...

Mujaddid, Masih, dan Mahdi

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Mujaddid, Masih, dan Mahdi
Mengenang Isra’ Mi’raj 27 Rajab 1427 H
Disusun menjelang Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 61, tanggal
17 Agustus 2009
Dengan harapan
Negara Republik Indonesia makin kokoh dan makin kuat
MUJADDID, MASIH DAN MAHDI
Penulis
Dr. H Nanang RI Iskandar, MSc, Ph.D
Tata Letak & Desain Sampul
ASGOR
Penerbit
DARUL KUTUBIL ISLAMIYAH
Jl. Kesehatan IX No. 12 Jakarta Pusat 10160
Telp. 021-3844111
e-mail: [email protected]
Cetakan Pertama, Rajab 1427 H, Agustus 2006
Cetakan Kdua,, April 2009
ISBN 978-979-16492-9-2
4
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabbil al amin, berkat izin Allah SWT dan
kerja keras kawan-kawan dan juga bantuan dari para dermawan,
buku yang berjudul Mujaddid, Masih dan Mahdi dapat berhasil
diterbitkan kembali. Seperti dimaklumi bahwa buku cetakan
pertama yang diterbitkan adalah sangat terbatas, namun dengan
bantuan kawan-kawan dan kerja sama yang baik, sekali lagi
alhamdulillah, bahwa buku cetakan kedua ini, kini telah berhasil
berada di tangan para pembaca
Apa yang ada dalam buku ini sesungguhnya adalah berupaya
mengulas secara garis besar mengenai hal Mujaddid, Masih dan
Mahdi menurut pemahaman-pemahaman yang berdasarkan acuan
kepustakaan yang ada. Seperti dimaklumi bahwa pada umumnya
pemahaman mengenai Mujaddid, Masih dan Mahdi belum
dipahami dengan tuntas oleh masyarakat. Mungkin memang tidak
menarik, namun bagi sebagian masyarakat, khususnya yang ingin
mendalami hal-hal mengenai Mujaddid atau mengenai
kemujaddidan atau mengenai pembaharuan, atau mengenai Masih
Yang Dijanjikan, dan juga mengenai Mahdi, atau Imam Mahdi, buku
ini dapat menjadi salah satu acuan bacaan. Buku-buku yang menulis
mengenai Zaman Akhir atau Akhir Zaman, atau Kebangkitan Islam,
atau mengenai parousia, atau kedatangan Yesus yang kedua didunia,
memang telah beredar dimasyarakat, namun tidak banyak.
Pemahaman-pemahaman yang berada dibuku ini semoga dapat
menjawab pertanyaan-pertanyaan bagi para musafir rohani, dan
seandainya masih belum mendapatkan pemahaman yang
memuaskan, kiranya dapat ditelusuri kembali dalam kepustakaankepustakaan lain yang ada.
Biasanya seorang musafir rohani akan terus mencari kepuasan
hati dalam dirinya untuk mendapatkan kemantapan dalam
hidupnya.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
5
Untuk mengatasi tantangan zaman pada masa sekarang ini,
sangat diperlukan pembaharuan pemikiran dan sekaligus juga dalam
sikap-sikap kita untuk dapat mengatasinya. Dengan sikap yang tepat
dalam menjawab tantangan kehidupan di zamannya, diharapkan
seseorang akan lebih mantap dalam bertindak. Tidak ragu-ragu
dalam mengambil keputusan dan selalu akan memberikan jawaban
yang tepat terhadap semua tantangan pada zamannya. Insya Allah
response yang diberikan terhadap tantangan tersebut akan dapat
menambah kecerdasan di masyarakat. Harapan kita semua tentunya
bahwa masyarakat akan bertambah cerdas dan juga akan bertambah
sejahtera. Kemudian sangat diharapkan bahwa kehidupan bermasyarakat pun akan lebih tertib, lebih cerah dan lebih indah. Dan
sebaliknya apabila tak ada pembaharuan, pasti seseorang akan
mengalami banyak hambatan dalam kehidupan di masyarakat oleh
karena jawaban terhadap tantangan zaman tidak tepat.
Demikianlah kiranya dan selamat membaca, semoga buku ini
dapat memberikan sumbangan pemikiran dan juga bermanfaat bagi
masyarakat, khususnya mengenai pemahaman Mujaddid, Masih dan
Mahdi.
Akhirul kalam, sekali lagi terima kasih kepada para kawan
dan para dermawan yang telah memungkinkan buku ini terbit
kembali
Jakarta, 9 Maret 2009
Darul Kutubil Islamiyah
6
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
DAFTAR ISI
PENGANTAR .............................................................................. 5
Bab I
PENDAHULUAN ....................................................................... 9
BAB II
MUJADDID ...............................................................................
A. Apakah artinya Mujaddid? .......................................
B. Apakah tandanya seseorang adalah Mujaddid? .......
C. Apakah Tugas dan Fungsi seorang Mujaddid? ........
D. Siapa sajakah Mujaddid itu? ....................................
E. Kesimpulan .............................................................
BAB III
AL MASIH ATAU MASIH .......................................................
A. Apakah artinya Masih? .............................................
B. Apakah Tugas dan Fungsi sebagai Al Masih? ..........
C. Masih, Dajjal dan Yakjuj Makjuj serta Masih
ad Dajjal ...................................................................
D. Kesimpulan ..............................................................
BAB IV
PERSAMAAN NABI ISA AL MASIH
DAN MASIH YANG DIJANJIKAN.....................................
A. Tinjauan dari sudut moral .......................................
B. Tinjauan dari sisi waktu hadir keberadaannya
di muka bumi ..........................................................
C. Diutus untuk kelemahlembutan dan kedamaian ...
D. Munculnya gerhana matahari ..................................
E. Adanya tuduhan keji ................................................
11
11
11
14
15
27
29
29
30
45
47
51
51
51
52
53
53
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
7
F. Tidak ditemukan kesalahan oleh pejabat
pemerintah ............................................................... 53
G. Lahir pada masa penguasa yang kejam .................... 53
H. Melaksanakan penjelajahan dalam dakwah ............ 53
BAB V
AL MAHDI, MAHDI ATAU IMAM MAHDI ........................
A. Apakah artinya Mahdi? atau Al Mahdi? ..................
B. Apakah Tugas Imam Mahdi? ...................................
C. Fungsi Mahdi ...........................................................
D. Kesimpulan ..............................................................
BAB VI
MASIH DAN MAHDI YANG DIJANJIKAN ..........................
A. Kedatangan Masih dan Mahdi ................................
B. Kelengkapan penjelasan mengenai Masih
dan Mahdi Yang Dijanjikan ....................................
C. Tanda-tanda kedatangan Masih Yang Dijanjikan....
D. Kesimpulan ..............................................................
56
57
58
61
79
81
81
82
84
91
BAB VII
RANGKUMAN ......................................................................... 93
BAB VIII
RENUNGAN ............................................................................. 95
BAB IX
PENUTUP ................................................................................. 96
ACUAN
8
.................................................................................. 98
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
BAB I
PENDAHULUAN
Apakah Mujaddid itu? Apakah Masih? Dan apakah yang
dimaksud dengan Mahdi? Dan juga apakah Imam Zaman itu?
Pertanyaan-pertanyaan ini kemudian berkembang antara lain sebagai
berikut: Siapakah kiranya yang tepat mendapatkan gelar atau sebutan
itu? Apakah benar orang tersebut? Apakah yang menjadi dasarnya?
Pertanyaan-pertanyaan ini memang wajar dan penulis berusaha
menyajikannya. Apabila kurang tepat ataupun kurang memuaskan
agar kiranya secara bijak siapa pun langsung saja menuju kepada
sumber-sumber yang utama, Quran Suci, Hadis Nabi maupun penjelasan para ulama lainnya, dan semoga akan mendapat penjelasan
yang lebih tepat dan lebih memenuhi harapan.
Berikut ini adalah beberapa hadis Nabi Muhammad saw yang
berkaitan dengan hal tersebut:
“Barang siapa yang mati sedang ia dalam keadaan buta akan Imam
Zamannya, maka matinya dalam kematian jahiliyah”
[Musnad Ahmad bin Hambal]
“Dan siapa yang mati padahal dilehernya tidak ada ikatan baiat, maka
berarti ia mati dalam keadaan jahiliyah”
[HR. Muslim dan Misykatu Syarif, Hadis 3504]
“Apabila kamu melihatnya (Mahdi), maka ambilah baiatnya, meskipun
engkau merangkak di atas salju”. [Hadis Musnad Ahmad jilid IV hlm
80 dan Ibnu Majah hlm 315 bab Khurujul Mahdi]
Dari riwayat Anas ibn Malik, bahwasanya Nabi Muhammad
saw, Beliau telah bersabda :
“Tidak seorangpun sebagai Al Mahdi, kecuali Isa ibn Maryam”
[HR Baihaqi dan al Hakim]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
9
Dari Khuzaifah ibn Yaman berkata, Rasulullah saw bersabda:
“Apabila telah lewat 1240 tahun, Allah akan mengutus Al Mahdi”
[An-Najmus-Saqif, Juz II, hlm 209]
Beberapa Hadis di atas tersebut menunjukkan bahwa memahami atau mengenal Imam Zaman; Masih ibn Maryam atau Nabi
Isa Al Masih as dan juga Al Mahdi adalah cukup beralasan untuk
direnungkan. Siapa tahu dengan merenungkan, mempelajari dan
membahasnya, kita akan mendapatkan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya.
Apakah sesungguhnya yang dimaksud dengan Imam Zaman?
Imam Zaman adalah Imam yang sesuai dengan zamannya. Dan
zaman yang dimaksud adalah kurang lebih setiap 100 tahun Hijriyah.
Imam Zaman abad pertama, Imam Zaman abad dua dan begitu
seterusnya hingga sekarang yakni abad 15 Hijriyah. Selain hal
tersebut hendaklah dimaklumi bahwa zaman Nabi Muhammad
adalah zaman terbentuknya Kerajaan Allah. Kedaulatan Illahi
terbabar dengan indah pada saat Piagam Madinah terbentuk, atau
awal terbentuknya khilafah Islamiyah. Sejak waktu itu mulailah
kehidupan berdampingan secara damai antara penduduk Madinah,
baik yang beragama Islam maupun yang bukan beragama Islam.
Setelah Nabi Muhammad wafat, Kerajaan Allah berlanjut hingga
lebih kurang 300 tahun, dan kemudian mulai pudar keindahan
dan keagungannya karena telah tercampur dengan tangan-tangan
kotor manusia. Selama lebih kurang 1000 tahun Islam mengalami
kemunduran dan bangkit kembali pada awal abad 14 H.[]
10
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
BAB II
MUJADDID
A. Apakah artinya Mujaddid?
Mujaddid artinya Pembaharu, yaitu orang yang memperbaharui agama atau orang yang ditugaskan Allah untuk mengadakan
pembaharuan dalam Islam. Awalnya adalah kata dari bahasa Arab,
dari asal kata jadid yang artinya baru.
Pada umumnya seorang ulama yang mempunyai kharisma atau
pengetahuan yang luas dalam menjelaskan agama, umat dapat juga
menyebutnya bahwa dia adalah seorang mujaddid. Misalnya KH.
Ahmad Dahlan dengan organisasi Muhammadiyahnya, Buya
HAMKA dengan keluasan wawasan Islam yang dimilikinya, atau
DR. Arie Ginanjar Agustian dengan ESQ-nya. Namun, Mujaddid
yang dimaksud disini adalah Mujaddid yang diangkat Allah SWT.
Orang yang bersangkutan tersebut, yakni yang diangkat Allah SWT
akan mengumumkan bahwa dirinya adalah pemimpin rokhani pada
zamannya .Bila ada seseorang yang mengaku bahwa dirinya adalah
Mujaddid, sebaiknya kita mempelajarinya apakah sesuai dengan
ajaran Islam yang diberikan Nabi Muhammad saw melalui Quran
Suci atau justru menyeleweng, merendahkan martabat manusia. Bila
dia seorang pembohong pasti hidupnya akan mendapat laknat dari
Allah SWT. Seorang Mujaddid akan mengumumkan tentang hal
mengenai dirinya kepada umat Islam berdasar petunjuk yang
diberikan Allah SWT.
B. Apakah tandanya seseorang adalah Mujaddid?
Beberapa tanda seseorang Mujaddid di antaranya adalah:
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
11
B.1. Dibangkitkan Allah SWT
Menurut Firman Allah SWT, Mujaddid itu diangkat oleh
Allah sendiri, dan tidak diangkat oleh manusia. Pada masa-masa
awal biasanya umat manusia menolak, menentang dan bahkan
memusuhinya. Hal ini secara umum mudah dapat dimaklumi oleh
karena apabila ada suatu kebiasaan buruk telah dianggap biasa, atau
telah membudaya biasanya orang tidak mampu lagi untuk
memisahkannya dengan yang haq, sehingga seorang Mujaddid dalam
mengutarakan kebenaran biasanya akan mendapatkan tantangantantangan dari lingkungan masyarakat.
Perhatikanlah dalam Quran Suci, surat 24:55.
Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan berbuat
baik, bahwa Ia pasti akan membuat mereka penguasa di bumi sebagaimana
Ia telah membuat orang-orang sebelum mereka menjadi penguasa, dan
bahwa Ia akan menegakkan bagi mereka agama mereka yang telah Ia
pilih, dan bahwa Ia akan memberi keamanan sebagai pengganti setelah
mereka menderita ketakutan. Mereka akan mengabdi kepada-Ku, dan tak
akan menyekutukan Aku dengan apapun. Dan barang siapa sesudah itu
tidak terima kasih, mereka adalah orang yang durhaka.
B.2. Dibangkitkan pada permulaan abad
Tanda yang kedua adalah bahwa Mujaddid itu dibangkitkan
pada permulaan tiap-tiap abad, karena pada tiap akhir abad, Islam
akan mengalami kemunduran, atau kerusakan, atau kekacauan. Hal
ini sesuai dengan isyarat Quran Suci bahwa ’lailatul Qadr’ itu lebih
baik dari seribu bulan (QS 97:3) Ayat ini mengisyaratkan bahwa
setelah seribu bulan, terjadilah kegelapan yang menimpa dunia Islam,
kemudian Allah menurunkan ’lailatul Qadr’ atau wahyu yang
cemerlang yang menyinari kegelapan itu (QS 97:4-5).
12
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Sesungguhnya Allah akan selalu membangkitkan pada umat Islam ini
pada tiap-tiap permulaan abad seseorang yang akan memperbaiki agamanya
baginya.
[HR Abu Daud]
Sesungguhnya Allah memberi nikmat kepada ahli din-Nya pada setiap
akhir seratus tahun dengan seorang dari ahli rumahku (ahli bait) yang
akan menjelaskan kepada mereka urusan din mereka.
[Berkata Ahmad bin Hambal, dalam sebuah Hadis]
B.3. Mengadakan tajdid
Tajdid, atau disebut juga pembaharuan, menurut tinjauan
etimologis adalah gagasan atau pemikiran-pemikiran yang mengandung tiga makna yang berkesinambungan, dan tidak mungkin
dipisahkan satu sama lainnya. Ketiga makna tersebut adalah:
B.3.a. Sesuatu yang diperbaharui itu sebelumnya sudah ada,
jelas, eksistensinya nyata, dan diketahui oleh manusia.
B.3.b. Sesuatu itu telah usang dimakan zaman sehingga
mengalami kerusakan.
B.3.c. Sesuatu itu kemudian dikembalikan seperti keadaannya
semula, yaitu sebelum sesuatu itu rusak.
Dengan demikian arti tajdid adalah mengembalikan umat
Islam kepada pangkal kebenaran Islam dan melenyapkan kesesatankesesatan yang telah menyerbu di kalangan umat Islam untuk menghidupkan iman umat Islam yang sedang surut guna memancarkan
penerangan baru tentang kebenaran Islam yang sesuai dengan
tuntutan zaman.
Tajdid juga dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan oleh
ulama untuk mentransfer ilmu-ilmu salaf dari generasi ke generasi
dengan cara yang bersih dari berbagai bentuk penyelewengan dan
selamat dari penyelewengan atau pencurian. Dan dengan demikian
tajdid juga dapat diartikan suatu ilmu untuk dipahami bagi kalangan
khalaf; untuk umat Islam generasi yang kemudian.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
13
C. Apakah Tugas dan Fungsi seorang Mujaddid?
Tugas seorang mujaddid adalah mengembalikan iman yang
telah luntur atau telah hilang atau menghilang dari dada kaum
muslim agar iman kembali lagi kepada pemiliknya, dengan cara yang
sebaik-baiknya. Dengan demikan pemiliknya dapat bergerak dan
hidup baru kembali. Pemiliknya dapat berjuang menegakkan Islam
dengan kokoh, oleh karena iman yang hilang telah kembali lagi
kepada pemiliknya. Seorang yang beriman mantap, pasti berjuang
dengan keyakinan yang tinggi untuk menegakkan Kalimah Thoyibah,
La ilaha Illallah Muhammadar-Rasulullah secara comprehensive integral,
secara holistik, secara utuh menyeluruh, sangat lengkap, dalam upayaupaya menegakkan tata kehidupan yang indah, baik pada dirinya
dan juga di lingkungan masyarakat, sesuai dengan tuntutan zaman.
Fungsi Mujaddid adalah melakukan tajddid, melakukan
pembaharuan, membersihkan polusi atau kotoran-kotoran yang
merusak iman. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Mujaddid
adalah seorang yang bertugas untuk memperbaharui pemahaman
agama yang telah mengalami banyak polusi yang diakibatkan oleh
ulah manusia. Berkat tugas yang dilaksanakan Mujaddid, Quran
Suci, sunah nabi maupun hadis nabi tetap relevan dalam menjawab
tantangan-tantangan zaman.
Pengangkatan mujaddid dapat oleh umat, namun dalam
tulisan ini yang mengangkat seseorang bergelar mujaddid adalah
Allah SWT.
Mujaddid sangat tepat apabila diumpamakan sebagai “penjaga
kebun.” Apabila Islam adalah suatu kebun yang indah, tugas dan
fungsi Mujaddid dapat diibaratkan sebagai tukang kebunnya.
Tugasnya adalah membersihkan kebun agar tetap selalu indah sedap
dipandang mata, dan juga adanya bunga yang selalu harum baunya.
Dengan kebun yang indah, dengan sendirinya pengunjung akan
betah didalamnya. Hasil positif lainnyapun akan timbul apabila
14
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
keindahan kebun terpelihara. Kemudian apabila tanaman kurang
air, tentu harus disiram agar hidup dan tidak layu. Apabila ada daundaunan yang berserakan dikebun, ya harus disapu, dan dalam
tugasnya sebagai tukang kebun, kadang-kadang harus mendangir
dan memberi pupuk. Bukannya tidak mungkin bahwa dalam
melakukan tugasnya, oleh karena kebun yang indah ternyata telah
berubah menjadi hutan, apa boleh buat, kadang harus bertemu
dengan ular berbisa, harimau dan binatang buas lainnya, dan inipun
juga harus diatasi. Bagaimanapun kebun Islam harus tetap selalu
indah, dan insya Allah akan menghasilkan manfaat bagi umat
manusia. Rasulullah saw bersabda:
Umatku ini bagaikan sebidang kebun yang dirawat dengan baik oleh pemiliknya dengan menyiangi, mencabut tetumbuhan lain, mempersiapkan tempat
tinggalnya, dan memotong pelepah-pelepahnya, sehingga dapat berbuah dan
memberi makan sekelompok orang selama setahun, tahun berikutnya kepada
kelompok lain, tahun ketiga kelompok lain lagi, demikian seterusnya,
mungkin tahun-tahun yang kemudian (akhir) lebih bagus hasilnya. Demi
Allah yang telah mengutusku sebagai nabi membawa kebenaran, Isa ibn
Maryam akan mendapatkan pengganti dari pendukung-pendukungnya di
antara umatku.
[HR Tarmidzi dalam Nawadir al-Ushul hlm 156]
Singkatnya, tugas dan fungsi mujaddid adalah mengajak umat untuk
meningkatkan iman dan taqwa, mengajak umat Islam menekuni,
menghayati dan mengkhidmati kandungan isi Quran Suci, mengajak
agar seorang Islam dapat mencontoh sunnah-sunnah Rasulullah saw,
dan sangat diharapkan mempunyai sifat-sifat Rasulullah yakni, jujur,
amanah, sidiqin, fathonah dan tabligh.
D. Siapa-siapa sajakah Mujaddid itu?
Sebelumnya perlu dikemukakan bahwa ada ulama yang berpendapat bahwa dalam satu abad hanya ada satu mujaddid, namun
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
15
ada juga yang berpendapat bisa lebih dari satu mujaddid. Dan juga
perlu untuk dipahami bahwa tidak ada seorangpun dari para
mujaddid yang dalam usahanya melakukan tajdid mengingin-kan
gelar mujaddid dari manusia. Umumnya mujaddid adalah rendah
hati, jujur dan menjadi panutan ummat. Tidak menjadi masalah
bagi mereka, apakah manusia memberikan gelar mujaddid atau
tidak. Dan perkiraan siapa-siapakah yang dapat dianggap sebagai
Mujaddid di antara mereka, berikut ini adalah pendapat Ibnul Atsir,
As Suyuthi dan Nawab Shidiq HK.
D.1. Berdasarkan Ibnul Atsir, dalam bukunya Jami’ul Ushul,
XI:322, mujaddid itu lebih dari satu untuk setiap abad.
