...

Mengenal lebIh Jauh KanKer Payudara

by user

on
Category: Documents
2

views

Report

Comments

Transcript

Mengenal lebIh Jauh KanKer Payudara
Siloam Senior
Health Community
Oktober 2015
6
Mengenal Lebih Jauh Kanker
Payudara
Tahukah Anda bahwa kanker payudara memiliki angka kejadian tertinggi
di antara kanker-kanker pada wanita?
10
Insight
Deteksi Dini untuk
Penanganan Lebih Dini
18
what’s on
Acara Halal bihalal Bersama
Siloam Senior Health Community
1
EDITOR’S LETTER
Sahabat Senior,
Pelindung
DR.dr. Andry M.M., M.H.Kes
Kamaljeet Singh Gill
Pemimpin Redaksi
Sharon Tjokrorahardjo
Dalam konsep rangkaian tulisan, kami ulas juga cara
mencegah dan menangani kanker tersebut, terutama
dengan menekankan kepada pola hidup sehat.
Redaksi
Sintha Amelia
Vinda Ratna Sania
Muhamad Yusuf
Nigar Pandrianto
Luciana S Lestari
Erizka Prafitasari
Di sisi lain, mulai edisi ini kami menghadirkan rubrik We
Commit, yang menceritakan sisi lain Siloam Hospitals.
Harapan kami, kehadiran majalah SILVER Siloam Senior
Health Community dapat menjadi sumber informasi
bermanfaat bagi Anda. Tak hanya untuk memperkaya
pengetahuan tetapi juga untuk Anda terapkan dalam
menjaga dan memelihara kesehatan sehari-hari.
Sirkulasi
Siloam Head Office
Gedung Fakultas Kedokteran UPH
Lippo Karawaci - 31st floor
Jl. Boulevard Jend. Sudirman
no. 1688
Lippo Village, Tangerang, 15811
Direct : +62 21 2566 8000
Selamat membaca.
Email
[email protected]
www.siloamhospitals.com
Tim Kreatif
CRE8 – Communication Boutique
Kompas Gramedia Building Unit 2, 4th Floor
Jl. Panjang 8A, Kebon Jeruk,
Jakarta 11530
Tel: (021) 533 0150, 533 0170, Ext 32138
Fax: (021) 530 4776
Email: [email protected]
Web: www.idealogy.co.id
2
Disesuaikan dengan peringatan Hari Kanker Payudara
Sedunia yang jatuh setiap tanggal 26 Oktober, edisi kali
ini kami mengangkat tema kanker payudara. Jenis kanker
yang seperti disampaikan DR. Dr. Samuel Johny Haryono,
Sp. B(K)Onk di artikel Mengenal Lebih Jauh Kanker
Payudara memiliki tingkat kejadian tertinggi di antara
kanker-kanker lain pada wanita.
Dear Readers,
This edition commemorates World Breast Cancer Day,
which falls on the 26th of October, by highlighting breast
cancer as the main theme. This theme is particularly
important considering that breast cancer has the highest
prevalence rate among women compared to other types
of cancer.
Read about this and more in “Taking a Closer Look at
Breast Cancer” with Dr. dr. Samuel J. Haryono Sp.B(K)
Onk as well as in our other articles around the theme,
such as articles on cancer prevention and treatment in
which we emphasize the importance of healthy lifestyle.
There are also other sections in this magazine, including
the newly introduced We Commit, where we feature a
different side of Siloam Hospitals.
Finally, we hope that SILVER Siloam Senior Health
Community magazine can be your source of reliable and
useful information. Not only adding to your knowledge,
we also wish the information are applicable to help you
staying healthy and well.
Content’s
4
Greetings
dr. Melissa Luwia, MHA
Hospital Director MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
10
6
INSIGHT
Deteksi Dini untuk Penanganan Lebih Dini
cover story
Mengenal Lebih Jauh Kanker Payudara
8
12
14
Healthy Tips
Cegah Kanker Payudara dengan Pola
Hidup Sehat
we commit
Tulus dan Melayani dengan Hati
16
Leisure
Menikmati Southeast Asia Cuisine
di Seribu Rasa.
18
what’s on
Acara Halalbihalal Bersama Siloam Senior
Health Community
20
what’s on
Di Usia Senja, Hidup Dapat Lebih Bermakna
PROFILE
DR. Dr. Samuel Johny Haryono, Sp. B(K)Onk
23
QUIZ
Teka-teki Silang
3
Greetings
dr. Melissa Luwia, MHA
Hospital Director MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Sebagai wujud kepedulian dan perhatian kami
terhadap penderita kanker termasuk usia senior,
kami memiliki Mochtar Riady Comprehensive
Cancer Center (MRCCC) Siloam Hospitals
Semanggi yang menangani kasus-kasus kanker.
Rumah sakit ini dilengkapi dengan peralatan
mutakhir dan fasilitas terlengkap di Asia
Tenggara untuk penanganan kanker, termasuk
untuk pemeriksaan dan pengobatan kanker
payudara.
“
MRCCC merupakan rumah sakit
swasta pertama yang dirancang
untuk menjadi pusat pengobatan
penyakit kanker di Indonesia.
“
Terkait dengan kanker payudara,
fasilitas yang kami miliki di sini antara
lain fasilitas untuk pemeriksaan awal
yaitu Mamografi dan Ultrasonografi,
dimana kombinasi pemeriksaan antara
Mamografi dan Ultrasonografi akan
meningkatkan ketepatan diagnosis
dalam mendeteksi dini kanker
payudara. Selain itu kami juga memiliki
laboratorium patologi dan Molecular Diagnosis
Center untuk mendiagnosa lebih lanjut dan
menentukan langkah pengobatan.
The Mochtar Riady Comprehensive Cancer
Center (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi
is where we provide treatments for cases of
cancer. This hospital reflects our commitment,
genuine care, and attention to the patients,
including those who receive their diagnosis at
older age.
MRCCC is the first private hospital that since
its inception was designed to be Indonesia’s
center for treatments of cancer. The hospital
is equipped with the most advanced and most
complete facilities in Southeast Asia to treat
different types of this disease, including breast
cancer, its examination as well as treatment.
For breast cancer in particular, we offer early
detection services, treatments, and palliative
and rehabilitative care as well as psychological
4
Foto: Possore.com
attention. We have Mammography and
Ultrasound equipment, whereby examination
using both devices will enhance diagnosis
accuracy in breast cancer early detection. We
also have pathology laboratory and Molecular
Diagnosis Center for further diagnosis and
treatment planning.
