...

TOPI BERPIKIR

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

TOPI BERPIKIR
TOPI
BERPIKIR
Kecerdasan dan kemampuan berpikir bisa
dianalogikan dengan mobil dan pengendaranya. Mobil biasa di tangan pengemudi luar biasa bisa mengalahkan mobil luar
biasa yang dikendarai oleh pengemudi biasa. Begitu pula kecerdasan-biasa
yang dibekali keterampilan berpikir bisa mengalahkan kecerdasasan-luar biasa
yang tidak dibekali keterampilan berpikir.
Kecerdasan hanyalah suatu potensi. Agar potensi itu dapat digunakan
sepenuhnya, kita perlu mengembangkan keterampilan berpikir. Tanpa
keterampilan itu, potensi yang kita miliki tidak sepenuhnya keluar.
Berpikir bukan soal kecerdikan dan tingkat kesulitan masalah semata. Kearifan
bahkan lebih penting daripada kecerdikan.
Keterampilan berpikir kritis, berargumen, menganalisa menggunakan logika
hanya bagian dari proses berpikir.
Di samping berpikir kritis, kita perlu berpikir konstruktif dan kreatif.
Di samping argumen, kita perlu mengeksplorasi subjek argumen.
Di samping analisis, kita memerlukan keterampilan merancang.
Di samping logika, kita memerlukan persepsi.
Emosi dan perasaan memainkan peranan penting dalam
berpikir. Yang harus dilakukan bukan menyingkirkannya,
melainkan menggunakannya pada saat yang tepat.
Dalam berpikir, kita sering mencoba melakukan terlalu banyak hal pada saat
yang bersamaan. Saat melihat fakta-fakta masalah, kita mencoba menyusun
argumen yang logis; sementara itu emosi kita ikut bercampur pada saat kita
melihat apakah ide-ide baru tersebut bisa dilaksanakan. Tak heran jika kita
kadangkala bingung.
Topi berpikir adalah metode untuk mengerjakan satu
jenis kegiatan berpikir pada satu saat. Kita
menggunakan satu topi, bukan banyak topi sekaligus
pada saat yang bersamaan.
1
Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna
mewakili satu jenis kegiatan berpikir.
TOPI PUTIH
Fakta, angka-angka, informasi.
Informasi apa yang kita punya?
Informasi apa yang perlu kita cari?
TOPI MERAH
Emosi, perasaan, intuisi. Bagaimana
perasaan saya terhadap hal ini
sekarang ?
TOPI HITAM
Kehati-hatian, kebenaran, penilaian,
pencocokkan data. Apa datanya cocok?
Apakah bisa dilaksanakan? Apakah akan
berhasil? Apakah aman?
TOPI KUNING
Sisi yang menguntungkan, manfaat,
penghematan. Mengapa ini baik untuk
dilaksanakan? Apa keuntungannya?
TOPI HIJAU
Eksplorasi, proposal, saran-saran, ideide baru, tindakan-tindakan alternatif.
Apa yang bisa kita lakukan di sini?
Adakah ide lain?
TOPI BIRU
Berpikir tentang berpikir. Kendalikan
kegiatan berpikir. Simpulkan posisi
kita sekarang. Tetapkan langkah
berpikir selanjutnya. Tetapkan
programnya.
PERMAINAN PERAN
Permainan peran menggunakan topi berpikir berguna untuk memisahkan ego
dari kegiatan berpikir. Permainan peran akan membebaskan pemikir.
Walaupun tidak menyukai suatu ide, Anda bebas untuk menggunakan topi
hitam dan menjelaskan apakah ide tersebut akan berhasil atau tidak. Dengan
menggunakan topi hijau, Anda menyarankan ide baru. Dengan mengenakan
topi merah, Anda bebas menyatakan bagaimana perasaan atau intuisi Anda
tentang ide tersebut tanpa harus mencari pembenaran untuk pendapat itu.
”Ayo kita gunakan topi hijau selama empat menit untuk masalah ini.”
”Apa fakta-faktanya? Gunakan topi putih.”
”Ambil sikap realistis. Gunakan topi hitammu.”
”Sekarang ganti dari topi hitam ke topi kuning.”
Jika menurut Anda suatu ide tidak akan berhasil, tetapi Anda
diminta untuk menggunakan topi kuning, usahakanlah untuk
mencari sesuatu yang positif pada ide tersebut.