D.1.a. Abad Pertama
D.1.a.1. Umar bin Abdul Aziz ................................... Ulul amri
D.1.a.2. Muhammad bin Al-Baqir ............... Fuqaha’ Madinah
D.1.a.3. Al Qasim bi Muhammad bin
Abi Akr As-Siddiq .......................... Fuqaha’ Madinah
D.1.a.4. Salim bin Abdullah bin Umar ....... Fuqaha’ Madinah
D.1.a.5. Mujahid bin Jab ............................... Fuqaha’ Makkah
D.1.a.6. Ikrimah Maula Ibnu Abbas ............. Fuqaha’ Makkah
D.1.a.7. Atha bin Abi Rabah ......................... Fuqaha’ Makkah
D.1.a.8. Thawus ............................................... Fuqaha’ Yaman
D.1.a.9. Mak-hul .................................................. Fuqaha’ Syam
D.1.a.10. Amir bin Syarahil Asy-Sya’bi ..... Fuqaha’ Kuffah
D.1.a.11. Hasan Al Basri ........................... Fuqaha’ Basrah
D.1.a.12. Muhammad bin Sirin ................ Fuqaha’ Basrah
D.1.a.13. Abdullah bin Katsir ......................... Ahli Qiraah
D.1.a.14. Muhammad bin Syihab Az-Zuhri ...... Ahli Hadis
D.1.b. Abad Kedua
D.1.b.1. Al Makmun bin Rasyid ........................ Ulul Amri
16
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
D.1.b.2. Asy Syafei ................................................. Fuqaha’
D.1.b.3. Al Hasan bin Ziyad Al-Lu’lu’i ........... Sahabat Abu
Hanifah
D.1.b.4. Asyhab bin Abdul Azis................... Sahabat Malik
(Ahmad bin Hambal pada saat itu belum terkenal)
D.1.b.5. Ali bin Musa Ar-Ridla .......................... Imamiyah
D.1.b.6. Ya’qub Al Hadlari ............................. Ahli Qiraah
D.1.b.7. Yahya bin Mu’in .................................. Ahli Hadis
D.1.b.8. Ma’ruf Al Kurkhi ............................... Ahli Zuhud
D.1.c. Abad Ketiga
D.1.c.1. Al Muqtadir Billah ................................ Ulil Amri
D.1.c.2. Abdul Abbas bin Suraij .......... Fuqaha’ Syafi’iyah
D.1.c.3. Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad
bin Salamah At Thahawi ....... Fuqaha’ Hanafiyah
D.1.c.4. ....................*) ........................................ Malikiyah
D.1.c.5. Abu Bakar bin Harun Ak Khalal......... Hanabilah
(pengikut Ahmad bin Hambal)
D.1.c.6. Abu Ja’far Muhammad bin Ya’qub
Ar Razi.................................................. Imamiyah
D.1.c.7. Abdul Hasan Ali bin Ismail
Al Asy’ari ................................... Ahli Ilmu Kalam
D.1.c.8. Abu Abdir rahman bin Syu’aib
An Nasai .............................................. Ahli Hadis
D.1.d. Abad Keempat
D.1.d.1. Al Qadir Billah ...................................... Ulil Amri
D.1.d.2. Abu Hamid bin Thahir Al Isfirayini .... Syafi’iyah
D.1.d.3. Abu Bakar Muhammad bin Musa
Al Khawarizmi ...................................... Hanafiyah
*) Dikutip sesuai dengan aslinya, penulis
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
17
D.1.d.4. Abu Muhammad Abdul Wahab bin
Ali bin Nashr ......................................... Malikiyah
D.1.d.5. Abu Abdillah Al Husain bin Ali bin
Hamid .................................................. Hanabilah
D.1.d.6. Al Murtadla Al Musawi ....................... Imamiyah
D.1.d.7. Al Qadli Abu Bakr Muhammad bin
Thayyib Al Baqilani.................... Ahli Ilmu Kalam
D.1.d.8. Abu Bakar Muhammad bin Hasan
bin Fauruk ................................. Ahli Ilmu Kalam
D.1.d.9. Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah
An Naisaburi Al Hakim ...................... Ahli Hadis
D.1.d.10. Abu Hasan Ali bin Ahmad
Al Hamami ....................................... Ahli Qiraah
D.1.d.11. Abu Bakr Muhammad bin Ali
Ad Dainuri ........................................ Ahli Zuhud
D.1.e. Abad Kelima
D.1.e.1. Al Musztazhir Billah ............................... Ulil amri
D.1.e.2. Al Imam Abu Hamid Muhammad
bin Muhammad Al Ghazali ................... Syafi’iyah
D.1.e.3. Al Qadli Fakhruddin Muhammad
bin Ali Al Maruzi ................................. Hanafiyah
D.1.e.4. ....................*) ........................................ Malikiyah
D.1.e.5. Abul Hasan Ali bin Ubaidillah
Az Zaghuni ........................................... Hanabilah
D.1.e.6. Razin bin Muawiyah Al Abdari .......... Ahli Hadis
D.1.e.7. Abul Izzi Muhammad bin Hasain
bin Bundar Al Qalanisi ..................... Ahli Qiraah
D.2. Berdasarkan Imam As Suyuthi dalam ’Aunul Ma’bud,
XI:394, para mujaddid setiap abad adalah sbb:
*) Dikutip sesuai dengan aslinya, penulis
18
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
D.2.a.
D.2.b.
D.2.c.
D.2.d.
D.2.e.
D.2.f.
D.2.g.
D.2.h.
D.2.i.
Abad pertama
Abad dua
Abad tiga
Abad empat
Abad lima
Abad enam
Abad tujuh
Abad delapan
Abad sembilan
:
:
:
:
:
:
:
:
:
Umar bin Abdul Aziz
Imam Syafei
Imam Asy’ari
Imam Al Baqilani
Imam Al Ghazali
Imam Ar Razi
Imam Daqiqil Id
Imam Sirajuddin Al Baqaini
Imam As Suyuthi
D.3. Menurut Nawab Shidiq Hasan Khan, seorang ulama besar
(1258-1307 H/1832-1889 M), beliau telah menulis nama-nama
para Mujaddid di dalam kitabnya Khujajulah Karamah, hlm
135-139 sebagai berikut:
D.3.a. Mujaddid abad I H adalah Umar bin Abdul Aziz (61-101
H/680-719 M). Beliau adalah cucu dari Sayidina Umar bin
Khatab ra, Khalifah ke II, sahabat Rasulullah saw.
D.3.b. Mujaddid abad II H adalah Imam Syafei (150-204 H/767820 M) dan Imam Hambali (164-241 H/780-855 M).
D.3.c. Mujaddid abad III H adalah Imam Abu Syarah dan Abu
Hasan Al Asyari (260-324 H/874- 941 M).
D.3.d. Mujaddid abad IV H adalah Imam Abu Ubaidullah dan
Imam Qadli Abu Bakar Al Baqillani (wafat tahun 403 H).
D.3.e. Mujaddid abad V H adalah Imam Ghazali (450-505 H/10501111 M). Buku-buku beliau telah terbit banyak sekali dan
sudah diterjemahkan juga dalam bahasa Indonesia, di
antaranya adalah Pembebas dari Kesesatan, O anak, Keajaiban
Hati, Ihya Ulumuddin, dsb-nya. Oleh karena karya buku-bukunya yang luar biasa beliau mendapat gelar Hujjatul Islam.
D.3.f. Mujaddid abad VI H adalah Syaikh Abdul Qadir Jaelani
(470-561 H/1077-1166 M). Beliau adalah ahli tasawuf.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
19
Bukunya antara lain adalah Futuhul Gaib.
D.3.g. Mujaddid abad VII H adalah Ibnu Taimiyah (661-728 H/
1262-1327 M) dan Khawaja Mu’inuddin Khisti (576-663
H/1170-1265 M).
D.3.h. Mujaddid abad VIII adalah Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani
(773-852 H), dan Saleh Ibnu Umar.
D.3.i. Mujaddid abad IX H adalah Sayid Muhammad Jonpuri (847902 H).
D.3.j. Mujaddid abad X H adalah Jalaluddin As Suyuthi (849-911
H).
D.3.k. Mujaddid abad XI H adalah Syaikh Ahmad Sirhind, (9711034 H/1563-1624 M) dan Mujaddid Alfi Tsani.
D.3.l. Mujaddid abad XII H adalah Syaikh Waliyullah Ad Dahlevi,
(1114-1034 H/1563-1624 M).
D.3.m. Mujaddid abad XIII H adalah Sayid Ahmad Barelvi (12011246 H/1776-1831 M).
D.3.n. Mujaddid abad XIV H adalah Mirza Ghulam Ahmad.
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah membuat selebaran
pernyataan sebagai berikut:
’Penulis surat selebaran ini diberitahu bahwa ia adalah Mujaddid pada
abad ini dan bahwa keluhurannya menyerupai Al Masih Ibnu Maryam.
Aku datang untuk menegakkan kebenaran Islam dan untuk meyakinkan
manusia akan keindahannya dan untuk memimpin mereka kearah sumber
ajaran Islam. Aku tak membawa syariat baru, Quran Suci adalah kitab
suci terakhir. Kedatanganku adalah untuk mengabdi kepada Islam dan
untuk menyiar-kannya, dan untuk membersihkan wajah Islam dari kotorankotoran yang melekat kepadanya, sebagai akibat dari hiruk pikuk pikiran
manusia. Aku adalah Mujaddid abad 14 Hijriyah ini.
[Surat selebaran, tahun 1885]
Kemudian pada tanggal 24 Juni 1900 di dalam Al Khakam,
beliaupun menyatakan:
20
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
“Hamba yang hina ini adalah Mujaddid dalam bidang syariat dan tarekat”
Beliau selain mengaku sebagai Mujaddid (1885 M) juga
mengaku sebagai Masih Yang Dijanjikan (1890 M), dan juga bergelar
Mahdi (1891 M). Selain itu, banyak umat Islam yang memberikan
sebutan bahwa Mujaddid abad XIV H adalah Mujaddid Agung.
Dengan adanya pengakuan-pengakuan yang menggemparkan
tersebut dengan sendirinya timbul pertanyaan,
Apakah memang benar bahwa Hazrat Mirza Ghulam Ahmad,
Mujaddid abad XIV H, Masih Yang Dijanjikan dan apakah memang
bergelar Mahdi? Apakah dia bukan Pembohong?
Apakah memang benar bahwa dia adalah seorang Imam Mahdi
yang kehadirannya banyak dinantikan oleh umat manusia, khususnya bagi pencari kebenaran yang sangat mendambakan kejujuran,
kebenaran dan keadilan di muka bumi ini?
Sesungguhnya banyak sekali hal-hal yang perlu untuk dikemukakan, dan salah satu sebabnya adalah bahwa menurut Nabi Muhammad Rasulullah saw, beliaulah yang mempunyai tanda-tanda yang
paling tepat untuk menerima tugas sebagai Mujaddid dari Allah
SWT, yang mampu mengembalikan iman ke dalam dada pemiliknya.
Selain itu, keagungan beliau juga karena selain Mujaddid, beliau
juga Al Masih Yang Dijanjikan dan bergelar Mahdi. Didalam Kitab
Hadis Bukhori tertulis sebagai berikut:
Apabila iman itu didekat bintang Tsuraya (Pleiades), niscaya orang dari
kalangan orang ini akan mencapai itu
[Bukhori 65:67,1]
Pada waktu bersabda, Nabi Muhammad saw, memegang
pundak sahabat Salman al Pharisi yang berasal dari Persia. Apabila
diteliti lebih lanjut, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang
hamba Allah dari Punjab, yang asal usul keturunannya berasal dari
Persia. Beliau mengaku bahwa dirinya adalah sebagai Mujaddid atau
pembaharu pada masanya, yakni sebagai Mujaddid abad 14. Ada
yang berpendapat, bahwa beliau adalah putera dari pernikahan
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
21
antara keturunan Salman al Pharisi, yang menikah dengan keturunan Sayidina Husein, yakni seorang puteri dari pernikahan antara
Sayidina Ali ra dengan Fatimah binti Rasulullah saw. Ternyata
didalam hadis, beliau adalah keturunan dari Salman Al Pharisi,
sahabat Nabi (Bukhari, 65:62). Dalam hadis lain beliau berasal dari
keturunan Fatimah, putri Nabi Muhammad (Abu Daud 35:4, 8 dan
12). Beliau sendiripun telah mengungkapkan sebagai berikut:
“Maka Dia menegakkan seorang hamba dari sisi-Nya untuk tujuan
kemenangan Islam ini dan untuk memperbaharui syariat yang keliru dan
Dia menjadikan dia Al Masih dan Al Mahdi dari keturunan anak Persia
dari segi kebapakan dan dari segi keibuan berasal dari keturunan Fatimah
agar sifat Keagungan dan Keindahan budi pekerti terkumpul pada diri
nya”
[Khutbah Ilhamiyah, hlm 76]
Demikianlah kiranya bahwa apabila iman sudah jauh meninggalkan hati manusia, sudah tidak dibumi lagi, namun di atas langit,
dekat bintang Tsuraya, menurut Nabi Muhammad saw, yang dapat
untuk mencapai dan mampu meraih iman untuk mengembalikannya ke bumi lagi, atau ke dalam dada kaum muslim pada Zaman
Akhir ini adalah seorang putera dari Persia.
Dan ternyata bahwa tugas beliau sebagai Mujaddid abad 14
H tidak saja memberi banyak sumbangan pemikiran, khususnya bagi
pemikir-pemikir maupun peneliti dikalangan umat Islam, namun
pengungkapan beliau juga mempunyai bobot dan kreatifitas, atau
mampu memberikan, atau membangunkan, atau juga memberikan
suatu challenge, suatu tantangan terhadap pola pikir bagi pemikirpemikir, dari saudara-saudara kita yang bukan muslim.
Ia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, dan mengeluarkan yang mati
dari yang hidup, dan Ia memberi hidup kepada bumi setelah matinya.
Dan demikianlah kamu akan dikeluarkan
[QS 30:19]
Ayat tersebut jelas sekali bahwa Tuhan memberikan kehidup22
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
an kepada siapa-siapa yang dikehendaki-Nya. Tuhan menciptakan,
atau menumbuhkan kemampuan kehidupan kepada yang mati
untuk hidup kembali. Ia mampu membuat yang malas dan patah
harapan menjadi seorang yang ikhlas berjuang dan ikhlas berkorban,
mampu membuat kehidupan gelap gulita dan dirubah menjadi
kehidupan yang terang benderang.
Pembaharuan pemahaman iman adalah di atas semua hal.
Reformasi atau spiritual renovasi ini, akan makin dinamis dan akan
terus menuju kesadaran dan pencerahan jiwa. Jiwa yang lemah, telah
kropos, telah berkarat karena polusi harus disucikan, dibersihkan
dan dibangun lagi dengan benar agar jiwa makin kokoh menjadi
kuat, dalam menuju cahaya Islam. Jiwa seseorang akan menumbuhkan innovasi dan kreatifitas dalam melaksanakan misi Islam, yang
betul-betul diharapkan oleh Quran Suci. Firman-Nya adalah sbb:
Sesungguhnya Kami menawarkan amanat kepada langit dan bumi dan
gunung, tetapi mereka menolak untuk tak setia kepada itu dan merasa
takut terhadap itu, dan sebaliknya manusia tak setia kepada itu.
Sesungguhnya manusia itu senantiasa lalim, bodoh.
[QS 33:72]
Dan tiap-tiap orang mempunyai tujuan yang ia tuju, maka berlombalombalah dalam kebaikan. Dimana saja kamu berada, Allah akan
menghimpun kamu semuanya. Sesungguhnya Allah itu Yang Berkuasa atas
segala sesuatu
[QS 2:148]
Demikianlah bahwa Mujaddid akan berusaha mengingatkan
kembali ajaran-ajaran Islam, untuk melaksanakan wasiat-wasiat
Rasulullah dengan tepat. Beliau juga telah membuat pernyataan,
Hendaklah diketahui ! bahwa kami tidak mendakwahkan apa-apa selain
mendakwahkan sebagai pelayan Islam. [Al Hakam, 17 Agustus 1899]
Jelas bahwa dirinya mengaku sebagai pelayan Islam, untuk
berdakwah, mengajak untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, dalam
menuju ketinggian iman dan taqwa kepada Allah SWT.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
23
D.3.o. Mujaddid abad XV H, siapakah dia?
Sekarang sudah abad XV H, adakah seseorang yang telah
mengaku sebagai Mujaddid pada abad ini? Ada yang mengatakan
Mujaddid tidak diperlukan lagi. Ada juga yang masih menunggu,
berharap-harap dengan cemas, siapakah Mujaddid abad ini? Namun
adapula yang acuh tak acuh, tidak peduli akan adanya Hadis Nabi
mengenai Mujaddid. Apakah ada yang dapat memberikan informasi?
Siapakah yang mengaku sebagai pembaharu pada abad 15 H ini?
Apakah alasan-alasannya? Jelas bahwa kita dapat berdiskusi bersamasama, mengkaji bersama-sama akan penjelasan-penjelasannya.
Beberapa Firman Quran Suci dibawah ini kiranya dapat dipergunakan sebagai kriteria yang dapat dipedomani, apakah tanda-tanda
Mujaddid telah berada pada diri seseorang.
Perhatikan dan renungkanlah:
Orang-orang yang mengikuti Nabi Utusan, yang ummi, yang mereka dapati
tertulis dalam Taurat dan Injil. Ia menyuruh mereka berbuat baik dan
melarang mereka berbuat jahat, dan menghalalkan kepada mereka barangbarang yang baik, dan mengharamkan kepada mereka barang-barang yang
kotor,dan menyingkirkan dari mereka beban mereka dan belenggu yang
ada pada mereka. Maka dari itu orang-orang yang beriman kepadanya
dan menghormatinya dan membantunya, dan mengikuti sinar terang yang
diturunkan bersama dia mereka adalah orang yang beruntung [QS 7:157]
Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan berbuat
baik, bahwa Ia pasti akan membuat mereka penguasa di bumi sebagaimana
Ia telah membuat orang-orang sebelum mereka menjadi penguasa, dan
bahwa Ia akan menegakkan bagi mereka agama mereka yang telah Ia
pilih, dan bahwa Ia akan memberi keamanan sebagai pengganti setelah
mereka menderita ketakutan. Mereka akan mengabdi kepada-Ku, dan tak
akan menyekutukan Aku dengan apapun. Dan barang siapa sesudah itu
tidak terima kasih, mereka adalah orang yang durhaka
[QS 24:55]
24
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Kamu adalah sebaik-baik umat yang dibangkitkan untuk manusia; kamu
menyuruh berbuat baik, dan melarang berbuat jahat, dan kamu beriman
kepada Allah. Dan jika sekiranya kaum Ahli Kitab beriman, ini lebih
baik bagi mereka. Sebagian mereka beriman, tetapi kebanyakan mereka
durhaka
[QS 3:109]
Demikian pula tak layak bahwa ia menyuruh kamu supaya mengambil
malaikat dan Nabi sebagai Tuhan. Apakah ia menyuruh kamu supaya
kafir sesudah kamu muslim?
[QS 3:79]
Kemudian, dalam pengamatan penulis, ternyata pada abad
ke XV H ini telah ada seorang yang mengaku sebagai mujaddid.
Beliau bernama Munir Ahmad Azim tinggal di Mauritius dan telah
memproklamirkan dirinya sebagai seorang mujaddid abad ini, abad
XV H. Beliau menyatakan dalam proklamasinya bahwa sejak tanggal
26 Mei 2008, dirinya diangkat Allah sebagai khalifatullah. Nama
perkumpulannya adalah Jamaat ul Sahih al Islam, atau Jamaah Sahih
Islamiyah. Sebelumnya beliau telah mengaku menerima petunjukpetunjuk dari Allah SWT. Proklamasinya sebagai mujaddid ia tulis
dalam bahasa Inggris, Arab, Jerman, Spanyol, Perancis dan Denmark.
Di antara pernyataannya adalah sebagai berikut:
As from today 26 May 2008, I take Allah as my witness that I am also the
Khalifatullah (Vicegerent of Allah) and the Imaam-e- Inquilaab of this
Era.
[Khalifah Munir Ahmad Azim]
Bagaimanakah sikap umat Islam?
Dengan adanya proklamasi tersebut di atas sebaiknya umat
Islam sangat dianjurkan untuk mempelajari, atau mengikuti halhal atau tindak lanjut kiprah Jamaah Sahih Islamiyah.
Kemudian, bagaimanakah seandainya ada seorang muslim
yang tidak mengakui pernyataan seseorang yang mengaku bahwa
dirinya sebagai seorang mujaddid?
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
25
Seorang muslim yang tidak meyakini proklamasi dari seseorang
yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang mujaddid, itu adalah
haqnya, dan tidak akan menyebabkan seorang muslim itu keluar
dari Islam. Tidak ada paksaan dalam agama
(QS 2:256)
Mungkin itu dapat dianggap sebagai test keimanan bagi
siapapun yang mau membaca dan merenungkan dengan sungguhsungguh terhadap pernyataannya.
Hubungan antara Jamaah Sahih Islamiyah dengan umat Islam
lain, misalnya Ahmadiyah, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama,
Ikhwanul Muslimin, Naqsabandiyah, dan lain sebagainya tetap dalam
kaidah-kaidah Al Quran dan sunnah-sunnah nabi. Seluruh umat
Islam harus tetap menjalankan Rukun Iman dan Rukun Islam
dengan baik, dan tetap saling bersaudara, menjaga persaudaraan
sesama muslim, dan tetap dalam ikatan dua Kalimat Syahadat.
Laa ilaaha illallaah Muhammadur-Rasuulullaah
Tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.
Seorang muslim tidak dibenarkan untuk menuduh seseorang
adalah kafir, yang kemudian dapat menimbulkan terjadinya saling
kafir-mengkafirkan sesama umat Islam
Abu Dzar meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw telah bersabda:
Tidak seorangpun yang menuduh orang lain sebagai pendosa atau yang
menuduh kafir tetapi itu akan berbalik kepadanya bila yang dituduh tidak
sesuai dengan tuduhannya [Bukhori, Kitab Adab, Kitab 78 bab 44]
Mereka yang ingin mencelakakan umat maka celakalah mereka
Man kafaro kufrotan, kafaro lahu
Barangsiapa berkata kamu kafir berati dialah yang kafir
Dan kemudian, seperti telah dimaklumi bahwa Hazrat Mirza
Ghulam Ahmad tidak hanya mengaku sebagai Mujaddid, Al Masih
Yang Dijanjikan dan Al Mahdi atau bergelar Mahdi, atau Imam
Mahdi, akan tetapi beliau juga dapat disebut sebagai Imam Zaman
26
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Akhir. Apakah sebabnya demikian? Hal ini disebabkan karena
Kebangkitan Islam diawali pada abad XIV H. Zaman Akhir diartikan
sebagai zaman awal munculnya kembali Kerajaan Allah, yang di awali
dengan datangnya Masih ibn Maryam. Seperti diketahui bahwa
Kerajaan Allah awal, di awali pada Zaman Nabi Muhammad saw
yang berumur 300 tahun dan kemudian Islam mengalami
kemunduran selama 1000 tahun. Setelah itu bangkit kembali
Kerajaan Allah yang awal kedatangannya ditandai oleh hadirnya
Masih ibn Maryam, yakni Hazrat Mirza Ghulam Ahmad yang telah
mengaku bahwa dirinya adalah sebagai Masih ibn Maryam.
Hal tsb berkenaan dengan sabda Nabi Suci Muhammad saw:
Yang paling baik dari masyarakat ini adalah yang awal dan juga yang
paling akhir. Yang paling awal adalah yang bersama utusan-Nya (Nabi
Muhammad Rasulullah saw) dan yang paling akhir adalah umat zaman
akhir yakni umat yang bersama dengan Masih ibn Maryam, dan di antara
itu adalah banyak ketidak jujuran.