Selanjutnya, tentu saja fasilitas pengobatan
yang dapat dilakukan melalui operasi,
radio terapi dan kemoterapi. Untuk pasien
kemoterapi kami memiliki layanan khusus, baik
yang rawat inap maupun yang tidak. Untuk
pasien kemoterapi yang tidak perlu dirawat inap
kami memiliki unit One Day Care Oncology.
Seluruh fasilitas dan proses di atas ditunjang
dengan tim yang sudah berpengalaman di
bidangnya. Tak ketinggalan, untuk melengkapi
layanan, kami juga bekerja sama dengan banyak
asuransi kesehatan, termasuk BPJS.
Melalui majalah ini, saya ingin mengajak
seluruh wanita di Indonesia untuk semakin
aware terhadap kanker payudara dengan
memeriksakan payudaranya sedini mungkin dan
tidak menunda pengobatan.
Pelayanan untuk kanker payudara meliputi
deteksi dini, konsultasi, pengobatan, paliatif,
dan rehabilitatif dengan memperhatikan juga
aspek psikologis.
Further, we are equipped to carry out surgery,
radiotherapy, and chemotherapy procedures.
We care for chemotherapy patients who stay
overnight as well as patients who return to
their homes at the end of a day’s treatment. To
ensure their convenience, we have designed
special services, including the dedicated One
Day Care Oncology Unit. All facilities and
procedures that we have here are operated and
carried out by our team of highly experienced
medical staff. To complement our services,
we also work with many health assurance
providers, including government health
insurance BPJS.
In this edition, I wish to promote deeper
understanding and knowledge regarding breast
cancer to all Indonesian women. With better
awareness, I hope they will be encouraged to
have their health checked as early as possible
and, when necessary, to undergo treatment
without delay.
5
COVER STORY
Mengenal Lebih Jauh Kanker
Payudara
Taking a Closer Look at Breast Cancer
Tahukah Anda bahwa kanker payudara memiliki
angka kejadian tertinggi di antara kanker-kanker
pada wanita? Di Indonesia, pencari pengobatan
kanker payudara terbanyak (60-70%) didapatkan
pada stadium lanjut (stadium III dan IV). Oleh
karena itu, mengenali ciri-ciri kanker payudara
secara dini sangatlah penting guna menurunkan
stadium yang ditemukan terlambat, serta
menghindari kematian disebabkan kanker dan
penanganan yang lebih parah.
Untuk menyatakan bahwa sesuatu adalah
penyebab, ketahuilah risiko-risiko kanker payudara.
Kanker payudara merupakan tumor ganas pada
kelenjar payudara. Faktor-faktor risikonya, bila ada
dan meningkat, dapat meningkatkan kemungkinan
terjadi kanker payudara. Faktor risiko kanker
payudara terbagi dalam kelompok risiko yang tidak
dapat dihindari dan yang dapat dihindari. Faktor
6
Compared to other types of cancer, breast
cancer has the highest prevalence rate
among women. In Indonesia, statistically,
60% to 70% of patients seeking breast
cancer treatment are already in the later
stage of the disease, i.e. stages III and
IV. It is therefore critical to catch signs of
breast cancer early on in order to lower the
percentage, help prevent deaths caused by
cancer, and prevent the need for aggressive
treatment.
What are the causes of breast cancer? First,
we need to be aware of the disease and
its risk factors. Breast cancer is a type of
malignant tumor that starts in the cells of
the breasts. A person will have a higher risk
risiko yang tidak dapat dihindari misalnya: jenis
kelamin wanita, riwayat keluarga, menarche
usia dini, dan menopause usia lebih lanjut,
sedangkan faktor obesitas pasca-menopause,
konsumsi minuman beralkohol, kebiasaan
merokok, terapi sulih hormon, tingkat aktivitas
rendah dapat dihindari dan diubah.
Dalam hal faktor usia, wanita di atas usia 40
tahun, atau wanita yang sudah mengalami
menopause lebih rentan terkena kanker
payudara dibanding wanita pre-menopause.
Dengan kata lain, risiko tersebut meningkat
seiring bertambahnya usia.
Obesitas (kegemukan) juga dapat
memperbesar risiko, terlebih lagi jika
kegemukan terjadi pada pasca-menopause.
Hal tersebut disebabkan peningkatan
kadar hormon estrogen bersamaan dengan
peningkatan kuantitas jaringan lemak pada
berat badan berlebih.
GEJALA. Adanya benjolan di payudara
merupakan gejala yang paling umum
pada kanker payudara. Lalu, benjolan
seperti apa yang patut dicurigai sebagai
kanker? Jika benjolan tersebut tidak terasa
nyeri, kepadatannya cenderung keras,
permukaannya tidak rata, dapat melekat ke
dasar dinding dada ataupun permukaan kulit
payudara, itu adalah gejala kanker payudara.
Penampilan kulit payudara mengerut dan
berlesung menyerupai kulit jeruk, atau puting
tertarik melesak ke dalam, dan keluarnya
cairan kemerahan dari puting perlu diwaspadai
sebagai kanker. Kanker payudara yang
diketahui dan dikenali sejak dini memiliki
kemungkinan mendapatkan penanganan yang
jauh lebih baik hasilnya, kekambuhan yang
lebih jarang, serta harapan hidup yang lebih
panjang, bahkan estetika payudara yang lebih
terjaga. Oleh karena itu, setiap perempuan
perlu mengupayakan pencegahan dengan
melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan
payudara secara teratur.
to develop breast cancer if the risk factors are
present and continue to increase. Risk factors
can be preventable and non-preventable.
Non-preventable risks include female gender,
family medical history, early menarche and
menopause while the preventable ones
such as post-menopause obesity, alcohol
consumption, smoking habit, hormone therapy
and sedentary lifestyle can be averted by
taking actions to change them.
Risk factor is also associated with age.
Women over 40 years old, or women
experiencing menopause, are more
vulnerable to breast cancer. Obesity,
especially postmenopausal, also contributes
to increasing risk factor since the increase of
estrogen level and quantity of fat tissue will
take place at the same time.
KNOWING THE SYMPTOMS. A lump in
the breast is the most common symptom
of breast cancer. However, not all lumps are
cancerous and therefore we need to know the
certain characteristics of a lump that would
raise the alarm. A lump that is painless, felt
like a hard mass, has uneven edges, and may
felt attached to the chest wall or skin may well
be symptoms of breast cancer.
There are also other symptoms relating to the
changes of shape and skin of the breasts that
we have to pay attention to. These changes
may include puckered and dimpled skin like
an orange skin, retracted nipple, and reddish
nipple discharge.
Remember that early identification and
diagnosis of breast cancer means the person
has higher chance of seeing positive results
of treatments, plus other benefits: lower
possibility of recurrence, better longevity, and
maintained breast shape. Remind yourself and
others to undergo early detection and regular
breast check, as it is essential for all women to
make the effort to prevent breast cancer.
