...

this PDF file - undiksha

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

this PDF file - undiksha
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
PENGARUH METODE MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILAN
BERPIKIR KREATIF DAN PRESTASI BELAJAR IPS
Dewa Ayu Made Manu Okta Priantini, Nengah Bawa Atmadja, A.A.I.N Marhaeni
Program Studi Pendidikan Dasar, Program Pascasarjana
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia
e-mail: okta [email protected], [email protected],
[email protected]
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap
keterampilan berpikir kreatif dan prestasi belajar IPS. Penelitian ini merupakan eksperimen semu
dengan menggunakan rancangan The Posttest-Only Control Group Design dengan melibatkan sampel
sebanyak 64 orang siswa kelas VIII pada sekolah menengah pertama. Instrumen yang digunakan untuk
mengumpulkan data, yaitu tes keterampilan berpikir kreatif dan tes prestasi belajar IPS. Data yang
diperoleh dianalisis menggunakan MANOVA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) terdapat
perbedaan keterampilan berpikir kreatif yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fhitung
=12,71 dan Sig=0,001), 2) terdapat perbedaan prestasi belajar IPS yang signifikan antara siswa yang
mengikuti pembelajaran menggunakan metode Mind Mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran
konvensional (Fhitung sebesar 5,865 dan sig= 0,018), dan 3) secara simultan keterampilan berpikir kreatif
dan prestasi belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode Mind
Mapping lebih baik secara signifikan daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Fhitung
sebesar 8,41 dan Sig= 0,001).
Kata kunci: Mind Mapping, Keterampilan Berpikir Kreatif, Prestasi Belajar IPS, Sekolah Menengah
Pertama
Abstract
This research aims at investigating the effect of mind mapping method on creative thinking skill
and social study learning achievement. This research is a quasi experiment of the Posttest-Only Control
Group Design with the sample of 64 students. The instruments used for collecting data were creative
thinking test and social study achievement test. The data were analyzed using MANOVA.The result of
this research show that: 1) there is a significant creative thinking skill between students used mind
mapping method and those who used conventional method (Fobs = 12.71 and sig.=0.001), 2) there is a
significant social study learning achievement between students used mind mapping method and those
who used conventional method (Fobs = 5.865 and sig.=0.018), 3) simultaneously, creative thinking skill
and social study learning achievement of students used mind mapping method are better than those who
used conventional method (Fobs = 8.41 and sig.=0.001). Based on those findings, can be concluded that
there is a positive effect of mind mapping method on creative thinking skill and social study learning
achievement.
Keywords: mind mapping, creative thinking skill, social stucy learning achievement, junior high school
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
PENDAHULUAN
Dunia pendidikan dewasa ini
tengah mendapat sorotan yang sangat
tajam berkaitan dengan tuntutan untuk
menghasilkan sumber daya manusia yang
berkualitas, yaitu sumber daya manusia
yang mampu ”hidup” di abad ke-21
(Degeng, 2001:1). Tentunya sumber daya
manusia
dapat
diwujudkan
melalui
pendidikan. Pendidikan sebagai sumber
daya insani sepatutnya mendapat perhatian
secara terus menerus dalam upaya
peningkatan mutunya. Peningkatan mutu
pendidikan berarti pula peningkatan kualitas
sumber daya manusia.
Dalam
rangka
mencerdaskan
kehidupan bangsa, maka peningkatan mutu
pendidikan suatu hal yang sangat penting
bagi pembangunan berkelanjutan di segala
aspek
kehidupan
manusia.
Sistem
pendidikan nasional senantiasa harus
dikembangkan sesuai dengan kebutuhan
dan perkembangan yang terjadi baik di
tingkat lokal, nasional, maupun global
(Mulyasa, 2006:4). Pendidikan merupakan
masalah yang sangat menarik untuk
dibahas karena melalui usaha pendidikan
diharapkan tujuan pendidikan akan segara
tercapai. Pendidikan tidak terlepas dari
proses pembelajaran. Pada jejang sekolah
menengah pertama, siswa diajarkan
sejumlah mata pelajaran, salah satunya
adalah Pendidikan IPS.
Pendidikan IPS merupakan suatu
program pendidikan yang mengintegrasikan
konsep-konsep ilmu sosial dan humaniora
untuk tujuan pendidikan (membentuk warga
Negara yang memiliki kompetensi sosial,
baik sebagai pribadi, anggota masyarakat,
maupun sebagai warga Negara maupun
warga dunia) (Lasmawan, 2010:55)
Pendidikan IPS merupakan mata
pelajaran yang mempelajari berbagai
kenyataan sosial dalam kehidupan seharihari yang bersumber dari geografi,
ekonomi, sejarah, antropologi, sosiologi,
dan tata negara. IPS berfungsi sebagai ilmu
pengetahuan
untuk
mengembangkan
kemampuan dan sikap rasional dalam
menanggapi
kenyataan
sosial
atau
permasalahan sosial serta perkembangan
masyarakat dunia sejak dahulu, sekarang
dan masa yang akan datang. Pembelajaran
pendidikan IPS memerlukan suatu metode
yang tepat supaya hasil yang dicapai
maksimal dan berpengaruh pada hasil
belajar siswa. Guru harus dapat memilih
metode-metode atau strategi yang sesuai
dengan pokok bahasan yang disampaikan
sehingga peserta didik mempunyai minat
yang tinggi terhadap pendidikan IPS. Usaha
guru dalam meningkatkan prestasi belajar
IPS sebenarnya dapat dilakukan dengan
metode pembelajaran yang lebih inovatif
agar siswa lebih aktif.
