...

keterlibatan dan pengembangan masyarakat

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

keterlibatan dan pengembangan masyarakat
PRAKTEK UNGGULAN
PROGRAM PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN UNTUK
INDUSTRI PERTAMBANGAN
KETERLIBATAN DAN
PENGEMBANGAN
MASYARAKAT
vi
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
PRAKTEK UNGGULAN
PROGRAM PEMBANGUNAN
BERKELANJUTAN UNTUK
INDUSTRI PERTAMBANGAN
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN
UNTUK MASYARAKAT
Translated by eTranslate (Diterjemahkan oleh eTranslate)
Translator (Penerjemah) - Ir. Ray Indra
Reviewer (Pemeriksa) - Ir. Tri Harjanto & Hendry Baiquni
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
OKTOBER 2006
Pernyataan Penerbit
Praktek Kerja Unggulan program pembangunan berkelanjutan untuk yang Industri pertambangan Publikasi
ini disusun oleh satu Kelompok Kerja yang mewakili para pakar, industri serta lembaga pemerintah dan
swadaya masyarakat. Kerja keras para anggota dalam Kelompok Kerja ini sangatlah dihargai dengan
penuh rasa terima kasih.
Pandangan dan pendapat yang diutarakan dalam publikasi ini tidaklah otomatis mencerminkan pandangan
dan pendapat dari Pemerintah Persemakmuran dan Menteri Perindustrian, Pariwisata dan Sumberdaya.
Meskipun telah dilakukan upaya yang sebaik mungkin untuk memastikan isi dalam publikasi ini benar
secara faktual, Persemakmuran tidak menerima pertanggungjawaban dalam hal keakuratan atau
kelengkapan dari isi publikasi ini, dan tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau kerusakan yang
mungkin muncul secara langsung ataupun tidak langsung melalui penggunaan dari, atau mengandalkan
pada, isi dari publikasi ini.
Para pengguna buku pedoman ini hendaknya menyadari bahwa buku ini dimaksudkan sebagai referensi
umum dan bukan dimaksudkan untuk menggantikan saran profesional yang relevan terhadap keadaan
tertentu dari masing-masing pengguna. Referensi kepada perusahaan-perusahaan atau produk-produk
dalam buku pedoman ini janganlah dianggap sebagai bentuk dukungan dari Pemerintah Persemakmuran
terhadap perusahaan-perusahaan tersebut atau produk-produk mereka.
Gambar sampul: Open day tahunan di Tambang Emas Cadia Newcrest, New South Wales
© Persemakmuran Australia 2006
ISBN 0 642 72487 3
Buku ini dilindungi oleh hak cipta. Selain penggunaan yang diizinkan dalam Copyright Act 1968
(Undang-Undang Hak Cipta 1968), dilarang melakukan reproduksi dengan cara apapun tanpa
izin tertulis dari Persemakmuran. Permintaan dan pertanyaan tentang reproduksi dan hak harus
dialamatkan kepada Commonwealth Copyright Administration, Attorney General’s Department,
Robert Garran Offices, National Circuit, Canberra ACT 2600 atau melalui http://www.ag.gov.au/cca
ii
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
DAFTAR ISI
UCAPAN TERIMA KASIH iv
SEPATAH KATA vii
1.0 PENDAHULUAN 1
1.1 1.2 1.3 Tujuan dan Fokus
Kasus bisnis Menyadari tantangan yang ada 1
2
3
2.0 KONSEP UTAMA 2.1 Mendefinisikan kata ‘masyarakat’ 2.2 Menjelaskan terminologi: masyarakat dan pemangku kepentingan
(pihak-pihak yang berkepentingan) 2.3 Keterlibatan Masyarakat: suatu proses yang beragam 2.4 Berkelanjutan untuk masyarakat dalam konteks pertambangan 2.5 Hubungan antara keterlibatan masyarakat dan berkelanjutan untuk
masyarakat 4
4
5
5
8
9
3.0 3.1 3.2 KETERLIBATAN MASYARAKAT: PRINSIP DAN Praktek Referensi panduan Prinsip dari keterlibatan yang efektif 13
13
13
Studi kasus: Tambang dan anggur, Tambang Beltana Xstrata Coal 15
3.3 Suatu cara pendekatan yang sistematik
16
Studi kasus: Ravensthorpe Nickel Project, BHP Billiton 23
3.4 Mendukung keterlibatan masyarakat 25
Studi kasus: Tambang Martha di Waihi, Selandia Baru 26
3.5 Tantangan dalam keterlibatan masyarakat 29
4.0 4.1 4.2 BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT Prinsip-prinsip industri untuk berkelanjutan untuk masyarakat yang
berkelanjutan Peran industri dan pemerintah 31
31
32
Studi kasus: Perencanaan proses keterlibatan berkelanjutan
di Comalco, Weipa, Rio Tinto Aluminium 33
4.3 Langkah-langkah penting untuk berkelanjutan untuk masyarakat
berkelanjutan 36
Studi kasus: Flyers Creek Landcare Group, Operasi penambangan
Cadia Valley 37
Studi kasus: Program Kemitraan Masyarakat BMA 38
4.4 Tantangan dalam berkelanjutan untuk masyarakat 40�
Studi kasus: Nota kesepahaman MCA dan Pemerintah Australia 41
5.0 RANGKUMAN 44
REFERENSI
45
BACAAN LANJUT 46
DAFTAR ISTILAH 48
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
iii
UCAPAN TERIMA KASIH
Praktek Unggulan Program Pengembangan Berkelanjutan atau the Leading Practice
Sustainable Development Program ini dikelola oleh satu Komite Pengarah yang diketuai oleh
Departemen Perindustrian, Pariwisata dan Sumberdaya Pemerintah Australia. 14 tema di
program pembangunan ini dikembangkan oleh kelompok kerja yang terdiri dari perwakilan
pemerintah, industri, riset, akademik dan masyarakat. Buku-buku Pedoman Praktek Unggulan
ini tidaklah mungkin dapat diselesaikan tanpa kerjasama dan partisipasi aktif dari semua
anggota kelompok kerja.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang-orang berikut ini, yang
telah berpartisipasi dalam Kelompok Kerja Keterlibatan dan berkelanjutan untuk Masyarakat
dan para perusahaan yang telah mengizinkan untuk memberikan waktu dan keahlian para
wakil-wakilnya ke program pembangunan ini:
Prof. David Brereton
Ketua—Kelompok Kerja
Direktur, Centre for Social Responsibility in Mining
Sustainable Minerals Institute
The University of Queensland
www.csrm.uq.edu.au
Mr Brett Gray & Ms Katie Lawrence
Sekretariat—Kelompok Kerja
Bagian Pertambangan berkelanjutan
Departemen Perindustrian, Pariwisata dan Sumberdaya www.industry.gov.au
Dr Deanna Kemp
Banarra Sustainability Assurance and Advice www.banarra.com
Ms Georgina Beattie
Deputi Direktur Lingkungan dan Masyarakat
Minerals Council of New South Wales /
Dewan Mineral New South Wales
www.nswmin.com.au
Dr Jim Cavaye
Direktur
berkelanjutan untuk Masyarakat Cavaye www.communitydevelopment.com.au
Ms Anne-Sophie Deleflie
Asisten Direktur—Kebijakan Sosial
Minerals Council of Australia / Dewan Mineral Australia www.minerals.org.au
iv
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Ms Frances Hayter
Direktur Lingkungan dan Kebijakan Sosial
Queensland Resources Council/Dewan Sumberdaya
Queensland
www.qrc.org.au
Dr Catherine Macdonald
Kepala
Social Sustainability Services Pty Ltd
[email protected]
Dr Geraldine McGuire
Kepala
Sustainable Solutions Consulting Pty Ltd www.sustainablesolutionsglobal.com
Mr Greg Parrish
Kepala
BTM Consulting
[email protected]
Ms Brenna Pavey
Petugas Proyek
Chamber of Minerals and Energy of Western Australia www.cmewa.com
Ms Lucy Roberts
Group Manager Environment and Community
Xstrata Coal
www.xstrata.com
Dr Fiona Solomon
Pimpinan Riset, Nilai-Nilai Sosial/Pembangunan Berkelanjutan
CSIRO
www.csiro.au
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
vi
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
SEPATAH KATA
Industri pertambangan Australia memiliki keterkaitan yang erat dengan upaya global untuk
melaksanakan berkelanjutan untuk berkelanjutan. Komitmen untuk melakukan berkelanjutan
untuk berkelanjutan melalui praktek kerja unggulan sangatlah penting bagi perusahaan
pertambangan untuk mendapatkan dan mempertahankan ‘izin sosial untuk beroperasi’ dalam
masyarakat.
Buku pedoman dalam seri Praktek Kerja Unggulan program pembangunan berkelanjutan
untuk berkelanjutan untuk Pertambangan ini memadukan aspek-aspek lingkungan, ekonomi
dan sosial dari semua fase-fase produksi mineral, mulai dari eksplorasi sampai ke konstruksi,
operasi dan penutupan tambang. Konsep dari praktek kerja unggulan adalah cara-cara
terbaik untuk melakukan sesuatu pada lokasi tertentu. Karena akan selalu muncul tantangantantangan baru, berkelanjutan untuk solusi-solusi baru, atau diciptakannya solusi yang lebih
baik bagi masalah yang ada saat ini, maka praktek kerja unggulan ini haruslah bersifat fleksibel
dan inovatif dalam mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik di masingmasing lokasi tambang. Meskipun terdapat prinsip-prinsip yang mendasarinya, praktek kerja
unggulan terutama membicarakan cara pendekatan dan sikap, selain merupakan serangkaian
praktek baku atau teknologi tertentu. Praktek kerja unggulan juga mencakup konsep
‘manajemen adaptif’, yaitu sebuah proses pengkajian yang konstan dan berkonsep ‘belajar
sambil mengerjakannya langsung’, melalui penerapan prinsip-prinsip ilmiah yang terbaik.
Definisi mengenai berkelanjutan untuk berkelanjutan bagi sektor pertambangan dan
logam dari International Council on Mining and Metals (ICMM) mengatakan bahwa investasi
tersebut harus layak secara teknis, ramah lingkungan, menguntungkan secara keuangan dan
bertanggung jawab secara sosial. Nilai Yang Bertahan (Enduring Value) – Kerangka Kerja
Industri Mineral Australia unuk Pembangunan Berkelanjutan memberikan panduan mengenai
prinsip-prinsip dan elemen-elemen ICMM oleh industri pertambangan Australia, untuk
penerapan di tingkat operasional.
Berbagai organisasi telah diwakili dalam komite pengarah dan kelompok-kelompok kerja,
sebagai indikasi dari beragamnya minat dalam praktek unggulan di industri pertambangan.
Organisasi-organisasi ini mencakup Departemen Perindustrian, Pariwisata dan Sumberdaya,
Departemen Lingkungan dan Warisan Sejarah, Departemen Perindustrian dan Sumber
Daya (Western Australia), Departemen Sumberdaya Alam dan Pertambangan (Queensland),
Departemen Perindustrian Primer (Victoria), Dewan Mineral Australia, Pusat Riset
dan Penyuluhan Mineral Australia, sektor universitas dan perwakilan dari perusahaan
pertambangan, sektor riset teknis, konsultan pertambangan, lingkungan dan sosial,
serta lembaga-lembaga non-pemerintah. Kelompok-kelompok ini bekerja sama untuk
mengumpulkan dan menghasilkan informasi dalam berbagai topik, yang menggambarkan dan
menjelaskan berkelanjutan untuk berkelanjutan melalui praktek kerja unggulan di industri
pertambangan Australia.
Publikasi-publikasi yang dihasilkan dirancang untuk membantu semua sektor dalam industri
pertambangan didalam mengurangi dampak negatif produksi mineral terhadap masyarakat
dan lingkungan dengan cara mengikuti prinsip-prinsip praktek unggulan pembangunan
berkelanjutan. Ini merupakan suatu investasi agar sektor yang sangat penting dalam
perekonomian kita ini dapat berkelanjutan, dan warisan alam kita juga dapat terus terlindungi
dengan baik.
The Hon Ian Macfarlane MP
Menteri Perindustrian, Pariwisata dan Sumberdaya
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
vii
viii
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
1.0 PENDAHULUAN
1.1 Tujuan dan Fokus
Buku pedoman ini membahas masalah keterlibatan dan pengembangan masyarakat, sebuah tema
dalam Praktek Unggulan dalam Program Pembangunan Berkelanjutan. Program ini bertujuan
untuk mengidentifikasi masalah-masalah utama yang mempengaruhi program berkelanjutan
untuk berkelanjutan di industri pertambangan, dan memberikan informasi dan studi kasus yang
menggambarkan dasar-dasar program yang dapat lebih berkelanjutan bagi industri ini. Terdapat
sejumlah buku pedoman bertema lain dalam seri ini, yang bertujuan untuk melengkapi buku
pedoman ini.
Pentingnya dimensi sosial dalam pembangunan berkelanjutan telah diakui dalam pernyataanpernyataan kebijakan industri, seperti pada Prinsip-Prinsip Pembangunan Berkelanjutan dari
Dewan Internasional untuk Pertambangan dan Logam atau International Council on Mining and
Metals (ICMM) dan kerangka kerja Nilai Yang Bertahan atau Enduring Value dari Dewan Mineral
Australia atau (Minerals Council of Australia). Salah satunya, para penanda tangan kerangka kerja
ini sepakat untuk ‘turut berkontribusi terhadap pengembangan sosial, ekonomi dan institusional
masyarakat tempat kita beroperasi’ dan untuk ‘terlibat dengan dan memberi tanggapan kepada
para pemangku kepentingan (pemangku kepentingan) proses-proses konsultasi terbuka’.
Dalam cara yang sama, semakin banyak perusahaan kecil, menengah dan besar yang
mengadopsi kerangka kerja kebijakan yang menekankan bahwa pertimbangan terhadap
masyarakat merupakan bagian integral dari setiap tahap operasi penambangan, mulai dari
perancangan dan konstruksi sampai operasi dan penutupan.
Buku pedoman ini memberi panduan kepada para praktisi industri pertambangan mengenai
bagaimana komitmen kebijakan di tingkat atas ini dapat diterjemahkan ke praktek yang lebih
baik di lokasi pertambangan. Buku ini memfokuskan pada tantangan-tantangan yang mungkin
dihadapi perusahaan saat mereka terlibat dengan masyarakat lokal dan berusaha berkontribusi
terhadap berkelanjutan untuk jangka panjang mereka, dengan menggunakan studi-studi kasus
untuk menggambarkan bagaimana tantangan-tantangan ini diatasi dalam konteksnya masingmasing.
Tujuan spesifiknya adalah untuk:
•
•
•
•
•
menjabarkan manfaat bagi perusahaan dan operasi untuk terlibat dan berkontribusi terhadap
berkelanjutan untuk masyarakat
memberikan sebuah kerangka kerja untuk membantu operasi penambangan dan perusahaan
dalam menilai kondisi cara pendekatan yang mereka gunakan saat ini dalam berurusan
dengan masyarakat
menjelaskan langkah-langkah dasar yang terdapat dalam perencanaan dan pengelolaan
program keterlibatan dan berkelanjutan untuk masyarakat secara efektif
menetapkan prinsip-prinsip utama yang seharusnya memandu aktivitas-aktivitas ini.
menggarisbawahi contoh-contoh dari praktek kerja yang baik dan terus berevolusi.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
Target utama dari buku pedoman ini adalah manajemen di tingkat operasional, yaitu tingkat
penting untuk menerapkan pengaturan praktek kerja unggulan di operasi penambangan. Buku
pedoman ini juga relevan bagi orang-orang yang berminat dalam praktek kerja unggulan di
industri pertambangan, termasuk para praktisi community relations, pejabat dan petugas di
bidang lingkungan, konsultan pertambangan, pemerintah dan pembuat peraturan, lembaga
non-pemerintah, masyarakat di dalam dan sekitar pertambangan, serta pelajar dan mahasiswa.
Semua pengguna disarankan siap menerima tantangan untuk senantiasa meningkatkan kinerja
berkelanjutan untuk berkelanjutan di industri pertambangan, dan menerapkan prinsip-prinsip
yang dibahas dalam buku pedoman ini.
1.2 Kasus bisnis
Terlibat dengan masyarakat dan berkontribusi terhadap berkelanjutan untuk masyarakat
bukan hanya sesuatu hal yang benar untuk dilakukan perusahaan, tapi juga baik bagi bisnis.
Pertama-tama, perusahaan perlu mendapatkan dukungan dan penerimaan masyarakat luas
dalam rangka melindungi ‘izin sosial untuk beroperasi’. Seperti yang tertera dalam dokumen
Enduring Value: The Australian Minerals Industry Framework for Sustainable Development
(Nilai yang Bertahan: Kerangka Kerja Industri Mineral Australia untuk berkelanjutan untuk
berkelanjutan):
‘Kecuali sebuah perusahaan mendapatkan izin tersebut dan mempertahankannya dengan
dasar berupa kinerja yang baik di lapangan dan kepercayaan masyarakat, tak diragukan lagi
akan ada implikasi yang negatif. Masyarakat dapat berusaha menghalangi pembangunan
proyek; karyawan dapat memilih pindah bekerja untuk perusahaan yang merupakan
warganegara korporat yang lebih baik; dan proyek-proyek dapat terkena hambatan hukum
yang terus menerus, meskipun izin sesuai peraturan telah didapatkan, dan kesemua ini
berpotensi menghambat berkelanjutan untuk proyek’ (Mineral Council of Australia, 2005).
Perusahaan yang dianggap tertutup dan non-responsif, akan lebih kecil kemungkinannya
untuk mendapat kepercayaan dan dukungan dari masyarakat daripada perusahaan yang
berbagi informasi secara terbuka, mendengarkan dan menjawab kekuatiran atau keluhan
rakyat, dan menunjukkan bahwa mereka peduli dengan masyarakat dan berkomitmen terhadap
berkelanjutan untuk nya. Dengan mau mendengarkan dan turut terlibat, perusahaan juga akan
mendapat posisi yang lebih baik untuk dapat sejak dini mengetahui masalah masyarakat yang
mulai muncul, sehingga dapat mengatasinya secara proaktif, daripada reaktif.
Waktu yang dihabiskan untuk merencanakan, mendanai, mengasuransikan dan mengatur
setiap operasi kerja telah meningkat pesat dalam beberapa dekade terakhir, khususnya
dalam pertambangan skala besar. Dalam kondisi seperti ini, ada manfaat keuangan yang
nyata bagi perusahaan yang dapat menunjukkan bahwa mereka mengemban tanggung
jawab masyarakat dengan serius (Harvey & Brereton, 2005). Manfaat ini dapat berupa lebih
sedikitnya waktu yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan dan menegosiasikan
perjanjian, akses yang lebih mudah ke sumberdaya yang baru, profil risiko korporat yang
lebih baik, serta berpotensi mampu mendapatkan akses ke modal dengan persyaratan yang
lebih menguntungkan.
Pertimbangan lebih jauh adalah banyak operasi penambangan di Australia berlokasi di tanah
yang dimiliki oleh Penduduk Asli, dan mengklaim hak-hak dan kepentingan tradisi (ulayat)
di negara ini. Semakin lama, semakin banyak perjanjian dengan Para Pemilik Tradisional
(Traditional Owner) ini yang menuntut perusahaan pertambangan untuk secara efektif terlibat
dengan masyarakat Penduduk Asli dan berkontribusi kepada tujuan berkelanjutan untuk
jangka panjang. Perusahaan yang tidak dapat atau tidak mau melakukan hal ini, atau gagal
untuk mewujudkannya, kemungkinan besar akan berada dalam posisi kurang menguntungkan
saat menegosiasikan perjanjian mendatang dengan kelompok-kelompok Pemilik Tradisional ini.