Sumber: DR. Dr. Samuel Johny Haryono, Sp. B(K)Onk
7
Profile
DR. Dr. Samuel Johny Haryono, Sp. B(K)Onk
Melihat Risiko Terkena
Kanker Payudara dengan
Tes Genetik
Identify Risk of Breast Cancer through Genetic Testing
Kanker payudara merupakan kanker yang cukup
banyak diderita oleh perempuan Indonesia. Risiko
terkena kanker payudara pun dapat meningkat
sejalan bertambahnya usia. Namun seiring
berkembangnya teknologi untuk mendeteksi
dini dan peningkatan kualitas pengobatan, kini
banyak perempuan yang mampu melawan kanker
tersebut.
Ibarat sebuah pepatah yang mengatakan ‘sedia
payung sebelum hujan’, kira-kira hal itulah yang
ingin disampaikan oleh DR. Dr. Samuel Johny
Haryono, Sp. B(K)Onk. Dokter spesialis bedah
kanker ini berpesan bahwa sebelum seseorang
positif terkena kanker payudara, maka ada
baiknya melakukan tindakan pencegahan. Salah
satu bentuk pencegahan yang bisa dilakukan
adalah dengan screening atau penapisan untuk
menunjang deteksi dini yang sudah dicanangkan
selama ini.
Jadwal Praktek
DR. Dr. Samuel Johny Haryono, Sp. B(k)Onk
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Bagian Onkologi Lt.2, Ruang 14
Waktu:
Senin 19.00 - selesai
Rabu 14.00 - selesai
Jumat 14.00 – selesai
Untuk perjanjian silahkan menghubungi
bagian pendaftaran Lt.2 Tlp: 021-29962797
8
The number of breast cancer cases found
among Indonesian women is in fact quite
high. The risk of developing breast cancer is
also higher as a person ages, although the
development of early detection technology
and improved treatment efficacy have helped
growing the number of patients that are
fighting back the disease.
Still, it is best for us to keep cancer away
by taking preventive measures, as surgical
oncologist Dr. dr. Samuel J. Haryono Sp.
B (K)Onk recommends. There are various
preventive actions to take, including early
screening or detection.
Early detection can be done using a number
of methods. An example and the most
common one is mammography. However, a
recent breakthrough in medical technology
Ada beberapa cara melakukan deteksi dini. Cara
yang paling umum dilakukan adalah mamografi,
namun belakangan ada teknologi baru di bidang
kedokteran yang dapat mendeteksi risiko
terkena kanker payudara pada seseorang, yaitu
melalui pemeriksaan gen BRCA (BReast CAncer
Susceptibility Gene) atau tes genetik untuk
kanker payudara. Memang, salah satu faktor risiko
seseorang terkena kanker payudara adalah faktor
genetik, atau “terwaris” dari keluarga.
Pria yang aktif dalam organisasi World Federation
Surgical Oncology ini menjelaskan, apabila hasil
test genetik memberikan hasil positif untuk gen
BRCA1, maka risiko kumulatif sampai 10 tahun
untuk mengalami kanker payudara adalah sebesar
80-90%, atau sekitar 10 kali lipat lebih besar dari
populasi umum. Pembawa gen BRCA2 mempunyai
risiko kumulatif mengalami kanker payudara
sebesar 28% pada usia 50 tahun dan 84% pada
usia 70 tahun. Jadi tinggi sekali.
Melalui pemeriksaan gen BRCA, kita semakin
dini mengantisipasi dan proaktif melakukan
pencegahan, seperti menerapkan pola reproduktif
yang optimal dan pemantauan diagnosis dini kanker
dan pertanda tumor secara rutin.
Pria yang menempuh studi bedah onkologi di
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini
menambahkan bahwa dengan mengetahui hasil
pemeriksaan BRCA, dokter dapat menganalisa
lebih lanjut dan mengambil tindakan pencegahan,
misalnya dengan melakukan terapi pengangkatan
payudara profilaktik lebih awal.
“Tindakan pengangkatan yang disertai dengan
rekonstruksi dapat mencegah seseorang terkena
kanker payudara hingga lebih dari 90%. Tentu
keberhasilan pencegahannya lebih mantap jika
dibandingkan dengan obat-obatan (personalized
medicine) yang cenderung mahal, dan hanya untuk
menahan berkembangnya kanker selama satu atau
dua tahun,“ jelas pria yang juga aktif mengajar di
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan
Universitas Gadjah Mada ini.
Pemeriksaan dan pemetaan gen merupakan
sebuah kemajuan besar dalam era genomik di
dunia. Pemeriksaan ini menjadi salah satu alternatif
untuk melakukan penapisan, deteksi dini, terutama
bagi mereka yang memiliki keluarga dengan sejarah
kanker payudara dan kanker-kanker lain.
now allows us to learn the risk of developing
breast cancer by looking at our genes. That
method is BRCA (BReast CAncer susceptibility
gene) testing.
The new technology takes into account that
the disease can be passed on and that our
genes are among the risk factors of breast
cancer. A person whose genetic testing
comes back with positive result for BRCA1
gene, will have 80-90% of cumulative risk
over the next ten years to develop breast
cancer – or ten times higher than the general
population. Meanwhile, carrier of BRCA2 gene
has 28% cumulative risk of breast cancer by
the age of 50 and 84% by the age of 70. These
percentages are significantly high and BRCA
testing will enable us to anticipate breast
cancer much earlier. Knowing our risk will
encourage us to proactively take preventive
steps, such as having better reproductive
planning and taking regular check for early
signs of cancer and tumor.
Dr. Samuel added that the result of BRCA
testing could be used by doctors to make
further analysis and apply preventive
procedures, such as prophylactic mastectomy
or breast removal.
“Breast removal and reconstruction can
reduce the risk of someone developing cancer
by over 90%. This certainly indicates a more
successful result of preventive treatment
compared to personalized medicine that is
not just more costly, but also only effective
to hold the development of cancer for one to
two years,” explained dr. Samuel, who studied
surgical oncology at the Faculty of Medicine,
University of Indonesia.
Genetic testing and mapping indeed marks
an important milestone in the genomic era
around the world. BRCA testing is now
accepted as one of cancer screening and early
detection methods and is especially relevant
for those who have cancer, breast or other
types, in their family history.
9
Insight
Deteksi Dini untuk
Penanganan Lebih Dini
Detect Early, Treat Early
Deteksi dini kanker payudara dapat
menyelamatkan banyak nyawa setiap tahunnya.
Sudahkah Anda melakukan pemeriksaan payudara
dengan rutin?
