...

gravitasi 04

by user

on
Category: Documents
732

views

Report

Comments

Transcript

gravitasi 04
Bab
II
Gravitasi
Tujuan Pembelajaran
•
Anda dapat menganalisis keteraturan gerak planet dalam tata surya berdasarkan
hukum-hukum Newton.
uranus
mars
merkurius
matahari
neptunus
venus
saturnus
bumi
yupiter
Sumber: Encarta Encyclopedia
Banyak keajaiban alam yang belum terkuak oleh manusia. Dahulu,
kebanyakan orang mengira bahwa ada tiang tak terlihat yang menopang planetplanet di jagat raya. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, diketahui bahwa
tiang-tiang tersebut bernama gravitasi.
K ata Kunci
• Gaya Gravitasi
• Medan
• Hukum Kepler
• Medan Gravitasi
• Medan Gravitasi
• Neraca Cavendish
• Kuat Medan Gravitasi
• Hukum Gravitasi Newton
• Percepatan Gravitasi
• Medan
• Garis Medan Gravitasi
Gravitasi
37
P eta Konsep
Gravitasi
memiliki
contoh aplikasi
Kuat medan gravitasi
- Menghitung massa
bumi dan matahari
- Menghitung
kecepatan satelit
- Menghitung jarak
orbit satelit bumi
Gaya
gravitasi
merupakan
Besaran
vektor
dipengaruhi
- Ketinggian
- Kedalaman
- Letak lintang
merupakan
Besaran
Saklar
F=
F= 6
M1M 2
2
r
persamaan
6M
2
r
Anda pasti sering melihat fenomena gravitasi dalam keseharian. Misalnya
buah kelapa jatuh dari tangkainya dan batu yang Anda lempar ke atas akan
kembali jatuh ke bumi. Semua itu terjadi karena adanya gravitasi yang dimiliki
bumi. Apa itu gravitasi? Secara sederhana gravitasi dapat diartikan sebagai gaya
tarik yang dimiliki suatu benda. Gravitasi ada disebabkan adanya massa yang
dimiliki benda.
Gravitasi merupakan gaya interaksi fundamental yang ada di alam. Para
perencana program ruang angkasa secara terus menerus menyelidiki gaya ini.
Sebab, dalam sistem tata surya dan penerbangan ruang angkasa, gaya gravitasi
merupakan gaya yang memegang peranan penting. Ilmu yang mendalami
dinamika untuk benda-benda dalam ruang angkasa disebut mekanika celestial.
Sekarang, pengetahuan tentang mekanika celestial memungkinkan untuk
menentukan bagaimana menempatkan suatu satelit dalam orbitnya mengelilingi
bumi atau untuk memilih lintasan yang tepat dalam pengiriman pesawat ruang
angkasa ke planet lain.
Pada bab ini Anda akan mempelajari hukum dasar yang mengatur interaksi
gravitasi. Hukum ini bersifat universal, artinya interaksi bekerja dalam cara
yang sama di antara bumi dan tubuh Anda, di antara matahari dan planet,
dan di antara planet dan satelitnya. Anda juga akan menerapkan hukum
gravitasi untuk fenomena seperti variasi berat terhadap ketinggian orbit satelit
mengelilingi bumi dan orbit planet mengelilingi matahari.
38
Fisika SMA/MA Kelas XI
A. Perkembangan Teori Gravitasi
Sejak zaman Yunani Kuno, orang sudah berusaha menjelaskan tentang
kinematika sistem tata surya. Oleh karena itu, sebelum membahas hukum
gravitasi Newton, ada baiknya apabila Anda juga memahami pemikiran
sebelum Newton menemukan hukum gravitasi.
Plato (427 – 347 SM) ilmuwan yunani mengemukakan bahwa bintang
dan bulan bergerak mengelilingi bumi membentuk lintasan lingkaran
sempurna. Claudius Ptolemaus pada abad ke-2 M juga memberikan
pendapat yang serupa yang disebut teori geosentris. Teori ini menyatakan
bumi sebagai pusat tata surya, sedangkan planet lain, bulan dan matahari
berputar mengelilingi bumi. Namun, pendapat dari kedua tokoh tersebut
tidak dapat menjelaskan gerakan yang rumit dari planet-planet.
Nicolaus Copernicus, ilmuwan asal Polandia, mencoba mencari jawaban
yang lebih sederhana dari kelemahan pendapat Plato dan Ptolemaus. Ia
mengemukakan bahwa matahari sebagai pusat sistem planet dan planetplanet lain termasuk bumi mengitari matahari. Anggapan Copernicus
memberikan dasar yang kuat untuk mengembangkan pandangan mengenai
tata surya. Namun, pertentangan pendapat di kalangan ilmuwan masih tetap
ada. Hal ini mendorong para ilmuwan untuk mendapatkan data pengamatan
yang lebih teliti dan konkret.
Tyco Brahe (1546–1601) berhasil menyusun data mengenai gerak planet
secara teliti. Data yang Tyco susun kemudian dipelajari oleh Johannes
Keppler (1571–1630). Keppler menemukan keteraturan-keteraturan gerak
planet. Ia mengungkapkan tiga kaidah mengenai gerak planet, yang sekarang
dikenal sebagai hukum I, II, dan III Kepler. Hukum-hukum Kepler tersebut
menyatakan:
1. Semua planet bergerak di dalam lintasan elips yang berpusat di satu titik
pusat (matahari).
2. Garis yang menghubungkan sebuah planet ke matahari akan
memberikan luas sapuan yang sama dalam waktu yang sama.
