...

Pertamina Siapkan Investasi Gas dan EBT Sekitar 8 Miliar Dolar AS

by user

on
Category: Documents
3

views

Report

Comments

Transcript

Pertamina Siapkan Investasi Gas dan EBT Sekitar 8 Miliar Dolar AS
BONUS
SISIPAN
HUT REPUBLIK INDONESIA
Terbit Setiap Senin
24 Agustus 2015
NO. 34 TAHUN LI
http://www.pertamina.com/epaper
16 Halaman
weekly
MarketUpdate
Meski masih dirudung ketidakpastian ekonomi
du­n ia, prospek investasi Indonesia masih kompetitif.
Pada semester I-2015, laju realisasi investasi mencapai
Rp135,1triliun atau bertumbuh 16% dibandingkan periode
sama tahun 2014. Menariknya, berdasar Badan Koordinasi
Penanaman Modal (BKPM), 70% dari porsi tersebut berasal
dari investor asing sebesar Rp92,2 triliun. Angka ini naik
18% dari semester I-2014. Data BKPM menunjukkan,
investor asing masih tertarik untuk berbisnis di Indonesia.
Meski demikian, Komunitas Keuangan Global tidak
lantas memiliki persepsi sama mengenai Indonesia. Hal
ini tercermin dari perbedaan pendapat dua bank besar
du­nia, Morgan Stanley dan JP Morgan. Bagi Morgan
Stanley, negara kita masuk dalam jajaran negara ekonomi
berkembang (Emerging Market/EM), bersama dengan
Brazil, India, China, dan beberapa negara lainnya. Indonesia
dinilai memiliki fundamental ekonomi yang relatif kokoh
dibanding dengan negara lain di kawasan Asean. Indikator
pertumbuhan ekonomi Tanah Air dilihat dari potensi sumber
daya yang luar biasa, terutama sektor komoditas, serta
ceruk pasar yang prospektif seiring jumlah pertumbuhan
pen­duduk. Survey Global Intelligence Aliance pun meno­
batkan Indonesia dalam ‘Top 10 Emerging Markets’, seperti
terlihat pada gambar.
FOTO : ADITYO
Investment Perspectives
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Direktur Gas, Energi Baru & Terbarukan Pertamina Yenni Andayani menjelaskan tentang kapasitas
terpasa proyek pengembangan bisnis geothermal Pertamina kepada Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri ESDM Sudirman Said di booth
Pertamina, pada The 4th Indonesia EBTKE ConEx 2015, di Jakarta Convention Center, Rabu (19/8).
Pertamina Siapkan Investasi Gas
dan EBT Sekitar 8 Miliar Dolar AS
PT Pertamina (Persero)
mendukung penuh
upaya Pemerintah
untuk menggenjot
pengembangan dan
Berbeda dari Morgan Stanley, JP Morgan menilai
perekonomian Indonesia masih sangat rentan terimbas
ekonomi global. Terlihat dari pelemahan nilai tukar Rupiah,
yang kini menembus level Rp13.800 per Dollar AS. Pada
tahun 2013, JP Morgan telah memandang resiko ekonomi
Indonesia sangat besar terhadap perubahan ekonomi
global dan mengkategorikannya dalam kelompok Fragile
Five dengan Afrika Selatan, Turki, Brazil, dan India. Pada
kuartal II-2015, Indonesia masih berada pada tingkat risiko
yang sama dalam Fragile Five.
Pro-kontra kondisi dalam negeri tentu ada dalam se­
tiap perbincangan. Pada satu sisi, potensi bertumbuh di
In­donesia masih ada. Namun pada jangka pendek, iklim
bisnis Tanah Air merupakan tantangan bagi seluruh pelaku
industri. Tak terkecuali bagi Pertamina. Mensiasati segala
skenario menjadi hal utama guna menjaga konsistensi bisnis
Pertamina di Tanah Air, ataupun di ranah global.•
Sumber : Investor Relations – Corporate Secretary
6
Sorot :
Tampil
Percaya diri di lomba
Sumber : Investor Relations – Corporate Secretary
promosi produk pertamina
pemanfaatan energi
baru dan terbarukan
yang ditargetkan dapat
mencapai sekitar 23
persen dari total bauran
energi pada 2025.