Namun kenyataannya dilapangan,
dalam pembelajaran IPS, pemahaman dan
keterampilan berpikir serta ingatan siswa
cenderung masih rendah. Umumnya, guru
hanya menggunakan metode konvensional
atau ceramah yang menempatkan guru
sebagai pusat informasi. Kurangnya variasi
metode pembelajaran ini mengakibatkan
siswa kurang aktif dalam membangun
pengetahuannya sendiri. Siswa cenderung
merasa bosan terhadap pembelajaran IPS
karena hanya menjadi pendengar pasif
tanpa mempunyai kesempatan untuk
berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran
sehingga minat, semangat belajar siswa
kurang, yang berakibat pada prestasi
belajar mereka relatif rendah atau kurang
maksimal. Kondisi seperti ini tidak dapat
menjebatani tercapainya tujuan pendidikan
IPS, yakni mewujudkan peserta didik yang
memiliki pengetahuan-pengetahuan sosial
tertentu (knowledge), mempunyai motivasi
dan sikap-sikap tertentu (attitude), memiliki
keterampilan dalam berpikir kritis dan
reflektif dalam pengambilan keputusan dan
pemecahan masalah (skill). Hal tersebut
mengindikasikan bahwa tujuan pendidikan
IPS tidak terbatas pada pengetahuan dan
sikap, namun mencangkup keterampilan
berpikir yang sangat menunjang dalam
pengambilan keputusan dan pemecahan
masalah sehingga keterampilan berpikir
menjadi salah satu aspek dari tujuan
pendidikan IPS.
Keterampilan
berpikir
adalah
modal yang harus dimiliki siswa sebagai
bekal dalam menghadapi perkembangan
sosial dan pengetahuan di masyarakat.
Selain itu, keterampilan berpikir merupakan
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
sarana untuk mencapai tujuan pendidikan
yaitu agar siswa mampu memecahkan
masalah taraf tinggi. Pembelajaran yang
kurang melibatkan siswa secara aktif dapat
menghambat
keterampilan
berpikir
(Nasution
2006:171).
Salah
satu
keterampilan
berpikir
yang
harus
dikembangkan dalam pendidikan IPS
adalah keterampilan berpikir kreatif.
Keterampilan berpikir kreatif pada
dasarnya melatih pola pikir divergen pada
siswa yang menekankan pada kemampuan
untuk menemukan alternatif jawaban dalam
menghadapi
berbagai
permasalahan.
Berpikir kreatif menggunakan proses
berpikir untuk mengembangkan atau
menemukan ide atau hasil yang orisinil,
estetis konstruktif yang berhubungan
dengan pandangan konsep, dan dan aspek
berpikir intuitif dan rasional (Arnyana,
2007:670). Keterampilan berpikir kreatif
yang dimiliki akan menjadi bekal bagi
siswa dalam menyelesaikan masalah dan
mengambil
keputusan.
Sehubungan
dengan itu mereka perlu diberi tantangan
dan rangsangan agar mau belajar sungguhsungguh dengan kreativitasnya masingmasing dalam menyimpan pengetahuanpengetahuan yang didapatkan baik dari
guru
maupun
dari
hasil
menggali
pengetahuan sendiri. Seorang siswa akan
lebih berhasil dalam meningkatkan prestasi
belajarnya
apabila
siswa
tersebut
mempunyai
daya
kreativitas
atau
keterampilan berpikir kreatif yang tinggi,
maka masalah peningkatan berpikir kreatif
pada siswa merupakan masalah yang
penting sampai sekarang, apalagi dalam
bidang pendidikan khususnya siswa SMP.
Keterampilan berpikir kreatif harus
ditanamkan pada anak didik, agar anak
didik nantinya mempunyai kreativitas dalam
menangkap, menyimpan dan mengolah
pengetahuan-pengetahuan yang anak didik
dapatkan dalam belajar mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial yang diberikan di
sekolah yang pada akhirnya siswa akan
mempunyai pengalaman-pengalaman yang
sangat berguna dalam meningkatkan
prestasi belajar IPS. Mengingat pentingnya
keterampilan berpikir kreatif bagi siswa
maka guru IPS dalam mengajar selalu
memberikan rangsangan pada siswanya
untuk meningkatkan daya berpikir kreatif
mereka sehingga nantinya akan dapat
meningkatkan prestasi belajar siswa.
