...

Apa sebenarnya penyebab pendarahan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Apa sebenarnya penyebab pendarahan
Apa sebenarnya penyebab pendarahan
Ditulis oleh Syahroni
Senin, 29 Juni 2015 12:19
ANDA BERTANYA, APOTEKER MENJAWAB
Diasuh oleh para Apoteker Dosen Fakultas Farmasi Unand
Pertanyaan:
Bapak Dr. Muslim Suardi, Apt. Ibu saya berusia 68 tahun. Beliau dinyatakan oleh dokter
mengalami pendarahan lambung. Katanya pendarahan ini disebabkan oleh karena pemakaian
obat untuk rematik yang sudah cukup lama diderita Ibu. Apa sebenarnya penyebab pendarahan
tersebut. Apakah benar disebabkan obat anti rematik? Ibu memang menggunakan obat-obat
untuk penghilang rasa sakit. Terima kasih atas penjelasan Bapak. Halim 081363581XXX.
Jawaban:
Saudara Halim, pendarahan bisa saja terjadi di saluran cerna sejak dari mulut, lambung sampai
ke bagian akhir usus atau anus. Pada pendarahan lambung tinja akan bewarna kehitaman.
Namun perlu diketahui bahwa tinja yang bewarna kehitaman tidak selamanya disebabkan oleh
pendarahan. Pendarahan lambung dapat ditimbulkan oleh berbagai keadaan seperti penyakit dan dapat disebabkan oleh obat. Pendarahan lambung dapat disebabkan oleh penyakit seperti
kanker, infeksi oleh sejenis kuman berukuran kecil Helicobacter pylory, adanya kelainan
pembuluh darah, dll. Obat-obat yang dapat menyebabkan pendarahan adalah obat-obat dari
golongan anti peradangan non steroid, seperti asetosal, ibuprofen dll. Orang-orang yang sudah
mengalami tukak lambung akan lebih beresiko mengalami pendarahan lambung bila
menggunakan obat-obat tersebut.
Perdarahan bisa terjadi dimana saja di sepanjang saluran pencernaan, mulai dari mulut
sampai anus.
Bisa berupa ditemukannya darah dalam tinja atau muntah darah,tetapi gejala bisa juga
tersembunyi dan hanya bisa diketahui melalui pemeriksaan tertentu.
1/7
Apa sebenarnya penyebab pendarahan
Ditulis oleh Syahroni
Senin, 29 Juni 2015 12:19
PENYEBAB
Penyebab perdarahan pada saluran pencernaan :
1. Kerongkongan - Robekan jaringan - Kanker
2. Lambung - Luka kanker atau non-kanker - Iritasi (gastritis) karena aspirin atau Helicobacter pylori
3. Usus halus - Luka usus dua belas jari non-kanker - Tumor ganas atau jinak
4. Usus besar - Kanker - Polip non-kanker - Penyakit peradangan usus (penyakit Crohn atau kolitis ulserativa) - Penyakit divertikulum - Pembuluh darah abnormal di dinding usus (angiodisplasia)
5. Rektum : - Kanker - Tumor non-kanker
Anus
- Hemoroid
- Robekan di anus (fisura anus).
- Are you taking blood thinners (aspirin, warfarin, clopidogrel, Aggrenox) or NSAIDs
(ibuprofen, naproxen)?
Tinja yang kehitaman biasanya merupakan akibat dari perdarahan di saluran pencernaan
bagian atas, misalnya lambung atau usus dua belas jari.
Warna hitam terjadi karena darah tercemar oleh asam lambung dan oleh pencernaan
kuman selama beberapa jam sebelum keluar dari tubuh.
2/7
Apa sebenarnya penyebab pendarahan
Ditulis oleh Syahroni
Senin, 29 Juni 2015 12:19
Sekitar 200 gram darah dapat menghasilkan tinja yang berwarna kehitaman
Penderita dengan perdarahan jangka panjang, bisa menunjukkan gejala-gejala anemia,
seperti mudah lelah, terlihat pucat, nyeri dada dan pusing.
Jika terdapat gejala-gejala tersebut, dokter bisa mengetahui adanya penurunan
abnormal tekanan darah, pada saat penderita berdiri setelah sebelumnya berbaring.
Gejala yang menunjukan adanya kehilangan darah yang serius adalah denyut nadi yang
cepat, tekanan darah rendah dan berkurangnya pembentukan air kemih. Tangan dan kaki
penderita juga akan teraba dingin dan basah.