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk
mendeteksi atau mendiagnosa kanker payudara.
1.SADARI atau Pemeriksaan Payudara Sendiri
Teknik ini dilakukan dengan cara meraba payudara
sendiri untuk memeriksa apakah ada benjolan pada
payudara. Langkah ini dapat dilakukan tiap bulan,
pada satu minggu atau 10 hari setelah menstruasi.
Sementara bagi yang sudah menopause,
pemeriksaan dapat dilakukan rutin tiap bulan
dengan menentukan sendiri tanggalnya.
2.Mamografi
Mamografi adalah pemeriksaan payudara
menggunakan sinar X, yang dapat memperlihatkan
kelainan pada payudara dalam bentuk terkecil.
Perempuan berusia 40 tahun ke atas disarankan
menjalani pemeriksaan ini secara rutin setiap tahun.
3. Ultrasonografi (USG)
USG biasanya digunakan untuk mengevaluasi
lebih lanjut masalah payudara yang tampak pada
10
Early detection of breast cancer can save
a lot of lives every year. The key to early
detection is regular breast check using one
or more of the following methods:
1.Self-Exam
This is the method to perform on your own by
feeling your breasts and the area around them
to check for any lump. You can do this once a
month at one week or 10 days after the end
of your menstrual cycle. For postmenopausal
women, you may set your own date and
follow the schedule regularly every month.
2.Mammography
With mammography, breast examination
is carried out using X-ray that can show
any abnormality in the breasts down to
the smallest signs. This is the method
recommended for women over 40 years of
age to have every year.
3.Ultrasonography
Ultrasound is typically used to further
examine symptoms detected through
mammogram. Ultrasound can determine if a
lump is in fact cancerous or only a symptom
of cyst.
mamogram. Melalui USG dapat dibedakan
apakah benjolan tersebut mengarah ke kanker
atau kista.
4. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
MRI merupakan alat deteksi yang lebih sensitif
dari mamografi. Dalam beberapa kasus, pasien
harus menjalani scan MRI untuk mendapatkan
hasil pemeriksaan yang lebih jelas pada area
yang diduga terkena kanker.
5.Biopsi
Biopsi merupakan langkah untuk memastikan
adanya kanker payudara, dimana bagian dari
jaringan sel yang diduga kanker diangkat dan
diperiksa menggunakan mikroskop. Biopsi
dapat dilakukan dengan teknik jarum suntik atau
pembedahan.
Begitu seseorang didiagnosa kanker payudara,
maka diharuskan untuk segera mengambil langkah
pengobatan. Semakin dini ditangani, maka tingkat
penyembuhan kanker semakin tinggi. Pengobatan
kanker payudara berbeda-beda pada setiap pasien,
tergantung dari stadium, apakah masih dalam
stadium awal, stadium dini (I, II, IIIA) atau stadium
lanjut (IIIB dan IV). Berikut ini adalah jenis-jenis
pengobatan kanker payudara.
• Pembedahan
Pembedahan atau operasi merupakan
langkah umum untuk mengangkat kanker.
Biasanya dilakukan pada pasien stadium
dini. Pembedahan dapat dilakukan dengan
Masektomi yaitu pengangkatan seluruh bagian
payudara, atau Lumpektomi yaitu operasi yang
hanya menghilangkan benjolan dan beberapa
jaringan di sekitar payudara.
• Terapi Biologi
Terapi biologi merupakan terapi yang memicu
sistem imun tubuh untuk melawan kanker.
Biasanya terapi ini digunakan untuk pasien yang
sudah sampai pada stadium lanjut.
Sumber: DR. Dr. Samuel Johny Haryono, Sp. B(K)Onk
4.Magnetic Resonance Imaging (MRI)
MRI technology has better sensitivity than
mammography. In some cases, patients need
to take MRI scan in order to get clearer result of
examination in areas suspected of cancer.
5.Biopsy
A biopsy procedure, using needle or surgery, is
performed to determine breast cancer by taking cell
sample from a suspected area. The sample is then
taken and examined under a microscope.
The result of examination will lead to a diagnosis.
In a case where patient is diagnosed with breast
cancer, treatment is the immediate next step to go.
Surviving breast cancer is possible and the chance
of recovery is higher in patients that receive their
treatment early. Depending on which stage of the
disease they are in – non-invasive, early (i.e. stages I,
II, and IIIA), and advanced (i.e. IIIB and IV) – different
patients may receive different treatments. Find the
list of treatments used for breast cancer below.
• Surgery
Surgery is a procedure usually performed on earlystage patients. Aiming to remove the cancer, a
surgery can be mastectomy – that is removing
the entire breast – or lumpectomy, in which only
the tumor and some tissues around the breast are
removed.
• Radiotherapy
The goal of this therapy is to kill cancer cells by using
high-energy rays.
• Terapi Radiasi
Terapi menggunaan sinar berenergi tinggi yang
bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker.
• Chemotherapy
This type of treatment relies on drugs to entirely
destroy cancer cells.
• Kemoterapi
Pengobatan kanker menggunakan obat-obatan
yang bertujuan untuk menghancurkan seluruh
sel kanker sampai ke akarnya.
• Hormone therapy
Using drugs, hormone therapy targets and fights
cells of breast cancer that are receptive to certain
hormones.
• Terapi Hormon
Terapi menggunakan obat untuk
menyembuhkan kanker payudara yang sensitif
terhadap hormon-hormon tertentu.
• Biological therapy
Biological therapy stimulates the body’s immune
system to fight cancer. This therapy is commonly
used for patients who are at the advanced stage of
the disease.
11
Healthy tips
Cegah Kanker Payudara dengan
Pola Hidup Sehat
Healthy Lifestyle – the Way to Prevent Breast Cancer
Selain faktor genetik, tidak sedikit kasus kanker
payudara yang berkaitan dengan faktor gaya hidup
tidak sehat. Untuk itu, simak kiat sehat mencegah
kanker payudara berikut ini.
Menjalankan kebiasaan hidup sehat merupakan
cara yang paling mudah untuk mencegah kanker
payudara. Contoh kebiasaan hidup sehat adalah
menjaga pola makan dengan asupan yang sehat
dan berhenti/tidak merokok serta mengonsumsi
minuman beralkohol.
Sudah menjadi polemik bahwa makanan kaya
antioksidan dapat menjaga imunitas tubuh.
Antioksidan banyak terdapat dalam buah-buahan
seperti apel, belimbing, kiwi, jeruk, alpukat,
mangga, pepaya, dan semangka. Selain itu
juga makanan yang mengandung riboflavin,
betakaroten, kalsium, folat, lutein, vitamin A, dan
vitamin D, contohnya: ikan salmon, yogurt, kacangkacangan, wortel, brokoli, dan sayuran hijau.
