...

berpikir kreatif dan inovasi di sektor publik

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

berpikir kreatif dan inovasi di sektor publik
BERPIKIR KREATIF
DAN INOVASI DI SEKTOR PUBLIK
DIKLATPIM TINGKAT IV
Badan Diklat DIY
http://diklat.jogjaprov.go.id
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
TIM FASILITATOR
LAN - RI
POKOK PEMBAHASAN
POKOK PEMBAHASAN
1
1
2
3
4
5
6
Pendahuluan
Berpikir Kreatif
Inovasi di Sektor Publik
Proses Inovasi
Faktor Penghambat Inovasi
Penutup
1 PENDAHULIAN
2
DESKRIPSI SINGKAT
3



Mata diklat ini membekali peserta dengan
kemampuan kemampuan berpikir kreatif dan
melakukan inovasi dalam pengelolaan kegiatan
instansinya melalui pembelajaran konsep berpikir
kreatif, teknik-teknik berpikir kreatif dan inovatif,
dan praktik-praktik berpikir kreatif dan inovatif.
Mata Diklat disajikan secara interaktif melalui
metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi,
simulasi, dan praktik.
Keberhasilan peserta dinilai dari kemampuannya
berpikir kreatif dan melakukan inovasi pengelolaan
kegiatan organisasi pada unit instansinya.
4
TUJUAN PEMBELAJARAN
4


Kompetensi
dasar:
setelah
mengikuti
pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu
berpikir
kreatif
dan
melakukan
inovasi
pengelolaan kegiatan organisasi pada unit
instansinya.
Indikator
keberhasilan:
setelah
mengikuti
pembelajaran ini peserta dapat:
1. Menjelaskan konsep berpikir kreatif dan
inovatif;
2. Menerapkan teknik-teknik berpikir kreatif dan
inovatif; dan
3. Melakukan inovasi pengelolaan kegiatan pada
unit organisasi.
5
2
5
BERPIKIR
KREATIF
6
PERLUNYA BERPIKIR
KREATIF



Berpikir kreatif adalah suatu cara berpikir dimana
seseorang mencoba menemukan hubunganhubungan baru untuk memperoleh jawaban baru
terhadap suatu masalah.
Perubahan yang terjadi pada masa perkembangan
dunia sekarang ini sangat cepat sekali, yang
menuntut birokrasi untuk selalu dapat berpikir cepat
mengembangkan
kreativitas
dan
sekaligus
berinovasi.
Tuntutan globalisasi yang tengah melanda dunia di
berbagai sektor pelayanan publik, khususnya
peradaban dari luar negeri baik teknologi maupun
aspek sosial yang masuk ke Indonesia dengan
7
7
PERLUNYA BERPIKIR
KREATIF




Masyarakat semakin kritis untuk mendapatkan
pelayanan terbaik dari pemerintah.
Masyarakat bebas memberikan pembanding
pelayanan birokrasi pemerintah dengan pelayananpelayanan publik lainnya.
Oleh karena itu setiap pelayanan harus diupayakan
selalu dapat dicari pemecahan permasalahan yang
ada untuk dapat dicarikan solusi yang dapat segera
dikerjakan secara kreatif.
Peningkatan efektivitas kinerja aparatur perlu
mendapatkan perhatian disertai dengan komitmen
untuk selalu berkreasi dan berinovasi.
8
8
PERLUNYA BERPIKIR
KREATIF




Masyarakat semakin kritis untuk mendapatkan
pelayanan terbaik dari pemerintah.
Masyarakat bebas memberikan pembanding
pelayanan birokrasi pemerintah dengan pelayananpelayanan publik lainnya.
Oleh karena itu setiap pelayanan harus diupayakan
selalu dapat dicari pemecahan permasalahan yang
ada untuk dapat dicarikan solusi yang dapat segera
dikerjakan secara kreatif.
Peningkatan efektivitas kinerja aparatur perlu
mendapatkan perhatian disertai dengan komitmen
untuk selalu berkreasi dan berinovasi.
9
9
PERLUNYA BERPIKIR
KREATIF



Kreativitas dan inovasi dapat diartikan muncul
atau timbulnya sesuatu yang baru, kemudian
dapat dimanfaatkan untuk perbaikan dan
peningkatan situasi dan kondisi menjadi lebih
baik.
Kreativitas pada umumnya berkaitan dengan
kemampuan dan keuletan untuk berupaya
menemukan ide-ide ataupun hal-hal baru.
Berkembangnya kreativitas dan inovasi yang
dimiliki oleh aparatur dalam menyusun dan
mengelola kegiatan pembangunan pendukung
pelayanan
publik
di
instansinya
akan 10
meningkakan derajat kehidupan masyarakat.
CIRI-CIRI BERPIKIR KREATIF
10








Memiliki dorongan ingin tahu yang besar.
Sering mengajukan pertanyaan yang baik.
Sering banyak gagasan dan usul terhadap suatu
masalah.
Bebas dalam menyatakan pendapat.
Menonjol dalam salah satu bidang seni.
Memiliki
pendapat
sendiri
dan
mampu
mengutarakannya dengan baik.
Tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.
Daya imajinasinya kuat.
11
CIRI-CIRI BERPIKIR KREATIF
11
Memiliki tingkat orisinalitas yang tinggi dalam
setiap gagasannya.
 Dapat bekerja sendiri, bebas dalam berpikir dan
bertindak.
 Senang mencoba hal-hal yang baru.
 Mempunyai
kemampuan,
kesigapan,
dan
kelancaran dalam menghasilkan banyak gagasan.
(S.C. Utami Munandar dan Mulyono Gandadipura)

12
3
12
INOVASI DI SEKTOR
PUBLIK
APA ITU INOVASI?
(1)
13
 Inovasi secara umum dipahami sebagai perubahan
perilaku.
 Inovasi adalah sebuah ide, praktik, atau objek yang
dianggap
baru oleh individu satu unit adopsi lainnya
(Everett M Rogers).