3. Kuadrat dari periode tiap planet yang mengelilingi matahari sebanding
dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet ke matahari.
F
bumi
E
A
t3
D
t2
A
t4
matahari
B
M
t1
C
B
Gambar 2.1 Setiap planet bergerak dengan lintasan elips dan garis yang menghubungkan sebuah
planet ke matahari akan memberikan luas sapuan yang sama dalam waktu yang sama (A = B).
Gravitasi
39
Pendapat Copernicus dan hukum Keppler memiliki kesamaan bahwa
gaya sebagai penyebab keteraturan gerak planet dalam tata surya. Pada
tahun 1687, Isaac Newton membuktikan dalam bukunya yang berjudul
“Principia” bahwa gerakan bulan mengelilingi bumi disebabkan oleh
pengaruh suatu gaya. Tanpa gaya ini bulan akan bergerak lurus dengan
kecepatan tetap. (Sesuai dengan inersia), gaya ini dinamakan gaya gravitasi.
Gaya gravitasi memengaruhi gerakan planet-planet dan benda-benda
angkasa lainnya. Selain itu, gaya gravitasi juga penyebab mengapa semua
benda jatuh menuju permukaan bumi. Pemikiran Newton merupakan buah
karya luar biasa karena dapat menyatukan teori mekanika benda di bumi
dan mekanika benda di langit. Hal ini dapat dilihat dari penjelasan mengenai
gerak jatuh bebas dan gerak planet dalam tata surya.
B. Hukum Gravitasi Newton
Gravitasi bumi merupakan salah satu ciri bumi, yaitu benda-benda
ditarik ke arah pusat bumi. Gaya tarik bumi terhadap benda-benda ini
dinamakan gaya gravitasi bumi. Berdasarkan pengamatan, Newton
membuat kesimpulan bahwa gaya tarik gravitasi yang bekerja antara dua
benda sebanding dengan massa masing-masing benda dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak kedua benda. Kesimpulan ini dikenal sebagai
hukum gravitasi Newton. Hukum ini dapat dituliskan sebagai berikut.
F=G
m1m2
r2
Keterangan:
F
: gaya tarik gravitasi (N)
m1, m2 : massa masing-masing benda (kg)
r
: jarak antara kedua benda (m)
G
: konstanta gravitasi umum (6,673 x 10–11 Nm2/kg2)
F21
F12
m1
m2
r
Gambar 2.2 Dua benda yang terpisah sejauh r melakukan gaya tarik
gravitasi satu sama lain yang besarnya sama meskipun massanya berbeda.
Gaya gravitasi yang bekerja antara dua benda merupakan gaya aksi
reaksi. Benda 1 menarik benda 2 dan sebagai reaksinya benda 2 menarik
benda 1. Menurut hukum III Newton, kedua gaya tarik ini sama besar tetapi
berlawanan arah (Faksi = – Freaksi).
40
Fisika SMA/MA Kelas XI
Jika suatu benda dipengaruhi oleh dua buah gaya gravitasi atau lebih,
maka resultan gaya gravitasi yang bekerja pada benda tersebut dihitung
berdasarkan penjumlahan vektor. Misalnya dua gaya gravitasi F12 dan F13
yang dimiliki benda bermassa m2 dan m3 bekerja pada benda bermassa m1,
maka resultan gaya gravitasi pada m1, yaitu F1 adalah:
F1 = F12 + F13
Besar resultan gaya gravitasi F1 adalah
F1 = F12 + F13 + 2 F12 F13 cos a
dengan a adalah sudut antara F12 dan F13.
m3
F31
F13
m1
D
F1
F12
m2
F31
Gambar 2.3 Resultan dua gaya gravitasi F12 dan F13 akibat benda
bermassa m2 dan m3 yang bekerja pada benda m1.
Contoh 2.1
1. Bintang sirius merupakan bintang paling terang yang terlihat di
malam hari. Bila massa bintang sirius 5 × 1031 kg dan jari-jarinya
25 × 109 m, maka tentukan gaya yang bekerja pada sebuah benda
bermassa 5 kg yang terletak di permukaan bintang ini?
Diketahui : a. m1 = 5 × 1031 kg
b. m1 = 5 kg
c. r
= 25 × 109 m
Ditanyakan : F = ...?
Jawab:
F =G
m1m2
r2
-11
= (6, 67 ´ 10 )
(5 ´ 10 31 )(5)
2, 5 ´ 10 9
= 2.668 N
2.
Dua bintang masing-masing massanya M dan 4M terpisah pada
jarak d. Tentukan letak bintang ketiga diukur dari M jika resultan
gaya gravitasi pada bintang tersebut sama dengan nol!
Gravitasi
41
Jawab:
d
m
F1
M
F2
x
4M
d–x
Misalnya massa bintang ketiga adalah m, dan jaraknya dari
bintang yang bermassa M adalah X. Bintang ketiga bermassa m
mengalami gaya gravitasi F1 berarah ke kiri yang dikerjakan oleh
bintang M dan gaya gravitasi F2 berarah ke kanan yang dikerjakan
oleh bintang 4M. Supaya resultan gaya gravitasi pada bintang m
sama dengan nol, maka kedua gaya gravitasi ini harus sama.
F1
GMm
X2
1
X2
d-X
X
= F2
G 4M m
=
( d - X )2
4
=
( d - X )2
=
4
d – X = 2X
ÞX =
1
d
3
1. Menentukan Nilai Konstanta Gravitasi Umum
Nilai G merupakan tetapan umum yang diukur secara eksperimen dan
memiliki nilai numerik yang sama untuk semua benda. Nilai G ini pertama
kali diukur oleh Hernry Cavendish, pada tahun 1798. Cavendish menggunakan peralatan seperti ditujukan pada Gambar 2.4 berikut!
cermin
m1
laser
Fg
m2
m2
skala
pengukur
Fg m
1
(a) Neraca puntir Cavendish.