Prestasi belajar dipengaruhi oleh
faktor yang bersumber dari dalam diri siswa
sebagai individu berupa usaha untuk
mencapai keberhasilan dalam belajar.
Selain itu, prestasi juga dipengaruhi oleh
faktor yang bersumber dari luar diri siswa
seperti lingkungan belajar siswa. Munandar
(1999:18)
mengemukakan
“Prestasi
merupakan perwujudan dari bakat dan
kemampuan”. Sedangkan belajar menurut
Sardiman (2011:20) merupakan rangkaian
kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menuju
pada perkembangan pribadi manusia
seutuhnya yang berarti menyangkut unsur
cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, afektif
dan psikomotorik.
Agar siswa memiliki dua aspek
penting dalam pembelajaran IPS yaitu
keterampilan berpikir kreatif dan hasil
belajar, peran guru sangat penting dalam
memilih metode pembelajaran yang efektif
dan efesien sesuai dengan karakteristik
pendidikan IPS. Salah satu metode yang
dapat meningkatkan keterampilan berpikir
kreatif dan prestasi belajar IPS adalah
metode Mind Mapping.
Peta pikiran (Mind Map) adalah
alternatif solusi yang diharapkan dapat
memudahkan siswa dalam memahami
materi
pembelajaran.
Pembelajaran
menggunakan peta pikiran merupakan
salah satu metode yang dapat dijadikan
alternatif guru untuk mengajar. Peta pikiran
adalah metode mencatat kreatif yang
memudahkan siswa untuk dapat mengingat
banyak informasi karena dengan peta
pikiran siswa cukup mengingat ide atau
gagasan utama untuk dapat merangsang
ingatan dengan mudah. Siswa dapat
menghemat waktu, menyusun tulisan
dengan teratur, menggali lebih banyak
gagasan, lebih banyak bersenang-senang,
dan mendapatkan nilai yang lebih baik
dengan peta pikiran (Buzan 2007:35). cara
paling mudah untuk memasukan informasi
ke dalam otak, dan untuk mengambil
informasi dari otak. Mind Mapping dapat
dibuat sesuai kreatifitas, sesuai dengan
keinginan, dan hanya kita (yang membuat)
mengetahui (Buzan 2009:6). Dengan Mind
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
Mapping siswa bebas menggambarkan
hasil pengembangan materi mereka
dengan gambar-gambar atau garis-garis
berwarna yang mereka sukai, sehingga
pelajaran akan lebih menyenangkan. Oleh
karena Mind Mapping dapat membantu
daya ingat, berarti Mind Mapping dapat
membantu mengembangkan materi pokok.
Mind Mapping mempunyai banyak
keunggulan
yang
dapat
membantu
memecahkan permasalahan yang kita
hadapi baik dalam bidang pemahaman,
keterampilan berpikir maupun ingatan.
Mengingat Mind Mapping mempunyai
banyak keunggulan, dua di antaranya
adalah (1) dengan Mind Mapping ide
permasalahan diidentifikasi secara jelas (2)
Mind Mapping membuat kita lebih mampu
berkonsentrasi pada permasalahan yang
sering kita hadapi. Pembelajaran IPS
dengan menggunakan metode Mind
Mapping, diharapkan dalam keterampilan
berpikir dan pemahaman daya ingat siswa
dalam
pembelajaran
IPS
dapat
ditingkatkan. Dengan demikian siswa
belajar tidak hanya mendengarkan dan
guru menerangkan di depan kelas saja,
namun diperlukan keaktifan siswa dalam
mengembangkan materi pokok siswa pada
proses pembelajaran.
Berdasarkan
uraian
diatas,
dibutuhkan pembuktian secara lanjut
melalui eksperimen mengenai pengaruh
metode
Mind
Mapping
terhadap
keterampilan berpikir kreatif dan hasil
belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 1
Seririt Tahun Pelajaran 2012/2013.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimen semu, hal ini dilihat dari subjek
eksperimen yang tidak dirandomisasi untuk
menentukan sampel guna ditempatkan
dalam kelompok eksperimen dan kelompok
kontrol.
Rancangan
penelitian
yang
digunakan adalah posttest only control
group design. Populasi penelitian seluruh
siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt.
Sampel penelitian ini diambil dengan teknik
random
sampling
terhadap
kelas.
Pengambilan sampel penelitian diperoleh
dari uji kesetaraan terhadap seluruh kelas.
Dari hasil uji kesetaraan diperoleh kelas VIII
A sebagai kelas kontrol dan kelas VIII B
sebagai
kelas
eksperimen.
Secara
keseluruhan jumlah sampel adalah 64
orang.
Variabel dalam penelitian ini dapat
dikelompokkan menjadi variabel bebas dan
variabel terikat. Variabel bebas yang
diujikan adalah Metode Mind Mapping dan
pembelajaran konvensional. Variabel terikat
yang dijadikan objek dalam penelitian ini
adalah keterampilan berpikir kreatif (Y1)
dan prestasi belajar (Y2).