2
BEBERAPA
PENGGUNAAN
”Dengan memakai topi hitam, saya akan menunjukkan apa yang keliru
dengan ide ini...”
”Maaf, saya menggunakan topi merah, karena saya
punya perasaan bahwa ini semua tipuan. Saya tidak tahu
mengapa, tapi perasaan saya mengatakan itu...”
”Saya ingin memakai topi kuning. Ini beberapa hal yang positif dari ide
tersebut...”
”Dengan memakai topi hijau, saya ingin mengajukan
sebuah ide baru...”
”Tapi, tampaknya kita masih jalan di tempat. Dengan menggunakan
topi biru, saya akan menyarankan agar kita memperjelas apa yang
ingin kita lakukan...”
”Tolong kenakan topi hitam Anda tentang masalah ini.
Kita tidak ingin membuat kesalahan.”
”Jangan pikirkan apa yang bisa kita lakukan, kali ini saya hanya ingin
topi putih, apa faktanya?”
”Itu hanya perasaan Anda, kurasa. Sekarang, coba lepaskan topi merah
Anda.”
”Apa ada ide-ide baru ? Bagaimana kalau kita gunakan topi hijau kita?”
”Tolong gunakan topi biru, kita membutuhkan usul ke
mana pikiran kita harus diarahkan.”
3
Berpikir
dan berpikir
TOPI MERAH
TOPI PUTIH
Fokus Topi Putih adalah informasi yang ada.
Informasi sangat penting untuk berpikir, jadi kemampuan berfokus pada
informasi sangat berguna. Pertanyaan topi putih adalah:
• Informasi apa yang kita miliki?
• Informasi apa yang tidak ada?
• Bagaimana memperoleh informasi yang kita butuhkan?
Informasi yang kita miliki
Keluarkan semua informasi yang kita punya. Informasi tersebut mungkin fakta,
angka-angka, daftar, statistika dan sebagainya, tapi bisa juga berupa
pengalaman pribadi.
Di samping informasi yang tampak jelas, kita juga bisa mendapatkan informasi
tersirat dari informasi yang benar-benar ada. Yang juga penting diketahui
adalah ada berbagai tingkat kebenaran, probabilitas dan keutuhan sebuah
informasi. Bahkan mungkin ada juga dugaan, perkiraan, dan simpulan.
Informasi yang tidak kita punyai
Apakah kita memiliki cukup informasi untuk diolah atau untuk mengambil
keputusan? Kalau tidak cukup, apalagi yang kita perlukan? Cobalah untuk
mendefinisikan informasi yang dibutuhkan sejelas mungkin. Memiliki sebanyakbanyaknya informasi memang menyenangkan, tetapi apakah kita betul-betul
membutuhkan semuanya? Malahan, kadang kita mungkin membutuhkan
informasi tentang suatu bahan untuk mengetahui apakah bahan itu berguna
untuk kita.
Mencari informasi yang kita butuhkan
Mendengarkan, membaca adalah bagian dari pencarian informasi. Cara yang
paling berguna adalah mengajukan pertanyaan. Maka menetapkan pertanyaan
yang tepat adalah bagian berpikir yang sangat penting. Tahap lanjutannya
adalah riset atau jajak pendapat.
4
TOPI PUTIH
Fakta, angka-angka, informasi.
Informasi apa yang kita punya?
Informasi apa yang perlu kita cari?
TOPI MERAH
Emosi, perasaan, intuisi. Bagaimana
perasaan saya terhadap hal ini
sekarang ?
TOPI MERAH
Topi Merah bisa dikatakan lawan Topi Putih. Topi Putih berusaha
mengumpulkan semua data objektif dan tidak tertarik pada perasaan orang.
Fakta adalah fakta. Sebaliknya, Topi Merah tidak tertarik pada fakta, tetapi
pada perasaan saja. Perasaan adalah bagian yang penting dari berpikir. Tujuan
Topi Merah adalah memberi kesempatan kepada kita untuk mengeluarkan
perasaan kita sehingga perasaan itu bisa menjadi bagian dalam proses berpikir
kita.