12
Although breast cancer can be hereditary,
there are also a large number of cases
where the risk factors are associated with
lifestyle – in this case, the unhealthy one.
Read more to learn some health tips that
may help you preventing the disease.
Your lifestyle may be the simplest key
for you to stay free from breast cancer.
Stopping and avoiding smoking, reducing
the amount of alcohol consumption, and
maintaining healthy diet by getting your
body nutritious intake of food are just
some of the examples of healthy lifestyle.
When it comes to food, antioxidants have
been widely known as effective to keep
the immunity of our body. Antioxidants
can be found in fruits, such as apple, star
Menurut anjuran beberapa kelompok ahli
nutrisi, sebaiknya hindarilah makanan yang
mengandung zat karsinogenik yang dapat
memicu kanker, misalnya yang diproses dengan
cara dipanggang atau dibakar sampai hangus
kehitaman, makanan yang digoreng pada suhu
tinggi menggunakan minyak goreng, serta
makanan yang diawetkan dengan garam natrium
nitrit, misalnya: daging olahan. Selain itu penting
pula untuk mempertahankan berat badan ideal,
terutama bagi perempuan yang berusia di atas
50 tahun. Risiko kanker payudara akibat
kelebihan berat badan akan semakin
tinggi bagi perempuan yang sudah
memasuki masa menopause. Hal
tersebut dikarenakan, semakin lanjut
usia, sel-sel lemak yang terdapat dalam
payudara dapat memicu peningkatan
kadar estrogen dalam jumlah besar, di
mana estrogen dapat menjadi penyebab
kanker payudara. WHO (World Health
Organization) memberikan rekomendasi
untuk berusaha mempertahankan berat
badan ideal tanpa upaya berlebihan untuk
menurunkan berat badan.
Oleh karena itu, di samping menjaga
pola makan yang sehat, kita perlu
mengimbangi pula dengan berolah raga
secara teratur. Tidak perlu olah raga yang
berat. Senam aerobik, bersepeda, dan
berjalan santai sangat disarankan. Hanya
diperlukan 30 menit per hari, minimal dua
kali dalam seminggu.
fruit, kiwi, orange, avocado, papaya, and
watermelon, to salmon, yoghurt, nuts,
carrot, broccoli as well as other green
vegetables – all are rich with elements that
are also good for your body like riboflavin,
beta-carotene, calcium, folate, lutein,
Vitamin A, and Vitamin D.
You may have also heard from nutritionists
to avoid carcinogenic food. Carcinogens,
which are the trigger for cancer, may
appear as a reaction to everyday cooking
methods. Food that is roasted or grilled
until crispy burnt or charred, or fried at
high temperature will contain carcinogens.
Another type of food we should also
avoid is food preserved using sodium
nitrite, such as quick-serving meat.
But, food is not the only thing to keep
a watch on. There are other aspects
we need to pay attention to, such as
weight. Maintaining our weight at the
ideal range is important, especially
for women over 50 years old. This
is because the risk of breast cancer
due to obesity is higher among
women undergoing menopause.
As women age, fat cells in the
breast can stimulate a significantly
higher level of estrogens, which
in turn may lead to cancer. One
thing to keep in mind, as the World
Health Organization recommends,
maintaining ideal weight is not
about trying excessively to lose it.
So, combine your nutritious diet
with regular exercise. No heavy
activities are required, as you can
take on aerobic, cycling or even
walking at a pace most comfortable
for you. Just remember to do your
exercise 30 minutes per day, at least
two times per week, to stay strong
and healthy.
Sumber: DR. Dr. Samuel Johny Haryono, Sp. B(K)Onk
13
WE COMMIT
Wiwi Umairoh
Sejumput Senyum di Siloam
Lippo Village Menawarkan
Kehangatan
Behind the Warm Smile at Siloam
Lippo Village
Seperti banyak hal dalam kehidupan, pekerjaan
maupun profesi adalah sebuah pilihan. Jika
itu pilihan, maka profesi tersebut akan dijalani
sepenuh hati. Itulah yang akan membuat
seseorang merasa dirinya punya arti.
Begitu juga dengan Wiwi Umairoh atau yang akrab
disapa Wiwi. Wiwi bekerja di Siloam Hospitals
Lippo Village sebagai Server, yang berada di bawah
Nutrition & Dietetic Department. Tugasnya adalah
melayani pasien dengan menawarkan makanan
dan minuman, terutama kepada pasien rawat jalan.
Perempuan kelahiran 8 Desember 1993 silam
ini memulai karier di Siloam sejak tahun 2013.
“Bekerja di lingkungan rumah sakit adalah impian
saya sejak kecil. Dari dulu saya senang melihat
para staf di rumah sakit yang dengan tulus
melayani para pasien,” kata Wiwi.
Kecintaannya terhadap pekerjaan membuat Wiwi
selalu tiba di tempat kerja lebih awal. “Sebenarnya
jam kerja dimulai pukul 7 pagi, tapi pukul 6.30 saya
sudah sampai. Saya ingin datang lebih awal agar
leluasa mempersiapkan segala sesuatunya, dan
memastikan kebutuhan pasien sudah tercukupi
semua,” tuturnya.
Dalam satu hari, Wiwi dapat melayani lebih dari 20
orang pasien. Sebagai Server, Wiwi berkomitmen
untuk terus memberikan pelayanan sebaikbaiknya kepada seluruh pasien dengan tulus tanpa
membedakan pasien satu dengan lainnya. Ia ingin
setiap pasien dapat tersenyum selama berada
di Siloam Hospitals. Baginya, senyum pasien
mengikis lelah yang dirasakan pada saat bertugas.
14
As with many things in life, a career is a matter
of choice. A job that we choose on our own
inspires us to work with commitment and
dedication. In turn, the days that we spend will
be ones that are worthwhile and fulfilling.
This certainly illustrates the experience of
Wiwi Umairoh, or Wiwi for short, a Server
under the Nutrition & Dietetic Department of
Siloam Hospitals Lippo Village. Daily, she brings
food and drinks to the patients, especially
outpatients.
Born on December 8th, 1993, Wiwi started
working in Siloam in 2013. “As a little kid, I
dreamed of working at a hospital. I have always
loved seeing the hospital staff and the care they
showed to the patients,” said Wiwi.
Wiwi’s passion for her job motivates her to
always arrive early at the hospital. “My work
actually starts at 7, but I make it a habit to be
here by 6.30 every morning. That way I have
enough time to prepare everything and make
sure that the patients’ needs are well taken
care of,” Wiwi said.