J AKARTA – P re s i d e n
Re­p ublik Indonesia Joko
Widodo mengatakan, saat
ini penggunaan energi fosil
masih sangat besar. Oleh
sebab itu, pihaknya akan
memberikan perhatian
ke­p ada energi baru dan
7
terbarukan karena mem­
Center, Rabu (19/8).
ngem­bangan pembangkit
berikan potensi yang be­
Dalam kesempatan
listrik berbasis energi baru
sar dalam mewujudkan
yang sama, Menteri Energi
dan terbarukan sebesar
ketahanan energi nasional.
dan Sumber Daya Mineral
1,13 Gigawatt dan produksi
“Energi baru dan ter­
(ESDM) Sudirman Said
biofuel sebesar 1,28 juta KL
barukan harus kita berikan
mengatakan, pemerintah
pada tahun 2019.
perhatian khusus. Karena
telah dan akan terus untuk
Peningkatan kapasitas
itu, masalah yang berkaitan
me­lakukan terobosan dan
produksi pembangkit listrik
dengan insentif, perijinan
kebijakan untuk mengem­
berbasis energi baru dan
dan hal-hal yang berkaitan
bangkan energi baru dan
terbarukan akan bersumber
dengan EBT harus kita
terbarukan. “Kita harus
utama dari panas bumi,
dukung penuh. Kita dorong
tetap optimis dengan pro­
yaitu sebesar 907 MW, solar
dan konsisten bahwa ke
gram 35.000 MW untuk
photovoltaic dan energi
de­pan harus mengarah ke
membangun energi baru
angin masing-masing 60
bidang EBT ini,” demikian
dan terbarukan dalam rang­
MW, biomassa 50 MW dan
diungkapkan Joko Widodo
ka mencapai kedaulatan
mini/microhydro dan ocean
saat membuka membuka
energi,” tegasnya.
energy masing-masing
pe­nyelenggaraan The 4th
Sebagai bentuk as­pirasi
Indonesia EBTKE ConEx
program tersebut, Pertamina
2015, di Jakarta Convention
telah mencanangkan pe­
Corporate Social Responsibility:
phe wmo raih penghargaan
lingkungan hidup
16
45MW dan 3MW.
Bersambung ke halaman 5
Utama :
pertamina raih kembali
2015 indonesian make study award
VISI
POJOK
MANAJEMEN
Menjadi perusahaan energi nasional
kelas dunia
No. 34
Tahun LI, 24 Agustus 2015
direktur utama pt pertamina geothermal energy
irfan zainuddin
2
MISI
Menjalankan usaha minyak, gas,
serta energi baru dan terbarukan
secara terintegrasi, berdasarkan
prinsip-prinsip komersial yang kuat
Foto : ADITYO
bisnis geothermal adalah
long term contract
Pengantar Redaksi :
Pemerintah terus melakukan kampanye energi baru dan ter­
barukan untuk menggantikan energi fosil. Bahkan Presiden Jokowi
dalam pembukaan EBTKE Conex dan IIGCE 2015 di JCC, Rabu
(19/8), menyebutkan pengembangan geothermal harus konsisten
dan didukung penuh. Energia Weekly bertemu dan bercakap-cakap
dengan Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Irfan
Zainuddin di tengah acara. Berikut petikannya.
Turunnya harga minyak berpengaruh pada iklim bisnis
migas. Apakah hal ini juga berpengaruh pada bisnis geo­
thermal? Sebenarnya dari sisi harga, bisnis geothermal adalah
long term contract. Jadi tidak ada perubahan harga dari yang
sudah kita buat dengan buyer kita, yaitu PLN. Bisnis geothermal
ini persiapannya sudah kita lakukan dari jauh-jauh hari, karena kita
punya perencanaan yang long term.
Jadi beberapa lapangan yang kita kembangkan sekarang ini,
sudah direncanakan dari jauh hari sebelum kondisi harga minyak
turun seperti sekarang ini. Dari sisi pekerjaan, dan juga dari sisi
investasi, tidak ada hal yang signifkan berpengaruh terhadap bisnis
geothermal saat ini.
Memang ada beberapa service company kita yang banyak
bekerja di industri migas, dengan kondisi harga minyak turun,
banyak pekerjaannya yang berkurang di bisnis migas. Ini
menguntungkan kita dalam mendapatkan vendor-vendor. Ya lebih
mudahlah.