Berpikir TOPI HITAM dan
berpikir TOPI KUNING
Berpikir dengan Topi Hitam dan Topi Kuning sama-sama bersifat menilai, Topi
Hitam menilai kebenaran dan kecocokkan, sedangkan Topi Kuning menilai
manfaat. Keduanya harus benar-benar logis, harus benar-benar punya dasar
yang kuat.
TOPI HITAM
Topi Hitam adalah topi yang paling berharga. Topi
Hitam mencegah kita membuat kesalahan atau
melakukan kebodohan. Topi Hitam akan mengajukan
beberapa pertanyaan berikut:
•
•
•
•
Perasaan sangat berharga selama kita selalu menyadari
bahwa itu adalah perasaan.
Masalah akan muncul jika kita berpura-pura dan seolah-olah itu
bukan perasaan. Topi Merah memberi label yang jelas untuk itu.
Pembenaran
Normalnya, jika kita mengungkapkan perasaan atau intuisi kita, kita mencoba
mencari dasar rasional untuk intuisi itu. Seringkali dasar ini keliru (dan bisa
ditunjukkan kekeliruannya), tetapi intuisi memiliki validitas. Malah sebetulnya
tidak perlu ada dukungan ataupun pembenaran terhadap cara berpikir ini.
Dukungan akan menghancurkan tujuan Topi Merah. Sekali lagi, kita
memberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan intuisi1 karena
mereka hadir tanpa perlu pembenaran.
Apakah ini benar?
Apakah ini cocok?
Apakah ini akan berhasil?
Apa resikonya dan apa masalahnya?
Apakah ini benar?
Topi Hitam mencari apa yang benar dan menelisik di
mana kesalahannya. Apakah kesimpulan tersebut bisa diturunkan dari buktibukti yang ada? Apakah pernyataan itu beralasan?
Cocokkah?
Apakah saran itu sesuai dengan sistem tempat kami bekerja? Apakah cocok
dengan tujuan, rencana dan kebijakan kita? Apakah cocok dengan pengalaman
kita selama ini? Karena Topi Hitam selalu logis, kalaupun jawabannya adalah
tidak cocok, Anda tetap harus menjelaskan alasannya.
Bisakah berhasil?
Keragu-raguan
“Perasaan saya terhadap beberapa aspeknya baik-baik saja, namun tetap ada
perasaan buruk saya terhadap aspek berikut...” atau “Saya suka bagian ini,
dan tidak suka terhadap bagian yang itu, tapi jika keduanya seimbang, saya
pikir ini ide yang bagus.” Menjadi ragu atas perasaan yang dimiliki, adalah hal
yang wajar. Cobalah untuk mempertimbangkan keseluruhan perasaan yang ada
sebelum mengambil keputusan, apa yang sebenarnya kita rasakan.
1
Sering kali kemampuan intuisi ini ditekan dan dihentikan oleh orang tua yang memandangnya sebagai
perilaku irasional. Mereka khawatir intuisi bisa menghalangi pemikiran rasional. Sebenarnya, intuisi justru
berdasarkan pada pemikiran yang rasional dan tak dapat berfungsi tanpanya. Psikologi Analisa, Gustav Jung,
1985.
5
Apakah gagasan ini akan berhasil? Apakah rencana ini akan berhasil? Apa
kelemahannya?
Apa resiko dan kemungkinan masalahnya?
Jika kita jalankan saran ini, apa resikonya? Masalah apa yang mungkin timbul?
Ketepatan penggunaan
Pada saat menggunakan Topi Hitam, seringkali Topi Merah ikut terpakai.
Paparan alasan akan meminimalisasi tercampurnya perasaan dalam
menggunakan Topi Hitam. Kadang juga Topi Hitam digunakan berlebihan,
menjadikan orang terlalu berhati-hati dan berpikiran negatif, selalu siap
menunjukkan mengapa suatu gagasan tidak akan bisa dikerjakan atau tidak
akan berhasil.
6
TOPI HITAM
Kehati-hatian, kebenaran, penilaian,
pencocokkan data. Apa datanya cocok?
Apakah bisa dilaksanakan? Apakah akan
berhasil? Apakah aman?
TOPI KUNING
Sisi yang menguntungkan, manfaat,
penghematan. Mengapa ini baik untuk
dilaksanakan? Apa keuntungannya?
