...

this PDF file

by user

on
Category: Documents
3

views

Report

Comments

Transcript

this PDF file
Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa Kelas V SD Negeri 22 Palu
Timadar Nafsi
SD Negeri 22 Palu
Email: [email protected]
Abstrak: Rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V pada materi gaya magnet di SD
Negeri 22 Palu sangat meresahkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil
belajar siswa kelas V SD Negeri 22 Palu menggunakan metode demonstrasi. Subyek penelitian
adalah siswa kelas V SD Negeri 22 Palu sebanyak 34 orang. Rancangan penelitian adalah
penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari
perencanaan, pelaksanaan dan observasi, evaluai, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan
terjadi peningkatan aktivitas siswa sebesar 34,37% (siklus 1) dan 90,62% (siklus 2). Aktivitas guru
pada proses pembelajaran pada siklus I mencapai 37,50% dan siklus II mencapai 92,85%. Hasil
belajar siswa juga mengalami peningkatan. Rerata hasil belajar pada siklus I sebesar 62,41 dan
siklus II mencapai 72,51. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I sebesar 35,29% dan siklus II
sebesar 88,23 %. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian tindakan kelas ini adalah penggunaan
metode demonstrasi dengan melibatkan siswa dalam pembelajaran pada materi gaya magnet
menyebabkan terjadinya peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 22 Palu.
Kata Kunci : gaya magnet, demonstrasi, aktivitas, hasil belajar
PENDAHULUAN
Kegiatan belajar mengajar merupakan
proses interaksi atau hubungan timbal balik
antara guru dan siswa dalam satuan
pembelajaran. Guru sebagai salah satu
komponen dalam proses pembelajaran
memegang peranan yang sangat penting.
Perubahan paradigma dalam pendidikan
menuntut pembelajaran berpusat pada siswa.
Guru bukan lagi sebagai pusat pembelajaran,
melainkan bertindak sebagai fasilitator dan
motivator. Peran guru sebagai fasilitator dan
motivator sangat diperlukan dalam setiap
pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
IPA merupakan mata pelajaran yang
dikaji oleh siswa kelas V SD. Salah satu materi
IPA yang sulit dipahami siswa di kelas V SD
adalah gaya magnet. Rendahnya pemahaman
siswa terhadap gaya magnet disebabkan siswa
mengalami kesulitan dalam memahami materi
yang disampaikan oleh guru. Guru lebih
banyak berceramah, sehingga siswa tidak
terlibat aktif dalam pembelajaran dan sulit
untuk mendapatkan pemahaman yang lebih
mendalam. Hal ini berdampak pada rendahnya
hasil belajar siswa pada materi gaya magnet.
Hakekat IPA adalah IPA sebagai
produk, sikap, dan proses. Dengan demikiam
pembelajaran IPA tidak hanya mengutamakan
pemberian konsep-konsep IPA, namun perlu
melibatkan panca indera siswa secara
maksimal. Salah satu usaha yang dapat
dilakukan untuk mengatasi rendahnya hasil
belajar siswa kelas V SD pada materi gaya
magnet dengan memaksimalkan panca indera
siswa adalah metode demonstrasi.
Metode demonstrasi merupakan metode
mengajar yang menyajikan bahan pelajaran
dengan mempertunjukkan secara langsng
subyek atau cara melakukan sesuatu, sehingga
siswa mempelajari materi pelajaran melalui
serangkaian proses. Metode demonstrasi
dipilih karena proses pembelajaran IPA
sebaiknya
menyediakan
serangkaian
pengalaman berupa kegiatan nyata yang
rasional atau dapat dimengerti siswa dan
memungkinkan terjadi interaksi sosial. Saat
proses belajar berlangsung siswa harus terlibat
secara langsung dalam kegiatan nyata
(Sutarno, dkk., 2007).
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
64
Berdasarkan
permasalahan
yang
dihadapi dan solusi yang ada, maka perlu
dilakukan suatu tindakan berupa penerapan
metode demonstrasi untuk mengatasi kesulitan
siswa dalam memahami gaya magnet.