Maka dengan demikian Hazrat Mirza Ghulam Ahmad juga
berfungsi sebagai Imam Zaman Akhir.
Menurut penulis, apabila pernyataan Munir Ahmad Azim
benar dari Allah SWT, insya Allah ada kesinambungan dalam misimisi untuk menegakkan dienul-haq yang telah dirintis oleh
mujaddid-mujaddid sebelumnya dalam melaksanakan tugas yang
diberikan Allah SWT, yakni mengabdi hanya kepada Allah dan turut
menciptakan upaya perdamaian umat manusia, menegakkan
keadilan dengan benar secara jujur
E. KESIMPULAN
E.1. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang ahli bait dari
keturunan pernikahan antara Fatimah binti Rasulullah dan
Ali bin Abu Talib ra.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
27
E.2. Menurut Rasulullah saw, keturunan Salman Al Pharisi (Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad) adalah seorang muslim yang mampu
untuk mengembalikan iman yang telah hilang kedalam dada
kaum muslimin pada zaman akhir ini.
E.3. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah mengaku sebagai
Mujaddid abad XIV.
E.4. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah satu-satunya yang
mengaku sebagai Mujaddid dalam bidang Syariat dan bidang
Tarekat.
E.5. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad selain sebagai Mujaddid abad
XIV H, beliau adalah Imam Zaman Akhir.
E.6. Apabila dalam studi, ada seseorang yang meyakini bahwa
Munir Ahmad Azim adalah mujaddid abad XV H, itu adalah
haqnya, haq azasi manusia. Siapapun bebas untuk berkeyakinan sesuai dengan hati nuraninya. Tidak ada paksaan dalam
agama
28
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
BAB III
AL MASIH ATAU MASIH
Pengantar
Dalam mencari suatu pemahaman mengenai ajaran agama,
baik Islam atau Nasrani akan selalu bertemu dengan istilah Al Masih.
Misalnya Isa Al Masih, atau juga Masih ibnu Maryam. Kadangkadang istilah Masih juga ditulis Messiah. Tulisan ini mencoba
mencari dan memberikan pengertian kata Masih atau Al Masih,
atau apa yang dimaksudkan dengan Al Masih.
Seandainya kurang tepat dan kurang berkenan, kiranya sangat
bijaksana kalau kita langsung juga mencari pengertian dan
pemahaman yang ada di kepustakaan-kepustakaan yang ada. Namun,
oleh karena pemahaman dalam bacaan sering juga mempunyai
persepsi yang berbeda bagi pembacanya, alangkah tepat apabila
siapapun agar saling berdialog dan berinteraksi sehingga menemui
suatu pemahaman yang tidak akan menimbulkan kesalahpahaman.
Kadang-kadang salah memahami istilah, akan dapat berakibat sangat
merugikan dan dapat menimbulkan kerugian material maupun
moril. Kerugian oleh karena waktu yang hilang dan social cost yang
besar, dapat berdampak sangat buruk bagi kesejahteraan dan
kemajuan umat. Kita harus hati-hati, jangan sampai terjadi salah
paham, dan juga jangan kita memahami paham yang salah. Harus
selalu memohon doa, ihdinash shirathal-mustaqim sesering
mungkin agar tertuntun menuju kearah yang Haq, serta iman dan
taqwa kita tetap terjaga.
A. Apakah artinya Masih?
Masih adalah gelar yang diberikan kepada Nabi Isa as, yang
berarti seorang yang mengajarkan tentang Tuhan, namun juga
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
29
berarti seorang yang ikut serta dalam kemurahan-kemurahan
Tuhan, dan juga berarti yang mewakili Tuhan di suatu tempat
tertentu dan seorang yang mengikuti kebenaran dan kebajikan.
Kata Masih (bahasa Ibrani adalah Masyiakh, Messiah, atau
Mesyah) berasal dari bahasa Arab, dari kata masaha dengan tiga huruf
mati yang dikandungnya yaitu m-s-h, yang berarti mengusap-usap.
Dengan demikian Masih mempunyai pengertian:
A.1. Mengusap-usap, atau menyapu-nyapu dengan tangan, atau
mengoles-oles, namun dapat juga berarti
A.2. Banyak mengadakan perjalanan; dari asal kata sa ha.
Dari namanya saja, yakni Isa Al Masih, telah menunjukkan
bahwa beliau adalah nabi yang menjalani perjalanan yang jauh
sehingga melampaui batas-batas tanah Yahudi.
Kemudian ternyata dalam kepustakaan kita tidak hanya
mengenal Nabi Isa Al Masih, atau Masih ibnu Maryam, akan tetapi
kita kemudian juga mengenal istilah Masih Yang Dijanjikan. Mari
kita membicarakan bersama lebih lanjut.
B. Apakah Tugas dan Fungsi sebagai Al Masih?
Penjelasan tugas dan fungsi Al Masih, ada yang bagi umat
Islam dan juga ada penjelasan bagi umat Nasrani. Apa sebabnya
demikian? Hal ini dapat dimengerti oleh karena mengenai Al Masih
ini banyak yang memerlukan renungan-renungan yang dalam.
Dengan menyikapi persepsi menurut Islam maupun menurut
Nasrani, diharapkan pemahaman ini lebih dapat mendekati
pendapat yang tepat. Uraian penjelasannya adalah sebagai berikut:
B.1. Penjelasan bagi Muslim
Seperti dimaklumi bahwa sebagian besar kaum muslim
berpendapat bahwa Nabi Isa Al Masih as telah diangkat kelangit.
30
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Selain itu juga berpendapat bahwa yang disalib adalah bukan Jesus
tetapi orang lain yang menyerupai Jesus. Pendapat ini timbul karena
salah satu sebabnya bahwa sejarah Nabi Isa Al Masih as yang belum
diketahui secara lengkap. Keingintahuan mengenai Jesus hingga
sekarang ini tetap sangat menarik untuk penelitian, baik oleh para
ahli sejarah maupun para ahli agama.
Berikut ini adalah hal-hal yang dapat untuk ditelaah lebih
lanjut:
B.1.a. Apakah tugas Masih ibnu Maryam/Nabi Isa Al Masih as?
Seperti dimaklumi bahwa Masih ibnu Maryam, atau Nabi Isa
al Masih as dalam tugasnya adalah khusus untuk bangsa Israel atau
umat Yahudi. Hal ini dapat dilihat dalam QS 3:47, 48 dan Matius
15:24. Beliau telah mengadakan perjalanan jauh ke timur, dari Israel,
ke Persia, kemudian menuju Hindustan, yakni dalam menjalankan
tugasnya untuk memberikan bimbingan kepada suku-suku Israel
yang bertebaran di Hindustan, Kashmir, Afghanistan dan sekitarnya.
Seperti dimaklumi oleh karena tindakan Nebukadnezar, bangsa
Yahudi telah bercerai berai. Mereka dijadikan budak dan dibawa ke
timur. Dalam sejarah, biasanya disebutkan masa Diaspora I dari
bangsa Yahudi, sedangkan Diaspora Ke II adalah pada waktu bangsa
Yahudi dihancurkan, diporak porandakan oleh bangsa Romawi pada
tahun 70 M oleh Titus.
B.1.b. Apakah tugas Masih Yang Dijanjikan?
Dalam pembahasan hadis-hadis mengenai Al Masih, Kadangkadang juga disebutkan hal mengenai Dajjal dan juga mengenai
Masih ad-Dajjal. Di antara hadis-hadis mengenai Al Masih tersebut
adalah:
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
31
B.1.b.1. Disampaikan Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Isa ibn Maryam, antara dia dan saya tidak akan ada nabi
atau rasul, dialah pengganti khalifah-ku dalam umat-ku sesudahku. Dia
akan membunuh Dajjal, memecahkan salib, menghapus jisyah (pajak),
menghentikan peperangan. Barang siapa diantara kamu berjumpa
dengannya maka sampaikanlah salam saya kepadanya” [Ma’juza Waid]
B.1.b.2. Disampaikan oleh Nafi’ yang mengatakan, bahwa Umar
bin Abdullah pada suatu hari dihadapan orang banyak Nabi saw
menyebut nama Masih Ad-Dajjal lalu mengatakan:
“Allah itu tidak buta. Al Masih Ad-Dajjal-lah buta mata kanannya dan
menyembul keluar bagaikan sebutir buah kismis ....”
[Hadis Bukhori]
B.1.b.3. Kemudian, berikut ini adalah sebuah Hadis,
“Tidak akan turun Hari Kiamat sehingga turun Isa ibnu Maryam, menjadi
Hakim yang adil dan menjadi Imam yang adil, maka ia memecahkan
salib, membunuh babi, menghapus pajak dan melimpah-limpah harta
sampai tak ada yang mau menerimanya lagi”
[Ibnu Majah]
Berdasarkan Hadis tersebut, tugas Al Masih Yang Dijanjikan
adalah sebagai berikut:
B.1.b.3.a. Membunuh Dajjal
B.1.b.3.b. Menjadi Hakim/Imam yang adil
B.1.b.3.c. Memecahkan salib
B.1.b.3.d. Membunuh babi
B.1.b.3.e. Menghapus pajak
B.1.b.3.f. Melimpahnya harta
Penjelasan secara singkat adalah sbb:
32
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Dajjal, apakah artinya? Dajjal adalah penipu atau pembohong.
Jadi siapapun yang melakukan penipuan atau kebohongan adalah
Dajjal.
Menjadi Hakim yang adil, apakah maksudnya? Masih Yang
Dijanjikan bertugas sebagai hakaman ‘adlan, meluruskan kedudukankedudukan, membenarkan yang benar, menyalahkan yang salah,
memprinsipkan yang prinsip. Beliau datang untuk memutuskan
segala perkara yang ummat Islam atau umat manusia selalu
memperselisihkan, atau mempersengketaan. Umat Nasrani
berkeyakinan bahwa yang disalib adalah Jesus Kristus dan wafat di
tiang salib, setelah tiga hari hidup lagi, kemudian naik kelangit, hidup
disana hingga sekarang. Masih Yang Dijanjikan datang untuk
memutus perkara, bahwa Nabi Isa as tidak wafat disalib, melainkan
hanya pingsan. Pada hari ketiga, Nabi Isa as sembuh dari pingsannya.
Memecahkan salib maksudnya adalah untuk menghapus
keyakinan yang keliru, bahwa wafatnya Nabi Isa as tidak untuk
menebus dosa warisan dari Adam as. Dengan demikian seseorang
yang meyakini bahwa dosa akan hilang dengan keyakinan bahwa
wafatnya Jesus adalah sebagai penebus dosa akan sirna.
Membunuh babi, artinya adalah menghilangkan faham
egoisme, materialisme dalam diri seseorang yang meraja lela diabad
Zaman Akhir, sekarang ini.
Menghapus pajak, apakah maksudnya? Pada zaman nabi,
Islam telah mengatur bahwa kaum non muslim membayar pajak
untuk keamanannya, namun zaman sekarang kaum muslim tak
mampu berbuat menarik pajak dari kaum non muslim. Muslim tak
berdaya. Bagaimana upayanya?
Melimpahnya harta. Yang dimaksudkan sebagai kekayaan,
atau melimpahnya harta yang menurut nubuatan akan dibagibagikan oleh al-Masih yang Dijanjikan adalah tidak diartikan bahwa
al-Masih yang Dijanjikan akan mengumpulkan harta-benda material
dan kemudian dibagikan hingga manusia akan puas karenanya.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
33
Mohon disimak Firman Allah sebagai berikut.
‘Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu
[QS 64:15]
Dengan demikian jika al-Masih yang Dijanjikan memang
benar membagi-bagikan harta di antara umatnya berarti ia sengaja
memberikan cobaan kepada mereka. Hal ini adalah keliru.
Pada awal masa kedatangan Nabi Isa al-Masih, beliau tidak
tertarik kepada kekayaan duniawi. Beliau menyatakan dalam Kitab
Injil bahwa milik yang berharga dari orang-orang yang beriman
bukanlah emas dan perak, tetapi permata kebenaran dan pemahaman. Seperti inilah harta benda yang dikaruniakan Allah SWT kepada
para nabi-nabi yang kemudian mereka bagi-bagikan kepada umat
mereka. Berkaitan dengan harta benda, hal ini juga seperti yang
dimaksudkan oleh Nabi Muhammad Rasullulah saw ketika Beliau
menyatakan:
‘Aku adalah yang membagi-bagikan sedangkan Allah yang memberikan’
Dalam Hadits dikatakan bahwa al-Masih yang Dijanjikan akan
turun ke dunia ketika pengetahuan mengenai al-Qur’an telah
menghilang dan kebodohan merebak di dunia. Saat itulah yang
dimaksud dalam Hadits;
Ketika iman sudah terbang ke bintang Tsuraya maka yang akan membawanya turun kembali adalah seorang keturunan Persia’ [Bukhori 65 LXII, 1]
Mari kita perhatikan hal ini secara seksama, dan jangan mengabai-kannya
begitu saja, berdoalah semoga Allah SWT membukakan fikiran kita semua.
Hadits menyatakan bahwa pada zaman akhir, al-Qur’an akan tinggal
namanya, seperti diambil kembali dari dunia. Pengetahuan yang
dikandungnya tidak dikenal lagi serta kebodohan akan merebak di manamana sehingga kelembutan serta hasrat keimanan akan meninggalkan hati
manusia. Di antara hadits-hadits itu adalah yang menyatakan bahwa ketika
34
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
keimanan manusia sudah terbang ke bintang Tsuraya dan tidak ditemui
lagi di muka bumi ini, maka seorang laki-laki keturunan Persia akan
membawanya turun kembali. Hadits ini jelas menyatakan bahwa ketika
kebodohan dan kefasikan serta kedurhakaan (yang dalam hadits lain
ditamsilkan sebagai asap) telah merata di seluruh dunia dimana keimanan
murni menjadi suatu hal yang sedemikian langka sehingga seolah-olah telah
ditarik ke langit, ditambah lagi ajaran al-Qur’an telah ditinggalkan manusia
sepertinya telah diambil kembali oleh Allah yang Maha Kuasa, maka pada
masa itu seorang keturunan bangsa Persia akan mengambil kembali
keimanan tersebut dari langit dan membawanya turun kembali ke dunia.
Sesungguhnya ia itu adalah Putra Maryam yang turun kembali, (kedatangan
atau turunnya Masih yang Dijanjikan) [Izala-e Auham, Amritsar, Riyaz
Hind Press 1308 H; Ruhani Khazain, Vol. 3, hlm. 452-456]
Kebangkitan dan kembalinya kekuatan Islam meminta kita pengorbanan
bahwa kita harus meletakkan jiwa kita dan mati untuknya. Atas kematian
kita ini tergantung hidupnya Islam dan kaum muslim, begitu pula
penampakan dari Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa; dan inilah
perkara yang benar-benar sama dengan, yang dalam perkataan lain, telah
diberikan nama Islam; dan demi bangkit dan regenerasinya Islam yang
Allah Ta’ala memintanya dari kalian. Demi diterapkannya rencana besar
ini sekali lagi perlu bahwa Dia harus menegakkan badan yang sungguhsungguh efektif dan efisien dari segala titik pandang
[Fathi Islam]
Kejujuran untuk memahami dan mengakui Imam Zaman
Akhir memerlukan kemauan yang tinggi untuk memahami pelajaran
Islam yang diberikan oleh Imam Zaman Akhir dan ini memerlukan
waktu, berkenaan dengan pesan Quran Suci:
Dan janganlah mengikuti apa yang engkau tak mempunyai pengetahuan
tentang itu. Sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati, semua
itu akan diminta pertanggungjawabannya
[QS 17:36]
Berita mengenai turunnya Masih ibnu Maryam dilingkungan
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
35
masyarakat muslim, sesuai dengan Hadis Bukhari 60:49 dalam Kitab
al-Anbiya:
“Bagaimanakah kondisi kamu bila Isa ibnu Maryam turun diantaramu
dan akan menjadi Imam diantaramu?”
Dalam HR Muslim juga disebutkan:
“Bagaimana kamu apabila ibn Maryam turun ditengah kamu lalu
mengimami kamu?”
Kemudian juga dari Riwayat Abu Hurairah ra. Rasulullah saw telah
bersabda:
“Bagaimana keadaan kalian kalau ibn Maryam turun diantara kalian
sedang imam adalah salah satu diantara kalian”
(Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari 6/358, Shahih
Muslim 2/193, Musnad Ahmad 1/336, dan Sunan Baihaqi 424)
Bagaimanakah pertanyaan ini dapat dijawab dan dijelaskan
dengan tepat?
Dari hadis-hadis tersebut diatas, Masih ibn Maryam dapat
sebagai Imam di antara kalian, namun dapat juga bukan Imam dari
kalian, sehingga dengan demikian kedudukan Masih ibn Maryam,
baik sebagai Imam Zaman Akhir maupun sebagai Masih Yang
Dijanjikan dan juga sebagai Mahdi ataupun Imam Mahdi, adalah
bergantung dari proses studi dari siapapun yang mau mempelajari
mengenai apa-apa yang telah dikemukakan oleh Mujaddid Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad. Dengan demikian jawaban pertanyaan
tersebut pada umumnya tergantung dari pemahaman seseorang yang
berdasarkan, ilmu, pendidikan, pengalaman, dan juga karakter, atau
derajat kemauan seseorang untuk memahaminya. Kemudian
berkenaan dengan Firman Allah SWT sebagai berikut,
Dan barang siapa buta didunia ini, ia akan buta di Akhirat, dan semakin
menyimpang dari jalan
[QS 17:72]
36
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Dan juga sebagai pedoman dalam bertanya, berdialog maupun
berdiskusi adalah berdasarkan Firman ;
Berdakwahlah ke jalan Tuhan dikau dengan bijaksana dan nasehat yang
baik, dan berbantahlah kepada mereka dengan cara yang amat baik.
Sesungguhnya Tuhan dikau itu tahu orang yang tersesat dari jalan-Nya,
dan tahu pula orang yang berjalan benar
[ QS 16:125]
Maka hal mengenai keputusan mengenai mengakui atau
tidaknya seseorang bahwa Masih Yang Dijanjikan sudah datang dan
berstatus sebagai Imam atau bukan, tentu adalah bergantung dari
izin Allah yang telah dirasakan oleh seseorang, setelah yang
bersangkutan mempelajari dengan sungguh-sungguh hal-hal yang
berkenaan dengan Masih Yang Dijanjikan.
Dan kemudian, marilah kita perhatikan Firman Allah lainnya
yang juga tertulis dalam Quran Suci,
Dan tatkala Allah berfirman:”Wahai Isa ibnu Maryam, apakah engkau
berkata kepada manusia: Ambillah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain
Allah? Dia menjawab: Maha Suci Engkau ! Tak pantas bagiku mengatakan
apa yang aku tak berhak mengatakannya. Jika aku mengatakan itu, Engkau
pasti mengetahuinya. Engkau tahu apa yang ada dalam batinku, dan aku
tak tahu apa yang ada dalam batin Dikau. Sesungguhnya Engkau Yang
Maha Tahu akan barang-barang ghaib. Allah tak berkata apa-apa kepada
mereka kecuali apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu:
Mengabdilah kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu; dan aku menjadi
saksi atas mereka selama aku berada ditengah-tengah mereka, tetapi setelah
Engkau mematikan aku. Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau
adalah yang Maha menyaksikan segala sesuatu.”
[QS 5:116, 117]
Berkenaan dengan ayat ini, telah dijelaskan kepada para
muslim di seluruh dunia bahwa ayat diatas tersebut telah
membuktikan bahwa Jesus tidak akan kembali lagi ke dunia untuk
yang kedua kalinya, karena Jesus jelas telah wafat. Dan dengan
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
37
demikian, sebelum hari Pengadilan, seandainya Jesus datang kembali
kedunia, Beliau tidak akan dalam posisi untuk bicara kepada Tuhan
Yang Maha Kuasa, Allah SWT, apakah pengikutnya telah berada
dijalan yang benar atau dijalan yang salah setelah ia wafat di dunia
pada saat pertama, karena pada kedatangannya yang kedua tujuan
utama dari misinya adalah mematahkan kayu salib, simbol utama
keagamaan yang telah diberikan kepada umat Kristiani. Setelah
mematahkan salib dengan kedua belah tangannya sendiri pada
kedatangannya yang kedua, atau seiring dengan kedatangannya yang
kedua, Jesus tidak dalam posisi untuk berkata kepada Tuhan tentang
ayat ini, atau yang seharusnya Jesus katakan. Karena seorang Nabi
Tuhan tentunya tidak pernah dapat berbohong. Apakah dapat
seorang manusia yang juga seorang nabi datang pada masa ini,
kemudian hidup berperang melawan umat Kristen saat ini karena
cara pandangnya yang salah?, Ia jelas akan jatuh begitu rendah apabila
mengajukan bukti dan kebohongan yang memalukan. Ia tidak
pernah berpikir bahwa pengikut-pengikutnya yang paling awal telah
mempunyai keyakinan yang salah secara fundamental, setelah ia
wafat.
B.2. Penjelasan bagi Nasrani
Bagi Nasrani, Masih diartikan sebagai orang yang dioles, atau
diurapi yang akan membebaskan Yahudi dari segala penderitaan.
Sebelum kita membahas lebih jauh, sesungguhnya dari Bibel,
khususnya dari Perjanjian Lama akan kita dapatkan bahwa Al Masih
itu mula-mula diartikan bukan khusus hanya untuk Jesus. Mereka
yang dimaksud atau dianggap Masih di antaranya adalah:
B.2.a. Saul Al Masih.
Saul yang berhasil mengalahkan Filistin diangkat sebagai Al
Masih. “Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja
atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerin38
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
B.2.b.
B.2.c.
B.2.d.
B.2.e.
B.2.f.
tahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya
dari tangan musuh-musuh disekitarnya. Inilah tandanya bagimu,
bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milikNya sendiri.”
[I Samuel 10:1]
Harun Al Masih
Setelah Saul menjadi Al Masih, maka Nabi Harun as (saudara
Nabi Musa as) juga diangkat sebagai Al Masih. “Kemudian
dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu keatas kepala Harun
dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya.” [Imamat 8:12]
Elisa Al Masih
Setelah Nabi Harun as menjadi Al Masih, Elisapun diangkat
menjadi Al Masih: “Juga Yehu, cucu Nimzi, haruslah kau urapi
menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat dari Abel Mahola,
harus kau urapi menjadikan Nabi menggantikan Engkau.”