Pengumpulan data pada penelitian ini
menggunakan
dua
instrumen,
yaitu
instrumen untuk memperoleh data tentang
keterampilan berpikir kreatif berupa tes
esai dengan rentang penilaian 1-4. Data
prestasi belajar IPS menggunakan tes
prestasi belajar yang diukur dengan tes
pilihan ganda. Penggunaan instrumen
sesuai dengan jenis dan sifat data yang
dicari. Kisi-kisi instrumen yang dibuat
dengan mempertimbangkan karakteristik
tiap data, penyusunan kisi-kisi yang disusun
untuk menjamin kelengkapan dan validitas
instrumen. Kisi-kisi Prestasi belajar dibuat
dengan berpedoman pada landasan
kurikulum yang ada yakni kurikulum KTSP
2006 menyangkut standar kompetensi,
kompetensi dasar, aspek materi dan
indikatornya. Kisi-kisi keterampilan berfikir
kreatif dibuat sendiri oleh peneliti dengan
mengacu pada grand teori dari berfikir
kreatif dan mengacu pada materi IPS SMP
kelas VIII.
Validasi
instrumen
keterampilan
berpikir kreatif yaitu validitas isi, validitas
butir dan uji reliabilitas. Hasil validitas isi
dari jusges semua butir soal dikatakan
relevan. Dari 20 butir soal semua butir soal
dinyatakan valid dan hasil uji reliabilitas
dengan Alpha Cronbach yaiyu sebesar 0,90
yang termasuk katagori sangat tinggi.
Validasi instrument prestasi belajar IPS
yaitu Validitas isi dari jusges semua butir
soal dinyatakan relevan. Dari 50 butir tes
divaliditas butir diperoleh hasil 42 butir
dinyatakan valid dan 8 butir dinyatakan
gugur dan hasil reliabilitas dengan KR-20
yaitu sebesar 0,90 yang termasuk katagori
sangat tinggi. Dalam perhitungan validitas
dan reliabilitas tes digunakan program
excel.
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
Data dalam penelitian ini dianalisis
secara bertahap, yaitu: deskripsi data, uji
prasyarat, dan uji hipotesis. Uji prasyarat
yang dilakukan adalah uji normalitas
sebaran data, uji homogenitas varians, dan
uji antar variabel terikat.
UJi
normalitas
pada
keempat
kelompok data menggunakan SPSS-17.00
for windows uji statistik Kolmonogovsmirnov pada signifikansi 0,05.
Uji homogenitas dimaksudkan untuk
memperlihatkan bahwa dua atau lebih
kelompok data sampel berasal dari populasi
yang memiliki variansi yang sama.
Pengujian homogenitas dilakukan dengan
uji
kesamaan
varian-kovarian
menggunakan SPSS-17.00 for window. Uji
Box’s M digunakan untuk uji homogenitas
secara bersama-sama dan uji levene’s
digunakan untuk uji homogenitas secara
terpisah. Kriteria pengujian data memiliki
matriks varians-kovarian yang sama
(homogen). Jika signifikansi yang dihasilkan
dalam uji Box’s M dan uji Levene’s lebih
dari 0,05 maka data tidak berasal dari
populasi yang homogen. Uji korelasi antar
variabel terikat dilakukan untuk mengetahui
apakah korelasi antar variabel terikat
tersebut tinggi atau rendah. Hipotesis yang
dipakai dalam penelitian ini adalah a)
Terdapat perbedaan yang signifikan pada
keterampilan
berpikir
kreatif
antara
kelompok siswa yang belajar dengan
metode Mind Mapping dengan kelompok
siswa
yang
mengikuti
pembelajaran
konvesional. b) Terdapat perbedaan yang
signifikan pada prestasi belajar IPS antara
kelompok siswa yang belajar dengan
metode Mind Mapping dengan kelompok
siswa
yang
mengikuti
pembelajaran
konvesional.
Pengujian hipotesis 1 dan 2 dalam
penelitian ini menggunakan MANOVA
melalui statistik varians (F antar). Sedang
kan Pengujian hipotesis 3 dilakukan dengan
uji F melalui MANOVA. Untuk menganalisis
data akan digunakan SPSS-17.00 for
windows pada signifikansi 0,05.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Data
yang
terkumpul
dalam
penelitian ini ditabulasikan sesuai keperluan
analisis. Objek dalam penelitian ini adalah
perbedaan keterampilan berpikir kreatif dan
prestasi belajar IPS yang merupakan hasil
perlakuan antara pembelajaran dengan
menggunakan metode Mind Mapping
dengan
pembelajaran
konvensional.
