
11. (a) Tuduhan apa lagi yang Setan lontarkan terhadap Ayub, dan bagaimana tanggapan Yehuwa? (b) Bagaimana sikap Ayub ketika ditimpa
penyakit yang menyakitkan?
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
149
tentu akan berbalik melawan Allah. Yehuwa membiarkan
Setan memukul Ayub dengan penyakit yang menjijikkan
dan menyakitkan. Namun, hal itu pun tidak menyebabkan Ayub kehilangan iman kepada Allah. Malahan, ia
dengan teguh mengatakan, ”Sampai aku mati aku tidak
akan menyingkirkan integritasku!”—Ayub 27:5.
12
Ayub tidak tahu bahwa Setanlah penyebab semua ke-
susahannya. Karena tidak tahu bahwa si Iblis menantang
kedaulatan Yehuwa, Ayub khawatir bahwa semua kesulitannya berasal dari Allah. (Ayub 6:4; 16:11-14) Meskipun
begitu, ia tetap berintegritas kepada Yehuwa. Dan, pernyataan Setan bahwa Ayub melayani Allah untuk alasan yang
mementingkan diri terbukti tidak benar karena Ayub tetap setia!
13
Karena kesetiaan Ayub, Yehuwa punya jawaban yang
tegas untuk tantangan Setan yang menghina-Nya. Ayub benar-benar sahabat Yehuwa, dan Allah memberinya upah
karena ia setia.—Ayub 42:12-17.
ANDA TERLIBAT JUGA
14
Masalah integritas kepada Allah yang diajukan oleh
12. Bagaimana Ayub membuktikan bahwa tuduhan si Iblis itu tidak benar?
13. Apa yang terjadi karena Ayub setia kepada Allah?
14, 15. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa tantangan Setan yang
melibatkan Ayub berlaku untuk semua orang?
150
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Setan tidak hanya ditujukan kepada Ayub. Anda juga terlibat. Firman Yehuwa menyatakan hal ini dengan jelas di
Amsal 27:11, ”Hendaklah berhikmat, putraku, dan buatlah
hatiku bersukacita, agar aku dapat memberikan jawaban
kepada dia yang mencela aku.” Kata-kata itu, yang ditulis
ratusan tahun setelah Ayub mati, menunjukkan bahwa Setan masih mencela Allah dan menuduh hamba-hambaNya. Jika kita menempuh kehidupan yang menyenangkan
Yehuwa, kita sebenarnya ikut memberikan jawaban untuk
tuduhan palsu Setan, dan dengan demikian kita membuat
hati Allah senang. Bagaimana perasaan Anda? Tidakkah
Anda akan senang dapat ikut menjawab tuduhan palsu si
Iblis, sekalipun hal itu berarti Anda harus membuat beberapa perubahan dalam kehidupan Anda?
15
Perhatikan bahwa Setan mengatakan, ”Segala sesuatu
yang dimiliki orang akan ia berikan ganti jiwanya.” (Ayub
2:4) Dengan menyebut kata ”orang”, Setan menyatakan
bahwa tuduhannya tidak hanya ditujukan kepada Ayub tetapi kepada semua orang. Ini penting sekali karena itu berarti Setan juga mempertanyakan integritas Anda kepada
Allah. Si Iblis ingin melihat Anda tidak taat kepada Allah
dan meninggalkan jalan hidup yang adil-benar apabila kesulitan timbul. Maka, apa yang Setan lakukan?
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
151
16
Seperti yang telah dibahas di Pasal 10, Setan menggu-
nakan berbagai cara untuk mencoba menjauhkan orang
dari Allah. Di satu sisi, ia menyerang ”seperti singa yang
mengaum, berupaya melahap orang”. (1 Petrus 5:8) Jadi,
pengaruh Setan dapat terlihat apabila teman, sanak keluarga, atau orang lain melarang Anda belajar Alkitab dan
menerapkan apa yang Anda pelajari.1 (Yohanes 15:19, 20)
Sebaliknya, di sisi lain, Setan ”terus mengubah dirinya
menjadi malaikat terang”. (2 Korintus 11:14) Si Iblis dapat menggunakan cara yang halus untuk menyesatkan
Anda dan memikat Anda agar meninggalkan jalan hidup
yang saleh. Ia dapat juga menggunakan perasaan kecil
hati, mungkin dengan membuat Anda merasa tidak layak
untuk menyenangkan Allah. (Amsal 24:10) Entah Setan
bertindak seperti ”singa yang mengaum” atau seperti ”malaikat terang”, tantangannya tetap sama: Ia mengatakan
bahwa apabila Anda diberi ujian atau godaan, Anda tidak akan melayani Allah lagi. Bagaimana Anda dapat
1 Tidak berarti bahwa Setan secara langsung mengendalikan orang
yang menentang Anda. Tetapi, Setan adalah allah sistem ini, dan seluruh dunia berada dalam kuasanya. (2 Korintus 4:4; 1 Yohanes 5:
19) Maka, kita dapat mengantisipasi bahwa orang tidak menyukai
jalan hidup yang saleh, dan ada yang akan menentang Anda.
16. (a) Dengan cara apa saja Setan mencoba memalingkan orang dari
Allah? (b) Bagaimana si Iblis mungkin menggunakan cara-cara itu pada
diri Anda?
152
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
menjawab tantangannya dan membuktikan bahwa Anda
berintegritas kepada Allah, seperti halnya Ayub?
MENAATI PERINTAH-PERINTAH YEHUWA
17
Anda dapat menjawab tantangan Setan dengan me-
nempuh kehidupan yang menyenangkan Allah. Apa artinya itu? Alkitab menjawab, ”Engkau harus mengasihi
Yehuwa, Allahmu, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap tenaga hidupmu.” (Ulangan 6:5) Seraya Anda semakin mengasihi Allah, semakin besar pula keinginan Anda untuk melakukan apa yang Ia minta. ”Inilah
arti kasih akan Allah,” tulis rasul Yohanes, ”yaitu bahwa
kita menjalankan perintah-perintahnya.” Jika Anda mengasihi Yehuwa dengan segenap hati, Anda akan merasa
bahwa ”perintah-perintahnya tidak membebani”.—1 Yohanes 5:3.
18
Apa saja perintah Yehuwa? Beberapa di antaranya me-
nyangkut tingkah laku yang harus kita hindari. Misalnya,
perhatikan kotak di halaman 155 yang berjudul ”Jauhi
Apa yang Yehuwa Benci”. Di sana terdapat daftar tingkah laku yang jelas-jelas dikutuk Alkitab. Secara sekilas,
17. Apa alasan utama untuk menaati perintah-perintah Yehuwa?
18, 19. (a) Sebutkan beberapa perintah Yehuwa. (Lihat kotak di halaman 155.) (b) Bagaimana kita tahu bahwa Allah tidak meminta terlalu
banyak dari kita?
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
153
beberapa perbuatan yang disebutkan kelihatannya tidak
begitu buruk. Tetapi, setelah merenungkan ayat-ayat yang
disebutkan, Anda tentu akan melihat hikmat di balik hukum-hukum Yehuwa. Mengubah tingkah laku mungkin sesuatu yang paling sulit Anda lakukan. Namun, menempuh kehidupan yang menyenangkan Allah mendatangkan
kepuasan dan kebahagiaan besar. (Yesaya 48:17, 18) Dan,
Anda bisa melakukan itu. Bagaimana kita tahu?
19
Yehuwa tidak pernah meminta lebih dari apa yang da-
pat kita lakukan. (Ulangan 30:11-14) Ia lebih tahu kemampuan dan keterbatasan kita daripada kita sendiri.
(Mazmur 103:14) Selain itu, Yehuwa dapat memberi
kita kekuatan untuk menaati Dia. Rasul Paulus menulis,
”Allah itu setia, dan ia tidak akan membiarkan kamu digoda melampaui apa yang dapat kamu tanggung, tetapi sewaktu ada godaan itu ia juga akan memberikan jalan keluar agar kamu sanggup menahannya.” (1 Korintus 10:13)
Untuk membantu Anda bertahan, Yehuwa bahkan dapat
memberi Anda ”kuasa yang melampaui apa yang normal”.
(2 Korintus 4:7) Setelah berhasil menanggung banyak ujian, Paulus dapat mengatakan, ”Dalam segala perkara aku
mempunyai kekuatan melalui dia yang memberikan kuasa
kepadaku.”—Filipi 4:13.
154
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
JAUHI APAYANG YEHUWA BENCI
Pembunuhan.—Keluaran 20:13; 21:22, 23.
Amoralitas seksual.—Imamat 20:10, 13, 15, 16;
Roma 1:24, 26, 27, 32; 1 Korintus 6:9, 10.
Spiritisme.—Ulangan
18:9-13;
1 Korintus 10:21, 22; Galatia 5:20.
Penyembahan berhala.—1 Korintus 10:14.
Kemabukan.—1 Korintus 5:11.
Pencurian.—Imamat 6:2, 4; Efesus 4:28.
Dusta.—Amsal 6:16, 19; Kolose 3:9;
Penyingkapan 22:15.
Ketamakan.—1 Korintus 5:11.
Kekerasan.—Mazmur 11:5; Amsal 22:24, 25;
Maleakhi 2:16; Galatia 5:20, 21.
Tutur kata yang tidak pantas.—Imamat 19:16;
Efesus 5:4; Kolose 3:8.
Penyalahgunaan darah.
—Kejadian 9:4; Kisah 15:20, 28, 29.
Tidak mau memenuhi kebutuhan keluarga.
—1 Timotius 5:8.
Ikut dalam perang atau pertikaian politikdunia.
—Yesaya 2:4; Yohanes 6:15; 17:16.
Penggunaan tembakau atau narkoba.
—Markus 15:23; 2 Korintus 7:1.
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
155
MENGEMBANGKAN SIFAT-SIFAT YANG SALEH
Tentu, untuk menyenangkan Yehuwa, Anda harus melakukan lebih dari sekadar menjauhi hal-hal yang Ia benci.
Anda juga perlu mengasihi apa yang Ia kasihi. (Roma 12:9)
Anda tentu merasa tertarik kepada orang yang mempunyai pandangan, minat, dan nilai-nilai yang sama, bukan?
Yehuwa juga begitu. Maka, belajarlah mengasihi hal-hal
yang Yehuwa kasihi. Beberapa di antaranya disebutkan di
Mazmur 15:1-5, yang memuat uraian tentang siapa yang
Allah anggap sahabat-Nya. Sahabat Yehuwa memperlihatkan apa yang Alkitab sebut ”buah roh”, yang mencakup
sifat-sifat seperti ”kasih, sukacita, damai, kepanjangsabaran, kebaikan hati, kebaikan, iman, kelemahlembutan, pengendalian diri”.—Galatia 5:22, 23.
20
Dengan membaca dan mempelajari Alkitab secara teratur Anda akan dibantu untuk mengembangkan sifat-sifat
yang saleh. Dan, dengan mempelajari apa yang Allah minta, Anda akan dibantu untuk menyelaraskan pikiran Anda
dengan cara berpikir Allah. (Yesaya 30:20, 21) Semakin
Anda mengasihi Yehuwa, semakin besar pula keinginan
Anda untuk menempuh kehidupan yang menyenangkan
Allah.
21
20. Sifat-sifat saleh apa yang harus Anda kembangkan, dan mengapa sifat-sifat itu penting?
21. Apa yang akan membantu Anda mengembangkan sifat-sifat yang saleh?
156
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
22
Untuk menempuh kehidupan yang menyenangkan Ye-
huwa, Anda perlu mengerahkan upaya. Dalam Alkitab,
mengubah kehidupan disamakan dengan menanggalkan
kepribadian lama lalu mengenakan kepribadian baru. (Kolose 3:9, 10) Tetapi mengenai perintah-perintah Yehuwa,
pemazmur menulis, ”Dalam menjalankannya ada upah
yang besar.” (Mazmur 19:11) Anda juga akan merasa bahwa menempuh kehidupan yang menyenangkan Allah itu
sangat bermanfaat. Dengan melakukan hal itu, Anda akan
memberikan jawaban atas tantangan Setan dan membuat
hati Yehuwa senang!
22. Apa hasilnya jika Anda menempuh kehidupan yang menyenangkan
Allah?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Anda dapat menjadi sahabat Allah dengan
menaati Dia.—Yakobus 2:23.
ˇ Setan menantang integritas semua orang.
—Ayub 1:8, 10, 11; 2:4; Amsal 27:11.
ˇ Kita harus menjauhi perbuatan yang tidak
menyenangkan Allah.—1 Korintus 6:9, 10.
ˇ Kita dapat menyenangkan Yehuwa dengan
membenci apa yang Ia benci dan mengasihi
apa yang Ia kasihi.—Roma 12:9.
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
157
PASAL TIGA BELAS
Pandangan Allah tentang Kehidupan
Bagaimana Allah memandang kehidupan?
Bagaimana Allah memandang
pengguguran kandungan?
Bagaimana caranya kita menghargai kehidupan?
”YEHUWA benar-benar Allah,” kata nabi Yeremia. ”Ia
Allah yang hidup.” (Yeremia 10:10) Selain itu, Allah Yehuwa adalah Pencipta semua makhluk hidup. Makhlukmakhluk di surga mengatakan kepada-Nya, ”Engkau menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena kehendakmu
semua itu ada dan diciptakan.” (Penyingkapan 4:11) Dalam
sebuah nyanyian pujian kepada Allah, Raja Daud mengatakan, ”Padamu ada sumber kehidupan.” (Mazmur 36:9)
Jadi, kehidupan adalah karunia dari Allah.
2
Yehuwa juga memelihara kehidupan kita. (Kisah 17:28)
Ia menyediakan makanan yang kita santap, air yang kita
minum, udara yang kita hirup, dan tanah yang kita tinggali. (Kisah 14:15-17) Yehuwa menyediakan semuanya de1. Siapa yang menciptakan semua makhluk hidup?
2. Apa yang Allah lakukan untuk memelihara kehidupan kita?
158
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
ngan sebaik-baiknya agar kehidupan ini menyenangkan. Tetapi, supaya kita benar-benar menikmati kehidupan, kita
perlu belajar hukum-hukum Allah dan menaatinya.—Yesaya 48:17, 18.
CARANYA MENGHARGAI KEHIDUPAN
3
Allah ingin agar kita menghargai kehidupan—baik ke-
hidupan kita sendiri maupun kehidupan orang lain. Misalnya, pada zaman Adam dan Hawa dahulu, putra mereka, Kain, marah besar kepada adiknya, Habel. Yehuwa
memperingatkan Kain bahwa kemarahannya dapat menyebabkan ia melakukan dosa yang serius. Kain mengabaikan peringatan itu. Ia ”menyerang Habel, saudaranya,
dan membunuhnya”. (Kejadian 4:3-8) Yehuwa menghukum
Kain karena membunuh saudaranya.—Kejadian 4:9-11.
4 Ribuan tahun kemudian, Yehuwa memberi bangsa Israel hukum-hukum agar mereka dapat melayani Dia dengan
cara yang diperkenan. Hukum-hukum ini adakalanya disebut Hukum Musa karena diberikan melalui nabi Musa. Dalam Hukum Musa tertulis, ”Jangan membunuh.” (Ulangan
5:17) Hal itu menunjukkan kepada orang Israel bahwa
Allah menghargai kehidupan manusia dan bahwa orangorang harus menghargai kehidupan sesamanya.
3. Bagaimana Allah memandang pembunuhan Habel?
4. Dalam Hukum Musa, bagaimana Allah menandaskan pandangan
yang benar tentang kehidupan?
Pandangan Allah tentang Kehidupan
159
KITA MENGHARGAI KEHIDUPAN
ˇ dengan tidak mengambil kehidupan janin
ˇ dengan menghentikan kebiasaan yang najis
ˇ dengan menyingkirkan dari hati kita
kebencian apa pun terhadap sesama
5
Bagaimana dengan kehidupan janin? Menurut Hukum
Musa, orang yang menyebabkan kematian bayi yang ada dalam rahim ibunya dinyatakan bersalah. Ya, kehidupan
janin pun berharga bagi Yehuwa. (Keluaran 21:22, 23;
Mazmur 127:3) Ini berarti pengguguran kandungan itu salah.
6
Menghargai kehidupan berarti memiliki pandangan
yang benar tentang sesama manusia. Alkitab mengatakan,
”Setiap orang yang membenci saudaranya adalah pembunuh manusia, dan kamu tahu bahwa pembunuh manusia
tidak memiliki kehidupan abadi dalam dirinya.” (1 Yohanes 3:15) Jika kita menginginkan kehidupan abadi, kita perlu menyingkirkan dari hati kebencian apa pun terhadap sesama, karena kebencian sering menjadi sumber kekerasan.
5. Bagaimana kita harus memandang pengguguran kandungan?
6. Mengapa kita tidak boleh membenci sesama kita?
160
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
(1 Yohanes 3:11, 12) Kita perlu belajar mengasihi satu
sama lain.
7
Bagaimana dengan menghargai kehidupan kita sendiri?
Orang biasanya tidak mau mati, tetapi ada yang membahayakan kehidupan mereka demi kesenangan. Misalnya, banyak orang merokok, mengunyah buah pinang, atau menggunakan narkoba untuk bersenang-senang. Bahan-bahan
itu merusak tubuh dan sering mengakibatkan kematian
penggunanya. Orang yang terbiasa menggunakan bahan-bahan itu tidak menganggap kehidupan itu suci. Kebiasaan
tersebut najis dalam pandangan Allah. (Roma 6:19; 12:1;
2 Korintus 7:1) Untuk melayani Allah dengan cara yang diperkenan, kita harus menghentikan kebiasaan tersebut.
Walaupun mungkin sangat sulit, Yehuwa dapat memberi
kita bantuan yang dibutuhkan. Dan, Ia menghargai upaya
kita untuk menjaga kehidupan kita sebagai karunia yang
berharga dari-Nya.
8
Jika kita menghargai kehidupan, kita akan selalu ingat
perlunya memperhatikan keselamatan. Kita tidak akan
ceroboh dan tidak akan mengambil risiko hanya demi
kesenangan atau sensasi. Kita tidak akan mengemudi
7. Kebiasaan apa saja yang menunjukkan tidak adanya penghargaan terhadap kehidupan?
8. Mengapa kita harus selalu ingat perlunya memperhatikan keselamatan?
Pandangan Allah tentang Kehidupan
161
dengan ugal-ugalan dan akan menghindari olahraga yang
mengandung kekerasan atau yang berbahaya. (Mazmur
11:5) Hukum Allah bagi orang Israel zaman dahulu menyatakan, ”Apabila engkau membangun rumah baru [dengan
atap datar], engkau harus membuat pagar tembok yang
rendah untuk atap rumahmu, agar engkau tidak mendatangkan utang darah atas rumahmu bila seseorang jatuh
dari situ.” (Ulangan 22:8) Selaras dengan prinsip yang dinyatakan dalam hukum itu, semua bagian dari rumah
Anda, misalnya tangga, harus selalu dalam kondisi baik
agar orang tidak tersandung, jatuh, dan mendapat cedera
berat. Jika Anda punya mobil, pastikan agar mobil itu
aman untuk dikendarai. Jangan sampai rumah atau mobil
Anda membahayakan diri Anda atau orang lain.
9
Bagaimana dengan kehidupan binatang? Itu pun suci
bagi sang Pencipta. Allah mengizinkan kita membunuh binatang untuk makanan dan pakaian atau untuk melindungi orang dari bahaya. (Kejadian 3:21; 9:3; Keluaran
21:28) Tetapi, menyiksa atau membunuh binatang hanya
untuk hiburan adalah salah dan menunjukkan bahwa seseorang sama sekali tidak menghargai kehidupan yang suci
di mata Allah.—Amsal 12:10.
9. Jika kita menghargai kehidupan, bagaimana kita akan memperlakukan binatang?
162
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
CARANYA MENGHARGAI DARAH
10
Setelah Kain membunuh adiknya, Habel, Yehuwa me-
ngatakan kepada Kain, ”Darah saudaramu berseru kepadaku dari tanah.” (Kejadian 4:10) Sewaktu Allah menyebut
darah Habel, yang Ia maksudkan adalah kehidupan Habel.
Kain telah mengambil kehidupan Habel, dan sekarang
Kain harus dihukum. Darah, atau kehidupan, Habel seolah-olah berseru kepada Yehuwa menuntut keadilan. Hubungan antara kehidupan dan darah diperlihatkan lagi
setelah Air Bah pada zaman Nuh. Sebelum Air Bah, manusia hanya makan buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian,
dan kacang-kacangan. Setelah Air Bah, Yehuwa berfirman
kepada Nuh dan putra-putranya, ”Segala binatang yang
bergerak, yang hidup, dapat menjadi makananmu. Sebagaimana halnya tumbuh-tumbuhan hijau, aku memberikan semuanya kepadamu.” Tetapi, Allah memberikan batasan ini,
”Hanya daging dengan jiwanya [atau, kehidupannya]—darahnya—jangan dimakan.” (Kejadian 1:29; 9:3, 4) Jelaslah,
bagi Yehuwa, kehidupan sangat erat kaitannya dengan darah.
11
Kita menghargai darah dengan tidak memakannya. Da-
lam Hukum yang Yehuwa berikan kepada orang Israel, Ia
10. Bagaimana Allah menunjukkan adanya kaitan antara kehidupan
dan darah?
11. Mengenai darah, apa yang Allah larang sejak zaman Nuh?
Pandangan Allah tentang Kehidupan
163
memerintahkan, ”Mengenai setiap orang . . . yang dalam
perburuan menangkap binatang liar atau unggas yang boleh dimakan, ia harus mencurahkan darahnya dan menutupinya dengan debu. . . . Aku berfirman kepada putra-putra Israel, ’Kamu tidak boleh makan darah segala jenis
makhluk.’” (Imamat 17:13, 14) Larangan makan darah binatang, yang mula-mula Allah berikan kepada Nuh sekitar
800 tahun sebelumnya, masih berlaku. Pandangan Yehuwa
jelas: Hamba-hamba-Nya boleh makan daging binatang
kecuali darahnya. Mereka harus mencurahkan darahnya
ke tanah—seolah-olah mengembalikan kehidupan makhluk
itu kepada Allah.
12 Perintah serupa berlaku bagi orang Kristen. Para rasul
dan beberapa pengikut Yesus yang mengambil pimpinan
pada abad pertama berkumpul untuk memutuskan perintah apa saja yang harus ditaati oleh semua di sidang Kristen. Mereka berkesimpulan, ”Roh kudus dan kami sendiri
telah berkenan untuk tidak menambahkan lebih banyak
beban kepadamu, kecuali hal-hal yang perlu ini: agar kamu
tetap menjauhkan diri dari hal-hal yang dikorbankan kepada berhala, dari darah, dari binatang yang mati dicekik [sehingga darahnya tertahan], dan dari percabulan.”
(Kisah 15:28, 29; 21:25) Jadi, kita harus ’menjauhkan diri
12. Perintah apa mengenai darah yang diberikan oleh roh kudus pada
abad pertama dan yang masih berlaku dewasa ini?
164
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dari darah’. Dalam pandangan Allah, melakukan hal itu
sama pentingnya seperti menghindari penyembahan berhala dan amoralitas seksual.
13
Apakah perintah untuk menjauhkan diri dari darah
mencakup transfusi darah? Ya. Sebagai gambaran: Andaikata seorang dokter menyuruh Anda menjauhkan diri dari
minuman beralkohol, apakah itu hanya berarti Anda tidak
boleh meminumnya tetapi Anda boleh menyuntikkannya
ke dalam pembuluh darah Anda? Tentu tidak! Demikian
pula, menjauhkan diri dari darah berarti tidak memasukkannya ke dalam tubuh kita dengan cara apa pun. Jadi, perintah untuk menjauhkan diri dari darah berarti kita tidak
akan mengizinkan siapa pun mentransfusikan darah ke dalam pembuluh darah kita.
14
Bagaimana jika seorang Kristen mendapat luka parah
atau perlu menjalani operasi besar? Katakanlah dokterdokter mengharuskan dia ditransfusi darah, jika tidak, dia
akan mati. Orang Kristen itu tentu tidak ingin mati. Dalam
upaya untuk mempertahankan karunia kehidupan yang
berharga dari Allah, ia bersedia menerima dan mencari
pengobatan lain yang tidak menggunakan darah tetapi
13. B erikan gambaran bahwa perintah untuk menjauhkan diri dari darah mencakup transfusi darah.
14, 15. Jika dokter-dokter mengharuskan seorang Kristen ditransfusi
darah, bagaimana ia akan menanggapinya, dan mengapa?
Pandangan Allah tentang Kehidupan
165
menggunakan berbagai zat pengganti darah yang mungkin
tersedia.
15
Apakah seorang Kristen akan melanggar hukum Allah
hanya untuk bertahan hidup sedikit lebih lama dalam sistem ini? Yesus mengatakan, ”Barang siapa ingin menyelamatkan jiwanya [atau, kehidupannya] akan kehilangan jiwanya; tetapi barang siapa kehilangan jiwanya demi aku
akan mendapatkannya.” (Matius 16:25) Kita tidak ingin
mati. Tetapi, jika kita mencoba menyelamatkan kehidupan
kita sekarang dengan melanggar hukum Allah, bisa jadi
kita akan kehilangan kehidupan abadi. Maka, tindakan
yang bijaksana adalah percaya bahwa hukum Allah itu
pasti benar dan yakin sepenuhnya bahwa jika kita mati karena suatu sebab, Pemberi kehidupan kita akan mengingat
kita dengan membangkitkan dan mengembalikan kepada
kita karunia kehidupan yang berharga itu.—Yohanes 5:
28, 29; Ibrani 11:6.
16
Dewasa ini, hamba-hamba Allah yang setia bertekad
untuk mengikuti petunjuk-Nya tentang darah. Mereka tidak akan memakannya dalam bentuk apa pun. Mereka juga
tidak akan menerima darah untuk alasan medis.1 Mereka
1 Untuk keterangan tentang pengganti transfusi darah, lihat halaman 13-17 brosur Bagaimana Darah Dapat Menyelamatkan Kehidupan
Anda? yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
16. Mengenai darah, apa tekad hamba-hamba Allah?
166
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yakin bahwa sang Pencipta darah tahu yang terbaik bagi
mereka. Apakah Anda sendiri yakin?
DARAH HANYA B OLEH DIGUNAKAN
UNTUK SATU HAL
17
Hukum Musa menandaskan penggunaan darah untuk
satu hal saja. Mengenai ibadat yang dituntut dari orang Israel zaman dahulu, Yehuwa memerintahkan, ”Jiwa [atau,
kehidupan] makhluk ada di dalam darahnya, dan aku sendiri telah menaruhnya di atas mezbah bagi kamu untuk mengadakan pendamaian bagi jiwa-jiwamu, sebab darah itulah yang mengadakan pendamaian.” (Imamat 17:11)
Pada waktu orang Israel berdosa, mereka dapat memperoleh pengampunan dengan mempersembahkan binatang
dan menaruh sedikit darahnya di atas mezbah di tabernakel atau belakangan di bait Allah. Darah hanya boleh digunakan untuk korban-korban seperti itu.
