...

PDF - AgriCultures Network

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

PDF - AgriCultures Network
oleh: Bambang Sujatmiko
Hemat Energi
K
ebutuhan bahan bakar untuk keperluan memasak
semakin meningkat sejalan dengan
meningkatnya kesejahteraan hidup. Akibatnya,
tingkat pencemaran lingkungan terutama di kota-kota
besar juga meningkat. Para ahli menyatakan bahwa
minyak bumi, batu bara dan gas alam pada suatu saat
akan habis.
Terdorong oleh kenyataan ini, Pak Minto, seorang
guru SD Negeri Prambon di Desa Mruwak, Madiun,
Jawa Timur, berangan-angan membuat kompor hemat
energi dengan bahan bakar sinar matahari. Ide itu
muncul pertama kali tahun 1989, tapi Pak Minto belum
mempunyai gambaran mengenai bentuk dan wujud
kompor surya tersebut.
Suatu ketika, saat mengajar IPA untuk siswa
kelas V, Pak Minto membuktikan bahwa lensa cembung
dapat membakar kertas melalui titik apinya. Selain itu,
ia juga membuktikan bahwa sudut sinar datang pada
cermin datar sama dengan sudut sinar pantulnya.
Berbekal dari eksperimen pembuktian teori inilah,
Pak Minto mulai berpikir untuk membuat kompor tenaga
matahari. Idenya dituangkan dalam bentuk gambar.
Setelah 3 tahun bereksperimen, Pak Minto baru merasa
yakin bahwa gambar ke-6 yang dibuatnya paling tepat
dibanding desain gambar kompor surya sebelumnya.
Desain gambar lalu dipindahkan ke atas triplek
dengan skala 1:1. Dengan bantuan tetangganya, Sarlan
dan Marno, Pak Minto mulai membuat kompor surya
berdasarkan gambar tadi. Sebagian besar bahannya
terbuat dari kayu dan memakan waktu lima hari dengan
menghabiskan biaya Rp. 70 ribu. Buah dari
ketekunannya selama hampir 3 tahun, akhirnya Pak
Minto berhasil membuat “kompor surya” pertama kali
pada tanggal 13 Oktober 1991 yang kemudian dipakai
sendiri oleh keluarganya.
Proses Pembuatan Kompor Surya
Bahan-bahan untuk pembuatan kompor surya
terdiri dari kaca cermin datar, tralis aluminium, besi
beton, besi siku, roda kursi, ger dan rantai sepeda
motor, laker, kawat kopling, lem dan cat.
Bahan-bahan ini dapat berupa barang baru
ataupun barang bekas. Laker yang digunakan
sebaiknya barang bekas karena laker baru sulit didorong
ataupun ditarik akibat sering terkena hujan atau panas
kompor.
Dalam pembuatan kompor surya, hal pertama
yang dilakukan adalah membuat pola (mal) jari-jari dari
reflektor triplek dan juga jari-jari reflektor dari tralis
aluminium dengan besar yang sama. Selanjutnya,
membuat lingkaran besar dari besi beton yang lalu
dilubangi dengan bor untuk menyambung besi beton
dengan jari-jari yang telah dibuat. Lingkaran dengan
ukuran yang lebih kecil juga dibuat dengan cara yang
sama. Tahap berikutnya adalah membuat tempat
SALAM #11
juni 2005
Saat terik matahari, kompor
mampu memasak 1 liter air
dalam waktu 2 menit. Bila
digunakan untuk memasak
ketela pohon, hanya membutuhkan waktu 20 menit.
Lokasi: Di kantor Subdin
Pertambangan Prov. Bali.
Foto: Iwan Syahwanto & Budi.
8
gantungan reflektor, tempat panci masak dan memasang
ger serta rantai. Setelah itu dilakukan pengecatan,
pemotongan kaca dan pemasangan kaca pada jari-jari
reflektor. Setelah semua proses itu selesai berarti
kompor surya siap digunakan.
Pemanfaatan Kompor Surya
Untuk memasak, kompor diletakkan di tempat
terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Posisi
reflektor diatur sedemikian rupa agar tegak lurus dengan
sinar matahari sehingga fokus tepat berada dibawah
panci masak. Panas yang terjadi di fokus panci
merupakan hasil sinar pantul dari kepingan cermin datar
yang ditata pada reflektor menyerupai parabola. Panas
yang ditimbulkan sangat besar berkisar antara 400-800
derajat celcius. Oleh karena itu disarankan agar
masakan yang telah matang segera diangkat agar tidak
gosong dengan cara menarik panci ke pinggir lalu
diangkat.
Selain untuk memasak, kompor surya juga dapat
berfungsi sebagai antena jika dilengkapi dengan LNB dan
receiver. LNB berfungsi sebagai penangkap gelombang
elektromagnetik dan pengatur frekuensi. Sedangkan