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Bagi perusahaan yang memiliki operasi yang berbasis di lokasi relatif terpencil di Australia,
pendorong lain bagi bisnis adalah tantangan untuk menarik dan mempertahankan karyawan,
khususnya dalam konteks seringnya terjadi kekurangan tenaga kerja yang memiliki
ketrampilan tertentu. Secara sederhana, karyawan dan keluarganya akan lebih cenderung
untuk pindah dan tinggal bersama masyarakat yang mereka lihat menawarkan hidup yang
berkualitas baik dengan peluang pendidikan, rekreasi dan kerja yang berjangka panjang,
khususnya bagi kalangan muda. Ini menjadi insentif yang kuat bagi para perusahaan
untuk menginvestasikan waktu dan sumberdaya dalam berkontribusi terhadap program
berkelanjutan untuk masyarakat.
1.3 Menyadari tantangan yang ada
Keterlibatan dan berkelanjutan untuk masyarakat dapat menjadi hal yang penuh tantangan
- sekaligus dapat memberi hasil yang sangat sepadan - dan tidak ada solusi sederhana agar
sukses. Masyarakat merupakan suatu badan yang kompleks dan dinamis, dan dapat bereaksi
dengan berbagai cara terhadap upaya perusahaan untuk terlibat bersama mereka. Tidak ada
jaminan bahwa sesuatu yang berhasil di konteks tertentu dapat dengan mudah dipindahkan
ke konteks lain, atau mengikuti ‘praktek kerja yang baik’ akan selalu mendapatkan hasil yang
diharapkan.
Perusahaan harus mengambil pandangan jangka panjang saat menilai kesuksesan suatu
inisiatif masyarakat; misalnya, perusahaan mungkin harus bekerjasama dengan suatu
masyarakat selama beberapa tahun dalam proses memastikan bahwa penduduk setempat
mendapat suara dalam berkelanjutan untuk yang berpengaruh terhadap mereka, dan
barulah masyarakat itu dapat memutuskan apakah akan menentang proposal berkelanjutan
untuk dari perusahaan, atau terhadap komponen daripadanya. Dari sudut pandang industri,
ini tampaknya merupakan suatu kegagalan, tapi apakah benar demikian? Di jangka pendek,
perusahaan dapat saja merasa frustrasi karena tidak berhasil mendapatkan dukungan
masyarakat untuk proyeknya. Tapi dalam proyek yang lain, di lokasi yang lain, perusahaan
ini mungkin saja mendapat akses sebagai hasil langsung dari beroperasi dengan mematuhi
nilai-nilai yang baik, dan menghormati sudut pandang masyarakat lokal.
Pengetahuan tentang strategi efektif untuk mendukung berkelanjutan untuk masyarakat
masih terus berkembang. Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan pertambangan di
Australia yang baru-baru ini saja terlibat dalam aktivitas berkelanjutan untuk masyarakat
yang terstruktur, dan masih terlalu dini untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari
inisiatif-inisiatif ini. Oleh karena itu, salah satu kunci untuk dapat beroperasi secara efektif
adalah dengan memiliki sistem dan proses yang baik, termasuk evaluasi yang teratur, serta
kemampuan untuk belajar dan beradaptasi ketika keadaan berubah. (Lihatlah pada studi kasus
Program Kemitraan Masyarakat BMA dalam buku ini, sebagai contoh penggunaan evaluasi
untuk menginformasikan perkembangan program).
Beberapa tantangan spesifik yang terkait dengan keterlibatan dan berkelanjutan untuk
masyarakat akan dibahas dalam bagian lain dalam buku ini, dan tersedia panduan mengenai
bagaimana cara mengatasi tantangan-tantangan ini.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
2.0 KONSEP UTAMA
2.1 Mendefinisikan kata ‘masyarakat’
Konsep masyarakat umum digunakan dalam industri pertambangan untuk menunjuk pada
masyarakat geografik di area kepentingan operasi (lihat Tabel 1). Namun demikian, mungkin
ada cara-cara lain yang sama sahnya untuk menentukan suatu masyarakat; misalnya sebagai
jaringan orang-orang yang secara geografis terpisah-pisah namun saling terkait oleh
serangkaian minat atau pengalaman yang sama. Dalam konteks industri pertambangan,
contoh lokasi masyarakat suatu tambang dapat lebih luas daripada sekedar orang yang tinggal
di area sekitar, karena dalam operasi dengan transportasi keluar-masuk pertambangan,
banyak karyawan dan keluarganya tinggal di kota yang berjauhan. Contoh lainnya adalah
ketika beberapa Pemilik Tradisional (Traditional Owner) tanah tempat lokasi tambang tetap
mempertahankan keterkaitan mereka dengan tanah tersebut, namun telah tinggal di pusatpusat kota regional yang berjauhan jaraknya.
Apapun definisi dari masyarakat, penting untuk tidak memperlakukannya sebagai suatu
badan yang homogen. Malah, hal sebaliknyalah yang biasanya sering terjadi. Masyarakat juga
bersifat politis, dalam artian bahwa dinamika kekuasaan juga terjadi sama seperti di situasi
kelompok lainnya. Anggota masyarakat kemungkinan besar memiliki pendapat yang berbedabeda tentang tambang, aktivitasnya dan industri pertambangan secara umum. Bagian-bagian
masyarakat yang berbeda juga memiliki keterlibatan yang berbeda dengan tambang itu,
misalnya tergantung dari apakah mereka merupakan tetangga dekat, karyawan, kalangan
bisnis lokal ataupun Pemilik Tradisional.
Konteks sejarah, budaya, politis dan legislatif lokal ini dapat membantu suatu tambang untuk
menentukan siapa sajakah unsur masyarakat setempatnya, dan menentukan cara terbaik
untuk berinteraksi dan terlibat dengan penduduk di dalam masyarakat tersebut.
Di dalam proses keterlibatan ini, sangatlah penting bagi perusahaan untuk sejak awal mencari
tahu bagaimana susunan masyarakat setempat dan mendapatkan informasinya dari berbagai
unsur dan tingkatan penduduk, agar proses keterlibatan tersebut dapat dibuat khusus sesuai
keadaan.
Jender juga merupakan sebuah pertimbangan penting dalam memahami suatu masyarakat.
Tambang cenderung menjadi industri yang didominasi pria, tetapi wanita memainkan
peran penting dalam masyarakat sebagai pekerja, anggota keluarga dan individual, dan
seringkali sangat aktif dalam kelompok-kelompok masyarakat. Dalam beberapa situasi
tertentu, diperlukan upaya khusus untuk memastikan sudut pandang wanita didapatkan, dan
bahwa wanita dapat secara proaktif termasuk di program pembangunan keterlibatan dan
berkelanjutan untuk masyarakat.
Definisi masyarakat menurut Enduring Value
Suatu masyarakat adalah sekelompok orang yang tinggal di area atau wilayah tertentu.
Dalam industri tambang, istilah masyarakat umumnya berlaku pada penduduk di dalam
dan sekitar wilayah yang terpengaruh oleh aktivitas perusahaan. (Minerals Council of
Australia, 2005).
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
2.2 Menjelaskan terminologi: masyarakat dan para pemangku
kepentingan
Pemangku kepentingan atau pihak-pihak yang berkepentingan secara umum didefinisikan
sebagai orang-orang yang memiliki kepentingan dalam keputusan tertentu, baik sebagai
individu maupun sebagai perwakilan dari suatu kelompok. Ini mencakup orang-orang yang
mempengaruhi suatu keputusan, atau dapat mempengaruhinya, serta orang-orang yang
terpengaruh oleh keputusan tersebut (Minerals Council of Australia, 2005).
Menurut definisi ini, masyarakat setempat atau masyarakat lokal dapat dianggap sebagai
pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan. Namun demikian, dua istilah ini
tidak saling menggantikan. Beberapa pihak yang penting berasal dari luar masyarakat lokal,
seperti organisasi non-pemerintah (atau lembaga swadaya masyarakat) baik nasional maupun
internasional, lembaga keuangan, pemerintah daerah dan nasional, serta unsur media.
Sebaliknya, tidak semua orang dalam masyarakat mengidentifikasi diri sebagai pihak yang
berkepentingan - beberapa orang menganggap ini sebagai istilah generik yang tidak berlaku
pada orang yang tinggal di wilayah setempat.
Beberapa tambang telah berusaha menjawab ketegangan ini dengan menyebut masyarakat
lokal sebagai ‘pemangku kepentingan atau pihak berkepentingan primer’, atau ‘pemangku
kepentingan atau pihak berkepentingan utama’. Ini menunjukkan pengakuan akan nilai penting
dari masyarakat tuan rumah, sekaligus mengakui bahwa kewajiban perusahaan untuk terlibat
dengan pihak-pihak yang berkepentingan jauh melewati batas-batas dari masyarakat tersebut.
Melihat bahwa 60 persen dari operasi penambangan Australia bertetangga dengan
masyarakat Penduduk Asli, haruslah diberikan pertimbangan khusus kepada Penduduk Asli
Australia ini sebagai ‘pemangku kepentingan utama’ atau, menurut argumen beberapa pihak,
sebagai ‘pemilik hak’, yaitu sebagai pengakuan atas hak-hak dan kepentingan Penduduk Asli,
dan hubungan khusus antara Penduduk Asli dengan tanah dan air di sana.
Peraturan mengenai Hak Tanah Penduduk Asli, hak-hak tanah dan perlindungan atas warisan
sejarah, memberikan suatu kerangka kerja yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap
hak-hak semacam itu, dan berkelanjutan untuk hubungan yang saling menguntungkan
antara industri pertambangan Australia dan Penduduk Asli Australia. Informasi tambahan
mengenai hak-hak tanah dan perlindungan warisan budaya terdapat dalam buku pedoman
berjudul Working with Indigenous Communities (“Bekerja Bersama Masyarakat Penduduk
Asli”) yang telah diproduksi sebagai bagian dari seri buku Praktek Unggulan dalam Program
Pembangunan Berkelanjutan di Industri Pertambangan.
2.3 Keterlibatan Masyarakat: suatu proses yang beragam
Keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan tidaklah baru, dalam pengertian bahwa
perusahaan pertambangan selalu berinteraksi dengan berbagai kelompok eksternal seperti
pembuat peraturan, pemerintah, pelanggan dan pemasok, Penduduk Asli, tetangga dekat,
dewan setempat dan/atau karyawan. Namun demikian, akhir-akhir ini titik pusat perhatian
dan latar belakang alasan untuk keterlibatan masyarakat telah berubah, di mana banyak
perusahaan kini menempatkan aktivitas ini sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap
berkelanjutan untuk berkelanjutan dan tanggung jawab sosial korporat (corporate social
responsibility/CSR).
Bagian ini menjabarkan dua kerangka kerja yang bermanfaat, dan bisa digunakan untuk
menggolongkan dan menjelaskan cara-cara pendekatan yang berbeda mengenai keterlibatan
masyarakat di dalam industri pertambangan.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
2.3.1 Spektrum dari The International Association of Public Participation
(IAP2)
Spektrum Partisipasi Publik IAP2 mewakili keterlibatan masyarakat sebagai suatu aktivitas
yang berlangsung terus menerus, seperti tampak pada Gambar 1.
Figure 1: The IAP2 Public Participation Spectrum
Informasikan
Konsultasikan
Melibatkan diri
Bekerjasama
Menegakkan
(lihat juga di http://www.iap2.org.au/)
Pada satu sisi spektrum, keterlibatan masyarakat mungkin melibatkan tidak lebih dari interaksi
mendasar dengan masyarakat lokal, seperti memberikan informasi mengenai operasi tersebut.
Ini seringkali difasilitasikan melalui gerai informasi, siaran pers, newsletter, brosur, pengiriman
surat mengenai program, situs web dan nomor telepon khusus (hotline). Penggunaan teknikteknik ini sering dianggap sebagai cara untuk memberikan informasi dasar kepada berbagai
pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan. Saat proses keterlibatan ini bergerak
ke metode interaksi pemangku kepentingan yang lebih terarah, digunakanlah sistem konsultasi
untuk menentukan bidang-bidang risiko dan peluang tertentu. Interaksi seperti ini dapat
meliputi pertemuan umum, kelompok diskusi, pengumpulan pendapat (polling), focus group
dan survei.
Setelah pemangku kepentingan atau pihak yang berkepentingan ini berhasil diidentifikasi,
prosesnya menjadi lebih dari sekedar pengumpulan dan penyebaran informasi, dan bergerak
menuju model interaksi dua arah.
Tahap keterlibatan dan kerjasama mewakili sebuah interaksi yang lebih aktif, dan terkadang
berbasis pada pemangku kepentingan. Kegiatan dalam area ini meliputi lokakarya (workshop)
dan kelompok diskusi, lingkaran pembelajaran, wawancara, kelompok referensi dan
komite konsultasi masyarakat. Di ujung spektrum lainnya, pemberdayaan mewakili suatu
tingkat keterlibatan yang dapat diperluas sampai ke partisipasi di dalam perencanaan dan
pengambilan keputusan, bukan hanya pada masalah-masalah yang terkait dengan dampak
operasional, namun juga pada keputusan tentang masa depan masyarakat setelah tambang
tersebut ditutup. Semakin maju proses keterlibatan operasi atau proyek, semakin akan
menggunakan teknik-teknik di sisi kanan spektrum.
Meskipun Spektrum Partisipasi Publik IAP2 ini bermanfaat untuk berpikir tentang proses
keterlibatan, konsep ini lebih mudah diterapkan pada proses konsultasi di sekitar kejadian
atau keputusan yang tertentu daripada suatu hubungan antara perusahaan pertambangan
dan masyarakat yang dapat berlangsung sampai berpuluh tahun, tergantung dari usia
tambang. Terkadang, bentuk keterlibatan yang lebih mendasar, seperti pemberian informasi,
sudah cukup memadai. Proses-proses ini harus digunakan dan dilihat sebagai bagian dari
keseluruhan proses keterlibatan, yang dirancang untuk memungkinkan adanya keterlibatan
yang memadai oleh semua pihak berkepentingan. Pemberdayaan itu penting, tapi jangan
menjadi tujuan dari setiap interaksi dengan pihak berkepentingan. Diperlukan ragam
pendekatan yang lain pada waktu dan masalah yang berbeda.
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
2.3.2 Satu kerangka kerja kegenerasian
Satu kerangka kerja lain, yang berkaitan spesifik dengan industri pertambangan, dijabarkan
dalam Tabel 1 di bawah ini. Kerangka kerja ini (Kemp and Boele, 2006) menjelaskan evolusi dari
pemangku kepentingan dan keterlibatan masyarakat dalam industri. Tabel ini menggarisbawahi
pola dalam pengertian luas saja; dalam kenyataannya batas antara masing-masing generasi
tidaklah serapi ini dan unsur-unsur dari berbagai cara pendekatan yang berbeda seringkali hadir
bersamaan dalam satu organisasi. Walaupun demikian, tabel ini bermanfaat untuk merangkum
bagaimana cara pendekatan industri terhadap program keterlibatan telah berubah - dan akan
selalu berubah - dan untuk mengidentifikasi tantangan-tantangan yang menanti di masa depan.
Tabel 1: Generasi-generasi keterlibatan pemangku kepentingan dalam industri pertambangan
Gen 1
Gen 2
Gen 3
Tradisional
Cara Pendekatan
Gen 4
Sedang Berkembang
Perhatian
Kepatuhan hukum
Reputasi
Izin Sosial beroperasi
Kemanusiaan
dan
ekologi
Sasaran khalayak Pembuat Yang berpengaruh
Peraturan
dan terpandang
Yang terkena dampak dan dipengaruhi
Termasuk minoritas
dan termarjinalkan
Prioritas
Ilmu pengetahuan
Pesan
Dialog dan hubungan
Ekuitas
Menenangkan
Memahami
Memberdayakan
Risiko
Risiko dan peluang
Hak-hak dan
kewajiban
Maksud
Informasi
Fokus Kepatuhan
Manajemen
Interaksi
Sudah ditentukan sebelumnya
Reaktif
sistematik
Proaktif dan sistematik
Partisipatif
Kemunculannya
Isu
Krisis
Berlangsung terus
Berkelanjutan
Transparan dan bertanggungjawab
Saling
Akses
Tertutup
Terbuka
Disiplin
Teknis
Hubungan masyarakat Hubungan masyarakat Berkelanjutan untuk
umum (humas)
sekitar
Arus informasi
Satu arah
Dua arah
Responsif
Kompleks dan
multi-arah
Fokus Internal
Eksternal
komunikasi
Internal dan eksternal
Holistik
Pemberian pesan Ditetapkan terlebih dahulu
Telah
dibangun
Dibuat khusus Intuitif
Global
Lokal ke global
Berdasarkan Jaringan
Jangkauan
Regional
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
Cara pendekatan tradisional: generasi pertama dan kedua
Keterlibatan pemangku kepentingan di generasi pertama umumnya berakar dari kerangka
kerja kepatuhan/hukum. Fokus dari keterlibatan adalah pertimbangan teknis dan ilmiah,
serta yang dianggap pemangku kepentingan utama adalah pembuat peraturan. Mekanisme
keterlibatan umumnya bersifat resmi dan sudah ditentukan terlebih dahulu, dengan maksud
untuk memberi informasi, dan tidak untuk melibatkan kelompok-kelompok spesifik.
Di tahun 1980-an dan 1990-an, terjadinya beberapa kasus terkenal dan dengan dampak
lingkungan dan sosial yang serius menyebabkan melemahnya kepercayaan publik kepada
industri pertambangan dalam skala global. Selama periode ini, industri menjadi kuatir dengan
reputasinya dan perusahaan mulai memperluas fokus mereka dan terlibat dengan berbagai
pemangku kepentingan eksternal, termasuk media global dan LSM internasional. Komunikasi
krisis dan masalah (crisis and issues communications), berdasarkan paradigma dalam
kehumasan, muncul sebagai fungsi korporat yang penting. Meskipun keterlibatan generasi
kedua menjadi lebih terbuka daripada sebelumnya, interaksi dengan pemangku kepentingan
tetap terutama berfokus pada pengurangan ketegangan, baik yang aktual maupun yang diduga
akan terjadi, daripada membangun suatu hubungan baik yang berlangsung terus menerus.
Cara pendekatan yang sedang berkembang: generasi ketiga dan keempat
Dalam milenium yang baru ini, industri pertambangan telah terlibat serius dengan agenda
pembangunan berkelanjutan, dan telah memahami bahwa masyarakat lokal, khususnya orangorang yang terkena dampak dan pengaruh, sanggup mempengaruhi kemampuan industri
untuk mendapatkan akses ke sumberdaya. Perusahaan-perusahaan yang progresif telah
berubah dari mentalitas krisis yang defensif, menjadi perusahaan yang melaksanakan dialog
dengan masyarakat lokal. Perusahaan-perusahaan ini menggunakan berbagai mekanisme
selain hubungan masyarakat (public relations) untuk dapat memahami dan menanggapi
secara proaktif masalah-masalah dari pemangku kepentingan, keluhan atau kekuatiran dari
masyarakat setempat, dan aspirasi masyarakat.
Sebagai respon terhadap agenda pembangunan berkelanjutan, semakin banyak perusahaan
kini memusatkan perhatian pada bagaimana mereka dapat berkontribusi terhadap
berkelanjutan untuk masyarakat yang melebihi usia tambang. Prestasi sepenuhnya dari cara
pendekatan generasi keempat tidak akan terjadi dalam waktu singkat, dan mungkin saja
tidak akan pernah terwujud seluruhnya, tapi banyak perusahaan mulai menyadari beberapa
aspek pentingnya, seperti mencakupkan kelompok-kelompok minoritas dan kelompok yang
termarjinalkan dalam berkelanjutan untuk masyarakat, dan secara resmi mengakui relevansi
dan pentingnya hak-hak asasi manusia.
Kerangka kerja generasional ini juga menekankan bahwa generasi ketiga dan keempat relatif
mulai berkembang baru-baru ini saja, maka itulah sebabnya metodologi dan cara pendekatan
dalam bidang-bidang ini masih terus berubah atau berevolusi.
2.4 Berkelanjutan untuk masyarakat dalam konteks pertambangan
Di dalam industri pertambangan, berkelanjutan untuk masyarakat merupakan sebuah istilah
yang banyak diasosiasikan dengan konteks bantuan dana internasional, sektor pembangunan
dan negara berkembang. Namun demikian, kini terminologi tersebut banyak diterapkan di
Australia karena pemerintah dan organisasi-organisasi lain menyadari pentingnya untuk
membangun masyarakat dan wilayah secara berkelanjutan.