Keterlibatan siswa dalam pembelajaran dengan
metode
demonstrasi
diharapkan
dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD
Negeri 22 Palu. Dengan demikian tujuan dari
penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas
dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 22
Palu menggunakan metode demonstrasi.
b.
METODE PENELITIAN
Subyek penelitian adalah siswa kelas V
SD Negeri 22 Palu. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan rancangan penelitian
tindakan kelas yang dilakukan dalam dua
siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan
yaitu perencanaan, pelaksanaan dan observasi,
evaluasi, dan refleksi. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah lembar
observasi untuk mengamati aktivitas siswa dan
guru. Instrumen lain adalah tes hasil belajar
untuk mengukur kemampuan siswa pada
materi gaya magnet. Persentase aktivitas siswa
dan guru dihitung dengan menggunakan
rumus:
Persentase ( ) =
x 100 ...... (1)
Indikator keberhasilan dalam penelitian
ini adalah ketercapaian aktivitas siswa
melampaui 85% dan ketuntasan klasikal lebih
dari 80%.
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan pada siklus I dilakukan
dengan membuat rencana perbaikan
pembelajaran pada mata pelajaran IPA
kelas V SD dengan materi gaya magnet.
Indikator yang ingin dicapai pada siklus
pertama
adalah
siswa
dapat
mengelompokkan benda-benda yang
c.
d.
bersifat magnetis dan yang tidak bersifat
magnetis.
Selanjutnya
peneliti
menyiapkan format lembar observasi dan
lembar soal.
Tahap Pelaksanaan dan Observasi
Pada tahap pelaksanaan, langkah-langkah
yang dilakukan guru pada pelaksanaan
perbaikan pembelajaran dalam PTK ini
adalah:
1) Tahap Apersepsi. Guru memberikan
motivasi kepada siswa dengan
mengadakan tanya jawab dengan
siswa tentang materi yang sudah
diajarkan, mengemukakan materi
pembelajaran pada hari ini yaitu
“Benda yang bersifat magnetis dan
yang tidak bersifat magnetis. Guru
juga
menyampaikan
tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai
setelah mempelajari materi tersebut.
2) Guru
menggunakan
metode
demonstrasi dan ceramah untuk
menerangkan beberapa hal tentang
gaya magnet Demonstrasi dilakukan
langsung oleh guru.
3) Guru mengajukan pertanyaan kepada
siswa
tentang
materi
yang
disampaikan.
4) Guru memberi kesempatan pada
siswa untuk bertanya
5) Guru mengarahkan siswa untuk
memberikan kesimpulan sendiri.
6) Guru memberikan penguatan dan
memberikan tugas rumah
7) Guru menutup pembelajaran siklus I
Evaluasi
Guru memberikan test akhir
Refleksi
Guru dan teman sejawat berdiskusi untuk
membicarakan kelebihan dan kekurangan
pelaksanaan pembelajaran berdasarkan
hasil observasi (Tabel 1 dan Tanel 2) serta
perolehan hasil belajar siswa (Tabel 3).
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
65
Tabel 1 Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Siklus I
No
1
2
3
4
5
6
7
8
Skor Penilaian
1 2 3 4
Aspek Yang Dinilai
Siswa termotivasi untuk menggunakan kemampuan
berfikirnya.
Siswa termotivasi untuk mengguna-kan kemampuan
kritis dan kreativitasnya .
Siswa belajar dalam keadaan senang dan gembira
terjadi interaksi siswa dengan siswa
Terjadi interaksi siswa dengan guru
Siswa berani untuk bertanya dan mengemukakan
pendapat
√
tidak baik
√
√
tidak baik
tidak baik
kurang baik
tidak baik
√
√
kurang baik
√
√
Kerja sama antar siswa
siswa melaksanakan refleksi
JUMLAH
Persentase
Tabel 1 menunjukkan persentase
keaktifan siswa masih rendah yaitu 34.37%.