receiver berfungsi sebagai alat untuk memilih gelombang
elektromagnetik yang akan terlihat pada layar televisi.
Agar dapat dipergunakan sebagai parabola, reflektor/
piringan harus diarahkan ke satelit sementara LNB
diletakkan pada fokus kompor. Kompor surya dapat
menangkap siaran TV lebih dari 100 saluran!
Perawatan kompor surya tidak terlalu sukar. Kaca
reflektor harus secara rutin dibersihkan dengan
menggunakan lap. Bila terkena tumpahan kuah/minyak,
kaca harus dicuci dengan sabun. Meski tanpa perawatan
selama 3 bulan, kompor surya masih dapat berfungsi
dengan baik.
Dibanding dengan alat masak lain yang berbahan
bakar minyak, gas maupun tungku kayu bakar, kompor
surya ciptaan Pak Minto ini mempunyai beberapa
keistimewaan yaitu:
1. Kompor surya tidak dapat melelehkan plastik bening
tipis meski diletakkan lebih dari 1 jam karena panas
yang dihasilkan lewat sinar datang hanya mampu
menembus plastik tanpa punya kemampuan untuk
membakar.
2. Bila tangan diletakkan 20 cm dibawah panci tidak akan
menimbulkan panas karena saat itu sinar pantul belum
terkumpul semua.
3. Meskipun pada saat memasak seluruh permukaan
kaca reflektor disiram dengan air, panas yang
dihasilkan tidak berkurang. Bahkan hal ini membantu
menghanyutkan debu-debu yang menempel di kaca
reflektor. Hal ini terbukti saat air tetap mendidih dan
kertas koran bisa tetap terbakar.
Kompor surya juga mempunyai kekurangankekurangan yaitu:
1. Penggunaannya sangat tegantung dari sinar matahari
sehingga pada hari hujan tidak dapat digunakan
memasak.
2. Ukurannya masih terlalu besar dan memerlukan
minimal tempat lapang berukuran 2,5 meter persegi.
3. Karena proses memasak dilakukan di udara terbuka,
orang yang memasak kemungkinan besar terkena
panas matahari.
Karya Pak Minto dikenal pertama kali lewat
pemberitaan di koran dan mendapat tanggapan yang
luar biasa. Hal itu terbukti dari banyaknya instansi
ataupun perorangan yang mengunjungi rumah Pak Minto
untuk belajar mengenai kompor surya. Produk teknologi
ramah lingkungan ini juga telah tersebar sebanyak 101
unit di beberapa daerah yaitu NTT, Bali, Jawa Timur,
Jawa Tengah dan Jakarta. Selain itu, kompor buatan
Pak Minto ini telah dipajang di Museum Listrik dan
Energi Baru, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Rencana ke Depan
Kreativitas Pak Minto tidak hanya berhenti pada
kompor surya. Penemuannya yang lain yaitu pengering
tenaga surya tahun 1999, pemanas air tenaga surya
tahun 2001, penyuling air tenaga surya tahun 2003 dan
rumah surya pada tahun 2004. Belum puas dengan
penemuan tersebut, Pak Minto bercita-cita untuk
membuat pendidih air dan sepeda tenaga surya.
Sebagai seorang pendidik dan peneliti, Pak Minto
berkomitmen untuk tidak membisniskan hasil
penemuannya. Dari semua hasil karyanya tersebut,
yang sudah dipatenkan yaitu kompor surya oleh P3TEK
(Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Energi
Ketenagalistrikan). Kompor surya Pak Minto dibuat
berdasarkan pesanan masyarakat dengan harga ± 2 juta
rupiah berdiameter 191 cm.
SALAM #11
Bambang Sujatmiko
Desa Mruwak Rt. 10/Rw. 02,
Kec. Dagangan, Madiun,
Jawa Timur 63172
9
juni 2005
Beberapa keuntungan yang diperoleh jika
menggunakan kompor surya adalah:
1. Aman digunakan dan tidak mungkin meledak seperti
yang terjadi pada kompor gas atau minyak karena
tidak menggunakan bahan yang mudah terbakar.
2. Mengurangi biaya untuk membeli bahan bakar karena
menggunakan energi dari sinar matahari yang bisa
diperoleh secara bebas dan gratis.
3. Makanan yang dimasak terasa lebih gurih, lebih enak
dan lebih bersih karena berasal dari sumber panas
alami.
4. Perawatannya mudah.
5. Tahan lama karena terbuat dari kaca, besi dan
aluminium.
6. Panas yang dihasilkan bukan merupakan hasil
oksidasi antara bahan bakar dan oksigen sehingga
menghemat oksigen yang diperlukan dalam proses
pernafasan bagi makhluk hidup, dan tidak
menimbulkan sisa-sisa pembakaran berupa abu,
asap, gas karbondioksida, gas karbonmonoksida dan
gas belerang oksida.
Fly UP