Sektor korporat, termasuk industri pertambangan, juga mengadopsi istilah berkelanjutan
untuk masyarakat untuk mengkomunikasikan suatu cara pendekatan yang lebih dari sekedar
sekali hibah dan sistem paternalisme, menjadi sesuatu proses yang berfokus pada hasil jangka
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
panjang dan lebih bersifat kerja sama dan kemitraan. Dalam model yang sedang berkembang
ini, perusahaan bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam inisiatif-inisiatif
yang dapat membantu memperkuat modal sosial, manusia, ekonomi dan budaya dari wilayah
tersebut.
Seperti yang dibahas dengan terperinci dalam Bagian Dua dari buku pedoman ini,
berkelanjutan untuk masyarakat pada dasarnya adalah berkontribusi kepada masyarakat
agar mereka dapat lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasinya, baik sekarang
maupun di masa depan.
Pada artian yang terluas, berkelanjutan untuk masyarakat adalah upaya meningkatkan kualitas
hidup dan meningkatkan standar kehidupan dalam pengertian ekonomi murni.
Banyak perusahaan pertambangan yang telah berkontribusi terhadap wilayahnya dengan
memberikan pekerjaan langsung, menciptakan peluang usaha, membayar pajak dan royalti
dan memberikan sumbangan serta dukungan sponsor kepada masyarakat. Beberapa
perusahaan telah bergerak lebih dari ini, dengan menciptakan lowongan kerja dan peluang
usaha di luar industri pertambangan, dan secara aktif mengembangkan ketrampilan dan
kemampuan penduduk agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan di industri dan konteks lain
setelah tambang ditutup. Perusahaan lain memfokuskan energi dan upayanya pada pekerjaan
dan peluang bisnis khusus untuk Penduduk Asli, dan telah mengembangkan program-program
untuk mendukung mereka dalam masa transisi dari bantuan sosial ke pekerjaan.
Berkelanjutan untuk masyarakat mencakup upaya membantu orang-orang untuk saling
terhubung dan saling mendukung melalui organisasi dan jaringan. Ini juga dapat mencakup
industri yang bekerja atau memberi pengaruh terhadap pemerintah, lembaga dan badan lain
untuk turut berkontribusi, misalnya pada:
•
•
•
•
peningkatan kesehatan publik dan layanan lainnya
perbaikan lingkungan setempat, membangun kebanggaan masyarakat
penguatan lembaga-lembaga lokal
bekerja dengan kelompok termarjinalkan, untuk membantu mereka berpartisipasi lebih
lengkap dalam berkelanjutan untuk masyarakat mereka .
Fokus dari program-program berkelanjutan untuk masyarakat bervariasi, berdasarkan lokasi
dari masyarakat itu sendiri; kemampuan, kebutuhan dan aspirasi anggota masyarakat;
prioritas dari masyarakat; dasar ekonomi masyarakat dan wilayah yang lebih luas; dan
kekuatan serta kapasitas dari lembaga lainnya - seperti organisasi regional dan pemerintah
negara bagian/teritori atau pemerintah setempat - yang seringkali memiliki tanggung jawab
langsung untuk menyediakan layanan dan infrastruktur. Dalam konteks Australia, biasanya
perusahaan tidaklah diperlukan - bahkan tidak diharapkan - untuk menjadi pemimpin dalam
proses berkelanjutan untuk masyarakat. Melainkan, fokusnya terutama pada kemitraan dengan
organisasi dan badan pemerintah lainnya yang telah memiliki keahlian dalam bidang tersebut,
menyesuaikan aktivitas dengan proses perencanaan masyarakat yang sudah tersusun, dan
memperluas program-program dan inisiatif yang sudah ada dan berhasil.
2.5 Hubungan antara keterlibatan masyarakat dan berkelanjutan
untuk masyarakat
Keterlibatan dan pengembangan masyarakat merupakan proses yang saling bertindihan,
namun tetap beda. Keterlibatan masyarakat yang efektif merupakan bagian integral dari
berkelanjutan untuk masyarakat, tapi keterlibatan juga dapat dilaksanakan untuk tujuan-tujuan
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
lain; misalnya untuk menjawab kekuatiran masyarakat tentang dampak lingkungan. Demikian
pula, berkelanjutan untuk masyarakat bukan hanya sekedar berinteraksi dengan masyarakat;
misalnya merancang program dan mengaitkannya dengan pemerintah dan organisasi lain.
Tabel 2 memberikan contoh ilustrasi dari jenis-jenis aktivitas yang dapat dikategorikan
secara luas ke dalam dua proses ini. Diberikan contoh-contoh untuk setiap tahap siklus usia
proyek, untuk menunjukkan bagaimana aktivitas ini dapat dilaksanakan di sepanjang usia
proyek. Contoh-contohnya mencakup berbagai jenis aktivitas keterlibatan dan berkelanjutan
untuk, mulai dari penyediaan informasi sampai ke pemberdayaan. Contoh ini diberikan untuk
memberi indikasi jenis-jenis aktivitas yang dapat dipilih oleh masing-masing operasi - tapi
sama sekali bukanlah petunjuk baku, karena aktivitas yang tertera tidaklah cocok untuk
seluruh jenis operasi.
Tabel 2: Aktivitas keterlibatan masyarakat dan berkelanjutan untuk masyarakat
Tahapan Proyek Contoh aktivitas keterlibatan
masyarakat Contoh aktivitas berkelanjutan untuk
masyarakat
Eksplorasi
Diskusi dan dialog dengan tujuan:
• mencari izin untuk akses ke lahan
• menegosiasikan penggunaan lahan
dan kesepakatan lainnya
• mengidentifikasi dan menjawab
masalah warisan budaya
• memberitahu penduduk tentang
aktivitas dan jadwal eksplorasi .
Mengelola ekspektasi dan menjawab
kekuatiran masyarakat mengenai:
• dampak dari eksplorasi
• potensi berkelanjutan untuk di masa depan
• peluang bagi masyarakat jika
sumberdaya ini dikembangkan.
Memfasilitasi peluang bagi
penduduk lokal untuk bekerja di
perusahaan, atau menyediakan
produk atau jasa terhadap
pelaksanaan eksplorasi.
Membantu kelompok-kelompok
Pemilik Tradisional untuk
membangun kapasitas mereka
dalam bernegosiasi.
Mendukung atau berkontribusi
terhadap pembangunan
infrastruktur di wilayah eksplorasi.
Pembangunan Terlibat dalam diskusi dan negoasiasi
tahap lanjutan dengan tujuan:
proyek
• izin yang bersifat terus menerus untuk
akses ke lahan
• memenuhi kewajiban dari penggunaan
lahan dan kesepakatan lainnya
• mengidentifikasi masalah budaya yang
lebih luas dari eksplorasi, misalnya
pemetaan zona terlarang, atau
perlindungan aktif terhadap lokasilokasi tertentu.
Penyediaan informasi mengenai
pembangunan proyek, khususnya ketika
pembangunan proyek tersebut tidak
pasti.
Melibatkan masyarakat dalam
pemantauan dasar terhadap aspek
lingkungan, sosio-ekonomi dan budaya.
Membuat forum dan struktur konsultatif
10
Melaksanakan analisis kebutuhan
masyarakat dan penelitian dasar,
mencakup pemahaman akan kapasitas
masyarakat untuk menghadapi
perubahan, dan kekuatan dari jaringan
dan lembaga dalam masyarakat.
Bekerja sama dengan para
pemangku kepentingan utama,
merencanakan program-program
berkelanjutan untuk masyarakat
dari perusahaan yang dapat
mencakup antara lain:
• membuat yayasan atau wali
amanat untuk mengelola royalti,
dan/atau kontribusi korporat
terhadap masyarakat
• mendukung dan/atau
berkontribusi terhadap
perbaikan infrastruktur
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
(seperti komite hubungan dengan
masyarakat).
•
•
•
•
masyarakat (misalnya sekolah,
perumahan)
program penjangkauan, bagi
kelompok-kelompok yang
termarjinalkan
membangun kapasitas dari
usaha lokal dan Penduduk Asli
agar dapat memberikan produk
atau jasa kepada perusahaan
membangun kapasitas dari
penduduk lokal dan Penduduk
Asli agar bisa mendapatkan
pekerjaan di perusahaan.
Berhubungan dengan
pemerintah mengenai rencana
pembangunan wilayah.
Konstruksi
Memahami dan menjawab kekuatiran
masyarakat mengenai dampak
lingkungan dan sosial dari aktivitas
konstruksi berskala-besar.
Menangani ekspektasi masyarakat
mengenai pekerjaan dan peluang
ekonomi dalam tahapan konstruksi dan
tahapan selanjutnya.
Berhubungan dengan tetangga dekat
untuk mengelola fasilitas dan menangani
masalah akses.
Menerapkan programprogram untuk membantu
mengintegrasikan karyawan dan
keluarganya ke dalam masyarakat.
Bermitra dan bekerjasama dengan
pemerintah dan organisasi lain
untuk memastikan terwujudnya
layanan yang lebih baik (seperti
perawatan anak, pendidikan,
perumahan) kepada masyarakat
yang terkena dampak aktivitas
konstruksi.
Menyediakan pekerjaan,
pelatihan dan peluang usaha
bagi penduduk setempat dalam
tahapan konstruksi dan tahapan
selanjutnya.
Operasi
Menangani masalah fasilitas dan
lingkungan yang terus terjadi, dan
menjawab kekuatiran lain dari
masyarakat.
Membuat sistem untuk memastikan
operasi dapat merespon kekuatiran
dari masyarakat, dan memastikan
bahwa kesepakatan telah dipatuhi dan
diwujudkan.
Terus menginformasikan kepada
penduduk akan apa yang sedang terjadi
di tambang (misalnya melalui Open Day
atau hari kumpul bersama, newsletter,
nomor telepon hotline).
Berpartisipasi dalam kelompok dan
forum konsultatif, dan menjaga
keterlibatan dan fokus dari kelompokkelompok ini.
Bekerjasama dengan masyarakat
untuk mengalokasikan dan
membagikan dana berkelanjutan
untuk masyarakat, sesuai dengan
analisis kebutuhan masyarakat.
Menerapkan atau mendukung
inisiatif yang menjawab
kebutuhan masyarakat yang telah
diidentifikasikan.
Membangun kapasitas dari
organisasi lokal (seperti melalui
pemberian pendanaan dan
dukungan barang kepada
sukarelawan dan organisasi
nirlaba).
Menyediakan pelatihan, pekerjaan
dan peluang berkelanjutan untuk
usaha bagi penduduk setempat.
Bermitra dan bekerja sama
dengan organisasi lain untuk
mewujudkan layanan yang lebih
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
11
baik bagi masyarakat.
Mendukung atau mendanai
program pembentukan visi
masyarakat.
Perencanaan
untuk
penutupan
tambang
Melibatkan para pemangku kepentingan
eksternal dalam pengambilan keputusan
mengenai tataguna lahan pasca-tambang
dan jauh sesudahnya, dan sebaiknya
sejak awal usia operasi.
Memastikan bahwa masyarakat selalu
diinformasikan mengenai perkembangan
yang penting, dan memahami jadwal
penutupan tambang.
Berhubungan dengan badan-badan
penting (seperti pemerintah setempat,
badan perumahan) untuk meminimalkan
gangguan terhadap layanan dan
meredakan dampak negatif bagi
masyarakat.
Mengatasi masalah ketidakpastian
dan kecemasan dalam masyarakat
dan tenaga kerja mengenai penutupan
tambang tersebut.
Bekerja bersama masyarakat
untuk membantu mereka
menentukan masa depan pascatambang, atau menyediakan
dukungan bagi masyarakat
untuk menjalani proses ini
secara mandiri.Mengidentifikasi
penggunaan alternatif yang layak
bagi tanah pertambangan dan
infrastruktur proyek.
Membantu membangun
kapasitas penduduk lokal untuk
memanfaatkan peluang yang
tersedia dari penutupan tambang.
Menyediakan pekerjaan dan
peluang usaha di sekitar
penutupan (misalnya pekerjaan
rehabilitasi dan pemantauan
lingkungan).
Mempertimbangkan programprogram yang bertujuan untuk
membangun usaha dan aktivitas
alternatif yang tidak tergantung
pada pertambangan (seperti
pariwisata, proyek pertanian).
Jika memungkinkan, membuat
sarana seperti yayasan atau
wali amanat untuk memberikan
tunjangan ekonomi setelah usia
tambang berakhir.
Idealnya, rencana penutupan tambang harus diawali sejak awal usia operasi. Aktivitas
berkelanjutan untuk dan keterlibatan yang berfokus pada penutupan tambang harus dilakukan
paralel bersama manajemen operasi. Keterangan lebih lanjut mengenai strategi penutupan
tambang tersedia dalam buku pedoman Mine Closure and Completion (Penutupan dan
Penyelesaian Tambang) yang telah diproduksi sebagai bagian dalam seri buku Praktek Unggulan
Pembangunan Berkelanjutan pada Industri Pertambangan.
12
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
3.0 KETERLIBATAN MASYARAKAT:
PRINSIP DAN PRAKTEK
3.1 Referensi panduan
Berbagai alat bantu dan panduan telah tersedia untuk membantu perusahaan pertambangan
terlibat lebih sukses dengan masyarakat lokal, dan jika memungkinkan, membantu mereka
bergerak menuju berkelanjutan untuk masyarakat. Keterangan mengenai cara mengakses
referensi ini tersedia di akhir buku pedoman ini.
Meskipun alat-alat bantu dan panduan ini memberikan saran praktis mengenai keterlibatan
masyarakat, setiap program seharusnya mencerminkan kebutuhan masing-masing pihak
yang terlibat. Perusahaan pertambangan harus dapat mengadaptasi program keterlibatan
mereka untuk menjawab tanggapan atau usulan dari masyarakat.
3.2 Prinsip dari keterlibatan yang efektif
Terdapat beberapa prinsip yang telah diakui luas, dan memberikan panduan bagi perusahaan
mengenai apa saja yang diperlukan untuk dapat menggerakkan organisasi melewati tahap
pemberian informasi rutin dan proses konsultasi untuk mencakup proses-proses yang lebih
proaktif.
Tabel 3: Prinsip-prinsip industri untuk keterlibatan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan
Prinsip 10 dari Kerangka Kerja Berkelanjutan untuk berkelanjutan “Enduring Value”
adalah untuk ‘menerapkan keterlibatan, komunikasi dan pelaporan yang diverifikasi secara
independen secara efektif dan transparan, dengan pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap kami’. Prinsip ini lalu dibagi menjadi unsur-unsur berikut ini:
10.1 laporan mengenai kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan serta kontribusi terhadap
berkelanjutan untuk berkelanjutan
10.2 memberikan informasi yang tepat waktu, akurat dan relevan
10.3 terlibat dan memberi respon kepada pemangku kepentingan melalui proses
konsultasi terbuka.
Prinsip-Prinsip Keterlibatan dengan Masyarakat dan Pemangku kepentingan dari
Ministerial Council on Mineral and Petroleum Resources (MCMPR) atau Dewan
Menteri-Menteri Sumber Daya Mineral dan Minyak Bumi) adalah:
1. komunikasi—baik mendengarkan maupun berbicara
2. transparansi—informasi yang jelas dan disepakati bersama, serta proses tanggapan
atau umpan balik
3. kolaborasi—bekerja sama untuk mencari hasil yang saling menguntungkan
4. inklusif—mengakui, memahami dan mencakup masyarakat dan pihak-pihak yang
berkepentingan sejak dini dan di seluruh proses
5. integritas—melakukan keterlibatan dengan cara yang menumbuhkan saling percaya dan
dan saling menghormati.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
13
Prinsip ‘inklusivitas’
Sebuah kerangka kerja yang diakui secara internasional, dan memberikan serangkaian prinsip
sederhana namun mempunyai jangkauan luas dalam hal keterlibatan adalah seri AA1000
(AccountAbility, 2005). Meskipun kerangka kerja ini terkait lebih luas kepada pemangku
kepentingan, prinsipnya dapat diterapkan pada keterlibatan di tingkat masyarakat. Inilah satusatunya standar internasional yang telah diakui, yang menangani kualitas dari keterlibatan
pemangku kepentingan, dan tidak sekedar mekanisme dan proses-proses yang membentuk
proses keterlibatan tersebut.
Prinsip AA1000 yang menjangkau luas ini adalah prinsip inklusivitas. Menjadi inklusif berarti
memberikan kepada semua anggota masyarakat hak untuk didengar, termasuk kalangan
masyarakat yang paling termarjinalkan, dan menerima kewajiban untuk memberi tanggapan
pada mereka. Dalam konteks industri pertambangan, inklusivitas juga menuntut perusahaan
untuk mengidentifikasi dan memahami dampak dari aktivitas dan produk mereka di tingkat
hulu, serta kebutuhan, ekspektasi dan persepsi dari masyarakat.
Inklusivitas dijabarkan ke dalam tingkat operasi oleh tiga prinsip penting lain dalam AA1000,
yaitu tingkat kepentingan, menyeluruh, dan kemampuan-tanggap:
•
•
•
prinsip ‘tingkat kepentingan’ berarti mengetahui masalah apa yang paling penting dari
masyarakat dan organisasi
prinsip ‘menyeluruh’ menuntut bukan hanya mengetahui masalah material, tapi juga
memahaminya secara menyeluruh, termasuk sudut pandang, kebutuhan dan ekspektasi
kinerja orang lain
prinsip ‘kemampuan-tanggap’ menuntut perusahaan untuk menanggapi secara lengkap
masalah yang terpenting, atau menjelaskan mengapa mereka tidak mampu melakukannya.
Misalnya, agar sesuai dengan prinsip-prinsip ini, sebuah pabrik pemrosesan mineral dengan
masalah debu dan suara bising harus menyadari bahwa masalah ini penting bagi masyarakat.
Pabrik juga harus memahami sepenuhnya pandangan dari masyarakat dan kebutuhan mereka
yang berkaitan dengan penurunan tingkat debu dan suara bising, termasuk apa yang termasuk
indikator kinerja yang dapat diterima, menanggapi dengan tindakan nyata untuk mengatasi
masalah ini, dan mengkomunikasikan kinerja selanjutnya. Studi kasus Tambang Beltana
merupakan contoh dari penerapan prinsip-prinsip ini untuk mengatasi keluhan masyarakat
mengenai dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan.
14
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Studi kasus: Tambang dan anggur, Tambang Beltana
Xstrata Coal
Studi kasus ini menunjukkan manfaat bersama yang didapat dari berinvestasi dalam
kemitraan yang kuat antara industri dengan masyarakat, untuk mengatasi keluhan
masyarakat mengenai dampak lingkungan dari suatu proyek.
Di pertengahan 1990-an, tambang Bulga Coal dari Xstrata, beroperasi di Hunter Valley,
New South Wales mengajukan izin eksplorasi untuk menyelidiki lebih jauh sumberdaya
batu bara di area yang terletak di bawah 40 ladang anggur komersial, dan berdekatan
dengan Wollombi Brook, sebuah aliran sungai penting di wilayah tersebut. Dalam rapat
terbuka yang dihadiri oleh 200 penduduk setempat, penduduk menyatakan kekuatiran
akan dampak dari tambang bawah tanah di budidaya anggur dan sumberdaya air di
wilayah tersebut, dan peristiwa ini juga dilansir oleh pers di seluruh negara bagian.
Dalam tanggapannya, perusahaan membentuk sebuah tim proyek yang spesifik dan
membuat sebuah komite konsultasi masyarakat untuk mengatasi kekuatiran masyarakat
tersebut. Dicapai kesepakatan dengan masyarakat mengenai pembangunan ladang
anggur simulasi di tambang bawah tanah South Bulga yang sudah ada sekarang, untuk
menilai dampak dari penggalian di bawah infrastruktur ladang anggur. Masyarakat selalu
diinformasikan mengenai hasil dari program eksplorasi dan ujicoba budi daya anggur ini
melalui kunjungan lapangan dan newsletter.