The day starts with Wiwi making her first
deliveries to lab patients. Pharmacy is her
second stop, where she would also welcome
and help patients who need direction. She
would then continue her rounds to serve
welcome drinks to other outpatients.
On average, Wiwi serves 20 patients in one
day. It’s her commitment as a Server to deliver
the best care to all patients without exceptions.
She is looking forward to put smiles on the
faces of all patients during their time at Siloam
Hospitals – the smiles that would make the
day’s hard work paid off.
Kehadiran seorang Server memberikan warna
tersendiri di Siloam Lippo Village. Dengan
pelayanan yang lebih ini, seluruh pasien yang
sedang dalam perawatan dapat menunggu
dengan lebih nyaman, tidak bosan dan tentu
saja merasa senang merasa diperhatikan.
Tugas Bukan Beban
Wiwi memang tidak memandang tugastugasnya sebagai beban. Karena beban
selalu membuat seseorang melakukan tugas
dengan terpaksa. Sebaliknya, bagi Wiwi tugas
merupakan sesuatu yang harus dihargai. Oleh
karena itu ia selalu melakukan semua tugasnya
dengan tulus.
Tidak mengherankan jika kemudian banyak
pasien yang selalu ingin mengajak bicara
Wiwi. Bukan hanya untuk urusan rawat jalan,
melainkan juga untuk sekadar mencurahkan
isi hati. Medengar tumpahan perasaan
ataupun keluhan pasien itu, Wiwi tidak hanya
membalasnya dengan simpati, melainkan juga
dengan memberi semangat kepada pasien.
“Bahagia rasanya jika ada pasien yang ingat dan
senang dengan keberadaan saya,” kenang Wiwi
yang sering diminta oleh pasien untuk berfoto
bersama.
Orang-orang seperti Wiwi memang memberikan
warna tersendiri bagi pasien. Ia adalah lini paling
depan pelayanan. Sesungguhnya, tak hanya
Wiwi yang ingin memberikan pelayanan yang
hangat kepada pasien, tetapi semua insan
Siloam Hospitals
Terkait dengan kinerja Wiwi selama ini,
Indriyani W.P., SGz, Head of Nutrition &
Dietetic Department yang juga atasan
Wiwi pun memberikan penilaian yang
baik. “Sebagai atasan saya salut dengan
Wiwi. Anaknya rajin dan disiplinnya
sangat tinggi. Ia terlihat sangat mencintai
pekerjaannya,” ujar Indriyani.
Having a Server at Siloam Lippo Village
gives a special impression. This extra mile
in the service department ensures patients
convenience; no more listless waiting and the
attention is surely welcomed.
Never a Burden
Seeing our job as merely an obligation could
make it challenging to perform, but not to
Wiwi who found her work as something she
truly appreciated. For her, it is more than just
about doing what she is asked to do, and this
is the key behind her sincerity.
Patients are also always keen to talk to Wiwi
- not just to ask for her assistance around
the hospital, but more than that they see her
as someone that they can talk to about their
personal concerns. Perhaps it’s the way Wiwi
genuinely sympathizes with them, or how she
always tries to give them encouragement,
that makes her special. After all, what comes
from the heart will transpire on the outside.
Wiwi told how patients often ask to take
pictures with her, a gesture that made her
happy. “Patients who remember me and value
my help always make my day,” she said.
It is clear that for Wiwi this is not about
personal gain. The satisfaction of a job well
done is what she is hoping for, as happy
patients equal with a good day in Wiwi’s book.
People like Wiwi make the difference in a day
of a patient. Serving at the front line, they
represent the warm services extended by all
staff of Siloam Hospitals.
Regarding Wiwi’s performance,
Indriyani W.P. SGz., Head of Nutrition
& Dietetic Department and Wiwi’s
superior gave her very positive
observation. “As her boss, I commend
Wiwi’s work. She’s a hard worker and
highly disciplined. She loves her job
and it shows,” said Indriyani.
15
Leisure
Menikmati Southeast Asia
Cuisine di Seribu Rasa
Savoring Southeast Asia Cuisine at Seribu Rasa
Jika Anda termasuk penggemar masakan
Southeast Asia, maka Seribu Rasa merupakan
tempat yang harus Anda kunjungi. Restoran
yang terletak di Gandaria City, Jakarta Selatan ini
merupakan gerai kedua setelah dibuka di Jalan
Agus Salim, Jakarta Pusat.
Sesuai dengan namanya, restoran ini menawarkan
beribu kenikmatan kepada pelanggan melalui
cita rasa hidangannya. Di tempat ini, pelanggan
dapat menikmati kelezatan hidangan lokal dan
seafood yang merepresentasikan kekayaan cita
rasa Southeast Asia dan Indonesia. Hal lain yang
membuatnya semakin istimewa adalah, setiap
resep di Seribu Rasa dibuat dari bahan-bahan
paling segar dan diolah langsung oleh chef-chef
berpengalaman.
16
Seribu Rasa is the right spot for you who
crave Southeast Asia cuisine. Started
its first operation in Central Jakarta,
Agus Salim Street, Seribu Rasa has
now expanded to its second outlet in
Gandaria City Mall, South Jakarta.
True to its name, Seribu Rasa offers
a burst of flavors from each of its
fine items in the menu. With a blend
of dishes including seafood, the
menu represents the diverse taste
of Southeast Asia and Indonesia. All
recipes are special, made from freshest
ingredients and prepared by the restaurant’s
experienced chefs.
Lemon grass chicken
Sepiring Oriental Seafood Cakwee bisa menjadi
pilihan tepat untuk memulai pengalaman
bersantap. Potongan cakwe goreng berisi adonan
udang yang dimasak dengan saus asam manis ini
merupakan salah satu hidangan pembuka favorit
di tempat ini. Sebagai alternatif lainnya, Anda juga
dapat memesan Hokkien Spring Roll atau Udang
Gulung Tempoe Doeloe yang tak kalah lezatnya.
Start with Seribu Rasa’s favorite appetizer
– Oriental Seafood Cakwee. Fried cakwee
with shrimp filling, the food is cooked with
sweet and sour sauce, and presented neatly
in small pieces. You can also go for Hokkien
Spring Roll or Udang Gulung Tempoe Doeloe
that taste just as delicious.
Moving on to the main course, there is a
wide selection of dishes including Seribu
Rasa signature menu of Malacca Nasi Lemak
and Gulai Fish-Head Tasik. Try also recipes
from other parts of Southeast Asia, such as
Thai Beef Green Curry, and accompany your
meal with fresh juice or cocktail.
If you still have room for more, the
restaurant has a variety of tempting desserts
from Es Campur Seribu Rasa to Klappertaart
Sunda Kelapa.