(b) Neraca puntir Cavendish versi modern.
Gambar 2.4 Neraca puntir Cavendish untuk menentukan nilai G.
42
Fisika SMA/MA Kelas XI
Cavendish menggunakan alat ini untuk menghitung massa bumi. Dua
bola timah hitam digantungkan pada ujung-ujung sebuah tiang yang
digantungkan pada kawat sedemikian ruipa sehingga tiang dapat berputar
dengan bebas. Batangan yang menyangga dua bila besar diputar sedemikian
rupa sehingga bola besar dan bola kecil saling mendekati. Gaya tarik gravitasi
antara bola besar dan bola kecil menyebabkan tiang tersebut berputar.
Dengan mengukur besar putaran. Cavendish dapat menghitung gaya tarik
antara bola yang massanya diketahui pada jarak tertentu dengan
menggunakan hukum gravitasi. Cavendish tidak hanya memperkuat teori
gravitasi. Newton, tetapi juga berhasil menentukan nilai G. Nilai yang
diterima sampai sekarang ini adalah G = 6,672 x 10–11 Nm2/kg2.
2. Pembuktian Hukum Gravitasi Newton
Newton membuktikan hukum gravitasinya dengan mengamati
gerakan bulan. Bulan mengelilingi bumi satu kali dalam 27,3 hari.
Lintasannya mirip lingkaran berjari-jari 3,8 x 108 m. Menurut teori gerak
melingkar, benda bergerak melingkar karena dipercepat oleh percepatan
sentripetal yang arahnya menuju pusat lingkaran. Besar percepatan yang
menyebabkan lintasan bulan berbentuk lingkaran adalah sebagai berikut.
2
æ 2p ö
V2
(w r )2
2
=
= w r = çè
a=
÷ r
T ø
r
r
=
=
4p 2 r
T2
4 ´ (3,14) 2 ´(3, 8 ´ 10 8 )
2, 36 ´ 10 6 2
= 0,0027 m/s2
Sekarang hitunglah besar percepatan sentripetal ini dengan rumus
Newton.
F =
GMbumi Mbulan
r2
Mbulan a =
GMbumi Mbulan
r2
a =
GMbumi
6, 67 ´ 10 -11 (5, 97 ´ 10 24 )
=
2
r2
38 ´ 108 = 0,0027 m/s
Terlihat bahwa hasil perhitungan ini ternyata sama dengan hasil
pengamatan. Ini membuktikan bahwa rumus Newton dapat dipertanggungjawabkan!
Gravitasi
43
S oal Kompetensi 2.1
1. Buktikan bahwa dimensi konstanta gravitasi G adalah M1L3T–2!
2. Berapakah gaya gravitasi total pada bulan yang disebabkan adanya
gaya gravitasi bumi dan matahari dengan mengandaikan posisi bulan,
bumi, matahari membentuk sudut siku-siku?
3. Sebuah satelit penelitian yang memiliki massa 200 kg mengorbit
bumi dengan jari-jari 30.000 km diukur dari puat bumi. Berapa besar
gaya gravitasi bumi yang bekerja pada satelit tersebut? Berapa
persenkah gaya gravitasi tersebut dibandingkan dengan berat satelit
di permukaan bumi? (mB = 5,98 × 1024 kg)
4. Buktikan adanya kesesuaian hukum gravitasi Newton dengan
hukum Keppler!
C. Kuat Medan Gravitasi
Besarnya kuat medan gravitasi ditunjukkan dengan besarnya percepatan
gravitasi. Makin besar percepatan gravitasi, makin besar pula kuat medan
gravitasinya. Besarnya percepatan gravitasi akibat gaya gravitasi dapat
dihitung dengan hukum II Newton dan hukum gravitasi Newton.
F
M1 a
=
GM1 M2
r2
=
GM1 M2
r2
Þ a
=
GM1
r2
M1 menyatakan massa bumi selanjutnya di tulis M saja. Percepatan a sering
dinamakan percepatan akibat gravitasi bumi dan diberi simbol g.
g=
GM
r2
Keterangan:
g : percepatan gravitasi (m/s2 atau N/kg)
G : tetapan umum gravitasi (N m2/kg2)
M : massa bumi (kg)
r : jari-jari bumi (m)
Untuk benda yang terletak dekat permukaan bumi maka r » R (jarijari benda dapat dianggap sama dengan jari-jari bumi), maka persamaannya
menjadi menjadi:
g=
44
Fisika SMA/MA Kelas XI
GM
= g0
R2
Tetapan g0 disebut percepatan akibat gravitasi bumi di permukaan
bumi. Percepatan akibat gravitasi tidak tergantung pada bentuk, ukuran,
sifat, dan massa benda yang ditarik, tetapi percepatan ini dipengaruhi
oleh ketinggian kedalaman dan letak lintang.
1. Ketinggian
Percepatan akibat gravitasi bumi pada ketinggian h dari permukaan
bumi dapat dihitung melalui persamaan berikut.
g=
GM
( R + h )2
Tabel 2.1 Hubungan g dengan Ketinggian (h)
g (m/s2)
Ketinggian (km)
0
5
10
50
100
500
1.000
5.000
10.000
9,83
9,81
9,80
9,68
9,53
8,45
7,34
3,09
1,49
Contoh 2.2
Suatu benda mengalami percepatan gravitasi bumi sebesar 6,4 m/
s2. Hitung ketinggian benda tersebut jika jari-jari bumi 6, 375 km
dan massa bumi 5,98 x 1024 kg.