18
Orang Kristen sejati tidak berada di bawah Hukum
Musa dan karena itu tidak mempersembahkan korban binatang dan tidak menaruh darah binatang di atas mezbah. (Ibrani 10:1) Tetapi, darah yang ditaruh di atas mezbah pada zaman Israel dahulu menggambarkan korban
17. Di Israel zaman dahulu, Allah Yehuwa mengizinkan darah digunakan untuk satu hal apa?
18. Manfaat dan berkat apa yang dapat kita peroleh dengan dicurahkannya darah Yesus?
Pandangan Allah tentang Kehidupan
167
yang berharga dari Putra Allah, Yesus Kristus. Sebagaimana kita pelajari di Pasal 5 buku ini, Yesus memberikan kehidupan manusianya untuk kita dengan membiarkan darahnya dicurahkan sebagai korban. Kemudian, ia naik ke
surga dan mempersembahkan kepada Allah nilai darahnya
yang tercurah, sekali untuk selama-lamanya. (Ibrani 9:
11, 12) Hal itu menjadi dasar untuk mengampuni dosa kita
dan membuka jalan bagi kita untuk memperoleh kehidupan abadi. (Matius 20:28; Yohanes 3:16) Terlihat di sini betapa sangat pentingnya penggunaan darah untuk tujuan
itu! (1 Petrus 1:18, 19) Hanya dengan beriman kepada nilai darah Yesus yang tercurah kita dapat memperoleh keselamatan.
19
Kita dapat sangat bersyukur kepada Allah Yehuwa atas
karunia yang pengasih berupa kehidupan! Dan, tidakkah
hal itu seharusnya menggerakkan kita untuk memberi tahu
orang lain tentang kesempatan untuk memperoleh kehidupan abadi atas dasar iman akan korban Yesus? Kepedulian kita terhadap kehidupan sesama kita, yang sama dengan kepedulian Allah, akan menggerakkan kita untuk
segera melakukan hal itu dengan penuh semangat. (Yehezkiel 3:17-21) Jika kita memenuhi tanggung jawab itu dengan sungguh-sungguh, maka, seperti rasul Paulus, kita
19. Apa yang harus kita lakukan agar ”bersih dari darah semua orang”?
168
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
akan dapat mengatakan, ”Aku bersih dari darah semua
orang, karena aku tidak menahan diri untuk memberitahukan semua kehendak Allah kepada kamu.” (Kisah 20:
26, 27) Memberi tahu orang-orang tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya adalah cara yang baik untuk menunjukkan
bahwa kita sangat menghargai kehidupan dan darah.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Kehidupan adalah karunia dari Allah.
—Mazmur 36:9; Penyingkapan 4:11.
ˇ Pengguguran kandungan itu salah, karena kehidupan janin berharga dalam pandangan Allah.
—Keluaran 21:22, 23; Mazmur 127:3.
ˇ Kita menghargai kehidupan dengan tidak
membahayakan nyawa dan tidak makan darah.
—Ulangan 5:17; Kisah 15:28, 29.
Pandangan Allah tentang Kehidupan
169
PASAL EMPAT BELAS
Cara Membina Keluarga Bahagia
Apa yang diperlukan untuk menjadi
suami yang baik?
Bagaimana wanita dapat berhasil sebagai istri?
Apa yang dituntut untuk menjadi
orang tua yang baik?
Bagaimana anak-anak dapat ikut membina
keluarga yang bahagia?
ALLAH YEHUWA ingin kehidupan keluarga Anda bahagia. Firman-Nya, Alkitab, memberikan pedoman bagi setiap anggota keluarga, dengan menguraikan peranan yang
Allah inginkan bagi mereka masing-masing. Apabila para
anggota keluarga menjalankan peranan mereka selaras dengan nasihat Allah, hasilnya sangat memuaskan. Yesus mengatakan, ”Berbahagialah mereka yang mendengar firman
Allah dan memeliharanya!”—Lukas 11:28.
Kebahagiaan keluarga terutama bergantung pada kesadaran kita bahwa Yehuwa, Pribadi yang Yesus sebut ”Bapak kami”, adalah pemula keluarga. (Matius 6:9) Setiap
2
1. Apa kunci menuju kehidupan keluarga yang bahagia?
2. Kebahagiaan keluarga bergantung pada kesadaran kita akan hal apa?
170
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
keluarga di bumi ada karena Bapak surgawi kita—dan Ia
pasti tahu apa yang dapat membuat sebuah keluarga bahagia. (Efesus 3:14, 15) Jadi, apa yang Alkitab ajarkan tentang peranan setiap anggota keluarga?
ALLAH ADALAH PEMULA KELUARGA
3
Yehuwa menciptakan manusia pertama, Adam dan
Hawa, dan mempersatukan mereka sebagai suami dan istri.
Ia menaruh mereka di tempat tinggal yang indah, suatu
firdaus di bumi—Taman Eden—dan menyuruh mereka
mempunyai keturunan. ”Beranakcuculah dan bertambah
banyak dan penuhilah bumi,” kata Yehuwa. (Kejadian 1:
26-28; 2:18, 21-24) Ini bukan sekadar dongeng, sebab Yesus
membenarkan apa yang dikatakan buku Kejadian tentang
awal mula kehidupan keluarga. (Matius 19:4, 5) Meskipun
kita menghadapi banyak masalah dan kehidupan sekarang
tidaklah seperti yang Allah maksudkan, mari kita lihat
mengapa kebahagiaan dalam keluarga tetap bisa kita rasakan.
4
Setiap anggota keluarga dapat turut membina keluarga
yang bahagia dengan meniru Allah dalam memperlihatkan
3. Bagaimana Alkitab menguraikan awal mula keluarga manusia, dan
mengapa kita tahu bahwa apa yang dikatakannya itu benar?
4. (a) Bagaimana setiap anggota keluarga dapat menambah kebahagiaan keluarga? (b) Mengapa mempelajari kehidupan Yesus begitu penting
bagi kebahagiaan keluarga?
Cara Membina Keluarga Bahagia
171
kasih. (Efesus 5:1, 2) Tetapi, bagaimana kita dapat meniru Allah, sedangkan kita tidak dapat melihat Dia? Kita dapat belajar cara Yehuwa bertindak melalui Putra sulungNya yang Ia utus dari surga ke bumi. (Yohanes 1:14, 18)
Ketika berada di bumi, Putra ini, Yesus Kristus, meniru
Bapak surgawinya dengan begitu persis sehingga orang
yang melihat dan mendengarkan Yesus sama seperti berada bersama Yehuwa dan mendengar Dia. (Yohanes 14:9)
Karena itu, dengan belajar tentang kasih yang Yesus tunjukkan dan mengikuti teladannya, kita masing-masing dapat ikut mewujudkan keluarga yang lebih bahagia.
ANUTAN BAGI PARA SUAMI
5
Alkitab mengatakan bahwa suami harus memperlaku-
kan istrinya dengan cara yang sama seperti Yesus memperlakukan murid-muridnya. Perhatikan petunjuk Alkitab ini,
”Suami-suami, teruslah kasihi istrimu, sebagaimana Kristus juga mengasihi sidang jemaat dan menyerahkan dirinya
baginya . . . Dengan cara inilah suami-suami harus mengasihi istri mereka seperti tubuh mereka sendiri. Ia yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri, sebab tidak seorang pun pernah membenci tubuhnya sendiri; tetapi ia
5, 6. (a) Bagaimana cara Yesus memperlakukan sidang jemaat menjadi teladan bagi para suami? (b) Apa yang harus dilakukan untuk
mendapat pengampunan dosa?
172
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
memberi makan dan menyayanginya, sebagaimana yang
juga Kristus lakukan kepada sidang jemaat.”—Efesus 5:23,
25-29.
6
Kasih Yesus bagi sidang jemaat yang terdiri dari murid-
muridnya merupakan teladan yang sempurna bagi suami.
Yesus ”mengasihi mereka sampai ke akhir”, dengan mengorbankan kehidupannya bagi mereka, meskipun mereka tidak sempurna. (Yohanes 13:1; 15:13) Demikian pula,
para suami didesak, ”Teruslah kasihi istrimu dan janganlah marah dengan sengit kepada mereka.” (Kolose 3:19)
Apa yang akan membantu suami menerapkan nasihat tersebut, terutama sewaktu istrinya sesekali bertindak tidak
bijaksana? Ia perlu ingat bahwa ia sendiri juga berbuat salah, dan apa yang harus ia lakukan untuk mendapat pengampunan Allah? Ia harus mengampuni orang yang berdosa terhadapnya, termasuk istrinya. Tentu, istrinya harus
melakukan hal yang sama. (Matius 6:12, 14, 15) Itulah sebabnya ada yang mengatakan bahwa perkawinan yang sukses adalah perpaduan dua orang yang suka mengampuni.
7
Para suami sebaiknya juga memperhatikan bahwa
Yesus selalu bertimbang rasa terhadap murid-murid-Nya.
Ia mempertimbangkan keterbatasan dan kebutuhan fisik
7. Apa yang Yesus pertimbangkan, dan bagaimana para suami harus meniru teladannya?
Cara Membina Keluarga Bahagia
173
mereka. Misalnya, ketika mereka lelah, ia mengatakan,
”Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi dan beristirahat
sedikit, kita saja.” (Markus 6:30-32) Timbang rasa yang penuh pengertian juga layak diberikan kepada istri. Alkitab
menggambarkan istri sebagai ”bejana yang lebih lemah”
dan kepadanya suami diperintahkan untuk memberikan
”kehormatan”. Mengapa? Karena baik suami maupun istri
sama-sama mendapat ”perkenan yang tidak selayaknya diperoleh berupa kehidupan”. (1 Petrus 3:7) Para suami hendaknya ingat bahwa yang membuat seseorang berharga
bagi Allah adalah kesetiaan, bukan apakah ia pria atau wanita.—Mazmur 101:6.
8
Alkitab mengatakan bahwa suami ”yang mengasihi is-
trinya mengasihi dirinya sendiri”. Alasannya adalah, seperti yang Yesus nyatakan, seorang pria dan istrinya ”bukan lagi dua, melainkan satu daging”. (Matius 19:6) Jadi,
hasrat seksual hanya boleh ditujukan kepada teman hidupnya sendiri. (Amsal 5:15-21; Ibrani 13:4) Hal itu dapat dilakukan jika mereka memedulikan kebutuhan teman hidup mereka, bukan kebutuhan diri sendiri saja. (1 Korintus
7:3-5) Pengingat ini patut diperhatikan: ”Tidak seorang
8. (a) Mengapa dikatakan bahwa suami ”yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri”? (b) Apa artinya ”satu daging” bagi seorang
suami dan istrinya?
174
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
pun pernah membenci tubuhnya sendiri; tetapi ia memberi
makan dan menyayanginya.” Para suami harus mengasihi
istri mereka seperti diri sendiri, sambil mengingat bahwa
mereka bertanggung jawab kepada Yesus Kristus, kepala
mereka.—Efesus 5:29; 1 Korintus 11:3.
9
Rasul Paulus menyebutkan ’kasih sayang yang lembut
yang dimiliki Kristus Yesus’. (Filipi 1:8) Kelembutan Yesus adalah sifat yang menyegarkan, sifat yang menyukakan
hati para wanita yang menjadi murid-muridnya. (Yohanes
20:1, 11-13, 16) Memang, istri mendambakan kasih sayang
yang lembut dari suaminya.
TELADAN BAGI PARA ISTRI
10
Keluarga adalah suatu organisasi, dan agar berjalan
lancar, dibutuhkan seorang kepala. Yesus pun harus tunduk kepada Pribadi yang menjadi Kepalanya. ”Kepala dari
Kristus adalah Allah”, demikian pula, ”kepala dari seorang
wanita adalah pria”. (1 Korintus 11:3) Ketundukan Yesus
kepada Allah sebagai Kepalanya merupakan teladan yang
bagus, sebab kita semua harus tunduk kepada orang yang
menjadi kepala kita.
9. Sifat apa yang Yesus miliki, yang disebutkan dalam Filipi 1:8, dan
mengapa para suami harus memperlihatkan sifat ini kepada istri mereka?
10. Bagaimana Yesus memberikan teladan bagi istri?
Cara Membina Keluarga Bahagia
175
11
Karena tidak sempurna, pria bisa saja berbuat salah
dan seringkali bukan kepala keluarga yang ideal. Maka, apa
yang harus dilakukan istri? Ia tidak boleh meremehkan
apa yang dilakukan suaminya atau mencoba mengambil
alih kedudukannya sebagai kepala. Seorang istri sebaiknya
ingat bahwa dalam pandangan Allah, roh atau pembawaan yang tenang dan lembut itu sangat berharga. (1 Petrus
3:4) Dengan memperlihatkan hal itu, ia akan merasa lebih
mudah untuk menunjukkan ketundukan yang saleh, bahkan di bawah keadaan yang sulit. Selanjutnya, Alkitab mengatakan, ”Istri harus memiliki respek yang dalam kepada
suaminya.” (Efesus 5:33) Namun, bagaimana jika suaminya tidak menerima Kristus sebagai Kepalanya? Alkitab
mendesak para istri, ”Tunduklah kepada suamimu, agar
jika ada yang tidak taat kepada firman itu, mereka dapat
dimenangkan tanpa perkataan melalui tingkah laku istri
mereka, karena telah menjadi saksi mata dari tingkah lakumu yang murni yang disertai respek yang dalam.”—1 Petrus 3:1, 2.
12
Entah suaminya seiman atau tidak, istri boleh dengan
bijaksana menyatakan pendapat yang berbeda dengan pen11. Bagaimana seharusnya sikap istri terhadap suaminya, dan apa yang
mungkin dihasilkan oleh tingkah lakunya?
12. Mengapa tidak salah jika istri menyatakan pendapatnya dengan penuh hormat?
176
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dapat suaminya. Hal itu tidak berarti ia tidak menghormati suaminya. Sudut pandangannya bisa jadi benar, dan
seluruh keluarga bisa mendapat manfaat jika suami mendengarkan istrinya. Ketika Sara, istri Abraham, menyarankan penyelesaian yang praktis untuk suatu problem rumah tangga, Abraham tidak sependapat dengannya. Tetapi,
Allah mengatakan kepada Abraham, ”Dengarkanlah perkataannya.” (Kejadian 21:9-12) Tentu saja, apabila suami
membuat keputusan akhir yang tidak bertentangan dengan
hukum Allah, istrinya harus tunduk dengan mendukung
keputusannya.—Kisah 5:29; Efesus 5:24.
13
Dalam memenuhi peranannya, istri dapat melakukan
banyak hal untuk mengurus keluarganya. Misalnya, Alkitab menunjukkan bahwa wanita yang sudah menikah harus ’mengasihi suami mereka, mengasihi anak-anak mereka, berpikiran sehat, murni, giat melakukan pekerjaan
rumah tangga, baik, tunduk kepada suami mereka’. (Titus
2:4, 5) Apabila seorang wanita melakukan hal itu sebagai
istri dan ibu, ia akan terus disayangi dan dihormati keluarganya. (Amsal 31:10, 28) Tetapi, karena pernikahan adalah perpaduan dua orang yang tidak sempurna, problem
13. (a) Dalam Titus 2:4, 5, wanita yang sudah menikah didesak untuk
berbuat apa? (b) Apa yang Alkitab katakan tentang perpisahan dan perceraian?
Cara Membina Keluarga Bahagia
177
yang serius bisa jadi mengarah ke perpisahan atau perceraian. Alkitab mengizinkan perpisahan karena keadaan
tertentu. Namun, perpisahan tidak boleh dianggap enteng,
sebab Alkitab memberikan nasihat, ’Seorang istri janganlah pergi dari suaminya dan seorang suami janganlah meninggalkan istrinya.’ (1 Korintus 7:10, 11) Dan, dasar Alkitab untuk perceraian hanyalah percabulan yang dilakukan
oleh teman hidup.—Matius 19:9.
TELADAN YANG SEMPURNA
BAGI ORANG TUA
14
Yesus memberikan teladan yang sempurna bagi para
orang tua dalam cara ia memperlakukan anak-anak. Ketika orang-orang mencoba mencegah anak-anak kecil mendekati Yesus, ia mengatakan, ”Biarkan anak-anak kecil itu
datang kepadaku; jangan mencoba menghentikan mereka.”
Alkitab mengatakan bahwa ia kemudian ”merangkul anakanak itu serta memberkati mereka, sambil meletakkan tangannya ke atas mereka”. (Markus 10:13-16) Karena Yesus meluangkan waktu untuk anak-anak kecil, tidakkah
Anda seharusnya melakukan hal yang sama bagi putra-putri Anda? Mereka membutuhkan banyak waktu Anda, bukan hanya sedikit-sedikit. Anda perlu meluangkan wak14. Bagaimana Yesus memperlakukan anak-anak, dan apa yang dibutuhkan anak-anak dari orang tua?
178
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
tu untuk mengajar mereka, sebab itulah yang Yehuwa
perintahkan kepada para orang tua.—Ulangan 6:4-9.
Seraya dunia ini semakin bejat, anak-anak membutuhkan orang tua yang akan melindungi mereka dari orangorang yang mencoba merusak mereka, seperti para pemerkosa anak. Perhatikan bagaimana Yesus melindungi
murid-muridnya, yang dengan penuh kasih sayang ia sebut
”anak-anak kecil”. Ketika ia ditangkap dan tidak lama lagi
akan dibunuh, Yesus mengatur agar mereka dapat selamat.
(Yohanes 13:33; 18:7-9) Sebagai orang tua, Anda perlu waspada terhadap upaya si Iblis untuk merusak anak-anak
kecil Anda. Anda perlu memberi mereka peringatan di
muka.1 (1 Petrus 5:8) Keselamatan mereka secara fisik, rohani, dan moral sekarang sangat terancam, lebih dari yang
sudah-sudah.
15
Pada malam sebelum Yesus mati, murid-muridnya bertengkar tentang siapa yang lebih besar di antara mereka.
Yesus tidak marah kepada mereka, tetapi dengan penuh
kasih terus menyadarkan mereka melalui perkataan dan
16
1 Bantuan untuk melindungi anak-anak terdapat di pasal 32 buku
Belajarlah dari sang Guru Agung, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi
Yehuwa.
15. Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi anak-anak
mereka?
16. Pelajaran apa yang dapat diperoleh orang tua dari cara Yesus menangani ketidaksempurnaan murid-muridnya?
Cara Membina Keluarga Bahagia
179
teladan. (Lukas 22:24-27; Yohanes 13:3-8) Jika Anda adalah orang tua, dengan cara apa saja Anda dapat mengikuti
teladan Yesus sewaktu mengoreksi anak-anak Anda? Memang, mereka perlu disiplin, tetapi itu harus diberikan
sampai ”taraf yang patut” dan jangan sewaktu Anda sedang marah. Anda tentu tidak akan berbicara tanpa dipikir ”bagaikan dengan tikaman-tikaman pedang”. (Yeremia
30:11; Amsal 12:18) Disiplin harus diberikan dengan cara
yang benar sehingga anak Anda belakangan akan menyadari betapa benarnya disiplin itu.—Efesus 6:4; Ibrani 12:
9-11.
ANUTAN BAGI ANAK-ANAK
17
Apakah anak-anak dapat belajar dari Yesus? Ya, tentu!
Melalui teladannya sendiri, Yesus menunjukkan cara anakanak harus menaati orang tua mereka. ”Aku berbicara,”
katanya, ”sebagaimana telah diajarkan Bapak kepadaku.”
Ia menambahkan, ”Aku selalu melakukan hal-hal yang menyenangkan dia.” (Yohanes 8:28, 29) Yesus patuh kepada
Bapak surgawinya, dan Alkitab menyuruh anak-anak menaati orang tua mereka. (Efesus 6:1-3) Meskipun Yesus
adalah anak yang sempurna, ketika berada di bumi ia menaati orang tuanya, Yusuf dan Maria, yang tidak sempur17. Dengan cara apa saja Yesus memberikan teladan yang sempurna
bagi anak-anak?
180
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
na. Hal itu tentu menghasilkan kebahagiaan bagi setiap
anggota keluarga Yesus!—Lukas 2:4, 5, 51, 52.
Dengan cara apa saja anak-anak dapat meniru Yesus
dan membuat orang tua mereka bahagia? Memang, anakanak mungkin kadang-kadang merasa sulit untuk menaati
orang tua mereka, tetapi itulah yang Allah inginkan. (Amsal 1:8; 6:20) Yesus selalu menaati Bapak surgawinya, bahkan dalam keadaan sukar. Pada suatu waktu, Allah ingin
agar Yesus melakukan sesuatu yang sangat sulit. Yesus mengatakan, ”Singkirkanlah cawan ini [yaitu suatu tuntutan
tertentu] dariku.” Meskipun demikian, Yesus melakukan
apa yang Allah minta, karena ia sadar bahwa Bapaknya
tahu apa yang terbaik untuknya. (Lukas 22:42) Dengan belajar taat, anak-anak akan membuat orang tua dan Bapak
surgawi mereka sangat bahagia.1—Amsal 23:22-25.
18
Si Iblis menggoda Yesus, dan kita dapat yakin bahwa ia juga akan menggoda anak-anak untuk melakukan
apa yang salah. (Matius 4:1-10) Setan si Iblis menggunakan tekanan dari teman-teman, yang bisa sulit untuk
19
1 Seorang anak dibenarkan untuk tidak menaati orang tuanya hanya apabila ia disuruh melakukan sesuatu yang melanggar hukum
Allah.—Kisah 5:29.
18. Mengapa Yesus selalu menaati Bapak surgawinya, dan siapa yang
bahagia apabila anak-anak menaati orang tua mereka dewasa ini?
19. (a) Bagaimana Setan menggoda anak-anak? (b) Tingkah laku yang
buruk dari anak-anak bisa berdampak apa terhadap orang tua?
Cara Membina Keluarga Bahagia
181
ditolak. Maka, betapa pentingnya bagi anak-anak agar tidak bergaul dengan orang yang melakukan hal-hal yang salah! (1 Korintus 15:33) Dina, putri Yakub, bergaul dengan
orang-orang yang tidak menyembah Yehuwa, dan hal itu
menimbulkan banyak masalah. (Kejadian 34:1, 2) Pikirkan
kepedihan yang bisa dirasakan seluruh keluarga jika salah
satu anggotanya melakukan amoralitas seksual!—Amsal
17:21, 25.
KUNCI MENUJU KEBAHAGIAAN KELUARGA
20
Masalah-masalah dalam keluarga lebih mudah diatasi
apabila nasihat Alkitab diterapkan. Sebenarnya, menerapkan nasihat tersebut adalah kunci menuju kebahagiaan keluarga. Jadi, suami, kasihilah istri Anda, dan perlakukan
dia seperti Yesus memperlakukan sidang jemaatnya. Istri,
tunduklah kepada suami Anda sebagai kepala, dan ikutilah teladan istri yang cakap yang diuraikan di Amsal 31:
10-31. Orang tua, latihlah anak-anak kalian. (Amsal 22:6)
Ayah, ’pimpinlah rumah tangga Anda dengan cara yang
baik’. (1 Timotius 3:4, 5; 5:8) Dan, anak-anak, taatilah orang
tuamu. (Kolose 3:20) Dalam keluarga, tidak ada seorang
pun yang sempurna, sebab semua berbuat salah. Maka, kalian harus rendah hati dengan saling meminta maaf.
20. Untuk menikmati kebahagiaan dalam keluarga, apa yang harus dilakukan setiap anggota keluarga?
182
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Sesungguhnya, Alkitab memuat banyak sekali nasihat
dan petunjuk yang berharga tentang keluarga. Selain itu,
Alkitab mengajar kita tentang dunia baru Allah dan firdaus di bumi yang dipenuhi dengan orang-orang bahagia
yang menyembah Yehuwa. (Penyingkapan 21:3, 4) Alangkah menakjubkan masa depan yang terbentang di hadapan kita! Sekarang pun kita dapat menikmati kebahagiaan
dalam keluarga dengan menerapkan petunjuk Allah yang
21
terdapat dalam Firman-Nya, Alkitab.
21. Masa depan yang menakjubkan apa yang terbentang di hadapan
kita, dan bagaimana kita sekarang dapat menikmati kebahagiaan dalam
keluarga?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Suami harus mengasihi istri seperti tubuhnya
sendiri.—Efesus 5:25-29.
ˇ Istri harus mengasihi keluarga dan menghormati suami.—Titus 2:4, 5.
ˇ Orang tua harus mengasihi, mengajar, dan
melindungi anak-anak mereka.—Ulangan 6:4-9.
ˇ Anak-anak harus menaati orang tua mereka.
—Efesus 6:1-3.
Cara Membina Keluarga Bahagia
183
PASAL LIMA BELAS
Ibadat yang Allah Perkenan
Apakah semua agama menyenangkan Allah?
Bagaimana kita dapat mengenali
agama yang benar?
Siapakah para penganut ibadat sejati
di bumi dewasa ini?
ALLAH YEHUWA sangat memperhatikan kita dan ingin
agar kita mendapat manfaat dari bimbingan-Nya yang pengasih. Jika kita beribadat kepada-Nya dengan cara yang benar,
kita akan bahagia dan terhindar dari banyak problem dalam
kehidupan. Kita juga akan mendapat berkat dan bantuanNya. (Yesaya 48:17) Nah, ada ratusan agama yang mengaku
mengajarkan kebenaran tentang Allah. Tetapi, ajaran tentang
siapa Allah dan apa yang Ia harapkan dari kita sangat berbeda dari satu agama ke agama lain.
2
Bagaimana Anda bisa tahu cara beribadat yang benar ke-
pada Yehuwa? Anda tidak perlu mempelajari dan membandingkan ajaran semua agama. Anda cukup mempelajari apa
1. Apa manfaatnya jika kita beribadat kepada Allah dengan cara yang
benar?
2. Bagaimana kita bisa tahu cara beribadat yang benar kepada Yehuwa,
dan perumpamaan apa yang membantu kita mengerti hal itu?
184
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang ibadat yang sejati.
Sebagai perumpamaan: Di banyak negeri ada masalah uang
palsu. Jika Anda diberi tugas untuk menentukan mana uang
yang palsu, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan
mengingat-ingat setiap jenis uang palsu? Tidak. Lebih baik
Anda meneliti uang yang asli. Setelah Anda tahu seperti apa
uang yang asli, Anda dapat mengenali yang palsu. Demikian
pula, apabila kita belajar cara mengenali agama yang benar,
kita dapat mengenali agama yang palsu.
3
Beribadat kepada Yehuwa dengan cara yang Ia perkenan
itu penting. Banyak orang percaya bahwa semua agama menyenangkan Allah, tetapi tidak demikian menurut Alkitab.
Bahkan sekadar mengaku diri Kristen pun tidak cukup. Yesus mengatakan, ”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan, Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapakku yang di
surga.” Maka, untuk mendapat perkenan Allah, kita harus
belajar apa yang Allah minta dari kita dan melakukannya. Yesus menyebut orang-orang yang tidak melakukan kehendak
Allah sebagai ”orang-orang yang melanggar hukum”. (Matius 7:21-23) Seperti uang palsu, agama palsu tidak benar-benar bernilai. Lebih buruk lagi, agama seperti itu sebenarnya
mencelakakan.
3. Menurut Yesus, apa yang harus kita lakukan untuk mendapat perkenan Allah?
Ibadat yang Allah Perkenan
185
Yehuwa memberi semua orang di bumi kesempatan untuk hidup abadi. Tetapi, untuk dapat hidup kekal di Firdaus,
4
kita sekarang harus beribadat kepada Allah dengan cara yang
benar dan menempuh kehidupan yang diperkenan oleh-Nya.
Sayangnya, banyak orang tidak mau melakukannya. Itulah sebabnya Yesus mengatakan, ”Masuklah melalui gerbang yang
sempit; karena lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada
kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab
sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada
kehidupan, dan sedikit orang yang menemukannya.” (Matius
7:13, 14) Agama yang benar menuntun kita menuju kehidupan abadi. Agama palsu membawa kita ke kebinasaan. Yehuwa tidak ingin seorang pun dibinasakan. Itulah sebabnya Ia
memberikan kesempatan kepada orang-orang di mana pun
untuk belajar tentang Dia. (2 Petrus 3:9) Maka, sesungguhnya, cara kita beribadat kepada Allah dapat menentukan hidup-mati kita.