Jadi tegasnya, tidak ada pengaruh yang signifikan di industri
geothermal sebagai dampak dari turunnya harga minyak dunia.
Bagaimana PGE menyiasati kelesuan yang melanda dunia
bisnis? Kita harus segera saja menyelesaikan proyek-proyek yang
sudah berjalan. Sambil kita tetap berupaya memperbaiki, tepatnya
menegosiasikan ulang harga-harga yang sudah menjadi bagian
dari kontrak kita saat ini dengan PLN.
Harapannya adalah agar iklim bisnis geothermal mendapat
penekanan atau kebijakan khusus dari pemerintah. Kita menangkap
kebijakan itu sebagai bagian yang positif untuk mengembangkan
geothermal sebagai bisnis energi baru dan terbarukan.
Bisnis geothermal terus dikembangkan, namun tidak
bo­leh melupakan aspek efisiensi. Apa yang dilakukan PGE
dalam hal efisiensi? Dari sisi efisiensi kita tetap melakukannya.
Geothermal saat ini menjadi perhatian penting baik dari geothermal
maupun Pertamina sebagai holding kita. Saat ini PGE tetap harus
melakukan upaya-upaya efisiensi, baik dari sisi ope­rasionalnya
maupun lainnya, termasuk dengan overhead cost, dan juga efisiensi
lain yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya
non-operasional. Hal itu bagian dari target kita juga melakukan
upaya efisiensi yang lebih massive di operasi PGE.
Dalam acara Operation & Reliability Forum 2015 be­
be­rapa waktu yang lalu, PGE ingin menjadi World Class
Geothermal Energy Enterprise. Seperti apa gambarannya?
Saat ini kapasitas terpasang kita masih 437 MW, dan saat ini
masih ada company lain di atas kita, yaitu Chevron yang kapasitas
terpasangnya sekitar 600-an. Namun harapan kita ke depan sampai
tahun 2025, kita sudah harus bisa mencapai 2,3 GW kapasitas
terpasang kita.
Secara bertahap di tahun 2017 kita akan melewati Chevron
yang masih di angka 600 MW. Di tahun 2017 kita melewati 600 MW,
tepatnya 682 MW. Di sini kita sudah leading di Indonesia. Lalu di
tahun 2019 kita akan mencapai 907 MW, bahkan diharapkan
di atas 1.000 MW. Di tahun 2025 kita akan menjadi world class
geothermal energy enterprise yang produksinya mencapai
sekitar 2,3 GW.
Tadi sudah disebutkan oleh Presiden Jokowi di pem­bu­
kaan EBTKE Conex dan IIGCE 2015, agar pengembangan
EBT ini harus konsisten dan didukung penuh. Nah,
bagaimana kesiapan PGE? Kita sudah mempersiapkannya,
karena kita sudah punya rencana ke depan untuk menangkap
peluang-peluang bisnis seperti apa yang dikatakan Presiden
tadi. Itulah yang kita tekankan agar proyek-proyek yang sedang
berjalan untuk selesai tepat waktu.
Jadi secara bertahap, mulai yang kemarin beroperasinya
Kamojang V dan kita lanjutkan dengan proyek-proyek lain, setiap
tahun kita punya yang disebut COD, atau Commercial Operation
Death. Harapannya secara bertahap akan terus dilakukan setiap
tahun. Tahun 2016 akan ada 3 proyek kita yang COD, yaitu di
Lumut Balai, Karaha, dan Ulubelu. Jadi ada tiga proyek. Tahun
berikutnya ada tambahan lagi dari unit-unit berikutnya di area
yang sama. Demikian terus sampai tahun 2019.
Jadi itulah peluang-peluang yang harus kita tangkap. Di
samping itu kita harus melakukan eksplorasi di geothermal un­tuk
menambah kapasitas ke depan, dan menambah kemampuan
dalam berekspansi di area-area yang masih ekplorasi. Kita ingin
growth dengan exploration campaign, dan juga menyelesaikan
proyek-proyek kita dengan tepat waktu.
Selama ini pengembangan untuk PGE dilakukan di
area-area yang sama. Apakah nanti akan ada pengem­
bangan di luar area yang berbeda atau baru? Kita berharap
akan ada proyek-proyek baru yang akan menjadi bagian PGE,
menambah WK existing yang ada saat ini sebanyak 12 WK. Di
samping itu di areal operasi kita ada juga yang masih belum
kita garap karena ada permasalahan hutan konservasi dan
akan kita lakukan secara bertahap. Misalnya di tahun 2016,
kita akan melakukan eksplorasi di daerah Bukin Daun, Jambi.
