...

Generasi Al-Qur`an Yang Unik - Pesantren Al

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Generasi Al-Qur`an Yang Unik - Pesantren Al
STSQ Abdullah bin Mas’ud Online
Perkembangan teknologi informasi yang pesat
memungkinkan orang bisa belajar banyak hal lewat
internet. Kendala jarak, ruang, dan waktu seolah
tak berarti dengan kehadiran sistem informasi ini.
Tak terkecuali untuk belajar Alquran. Sekarang pun
bisa dilakukan kapan dan di mana saja melalui
internet.
Itulah yang sedang dirintis oleh Pondok Pesantren
al-Fatah Lampung melalui lembaga Sekolah Tinggi
(ST) bernama Shuffah Alquran Abdullah bin Mas'ud
Online (SQABM).
Pembina Utama STSQABM, H Muhyiddin Hamidy,
mengatakan saat ini masih banyak umat Islam
yang buta huruf maupun buta kandungan Alquran.
Selain itu, masih sedikit umat Islam yang tekun
mempelajari Alquran.
“Dengan hadirnya Shuffah Alquran, diharapkan
akan menjadi pendorong sekaligus sebagai media
bagi umat Islam di manapun berada untuk
mempelajari, memahami, dan mengamalkan
kandungan Alquran,” ujar Muhyiddin Hamidy,
beberapa waktu lalu.
SQABM dengan situs www.stsqabm.com secara
resmi diluncurkan pada grand launching, Selasa,
19 November 2013, di kampus Pesantren al-Fatah,
Dusun Muhajirun, Desa Negararatu, Kecamatan
Natar, Kabupaten Lampung Selatan.
Hadir pada grand launching SQABM, Duta Besar
Sudan untuk Indonesia Abdullah al-Rahim al-Sidiq,
Sekretaris Duta Besar Palestina untuk Indonesia
Neil Mahmoud, Kepala Sub-Direktorat Diniyah dan
Pondok Pesantren Kemenag Pusat Dr Mamat
Salamat Burhanudin.
Hadir pula staf Ahli Bidang Revitalisasi Industri
Kementerian Kehutanan Dr Ir Bejo Sansoto MSc,
Asisten III Bidang Kesra Gubernuran Provinsi
Lampung Hj Elya Muchtar, General Manager
Telkom Lampung Ir Muchlis, serta para tokoh, alim
LBIPI
LEMBAGA BIMBINGAN IBADAH
DAN PENYULUHAN ISLAM
Edisi 486 Tahun XI 1435 H/2014 M
Bersambung ke ha. 3
Generasi Al-Qur’an Yang Unik
KULIAH ILMU AL-QUR'AN ONLINE
DI SHUFFAH AL-QUR'AN
ABDULLAH BIN MAS'UD
Klik Di www.stsqabm.com
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM "AL-FATAH”
MENERIMA MAHASISWA BARU
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
JURUSAN;
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
(KPI)/(Program S-1 Reguler)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
(Program S-1, Sabtu - Ahad)
KAMPUS:
JL. PONPES AL-FATAH, PASIRANGIN,
CILEUNGSI, BOGOR
TLPN. 021-823 5331 / 0852 8515 0735
email; [email protected],
website ; www.stai.alfatah.net
Diterbitkan Oleh :
LEMBAGA BIMBINGAN IBADAH DAN PENYULUHAN ISLAM
( L B I P I )
Penanggung Jawab : KH. Abul Hidayat Saerodjie, Koord. Pelaksana : Abdillahnur
Penanggung Jawab Rubrik Fiqih: KH. Drs. Yakhsyallah Mansur & Deni Rahman
Alamat Redaksi : Ponpes Al-Fatah, Pasir Angin, Cileungsi-Bogor 16820, Telp. : (021) 824 98 933
e-mail : [email protected], [email protected]
infaq Rp. 200,-/eks, Bila ingin berlangganan hubungi alamat redaksi kami.
Pesanan minimal 50 eks.
S
ejarah telah membukti bahwa
penghayatan Islam yang syumul
dianuti oleh para sahabat dan
salafussoleh adalah benar-benar
mereka patuhi sehingga digelari
sebagai generasi Al-Quran yang unik.
Firman Allah : "Kamu (wahai umat
Muhammad) adalah sebaik-baik umat
yang dilahirkan bagi (faedah) umat
manusia, (karena) kamu menyuruh
berbuat segala perkara yang baik dan
melarang daripada segala perkara yang
salah (buruk dan keji) serta kamu pula
beriman kepada Allah (dengan sebenarbenar iman) dan kalaulah Ahli Kitab
(Yahudi dan Nasrani) itu beriman
(sebagaimana yang semestinya),
tentulah (iman) itu menjadi baik bagi
mereka. (Tetapi) di antara mereka ada
yang beriman dan kebanyakan mereka
orang-orang yang fasik". (Ali Imran [3] :
110).