Diketahui : a. M = 5,98 × 1024 kg
b. R = 6.375 km = 6,375 × 106 m
c. g = 6,4 m/s2
Ditanyakan : a. h = ...?
Jawab:
g
=
GM
ÞR + h =
( R + h )2
6,375 × 106 + h =
GM
g
(6, 67 ´ 10 -11 ) ´ (5, 98 ´ 106 )
6, 4
6,375 × 106 + h = 6,23 × 1013
Gravitasi
45
6,375 × 106 + h = 7,894 × 106
h
= 7,894 × 106 – 6,375 × 106
= 1,519 × 106 m
= 1.519 km
2. Kedalaman
Percepatan akibat gravitasi bumi pada
kedalaman d, dapat dianggap berasal dari
tarikan bagian bumi berupa bola yang berjarijari (R – d). Jika massa jenis rata-rata bumi r ,
maka massa bola dapat di tentukan dengan
persamaan berikut.
h
R–d
M'
Gambar 2.5 Percepatan gravitasi
pada kedalaman tertentu.
4
M ' = p ( R - d )3 r
3
Berdasarkan persamaan di atas, diperoleh percepatan gravitasi bumi
pada kedalaman d adalah sebagai berikut.
4
p ( R - d )3 r
Gm'
3
g=
=
( R - d )2
( R - d )2
g = G 4 p (R - d)3 r
3
3. Letak Lintang
Anda ketahui bahwa jari-jari bumi tidak rata. Makin ke arah kutub,
makin kecil. Hal ini menyebabkan percepatan gravitasi bumi ke arah kutub
makin besar. Percepatan gravitasi bumi terkecil berada di ekuator. Gambar
2.6 melukiskan kurva g sebagai fungsi sudut lintang.
9,84
9,82
9,80
9,78
0
10° 20° 30° 40° 50° 60° 70° 80° 90°100°
Gambar 2.6 Pengaruh susut lintang terhadap gravitasi.
46
Fisika SMA/MA Kelas XI
Tabel 2.2. Percepatan gravitasi di berbagai tempat
Tempat
Gravitasi (m/s2)
Lintang
Kutub utara
Greenland
Stockholm
Brussels
Banff
New York
Chicago
Denver
San Fransisco
Canal Zone
Jawa
90°
70°
59°
51°
51°
41°
42°
40°
38°
9°
6° Selatan
9,832
9,825
9,818
9,811
9,808
9,803
9,803
9,796
9,800
9,782
9,782
Sumber: Physics; Haliday, Resrick, 3 ed.
Seperti halnya dengan gaya gravitasi, percepatan merupakan besaran
vektor. Misalnya percepatan gravitasi pada suatu titik A yang diakibatkan
oleh dua benda bermassa m 1 dan m 2 harus ditentukan dengan cara
menjumlahkan vektor-vektor percepatan gravitasinya. Untuk lebih jelasnya,
perhatikan Gambar 2.7 berikut!
g1
A
m1
g2
m2
Gambar 2.7 Percepatan gravitasi yang diakibatkan oleh dua benda.
Percepatan gravitasi di titik A yang disebabkan oleh benda bermassa m1
dan m2 sebagai berikut.
g1 =
Gm1
2
1
r
dan g 2 =
Gm2
r22
Besar percepatan gravitasi di titik A dapat ditentukan dengan
menggunakan persamaan berikut.
g = g12 + g 22 + 2 g1 g 2 cosq
dengan q merupakan sudut antara g1 dan g2.
Gravitasi
47
D. Aplikasi Hukum Gravitasi Newton
Sebelum hukum gravitasi ditemukan oleh Newton, data-data tentang
gerakan bulan dan planet-planet telah banyak dikumpulkan oleh para
ilmuwan. Berdasarkan hukum gravitasi Newton, data-data tersebut
digunakan untuk menghitung besaran lain tentang benda ruang angkasa
yang tidak mungkin diukur dalam laboratorium.
1. Menghitung Massa Bumi
Massa bumi dapat dihitung dengan menggunakan nilai G yang telah
diperoleh dari percobaan Cavendish. Anggap massa bumi M dan jari-jari
bumi R = 6,37 × 106 m (bumi dianggap bulat sempurna). Berdasarkan rumus
percepatan gravitasi bumi, Anda bisa menghitung besarnya massa bumi.
go =
GM
R2
Þ
M
=
g0 R 2
G
=
9, 8(6, 37 ´ 106 )2
6, 67 ´ 10 -11
= 5,96 × 1024 kg
2. Menghitung Massa Matahari
Telah Anda ketahui bahwa jari-jari rata-rata orbit bumi rB = 1,5 × 1011 m
dan periode bumi dalam mengelilingi matahari TB = 1 tahun = 3 × 107 s.
Berdasarkan kedua hal tersebut serta dengan menyamakan gaya matahari
dan gaya sentripetal bumi, maka dapat diperkirakan massa matahari.