Kemudian di wilayah existing kita, apabila permasalahan hutan
lindung konservasi bisa selesai, kita akan melakukan eksplorasieksplorasi baru yang nanti akan menambah kapasitas di area
wilayah existing itu.
Khusus mengenai WK baru, nanti kita dapatkan dari Fungsi
Upstream Business Development (UBD). Jadi, kita akan bekerja
sama dengan UBD sebagai bagian dari Pertamina Hulu, holdingnya, yang akan menggarap kemungkinan mendapat WK-WK
baru yang saat ini sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk
ditawarkan kepada pelaku-pelaku bisnis geothermal.
Kita harapkan, melalui UBD, segera me-review WK-WK
yang ditawarkan oleh pemerintah sesuai dengan rencana ke
depan untuk pengembangan geothermal di Indonesia.
Harapan Anda sendiri, ke depannya bagaimana? Kita
tahu energi fosil sudah decline dan sulit untuk menggantikan
dengan energi lain, kecuali dengan energi baru dan terbarukan.
Inilah peluang buat geothermal, khususnya PGE yang menjadi
bagian dari Pertamina, untuk lebih mengambil manfaat dan
peluang bisnis sehingga bisa meningkat menjadi leader di
Indonesia, dan world class pada saatnya nanti, sesuai aspirasi
Pertamina Holding itu sendiri.•IRLI/URIP
EDITORIAL
Pengembangan EBTKE
Keharusan
Banyak orang berpendapat bahwa bangsa In­
donesia memiliki sumber daya alam yang sangat
besar. Termasuk didalamnya adalah sumber daya
minyak dan gas. Hal tersebut bertentangan dengan
kondisi bangsa saat ini dimana sejak tahun 2008
Indonesia telah menjadi net importir minyak dan gas.
Cadangan terus menurun, lifting tidak pernah tercapai
dan konsumsi energi migas terus meningkat.
Kenyataan yang ironis. Dimana Indonesia sebagai
negara maritim, yang berada di garis khatulistiwa
memiliki potensi energi baru terbarukan yang sangat
besar. Dari energi matahari, laut, angin, dll.
Selama puluhan tahun, bangsa ini begitu pan­
jangnya berlarut-larut dengan penyediaan dan
kon­sumsi energi fosil. Karena energi fosil masih
dianggap sebagai penyumbang devisa negara,
pa­dahal kenyataannya kebutuhan di dalam negeri
terus meningkat. Sementara enegeri baru terbarukan
belum dianggap sebagai prioritas untuk digarap.
Karena itu tak salah apabila Presiden RI Joko
Widodo dalam pembukaan Indonesia EBTKE ConEx
2015, mengamanahkan bahwa pengembangan
energi baru, terbarukan (EBTKE) serta penerapan
konversi energi di Indonesia bukanlah suatu pi­
lihan, tetapi keharusan. Sudah saatnya inisiatif dan
terobosan bidang energi baru dan terbarukan digarap
serius, seperti panas bumi, hydro, biomassa, surya,
angin dan samudera guna mendukung cita-cita
kemandirian energi bangsa.
Modal alam yang ada, tidak tergarap dengan
maksimal karena investasi dan biaya untuk pe­
ngembangan EBTKE masih mahal dibandingkan
dengan energi fosil. Hal tersebut yang membuat
potensi EBTKE sering dilirik sebelah mata.
Saat ini, Pemerintah telah menetapkan Kebijakan
Energi Nasional melalui Peraturan Pemerintah No­
mor 79 Tahun 2014. Pada Kebijakan yang baru ini,
peran dan kontribusi energi baru dan terbarukan
di­tingkatkan dari target sebelumnya sebesar 17%
menjadi 23% pada tahun 2025.