Mereka (para sahabat) amalkan dan
mereka sebarkan ke seluruh dunia
sehingga cahaya Allah Subhanahu Wa
Ta’ala ini terpancar di setiap penjuru
bumi ini
.
Islam telah menukar keadaan Arab pada saat itu dari
perpecahan dan kelompok--kelompok kepada persatuan,
daripada tamadun rimba kepada tamadun pembangunan
manusia, dari kekerasan dan kekejaman kepada rahmat dan
dari penyembahan berhala kepada menyembah Allah
Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Esa. Sehingga
keperibadian dan roh mereka bertukar menjadi roh yang baru.
Kemudian mereka mulai menapak ke arah zaman
kegemilangan dan kemuliaan umat Islam. Zaman yang penuh
dengan kekayaan dan keberkahan yang dikaruniai Allah
Subhanahu Wa Ta’ala. Karena pengamalan mereka terhadap
amanah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu dengan
melaksanakan hukum Allah Subhanahu Wa Ta’ala serta
menjauhi larangan-Nya.
Pada zaman inilah dapat kita lihat mereka telah berjaya
membuka separuh dari muka bumi ini dalam tempo separuh
abad.
Umat Kian Alpa
Dalam hal ini, kejayaan yang diperoleh menjadikan umat
Islam kian alpa dan jauhnya mereka dari syariat Islam yang
sebenar. Hal ini dapat dilihat keadaan masyarakat pada
zaman kini telah sampai ke puncak kerendahan dan
kehinaan.
MOHON TIDAK DIBACA SAAT KHOTIB BERKHUTBAH
Hal ini disebabkan karena generasi saat ini sudah
malas dan bosan untuk melksanakan amalan yang
soleh. Mereka telah menjadi jemu dan menjadi
umat yang membeku.
adalah disebabkan serangan media barat yang
telah berjaya melahirkan generasi yang sakit
pemikirannya, sehingga merasa barat ini terlalu
besar untuk dihadapi dan ditumbangkan.
Mereka telah berhenti dan terus berdiam diri untuk
memulai pelbagai usaha dengan mantap dan
tekun. Keteguhan inilah yang lenyap serta
keyakinan yang teguh telah hilang. Inilah keadaan
umat Islam hari ini.
Maka lahirlah generasi Islam pemuja Barat yang
meninggalkan Islam sebagai sumber kekuatan
mereka yang sebenarnya. Sedangkan dengan
mengamalkan Islamlah segala keberkatan dan
rahmat Allah akan dikurniakan kepada umat Islam
yang mampu menjadikan umat yang Berjaya.
Di samping itu, kejahilan telah menyebabkan umat
Islam tidak dapat membedakan antara kaca dan
permata. Maksud kejahilan di sini bukanlah berarti
semata-mata bodoh dan tidak berpendidikan atau
buta huruf, tetapi kejahilan ini maksudnya adalah
semua bentuk kebodohan, tiada berpendidikan,
menolak kebenaran, menafikan yang hak, tidak
mau belajar dari orang lain, menyangka dirinya
sudah cukup pandai dan menerima kebatilan atas
motif tertentu.
Dalam konteks ini, adalah lebih mudah mengajar
orang yang betul-betul jahil daripada orang yang
tidak mengakui kejahilannya. Ini karena jika
seorang itu jahil dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala
mentakdirkan bahwa ada manusia yang dapat
membimbingnya keluar dari kejahilan itu niscaya
dipatuhi dan diikutinya.
Manakala yang kurang pengetahuan pula, dia
tidak mengetahui dan tidak percaya bahawa dia
adalah jahil kerana telah merasa cukup dengan
ilmunya. Seperti kata-kata hikmah yang berbunyi :
“Dibalakan ke atas kamu menjadi gila adalah lebih
baik daripada dibalakan ke atas kamu separuh
gila.”
Bermaksud : “ kamu menjadi orang yang jahil
adalah lebih baik daripada menjadi orang yang
separuh mengerti.”
Tidak mustahil jika sekiranya ia mampu memimpin
semula dunia di akhir zaman ini. Dengan
mengambil penyelesaian barat dan meniru kemodern-an ala mereka, akan hanya menyebabkan
kemajuan kita ditentukan atau dikawal
perkembangannya oleh mereka.
Oleh hal demikian, apabila Islam dan Al-Quran
yang dijadikan dasar kehidupan , manusia akan
diberikan Allah sumber inspirasi yang baru,
gagasan yang baru, semangat yang baru,
pemikiran yang baru, pengetahuan yang baru,
yang akhirnya dapar membentuk Ummah yang
baru
.