[I Raja-raja 19:16]
Daud Al Masih
Setelah Saul meninggal dunia, maka sesepuh suku-suku Israel
mengangkat Daud sebagai Al Masih. “Maka datanglah semua
tua-tua Israel menghadap raja lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuhan; kemudian mereka
mengurapi Daud menjadi raja atas Israel”
[II Samuel 5:3]
Salomo Al Masih
Setelah Daud meninggal dunia, maka Salomo putra Daud
diangkat sebagai Al Masih, sebagaimana tercantum dalam I
Raja-raja I:39. “Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi
minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian
sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru”Hidup Raja Salomo”.
Setelah meninggalnya Salomo, kemudian diangkatlah oleh
Kaum Yahudi Raja Syrus sebagai Al Masih. Namun ternyata
Raja Syrus adalah penyembah berhala.
Raja Syrus “Al Masih”?
Raja Syrus, seorang penyembah berhala kelihatannya tidak
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
39
mungkin disayang Tuhan oleh karena sebagai orang kafir.
Nampaknya pemberian gelar Al Masih dari kaum Yahudi
kepada Raja Syrus telah keliru. Raja Syrus kemudian mendapat peringatan dengan Nubuat dari Nabi Yesaya.
B.2.g. Koresy Al Masih
“Beginilah Firman Tuhan: Inilah Firman-Ku kepada orang yang
Ku-urapi, kepada Koresy yang tangan kanannya Ku-pegang supaya
Aku menundukkan bangsa-bangsa didepannya dan melucuti rajaraja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya
pintu gerbang tidak tinggal tertutup.”
[Yesaya 45:1]
Ayat ini dialamatkan kepada Raja Syrus yang pagan, untuk
memenuhi kerinduan akan datangnya penyelamat, walaupun
pada kenyataannya ayat tersebut adalah nubuat dari Nabi
Yesaya akan datangnya seorang Koresy (Quraisy) sebagai Nabi
terakhir, yakni Nabi Muhammad saw. Jelas disini bahwa Nabi
Muhammad saw telah diramalkan kedatangannya oleh kaum
Yahudi dan juga dianggap Al Masih oleh kaum Yahudi seperti
yang tertulis pada nubuat Nabi Yesaya tersebut.
Sejarah menyatakan bahwa bangsa Israel merasa dirinya
sebagai bangsa pilihan, namun telah berabad-abad mengalami
penindasan dan penjajahan dari bangsa Babylonia, Yunani, Syria
dan Romawi. Oleh karena itu mereka selalu terkenang pada jaman
keemasan dibawah kepemimpinan Daud, dan berharap akan
datangnya Raja Israel dari keturunan Daud yang akan melepaskan
mereka dari kesengsaraan. Demikianlah bangsa Israel menangis,
meraung dan memohon kepada Yahwe untuk diberi Al Masih atau
seorang Juru Selamat untuk dapat membebaskan mereka dari
penjajahan. Mereka berangan-angan dan menyusun kriteria Al
Masih. Orang-orang Israel akhirnya mengadakan kesepakatan bahwa
Al Masih adalah seorang yang merupakan:
40
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
o
o
o
Raja-raja terdahulu yang dianggap”bangkit”dari kuburnya, antara
lain: Daud, Yesekhiel, Yosaphat atau
Nabi yang dibangkitkan, misalnya Elia atau Elisa dan
Harus keturunan Daud
Kemudian di dalam sejarah, Jesus dikenal dengan sebutan
Nabi Isa Al Masih as, atau Isa Ibnu Maryam. Sebutan Isa yang dalam
bahasa Arab adalah berasal dari bahasa Ibrani, dari kata”Esau”.
Dalam bahasa Latin nama itu menjadi”Jesus”. Munculnya nama
Jesus terjadi pada peristiwa pengadilan Isa Al Masih. Mereka yang
hadir kemudian menambahkan dengan huruf”J”pada awal
dan”S”pada akhir kata”Esau”sehingga menjadi Jesus. Nama Jesus
baru populer pada abad 2. Populernya nama Jesus akhirnya
menenggelamkan nama asli Esau di kalangan Kristen, sedangkan
Al Quran dan umat Islam tetap mempertahankan nama Esau, atau
Isa dalam dialek Arab.
Demikianlah Kaum Yahudi telah sangat merindukan Al Masih
dan telah mengangkat beberapa pimpinan bangsa Yahudi sebagai
Al Masih. Sejarahpun mencatat bahwa Allah SWT telah memenuhi
doa atau permohonan bangsa Yahudi untuk datangnya Isa Al Masih
as. Kemudian beliaupun datang dan diangkat sebagai Nabi terakhir
dari bangsa Israel, akan tetapi kedatangannya tidak diindahkan. Nabi
Isa Al Masih as yang telah datang untuk menyucikan umatnya dari
dosa (Matius 1:21), dengan jalan menuruti syariat (Yoh 4:34), dan
datang untuk menyebarkan Injil (Markus 1:38) serta tidak merombak
dan tidak meniadakan hukum Taurat dan kitab para Nabi,
melainkan justru hendak menggenapkannya (Matius 5:17-19),
akhirnya justru malah disiksa, dihina, ditangkap dan disalib oleh
bangsa Yahudi. Sekali lagi bahwa Quran Suci menegaskan bahwa
Nabi Isa as adalah Al Masih, namun bangsa Yahudi tidak percaya,
dan justru dengan segala cara berusaha mencarinya dan kemudian
menangkapnya dengan kejam, menghina, merendahkan dan
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
41
menyiksa, berusaha melenyapkan jiwanya dengan cara terhina,
membunuh Nabi Isa as, melalui hukuman salib. Mungkin, setelah
lama menanti kedatangan Al Masih yang ditunggu-tunggu, namun
tidak juga tampak tanda-tanda kedatangannya, maka pada
pertemuan Kaum Yahudi di Amerika pada tahun 1885 di Pittsburg,
yang melahirkan Pittsburg Platform diputuskan bahwa”keyakinan
munculnya Al Masih yang telah dikabarkan oleh Kitab-kitab Suci
mereka ditafsirkan hanya sebagai simbol, yakni untuk menegakkan
kerajaan yang benar, adil dan damai di dunia. Demikianlah, akhirnya
kaum Yahudi berjuang dengan keyakinan sendiri, berjuang untuk
menegakkan kerajaan yang benar, adil dan damai didunia, namun
sesuai dengan pendapat dirinya sendiri. Ukuran-ukuran yang dipakai
tentunya adalah ukuran Yahudi. Dalam Perjanjian Lama, tertulis;
Dan Tuhan Allahmu telah menyerahkan mereka kepadamu sehingga engkau
memukul mereka kalah, maka haruslah kamu menumpas mereka sama
sekali. Janganlah engkau mengadakan perjanjian dengan mereka dan
janganlah engkau mengasihani mereka.
[Kitab Ulangan 7:2]
Umat Yahudi merasa benar oleh karena dalam Perjanjian lama
tertulis:
Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu, engkaulah yang
dipilih Tuhan Allahmu dari segala bangsa dimuka bumi untuk menjadi
umat kesayangan-Nya
[Kitab Ulangan 7:6]
Ukuran-ukuran Yahudi yang dipakai ini jelas telah menimbulkan sikap angkuh, keras kepala, merasa benar sendiri sehingga
sebagai bangsa jelas akan menuju sikap nasionalis chauvinistis yang
menimbulkan paham kapitalis atau materialistis, yang akhirnya akan
bermuara pada kedzaliman dan kebiadaban, dan hal ini tidak
dipedulikan olehnya.
Dan kemudian pada hari Minggu tanggal 29 Agustus tahun
1897, Theodore Hertzl memimpin konferensi di Bazel Swiss yang
42
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
dihadiri oleh kira-kira 300 orang anggota, yang mewakili lebih kurang
97 organisasi asosiasi Yahudi dari seluruh dunia. Pertemuan ini
adalah langkah pertama untuk merealisasikan persatuan Yahudi
setelah Diaspora II oleh Romawi pada tahun 70 M. Dari pertemuan
ini dapat disusun Zionist Sages Protocols. Protocols ini isinya sangat
dirahasiakan. Akhirnya cita-cita mereka berhasil untuk mendirikan
negara Israel. Negara Israel betul-betul nyata terwujud pada tanggal
14-Mei tahun 1948, yang dipaksakannya ditanah Palestina.
B.3. Beberapa pendapat mengenai Jesus
Seperti dimaklumi bahwa setelah peristiwa disalibnya Jesus,
timbul kelompok yang menganggap bahwa Jesus telah wafat di kayu
salib. Kelompok lain menganggap bahwa Jesus belum wafat di kayu
salib, tapi diselamatkan dan kemudian Jesus pergi melarikan diri,
untuk melanjutkan tugasnya, menuju murid-murid-nya di daerah
timur, dan akhirnya kemudian beliau wafat di Kashmir. Namun
adapula yang berkeyakinan lain, yakni kelompok yang menganggap
bahwa yang disalib bukan Jesus, tapi orang lain yang menyerupai
Jesus.
Umat Nasrani berkeyakinan bahwa Jesus wafat di kayu salib
dan kemudian hidup kembali dan kemudian naik dan hidup
dilangit, disebelah kanan Bapa. Kemudian diyakini pula oleh Nasrani
bahwa Jesus adalah Tuhan, yang keyakinan ini adalah merupakan
bagian dari Trinitas (Sang Bapak, Sang Putera dan Roh Kudus).
Akan tetapi, ternyata keyakinan ini adalah suatu penemuan dari
seorang jenius yakni Paulus untuk memenangkan kepercayaan pagan
yang hampir telah dipercayai oleh setiap negara dan bangsa-bangsa
selama berabad-abad. Jesus dikedepankan sebagai putera yang
terbesar dari anak Tuhan oleh Paulus. Namun keyakinan ini
goncang, karena ternyata para pelajar agama yang independent dalam
riset-risetnya, mereka banyak menemukan hal baru, dan kemudian
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
43
berkeyakinan bahwa Jesus tidak hidup di langit. Diantara mereka
adalah oleh Sir Havelock Ellis yang telah membuktikan sbb: Agama
Kristen adalah agama penemuan dari suatu ras Yahudi yang justru
tidak dikenal oleh Jesus sendiri, sesuatu yang lebih kuat dari theologi
atau metafisika yang justru memotong spirit Jesus. Ajaran Nasrani
pada masa kini sesungguhnya adalah spirit dari Paulus, tepatnya
sebagai penemu dari agama Kristen sekarang. Kejadian yang luar
biasa dari karya seorang Yahudi yang telah menghasilkan theater
dunia selama berabad-abad ini, akhirnya justru berakibat, telah
menutupi kehidupan Jesus sendiri. Paulus-lah sesungguhnya sebagai
arsitek Kristen sekarang, dan bukannya Peter yang telah membuat
keyakinan Gereja sekarang ini.
Adanya penemuan kain kafan dari Turin yang menggegerkan.
Bahwa hasil studi ilmiah dari kain itu yang telah dilaksanakan oleh
para sarjana non muslim telah menumbuhkan kegoncangan yang
hebat dari kepercayaan Kristen, terutama mengenai statement bahwa
Jesus telah wafat di salib.
Kemudian, dengan banyaknya penelitian mengenai Jesus yakni
dengan terbitnya Buku-buku Myth of the God Incarnate, Jesus the
evidence, The Crumbling of the Cross, Jesus in Heaven on Earth,
Jesus lived in India, Jesus & the riddle of the Dead Sea Scrolls,
Christ in Kashmir, Al Masih in Hindustan dll, adalah tambahan
informasi-informasi mengenai Jesus yang pada waktu sebelumnya,
informasi mengenai Jesus sejarahnya sangat gelap. Buku-buku
tersebut merupakan penjelasan akan moment penting Jesus dalam
kelengkapan riwayat kehidupannya, hingga wafatnya. Bahwa makam
Jesus telah disebutkan yakni berada di Srinagar, Kashmir dan hal
ini telah jelas dituliskan dalam buku Al Masih in Hindustan, dan
juga buku-buku lainnya.
Benarkah Jesus telah wafat di salib? Sangat sulit untuk
menjawab bahwa Jesus telah wafat di salib. Banyak studi dan buktibukti yang menunjukkan dalam berbagai penelitian bahwa Nabi
44
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Isa as, adalah seorang manusia biasa, mempunyai keturunan dan
makamnya berada di Srinagar, Kashmir. Beliau diangkat Tuhan
sebagai Nabi terakhir dari kaum Yahudi dan bergelar Al Masih.
Sekarang ini makin banyak yang berpendapat, Jesus tidak wafat
disalib
C. Masih, Dajjal dan Yakjuj Makjuj serta Masih ad Dajjal
“Masih akan membunuh Dajjal”, ini adalah hadis Nabi Suci
saw. Hal yang luar biasa ini juga dijelaskan oleh Mujaddid Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad yakni mengenai identitas dan fungsi dari
Dajjal dan Yakjuj Makjuj. Beliau menjelaskannya secara obyektif
sesuai dengan Hadis, Quran dan Injil layaknya seperti cerita
detective. Dari penjelasan dan perbandingan-perbandingan yang
telah dikemukakannya, kemudian beliau mengungkapkan mysteri
bahwa Yakjuj Makjuj adalah bangsa Eropa. Kekuatan bangsa Eropa
yang sangat luar biasa, yang hampir-hampir tidak ada yang bisa
mengalahkannya baik dalam bidang politik, militer, ekonomi dan
juga ilmu pengetahuan. Beliau juga menjelaskan bahwa Dajjal
mempunyai identitas mata yang satu buta dan yang satunya sangat
bercahaya, sangat brilliant. Ini berarti bahwa mata yang buta adalah
ketidaktahuannya dalam spiritual dan yang bercahaya adalah
pengetahuannya yang brilliant mengenai hal-hal yang material.
Contoh yang dikemukakan oleh Mujaddid Hazrat Mirza
Ghulam Ahmad adalah hadis nabi sebagai berikut:
C.1. Dia (Dajjal) akan melompat antara sorga dan neraka (Kanz al
Ummal, vol 7, no. 2998)
C.2. Dan dia akan mempunyai keledai yang akan dikendarainya,
yang mempunyai telinga 40 yard (Abu Dawud)
Hal ini telah dijelaskan oleh Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad mengenai keterkaitannya dengan bangsa barat. Bangsa barat
mempunyai kekuatan yang sangat hebat dalam menaklukkan alam,
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
45
dan juga mengenai penemuan pesawat terbang yang bergerak
diangkasa yang menggambarkan perjalanan-perjalanan di angkasa
memakai pesawat terbang. Seseorang yang obyektif pasti sangat
menghargai ketepatan penjelasan hal diatas sehubungan dengan
Dajjal.
Argumen membunuh Dajjal yang diberikan pada muslim
adalah tidak dalam pengertian fisik, namun berarti penolakan
terhadap philosophi materialistis dalam tata kehidupan, dan juga
dalam upaya pelaksanaan tugas-tugas kehidupan di dunia ini. Tugas
muslim yang dijabarkan oleh Masih Mau’ud atau Masih Yang
Dijanjikan terhadap Dajjal bukan hanya berarti membunuh Dajjal,
akan tetapi juga berarti menolak Dajjal.
Dalam pemahaman yang singkat dan sederhana, Dajjal adalah
penipu. Dajjal yang kemudian menimbulkan paham kebendaan atau
philosofi materialistis, yang kelihatan nampaknya indah dalam
tatanan dunia ini namun kenyataannya adalah justru menggelincirkan manusia menjadi mahluk seburuk-buruk manusia. Manusia
dapat diibaratkan sebagai binatang, atau justru lebih rendah lagi,
binatang yang bertubuh manusia, apabila mendewakan paham
kebendaan.
Hendaklah dipahami bahwa Allah tidak akan menghalangi
segala kemauan manusia.
Dialah Allah, yang menciptakan mati dan hidup, agar Ia menguji kamu
siapakah di antara kamu yang paling indah hasil karyanya
[QS 67:2]
Seorang insan manusia, harus menetapkan keinginannya
sendiri, apa yang baik dan apa yang buruk bagi dirinya dalam upaya
menuju falah, menuju ridha Allah.
Dalam pengungkapannya kepada dunia Nasrani, Mujaddid
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah menulis dalam Ainah Kamalati- Islam, hlm. 340 sbb:
46
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Dengan menyebut Al Masih Yang Dijanjikan kepada Mujaddid abad XIV
H, ini adalah merupakan dasar yang tepat. Ini adalah suatu pertanda
besar, atau dalil untuk mengakhiri keyakinan Nasrani maupun untuk
menjawab serangannya. Selain itu hal ini adalah juga untuk mematahkan
dengan argument yang kuat dari philosofinya yang bertentangan dengan
Quran Suci dalam upaya mempersiapkan dengan sepenuhnya bukti bukti
dari Islam untuk memberikan jawaban yang tepat terhadap argumentasi
mereka.
Untuk memulai diskusi dalam pengakhiran keyakinan terhadap pendapat Kristen, Beliau menunjukkan bukti-buktinya sendiri
dari Injil, dari sejarah awal Kristen, dari sejarah India dan juga dari
bukti-bukti ilmiah, bahwa Jesus atau Nabi Isa as tidak wafat di salib
tapi telah lolos dari maut dan kemudian menjalani perjalanan ke
Kashmir bersama dengan Ibunya untuk menemui 10 suku bangsa
Yahudi (Bani Israel). Sejak dipublikasikannya buku Jesus in Heaven
on Earth (1952 M) oleh murid Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad yakni Khwaja Nasir Ahmad, sebagian besar masyarakat
terpelajar di barat telah mulai menyelidiki dan bahkan menunjang
pendapat dari Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad mengenai
missi Jesus dan juga mengenai wafatnya Jesus serta keberadaan
makamnya di Srinagar, Kashmir.
D. KESIMPULAN
Seperti dimaklumi bahwa muslim diseluruh dunia, dan
khususnya di India pada waktu itu, keadaannya adalah seperti halnya
Yahudi pada saat waktu kehadiran Nabi Isa as. Mereka berada
dibawah dominasi pimpinan asing, atau dibawah pimpinan yang
jauh dari budi pekerti yang tinggi. Mereka berdoa menginginkan
agar ada seseorang yang memerdekakannya dari penjajahan, untuk
memperbaiki atau mereformasi tatanan masyarakat. Di Yahudi yang
diharapkan adalah kedatangan seorang Al Masih.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
47
Dari penjelasan singkat diatas dengan demikian secara prinsip
terdapat 3 pemahaman mengenai Masih. Pemahaman mengenai
Masih tersebut adalah sebagai berikut:
D.1. Masih yang ditunggu kedatangannya oleh umat Yahudi.
Beliau disebut juga Masih Israeli, atau Masih Yahudi, atau
Masih dari Syariat Nabi Musa as. Beliau sudah datang pada saat
awal, yakni Nabi Isa Al Masih as. Beliau adalah nabi terakhir untuk
kaum Yahudi. Dikenal di Al Quran dengan Masih ibnu Maryam,
atau disebut juga Nabi Isa Al Masih as.
Umat Yahudi sendiri tidak mengakui Nabi Isa as sebagai Al
Masih malah menghinanya dengan memasangkan mahkota duri
dengan tulisan INRI (Iesus Nazareth Rex Iudea) dan membunuhnya
dengan hukuman salib. Akhirnya setelah menunggu hampir 20 abad
Al Masih tidak juga kunjung datang, kaum Yahudi berpendapat
bahwa Al Masih hanya sebagai simbol dan kemudian kaum Yahudi
bergerak untuk menegakkan kerajaan yang benar, adil dan damai didunia,
namun mengartikan berdasarkan benarnya sendiri, atau pikirannya
sendiri. Tidak menghiraukan pendapat atau paham selain Yahudi.
Demikianlah, oleh karena ukuran yang dipakai adalah paham
kebendaan, dalam perjalanannya mereka tak terasa telah tergelincir.
Firman-Nya,
Dan apabila Firman Tuhan terjadi atas mereka, akan Kami keluarkan
kepada mereka makhluk-makhluk dari bumi yang akan berbicara kepada
mereka karena manusia tak mau yakin kepada ayat-ayat Kami [QS 27:82]
Oleh karena faham kebendaan sebagai pedoman, mereka akan
kehilangan nilai-nilai hidup yang tinggi. Mereka rakus materi atau
duniawi sehingga makhluk-makhluk dari bumi berbicara dengannya,
mempengaruhinya dan masuk dalam jiwanya. Justru mereka akan
rusak dan akan terus makin rusak kalau tidak segera menyadarinya.
48
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Sebagian umat Yahudi lainnya, yang tidak mengetahui
keberadaan Jesus setelah disalib, tetap berjuang untuk hidup dan
kehidupannya. Apalagi setelah tanah Yahudi diporak-porandakan
oleh penjajahan Romawi pada tahun 70 M. Pada awal abad empat,
Romawi kemudian menganut agama Kristen dan pada tahun 380
M, Kaisar Theodosius Agung menetapkan Kristen sebagai agama
negara. Oleh karena Romawi penguasa tunggal didunia saat itu,
berarti Kristen menjadi agama umum (Yunani: Katolik). Sejak itu
kemudian dipakai istilah Agama Katolik oleh Gereja Barat sebagai
nama dirinya. Namun kemudian sejarah mencatat bahwa timbul
pula pemahaman-pemahaman lain yang mengemuka, yakni
Protestan, Anglican, Unitarian, Presbytarian, Mormon, Christian
Sciences, Bethany, Masehi Advent, Saksi Jehovah dan lain sebagainya.
Paham-paham ini akan terus berkembang dan makin lama akan
makin banyak (QS 5:14).
D.2. Masih Yang Dijanjikan,
Ini adalah Masih yang ditunggu kedatangannya oleh umat
manusia pada Zaman Akhir ini, atau Masih dari Syariat Nabi
Muhammad saw. Seorang yang telah menyatakan dirinya sebagai Al
Masih Yang Dijanjikan adalah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad.
Sebelum mengaku sebagai Masih Yang Dijanjikan, beliau juga telah
mengaku bahwa dirinya adalah sebagai Mujaddid abad XIV.
Tugasnya adalah untuk menyampaikan bukti kepada umat Kristiani
bahwa Jesus tidak wafat di salib. Setelah pingsan dari tiang salib,
Jesus diselamatkan selama 3 hari dan kemudian pergi berangkat
untuk menuju ketempat kediaman murid-muridnya di daerah timur,
yakni Afghanistan, Kashmir dan sekitarnya. Beliau hidup hingga
berusia 120 tahun dan telah wafat. Beliau telah wafat (QS 5:117)
dan fisiknya tidak naik kelangit, namun dimakamkan di Srinagar,
Kashmir
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
49
D.3. Masih ad-Dajjal,
Artinya adalah Masih yang palsu, atau yang mengaku bahwa
ajarannya berasal dari Al Masih, namun terbukti bukan menyebarkan
ajaran Al Masih. Justru keyakinan ajarannya bertentangan dengan
ajaran Nabi Isa Al Masih as.