CARA MENGENALI AGAMA YANG BENAR
5
Bagaimana caranya menemukan ’jalan menuju kehidup-
an’? Yesus mengatakan bahwa agama yang benar akan nyata dalam kehidupan orang-orang yang menjalankannya.
”Dari buah-buahnya kamu akan mengenali mereka,” katanya.
4. Apa makna kata-kata Yesus tentang dua jalan, dan masing-masing
menuntun kita ke mana?
5. Bagaimana kita dapat mengenali orang-orang yang menjalankan agama yang benar?
186
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
”Setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.” (Matius 7:16, 17) Dengan kata lain, orang-orang yang menjalankan agama yang benar akan dikenali dari kepercayaan dan
tingkah laku mereka. Meskipun mereka tidak sempurna dan
membuat kesalahan, para penganut ibadat sejati sebagai kelompok berupaya melakukan kehendak Allah. Mari kita bahas enam tanda pengenal orang-orang yang menjalankan agama yang benar.
6
Hamba-hamba Allah menggunakan Alkitab sebagai dasar
ajaran mereka. Alkitab sendiri mengatakan, ”Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar,
untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara, untuk
mendisiplin dalam keadilbenaran, agar abdi Allah menjadi
cakap sepenuhnya, diperlengkapi secara menyeluruh untuk
setiap pekerjaan yang baik.” (2 Timotius 3:16, 17) Kepada rekan-rekan Kristennya, rasul Paulus menulis, ”Pada waktu
kamu menerima firman Allah, yang kamu dengar dari kami,
kamu tidak menerima itu sebagai perkataan manusia, tetapi, sebagaimana itu sesungguhnya, yaitu sebagai perkataan
Allah.” (1 Tesalonika 2:13) Jadi, kepercayaan dan cara beribadat agama yang benar tidak didasarkan pada pandangan atau
tradisi manusia, tetapi berasal dari Firman Allah yang terilham, Alkitab.
6, 7. Bagaimana hamba-hamba Allah memandang Alkitab, dan bagaimana Yesus memberikan teladan dalam hal ini?
Ibadat yang Allah Perkenan
187
PARA PENYEMBAH ALLAH YANG BENAR
ˇ menggunakan Alkitab sebagai dasar
ajaran mereka
ˇ menyembah Yehuwa saja dan
memberitakan nama-Nya
ˇ saling mengasihi dengan tulus
ˇ menerima Yesus sebagai sarana
penyelamatan dari Allah
ˇ bukan bagian dari dunia
ˇ memberitakan Kerajaan Allah sebagai
satu-satunya harapan umat manusia
7
Yesus Kristus memberikan teladan dengan menggunakan
Firman Allah sebagai dasar ajarannya. Sewaktu berdoa kepada Bapak surgawinya, ia mengatakan, ”Firmanmu adalah kebenaran.” (Yohanes 17:17) Yesus mempercayai Firman Allah,
dan semua yang ia ajarkan selaras dengan Tulisan-Tulisan Kudus. Yesus sering mengatakan, ”Ada tertulis.” (Matius 4:4,
7, 10) Lalu, Yesus mengutip sebuah ayat. Demikian pula,
umat Allah dewasa ini tidak mengajarkan pendapat mereka
sendiri. Mereka percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah,
dan ajaran mereka sepenuhnya didasarkan pada apa yang dikatakannya.
188
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Orang-orang yang menjalankan agama yang benar menyembah Yehuwa saja dan memberitakan nama-Nya. Yesus menyatakan, ”Yehuwa, Allahmu, yang harus engkau sembah, dan kepada dia saja engkau harus memberikan dinas suci.” (Matius
4:10) Jadi, hamba-hamba Allah menyembah atau beribadat
kepada Yehuwa saja, tidak kepada yang lain. Ibadat ini mencakup memberi tahu orang-orang tentang siapa nama Allah
yang benar dan seperti apa Dia itu. Mazmur 83:18 mengatakan, ”Engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau sajalah Yang
Mahatinggi atas seluruh bumi.” Yesus memberikan pola dalam hal membantu orang lain mengenal Allah, seperti yang
8
ia katakan dalam doanya, ”Aku telah membuat namamu nyata kepada orang-orang yang engkau berikan kepadaku dari
dunia.” (Yohanes 17:6) Demikian pula, para penganut ibadat
sejati dewasa ini mengajar orang lain tentang nama Allah,
maksud-tujuan-Nya, dan sifat-sifat-Nya.
Umat Allah mengasihi satu sama lain dengan tulus dan tidak mementingkan diri. Yesus mengatakan, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.” (Yohanes
13:35) Orang Kristen masa awal memperlihatkan kasih seperti itu kepada satu sama lain. Kasih ilahi menyingkirkan semua penghalang seperti perbedaan ras, sosial, serta
9
8. Apa yang tercakup dalam beribadat kepada Yehuwa?
9, 10. Dengan cara apa saja orang Kristen sejati memperlihatkan kasih kepada satu sama lain?
Ibadat yang Allah Perkenan
189
bangsa dan mempersatukan orang-orang ke dalam ikatan persaudaraan sejati yang tak terpatahkan. (Kolose 3:14) Dalam
agama palsu tidak ada persaudaraan yang pengasih seperti
itu. Bagaimana kita tahu? Mereka saling membunuh hanya
karena berbeda bangsa atau suku. Orang Kristen sejati tidak
mengangkat senjata untuk membunuh saudara-saudara Kristen mereka atau siapa pun. Alkitab mengatakan, ”Anak-anak
Allah dan anak-anak Iblis jelas dari fakta ini: Setiap orang
yang tidak terus melakukan keadilbenaran tidak berasal dari
Allah, demikian juga orang yang tidak mengasihi saudaranya.
. . . Kita harus mengasihi satu sama lain; tidak seperti Kain,
yang berasal dari si fasik dan membunuh saudaranya.”—1 Yohanes 3:10-12; 4:20, 21.
10
Tentu, kasih yang tulus tidak hanya diperlihatkan dengan
tidak membunuh. Orang Kristen sejati tanpa mementingkan
diri menggunakan waktu, tenaga, dan sumber daya mereka
untuk saling membantu dan menguatkan. (Ibrani 10:24, 25)
Mereka saling membantu pada masa kesusahan, dan mereka
berlaku jujur. Sebenarnya, mereka menerapkan nasihat Alkitab untuk ”melakukan apa yang baik untuk semua orang” dalam kehidupan mereka.—Galatia 6:10.
11
Orang Kristen sejati menerima Yesus Kristus sebagai sarana
Allah untuk menyelamatkan kita. Alkitab mengatakan, ”Tidak
11. Mengapa penting untuk menerima Yesus Kristus sebagai sarana
Allah untuk menyelamatkan kita?
190
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
ada keselamatan dalam siapa pun selain dalam dia, karena tidak ada nama lain di bawah langit yang telah diberikan di
antara manusia yang melaluinya kita akan diselamatkan.”
(Kisah 4:12) Sebagaimana kita lihat dalam Pasal 5, Yesus
memberikan kehidupannya sebagai tebusan bagi orang-orang
yang taat. (Matius 20:28) Selain itu, Yesus adalah Raja yang
dilantik Allah dalam Kerajaan surgawi yang akan berkuasa
atas seluruh bumi. Dan, Allah minta agar kita menaati Yesus
dan menerapkan ajarannya jika kita ingin mendapat kehidupan abadi. Itulah sebabnya Alkitab menyatakan, ”Dia yang
memperlihatkan iman akan Putra memiliki kehidupan abadi;
dia yang tidak taat kepada Putra tidak akan melihat kehidupan.”—Yohanes 3:36.
12
Para penganut ibadat sejati bukan bagian dari dunia. Keti-
ka diadili di hadapan Pilatus, penguasa Romawi, Yesus mengatakan, ”Kerajaanku bukan bagian dari dunia ini.” (Yohanes 18:36) Di negara mana pun mereka tinggal, para pengikut
Yesus yang sejati adalah rakyat Kerajaan surgawinya dan
karena itu sama sekali netral dalam urusan politik dunia.
Mereka tidak ikut-ikutan dalam segala konfliknya. Tetapi, penyembah Yehuwa tidak menghalangi orang yang memutuskan untuk bergabung dengan salah satu partai politik, atau
yang mencalonkan diri untuk memegang suatu jabatan politik, atau yang memberikan suaranya dalam pemilihan umum.
12. Apa artinya ”bukan bagian dari dunia”?
Ibadat yang Allah Perkenan
191
Meskipun netral dalam politik, para penganut ibadat sejati
mematuhi hukum. Mengapa? Karena Firman Allah memerintahkan mereka agar ”tunduk kepada kalangan berwenang
yang lebih tinggi” dalam pemerintahan. (Roma 13:1) Jika tuntutan sistem politik bertentangan dengan tuntutan Allah,
para penganut ibadat sejati mengikuti teladan para rasul,
yang mengatakan, ”Kita harus menaati Allah sebagai penguasa sebaliknya daripada manusia.”—Kisah 5:29; Markus 12:17.
13
Para pengikut Yesus yang sejati memberitakan bahwa Kera-
jaan Allah adalah satu-satunya harapan umat manusia. Yesus
menubuatkan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan
di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius 24:14) Sebaliknya dari menganjurkan orang
agar percaya kepada penguasa manusia untuk menyelesaikan
problem mereka, para pengikut Yesus Kristus yang sejati
memberitakan bahwa Kerajaan surgawi Allah adalah satu-satunya harapan bagi umat manusia. (Mazmur 146:3) Yesus
mengajar kita untuk mendoakan pemerintahan yang sempurna itu ketika ia mengatakan, ”Biarlah kerajaanmu datang.
Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula
di atas bumi.” (Matius 6:10) Firman Allah menubuatkan bahwa Kerajaan surgawi ini ”akan meremukkan dan mengakhiri
13. Bagaimana para pengikut Yesus yang sejati memandang Kerajaan
Allah, dan karena itu, tindakan apa yang mereka ambil?
192
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
semua kerajaan ini [yang ada sekarang], dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu”.—Daniel 2:44.
14
Berdasarkan apa yang baru kita bahas, tanyalah kepada
diri sendiri, ’Agama mana yang menggunakan Alkitab sebagai dasar semua ajarannya dan memberitakan nama Yehuwa?
Agama mana yang memperlihatkan kasih ilahi, memperlihatkan iman kepada Yesus, bukan bagian dari dunia, dan memberitakan bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya harapan sejati bagi umat manusia? Dari antara semua agama di
bumi, mana yang memenuhi semua syarat itu?’ Fakta-fakta
dengan jelas menunjukkan bahwa Saksi-Saksi Yehuwa-lah
agama tersebut.—Yesaya 43:10-12.
APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?
15
Sekadar percaya kepada Allah tidak cukup untuk dapat
menyenangkan Dia. Sesungguhnya, Alkitab mengatakan bahwa hantu-hantu pun percaya bahwa Allah ada. (Yakobus 2:
19) Namun, mereka jelas tidak melakukan kehendak Allah
dan tidak mendapat perkenan-Nya. Agar diperkenan Allah,
kita tidak hanya harus percaya bahwa Dia ada tetapi juga melakukan kehendak-Nya. Kita juga harus memutuskan hubungan dengan agama palsu, lalu memeluk agama yang benar.
14. Menurut Anda, agama apa yang memenuhi syarat-syarat ibadat
yang sejati?
15. Selain mempercayai bahwa Allah ada, apa lagi yang Allah minta?
Ibadat yang Allah Perkenan
193
Rasul Paulus menunjukkan bahwa kita tidak boleh
menjadi bagian dari agama palsu. Ia menulis, ” ’Keluarlah
dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu,’ kata Yehuwa, ’dan berhentilah menyentuh perkara yang najis’; ’dan
16
aku akan menerima kamu.’ ” (2 Korintus 6:17; Yesaya 52:11)
Maka, orang Kristen sejati menghindari apa pun yang ada hubungannya dengan ibadat palsu.
17
Alkitab menunjukkan bahwa semua bentuk agama palsu
adalah bagian dari ”Babilon Besar”.1 (Penyingkapan 17:5)
Nama itu mengingatkan kita kepada kota kuno Babilon, tempat agama palsu bermula setelah Air Bah pada zaman Nuh.
Banyak ajaran dan cara beribadat yang sekarang terdapat dalam agama palsu berasal dari Babilon jauh di masa lampau.
Sebagai contoh, orang Babilon menyembah dewa-dewi tritunggal, atau tiga serangkai. Dewasa ini, doktrin utama banyak agama adalah Trinitas, atau Tritunggal. Tetapi, Alkitab
dengan jelas mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang
benar, yaitu Yehuwa, dan bahwa Yesus Kristus adalah PutraNya. (Yohanes 17:3) Orang Babilon juga percaya bahwa manusia mempunyai jiwa yang tak berkematian, yang tetap hi1 Untuk mendapat lebih banyak keterangan tentang alasannya Babilon Besar menggambarkan imperium agama palsu sedunia, lihat
Apendiks, halaman 281-3.
16. Apa yang harus dilakukan apabila kita menjadi bagian dari agama
palsu?
17, 18. Apakah ”Babilon B esar” itu, dan mengapa sangat penting untuk ’keluar dari dalamnya’?
194
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dup setelah tubuh mati dan dapat menderita di suatu tempat
siksaan. Dewasa ini, kepercayaan tentang jiwa atau roh yang
tak berkematian yang dapat menderita di api neraka diajarkan oleh kebanyakan agama.
18
Babilon Besar zaman modern dapat dengan tepat dinya-
takan sebagai imperium agama palsu sedunia karena ibadat
orang Babilon kuno telah menyebar ke seluruh bumi. Dan,
Allah telah menubuatkan bahwa imperium agama palsu ini
akan berakhir dengan mendadak. (Penyingkapan 18:8) Dapatkah Anda lihat mengapa sangat penting untuk memutuskan hubungan dengan setiap bagian dari Babilon Besar?
Allah Yehuwa ingin Anda segera ’keluar dari dalamnya’ selagi masih ada waktu.—Penyingkapan 18:4.
19
Karena Anda memutuskan untuk tidak lagi menjalankan
agama palsu, ada yang mungkin tidak mau lagi bergaul dengan Anda. Tetapi, dengan melayani Yehuwa bersama umatNya, Anda akan mendapat jauh lebih banyak daripada yang
mungkin Anda tinggalkan. Seperti murid-murid Yesus masa
awal yang meninggalkan hal-hal lain untuk mengikuti dia,
Anda akan mempunyai banyak saudara-saudari rohani. Anda
akan menjadi bagian dari keluarga besar yang terdiri dari jutaan orang Kristen sejati di seluruh dunia, yang akan mengasihi Anda dengan tulus. Dan, Anda akan memiliki harapan
yang menakjubkan berupa kehidupan abadi ”dalam sistem
19. Apa yang akan Anda peroleh dengan melayani Yehuwa?
Ibadat yang Allah Perkenan
195
yang akan datang”. (Markus 10:28-30) Mungkin seraya waktu berlalu, orang-orang yang meninggalkan Anda karena kepercayaan Anda akan memeriksa apa yang Alkitab ajarkan
dan menjadi penyembah Yehuwa.
20
Alkitab mengajarkan bahwa tidak lama lagi Allah akan
mengakhiri sistem yang fasik ini dan akan menggantinya dengan dunia baru yang adil-benar di bawah pemerintahan Kerajaan-Nya. (2 Petrus 3:9, 13) Alangkah menakjubkannya dunia itu kelak! Dan, dalam sistem baru yang adil-benar itu,
hanya akan ada satu agama, satu bentuk ibadat yang sejati.
Maka, tidakkah bijaksana jika Anda mengambil langkahlangkah yang perlu untuk bergabung dengan para penganut
ibadat sejati sekarang juga?
20. Masa depan apa yang terbentang bagi orang-orang yang menjalankan agama yang benar?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Agama yang benar hanya satu.
—Matius 7:13, 14.
ˇ Agama yang benar dikenali dari ajaran dan
cara beribadatnya.—Matius 7:16, 17.
ˇ Saksi-Saksi Yehuwa menjalankan ibadat yang
Allah perkenan.—Yesaya 43:10.
196
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL ENAM BELAS
Berpautlah pada Ibadat Sejati
Apa yang Alkitab ajarkan tentang
pemujaan patung dan leluhur?
Apa pandangan orang Kristen mengenai
hari raya agama?
Bagaimana caranya menjelaskan kepercayaan Anda
tanpa menyinggung perasaan orang?
KATAKANLAH Anda baru saja tahu bahwa seluruh lingkungan tempat tinggal Anda telah tercemar. Seseorang diamdiam telah membuang limbah beracun di daerah itu, dan sekarang kehidupan semua orang terancam bahaya. Apa yang
akan Anda lakukan? Sebisa mungkin, Anda tentu akan pindah
dari sana. Tetapi, setelah itu, Anda masih dihantui pertanyaan penting, ’Apakah saya sudah terkena racun?’
2
Demikian pula keadaannya dengan agama palsu. Alki-
tab mengajarkan bahwa agama seperti itu sudah tercemar
dengan ajaran dan cara beribadat yang najis. (2 Korintus
6:17) Itulah sebabnya mengapa begitu penting untuk keluar dari ”Babilon Besar”, imperium agama palsu sedunia.
1, 2. Pertanyaan apa yang harus Anda ajukan kepada diri sendiri setelah meninggalkan agama palsu, dan menurut Anda, mengapa ini penting?
Berpautlah pada Ibadat Sejati
197
(Penyingkapan 18:2, 4) Sudahkah Anda melakukannya? Jika
sudah, Anda patut dipuji. Tetapi, ada lagi yang dituntut selain
memutuskan hubungan dengan agama palsu. Anda selanjutnya harus bertanya kepada diri sendiri, ’Apakah masih ada
sisa-sisa agama palsu yang mencemari diri saya?’ Pertimbangkan beberapa contoh.
PEMUJAAN PATUNG DAN LELUHUR
3
Ada yang sudah bertahun-tahun memiliki patung atau tem-
pat pemujaan di rumah mereka. Apakah Anda juga? Jika ya,
Anda mungkin merasa janggal atau salah untuk berdoa kepada Allah tanpa menggunakan sesuatu yang kelihatan sebagai
alat bantu. Anda mungkin bahkan menyayangi benda-benda
itu. Tetapi, Allah-lah yang menentukan cara beribadat kepada-Nya, dan Alkitab mengajarkan bahwa Ia tidak ingin kita
menggunakan patung. (Keluaran 20:4, 5; Mazmur 115:4-8; Yesaya 42:8; 1 Yohanes 5:21) Jadi, Anda dapat berpaut pada ibadat sejati dengan memusnahkan benda apa pun yang Anda miliki yang berkaitan dengan ibadat palsu. Tanpa ragu-ragu,
pandanglah benda-benda itu seperti Yehuwa memandangnya
—sebagai sesuatu yang ”memuakkan”.—Ulangan 27:15.
3. (a) Apa yang Alkitab katakan tentang penggunaan patung, dan
mengapa pandangan Allah mungkin sulit diterima oleh beberapa orang?
(b) Apa yang harus Anda lakukan dengan benda apa pun yang Anda miliki yang berkaitan dengan ibadat palsu?
198
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
4
Pemujaan leluhur juga umum dalam banyak agama palsu.
Sebelum belajar kebenaran Alkitab, ada yang percaya bahwa
orang mati masih hidup di suatu alam gaib dan bahwa mereka dapat membantu atau mencelakakan orang yang hidup.
Mungkin Anda pernah bersusah payah menenangkan leluhur
Anda yang sudah meninggal. Tetapi, seperti yang Anda pelajari di Pasal 6 buku ini, orang mati tidak sadar dan tidak hidup di tempat lain. Jadi, upaya untuk berkomunikasi dengan
mereka tidak ada gunanya. Pesan apa pun yang tampaknya
berasal dari orang tercinta yang telah meninggal sebenarnya berasal dari hantu-hantu. Karena itu, Yehuwa melarang
orang Israel untuk mencoba berbicara dengan orang mati
atau terlibat dengan semua bentuk spiritisme.—Ulangan 18:
10-12.
5
Jika Anda dahulu beribadat dengan menggunakan patung
atau memuja leluhur, apa yang dapat Anda lakukan? Baca dan
renungkanlah ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan pandangan Allah terhadap hal-hal itu. Berdoalah kepada Yehuwa setiap hari tentang keinginan Anda untuk berpaut pada ibadat
sejati, dan mintalah bantuan-Nya agar Anda dapat memiliki
pandangan yang sama dengan-Nya.—Yesaya 55:9.
4. (a) Bagaimana kita tahu bahwa pemujaan leluhur itu sia-sia?
(b) Mengapa Yehuwa melarang umat-Nya terlibat dengan semua bentuk
spiritisme?
5. Apa yang dapat Anda lakukan jika Anda dahulu beribadat dengan
menggunakan patung atau memuja leluhur?
Berpautlah pada Ibadat Sejati
199
NATAL—TIDAK DIRAYAKAN OLEH
ORANG KRISTEN MASA AWAL
6
Ibadat seseorang dapat dicemari oleh agama palsu da-
lam hal hari-hari raya umum. Contohnya Natal, yang konon
dimaksudkan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus.
Hampir setiap agama yang mengaku Kristen merayakannya. Tetapi, tidak ada bukti bahwa murid-murid Yesus pada
abad pertama merayakannya. Buku Sacred Origins of Profound
Things (Asal Usul Sakral dari Hal-Hal yang Bermakna Dalam)
menyatakan, ”Selama dua abad setelah lahirnya Kristus, tidak
seorang pun tahu, dan hanya sedikit yang peduli, kapan persisnya ia lahir.”
7
Seandainya murid-murid Yesus tahu persis tanggal lahir-
nya, mereka pun tidak akan merayakannya. Mengapa? Karena,
seperti dikatakan The World Book Encyclopedia, orang Kristen
masa awal ”menganggap perayaan kelahiran sebagai kebiasaan kafir”. Alkitab hanya menyebutkan dua perayaan hari lahir, yaitu yang diadakan oleh dua penguasa yang tidak menyembah Yehuwa. (Kejadian 40:20; Markus 6:21) Perayaan
hari lahir juga diadakan untuk menghormati dewa-dewi orang
kafir. Misalnya, pada tanggal 24 Mei orang Romawi merayakan hari lahir dewi Diana. Keesokan harinya, mereka memperingati hari lahir dewa matahari mereka, Apolo. Jadi, pera6, 7. (a) Natal konon untuk memperingati apa, dan apakah para
pengikut Yesus pada abad pertama merayakannya? (b) Pada zaman murid-murid Yesus masa awal, perayaan hari lahir dikaitkan dengan apa?
200
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yaan hari lahir dikaitkan dengan kekafiran, bukan dengan
Kekristenan.
8
Ada alasan lain mengapa orang Kristen abad pertama ti-
dak akan merayakan hari lahir Yesus. Murid-muridnya kemungkinan besar tahu bahwa perayaan hari lahir ada hubungannya dengan takhayul. Misalnya, banyak orang Yunani dan
Romawi zaman dahulu percaya bahwa ada suatu roh yang hadir pada saat kelahiran setiap orang dan yang melindungi
orang tersebut sepanjang hidupnya. ”Roh itu mempunyai hubungan gaib dengan dewa yang hari kelahirannya sama dengan
orang tersebut,” kata buku The Lore of Birthdays (Kepercayaan Tradisional tentang Hari Lahir). Yehuwa pasti tidak senang
dengan perayaan apa pun yang mengaitkan Yesus dengan takhayul. (Yesaya 65:11, 12) Jadi, mengapa begitu banyak orang
merayakan Natal?
ASAL USUL NATAL
9
Beberapa ratus tahun setelah Yesus hidup di bumi, ba-
rulah orang mulai memperingati kelahirannya pada tanggal
25 Desember. Tetapi, itu bukan tanggal Yesus lahir, sebab ia
ternyata lahir pada bulan Oktober.1 Maka, mengapa tanggal
25 Desember yang dipilih? Beberapa orang yang belakangan
1 Lihat Apendiks, halaman 283-5.
8. Jelaskan hubungan antara perayaan hari lahir dan takhayul.
9. Bagaimana tanggal 25 Desember sampai dipilih untuk merayakan kelahiran Yesus?
Berpautlah pada Ibadat Sejati
201
mengaku Kristen kemungkinan besar ”ingin agar tanggalnya
bertepatan dengan perayaan kafir Romawi untuk memperingati ’hari lahir matahari yang tak tertaklukkan’ ”. (The New
Encyclopædia Britannica) Pada musim dingin, sewaktu sinar
matahari tampak paling redup, orang kafir mengadakan upacara supaya sumber panas dan cahaya ini kembali dari perjalanannya yang jauh. Tanggal 25 Desember dianggap sebagai
hari ketika matahari memulai perjalanannya kembali. Dalam
upaya untuk menobatkan orang kafir, para pemimpin agama
memasukkan perayaan ini ke dalam ibadat mereka dan mencoba membuatnya berbau ”Kristen”.1
10
Orang sudah lama mengakui bahwa Natal bersumber dari
kekafiran, bukan dari Alkitab. Karena itu, Natal dilarang di
Inggris dan di beberapa koloni Amerika pada abad ke-17. Bahkan siapa pun yang tinggal di rumah dan tidak bekerja pada
hari Natal harus membayar denda. Tetapi, tidak lama kemudian kebiasaan umum itu menjadi populer lagi, dan beberapa
kebiasaan lain ditambahkan. Natal sekali lagi menjadi hari
raya yang penting, bahkan sampai sekarang di banyak negeri.
Tetapi, karena Natal ada hubungannya dengan agama palsu,
orang yang ingin menyenangkan Allah tidak merayakannya,
1 Perayaan Saturnalia juga menjadi faktor dalam pemilihan tanggal 25 Desember. Perayaan yang menghormati dewa pertanian
Romawi ini diadakan pada tanggal 17-24 Desember. Pada perayaan
itu, orang-orang berpesta-pora, bersukaria, dan saling memberikan
hadiah.
10. Pada zaman dahulu, mengapa ada yang tidak merayakan Natal?
202
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
juga hari raya lain mana pun yang bersumber dari ibadat
orang kafir.1
APAKAH ASAL USUL HARI RAYA
BENAR-BENAR PENTING?
11
Ada orang yang setuju bahwa hari raya seperti Natal ber-
asal dari kekafiran tetapi merasa bahwa tidaklah salah untuk
merayakannya. Faktanya, sewaktu merayakan hari-hari raya,
kebanyakan orang tidak memikirkan atau menghubungkannya
dengan ibadat palsu. Saat-saat seperti itu juga merupakan kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul. Apakah Anda juga
merasa begitu? Jika ya, kemungkinan besar, kasih kepada keluargalah yang membuat Anda sulit berpaut pada ibadat sejati, bukan kasih kepada agama palsu. Yakinlah bahwa Yehuwa, Pribadi yang menjadi pemula keluarga, ingin agar Anda
mempunyai hubungan yang baik dengan sanak keluarga Anda.
(Efesus 3:14, 15) Anda dapat menguatkan ikatan keluarga dengan cara yang Allah perkenan. Rasul Paulus menulis tentang
apa yang seharusnya paling penting bagi kita, ”Teruslah pastikan apa yang diperkenan Tuan.”—Efesus 5:10.
12
Mungkin Anda merasa bahwa asal usul hari-hari raya itu
1 Untuk pembahasan tentang pandangan orang Kristen sejati terhadap hari-hari raya umum lainnya, lihat Apendiks, halaman 285-7.