 Inovasi adalah kegiatan yang meliputi seluruh proses
menciptakan dan menawarkan jasa atau barang baik
yang sifatnya baru, lebih baik atau lebih murah
dibandingkan
dengan yang tersedia sebelumnya
(Business 1000, Glossary).
 Sebuah inovasi dapat berupa produk atau jasa yang
baru, teknologi proses produksi yang baru, sistem
struktur dan administrasi baru atau rencana baru bagi
anggota
administrasi (Fariborz Damanpour).
APA ITU INOVASI?
(2)
14
 Innovation = invention + application
 Invention = bringing something into being
 Innovation bringing something new into
use
 Innovation is the successful introduction
into an
applied situation of means or
ends that are
new to that situation
WHAT INNOVATION IS NOT?
15
 Innovation is not invention
 Innovation is not just Research and
Development and new products
 Innovation is not a department
 Innovation is not a big departure from the
past
 Innovation is not about more new ideas
CIRI-CIRI INOVASI
(1)
16
 Keuntungan Relatif (Relative Advantages)
Sebuah inovasi harus mempunyai keunggulan dan nilai
lebih dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Selalu
ada sebuah nilai kebaruan yang melekat dalam inovasi
yang menjadi ciri yang membedakannya dengan yang
lain.
 Kesesuaian (Compatability)
Inovasi juga sebaiknya mempunyai sifat kompatibel atau
kesesuaian dengan inovasi yang digantikannya. Hal ini
dimaksudkan agar inovasi yang lama tidak serta merta
dibuang begitu saja, selain karena faktor biaya yang tidak
sedikit, namun juga inovasi yang lama menjadi bagian
dari proses transisi ke inovasi baru.
CIRI-CIRI INOVASI
(2)
17
 Kerumitan (Complexity)
Dengan sifatnya yang baru, maka inovasi mempunyai
tingkat
kerumitan yang boleh jadi lebih tinggi
dibandingkan dengan
inovasi sebelumnya. Namun
demikian, karena sebuah inovasi menawarkan cara yang
lebih baik, maka tingkat kerumitan ini
pada
umumnya
tidak menjadi masalah penting.
 Kemungkinan untuk Dicoba (Triability)
Inovasi hanya bisa diterima apabila telah teruji dan
terbukti
mempunyai keuntungan atau nilai lebih
dibandingkan dengan
inovasi yang lama.
Sehingga
sebuah produk inovasi harus
meliwati fase “uji publik”,
dimana setiap orang atau pihak mempunyai
kesempatan untuk menguji kualitas dari sebuah
18
CIRI-CIRI INOVASI
(3)
18
 Kemudahan untuk Diamati (Observability)
Sebuah inovasi harus juga dapat diamati, dari segi
bagaimana ia bekerja dan menghasilkan sesuatu yang
lebih baik.
Dengan ciri-ciri sebagaimana disebutkan di atas, sebuah
inovasi merupakan cara baru untuk menggantikan cara
lama dalam mengerjakan atau memproduksi sesuatu.
Namun demikian, inovasi mempunyai dimensi geofisik
yang menempatkannya baru pada satu tempat, namun
boleh jadi merupakan sesuatu yang lama dan biasa terjadi
di tempat lain.
19
INOVASI DI SEKTOR PUBLIK
19
 Inovasi di sektor publik adalah salah satu jalan atau bahkan
breakthrough untuk mengatasi kemacetan dan kebuntuan
organisasi di sektor publik.
 Karakteristik dari sistem di sektor publik yang rigid, kaku dan
cenderung
status quo harus bisa dicairkan melalui penularan
budaya inovasi.
 Inovasi yang biasanya hanya akrab di lingkungan dinamis seperti di
sektor bisnis, perlahan mulai disuntikkan ke lingkungan sektor publik,
dan inovasi mulai mendapatkan tempat di sektor publik.
 Hal ini tidak terlepas dari dinamika eksternal dan tuntutan perubahan
yang sedemikian cepat yang terjadi di luar organisasi, di samping
perubahan di masyarakat dengan tingkat literasi yang lebih baik,
mempunyai kesadaran (awareness) yang lebih baik akan haknya.
 Dengan demikian maka sektor publik dapat menjadi sektor yang
dapat mengakomodasi dan merespons secara cepat setiap 20
perubahan yang terjadi.
INOVASI DAN PEMERINTAHAN
(1)
20
Menurut laporan UNDESA, keharusan sektor publik untuk
berinovasi karena alasan-alasan berikut:
 Demokratisasi:
Fenomena demokratisasi telah menyebar ke seluruh dunia,
melewati batas-batas kedaulatan, ideologi, dan politik
bangsa-bangsa.
 Perjanjian internasional (globalization):
Perjanjian internasional sebagai bagian dari konsekuensi
globalisasi dan interaksi antar bangsa dalam rangka kerjasama.
 Brain drain:
Fenomena human capital flight yang terjadi dari negara
berkembang
ke
negara
maju,
sehingga
terjadi
ketidakseimbangan persebaran sumber daya manusia
unggulan. Alhasil, kesenjangan sosial-ekonomi-politik antara
negara maju dan negara berkembang semakin melebar.
21
INOVASI DAN PEMERINTAHAN
21
(2)
 Negara pasca konflik, demokrasi, dan ekonomi transisi:
Beberapa negara yang baru saja melewati masa konflik
dan instabilitas politik akibat perang atau friksi
kepentingan politik dalam
negeri,
saat
ini
mulai
mengadopsi sistem demokrasi dan mengalami
masa
transisi.
 Moral pegawai negeri:
Moralitas menjadi salah satu isu integritas pegawai dalam
penataan birokrasi yang lebih baik.
 Sumber baru persaingan: privatisasi dan outsourcing:
Privatisasi
dan
outsourcing
adalah
fenomena
organisasional yang telah merambah sektor publik sejak
lama. Hal ini berdampak pada perubahan struktur, budaya
kerja, dan lingkungan dinamis organisasi.
INOVASI DALAM KEBIJAKAN
22
Dalam hal inovasi di sektor publik, pemerintah mempunyai 3
(tiga) peranan dalam menginovasi kebijakan, yaitu:
 Policy innovation: new policy direction and initiatives
(inovasi
kebijakan).