Agar umat manusia ini selamat dari Masih ad-Dajjal ini,
sebaiknya hafal dan memahami serta menjiwai 10 ayat awal dan
atau 10 ayat terakhir dari Surat Al Kahfi dari Al Quran. Berikut ini
adalah hadisnya:
“Barang siapa hafal sepuluh ayat permulaan dari Surat Al Kahfi, ia akan
diselamatkan dari fitnahnya Dajjal”
[Muslim 6:42]
Dalam Kitab-u-Sunan (kitab hadis yang disusun Abu Dawud
Sulaiman), juga diriwayatkan oleh Shi’bah, bahwa hafal 10 ayat dari
Surat Al Kahfi, akan selamat dari Dajjal, namun yang disebutkannya
adalah 10 ayat terakhir dari Surat Al Kahfi.
Demikianlah kesimpulan singkat pemahaman mengenai
Masih.
50
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
BAB IV
PERSAMAAN NABI ISA AL MASIH
DAN MASIH YANG DIJANJIKAN
Seperti dimaklumi bahwa Masih Yang Dijanjikan adalah
bukan Nabi Isa Al Masih as yang akan datang lagi ke bumi, akan
tetapi dia adalah seseorang yang banyak persamaannya, atau yang
menyerupai dengan diri Nabi Isa Al Masih.
Berikut ini adalah sebagian persamaan-persamaannya
A. Tinjauan dari sudut moral
Ucapan-ucapan Nabi Isa Al Masih as adalah merupakan
ucapan yang memberi daya kekuatan, memberikan spirit kehidupan,
menyejukkan dan kekuatan rokhaninya mampu memimpin, untuk
merubah dalam diri banyak orang, begitu pula ajaran-ajaran atau
kata-kata dari Masih Yang Dijanjikan
B. Tinjauan dari sisi waktu hadir keberadaannya di muka bumi
B.1. Pada waktu itu kaum muslim terpecah belah menjadi banyak
sekte, dan keadaan ini sama seperti waktu Jesus datang pada
umat Yahudi.
B.2. Terdapat kemerosotan moral yang hebat pada kaum
muslimin dan para pemuka agama, terjadi pula keadaan yang
sama pada bangsa Yahudi, waktu kedatangan Nabi Isa Al
Masih as.
B.3. Para pendeta Yahudi terpaku pada kitab-kitab nya dan telah
meninggalkan semangat keyakinan yang benar, begitu pula
kaum muslim waktu itu.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
51
B.4. Kaum Yahudi telah saling melontarkan kata-kata murtad,
kafir atau bid’ah antara golongan satu dengan lainnya dan
hal ini terjadi juga pada waktu itu di kalangan kaum muslim.
B.5. Umat Yahudi telah kehilangan tuntunan mereka sendiri
sebelum kelahiran Nabi Isa Al Masih as, begitu pula hal ini
terjadi pada kaum muslim di India sebelum kedatangan
Masih Yang Dijanjikan.
B.6. Umat Yahudi di zaman Nabi Isa as secara sangat keliru telah
mengharapkan kedatangan Masih yang akan memimpin
mereka ke Kerajaan Duniawi; Kaum musliminpun juga
mengharapkan yang sama seperti kaum Yahudi, bahwa
Masih Yang Dijanjikan akan membentuk Kerajaan Duniawi.
B.7. Sebuah bintang memancarkan sinarnya disaat Nabi Isa Al
Masih as lahir, hal ini juga terjadi pada saat Masih Yang
Dijanjikan muncul.
B.8. Penyakit pes dan sampar menyebar diantara umat Yahudi
setelah Nabi Isa Al Masih as dianiaya, hal ini juga terjadi
dengan adanya penyakit pes yang menyebar setelah Masih
Yang Dijanjikan mengalami penganiayaan dengan
penolakan-penolakannya yang sangat hebat.
B.9. Nabi Isa Al Masih as muncul pada saat penjajahan Romawi,
Masih Yang Dijanjikan muncul pada saat penjajahan Inggris.
C. Diutus untuk kelemahlembutan dan kedamaian
Nabi Isa Al Masih as tidak dibangkitkan untuk berperang
secara fisik dengan kaum Yahudi, tetapi mengajarkan perdamaian,
kelemah lembutan dan rasa kemanusiaan yang tinggi, sama halnya
dengan Masih Yang Dijanjikan, yang dikirim tidak untuk berperang
dengan pedang namun dengan kelemah lembutan, rasa
kemanusiaan yang tinggi dan upaya-upaya damai dengan adil.
52
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
D. Munculnya gerhana matahari
Pada waktu Nabi Isa Al Masih as di salib, muncul gerhana
matahari, demikian juga pada masa Masih Yang Dijanjikan, muncul
juga gerhana matahari
E. Adanya tuduhan keji
Bangsa Yahudi berusaha menuduh Nabi Isa Al Masih as
seorang pengkhianat terhadap pemerintah saat itu, hal seperti ini
juga terjadi terhadap Masih Yang Dijanjikan, yang direkayasa dan
diusahakan agar beliau ditangkap sebagai pengkhianat terhadap
pemerintah Inggris
F. Tidak ditemukan kesalahan oleh pejabat pemerintah
Seperti halnya Pontius Pilatus tidak dapat menemukan
kesalahan Jesus, begitu juga Masih Yang Dijanjikan tidak ditemukan
kesalahannya oleh Captain Douglas, pejabat pemerintah Inggris yang
memeriksa pada waktu itu
G. Lahir pada masa penguasa yang kejam
Seperti halnya waktu Nabi Isa Al Masih as lahir, waktu itu
yang berkuasa adalah Herodes, dan pada masa Masih Yang
Dijanjikan lahir ketika itu penguasa adalah kaum Sikh yang kejam
dan menganiaya kaum muslim
H. Melaksanakan penjelajahan dalam dakwah
Seperti dimaklumi bahwa Nabi Isa Al Masih as melaksanakan
tugasnya dengan menjelajah hingga jauh dari Tanah Israel untuk
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
53
mencari domba-domba yang hilang agar mendapatkan bimbingannya untuk mengabdi kepada Allah. Demikian juga halnya, Masih
Yang Dijanjikan melaksanakan penjelajahan dalam pokok segala
macam agama, dan kemudian murid-muridnya yang berkelana
sebagai mubaligh-mubaligh Islam yang menegakkan Kalimah
Syahadat di Inggris dengan gagah berani dan kerendahan hati yang
mengagumkan, yakni Khawaja Kamaluddin telah berhasil membuka
hati nurani banyak orang Inggris dan diantaranya adalah Lord
Headley, seorang bangsawan Inggris yang kemudian masuk Islam.
Sedang Maulana Sadruddin yang menegakkan Kalimah Syahadat
di Jerman dan mendirikan Masjid di Berlin pertama kali pada tahun
1923.
Dan berikut ini adalah pernyataan-pernyataan dari Masih Yang
Dijanjikan
‘Gelar Masih Yang Dijanjikan’, yang dianugerahkan kepada saya dari
langit tanpa arti lebih dari pada Tuhan telah memerintahkan kepada diri
saya mengikuti jejak Nabi Isa as, dalam kondisi moral, sehingga saya
berkewajiban melimpahkan kehidupan rokhani kepada orang-orang. Saya
memberikan makna Masih Yang Dijanjikan bukan hanya pada saat ini,
namun pula memberikan arti yang sama 19 tahun yang lalu di Barahini
Ahmadiyya.
[Kazhf al Ghita, hal 12]
“Saya menyampaikan pemberitahuan ini dengan secara sangat hormat,
sopan serta rendah hati, kepada para pemuka agama yang dihormati dari
umat Muslim, Kristen, dan pendeta-pendeta Hindu serta Arya, dan
memberitahukan kepada mereka bahwa saya dikirim didunia untuk
membetulkan moral, doktrin, jiwa rokhani dari berbagai kelemahan dan
kesalahan. Saya mengikuti langkah kaki Nabi Isa as. Hal ini berarti bahwa
saya dikenal sebagai Masih Yang Dijanjikan, sebab saya telah diperintahkan
untuk menyebarkan kebenaran didunia ini hanya dengan melalui tandatanda yang ajaib atau menakjubkan serta ajaran-ajaran suci.
[Collected Notices, Vol III, hal 342]
54
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Demikianlah bahwa kedatangan seseorang yang bergelar Masih
Yang Dijanjikan, bukanlah berarti bahwa Nabi Isa as secara phisik
akan datang lagi, namun pemahaman kedatangan Nabi Isa as adalah
dipahami sebagai arti kiasan; yakni datangnya seseorang yang
menyerupai sifat-sifat Nabi Isa al Masih as, dalam situasi seperti di
zaman nabi Isa as, lebih kurang 2000 tahun yang lalu.
Apabila ada yang mempunyai pemahaman bahwa Masih Yang
Dijanjikan adalah reinkarnasi dari Nabi Isa as, untuk dimaklumi
bahwa pemahaman seperti ini juga keliru.[]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
55
BAB V
AL MAHDI, MAHDI ATAU IMAM MAHDI
Pengantar
Sering dalam wawasan agama kita mendengar istilah Mahdi
atau Imam Mahdi. Bahkan kita pernah mendengar Gerakan Mahdi
dan biasanya mempunyai pengikut-pengikut yang menjalankan
kegiatan-kegiatan tertentu. Yang dikenal pada umumnya bahwa
Gerakan Mahdi adalah gerakan yang menginginkan keadilan.
Biasanya gerakan ini mempunyai argumentasi dan cara perjuangan
yang dianggapnya adil. Kekuasaan seorang penguasa, apakah kepala
desa atau pimpinan masyarakat yang tidak sesuai dengan aturan
gerakan, dapat dianggap tidak adil oleh pimpinannya, dan akibatnya
gerakan ini kemudian dapat bergerak dengan tidak mengindahkan
aturan-aturan setempat. Pengikut-pengikut gerakan ini kadangkadang hanya bertaklid buta terhadap perintah imamnya. Untuk
mendudukkan pada pemahaman yang”pas”, penulis berusaha
menyajikan pemahaman Mahdi, dengan harapan akan didapat
pengertian dan pemahaman yang tepat terhadap istilah Mahdi, atau
juga apa yang yang disebut Imam Mahdi.
Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan sebutan Mahdi
atau Imam Mahdi?
A. Apakah artinya Mahdi? atau Al Mahdi?
Mahdi adalah gelar yang dianugerahkan kepada Nabi Suci
Muhammad saw, yang berarti yang memimpin secara benar dan sesuai
dengan hati nurani, namun juga berarti ahli waris semua tuntunan yang
penuh dengan pantulan pemikiran-pemikiran petunjuk Sifat Allah. Dan
56
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
selain itu, Mahdi adalah juga berarti seseorang, atau orang yang telah
diberi petunjuk oleh Tuhan.
Mahdi berasal dari kata bahasa Arab’ h , d ’, yang berarti
petunjuk. Mukhyidin Ibn Arabi (560 H – 638 H) dalam Kitabnya
Fushuhul Hikam telah menulis, bahwa Mahdi yang akan datang di
Zaman Akhir akan mengikuti syariat Nabi Muhammad saw, dan
dalam ma’rifatnya, pengetahuannya dan juga hakekatnya, semua nabi
dan wali mengikuti dia atau dibawah dia. Hal demikian tersebut
karena batinnya adalah batin Nabi Muhammad saw.
Pada umumnya yang dikenal oleh masyarakat adalah paham
Mahdi, atau yang disebut juga Mahdiisme, atau Gerakan Mahdi
yang berkaitan dengan gerakan politik yakni suatu gerakan politik
yang menginginkan keadilan, namun tidak mengindahkan arti
Mahdi seperti apa yang tersebut diatas. Dalam tulisan ini tidak
disinggung hal-hal yang berkaitan dengan nuansa-nuansa politik.
B. Apakah Tugas Imam Mahdi?
Berkenaan dengan arti Mahdi seperti tersebut di atas, sebagai
konsekwensi logis adalah bahwa tugas Imam Mahdi adalah
memberikan keteladanan dalam segala hal atau sikap yang baik dari
segala segi kehidupan agama, yakni kehidupan yang pantas, indah,
tepat, harmonis, adil atau dalam bahasa lain adalah keteladanan
dalam etika, esthetika dan logika, baik dalam realita maupun dalam
berdialektika dengan situasi dan kondisi setempat. Keteladanannya
adalah dalam meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT,
yang sekaligus juga akan meningkatkan derajat dan harkat martabat
manusia dalam upayanya mengalahkan hawa nafsu maupun bisikanbisikan iblis.
Apa sebabnya demikian? Sebab, Imam Mahdi adalah
Pemimpin yang mendapat petunjuk dari Tuhan.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
57
Dengan demikian seorang Imam Mahdi adalah pantas menjadi
Imam dari sudut apapun; yaitu dalam pengetahuannya tentang Kitab
Allah, dalam hal iman, islam, ihsan, taqwa, taat, moral, ketabahan,
sabar dsb-nya (Mahdiyyan: terpimpin, mendapat pimpinan, dapat
menangkap pimpinan yang terdapat dalam Quran dan Sunnah Nabi
Suci saw dengan sempurna). Imam Mahdi: Pemimpin yang diberi
petunjuk oleh Tuhan.
Hadis mengenai Al Mahdi cukup banyak, lebih dari 10 dan
tidak dapat diartikan secara harfiah. Hadis-hadis tersebut menyangkut nubuwah, menyangkut masa datang, mengabarkan hal-hal yang
terjadi di Zaman Akhir. Disampaikan oleh Aisyah ra bahwa
Rasulullah saw telah bersabda:
“Mahdi itu seorang laki-laki dari keturunan keluargaku, dia akan
memperjuangkan (yuqaati) sunnahku seperti halnya aku memperjuangkan
wahyu”
Berkenaan dengan hadis tersebut, tugas Al Mahdi adalah:
B.1. Berjuang (Yuqatil) mempertahankan dengan menurut cara atau
sunnah yang dilakukan Nabi Muhammad saw dalam membela
agamanya
B.2. Menegakkan keadilan dan memenuhi dunia dengan keadilan
B.3. Dia bertindak sebagai Khalifah Allah di bumi
B.4. Dia tidak akan menumpahkan darah, tidak akan berperang
melainkan menegakkan perdamaian. Dikiaskan kedatangannya seperti pencuri, oleh karena halus dan lemah lembutnya,
hingga orang tidurpun tidak akan merasa terganggu
B.5. Menghadapi dan melawan fitnah yang besar yang keruh dan
mengeruhkan, dan adanya fitnah besar ini merupakan tanda
kedatangannya di bumi ini. Fitnah yang besar ini disebut
fitnahnya Masih ad-Dajjal, atau fitnahnya Masih Palsu, atau
Penipu oleh karena ajarannya menyebutkan ajaran Al Masih
akan tetapi kenyataannya tidak mengajarkan ajaran Al Masih
58
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
B.6. Sebagai Pangayom, Penyelamat Umat atau juga disebut Juru
Damai, pembawa kesejahteraan bagi umat manusia.
B.7. Mencerahkan rahmat Allah, mencerahkan kembali rahmatan
lil al-amin yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad saw, yang
pudar akibat tangan manusia. Tanda rahmat Illahi akan tampak
pada zamannya. Hujan akan turun, membawa berkat dan
rahmat sumber kesejahteraan sehingga segenap manusia akan
senang terhadap kepemimpinannya
Seorang mujaddid atau reformer atau pembaharu, pertamatama harus menetapkan rumahnya sendiri, apalagi dalam
pengakuannya mengenai dirinya sebagai Al Mahdi. Dia harus
mengangkat atau mendahulukan dan memperbaiki kesalahan
kepercayaan yang terjadi pada masyarakat Islam. Selain itu dia harus
melawan keburukan-keburukan atau manipulasi yang telah
dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan diluar Islam sendiri.
Sesungguhnya yang tersebar dimasyarakat adalah pengertian Mahdi
yang keliru, dan ini telah mengakar, baik pada umat Islam maupun
pada musuh umat Islam. Tidak disadari bahwa pengertian keliru
ini adalah upaya untuk mendiskreditkan umat Islam.
Dikatakan bahwa Mahdi yang akan datang kedunia ini akan
mempergunakan pedang untuk mengalahkan semua musuh Islam,
akan merubah mereka menjadi muslim dan membuat Islam
berkuasa kembali. Ide pemikiran ini jelas sangat ironis, sangat janggal,
baik bagi umat Islam dan juga bagi musuh Islam sendiri.
Dalam upayanya untuk membebaskan dari penderitaannya,
seorang Mahdi, atau tepatnya Imam Mahdi adalah sangat diharapkan
akan datang dan dapat menimbulkan perubahan untuk menuju
keadilan. Bagi musuh Islam, harapan atau kepercayaan tersebut akan
menyebabkan makin besarnya benci dari musuh Islam kepada umat
Islam. Mereka, musuh-musuh Islam berpendapat bahwa:
o Islam yang dimulainya adalah dengan pedang, kemudian
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
59
o Islam tetap akan memaksakan pengikutnya untuk menjadi
bangsa yang terus berperang dalam mensyiarkan agamanya
dengan pedang.
F.A. Klein dalam buku Religion of Islam telah menulis sebagai
berikut
“Menyebarkan Islam dengan pedang adalah wajib bagi tiap-tiap orang
Islam. Maka dari itu mereka memerangi orang-orang kafir dengan tujuan
untuk memaksa mereka masuk Islam.”
Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menerangkan
dengan jelas terhadap pemikiran-pemikiran atau konsep yang keliru
ini berdasarkan hadis Nabi yang relevan. Beliaupun kemudian
menunjukkan dan membuktikan bahwa Islam tidak pernah
meluaskan ajarannya dengan pedang, dan tidak pernah akan
dibutuhkan bantuan pedang dalam upaya penyebaran Islam. Arti
pedang dalam bahasa kiasannya adalah kebrutalan, kekerasan,
pemaksaan, kekejaman dst-nya. Secara utuh dari pemahaman
tersebut, Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menegaskan
bahwa kemenangan kebenaran, atau kemenangan Dienul Haq,
kemenangan agama Islam pada Zaman Akhir ini tidak akan
diperoleh melalui kekerasan yang semena-mena atau tepatnya
kebrutalan atau mengamuk membabi buta untuk asal menang atau
mau menangnya sendiri.
Imam Mahdi memberikan penegasan bahwa kekerasan adalah
dalam arti teguh dan kokoh, kuat dalam mengalahkan diri sendiri,
mengendalikan hawa nafsu, mengalahkan syaithan, tidak takabur,
tidak membuat maksiat, tidak membuat onar dan kerusakan, tidak
akan memaksakan kehendak sendiri. Tidak akan bertindak apapun
dengan cara dzalim.
Kemenangan Islam pada Zaman Akhir akan dicapai dengan
dalil, dengan argumentasi-argumentasi yang harus disampaikan
dengan sebaik-baiknya. Selalu berperang dengan mengalahkan diri
60
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
sendiri dan selalu berupaya mengembangkan potensi dirinya untuk
mengabdikan diri, meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah
SWT.
C. Fungsi Mahdi
Kalau arti dan tugas Mahdi telah diutarakan seperti tersebut
diatas, apakah sesungguhnya fungsi Mahdi? Sesuai dengan arti dan
tugas Mahdi seperti yang telah diutarakan tersebut, jelas bahwa
Mahdi berfungsi untuk mengembalikan keteladanan Nabi
Muhammad saw, dalam bersikap dan bertindak, menurut Quran
dan Sunnah Nabi, namun yang telah disesuaikan dengan zaman.
Dalam uraian yang sangat singkat ini tidak mungkin dijelaskan secara
detail, namun kami telah memilih 10 fungsi atau area diantara
banyak fungsi yang ada pada diri Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad.
Berikut ini adalah10 fungsi beliau sebagai Mahdi dalam sikap
dan dalam penjelasannya mengenai:
C.1. Jihad
C.2. Malaikat
C.3. Theory of Abrogation (nasikh mansukh) ditolak
C.4. Terbitnya matahari dari barat
C.5. Apakah dirinya nabi atau mujaddid
C.6. Surga dan Neraka
C.7. Ajakan perdamaian antar semua umat beragama
C.8. Ajakan perdamaian sesama muslim, menuju Ukhuwah
Islamiyah sejati
C.9. Membuka pintu ijtihad
C.10. Bahasa Arab adalah Ibu bahasa
Uraian penjelasan hal-hal tersebut adalah sbb:
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
61
C.1. Jihad
Mengenai pengertian jihad dalam Quran adalah sbb:
Maka janganlah engkau menuruti kaum kafir dan berjuanglah dengan
Quran ini, dengan perjuangan yang hebat.
[QS 25:52]
Mayoritas umat Islam hanya mengetengahkan satu idea
mengenai jihad, yaitu dengan kekuatan fisik atau militer, atau perang
melawan musuh-musuh Islam sehingga musuh dapat dikalahkan
kekuatan fisiknya. Mereka umumnya menangkap pengertian dalam
QS 24:55 adalah dalam pengertian supremasi politik. Mujaddid
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah menjelaskan pengertian jihad
secara signifikan. Bahwa kata jihad adalah berarti berjuang sungguhsungguh melawan syaithan dan beliau telah menunjukkan bahwa
konsep ini dalam aplikasi penggunaannya dapat tergantung dari
kondisinya. Sebagai contoh memang bisa berarti mempertahankan
agama dengan pedang, sebagai pencucian diri, dan self aktualisasi,
dan kemudian menata kehidupan masyarakat selanjutnya dengan
yang lebih baik, namun beliau menekankan bahwa type pengertian
jihad dalam abad ini adalah bukan jihad dengan pedang, tapi
intelektual jihad, atau jihad dengan pena, yaitu dengan
berargumentasi berdasarkan bukti-bukti yang telah di-Firmankan
melalui Quran Suci. Menjelaskannya bahwa dengan kerja keras yang
sungguh-sungguh untuk meyakinkan masyarakat di seluruh dunia
bahwa Islam adalah satu-satunya way of life yang dapat membawa
damai didunia, membawa harmoni dan sukses untuk umat
manusia dan juga untuk peningkatan derajat kemanusiaan.
Hal tersebut telah jelas ditegaskan dalam Firman-Nya:
Dia adalah Yang mengutus Utusan-Nya dengan petunjuk dan agama yang
benar, agar Ia memenangkan itu diatas semua agama. Dan Allah sudah
cukup sebagai saksi
[ QS 48:28; 9:33 ; 61:9]
62
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Ayat tersebut dengan sangat jelas dikemukakan, bahkan hingga
3 kali ayat tersebut dicantumkan dalam Quran Suci.