11. Mengapa orang merayakan hari-hari raya, tetapi apa yang seharusnya paling penting bagi kita?
12. B erikan gambaran mengapa kita harus menghindari kebiasaan
umum dan perayaan yang memiliki asal usul yang najis.
Berpautlah pada Ibadat Sejati
203
hampir tidak ada kaitannya dengan apa yang dirayakan sekarang. Apakah asal usul benar-benar penting? Ya! Sebagai gambaran: Katakanlah Anda melihat ada permen loli di selokan.
Apakah Anda akan mengambil permen itu dan memakannya?
Tentu tidak, bukan? Permen itu kotor. Seperti permen itu,
hari-hari raya mungkin kelihatannya menyenangkan, tetapi
diambil atau berasal dari tempat-tempat yang najis. Untuk
berpaut pada ibadat sejati, kita harus memiliki pandangan
yang sama dengan nabi Yesaya, yang memberi tahu para penganut ibadat sejati, ”Jangan menyentuh apa pun yang najis.”
—Yesaya 52:11.
BIJAKSANA TERHADAP ORANG LAIN
13
Kesulitan mungkin timbul sewaktu Anda memutuskan
untuk tidak ikut merayakan hari-hari raya. Misalnya, rekan sekerja mungkin heran mengapa Anda tidak mengikuti kegiatan
hari raya tertentu di tempat kerja. Bagaimana jika Anda diberi
hadiah Natal? Apakah salah untuk menerimanya? Bagaimana
jika teman hidup Anda berbeda kepercayaan? Apa yang dapat
Anda lakukan agar anak-anak Anda tidak merasa kesenangannya terampas karena tidak merayakan hari-hari raya?
14
Dibutuhkan pertimbangan yang baik untuk menentukan
13. Kesulitan apa yang mungkin timbul sewaktu Anda tidak ikut merayakan hari-hari raya?
14, 15. Apa yang dapat Anda lakukan jika Anda mendapat ucapan selamat hari raya atau jika seseorang ingin memberikan hadiah kepada
Anda?
204
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
cara menangani setiap situasi. Jika ucapan selamat hari raya
disampaikan secara sambil lalu, Anda cukup mengucapkan terima kasih. Tetapi, bagaimana seandainya yang mengucapkan
itu adalah orang yang sering Anda temui atau rekan sekerja?
Jika demikian, Anda bisa saja memberikan penjelasan. Dalam
segala situasi, Anda harus bijaksana. Alkitab menasihatkan,
”Hendaklah ucapanmu selalu menyenangkan, dibumbui dengan garam, sehingga kamu mengetahui bagaimana seharusnya memberikan jawaban kepada setiap orang.” (Kolose 4:6)
Berhati-hatilah, jangan sampai kita menunjukkan sikap tidak respek. Sebaliknya, dengan bijaksana jelaskan pendirian
Anda. Terangkan bahwa Anda bukannya tidak senang bertukar hadiah dan berkumpul bersama mereka tetapi bahwa
Anda lebih senang melakukannya pada kesempatan lain, bukan pada hari raya.
15
Bagaimana jika seseorang ingin memberikan hadiah kepa-
da Anda? Hal itu banyak bergantung pada keadaan. Si pemberi mungkin mengatakan, ”Saya tahu Anda tidak merayakan
hari raya ini. Tetapi, saya ingin Anda menerima hadiah ini.”
Anda mungkin menilai bahwa dalam hal itu, menerima hadiah
tidak sama dengan ikut merayakan hari raya tersebut. Jika si
pemberi tidak tahu kepercayaan Anda, Anda tentu dapat
mengatakan bahwa Anda tidak merayakan hari raya itu. Ini
akan membantunya mengerti alasan Anda mau menerima
Berpautlah pada Ibadat Sejati
205
hadiahnya tetapi tidak memberikan hadiah sebagai balasan
pada kesempatan itu. Tetapi, Anda sebaiknya tidak menerima
hadiah yang jelas-jelas diberikan dengan niat untuk menunjukkan bahwa Anda tidak berpaut pada kepercayaan Anda
atau bahwa Anda akan berkompromi demi keuntungan materi.
BAGAIMANA DENGAN ANG G OTA KELUARGA?
16
Bagaimana jika anggota keluarga Anda berbeda keperca-
yaan? Sekali lagi, hendaklah bijaksana. Anda tidak perlu mempermasalahkan setiap tradisi atau perayaan yang dirayakan sanak keluarga Anda. Sebaliknya, hormati hak mereka untuk
memiliki pandangan mereka sendiri, sama seperti Anda ingin
mereka menghormati hak Anda. (Matius 7:12) Hindari tindakan apa pun yang sebenarnya sama saja dengan ikut merayakan
hari raya. Namun, bersikaplah masuk akal dalam hal-hal yang
tidak berkaitan langsung dengan perayaan itu. Tentu, jangan
sampai tindakan Anda membuat hati nurani Anda terganggu.
—1 Timotius 1:18, 19.
17
Apa yang dapat Anda lakukan agar anak-anak Anda ti-
dak merasa kesenangannya terampas karena tidak merayakan
16. Bagaimana Anda dapat berlaku bijaksana sewaktu menangani halhal yang berkaitan dengan hari-hari raya?
17. Bagaimana Anda dapat membantu anak-anak Anda agar tidak merasa kesenangan mereka terampas sewaktu melihat anak-anak lain
merayakan hari raya?
206
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
hari-hari raya yang tidak selaras dengan Alkitab? Hal itu banyak bergantung pada apa yang Anda lakukan pada waktuwaktu lain sepanjang tahun. Ada orang tua yang menentukan waktu-waktu tertentu untuk memberikan hadiah kepada
anak-anak mereka. Salah satu hadiah terbaik yang dapat Anda
berikan kepada anak-anak ialah waktu dan perhatian Anda
yang pengasih.
MENJALANKAN IBADAT SEJATI
18
Untuk menyenangkan Allah, Anda harus menolak ibadat
palsu dan berpaut pada ibadat sejati. Apa yang tercakup di dalamnya? Alkitab menyatakan, ”Biarlah kita memperhatikan
satu sama lain untuk saling menggerakkan kepada kasih dan
perbuatan yang baik, dengan tidak mengabaikan pertemuan
kita, sebagaimana kebiasaan beberapa orang, tetapi saling
menganjurkan, dan terlebih lagi demikian seraya kamu melihat hari itu mendekat.” (Ibrani 10:24, 25) Pertemuan-pertemuan Kristen merupakan saat-saat yang membahagiakan karena
di sanalah Anda dapat beribadat kepada Allah dengan cara
yang Ia perkenan. (Mazmur 22:22; 122:1) Pada pertemuan-pertemuan seperti itu, ”ada pertukaran anjuran” di antara orangorang Kristen yang setia.—Roma 1:12.
19
Cara lain untuk berpaut pada ibadat sejati ialah dengan
18. Bagaimana menghadiri pertemuan Kristen dapat membantu Anda
berpaut pada ibadat sejati?
19. Mengapa penting untuk berbicara kepada orang-orang tentang halhal yang telah Anda pelajari dari Alkitab?
Berpautlah pada Ibadat Sejati
207
berbicara kepada orang-orang tentang hal-hal yang telah Anda
pelajari dari Alkitab bersama Saksi-Saksi Yehuwa. Banyak
orang benar-benar ”berkeluh kesah dan mengerang” karena
kefasikan yang terjadi di dunia dewasa ini. (Yehezkiel 9:4)
Mungkin Anda mengenal orang-orang seperti itu. Cobalah
berbicara kepada mereka tentang harapan Anda untuk masa
depan, yang berdasarkan Alkitab. Seraya Anda bergaul dengan orang-orang Kristen sejati dan berbicara kepada orangorang tentang kebenaran Alkitab yang menakjubkan yang
telah Anda pelajari, lambat laun kerinduan kepada tradisi agama palsu yang mungkin masih tersisa dalam hati Anda akan
sirna. Yakinlah bahwa Anda akan sangat bahagia dan akan
mendapat banyak berkat jika Anda berpaut pada ibadat sejati.
—Maleakhi 3:10.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Pemujaan patung dan leluhur dilarang dalam
ibadat sejati.—Keluaran 20:4, 5; Ulangan
18:10-12.
ˇ Ikut merayakan perayaan yang bersumber dari
kekafiran adalah salah.—Efesus 5:10.
ˇ Orang Kristen sejati harus bijaksana sewaktu
menjelaskan kepercayaan mereka kepada orang
lain.—Kolose 4:6.
208
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL TUJUH BELAS
Mendekatlah kepada Allah
dengan Berdoa
Mengapa kita harus berdoa kepada Allah?
Apa yang harus kita lakukan agar didengar Allah?
Bagaimana caranya Allah menjawab doa kita?
DIBANDINGKAN dengan jagat raya yang sangat luas,
bumi kita sangat kecil. Sebenarnya, bagi Yehuwa, ”Pembuat langit dan bumi”, bangsa-bangsa adalah seperti setitik kecil air dari timba. (Mazmur 115:15; Yesaya 40:15)
Namun, Alkitab mengatakan, ”Yehuwa dekat kepada semua orang yang berseru kepadanya, kepada semua orang
yang berseru kepadanya dalam kebenaran. Keinginan
orang-orang yang takut kepadanya akan ia laksanakan,
dan seruan mereka minta tolong akan ia dengar.” (Mazmur 145:18, 19) Coba bayangkan, apa artinya itu! Sang
Pencipta yang mahakuasa dekat kepada kita dan akan
mendengarkan kita jika kita ”berseru kepadanya dalam
1, 2. Mengapa kita harus menganggap doa sebagai suatu kehormatan
besar, dan mengapa kita perlu mengetahui apa yang Alkitab ajarkan tentang doa?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
209
kebenaran”. Sungguh suatu kehormatan bahwa kita dapat menghampiri Allah dengan berdoa!
2
Tetapi, jika kita ingin Yehuwa mendengarkan doa
kita, kita harus berdoa dengan cara yang Ia perkenan.
Bagaimana kita dapat melakukan hal ini kalau kita tidak
memahami apa yang Alkitab ajarkan tentang doa? Kita
perlu mengetahui apa yang Alkitab katakan, sebab doa
membantu kita lebih mendekat kepada Yehuwa.
MENGAPA BERD OA KEPADA YEHUWA?
3 Satu alasan penting kita harus berdoa kepada Yehuwa ialah karena Ia mengundang kita untuk berdoa. Firman-Nya menganjurkan kita, ”Jangan khawatir akan apa
pun, tetapi dalam segala sesuatu nyatakanlah permintaanmu kepada Allah melalui doa dan permohonan yang
disertai ucapan syukur; dan kedamaian dari Allah, yang
lebih unggul daripada segala akal, akan menjaga hatimu
dan kekuatan mentalmu melalui Kristus Yesus.” (Filipi
4:6, 7) Tentulah kita tidak mau mengabaikan sarana yang
dengan baik hati disediakan oleh Penguasa Tertinggi
alam semesta ini!
4
Alasan lain ialah karena doa yang teratur kepada
3. Apa satu alasan penting kita harus berdoa kepada Yehuwa?
4. Bagaimana doa yang teratur kepada Yehuwa mempererat hubungan
kita dengan-Nya?
210
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Yehuwa merupakan cara untuk mempererat hubungan
kita dengan-Nya. Sahabat-sahabat sejati tidak hanya berkomunikasi kalau sedang membutuhkan sesuatu. Sebaliknya, mereka selalu ingin tahu keadaan satu sama lain,
dan persahabatan mereka akan semakin erat kalau mereka dengan leluasa menyatakan pikiran, kekhawatiran,
dan perasaan mereka. Dalam beberapa hal, hubungan
kita dengan Allah Yehuwa juga seperti itu. Dengan bantuan buku ini, Anda telah banyak belajar tentang apa
yang Alkitab ajarkan mengenai Yehuwa, kepribadianNya, dan maksud-tujuan-Nya. Anda telah mengenal Dia
sebagai pribadi yang nyata. Dengan berdoa, Anda dapat
menyatakan apa pun yang ada dalam pikiran dan batin
Anda kepada Bapak surgawi Anda. Dengan melakukannya, Anda akan semakin dekat kepada Yehuwa.—Yakobus 4:8.
SYARAT-SYARAT APA YANG
HARUS KITA PENUHI?
5 Apakah Yehuwa mendengarkan semua doa? Perhatikan apa yang Ia katakan kepada orang Israel yang
suka memberontak pada zaman nabi Yesaya, ”Walaupun
kamu banyak berdoa, aku tidak mendengarkan; dengan
5. Apa yang menunjukkan bahwa Yehuwa tidak mendengarkan semua
doa?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
211
pertumpahan darah tanganmu telah dipenuhi.” (Yesaya
1:15) Jadi, tindakan tertentu dapat menyebabkan Allah
tidak mau mendengarkan doa kita. Karena itu, agar doa
kita didengarkan Allah, kita harus memenuhi beberapa
syarat dasar.
6
Satu syarat utama adalah kita harus memperlihatkan
iman. (Markus 11:24) Rasul Paulus menulis, ”Tanpa
iman, orang mustahil menyenangkan [Allah], karena ia
yang menghampiri Allah harus percaya bahwa dia ada
dan bahwa dia memberikan upah kepada orang yang dengan sungguh-sungguh mencari dia.” (Ibrani 11:6) Memiliki iman yang sejati bukan hanya sekadar tahu bahwa Allah ada dan bahwa Ia mendengar dan menjawab
doa. Iman dibuktikan melalui tindakan kita. Kita harus
memberikan bukti yang jelas bahwa kita memiliki iman
melalui cara hidup kita sehari-hari.—Yakobus 2:26.
7
Yehuwa juga minta agar orang-orang berdoa kepada-
Nya dengan rendah hati dan tulus. Hal itu tentu beralasan, bukan? Apabila orang mendapat kesempatan untuk
6. Agar Allah mendengarkan doa kita, apa satu syarat utamanya, dan
bagaimana kita dapat memenuhinya?
7. (a) Mengapa kita harus penuh hormat sewaktu berbicara kepada
Yehuwa? (b) Sewaktu berdoa kepada Allah, bagaimana kita dapat menunjukkan kerendahan hati dan ketulusan?
212
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
berbicara kepada seorang raja atau presiden, ia biasanya
akan berbicara dengan penuh hormat karena mengakui
kedudukan tinggi penguasa itu. Terlebih lagi apabila
kita berbicara kepada Yehuwa! (Mazmur 138:6) Sebenarnya, Ia adalah ”Allah Yang Mahakuasa”. (Kejadian
17:1) Apabila kita berdoa kepada Allah, cara kita menghampiri Dia harus menunjukkan bahwa kita dengan rendah hati mengakui kedudukan kita di hadapan-Nya. Kerendahan hati demikian juga akan menggerakkan kita
untuk berdoa dari hati dengan tulus, menghindari doa
yang rutin, dengan perkataan yang diulang-ulang.—Matius 6:7, 8.
8
Syarat lain agar doa kita didengar Allah ialah kita ha-
rus bertindak selaras dengan doa kita. Yehuwa mengharapkan kita untuk sebisa-bisanya mengupayakan apa
yang kita doakan. Misalnya, jika kita berdoa, ”Berikanlah kepada kami hari ini roti kami untuk hari ini,” kita
harus rajin melakukan pekerjaan apa saja yang bisa kita
lakukan. (Matius 6:11; 2 Tesalonika 3:10) Jika kita meminta bantuan untuk mengatasi kelemahan jasmani,
kita juga harus berhati-hati, menghindari keadaan dan
8. Bagaimana kita dapat bertindak selaras dengan apa yang kita doakan?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
213
situasi yang dapat membuat kita tergoda. (Kolose 3:5)
Selain syarat-syarat dasar ini, ada beberapa pertanyaan
tentang doa yang perlu dijawab.
MENJAWAB BEBERAPA PERTANYAAN
TENTANG D OA
9 Kepada siapa kita harus berdoa? Yesus mengajar para
pengikutnya untuk berdoa kepada ’Bapak kita yang di
surga’. (Matius 6:9) Jadi, doa kita harus ditujukan kepada Allah Yehuwa saja. Tetapi, Yehuwa meminta agar kita
mengakui kedudukan Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus.
Seperti yang kita pelajari di Pasal 5, Yesus diutus ke
bumi untuk menjadi tebusan guna membebaskan kita
dari dosa dan kematian. (Yohanes 3:16; Roma 5:12) Dialah yang dilantik menjadi Imam Besar dan Hakim. (Yohanes 5:22; Ibrani 6:20) Jadi, Alkitab menunjukkan bahwa kita harus memanjatkan doa melalui Yesus. Ia sendiri
mengatakan, ”Akulah jalan dan kebenaran dan kehidupan. Tidak seorang pun datang kepada Bapak kecuali melalui aku.” (Yohanes 14:6) Agar doa kita didengar, kita
harus berdoa kepada Yehuwa saja melalui Putra-Nya.
10
Apakah kita harus berdoa dengan sikap tubuh terten-
tu? Tidak. Yehuwa tidak menentukan posisi tertentu un9. Kepada siapa kita harus berdoa, dan melalui siapa?
10. Mengapa kita tidak perlu berdoa dengan sikap tubuh tertentu?
214
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
tuk tangan ataupun seluruh tubuh kita. Alkitab mengajarkan bahwa kita boleh berdoa dengan berbagai posisi,
misalnya duduk, membungkuk, berlutut, dan berdiri.
(1 Tawarikh 17:16; Nehemia 8:6; Daniel 6:10; Markus
11:25) Yang terpenting bukanlah sikap tubuh tertentu
yang dapat dilihat orang, melainkan sikap hati yang benar. Bahkan, dalam kegiatan kita sehari-hari atau sewaktu menghadapi keadaan darurat kita dapat berdoa dalam
hati di mana pun kita berada. Yehuwa mendengar doa seperti itu meskipun orang-orang di sekitar kita sama sekali tidak melihat kita berdoa.—Nehemia 2:1-6.
11
Apa yang dapat kita doakan? Alkitab menjelaskan,
”Apa pun yang kita minta sesuai dengan kehendaknya,
dia [Yehuwa] mendengar kita.” (1 Yohanes 5:14) Jadi,
kita dapat mendoakan apa saja yang selaras dengan kehendak Allah. Apakah Allah menghendaki kita mendoakan hal-hal pribadi? Ya! Berdoa kepada Yehuwa bisa
sama seperti berbicara kepada sahabat karib. Kita dapat
berbicara dengan terus terang, ’mencurahkan hati kita’
kepada Allah. (Mazmur 62:8) Kita boleh minta roh
kudus, sebab roh itu akan membantu kita melakukan
apa yang benar. (Lukas 11:13) Kita dapat juga minta
11. Hal-hal pribadi apa saja yang dapat kita doakan?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
215
bimbingan untuk membuat keputusan yang bijaksana
dan kekuatan untuk mengatasi kesulitan. (Yakobus 1:5)
Apabila kita berdosa, kita harus minta pengampunan
atas dasar korban Kristus. (Efesus 1:3, 7) Tentu saja, kita
hendaknya tidak mendoakan hal-hal pribadi kita saja.
Kita harus mendoakan orang lain juga—anggota keluarga maupun sesama penyembah Yehuwa.—Kisah 12:5;
Kolose 4:12.
Hal-hal yang ada hubungannya dengan Allah Yehuwa harus didahulukan dalam doa kita. Kita tentu tergerak untuk menyatakan puji-syukur yang sepenuh hati
atas semua kebaikan-Nya. (1 Tawarikh 29:10-13) Yesus
memberikan contoh doa yang dicatat di Matius 6:9-13.
Dalam doa itu, ia mengajar kita untuk memohon agar
nama Allah disucikan atau dikuduskan. Selanjutnya,
agar Kerajaan Allah datang dan kehendak-Nya terjadi di
bumi seperti di surga. Baru setelah menyebutkan hal-hal
penting yang ada hubungannya dengan Yehuwa, Yesus
memberikan perhatian kepada hal-hal pribadi. Apabila
kita juga mengutamakan Allah dalam doa kita, itu berarti kita tidak hanya memikirkan kesejahteraan diri sendiri.
12
12. Bagaimana kita dapat mendahulukan hal-hal yang ada hubungannya
dengan Bapak surgawi kita dalam doa kita?
216
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Berapa lama kita harus berdoa? Alkitab tidak membatasi berapa lama kita seharusnya berdoa secara pribadi atau di depan umum. Doa bisa singkat, seperti doa
sebelum makan, dan bisa juga panjang, misalnya doa pribadi untuk mencurahkan isi hati kita kepada Yehuwa.
(1 Samuel 1:12, 15) Tetapi, Yesus mengutuk orang-orang
sok saleh yang mengucapkan doa yang panjang untuk pamer. (Lukas 20:46, 47) Doa seperti itu tidak membuat
Yehuwa terkesan. Yang penting, kita berdoa dari hati.
Jadi, panjangnya doa yang diperkenan Allah bergantung
pada kebutuhan dan keadaan.
13
Seberapa sering kita harus berdoa? Alkitab menganjurkan kita untuk ’berdoa senantiasa’, ’bertekun dalam
doa’, dan ’berdoa dengan tiada henti’. (Matius 26:41;
Roma 12:12; 1 Tesalonika 5:17) Tentu, itu tidak berarti
kita harus berdoa kepada Yehuwa setiap saat sepanjang
hari. Tetapi, Alkitab mendesak kita untuk berdoa dengan teratur, senantiasa bersyukur kepada Yehuwa atas
kebaikan-Nya dan meminta bimbingan, penghiburan,
dan kekuatan dari-Nya. Kita pasti merasa terhibur, bukan, karena mengetahui bahwa Yehuwa tidak membatasi
14
13. Apa yang Alkitab perlihatkan tentang panjangnya doa yang diperkenan Allah?
14. Apa artinya anjuran Alkitab untuk ’berdoa senantiasa’, dan mengapa kita dapat merasa terhibur oleh hal itu?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
217
berapa lama atau seberapa sering kita dapat berbicara
kepada-Nya dalam doa? Jika kita benar-benar menghargai hak istimewa doa, maka akan ada banyak hal yang dapat kita kemukakan dalam doa kepada Bapak surgawi
kita.
15
Mengapa kita hendaknya mengatakan ”Amin” pada
akhir doa? Kata ”Amin” berarti ”pasti”, atau ”jadilah demikian”. Contoh-contoh Alkitab menunjukkan bahwa
kita patut mengatakan ”Amin” pada akhir doa pribadi
dan doa di hadapan umum. (1 Tawarikh 16:36; Mazmur
41:13) Dengan mengatakan ”Amin” pada akhir doa kita
sendiri, kita meneguhkan bahwa apa yang kita nyatakan dalam doa kita itu tulus. Apabila kita mengatakan
”Amin”—dalam hati atau dengan bersuara—pada akhir
doa yang diucapkan di depan umum oleh seseorang, kita
menunjukkan bahwa kita sependapat dengan buah pikiran yang diungkapkan.—1 Korintus 14:16.
CARA ALLAH MENJAWAB D OA KITA
16 Apakah Yehuwa benar-benar menjawab doa kita?
Ya, tentu! Ada alasan yang kuat untuk yakin bahwa sang
”Pendengar doa” menjawab doa yang tulus dari jutaan
15. Mengapa kita hendaknya mengatakan ”Amin” pada akhir doa pribadi dan doa di depan umum?
16. Apa yang dapat kita yakini tentang doa?
218
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
manusia. (Mazmur 65:2) Yehuwa bisa menjawab doa
kita dengan berbagai cara.
Yehuwa menggunakan malaikat-malaikat dan hamba-hamba-Nya di bumi untuk menjawab doa. (Ibrani 1:
13, 14) Ada banyak pengalaman dari orang-orang yang
memohon bantuan kepada Allah untuk memahami Alkitab dan segera setelah itu dikunjungi oleh salah seorang
hamba Yehuwa. Pengalaman seperti itu membuktikan
bahwa malaikat membimbing pengabaran Kerajaan.
(Penyingkapan 14:6) Untuk menjawab doa yang kita
panjatkan pada masa kesusahan, Yehuwa bisa jadi akan
menggerakkan seorang Kristen untuk menolong kita.
—Amsal 12:25; Yakobus 2:16.
17
Allah Yehuwa juga menggunakan roh kudus dan Firman-Nya, Alkitab, untuk menjawab doa hamba-hambaNya. Ia bisa jadi akan menjawab permohonan untuk
mengatasi cobaan dengan memberi kita bimbingan dan
kekuatan melalui roh kudus-Nya. (2 Korintus 4:7) Sering
kali, sebagai jawaban atas permohonan untuk mendapatkan bimbingan, Yehuwa membantu kita membuat keputusan yang bijaksana melalui Alkitab. Kita mungkin
18
17. Apa buktinya bahwa Allah menggunakan malaikat-malaikat dan
hamba-hamba-Nya di bumi untuk menjawab doa kita?
18. Bagaimana Yehuwa menggunakan roh kudus dan Firman-Nya untuk
menjawab doa hamba-hamba-Nya?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
219
dapat menemukan ayat-ayat yang dapat membantu kita
sewaktu kita melakukan pelajaran pribadi dan sewaktu
kita membaca publikasi-publikasi Kristen, seperti buku
ini. Buah-buah pikiran berdasarkan Alkitab yang perlu
kita pertimbangkan bisa saja dibawa kepada perhatian
kita melalui apa yang dikatakan di perhimpunan Kristen
atau melalui komentar seorang penatua yang memperhatikan kesejahteraan kita.—Galatia 6:1.
Jika Yehuwa tampaknya belum juga menjawab doa
kita, hal itu sama sekali bukan karena Ia tidak sanggup
menjawabnya. Sebaliknya, kita harus ingat bahwa Yehuwa menjawab doa sesuai dengan kehendak-Nya dan
pada waktu yang Ia tetapkan. Ia lebih tahu daripada kita
tentang apa yang kita butuhkan dan cara memenuhinya.
Sering kali, Ia membiarkan kita ’terus meminta, mencari, dan mengetuk’. (Lukas 11:5-10) Ketekunan demikian menunjukkan kepada Allah betapa besar keinginan
kita dan betapa besar iman kita. Selanjutnya, Yehuwa
bisa saja menjawab doa kita dengan cara yang tidak kita
lihat. Misalnya, Ia bisa menjawab doa kita tentang suatu cobaan tertentu, tidak dengan menyingkirkan problem itu, tetapi dengan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya.—Filipi 4:13.
19
19. Apa yang harus kita ingat jika kadang-kadang doa kita tampaknya
tidak dijawab?
220
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
20
Betapa bersyukurnya kita bahwa sang Pencipta ja-
gat raya yang sangat luas ini dekat kepada semua orang
yang berseru kepada-Nya dengan cara yang benar dalam
doa! (Mazmur 145:18) Semoga kita memanfaatkan sepenuhnya hak istimewa yang berharga untuk berdoa. Dengan demikian, kita akan memiliki harapan yang menyukacitakan untuk semakin dekat kepada Yehuwa, sang
Pendengar doa.
20. Mengapa kita harus memanfaatkan sepenuhnya hak istimewa yang
berharga untuk berdoa?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Berdoa secara teratur kepada Yehuwa
membantu kita semakin dekat kepada-Nya.
—Yakobus 4:8.
ˇ Agar doa kita didengar Allah, kita harus
berdoa dengan iman, rendah hati, dan tulus.
—Markus 11:24.
ˇ Kita harus berdoa kepada Yehuwa saja melalui
Putra-Nya.—Matius 6:9; Yohanes 14:6.
ˇ Yehuwa, sang ”Pendengar doa”, menggunakan
para malaikat-Nya, hamba-hamba-Nya di bumi,
roh kudus-Nya, dan Firman-Nya untuk
menjawab doa.—Mazmur 65:2.