Selama pembuatan pernyataan dampak lingkungan untuk dapat meneruskan pekerjaan
bawah tanah di South Bulga ke highwall Beltana yang baru, yang disebut sebagai
longwall punch mine, dilaksanakanlah penilaian dampak yang lebih terperinci untuk
setiap lahan yang akan digali bawah tanahnya. Dikembangkan strategi manajemen lahan
pribadi, dan dibuat khusus untuk masing-masing lahan, lalu diberikan dalam bentuk
buku untuk para pemiliknya masing-masing. Setelah persetujuan proyek, buku ini lalu
dilengkapi lebih lanjut sebagai bagian dari proses rencana manajemen penggalian
bawah tanah. Terakhir, dibuat program konsultasi yang komprehensif untuk manajemen
Tambang Beltana yang selanjutnya.
Inisiatif-inisiatif ini memperkuat hubungan antara tambang dan masyarakat, dan
meminimalkan dampak lingkungan dari tambang terhadap ladang-ladang anggur.
Sebagai bukti keberhasilan dari program konsultasi ini, hanya ada dua penolakan dari
masyarakat saat pengajuan aplikasi berkelanjutan untuk dan pernyataan dampak
lingkungan.
Penggalian di bawah tanah ladang anggur yang masih beroperasi adalah yang pertama
kalinya di Australia, mungkin juga di dunia. Dengan tiadanya pengalaman atau riset
sebelumnya, potensi dampak dari penggalian bawah tanah ladang anggur haruslah
diselidiki dan kekuatiran para pemilik ladang anggur itu haruslah ditangani. Ini mengarah
ke pembentukan program pemantauan ladang anggur berkelas dunia, dan dikembangkan
sesuai konsultasi dengan para pemangku kepentingan utama dan dengan bantuan
dari kalangan akademisi dan konsultan. Hasil yang positif ini hanya dapat dicapai
melalui program konsultasi masyarakat yang terkoordinasi dengan baik, keterlibatan
yang erat dari para pemilik lahan yang terpengaruh, dan komitmen dari perusahaan
pertambangan. Hasil-hasil yang dicapai adalah:
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
15
•
•
•
•
•
pembentukan komite hubungan masyarakat dalam rangka eksplorasi
konsultasi yang komprehensif dan berlangsung terus menerus
pembentukan komite pengkajian teknis untuk mengawasi hasil-hasil dari program
pemantauan ladang anggur
hubungan yang lebih baik dengan masyarakat
persetujuan didapat secara tepat waktu.
Dikembangkan uji coba, rencana dan program-program berikut ini:
•
•
•
uji coba ladang anggur
rencana manajemen penurunan tanah (subsidence) lahan pribadi
program pemantauan ladang anggur.
Konsultasi dengan para pemangku kepentingan utama dalam berkelanjutan untuk
program pemantauan ladang anggur
Komentar studi kasus:
‘Dengan meluangkan waktu untuk mendengarkan para pemilik lahan setempat dan
menjawab kekuatiran mereka masing-masing, kita dapat bekerjasama di seluruh tahapan
proyek untuk mencapai hasil yang positif, baik bagi tambang maupun bagi masyarakat’
(David O’Brien, Group Manager Environment and Community, Xstrata Coal NSW).
3.3 Suatu cara pendekatan yang sistematik
Untuk mendapatkan dan mempertahankan izin sosial untuk beroperasi dari masyarakat lokal
dan pemangku kepentingan lain, dituntut kinerja yang konsisten. Bagi beberapa perusahaan,
kinerja sosial yang buruk di satu lokasi dapat mempengaruhi izin sosialnya di lokasi lain.
Sebuah cara pendekatan yang sistematik dapat membantu mempertahankan konsistensi di
dalam operasi maupun di antara operasi-operasi yang berbeda, seiring berjalannya waktu.
16
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Sistem ini memberikan ‘ingatan institusional’ sehingga komitmen yang dibuat oleh personil
utama pada suatu waktu, misalnya saat eksplorasi, telah direkam dan ditangani dengan baik
untuk seluruh siklus hidup operasi, dan tidak ada informasi yang hilang jika ada individu yang
keluar atau operasi telah berlanjut ke siklus hidup yang lain.
Beberapa perusahaan pertambangan telah menginvestasikan sumberdaya yang cukup besar
dalam mengembangkan dan menerapkan sistem-sistem manajemen untuk keterlibatan
masyarakat. Unsur-unsur dari sistem ini biasanya mencakup penggunaan penelitian sosioekonomi dasar dan kajian dampak sosial, proses perencanaan, dokumentasi prosedur,
perwujudan program, pengkajian dan audit yang teratur terhadap standar-standar dan tujuan
yang ditetapkan, dan fokus yang kuat terhadap manajemen informasi. Unsur-unsur ini berlaku
pada seluruh tahapan usia tambang, termasuk tahap penutupan.
Beberapa komponen penting dalam suatu cara pendekatan yang sistematik terhadap
keterlibatan masyarakat dijabarkan dalam bagian-bagian berikut ini, di bawah judul:
•
•
•
•
•
identifikasi dan analisis dari masyarakat dan pemangku kepentingan
penelitian sosio-ekonomi dasar dan kajian dampak sosial
penilaian risiko dan peluang
rencana keterlibatan
audit dan evaluasi.
Identifikasi dan analisis dari masyarakat dan pemangku kepentingan
Identifikasi dan analisis dari masyarakat dan pemangku kepentingan adalah langkah pertama
untuk membuat sebuah hubungan yang positif dengan semua pihak yang berkepentingan,
termasuk masyarakat setempat. Ini mencakup pembuatan database pemangku kepentingan,
dan melaksanakan pemetaan pemangku kepentingan.
Identifikasi dari masyarakat dan pemangku kepentingan harus dilakukan oleh tim yang
terdiri dari berbagai disiplin, dan dari staf yang berasal dari berbagai bagian dalam
perusahaan, dengan masukan yang penting dari anggota masyarakat. Konsisten dengan
prinsip ‘tingkat kepentingan’ seperti yang dijelaskan sebelumnya, proses ini harus bertujuan
untuk mengidentifikasi semua pemangku kepentingan yang relevan, serta masalah-masalah
dan dampak yang berkaitan dengan mereka. Aspek-aspek fisik, sosial, sejarah, budaya dan
politik dalam masyarakat harus pula dipertimbangkan, termasuk tingkat ketergantungan dari
kelompok tertentu terhadap perusahaan (baik yang sudah ada maupun masih berpotensi).
Sensitivitas terhadap masalah jender akan membantu memastikan bahwa wanita dan pria
sama-sama diwakili secara seimbang dalam analisis tersebut.
Identifikasi dan analisis dari masyarakat dan pemangku kepentingan semakin banyak menjadi
bagian dalam kajian dampak sosial (social impact assessment/SIA) untuk proyek-proyek
baru, tapi juga dapat dilaksanakan dalam semua tahap usia tambang. Kapanpun program ini
pertama kali dilaksanakan, database dan pemetaan pemangku kepentingan harus dikaji secara
teratur, sebagai cara untuk terus melacak perubahan dalam masyarakat dan dalam operasi
penambangan, dan melacak munculnya masalah-masalah baru.
Penelitian dasar (baseline studies) dan kajian dampak sosial (social impact assessments/SIA)
Proyek pembangunan besar di Australia biasanya harus melaksanakan kajian dampak
sosial/SIA sebagai bagian dari proses persetujuan lingkungan. Secara tradisional, inilah satusatunya saat ketika masalah dampak sosial mendapat pertimbangan resmi. Namun demikian,
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
17
perusahaan-perusahaan utama dalam industri kini secara sukarela melakukan program yang
setara dengan kajian dampak sosial di operasi mereka saat ini, untuk mengembangkan sebuah
pemahaman yang lebih baik terhadap masyarakat lokal, dan untuk menangani kejadiankejadian penting seperti ekspansi dan penutupan tambang. Berbagai istilah digunakan untuk
menjelaskan program ini, seperti pemantauan sosial, kajian sosial, atau penelitian sosioekonomi dasar, tapi unsur yang sama adalah fokus untuk mengidentifikasi dan melacak
dampak sosial dari suatu proyek, baik positif maupun negatif, dan masalah-masalah penting
dalam masyarakat yang berkaitan dengan proyek tersebut.
Kajian dampak sosial yang komprehensif harus bertujuan untuk:
•
•
•
•
•
mengidentifikasi faktor-faktor sosial, lingkungan, demografik dan ekonomi yang penting,
yang dapat menghalangi atau mendorong perubahan dalam masyarakat atau wilayah
tertentu
memahami bagaimana pembangunan, ekspansi atau penutupan operasi penambangan
berdampak pada masyarakat atau wilayah
menentukan acuan utama untuk mengukur perubahan di masa lalu dan masa depan, dan
apakah hal ini berkaitan secara spesifik dengan dampak dari operasi penambangan
mengidentifikasi risiko-risiko dan peluang-peluang potensial terhadap masyarakat atau
wilayah dari hadirnya usaha ini, dan mengindikasikan bagaimana hal ini dapat dihindari
atau didapatkan
mencari cara untuk mengidentifikasikan program-program, layanan, proyek dan/atau
proses yang sudah ada sekarang (seperti rencana wilayah atau masyarakat) yang dapat
diintegrasikan dengan potensi inisiatif dari operasi penambangan.
Penilaian ini harus menggunakan data kualitatif (dari wawancara dan focus group) dan
data kuantitatif yang sudah tersedia (seperti pola demografik, data pasar tenaga kerja dan
pekerjaan, distribusi penghasilan, tingkat pendidikan dan indeks kesehatan).
Dalam mendapatkan masukan dari masyarakat, penting untuk bertindak seluas dan seinklusif
mungkin, untuk memastikan semua masalah yang relevan telah diidentifikasi. Khususnya,
operasi penambangan harus menghindari untuk tidak hanya terlibat dengan kelompok-kelompok
dan orang-orang yang bersikap positif atau memiliki pengaruh besar saja. Sama pentingnya
untuk juga melibatkan kelompok-kelompok termarjinalkan, yang mungkin tidak mau untuk maju
dengan sukarela, ditambah kelompok ‘mayoritas yang diam’, yang sudut pandangnya seringkali
terabaikan karena kelompok atau orang-orang yang vokal. Seperti yang telah ditekankan
sebelumnya, wanita juga merupakan pihak yang penting di dalam masyarakat dan tempat kerja,
dan mungkin saja memiliki sudut pandang dan pendapat yang berbeda daripada pria.
Proses keterlibatan yang digunakan harus mempertimbangkan keadaan dan kebutuhan
komunikasi dari keadaan-keadaan khusus tertentu. Seringkali dibutuhkan adanya sesi yang
harus diadakan setelah jam kerja, di lokasi yang berbeda, dan dengan gaya presentasi dan
komunikasi yang berbeda pula. Pertimbangan akan tingkat kemampuan baca tulis dan bekerja
lintas-budaya dengan masyarakat yang tidak berbahasa Inggris jugalah penting.
Terdapat berbagai jenis metode dan cara pendekatan untuk melakukan penelitian dasar dan
kajian dampak sosial. Periset dapat menggunakan kerangka kerja yang berbeda, berdasarkan
pada metodologi yang diturunkan dari berbagai ilmu sosial, termasuk ekonomi, sosiologi,
antropologi, geografi sosial, berkelanjutan untuk masyarakat, kerangka kerja berbasis hak,
komunikasi, urusan publik ataupun psikologi sosial. Perwakilan dari perusahaan atau lokasi
tambang yang melaksanakan penelitian dasar sosio-ekonomi / kajian dampak sosial dan
menuliskan ruang lingkupnya harus memahami bahwa ada berbagai jenis cara pendekatan
yang dapat dimanfaatkan.
18
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Penilaian risiko dan peluang
Setelah masalah-masalah sosial dan masyarakat berhasil diidentifikasi melalui proses kajian dampak
sosial atau proses lain yang sejenis, haruslah diadakan penilaian risiko dan peluang untuk memberi
peringkat masalah-masalah yang berkaitan dengan aktivitas dari lokasi kerja tersebut, berdasarkan pada
dampaknya, baik yang aktual maupun yang bersifat anggapan. Pemeringkatan ini penting agar dapat
memprioritaskan apa yang perlu ditangani terlebih dahulu. Operasi jangan hanya fokus pada potensi
pertanggungjawaban saja, tapi juga harus mengidentifikasi peluang untuk dapat memberi kontribusi yang
konstruktif terhadap berkelanjutan untuk jangka panjang masyarakat dan wilayah tersebut. Di tahap ini,
mungkin diperlukan keterlibatan masyarakat lebih lanjut, agar dapat lebih baik dalam memahami dan
memprioritaskan masalah-masalah, dan mengidentifikasi respon yang memungkinkan.
Penilaian dan pemeringkatan risiko harus diulangi secara teratur karena seiring perkembangan proyek
dalam siklus hidupnya, akan terjadi perubahan-perubahan, termasuk persepsi mengenai proyek dan
kinerjanya, hubungannya dengan anggota masyarakat, dan prioritas dari orang-orang, baik di dalam
perusahaan maupun dalam masyarakat.
Mengembangkan sebuah rencana keterlibatan masyarakat
Puncak dari proses kajian ini adalah berkelanjutan untuk sebuah rencana keterlibatan masyarakat,
atau yang sejenisnya, yang disusun berdasarkan identifikasi dan analisis pemangku kepentingan,
kajian dampak sosial, penilaian risiko dan peluang, beserta interaksi-interaksi lainnya.
Rencana tersebut harus memastikan bahwa masyarakat sudah menyadari akan aktivitas operasi,
dan lokasi tambang tersebut telah memiliki sistem dan proses yang memastikan akan senantiasa
memahami dan menanggapi masalah dan kekuatiran masyarakat, dan bahwa hubungan tersebut
dibangun secara proaktif, bukan hanya ketika masalah terjadi. Sebuah proses penyelesaian
perselisihan juga harus menjadi bagian dari rencana keterlibatan tersebut.
Operasi penambangan harus memastikan kesesuaian antara rencana keterlibatan mereka
dengan dokumen strategi utama lainnya, misalnya rencana operasi, beserta rencana
berkelanjutan untuk masyarakat, regional dan nasional yang lebih luas. Rencana ini juga harus
memasukkan pengukuran kinerja, agar efektivitas inisiatif perusahaan dapat diukur, dan
dilakukan perbaikan jika diperlukan.
Melaksanakan audit dan evaluasi
Operasi penambangan harus secara teratur memeriksa bahwa sistem dan proses-proses yang
telah dibuat diterapkan dengan konsisten. Hasil audit memungkinkan operasi penambangan
untuk melakukan perubahan pada tindakan, perilaku atau sistem itu sendiri, untuk memastikan
kesesuaian yang lebih baik dengan konteks operasi dan hasil dari keterlibatan masyarakat.
Audit dapat dilakukan oleh pihak ketiga atau operasi penambangan dapat melakukan
penilaiannya sendiri. Apapun pendekatan yang dilakukan, standar-standar harus didefinisikan
dengan jelas dan diterapkan dengan konsisten.
Selain pemeriksaan terhadap sistem dan proses yang penting ini, evaluasi yang periodik
juga harus dilaksanakan untuk menilai bagaimana aktivitas atau program aktivitas tersebut
dilaksanakan, dan dampak apa yang diperolehnya. Hasil evaluasi dapat memberitahu dan
memperbaiki perencanaan dan pengambilan keputusan tentang aktivitas atau program,
atau aktivitas yang sejenis di masa depan, dan untuk melaporkan mengenai praktek kerja
(Departemen Kemasyarakatan Pemerintah Queensland, 2004). Evaluasi dari inisiatif
keterlibatan masyarakat dan berkelanjutan untuk masyarakat dapat dilakukan di tingkat
proyek, untuk inisiatif yang bersifat satu kali, atau di tingkat program jika ada sejumlah
aktivitas atau acara yang terkait. Ruang lingkup evaluasi harus mencerminkan skala dan
tingkat kepentingan dari aktivitas atau program yang dievaluasi. (Lihatlah studi kasus Program
Kemitraan Masyarakat BMA dalam halaman berikut di buku pedoman ini).
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
19
3.3.1 Menggunakan berbagai variasi mekanisme
Daripada menggunakan cara pendekatan yang generik, perusahaan sebaiknya melakukan
kombinasi dari proses-proses keterlibatan, baik formal maupun informal, untuk mendorong
anggota-anggota masyarakat agar mau terlibat dalam cara yang cocok bagi mereka.
Pilihan mekanismenya akan tergantung dari masyarakatnya, kompleksitas metode, masalah
yang terlibat, tingkat kemampuan baca tulis, kelayakan secara budaya, pertimbangan jender,
sumberdaya yang tersedia dan tahapan dari proyek. Pilihan mekanisme juga akan berdasarkan
dari proses-proses yang telah dijabarkan di atas.
Menawarkan berbagai variasi cara, seperti yang tertera dalam Tabel 4, akan meningkatkan
kemungkinan untuk melibatkan beragam orang, mulai dari orang yang memiliki pengaruh kuat
sampai ke orang yang terkena dampak dan pengaruh tapi biasanya tidak terlibat dalam dialog
publik, misalnya seperti kelompok-kelompok yang termarjinalkan.
Tabel 4: Proses-proses Keterlibatan
Informal
Diskusi spontan secara langsung dan perbincangan informal: Ini penting untuk
membentuk dan mempertahankan hubungan, memahami sudut pandang pribadi dan
mendapatkan pemahaman akan sentimen masyarakat secara umum. Informasi berharga
bisa didapatkan dari interaksi informal dengan anggota masyarakat. Namun demikian,
perusahaan harus menyadari bahwa keterlibatan informal dengan hanya beberapa
individu saja dapat dianggap sebagai menganak-emaskan pandangan dari orang-orang
tertentu. Dalam keadaan seperti itu, mungkin lebih baik jika pertama-tama membangun
sebuah bentuk keterlibatan yang lebih bersifat umum, terbuka serta transparan.
Formal/terstruktur
Mengkombinasikan mekanisme informal dan formal akan memberikan wawasan yang
lebih mendalam mengenai program keterlibatan ini.
Display atau tampilan publik: Di awal tahapan proyek, poster-poster dan model
dari usulan operasi yang ditampilkan di lokasi-lokasi umum, seperti toko-toko, dewan
kota dan pasar setempat dapat memaparkan proyek tersebut kepada banyak orang
dan menggalang minat publik terhadap proyek. Mobile display atau tampilan keliling
dapat digunakan dalam lokasi-lokasi yang terpencil. Perusahaan harus selalu berusaha
mendapatkan tanggapan atau umpan balik.
Briefing: Briefing yang teratur dengan kelompok-kelompok yang berkepentingan dalam
masyarakat, seperti media setempat, pejabat pemerintah, pemimpin kelompok Penduduk
Asli, dan karyawan, merupakan sebuah cara yang penting untuk menyebarkan informasi.
Presentasi harus dibuat khusus agar dapat memenuhi kebutuhan dari masing-masing
kelompok. Dalam kasus-kasus tertentu, mungkin juga perlu untuk menerjemahkan
informasi ke bahasa lain; misalnya saat berkomunikasi dengan masyarakat Aborigin
tradisional.
Pertemuan publik: Ini dapat berguna dalam masyarakat yang lebih kecil; namun acara
ini memerlukan pengaturan yang matang, seringkali harus dengan fasilitator yang ahli,
agar memastikan semua orang mendapat kesempatan untuk mengutarakan kekuatiran
dan minat mereka.
20
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Pusat informasi bagi pengunjung: Membuat atau menyediakan bahan-bahan pada
pusat informasi pengunjung dapat memberikan akses mudah bagi masyarakat lokal
untuk mendapatkan informasi tentang operasi, dan juga berfungsi sebagai sarana
mengadakan pertemuan atau briefing dengan masyarakat.
Sarana kontak: Beberapa lokasi tambang mengoperasikan sebuah jalur telepon 24-jam
untuk menyediakan informasi dan sebagai metode untuk merekam keluhan dan masalah.