Deskripsi
data
yang
disajikan
dikelompokkan
untuk
melihat
kecenderungan: 1) keterampilan berpikir
kreatif
yang
dibelajarkan
dengan
pembelajaran menggunakan metode Mind
Mapping 2) prestasi belajar IPS yang
dibelajarkan
dengan
pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping, 3)
keterampilan
berpikir
kreatif
yang
dibelajarkan
dengan
pembelajaran
konvensional, 4) prestasi belajar IPS yang
dibelajarkan
dengan
pembelajaran
konvensional. Deskripsi hasil perhitungan
skor keempat variabel tersebut dapat dilihat
pada tabel berikut ini.
Tabel 1 Deskripsi Data Keterampilan Berpikir Kreatif dan Prestasi Belajar IPS
Variabel
A1Y1
A1Y2
A2Y1
A2Y2
Statistik
Mean
66, 94
82,06
59,13
78,69
Median
Modus
Std. Deviasi
Varians
Rentangan
Skor Minimum
Skor Maksimum
66
76
8,09
65,48
29
50
79
81
80
5,52
30,51
23
72
95
58,5
57
9,39
88,18
35
44
79
78,5
75
5,62
31,64
25
67
92
Berdasarkan deskripsi keterampilan
berpikir kreatif dan prestasi belajar IPS
dapat dilihat sebagai berikut.
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
Pertama,
keterampilan
berpikir
kreatif yang mengikuti pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping pada
siswa kelas VIII SMP N 1 Seririt diperoleh
skor minimal 50 skor maksimal 79 Range
skor 29 dengan rata-rata 66,94 standar
deviasi sebesar 8,09 berada pada
kualifikasi tinggi.
Kedua, prestasi belajar IPS yang
mengikuti
pembelajaran
mengunakan
metode Mind Mapping pada siswa kelas
VIII SMP N 1 Seririt diperoleh skor
minimum 72 dari skor minimum ideal 0,
skor maksimal 95 dari skor maksimal 100,
rentangan 23, banyaknya kelas interval 4,
panjang kelas interval 6, dengan rata-rata
82,06 standar deviasi sebesar 5,52 berada
pada kualifikasi sangat tinggi.
Ketiga, keterampilan berpikir kreatif
yang mengikuti pembelajaran konvensional
pada siswa kelas VIII SMP N 1 Seririt
diperoleh skor minimum ideal 44, skor
maksimum ideal 79, rentangan 35, banyak
kelas interval 6 , panjang kelas interval 6,
dengan rata-rata 59,12 standar deviasi
sebesar 9,39 berada pada kualifikasi
sedang.
Keempat, prestasi belajar IPS yang
mengikuti pembelajaran konvensional pada
siswa kelas VIII SMP N 1 Seririt diperoleh
skor skor minimum ideal = 0 dan skor
maksimal ideal = 100. Setelah dilakukan
analisis dari data yang telah terkumpul,
diperoleh skor minimal 67, skor maksimal
92, rentangan 25, banyaknya kelas interval
5, panjang kelas interval 6, dengan ratarata 78,68 standar deviasi sebesar 5,62
berada pada kualifikasi tinggi.
Dari jumlah rata-rata skor tersebut,
maka
dapat
disimpulkan
bahwa
keterampilan berpikir kreatif dan prestasi
belajar yang dibelajarkan mengunakan
metode Mind Mapping lebih baik daripada
keterampilan berpikir kreatif dan prestasi
belajar IPS siswa
yang mengikuti
pembelajaran konvensional.
Setelah didapatkan hasil analisis
deskriptif data, maka dilanjutkan dengan uji
prasyarat. Uji prasyarat yang dilakukan
adalah uji normalitas sebaran data, uji
homogenitas varians, dan uji antar variabel
terikat. Uji normalitas sebaran data, pada
taraf signifikansi 0,05, maka diperoleh hasil
semua variabel angka statistik kolmogorovSmirnov lebih besar dari 0,05. Hal itu
menunjukkan bahwa semua sebaran data
berdistribusi normal.
Berdasarkan hasil analisis maka
didapatkan
angka
signifikansi
yang
dihasilkan lebih besar dari 0,05. Dengan
demikian berarti matrik varian-kovarians
terhadap variabel keterampilan berpikir
kreatif dan prestasi belajar siswa adalah
homogen dilanjutkan dengan menguji
korelasi antar variabel terikat. dilakukan
menggunakan korelasi product moment
pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji korelasi
dengan product moment, data keterampilan
berpikir kreatif dan prestasi belajar IPS
siswa yang belajar menggunakan metode
Mind Mapping mendapatkan harga ry1y2 =
0,075 dan data siswa yang belajar dengan
model konvensional mendapatkan harga
ry1y2 = 0,111 Nilai rhitung < rtabel (0,25) pada
taraf
signifikansi 5%, maka dapat
disimpulkan bahwa data keterampilan
berpikir kreatif dan prestasi belajar IPS
siswa yang belajar menggunakan metode
Mind Mapping maupun siswa yang belajar
dengan pembelajaran konvensional tidak
berkorelasi sehingga uji hipotesis dapat
dilakukan dengan Manova .