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
221
PASAL DELAPAN BELAS
Baptisan dan Hubungan
Anda dengan Allah
Bagaimana pembaptisan Kristen dilakukan?
Langkah apa saja yang perlu Anda ambil agar
memenuhi syarat untuk dibaptis?
Bagaimana caranya membaktikan diri
kepada Allah?
Apa yang khususnya menjadi alasan untuk dibaptis?
”LIHAT! Sebuah tempat yang banyak airnya; apa yang
mencegah aku untuk dibaptis?” Pertanyaan itu diajukan
oleh seorang pejabat istana Etiopia pada abad pertama. Seorang Kristen bernama Filipus telah memberikan
bukti kepadanya bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Karena sangat tersentuh oleh apa yang telah ia pelajari dari Alkitab, pria Etiopia itu mengambil tindakan.
Ia menunjukkan bahwa ia ingin dibaptis!—Kisah 8:26-36.
2
Jika Anda sudah dengan saksama mempelajari pasal-
1. Mengapa seorang pejabat istana Etiopia minta dibaptis?
2. Mengapa Anda hendaknya dengan serius mempertimbangkan baptisan?
222
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
pasal sebelumnya dari buku ini dengan salah seorang
Saksi-Saksi Yehuwa, Anda mungkin tergerak untuk bertanya, ’Apa yang mencegah saya untuk dibaptis?’ Sekarang Anda sudah tahu janji Alkitab tentang kehidupan
abadi dalam Firdaus. (Lukas 23:43; Penyingkapan 21:3, 4)
Anda juga tahu tentang bagaimana sebenarnya keadaan
orang mati dan tentang harapan kebangkitan. (Pengkhotbah 9:5; Yohanes 5:28, 29) Anda mungkin sudah sering
datang ke perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa, bergaul dengan mereka, dan melihat sendiri bagaimana mereka
menjalankan agama yang benar. (Yohanes 13:35) Yang
terpenting, Anda mungkin sudah mulai menjalin hubungan pribadi dengan Allah Yehuwa.
3
Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda
ingin melayani Allah? Yesus menyuruh para pengikutnya, ”Pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi murid, baptislah mereka.” (Matius 28:19) Yesus sendiri memberikan teladan dengan dibaptis dalam
air. Ia tidak dipercik dengan air, dan tidak hanya disiram kepalanya. (Matius 3:16) Kata ”membaptis” berasal
dari kata Yunani yang artinya ”mencelup”. Karena itu,
3. (a) Perintah apa yang Yesus berikan kepada para pengikutnya?
(b) Bagaimana pembaptisan air dilakukan?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
223
pembaptisan Kristen dilakukan dengan mencelup, atau
membenamkan, seluruh tubuh ke dalam air.
4
Baptisan air adalah syarat bagi semua orang yang
ingin menjalin hubungan dengan Allah Yehuwa. Baptisan adalah pernyataan di depan umum bahwa Anda ingin
melayani Allah, bahwa Anda senang melakukan kehendak Yehuwa. (Mazmur 40:7, 8) Tetapi, agar memenuhi
syarat untuk dibaptis, Anda harus mengambil langkahlangkah tertentu.
DIPERLUKAN PENGETAHUAN DAN IMAN
5 Anda sudah mulai mengambil langkah pertama. Bagaimana? Dengan terus memperoleh pengetahuan mengenai Allah Yehuwa dan Yesus Kristus, mungkin melalui
pelajaran Alkitab secara teratur. (Yohanes 17:3) Namun,
lebih banyak lagi yang harus dipelajari. Orang Kristen
ingin ”dipenuhi dengan pengetahuan yang saksama tentang kehendak [Allah]”. (Kolose 1:9) Menghadiri perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa akan sangat membantu Anda.
Hal itu sangat penting. (Ibrani 10:24, 25) Hadir secara
teratur akan membuat pengetahuan Anda tentang Allah
bertambah.
4. Baptisan air adalah pernyataan apa?
5. (a) Apa langkah pertama agar memenuhi syarat untuk dibaptis?
(b) Mengapa perhimpunan sangat penting?
224
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
6
Tentu, Anda tidak perlu tahu seluruh isi Alkitab agar
memenuhi syarat untuk dibaptis. Pejabat istana Etiopia
itu punya sedikit pengetahuan, tetapi ia membutuhkan
bantuan untuk memahami bagian-bagian tertentu dalam
Tulisan-Tulisan Kudus. (Kisah 8:30, 31) Demikian pula,
masih ada banyak yang harus Anda pelajari. Sebenarnya,
belajar tentang Allah tidak ada akhirnya. (Pengkhotbah
3:11) Tetapi, sebelum Anda dapat dibaptis, Anda sedikitnya perlu mengetahui dan mempercayai ajaran-ajaran dasar Alkitab. (Ibrani 5:12) Misalnya, Anda perlu tahu kebenaran tentang keadaan orang mati dan pentingnya
nama Allah serta Kerajaan-Nya.
7
Namun, pengetahuan saja tidak cukup, sebab ”tanpa
iman, orang mustahil menyenangkan [Allah]”. (Ibrani
11:6) Alkitab memberi tahu kita bahwa ketika beberapa
orang di kota Korintus kuno mendengar apa yang diberitakan orang Kristen, mereka ”mulai percaya dan dibaptis”. (Kisah 18:8) Demikian pula, dengan belajar Alkitab,
Anda akan memiliki iman bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Pelajaran Alkitab akan membantu Anda beriman kepada janji-janji Allah dan kepada kuasa korban
6. B erapa banyak pengetahuan Alkitab yang harus Anda miliki agar memenuhi syarat untuk dibaptis?
7. Apa hasilnya setelah Anda belajar Alkitab?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
225
Yesus yang menyelamatkan.—Yosua 23:14; Kisah 4:12;
2 Timotius 3:16, 17.
MENCERITAKAN KEBENARAN ALKITAB
KEPADA ORANG LAIN
8 Seraya iman bertumbuh dalam hati Anda, Anda akan
merasa sulit untuk tidak menceritakan apa yang telah
Anda pelajari kepada orang lain. (Yeremia 20:9) Anda
akan merasakan dorongan yang kuat untuk berbicara kepada orang lain tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya.
—2 Korintus 4:13.
9
Anda dapat mulai menceritakan kebenaran Alkitab
kepada sanak saudara, sahabat, tetangga, dan rekan sekerja Anda dengan bijaksana. Seraya waktu berlalu,
Anda tentu ingin ikut serta dalam pekerjaan pengabaran
yang diorganisasi oleh Saksi-Saksi Yehuwa. Jika demikian, jangan ragu-ragu untuk membicarakan hal itu dengan Saksi yang mengajar Anda. Jika tampaknya Anda
memenuhi syarat untuk dinas pengabaran, akan diatur
agar Anda dan pengajar Anda bertemu dengan dua penatua.
8. Apa yang akan menggerakkan Anda untuk menceritakan apa yang telah Anda pelajari?
9, 10. (a) Kepada siapa Anda bisa mulai menceritakan kebenaran Alkitab? (b) Apa yang harus Anda lakukan jika Anda ingin ikut dalam
pekerjaan pengabaran yang diorganisasi oleh Saksi-Saksi Yehuwa?
226
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Dengan demikian, Anda dapat lebih mengenal beberapa penatua, yang menggembalakan kawanan domba
Allah. (Kisah 20:28; 1 Petrus 5:2, 3) Jika para penatua melihat bahwa Anda memahami dan mempercayai
ajaran dasar Alkitab, hidup selaras dengan prinsip-prinsip Allah, dan benar-benar ingin menjadi salah seorang
Saksi-Saksi Yehuwa, mereka akan memberi tahu Anda
bahwa Anda memenuhi syarat untuk ikut dalam dinas pengabaran sebagai penyiar kabar baik yang belum terbaptis.
10
Tetapi, barangkali Anda perlu membuat perubahan
tertentu dalam gaya hidup dan kebiasaan Anda agar dapat memenuhi syarat untuk dinas pengabaran. Misalnya,
Anda mungkin harus menghentikan kebiasaan tertentu
yang tersembunyi. Jadi, sebelum Anda meminta untuk
menjadi penyiar belum terbaptis, Anda harus bersih dari
dosa yang serius, seperti amoralitas seksual, kemabukan,
dan penyalahgunaan narkoba.—1 Korintus 6:9, 10; Galatia 5:19-21.
11
PERTOBATAN DAN PERUBAHAN HALUAN
1 2 Beberapa langkah lain harus diambil sebelum
Anda memenuhi syarat untuk dibaptis. Rasul Petrus
11. Perubahan apa yang mungkin harus dibuat sebelum seseorang memenuhi syarat untuk dinas pengabaran?
12. Mengapa pertobatan itu perlu?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
227
mengatakan, ”Bertobat dan berbaliklah agar dosa-dosamu dihapus.” (Kisah 3:19) Bertobat artinya sungguh-sungguh menyesali apa yang telah Anda lakukan.
Pertobatan jelas perlu bagi seseorang yang menempuh kehidupan yang amoral, tetapi hal itu juga perlu bahkan
bagi orang yang kehidupannya relatif bersih secara moral. Mengapa? Karena semua orang berdosa dan membutuhkan pengampunan Allah. (Roma 3:23; 5:12) Sebelum
belajar Alkitab, Anda tidak mengetahui apa kehendak
Allah itu. Jadi, bagaimana mungkin Anda bisa hidup selaras sepenuhnya dengan kehendak-Nya? Maka, pertobatan itu perlu.
13
Setelah bertobat, seseorang harus berubah haluan,
atau ’berbalik’. Sekadar merasa menyesal tidak cukup.
Anda harus menolak jalan hidup Anda yang dahulu dan
bertekad kuat untuk melakukan apa yang benar mulai
dari sekarang. Pertobatan dan perubahan haluan adalah
langkah-langkah yang harus diambil sebelum Anda dibaptis.
MEMBAKTIKAN DIRI
14 Ada langkah penting lain yang harus diambil. Anda
harus membaktikan diri kepada Allah Yehuwa.
13. Apa artinya berubah haluan?
14. Langkah penting apa yang harus Anda ambil sebelum dibaptis?
228
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
15
Pada waktu Anda membaktikan diri kepada Allah
Yehuwa dalam doa yang sungguh-sungguh, Anda berjanji akan mengabdi hanya kepada Dia saja, atau secara
eksklusif, untuk selama-lamanya. (Ulangan 6:15) Tetapi,
mengapa seseorang ingin melakukan hal itu? Nah, katakanlah seorang pemuda mulai mendekati seorang gadis.
Semakin ia mengenal gadis itu dan mengetahui sifat-sifat
baiknya, semakin ia tertarik kepadanya. Seraya waktu
berlalu, wajarlah apabila ia melamar gadis itu. Memang,
pernikahan mendatangkan lebih banyak tanggung jawab.
Tetapi, karena cinta, ia akan mengambil langkah penting
itu.
16
Setelah Anda mengenal dan mengasihi Yehuwa,
Anda tergerak untuk melayani Dia tanpa menahan apa
pun atau menetapkan syarat dalam beribadat kepadaNya. Siapa pun yang ingin mengikuti jejak Putra Allah,
Yesus Kristus, harus ”menyangkal dirinya”. (Markus 8:
34) Menyangkal diri berarti tidak membiarkan keinginan
dan cita-cita pribadi menghalangi ketaatan kita yang sepenuhnya kepada Allah. Maka, sebelum Anda dapat dibaptis, tujuan utama dalam hidup Anda haruslah melakukan kehendak Allah Yehuwa.—1 Petrus 4:2.
15, 16. Apa artinya membaktikan diri kepada Allah, dan apa yang
menggerakkan seseorang untuk melakukan hal itu?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
229
MENGATASI PERASAAN TAKUT GAGAL
17 Ada yang menahan diri untuk membaktikan diri kepada Yehuwa karena mereka agak takut mengambil langkah yang begitu serius. Mereka mungkin khawatir bahwa
sebagai orang Kristen yang berbakti, mereka harus bertanggung jawab kepada Allah. Karena takut gagal atau
mengecewakan Yehuwa, mereka pikir lebih baik tidak
membaktikan diri kepada-Nya.
18
Tetapi, seraya Anda belajar mengasihi Yehuwa, Anda
akan tergerak untuk membaktikan diri kepada-Nya dan
berbuat sebisa-bisanya untuk hidup sesuai dengan pembaktian Anda. (Pengkhotbah 5:4) Setelah membaktikan
diri, Anda pasti ingin ”berjalan dengan layak di hadapan
Yehuwa untuk menyenangkan dia sepenuhnya”. (Kolose 1:10) Karena mengasihi Allah, Anda tidak akan merasa terlalu sulit untuk melakukan kehendak-Nya. Anda
tentu sependapat dengan rasul Yohanes, yang menulis,
”Inilah arti kasih akan Allah, yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya; meskipun demikian perintahperintahnya tidak membebani.”—1 Yohanes 5:3.
17. Mengapa ada yang menahan diri untuk membaktikan diri kepada
Allah?
18. Apa yang dapat menggerakkan Anda untuk membaktikan diri kepada Yehuwa?
230
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
19
Anda tidak perlu sempurna untuk membaktikan diri
kepada Allah. Yehuwa tahu keterbatasan Anda dan tidak pernah mengharapkan sesuatu di luar kesanggupan
Anda. (Mazmur 103:14) Ia ingin Anda berhasil dan akan
mendukung serta membantu Anda. (Yesaya 41:10) Anda
dapat yakin bahwa jika Anda percaya kepada Yehuwa
dengan segenap hati, Ia ”akan meluruskan jalan-jalan
[Anda]”.—Amsal 3:5, 6.
MELAMBANGKAN PEMBAKTIAN ANDA
DENGAN DIBAPTIS
20 Dengan memikirkan hal-hal yang baru kita bahas,
Anda mungkin tergerak untuk secara pribadi menyatakan pembaktian diri kepada Yehuwa dalam doa. Namun, setiap orang yang benar-benar mengasihi Allah harus juga ”membuat pernyataan di hadapan umum yang
menghasilkan keselamatan”. (Roma 10:10) Bagaimana
caranya?
21
Beri tahu koordinator badan penatua sidang Anda
bahwa Anda ingin dibaptis. Ia akan mengatur agar beberapa penatua meninjau ajaran-ajaran dasar Alkitab
19. Mengapa Anda tidak perlu takut membaktikan diri kepada Allah?
20. Mengapa pembaktian kepada Yehuwa tidak cukup dilakukan secara pribadi saja?
21, 22. Bagaimana Anda dapat membuat ”pernyataan di hadapan
umum” tentang iman Anda?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
231
bersama Anda melalui sejumlah pertanyaan. Jika para
penatua itu sepakat bahwa Anda memenuhi syarat, mereka akan memberi tahu Anda bahwa Anda dapat dibaptis pada acara pembaptisan berikutnya.1 Sebuah khotbah
yang membahas makna baptisan biasanya diberikan pada
acara tersebut. Kemudian, pembicara mengundang semua calon baptis untuk menjawab dua pertanyaan sederhana sebagai satu cara untuk membuat ’pernyataan lisan
di hadapan umum’ tentang iman mereka.
22
Baptisan itu sendiri menunjukkan kepada umum
bahwa Anda secara pribadi telah membaktikan diri kepada Allah dan sekarang adalah salah seorang Saksi-Saksi
Yehuwa. Seluruh tubuh calon baptis dibenamkan ke dalam air untuk menunjukkan kepada umum bahwa ia telah membaktikan diri kepada Yehuwa.
MAKNA BAPTISAN ANDA
23 Yesus mengatakan bahwa murid-muridnya akan dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan roh kudus”.
(Matius 28:19) Ini berarti bahwa calon baptis itu mengakui wewenang Allah Yehuwa dan Yesus Kristus. (Maz1 Pembaptisan adalah acara tetap dalam kebaktian-kebaktian tahunan yang diselenggarakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
23. Apa artinya dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan roh kudus”?
232
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
mur 83:18; Matius 28:18) Ia juga mengakui fungsi dan kegiatan roh kudus, atau tenaga aktif, Allah.—Galatia 5:
22, 23; 2 Petrus 1:21.
24
Tetapi, dibaptis bukan sekadar dibenamkan dalam
air. Baptisan melambangkan sesuatu yang sangat penting. Dibenamkan ke dalam air adalah lambang bahwa
Anda telah mati berkenaan dengan jalan hidup Anda dahulu. Diangkat dari air menunjukkan bahwa Anda sekarang hidup untuk melakukan kehendak Allah. Selain itu,
ingatlah bahwa kepada Allah Yehuwa-lah Anda membaktikan diri, bukan kepada suatu pekerjaan, suatu tujuan,
orang lain, atau suatu organisasi. Pembaktian dan baptisan Anda adalah awal hubungan yang sangat dekat dengan Allah—hubungan yang akrab dengan-Nya.—Mazmur 25:14.
25
Baptisan tidak menjamin keselamatan. Rasul Paulus
menulis, ”Teruslah upayakan keselamatanmu dengan takut dan gemetar.” (Filipi 2:12) Baptisan baru langkah
awal. Permasalahannya adalah: Bagaimana Anda dapat
tetap berada dalam kasih Allah? Pasal terakhir buku ini
akan menjawabnya.
24, 25. (a) Apa yang dilambangkan oleh baptisan? (b) Pertanyaan apa
yang perlu dijawab?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
233
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Baptisan Kristen dilakukan dengan membenamkan seluruh tubuh ke dalam air, bukan
hanya dengan memerciknya.—Matius 3:16.
ˇ Langkah-langkah menuju baptisan dimulai
dengan terus memperoleh pengetahuan dan
memperlihatkan iman, kemudian Anda harus
bertobat, berubah haluan, dan membaktikan
diri kepada Allah.—Yohanes 17:3; Kisah 3:19;
18:8.
ˇ Untuk membaktikan diri kepada Yehuwa, Anda
harus menyangkal diri, sama seperti orangorang menyangkal diri untuk mengikuti Yesus.
—Markus 8:34.
ˇ Baptisan adalah lambang bahwa seseorang
mati berkenaan dengan jalan hidupnya dahulu
dan hidup kembali untuk melakukan kehendak
Allah.—1 Petrus 4:2.
234
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
PASAL SEMBILAN BELAS
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
Apa artinya mengasihi Allah?
Bagaimana kita dapat tetap berada
dalam kasih Allah?
Apa pahala bagi orang yang tetap berada
dalam kasih Yehuwa?
BAYANGKAN diri Anda sedang berjalan ketika cuaca sangat buruk. Langit semakin gelap. Petir mulai menyambar, guntur menggelegar, lalu turunlah hujan bagaikan dicurahkan dari langit. Setengah berlari, Anda mencari-cari penaungan. Tiba-tiba, di pinggir
jalan, Anda melihat ada tempat bernaung yang kokoh, kering, dan
tampak nyaman. Betapa berharganya tempat yang aman itu bagi
Anda!
2
Kita hidup pada masa yang penuh pergolakan. Keadaan dunia
semakin buruk saja. Tetapi, ada tempat bernaung yang aman yang
dapat melindungi kita dari celaka yang permanen. Apakah itu?
Perhatikan apa yang Alkitab ajarkan, ”Aku akan berkata kepada Yehuwa, ’Engkaulah perlindunganku dan bentengku, Allahku,
yang kepadanya aku percaya.’ ”—Mazmur 91:2.
1, 2. Di mana kita dapat menemukan perlindungan yang aman dewasa
ini?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
235
3
Bayangkan! Yehuwa, sang Pencipta dan Penguasa alam semes-
ta, dapat menjadi tempat bernaung kita yang aman. Ia dapat melindungi kita, sebab Ia jauh lebih kuat daripada siapa pun atau
apa pun yang bisa mencelakakan kita. Bahkan jika kita dicelakai,
Yehuwa dapat menyingkirkan semua akibat buruknya. Bagaimana kita dapat menjadikan Yehuwa perlindungan kita? Kita harus
percaya kepada-Nya. Selanjutnya, Firman Allah mendesak kita,
”Tetaplah berada dalam kasih Allah.” (Yudas 21) Ya, kita perlu tetap berada dalam kasih Allah, mempertahankan ikatan yang penuh kasih dengan Bapak surgawi kita. Maka, kita dapat yakin
bahwa Dialah perlindungan kita. Namun, bagaimana kita dapat
menjalin ikatan seperti itu?
PERHATIKAN DAN SAMBUTLAH
KASIH ALLAH
4
Untuk tetap berada dalam kasih Allah, kita perlu tahu bagai-
mana Yehuwa menunjukkan kasih-Nya kepada kita. Renungkan
beberapa ajaran Alkitab yang telah Anda pelajari dengan bantuan buku ini. Sebagai Pencipta, Yehuwa memberi kita bumi ini sebagai tempat tinggal yang menyenangkan. Ia memenuhinya dengan
berlimpah makanan dan air, berbagai sumber daya alam, kehidupan binatang yang memukau, dan pemandangan yang indah. Sebagai Pengarang Alkitab, Allah menyingkapkan nama dan sifat-sifatNya kepada kita. Selain itu, Firman-Nya menyingkapkan bahwa
Ia mengutus Putra-Nya sendiri yang terkasih ke bumi, membiar3. Bagaimana kita dapat menjadikan Yehuwa perlindungan kita?
4, 5. Dengan cara apa saja Yehuwa menyatakan kasih kepada kita?
236
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
kan Yesus menderita dan mati untuk kita. (Yohanes 3:16) Dan, apa
artinya pemberian itu bagi kita? Kita dapat memiliki harapan untuk suatu masa depan yang sangat bagus.
5
Harapan kita untuk masa depan juga bergantung pada hal lain
lagi yang telah Allah lakukan. Yehuwa telah mendirikan pemerintahan di surga, yaitu Kerajaan Mesianik, yang akan segera mengakhiri semua penderitaan dan menjadikan bumi ini suatu firdaus.
Bayangkan! Kita dapat hidup di sana selama-lamanya dengan damai dan bahagia. (Mazmur 37:29) Sementara ini, Allah membimbing kita untuk dapat menempuh kehidupan yang terbaik sekarang juga. Selanjutnya, Ia memberi kita karunia doa, yaitu suatu
saluran komunikasi yang selalu terbuka dengan Dia. Ini baru beberapa dari cara-cara Yehuwa memperlihatkan kasih kepada umat
manusia secara umum dan kepada Anda secara pribadi.
6
Pertanyaan yang sangat penting bagi Anda ialah: Bagaimana
saya menanggapi kasih Yehuwa? Banyak orang akan mengatakan,
”Ya, saya harus mengasihi Yehuwa juga.” Bagaimana dengan Anda?
Yesus mengatakan bahwa inilah perintah yang terbesar, ”Engkau
harus mengasihi Yehuwa, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiranmu.” (Matius
22:37) Tentu, ada banyak hal yang membuat Anda mengasihi Allah
Yehuwa. Tetapi, apakah sekadar merasa bahwa Anda mengasihi
Allah sudah berarti Anda mengasihi Yehuwa dengan segenap hati,
jiwa, dan pikiran Anda?
6. Bagaimana Anda dapat menanggapi kasih yang Yehuwa perlihatkan
kepada Anda?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
237
7
Sebagaimana diuraikan dalam Alkitab, kasih kepada Allah bu-
kan sekadar perasaan di hati. Walaupun perasaan kasih kepada
Yehuwa itu penting, sebenarnya, perasaan itu baru permulaan dari
kasih yang sejati kepada-Nya. Sebagai gambaran, biji apel memang
penting untuk menumbuhkan pohon apel. Tetapi, jika Anda ingin
makan apel, apakah Anda puas jika hanya diberi bijinya? Tentu tidak! Demikian pula, perasaan mengasihi Allah Yehuwa baru permulaannya. Alkitab mengajarkan, ”Inilah arti kasih akan Allah,
yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya; meskipun demikian perintah-perintahnya tidak membebani.” (1 Yohanes 5:3)
Kasih yang tulus kepada Allah harus menghasilkan buah yang
baik, harus dinyatakan dengan tindakan.—Matius 7:16-20.
8
Kita menunjukkan bahwa kita mengasihi Allah dengan menja-
lankan perintah-perintah-Nya dan menerapkan prinsip-prinsipNya. Hal itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Hukum-hukum
Yehuwa sama sekali tidak membebani, tetapi justru dirancang untuk membantu kita menikmati kehidupan yang bahagia dan memuaskan. (Yesaya 48:17, 18) Apabila kita hidup selaras dengan
bimbingan Yehuwa, kita menunjukkan kepada Bapak surgawi kita
bahwa kita benar-benar menghargai semua yang telah Ia lakukan
untuk kita. Sayangnya, di dunia dewasa ini sedikit sekali orang
yang memperlihatkan penghargaan seperti itu. Kita tidak ingin seperti mereka dan seperti orang-orang pada zaman Yesus. Yesus
7. Apakah cukup untuk sekadar mengasihi Allah dalam hati? Jelaskan.
8, 9. Bagaimana kita dapat menyatakan kasih dan penghargaan kita
kepada Allah?
238
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
menyembuhkan sepuluh penderita kusta, tetapi hanya satu yang
kembali untuk mengucapkan terima kasih. (Lukas 17:12-17) Kita
tentu ingin seperti satu orang itu, bukan seperti kesembilan orang
lainnya yang tidak tahu berterima kasih!
9
Maka, apa saja perintah Yehuwa yang harus kita jalankan? Kita
telah membahas sejumlah perintah dalam buku ini, tetapi mari
kita tinjau kembali beberapa di antaranya. Menjalankan perintah
Yehuwa akan membantu kita tetap berada dalam kasih Allah.
SEMAKIN MENDEKATLAH
KEPADA YEHUWA
10
Belajar tentang Yehuwa adalah langkah yang sangat penting
untuk semakin mendekat kepada-Nya. Itu adalah proses yang tidak boleh ada akhirnya. Jika Anda berada di luar pada malam
yang sangat dingin dan menghangatkan diri di dekat api unggun,
apakah Anda akan membiarkan nyala apinya meredup, lalu padam? Tentu tidak. Anda akan terus menambah kayu agar apinya
tetap berkobar. Nyawa Anda bisa jadi bergantung padanya! Sebagaimana kayu mengobarkan api, demikian pula ”pengetahuan tentang Allah” akan membuat kasih kita kepada Yehuwa tetap kuat.
—Amsal 2:1-5.
11
Yesus ingin agar para pengikutnya menjaga kasih mereka ke-
pada Yehuwa serta Firman kebenaran-Nya yang berharga tetap hidup dan berkobar-kobar. Setelah dibangkitkan, Yesus mengajar
10. Jelaskan mengapa penting untuk terus memperoleh pengetahuan
tentang Allah Yehuwa.
11. Apa hasil ajaran Yesus atas para pengikutnya?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
239
dua muridnya beberapa nubuat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang
tergenap dalam dirinya. Apa hasilnya? Mereka belakangan mengatakan, ”Bukankah hati kita berkobar-kobar ketika ia sedang berbicara kepada kita dalam perjalanan, ketika ia membukakan sepenuhnya Tulisan-Tulisan Kudus kepada kita?”—Lukas 24:32.
12
Ketika Anda mula-mula belajar apa yang sebenarnya Alkitab
ajarkan, apakah Anda merasa bahwa sukacita, semangat, dan kasih kepada Allah mulai berkobar dalam hati Anda? Pasti demikian, bukan? Banyak orang merasa begitu. Tantangannya sekarang
adalah menjaga agar kasih yang kuat itu tetap hidup dan membantunya bertumbuh. Kita tidak mau mengikuti kecenderungan
dunia dewasa ini. Yesus menubuatkan, ”Kasih kebanyakan orang
akan mendingin.” (Matius 24:12) Apa yang akan Anda lakukan
agar kasih Anda untuk Yehuwa dan untuk kebenaran Alkitab tidak mendingin?