Berkurangnya aliran darah ke otak karena kehilangan darah, bisa menyebabkan
bingung, disorientasi, rasa mengantuk dan bahkan syok.
Gejala kehilangan darah yang serius bisa berbeda-beda, tergantung pada apakah
penderita memiliki penyakit tertentu lainnya.
Penderita dengan penyakit arteri koroner bisa tiba-tiba mengalami angina (nyeri dada)
atau gejala-gejala dari suatu serangan jantung.
Pada penderita perdarahan saluran pencernaan yang serius, gejala dari penyakit
lainnya, seperti gagal jantung, tekanan darah tinggi, penyakit paru-paru dan gagal ginjal,
bisa bertmbah buruk.
Pada penderita penyakit hati, perdarahan ke dalam usus bisa menyebabkan
pembentukan racun yang akan menimbulkan gejala seperti perubahan kepribadian,
perubahan kesiagaan dan perubahan kemampuan mental ( ensefalopati hepatik).
DIAGNOSA
Adanya kehilangan darah yang serius, menyebabkan hasil pemeriksaan hematokrit
menunjukkan konsentrasi sel darah merah yang rendah.
Penyebab perdarahan bisa ditentukan dari gejala yang timbul.
Nyeri perut karena makanan atau obat antasid, disebabkan oleh tukak lambung (ulkus
gastrikum
), dan perdarahan pada tukak sering tidak menimbulkan nyeri.
Obat-obatan yang bisa merusak dinding lambung, seperti aspirin, bisa menyebabkan
perdarahan lambung berupa ditemukannya darah dalam tinja.
Penderita perdarahan saluran pencernaan yang sebabnya tidak diketahui, dengan nafsu
makan yang berkurang disertai penurunan berat badan, sebaiknya menjalani
pemeriksaan untuk kemungkinan adanya kanker.
Bila terdapat kesulitan menelan, diperiksa kemungkinan adanya kanker kerongkongan
3/7
Apa sebenarnya penyebab pendarahan
Ditulis oleh Syahroni
Senin, 29 Juni 2015 12:19
atau penyempitan kerongkongan.
Diduga adanya sobekan di kerongkongan bila timbul muntah yang sangat kuat tepat
sebelum terjadinya perdarahan.
Sembelit atau diare yang menyertai perdarahan atau perdarahan yang tersembunyi
dalam tinja, mungkin disebabkan oleh kanker atau polip pada usus bagian bawah,
terutama pada penderita yang berusia diatas 45 tahun.
Darah segar di permukaan tinja, bisa berasal dari wasir atau kanker rektum.
Pemeriksaan ditujukan untuk menemukan sumber perdarahannya.
Pada permeriksaan rektum, dicari adanya wasir, robekaan rektum (fisura) dan tumor.
Kemudian pemeriksaan dipilih berdasarkan pada apakah perdarahan ini dicurigai
berasal dari saluran pencernaan bagian atas (kerongkongan, lambung, dan usus
duabelas jari) atau saluran pencernaan bagian bawah (usus halus bagian bawah, usus
besar, rektum dan anus).
Pada awalnya, kelainan pada saluran pencernaan bagian atas, biasanya diperiksa
dengan memasukkan tabung melalui hidung, menuju ke lambung dan mengeluarkan
cairannya.
Cairan lambung yang seperti kopi disebabkan oleh pencernaan darah parsial, dan
menunjukan bahwa perdarahannya lambat dan telah berhenti.
Darah yang berwarna merah terang dan terus menerus, menunjukan perdarahan yang
aktif dan berat.
Selanjutnya endoskopi sering digunakan untuk memeriksa kerongkongan, lambung
dan usus dua belas jari, dan menemukan sumber perdarahannya.
Jika tidak ditemukan gastritis atau tukak pada lambung maupun usus dua belas jari,
bisa dilakukan biopsi.
Biopsi dapat menentukan apakah perdarahannya berasal dari infeksi kuman Helicobact
er pylori
.
Infeksi yang ditemukan lalu diobati biasanya akan membaik bila diberikan antibiotik.
Rontgen dengan barium enema atau endoskopi dilakukan untuk mencari polip dan
kanker pada saluran pencernaan bagian bawah.
Bagian dalam dari bagian bawah usus juga bisa diperiksa dengan anaskopi, sigmoidos
kopi
atau kolonoskopi
.