 Innovation in the policy making process (inovasi dalam
proses pembuatan kebijakan).
 Policy to foster innovation and its diffusion (kebijakan
untuk mengembangkan inovasi dan penyebarannya)
23
INOVASI DI SEKTOR BISNIS DAN SEKTOR
PUBLIK (1)
23
Bidang Inovasi
Prinsip
Pengorganisasian
Struktur
Organisational
Ukuran Kinerja
Isu Manajemen
Sektor Bisnis
Sektor Publik
Upaya
memperoleh
profit, Penegakan kebijakan publik
stabilitas
atau
pertumbuhan
pendapatan
Kebijakan baru dan atau yang
Pasar yang terus berubah
berubah karena siklus politik
Ukuran
bervariasi
organisasi
Sistem organisasi yang kompleks,
yang kadang konflik satu sama lain
Inovasi harus disesuaikan dengan
situasi yang kompleks, termasuk isu
Perusahaan
besar biasanya social equity dan efisiensi ekonomi
mengalokasikan dana khusus
Indikator dan target kinerja yang
untuk inovasi
banyak
Return on Investment (RoI)
Keuntungan dari inovasi sangat sulit
Inovasi memakan biaya besar, diukur
oleh karenanya
biasanya
dihitung dari selisih keuntungan
penjualan
Kebanyakan manajer berada dalam
24
Beberapa
manajer mempunyai situasi tekanan politik
otonomi, beberapa lainnya dibatasi
INOVASI DI SEKTOR BISNIS DAN SEKTOR
PUBLIK (2)
24
Bidang Inovasi
Sektor Bisnis
Sektor Publik
Isu Manajemen
Inovasi berhubungan
pengambilan resiko
denggn Inovasi memerlukan persetujuan
politik
Hubungan dengan
end-users
Pasar adalah sebagai konsumen
dan juga industri. Feedback dari End-users
adalah
masyarakat,
pasar mendorong ide/inovasi
secara tradisional adalah warga
Inovasi dimotivasi oleh kebutuhan negara
menjaga hubungan dengan pasar
Rantai Supply
Sumber Daya
Manusia
Customer relation tidak terbangun
Kebanyakan
perusahaan dengan baik. Inovasi biasanya
merupakan bagian dari rantai didorong oleh faktor end-users
supply yang lebih besar
Sektor publik tergantung pada
Inovasi
yang
dihasilkan sektor bisnis dalam pengadaan
perusahaan kecil biasanya kalah barang dan jasa
oleh perusahaan besar, karena Sektor publik menentukan standar,
kalah dalam hal dukungan dana
sektor bisnis menawarkan inovasi
Motif ekonomi
25
Motif idealis
INOVASI DI SEKTOR BISNIS DAN SEKTOR
PUBLIK (3)
25
Bidang Inovasi
Sumber Daya
Manusia
Sumber
Pengetahuan
Horizon Waktu
Sektor Bisnis
Sektor Publik
Pegawai didorong untuk membuat Inovasi kadang dilihat sebagai
perbaikan
atas
produk
yang ancaman, kadang juga diadopsi
dihasilkan
untuk perbaikan pelayanan publik
Sumber
pengetahuan
adalah
Fleksibel dan luas mulai dari masyarakat,
secara
tradisional
konsultan, asosiasi perdagangan, adalah warga negara
dan peneliti sektor publik
Jenis inovasi di beberapa bagian
Inovasi bervariasi
berbeda
Kebanyakan short-term
Kebanyakan long-term
Inovasi memerlukan pembayaran Kesulitan dalam mengetahui
secepatnya
konsekuensi dari sebuah inovasi
26
SUMBER INOVASI DISEKTOR PUBLIK
26
Dalam sebuah studi inovasi di sektor publik melalui survai
yang dilakukan oleh Borin dalam The Challenge of
Innovating in Government tahun 2001 mengindikasikan
bahwa:
 50% inovasi di sektor publik merupakan inisiatif dari front
line staff dan manejer tingkat menengah (middle
manager).
 70% inovasi yang dihasilkan bukan merupakan respons
dari krisis.
 60% inovasi melewati batas-batas organisasional (cross
cutting organizational boundaries).
 Inovasi hadir lebih dikarenakan oleh motivasi untuk
dikenali atau dihargai (recognition) dan kebanggaan
daripada sekedar penghargaan finansial.
4
27
PROSES INOVASI
PROSES RE-INVENTION
28
 Inovasi tidak selamanya baru (completely new), baik dari segi
fisik
maupun fitur yang melengkapinya.
 Inovasi dapat terjadi karena sebuah proses yang dikenal
dengan
nama re-invention. Proses re-invention ini bukan
merupakan proses
penemuan inovasi secara orisinil, namun
lebih bersifat kosmetik atau dikenal dengan pseudo-innovation.
 Dalam sebuah pelayanan publik, proses re-invention juga
dimungkinkan
untuk dilakukan, dengan maksud agar
pelayanan publik
akan
lebih
mudah
diterima
oleh
masyarakat lokal.
 Salah satu contoh yang paling mudah diamati dalam hasil
sebuah
proses re-invention ini adalah pengembangan
situs yahoo yang
memperkenalkan berbagai layanan dalam
bahasa lokal (yahoo dot
com, yahoo dot co dot id, dot co dot
29
jp, dst) yang pada prinsipnya adalah sama.
KATEGORI INOVASI
29
 Incremental innovations – radical innovations
Inovasi ini berhubungan dengan tingkat keaslian (novelty) dari
inovasi
itu sendiri. Di sektor industri, kebanyakan inovasi
bersifat perbaikan
incremental.
 Top-down innovations – bottom-up innovations
Ini untuk menjelaskan siapa yang memimpin perubahan
perilaku. Top berarti manajemen atau organisasi atau hirarki
yang lebih tinggi,
sedangkan bottom merujuk pada pekerja
atau pegawai pemerintah
dan pengambil keputusan pada
tingkat unit (mid-level policy makers).