Berdasarkan inilah mengapa Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad menekankan kepada semua pengikutnya agar menterjemahkan Quran Suci ke bahasa Inggris dan juga ke bahasa-bahasa lain
diseluruh dunia.
Dengan ini jelas bahwa jihad yang dimaksud adalah kerja keras
atau berjuang sekuat tenaga untuk memberikan pengertian Islam
yang indah. Islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang damai lahir
bathin.
Sangat diharapkan bahwa setiap individu muslim mampu
mengembangkan potensi dirinya hingga menuju ketingkat yang
setinggi-tingginya, dengan cara yang yang sebaik-baiknya, yang haq,
untuk mencapai falah.
C.2. Malaikat
Konsep mengenai malaikat adalah juga suatu area yang cukup
sulit untuk dipahami baik bagi Muslim maupun non muslim.
Beberapa orang berpendapat bahwa malaikat adalah sebagai barang
dan mereka menyembahnya, bahkan yang lainnya menolak
existensinya, khususnya bagi umat non muslim, sedangkan hampir
semua muslim berpendapat independent dan menganggap bahwa
malaikat adalah sebagai suatu semi kekuatan yang diduga dapat
mengambil tempat seperti manusia, dan berjalan diantara manusia
dari satu tempat ke tempat lainnya.
Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menjelaskan bahwa
malaikat adalah kekuatan alam, termasuk kekuatan alam semesta,
dan mereka, atau para malaikat mengoperasikan baik keduanya,
baik dari segi fisik maupun spiritualnya. Seperti halnya matahari,
bulan, dan planet lainnya yang berpengaruh keluar, malaikat juga
mengoperasikan kemampuan diri kita, ada yang mempengaruhi
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
63
jantung kita, jiwa kita dan keseluruhan kekuatan spiritual kita.
(Taudih-i-Maram, p.27)
Dari telaah studi Quran Suci, Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad berkesimpulan bahwa beberapa media tertentu sangat
penting untuk menjalankan alam semesta dan perlu diingat bahwa
ada sesuatu hubungan yang sangat sulit untuk diketahui, antara
bintang-bintang dan malaikat. Ada suatu kekuatan yang tak terlihat
dari malaikat yang dapat menjalankan fungsi-fungsi bintang-bintang
di langit. (ibid, p. 30)
Bahwa Allah mempergunakan atau membuat perantara
diantara agent untuk menjalankan semua pekerjaan-Nya, dan tidak
merusak kekuatan-Nya, dan dengan sangat sempurna dalam
pelaksanaan-Nya. Inilah sesungguhnya kenyataan dari modus
operandi-Nya dalam alam semesta. Dalam hubungan antar manusia.
Tuhan tidak datang sendiri untuk mengajari manusia, namun Allah
mengirimkan nabi dan atau utusan untuk bekerja, yakni sebagai
juru ingat dan pengemban kabar baik, QS 48:8
Penjelasan lebih lanjut dari Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad dalam buku tsb;
Haruslah sangat dihargai bahwa ada pendapat dari non muslim, meskipun
kelihatannya mungkin ada seperti hubungan yang tidak pas dalam
hubungan antara Allah dan manusia, namun memang seharusnya ada
perantara dalam hubungan antara Allah SWT dan Nabi, dan kemudian
setelah ada refleksi dari hubungan-hubungan itu, lebih mudah dimengerti
bahwa tidak ada yang tidak pas dalam penciptaan medium itu. Sebaliknya
ini adalah suatu kesempurnaan dalam hukum-hukum Allah yang terdapat
dalam alam, yang dapat kita lihat dan kita rasakan manifestasinya dalam
segala hal dalam dunia ini. Apalagi dalam observasi, kita dapat memahami
bahwa Nabi Suci Muhammad saw sebagai seorang manusia biasa, adalah
juga tergantung oleh sumber-sumber kekuatan alam. Meskipun gemerlapnya
nabi telah dipunyai oleh Beliau, mungkin Beliau tetap tidak dapat melihat
64
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
apa-apa tanpa sinar matahari, atau sesuatu yang equivalent dengan itu.
Tanpa medium udara Beliau juga tidak dapat mendengar apa-apa. Itulah
maka dapat dimaklumi bahwa malaikat juga mempunyai pengaruh
kekuatan spiritual nabi. Lagipula, mereka para malaikat harus
mempengaruhi kekuatan spiritual dari nabi dengan sebesar-besarnya, karena
makin suci dan sempurna, nabi akan mempunyai kekuatan dan
kemampuan dalam tugas-tugasnya.
C.3. Nasikh mansukh ditolak (Theory of Abrogation iscredited)
Di dalam diri umat Islam ada yang berpendapat bahwa ada
beberapa ayat Al Quran yang mengalami penggantian oleh ayat lain.
Ada yang berpendapat jumlahnya hanya 5 ayat, namun ada juga
yang berpendapat bahwa penggantian ayat-ayat bisa mencapai 500
ayat. Beberapa ayat bahkan disebutkan telah diperintahkan oleh
Nabi Suci Muhammad sendiri. Satu diantaranya berhubungan
dengan hukuman mati dengan dilempar batu hingga mati untuk
suatu kejahatan tertentu. Sayang sekali bahwa penjelasan-penjelasan
hal yang keliru ini justru seperti menyiram api dengan minyak,
khususnya bagi pelajar yang kebetulan menghadapi seranganserangan terhadap muslim, dimana keadaan muslim sangat bias
terhadap Quran.
Mujaddid Hazrat Mirza Ghuma Ahmad menyanggahnya
dengan beberapa penjelasan, diantaranya adalah:
Apakah mereka tak merenungkan Quran? Dan sekiranya ini bukan dari
Allah, niscaya yang akan mereka jumpai didalamnya, pertentangan yang
banyak.
[QS 4:8]
Allah telah menurunkan sebaik-baik pekabaran, sebuah kitab yang bagianbagiannya berhubungan erat satu sama lain, yang perintah-perintahnya
berkali-kali diulang,
[QS 39:22]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
65
Beliau mengemukakan ayat Quran Suci dan memberikan
penjelasan dengan tegas untuk menunjukkan bahwa Quran Suci
sendiri telah menjelaskannya mengenai kesalahan konsep nasikh
mansukh tersebut. Sebaliknya justru termaktub dalam Quran Suci
bahwa Allah telah menantang, atau memberikan kesempatan kepada
semua saja, yang kiranya dapat menemukan perbedaan atau
kesalahan-kesalahan dalam Quran Suci.
C.4. Matahari terbit dari barat
Ada suatu ramalan atau berita dari Nabi Suci saw bahwa pada
Zaman Akhir, matahari akan terbit dari barat. Mengenai hadis nabi
ini sekali lagi telah menimbulkan banyak sekali interpretasi. Hampir
tiap generasi telah menyajikan dan mencoba menjelaskan tentang
terbitnya matahari dari barat dengan hukum-hukum pendekatan
pada sciences modern keseluruh dunia, terutama ke bangsa-bangsa
barat. Mereka umumnya memahami matahari terbit dari barat
adalah secara nyata, bukan secara kiasan.
Berikut ini adalah vision yang dialami oleh Mujaddid Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad sbb:
Hamba yang rendah ini telah diperlihatkan melalui vision bahwa matahari
akan terbit dari barat yang berarti bahwa dunia barat yang diselimuti
kegelapan dalam kepercayaan dan keimanan yang salah akan mendapatkan
pencerahan dengan matahari kebenaran, dan penduduknya akan
mendapatkan penerangan dari Islam. Saya melihat bahwa saya sedang
berdiri dikota London dan menjelaskan mengenai kebenaran Islam dengan
alasan-alasan yang jelas dalam bahasa Inggris, dan setelah itu, saya
menangkap banyak sekali burung yang sedang duduk di pohon yang kecil,
yang warnanya putih dan besarnya mungkin sebesar burung mainan
dirumah. Saya menginterpretasikan mimpi ini adalah, bahwa meskipun
saya secara pribadi tidak pergi ke London, namun tulisan-tulisan saya akan
66
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
menyebar diantara rakyat di barat dan banyak orang Inggris yang kemudian
mengikuti kebenaran
[Izala Auham, pp. 515-516]
Dari hadis mengenai matahari terbit dari barat, diartikan
berdasarkan vision Beliau bahwa kebenaran akan sampai barat.
Kemudian kebenaranpun akan menyebar dan mulai bersinar dari
barat.
C.5. Apakah dirinya seorang nabi atau mujaddid
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menjelaskan mengenai
kenabian dan khususnya mengenai pertanyaan tentang akhir
kenabian. Hal yang sangat serius ini penting untuk dijelaskan oleh
karena adanya keyakinan pada sebagian besar umat Islam yang pada
umumnya percaya bahwa wahyu tidak akan turun lagi.
Pertama: Beliau menjelaskan mengenai wahyu yang diberikan
kepada manusia, dan puncaknya adalah wahyu yang diterima oleh
para Nabi.
Dan bagi manusia, tiada Allah akan bersabda kepadanya, kecuali dengan
wahyu, atau dari belakang tirai, atau dengan mengutus seorang Utusan
dan mewahyukan dengan izin-Nya apa yang ia kehendaki. Sesungguhnya
Ia adalah Yang Maha Luhur, Yang Maha Bijaksana
[QS 42:51]
Kedua: Beliau berjuang dengan penuh beban yang berat,
menyatakan bahwa tidak akan ada nabi lagi, apakah nabi baru atau
nabi lama yang akan turun kembali ke dunia setelah Nabi Besar
Muhammad saw. Beliau menunjukkan ayatnya dalam Quran
Muhammad bukanlah ayah salah seorang dari orang-orang kamu,
melainkan dia itu Utusan Allah dan segel penutup para Nabi. Dan Allah
senantiasa Yang Maha Tahu akan segala sesuatu.
[QS 33:40]
Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad juga menekankan
hadis Nabi Suci saw.: Tidak ada Nabi setelah saya.(Hadis Nabi
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
67
Muhammad saw). Suatu pernyataan beliau dalam tulisannya adalah
sbb:
Setiap orang yang halus perasannya akan mengerti bahwa Allah tetap
menjaga Sabda Nya, sesuai dengan isi Quran Suci mengenai Nabi
Muhammad saw, sebagai akhir atau penutup para nabi, dan jelas
disebutkan dalam hadis bahwa setelah wafatnya Nabi Suci Muhammad
saw, malaikat Jibril telah dilarang untuk membawa pesan atau wahyu
kenabian untuk waktu-waktu yang akan datang. Sejak hal itu menjadi
kenyataan, kemudian tak seorangpun akan datang untuk menjadi nabi
setelah Nabi Suci Muhammad Rasulullah saw. [Izalah-i- Auham, p.577]
Di dalam buku beliau, Mawahib al- Rahman (1903), Mujaddid
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menulis
Seorang suci dari antara pengikut Nabi Muhammad Rasulullah saw, yang
berbicara dengan Allah adalah muhaddast , yang telah bersatu dengan
spirit nabi, namun kenyataannya adalah bukan nabi, sesuai hukum yang
ada pada Quran Suci. Orang suci tersebut sungguh-sungguh mendapat
pengetahuan dan pelajaran dari Quran Suci. Dan dia tidak menambah,
maupun mengurangi dari itu semua.
Beliau menjelaskan bahwa arti dari mujaddid atau muhaddast
adalah pengikut setia dari Nabi Muhammad saw sehingga mampu
seperti nabi-nabi bani Israil. Mereka bukan nabi, namun hanya
refleksi dari Nabi Muhammad saw.
Beliau mengungkapkan dalam Majmu ’a Ishtaharat, vol 2, p
230 dari Al Haq Mubahasa-i-Ludhiana, dari Clear Evidence Re
Ahmadiyya
’Ini adalah keyakinanku bahwa Wahyu Kenabian yang dimulai dengan
Adam, orang yang terpilih diakhiri dengan Nabi Suci Muhammad saw’
Jelas bahwa beliau bukan nabi, beliau hanya mengaku
sebagai Mujaddid, Masih Yang Dijanjikan dan bergelar Mahdi.
68
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
C.6. Sorga dan Neraka
Banyak keanehan maupun hal-hal yang luar biasa ganjil dari
cerita-cerita mengenai sorga dan neraka dari para umat Islam yang
didapat dari para Mullah (Kiyai kolot yang banyak di Pakistan).
Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah memberikan
penjelasan dengan imaginasi dan memberikan gambaran yang benar
mengenai sorga dan neraka sesuai dengan penjelasan Quran Suci.
Beliau menjelaskan bahwa status setelah meninggalnya seseorang
adalah tidak keseluruhannya sebagai suatu status yang sama sekali
baru, namun adalah suatu komplet perwujudan, suatu imaginasi
yang penuh, yang baru, namun terbentuk dari status spiritual dalam
kehidupan kini. (Teaching of Islam p 120). Quran Suci sendiri telah
menunjang pemahaman tersebut.
Dan tiap-tiap manusia Kami lekatkan perbuatannya pada lehernya, dan
Kami keluarkan kepadanya pada hari Kiamat berupa buku yang akan ia
jumpai terbuka lebar. Bacalah buku engkau. Pada hari ini jiwa engkau
sendiri sudah cukup sebagai juru hitung terhadap engkau [QS 17:13, 14]
Sorga dan Neraka sesungguhnya adalah lebih tepat dapat
diartikan sebagai status situasi kondisi tertentu daripada diartikan
sebagai suatu tempat tertentu. Kemudian untuk pembuktian ini,
apabila kita cermati, bahwa dari perbuatan atau tindakan kita sendiri,
kita akan merasakan apakah diberi rasa sorga atau rasa neraka dalam
kehidupan didunia ini.
Dan berilah kabar baik kepada orang-orang yang beriman dan berbuat
baik, bahwa mereka akan memperoleh taman yang didalamnya mengalir
sungai sungai. Setiap kali mereka diberi sebagian dari buah-buah-an dari
taman itu, mereka berkata: ini adalah yang diberikan kepada kami dahulu ;
dan mereka diberi yang serupa dengan itu. Dan disana mereka mendapat
teman yang suci dan disana mereka menetap
[QS 2:25]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
69
Namun bagaimanapun ini adalah hanya suatu gambaran
perasaan diri kita, dan sesungguhnya tidak ada jiwa yang mengerti
secara comprehensive kenyataan hidup setelah mati, seperti yang
dinyatakan sendiri dalam Quran Suci:
Maka tiada jiwa tahu apa yang tersembunyi bagi mereka tentang sesuatu
yang menyegarkan mata; suatu ganjaran dari apa yang mereka lakukan
[QS 32:17]
Beliau menjelaskan empat dunia dari manusia :
C.6.a. Suatu waktu dimana ketika manusia belum pernah ada atau
belum diberitakan
C.6.b. Dunia kita berada sekarang, atau kita hidup ini
C.6.c. Alam barzakh, status setelah wafat, dimana berada antara
hidup didunia dan alam akhirat, menunggu apakah akan
kesorga atau neraka
C.6.d. 1. Kehidupan sorga, suatu keadaan atau kondisi kemajuan
spiritual yang tak terbatas
2. Neraka, yang tidak abadi dan ini adalah suatu periode
pencucian dari kondisi pembersihan dan yang akhirnya
menuju sorga dalam melanjutkan perkembangan spiritual
yang tak terbatas
C.7. Ajakan perdamaian semua pengikut agama didunia ini
Pemahaman muslim pada umumnya telah mengadopsi sikap
batin bahwa non muslim adalah kafir dan sebagai konsekwensinya
mereka adalah musuh Islam. Dan kemudian menurut konsep
mengenai jihad pada umumnya, seorang bukan muslim dapat
dipaksa untuk masuk Islam dan apabila perlu dapat dibunuh apabila
mereka menolak menjadi seorang Islam. Pendapat sebagian golongan
Islam yang sangat keliru, yang membenarkan tindakannya sendiri
ini sangat meresahkan. Kemudian Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad mengingatkan kepada masyarakat muslim bahwa:
70
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Tidak ada paksaan dalam agama
[QS 2:256]
Allah tak melarang kamu tentang orang-orang yang tak memerangi kamu
dalam hal agama, dan tak mengusir kamu dari rumah-rumah kamu, bahwa
kamu berlaku manis terhadap mereka dan berlaku adil terhadap mereka.
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Allah hanya
melarang kamu tentang orang-orang yang memerangi kamu dalam hal
agama, dan mengusir kamu dari rumah-rumah kamu, dan membantu orang
lain dalam hal pengusiran kamu bahwa kamu bersahabat dengan mereka;
dan barang siapa bersahabat dengan mereka, mereka adalah orang yang
dzalim
[QS 60:8, 9]
Untuk menenangkan atau mengurangi peningkatan kesalahpahaman yang makin tajam dalam hal yang keliru ini, atau kebencian
dan kejahatan yang mungkin bisa ditimbulkannya, dan juga untuk
menghindari timbulnya serangan dari orang non muslim kepada
muslim pada umumnya, Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad
membuat beberapa point perjanjian dalam merencanakan perdamaian dan harmoni dalam kehidupan bersama dimasyarakat. Beberapa
diantaranya adalah:
C.7.a. Di dalam misi perdamaian kepada umat Hindu,
Beliau berjanji diantaranya adalah bersedia untuk melarang
memakan daging sapi, jika hal ini akan meredakan ketegangan
hubungan antara umat Islam dan umat Hindu
C.7.b. Kepada Umat Yahudi dan Nasrani,
Beliau mengulangi dan mengingatkan kembali apa yang
tertulis dalam QS 3:63.
Katakanlah: Wahai kaum Ahli Kitab, mari menuju kalimah yang sama
antara kami dan kamu, yaitu bahwa kita tak akan mengabdi kepada
siapapun selain Allah, dan bahwa kita tak akan menyekutukan sesuatu
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
71
dengan Dia, dan bahwa sebagian kita tak akan mengambil sebagian yang
lain sebagai tuhan selain Allah. Tetapi jika mereka berpaling, maka
katakan: Saksikanlah bahwa kami adalah muslim
[QS 3:63]
C.7.c. Usulan dalam penyiaran agama
Beliau membuat usulan bahwa pekerjaan penyiaran agama
yang dilakukan setiap golongan tidak boleh menyalahkan dan atau
menjelekkan golongan lain maupuan penganut kepercayaan lain,
namun harus dalam rangka yang baik, mengundang dengan baik
dengan argument yang jelas (QS 16:125). Harus tidak ada pemaksaan
keyakinan, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan,
khususnya dalam kegiatan dialog mengenai keyakinan seseorang atau
agama yang telah dianut seseorang
C.7.d. Pertemuan dialog antar iman.
Kegiatan penyelenggaraan ini adalah upaya untuk mempertemukan pengertian-pengertian dasar mengenai agama maupun
prakteknya, ataupun amal ibadahnya di masyarakat. Diharapkan
kegiatan-kegiatan ini akan menambah eratnya hubungan baik dan
saling pengertian antar manusia. Pertemuan seperti ini harus
mengabdikan diri bagi keperluan-keperluan untuk pencerahan yang
mendasarkan pada kesamaan-kesamaan yang ada dalam segala
agama, dan dengan sendirinya akan melawan propaganda dari para
musuh agama. Mereka yang menentang keyakinan agama, yang
membeda-bedakan dan berlaku jahat kepada semua pemeluk agama
dalam dasar-dasar kepercayaan dan prakteknya, tidak perlu untuk
diidentifikasikan, atau dibesar-besarkan perbuatannya.
C.8. Ajakan perwujudan damai sesama muslim
Sudah barang tentu Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad
72
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
tidak menutup mata terhadap adanya kerusakan yang terjadi pada
golongan-golongan muslim sendiri. Kerusakan-kerusakan besar yang
telah terjadi, yang ditimbulkan oleh karena konflik antar sesama
masyarakat muslim adalah penyebab utama dalam kemunduran
umat Islam. Selain itu juga adalah ketidak mampuan masyarakat
muslim dalam kerja sama untuk mengatasi tantangan-tantangan yang
dihadapinya. Satu penyebab kerusakan yang sangat penting adalah
adanya saling kafir mengkafirkan antar sesama muslim. Hal ini
telah ditegaskan oleh beliau agar dihentikan dan tidak dilakukan
oleh masyarakat muslim, karena hal ini akan merusak dalam tatanan
masyarakat muslim sendiri. Adalah benar memang ada perbedaan
pendapat di dalam masyarakat muslim sendiri, dan juga dalam
masyarakat pada umumnya, namun harus selalu diakui bahwa
kenyataannya Nabi Suci Muhammad Rasulullah saw telah bersabda:
Perbedaan pendapat diantara masyarakat muslim adalah rahmat.
Dan lagi pula, semua masyarakat muslim telah bersepakat bahwa
dalam perkara mengenai dasar Islam dan pengajaran Islam, tak
seorangpun yang mempunyai otoritas untuk menunjukkan kafir
pada seseorang yang telah beragama Islam. Beliau mengingatkan
Firman-Nya dalam Quran Suci:
Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertempur dijalan Allah,
buatlah penyelidikan; dan janganlah kamu berkata kepada orang yang
memberi salam kepadamu; Engkau bukanlah orang mukmin, karena kamu
mencari barang-barang kehidupan dunia. Padahal disisi Allah adalah
keuntungan yang banyak. Demikianlah keadaan kamu sebelumnya, lalu
Allah memberi karunia kepada kamu; maka buatlah penyelidikan.
Sesungguhnya Allah itu senantiasa Yang Maha Waspada akan apa yang
kamu kerjakan
[QS 4:94]
Nabi Suci Muhammad Rasulullah saw, juga telah mengingatkan
kepada masyarakat muslim dengan memberikan instruksi: “Janganlah
mengatakan kafir kepada para ahli kiblat” [Bukhori: Kitab al Adab]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
73
Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sendiri dalam
khotbah dan tulisannya, telah memberikan perhatian khusus bahwa
pernyataan kafir terhadap minoritas muslim akan menimbulkan
perpecahan dalam masyarakat muslim dan hal ini telah tertulis dalam
tulisannya di Izalah-I Auham, hal . 589, 590.
Mari kita lihat bukti bahwa ketika Jesus datang pada umat
Yahudi untuk menjalankan misinya saat itu, ketika umat Yahudi
terbagi menjadi banyak sekali sekte seperti keadaan muslim sekarang
ini …. Dan kemudian Nabi Suci saw, telah bersabda bahwa umat
Islampun pada zaman akhir akan muncul banyak sekte ... Dan seperti
Yahudi satu grup, telah menjatuhkan kafir pada golongan lainnya,
apabila ada 99 persen alasan untuk kafir, akan tetapi ada 1 persen
telah cukup untuk menetapkan kafir. Sikap mengkafirkan seorang
muslim, kebencian maupun kecemburuan, dan sikap bermusuhan
ini akan menjadi hal yang sangat mengganggu dalam beda pendapat
dan menimbulkan sikap kasar sesama kaum masyarakat muslim.