Surat langsung dan newsletter: sarana ini efektif untuk memberitahukan kepada
orang-orang yang spesifik tentang proyek, termasuk bagaimana perusahaan
menanggapi kekuatiran dari masyarakat. Korespondensinya dapat dipersonalisasikan
dengan berbagai informasi pendukung, atau dapat berupa newsletter reguler yang
menginformasikan aktivitas masyarakat yang melibatkan perusahaan.
Community Relations (Tim Hubungan dengan masyarakat) dan kelompok penasehat:
Community Relations atau kelompok penasehat yang dibentuk khusus untuk proyek
pertambangan dapat membantu operasi pertambangan agar fokus pada program
keterlibatannya. Lihatlah pada studi kasus Ravensthorpe Nickel dan Tambang Martha
dalam buku ini. Tim-tim ini dapat mencakup masalah yang bersifat umum, atau fokus
pada aspek tertentu (membuat sebuah yayasan dana masyarakat, merencanakan
penutupan tambang, rehabilitasi). Keberhasilan dari tim-tim ini akan sangat tergantung
dari bagaimana mereka disusun dan apakah peran mereka telah didefinisikan dan
dimengerti dengan jelas.
Situs web: Internet merupakan sarana efektif untuk memberikan informasi umum
tentang proyek dan menyediakan ‘berita saat ini’ mengenai berbagai aktivitas dan
perkembangannya. Beberapa pemangku kepentingan mungkin lebih menyukai pilihan
keterlibatan melalui teknologi ini, atau setidaknya memiliki pilihan untuk mendapatkan
informasi melalui cara ini.
Lokakarya dan focus group: Lokakarya (workshop) memungkinkan personil perusahaan
untuk bekerja dengan berbagai pemangku kepentingan, untuk bersama-sama saling
bertukar gagasan mencari solusi atas masalah yang diutarakan masyarakat, yang
mungkin belum dipertimbangkan dengan baik dalam rancangan proyek.
Riset: Berbagai bentuk riset, baik dilakukan secara langsung oleh perusahaan atau
operasi, atau ditugaskan kepada pihak ketiga, dapat memberikan informasi berharga
tentang kebutuhan masyarakat dan persepsinya terhadap perusahaan. Berbagai jenis
metode riset dapat digunakan, mulai dari survei dan focus group sampai wawancara.
Kunjungan personal terjadwal: Diskusi langsung atau tatap muka adalah penting
untuk membangun hubungan yang bersifat personal dengan orang-orang yang penting,
misalnya dengan tetangga dekat.
Hari Bebas Kunjungan (open day) dan kunjungan-kunjungan lokasi: Aktivitas ini
merupakan sebuah mekanisme berharga agar masyarakat dan keluarga karyawan
mengetahui informasi terkini mengenai operasi kerja, dan bagaimana pengelolaannya.
Acara seperti ini juga memberi peluang untuk mendengar kekuatiran dan masalah
dari masyarakat. Kunjungan lokasi untuk kelompok pemangku kepentingan tertentu
merupakan sebuah pilihan yang lebih terfokus dan terarah, dan seringkali dapat
berfungsi untuk memaparkan secara nyata apa yang sedang terjadi dalam proyek.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
21
Keanggotaan staf dalam kelompok dan komite masyarakat: Mengembangkan kaitan
antara operasi penambangan dan kelompok masyarakat lainnya dapat membantu
masyarakat memahami proyek, dan juga membantu proyek memahami lebih jauh
mengenai prioritas dan sentimen masyarakat mengenai operasi penambangan tersebut.
Interaksi karyawan: Karyawan adalah sumberdaya yang sangat berharga untuk
memahami kekuatiran dan masalah masyarakat. Mereka juga merupakan duta terpenting
bagi perusahaan, dan harus dilibatkan dalam berbagai cara, mulai dari sarana diskusi
informal sampai ke forum karyawan yang lebih terstruktur.
Apapun mekanisme keterlibatan yang digunakan, sedapat mungkin perusahaan harus
berusaha membangunnya pada struktur, proses dan mekanisme yang sudah ada, daripada
menciptakan yang baru.
22
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Studi kasus: Ravensthorpe Nickel Project, BHP Billiton
Ravensthorpe Nickel Project adalah sebuah proyek senilai $1,4 miliar di pantai
tenggara Western Australia, berdekatan dengan kota Ravensthorpe, Hopetoun dan
Esperance. Sebuah tambang dan fasilitas pemrosesan yang baru sedang dibangun untuk
menghasikan sebuah produk campuran nikel-kobalt hidroksida, selama sekitar 25 tahun.
Proyek ini 100 persen dimiliki oleh BHP Billiton dan dikelola oleh Ravensthorpe Nickel
Operations (RNO).
Sejak sebelum uji kelayakan proyek dimulai di tahun 2002, RNO telah memperhatikan
masalah sosio-ekonomi setempat yang muncul akibat pembangunan operasi di
komunitas wilayah yang kecil ini. Sebuah komitmen untuk membangun hubungan yang
positif dengan masyarakat merupakan sebuah faktor penting dalam proses ini.
Proyek ini berlokasi di sebuah desa pertanian dengan jumlah penduduk kurang dari
100 orang, dan banyak yang berasal dari keluarga yang dahulu membuka lahan untuk
membuat tanah pertanian itu, dan memiliki ikatan yang sangat kuat dengan tanah
tersebut.
Terdapat keanekaragaman hayati yang kaya baik flora maupun fauna, dan sebagian
besarnya bersifat endemik pada wilayah tersebut, ditambah dengan garis pantai yang
masih murni. Menurut perkiraan, sekitar 300 karyawan dan ratusan lain yang bekerja
secara tak langsung dengan proyek tersebut, ditambah keluarga mereka, akan menjadi
bagian dari masyarakat lokal di sini.
Proyek ini menawarkan peluang berkelanjutan untuk wilayah yang sangat besar bagi
tenggara Western Australia. Tantangan bagi Perusahaan adalah bagaimana untuk
mengembangkan sebuah operasi penambangan di tengah-tengah masyarakat petani,
pensiunan dan wisatawan musim panas, yang secara alami bersikap protektif terhadap
gaya hidup pedesaan dan regionalnya.
Membangun hubungan baik
Tim proyek perusahaan berfokus pada pembangunan hubungan yang erat dengan dewan
kota setempat, dan bekerjasama dengan pemerintah Western Australia dan pemerintah
Persemakmuran untuk menyediakan infrastruktur dengan banyak pengguna, termasuk
wilayah pemukiman, air, listrik, jalan dan bangunan fasilitas umum yang lebih baik, serta
fasilitas pendidikan di dalam kota tersebut.
Tim proyek ini mendorong kalangan usaha lokal dan regional untuk turut berpartisipasi
dalam tahapan konstruksi dan membuat pendaftaran online dari usaha-usaha ini untuk
memastikan barang dan jasa setempat lebih tampak nyata bagi para kontraktor besar
dari luar wilayah.
Tim proyek ini juga secara aktif mendukung inisiatif-inisiatif oleh kamar dagang
setempat untuk membantu para anggotanya beradaptasi pada persyaratan layanan
dan perawatan yang lebih berjangka panjang dari sebuah operasi penambangan dan
pemrosesan yang besar.
Ini akan memfasilitasi meningkatnya pembangunan kapasitas di dalam bisnis-bisnis
lokal, memperluas kemampuan dan ketrampilan, serta meningkatkan retensi terhadap
para pemuda di dalam wilayah tersebut. Pada gilirannya, hal ini akan meningkatkan daya
tahan dan keberlanjutan (sustainability) dari masyarakat setempat.
Secara historis, kekuatiran masyarakat pada proyek sumberdaya besar telah ditanggapi
dalam penelitian dampak lingkungan; namun tim proyek menyadari bahwa penduduk
setempat tidak yakin bahwa badan-badan resmi akan dapat menjawab kekuatiran mereka
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
23
dengan baik. RNO lalu memfasilitasi pendirian dua komite untuk membantu partisipasi
masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Kedua tim ini akan terus berfungsi
selama usia proyek.
Community Liaison Committee (CLC/Komite Hubungan dengan Masyarakat)
CLC dibentuk untuk membantu masyarakat di wilayah yang lebih luas untuk beradaptasi
terhadap proyek. Tim ini membantu dalam mengurangi potensi ketegangan yang dapat
muncul dari perbedaan antara sektor pertambangan dan sektor agrikultur, dan dengan
masuknya keluarga-keluarga baru ke masyarakat kecil tersebut. CLC juga mengurus dan
mengevaluasi aplikasi sponsorship dari masyarakat, dan memberi rekomendasi kepada
RNO mengenai cara mengalokasikan dana sponsorship tahunannya. CLC mencakup
perwakilan dari kalangan bisnis dan masyarakat pertanian setempat, pemerintah daerah,
sektor pendidikan, kalangan pemuda dan organisasi lingkungan hidup di wilayah itu.
Seorang perwakilan Pemilik Tradisional dari area Esperance juga bergabung dalam
Komite ini di tahun 2006.
Kelompok Kerja Jerdacuttup RNO Working Group (JRWG)
JRWG, yang mewakili para tetangga dekat proyek, dibentuk untuk memastikan tidak ada
kerusakan sosial ataupun kerusakan lingkungan akibat dari operasi proyek tersebut. Tim
ini terlibat dalam pembuatan acuan dasar bidang lingkungan dan masyarakat, sebelum
pelaksanaan proyek.
Ketua JRWG adalah anggota dari CLC, sehingga membantu efektivitas kedua komite
dengan diwakilinya JRWG dalam diskusi inisiatif-inisiatif yang lebih luas tanpa kehilangan
fokusnya pada masalah proyek/tetangga.
Hasil terakhir
Penelitian dan pekerjaan-pekerjaan dasar telah diselesaikan melalui JRWG, termasuk
uji coba peledakan, kualitas air, nilai-nilai penting pada pertanian dan air tanah, serta
program-program pertanahan dan vegetasi.
Beberapa program masih dalam perkembangan, termasuk sebuah penilaian sendiri
mengenai kesehatan masyarakat, perkiraan arus air permukaan, dan sebuah
pengkajian independen terhadap usulan rancangan untuk fasilitas penyimpanan tailing
dan kolam evaporasi.
Sumber: Laporan Berkelanjutan untuk Berkelanjutan BHP Billiton 2005
Para anggota Komite Hubungan Masyarakat RNO dan
Manajer Umum Operasi Isak Buitendag saat kunjungan inspeksi ke lokasi
24
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
3.4 Mendukung keterlibatan masyarakat
Keterlibatan masyarakat menuntut adanya tingkat komitmen yang tinggi agar dapat berjalan
dengan efektif. Seperti yang ditekankan di bawah ini, komitmen harus terlebih dahulu ada pada
para pemimpin senior di lokasi operasi. Dukungan keuangan dan sumberdaya manusia yang
memadai juga harus tersedia.
Dukungan dari para pemimpin senior
Meskipun ada manfaat jangka panjang dari cara pendekatan interaksi masyarakat yang
terbuka dan transparan, hal ini tidaklah mudah. Proses keterlibatan masyarakat haruslah
didukung dan terlihat didukung oleh para pemimpin senior di lokasi tambang; ini bukan
hanya general manager atau mine manager, tapi tim pemimpin senior dalam pengertian yang
lebih luas. Dukungan ini memerlukan partisipasi yang aktif dan tampak nyata dalam proses
keterlibatan; misalnya hadir secara teratur dalam pertemuan dengan masyarakat dan briefing
dengan para pemangku kepentingan.
Terlibat secara internal dan eksternal
Keterlibatan masyarakat mengharuskan personil perusahaan untuk mau bekerja di dalam
masyarakat, misalnya melalui kunjungan ke masyarakat, pertemuan, dan aktivitas lainnya.
Kerja eksternal ini memerlukan waktu, dan sangat penting untuk dapat memahami sudut
pandang masyarakat dan membangun kepercayaan. Namun demikian, keterlibatan masyarakat
bukan hanya merupakan hubungan eksternal. Operasi penambangan harus memastikan
para personilnya didorong untuk turut berpartisipasi dalam proses keterlibatan masyarakat
dan memasukkan sudut pandang masyarakat ke dalam pekerjaan mereka, misalnya saat
merancang program rekrutmen dan pelatihan, mengembangkan rencana rehabilitasi,
atau merancang peningkatan kualitas mesin (mungkin ada peluang baru untuk mengatasi
kekuatiran masyarakat mengenai masalah-masalah seperti suara bising atau debu).
Sumberdaya yang memadai
Haruslah dialokasikan sumberdaya yang memadai untuk penelitian dasar sosio-ekonomi dan
kajian dampak sosial, membangun sistem manajemen hubungan masyarakat, melengkapi
staf dengan pengetahuan dan ketrampilan yang tepat, serta menyediakan berkelanjutan
untuk profesional kepada mereka.
Penyediaan sumberdaya juga berarti memberikan waktu dan dukungan finansial yang
memadai untuk merencanakan dan melakukan proses keterlibatan, dan untuk mengevaluasi
proses-proses keterlibatan untuk memastikan hasil-hasilnya efektif dan benar.
Kesinambungan personil
Keterlibatan masyarakat mengandalkan hubungan dengan kalangan lokal. Namun
demikian, dalam industri seperti pertambangan, personil sering berpindah ke operasi
dan lokasi lain untuk berkelanjutan untuk karirnya dan untuk mendapatkan pengalaman
dari berbagai konteks yang berbeda. Karena kontinuitas hubungan dengan penduduk
setempat adalah penting, maka rencana suksesi dan transisi untuk posisi-posisi kunci
harus telah dipertimbangkan sebelum personil kunci itu pindah. Perusahaan juga harus
mempertimbangkan insentif untuk dapat mempertahankan personil kunci dan memastikan
bahwa pembangunan hubungan dengan masyarakat juga harus dilaksanakan oleh tim
manajemen senior, dan tidak mengandalkan individu-individu kunci belaka.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
25
Kerjasama lintas-perusahaan
Dalam kasus di mana ada beberapa tambang dalam satu wilayah, cara pendekatan untuk
program keterlibatan yang lebih bersifat kerjasama mungkin memberikan manfaat bagi
perusahaan. Misalnya, Nota Kesepahaman mengenai Pengembangan Ketenagakerjaan dan
Usaha Penduduk Asli dari Dewan Mineral Australia dan Pemerintah Federal (lihat studi kasus
halaman 49) mendorong adanya kerjasama industri yang lebih besar, daripada sekedar
bersaing dalam berusaha meningkatkan lowongan pekerjaan bagi kalangan Penduduk Asli di
wilayah-wilayah tambang.
Studi kasus: Tambang Martha di Waihi, Selandia Baru
Studi kasus ini menunjukkan manfaat dari upaya mengembangkan proses yang kokoh
dalam hal keterlibatan masyarakat dan pembangunan kapasitas setempat.
Tambang Martha terletak di pusat kota Waihi (populasi 4700) di Selandia Baru, yang telah
dioperasikan oleh Newmont sejak tahun 2000. Tambang terbuka ini berdiri di tahun 1987
dan dijadwalkan akan berhenti berproduksi di tahun 2009.
Di tahun 2003, Newmont Waihi Gold berusaha membuat sebuah forum untuk
memfasilitasi partisipasi masyarakat dalam perencanaan penutupan tambang dan
rehabilitasi Tambang Martha, melalui proses konsultasi masyarakat yang dirintis oleh
dewan kota setempat. Perusahaan setuju untuk mendanai biaya fasilitator independen,
penyewaan tempat dan biaya penyelenggaraan terkait. Komite Konsultasi Masyarakat
Waihi akhirnya dibentuk sebagai sebuah komite yang dijalankan secara independen, dan
perusahaan hanya salah satu dari banyak perwakilan di dalam komite.
Hasil utama dari proses ini adalah memberikan kesempatan yang lebih luas bagi
masyarakat untuk bertindak lebih proaktif dalam bekerja untuk mencapai daya tahan
dan keberlanjutan (sustainability) berjangka panjang di kota ini, baik dalam bidang
sosial, lingkungan, budaya dan ekonomi. Komite ini kemudian menamakan diri Waihi
Community Vision atau Visi Masyarakat Waihi, dan membentuk berbagai kelompok kerja
untuk fokus pada proyek-proyek tertentu, dan membuat sebuah struktur organisasi untuk
mewujudkan ide-ide dari masyarakat.
Keberhasilan dari contoh keterlibatan masyarakat ini adalah berkat:
•
•
•
•
•
•
•
penggunaan fasilitator yang independen, yang dapat mengembangkan dan menjaga
kepercayaan dari perusahaan, masyarakat dan dewan kota setempat
partisipasi yang aktif, berjangka panjang dan dari level senior (site manager dan
Walikota) dan kontribusi dari perusahaan dan dewan kota setempat
sebuah proses inklusif yang bekerja keras untuk memastikan semua pandangan
telah didengar dan dipertimbangkan
sebuah komitmen terhadap proses yang digerakkan oleh masyarakat, dan untuk
mencapai sasaran-sasaran yang berbasis pada masyarakat, daripada menggunakan
cara pendekatan yang hanya berdasarkan pada persyaratan perusahaan
komitmen terhadap komunikasi yang terbuka dan saling menghormati.
komitmen terhadap pembangunan kepercayaan dan keyakinan.
komitmen terhadap integritas dan transparansi dengan menyediakan sebanyak
mungkin informasi kepada masyarakat, dalam bahasa yang non-teknis.
•
pengambilan keputusan dengan menggunakan model konsensus.
26
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Tahap pertama konsultasi berusaha mendapatkan sebanyak mungkin ide dan proyek yang
dapat berkontribusi terhadap visi jangka panjang Waihi. Ide-ide ini lalu dikonsolidasikan
melalui presentasi kepada perusahaan, dewan kota dan publik. Di tahap berikutnya,
konsultan dilibatkan untuk menilai dan memberi peringkat pada tiap proyek, berdasarkan
pada kelayakan ekonomi dan kontribusinya terhadap nilai-nilai masyarakat. Laporan
mereka membantu dalam kolaborasi penyusunan prioritas proyek. Komite kemudian
membuat sebuah trust atau wali amanat, dengan perwakilan dari masyarakat, dewan
kota setempat dan perusahaan, untuk berkelanjutan untuk proyek selanjutnya. Trust atau
wali amanat ini juga menunjuk seorang ketua pelaksana(chief executive officer) yang
bertugas mengelola berkelanjutan untuk proyek-proyek masyarakat ini.
Kelompok-kelompok masyarakat pada awalnya memberi tanggapan yang berbeda-beda
terhadap proposal proses konsultasi masyarakat ini. Proses ini terasa panjang, dengan
hasil yang tidak pasti dan terkadang terasa mengesalkan. Konsultasi masyarakat tidaklah
didirikan hanya untuk mengesahkan pandangan perusahaan atau bahkan mayoritas dari
perwakilan masyarakat, tapi untuk memberikan sebuah forum perdebatan dan diskusi
yang aktif dan inklusif. Konsultasi masyarakat ini memberikan peluang terwujudnya
perubahan sikap dan munculnya tindakan nyata dari masyarakat, dan untuk membantu
memfasilitasi berbagai proyek-proyek masyarakat.
Tambang Martha dan kota Waihi
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
27
Komentar studi kasus:
BERYS DALY, mewakili masyarakat seni
‘Lihat bahasa tubuh di malam-malam pertemuan itu! Saya bisa saja datang dengan
pemikiran bahwa ini tidak akan berhasil. Tapi saya rasa ada harapan besar di berbagai
jenis bidang yang berbeda, dan seperti yang saya katakan, ini adalah katalis bagi
orang untuk mencapai tujuan dan mewujudkan sesuatu bagi mereka sendiri. Saya rasa
perusahaan telah berusaha ekstra keras untuk mendukung ide-ide itu dan berusaha
membuang skenario pemikiran “mereka dan kita”.’
