...

- PT. Pelabuhan Indonesia II

by user

on
Category: Documents
5

views

Report

Comments

Transcript

- PT. Pelabuhan Indonesia II
SIARAN PERS
Pemberlakuan Tarif Progresif Bukan untuk Tambahan Pemasukan,
Namun untuk Efisiensi
PT Pelindo II terapkan langkah efisiensi lahan untuk mendukung kelancaran lalu lintas
petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok dan penekanan biaya logistik distribusi barang di
Indonesia
Jakarta, 28 Desember 2011 – Untuk mampu mengakomodir kebutuhan akan kelancaran
bongkar muat barang, sebagai operator Pelabuhan Tanjung Priok, PT Pelabuhan Indonesia II
(Persero) atau Pelindo II terus berupaya memaksimalkan kapasitas area pelabuhan diantaranya
dengan efisiensi lahan melalui penerapan tarif pelayanan jasa peti kemas di terminal peti kemas
di Pelabuhan Tanjung Priok. Seperti pernah diberitakan sebelumnya, terhitung mulai tanggal 1
Januari 2012, PT Pelindo II akan menetapkan tarif progresif untuk peti kemas yang tidak segera
dikeluarkan dalam waktu tiga hingga lima hari dari Pelabuhan Tanjung Priok setelah
mendapatkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) atau Surat Penyerahan Petikemas
(SP2).
Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino memaparkan, “Fungsi pelabuhan pada
dasarnya merupakan tempat transit, sehingga petikemas yang masuk atau barang yang sudah
selesai proses kepabeanannya dapat segera dikeluarkan. Selama ini peti kemas yang telah
mendapat SPPB atau SP2 maupun peti kemas kosong banyak yang ditumpuk di pelabuhan,
padahal dengan keluarnya surat tersebut barang di dalam peti kemas telah memiliki izin untuk
didistribusikan di seluruh Indonesia. Hal ini harus terus berjalan secara efektif untuk
menghindari terjadinya penggunaan lahan akibat penumpukan petikemas yang dikhawatirkan
akan mengganggu kelancaran lalu lintas barang di pelabuhan yang pada akhirnya menyebabkan
tingginya biaya logistik barang. Seperti di Pontianak, dari kapasitas maksimal 3500 TEUs,
kontainer kosong yang ditumpuk di pelabuhan mencapai 1900 TEUs. Ini kan membuat
kontainer isi tidak dapat tempat untuk diletakkan atau diangkut. Ini mengganggu arus
ekonomi.”
Pada kebijakan tarif progresif ini ditetapkan bahwa petikemas impor yang telah selesai proses
kepabeanannya dikenakan tambahan 200 persen dari tarif yang dikenakan saat itu dengan
ketentuan (a) SPPB terbit setelah petikemas menumpuk di lapangan: hari ketiga sejak tanggal
penerbitan SPPB, (b) SPPB terbit sebelum kegiatan bongkar muat: hari keempat sejak
menumpuk di lapangan.
Siaran Pers – PT Pelindo II (Persero) - 1
Untuk tarif pelayanan jasa penumpukan petikemas impor yang telah terbit SP2 dikenakan
tambahan 300 persen dari tarif yang dikenakan saat itu dengan ketentuan (a) SP2 terbit setelah
petikemas menumpuk di lapangan: hari ketiga sejak tanggal penerbitan SP2, (b) untuk partai
besar diatas 50 box per B/L: hari kelima sejak tanggal penerbitan SP2. Sementara petikemas FCL
maupun LCL impor yang tidak diambil dalam jangka waktu tujuh hari terhitung sejak hari
pertama penumpukan, dapat dipindahkan ke tempat lain di luar terminal dan segala biaya yang
timbul menjadi beban pemilik barang atau penguasa petikemas.
Pemberlakukan tarif progresif ini ditetapkan berdasarkan Surat Direksi PT Pelabuhan Indonesia
II (Persero) No. HK/56/4/15/PI.II-11 tanggal 30 November 2011 tentang penyempurnaan pasal
14 dan 15 Keputusan Direksi PT Pelindo No. HK/56/3/2/PI.II-08 tentang tarif Pelayanan Jasa
Petikemas di Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok.
“Penetapan tarif progresif ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai
gerbang lalu lintas barang, bukan sebagai tempat menyimpan peti kemas. Dengan Pelabuhan
Tanjung Priok yang telah memasuki kapasitas maksimum sebesar lima juta TEUs, PT Pelindo II
sebagai pengelola pelabuhan terus berusaha memaksimalkan kapasitas pelabuhan melalui
prosedur yang efektif dalam pengelolaan lalu lintas barang. Efektivitas ini diharapkan dapat
menekan biaya logistik yang timbul untuk meningkatkan efisiensi perekonomian nasional,”
tutur Lino.
Sepanjang tahun 2009 hingga 2011, trafik peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok terus
meningkat dalam jumlah yang signifikan, yaitu rata-rata 26 persen per tahun. Sementara itu
hingga akhir tahun 2011 ini, arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok telah mencapai
kapasitas maksimum pelabuhan yaitu lima juta twenty-foot equivalent units (TEUs). Arus peti
kemas ini diprediksi akan meningkat pada tahun mendatang dengan rata-rata kenaikan satu
juta TEUs per tahunnya.
--selesai--
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
Rima Novianti
Sekretaris Perusahaan
PT Pelindo II (Persero)
Telp: +6221 4301080
Email: [email protected]
Siaran Pers – PT Pelindo II (Persero) - 2
Fly UP