Karakter Islam yang diharapkan Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad adalah Islam yang kokoh bersatu, sebagai badan kesatuan
yang utuh dalam kesejajaran cinta kasih, saling sympati, saling tolongmenolong, bantu-membantu, bergotong royong dan timbulnya rasa
persatuan dan kesatuan. Namun Ukhuwah Islamiyah ini akan segera
hancur, menjadi hilang oleh karena adanya sikap permusuhan dalam
Islam yang diakibatkan karena adanya takfir atau sikap mengkafirkan, atau adanya pernyataan sesat dan menyesatkan dari satu
golongan Islam terhadap golongan Islam lainnya.
C.9. Membuka kembali pintu ijtihad
Masyarakat pada umumnya telah mempunyai anggapan bahwa
setelah 4 Imam Madzhab, yakni Mazhab Hanafi (Imam Abu
Hanifah), Mazhab Maliki (Imam Malik bin Anas), Mazhab Syafeii
(Imam Muhammad Idris al Syafei), Mazhab Hambali (Imam Ahmad
74
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
bin Muhammad bin Hanbal), umat Islam tidak diizinkan untuk
menggunakan ijtihad dalam penyelesaian problemnya, baik problem
yang bersifat personal maupun problem-problem sosial dalam
masyarakat. Dengan sikap menghindari ijtihad ini, ternyata telah
menyebabkan penurunan dan bahkan kemunduran intelektual
dalam masyarakat Islam.
Lagipula jelas sangat layak untuk dapat dipertanyakan, bahwa
apabila ijtihad kemudian selamanya digantung, atau apabila ijtihad
telah ditinggalkan, bagaimanakah Islam dapat membuktikan bahwa
Islam adalah agama modern khususnya dalam upaya-upaya untuk
menjaga hukum dan pengetahuan? atau tepatnya, Islam adalah
sebagai pemberi kekuatan utama atau pencetus kepada kemajuan
ilmu pengetahuan dan pengembangan budaya, yang tidak hanya
pada zaman muslim awal; namun juga masa kini. Kemudian
bagaimanakah kondisi pada masa kini dan keseluruhan kemajuan
ummat manusia nanti apabila ijtihad ditinggalkan? Dan bagaimana
Islam dapat mengklaim dirinya sebagai agama sepanjang zaman?
Bagaimana semua masyarakat dapat menyesuaikan dirinya dalam
perubahan lingkungan dari berbagai hal yang sangat penting untuk
kemajuan peradaban manusia ini?
Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menunjukkan ayat
dalam Quran Suci:
Katakanlah: Mari kutunjukkan apa yang Tuhan kamu mengharamkan
kepada kamu; yaitu janganlah kamu menyekutukan apapun dengan Dia,
dan berbuatlah baik terhadap orang tua, dan janganlah kamu membunuh
anak kamu karena takut melarat- Kami memberi rezeki kepada kamu dan
kepada mereka-dan janganlah kamu dekat dekat kepada perbuatan keji,
baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, dan janganlah kamu
membunuh jiwa yang dilarang oleh Allah, kecuali dalam membela keadilan.
Inilah yang diwasiyatkan (diperintahkan) Tuhan kepada kamu agar kamu
mengerti
[QS 6:152]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
75
Sesungguhnya binatang yang paling buruk menurut Allah, ialah yang tuli,
yang bisu, yang tak mengerti
[QS 8:22]
Dan janganlah mengikuti apa yang engkau tak mempunyai pengetahuan
tentang itu. Sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati, semua
itu akan diminta pertanggungjawabannya
[QS 17:36]
Dan barang siapa buta didunia ini, ia akan buta di Akhirat, dan semakin
menyimpang dari jalan
{QS 17:72]
Dan Beliau memberi contoh dalam peristiwa pengangkatan
Mu’az bin Jabal untuk menjabat sebagai Hakim dan Gubernur di
Yaman. Sebelum berangkat, Nabi Suci Muhammad saw menanyakan
apakah yang akan menjadi dasar pertimbangan keputusannya apabila
ia mendapat problem sebagai Gubernur? Mu’az menjawab basis
pertimbangan keputusannya adalah Al Quran. Nabi Suci bersabda;
“Dan seandainya kamu tidak menemukan jawabannya dalam Al
Quran, apakah pertimbangan kamu?. Mu’az menjawab: “Saya akan
mendasarkan keputusan saya kepada sunnah”. Nabi Sucipun
bertanya lagi: “Seandainya pada sunnahpun kamu tidak menemukan
jawabannya?” Mu’az bin Jabal menjawab bahwa dia akan memakai
pertimbangannya (ijtihadnya). Nabi Suci Muhammad Rasulullah
saw sangat berbahagia mendengar jawaban Mu’az bin Jabal.
Dan kemudian, Nabi Suci Muhammad Rasulullah saw telah
pula bersabda:
“Paling baik dari masyarakat ini adalah umat yang awal dan juga umat
yang paling akhir. Yang paling awal adalah yang bersama dengan utusan
Nya (Nabi Muhammad Rasulullah saw) dan yang paling akhir adalah
umat Zaman Akhir yakni yang bersama dengan Masih ibnu Maryam, dan
diantara itu adalah banyak ketidak jujuran.”
Maulana Muhammad Ali, salah satu murid dari Mujaddid
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad menyatakan bahwa: Pada waktu
dimana kemerdekaan berpikir tidak terarah, pada waktu itu juga
76
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
akan timbul terjadinya kejahatan, oleh karena ketidakjujuran yang
meraja lela
C.10. Bahasa Arab adalah Ibu segala bahasa di dunia.
Tuhan Yang Maha Pemurah, mengajarkan Quran. Ia menciptakan manusia, Ia mengajarkan kepadanya cara menjelaskan. [QS 55:1, 2, 3, 4]
Pada umumnya kemampuan untuk berbicara diakui adalah
sebagai penemuan dari manusia, namun Mujaddid Hazrat Mirza
Ghulam Ahmad berargumentasi lain. Bahasa adalah pemberian dari
Allah SWT, dan itu berkembang tidak secara kebetulan atau
pengaruh dari manusia, tapi itu adalah berubah dan berkembang
karena petunjuk Allah SWT. Alasan beliau adalah sbb:
Bahwa bahasa yang telah ditemukan oleh manusia itu bukan berarti tidak
penting untuk mengajari bicara bayi. Itu akan diketemukan perkembangan
bahasa atau bicara dengan sendirinya apabila bayi beranjak dewasa.
Catatan bahwa bahasa bertumbuh dan berubah di bawah pengaruh
manusia itu adalah hanya illusi. Perubahan-perubahan yang terjadi tidak
dihasilkan oleh kesadaran upaya manusia, dan juga tidak dibedakan oleh
hukum atau prinsip dimana ingatan manusia membawa perubahan dalam
setiap waktu tertentu. Pemikiran yang mendalam ataupun reflexi yang
sangat mendalam telah menggambarkan bahwa perubahan bahasa juga
seperti dibawah petunjuk Penyebab dari segala Sebab, seperti perubahan
semesta alam maupun juga perubahan pada bumi.
(Barahin Ahmadiyya, pp. 336-342)
Untuk selama berabad-abad hal mengenai bahasa, umumnya
para pelajar telah menyelidiki dan berteori tentang Ibu bahasa. Di
dunia barat, bahasa Sansekerta biasanya telah dianggap sebagai Ibu
bahasa. Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad tidak menyetujui
pandangan tersebut dan beliau mengemukakakan alasan bahwa
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
77
justru bahasa Arab adalah Ibu dari segala bahasa (Mother of tongues),
sumber utama dan hulu dari semua bahasa di dunia.
”Kesempurnaan dan penyelidikan kami telah menggambarkan atau
menemukan kondisi bahasa Arab tersebut adalah sebagai Ibu Bahasa”.
Banyak orang terpelajar telah menghabiskan hidupnya untuk penyelidikan
mengenai bahasa, namun upaya mereka tidak mencapai pengarahan
langsung, dan juga mereka tidak mencapai ke kapasitas penjelasan dari
Allah SWT, mereka tidak mencapai success. Dan sebagai tambahan juga
bahwa mereka umumnya telah diliputi anggapan, atau persangkaan yang
tidak baik terhadap Arab dan juga tidak mempunyai perhatian besar
terhadap hal ini. Jadi mereka gagal dalam upayanya mencapai kebenaran.
Sekarang kita telah jelas dituntun melalui Kata-Kata Suci dari Allah SWT,
atau Firman Suci Allah SWT, yang tertulis dalam Quran Suci, dan
kebenaran telah diungkapkan oleh Quran Suci. Seperti dimaklumi bahwa
bahasa Arab telah diklaim sebagai Ibu bahasa dari Persia, Hebrew dan
Arya. Dengan demikian jelas bahwa klaim-klaim lainnya adalah suatu
kesalahan.
(Zia al-Haq, p.2)
Kemudian beliau, Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad
telah memberikan alasannya, mengapa bahasa Arab adalah yang
paling unggul diantara bahasa-bahasa, sebagai berikut:
Dibalik dari kata-kata Arab itu yang kelihatannya lembek, lumpuh, buta,
tuli tidak berarti dan penuh dengan nuansa alam. Dan juga vocabulary
bahasa Arab yang tidak kaya dalam akar kata yang biasanya penting sebagai
karakter dari suatu bahasa yang sempurna, namun dalam kenyataannya
adalah tidak demikian. Maka apabila ada seorang Arya atau siapapun
juga yang tidak dapat diyakinkan oleh research kami, dengan terbuka kami
memberitahukan dan mengumumkan serta memberikan pernyataan yang
sangat sungguh-sungguh dan sangat mendalam, bahwa kami telah menyusun
buku yang menerangkankan secara detail dengan jelas untuk menunjang
kelebihan dan kesempurnaan, serta keindahan bahasa Arab apabila
dibandingkan dengan bahasa lain dalam pengertian sbb:
78
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
C.10.a. Bahasa Arab mempunyai pattern yang sempurna dari akar katakatanya
C.10.b. Bahasa Arab memiliki tingkat konotasi intelectuality yang sangat
tinggi dan sangat luar biasa
C.10.c. System dari kata-kata Arab adalah elementar namun sangat
komplet dan sempurna
C.10.d. Idiom bahasa Arab memakai beberapa kata namun mengandung
arti yang sangat banyak pemahamannya
C.10.e. Bahasa Arab mempunyai kapasitas yang sangat penuh dan
berbobot untuk menggambarkan kedalaman perasaan dan juga
wawasan kedalaman pikiran manusia
Sekarang ini, silahkan setiap orang dengan kebebasan dan kemerdekaan
penuh agar kiranya mencoba memperbandingkannya dengan bahasa-bahasa
lain, dan kalau bisa juga membuktikan qualitas bahasa Arab dan
dibandingkan dengan bahasa Sansekerta, atau bahasa apapun juga
(Zia al Haq, p. 2)
o Murid beliau yang lain, yakni Khwaja Kamaluddin telah
mengembangkan thesisnya mengenai bahasa Arab dan juga telah
mempublikasikannya dalam bukunya Umm al-Alsina.
o Di dalam sejarah, yang mengaku sebagai Mujaddid abad XIV H
adalah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dan diakuinya pada tahun
1885. Beliaupun juga mengaku bahwa dirinya adalah Masih Yang
Dijanjikan pada tahun 1890. Setelah itu Beliaupun mengaku
bahwa dirinya juga sebagai Mahdi, yang diakuinya pada tahun
1891
D. KESIMPULAN
Dari uraian tersebut diatas, ternyata Mahdi adalah gelar Nabi
Muhammad. Barang siapa mengaku bergelar Mahdi pasti dia adalah
seseorang yang mendapat tugas untuk menjelaskan agama Islam
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
79
dengan petunjuk yang benar. Kemudian barang siapa yang mengakui
bahwa ada seseorang yang bergelar Mahdi, yang mengakuinya dengan
sendirinya akan menganggap atau mengangkatnya sebagai Imam Mahdi.
Imam Mahdi tidak menyebarkan Islam dengan kekerasan atau
dengan pedang. Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah
mengungkapkan sebagai berikut
“Maka tidak ada Mahdi kecuali Muhammad dan tidak ada Ahmad kecuali
Muhammad dari segi kesempurnaannya”
[Rukhani Khazain vol.7 hal 41]
Selain ungkapan Mujaddid mengenai Mahdi seperti tersebut
diatas, ternyata ada persamaan atau kesangatmiripan antara
Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dengan Nabi Muhammad
saw, dan ini mungkin akan mengejutkan kita. Hal itu akan jelas
dalam Hadis Bukhori yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh sbb:
“Saya adalah orang yang paling dekat dengan Isa ibn Maryam didunia
dan di akhirat. Dan Nabi-nabi itu saudara seayah, ibunya lain-lain,
agamanya sama”
Dalam hadis tersebut mencakup 2 hal prinsip
D.1. Kata ’saudara’ dalam hadis tersebut dekat berarti dalam
pengertian, atau dalam arti rokhani. Dekat dalam pengertian
kiasan, dan berarti tidak dekat dalam pengertian phisik
D.2. Kemudian Isa ibn Maryam atau Masih Yang Dijanjikan lebih
dekat kepada Nabi Muhammad saw oleh karena menjalankan
syariat yang sama dengan Nabi Muhammad saw, sedang Nabi
Isa Al Masih ibn Maryam Israeli, tidak mempunyai kesempatan
untuk menjalankan syariat Nabi Muhammad saw
Demikianlah sedikit hal ihwal mengenai Mahdi.
80
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
BAB VI
MASIH DAN MAHDI YANG DIJANJIKAN
Pengantar
Dalam dunia spiritual telah menjadi kepercayaan umum
bahwa pada Zaman Akhir akan datang seorang tokoh yang akan
membangun dunia baru. Berita kedatangan tokoh spiritual ini telah
tersurat maupun tersirat dalam kitab-kitab agama maupun tutur
kata turun temurun para sesepuh. Kaum Yahudi dan Kristiani
menunggu kedatangan Al Masih, Kaum Hindu menunggu
kedatangan Khrisna kedua, orang Persia menunggu Mahdi, yang
akan turun dari bangsanya sendiri, orang Jawapun menunggu
datangnya Ratu Adil, sedang segenap orang Islam menunggu seorang
tokoh yang disebut Al Masih dan juga Imam Mahdi.
Sejalan dengan kepercayaan atau keyakinan ini seorang
sosiolog muslim, Ibnu Khaldun, 1332- 1406 H telah menulis sbb
Telah masyhur dikalangan seluruh umat Islam sepanjang masa bahwa
pada akhir zaman pasti akan lahir seorang laki-laki dari ahli bait, yang
akan menguatkan agama, melahirkan keadilan dan menjadi ikutan kaum
muslimin. Ia akan menguasai kemajuan-kemajuan Islam dan ia dinamai
Mahdi. Keluarnya Dajjal dan Tanda-tanda hari kiamat yang tersebut dalam
hadis-hadis sahih sesudah datang Dajjal, adalah terjadinya mengikuti
Mahdi. Dan Nabi Isa akan turun, kemudian ia membunuh Dajjal dan ia
sembahyang
A. Kedatangan Masih dan Mahdi
Dia ialah yang mengutus Utusan-Nya dengan petunjuk dan agama yang
benar agar Ia memenangkan itu diatas semua agama, walaupun orangorang musyrik tidak suka
[QS, 9: 33; 48:28; 61: 7]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
81
Ayat tersebut, yang dimuat hingga 3 kali dalam Quran Suci
menegaskan bahwa rencana Allahlah yang akan memenangkan
segala agama. Kedatangan Masih Yang Dijanjikan dan juga bersama
kedatangan Imam Mahdi diharapkan akan memenangkan Islam.
Ada yang berpendapat bahwa Masih Yang Dijanjikan dan Imam
Mahdi adalah dua orang yang berbeda, mereka berdua akan bekerja
sama untuk membangun kembali Kerajaan Allah.
Bagaimanakah penjelasannya?
B. Kelengkapan penjelasan mengenai Masih dan Mahdi Yang
Dijanjikan
B.1. Penjelasan dari Nabi Isa Al Masih as
Hal mengenai Masih telah cukup banyak diutarakan dalam
Bab sebelumnya, namun ada tambahan sedikit penjelasan mengenai
Masih dari Nabi Isa Al Masih as.
Kaum Yahudi mempunyai kepercayaan bahwa Nabi Ilyas as
sudah naik ke surga dalam guruh (II Raja-Raja 2:11) dan akan turun
kedunia menjelang kedatangan Al Masih Yang Dijanjikan oleh Allah
(Malaekhi 4:5). Tatkala Isa Al Masih as datang dan mengaku sebagai
Al Masih Yang Dijanjikan oleh Allah (Sesuai doa dan permintaan
Kaum Yahudi), murid-muridnya bertanya “Kalau demikian mengapa
ahli-ahli Taurat mengatakan bahwa Elia harus datang dahulu?”. Jesus
menjawab: “Memang Elia sudah datang tetapi orang tidak mengenal
dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka”. Pada
waktu itu mengertilah murid-murid Jesus bahwa ia sedang berbicara
tentang Yohannes Pembaptis (Matius 17:10-13; 11:14). Jadi Yohanes
Pembaptis, yang di Islam dikenal sebagai Nabi Yahya as, yang datang
sebelum Nabi Isa Al Masih itu, dianggap sebagai Elia, atau dianggap
sebagai Nabi Ilyas as, karena Nabi Yahya as datang dengan roh dan
kuasa Nabi Ilyas as. [Lukas 1:17]
82
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Jadi, kedatangan kembali Nabi Ilyas as itu bukan berarti
Nabi Ilyas as sendiri yang akan datang turun kedunia dari langit.
Kedatangannya adalah berkenaan dengan seseorang yang
mempunyai ruh dan kuasa seperti Nabi Ilyas as, yaitu diutusnya
Nabi Yahya as.
B.2. Pemahaman Yahudi berkenaan dengan Masih
Seperti dimaklumi bahwa kaum Yahudi tidak mempercayai
pengakuan Nabi Isa Al Masih as, bahkan kemudian menyalibnya.
Namun sebagian kaum Yahudi, ada yang masih tetap mempunyai
keyakinan tentang akan datangnya Masih Yang Dijanjikan. Bahwa
nanti pada Zaman Akhir akan datang Al Masih Yang Dijanjikan
yang akan membawa perubahan baru didunia.
Berpegang dengan mengartikan hadis Nabi mengenai NuzululMasih secara harfiah, kaum muslimin pada umumnya berpendapat
bahwa Al Masih Yang Dijanjikan pada Zaman Akhir nanti adalah
juga Masih Ibnu Maryam as yang sekarang masih tinggal di langit.
Ada orang Islam yang meyakini bahwa Masih Ibnu Maryam
masih berada dilangit dan berpendapat bahwa; nanti pada Zaman
Akhir, Masih Ibnu Maryam akan turun kedunia, dan dengan
dibantu oleh Imam Mahdi, kemudian bersama-sama akan berperang
melawan kaum non muslim, dan tak akan berhenti berperang selama
musuh-musuh Islam belum mati dimedan perang atau memeluk
Islam. Sesudah itu akan didirikan Kerajaan Islam didunia. Jadi pada
umumnya kaum muslim yang meyakini hadis Nuzulul Masih secara
harfiah, sampai sekarang masih menunggu-nunggu kedatangan Al
Masih, sebagaimana halnya kaum Yahudi ketika mereka menantikan
kedatangan Nabi Ilyas as. Padahal permasalahannya, situasi dan
kondisinya telah dijelaskan oleh Nabi Isa Al Masih as. Beliau
menjelaskan bahwa yang datang adalah orang yang menyerupai Al
Masih.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
83
B.3. Apakah Masih Yang Dijanjikan juga adalah Mahdi?
Hadis mengenai Nuzulul Masih yang diartikan secara harfiah
telah menimbulkan pemahaman Islam seperti pada butir ke 2 diatas,
yakni tercampurnya faham Islam dengan pemahaman-pemahaman
Yahudi sehingga dapat mengaburkan ajaran Islam. Apabila
memahami hadis Nuzulul Masih secara kiasan, akan diperoleh
pemahaman sbb:
B.3.a. Al Masih Ibnu Maryam as yang 2000 tahun yang lalu diutus
untuk Bani Israil telah wafat secara wajar dalam usia lanjut,
Quran Suci surat 3:54 dan 5:117
B.3.b. Orang yang sudah wafat tidak akan dibangkitkan lagi
sebelum hari kiamat datang, hal ini tercantum dalam Quran
Suci, surat 23:16
B.3.c. Al Masih Yang Dijanjikan kedatangannya, bukan Al Masih
as yang telah wafat akan tetapi seorang ulama Islam yang
menyerupai atau banyak persamaannya dengan Nabi Isa Al
Masih as
B.3.d. Tokoh itu pula yang disebut Mahdi, atau bergelar Mahdi.
Dengan demikian, Masih dan Mahdi itu seorang tokoh, yang
orangnya hanya satu, dan ini sesuai apa yang telah ditegaskan oleh
Rasulullah, Nabi Muhammad saw: Laa Mahdiyya illaa iisaa, yang
artinya tidak lain Imam Mahdi adalah Isa [Hadis riwayat Ibnu
Majah].
C. Tanda-tanda kedatangan Masih Yang Dijanjikan
Bagaimanakah tanda-tanda kedatangan Masih Yang
Dijanjikan?
Berikut ini adalah hal-hal yang berkenaan dengan tanda-tanda
kedatangannya.
84
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
C.1. Penjelasan Al Quran
C.1.a. Tatkala merajalelanya Dajjal, Yakjuj dan Makjuj
Yang dimaksudkan disini adalah akibat fitnahnya Dajjal, yakni
merajalelanya Dajjal, atau merajalelanya Penipu, Yakjuj dan Makjuj.