Berpikir TOPI HIJAU dan
berpikir TOPI BIRU
Topi Hijau adalah lawan dari Topi Biru. Topi Hijau penuh dengan energi
kebebasan berpikir, sedangkan Topi Biru berisi pengendalian dan pengarahan
proses berpikir.
TOPI KUNING
Topi Kuning bagai sinar matahari, penuh optimisme dan penuh harapan,
namun karena ini adalah topi yang logis, maka alasan yang mendasari harapan
tetap harus dipaparkan. Secara umum, Topi Kuning memandang ke masa
depan: “Jika kita melakukan ini, maka kita akan mendapatkan keuntungan
ini...”
Apa manfaatnya?
Topi Kuning berusaha mencari dan menunjukkan manfaat. Apa manfaatnya?
Untuk siapa manfaat itu? Bagaimana manfaat itu muncul? Mungkin gagasan ini
akan memberikan penghematan, perbaikan fungsi atau membuka kesempatan
baru. Jika Topi Kuning tidak berhasil memunculkan banyak manfaat, maka
gagasan tersebut tidak cukup berharga untuk dilaksanakan.
Yang tidak boleh dilupakan adalah analisa antara cost and benefit,
membandingkan antara biaya yang harus dikeluarkan dan manfaat yang
dihasilkan. Analisa tersebut tetap menjadi dasar pemikiran Topi Kuning.
TOPI HIJAU
Topi ini adalah topi yang ‘aktif’, yang digunakan untuk berpikir kreatif.
Berbeda dengan Topi Hitam dan Topi Kuning, pemikir Topi Hijau tidak perlu
memiliki alasan yang masuk akal untuk mendukung saran atau idenya. Lima
aspeknya adalah:
•
•
•
•
Eksplorasi
Usul dan saran alternatif
Ide-ide baru
Provokasi
Eksplorasi
Topi Putih mengeksplorasi situasi untuk menemukan informasi yang ada, akan
tetapi Topi Hijau digunakan untuk mengeksplorasi situasi guna menemukan
ide-ide, konsep-konsep dan kemungkinan baru.
Usul dan saran
Pemakaian yang berlebihan
Ada orang yang sangat suka pada suatu gagasan dan menggunakan cara
berpikir Topi Kuning tanpa melihat kenyataan atau kepraktisan. Ini bukan
karena ia terlalu banyak menggunakan Topi Kuning atau tidak mampu
menggunakan Topi Hitam.
Idenya tidak perlu baru, tetapi merupakan saran untuk tindakan apa yang
harus diambil, usul pemecahan masalah, putusan-putusan yang mungkin
menjadi alternatif pilihan. Kita tidak bisa menuntut diri kita atau orang lain
untuk menghasilkan ide-ide baru, tetapi setidaknya kita berusaha
memikirkannya. Teknik berpikir lateral2 bisa digunakan.
Yang penting adalah keseimbangan.
Topi Hitam tidak hanya memberikan penilaian
tentang suatu gagasan, tetapi juga menunjukkan
kelemahannya agar kelemahan tersebut bisa
diatasi. Topi Hitam digunakan untuk menimbang
dan menilai suatu gagasan, sedangkan Topi Kuning
fokus pada keuntungan dan manfaat.
Spekulasi, provokasi
Kedua topi tersebut sepenuhnya logis dan alasanalasan yang mendasari kedua pemikiran tersebut
harus dapat dipertanggungjawabkan.
2 Berpikir lateral adalah melarikan diri (keluar) dari berbagai ide dan persepsi yang sudah ada untuk
menemukan ide-ide baru. Anda tidak bisa menggali sebuah lubang lain dengan menggali lubang yang
sama semakin dalam, bukan?
3 Provokasi, misalnya: Dapatkah kita menghasilkan sapi sebesar anjing ? Penciptaan model handphone
terbaru dengan berbagai fasilitasnya, adalah hasil provokasi.
7
Lontaran ide baru, akan menyentakkan pikiran kita dari alurnya yang biasa
agar kita bisa melihat segala sesuatu dengan cara yang berbeda (out of the
box, contoh: blue ocean strategy). Saat kita berspekulasi, tidak diperlukan
pertimbangan yang lengkap untuk loncatan itu. Dengan provokasi3, tidak ada
lagi alasan yang harus disertakan.
8
TOPI HIJAU
Eksplorasi, proposal, saran-saran, ideide baru, tindakan-tindakan alternatif.