13
Teruslah peroleh pengetahuan tentang Allah Yehuwa dan Ye-
sus Kristus. (Yohanes 17:3) Renungkan apa yang telah Anda pelajari dari Firman Allah, dengan menanyai diri sendiri, ’Apa yang
dapat saya pelajari tentang Allah Yehuwa dari ayat ini? Apa lagi
yang disebutkan ayat ini yang akan membuat saya mengasihi Dia
dengan segenap hati, pikiran, dan jiwa?’ (1 Timotius 4:15) Perenungan seperti itu akan membuat kasih Anda untuk Yehuwa tetap berkobar.
12, 13. (a) Bagaimana kasih untuk Allah dan Alkitab di kalangan kebanyakan orang dewasa ini? (b) Bagaimana kita dapat menjaga agar
kasih kita tidak mendingin?
240
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
14
Cara lain untuk membuat kasih Anda untuk Yehuwa tetap
berkobar adalah dengan berdoa secara teratur. (1 Tesalonika 5:17)
Di Pasal 17 buku ini, kita belajar bahwa doa adalah karunia yang
berharga dari Allah. Sama seperti hubungan antarmanusia, yang
akan berkembang melalui komunikasi yang terbuka dan teratur,
demikian pula hubungan kita dengan Yehuwa akan tetap hangat
dan hidup apabila kita berdoa kepada-Nya secara teratur. Penting
sekali untuk tidak pernah membiarkan doa kita menjadi rutin belaka—dengan kata-kata yang sama yang kita ulang-ulangi tanpa perasaan atau tanpa makna. Kita harus berbicara kepada Yehuwa
seperti seorang anak berbicara kepada ayahnya yang ia kasihi. Kita
tentu akan berbicara dengan penuh respek, tetapi juga dengan terus terang, jujur, dan dari hati. (Mazmur 62:8) Ya, pelajaran Alkitab secara pribadi dan doa yang sungguh-sungguh adalah bagian penting dalam ibadat kita, dan hal itu membantu kita tetap
berada dalam kasih Allah.
DAPATKAN SUKACITA DALAM IBADAT ANDA
15
Pelajaran Alkitab secara pribadi dan doa adalah bagian dari
ibadat yang bisa kita laksanakan secara pribadi. Tetapi sekarang,
mari kita bahas bagian dari ibadat yang kita laksanakan di depan
umum: berbicara kepada orang lain tentang kepercayaan kita.
Apakah Anda sudah menceritakan beberapa kebenaran Alkitab
14. Bagaimana doa dapat membantu agar kasih kita kepada Yehuwa tetap hidup?
15, 16. Mengapa tepat untuk menganggap pekerjaan pemberitaan Kerajaan sebagai hak istimewa dan suatu harta?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
241
kepada orang lain? Jika demikian, Anda telah menikmati hak istimewa yang luar biasa. (Lukas 1:74) Sewaktu kita menceritakan
kebenaran yang telah kita pelajari tentang Allah Yehuwa, kita menjalankan tugas yang sangat penting yang diberikan kepada semua
orang Kristen sejati—yaitu memberitakan kabar baik Kerajaan
Allah.—Matius 24:14; 28:19, 20.
16
Rasul Paulus menganggap pelayanannya sangat berharga, de-
ngan menyebutnya sebagai harta. (2 Korintus 4:7) Berbicara kepada orang-orang tentang Allah Yehuwa dan maksud-tujuan-Nya
adalah pekerjaan yang paling baik, karena kita punya Majikan yang
paling baik, dan kita mendapat upah yang paling baik. Dengan
melakukan kegiatan itu, Anda membantu orang-orang berhati jujur untuk mendekat kepada Bapak surgawi kita dan juga untuk
mulai menempuh jalan menuju kehidupan abadi! Mana ada pekerjaan yang lebih memuaskan? Selanjutnya, memberikan kesaksian tentang Yehuwa dan Firman-Nya menambah iman Anda sendiri dan menguatkan kasih Anda kepada-Nya. Dan, Yehuwa sangat
menghargai upaya Anda. (Ibrani 6:10) Tetap sibuk dalam pekerjaan tersebut akan membantu Anda tetap berada dalam kasih Allah.
—1 Korintus 15:58.
17
Penting untuk mengingat bahwa pekerjaan pemberitaan Ke-
rajaan sangat mendesak. Alkitab mengatakan, ”Beritakanlah firman itu, laksanakan itu dengan giat dan dengan perasaan mendesak.” (2 Timotius 4:2) Mengapa hal itu begitu mendesak dewasa
ini? Firman Allah memberi tahu kita, ”Hari besar Yehuwa sudah
17. Mengapa pelayanan Kristen sangat mendesak dewasa ini?
242
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dekat. Itu sudah dekat, dan sangat bergegas.” (Zefanya 1:14) Ya,
saat bagi Yehuwa untuk mengakhiri seluruh sistem ini sudah semakin dekat. Orang-orang perlu diperingatkan! Mereka perlu tahu
bahwa sekaranglah waktunya untuk memilih Yehuwa sebagai Penguasa mereka. Akhir itu ”tidak akan terlambat”.—Habakuk 2:3.
18
Yehuwa ingin agar kita beribadat kepada-Nya bersama orang-
orang Kristen sejati. Itulah sebabnya Firman-Nya mengatakan,
”Biarlah kita memperhatikan satu sama lain untuk menggerakkan
kepada kasih dan perbuatan yang baik, dengan tidak mengabaikan pertemuan kita, sebagaimana kebiasaan beberapa orang, tetapi saling menganjurkan, dan terlebih lagi demikian seraya kamu
melihat hari itu mendekat.” (Ibrani 10:24, 25) Pada waktu berkumpul dengan rekan-rekan seiman di perhimpunan, kita mempunyai
kesempatan yang sangat bagus untuk memuji dan beribadat kepada Allah yang kita kasihi. Kita juga saling membina dan menganjurkan.
19
Dengan bergaul bersama para penyembah Yehuwa lainnya,
kita menguatkan ikatan kasih dan persahabatan dalam sidang.
Kita harus mencari hal-hal baik dalam diri satu sama lain, sebagaimana Yehuwa juga mencari hal-hal baik dalam diri kita. Jangan mengharapkan kesempurnaan dari rekan-rekan seiman Anda.
Ingat bahwa kemajuan rohani setiap orang tidak sama dan bahwa
18. Mengapa kita harus beribadat kepada Yehuwa bersama-sama dengan orang Kristen sejati?
19. Apa yang dapat kita upayakan untuk menguatkan ikatan kasih dalam sidang Kristen?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
243
setiap orang berbuat salah. (Kolose 3:13) Berupayalah membina
persahabatan yang akrab dengan orang-orang yang sangat mengasihi Yehuwa, maka Anda akan merasakan bahwa Anda sendiri maju
secara rohani. Ya, beribadat kepada Yehuwa bersama saudara-saudari rohani akan membantu Anda tetap berada dalam kasih Allah.
Apa pahala yang akan Yehuwa berikan kepada orang-orang yang
beribadat kepada-Nya dengan setia dan, dengan demikian, tetap
berada dalam kasih-Nya?
RAIHLAH ”KEHIDUPAN YANG
SEBENARNYA”
20
Yehuwa memberikan pahala berupa kehidupan kepada ham-
ba-hamba-Nya yang setia, tetapi kehidupan macam apa? Nah, apakah Anda sekarang benar-benar hidup? Kebanyakan dari kita tentu akan menjawab ya. Kita bernapas, kita makan, dan kita minum.
Jadi, kita pasti hidup. Dan, pada waktu kita merasa bahagia, kita
mungkin bahkan mengatakan, ”Ini baru namanya hidup!” Tetapi,
Alkitab menunjukkan bahwa sesungguhnya, dewasa ini tidak seorang pun benar-benar hidup.
21
Firman Allah mendesak kita untuk ”dengan teguh menggeng-
gam kehidupan yang sebenarnya”. (1 Timotius 6:19) Kata-kata itu
menunjukkan bahwa ”kehidupan yang sebenarnya” adalah sesuatu yang ingin kita peroleh di masa depan. Ya, pada waktu kita sempurna, kita akan hidup dalam arti sesungguhnya, yaitu sebagaimana yang Allah inginkan pada mulanya. Sewaktu kita kelak hidup
20, 21. Apa ”kehidupan yang sebenarnya” itu, dan mengapa itu suatu
harapan yang menakjubkan?
244
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
dalam firdaus di bumi dalam keadaan sehat, damai, dan bahagia
sepenuhnya, kita akhirnya akan menikmati ”kehidupan yang sebenarnya”—kehidupan abadi. (1 Timotius 6:12) Bukankah itu harapan yang menakjubkan?
22
Bagaimana kita dapat ”dengan teguh menggenggam kehidup-
an yang sebenarnya”? Dalam konteks yang sama, Paulus mendesak orang Kristen ”agar mengupayakan kebaikan” dan ”kaya dengan perbuatan baik”. (1 Timotius 6:18) Maka, jelas bahwa hal itu
banyak bergantung pada cara kita menerapkan kebenaran yang telah kita pelajari dari Alkitab. Tetapi, apakah perkataan Paulus
mengartikan bahwa kita memperoleh ”kehidupan yang sebenarnya” sebagai imbalan perbuatan baik kita? Tidak, karena harapan
yang demikian luar biasa sesungguhnya bergantung pada ”kebaikan hati Allah yang tidak selayaknya diperoleh”. (Roma 5:15) Tetapi, Yehuwa senang memberikan pahala kepada orang-orang yang
melayani Dia dengan setia. Ia ingin melihat Anda memiliki ”kehidupan yang sebenarnya”. Kehidupan yang bahagia, penuh damai,
dan abadi tersedia bagi orang-orang yang tetap berada dalam kasih Allah.
23
Kita masing-masing hendaknya bertanya kepada diri sendiri,
’Apakah saya beribadat kepada Allah dengan cara yang Ia tetapkan dalam Alkitab?’ Jika kita setiap hari memastikan bahwa jawabannya adalah ya, maka kita berada pada jalan yang benar. Kita
22. Bagaimana Anda dapat ”dengan teguh menggenggam kehidupan
yang sebenarnya”?
23. Mengapa sangat penting untuk tetap berada dalam kasih Allah?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
245
dapat yakin bahwa Yehuwa adalah perlindungan kita. Ia akan melindungi umat-Nya yang setia selama hari-hari terakhir sistem tua
ini yang penuh dengan kesusahan. Yehuwa juga akan membawa
kita dengan selamat ke dalam sistem baru yang gemilang yang sekarang sudah dekat. Betapa gembiranya kita kelak sewaktu mengalami hal itu! Dan, betapa senangnya kita bahwa kita telah membuat pilihan yang benar pada hari-hari terakhir ini! Jika Anda
membuat pilihan itu sekarang, Anda akan menikmati ”kehidupan
yang sebenarnya”, yaitu seperti yang telah Allah Yehuwa tetapkan,
kekal selama-lamanya!
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Kita menunjukkan kasih yang tulus kepada
Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menerapkan prinsip-prinsip-Nya.
—1 Yohanes 5:3.
ˇ Belajar Firman Allah, berdoa kepada Yehuwa
dengan sungguh-sungguh, mengajar orang lain
tentang Dia, dan beribadat kepada-Nya di perhimpunan akan membantu kita tetap berada
dalam kasih Allah.—Matius 24:14; 28:19, 20;
Yohanes 17:3; 1 Tesalonika 5:17; Ibrani 10:24, 25.
ˇ Orang-orang yang tetap berada dalam kasih
Allah memiliki harapan untuk menikmati
”kehidupan yang sebenarnya”.—1 Timotius 6:
12, 19; Yudas 21.
246
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
APENDIKS
TOPIK
HALAMAN
Nama Allah—Penggunaan dan Artinya
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
Nubuat Daniel tentang Kedatangan Mesias
Yesus Kristus—Mesias yang Dijanjikan
248
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
252
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
254
Kebenaran tentang Bapak, Putra, dan
Roh Kudus 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 257
Alasan Orang Kristen Sejati Tidak
Menggunakan Salib dalam Ibadat 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 261
Perjamuan Malam Tuan
—Perayaan yang Menghormati Allah 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 263
Apa Sebenarnya Arti ”Jiwa” dan ”Roh”?
Apakah Syeol dan Hades Itu?
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
266
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
271
Hari Penghakiman—Apakah Itu?
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
273
1914—Tahun Penting dalam Nubuat Alkitab
9 9 9 9 9 9 9 9
276
Siapakah Mikhael, sang Penghulu Malaikat?
9 9 9 9 9 9 9 9
280
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
281
Siapakah ”Babilon Besar”?
Apakah Yesus Lahir pada Bulan Desember?
Bolehkah Kita Merayakan Hari Raya?
9 9 9 9 9 9 9 9 9
283
9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9
285
Nama Allah
—Penggunaan dan Artinya
DALAM Alkitab Anda, bagaimana bunyi Mazmur 83:18 (ayat
19, Terjemahan Baru)? Dalam Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru,
ayat ini berbunyi, ”Agar mereka tahu bahwa engkau, yang bernama Yehuwa, engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.” Dalam sejumlah terjemahan Alkitab lain, kata-katanya mirip. Tetapi, banyak terjemahan menghilangkan nama Yehuwa
dan menggantinya dengan gelar-gelar seperti ”Tuhan”. Apa yang
seharusnya dicantumkan dalam ayat ini? Gelar atau nama Yehuwa?
Ayat ini menyebutkan sebuah nama. Dalam bahasa Ibrani, bahasa asli yang digunakan untuk menulis sebagian besar Alkitab, ayat itu memuat sebuah nama pribadi yang unik, yang ditulis dengan huruf-huruf Ibrani, yaitu 565
(YHWH). Dalam
bahasa Indonesia, nama itu umumnya diterjemahkan sebagai
”Yehuwa”. Apakah nama itu muncul di satu ayat saja? Tidak.
Dalam teks asli Kitab-Kitab Ibrani, nama itu muncul hampir
7.000 kali!
Seberapa pentingkah nama Allah? Perhatikan contoh doa
yang Yesus Kristus berikan. Doa itu dimulai dengan, ”Bapak
kami yang di surga, biarlah namamu disucikan.” (Matius 6:9)
Belakangan, Yesus berdoa kepada Allah, ”Bapak, muliakanlah
namamu.” Sebagai tanggapan, Allah berbicara dari surga dengan mengatakan, ”Aku telah memuliakannya dan akan memu248
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
liakannya lagi.” (Yohanes 12:28) Jelaslah, nama Allah sangat
penting. Maka, mengapa beberapa penerjemah Alkitab menghilangkan nama itu dan menggantinya dengan gelar-gelar?
Tampaknya, ada dua alasan utama. Pertama, banyak orang
menyatakan bahwa nama itu tidak boleh digunakan karena
pengucapan aslinya tidak diketahui lagi sekarang. Bahasa Ibrani
kuno ditulis tanpa huruf hidup. Karena itu, dewasa ini tidak
seorang pun dapat mengatakan dengan pasti bagaimana persisnya orang pada zaman Alkitab mengucapkan YHWH. Tetapi,
apakah dengan demikian kita tidak boleh menggunakan nama
Allah? Pada zaman Alkitab, nama Yesus bisa jadi diucapkan Yesyua atau mungkin Yehosyua—tidak ada yang dapat memastikannya. Namun, orang-orang di seluruh dunia dewasa ini menggunakan berbagai bentuk nama Yesus, dengan pelafalan yang
umum dalam bahasa mereka. Mereka tidak ragu-ragu menggunakan nama itu hanya karena mereka tidak tahu pengucapannya pada abad pertama. Demikian pula, jika Anda berada di
luar negeri, bisa jadi nama Anda sendiri terdengar lain dalam bahasa setempat. Jadi, ketidakpastian tentang pengucapan
nama Allah pada zaman dahulu bukan alasan untuk tidak
menggunakannya.
Alasan kedua yang sering dikemukakan tentang penghilangan
nama Allah dari Alkitab ada hubungannya dengan tradisi lama
orang Yahudi. Banyak yang berpendapat bahwa nama Allah
sama sekali tidak boleh diucapkan. Keyakinan ini tampaknya
muncul karena mereka salah menerapkan hukum Alkitab yang
Apendiks
249
berbunyi, ”Jangan menggunakan nama Yehuwa, Allahmu, dengan cara yang tidak hormat, sebab Yehuwa tidak akan membebaskan dari hukuman orang yang menggunakan namanya dengan cara yang tidak hormat.”—Keluaran 20:7.
Hukum itu melarangkan penyalahgunaan nama Allah. Namun, apakah penggunaan nama-Nya secara terhormat juga dilarang? Sama sekali tidak. Semua penulis Alkitab Ibrani (”Perjanjian Lama”) adalah pria-pria beriman yang hidup menurut
Hukum Allah bagi orang Israel zaman dahulu. Tetapi, mereka
sering menggunakan nama Allah. Contohnya, mereka mencantumkan nama itu dalam banyak mazmur yang dinyanyikan dengan suara keras oleh umat yang beribadat. Allah Yehuwa
bahkan memerintahkan para penyembah-Nya untuk berseru kepada nama-Nya, dan orang-orang yang setia menaatinya. (Yoel
2:32; Kisah 2:21) Jadi, orang Kristen dewasa ini tidak ragu-ragu
menggunakan nama Allah dengan penuh respek, seperti yang
tentunya Yesus lakukan.—Yohanes 17:26.
Dengan mengganti nama Allah dengan gelar-gelar, para penerjemah Alkitab membuat kesalahan yang serius. Mereka
membuat Allah tampak jauh dan abstrak, padahal Alkitab mendesak umat manusia untuk memupuk ”keakraban dengan Yehuwa”. (Mazmur 25:14) Coba pikir hubungan Anda dengan sahabat karib Anda. Dapatkah Anda merasa akrab dengannya kalau
Anda tidak pernah tahu namanya? Demikian pula, apabila
orang tidak pernah diberi tahu nama Allah, yaitu Yehuwa, bagaimana mereka bisa benar-benar dekat dengan Allah? Selanjut250
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
nya, apabila orang tidak menggunakan nama Allah, mereka juga
tidak tahu artinya yang menakjubkan. Apa arti nama Allah?
Allah sendiri menjelaskan arti nama-Nya kepada hamba-Nya
yang setia, Musa. Ketika Musa menanyakan nama Allah, Yehuwa menjawab, ”Aku akan menjadi apa pun yang Aku inginkan.”
(Keluaran 3:14) Jadi, Yehuwa dapat menjadi apa pun yang dibutuhkan untuk memenuhi maksud-tujuan-Nya.
Seandainya Anda dapat menjadi apa pun yang Anda inginkan,
apa yang akan Anda lakukan bagi teman-teman Anda? Jika salah seorang dari mereka sakit parah, Anda dapat menjadi dokter yang ahli dan menyembuhkan dia. Jika teman yang lain
bangkrut, Anda dapat menjadi dermawan yang kaya dan menolongnya. Namun, faktanya, kemampuan Anda dan kita semua
terbatas. Seraya Anda terus belajar Alkitab, Anda akan merasa
takjub melihat bagaimana Yehuwa menjadi apa saja yang dibutuhkan untuk mewujudkan janji-janji-Nya. Dan, Ia senang
menggunakan kuasa-Nya demi orang-orang yang mengasihi-Nya.
(2 Tawarikh 16:9) Segi-segi yang indah dari kepribadian Yehuwa ini tidak terlihat oleh orang-orang yang tidak mengetahui
nama-Nya.
Jelaslah, nama Yehuwa harus dicantumkan dalam Alkitab.
Mengetahui artinya dan menggunakannya dengan leluasa dalam
ibadat kita merupakan bantuan yang ampuh untuk semakin
mendekat kepada Bapak surgawi kita, Yehuwa.1
1 Keterangan lebih lanjut tentang nama Allah, artinya, dan alasan nama
itu harus digunakan dalam ibadat terdapat dalam brosur Nama Ilahi yang
Akan Kekal Selama-lamanya, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Apendiks
251
Nubuat Daniel tentang
Kedatangan Mesias
NABI Daniel hidup lebih dari 500 tahun sebelum Yesus lahir.
Tetapi, Yehuwa menyingkapkan kepada Daniel keterangan yang
memungkinkan kita mengetahui kapan persisnya Yesus akan
diurapi, atau dilantik, sebagai Mesias, atau Kristus. Daniel diberi tahu, ”Hendaklah engkau tahu dan memiliki pemahaman
bahwa sejak keluarnya firman untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem sampai datangnya Mesias, sang Pemimpin, akan ada tujuh minggu, juga enam puluh dua minggu.”—Daniel 9:25.
Untuk menentukan saat kedatangan Mesias, pertama-tama
kita harus mengetahui titik awal periode yang mengarah ke kedatangan Mesias, yang menurut nubuat itu adalah ”sejak keluarnya firman untuk memulihkan dan membangun kembali
Yerusalem”. Kapan ’firman itu keluar’? Menurut penulis Alkitab Nehemia, firman untuk membangun kembali tembok-tembok di sekeliling Yerusalem dikeluarkan ”pada tahun kedua puluh pemerintahan Raja Artahsasta”. (Nehemia 2:1, 5-8) Para
sejarawan meneguhkan bahwa pemerintahan Artahsasta dimulai pada tahun 475 SM. Maka, tahun ke-20 masa pemerintahannya jatuh pada tahun 455 SM. Jadi, titik awal digenapinya
nubuat Daniel tentang Mesias adalah tahun 455 SM.
Daniel menunjukkan berapa lama periode waktu yang mengarah ke kedatangan ”Mesias, sang Pemimpin” itu. Nubuat252
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
nya menyebutkan ”tujuh minggu, juga enam puluh dua minggu”—seluruhnya 69 minggu. Berapa lamakah periode waktu
itu? Beberapa terjemahan Alkitab menyatakan bahwa itu bukan minggu yang masing-masing panjangnya tujuh hari, tetapi
minggu tahun. Artinya, setiap minggu panjangnya tujuh tahun.
Konsep tentang minggu tahun, atau unit-unit tujuh tahun, dikenal baik oleh orang Yahudi pada zaman dahulu. Contohnya,
”TUJUH PULUH MING GU”
490 tahun
7 minggu
62 minggu
1 minggu
(49 tahun)
(434 tahun)
(7 tahun)
455
406
29
33
36
Mesias
datang
”Firman untuk
memulihkan
. . . Yerusalem”
Mesias
”dilenyapkan”
Yerusalem
dibangun
kembali
Apendiks
& SM M )
Akhir
”tujuh puluh
minggu”
253
tujuh tahun sekali mereka menjalani tahun Sabat. (Keluaran
23:10, 11) Jadi, 69 minggu dalam nubuat itu berarti 69 unit
yang masing-masing lamanya 7 tahun, atau seluruhnya 483 tahun.
Sekarang, kita tinggal menghitung. Jika titik awalnya adalah
tahun 455 SM, maka 483 tahun kemudian jatuh pada tahun
29 M. Itulah persisnya tahun ketika Yesus dibaptis dan menjadi sang Mesias!1 (Lukas 3:1, 2, 21, 22) Sungguh luar biasa, bukan, bahwa nubuat Alkitab itu tergenap dengan begitu terperinci?
1 Dari tahun 455 SM sampai 1 SM ada 454 tahun. Dari tahun 1 SM sampai 1 M ada satu tahun (tidak ada tahun nol). Dan, dari tahun 1 M sampai
29 M ada 28 tahun. Jika ketiga angka itu dijumlahkan, hasilnya adalah
483 tahun. Yesus ”dilenyapkan”, atau mati, pada tahun 33 M, yaitu pada
minggu tahun yang ke-70. (Daniel 9:24, 26) Lihat buku Perhatikanlah Nubuat Daniel! pasal 11, dan Pemahaman Alkitab, Jilid 2, halaman 1085-88.
Kedua buku itu diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Yesus Kristus
—Mesias yang Dijanjikan
UNTUK membantu kita menentukan siapa sang Mesias,
Allah Yehuwa mengilhami banyak nabi Alkitab untuk memberikan perincian tentang kelahiran, pelayanan, dan kematian Pembebas yang dijanjikan ini. Semua nubuat Alkitab itu
digenapi dalam diri Yesus Kristus. Nubuat-nubuat itu luar
biasa saksama dan terperinci. Sebagai gambaran, mari kita
bahas beberapa nubuat tentang kejadian-kejadian yang akan
254
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
N U B UAT T EN TA N G M E S I A S
PERISTIWA
NUBUAT
PENGGENAPAN
Lahir dari suku Yehuda
Kejadian 49:10
Lukas 3:23-33
Lahir dari perawan
Yesaya 7:14
Matius 1:18-25
Keturunan Raja Daud
Yesaya 9:7
Matius 1:1, 6-17
Diakui Yehuwa sebagai Putra
Mazmur 2:7
Matius 3:17
Tidak dipercaya
Yesaya 53:1
Yohanes 12:37, 38
Masuk Yerusalem naik keledai
Zakharia 9:9
Matius 21:1-9
Dikhianati teman dekat
Mazmur 41:9
Yohanes 13:18, 21-30
Dikhianati untuk 30 uang perak Zakharia 11:12
Matius 26:14-16
Membisu di depan penuduhnya
Yesaya 53:7
Matius 27:11-14
Pakaiannya diundi
Mazmur 22:18
Matius 27:35
Dicerca di tiang
Mazmur 22:7, 8
Matius 27:39-43
Tulangnya tidak dipatahkan
Mazmur 34:20
Yohanes 19:33, 36
Dikubur bersama orang kaya
Yesaya 53:9
Matius 27:57-60
Dibangkitkan sebelum binasa
Mazmur 16:10
Kisah 2:24, 27
Ditinggikan ke kanan Allah
Mazmur 110:1
Kisah 7:56
berkaitan dengan kelahiran dan masa kanak-kanak sang Mesias.
Nabi Yesaya menubuatkan bahwa sang Mesias adalah salah satu keturunan Raja Daud. (Yesaya 9:7) Yesus memang
lahir dalam garis keturunan Daud.—Matius 1:1, 6-17.
Apendiks
255
Mikha, nabi Allah lainnya, menubuatkan bahwa anak itu
akhirnya akan menjadi penguasa dan bahwa ia akan lahir di
”Betlehem Efrata”. (Mikha 5:2 [ayat 1, Terjemahan Baru])
Pada masa kelahiran Yesus, ada dua kota di Israel yang bernama Betlehem. Satu terletak dekat Nazaret di wilayah utara negeri itu, dan yang lain, dekat Yerusalem di Yehuda. Betlehem yang berada dekat Yerusalem semula disebut Efrata.
Yesus lahir di kota itu, tepat seperti yang telah dinubuatkan!
—Matius 2:1.
Nubuat lain dalam Alkitab menyatakan bahwa Putra Allah
akan dipanggil ”dari Mesir”. Sewaktu kanak-kanak, Yesus dibawa ke Mesir. Setelah Herodes mati, ia dibawa pulang, sehingga menggenapi nubuat itu.—Hosea 11:1; Matius 2:15.
Pada tabel di halaman 255, ayat-ayat di bawah judul ”Nubuat” berisi perincian tentang Mesias. Silakan bandingkan
dengan ayat-ayat di bawah judul ”Penggenapan”. Dengan melakukan hal itu, iman Anda kepada kebenaran Firman Allah
akan lebih dikuatkan.
Seraya Anda memeriksa ayat-ayat itu, ingatlah bahwa ayat
yang berisi nubuat ditulis ratusan tahun sebelum kelahiran
Yesus. Yesus mengatakan, ”Semua yang tertulis dalam hukum Musa dan dalam Kitab Para Nabi dan Mazmur tentang
aku harus digenapi.” (Lukas 24:44) Seperti yang dapat Anda
buktikan dalam Alkitab Anda sendiri, semuanya benar-benar
tergenap—setiap perinciannya!