Fg = Fs
GMM MB
rB2
=
MB vB2
(MM = massa matahari, MB = massa bumi)
rB
Karena vB
=
2p rB
, maka
TB
GMM MB
rB2
=
MB 4p 2 r 2
TB2 rB
MM =
=
48
4p 2 rB3
GTB2
4(3,14)2 (1, 5 ´ 1011 )3
= 2 × 1030 kg
(6, 67 ´ 10 -11 )(3 ´ 107 5)2
Fisika SMA/MA Kelas XI
3. Menghitung Kecepatan Satelit
Suatu benda yang bergerak mengelilingi benda lain yang bermassa
lebih besar dinamakan satelit, misalnya bulan adalah satelit bumi. Sekarang
banyak satelit buatan diluncurkan untuk keperluan komunikasi, militer, dan
riset teknologi. Untuk menghitung kecepatan satelit dapat digunakan dua
cara, yaitu hukum gravitasi dan gaya sentrifugal.
a. Menghitung Kecepatan Satelit Menggunakan Hukum Gravitasi
Anggap suatu satelit bermassa m bergerak melingkar mengelilingi bumi
pada ketinggian h dari permukaan bumi. Massa bumi M dan jari-jari bumi
R. Anda tinjau gerakan satelit dari pengamat di bumi. Di sini gaya yang
GMm
. Berdasarkan rumus
r2
hukum II Newton, Anda dapat mengetahui kecepatan satelit.
bekerja pada satelit adalah gaya gravitasi, F =
F =
GMm
r2
m·a =
GMm
r2
m
v2
GMm
=
r
r2
v=
GM
r
Karena r = R + h, maka
v
=
GM
R2
, dikalikan dengan 2 , atau dapat dituliskan
R+h
R
=
GM R 2
GM
, ingat
= g0, maka
2
R R+h
R2
=
g0
R2
R+h
v= R
g0
R+h
Gravitasi
49
b. Menghitung Kecepatan Satelit Menggunakan Gaya Sentrifugal
Sebuah satelit memiliki orbit melingkar, sehingga dalam acuan ini, satelit
akan merasakan gaya sentrifugal (mv2/r2). Gaya sentrifugal muncul karena
pengamatan dilakukan dalam sistem non inersial (sistem yang dipercepat,
yaitu satelit). Gaya sentrifugal besarnya sama dengan gaya gravitasi.
Fsentrifugal = Fgravitasi
m
v2
r
v
=
GMm
r2
=
GM
r
Karena r = R + h, maka
v
=
GM
R2
, dikalikan dengan 2 , maka
R+h
R
=
GM R 2
GM
, ingat
= g0, maka
2
R R+h
R2
=
g0
R2
R+h
v= R
g0
R+h
4. Menghitung Jarak Orbit Satelit Bumi
Apabila satelit berada pada jarak r dari pusat bumi, maka kelajuan
satelit saat mengorbit bumi dapat dihitung dengan menyamakan gaya
gravitasi satelit dan gaya sentripetalnya.
Fsentripetal = Fgravitasi
m
v2
r
v2
m
r
= mg
2
æR ö
= mç B ÷ g
è r ø
v = RB
50
Fisika SMA/MA Kelas XI
g
r
Untuk posisi orbit geosinkron, yaitu bila periode orbit satelit sama
dengan periode rotasi bumi, maka jari-jari orbit satelit dapat ditentukan
sebagai berikut.
v = RB
g
atau v2
r
RB2 g
=
r
karena v =
2p r
, maka
T
4p 2 r 2
T2
RB2
Þ r
r
= g
=
3
T 2 g RB2
4p 2
(86400)2 (9, 8)(6, 4 ´ 106 )2
4(3,14)2
= 4,24 × 107 m
=
3
Kegiatan
Misalkan Anda diminta oleh sebuah perusahaan swasta untuk
meluncurkan sebuah satelit ke suatu titik di atas permukaan bumi.
Satelit tersebut akan digunakan oleh perusahaan untuk siaran televisi,
prakiraan cuaca, dan komunikasi. Tentukan posisi satelit diukur dari
permukaan bumi dan kecepatan satelit selama mengorbit bumi!
5. Kecepatan Lepas
Kecepatan lepas adalah kecepatan minimum suatu benda agar saat benda
tersebut dilemparkan ke atas tidak dapat kembali lagi. Kecepatan lepas
sangat dibutuhkan untuk menempatkan satelit buatan pada orbitnya atau
pesawat ruang angkasa. Besarnya kecepatan lepas yang diperlukan oleh
suatu benda sangat erat kaitannya dengan energi potensial gravitasi yang
dialami oleh benda tersebut. Besar kecepatan lepas dirumuskan sebagai
berikut
vl = 2
GM
R
Kecepatan lepas (vl) tidak bergantung pada massa benda. Namun, untuk
mempercepat benda sampai mencapai kecepatan lepas diperlukan energi
yang sangat besar dan tentunya bergantung pada massa benda yang
ditembakkan. Sebuah benda yang ditembakkan dari bumi dengan besar
kecepatan vl, kecepatannya akan nol pada jarak yang tak terhingga, dan
jika lebih kecil dari vl benda akan jatuh lagi ke bumi.
Gravitasi
51
Contoh 2.3
1.
Hitung besar kecepatan minimum sebuah benda yang ditembakkan dari permukaan bumi agar benda tersebut mencapai jarak
tak terhingga!
Jawab:
vl
=
2
GM
R
=
2
(6, 67 ´ 10 -11 )(5, 97 ´ 10 24 )
6, 37 ´ 106
= 1,2 × 104 m/s
2.
Diketahui dalam atom hidrogen, elektron dan proton terpisah
sejauh 5,3 ´ 10 -11 m.
a. Hitunglah gaya gravitasi antara dua partikel tersebut!
Bila kecepatan orbit elektron 2,2 ´ 10 6 m/s, maka apakah
gaya gravitasi tersebut cukup kuat untuk mempertahankan
elektron tetap pada orbitnya?