Rendahnya aktivitas ini disebabkan siswa
belum terlibat aktid dalam pembelajaran.
Demonstrasi hanya dilakukan oleh guru tanpa
melibatkan siswa. Selesai demonstrasi, guru
melanjutkan penyampaian materi dengan
berceramah.
Aktivitas yang masih rendah juga terjadi
pada guru. Tabel 2 menunjukkan hanya
Kriteria
√
11
34,37 %
kurang baik
penguasaan materi
yang mendapatkan
penilaian baik. Guru belum belum memberikan
kesempatan kepada siswanya untuk bertanya
dan terlibat dalam pembelajaran. Pengetahuan
yang diperoleh siswa bersifat sesaat, sehingga
mudah lupa. Sswa juga belum membangun
pengetahuannya
sendiri.
Siswa
belum
mengalami pembelajaran yang bermakna. Hal
ini berdampak pada masih rendahnya hasil
belajar siswa.
Tabel 2 Hasil Pengamatan Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran Siklus I
No
Aspek Yang Dinilai
1 membuka pelajaran
2 Melakukan Apersepsi
3 Penyampaian Tujuan Pembelajaran
4 Memotivasi siswa dalam pembelajaran
Skor Penilaian
1 2 3 4
√
Kriteria
kurang baik
√
tidak baik
√
tidak baik
√
tidak baik
√
5 Penguasaan Materi
6 Penggunaan Metode dan Teknik Pembelajaran
√
cukup Baik
kurang baik
7 Penguasaan Kelas Pembelajaran
Memberi kesempatan bertanya dan tanggapan pada
8
siswa
9 Kemampuan bertanya dan menanggapi
√
tidak baik
√
tidak baik
10 Membimbing siswa membuat rangkuman
√
√
kurang baik
tidak baik
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
66
11 Memberikan Evaluasi
12 Interaksi Guru dengan Siswa
13 Pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu
14 KBM sesuai dengan skenario dan silabus
JUMLAH
Persentase
√
tidak baik
√
kurang baik
√
kurang baik
√
8+10+3 = 21
37,50
Tidak baik
Tabel 3 menunjukkan masih banyak siswa yang belun tuntas dengan persentase ketuntasan klasikal
hanya 32,29%.
Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I
No.
Keterangan
Kuantitas
1.
Jumlah siswa
34
2.
Rata-rata
62,41
3.
Nilai tertinggi
80
4.
Nilai terendah
45
5.
Simpangan baku
7,07
6.
Jumlah siswa yang tuntas
12
7.
Ketuntasan klasikal
35,29%
Berdasarkan
refleksi
terhadap
pelaksanaa pembelajaran pada siklus I masih
banyak kekurangan, sehingga perlu dilakukan
perbaikan. Hasil diskusi menyimpulkan,
perbaikan yang akan dilakukan pada siklus II
adalah:
a. Metode pembelajaran harus diubah kepada
metode pembelajaran siswa aktif yaitu
metode demonstrasi, tanya jawab, dan
diskusi kelompok.
b. Guru harus lebih kreatif dengan melibatkan
siswa pada saat demonstrasi dan selama
proses pembelajaran.
2. Siklus II
Oleh karena hasil pada siklus I belum
mencapai indikator keberhasilan yang
ditetapkan, maka dilakukan siklus 2. Tahapan
yang dilakukan pada siklus II adalah :
a. Tahap perencanaan
Beberapa hal yang dipersiapkan adalah
menyusun
Rencana
Perbaikan
Pembelajaran (RPP) pada materi gaya dan
pengaruhnya: benda yang bersifat
magnetis dan yang tidak bersifat
magnetis. Indikator yang ingin dicapai
dalam pembelajaran adalah siswa dapat
mengelompokkan benda-benda yang
bersifat magnetis dan benda yang tidak
bersifat magnetis.
b. Tahap Pelaksanaan dan Observasi
Pada
tahap
pelaksanaan,
peneliti
melakukan kegiatan sebagai berikut:
1) Tahap apersepsi. Guru memberikan
motivasi dengan jalan mengajukan
pertanyaan tentang materi yang telah
dipelajari sebelumnya. Selanjutnya
guru
mengemukakan
tujuan
pembelajaran yang akan dicapai pada
pembelajaran
kali
ini.
