...

Desain Proyek Efektif

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Desain Proyek Efektif
Intel® Teach Program
Assessing Projects
Desain Proyek Efektif: Mengajar Berpikir
Contoh Mengajarkan Cara Berpikir di Sekolah Dasar
Mengajarkan Cara Berpikir pada Siswa Sekolah Dasar
Dalam Meet the Bears, siswa sekolah dasar melihat beruang dari segala sisi dan
menerapkan matematika dan berbagai kemampuan mengukur untuk
membandingkan beruang-beruang tersebut dengan binatang berbulu lainnya. Para
siswa menunjukkan apa yang telah mereka pelajari tentang beruang dengan
melakukan penelitian terhadap spesies beruang tertentu dan kemudian meringkas
berbagai informasi dalam sebuah brosur untuk disebarkan di kebun binatang
setempat.
Pelajaran Singkat Kecakapan Berpikir: Fiksi atau Non Fiksi
Di awal unit ini, para siswa diminta untuk melihat satu set buku-buku mengenai
beruang dan menentukan apakah buku-buku tersebut fiksi atau non fiksi.
“Kami memiliki setumpuk buku disini mengenai beruang. Ada dua jenis buku
yang berbeda. Beberapa adalah fiksi dan beberapa non fiksi. Buku-buku fiksi
adalah fantasi dan tidak benar. Buku-buku non fiksi adalah ilmiah dan benar.
Saya akan melihat beberapa buku dan memberitahu anda apa yang saya pikirkan
saat saya menentukan apakah mereka fiksi atau non fiksi.
“Nah, dalam buku ini, beruang-beruang tinggal di dalam rumah dan
mengenakan pakaian. Itu artinya ia adalah fantasi karena beruang tidak tinggal
di dalam rumah atau memakai pakaian. Itu yang dilakukan manusia, bukan
beruang. Dalam buku yang lain ini, beruang menangkap ikan. Juga ada gambargambar beruang yang berbeda-beda dengan nama-nama mereka di bawahnya
seperti beruang coklat atau beruang kutub. Itu tampak seperti hbuku ilmiah jadi
ini adalah non fiksi. Dalam buku ini, dikatakan ‘Bobby si beruang berjalan
sepanjang jalan sambil bersiul kecil’. Saya tahu itu adalah fiksi karena beruang
tidak dapat bersiul.
“Saya meletakkan setumpuk buku di atas meja kalian masing-masing. Saya
ingin kalian melihat buku-buku tersebut dengan kelompok kalian dan membuat
dua tumpukan, satu buku-buku fiksi dan satu lagi buku-buku non fiksi. Untuk
setiap tumpuk buatlah sebuah daftar mengapa anda meletakkan buku-buku itu
dalam tumpukan tersebut.”
Guru bekerja dengan para siswa saat mereka menyortir berbagai buku kemudian
melanjutkan aktifitas dengan sebuah diskusi.
“Sekarang kalian telah memiliki dua tumpukan, apakah ada ketidaksepakatan
mengenai apakah buku tersebut fiksi atau non fiksi?”
“Ada satu buku dimana beruang bertindak seperti beruang dengan tumbuh dan
tinggal di hutan, tetapi ceritanya buatan. Apak itu fiksi atau non fiksi?”
“Pertanyaan yang bagus. Sebuah buku tidak harus berisi hewan-hewan yang
bersikap seperti manusia untuk menjadi fiksi. Cerita buatan dapat berisi beruangberuang yang berlaku seperti beruang sungguhan di dalamnya. Mari kita lihat
sebuah buku fiksi dengan beruang-beruang sungguhan dan buku non fiksi. Saya
Copyright © 2007, Intel Corporation. All rights reserved.
1
Intel® Teach Program
Assessing Projects
akan bercerita pada anda apa yang saya pikirkan saat saya melihat buku-buku
tersebut.”
Buku-buku ini memiliki tulisan dalam berbagai paragraph dan kalimat. Ia juga
memiliki percakapan. Keduanya memiliki gambar, tetapi gambar-gambar di buku
yang satu ini memiliki label. Menurut saya buku pertama adalah sebuah cerita
dengan berbagai karakter dan sebuah alur sehingga ini adalah fiksi. Buku yang
lain menceritakan informasi tentang beruang seperti bagaimana besarnya
mereka dan apa yang mereka makan jadi ini adalah non fiksi”.