Bertebarannya atau pergerakannya bangsa-bangsa Eropa dengan
agama Kristennya ke seluruh dunia, itulah yang dimaksud dengan
merajalelanya Dajjal, Yakjuj dan Makjuj. Bangsa-bangsa Asia dan
Afrika yang sebagian besar penduduknya beragama Islam dijajah
dan ditindas, baik secara lahir maupun bathin. Hal ini telah
termaktub dalam Firman-Nya:
“Sampai tatkala Yakjuj dan Makjuj dilepas, mereka mengalir dari tiaptiap tempat yang tinggi”
[QS 2:96]
C.1.b. Tatkala onta-onta ditinggalkan
Di Arab, onta adalah alat transportasi yang vital. Namun
akhirnya onta yang tadinya sangat vital telah diganti fungsinya dengan
alat tranportasi lain misalnya ditemukannya mobil, kapal terbang
dsb-nya. Al Quran meramalkan,
“Dan tatkala onta-onta ditinggalkan”
[QS 81:4]
C.1.c. Tatkala bangsa-bangsa akan dipersatukan
Akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
hampir segenap manusia memahami bahwa manusia seluruh dunia
bergerak menjadi satu umat manusia, dan tinggal dalam satu dunia
yang harus bekerja bersama-sama. Kemajuan-kemajuan alat
komunikasi telah membuat manusia saling mengenal diantara
bangsa satu dan bangsa lainnya, saling kenal mengenal lebih dekat,
dan akan makin lebih dekat.
Dan tatkala binatang-binatang buas dihimpun... dan tatkala orang-orang
dipersatukan... dan tatkala buku-buku disebarkan.
[QS 81:5, 7, 10]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
85
C.1.d. Tatkala iman telah naik kelangit
Setelah Islam menguasai dunia selama 3 abad, kemudian
berangsur-angsur mengalami kemunduran. Kemunduran mencapai
klimaksnya setelah lewat masa seribu tahun dari zaman kejayaannya.
Pada masa itulah iman telah tidak berada dihati lagi. Iman telah
naik kelangit, ke bintang Tsuraya. Boleh dikatakan bahwa iman telah
hilang dari hati manusia. Allah telah ber Firman:
Ia mengatur perkara dari langit ke bumi; lalu itu naik kepada-Nya dalam
satu hari yang ukurannya seribu tahun menurut hitungan kamu [QS 32:5]
C.1.e. Tatkala terjadi pendewaan terhadap huruf
Lenyapnya iman yang hidup kepada Allah SWT dalam hati
manusia, kemudian akhirnya diikuti dengan pendewaan huruf. Al
Quran hanya dijadikan azimat, Al Quran hanya merupakan suatu
barang materi yang dikeramatkan, tidak lagi sebagai sumber hidup
yang menghidupkan, sumber inspirasi yang melahirkan spiritual yang
tinggi, sumber untuk menumbuhkan tenaga atau semangat untuk
teguh berjuang, untuk mengatasi segala hal permasalahan hidup
dan kehidupan. Hal ini juga telah termaktub dalam Al Quran
Dan Utusan berkata: Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku memperlakukan Quran ini sebagai yang ditinggalkan,
[QS 25:30]
Sejalan dengan hal ini, Nabipun telah bersabda
Disitu yang pandai membaca Quran banyak, tetapi yang mengerti Quran
sedikit...... Disitu orang-orang dari umatku membaca Quran tak lebih dari
tenggorokannya
[Kanzul Ummal]
C.2. Kasyaf Nabi Muhammad saw
Kepada Nabi Suci Muhammad Rasulullah saw, Allah Ta’ala
telah memperlihatkan dalam kasyafnya, bahwa malapetaka yang akan
86
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
menimpa dunia adalah sebagai pertanda kedatangan Al Masih dan
Mahdi. Dan ternyata kasyaf Nabi Suci 13 abad yang lampau kinipun
menjadi nyata:
C.2.a. Dajjal akan meraja lela
Dajjal akan merampas segala kekayaan umat didunia ini, maka datanglah
Al Masih untuk membunuhnya. [Hadis riwayat Ahmad dan Muslim]
C.2.b. Umat Islam akan pecah belah
Umat Islam akan berpecah belah menjadi 73 golongan, yang semua-nya
masuk neraka kecuali satu golongan saja
[Hadis Riwayat Tirmidzi dan Ahmad]
C.2.c. Umat Islam kehilangan identitasnya, sehingga mengikuti
umat lain
Umat Islam akan mengikut jejak kaum Yahudi dan Kristen, sehingga jika
diantara mereka yang masuk lubang biawak sekalipun, diantara umat
Islampun ada yang akan masuk kedalamnya
[Hadis riwayat Bukhori dan Muslim]
C.2.d. Dekadensi moral
Dekadensi moral memuncak. Perzinaan, perjudian meluas sedemi-kian rupa
sehingga seperti perbuatan yang biasa, seolah-olah tak berdosa.
[Hadis riwayat Muslim]
C.2.e. Banyaknya kecurangan dan korupsi
Kecurangan dan korupsi dalam muamalah menjadi perbuatan orang dalam
kehidupan sehari-hari
[Hadis riwayat Dailamy]
C.2.f. Islam tinggal nama
Banyaknya kebobrokan akhlak dan rukhani sehingga Islam tinggal namanya, Quran Suci tinggal tulisannya dan masjid-masjid bukan sumber
petunjuk
[Hadis riwayat Bukhori]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
87
Akan datang masanya pada manusia bilamana Islam hanya tinggal
namanya saja, dan Al Quran hanya tinggal tulisannya saja. Masjid-masjid
akan penuh dengan orang-orang, tetapi kosong dari petunjuk. Ulama-ulama
mereka akan menjadi wujud yang paling buruk dibawah kolong langit ini,
fitnah-fitnah dan kekacauan akan mengalir dari mereka dan akhirnya
akan kembali kepada mereka juga
[Hadis Nabi saw, dari Baihaqi, Misykat halm 38]
C.2.g. Berselisihnya para alim ulama
Alim Ulama Islam suka bertengkar dan menjadi sumber fitnah
[Hadis Bukhori]
C.2.h. Serangan hebat terhadap Islam
Agama Islam mendapat serangan hebat dari pengikut agama-agama lain
[Hadis riwayat Abu Daud]
Hal-hal tersebut di atas menunjukkan adanya perubahan tatanilai dalam masyarakat dan terjadilah hal-hal antara lain; badut dan
penari mendapat penghargaan yang lebih daripada alim ulama, dan
kemudian seperti dimaklumi, akan terjadi bencana alam yang hebat
berupa gempa bumi, gunung meletus, bahaya kelaparan, peperangan,
wabah penyakit, yang hal-hal tersebut kesemuanya belum pernah
atau jarang terjadi sebelumnya
C.3. Tanda-tanda alam
Isyarat atau tanda-tanda alam yang menyertai kedatangan Al
Masih dan Mahdi, yang utama adalah terjadinya gerhana bulan dan
gerhana matahari pada bulan Ramadhan. Hal yang mengagumkan
ini telah diramalkan kejadiannya melalui Nabi Muhammad saw
ribuan tahun sebelumnya. Telah termaktub dalam Al Quran adalah
sebagai berikut
88
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Dan bulan menjadi gelap, dan matahari dan bulan dikumpulkan menjadi
satu
[QS 75:8-9]
Bulan menjadi gelap artinya gerhana bulan. Matahari dan
bulan dikumpulkan menjadi satu artinya terjadi gerhana matahari.
Kedua peristiwa ini terjadi dalam bulan Ramadhan.
Sesungguhnya Imam Mahdi mmpunyai dua tanda yang belum pernah terjadi
semenjak diciptakan Allah langit dan bumi, yaitu terjadinya gerhana bulan
pada malam permulaan bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada
pertengahan bulan itu.
[Hadis riwayat Daruqutni]
Peristiwa alam luar biasa tersebut terjadi pada bulan Ramadhan tahun 1311 H atau tahun 1894 Masehi di daerah Punjab,
India Utara dimana terletak didesa Qadian. Gerhana bulan terjadi
pada hari Kamis tanggal 13 Ramadhan 1311 H, bertepatan dengan
tanggal 22 Maret 1894 M. Dan Gerhana matahari terjadi pada hari
Jumat tanggal 28 Ramadhan 1311 H, bertepatan dengan tanggal 6
April 1894 M. Menurut hadis disebutkan bahwa:
“Imam Mahdi itu akan keluar dari kampung yang dinamakan Kadi’ah”
[Riwayat Abu Nu’aim dan Abu Bakar bin Mukri]
“Al Mahdi akan muncul dari sebuah kampung yang disebut Kadi’ah”
[Jawahirul-Asrar karya Syaikh Ali Hamzah bin Ali at Tusi]
Seperti dimaklumi bahwa pada tahun 1894 M, Mujaddid
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah satu-satunya yang mengaku
Al Masih dan Mahdi, dan ternyata Tanda-tanda alam yang
menyertainya tepat sesuai dengan Hadis Nabi. Desa Kad’ah adalah
penyebutan nama yang berarti Qadian seperti apa yang di
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
89
maksudkan dalam hadis Nabi tersebut, dan Qadian adalah tempat
dimana Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan.
Nabi Yesaya yang hidup sekitar tahun 760-690 SM telah
meramalkan sebagai berikut:
Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusan-nya tidak akan memancarkan
cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit dan bulan
tidak akan memancarkan sinarnya
[Yesaya 13:10]
Nabi Isa Al Masih pun juga telah meramalkan sebagai berikut:
’Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari menjadi gelap dan bulan
tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasakuasa langit akan goncang’.
[Matius 24:29]
Di dalam bukunya Nurul Haq, Mujaddid Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad telah menuliskan:
’ Dengan demikian jelaslah bagi saudara bahwa Imam Mahdi itu tidak
muncul di negeri Arab atau Syam, karena tanda-tanda-nya tidak tampak
didaerah itu, melainkan didaerah ini (Punjab). Oleh karena itu didaerah
Arab dan Syam tak ada yang mengaku sebagai Imam Mahdi. Sebaliknya
saudara tahu bahwa atas perintah Allah Tuhan Sarwa Sekalian Alam,
aku berkata dalam beberapa tahun ini: Aku adalah Masih Mau’ud dan
Mahdi’, sedang saudara mengkafirkan aku, melaknatiku, mendustakan
aku, padahal aku datang dengan membawa banyak tanda bukti” [hlm
25-26]
’ Jika saudara ditanya tentang arti gerhana bulan dan gerhana matahari
dalam bulan Ramadhan, maka ketahuilah bahwa Allah Ta’ala meletakkan
susunan agama mulai bulan Ramadhan, dengan menurunkan Al Quran
pada bulan itu. Didalamnya terdapat Lai latul Qadr dan ini menjadi
permulaan bagi memancarkan sinar agama yang kuat. Oleh karena itu
Allah Ta’ala bermaksud akan melenyapkan kegelapan pada akhir zaman
pada bulan Ramadhan itu juga. Saudara tahu bahwa gerhana bulan
90
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
melambangkan akan terbabarnya keindahan Islam, sedang gerhana
matahari melambangkan kemenangan Islam. Kekuatan samawi akan
mengalahkan duniawi, dan cahaya Al Masih akan mengalihkan tipu
muslihat Dajjal, lalu manusia akan masuk agama Allah dengan
berbondong-bondong. Dan ini adalah ketetapan dari Tuhan Sarwa Sekalian
Alam’ [hlm 42]
Wahai manusia ! Bangunlah untuk Tuhan dengan segera dan takutlah
kepada Tuhan dan berfikirlah seperti bukan seorang musuh atau orang
kafir. Bukankah sudah tiba waktunya bagi Tuhan untuk bersikap rahim
terhadap makhluknya? Tidakkah Dia sepatutnya melenyapkan kejahatan
dan melepaskan manusia dari dahaga keras dengan hujan musim semi?
Tidakkah badai kejahatan berada di puncaknya yang tertinggi? Tidakkah
tepi-tepi kebodohan membentang jauh? Bukankah seluruh dunia telah rusak?
Tidakkah syaitan senang dengan pengikut-pengikut-nya sehingga berterima
kasih kepada mereka? Bersyukurlah kamu kepada Tuhan yang ingat kepada
kamu dan agamamu. Dan Dia tidak mengizinkannya menjadi rusak, Dia
menjaga panenanmu dan ladang-ladang-mu dengan rumput muda. Dia
telah menurunkan hujan dan menyempurnakan ukurannya.
Dan Dia telah membangkitkan Al Masih-Nya untuk melenyapkan
kejahatan dan Mahdi-Nya untuk kebaikan umat manusia. Dia telah
membawa kamu kepada suatu masa yang imannya dari kamu sendiri, hal
mana tidak demikian sebelumnya
[Khutbah Ilhamiyah, 13 April 1900 M]
D. KESIMPULAN
Berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas kiranya dapat
disimpulkan bahwa:
D.1. Masih dan Mahdi tidak dua orang akan tetapi adalah satu
orang
D.2. Tanda-tanda alam, tanda terpenuhinya kasyaf nabi di masyaraMUJADDID
MASIH DAN MAHDI
91
kat dan termaktubnya dalam Quran Suci telah jelas dapat
diungkapkan dan tentunya dapat dimaklumi
D.3. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah satu-satunya seseorang
yang mengaku bahwa dirinya adalah Mujaddid pada abad XIV
H, yakni pada tahun 1885 M, dan juga mengaku bahwa dirinya
adalah Masih Yang Dijanjikan pada tahun 1890 M, dan juga
mengaku bahwa dirinya Mahdi pada tahun 1891 M.[]
92
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
BAB VII
RANGKUMAN
Dalam upaya merangkum pemahaman mengenai Mujaddid,
Masih dan Mahdi, sebelumnya perlu diketengahkan Firman Allah
SWT bahwa dalam hal yang berkaitan dengan upaya atau usaha
apapun selalu dimulai dengan mengucapkan Bismillahir Rahmanir
Rahim dan selalu memohon kepada Allah agar ditunjukkan jalan
yang benar (1:5).
E.1. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang ahli bait dari
keturunan pernikahan antara Fatimah binti Rasulullah dan
Ali bin Abu Talib ra.
E.2. Menurut Rasulullah saw, keturunan Salman Al Pharisi (Hazrat
Mirza Ghulam Ahmad) adalah seorang muslim yang mampu
untuk mengembalikan iman yang telah hilang kedalam dada
kaum muslimin pada zaman akhir ini.
E.3. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad telah mengaku sebagai
Mujaddid abad XIV.
E.4. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad adalah satu-satunya yang
mengaku sebagai Mujaddid dalam bidang Syariat dan bidang
Tarekat.
E.5. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad selain sebagai Mujaddid abad
XIV H, beliau adalah Imam Zaman Akhir.
E.6. Apabila dalam studi, ada seseorang yang meyakini bahwa
Munir Ahmad Azim adalah mujaddid abad XV H, itu adalah
haq azasi manusia. Siapapun bebas untuk berkeyakinan sesuai
dengan hati nuraninya
Tidak ada paksaan dalam agama
[QS 2:256]
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
93
BAB VIII
RENUNGAN
Wahai manusia, engkau harus berjuang dengan perjuangan yang keras
untuk bertemu dengan Tuhan Dikau, sampai engkau bertemu dengan Dia
[ QS 84:6]
Sesungguhnya orang yang beriman, dan orang Yahudi dan orang Nasrani
dan orang Sabi’ah, siapapun yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir
dan berbuat baik, mereka mendapat ganjaran disisi Tuhan mereka, dan
tak ada ketakutan akan menimpa mereka dan mereka tak akan susah
[QS 2:62 ]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi, dan orangorang Sabi’ah, dan Orang-orang Kristen, dan orang-orang Majusi, dan orangorang Musyrik. Pada hari Kiamat Allah akan memutuskan diantara
mereka. Sesungguhnya Allah itu saksi atas segala sesuatu [QS 22:17]
Tak ada paksaan dalam agama-sesungguhnya jalan yang benar itu jelas
sekali bedanya dengan jalan yang salah
[QS 2:256]
Jelas bahwa seseorang yang berkeyakinan apapun, Allah SWT
mempersilahkan kepada manusia untuk memilihnya. Allah
memberikan Kitab kepada utusan untuk dipedomani, namun
dengan adanya campur tangan manusia-manusia kotor, agama yang
semula murni dan suci menjadi kotor dan untuk perbaikan dan
pemurnian kembali agar suci kembali, jelas sangat diperlukan.
Masih Israeli, yakni Nabi Isa Al Masih as datang 14 abad setelah
Nabi Musa. Kedatangan Nabi Isa Al Masih as ini adalah untuk menggenapkan Taurat dan memberikan kabar baik tentang datangnya
Nabi Muhammad Raulullah saw.
Masih Yang Dijanjikan, atau Masih dalam Syariat Muhammad,
juga telah datang 14 abad kemudian, setelah Islam mengalami masa
94
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
kegelapan atau kepudaran selama 1000 tahun. Beliau bergelar Mahdi
Kebangkitan dan kembalinya kekuatan Islam meminta kita pengorbanan
bahwa kita harus meletakkan jiwa kita dan mati untuknya. Atas kematian
kita ini tergantung hidupnya Islam dan kaum muslim, begitu pula
penampakan dari Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa; dan inilah
perkara yang benar-benar sama dengan, yang dalam perkataan lain, telah
diberikan nama Islam; dan demi bangkit dan regenerasinya Islam yang
Allah Ta’ala memintanya dari kalian.
[Fathi Islam]
Imam Zaman Akhir, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad
Terbabarnya kebangkitan Islam atau kebangkitan Kerajaan
Allah yang diawali pada Zaman Akhir ini memerlukan niat suci,
sikap, spirit dan semangat kerja yang sungguh-sungguh untuk
perbaikan peradaban umat manusia. Kerja keras, kerja cerdas; yang
terus menerus dan tidak pernah mengenal putus asa dan patah
harapan dari kita semuanya, yang mempunyai tanggung jawab
terhadap naiknya harkat dan martabat manusia pada generasigenerasi yang akan datang.
Demikianlah, adanya beda-beda kepercayaan dalam keyakinan
agama tidaklah menyebabkan siksaan didunia. Siksaan didunia, atau
tepatnya hukuman atau pembalasan akan diputuskan di akhirat.
Adapun yang menyebabkan siksaan di dunia adalah, apabila mereka
atau siapapun yang berbuat kerusakan, yang melanggar batas, dan
juga yang melakukan perbuatan keji, suatu kejahatan yang tersembunyi; atau yang mungkar, suatu kejahatan yang terang-terangan.
Semoga pada Zaman Akhir ini, Kebangkitan Islam, atau dapat
juga disebut bangkitnya Kerajaan Allah; dengan kerja keras dan
pengorbanan kita, yang diawali dengan niat suci, hati yang tulus ikhlas
dan yang diridhoi Allah SWT akan dapat berhasil terwujud dengan baik,
amien.
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
95
BAB IX
PENUTUP
Demikianlah hal sedikit mengenai Mujaddid, Masih dan Mahdi,
dengan segala keterbatasan, mudah-mudahan
tulisan ini ada manfaatnya
manusia adalah umat yang satu,
cari dan tambahlah ilmu, tangkaplah hikmah,
tebarkanlah salam, binalah silaturahmi
dan shalatlah waktu malam
beda keyakinan adalah teman dialog,
beda tehnik, taktik dan strategi adalah teman berpikir
beda amal perbuatan adalah teman berlomba
jangan sampai paham salah,
jangan sampai salah paham,
selalu hati-hati, selalu banyak istighfar, selalu mohon doa
Alhamdulillahi Rabbil ’alamin Ar-Rahman nir Rahim,
Maliki Yaumiddin, Iyyaka na’budu wa iyya ka nas ta’in
Ihdinash shiratal mustaqim
Shiratalladzina an ‘amta alaihim,
Ghairil maghdhubi ‘alaihim wala dhdhallin
96
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
Akhirnya, sangat bersyukurlah bagi mereka yang telah
mendapatkan kemantapan iman dalam dadanya, sehingga dapat
merasakan lezatnya nikmat kebenaran yang telah disampaikan
oleh Nabi Muhammad saw, yang kemudian disajikan dengan
indah dalam Zaman Akhir ini oleh
Mujaddid, Masih Yang Dijanjikan dan Mahdi,
dan merekapun dapat dengan tegar
menegakkan Kalimah Thoyibah,
La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah
dalam seluruh segi kehidupannya
Inna shalati wa nusuki wa mahya ya wa mamati
lillahi Rabbil ’alamin
Kenangan Isra’ Mi’raj, 27 Rajab 1427 H
Jakarta, 21 Agustus 2006
Nanang RI Iskandar
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
97
AC UA N
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
98
Quran Suci, Tafsir Muhammad Ali dan Hadis Nabi,
Bibel
Jesus di Hindustan, Hazrat Mirza Ghulam Ahmad
Contribution of The Ahmadiyya Movement to Religious thoughts,
K. Mohammad
Gerakan Pembaruan Agama, antara Modernisme dan Tajdiduddin,
Busthami Muhammad Sa’id, penerjemah Ibnu Marjan,
Ibadurrahman, penyunting Muhammad Hatta, Muhammad
Syamsul Arif. Penerbit PT Wacana Lazuardi Amanah, 1995
Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Bukan Nabi Hakiki, H. dr
Susmoyo Djoyosugito
Gerakan Ahmadiyah di Indonesia, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain
Jihad Masa Kini, KH S. Ali Yasir, Darul Kutubil Islamiyah,
2006
Benarkah Ahmadiyah Sesat ?, Prof. Ir. H F. Ahmadi Djoyosugito
Gerakan Pembaharuan dalam Islam, jilid I. II. III, KH S Ali Yasir
Isra’ Mi’raj Nabi Suci Muhammad saw mengandung suatu janji
Kemenangan Islam, Drs. Abd. Rozaq
Perayaan Natal 25 Desember, Antara Dogma dan Toleransi, Hj
Irena Handono
Mahdi atau Isa yang akan datang?, Ibnu Sulaiman
Turunnya Isa ibnu Maryam pada akhir zaman, Imam Jalaluddin
Abdur Rahman As Sayuthi
Faham Mahdi Syiah dan Ahmadiyah dalam perspektif, Drs.
Muslich Fathoni MA
Silsilah Ahmadiyah, Hazrat Mirza Bashir Ahmad MA, RA
Jesus in Heaven on Earth, Khawaja Nazir Ahmad
The Crumbling of the Cross, Mumtaz Ahmad Faruqui
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
Religion of Jesus & the Sources of Christianity, Al Hajj Khwaja
Kamaluddin
The Ahmadiyya Case, Maulana Hafez Sher Mohammad, Zaid Aziz
Tempat dan peran Yesus dihari Kiamat menurut ajaran Islam,
Wienata Sairin, MTh
Tanggapan pertama terhadap buku yang berjudul Membongkar
Kebohongan dan Kedustaan Ahmadiyah, Prof. Ir. H F. Ahmadi
Dj. MSc
Kenapa Ahmadiyah dihujat?, Drs Masykur Hakim, MA
Christ in Kashmir, Aziz Kashmiri
A History of the Jews, From the Babylonian Exile to the Present,
Solomon Grayzel
Dan lain-lain
MUJADDID
MASIH DAN MAHDI
99
Fly UP