Hasil uji hipotesis dalam penelitian
ini menunjukkan bahwa: pertama, hasil
penelitian terbukti bahwa keterampilan
berpikir kreatif siswa yang mengikuti
metode pembelajaran Mind Mapping
hasilnya lebih baik daripada keterampilan
berpikir kreatif siswa yang mengikuti model
pembelajaran konvensional berdasarkan
data hasil analisis diperoleh nilai F sebesar
12,71 df = 1, dan Sig= 0,001. Ini berarti
signifikansi lebih kecil dari 0,05 dapat ditarik
simpulan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan keterampilan berpikir kreatif
antara siswa yang mengikuti pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping
dengan siswa yang mengikuti pembelajaran
konvensional.
Temuan penelitian ini sejalan
dengan hasil penelitian yang dilakukan
Ariadina (2009) yang meneliti tentang
penerapan metode Mind Mapping untuk
meningkatkan keterampilan berpikir kreatif
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran
ekonomi. Hasil penelitian menujukkan
bahwa penerapan metode pembelajaran
Mind
Mapping
dapat
meningkatkan
keterampilan berpikir kreatif dan hasil
belajar siswa kelas XI SMA Darul Ulum
Agung Malang. Berpikir kreatif juga dapat
dipandang sebagai suatu proses yang
digunakan
ketika
seorang
individu
memunculkan ide baru. Aryana (2009:11)
mengemukakan berfikir kreatif dapat
diajarkan melalui pembelajaran di sekolah,
antara lain: (1) mendiskusikan materi
pelajaran dari berbagai sudut pandang; (2)
mengemukakan
masalah
yang
menimbulkan
konflik
kognitif;
(3)
menugaskan
siswa
menemukan
pandangan-pandangan yang bervariasi
terhadap suatu masalah; (4) menganalisis
artikel dari koran atau media lain untuk
menemukan gagasan-gagasan baru; (5)
memberikan masalah untuk dipecahkan
dengan berbagai cara.
Sejalan juga dengan hasil penelitian
yang dilakukan Siswono (2008) yang
meneliti tentang Penjenjangan Kemampuan
Berpikir Kreatif dan Identifikasi Tahap
Berpikir Kreatif Siswa dalam Memecahkan
dan Mengajukan Masalah Matematika.
Hasil penelitian menujukkan adanya tingkat
kemampuan berpikir kreatif seseorang yang
berbeda. maka penjenjangan kemampuan
berpikir kreatif siswa dapat diterapkan
dalam pembelajaran matematika untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kreatif
siswa dan dapat digunakan sebagai dasar
penelitian lebih lanjut yang bersifat verifikasi
dan modifikasi. Mengacu pada temuan
hasil yang relevan, terbukti metode Mind
Mapping
lebih baik dibandingkan
pembelajaran konvensional. Pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping siswa
diajak membuat materi pelajaran terpola
secara visual dan grafis yang akhirnya
dapat membantu merekam, memperkuat,
dan mengingat kembali informasi yang
telah dipelajari. Mind Mapping adalah satu
teknik mencatat yang mengembangkan
gaya belajar visual. Mind Mapping
memadukan dan mengembangkan potensi
kerja otak yang terdapat di dalam diri
seseorang. Dengan adanya keterlibatan
kedua
belahan
otak
maka
akan
memudahkan seseorang untuk mengatur
dan mengingat segala bentuk informasi,
baik secara tertulis maupun secara verbal.
Cara mencatat yang kreatif, efektif dan
secara harfiah akan memetakan pikiranpikiran Mind Mapping juga merupakan peta
rute yang memudahkan ingatan dan
memungkinkan untuk menyusun fakta dan
pikiran, dengan demikian cara kerja alami
otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti
mengingat informasi akan lebih mudah dan
lebih
bisa
diandalkan
daripada
menggunakan teknik mencatat tradisional.
Pembelajaran
dengan
menggunakan metode Mind Mapping
proses belajar yang dialami seseorang
sangat bergantung kepada lingkungan
tempat belajar. Memberi kesempatan luas
untuk mengembangkan diri untuk lebih
kreatif,dan
imajinatif
dengan
memproyeksikan masalah yang dihadapi
kedalam bentuk peta atau cabang-cabang
pikiran sehingga lebih mudah untuk
memahaminya. Secara teoritis dapat
dikatakan bahwa penggunaan metode Mind
Mapping lebih baik dan efektif untuk
keterampilan berpikir kreatif siswa dalam
proses pembelajaran.
Hipotesis Kedua, hasil uji hipotesis
dalam penelitian ini terbukti bahwa: prestasi
belajar IPS siswa yang mengikuti metode
Mind Mapping hasilnya lebih baik daripada
prestasi belajar IPS siswa yang mengikuti
model
pembelajaran
konvensional.
Berdasarkan data hasil penelitian analisis
multivariate dengan berbantuan SPSS 17
for windows diperoleh nilai F sebesar 5,865,
df = 1, dan sig = 0,018. Ini berarti nilai Sig
lebih kecil dari 0,05 dapat ditarik
kesimpulan bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan prestasi belajar IPS antara
siswa yang mengikuti metode Mind
Mapping dengan siswa yang mengikuti
pembelajaran konvensional.