JOHN MCLVOR, mewakili tangata whenua
‘Dari sudut pandang tangata whenua, situasinya selalu penuh tantangan jika kita masuk
ke lingkungan yang penuh dengan orang non-Maori, dan banyak pandangan yang bersifat
sangat anti-Maori. Dari sudut pandang tangata whenua, mungkin yang terpenting adalah
dapat menceritakan kisah kami dan memberitahukan pada masyarakat kami apa arti
Pukewa (bukit; maunga) kepada kami. Dapat menceritakan kisah itu dan lalu diterima
dan tidak ditertawakan; itu sangat bagus. Newmont jelas menunjukkan kemauan untuk
mendengarkan kisah kami, dan mengakui bahwa ada kemauan dari mereka untuk bekerja
bersama kami, kemauan mereka untuk memahami budaya kami. Inilah yang kami hargai.
Namun jelas kami lebih menghargai lagi jika mereka berhenti menambang.”
MARK SAMSON, mewakili Grup Pariwisata Waihi
‘Mungkin inilah pertama kalinya dalam sejarah Waihi kota ini berkesempatan untuk
merencanakan masa depannya, dan hal ini datang dari masyarakat, bukan dari badan
pemerintah.’’
28
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
3.5 Tantangan dalam keterlibatan masyarakat
Beberapa tantangan spesifik yang dihadapi oleh operasi penambangan saat terlibat dengan
masyarakat akan dibahas dalam bagian-bagian berikut.
Mengelola ekspektasi
Proses keterlibatan masyarakat dapat menimbulkan ekspektasi keliru pada masyarakat,
yang melebihi apa yang dapat secara wajar diberikan oleh perusahaan. Untuk mengurangi
munculnya risiko ini, operasi penambangan harus tahu dengan jelas mengapa mereka terlibat
dan apa yang ingin mereka capai. Keterlibatan hanya demi keterlibatan itu sendiri tidaklah
bermanfaat karena dapat menimbulkan ekspektasi yang tidak realistis, dan bukan sebagai
sarana agar perusahaan dapat bekerjasama dengan masyarakat untuk memprioritaskan
kebutuhan, menjelaskan apa yang dapat ditangani oleh perusahaan, dan apa yang tetap
menjadi tanggung jawab pihak lain, seperti pemerintah. Perusahaan juga harus bersiap untuk
melaporkan kembali proses keterlibatan ini, khususnya kepada mereka yang terlibat secara
langsung, dan menjadi jelas dan transparan akan apa yang akan atau tidak akan (atau tidak
dapat) dilaksanakan.
Menangani konflik
Meskipun program keterlibatan ini berusaha mencapai konsensus, hal ini tidaklah selalu dapat
dicapai. Misalnya, mungkin ada perbedaan pendapat yang fundamental antara perusahaan
dan sekelompok penting dari masyarakat mengenai pertanyaan apakah pertambangan
diperbolehkan hadir di suatu wilayah. Pada kasus lain, ‘solusi’ konflik mungkin di luar kendali
langsung perusahaan (misalnya memerlukan perubahan kebijakan pemerintah).
Sebuah program keterlibatan yang efektif tidak mesti berarti tiadanya konflik dan
ketidaksepakatan, melainkan adanya kemampuan dari berbagai pihak untuk menjaga sebuah
dialog yang membangun. Perusahaan tambang dapat memfasilitasi hal ini dengan bersikap
transparan dalam tindakan mereka, terlibat dengan semua pihak, memperlakukan mereka
dengan hormat dan berbagi informasi secara terbuka dengan mereka.
Prosedur yang baik untuk mengatasi keluhan juga penting. Beberapa perusahaan mempunyai
proses penanganan keluhan resmi, yang dapat melibatkan pihak ketiga sebagai mediasi
atau perantara dalam masalah tertentu. Apapun model yang digunakan, perusahaan harus
mempertimbangkan bagaimana mereka akan mengatasi keluhan sebelum masalah membesar
dan memastikan mereka telah memiliki proses yang tepat untuk itu.
Menghargai keterlibatan informal
Satu tantangan lain adalah menemukan keseimbangan yang baik antara keterlibatan formal
dan informal. Seperti yang telah ditekankan di atas, sistem dan proses administrasi yang
baik adalah penting, tapi manajer harus berhati-hati jangan menyepelekan cara keterlibatan
yang informal, seperti berbincang-bincang dengan penduduk saat acara olahraga, di pusat
perbelanjaan dan di tempat-tempat lain dalam masyarakat. Interaksi informal ini mendorong
adanya arus informasi yang lebih besar, dan membantu membangun hubungan baik dengan
warga masyarakat, yang merupakan titik sentral untuk membangun hubungan saling
percaya. Misalnya, kecuali masalah sudah membesar, ada anggota masyarakat yang lebih
suka mengajukan keluhan secara ‘diam-diam’ daripada tertulis resmi. Jika ada terlalu banyak
penekanan pada hal-hal yang formal saja, maka tanggapan yang sangat berharga meskipun
informal ini dapat terlewatkan.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
29
Memprioritaskan pemahaman
Keterlibatan masyarakat yang baik berfokus pada pemahaman sebelum bertindak. Namun
demikian, manajer seringkali cenderung mengidentifikasi solusi tanpa terlebih dahulu
memahami sepenuhnya masalah sosial dan dinamika yang ada, khususnya ketika solusi teknis
tampak sudah tersedia. Hal ini perlu diatasi dengan mengajarkan para manajer pentingnya
untuk memahami dimensi sosial dan potensi konsekuensi jika mengabaikan atau salah
mengelola risiko sosial.
Tantangan lain
Tantangan lain yang harus diperhatikan mencakup:
•
•
•
terlibat dengan masyarakat yang bergejolak, atau mempunyai banyak konflik internal.
mengatasi warisan rasa tidak percaya.
mengatasi ‘keletihan konsultasi’ dalam masyarakat.
Beberapa tantangan ini dapat sangat rumit untuk diatasi, karena masing-masing memiliki
penggerak dan masalahnya sendiri-sendiri, yang membutuhkan cara pendekatan reflektif dari
sisi perusahaan. Namun demikian, jika perusahaan mengikuti proses-proses dan metode yang
dijabarkan dalam bagian ini, maka akan lebih mudah untuk mengantisipasi dan mengatasi
tantangan tersebut. Beberapa referensi yang terdaftar di akhir laporan juga memberikan saran
praktis yang bermanfaat mengenai bagaimana cara mengatasi tantangan-tantangan tertentu.
30
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
4.0 Berkelanjutan untuk MASYARAKAT
Seperti yang disebutkan dalam pendahuluan, istilah berkelanjutan untuk masyarakat
dapat memiliki berbagai konotasi, tapi ada inti kesepakatan bersama di kalangan praktisi
berkelanjutan untuk masyarakat, pemerintah, wakil-wakil dari organisasi non-pemerintah dan
para spesialis mengenai dasar-dasar yang melibatkan aktivitas ini.
Berkelanjutan untuk masyarakat mencakup berkelanjutan untuk ekonomi, sosial dan budaya yaitu semua aspek dari kehidupan dan kesejahteraan manusia. Ini adalah proses di mana orang
meningkatkan kekuatan dan efektivitas dari masyarakat, memperbaiki kualitas kehidupan
mereka, berpartisipasi yang berarti dalam pengambilan keputusan, dan meraih kendali
jangka panjang yang lebih baik terhadap hidup mereka. Pria dan wanita berpartisipasi dalam
berkelanjutan untuk wilayah setempat setiap harinya, melalui kehidupan keluarga, aktivitas
penghidupan, dan tanggung jawab masyarakat. Berkelanjutan untuk masyarakat merupakan
sebuah konsep penting di semua tempat yang memiliki perhatian untuk meningkatkan standar
kehidupan dan cara hidup rakyat, di manapun lokasinya.
4.1 Prinsip-prinsip industri untuk berkelanjutan untuk masyarakat
berkelanjutan
Seperti yang disebutkan di awal buku pedoman ini, Prinsip 9 dari Kerangka Kerja Berkelanjutan
untuk berkelanjutan “Enduring Value” mencakup sebuah komitmen untuk:
‘Berkontribusi terhadap berkelanjutan untuk sosial, ekonomi dan institusional masyarakat
tempat kita (perusahaan tambang) beroperasi.’
Unsur-unsur spesifik dari prinsip ini terdapat dalam Tabel 5.
Tabel 5: Unsur-Unsur Prinsip 9 dalam Enduring Value
Unsur-unsur Prinsip 9 dalam Enduring Value adalah:
•
•
berhubungan di tahap yang sedini mungkin dengan pihak-pihak yang kemungkinan
akan terpengaruh, untuk membahas dan merespon masalah-masalah dan konflik
mengenai pengelolaan dampak sosial
memastikan bahwa telah tersedia sistem-sistem yang benar untuk mengadakan
interaksi terus menerus dengan pihak-pihak yang terkena pengaruh, dan
memastikan bahwa kelompok minoritas dan kelompok termarjinalkan lainnya telah
mempunyai cara keterlibatan yang adil dan sesuai dengan budaya mereka
•berkontribusi terhadap berkelanjutan untuk masyarakat mulai dari pembangunan
proyek sampai tahap penutupan, bekerjasama dengan masyarakat tuan rumah dan
para wakil-wakilnya
•
•
mendorong kemitraan dengan pemerintah dan organisasi non-pemerintah
untuk memastikan program-program (seperti kesehatan masyarakat, pendidikan,
berkelanjutan untuk usaha setempat) telah dirancang dengan baik dan diwujudkan
dengan efektif.
Memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi dengan mencari peluang untuk
mengatasi masalah kemiskinan.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
31
4.2 Peran industri dan pemerintah
Industri pertambangan di Australia beroperasi dalam beragam latar belakang suasana, mulai
dari masyarakat perkotaan sampai pedesaan dan masyarakat Penduduk Asli yang terpencil.
Di daerah perkotaan, biasanya terdapat perekonomian yang beragam dan layanan pemerintah
yang baik. Namun demikian, di beberapa pedesaan, perekonomian dapat terpolarisasi dan
sumberdaya nya sangat ketat; dan beberapa masyarakat Penduduk Asli hanya memiliki
sedikit partisipasi dalam perekonomian utama dan mengalami ketergantungan pada bantuan
sosial. Sebagai konsekuensinya, unsur apa saja yang termasuk dalam berkelanjutan untuk
masyarakat, dan apa yang diharapkan dari perusahaan pertambangan, sangat bervariasi
tergantung dari latar belakang yang berbeda-beda ini pula.
Cara pendekatan dan bentuk kontribusi suatu operasi penambangan terhadap berkelanjutan
untuk masyarakat harus ditentukan oleh kondisi setempat, misalnya sifat dan skala operasi,
sumberdaya pemerintah yang tersedia, dan kebutuhan serta prioritas spesifik dari penduduk
setempat. Perusahaan pertambangan harus bekerja sesuai dengan prioritas masyarakat
setempat dan program yang sudah ada, daripada menggunakan proyek atau cara pendekatan
yang ditentukan dahulu dan lalu ditawarkan kepada masyarakat setempat. Oleh karena itu,
keterlibatan yang lengkap dan aktif seperti yang telah ditulis pada bagian awal buku pedoman
ini, sangatlah penting bagi berkelanjutan untuk masyarakat berkelanjutan (lihatlah pada studi
kasus Comalco Weipa dalam buku pedoman ini).
Sebuah program berkelanjutan untuk masyarakat dapat dikelola oleh departemen yang
spesifik, seperti bagian Community Relations atau urusan Penduduk Asli (Indigenous
Affairs), atau dapat melalui sebuah yayasan atau trust (wali amanat). Departemen lainnya,
seperti bagian SDM, pembelian atau pengadaan, seringkali juga terlibat secara integral.
Menurut International Finance Corporation (IFC, 2000) beberapa upaya berkelanjutan
untuk masyarakat yang paling inovatif dari perusahaan swasta muncul dari kemitraan
lintas-fungsi di antara bagian-bagian dalam sebuah perusahaan. Perusahaan pertambangan
memiliki ketrampilan untuk dibagi bersama masyarakat dalam berbagai jenis bidang, seperti
perdagangan, administrasi, manajemen, keuangan, pengoperasian dan perawatan mesin, dan
peningkatan kemampuan para pemasok dan kontraktor lokal. Dalam menghadapi tantangan
berkelanjutan untuk masyarakat, perusahaan pertambangan harus fokus di bidang apa saja
keahlian mereka dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Jika memungkinkan, perusahaan harus menghindari mengisi peran yang sebenarnya
merupakan tanggung jawab pihak lain, terutama pemerintah. Perusahaan pertambangan di
wilayah Australia yang terpencil seringkali menanggapi kebutuhan lokal yang tampak nyata,
misalnya untuk meningkatkan infrastruktur kesehatan dan pendidikan setempat, khususnya
ketika perusahaan itu setengah bertanggung jawab dalam pengambilan sumberdaya di
masyarakat. Namun demikian, perusahaan harus berhati-hati agar tidak selamanya mendanai
biaya pemeliharaan dan pelaksanaan atas layanan yang sebenarnya merupakan tanggung
jawab pemerintah, atau sekurang-kurangnya harus dibagi bersama dengan pemerintah.
Keterlibatan langsung dalam layanan yang bukan bagian dari ketrampilan bisnis inti mereka
tidaklah selalu masuk akal bagi operasi penambangan, dan tidak pula membantu masyarakat
lokal untuk mengembangkan kemampuan diri mereka sendiri dan untuk mendapatkan layanan
dari pemerintah.
Dalam kata lain, secara independen memberikan layanan tanpa adanya keterlibatan
pemerintah, atau tanpa adanya rencana untuk mentransfer tanggung jawab dapat
menciptakan efek negatif berupa ketergantungan masyarakat terhadap operasi penambangan
tersebut di jangka panjang.
Salah satu cara kontribusi perusahaan kepada berkelanjutan untuk masyarakat yang terbaik
adalah dengan bertindak sebagai katalis bagi peluang berkelanjutan untuk ekonomi dan
sosial. Satu cara untuk mencapainya adalah untuk mendukung kaitan yang dinamis antara
masyarakat dan badan-badan pendukung eksternal, seperti organisasi non-pemerintah,
penyedia jasa layanan, organisasi pelatihan dan badan ketenagakerjaan (lihatlah studi
32
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
kasus Program Kemitraan Masyarakat BMA dan Tambang Berlian Argyle – Program “Tanpa
Tunjangan” di Kununurra dari Beacon Foundation dalam buku pedoman ini). Bekerjasama
dengan pemerintah lokal dan pemerintah negara bagian/teritori program pembangunan
berkelanjutan untuk daerah adalah sama pentingnya, khususnya karena sebagian besar
pemerintah juga memiliki rencana berkelanjutan untuk wilayah (baik regional maupun lokal)
masing-masing (lihatlah pada studi kasus Comalco Weipa dalam buku pedoman ini).
Bagi perusahaan pertambangan, kerjasama regional dapat melibatkan beberapa perusahaan
pertambangan yang berbeda, yang semuanya beroperasi di wilayah tertentu dan bekerjasama
dalam proyek-proyek berkelanjutan untuk masyarakat bersama, daripada bekerja sendirisendiri dalam upaya mempertahankan keuntungan kompetitif. Beberapa pertambangan batu
bara di daerah Hunter Valley di New South Wales dan pertambangan-pertambangan bijih besi
di Pilbara Western Australia merupakan contoh-contoh wilayah dengan beberapa operasi
penambangan di satu area dan memiliki upaya berkelanjutan untuk masyarakat bersama
yang memberi manfaat kepada semua pihak. Adalah masuk akal bagi para perusahaan untuk
mempertimbangkan dukungan kepada program yang sudah ada dengan cara menyediakan
ketrampilan dan sumberdaya tambahan, daripada menduplikasi atau bersaing dengan upaya
pihak lain.
Studi kasus: Perencanaan proses keterlibatan berkelanjutan di
Comalco, Weipa, Rio Tinto Aluminium
Studi kasus ini menjelaskan proses-proses yang digunakan di operasi penambangan
bauksit Comalco milik Rio Tinto di Weipa, untuk melibatkan kelompok masyarakat
Penduduk Asli maupun non-Penduduk Asli di Western Cape York Peninsula di
Queensland, dalam perencanaan daya tahan dan keberlanjutan (sustainability) untuk
wilayah tersebut. Pertambangan ini telah beroperasi selama 50 tahun, dan tambang
diperkirakan akan terus berproduksi selama 50 tahun lagi.
Di tahun 2001, Comalco menyelesaikan negosiasi untuk Western Cape Communities
Coexistence Agreement (WCCCA) dengan masyarakat Penduduk Asli yang tinggal di
sekitar tambang. Kesepakatan ini antara lain menegaskan lowongan kerja bagi warga
Penduduk Asli, dan pembayaran yang teratur kepada tunjangan trust (wali amanat).
Terdapat beberapa masalah rumit yang harus dipertimbangkan dalam membuat
proses keterlibatan. Salah satu yang terpenting adalah perlunya menerapkan WCCCA
sekaligus menanggapi masalah-masalah yang berdampak pada anggota masyarakat
non-Penduduk Asli. Terdapat masalah-masalah organisasi internal yang harus diatasi
terlebih dahulu, sebelum keterlibatan dengan pihak eksternal dapat berlangsung
dengan baik, karena ada sejarah kurangnya komunikasi antara personil perusahaan
dan tambang dalam masalah-masalah yang bersifat strategis dan berjangka panjang.
Juga ada berbagai forum konsultasi dan inisiatif berkelanjutan untuk yang dilakukan
oleh pemerintah lokal, negara bagian dan federal, dan semua ini harus dikaitkan tapi
tidak untuk diduplikasi. Selain itu, juga penting untuk memahami masalah-masalah
yang dianggap penting bagi masyarakat setempat, khususnya masyarakat Penduduk
Asli karena sudah ada sejarah panjang mengenai perselisihan lama dan kurangnya
kepercayaan.
Setelah masalah-masalah yang dianggap penting bagi masyarakat lokal ini dimengerti,
diadakanlah sebuah pertemuan forum awal di pertengahan tahun 2004 yang mencakup
peserta-peserta dari perusahaan, operasi penambangan Weipa, dan Rio Tinto
Aluminium, bersama dengan para penasehat eksternal; dengan fasilitator independen
untuk mengkoordinasikan proses ini. Dikembangkanlah ruang lingkup, visi, tujuan, target
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
33
dan tugas kerja yang akan dilaksanakan. Tim ini bertemu secara teratur selama tahun
2005 sampai ada perkembangan penting yang berhasil dicapai. Menyatukan ide-ide
dan bahasa dari personil korporat dan lokasi tambang merupakan faktor penting dalam
keberhasilan forum ini. Keterlibatan dengan pihak eksternal awalnya melibatkan para
anggota forum yang telah menghadiri forum lain yang sudah ada (seperti rapat tim yang
dikoordinasi WCCCA dalam setiap kuartal, serta rapat dewan kota Weipa yang teratur
diadakan) untuk mengkomunikasikan tujuan-tujuan atau untuk mencapai tugas spesifik.
Setelah berhasilnya penerapan strategi ini, forum kemudian bertemu dua kali dalam
setahun, dan lalu sekali dalam tahun 2006. Ini mencakup acara diskusi terbuka dengan
para pemangku kepentingan lokal yang penting di Weipa, diikuti oleh satu pertemuan per
tahun di Brisbane dengan para personil perusahaan dan para penasehat.
Hasil-hasil yang telah dicapai sejak awal proses ini antara lain:
•
kemitraan antara Comalco, Queensland Health dan masyarakat setempat
memungkinkan pembangunan kembali rumah sakit Weipa yang lama menjadi
fasilitas dan wilayah kesehatan regional yang baru - proyek ini diharapkan selesai di
tahun 2007
•
•
•
sebuah nota kesepahaman dan rencana kerja untuk 2006 mengenai pelatihan dan
pekerjaan bagi Penduduk Asli di industri pertambangan, melalui kesepakatan
kemitraan regional yang melibatkan Comalco, badan-badan pemerintah federal dan
negara bagian, serta perusahaan penyedia jasa setempat
partisipasi oleh Comalco dan perusahaan lokal lainnya dalam Forum Pendidikan
Western Cape College untuk meningkatkan kecocokan antara hasil dari dunia
pendidikan dan peluang kerja di wilayah ini
berbagai inisiatif untuk meningkatkan harmoni sosial di dalam dan di sekitar Weipa,
termasuk sebuah revisi dalam paket pelatihan lintas-budaya, dan pembuatan
program pengenalan bagi karyawan baru Comalco dan keluarganya.