Complementing your dining experience with
its contemporary ambience, Seribu Rasa
Gandaria City can seat up to 134 customers
and has two cozy private rooms.
Untuk main course, Anda tidak boleh melewatkan
Malacca Nasi Lemak atau Gulai Fish-Head Tasik
yang merupakan signature dish Seribu Rasa. Atau
bisa juga mencicipi makanan khas Southeast Asia
lainnya, seperti Thai Beef Green Curry. Selingi
makanan Anda dengan memesan fresh juice atau
cocktail yang segar.
Jika masih belum puas, restoran berkonsep
kontemporer ini juga menawarkan aneka hidangan
pencuci mulut yang menggugah selera, di
antaranya, Es Campur Seribu Rasa dan Klapertaart
Sunda Kelapa.
Gerai di Gandaria City ini memiliki kapasitas 134
orang, dan dilengkapi dengan dua private room
yang nyaman.
Seribu Rasa
Gandaria City Ground floor
Jl. Sultan Iskandar Muda, Gandaria
Jakarta Selatan
Opening hours: 10.00 – 22.00
17
What’s On
Acara Halal bihalal Bersama Siloam Senior
Health Community
Siloam Senior Health Community Halal bihalal
Pada 8 Agustus 2015 lalu, Siloam Senior
Health Community (SSHC) menggelar
acara halal bihalal.
Kegiatan ini diadakan di ruang serbaguna
Siloam Hospitals TB Simatupang. Acara
yang dihadiri oleh lebih dari 30 anggota
komunitas SSHC ini diisi dengan
beberapa kegiatan, seperti senam
senior dan sharing informasi mengenai
osteoarthritis yang menghadirkan
narasumber, dr.Widyastuti SU, Sp.OT.
18
On August 8th, 2015, Siloam Senior Health
Community (SSHC) in Siloam Hospitals
TB Simatupang and Heart Hospital Jantung
Diagram Cinere organized halalbihalal gathering
event.
The event was held in Siloam TB Simatupang’s
multi-function room and attended by more
than 30 SSHC members. A series of activities
were organized on the event such as exercise
session for seniors and a talk on
osteoarthritis. Inviting dr. Widyastuti SU,
Sp.OT. as the speaker, the session raised
awareness of SSHC members to have
their joints and knees checked as early as
possible, as ostheoarthritis that attacked
the joints could cause irritating joint pains.
dr. Widyastuti SU Sp.OT
Menurut dr. Widyastuti, osteoarthritis merupakan
gangguan pada sendi yang dapat menimbulkan
rasa nyeri mengganggu. Oleh karena itu,
disarankan agar setiap anggota komunitas
Siloam Senior memeriksakan sendi atau lututnya
sedini mungkin.
Pada saat yang sama, SSHC Rumah Sakit
Jantung Diagram, Cinere, menggelar acara
serupa. Acara ini diadakan di halaman Rumah
Sakit Jantung Diagram dan dihadiri oleh 45
anggota komunitas SSHC.
Kegiatan yang diisi senam jantung sehat
dan ramah tamah pengurus SSHC dan
anggota SSHC RS Jantung Diagram, bertujuan
meningkatkan tali silahturahmi antara pengurus
SSHC dan anggota SSHC.
Anggota SSHC memeriksakan tekanan darah dan
kadar gula darah sebelum acara dimulai.
Meanwhile, at Jantung Diagram Hospital,
45 members of SSHC gathered outdoor
at the hospital’s yard. With activities such
as heart exercise, the meetup aimed to
foster close relationship between SSHC
staff and members.
Meskipun duduk di kursi roda, semangat
mengikuti senam tak pernah padam.
Anggota SSHC saling bersalaman di puncak
acara halalbihalal.
19
What’s On
Di Usia Senja, Hidup Dapat
Lebih Bermakna
Lead a Meaningful Life in Older Age
Bagi sebagian besar orang, memasuki usia senja
merupakan sesuatu yang mencemaskan. Rasa
sepi, jauh dari sahabat, dan kesehatan yang
kadang-kadang terganggu, merupakan sumber
kecemasan yang ingin dihindari. Namun semua itu
akan sirna jika seseorang dapat memandang hidup
lebih positif, selalu bersyukur, dan mau memaknai
hidup.
Itu yang diungkapkan oleh anggota Siloam Senior
Health Community ketika menghadiri gathering
yang diadakan oleh Rumah Sakit Jantung Diagram
bulan September lalu. Mereka yakin, pada usia
senja setiap orang harus dapat berbuat sesuatu
yang lebih berarti sehingga hidup menjadi lebih
bermakna.
Seperti diungkapkan oleh Ibu Kusdwi Aristianti
Situmeang (81). Baginya di usianya seperti
sekarang, ia ingin lebih banyak melakukan sesuatu
bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia ingin
berbagi kepada siapa saja yang ia temui.
“Itu sebabnya acara seperti ini sangat baik. Kita
dapat bertemu dengan banyak orang untuk saling
berbagi. Lagi pula acara gathering seperti ini
20
Aging, and to get to the phase of an older
person, is an experience that not many
people are looking forward to. There are
certain worries that come along with
it, such as feeling alone, being away
from friends, and deteriorating health.
However, the members of Siloam Senior
Health Community (SSHC) choose to see
this special phase in life on its bright side
by staying positive and thankful. To them,
this is the opportunity to add meaning to
life.
Interviewed during a gathering event
for SSHC members at Heart Hospital
Jantung Diagram in September, they
believed that it was important for older
people to use their time in meaningful
ways by doing various activities that can
enrich their days. 81 years old Kusdwi
Aristianti Situmeang said she planned
to do more for those around her and to
share with anyone she met.
Anggota SSHC, mengekspresikan diri dan
menjalin kebersamaan.
Senam bersama, agar sehat, ceria, dan selalu
bersemangat.
dapat mempererat silaturahmi. Silaturahmi itu
memperpanjang usia kita,” kata Ibu Kusdwi yang
akrab disapa Ibu Iwuk itu.
Tanggapan senada juga disampaikan pasangan
Ibu Tati Rusmiati (67) dan Bapak Samsu Udaya
(69). Pasangan ini mengaku merasa beruntung
dapat memperoleh kesempatan untuk bergabung
dengan SSHC.
“Acara seperti ini sangat bermanfaat bagi orang
seusia kami. Di sini kita memperoleh banyak
hal, misalnya saja berbagi informasi mengenai
kesehatan. Selain itu di sini kami juga masih bisa
mengekspresikan diri,” papar Ibu Tati yang dalam
berbagai kesempatan mencoba untuk mengajar
Line Dance.