Firman Allah :"Sesungguhnya Al-Quran ini
memberi petunjuk ke jalan yang amat betul (agama
Islam) dan memberikan berita yang
menggembirakan orang-orang yang beriman yang
mengerjakan amal-amal soleh, bahwa mereka
beroleh pahala yang besar". (Al-Isra [17] : 9).
Umat yang penuh optimis, kompetitif, agresif,
progresif dan dinamis. Hanya dengan
melaksanakan Islam sebagai sistem, Allah akan
menyebarkan keadilan dan kemualian kepada
umat Islam, sehingga akhirnya menjadi umat yang
dihormati. Amin. (MINA)
Al-Quran Sebagai Dasar
Wallahu A’lam bis Shawwab.
Oleh : Muhammad Hamizan Bin Abdul Hamid,
Sehubungan itu, keruntuhan umat Islam sekarang
Mantan Presiden Asosiasi Penerbitan Kreatif Universiti
Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Terengganu, Malaysia
BAWALAH PULANG AGAR DIBACA KELUARGA
STSQ Abdullah bin Mas’ud...
ulama, pejabat setempat, media massa, dan
masyarakat sekitar pesantren.
Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Abdullah alRahim al-Sidiq, saat menghadiri acara tersebut
mengatakan, mengatakan Rasulullah SAW adalah
saudaranya Alquran, akhlaknya adalah Alquran,
dan ia merupakan Alquran yang berjalan.
“Musuh Islam telah mengintai dan dengan berbagai
cara agar umat Muslim tidak dapat mempelajari
Alquran dan as-sunah. Kehadiran Shuffah Alquran
berbasis teknologi informasi ini diharapkan mampu
memimpin peradaban dunia Islam mendatang,”
ujar Dubes al-Sidiq.
Dekan Fakultas Tafsir dan Ilmu Alquran Universitas
Islam Gaza, Palestina, Syekh Dr Mahmud Hasyim
Anbar, dalam sambutan tertulis menyampaikan,
pengambilan nama Abdullah bin Mas'ud
merupakan nama terbaik dari sekian banyak
sekolah tinggi dan universitas yang ada di dunia.
“Abdullah bin Mas'ud merupakan nama seorang
sahabat yang yang ahli dalam Alquran dan
mendapatkan pengakuan langsung dari Rasulullah
SAW,” ujarnya.
Adapun “Shuffah” bermakna teras masjid tempat
Rasulullah SAW mengajarkan Alquran dan syariat
Islam kepada para sahabatnya di Madinah.
Materi yang diajarkan di Shuffah Alquran, mulai dari
tahsin Alquran, tajwid praktis, ilmu-ilmu Alquran dan
al-hadis, tafsir, tahfidz, bahasa Arab, dan ilmu-ilmu
pendukung lainnya.
Shuffah Alquran Abullah bin Mas’ud diasuh oleh
dosen pendidik terbaik, baik dari dalam maupun
luar negeri. Di antaranya, berasal dari beberapa
negara, seperti Palestina, Yaman, Sudan,
Malaysia, dan Indonesia sendiri.
Beberapa dosen yang pernah memberikan materi
kuliah secara online interaktif, antara lain, Direktur
Lembaga Tahfidz Alquranul Karim Was Sunnah
Gaza, Palestina, Syekh Dr Abdurrahman Yusuf AlJamal; Guru Besar Universitas Mulawarman
Kalimantan Timur, Prof Dr Ir Ariffien Bratawinata
Magr; serta penceramah tausiyah Radio
Silaturahim 720am, Ustaz Habib Husein al-Athas.
Komunitas Belajar Alquran
Ada dua jenis kelas SQABM yang terbuka untuk
umum. Pertama, Sistem Reguler, yaitu kuliah
dengan tutorial sistem klasikal langsung di kampus
selama empat semester (153 SKS).
Data bagian sekretariat menyebutkan, tahun
pertama dibuka, telah terdaftar sekitar 60 calon
mahasiswa di Shuffah Alquran Abdullah bin
Mas'ud.
Kedua, Sistem Kuliah Online, yang bisa diikuti
siapa saja, dari mana saja, dan kapan saja.
Program ini bisa diikuti secara individu, dengan
mendaftar melalui online di website stsqabm.com
atau melalui Komunitas Belajar Alquran Jarak Jauh
(Komjaraq). Dalam masa pendaftaran online
Januari lalu, tercatat 212 peserta mendaftar
sebagai mahasiswa.
Sebuah harapan besar bagi umat Islam secara
keseluruhan akan terbangunnya peradaban umat
manusia berdasarkan Alquran untuk
menyempurnakan akhlak mulia manusia.
Juga, ikut serta mengubah sikap dan perilaku
manusia menuju kebaikan, kemuliaan, dan
ketakwaan seperti yang terkandung dalam Alquran.
(Republika online)
Oleh: Nashih Nashrullah)
SIMPANLAH BAIK-BAIK BULETIN INI
Fly UP