Studi kasus: Tambang berlian Argyle dan program ‘Tanpa
Tunjangan’ dari Beacon Foundation di SMA Kununurra
Program “Tanpa Tunjangan” atau “No Dole” dari Beacon Foundation diluncurkan di
sekolah menengah Kununurra, Western Australia, di tahun 2006. Program ini mendorong
dan membantu para siswa sekolah menengah agar menyelesaikan pendidikan Year
12. Secara khusus, program di Kununurra ini berfokus untuk mendorong para siswa
Penduduk Asli untuk menyelesaikan Year 12 sehingga mereka bisa mencapai persyaratan
pendidikan untuk masuk ke TAFE dan studi universitas, dan peluang kerja dan karir
selanjutnya yang ditawarkan setelah lulus dari pendidikan ini. Program ini memiliki
dua tujuan - menemukan pekerjaan lokal bagi para putus sekolah sehubungan dengan
tunjangan pengangguran (“dole”) dan menyiapkan mereka untuk hidup di luar sekolah
menengah.
34
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Program “Tanpa Tunjangan” di Kununurra ini didanai oleh Argyle Diamonds sebagai
bagian dari program berkelanjutan untuk masyarakatnya, dan sebagai komitmen untuk
memperbanyak karyawan Penduduk Aslinya, yang juga sudah tinggi saat ini. Dukungan
Argyle terhadap program ini bukan sekedar membantu mendidik para pemuda; tapi
juga menawarkan peluang pekerjaan yang permanen di area setempat, hubungan ke
pelatihan yang terakreditasi dan bersifat portabel, dengan prospek karir yang terus
menerus. Argyle adalah perusahaan utama di daerah itu, memberikan pekerjaan baik
langsung maupun tak langsung.
Sebagai bagian dari program, para siswa didorong untuk mengambil pilihan terhadap
masa depan mereka:
• Apakah mereka ingin memasuki dunia kerja dengan ‘pekerjaan yang nyata’ - yang
mungkin mencakup pendidikan dan pelatihan yang terus menerus untuk mencapai
kualifikasi yang diakui, terakreditasi dan dapat diterapkan - atau mereka ingin
meningkatkan pendidikan mereka?
•
Jenis karir apa yang mereka ingin capai - baik dalam pekerjaan ataupun dalam
pendidikan?
Program ini membantu siswa menyadari minat dan bakat mereka, dan mencocokkannya
dengan peluang pekerjaan yang ada di wilayah setempat. Mereka didorong untuk
mengambil keputusannya sendiri, tanpa harus takut ada hukuman.
Program “Tanpa Tunjangan” ini diluncurkan di bulan Mei 2006 dengan acara
kemitraan antara bisnis dan sekolah. Tujuan dari kemitraan bisnis-sekolah ini adalah
untuk menghubungkan siswa dengan calon perusahaan di seluruh daerah. Selain
pertambangan, juga ada potensi pekerjaan di sektor pertanian yang kuat di wilayah
tersebut berdasarkan pada Skema Irigasi Ord River, dan industri pariwisata yang juga
sangat aktif.
Sebagai bagian dari program, para pemuda putus sekolah, karyawan dan semua pihak
yang tertarik dan turut mendukung lalu menandatangani Piagam Tanpa Tunjangan,
yang berikrar untuk tidak memilih tunjangan. Komitmen ini dipublikasikan melalui
acara promosi besar, untuk menekankan pentingnya ikrar tersebut bagi masyarakat.
Acara penandatanganan piagam ini dilakukan oleh Tania Doko dari kelompok musik pop
Bachelor Girl di SMA Kununurra pada tanggal 31 Oktober 2006.
Selama lebih dari satu dekade, program “Tanpa Tunjangan” dari Beacon Foundation
ini telah berulang kali mendapatkan hasil positif dalam hal meningkatnya kehadiran di
sekolah, Dan membantu para pemuda putus sekolah untuk menolak tunjangan sebagai
‘karir’ dengan cara mendapatkan pekerjaan, menyelesaikan program pelatihan, atau
mengikuti pendidikan lanjutan. Program “Tanpa Tunjangan” ini kini beroperasi di lebih
dari 80 sekolah menengah di seluruh Australia.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
35
4.3 Langkah-langkah penting untuk berkelanjutan untuk
masyarakat berkelanjutan
Secara historis, kontribusi industri terhadap masyarakat seringkali dikelola oleh pihak
perencana luar tanpa melibatkan warga masyarakat setempat. Para perencana ini, yang
mungkin adalah manajer perusahaan pertambangan, konsultan atau pejabat pemerintah
dari pemerintah nasional, negara bagian/teritori, cenderung menginformasikan kepada
masyarakat mengenai program apa saja yang tersedia bagi mereka dan mencari persetujuan
mereka namun tidak partisipasi mereka. Praktek kerja unggulan tingkat internasional untuk
berkelanjutan untuk masyarakat - termasuk persyaratan dari Bank Dunia - mengharuskan
masyarakat turut dilibatkan dalam proses perencanaan, dan didorong serta didukung untuk
turut berpartisipasi sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Melibatkan anggota
masyarakat, baik pria dan wanita, dalam tahap perencanaan program berkelanjutan untuk
yang aktual, akan makin memperbesar peluang keberhasilan.
Pekerjaan berkelanjutan untuk ini merupakan hal yang rumit dan sering berubah-ubah, dan
dapat dilaksanakan dengan berbagai cara berbeda, tapi ada beberapa langkah logis yang
dapat diikuti.
Langkah 1: Dialog
Langkah pertama diawali dengan keterlibatan masyarakat, dan sebaiknya menggunakan unsurunsur dari keterlibatan generasi ketiga dan keempat (lihat Tabel 1). Dialog untuk berkelanjutan
untuk masyarakat tidak boleh memiliki agenda eksplisit selain untuk memahami kebutuhan
dan ekspektasi dari penduduk. Langkah ini harus berusaha membangun kepercayaan dan
keyakinan terhadap proses. Tanpa adanya kepercayaan, pekerjaan berkelanjutan untuk ini
tidak memiliki dasar untuk bergerak maju. Langkah pertama untuk mendapatkan pemahaman
ini mencakup penelitian dasar sosio-ekonomi dan kajian dampak sosial, seperti yang telah
dibahas di atas.
Langkah 2: Bekerja sama
Setelah kekuatiran yang ada telah dipahami, pekerjaan berkelanjutan untuk masyarakat dapat
menjadi lebih bersifat kerja sama; penduduk didorong untuk mau bekerja bersama untuk
menangani masalah yang menjadi kekuatiran mereka. Dalam langkah ini, berkelanjutan untuk
masyarakat berfokus pada menghubungkan orang-orang dan membangun rasa kerja sama
dalam masyarakat.
Langkah 3: Membangun kemitraan dan memperkuat organisasi
Langkah ketiga dalam pekerjaan berkelanjutan untuk ini adalah untuk membantu membangun
kemitraan di antara berbagai kelompok dan organisasi yang berbeda agar ada fokus bersama
untuk mencapai hasi yang telah disepakati. Penguatan organisasi juga penting, khususnya
jika ada kekurangan dalam kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan berkelanjutan untuk
masyarakat di tingkat lokal (Lihatlah pada Studi Kasus Flyers Creek Landcare Group).
Langkah 4: Koneksi yang lebih luas
Langkah keempat adalah mendorong koneksi dengan orang-orang di luar masyarakat namun
memiliki masalah yang sejenis. Sebuah contohnya adalah perusahaan pertambangan yang
memfasilitasi pembagian informasi dan pengalaman mengenai program pemberian pekerjaan
bagi Penduduk Asli yang efektif, dengan para kelompok Pemilik Tradisional dari bagian lain
di Australia. Contoh lain adalah ketika memfasilitasi keterkaitan dengan organisasi lain yang
memiliki keahlian dan sumberdaya tertentu, sehingga bisa dibagikan dengan masyarakat
(lihatlah Studi Kasus Kemitraan Masyarakat BMA dalam buku pedoman ini).
36
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Studi kasus: Flyers Creek Landcare Group, Operasi
penambangan Cadia Valley
Pada tahun 2003, Cadia Valley Operation (CVO), sebuah tambang emas dan tembaga di
New South Wales, melaksanakan sebuah program revegetasi yang progresif pada tanah
pertanian seluas 8.000 hektar yang mengelilingi area sewa pertambangan aktifnya.
Para petani di wilayah tersebut telah diberitahukan mengenai strategi revegetasi limatahun ini, dan memberikan tanggapan yang bermanfaat dalam sejumlah aspek program
tersebut.
Pada saat yang bersamaan, CVO meluncurkan program program Pohon Perkebunan
Gratis atau Free Farm Trees program, yang menyediakan 50 bibit tanaman asli gratis
kepada para anggota Landcare yang aktif, dan dilakukan melalui komite eksekutif di grup
Landcare.
Tujuan utama dari program Free Farm Trees adalah agar para pemilik lahan setempat
lebih mudah untuk membuat program revegetasi di tanah mereka sendiri, suatu hal yang
dapat melengkapi program revegetasi CVO.
Tujuan kedua dari program Free Farm Trees adalah untuk menanggapi kepercayaan lama
bahwa CVO telah merusak kegiatan masyarakat lokal, termasuk inisiatif dari Landcare,
dengan membeli lebih dari 8000 hektar padang rumput, sehingga menyingkirkan para
anggota masyarakat dari wilayah tersebut.
Pada saat itu, Panuara Landcare Group yang ada ternyata sudah tidak aktif dan aktivitas
dari Springside Landcare Group telah banyak berkurang akibat turunnya keanggotaan
dan minat dari masyarakatnya.
Minat awal terhadap inisiatif Free Farm Trees ini ternyata minim - kurang dari 300 bibit
yang dibagikan di tahun pertama. Namun demikian, seiring berjalannya waktu, minat dan
keanggotaan dalam kelompok Landcare perlahan meningkat, dan dua tahun kemudian, di
tahun 2005, CVO mendapatkan pesanan lebih dari 3000 bibit.
Pembentukan Flyers Creek Landcare Group terkait langsung dengan program Free Farm
Trees ini. Kesadaran yang makin banyak terhadap kampanye CVO untuk menghidupkan
kembali grup Landcare di wilayah ini berhasil memicu minat dari para pemilik lahan
setempat, untuk membentuk grup baru dalam wilayah Flyers Creek.
CVO dihubungi oleh beberapa pemilik lahan secara sendiri-sendiri, dan mereka
mengutarakan minat untuk membentuk grup Landcare tapi tidak memiliki ide
nyata bagaimana melaksanakannya. Untuk menjawab minat ini, CVO menggunakan
sumberdayanya untuk mengatur beberapa pertemuan masyarakat, dan diadakan jauh
dari operasi penambangan, agar masyarakat dapat mengukur dukungan untuk proposal
tersebut.
Setelah beberapa pertemuan awal untuk menyelidiki suasana ini, akhirnya pertemuan
masyarakat itu sepakat untuk melanjutkan pembentukan grup Landcare. CVO
menawarkan untuk menyediakan seorang sekretaris untuk grup ini selama satu tahun,
untuk membantu pendirian Flyers Creek Landcare Group.
Grup ini kemudian dibentuk di bulan Januari 2005 dengan tujuan untuk menyingkirkan
vegetasi yang tidak asli dan merehabilitasi Flyers Creek beserta anak-anak sungainya,
dan berhasil mendapatkan dana dari Envirofund Pemerintah Australia untuk mendukung
programnya.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
37
Sekretaris yang disediakan oleh CVO berguna dalam membantu pembentukan grup, tapi
tidak memiliki peran pengambilan keputusan. Untuk membina kemandirian, CVO sejak
awal menetapkan bahwa mereka akan menarik diri dari urusan operasi begitu grup ini
telah berjalan dengan baik dan telah memulai program penyingkiran pohon gulma willow.
CVO tidak memiliki lahan di Flyers Creek meskipun memang memiliki izin untuk
mengambil air dari sungai ini, tergantung dari kondisi arus minimum.
Studi kasus: Program Kemitraan Masyarakat BMA
BHP Billiton Mitsubishi Alliance (BMA) memiliki dan mengelola tujuh tambang batu
bara di Bowen Basin dan terminal ekspor batu bara Hay Point di dekat kota Mackay.
Bowen Basin merupakan sebuah daerah yang luas namun berpenduduk sedikit, ke arah
pedalaman dari Mackay, di mana kebanyakan populasi tinggal dalam kota pertambangan
yang dibangun khusus untuk itu. BMA adalah perusahaan swasta terbesar di wilayah
tersebut.
Program Kemitraan Masyarakat BMA atau BMA Community Partnerships Program
(CPP) diluncurkan pada bulan September 2002, setelah suatu pengkajian terhadap
aktivitas dukungan masyarakat dari perusahaan dan proses konsultasi yang ekstensif
untuk menemukan kebutuhan yang terus menerus ada di area tersebut. Pengkajian ini
berkesimpulan bahwa meskipun BMA telah menyediakan dukungan bagi masyarakat,
kegagalan untuk memprioritaskan dan menjawab kebutuhan masyarakat dengan cara
yang terkoordinasi, dan diperburuk oleh aktivitas industri yang negatif dan berlarut-larut
di tahun 2000-01, menyebabkan persepsi masyarakat bahwa organisasi tersebut tidak
peduli dengan rakyat.
Secara khusus, tercatat bahwa kaum wanita merasa termarjinalkan sedangkan kaum
muda banyak yang meninggalkan wilayah itu karena kurangnya alternatif pelatihan dan
pekerjaan. Para pemuda yang masih ada tidak dapat mengakses aktivitas yang tersedia di
masyarakat luas.
CPP bertujuan untuk menjawab masalah ini dengan menyediakan dukungan dalam
enam kategori luas: dukungan pemuda, pelatihan usaha dan ketrampilan, kesejahteraan
masyarakat, olah raga dan rekreasi, seni dan hiburan, serta lingkungan hidup. Penekanan
CPP adalah menargetkan kebutuhan yang telah diidentifikasi melalui pengaturan
kemitraan dengan pemerintah, kelompok-kelompok masyarakat dan para karyawan.
Program ini dikelola dari kantor BMA di Brisbane melalui seorang koordinator hubungan
masyarakat yang memantau program dari Central Queensland. Pengeluaran program
telah melebihi $2,5 juta setiap tahunnya. Masyarakat target primer untuk program
ini adalah Moranbah, Dysart, Emerald dan Capella, Hay Point, Blackwater serta Nebo/
Coppabella.
Evaluasi CPP
Pada tahun 2004, The Centre for Social Responsibility in Mining (CSRM), sebuah pusat
riset independen yang berbasis di University of Queensland, dikontrak untuk melakukan
evaluasi awal pada program. CSRM menyimpulkan bahwa sebagian aktivitas yang didanai
melalui Program:
38
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
•
•
•
•
memiliki sasaran yang didefinisikan dengan cukup baik, dan rencana cara untuk
mencapai sasaran ini
umumnya menargetkan kaum wanita dan pemuda, yang sesuai dengan prioritas CPP
cukup efektif dalam menarik peserta/klien dari kelompok-kelompok tersebut
dapat mengarah ke bukti-bukti yang mengindikasikan mereka telah menghasilkan
dampak yang positif (seperti tanggapan positif dari pengguna layanan dan ‘kisahkisah sukses’ individual).
Kajian CSRM mencatat bahwa salah satu kekuatan CPP adalah fokusnya dalam bermitra
dengan organisasi yang sudah ada. Namun demikian, juga terbukti bahwa organisasi
masyarakat yang beroperasi di wilayah tersebut menghadapi sejumlah tantangan,
termasuk ketidakpastian keuangan, menarik dan mempertahankan staf, merekrut
sukarelawan, masalah jarak dan kurangnya dukungan pemerintah. Faktor-faktor ini
seringkali menjadikan sukar untuk kelompok yang berbasis lokal untuk mengembangkan
dan melanjutkan inisiatif-inisiatif masyarakat yang penting.
Kajian itu merekomendasikan bahwa BMA menjawab masalah ini dengan mensponsori
lokakarya setempat mengenai topik-topik seperti manajemen proyek, evaluasi dan
penulisan proposal hibah, serta merekrut dan mengelola sukarelawan, untuk membantu
para individu yang saat itu terlibat dalam mengelola inisiatif yang didanai CPP dan
program-program berbasis masyarakat lainnya.
BMA menyetujui hal ini dan beberapa rekomendasi lainnya, dan di bulan Mei 2006,
mensponsori lokakarya dua hari di Emerald dengan topik perencanaan dan manajemen
proyek, dan diberikan oleh Volunteers Queensland.
Para wakil dari organisasi masyarakat dari seluruh wilayah menghadiri lokakarya ini. Para
peserta memberi laporan yang sangat positif akan apa yang mereka pelajari, dan lebih
penting lagi, bahwa mereka dapat menggunakan forum tersebut sebagai peluang untuk
membangun jejaring dengan orang-orang yang berpikiran sama dari seluruh wilayah
yang luas ini.
Evaluasi terhadap CPP yang lebih komprehensif direncanakan untuk diadakan tahun
2007-08, dan akan ada fokus yang lebih kuat untuk menilai hasil-hasil dari setiap
aktivitas yang didanai melalui CPP dan program tersebut secara keseluruhan.
Rangkuman dari evaluasi CSRM tersedia pada halaman publikasi di: www.csrm.uq.edu.au.
Komentar studi kasus:
‘CPP sangat bernilai bagi pekerjaan saya. Memungkinkan saya untuk bekerja dan
memberdayakan kaum muda dalam kelompok kecil kami, agar mau bertanggung jawab
bagi hidup mereka dengan memberi mereka peluang untuk membangun kepercayaan diri
dan memainkan peran yang positif dalam masyarakat,’ ujar seorang pekerja muda Bowen
Basin.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
39
4.4 Tantangan dalam berkelanjutan untuk masyarakat
Berkelanjutan untuk masyarakat adalah sebuah konsep yang penuh tantangan untuk
diterapkan dalam praktek, bahkan untuk organisasi yang mengkhususkan diri dalam bidang ini.
Program ini juga memiliki tantangan khusus dalam konteks negara yang sudah berkembang,
seperti di Australia.
Meskipun perusahaan pertambangan telah melakukan banyak kemajuan di tingkat kebijakan
dan komitmen untuk berkelanjutan untuk masyarakat - serta dalam hal cara pendekatan yang
sangat partisipatif - menerjemahkan komitmen menjadi praktek kerja yang lebih baik di tingkat
lokasi tambang tetap menjadi salah satu tantangan terberat di industri.
Beberapa tantangan berkelanjutan untuk masyarakat juga terdapat dalam keterlibatan
masyarakat, misalnya untuk melibatkan kaum wanita dalam proses pengambilan keputusan,
tapi ada pula yang sangat sukar dalam konteks pertambangan. Beberapa kesulitan ini adalah
sebagai berikut:
Masalah kendali
Berkelanjutan untuk masyarakat mendorong masyarakat lokal untuk memberi pengaruh
dan berbagi kendali dalam keputusan dan sumberdaya yang mempengaruhi mereka. Dalam
prakteknya, sukar bagi perusahaan pertambangan untuk melakukan ini, karena orientasi
konvensional mereka dalam manajemen proyek, di mana kendali sangat penting untuk dapat
menjalankan operasi yang efisien dan menguntungkan, termasuk bekerja dalam jadwal yang
ketat.
Perusahaan pertambangan, seperti bisnis-bisnis yang sukses lainnya, dioperasikan melalui
jalur-jalur wewenang di mana peran dan tanggung jawab dibuat resmi dan relatif jelas. Namun
demikian, jalur wewenang dan area tanggung jawab mungkin tidak sejelas itu saat melakukan
keterlibatan masyarakat dan program berkelanjutan untuk, khususnya di tahap-tahap awal.