Siswa
memperhatikan
penjelasan
guru
dengan seksama.
2) Guru mendemonstrasikan beberapa
bentuk magnet menggunakan gambar.
Siswa mengamati gambar tersebut.
3) Guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk melakukannya dan
mengajukan pertanyaa.
4) Guru memberikan tugas kelompok dan
menjelaskan hal-hal yang perlu
dikerjakan tentang benda yang bersifat
magnetis dan yang tidak bersifat
magnetis
untuk
memantapkan
pemahaman siswa. Siswa berdiskusi
untuk mencari benda yang bersifat
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
67
magnetis dan benda yang tidak bersifat
magnetis.
5) Guru
meminta
siswa
untuk
mempresentasikan
hasil
diskusi
kelompok pada diskusi kelas.
6) Guru memberi kesempatan pada siswa
untuk menanggapi dan bertanya.
Beberapa
siswa
mengajukan
pertanyaan dan siswa yang lain
memberikan jawaban dan komentar
atas pertanyaan temannya. Siswa
terlihat lebih antusias dalam mengikuti
pembelajaran.
Pada
pelaksanaan
tindakan ini, guru juga memantau dan
membimbing pelaksanaan diskusi
kelompok dan menfasilitasi jika
ditemukan permasalahan.
7) Tahap
penutup
dalam
proses
pembelajaran
adalah
guru
mengarahkan siswa untuk memberikan
kesimpulan sendiri. Pada tahap ini
e.
f.
guru memberikan penguatan.dan tugas
untuk dikerjakan di rumah. Selama
proses
pembelajaran
dilakakan
pengamatan terhadap aktivitas guru
dan siswa menggunakan lembar
observasi yang telah disiapkan pada
tahap
perencanaan.
Pengamatan
dilakukan oleh guru sejawat. Hasil
pengamatan
terhadap
proses
pembelajaran terdapat pada Tabel 4.
Tahap Evaluasi
Guru memberikan evaluasi kepada
siswa untuk menentukan pemahaman
siswa
pada materi gaya magnet
menggunakan tes hasil belajar
Tahap Refleksi
Guru
dan
teman
sejawat
mendiskusikan
tentang
pelaksanaan
pembelajaran dan hasil belajar yang
diperoleh siswa.
Tabel 4 Aktivitas Siswa Dalam Pembelajaran
Skor Penilaian
No
Aspek Yang Dinilai
1 2 3
4
Siswa termotivasi untuk menggunakan kemampuan
1
√
berpikirnya.
Siswa termotivasi untuk menggunakan kemampuan
2
√
kritis dan kreativitasnya .
3 Siswa belajar dalam keadaan senang dan gembira
√
√
Kriteria
Baik
Baik
Baik
4
terjadi interaksi siswa dengan siswa
5
√
7
Terjadi interaksi siswa dengan guru
Siswa berani untuk bertanya dan mengemukakan
pendapat
Kerja sama antar siswa
√
Cukup Baik
8
siswa melaksanakan refleksi
√
Cukup Baik
6
Cukup Baik
√
JUMLAH
9 + 20 = 29
Persentase
90,62 %
Baik
Baik
Berdasarkan rumus (1), maka persentase aktivitas siswa adalah 90,62%. Hasil penilaian terhadap
aktivitas guru ditampilkan pada Tabel 5.