Apa yang bisa kita lakukan di sini?
Adakah ide lain?
TOPI BIRU
Berpikir tentang berpikir. Kendalikan
kegiatan berpikir. Simpulkan posisi
kita sekarang. Tetapkan langkah
berpikir selanjutnya. Tetapkan
programnya.
TOPI BIRU
Bayangkanlah langit biru di atas semuanya. Jika Anda di langit, Anda akan
melihat benda-benda lainnya di bawah sana. Dengan Topi Biru, Anda berada di
atas topi-topi lainnya. Dengan Topi Biru, Anda berpikir tentang berpikir. Topi
Biru mirip dirigen orkestra.
Topi biru mencakup hal-hal berikut:
•
•
•
•
Urutan langkah berpikir
Di mana posisi kita sekarang?
Simpulan
Pengamatan dan komentar
Urutan langkah berpikir
membentangkan
informasi. Topi Merah adalah
tempat perasaan berperan.
Topi Hitam memberikan
penilaian kebenaran dan
kecocokkan. Topi Kuning
memberikan penilaian
keuntungan, manfaat.
Topi Hijau meminta adanya
usul dan saran baru.
Topi Biru bisa digunakan untuk merancang
program berpikir yang akan dilaksanakan.
Biasanya dilakukan di awal pertemuan, tetapi bisa juga kapan saja.
Dimana posisi kita sekarang? Apa langkah selanjutnya?
Apa fokus kita? Sampai dimana proses kita? Apa yang sebenarnya kita lakukan
sekarang ini? Topi apa yang setelah ini harus kita gunakan? Ini adalah usaha
untuk melihat, menepi sejenak, mengambil jarak dari proses berpikir yang
sedang berlangsung agar bisa menilai keseluruhan proses tersebut.
Simpulan
Di setiap titik dalam proses berpikir, orang boleh berhenti lantas menggunakan
Topi Biru dan mengambil kesimpulan. “Kita sudah sampai mana, apa yang
sudah kita capai dan apa yang bisa kita simpulkan sementara?” Simpulan
demikian bisa memberikan perasaan bahwa kita telah mencapai sesuatu, atau
bahkan bisa menunjukkan betapa sedikitnya yang telah kita capai. Simpulan
juga berguna untuk memperjelas berbagai pendapat.
Pengamatan dan komentar
Pengamatan dilakukan atas apa yang sedang berlangsung dan komentar
dilontarkan atasnya. “Banyak sekali pemikiran Topi Merah pagi ini.”
9
Dan Topi Biru mengendalikan
dan mengarahkan pemakaian
topi lainnya.
10
Urut n Pe ggunaan
Apa urutan yang tepat untuk keenam topi berpikir tersebut?
Jawabannya adalah sangat bervariasi sesuai kondisi dan permasalahannya.
Berikut akan diberikan beberapa aturan dan panduan:
•
Setiap topi bisa digunakan lebih dari sekali.
•
Umumnya yang terbaik adalah menggunakan Topi Kuning sebelum
menggunakan Topi Hitam, karena sulit bersikap positif setelah
bersikap penuh kritik.
•
Topi hitam yang digunakan untuk menunjukkan kelemahan, sebaiknya
diikuti Topi Hijau yang bertugas mengatasi kelemahan.
•
Topi Hitam yang digunakan untuk penilaian akhir terhadap suatu ide,
harus diikuti oleh Topi Merah yang bertujuan mengetahui bagaimana
perasaan kita tentang sebuah ide setelah kita menilainya.
•
Mencari ide : Jika tidak ada perasaan yang mengganggu (bila ada
gunakan Topi Merah), segera gunakan Topi Putih untuk
mengumpulkan informasi. Setelah Topi Putih, gunakan Topi Hijau
untuk memunculkan berbagai alternatif. Kemudian timbang alternatif
tersebut dengan Topi Kuning, diikuti oleh Topi Hitam. Gunakan Topi
Biru sebelum menentukan pilihan dan tentukan capaian sejauh ini.
Setelah dipilih satu alternatif, timbang sekali lagi menggunakan Topi
Hitam, dan terakhir gunakan perasaan dengan memakai Topi Merah.