Bila pemeriksaan-pemeriksaan tersebut tidak berhasil menunjukan sumber perdarahan,
bisa dilakukan angiografi atau skening setelah penyuntikan sel darah merah radioaktif.
Cara ini terutama berguna untuk menyembuhkan perdarahan yang disebabkan oleh
kelainan pada pembuluh darahnya.
PENGOBATAN
4/7
Apa sebenarnya penyebab pendarahan
Ditulis oleh Syahroni
Senin, 29 Juni 2015 12:19
Pada lebih dari 80% penderita, tubuh akan berusaha menghentikan perdarahan. Penderita yang terus menerus mengalami perdarahan atau yang memiliki gejala kehilangan
darah yang jelas, seringkali harus dirawat di rumah sakit dan biasanya dirawat di unit
perawatan intensif. Bila darah hilang dalam jumlah besar, mungkin dibutuhkan transfusi. Untuk menghindari kelebihan cairan dalam pembuluh darah, biasanya lebih sering diberikan
transfusi sel darah merah (PRC/Packed Red Cell) daripada transfusi darah utuh (whole blood). Setelah volume darah kembali normal, penderita dipantau secara ketat untuk mencari
tanda-tanda perdarahan yang berlanjut, seperti peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan
darah atau kehilangan darah melalui mulut atau anus. Perdarahan dari vena varikosa pada kerongkongan bagian bawah dapat diobati dengan
beberapa cara. Diantaranya dengan memasukkan balon kateter melalui mulut ke dalam kerongkongan dan
mengembangkan balon tersebut untuk menekan daerah yang berdarah. Cara lain ialah dengan menyuntikan bahan iritatif ke dalam pembuluh yang mengalami
perdarahan, sehingga terjadi peradangan dan pembentukan jaringan parut pada pembuluh
balik (vena) tersebut. Perdarahan pada lambung sering dapat dihentikan melalui endoskopi. Dilakukan kauterisasi pembuluh yang mengalami perdarahan dengan arus listrik atau
penyuntikan bahan yang menyebabkan penggumpalan di dalam pembuluh darah. Bila cara ini
gagal, mungkin perlu dilakukan pembedahan. Perdarahan pada usus bagian bawah biasanya tidak memerlukan penanganan darurat. Tetapi
bila diperlukan, bisa dilakukan prosedur endoskopi atau pembedahan perut. Kadang-kadang
lokasi perdarahan tidak dapat ditentukan dengan tepat, sehingga sebagian dari usus mungkin
perlu diangkat.
Vasopressin dan Epinephrine diberikan untuk mengecilkan pembuluh darah
(vasokonstriksi) sehingga perdarahan pada saluran cerna bagian bawah dapat
berkurang.
Berbagai Macam Perdarahan di Saluran Cerna
TEMPO.CO , Jakarta:Timbulnya gangguan pada saluran cerna cukup sering dikeluhkan
sebagian orang. Nyeri ulu hati, mual, muntah darah hitam atau segar, seringnya sembelit dan
5/7
Apa sebenarnya penyebab pendarahan
Ditulis oleh Syahroni
Senin, 29 Juni 2015 12:19
buang air besar berwarna hitam atau segar bisa jadi adalah tanda adanya perdarahan saluran
pencernaan yang akut maupun kronik.
Dokter spesialis penyakit dalam Chaidir Aulia menjelaskan perdarahan bisa terjadi di mana
saja di sepanjang saluran pencernaan, mulai dari mulut sampai anus. Terjadinya perdarahan
dapat disebabkan oleh satu atau lebih penyebab. Karena itu, mengetahui dengan pasti
penyebab perdarahan penting dilakukan agar penanganannya dapat lebih optimal. Perdarahan itu, misalnya, bisa terjadi pada saluran cerna bagian atas. Ini disebabkan karena
pecahnya varises esophagus maupun nonvarises seperti tukak peptikum (tukak duodenum dan
tukak gaster). Tukak peptikum disebabkan adanya kerusakan pada mukosa lambung atau usus
dua belas jari akibat adanya asam lambung yang normalnya ada di dalam lambung pada
proporsi tertentu. Perdarahan ini juga dapat disebabkan infeksi Helicobacter Pylori yang mungkin ditularkan dari
orang lain melalui makanan atau air yang terkontaminasi, penggunaan obat seperti aspirin atau
obat-obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang dapat merusak dinding lambung dan stres. Gejalanya pun bisa berbeda-beda. Pada perdarahan saluran cerna bagian atas seperti
lambung atau usus dua belas jari, gejala yang timbul diantaranya muntah darah hitam di mana
darah yang keluar bercampur dengan asam lambung (hematemesis) dan buang air besar yang
kehitaman (melena).