Diketahui : a. G = 6,67 × 10-11 Nm2/kg2
b. mp = 1,67 × 10-27 kg
c. me = 9,1 × 10-31 kg
b.
d. r = 5,3 ´ 10 -11 m
Ditanyakan : a. Fg = ...?
b. Fs = ...?
Jawab:
G mp me
a. Fg =
r2
1, 67 ´ 10 -27 )(9,1 ´ 10 -31 )
= (6, 67 ´ 10 -11 )
(5, 3 ´ 10 -11 )2
-47
= 3,6 × 10 N
b. Fs
me ve2
=
r
(9,1 ´ 10 -3 )(2, 2 ´ 106 )2
=
(5, 3 ´ 10 -11 )
= 8,31 × 10-8 N
Karena F g << F s, maka gaya gravitasi tidak mampu untuk
mempertahankan elektron pada orbitnya.
52
Fisika SMA/MA Kelas XI
S oal Kompetensi 2.2
1. Jika percepatan gravitasi di permukaan suatu planet sama dengan
g, maka berapakah gravitasi suatu titik yang berjarak R dari
permukaan planet, dengan R adalah jari-jari planet?
2. Berdasarkan rumus v =
2p r
, maka buktikan bahwa persamaan
T
periode satelit adalah T = 2p
(R + h)3
!
g0 R 2
h
) dan makna persamaan
R
3.
Buktikan dan jelaskan bahwa g = g0 (1 -
4.
tersebut!
(g0 = percepatan gravitasi di permukaan bumi, g = percepatan gravitasi
di ketinggian h, dan h = ketinggian di atas permukaan bumi)
Buktikan dari salah satu daftar pada tabel di bawah ini!
Tabel 2.3 Percepatan Gravitasi Planet-Planet
Planet
Merkurius
Venus
Bumi
Mars
Yupiter
Saturnus
Uranus
Neptunus
Percepatan Gravitasi (N/kg)
0,38
0,9
1
0,38
2,87
1,32
0.93
1,23
T o k o h
Johannes Kepler
(1571 – 1630)
Sumber: Jendela Iptek, Cahaya
Johannes Kepler adalah ahli astronomi dan
matematika dari Jerman, penemu hukum Kepler,
teleskop Kepler, teori cahaya, dan bapak astronomi
modern. Kepler dilahirkan di Well der Stadt,
Wurttemberg, Jerman, pada tanggal 27 Desember
1571. Masa kecil Kepler penuh dengan penderitaan.
Ia lahir sebelum waktunya. Kepler tak terurus,
Gravitasi
53
badannya kurus, lemah, dan sakit-sakitan. Ayahnya tak mau memberinya makan. Untunglah kepala desa Wurttemberg baik hati. Kepler
dijadikan anak angkat dan dibiayai sekolahnya.
Pada tahun 1593, Kepler menjadi guru. Dalam usia 25 tahun, Kepler
menerbitkan bukunya yang berjudul The Cosmic Mystery (1596) dalam
bahasa Latin. Dengan karyanya ini, Kepler menjadi ilmuwan terkenal
pertama yang secara publik mendukung Corpenicus. Karyanya ini juga
menarik perhatian Tyco Brahe. Kepler kemudian diangkat menjadi
pembantunya di observation Benatek, Praha. Tahun berikutnya, Tyco
Brahe meninggal. Ia meninggalkan catatan dan data tentang posisi 777
bintang tetap yang masih berantakan dan belum lengkap. Selanjutnya
Kepler menyusun dan melengkapinya menjadi 1.005 bintang.
Setelah mempelajari data-data Tyco Brahe selama 8 tahun, Kepler
menemukan bentuk orbit planet yang sebenarnya. Kepler merangkum
penemuan-penemuannya dalam The New Astronomy (1609). Isinya antara
lain hukum Kepler I “Orbit planet berbentuk elip dengan Matahari terletak
pada salah satu fokusnya,” dan hukum Kepler II,“Garis yang menghubungkan sebuah planet dengan matahari itu menyapu luas area yang
sama dalam interval waktu yang sama.” Sepuluh tahun kemudian Kepler
berhasil menemukan hukum Kepler III, “Kuadrat kala revolusi planet
berbanding lurus dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet dengan
matahari.” Hukum Kepler III ini dimuat dalam bukunya yang berjudul
Harmony of the Worlds (1619).
Hukum Kepler ini memberi inspirasi kepada Newton dalam
menemukan teori gravitasi. Hukum Kepler ditemukan setelah Kepler
bekerja keras selama 18 tahun. Kepler meninggal dunia di Regensburg,
Bavaria, pada tanggal 15 November 1630, pada umur 59 tahun.
(Dikutip seperlunya dari 100 Ilmuwan, John Hudson Tiner, 2005)
K olom Ilmuwan
Anda telah membaca kisah Johannes Kepler pada kolom tokoh.
Carilah informasi mengenai tiga hukum yang ditetapkan Kepler di
buku, majalah, atau di internet. Berdasarkan data yang Anda
peroleh, buatlah sebuah tulisan mengenai ketiga hukum tersebut.
Sertakan persamaan matematis, contoh penggunaan, dan kegunaan
ketiga hukum Kepler. Kumpulkan tulisan Anda di meja guru!
54
Fisika SMA/MA Kelas XI
Rangkuman
1. Gravitasi adalah gaya tarik yang dimiliki suatu benda.
2. Persamaan hukum gravitasi Newton adalah F = G
m1m2
.
r2
3. Besar resultan gaya gravitasi adalah F = F12 + F13 + 2 F12 F13 cosa .
Gm
.
r2
5. Bunyi hukum kekekalan energi mekanik adalah bila tidak ada gaya
lain yang bekerja pada suatu benda selain gaya gravitasi, maka jumlah
energi mekaniknya adalah tetap.