Menghargai pengetahuan lokal
Berkelanjutan untuk masyarakat menantang pandangan bahwa profesional dan para ahlilah
yang paling tahu. Meskipun masuk akal bahwa orang-orang yang terkena pengaruh harus bisa
bersuara mengenai berkelanjutan untuk diri mereka sendiri, untuk benar-benar menghargai
pengetahuan lokal berarti berlawanan dengan cara pendekatan konvensional dalam industri
pertambangan yang bersifat mencari pendapat dari para ahli, meminta saran dari konsultan
mengenai masalah tertentu, dan para karyawan diharapkan bekerja di bawah pengaturan
manajerial. Meskipun manajemen yang baik sangatlah penting untuk mengoperasikan asetaset kelas dunia, pengetahuan dari para ahli harus diseimbangkan dengan pengetahuan
dan partisipasi masyarakat saat melakukan program berkelanjutan untuk. Misalnya,
industri pertambangan semakin banyak yang memasukkan dan menghargai pengetahuan
ekologi tradisional dalam melakukan kajian dampak lingkungan (EIA/environmental impact
assessments) dan juga saat pemantauan dan rehabilitasi.
Jangkauan program
Salah satu tantangan terbesar dalam berkelanjutan untuk masyarakat adalah menjangkau
orang-orang yang paling rentan; yaitu orang-orang yang umumnya adalah paling
termarjinalkan dan paling tidak vokal dalam masyarakat. Proses keterlibatan masyarakat yang
standar cenderung condong ke orang-orang yang lebih tampak nyata dan berpengaruh dalam
masyarakat; yaitu orang-orang atau kelompok yang memiliki kemampuan terbesar untuk
mengancam izin sosial untuk beroperasi bagi perusahaan. Namun demikian, jika program
berkelanjutan untuk masyarakat ingin sukses dalam memperkuat masyarakat yang rentan,
haruslah dapat menjangkau lebih jauh ke kelompok-kelompok ini, agar dapat melibatkan
semua sektor masyarakat.
40
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Datang-terbang, Pulang-terbang
Di Australia, banyak tambang yang beroperasi dengan basis datang-terbang, pulang-terbang
(fly-in, fly-out), di mana para karyawan tinggal cukup jauh dari daerah operasi, biasanya di
wilayah pesisir, dan melajo (commute) ke daerah pedalaman untuk bekerja. Meskipun dampak
sosial dari operasi datang-terbang, pulang-terbang ini terhadap area sekitar cenderung tidak
sebesar daripada operasi yang berbasis pemukiman tetap; tidaklah berarti operasi ini bebas
dari tanggung jawab untuk mendukung inisiatif pengembangan masyarakat yang berfokus
pada penduduk setempat. Banyak masyarakat yang berlokasi di area sekitar operasi seperti ini
secara ekonomi dan sosial kurang beruntung, dan memiliki populasi Penduduk Asli yang besar.
Dari sudut pandang bisnis, berkontribusi terhadap berkelanjutan untuk masyarakat seperti
ini akan memudahkan negosiasi akses ke lahan di masa depan, dan membantu menyingkirkan
kritik yang mengatakan bahwa area-area terpencil dan di area pinggiran hanya sedikit atau
tidak menerima manfaat dari operasi penambangan datang-terbang, pulang terbang ini.
Strategi berkelanjutan untuk yang mungkin cocok untuk konteks ini antara lain: menyediakan
peluang kerja dan pelatihan bagi penduduk setempat dan menawarkan transportasi yang
fleksibel (bis, pesawat lokal) agar mereka dapat bekerja di tambang, memfasilitasi pembuatan
usaha setempat (seperti usaha pariwisata skala kecil) dan bermitra dengan organisasi lain
untuk menjawab prioritas kebutuhan penduduk yang tinggal di area tersebut.
Studi kasus: Nota kesepahaman MCA dan Pemerintah Australia
Konsisten dengan komitmen industri mineral dalam hal pembangunan berkelanjutan,
industri menyadari bahwa manfaat sosio-ekonomi dari pertambangan haruslah dibagi
dengan masyarakat yang terkena pengaruh dari operasinya. Hal ini paling baik dicapai
melalui kemitraan antara industri mineral, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah
yang memfasilitasi perwujudan dari program-program yang efektif.
Sampai saat ini, Minerals Council of Australia (MCA/Dewan Mineral Australia) telah
melakukan kemitraan strategis dengan Pemerintah Federal melalui penandatanganan
Nota Kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) selama lima tahun, yang
diluncurkan pada bulan Juni 2005. Nota Kesepahaman ini membuat sebuah platform
bagi pemerintah dan industri untuk bekerjasama dengan Penduduk Asli membangun
suatu masyarakat yang berdaya tahan dan berkelanjutan serta sejahtera, di mana
Penduduk Asli dapat menciptakan dan memanfaatkan peluang-peluang usaha dan kerja
dalam wilayah pertambangan.
Nota Kesepahaman ini didasarkan pada prinsip-prinsip yang memandu aktivitas di tingkat
regional:
•
•
•
•
kerjasama dan kemitraan antara semua pihak berdasarkan pada azas saling
menghormati
kerjasama dan kemitraan antara semua pihak dan masyarakat Penduduk Asli
berdasarkan azas saling bertanggung jawab dan rasa hormat terhadap budaya, adat
istiadat dan norma-norma
integrasi dari pertimbangan-pertimbangan berkelanjutan untuk berkelanjutan di
dalam proses pengambilan keputusan di dalam kemitraan ini
komitmen bersama terhadap berkelanjutan untuk sosial, ekonomi dan institusional di
masyarakat yang melibatkan pihak-pihak ini.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
41
Industri mineral menyadari bahwa perusahaan dapat membantu berkelanjutan untuk
masyarakat melalui penyediaan peluang kerja, pelatihan dan berkelanjutan untuk usaha,
yang terkait dengan aktivitas pertambangan. Namun demikian, industri dengan jelas
membedakan antara tanggung jawabnya sendiri dengan tanggung jawab pemerintah,
dalam menyediakan layanan sosial dasar yang terpadu ke masyarakat terpencil dan
masyarakat regional, yang sangat penting dalam membangun kesejahteraan sosial dan
ekonomi dalam masyarakat Penduduk Asli. Diharapkan Nota Kesepahaman ini dapat
memberikan pertanggungan jawab pemerintah yang lebih baik, dan perwujudan layanan
kepada Penduduk Asli melalui akses yang lebih baik, dalam hal:
•
•
•
•
•
•
pendidikan baca tulis baik aksara dan angka
inisiatif kesiapan kerja seperti kelayakan pada program-program pekerjaan
layanan mengenai narkoba dan alkohol
layanan bidang keuangan
layanan dukungan keluarga termasuk perawatan anak dan layanan konseling
modal SDM dan keuangan untuk memfasilitasi berkelanjutan untuk usaha Penduduk
Asli.
Penerapan Nota Kesepahaman ini memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan
anggota MCA, Pemerintah Australia, pemerintah negara bagian dan teritori, serta
organisasi-organisasi Penduduk Asli untuk membuat sebuah cara untuk bekerjasama. Nota
Kesepahaman ini dibangun dari hubungan dan praktek kerja yang lalu, tapi mengharuskan
semua pihak untuk sepakat pada prinsip-prinsip keterlibatan agar memastikan bahwa
prioritas pertama adalah meningkatkan hasil berupa pekerjaan bagi Penduduk Asli
setempat. Secara spesifik, Nota Kesepahaman ini mendorong semua pihak untuk bekerja
bersama melalui pembuatan sebuah kesepakatan kemitraan regional yang menjangkau
luas dan menyediakan sebuah cara pendekatan strategis, dengan fokus untuk mencapai
kebersamaan tingkat tinggi di antara semua pihak sebelum tahap pertimbangan perincian
proyek.
Pihak-pihak dalam Nota Kesepahaman telah melibatkan masyarakat Penduduk Asli dan
sepakat dalam delapan area prioritas untuk diterapkan dalam tahap perdana, yaitu:
•
•
•
•
•
•
•
42
Western Cape York (Queensland)—melibatkan Comalco Aluminium;
Tanami (Northern Territory)—melibatkan Newmont Australia;
East Kimberley (Western Australia)—melibatkan Tambang Berlian Argyle dan Roche
Mining;
Pilbara, Port Hedland (Western Australia)—melibatkan BHP Billiton;
Pilbara, Newman (Western Australia)—melibatkan BHP Billiton dan Newcrest;
Pilbara, Karratha dan Roebourne (Western Australia)—melibatkan Pilbara Iron;
South-West Region (Western Australia), Boddington—melibatkan Newmont Australia;
dan
•
Wiluna (Western Australia)—melibatkan Newmont dan BHP Billiton.
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Kemudian, dibuat satu Komisi Nasional Pengarah MoU untuk mengawasi penerapan Nota
Kesepahaman ini. Komite ini mencakup perwakilan dari Kantor Urusan Koordinasi Kebijakan
Penduduk Asli, Departemen Perindustrian, Pariwisata dan Sumberdaya, Departemen
Tenaga Kerja dan Hubungan Tempat Kerja serta MCA, termasuk perusahaan-perusahaan
anggota yang telah berpartisipasi sejak tahap perdana.
Terdapat fokus yang kuat untuk mengadakan evaluasi terhadap Nota Kesepahaman ini
di tingkat nasional dan regional, bukan hanya untuk membantu komunikasi yang efektif
mengenai keberhasilan dan pelajaran dari proyek ini, tapi juga untuk mendukung replikasi
dari pola kerjasama baru antara pemerintah dan kalangan industri yang sukses ini, ke lokasi
pertambangan lain.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
43
5.0 RANGKUMAN
Fokus pada pembangunan berkelanjutan telah menciptakan transformasi kebijakan dan
praktek yang nyata dalam industri pertambangan. Dua aspek sosial yang penting dalam
berkelanjutan untuk berkelanjutan adalah keterlibatan masyarakat dan berkelanjutan
untuk masyarakat. Buku pedoman ini berusaha menekankan konsep-konsep utama, faktorfaktor pendorong, contoh-contoh praktek kerja dan tantangan yang ada dalam bentuk yang
berguna bagi para manajer tambang sekaligus para praktisi hubungan masyarakat.
Dengan mengadopsi cara pendekatan yang lebih sistematik dalam bidang keterlibatan
masyarakat, akan membantu menyesuaikan dan akhirnya memadukan pengelolaan masalahmasalah masyarakat dengan praktek manajemen dalam area operasional lainnya. Untuk
mendukung cara pendekatan ini, buku ini telah mengidentifikasikan serangkaian prinsipprinsip dan cara-cara yang berkaitan dengan keterlibatan masyarakat dan pemangku
kepentingan, dan dapat digunakan sebagai panduan oleh para praktisi.
Berkelanjutan untuk masyarakat, dengan fokusnya untuk memperkuat masyarakat dan
kesejahteraannya, membutuhkan suatu keterlibatan masyarakat, tapi juga membutuhkan
berbagai hal lain. Di Australia, perusahaan pertambangan terlibat dalam bidang praktek
kerja ini relatif baru, dan hal ini mendorong perubahan penting dalam upaya menangani
masalah-masalah sosial. Meskipun pekerjaan berkelanjutan untuk masyarakat dapat bersifat
kompleks, terdapat beberapa pengetahuan dan langkah-langkah logis yang dapat diikuti, dan
informasi tersebut telah dijabarkan dalam buku ini.
44
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
REFERENSI
AccountAbility 2005, draft pemaparan AA1000 SES (pemangku kepentingan engagement
standard), <http://www.accountability.org.uk/>.
Harvey, B and Brereton, D 2005, Emerging models of community engagement in the Australian
minerals industry, International Conference on Engaging Communities, Brisbane.
International Association of Public Participation 2005, IAP2 Spectrum of Participation, <http://
iap2.org/practitionertools/index.shtml>.
International Council on Mining and Metals 2003, ICMM Sustainable development framework:
ICMM principles, International Council on Mining and Metals, <http://www.icmm.com>.
International Finance Corporation 2000, Investing in people: sustaining communities through
improved business practice. Sebuah panduan berkelanjutan untuk masyarakat bagi perusahaan,
<http://www.ifc.org>.
Kemp, D and Boele, R 2006, Four generations of pemangku kepentingan engagement in the
minerals industry, <http://www.banarra.com>.
Minerals Council of Australia 2005, Enduring Value: The Australian Minerals Industry Framework
for Sustainable Development, <http://www.minerals.org.au/enduringvalue>.
Ministerial Council on Mineral and Petroleum Resources 2005, Principles for engagement with
communities and pemangku kepentingan, <www.industry.gov.au/resources/mcmpr>.
Queensland Government Department of Communities 2004, Evaluating community engagement,
<www.getinvolved.qld.gov.au/share_your_knowledge/resources/guides_ publications.html>.
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
45
BACAAN LANJUTAN
Australian Heritage Council
• Ask first: a guide to respecting Indigenous heritage places and values 2002
www.ahc.gov.au/publications/indigenousheritage/
Centre for Science in Public Participation
• Framework for responsible mining
www.frameworkforresponsiblemining.org/
Centre for Social Responsibility in Mining, the University of Queensland
• Developing a community impacts monitoring and management strategy: a guidance document
for Australian coal mining operations 2005
www.csrm.uq.edu.au/docs/CIMMS Guidance1.pdf
•
A sourcebook of community impact monitoring measures for the Australian coal mining
industry 2005
www.csrm.uq.edu.au/docs/Source%20Book%20of%20Community%20Impact%20Measures.
pdf
Coastal CRC (Griffith University)
• The citizen science toolbox 2005
www.coastal.crc.org.au/toolbox/index.asp
Curtin University
• Flank, F. and Smith, A. (2006), Community Development and Partnerships, Perth,
Curtin University
Institute of Social and Ethical Accountability
• The pemangku kepentingan engagement manual 2005 (published under UNEP auspices)
www.accountability.org.uk/training/default.asp?pageid=226#summary
International Council on Mining and Metals (ICMM)
• Community development toolkit 2005
www.icmm.com/library_pub_detail.php?rcd=183
International Finance Corporation
• Good practice note: addressing the social dimensions of private sector projects 2003
www.ifc.org/ifcext/enviro.nsf/AttachementsByTitle/p_socialGPN/$FILE/SocialGPN.pdf
• Doing better business through effective public consultation and disclosure 1998
www.ifc.org/ifcext/enviro.nsf/Content/Publications_GoodPractice
46
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Mining, Minerals and Sustainable Development Project (MMSD)
•
•
People, power, participation: a study of mining - community relationships 2002
www.ausimm.com/whatsnew/csiro.pdf
Developing new approaches for pemangku kepentingan engagement in the minerals sector
(URS) 2002 www.ausimm.com/whatsnew/stake1009.pd
Murray-Darling Basin Commission/DAFF
•
•
Towards whole of community engagement: a practical toolkit 2002
publications.mdbc.gov.au/view_details.php?id=309&MDBCPPublications_Session=32cb11aed12
7c2f4435ded2b32191501
Towards whole of community engagement: a practical toolkit 2004
www.affashop.gov.au/PdfFiles/PC12804.pdf
National Heritage Trust
•
Ways to improve community engagement: working with Indigenous knowledge in natural
resource management 2004
www.deh.gov.au/indigenous/publications/community.html#download
New South Wales Minerals Council
•
NSWMC Community Engagement Handbook: Towards Stronger Community Relationships,
September 2006 www.nswmin.com.au
Oxfam Australia
•
Benchmarks for the mining industry
www.oxfam.org.au/campaigns/mining/ombudsdman/2002/appendix/one/index.html
Queensland Government Engaging Queenslanders series
•
•
An introduction to community engagement 2005
Introduction to working with Aboriginal and Torres Strait Islander communities 2005
www.getinvolved.qld.gov.au/share_your_knowledge/resources/guides_publications.html
United Nations
•
Universal Declaration for Human Rights www.unhchr.ch/udhr/
Whiteman, G & Mamen, K (The North-South Institute)
•
Meaningful consultation and participation in the mining sector? A review of consultation and
participation of Indigenous Peoples within the international mining sector 2002 www.nsi-ins.
ca/
KETERLIBATAN DAN BERKELANJUTAN UNTUK MASYARAKAT
47
DAFTAR ISTILAH
Manajemen adaptif
Sebuah proses sistematik untuk senantiasa memperbaiki kebijakan dan praktek kerja manajemen
dengan cara belajar dari hasil-hasil program operasional. Panduan Praktek Kerja yang Baik dalam
Pertambangan dan Keanekaragaman Hayati dari ICMM merujuk istilah manajemen adaptif sebagai
‘lakukan-pantau-evaluasi-revisi’.
Kerjasama
Bekerja bersama untuk berbagi keahlian dan kepemilikan dari hasil-hasil program; keterlibatan
bersama dalam proyek-proyek dan aktivitas-aktivitas.
Masyarakat
Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan kata ‘masyarakat’. Dalam industri pertambangan,
istilah masyarakat umumnya berlaku pada penduduk di wilayah di dalam dan di sekitar tambang,
yang terkena pengaruh dari aktivitas perusahaan. ‘Masyarakat lokal’ atau ‘masyarakat setempat’
biasanya merujuk pada masyarakat tempat lokasi berada, dan dapat mencakup Penduduk
Asli maupun non-Penduduk Asli. Istilah ‘Masyarakat tuan rumah’ seringkali digunakan untuk
menekankan fakta bahwa masyarakat itulah yang mengakomodasikan atau menjadi ‘tuan rumah’
dari operasi perusahaan, sampai sumberdayanya telah berkurang.
Konsultasi
Tindakan untuk memberikan informasi atau saran, dan mencari respon terhadap suatu acara,
aktivitas atau proses, baik yang aktual maupun dalam bentuk usulan.
Keletihan konsultasi
Fenomena ini dapat terjadi jika ada terlalu banyak atau terjadi tumpang tindih inisiatif konsultasi dalam
suatu masyarakat, baik dari area-area yang berbeda dari perusahaan atau dari operasi penambangan
yang sama, atau dari organisasi-organisasi yang berbeda, termasuk badan-badan pemerintah.
Berkelanjutan untuk
Berkelanjutan untuk masyarakat mencakup berkelanjutan untuk ekonomi, berkelanjutan untuk
sosial dan berkelanjutan untuk budaya - yaitu semua aspek dari kehidupan dan kesejahteraan
manusia. Inilah proses di mana orang meningkatkan kekuatan dan efektivitas masyarakat mereka,
meningkatkan kualitas hidup mereka, dan memungkinkan diri mereka sendiri dan orang lain untuk
turut berpartisipasi dengan penuh arti dalam pengambilan keputusan dan untuk meraih kendali
jangka panjang yang lebih baik terhadap hidup mereka.
Keterlibatan
Dalam artian yang paling sederhana, keterlibatan adalah berkomunikasi secara efektif dengan
orang-orang yang mempengaruhi dan terpengaruh oleh aktivitas perusahaan (para pemangku
kepentingan-nya atau pihak-pihak yang berkepentingan pada perusahaan). Sebuah proses keterlibatan
yang baik biasanya mencakup identifikasi dan prioritas pemangku kepentingan, melakukan dialog
dengan mereka untuk memahami minat mereka dalam suatu masalah, dan kekuatiran yang mungkin
mereka miliki, bersama-sama dengan mereka mencari cara untuk mengatasi masalah-masalah ini,
dan memberikan tanggapan kepada para pemangku kepentingan mengenai tindakan yang diambil.
Pada tingkat yang lebih kompleks, keterlibatan adalah suatu cara untuk menegosiasikan kesepakatan
terhadap suatu masalah kekuatiran atau terhadap kepentingan bersama.
Izin sosial untuk beroperasi
Izin sosial adalah suatu pengakuan dan penerimaan terhadap kontribusi perusahaan kepada
masyarakat tempat perusahaan tersebut beroperasi, dan ini lebih dari sekedar pemenuhan
kewajiban hukum dasar dalam hal mengembangkan dan menjaga hubungan yang konstruktif
dengan para pemangku kepentingan, sebagai hal yang penting bagi bisnis agar dapat berkelanjutan.
Secara keseluruhan, izin ini muncul dari upaya untuk menjalin hubungan baik, berdasarkan
kejujuran dan saling menghormati.
48
PRAKTEK UNGGULAN PROGRAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN UNTUK INDUSTRI PERTAMBANGAN
Fly UP