Program listrik 35.000 MW juga merupakan
bagian dari upaya untuk tidak bergantung kepada
minyak bumi. Porsi energi terbarukan dari total
ka­pasitas program tersebut ditingkatkan menjadi
25%. Selain itu dari sisi konservasi energi, perlu ada
penguatan di sisi teknologi, standarisasi, labelisasi,
dan juga sosialisasi yang masif di berbagai kalangan
masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, Pertamina mendukung
penuh upaya Pemerintah untuk menggenjot pe­
ngembangan dan pemanfaatan energi baru dan
terbarukan. Dimana telah mencanangkan pe­
ngembangan pembangkit listrik bebasis energi baru
dan terbarukan sebesar 1,13 Gigawatt dan produksi
biofuel sebesar 1,28 juta KL pada tahun 2019.
Pertamina juga melakukan peningkatan kapasitas
produksi pembangkit listrik berbasis energi baru dan
terbarukan akan bersumber utama dari panas bumi,
yaitu sebesar 907 MW, solar photovoltaic dan energi
angin masing-masing 60 MW, biomassa 50 MW dan
mini/microhydro dan ocean energy masing-masing
45MW dan 3MW.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto me­
nyampaikan bahwa Pertamina berkomitmen untuk
mencari sumber-sumber energi, termasuk energi
baru dan terbarukan yang dapat digunakan untuk
menopang kemandirian dan kedaulatan energi
nasional. Berupaya masuk ke semua lini dari bisnis
energi baru terbarukan, tidak sekadar menjadi
offtaker, melainkan bisa juga menjadi produsen di
bisnis hulu energi baru dan terbarukan.
Upaya tersebut setidaknya menjawab tantangan
pengembangan EBTKE yang selama ini terperangkap
pada pemikiran jangka pendek. Pertamina telah
menerobos revolusi berpikir dalam pengembangan
EBTKE dan mewujudkannya sebagai bukti nyata.
Tentu saja hal tersebut tak akan terwujud tanpa
dukungan kebijakan pemerintah yang berpihak pada
pengembangan EBTKE.•
OPINI
PEKERJA
No. 34
Tahun LI, 24 Agustus 2015
Rahman Darmawan - HSSE Corporate, Direktorat SDM & Umum
3
Peningkatan Performa Bisnis melalui Implementasi
HSE Secara Ekselen
Tingkat risiko terjadinya insiden di industri minyak dan gas
sangat tinggi, maka aspek Health, Safety, Environment (HSE)
harus menjadi prioritas utama di Pertamina, jika tidak, cita-cita
menjadi perusahaan berkelas dunia mustahil terjadi. Tanpa
memprioritaskan pengelolan aspek HSE, kemungkinan sering
terjadi insiden (kecelakaan kerja, unplanned shutdown, kebakaran,
pencemaran, dll.) yang pada akhirnya akan berdampak negatif
pada kinerja keuangan dan bisnis Pertamina.
di Pertamina beserta roadmap dan milestone yang harus
dicapai untuk setiap tahunnya. Diharapkan pada paling lambat
tahun 2019, seluruh unit bisnis Pertamina telah mencapai
level ekselen.
Asesment ISRS merupakan metodologi pengukuran SM
HSE berskala internasional yang banyak digunakan oleh
perusahan terkemuka di dunia. Ada 15 elemen yang diukur
oleh ISRS dimana seluruh aspek pengelolaan perusahaan
turut dinilai, di antaranya aspek HSEQ, operation, asset
in­tegrity, human resource, project management, risk ma­
nagement, dll. Adapun persyaratan yang diminta oleh ISRS
telah mengakomodasi standar penilaian yang berlaku di
dunia internasional, antara lain OHSAS 18001:2007, ISO
14001:2004, ISO 9001:2008, GRI 2006, PAS 55:2008, OSHA
1910.119, serta ISO 31000:2009.
Contoh Insiden HSE
Biaya yang dikeluarkan akibat terjadinya insiden jauh lebih
besar dibanding biaya untuk pencegahan. Kerugian yang
diakibatkan insiden HSE terkadang diabaikan oleh beberapa
pimpinan unit bisnis/anak perusahan, mungkin karena secara
nominal tidak besar, atau sudah di-cover oleh asuransi. Namun
sejalan dengan teori Iceberg dan best practices di industri minyak
dan gas, setiap insiden yang terjadi, dampak tidak langsung yang
ditimbulkan jauh lebih besar. Apabila sebuah fasilitas operasiproduksi (Rig, kapal tanker, platform, depot, kilang) mengalami
insiden, maka perusahaan akan mengalami kerugian direct cost,
indirect cost, intangible cost. Kerugian tersebut baru kerugian yang
dapat dihitung secara materi, belum termasuk hilangnya nyawa
manusia yang tidak ternilai harganya.