Pak Samsu, sang suami, mengiyakan pendapat
istrinya itu. “Selain itu, bagi saya, acara ini sangat
memberikan hiburan. Saya belum pernah
mengikuti acara seperti ini sebelumnya. Ini bagus
sekali. Di sini kita juga menambah teman dan
keluarga,” katanya.
“Untuk orang seusia kita, apalagi sih yang
dicari? Bisa sehat, merasa senang dan terus
meningkatkan kualitas ibadah. Itu saja, kok,”
tambah Pak Udaya.
Menari bersama, ungkapan kegembiraan para
anggota SSHC.
Peserta tak ingin ketinggalan mencicipi hasil
peragaan memasak.
“This is the kind of positive event that we
need where we get to meet and share
with others,” said Ibu Iwuk, as Kusdwi is
called.
Tati Rusmiati, 67, and Samsu Udaya, 69,
shared this view and said they were glad
to be part of SSHC.
“It’s a perfect event for people our age.
We learn something new, too. There are
new information around health and there
are sessions for us to do what we like,”
said Tati who was always up to teach Line
Dance. Her husband Samsu agreed that,
“This event is refreshing. This is my first
time joining and I find it really nice. I meet
new friends here who quickly become like
a family.”
“We don’t seek for too much once we’re
older. All we want is to be healthy, enjoy
our days, and be closer to our spirituality,”
said Samsu.
21
What’s On
Merayakan hari ulang tahun anggota bersamasama, menikmati kebahagiaan yang luar biasa.
Para ibu, berkreasi dengan dance Cuci Tangan.
Tak Sekadar Berkumpul
Harus diakui gathering yang diadakan dengan
mengundang anggota SSHC tidak hanya sekadar
berkumpul, melainkan juga membentuk ikatan
yang kuat di antara sesama anggota. Ikatan yang
kuat ini tentu akan sangat berarti bagi setiap
anggota komunitas. Hal ini disampaikan oleh
pasangan Ibu Nani Nugroho (63) dan Bapak Dwi
Nugroho (68).
“Saya banyak mengikuti perkumpulan, misalnya
paguyuban keluarga. Nah, di sini juga begitu,
semua yang ada di sini adalah keluarga. Kita
semua sama. Apa pun latar belakang kita, di sini
kita tidak ada bedanya,” ujar Bapak Dwi.
Di samping itu, tambah Ibu Nani, gathering seperti
ini dapat membantu komunitas mengurangi stres.
“Stres itu memicu banyak penyakit. Nah, kalau kita
ngumpul begini kan kita melakukan refreshing,”
ucapnya.
Bagi Ibu Nani dan Bapak Dwi, menjalani hari-hari di
usia mereka sekarang adalah persoalan memaknai
hidup. Hidup sendiri memang tidak bermakna,
namun setiap orang harus membuatnya lebih
bermakna.
Gathering anggota SSHC Rumah sakit Jantung
Diagram yang diadakan di Cikopo, Bogor, Jawa
Barat memang memiliki arti tersendiri bagi para
anggota. Selain relasi, ini merupakan medium
informasi dan ekspresi.
Kegiatan seperti ini tentu tidak bakal hanya sekali
dilakukan. Masih banyak aktivitas menarik lain
yang akan melibatkan para anggota SSHC. Jadi,
ikuti terus informasi kegiatan SSHC di majalah ini.
22
More Than Just a Meet Up
SSHC gathering event was more than just a
regular meet up. It created an environment
for members to bond – something that
everyone felt was important, as expressed
by Nani Nugroho, now 63, and her husband
Dwi Nugroho, 68.
“I am part of different groups and
associations. There is one, for example,
for my extended family. I feel the same
closeness here. We’re family, regardless of
where we come from,” said Dwi.
Nani added that this kind of gathering could
help members manage their stress. “Stress
is the root of many kinds of illness. We keep
that away by seeing our friends and have
some relaxed, fun time.”
Both Nani and Dwi saw this stage in life as
an opportunity, for a meaningful life is one
we create ourselves. To them, it was up to
us to lead a life of value.
The SSHC gathering event of Heart Hospital
Jantung Diagram was held in Cikopo
in Bogor, West Java. Not only to foster
friendship, what made the event even more
memorable were the new knowledge and
opportunity of self-expression.
This program will certainly be held again in
the future, plus other and more activities for
SSHC members. Follow our next editions for
more news on SSHC.
QUIZ
1
Isilah teka-teki
silang di bawah ini
2
3
Menurun
1. Cara untuk mendeteksi
dini kanker payudara
2. Faktor yang
mempertinggi risiko
seseorang terkena
kanker payudara
3. Terapi pengobatan
kanker payudara dengan
obat-obatan
4
5
Mendatar
4. Tanda umum kanker
payudara yang terasa di
bagian payudara
5. Sayuran hijau yang
dapat mencegah kanker
payudara
Kirim jawaban melalui email ke [email protected] dengan mencantumkan
subject: KUIS Silver+ Edisi Oktober 2015.
Cantumkan nama lengkap, nomor identitas (KTP/SIM/Paspor), tanggal lahir, alamat
lengkap dan nomor telepon.
Setiap edisi akan dipilih tiga orang pemenang yang berhak mendapatkan souvenir
Jawaban diterima paling lambat 15 Oktober 2015.
Pengumuman pemenang dapat dilihat di Majalah Silver+ edisi November 2015.
23
GAMMA KNIFE CENTER
INDONESIA
Brain Surgery Without Knife
•First Gamma Knife Perfexion in Southeast Asia and the Only One
in Indonesia
•More than 350 Successful Brain Disorders Treatments Within
Three Years
•Best Suited for Benign & Malignant Brain Tumors and Functional
Brain Disorders
•Highly Effective in Blood Vessel Malformations and Trigeminal
Neuralgia
•Lower Risk and Complications Compared to Conventional or
Micro-surgical Options and Other Forms of Radiation Therapy
•Single Day Treatment & No Intensive Care Unit (ICU) or Ventilator
•Evidence Based Treatment of More Than 800,000 Patients
Around the World
•Supported by International Team of Experts in Neurosurgery,
Radiation Oncology & Medical Physics
[email protected]
For Appointment and General Information, contact: 1 – 500 – 181
BALI KUTA • BALI NUSA DUA • BALI SUNSET • BALIKPAPAN • CIKARANG • DEPOK • JAKARTA KEBON JERUK • JAKARTA MAMPANG • JAKARTA SEMANGGI (MRCCC)
JAKARTA TB SIMATUPANG • JAMBI • KUPANG • MAKASSAR • MANADO • MEDAN • PALEMBANG • PURWAKARTA • SURABAYA • TANGERANG LIPPO VILLAGE • TANGERANG RSUS
www.siloamhospitals.com
Fly UP