“Kadangkala anda dapat mengatakan hanya dengan melihat sebuah gambar
apakah buku ini fiksi atau non fiksi. Tetapi kadangkala anda harus melihatnya
dengan lebih hati-hati. Saat anda menulis sebuah laporan non fiksi, anda harus
mengambil informasi dari buku-buku non fiksi karena itu lebih dapat dipercaya”.
Pelajaran Singkat Kecakapan Berpikir: Apakah Saya Memahami?
Pelajaran Singkat Kecakapan Berpikir: Apakah Saya Memahami?
Poin semua bacaan adalah pemahaman. Ini adalah bagian penting dari belajar
membaca, khususnya saat anak-anak akan menggunakan informasi dari bacaan
mereka untuk menyelesaikan sebuah proyek. Beberapa pembaca menjadi begitu
cemas dengan huruf dan kata-kata yang lupa mereka perhatikan untuk memahami
apa yang mereka baca. Pelajaran singkat untuk memerika pemahaman berikut harus
diberikan berulang kali selama setahun dengan berbagai jenis teks yang berbeda.
“Hari ini, kalian akan membaca beberapa buku non fiksi untuk mempelajari
beruang. Memahami apa yang kamu baca adalah bagian paling penting dari
membaca. Saya akan tunjukkan pada kalian apa yang saya pikirkan saat saya
membaca untuk memastikan saya paham.”
”Beruang hitam panjangnya kira-kira 5 kaki. Yang betina beratnya sekitar 90 pon,
sementara janta sekitar 290 pon. Bagaimanapun, beberapa dapat mencapai berat
700 pon.”
“Sekarang, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri saya sendiri
mengenai apa yang baru saya baca untuk melihat apakah saya paham. Mengenai
apakah ini? Ini mengenai ukuran tubuh beruang. Apakah ada bagian yang tidak saya
pahami? Tidak.
“Sekarang saya akan membaca bagian selanjutnya. Beruang biasanya beratnya 1
pon saat baru lahir. Mereka memiliki mata yang kecil, telinga yang membulat,
hidung panjang, badan besar, dan buntut pendek. Warna bulunya bervariasi mulai
dari putih sampai coklat tua, coklat muda dan pirang kehitaman, tetapi kebanyakan
beruang hitam benar-benar hitam atau coklat gelap.”
“Saya akan bertanya pada diri saya sendiri ‘Mengenai apakah bagian ini?’ Ini
mengenai warna bulu mereka. ‘Apakah ada bagian yang tidak saya pahami?’ Hidung
apa. ‘Jika penting untuk mengetahui kata tersebut, apa yang dapat saya lakukan?’
Saya dapat bertanya pada seseorang atau mencarinya di kamus.”
Copyright © 2007, Intel Corporation. All rights reserved.
2
Intel® Teach Program
Assessing Projects
“Saat kalian membaca sangat penting untuk bertanya pada diri kalian sendiri apakah
kalian paham dan apa yang dapat kalian lakukan jika kalian tidak memahaminya”
Sekarang saya ingin kalian membaca sebuah halaman daribuku kalian bersama
dengan seorang teman dan ambil giliran untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan
tersebut pada diri kalian sendiri di akhir halaman.”
Saat para siswa berlatih strategi, guru melatih mereka sebagaimana yang
dibutuhkan. Setelah itu mereka berbagi pengalaman dan menentukan apakah
strategi tersebut efektif atau tidak.
Guru: “Apakah ada yang memikirkan sesuatu yang berbeda untuk dilakukan jika
mereka tidak memahami apa yang mereka baca?”
Siswa: “Saya membacanya berulang kali.”
Guru: “Itu strategi yang baik. Kadangkala saya suka memberi tanda kecil pada
sebuah tempat yang tidak saya pahami sehingga saya dapat kembali dan bertanya
pada seseorang mengenai hal itu nanti. Kadang-kadang saya tidak peduli apakah
saya memahami suatu bagian karena saya tidak berpikir hal itu penting, jadi saya
terus membaca, tetapi saya harus benar-benar yakin hal tersebut tidak penting.”
Programs of the Intel® Education Initiative are funded by the Intel Foundation and Intel Corporation.
Copyright © 2007, Intel Corporation. All rights reserved. Intel and the Intel logo are trademarks or
registered trademarks of Intel Corporation or its subsidiaries in the United States and other countries.
*Other names and brands may be claimed as the property of others.
Page 3 of 3
Fly UP