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
68
Tabel 5 Aktivitas Guru Dalam Pembelajaran
No
Skor Penilaian
1 2 3 4
√
Aspek Yang Dinilai
1 Membuka pelajaran
Kriteria
Baik
2 Melakukan apersepsi
√
Baik
3 Penyampaian tujuan pembelajaran
√
Baik
√
4 Memotivasi siswa dalam pembelajaran
Cukup Baik
5 Penguasaan materi
√
Baik
6 Penggunaan metode dan teknik pembelajaran
√
Baik
7 Penguasaan Kelas Pembelajaran
Memberi kesempatan bertanya dan tanggapan pada
8
siswa
9 Kemampuan bertanya dan menanggapi
√
Baik
√
Baik
√
Cukup Baik
10 Membimbing siswa membuat rangkuman
√
Cukup Baik
11 Memberikan evaluasi
√
Cukup Baik
12 Interaksi guru dengan siswa
√
Baik
13 Pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu
√
Baik
14 KBM sesuai dengan skenario dan silabus
√
Baik
12+40 = 52
Persentase
92,85%
Berdasarkan Tabel 5 dan rumus (1)
maka persentase aktivitas guru dalam
pembelajaran sebesar 92,85%. Dengan
demikian perolehan aktivitas siswa dan guru
dalam
pembelajaran
dengan
metode
demonstrasi telah melampaui indikator
keberhasilan
yang
telah
ditentukan.
Perbandingan aktivitas siswa dan guru dalam
siklus I dan II disajikan pada Gambar 1 dan
Gambar 2.
Persentase (%)
JUMLAH
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Siklus I
Siklus II
Gambar 1 Aktivitas siswa dalam pembelajaran
pada siklus I dan siklus II
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
69
Rata-rata hasil belajar
Persentase (%)
100
80
60
40
20
0
Siklus II
Gambar
2
Aktivitas guru dalam
pembelajaranpada siklus I dan
siklus II
Secara
keseluruhan
pelaksanaan
perbaikan pembelajaran pada pada siklus II
berdasarkan hasil observasi terjadi peningkatan
aktivitas guru dan siswa yang signifikan
dibandingkan dengan pelaksanaan perbaikan
pembelajaran pada Siklus I. Peningkatan
aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran
dengan menggunakan metode demonstrasi dan
diskusi dalam materi gaya magnet diikuti
dengan peningkatan hasil belajar siswa seperti
tampak pada Tabel 6.
Tabel 6 Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa Pada
Siklus II
No.
Keterangan
Kuantitas
1. Jumlah siswa
34
2. Rata-rata
72,51
3. Nilai tertinggi
85
4. Nilai terendah
55
5. Simpangan baku
7,7
6. Jumlah siswa
30
7. yang tuntas
88,23%
Ketuntasan
klasikal
Berdasarkan perolehan hasil belajar,
maka perbandingan rata-rata hasil belajar dan
ketuntasan klasikal terdapat pada Gambar 3
dan Gambar 4.
Siklus I
Siklus II
Gambar 3 Perbandingan Rata-rata Hasil
Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II
Persentase (%)
Siklus I
74
72
70
68
66
64
62
60
58
56
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Siklus I
Siklus II
Gambar 4 Perbandingan Ketuntasan Klasikal
Siswa pada Siklus I dan Siklus II
Pembahasan
Hasil penelitian tindakan kelas dengan
menerapkan metode demonstrasi dengan
melibatkan siswa pada materi gaya magnet
terhadap siswa kelas V SD Negeri 22 Palu
menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas dan
hasil belajar. Peningkatan aktivitas yang
semakin baik bukan hanya terjadi pada siswa,
namun juga terjadi peningkatan aktivitas guru.
Peningkatan aktivitas siswa disebabkan metode
pembelajaran yang dilakukan guru pada siklus
II telah melibatkan siswa lebih aktif.
Peningkatan aktivitas juga terjadi pada
pembelajaran yang dilakukan oleh Ruhalijah
(2012)
dengan
menggunakan
metode
demonstrasi pada pelajaran IPA terhadap siswa
kelas IV SDN Sungai Kakap. Penggunaan
metode demonstrasi pada pelajaran IPA juga
dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
70
kelas kelas IV SD Negeri Kubu (Elvera, dkk.
2010).