(Topi Merah) Æ Topi Putih Æ Topi Hijau Æ Topi Kuning Æ
Topi Hitam Æ Topi Biru Æ Topi Hitam Æ Topi Merah
•
Bereaksi terhadap suatu ide : Urutan disini berbeda karena idenya
sudah diperoleh, dan biasanya latar belakangnya juga sudah
dipaparkan. Gunakan Topi Merah pertama kali untuk menyimak
perasaan, lalu Topi Kuning untuk menghitung manfaat dari ide
tersebut. Jangan lupa ganti dengan Topi Hitam untuk mencari
kelemahan, masalah dan bahaya ide tersebut. Lihat dengan
menggunakan Topi Hijau, apakah ide tersebut bisa dikembangkan
untuk memperkuat manfaat yang ditemukan Topi Kuning dan
mengatasi kelemahan yang tadi telah ditemukan Topi Hitam. Pakailah
Topi Putih jika dibutuhkan informasi tambahan. Kembangkan bentuk
akhir dari ide tersebut menggunakan Topi Hijau, nilai dengan Topi
Hitam dan terakhir temukan perasaan kita dengan Topi Merah.
Topi Merah Æ Topi Kuning Æ Topi Hitam Æ Topi Hijau Æ
(Topi Putih) Æ Topi Hijau Æ Topi Hitam Æ Topi Merah
11
Salah satu anggota kelompok sedang memilih pasangan hidupnya.
Dia ingin menetapkan kriterianya. Bantu dia sesuai dengan warna
topi berpikir Anda.
Buatlah kelompok terdiri dari 6 – 12 orang. Bagilah 2 warna topi/ikat kepala/
pita/tanda lainnya secara merata, yaitu warna putih dan warna merah.
Masing-masing sub-kelompok (sub-kelompok Topi Putih dan sub-kelompok Topi
Merah) diminta berpikir mengenai kasus ini dalam waktu 5 menit, sesuai
dengan warna topi berpikirnya, dan menyajikan hasilnya kepada kelompok.
Rasakan keseimbangan dua cara berpikir tersebut.
Karyawan sebuah organisasi ingin mendirikan koperasi karyawan
dengan fokus kegiatannya adalah simpan pinjam. Nilailah ide ini
sesuai dengan warna topi berpikir Anda.
Buatlah kelompok terdiri dari 6 – 12 orang. Bagilah 3 warna topi/ikat kepala/
pita/tanda lainnya secara merata, yaitu warna hitam, warna kuning dan warna
hijau. Masing-masing sub-kelompok (sub-kelompok Topi Hitam, sub-kelompok
Topi Kuning dan sub-kelompok Topi Hijau) diminta berpikir mengenai kasus ini
dalam waktu 5 menit, sesuai dengan warna topi berpikirnya, dan menyajikan
hasilnya kepada kelompok. Rasakan keseimbangan tiga cara berpikir tersebut.
Pembangunan busway di Jakarta, sebagai upaya perbaikan sarana
dan kualitas transportasi masyarakat. Serta upaya mengatasi
kepadatan lalu lintas Jakarta.
Buatlah kelompok terdiri dari 6 – 12 orang. Bagilah 6 warna topi/ikat kepala/
pita/tanda lainnya secara merata. Masing-masing anggota kelompok diminta
berpikir sesuai dengan warna topi berpikirnya. Kemudian dalam waktu 7 – 10
menit bahas dan diskusikan secara kelompok kasus tersebut secara
bebas/acak. Rasakan kombinasi semua jenis cara berpikir.
Pembangunan busway di Jakarta, sebagai upaya perbaikan sarana
dan kualitas transportasi masyarakat. Serta upaya mengatasi
kepadatan lalu lintas Jakarta.
Buatlah kelompok terdiri dari 6 – 12 orang. Kelompok diminta berpikir sesuai
dengan warna topi berpikirnya dengan urutan : Topi Merah Æ Topi Kuning Æ
Topi Hitam Æ Topi Hijau Æ (Topi Putih) Æ Topi Hijau Æ Topi Hitam Æ Topi
Merah. Dalam waktu 7 – 10 menit bahaslah kasus tadi diatas. Rasakan mulainya
keteraturan tahapan berpikir secara kelompok. Dan coba lihat apa
kesimpulan/keputusan kelompok. Bandingkan dengan sajian hasil kelompok
lain.
12
Fly UP