Temuan dalam penelitian ini juga
sejalan dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Nugroho (2010) mengenai
Perbedaan prestasi belajar matematika
menggunakan motode Mind Mapping
dengan problem solving (pemecahan
masalah) untuk kelas VII SMP Lentera
Ambarawa. Hasil penelitian Nugroho
menujukan
bahwa
prestasi
belajar
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
menggunakan metode Mind Mapping lebih
baik dari pada menggunakan problem
solving (pemecahan masalah). Tanggapan
siswa terhadap metode pembelajaran Mind
Mapping ini tergolong positif.
Pengaruh metode Mind Mapping
terhadap prestasi belajar, pembelajaran
menggukan metode Mind Mapping siswa di
kuatkan pada cara menghadapi persoalan
dengan
langkah
penyelesaian
yang
sistematis yaitu memahami masalah,
menyusun
rencana,
melaksanakan
rencana, dan memeriksa kembali sehingga
persoalan yang dihadapi akan dapat
diatasi. Sedangkan dengan latihan interaktif
siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam
proses belajar mengajar, sehingga siswa
dituntut untuk aktif secara langsung dalam
proses pembelajaran. Prestasi belajar
adalah penguasaan seseorang terhadap
pengetahuan atau keterampilan tertentu
dalam suatu mata pelajaran yang lazim
diperoleh dari nilai tes atau angka yang
diberikan guru. Syafir (2012) menyatakan
bahwa “Prestasi belajar adalah segala
sesuatu yang dicapai dimana prestasi itu
menunjang kecakapan seorang manusia”.
Maka prestasi belajar merupakan hasil
maksimum yang dicapai oleh seseorang
setelah
melaksanakan
usaha-usaha
belajar. Belajar adalah kata kunci yang
paling vital dalam setiap usaha pendidikan,
sehingga tanpa belajar sesungguhnya tak
pernah ada pendidikan. Sebagai suatu
proses, belajar hampir selalu mendapat
tempat yang luas dalam berbagai disiplin
ilmu yang berkaitan dengan upaya
kependidikan. Marhaeni (2011)
Hipotesis ketiga, Tujuan penelitian
yang ketiga adalah untuk mengetahui
pengaruh metode Mind Mapping secara
simultan terhadap keterampilan berpikir
kreatif
dan
prestasi
belajar
IPS.
Berdasarkan temuan ini maka hasil analisis
MANOVA
menunjukkan
bahwa
nilai
signifikan dari implementasi pembelajaran
menggunakan Mind Mapping lebih kecil dari
0,05 artinya semua nilai signifikan. Dengan
demikian, terdapat pengaruh penerapan
metode
Mind
Mapping
terhadap
keterampilan berpikir kreatif dan prestasi
belajar IPS secara simultan pada siswa
kelas VIII SMP N 1Seririt.
Adanya korelasi langsung antara
keterampilan berpikir kreatif dan prestasi
belajar IPS, artinya semakin tinggi
keterampilan berpikir kreatif
siswa,
semakin baik prestasi belajarnya. Agar
proses pembelajaran efektif maka perlu
berpikir kreatif, dalam proses belajar akan
menghasilkan prestasi belajar yang baik
atau bahkan lebih baik. Oleh karena itu,
peran pendidik dalam hal ini harus
berupaya mengembangkan keterampilan
berpikir kreatif yang kuat pada diri siswa
dengan menciptakan kesenangan dalam
belajar,
menjalin
hubungan
dan
menyingkirkan segala ancaman dari
suasana belajar Keterampilan berpikir
kreatif dan prestasi belajar IPS siswa dapat
terjadi karena metode Mind Mapping
menekankan pada konten (isi) dan konteks
(lingkungan). Konten berkenaan dengan
cara menyajikan materi ajar agar lebih
mudah dipahami siswa sedangkan konteks
mengkondisikan lingkungan belajar yang
menarik dan mengesankan.
Dari hasil penelitian yang telah
dipaparkan di atas sangatlah mungkin
bahwa metode pembelajaran menggunakan
Mind Mapping memberikan hasil yang lebih
baik dari pada pembelajaran konvensional.
Pendidik juga memiliki peranan penting
untuk memfasilitasi dan membimbing pada
siswa, sehingga menumbuhkan kecintaan
untuk terus belajar khususnya mempelajari
IPS.
PENUTUP
Berdasarkan
hasil
pengujian
hipotesis dan pembahasan hasil penelitian,
maka dapat ditarik simpulan sebagai
berikut.
Pertama,
terdapat
perbedaan
Keterampilan berpikir kreatif
yang
signifikan antara siswa yang mengikuti
metode pembelajaran Mind Mapping
dengan rata-rata 66,93 dan siswa yang
mengikuti
pembelajaran konvensional
dengan
rata-rata
59,12
Rata-rata
keterampilan berpikir kreatif siswa yang
mengikuti pembelajaran menggunakan
metode Mind Mapping lebih tinggi dari
siswa
yang
mengikuti
pembelajaran
konvensional.