 Needs-led innovations and efficiency-led innovations
Proses inovasi yang diinisiasi telah menyelesaikan
permasalahan
dalam rangka meningkatkan efisiensi
pelayanan, produk, dan
prosedur.
PROSES INOVASI
(1)
30
 Sebagaimana sudah diketahui secara luas bahwa sebuah inovasi itu
dapat berada dalam range dari yang paling kompleks dan inovasi
yang transformatif sampai pada yang hanya sekedar adaptif dan
hanya bersifat incremental saja.
 Sektor publik harus dapat mengambil kesempatan untuk dapat
menjadi yang terdepan dan baru kemudian secara terus menerus
fokus pada pencapaian.
 Dalam konteks ini ada 4 (empat) tahapan kunci dalam proses inovasi
sektor publik, yang mana mungkin saja satu sama lainnya tumpang
tindih atau
bersentuhan dan dalam durasi yang bervariasi.
 Secara sederhana proses atau tahapan tersebut dapat disebut
sebagai
tahapan-tahapan
‘mengembangkan
(develop),
‘mengimplementasikan’ (implement),
‘mengecek”
(check),
dan
‘menyesuaikan’ (adjust).
 Secara diagramatis 4 (empat) tahapan proses inovasi dalam sektor
publik
tersebut dan langkah-langkah kunci dalam setiap
tahapannya dapat
dilihat pada diagram berikut ini:
Kerangka
Proses Mengelola Inovasi
(2)
31
32
15 Kunci Sukses Inovasi
32
(1)
1. Adanya tuntutan perubahan yang didukung oleh
pemerintah dan pimpinan aparatur;
2. Sikap dan budaya para pemimpin yang mendorong
kreativitas dan inovasi;
3. Kelembagaan pemerintahan mendorong, mengakui,
dan menghargai inovasi;
4. Proses inovasi perlu dikembangkan dalam suatu
“siklus” sistem tertentu;
5. Inovasi mengandung resiko dan membutuhkan
pemimpin dan aparatur yang berani mengambil resiko
yang telah diperhitungkan, bukan mereka yang takut
resiko atau sekedar mempertahankan status quo;
33
15 Kunci Sukses Inovasi
33
(2)
6. Pilot proyek dan pengujicobaan dapat memperkecil
resiko dampak Inovasi;
7. Jaringan kerjasama domestik dan internasional akan
mendorong sukses inovasi;
8. Kapasitas dan kapabilitas SDM dan organisasi
pemerintahan adalah prakondisi keberhasilan Inovasi;
9. Isu strategis harus dirumuskan untuk mengantisipasi
tingkat kesulitan, tekanan pekerjaan, kecepatan kerja,
dan waktu yang terbatas dalam mengembangkan
Inovasi;
10.Tantangan yang harus diantisipasi dalam inovasi adalah
sikap
legislatif, sistem pelaporan kinerja dan
jaringannya; sikap
penolakan terhadap resiko, dan
sikap kelompok orang yang
memandang
rendah
34
15 Kunci Sukses Inovasi
(3)
34
11. Penerapan teknologi canggih akan memperkuat dorongan dan
kreativitas inovasi;
12.
Inovasi di sektor publik biasanya mendorong berkembangnya
inovasi
dalam masyarakat maupun swasta;
13.
Keberhasilan inovasi menuntut ketersediaan sumber daya (man,
money,
materials, methods, times, and environment), harus
dijamin ketersediaannya
(ingat: no-one wants to pay – risk
aversion behavior);
14.
Aparatur sektor publik sesungguhnya memiliki komitmen tinggi
terhadap pekerjaan, sangat termotivasi untuk bekerja, berorientasi
hasil dan mendahulukan kepentingan masyarakat (di samping para
oknum
aparatur yang merusak sistem untuk kepentingan
pribadi atau golongannya); dan
15.
Pemerintah harus mendorong inovasi, namun juga harus
memiliki
reservasi bahwa capaian kinerja akan bervariasi, dan
harus memberi
ruang untuk perbaikan.
35
5
35
FAKTOR PENGHAMBAT
INOVASI
HAMBATAN PROSES INOVASI
(1)
36
1. Pemimpin
atau pihak-pihak yang menolak
menghentikan
program
atau
membubarkan
organisasi yang dinilai telah gagal.
2. Sangat tergantung kepada high performers bahkan
top leader sebagai sumber inovasi.
3. Walaupun teknologi tersedia, tetapi struktur
organisasi dan budaya kerja, serta proses birokrasi
yang berbelit-belit menghambat berkembangnya
inovasi.
4. Tidak ada rewards atau insentif untuk melakukan
inovasi atau untuk mengadopsi inovasi.
5. Lemah dalam kecakapan (skills) untuk mengelola
resiko atau mengelola perubahan.
37
HAMBATAN PROSES INOVASI
(2)
37
6. Alokasi anggaran yang terbatas dalam sistem
perencanaan jangka pendek.
7. Tuntutan penyelenggaraan pelayanan publik vs
beban tugas administratif.
8. Budaya ‘cari aman’, status quo, dan takut
mengambil resiko dalam birokrasi masih terlalu kuat.
Walaupun
masih
banyak
lagi
faktor-faktor
penghambat/penghalang inovasi dalam pemerintahan,
namun paling tidak 8 (delapan) faktor yang telah
diidentifikasi seperti di atas menyebabkan tidak ada
atau minimnya inovasi dalam pemerintahan.