"Pada perdarahan tukak peptikum dapat dilakukan pemeriksaan penunjang dengan alat
endoscopy (gastroscopy) sehingga luka atau sumber perdarahan dapat dideteksi dan
dihentikan dengan hemoklip," kata Chaidir dalam rilis yang diterima Tempo dari Rumah Sakit
Pondok Indah, Rabu, 29 Agustus 2012. "Sementara pada sebagian besar kasus dispepsia
(nyeri ulu hati, mual, muntah, cepat kenyang, dan kembung), pengobatan dapat dilakukan
dengan empirik terapi dari golongan antasida sampai golongan Proton Pump Inhibitor (PPI)." Empirik terapi tersebut dapat dilakukan 4-6 minggu. Bila keluhan masih berlanjut Chaidir
menyarankan agar pasien dirujuk ke dokter spesialis penyakit dalam. "Apalagi bila terdapat
‘alarm symptom’ seperti turunnya berat badan, anemia, hematemesis, melena, atau bila berusia
di atas 45 tahun dapat dirujuk langsung ke dokter spesialis penyakit dalam atau
gastroenterologi," kata Chaidir yang juga Konsultan Gastroenterologi & Hepatologi, Rumah
Sakit Pondok Indah.
Di Indonesia penyebab perdarahan saluran cerna bagian atas selain tukak peptikum juga
disebabkan pecahnya varises esophagus. Varises esophagus, Chaidir menjelaskan, adalah
penyakit yang ditandai dengan pembesaran abnormal pembuluh darah vena di esophagus
bagian bawah. Esophagus adalah saluran yang menghubungkan antara kerongkongan dan
lambung. Varises esophagus biasanya tidak bergejala, kecuali jika sudah robek dan berdarah. Beberapa
gejala akibat perdarahan esophagus antara lain hematemesis, melena, hematoskezia
(perdarahan yang keluar dari anus dengan warna merah segar), penurunan tekanan darah, dan
6/7
Apa sebenarnya penyebab pendarahan
Ditulis oleh Syahroni
Senin, 29 Juni 2015 12:19
anemia. Varises esophagus merupakan komplikasi dari penyakit sirosis atau pengerasan hati.
Perdarahan yang tidak terkontrol juga menjadi penyebab kematian utama pada penderita
sirosis dan transplantasi hati. Ancaman perdarahan ulang juga cukup besar, terutama dalam 48
jam pertama.
Metode penanganan varises esophagus cukup bervariasi, mulai dari konservatif (obat
vasopresin, somatosatin, dan sebagainya), terapi injeksi endoscopy yaitu menyuntik pembuluh
darah dengan larutan tertentu agar pembuluh darah berhenti berdarah sampai ligasi varises
esophagus. Pada perdarahan saluran cerna bagian bawah bisa disebabkan karena hemorroid (ambeien),
divertikel (penonjolan mukosa buli), keganasan. Darah segar yang keluar dari anus, bisa
merupakan hemorroid atau robekan di anus yang disebut fisura anus. Penanganan hemorroid
juga bermacam-macam, tergantung berada pada stadium hemorroid tersebut. Pada stadium
awal dapat ditangani dengan mengubah pola makan seperti makanan dengan serat tinggi dan
suntik skleroterapi. Kalau hemorroid ukurannya besar dapat ditangani dengan ligasi (pengikatan pembuluh darah).
Sedang terapi bedah digunakan untuk penderita yang mengalami keluhan menahun,
perdarahan berulang, atau prolaps. "Gangguan sakit perut bagian bawah dapat pula
disebabkan adanya polip yang bisa dideteksi dengan alat colonoscopy dan biasanya dilakukan
tindakan politektomi untuk penanganannya,” ungkap Chaidir.
Demikianlah jawaban kami semoga bermanfaat. Syarat dan ketentuan berlaku seperti yang
tercantum dalam artikel ABAM sebelumnya. Terima kasih. Dr. Muslim Suardi, MSi., Apt.
7/7
Fly UP