4. Persamaan kuat medan gravitasi adalah g =
6.
Persamaan kecepatan lepas adalah vl = 2
GM
R
I nfo Kita
Keajaiban Langit
Yupiter
Venus
Matahari
Merkurius
Mars
Saturnus
Akhir Maret hingga awal April tahun 2004, terdapat pemandangan
langit yang menakjubkan. Lima planet, yaitu Merkurius, Venus, Mars,
Yupiter, dan Saturnus muncul bersama di sekitar bulan. Kelima planet
tersebut bisa terlihat bersama karena mereka berada pada sisi yang sama
terhadap matahari. Jajaran planet tersebut paling jelas terlihat beberapa
saat setelah matahari tenggelam. Mereka akan mengiringi terbitnya bulan
sabit.
Setiap beberapa tahun sekali, orbit kelima planet memang berada di
sisi yang sama terhadap matahari. Kondisi ini membuat planet-planet
itu bisa terlihat bersamaan, meskipun Merkurius kadang sulit diamati
karena posisinya agak rendah.
Gravitasi
55
Myles Standish, seorang astronom di Laboratorium Propulsi Jet Nasa
di Pasadena, California mengatakan bahwa peristiwa unik yang bisa
dilihat menggunakan mata telanjang itu akan terulang lagi pada bulan
April 2036. Namun, apakah itu benar, hanya waktu yang akan membuktikannya.
Untuk melihat Merkurius, Anda dapat memandang ke arah sisi
sebelah kanan bulan. Planet terdekat dengan matahari ini akan tampak
terang dengan latar belakang warna merah mawar cahaya matahari.
Setelah menemukan Merkurius, dengan menarik garis khayalan lurus ke
atas, akan ditemukan Venus yang sangat terang. Kemudian akan nampak
Mars dengan sinarnya yang kemerahan. Sejurus berikutnya ada Saturnus
yang kelihatan berwarna kuning. Jika Anda menggunakan teleskop, maka
Anda bisa melihat cincin Saturnus yang indah. Sementara Yupiter akan
terlihat setelah empat planet yang lain agak menurun di horizon langit.
Di langit malam itu, Venus menjadi “bintang”nya. Planet yang
mempunyai ukuran lebih kecil dari bumi terlihat mendominasi langit
malam.
(Dikutip seperlunya dari Suplemen Anak Suara Merdeka, “Yunior”,
edisi 209, April 2004)
P
e
l
a
t
i
h
a
n
A. Pilihlah jawaban yang tepat dengan menuliskan huruf a, b, c, d, atau e
di dalam buku tugas Anda!
1.
Dimensi dari tetapan gravitasi umum G adalah ....
d. M2L3T-2
a. ML2T-2
3
3 -2
b. M L T
e. M–3L3T-2
–1 3 -2
c. M L T
2.
Kuat medan gravitasi pada permukaan bumi setara dengan ....
a. gaya gravitasi
b. energi potensial gravitasi
c. potensial gravitasi
d. tetapan gravitasi
e. percepatan gravitasi
56
Fisika SMA/MA Kelas XI
3. Planet X mempunyai massa a kali massa bumi dan jari-jari b kali jari-jari
bumi. Berat suatu benda yang berada di planet X dibandingkan berat benda
tersebut di bumi menjadi ... kali.
a.
a´b
b. a × b2
c.
d.
a/ b2
e.
(ab)-1
a/b
4. Dua buah bulan dari planet Yupiter mempunyai jari-jari yang sama,
sedangkan massanya berbanding 3 : 2. Perbandingan percepatan gravitasi
pada permukaan kedua bulan tersbeut adalah ....
a. 9 : 4
d. 6 : 1
b. 2 : 3
e. 4 : 9
c. 3 : 2
5.
6.
Percepatan gravitasi di permukaan bumi besarnya g dan jari-jari bumi R.
Percepatan gravitasi benda yang terletak pada jarak R dari permukaan bumi
adalah ....
a.
2g
d.
1
g
4
b.
4g
e.
1
g
16
c.
1
g
4
Perhatikan gambar di bawah ini!
bumi
l
x
y
2l
Gambar di atas menunjukkan dua titik x dan y berada sejauh l dan 2l dari
pusat bumi. Potensial gravitasi di x = -8 kJ/kg. Jika sebuah benda bermassa
1 kg di bawa dari x ke y, maka usaha yang dilakukan pada massa tersebut
adalah ....
a. 4 kJ
d. –4 kJ
b. –2 kJ
e. +8 kJ
c. + 2 kJ
7.