38
38
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT
INOVASI (3)
MENOLAK
MENGHENTIKAN
PROGRAM ATAU
MEMBUBARKAN
ORGANISASI YG GAGAL
SANGAT TERGANTUNG
KEPADA “HIGH
PERFORMERS” BAHKAN
“TOP LEADER”SEBAGAI
SUMBER INOVASI
BUDAYA “CARI AMAN”,
STATUS QUO, DAN
TAKUT RESIKO DALAM
BIROKRASI MASIH
TERLALU KUAT
TUNTUTAN
PENYELENGGARAAN
PELAYANAN PUBLIK VS
BEBAN TUGAS
ADMINISTRATIF
TEKNOLOGI TERSEDIA,
TETAPI STRUKTUR
ORGANISASI DAN
BUDAYA KERJA
MENGHAMBAT
NIHIL INOVASI
ALOKASI ANGGARAN
YANG TERBATAS
DALAM SISTEM
PERENCANAAN
JANGKA PENDEK
TIDAK ADA REWARDS
ATAU INSENTIF UNTUK
MELAKUKAN INOVASI
ATAU UNTUK
MENGADOPSI INOVASI
LEMAH DALAM
KECAKAPAN (SKILLS)
UNTUK MENGELOLA
RESIKO ATAU
MENGELOLA PERUBAHAN
MASIH BANYAK LAGI FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT
INOVASI DALAM PEMERINTAHAN
39
6 PENUTUP
39
PENUTUP
40
(1)
 Kompetisi yang sangat ketat telah mendorong sektor swasta
untuk mengembangkan dan memandang berpikir kreatif,
kreativitas, dan
inovasi
sebagai
alat
untuk
meningkatkan kualitas produk, proses,
dan pelayanan dan
dengan demikian mereka mendapatkan
keuntungan
kompetitif dan meningkatkan keuntungan.
 Walaupun arahnya sedikit berbeda, di sektor publik pun
progres dalam
proses berpikir kreatif dan inovasi (yang
ditandai dengan kesempatan dan resiko) dengan
fokus
sebagai sebuah alat untuk meningkatkan
kinerja
dan
produktivitas telah berkembang dengan cukup baik, bahkan
mungkin lebih menantang dibandingkan dengan apa yang
terjadi di sektor swasta.
 Walaupun umum diketahui bahwa sektor publik sering ketinggalan
dalam banyak hal dibandingkan sektor swasta, tetapi tidak juga
bisa
dikatakan bahwa sektor publik tidak bisa mengembangkan
inovasi atau hanya sebagai pengikut dari inovasi-inovasi yang telah
PENUTUP
41
(2)
 Untuk meningkatkan derajat kehidupan masyarakat
diperlukan aparatur yang mampu mengembangkan pikirpikiran
kreatif dan inovatif dalam menyusun dan
mengembangkan kegiatan-kegiatan
pembangunan
pendukung pelayanan publik.
 Inovasi di sektor publik hanya akan berhasil apabila
masyarakat banyak memiliki kemampuan untuk
menjangkaunya.
Inovasi menjadi tidak memiliki arti apaapa, dan tidak
membuat perbedaan apabila tidak
dapat dimanfaatkan oleh publik secara luas.
 Inovasi juga harus memperhatikan budaya dan identitas
lokal, sebagai bagian dari proses adaptasi inovasi yang
lebih baik. Pemanfaatan identitas lokal, tidak hanya
strategis dalam
mendekatkan
inovasi
kepada
penggunanya, tetapi juga bagian dari apresiasi terhadap
42
TERIMAKASIH……
.
43
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
GBPP DAN SAP
BERPIKIR KREATIF DAN INOVASI
DI SEKTOR PUBLIK
DIKLATPIM IV
Oleh:
Tim Fasilitator Inovasi
Oleh:
DR. Ir.H. Nana Rukmana D.Wirapradja, MA
RANCANG BANGUN PEMBELAJARAN MATA DIKLAT/GBPP
1.
2.
3.
4.
Nama Diklat
Mata Diklat
Alokasi Waktu
Deskripsi Singkat
:
:
:
:
5.
Tujuan Pembelajaran
a. Kompetensi Dasar
:
: Setelah mengikuti pembelajaran ini para peserta diharapkan mampu berpikir kreatif dan
melakukan inovasi dalam pengelolaan kegiatan organisasi pada unit instansinya.
:
b. Indikator Keberhasilan
Diklat Kepemimpinan Tingkat IV
Berpikir Kreatif dan Inovasi di Sektor Publik
18 (delapan belas) Jam Pelajaran (JP) @ 45 menit – total 810 menit
Mata Diklat ini, sebagai bagian dari Tahap Merancang Perubahan dan Membangun Tim
membekali peserta dengan kemampuan berpikir kreatif dan melakukan inovasi dalam
penelolaagatan kegin instansinya melalui pembelajaran konsep berpikir kreatif, teknik-teknik
berpikir kreatif dan inovatif, dan praktik-praktik berpikir kreatif dan inovatif.Mata Diklat disajikan
secara interaktif melalui metode ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, simulasi, dan praktik.
Keberhasilan peserta dinilai dari kemampuannya berpikir kreatif dan melakukan inovasi
pengelolaan kegiatan organisasi pada unit instansinya.
NO
INDIKATOR
KEBERHASILAN
1.
Peserta Mampu :
Menjelaskan
prinsip-prinsip dan
teori-teori tentang
berpikir kreatif, dan
inovasi arah
kebijakan
organisasi, ,
strategi kebijakan
MATERI POKOK
1. Pengertian, prinsipprinsip, dan teori-teori
berpikir kreatif dan
inovasi secara umum
SUB MATERI POKOK
1.1. Pengertian berpikir kreatif
dan inovasi
1.2. Prinsip-prinsip berpikir
kreattif dan inovasi
1.3. Teori-teori tentang berpikir
kreatif dan inovasi
1.4. Model-model inovasi yang
telah berkembang
1.5. Rangkuman
METODE
Ceramah
Tanya
jawab
ALAT BANTU/
MEDIA
ESTIMASI
WAKTU
OHP/OHT/ LCD 1 x 45
Projector
menit =
Whiteboard
45 menit
Modul
REFERENSI
Manajemen Perubahan
(Mustopadijaya)
Reinventing
Government (David
Osborne)
Strategic Mindset
(M. Taufiq Amir, 2009)
Marketing 3.0
2
(Hermawan Kartajaya)
organisasi,
pengelolaan
program organisasi,
dan pengelolaan
kegiatan
organisasi
2.
3.