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
Kedua,
Terdapat
perbedaan
prestasi belajar IPS yang signifikan antara
siswa
yang
mengikuti
pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping
dengan rata-rata 82,06 dan siswa yang
mengikuti
model
pembelajaran
konvensional dengan rata-rata 78,68 Ratarata prestasi belajar IPS siswa yang
mengikuti pembelajaran menggunakan
metode Mind Mapping lebih tinggi dari
prestasi belajar IPS siswa yang mengikuti
pembelajaran konvensional.
Ketiga,
terdapat
perbedaan
keterampilan berpikir kreatif dan prestasi
belajar IPS secara simultan antara siswa
yang
mengikuti
pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping
dengan
pembelajaran
konvensional.
Keterampilan berpikir kreatif dan prestasi
belajar IPS pada siswa yang mengikuti
pembelajaran menggunakan metode Mind
Mapping lebih tinggi dari siswa yang
mengikuti pembelajaran konvensional
Berdasarkan simpulan yang ditarik
dari penelitian ini, diajukan saran tidak
lanjut sebagai berikut. Pertama Hasil
penelitian menunjukkan bahwa siswa yang
belajar
dengan
pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping
secara signifikan memiliki keterampilan
berpikir kreatif yang tinggi daripada siswa
yang mengikuti pembelajaran konvensional.
Untuk itu,
metode ini hendaknya
diperkenalkan dan dikembangkan kepada
pendidik guna menciptakan suasana yang
menyenangkan namun tetap fokus. Kedua
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
siswa yang belajar dengan pembelajaran
menggunakan metode Mind Mapping
secara signifikan memiliki prestasi belajar
IPS yang tinggi daripada siswa yang
mengikuti pembelajaran konvensional. Oleh
karena itu, para pendidik disarankan
menggunakan metode Mind Mapping dalam
pembelajaran
di
sekolah
untuk
meningkatkan prestasi belajar IPS.
Daftar Pustaka
Aryana. 2009. Meningkatkan Keterampilan
Berfikir Tingkat Tinggi Melalui
Pembelajaran.
Singaraja:
Universitas Pendidikan Ganesha.
Aziz,
B.
2012. “Pengaruh
Metode
Pembelajaran
Peta
Pikiran
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada
Materi
Pokok
Getaran
Dan
Gelombang Dikelas VIII SMP Negeri
12 Binjai”. Jurnal Pendidikan Fisika.
Vol.1. No.1. Juni 2012. Medan:
Universitas Negeri Medan.
Buzan, Tony. 2007 Mind Map untuk
Meningkatkan Kreativitas. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
............. 2009. Buku Pintar Mind Map untuk
Anak-anak. Jakarta: Gramedia.
………. 2011. Buku Pintar Mind Map
Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Utama.
Degeng, I N.S. 2001. Landasan dan
Wawasan Kependidikan. Malang:
Lembaga
Pengembangan
dan
Pendidikan (LP3) Universitas Negeri
Malang.
Lasmawan, 2010. Menelisik Pendidikan IPS
dalam
Perspektif
Kontekstual
Empiris.
Singaraja:
Mediakom
Indonesia Press Bali.
Marhaeni, A.A.I.N. 2007. Pembelajaran
Inovatif dan Asesmen Otentik dalam
Rangka Menciptakan Pembelajaran
yang
Efektif
dan
Produktif.
Singaraja: Universitas Pendidikan
Ganesha
Munandar, Utami. 1999. Mengembangkan
Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah.
Jakarta: Grasindo.
Mulyasa. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Nugroho, Setyo. 2010. Perbedaan Prestasi
Belajar matematika menggunakan
Motode Mind Mapping dengan
Problem
Solving
(Pemecahan
Masalah) untuk Kelas VII SMP
Lentera Ambarawa. Tesis. Salatiga:
Program Pascasarjana Universitas
Kristen Satya Wacana.
Nasution. 2006. Berbagai Pendekatan
dalam Proses Belajar Mengajar.
Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, 2011. Interaksi dan Motivasi
Belajar Mengajar. Jakarta: Raja
Grafindo Persada.
e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Dasar (Volume 3 Tahun 2013)
Siswono,
Tatag
Yuli
Eko.
2008.
Penjenjangan Kemampuan Berpikir
Kreatif dan Identifkasi Tahap
Berpikir Kreatif
Siswa
dalam
Memecahkan
dan
Mengajukan
Masalah Matematika. Disertasi.
Surabaya: Program Pascasarjana
Universitas Negeri Surabaya.
Syafir.
“Prestasi
Belajar”.
http://www.syafir.com/2011/02/12/pe
ngertian-prestasi-belajar.
tanggal 10 Januari 2012.
Diunduh
Fly UP