256
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Kebenaran tentang Bapak, Putra,
dan Roh Kudus
MENURUT para penganut ajaran Tritunggal, Allah terdiri dari
tiga pribadi—Bapak, Putra, dan Roh Kudus. Masing-masing dikatakan setara, mahakuasa, dan tidak berawal. Karena itu, menurut doktrin Tritunggal, Bapak adalah Allah, Putra adalah
Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, namun hanya ada satu Allah.
Banyak penganut Tritunggal mengakui bahwa mereka tidak
dapat menjelaskan ajaran ini. Tetapi, menurut mereka, ajaran
ini ada dalam Alkitab. Patut diperhatikan bahwa kata ”Tritunggal” sama sekali tidak ada dalam Alkitab. Meskipun demikian,
apakah gagasan Tritunggal terdapat di dalamnya? Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita lihat sebuah ayat yang sering
dikutip oleh para pendukung Tritunggal.
”FIRMAN ITU ADALAH ALLAH”
Yohanes 1:1 mengatakan, ”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah
Allah.” (Terjemahan Baru) Kemudian, di ayat lain dalam pasal
yang sama, rasul Yohanes dengan jelas menunjukkan bahwa ”Firman itu” adalah Yesus. (Yohanes 1:14) Tetapi, karena Firman
itu disebut Allah, ada yang menyimpulkan bahwa sang Putra
dan sang Bapak pastilah bagian dari Allah yang sama.
Ingatlah bahwa ayat ini semula ditulis dalam bahasa Yunani.
Belakangan, para penerjemah mengalihbahasakan teks Yunani
itu ke bahasa-bahasa lain. Namun, sejumlah penerjemah Alkitab
Apendiks
257
tidak menggunakan frasa ”Firman itu adalah Allah”. Mengapa
tidak? Karena berdasarkan pengetahuan mereka tentang bahasa Yunani yang digunakan untuk menulis Alkitab, mereka menyimpulkan bahwa frasa ”Firman itu adalah Allah” seharusnya
tidak diterjemahkan demikian. Jadi, bagaimana? Berikut ini beberapa contoh, ”Logos [Firman] itu ilahi.” (A New Translation of
the Bible) ”Firman itu suatu allah.” (The New Testament in an
Improved Version) ”Firman itu bersama Allah dan sama kodratnya.” (The Translator’s New Testament) Menurut terjemahan-terjemahan tersebut, Firman bukan Allah itu sendiri.1 Tetapi, karena kedudukannya yang tinggi di antara makhluk-makhluk
ciptaan Yehuwa, Firman itu disebut ”suatu allah”. Di sini, kata
”allah” berarti ”pribadi yang perkasa”.
CARILAH LEBIH BANYAK FAKTA
Kebanyakan orang tidak mengerti bahasa Yunani Alkitab.
Maka, bagaimana Anda bisa tahu apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh rasul Yohanes? Coba pikir contoh ini: Seorang guru
menjelaskan suatu pokok kepada murid-muridnya. Ternyata mereka mempunyai pengertian yang berbeda-beda tentang penjelasannya. Bagaimana murid-murid itu dapat menyelesaikan masalah itu? Mereka bisa meminta lebih banyak keterangan dari
sang guru. Mengetahui lebih banyak fakta tentu akan membantu mereka lebih mengerti pokok itu. Demikian pula, untuk memahami makna Yohanes 1:1, Anda dapat memeriksa Injil Yohanes untuk mendapatkan lebih banyak keterangan tentang
1 Untuk pembahasan lebih jauh tentang Yohanes 1:1, lihat halaman
24-25 Menara Pengawal 1 November 2008 yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi
Yehuwa.
258
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
kedudukan Yesus. Mengetahui lebih banyak fakta tentang pokok ini akan membantu Anda menarik kesimpulan yang benar.
Misalnya, perhatikan apa yang selanjutnya Yohanes tulis di
pasal 1, ayat 18, ”Tidak seorang pun pernah melihat Allah [Yang
Mahakuasa].” Tetapi, manusia pernah melihat Yesus, sang Putra, sebab Yohanes mengatakan, ”Firman itu [Yesus] telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat
kemuliaan-Nya.” (Yohanes 1:14, TB) Jadi, bagaimana mungkin
sang Putra adalah bagian dari Allah Yang Mahakuasa? Yohanes juga mengatakan bahwa Firman itu ”bersama-sama dengan
Allah”. Bagaimana seseorang bisa bersama-sama dengan orang
lain dan sekaligus adalah orang lain itu? Selanjutnya, seperti
yang dicatat di Yohanes 17:3, Yesus membuat perbedaan yang
jelas antara dirinya dan Bapak surgawinya. Ia menyebut Bapaknya ”satu-satunya Allah yang benar”. Dan, pada akhir Injilnya,
Yohanes memberikan ringkasan ini, ”Semuanya ini telah ditulis agar kamu percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Putra Allah.”
(Yohanes 20:31) Perhatikan bahwa Yesus tidak disebut Allah, tetapi Putra Allah. Keterangan tambahan ini yang diberikan dalam Injil Yohanes menunjukkan bagaimana seharusnya Yohanes
1:1 dipahami. Yesus, Firman itu, adalah ”suatu allah” dalam arti
bahwa ia mempunyai kedudukan yang tinggi tetapi tidak sama
dengan Allah Yang Mahakuasa.
PASTIKAN FAKTA-FAKTANYA
Coba ingat lagi cerita tentang guru dan murid-muridnya itu.
Bayangkan bahwa ada beberapa murid yang masih ragu-ragu,
bahkan setelah mendengarkan penjelasan tambahan dari sang
Apendiks
259
guru. Apa yang dapat mereka lakukan? Mereka bisa meminta
keterangan lebih lanjut dari guru lain tentang pokok yang sama.
Jika guru yang kedua meneguhkan penjelasan guru yang pertama, keraguan kebanyakan murid bisa jadi akan teratasi. Demikian pula, jika Anda tidak yakin dengan apa yang sebenarnya
Yohanes maksudkan tentang hubungan antara Yesus dan Allah
Yang Mahakuasa, Anda bisa mencari keterangan lebih lanjut
dari penulis Alkitab yang lain. Sebagai contoh, pertimbangkan
apa yang ditulis oleh Matius. Mengenai akhir sistem ini, ia mengutip perkataan Yesus, ”Sehubungan dengan hari dan jamnya
tidak ada yang tahu, malaikat-malaikat di surga tidak, Putra pun
tidak, kecuali Bapak.” (Matius 24:36) Bagaimana kata-kata tersebut meneguhkan bahwa Yesus bukan Allah Yang Mahakuasa?
Yesus mengatakan bahwa Bapak tahu lebih banyak daripada
Putra. Nah, kalau Yesus adalah bagian dari Allah Yang Mahakuasa, ia semestinya juga mengetahui fakta-fakta yang sama. Tetapi, karena halnya tidak demikian, Putra dan Bapak tidak
mungkin setara. Namun, ada yang akan mengatakan, ’Yesus mempunyai dua kodrat. Di ayat itu ia berbicara sebagai manusia.’
Tetapi, bahkan seandainya hal itu benar, bagaimana dengan roh
kudus? Jika roh itu adalah bagian dari Allah yang sama, seperti
halnya sang Bapak, mengapa Yesus tidak mengatakan bahwa roh
itu tahu apa yang diketahui sang Bapak?
Seraya Anda terus belajar Alkitab, Anda akan mengenal lebih
banyak ayat lagi yang ada hubungannya dengan pokok ini. Ayatayat itu meneguhkan kebenaran tentang Bapak, Putra, dan roh
kudus.—Mazmur 90:2; Kisah 7:55; Kolose 1:15.
260
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Alasan Orang Kristen Sejati Tidak
Menggunakan Salib dalam Ibadat
SALIB dipuja dan dihormati oleh jutaan orang. Encyclopædia
Britannica menyebut salib sebagai ”lambang utama agama Kristen”. Meskipun demikian, orang Kristen sejati tidak menggunakan salib dalam ibadat. Mengapa?
Satu alasan penting ialah karena Yesus Kristus tidak mati
pada salib. Kata Yunani yang umumnya diterjemahkan menjadi ”salib” adalah stau·ros, yang pada dasarnya berarti ”sebuah
tiang pancang atau tonggak yang lurus”. The Companion Bible
mengatakan, ”[Stau·ros] tidak pernah berarti dua batang kayu
yang dipasang bersilangan dengan sudut tertentu . . . Bahasa
Yunaninya [dalam Perjanjian Baru] bahkan tidak menyiratkan
dua batang kayu.”
Dalam beberapa ayat, para penulis Alkitab menggunakan
kata lain untuk alat yang mengakibatkan kematian Yesus, yaitu
kata Yunani xylon. (Kisah 5:30; 10:39; 13:29; Galatia 3:13; 1 Petrus 2:24) Kata itu sekadar berarti ”kayu” atau ”sebuah tongkat,
pentung, atau pohon”.
Ketika menjelaskan mengapa hanya sebuah tonggak yang sering digunakan untuk melaksanakan hukuman mati, buku Das
Kreuz und die Kreuzigung (Salib dan Penyaliban), karya Hermann Fulda, menyatakan, ”Di tempat yang dipilih untuk melaksanakan hukuman mati di depan umum, tidak selalu ada pohon. Maka, sebuah balok kayu biasa ditancapkan ke tanah.
Apendiks
261
Tangan dan kadang-kadang juga kaki si terdakwa direntangkan
di sepanjang tiang lalu diikat atau dipakukan pada tiang itu.”
Tetapi, bukti yang paling meyakinkan berasal dari Firman
Allah. Rasul Paulus mengatakan, ”Dengan membeli kita, Kristus melepaskan kita dari kutuk Hukum dengan menjadi orang
yang dikutuk menggantikan kita, karena ada tertulis, ’Terkutuklah setiap orang yang digantung pada sebuah tiang [”kayu”, Terjemahan Lama; ”pohon”, King James Version].’ ” (Galatia 3:13) Di
ayat itu, Paulus mengutip Ulangan 21:22, 23, yang jelas-jelas menyebutkan sebuah tiang, bukan salib. Dengan dihukum mati
pada alat seperti itu, si terdakwa menjadi ”orang yang dikutuk”.
Maka, patung Kristus yang dipakukan tidak pantas dijadikan
hiasan di rumah seorang Kristen.
Tidak ada bukti bahwa selama 300 tahun setelah kematian
Kristus orang yang mengaku Kristen menggunakan salib dalam
ibadat. Tetapi, pada abad keempat, Kaisar Konstantin yang kafir berganti agama ke Kekristenan yang sesat dan memasyarakatkan salib sebagai lambang Kristen. Apa pun motif Konstantin, salib tidak ada hubungannya dengan Yesus Kristus.
Faktanya, salib berasal dari kekafiran. New Catholic Encyclopedia
mengakui, ”Salib terdapat dalam kebudayaan pra-Kristen maupun non-Kristen.” Berbagai narasumber lain menghubungkan
salib dengan penyembahan alam dan upacara seks kekafiran.
Maka, mengapa lambang kafir itu diagungkan? Tampaknya,
agar orang kafir lebih mudah menerima apa yang mereka sebut
Kekristenan. Tetapi, pemujaan lambang kafir apa pun jelas-jelas dikutuk oleh Alkitab. (2 Korintus 6:14-18) Alkitab juga me262
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
larang semua bentuk penyembahan berhala. (Keluaran 20:4, 5;
1 Korintus 10:14) Maka, orang Kristen sejati mempunyai alasan yang kuat untuk tidak menggunakan salib dalam ibadat.1
1 Pembahasan yang lebih terperinci tentang salib terdapat di halaman
338-42 buku Bertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab (Edisi 2003), yang
diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Perjamuan Malam Tuan
—Perayaan yang Menghormati Allah
ORANG Kristen diperintahkan untuk merayakan Peringatan
kematian Kristus. Perayaan ini juga disebut ”perjamuan malam
Tuan”. (1 Korintus 11:20) Mengapa hal itu begitu penting? Kapan dan bagaimana itu harus dirayakan?
Yesus Kristus menetapkan perayaan ini pada malam Paskah
Yahudi pada tahun 33 M. Paskah adalah perayaan yang diadakan sekali setahun saja, pada tanggal 14 bulan Nisan kalender
orang Yahudi. Untuk menentukan jatuhnya tanggal itu, orang
Yahudi tampaknya menunggu ekuinoks musim semi. Pada hari
itu, waktu terang dan gelap panjangnya sama, masing-masing
kira-kira 12 jam. Bulan baru pertama yang dapat diamati yang
paling dekat dengan ekuinoks musim semi adalah awal bulan
Nisan. Paskah tiba 14 hari kemudian, setelah matahari terbenam.
Yesus merayakan Paskah dengan para rasulnya, menyuruh
pergi Yudas Iskariot, lalu menetapkan Perjamuan Malam Tuan.
Perjamuan ini menggantikan Paskah Yahudi dan karena itu, harus dirayakan sekali setahun saja.
Apendiks
263
Injil Matius melaporkan, ”Yesus mengambil roti dan, setelah mengucapkan berkat, ia memecah-mecahkannya dan sambil
memberikannya kepada murid-murid, ia mengatakan, ’Ambil,
makanlah. Ini mengartikan tubuhku.’ Juga, ia mengambil sebuah cawan dan setelah mengucapkan syukur, ia memberikannya kepada mereka, sambil mengatakan, ’Minumlah dari cawan
ini, kamu semua; sebab ini mengartikan ”darah perjanjianku”,
yang akan dicurahkan demi kepentingan banyak orang untuk
pengampunan dosa.’ ”—Matius 26:26-28.
Ada yang percaya bahwa Yesus mengubah roti menjadi dagingnya dan anggur menjadi darahnya, secara harfiah. Tetapi,
tubuh jasmani Yesus masih utuh ketika ia menyajikan roti itu.
Apakah rasul-rasul Yesus benar-benar makan dagingnya dan minum darahnya? Tidak, karena itu adalah kanibalisme dan pelanggaran hukum Allah. (Kejadian 9:3, 4; Imamat 17:10) Menurut Lukas 22:20, Yesus mengatakan, ”Cawan ini mengartikan
perjanjian baru atas dasar darahku, yang akan dicurahkan demi
kepentingan kamu.” Apakah cawan itu secara harfiah menjadi
”perjanjian baru”? Tidak mungkin, karena perjanjian adalah
suatu kesepakatan, bukan benda yang dapat dipegang.
Jadi, roti maupun anggur hanya lambang. Roti melambangkan tubuh Kristus yang sempurna. Yesus menggunakan roti
yang tersisa dari perjamuan Paskah. Roti itu dibuat tanpa
ragi. (Keluaran 12:8) Alkitab sering menggunakan ragi sebagai
lambang dosa atau kerusakan. Karena itu, roti melambangkan
tubuh sempurna yang Yesus korbankan, yang bebas dari dosa.
264
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
—Matius 16:11, 12; 1 Korintus 5:6, 7; 1 Petrus 2:22; 1 Yohanes
2:1, 2.
Anggur merah melambangkan darah Yesus. Darah itu mengesahkan perjanjian baru. Yesus mengatakan bahwa darahnya dicurahkan ”untuk pengampunan dosa”. Dengan demikian, manusia bisa menjadi bersih dalam pandangan Allah dan dapat
menjadi bagian dari perjanjian baru bersama Yehuwa. (Ibrani
9:14; 10:16, 17) Perjanjian, atau kontrak, ini memungkinkan
144.000 orang Kristen yang setia untuk pergi ke surga. Di sana,
mereka akan melayani sebagai raja dan imam untuk memberkati seluruh umat manusia.—Kejadian 22:18; Yeremia 31:31-33;
1 Petrus 2:9; Penyingkapan 5:9, 10; 14:1-3.
Siapa yang akan makan roti dan minum lambang-lambang
Peringatan itu? Secara masuk akal, hanya orang-orang dalam
perjanjian baru itu, yaitu orang-orang yang mempunyai harapan untuk pergi ke surga. Roh kudus Allah meyakinkan orangorang tersebut bahwa mereka telah dipilih untuk menjadi rajaraja surgawi. (Roma 8:16) Mereka juga adalah bagian dari
perjanjian Kerajaan bersama Yesus.—Lukas 22:29.
Bagaimana dengan orang-orang yang mempunyai harapan untuk hidup selama-lamanya dalam Firdaus di bumi? Mereka menaati perintah Yesus dan menghadiri Perjamuan Malam Tuan
dengan penuh respek sebagai pengamat, tetapi tidak ikut makan dan minum. Sekali setahun setelah matahari terbenam
pada tanggal 14 Nisan, Saksi-Saksi Yehuwa merayakan Perjamuan Malam Tuan. Meskipun di seluruh dunia hanya beberapa
Apendiks
265
ribu yang mengaku memiliki harapan surgawi, perayaan ini sangat dihargai oleh semua orang Kristen. Pada kesempatan itu,
semua orang dapat merenungkan kasih yang paling unggul dari
Allah Yehuwa dan Yesus Kristus.—Yohanes 3:16.
Apa Sebenarnya Arti
”Jiwa” dan ”Roh”?
PADA waktu Anda mendengar kata ”jiwa” dan ”roh”, apa yang
tebersit dalam pikiran? Banyak orang percaya bahwa kata-kata
itu mengartikan sesuatu yang tidak kelihatan dan abadi yang
ada dalam diri kita. Menurut mereka, pada waktu seseorang
mati, bagian yang tidak kelihatan dari manusia ini meninggalkan tubuh dan terus hidup. Karena kepercayaan ini begitu
umum, banyak orang heran ketika tahu bahwa Alkitab sama sekali tidak mengajarkan hal itu. Maka, apakah jiwa, dan apakah
roh, menurut Firman Allah?
”JIWA” SEBAGAIMANA DIGUNAKAN
DALAM ALKITAB
Pertama-tama, mari kita bahas kata jiwa. Anda mungkin
ingat bahwa pada mulanya sebagian besar Alkitab ditulis dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Ketika menulis tentang jiwa,
para penulis Alkitab menggunakan kata Ibrani nefes atau kata
Yunani psy·khe. Kedua kata itu muncul lebih dari 800 kali
dalam Alkitab, dan Terjemahan Dunia Baru secara konsisten
menerjemahkannya sebagai ”jiwa”. Sewaktu Anda memerik266
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
sa penggunaan kata ”jiwa” dalam Alkitab, jelas bahwa kata
itu pada dasarnya memaksudkan (1) orang, (2) binatang, atau
(3) kehidupan seseorang atau seekor binatang. Mari kita perhatikan beberapa ayat yang mengandung ketiga arti itu.
Orang. ”Pada zaman Nuh . . . beberapa orang, yaitu delapan
jiwa, dibawa dengan selamat melalui air.” (1 Petrus 3:20) Di
ayat itu, kata ”jiwa” jelas memaksudkan orang—Nuh, istrinya,
ketiga putranya, dan istri mereka. Keluaran 16:16 berisi instruksi kepada orang Israel tentang pengumpulan manna. Mereka diperintahkan, ”Pungutlah itu . . . sesuai dengan jumlah
jiwa yang ada bersama kamu masing-masing dalam kemahnya.”
Jadi, jumlah manna yang dikumpulkan didasarkan atas jumlah orang dalam setiap keluarga. Contoh lain dalam Alkitab
tentang penggunaan ”jiwa” untuk orang terdapat di Kejadian
46:18; Yosua 11:11; Kisah 27:37; dan Roma 13:1.
Binatang. Dalam catatan Alkitab tentang penciptaan disebutkan, ”Selanjutnya Allah berfirman, ’Biarlah dalam air berkeriapan sekelompok jiwa yang hidup dan biarlah makhlukmakhluk terbang beterbangan di atas bumi pada permukaan
angkasa.’ Selanjutnya Allah berfirman, ’Biarlah bumi mengeluarkan jiwa-jiwa yang hidup menurut jenisnya, binatang peliharaan dan binatang merayap dan binatang liar di bumi menurut jenisnya.’ Dan jadilah demikian.” (Kejadian 1:20, 24)
Dalam ayat itu, ikan, binatang peliharaan, dan binatang buas,
semua disebut dengan kata yang sama, yaitu ”jiwa”. Burung
Apendiks
267
dan binatang lain juga disebut jiwa di Kejadian 9:10; Imamat
11:46; dan Bilangan 31:28.
Kehidupan seseorang. Kadang-kadang kata ”jiwa” berarti kehidupan seseorang. Yehuwa memberi tahu Musa, ”Semua orang
yang memburu jiwamu sudah mati.” (Keluaran 4:19) Apa yang
diburu musuh-musuh Musa? Mereka berupaya mengambil kehidupan Musa. Sebelumnya, ketika Rakhel melahirkan putranya, Benyamin, ”jiwanya pergi (karena dia mati)”. (Kejadian
35:16-19) Saat itu, Rakhel kehilangan kehidupannya. Perhatikan juga perkataan Yesus, ”Akulah gembala yang baik; gembala yang baik menyerahkan jiwanya demi kepentingan domba-dombanya.” (Yohanes 10:11) Yesus memberikan jiwa, atau
kehidupannya, demi umat manusia. Dalam ayat-ayat itu, kata
”jiwa” jelas memaksudkan kehidupan seseorang. Contoh-contoh lain tentang makna ini terdapat di 1 Raja 17:17-23; Matius
10:39; Yohanes 15:13; dan Kisah 20:10.
Dengan mempelajari Firman Allah lebih lanjut, Anda akan
melihat bahwa di seluruh Alkitab kata ”jiwa” tidak pernah dikaitkan dengan kata ”tidak berkematian” atau ”abadi”. Sebaliknya, Alkitab menyatakan bahwa jiwa itu berkematian, atau bisa
mati. (Yehezkiel 18:4, 20) Karena itu, Alkitab menyebut orang
yang telah meninggal sebagai ”jiwa yang mati”.—Imamat 21:11.
ARTI ”ROH”
Sekarang mari kita bahas penggunaan kata ”roh” dalam Alkitab. Ada yang berpikir bahwa ”roh” hanya kata lain untuk
”jiwa”. Tetapi, tidak demikian. Alkitab menunjukkan dengan je268
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
las bahwa ”roh” dan ”jiwa” memaksudkan dua hal yang berbeda. Apa bedanya?
Para penulis Alkitab menggunakan kata Ibrani ruakh atau
kata Yunani pneuma sewaktu menulis tentang ”roh”. Alkitab sendiri menunjukkan arti kata-kata itu. Misalnya, Mazmur 104:29 mengatakan, ”Apabila engkau [Yehuwa] mengambil
roh [ruakh] mereka, mereka mati, dan mereka kembali kepada
debu.” Dan, dalam Yakobus 2:26 dikatakan bahwa ”tubuh tanpa roh [pneuma] adalah mati”. Maka, dalam ayat-ayat itu,
”roh” memaksudkan sesuatu yang memberikan kehidupan kepada tubuh. Tanpa roh, tubuh mati. Karena itu, dalam Alkitab
kata ruakh tidak hanya diterjemahkan sebagai ”roh” tetapi
juga sebagai ”tenaga”, atau ”daya kehidupan”. Misalnya, mengenai Air Bah pada zaman Nuh, Allah menyatakan, ”Aku
akan mendatangkan air bah ke atas bumi untuk membinasakan
dari bawah langit semua makhluk yang memiliki daya [ruakh]
kehidupan yang aktif.” (Kejadian 6:17; 7:15, 22) Jadi, ”roh” memaksudkan daya yang tidak kelihatan (pancaran kehidupan)
yang memberikan kehidupan kepada semua makhluk hidup.
Jiwa dan roh tidak sama. Tubuh membutuhkan roh, sama seperti radio membutuhkan listrik. Sebagai gambaran lebih jauh,
coba bayangkan sebuah radio. Apabila Anda memasukkan baterai ke dalam radio portabel lalu menyalakannya, listrik yang
tersimpan dalam baterai akan menghidupkan radio itu. Tetapi,
tanpa baterai, radio itu mati. Radio listrik juga akan mati jika
kabelnya dicabut dari stop kontak. Demikian pula, roh adalah
Apendiks
269
daya yang menghidupkan tubuh kita. Dan, sama seperti listrik,
roh tidak mempunyai perasaan dan tidak dapat berpikir. Roh
adalah daya yang tidak berkepribadian. Tetapi, tanpa roh, atau
daya kehidupan, tubuh kita ’mati dan kembali kepada debu’,
sebagaimana dikatakan pemazmur.
Ketika berbicara tentang kematian manusia, Pengkhotbah
12:7 mengatakan, ”Debu [tubuhnya] kembali ke tanah seperti
semula dan roh kembali kepada Allah yang benar yang telah
memberikannya.” Sewaktu roh, atau daya kehidupan, meninggalkan tubuh, tubuh mati dan kembali ke asalnya, yaitu tanah. Demikian pula, daya kehidupan kembali ke asalnya, yaitu
Allah. (Ayub 34:14, 15; Mazmur 36:9) Ini tidak berarti bahwa
daya kehidupan benar-benar pergi ke surga. Tetapi, ini berarti
bahwa bagi seseorang yang mati, harapan apa pun untuk hidup
di masa depan bergantung pada Allah Yehuwa. Dengan kata
lain, kehidupannya ada di tangan Allah. Hanya dengan kuasa
Allah, orang itu dapat memperoleh kembali roh, atau daya kehidupan, sehingga ia dapat hidup lagi.
Alangkah terhiburnya kita karena tahu bahwa itulah tepatnya yang akan Allah lakukan untuk semua orang yang beristirahat dalam ”makam peringatan”! (Yohanes 5:28, 29) Pada
waktu kebangkitan, Yehuwa akan menciptakan tubuh baru untuk orang yang tidur dalam kematian dan menghidupkannya
dengan memberikan roh, atau daya kehidupan, kepada tubuh
itu. Alangkah menggembirakannya saat itu!
270
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penggunaan kata
”jiwa” dan ”roh” dalam Alkitab, Anda akan menemukan keterangan yang berharga dalam brosur Apa yang Terjadi Dengan
Kita Bila Kita Meninggal? dan buku Bertukar Pikiran mengenai
Ayat-Ayat Alkitab, halaman 151-5 dan 308-12, kedua-duanya diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Apakah Syeol dan Hades Itu?
DALAM bahasa aslinya, Alkitab menggunakan kata Ibrani
syeohl dan padanannya dalam bahasa Yunani haides lebih dari
70 kali. Kedua kata itu berkaitan dengan kematian. Beberapa penerjemah Alkitab mengalihbahasakannya menjadi ”kuburan”, ”neraka”, atau ”liang kubur”. Tetapi, kebanyakan bahasa tidak mempunyai kata yang artinya persis sama dengan kata
Ibrani dan kata Yunani itu. Maka, Terjemahan Dunia Baru menggunakan kata ”Syeol” dan ”Hades”. Apa sebenarnya arti katakata itu? Mari kita lihat penggunaannya dalam berbagai ayat.
Pengkhotbah 9:10 menyatakan, ”Tidak ada pekerjaan atau
rancangan atau pengetahuan atau hikmat di Syeol, tempat ke
mana engkau akan pergi.” Apakah itu berarti bahwa Syeol memaksudkan sebuah liang kubur tertentu, tempat kita mungkin memakamkan orang yang kita cintai? Tidak. Apabila yang
dimaksud adalah sebuah kuburan tertentu, Alkitab menggunakan kata Ibrani dan kata Yunani lain, bukan syeohl dan haides. (Kejadian 23:7-9; Matius 28:1) Selain itu, Alkitab tidak
Apendiks
271
menggunakan kata ”Syeol” untuk tempat pemakaman banyak
orang, seperti makam keluarga atau kuburan massal.—Kejadian 49:30, 31.