Planet Mercury memiliki jari-jari 2,6 ´ 106 m dan massa 3,3 ´ 1023 kg. Tetapan
gravitasi umum G = 6,67 ´ 10–11 Nm2/kg2, maka energi yang dibutuhkan
untuk mengangkat sebuah massa 12 kg dari permukaan luar planet adalah ....
a. 0,025 J
d. 1.0 ´ 108 J
b. 19,6 J
e. 2,3 ´ 1028 J
c. 85 ´ 106 J
Gravitasi
57
8 . Sebuah benda di bumi beratnya w1 dan berat di suatu planet adalah w2. Jika
massa planet tiga kali massa bumi dan jari-jari planet dua kali jari-jari bumi,
maka perbandingan berat benda di bumi dengan di planet adalah ....
a. 3 : 4
d. 1 : 2
b. 4 : 3
e. 3 : 2
c. 2 : 1
9. Bumi memiliki radius R dan percepatan jatuh bebas pada permukaannya g.
Percepatan jatuh bebas pada ketinggian h di atas permukaan bumi adalah ....
a.
g
R+h
b.
gR
R+h
c.
d.
e.
gR
R + h 2
gh 2
R + h 2
gR 2
R + h 2
10. Perhatikan gambar di bawah ini!
B
P
a
A
a
Q
a
R
a
S
a
T
Lima buah titik P, Q, R, S, dan T terletak segaris lurus dan berada dalam
pengaruh medan gravitasi benda A dan B. Jika mA = 9 mB, maka titik yang
mendapat pengaruh medan gravitasi terbesar adalah titik ....
a. P
d. S
b. Q
e. T
c. R
11. Satelit A dan B mempunyai massa yang sama mengelilingi bumi dan orbitnya
berbentuk lingkaran. Satelit A berada pada ketinggian orbit R dan B pada
2 R di atas permukaan bumi. Perbandingan energi potensial satelit A dan B
adalah ....
a. 1 : 2
d. 2 : 3
b. 2 : 1
e. 3 : 2
c. 3 : 1
58
Fisika SMA/MA Kelas XI
12. Kuat medan gravitasi di suatu titik di luar bumi yang berada sejauh x dari
pusat bumi adalah 5 N/kg. Jika kuat medan gravitasi di permukaan bumi
adalah 10 N/kg, maka besar jari-jari bumi adalah ....
a.
1
kali
10
b.
1
kali
5
c.
æ 1 ö
çè
÷ kali
2ø
d.
( 2 )kali
e.
1
kali
2
13. Sebuah satelit komunikasi mempunyai berat w ketika berada di permukaan
bumi. Berapa gaya gravitasi bumi yang akan menarik satelit ketika satelit
mengorbit di dalam satu orbit lingkaran dengan jari-jari tiga kali jari-jari bumi?
a. 9 w
d. w/3
b.
c.
1
ww
9
w/4
e.
1
w
2
14. Perhatikan gambar di bawah ini!
P
x
R
y
Q
P dan Q adalah pusat-pusat dua bola kecil masing-masing bermassa m dan
4 m. Besar kuat medan gravitasi kedua bola ini di R bernilai sama. Nilai
perbandingan x dan y adalah ....
a. 1 : 16
d. 2 : 1
b. 1 : 4
e. 4 : 1
c. 1 : 2
15. Periode bulan mengelilingi bumi 27,3 hari. Jika percepatan akibat gravitasi
bumi di permukaan bumi adalah 9,8 m/s2 dan jari-jari bumi 6,375 km, maka
jarak bulan ke bumi adalah ....
a. 3,83 × 108 m
b. 2,24 × 108 m
c. 5,73 × 108 m
d. 3,33 × 105 m
e. 3,84 × 108 m
Gravitasi
59
B. Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. Sebuah benda jatuh bebas dari ketinggian h meter di atas permukaan bumi.
Benda mencapai tanah dalam waktu 10 detik. Jika benda yang sama
dijatuhkan dari ketinggian h di atas permukaan bulan, maka hitung waktu
yang dibutuhkan benda untuk mencapai permukaan bulan! (massa bulan
1
massa bumi dan jari-jari bulan 0,27 jari-jari bumi)
81
2.
Dua buah gugus bintang yang berjarak 15 tahun cahaya (1 tahun cahaya
sama dengan 9, 46 ´ 1015 m ) terdiri atas 3 juta bintang . Jika tiap bintang
massanya 2 ´ 10 30 kg , maka hitunglah gaya tarik dua gugus bintang tersebut!
3.
Percepatan akibat gravitasi di planet Jupiter 25,9 m/s2. Jika massa jenis planet
jupiter, 1,33 gr/cm3, maka hitunglah jari-jarinya!
4.
Massa jenis rata-rata planet Mars 3,96 g/cm3. Jika jari-jari Mars 3.435 km,
maka hitunglah percepatan akibat gravitasi di permukaan Mars!
5.
Hitunglah gaya tarik gravitasi antara bumi dan bulan, jika jarak bumi-bulan
3,8 × 108 m, massa bumi 5,98 × 1024 kg, dan massa bulan 7,36 × 1022 kg!
6.
Hitung berat orang di bulan jika beratnya di bumi 600 Newton. Anggap jarijari bumi 3,7 kali jari-jari bulan dan massa bumi 80 kali massa bulan!
7.
Orang yang beratnya 800 N di bumi, diperkirakan akan mempunyai berat
sebesar 300 N di Mars. Jika massa Mars 0,11 kali massa bumi dan jari-jari
bumi 6.375 km, maka hitunglah jari-jari Mars!
8.
Anggap bumi sebagai bola pejal berjari-jari 6.37 km dan massa jenis rataratanya 5,5 g/cm3. Hitunglah percepatan akibat gravitasi bumi!
9.
Sebuah satelit mengelilingi bumi pada ketinggian 800 km dari permukaan
bumi. Hitunglah periode dan kecepatan satelit jika jari-jari bumi = 6.375 km
dan g = 9,8 m/s2!
10. Pada titik sudut A, B, C, dan D sebuah persegi panjang diletakkan masingmasing massa sebesar 100 kg dan 10 kg. Diketahui Panjang AB = CD = 6 m,
dan AC = BD = 8 m (AD diagonal). Hitung gaya gravitasi yang dialami di
titik D!
60
Fisika SMA/MA Kelas XI
Fly UP