Menginovasi
pengelolaan
kegiatan
organisasi
Memahami tentang
pentingnya berpikir
kreatif dan
berinovasi di sektor
publik
(pemerintahan) dan
inovasi sebagai
sebuah gerakan
Leadership 3.0
(Hermawan Kartajaya)
Lateral Thinking
2. Praktik-praktik
berpikir kreatif
dan inovasi di
sektor publik,
dunia usaha,
dan
masyarakat
3. Bagaimana
pentingnya
sebuah
ide/gagasan
baru tidak hanya
perlu
diwujudkan,
2.1. Berpikir kreatif, Inovasi dan
Reformasi Birokrasi
2.2. Selalu siap untuk
berkompetisi
2.3. Belajar dari kreativitas dan
inovasi yang berkembang di
sektor publik di beberapa
kementerian dan
pemerintah daerah
2.4. Belajar dari pengembangan
inovasi dalam pengelolaan
dunia usaha
2.5. Belajar dari inovasi-inovasi
yang berkembang di
masyarakat
2.6. Rangkuman
3.1. Kapasitas pemimpin untuk
berpikir kreatif dan
berinovasi
3.2. Bagaimana
menumbuhkembangkan
team-work yang kreatif dan
inovatif di sektor
pemerintahan untuk
Ceramah
Tanya jawab
Diskusi/latih
an
Case
writing
Simulasi
OHP/OHT/ LCD 1 x 45
Projector
menit =
Whiteboard
45 menit
Flipchart
Marker OHT
Manajemen Perubahan
(Mustopadijaya)
Reinventing
Government (David
Osborne)
Strategic Mindset
(M. Taufiq Amir, 2009)
Marketing 3.0
(Hermawan Kartajaya)
Leadership 3.0
(Hermawan Kartajaya)
Lateral Thinking
Ceramah
Tanya jawab
Diskusi/
latihan
Simulasi
Case writing
OHP/OHT/ LCD 1 x 45
Projector
menit =
Whiteboard
45 menit
Flipchart
Marker OHT
Manajemen Perubahan
(Mustopadijaya)
Reinventing
Government (David
Osborne)
Strategic Mindset
(M. Taufiq Amir, 2009)
3
tetapi harus bisa
sekaligus
(bahkan ini lebih
penting)
dimanfaatkan
4.
Praktik-praktik
berpikir kreatif dan
inovasi dalam
sektor
pemerintahan,
dunia usaha, dan
masyarakat
4. Penyelenggara,
Fasilitator,
bersama dengan
Peserta akan
memilih 1 (satu)
kasus berpikir
kreatif dan
inovatif yang
telah
berkembang
baik di
lingkungan
pemerintahan
(pusat atau
daerah), dunia
usaha, maupun
masyarakat
untuk dikunjungi,
dipelajari, ditulis
dan
dipresentasikan/
didiskusikan di
depan kelas
Marketing 3.0
(Hermawan Kartajaya)
menghadapi persaingan
3.3. Bagaimana membangun
dan mengembangkan
kreativitas dan inovasi
sebagai sebuah gerakan
3.4. Rangkuman
4.1. Pemilihan kasus berpikir
kreatif dan inovatif untuk
dikunjungi, dipelajari,ditulis,
dan didiskusikan
4.2. Penulisan kasus berpikir
kreatif dan inovatif
4.3. Presentasi/diskusi kasus
berpikir kreatif dan inovatif di
depan kelas
4.4. Penyimpulan diskusi visitasi
dan case writing
Leadership 3.0
(Hermawan Kartajaya)
Lateral Thinking
Visitasi
Case writing
Presentasi
Diskusi
OHP/OHT/LCD
Projector
Whiteboard
Flipchart
Marker OHT
15 x 45
menit =
675
menit
4
RENCANA PEMBELAJARAN/SAP
(SATUAN ACARA PENGAJARAN)
1.
2.
3.
4.
Nama Diklat
Mata Diklat
Alokasi Waktu
Deskripsi Singkat
:
:
:
:
5.
Tujuan Pembelajaran:
:
a. Kompetensi Dasar
b. Indikator Keberhasilan
:
Diklat Kepemimpinan Tingkat I
Berpikir Kreatif dan Inovasi di Sektor Publik
18 (delapan belas) Jam Pelajaran (JP) @ 45 menit – total 810 menit
Mata Diklat ini, sebagai bagian dari Tahap Merancang Perubahan dan Membangun Tim
membekali peserta dengan dengan kemampuan berpikir kreatif dan melakukan inovasi dalam
pengelolaan kegiatan instansinya melalui pembelajaran konsep berpikir kreatif, teknik-teknik
berpikir kreatif dan inovatif, dan praktik-praktik berpikir kreatif dan inovatif di sektor public.
Setelah mengikuti pembelajaran ini para peserta diharapkan akan dapat memahami tentang
prinsip-prinsip, teori, jenis-jenis dan bentuk-bentuk inovasi, makna dan tujuan inovasi, modelmodel inovasi yang dikembangkan di berbagai negara dan institusi (pemerintahan, dunia usaha,
dan masyarakat), pentingnya inovasi dikembangkan sebagai sebuah gerakan (tidak hanya
sebagai program pemerintah dan tergantung dari dana pemerintah), mengapa kita harus bisa
berpikir kreatif dan inovatif, bagaimana merancang dan melakukan inovasi dalam pengelolaan
kegiatan di instansi, dan sikap mental pemimpin seperti apa yang dibutuhkan untuk mampu
menginovasi pengelolaan kegiatan organisasi.
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan dapat:
1) Menjelaskan prinsip-prinsip dasar dan teori-teori tentang berpikir kreatif dan inovatif dalam
pengelolaan kegiatan organisasi publik
2) Menginovasi pengelolaan kegiatan organisasi
3) Membangun teamwork yang kreatif dan inovatif
6. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok :
6.1. 6.1. Pengertian berpikir kreatif dan inovatif
6.2. Prinsip-prinsip berpikir kreatif dan inovasi
5
6.3. Teori-teori tentang inovasi
6.4. Model-model inovasi yang telah berkembang
6.5. Rangkuman
6.6. Inovasi dan Reformasi Birokrasi
6.7. Selalu siap untuk berkompetisi
6.8. Belajar dari inovasi yang berkembang di sektor publik di beberapa kementerian dan pemerrintah daerah
6.9. Belajar dari pengembangan inovasi dalam pengelolaan dunia usaha
6.10. Belajar dari inovasi-inovasi yang berkembang di masyarakat
6.11. Rangkuman
6.12. Kapasitas pemimpin untuk
berinovasi
6.13. Bagaimana
menumbuhkembangkan
team-work yang inovatif di
sektor pemerintahan untuk
menghadapi persaingan
6.14. Bagaimana membangun
dan mengembangkan
inovasi sebagai sebuah
gerakan
6.15. Rangkuman
No
1.