Maka, tempat seperti apa ”Syeol” itu? Firman Allah menunjukkan bahwa ”Syeol,” atau ”Hades”, memaksudkan sesuatu
yang bahkan jauh melebihi kuburan massal yang besar. Misalnya, Yesaya 5:14 mengatakan bahwa Syeol itu ”luas dan telah
mengangakan mulutnya lebar-lebar melampaui batas”. Meskipun dapat dikatakan bahwa Syeol telah menelan tak terhitung
banyaknya orang mati, Syeol tampaknya belum puas juga. (Amsal 30:15, 16) Tidak seperti pekuburan harfiah mana pun, yang
hanya dapat menampung orang mati dalam jumlah tertentu,
’Syeol tidak pernah puas’. (Amsal 27:20) Artinya, Syeol tidak
pernah menjadi penuh dan tidak ada batasnya. Jadi, Syeol, atau
Hades, bukan sebuah tempat harfiah di lokasi tertentu, melainkan kuburan umum umat manusia yang mati, tempat kiasan sebagian besar manusia yang tidur dalam kematian.
Ajaran Alkitab tentang kebangkitan membantu kita lebih memahami arti ”Syeol” dan ”Hades”. Firman Allah menghubungkan Syeol dan Hades dengan kematian yang disertai harapan
kebangkitan.1 (Ayub 14:13; Kisah 2:31; Penyingkapan 20:13) Firman Allah juga menunjukkan bahwa Syeol, atau Hades, tidak
hanya berisi orang-orang yang telah melayani Yehuwa tetapi
1 Sebaliknya, orang mati yang tidak akan dibangkitkan tidak disebutkan
berada di Syeol, atau Hades, tetapi di ”Gehena”. (Matius 5:30; 10:28; 23:33)
Seperti Syeol dan Hades, Gehena bukan sebuah tempat harfiah.
272
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
juga banyak orang yang tidak melayani-Nya. (Kejadian 37:35;
Mazmur 55:15) Karena itu, Alkitab mengajarkan bahwa akan
ada ”kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun
yang tidak adil-benar”.—Kisah 24:15.
Hari Penghakiman—Apakah Itu?
MENURUT Anda, seperti apakah Hari Penghakiman itu? Banyak orang percaya bahwa miliaran jiwa, satu per satu, akan dibawa ke hadapan takhta Allah. Di sana, vonis akan dijatuhkan
ke atas setiap orang. Ada yang akan menerima upah kebahagiaan di surga, dan yang lain mendapat hukuman siksaan kekal.
Tetapi, Alkitab memberikan gambaran yang sangat berbeda tentang periode waktu ini. Firman Allah tidak menggambarkannya
sebagai masa yang mengerikan, tetapi sebagai masa yang penuh
harapan dan pemulihan.
Di Penyingkapan 20:11, 12, rasul Yohanes menggambarkan
Hari Penghakiman sebagai berikut, ”Aku melihat sebuah takhta putih yang besar dan pribadi yang duduk di atasnya. Dari hadapannya bumi dan langit berlalu, dan tidak ada tempat lagi
bagi mereka. Dan aku melihat orang mati, yang besar dan yang
kecil, berdiri di hadapan takhta itu, dan gulungan-gulungan dibuka. Tetapi gulungan lain dibuka; itu adalah gulungan kehidupan. Dan orang mati dihakimi menurut perkara-perkara yang
tertulis dalam gulungan-gulungan itu sesuai dengan perbuatan
mereka.” Siapakah Hakim yang disebutkan di ayat itu?
Apendiks
273
Allah Yehuwa adalah Hakim tertinggi umat manusia. Tetapi,
Ia sendiri tidak mengadili orang-orang itu, namun mendelegasikannya kepada pribadi lain. Menurut Kisah 17:31, rasul Paulus
mengatakan bahwa Allah ”telah menetapkan suatu hari manakala ia bermaksud menghakimi bumi yang berpenduduk dengan
keadilbenaran oleh seorang pria yang telah ia tetapkan”. Hakim
yang ditetapkan itu adalah Yesus Kristus yang sudah dibangkitkan. (Yohanes 5:22) Kapan Hari Penghakiman itu mulai? Untuk berapa lama?
Buku Penyingkapan menunjukkan bahwa Hari Penghakiman
dimulai setelah perang Armagedon yang akan menghancurkan
sistem Setan di bumi.1 (Penyingkapan 16:14, 16; 19:19–20:3) Setelah Armagedon, Setan dan hantu-hantunya akan dikurung di
sebuah jurang yang tak terduga dalamnya selama seribu tahun.
Selama waktu itu, ke-144.000 ahli waris surgawi akan menjadi
hakim dan memerintah ”sebagai raja bersama Kristus selama
seribu tahun”. (Penyingkapan 14:1-3; 20:1-4; Roma 8:17) Hari
Penghakiman bukan suatu kejadian singkat yang hanya berlangsung selama 24 jam, melainkan seribu tahun.
Selama periode seribu tahun itu, Yesus Kristus akan ”menghakimi orang yang hidup dan yang mati”. (2 Timotius 4:1)
”Orang yang hidup” adalah ”kumpulan besar” orang yang akan
selamat melewati Armagedon. (Penyingkapan 7:9-17) Rasul Yohanes juga melihat ”orang mati . . . berdiri di hadapan takhta”
penghakiman. Sebagaimana Yesus janjikan, ”orang yang di da1 Mengenai Armagedon, silakan lihat buku Pemahaman Alkitab, Jilid 1,
halaman 874-6, 878-80, dan buku Sembahlah Satu-satunya Allah yang Benar
pasal 20, kedua-duanya diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
274
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
lam makam peringatan akan mendengar suara [Kristus] lalu keluar” melalui kebangkitan. (Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15) Tetapi, atas dasar apa mereka semua akan diadili?
Menurut penglihatan rasul Yohanes, ”gulungan-gulungan dibuka”, dan ”orang mati dihakimi menurut perkara-perkara yang
tertulis dalam gulungan-gulungan itu sesuai dengan perbuatan
mereka”. Apakah gulungan-gulungan itu berisi catatan perbuatan mereka di masa lampau? Tidak, penghakiman tidak akan didasarkan atas perbuatan mereka sebelum mati. Dari mana kita
tahu? Alkitab mengatakan, ”Ia yang mati telah dibebaskan dari
dosanya.” (Roma 6:7) Maka, orang yang dibangkitkan itu hidup
lagi seolah-olah dengan lembaran baru yang bersih. Jadi, gulungan-gulungan itu pasti menggambarkan tuntutan Allah lebih
lanjut. Untuk dapat hidup kekal, baik orang yang selamat melewati Armagedon maupun orang yang dibangkitkan harus menaati perintah-perintah Allah, termasuk tuntutan baru apa pun
yang bisa jadi Yehuwa singkapkan selama seribu tahun itu. Jadi,
orang-orang akan diadili berdasarkan perbuatan mereka selama
Hari Penghakiman.
Pada Hari Penghakiman, miliaran orang untuk pertama kalinya akan mendapat kesempatan belajar tentang kehendak Allah
dan menyelaraskan diri dengan itu. Ini berarti akan ada pekerjaan pendidikan besar-besaran. Ya, ”penduduk tanah yang produktif akan belajar keadilbenaran”. (Yesaya 26:9) Tetapi, tidak
semua orang mau bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Yesaya 26:10 mengatakan, ”Walaupun orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar keadilbenaran. Di negeri yang benar ia akan
Apendiks
275
bertindak dengan tidak adil dan tidak akan melihat kehebatan
Yehuwa.” Orang-orang fasik itu akan dibinasakan untuk selamanya pada Hari Penghakiman.—Yesaya 65:20.
Menjelang akhir Hari Penghakiman, orang-orang yang tetap
hidup sudah akan ”hidup kembali” dalam arti sepenuhnya sebagai manusia sempurna. (Penyingkapan 20:5) Jadi, pada Hari
Penghakiman, umat manusia akan dipulihkan ke kesempurnaan seperti semula. (1 Korintus 15:24-28) Kemudian, akan ada
ujian akhir. Setan akan dibebaskan dari kurungannya dan dibiarkan mencoba menyesatkan manusia satu kali lagi untuk terakhir kalinya. (Penyingkapan 20:3, 7-10) Orang-orang yang melawan dia akan menikmati penggenapan lengkap janji Alkitab,
”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan
mendiaminya selama-lamanya.” (Mazmur 37:29) Ya, Hari Penghakiman akan menjadi berkat bagi seluruh umat manusia yang
setia!
1914—Tahun Penting dalam
Nubuat Alkitab
PULUHAN tahun sebelumnya, siswa-siswa Alkitab mengumumkan bahwa akan terjadi peristiwa-peristiwa penting pada
tahun 1914. Peristiwa apa sajakah itu, dan bukti apa yang menunjukkan bahwa 1914 adalah tahun yang sangat penting?
Sebagaimana dicatat di Lukas 21:24, Yesus mengatakan, ”Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa, sampai waktu
276
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa [”segala zaman orang kafir”,
Terjemahan Lama] digenapi.” Pada zaman dahulu, Yerusalem
adalah ibu kota bangsa Yahudi—pusat pemerintahan raja-raja
dinasti Daud. (Mazmur 48:1, 2) Tetapi, di antara semua pemimpin bangsa, raja-raja ini mempunyai kedudukan yang unik. Mereka duduk di ”takhta Yehuwa” sebagai wakil Allah sendiri.
(1 Tawarikh 29:23) Maka, Yerusalem adalah lambang pemerintahan Yehuwa.
Namun, bagaimana dan kapan pemerintahan Allah mulai ”diinjak-injak oleh bangsa-bangsa”? Pada tahun 607 SM ketika
Yerusalem ditaklukkan oleh orang Babilon. ”Takhta Yehuwa”
menjadi kosong, dan garis dinasti Daud terputus. (2 Raja 25:126) Apakah ’penginjak-injakan’ itu akan berlangsung untuk
”TUJUH MASA”
2.520 tahun
606 1/4 tahun
1.913 3/4 tahun
Oktober 607 SM sampai
31 Desember 1 SM
1 Januari 1 M sampai
Oktober 1914
& SM M )
607
”Yerusalem akan
diinjak-injak oleh
bangsa-bangsa”
Apendiks
1914
’Datanglah dia yang
memiliki hak yang sah”
277
selamanya? Tidak, sebab tentang Zedekia, raja terakhir di Yerusalem, Yehezkiel bernubuat, ”Singkirkan serbanmu, dan tanggalkan mahkotamu. . . . Itu pasti tidak akan menjadi milik siapa pun sampai kedatangan dia yang memiliki hak yang sah,
dan aku akan memberikannya kepada dia.” (Yehezkiel 21:26, 27)
Pemilik ”hak yang sah” atas mahkota Daud adalah Kristus Yesus. (Lukas 1:32, 33) Jadi, ’penginjak-injakan’ itu berakhir sewaktu Yesus menjadi Raja.
Kapan peristiwa besar itu terjadi? Yesus menunjukkan bahwa
orang kafir, atau non-Yahudi, akan memerintah selama suatu
masa yang telah ditentukan. Catatan dalam Daniel pasal 4 berisi petunjuk untuk menghitung berapa lama masa itu. Pasal itu
menceritakan bahwa Raja Nebukhadnezar dari Babilon mendapat mimpi yang mengandung nubuat. Ia melihat sebatang pohon raksasa yang ditebang. Tunggulnya tidak dapat tumbuh karena diikat dengan besi dan tembaga. Seorang malaikat berseru,
”Biarlah tujuh masa berlalu atasnya.”—Daniel 4:10-16.
Dalam Alkitab, pohon kadang-kadang digunakan untuk melambangkan pemerintahan. (Yehezkiel 17:22-24; 31:2-5) Jadi, penebangan pohon simbolis itu menggambarkan bagaimana pemerintahan Allah, yang diwakili oleh raja-raja di Yerusalem, akan
terputus. Tetapi, penglihatan itu memberitahukan bahwa ’penginjak-injakan Yerusalem’ hanya berlangsung sementara—selama
suatu periode ”tujuh masa”. Berapa lamakah itu?
Penyingkapan 12:6, 14 menunjukkan bahwa tiga setengah
masa sama dengan ”seribu dua ratus enam puluh hari”. Maka,
278
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
”tujuh masa” panjangnya dua kali itu, atau 2.520 hari. Tetapi, bangsa-bangsa non-Yahudi tidak menginjak-injak pemerintahan Allah selama 2.520 hari saja setelah kejatuhan Yerusalem. Maka, jelas bahwa nubuat ini menunjuk ke suatu
jangka waktu yang jauh lebih lama. Berdasarkan Bilangan
14:34 dan Yehezkiel 4:6, yang menyatakan bahwa ”satu hari untuk satu tahun”, ’ketujuh masa’ itu akan berlangsung selama
2.520 tahun.
Ke-2.520 tahun itu dimulai pada bulan Oktober 607 SM, ketika Yerusalem jatuh ke tangan orang Babilonia dan raja keturunan Daud digulingkan. Periode itu berakhir pada bulan Oktober
1914. Pada tahun itu, ”waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa” berakhir, dan Yesus Kristus menjadi Raja yang Allah lantik di surga.1—Mazmur 2:1-6; Daniel 7:13, 14.
Tepat seperti yang telah Yesus ramalkan, ’kehadirannya’ sebagai Raja di surga ditandai oleh peristiwa-peristiwa dunia yang
hebat—perang, kelaparan, gempa bumi, sampar. (Matius 24:3-8;
Lukas 21:11) Berbagai peristiwa itu merupakan bukti kuat bahwa tahun 1914 memang menandai berdirinya Kerajaan Allah di
surga dan dimulainya ”hari-hari terakhir” sistem yang fasik sekarang ini.—2 Timotius 3:1-5.
1 Dari Oktober 607 SM sampai 1 Oktober SM ada 606 tahun. Karena tidak ada tahun nol, dari 1 Oktober SM sampai Oktober 1914 M ada
1.914 tahun. Apabila 606 tahun ditambah dengan 1.914 tahun, jumlahnya
adalah 2.520 tahun. Untuk mendapat keterangan tentang kejatuhan Yerusalem pada tahun 607 SM, lihat artikel ”Kronologi” dalam buku Pemahaman
Alkitab, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Apendiks
279
Siapakah Mikhael,
sang Penghulu Malaikat?
MAKHLUK roh yang bernama Mikhael jarang disebutkan dalam Alkitab. Tetapi, setiap kali disebut, ia sedang melakukan
tindakan tertentu. Dalam buku Daniel, Mikhael memerangi malaikat-malaikat yang fasik; dalam surat Yudas, ia berbantah dengan Setan; dan dalam Penyingkapan, ia berperang melawan si
Iblis dan hantu-hantunya. Dengan membela pemerintahan Yehuwa dan memerangi musuh-musuh Allah, Mikhael hidup selaras dengan arti namanya—”Siapa Seperti Allah?” Tetapi, siapakah Mikhael itu?
Adakalanya, orang-orang dikenal dengan beberapa nama. Misalnya, sang patriark Yakub juga dikenal sebagai Israel, dan rasul Petrus dikenal sebagai Simon. (Kejadian 49:1, 2; Matius
10:2) Demikian pula, Alkitab menunjukkan bahwa Mikhael
adalah nama lain untuk Yesus Kristus, sebelum dan setelah ia
hidup di bumi. Mari kita bahas alasan dari kesimpulan itu berdasarkan Alkitab.
Penghulu Malaikat. Firman Allah menyebut Mikhael sebagai
”penghulu malaikat”. (Yudas 9) Sebutan itu berarti ”malaikat
kepala”. Dalam Alkitab, ”penghulu malaikat” hanya ada dalam
bentuk tunggal, tidak pernah jamak. Hal itu menyiratkan bahwa hanya ada satu malaikat seperti itu. Lagi pula, Yesus dikaitkan dengan kedudukan penghulu malaikat. Mengenai Tuan
Yesus Kristus yang telah dibangkitkan, 1 Tesalonika 4:16 menga280
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
takan, ”Tuan sendiri akan turun dari surga dengan seruan yang
kuat, dengan suara penghulu malaikat.” Suara Yesus digambarkan sebagai suara penghulu malaikat. Karena itu, ayat ini menyiratkan bahwa Yesus itulah sang penghulu malaikat Mikhael.
Pemimpin Pasukan. Alkitab menyatakan bahwa ’Mikhael beserta malaikat-malaikatnya bertempur melawan naga beserta
malaikat-malaikatnya’. (Penyingkapan 12:7) Maka, Mikhael adalah Pemimpin sepasukan malaikat yang setia. Buku Penyingkapan juga menggambarkan Yesus sebagai Pemimpin sepasukan
malaikat yang setia. (Penyingkapan 19:14-16) Selain itu, rasul
Paulus secara spesifik menyebutkan ”Tuan Yesus” dan ”malaikat-malaikatnya yang penuh kuasa”. (2 Tesalonika 1:7) Jadi, Alkitab menyebutkan baik Mikhael beserta ”malaikat-malaikatnya” maupun Yesus bersama ”malaikat-malaikatnya”. (Matius
13:41; 16:27; 24:31; 1 Petrus 3:22) Karena Firman Allah tidak
pernah menunjukkan bahwa ada dua pasukan malaikat yang setia di surga—satu yang dikepalai oleh Mikhael dan satu lagi
oleh Yesus—masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Mikhael
tidak lain adalah Yesus Kristus dalam tugasnya di surga.1
1 Keterangan lebih lanjut yang menunjukkan bahwa nama Mikhael berlaku untuk Putra Allah terdapat dalam buku Pemahaman Alkitab, Jilid 2,
halaman 126-7, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Siapakah ”Babilon Besar”?
BUKU Penyingkapan berisi ungkapan-ungkapan yang tidak bisa
diartikan secara harfiah. (Penyingkapan 1:1) Misalnya, buku itu
Apendiks
281
menyebutkan seorang wanita dengan nama ”Babilon Besar” tertulis di dahinya. Wanita itu dikatakan duduk di atas ”kumpulan orang dan bangsa-bangsa”. (Penyingkapan 17:1, 5, 15) Karena
seorang wanita harfiah tidak mungkin melakukan hal tersebut,
Babilon Besar pasti melambangkan sesuatu. Jadi, apa yang dilambangkan oleh sundal simbolis itu?
Di Penyingkapan 17:18, wanita kiasan yang sama digambarkan sebagai ”kota besar yang mempunyai kerajaan atas raja-raja
di bumi”. Kata ”kota” menunjukkan sekelompok orang yang
terorganisasi. Karena ”kota besar” itu mengendalikan ”raja-raja
di bumi”, wanita bernama Babilon Besar itu pasti suatu organisasi berskala internasional yang sangat berpengaruh, yang dengan tepat dapat disebut suatu imperium sedunia. Imperium
macam apa? Imperium agama. Perhatikan bagaimana beberapa
ayat yang terkait dalam buku Penyingkapan membawa kita kepada kesimpulan tersebut.
Ada imperium politik, imperium perdagangan, dan imperium
agama. Wanita bernama Babilon Besar bukan imperium politik
karena Firman Allah menyatakan bahwa ”raja-raja di bumi”,
atau unsur-unsur politik di dunia ini, ”melakukan percabulan”
dengannya. Percabulan yang dimaksud adalah berbagai aliansi,
atau ikatan, yang ia adakan dengan para penguasa bumi ini dan
itulah sebabnya ia disebut ”sundal besar”.—Penyingkapan 17:
1, 2; Yakobus 4:4.
Babilon Besar tidak mungkin imperium perdagangan karena
’para saudagar di bumi’, yang melambangkan unsur perdagangan, akan berkabung atas wanita itu pada waktu ia dibinasakan.
282
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Sebenarnya, raja-raja maupun para saudagar itu digambarkan
sedang memandang Babilon Besar dari ”kejauhan”. (Penyingkapan 18:3, 9, 10, 15-17) Karena itu, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Babilon Besar bukan imperium politik atau imperium perdagangan, melainkan imperium agama.
Bahwa Babilon Besar adalah imperium agama diteguhkan lebih jauh oleh pernyataan bahwa ia menyesatkan segala bangsa
melalui ’praktek spiritismenya’. (Penyingkapan 18:23) Karena
semua bentuk spiritisme berkaitan dengan agama dan bersumber dari para hantu, tidak mengherankan bahwa Alkitab menyebut Babilon Besar ”tempat tinggal hantu-hantu”. (Penyingkapan 18:2; Ulangan 18:10-12) Imperium itu juga digambarkan
sedang giat menentang agama yang sejati, menganiaya ”nabinabi” dan ”orang-orang kudus”. (Penyingkapan 18:24) Sebenarnya, kebencian Babilon Besar terhadap agama yang sejati begitu besar sehingga ia dengan kejam menganiaya dan bahkan
membunuh ”saksi-saksi Yesus”. (Penyingkapan 17:6) Maka, wanita bernama Babilon Besar itu jelas melambangkan imperium
agama palsu sedunia, yang mencakup semua agama yang menentang Allah Yehuwa.
Apakah Yesus Lahir pada Bulan Desember?
ALKITAB tidak memberi tahu kita kapan Yesus lahir. Tetapi,
Alkitab memberi kita alasan yang kuat untuk menyimpulkan
bahwa ia tidak lahir pada bulan Desember.
Apendiks
283
Pertimbangkan keadaan cuaca pada atau sekitar bulan Desember di Betlehem, tempat kelahiran Yesus. Pada bulan Khislew dalam penanggalan Yahudi (sama dengan bulan November/Desember), cuacanya dingin dan banyak hujan. Bulan
setelah itu adalah Tebet (Desember/Januari). Pada bulan itu,
suhu mencapai titik terendah dan kadang-kadang salju turun di
dataran tinggi. Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang
iklim di daerah itu.
Penulis Alkitab Ezra menunjukkan bahwa bulan Khislew memang dikenal bercuaca dingin dan banyak hujan. Setelah menyatakan bahwa sekumpulan orang berkumpul di Yerusalem
”pada bulan kesembilan [Khislew] pada hari kedua puluh dari
bulan itu”, Ezra melaporkan bahwa orang-orang ”menggigil . . .
disebabkan oleh hujan”. Mengenai keadaan cuaca di sekitar bulan itu, kumpulan orang itu sendiri mengatakan, ”Sekarang sedang musim hujan, dan tidaklah mungkin untuk berdiri di
luar.” (Ezra 10:9, 13; Yeremia 36:22) Maka, tidak mengherankan
bahwa para gembala yang tinggal di wilayah itu memastikan
agar mereka dan kambing-domba mereka jangan sampai masih berada di luar rumah pada malam hari pada bulan Desember!
Tetapi, Alkitab melaporkan bahwa para gembala sedang berada di padang menjaga kawanan mereka pada malam kelahiran
Yesus. Malah, penulis Alkitab Lukas menunjukkan bahwa pada
waktu itu, gembala-gembala ”tinggal di tempat terbuka dan sedang menjalankan giliran jaga atas kawanan mereka pada wak284
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
tu malam” di dekat Betlehem. (Lukas 2:8-12) Perhatikan bahwa
gembala-gembala itu bahkan tinggal di luar, bukan sekadar berjalan-jalan pada siang hari. Mereka ada di padang bersama kawanan mereka pada malam hari. Apakah gambaran bahwa mereka tinggal di luar cocok dengan keadaan cuaca yang sangat
dingin dan banyak hujan di Betlehem pada bulan Desember?
Tidak. Jadi, keadaan seputar kelahiran Yesus menunjukkan bahwa ia tidak lahir pada bulan Desember.1
Firman Allah memberi tahu kita kapan persisnya Yesus mati,
tetapi tidak langsung memberikan petunjuk kapan ia lahir. Hal
itu mengingatkan kita kepada perkataan Raja Salomo, ”Sebuah
nama lebih baik daripada minyak yang baik, dan hari kematian
lebih baik daripada hari kelahiran.” (Pengkhotbah 7:1) Maka,
tidak mengherankan bahwa Alkitab memberikan banyak perincian tentang pelayanan dan kematian Yesus tetapi hanya sedikit tentang saat kelahirannya.
1 Untuk mendapatkan lebih banyak keterangan, lihat halaman 129-32
buku Bertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab, yang diterbitkan oleh
Saksi-Saksi Yehuwa.
Bolehkah Kita Merayakan Hari Raya?
HARI RAYA agama dan sekuler yang umum, yang dirayakan di
banyak bagian dunia dewasa ini, tidak bersumber dari Alkitab.
Kalau begitu, dari mana sumbernya? Jika Anda bisa melakukan
riset di perpustakaan, Anda akan melihat bahwa ada hal-hal
menarik yang disebutkan dalam buku-buku referensi tentang
Apendiks
285
hari-hari raya yang umum di tempat tinggal Anda. Perhatikan
beberapa contoh.
Paskah (”Easter” ). ”Tidak ada petunjuk mengenai perayaan
hari Paskah (Easter) dalam Perjanjian Baru,” kata The Encyclopædia Britannica. Bagaimana awal mula Paskah (Easter)?
Sumbernya adalah ibadat kafir. Walaupun hari raya ini konon
memperingati kebangkitan Yesus, kebiasaan yang terkait dengan
minggu Paskah (Easter) tidak berasal dari Kekristenan. Misalnya, tentang ”kelinci Paskah” yang terkenal, The Catholic Encyclopedia mengatakan, ”Kelinci adalah lambang kafir dan selalu merupakan lambang kesuburan.”
Perayaan Tahun Baru. Tanggal dan kebiasaan yang berkaitan
dengan perayaan Tahun Baru tidak sama di setiap negeri. Mengenai asal usul perayaan ini, The World Book Encyclopedia menyatakan, ”Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan tanggal 1 Januari sebagai Hari Tahun Baru pada tahun 46 SM.
Orang-orang Romawi membaktikan hari ini kepada Janus, dewa
dari gerbang-gerbang, pintu-pintu, dan awal mula. Bulan Januari disebut sesuai dengan nama Janus, yang mempunyai dua
wajah—satu melihat ke depan dan satunya lagi melihat ke belakang.” Jadi, perayaan Tahun Baru didasarkan atas tradisi
kafir.
”Halloween.” The Encyclopedia Americana mengatakan, ”Unsur-unsur kebiasaan yang ada hubungannya dengan Halloween
dapat ditelusuri berasal dari upacara Druid [imam-imam Kelt,
atau Inggris kuno] pada zaman pra-Kristen. Orang-orang Kelt
286
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
mempunyai perayaan untuk dua dewa utama—dewa matahari
dan dewa orang mati . . . , yang perayaannya diadakan pada
tanggal 1 November, awal dari Tahun Baru orang-orang Kelt.
Perayaan orang mati lambat-laun dimasukkan ke dalam upacara Kristen.”
Hari-Hari Raya Lain. Kita tidak mungkin membahas semua
perayaan yang diadakan di seluruh dunia. Tetapi, hari raya yang
mengagungkan manusia atau organisasi manusia tidak diperkenan oleh Yehuwa. (Yeremia 17:5-7; Kisah 10:25, 26) Ingatlah
juga bahwa asal usul perayaan agama bisa menentukan apakah itu menyenangkan Allah atau tidak. (Yesaya 52:11; Penyingkapan 18:4) Prinsip-prinsip Alkitab yang disebutkan di Pasal 16 buku ini akan membantu Anda menentukan bagaimana
pandangan Allah tentang keikutsertaan dalam hari-hari raya
sekuler.
Apendiks
287
Inginkah Anda mendapat lebih banyak informasi?
Silakan hubungi Saksi-Saksi Yehuwa di www.jw.org.
Fly UP