Peningkatan aktiviatas siswa dan guru
dalam penelitian ini berimplikasi pada
peningkatan hasil belajar. Hal ini disebabkan
dengan keterlibatan aktif siswa dalam
pembelajaran, maka siswa tidak hanya
mendengarkan informasi dari guru saja, namun
siswa juga berusaha menyelesaikan masalah.
Keterlibatan siswa dalam hal ini mampu
mendorong siswa untuk berpkir, berani
bertanya, dan berani mengemukakan pendapat,
sehingga pengetahuan yang diperolehnya
menjadi lebih bermakna. Metode demonstrasi
juga telah dilakukan oleh Komala (2013)
terhadap siswa SD kelas V pada materi cahaya
dan sifat-sifatnya. Hasil yang diperoleh
menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata
hasil belajar siswa dari 62,41 (siklus 1)
menjadi 72,51 (siklus 2). Penggunaan metode
demonstrasi dalam pembelajaran matematika
pada konsep bangun datar juga dapat
meningkatakan hasil belajar siswa (Sugiana,
2012).
Penggunaan metode demonstrasi dan
diskusi kelompok mendorong aktivitas dan
motivasi belajar siswa menjadi lebih baik.
Konsep belajar aktif, inovatif, kreatif, efektif,
dan menyenangkan terjadi pada metode
pembelajaran demonstrasi ini. Hal ini dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
KESIMPULAN DAN SARAN
a. Simpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari
penelitian tindakan kelas ini adalah
penggunaan metode demonstrasi dengan
melibatkan siswa dalam pembelajaran pada
materi gaya magnet menyebabkan terjadinya
peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa
kelas V SD Negeri 22 Palu.
b. Saran dan Tindak Lanjut
Saran-saran yang dapat peneliti berikan
pada kesempatan ini adalah sebagai berikut :
1. Guru diharapkan selalu meningkatkan
kinerjanya dengan cara mengadakan
penelitian
tindakan
kelas,
agar
permasalahan di dalam kelas dapat cepat
teratasi dengan baik dan benar.
2. Pembelajaran
IPA
dengan
metode
demonstrasi dan diskusi sangat efektif
dalam meningkatkan prestasi belajar siswa,
maka dari itu guru dapat menerapkan
metode
tersebut
sesuai
dengan
kemampuannya, karena telah terbukti
dengan penggunaan metode demonstrasi
dalam
pembelajaran
IPA
dapat
meningkatkan aktivitas siswa yang pada
akhirnya dapat meningkatkan prestasi
belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Elvera, Halidjah, S., dan Mariyanti, K.Y. 2010.
Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa
dengan
Menggunakan
Metode
Demonstrasi dalam Pembelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar.
http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb
/article/viewFile/525/pdf.
Diakses
tanggal 1 September 2014
Komala, S. D. 2013 Penerapan Metode
Demonstrasi Untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ipa
Tentang Pokok Bahasan Cahaya Dan
Sifat-Sifatnya : Penelitian Tindakan
Kelas di SDN Nanggeleng I Kelas V
Semester II Ajaran 2012/2013 Kota
Sukabumi. Thesis,
Universitas
Pendidikan Indonesia
Ruhalijah, Kaswari dan Suryani. 2012.
Penggunaan Metode Demonstrasi untuk
Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa
Kelas IV SDN 18 Sungai Kakap.
Tersedia
di.
www.jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb
/article/. Diakses tanggal 24 Agustus
2014
Sugiana, A. 2012. Penggunaan Metode
Demonstrasi Dalam Meningkatkan
Pemahaman Siswa Pada Konsep Bangun
Datar Di Kelas V Sdn 2 Ciruas. Jurnal
Penelitian Pendidikan. 3 (2
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
71
Sutarno, N., dkk. 2008. Materi Dan
Pembelajaran IPA SD. Jakarta :
Universitas Terbuka
Timadar Nafsi, Penerapan Metode Demonstrasi pada Materi Gaya Magnet ...............................
72
Fly UP