TAHAPAN
KEGIATAN
Pendahuluan
KEGIATAN
FASILITATOR
1.1 Mengenalkan diri;
1.2 Menciptakan suasana kelas yang
kondusif;
1.3 Menguraikan Tujuan
Pembelajaran
Metode
PESERTA
Memperhatikan,
bertanya, menjawab,
mencatat.
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
Media/Alat
Bantu
OHP, OHT,
LCD, FC,
Modul/Bahan
Ajar
Alokasi Waktu
5 menit
6
2.
Penyajian I
Perubahan
keniscayaan
sebuah Memperhatikan,
mencatat, menanggapi.
Bertanya, Menjawab
2.1 . Mengapa kita perlu berubah?
2.2. Penyebab ketidakpastian
2.3. Perubahan di tengah
ketidakpastian
1. Ceramah
2.Tanya Jawab
OHP, OHT,
LCD, FC,
Modul/Bahan
Ajar
40 menit
3.
Penyajian II
Perubahan,
reformasi, Memperhatikan,
transformasi, dan inovasi
mencatat, menanggapi.
Bertanya, Menjawab
3.1 Pengertian reformasi,
transformasi, berpikir kreatif,
dan inovasi
3.2. Selalu siap untuk berubah,
berpikir kreatif, dan berinovasi
3.3 Belajar dari pengelolaan negara
3.4 Belajar dari pengelolaan
perusahaan
3.5 Transformasi sistem
penyelenggaraan
negara/pemerintahan
3.6 Reformasi birokrasi, berpikir
kreatif, dan inovasi dalam
penyelenggaraan pemerintahan
OHP, OHT,
1. Ceramah
2. Tanya Jawab LCD, FC,
3. Case Writing Modul/Bahan
Ajar
45 menit
Kapasitas untuk berubah dan
peran pemimpin dalam
perubahan dan membentuk
innovative teamwork
OHP, OHT,
1. Ceramah
2. Tanya Jawab LCD, FC,
3. Presentasi
Modul/Bahan
Ajar
40 menit
3.4
4.
Penyajian III
sebagai
4.1 Kapasitas untuk berubah dan
resiliensi
4.2 Kapasitas untuk berpikir kreatif,
dan berinovasi dalam sektor
pemerintahan
4.3 4.4 Pemimpin yang
Memperhatikan,
mencatat, menanggapi.
Bertanya, Menjawab
7
transformasional, kreatif, dan
inovatif
4.4 4.5. Membentuk teamwork yang
kreatif, dan inovatif
5.
Penutup
6.
Visitasi,
penulisan, dan
pembahasan
studi kasus
inovasi (case
visiting, case
writing and
discussion)
5.1 Membuat rangkuman bersama
peserta;
5.2 Melaksanakan evaluasi pembelajaran
secara umum
5.3 Menutup acara dengan ucapan terima
kasih dan apresiasi kepada peserta
EVALUASI PEMBELAJARAN :
Membuat rangkuman,
menanggapi/bertanya
Latihan
Membalas Salam
1. Ceramah
2.Tanya Jawab
OHP, OHT,
LCD, FC,
Modul/Bahan
Ajar
5 menit
15 x 45 menit =
675 menit
1. Jelaskan tentang pengertian perubahan, reformasi, transformasi, berpikir kreatif, dan inovasi
2. Jelaskan tentang dunia yang berubah dengan cepat dan penuh ketidakpastian, tingkat persaingan yang semakin
ketat/tinggi yang membuat kita juga harus selalu siap untuk berpikir kreatif dan berinovasi untuk memenangkan
persaingan tersebut
3. Jelaskan tentang hal-hal yang perlu kita pelajari dari pengelolaan negara
4. Studi kasus: ambil contoh dan uraikan secara singkat mengapa sebuah Kementerian/bagian/unit dari Kementerian,
Pemerintah Daerah (provinsi, kabupaten, kota), perusahaan (BUMN?BUMD, atau swasta murni), dan/atau organisasi
kemasyarakatan perlu melakukan reformasi dan transformasi penyelenggaraan organisasinya dan untuk itu mengapa
diperlukan pemikiran-pemikiran yang kreatif dan inovasi-inovasi?
5. Jelaskan mengapa untuk berubah dan berdaya saing tinggi diperlukan kapasitas untuk berubah,, resiliansi, kreatif, dan
berinovasi tinggi
6. Uraikan apa peran pemimpin dalam perubahan dan membentuk creative and innovatif teamwork
7. Jelaskan dan uraikan karakteristik pemimpin seperti apa yang dibutuhkan dalam reformasi dan transformasi di Indonesia
8
REFERENSI
1.
12.
13.
PETUNJUK UNTUK
FASILITATOR
1. Inovasi di Sektor Publik (Yogi Suwarno, STIA-LAN, 2008)
2. Manajemen Perubahan ((Mustopadijaya, 2009)
3. Reinventing Government (David Osborne)
4. Marketing 3.0 (Hermawan Kartajaya)
5. Leadership 3.0 (Hermawan Kartajaya)
6. Lateral Thinking
7. Kebijakan Publik: Teori dan Proses (Budi Winarno, 2007)
7. Strategic Mindset (M. Taufiq Amir, 2009)
8. Traktat Etis Kepemimpinan Nasional (Muladi dan Adi Sujatno, 2009)
9. Moral dan Etika Kepemimpinan (Adi Sujatno, 2007)
10. Teori-Teori Kepemimpinan (Adi Sujatno, 2009)
11. Memimpin Perubahan (Gunawan Suryanegara, 2010)
12. Reformasi Tanpa Transformasi (Suara Pembaruan, Mei 2012)
13. Leading Change (Prof. Dr. M. Mustafa Ishak, UUM)
14. Modul Bidang Studi Kepemimpinan (PPRA)
15. 10 Prinsip Manajemen Transformasi (Koran SINDO, Agustus 2012)
1. Pengajar/fasilitator harus konsisten menjelaskan Mata Diklat ini sesuai urutan penyajian dalam SAP
2. Pengajar/fasilitator harus memiliki dan menguasai dokumen-dokumen peraturan per-Undang-undangan
terkait
3. Pengajar/fasilitator diperbolehkan memberikan pengayaan dari bahan tayangan standar yang ada dalam
modul
4. Kalau ada kebijakan-kebijakan baru dapat ditambahkan dalam penyampaian modul ini.
Jakarta, 15 Januari 2014
Tim Fasilitator Inovasi
9
Draft
RENCANA PEMBELAJARAN MATA DIKLAT: INOVASI (18 JP)
DIKLAT PIM TINGKAT IV
HARI/TANGGAL
WAKTU
08.00 -10.00
Hari Pertama
10.00-10.15
MATERI
Ceramah:
- Inovasi
o Proses penentuan
program dan
kegiatan
Kendala dan
tantangan
o Strategi komunikasi
Alokasi waktu:
45 menit paparan
75 menit diskusi dan
kesimpulan
-
Penjelasan sblm visitasi
KETERANGAN
Pembicara:
 Direktur/salah
satu Direktur
terkait
BUMN/BUMN
yang dipilih
 Direktur/salah
satu Kepala
Bagian
BUMN/BUMD
yang dipilih
PENUGASAN UNTUK PESERTA
Peserta mengidentifikasikan :
1. Beberapa aspek yang
mendukung inovasi
2. Kendala dan tantangan
dalam melakukan inovasi
3. Inisiatif mengatasi kendala
dan hambatan
Moderator: salah satu
fasilitator
Pendamping dan
fasilitator:
Semua Fasilitator yang
telah ditugaskan oleh
Penyelenggara
``1
HARI/TANGGAL
WAKTU
10.30-12.45
MATERI
Visitasi ke
Kementerian/BUMN/BUMD
KETERANGAN
Pendampingan oleh
Fasilitator:
Semua Fasilitator yang
telah ditugaskan oleh
Penyelenggara
14.00 – 16.15
Visitasi ke PT KAI (Daops I) :
Pendampingan oleh
Fasilitator:
Anwar/Taufiq/Setia
Budhy
PENUGASAN UNTUK PESERTA
Peserta mengidentifikasikan :
1. Faktor-faktor inti yang
mendukung inovasi di
lingkungan Direktorat/Unit
BUMN
2. Kendala dan tantangan yang
dihadapi dalam melakukan
inovasi
3. Aktor-aktor penting dalam
mendukung inovasi
4. Strategi dalam mengatasi
tantangan dan kendala
5. Strategi mengelola
perubahan
Peserta mengidentifikasikan :
1. Faktor-faktor inti yang
mendukung inovasi di
lingkungan PT KAI
2. Kendala dan tantangan yang
dihadapi dalam melakukan
inovasi
3. Aktor-aktor penting dalam
mendukung inovasi
4. Strategi dalam mengatasi
tantangan dan kendala
5. Strategi mengelola
perubahan
``2
HARI/TANGGAL
WAKTU
19.00 – 21.15
Hari Kedua
08.00 -10.00
MATERI
Pengayaan & Pendalaman:
 Permainan Paku dan lubang
(15 menit)
 Pembelajaran dari
kunjungan lapangan (45
menit)
 Tayangan Film Pendek
Inovasi (15 menit)
 Eksplorasi (30 menit)
 Penetapan Kasus tiap
kelompok (5-6 kelompok,
tergantung jumlah peserta)
30 menit.
Diskusi kasus kelompok kecil
(5-6 kelompok, tergantung
jumlah peserta) memilih kasus
salah satu inovasi yang telah
ditetapkan
KETERANGAN
Didampingi oleh
fasilitator:
Semua Fasilitator yang
telah ditugaskan oleh
Penyelenggara
Fasilitator:
Semua Fasilitator yang
telah ditugaskan oleh
Penyelenggara
PENUGASAN UNTUK PESERTA
Film pendek :
Film tentang inovasi
Tugas Peserta:
Argumentasi mengapa harus
melakukan inovasi dan hal-hal
apa yang diperlukan dalam
melakukan inovasi (jurus
melakukan inovasi)
Memilih kasus yang akan dibahas
Tugas Peserta:
1. Deskripsi tentang kasus
2. Argumentasi pentingnya
collective action untuk
menyelesaikan kasus
(melakukan perubahan)
3. Mencari rasionalitas dalam
menentukan inovasi yang
akan dipilih (ekonomi,
politik, budaya dst)
4. Merumuskan aspek-aspek
utama dalam mendukung
inovasi (right environment
dan right people)
5. Menentukan possible
``3
HARI/TANGGAL
WAKTU
MATERI
KETERANGAN
PENUGASAN UNTUK PESERTA
constraint dan solusinya.
6. Strategi komunikasi
terhadap stakeholders yang
pro & kontra
10.30 - 12.45
Presentasi hasil diskusi kasus
Fasilitator
kelompok kecil & tanggapan
Taufiq/Setia
antar kelompok (5-6 kelompok, Budhy/Anwar
tergantung jumlah peserta)
Setiap ketompok
mempresentasikan:
1. Deskripsi tentang kasus
2. Argumentasi pentingnya
collective action untuk
menyelesaikan kasus
(melakukan perubahan)
3. Mencari rasionalitas dalam
menentukan inovasi yang
akan dipilih (ekonomi,
politik, budaya dst)
4. Merumuskan aspek-aspek
utama dalam mendukung
inovasi (right environment
dan right people)
5. Menentukan possible
contraint dan solusinya.
6. Strategi komunikasi
terhadap stakeholders yang
pro & kontra
``4
HARI/TANGGAL
WAKTU
MATERI
KETERANGAN
PENUGASAN UNTUK PESERTA
``5
Fly UP