Elemen International Sustainability Rating System (ISRS)
Adapun PROPER adalah Program Penilaian Peringkat
Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan setiap tahun kepada perusahaan-perusahaan
yang terdiri dari peringkat Emas, Hijau, Biru, Merah dan
Hitam. Program ini tidak hanya mendorong perusahan
untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup, namun
terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi
perusahaan melalui efisiensi energi dan menjadi pertimbangan
para lander dan investor.
Teori Iceberg - Kerugian Akibat Insiden HSE
Saat ini berdasarkan hasil pilot project assesmen implementasi
sistem manajemen HSE (SM HSE) oleh pihak independeneksternal di unit bisnis dan anak perusahaan, menunjukkan
bahwa mayoritas belum mengelola aspek HSE secara baik,
sehingga potensi terjadinya dampak negatif HSE sangat besar.
Hal tersebut ditunjukkan dengan masih sering terjadinya major
incident di Pertamina (fatality, oil spill>15 barrel dan property
damage>$ 1.000.000).
Untuk memitigasi dan menurunkan risiko terjadinya dampak
negatif tersebut, unit bisnis Pertamina perlu menerapkan sistem
manajemen HSE (SM HSE) secara menyeluruh dan terukur.
Im­plementasi SM HSE tidak bisa lagi dilakukan secara parsial,
dimana fokus pada elemen tertentu namun lemah pada elemen
yang lain. Implementasi SM HSE juga harus terukur, dimana
upaya pencegahan (leading indicator) yang telah dilakukan harus
dapat diukur dan dibandingkan dengan unit bisnis yang lain /
kom­­petitor, tidak hanya berdasarkan data insiden yang terjadi
(lagging indicator).
Sehubungan dengan hal tersebut, sejak tahun 2014, Direksi
Pertamina telah menetapkan hasil pengukuran SM HSE yang
mengacu International Sustainability Rating System (ISRS) dan
peringkat PROPER sebagai tolok ukur implementasi aspek HSE
Mekanisme dan Kriteria PROPER
Pada tahun 2015 ini, berdasarkan arahan Direksi, hasil
asesmen ISRS dan peringkat PROPER ditetapkan sebagai
KPI pimpinan unit bisnis Pertamina (GM) dengan bobot yang
signifikan (15%), walapun masih lebih rendah dibanding
perusahaan minyak dan gas berkelas dunia. Diharapkan
dengan hal tersebut setiap unit bisnis dapat terpacu untuk
terus meningkatkan performa HSE di lokasi masing–masing.
Pada akhirnya, diharapkan dukungan dan partisipasi
seluruh stakeholder, mulai dari Direksi, manajemen lini, dan
seluruh pekerja untuk benar–benar mengimplementasikan
aspek HSE secara ekselen, sehingga tercipta lingkungan
kerja aman dan nyaman, terhindar dari dampak negatif HSE
yang disebutkan diatas, serta meningkatnya performa bisnis
perusahaan.•
IMPLEMENTASI 5 PRIORITAS STRATEGIS
No. 34
Tahun LI, 24 Agustus 2015
4
Peningkatan Produksi PEP Papua Field, Buah Kerja Cerdas dan Ikhlas
P
T Pertamina EP Asset 5 Papua Field (PEP Papua Field) merupakan
salah satu lapangan PT Pertamina EP (PEP) yang terletak di
pulau paling timur Indonesia. PEP Papua Field mengelola 2 struktur,
yaitu Klamono dan Salawati. Berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari
Sorong, lapangan produksi Klamono dioperasikan pertama kali oleh
perusahaan minyak Belanda, Nederlandsche Nieuw Guinea Petroleum
Maatschappij (NNGPM), pada tahun 1936 dan mulai berproduksi pada
tahun 1948. Terletak di Pulau Salawati dan berjarak 3,5 jam perjalanan
dari Sorong, lapangan produksi Salawati dioperasikan pertama kali
oleh Phillips pada tahun 1974.
Lokasi lapangan produksi yang jauh, biaya operasional yang tinggi,
dan keterbatasan anggaran operasi tidak menyurutkan semangat
pekerja dan mitra kerja PEP Papua Field dalam meningkatkan produksi
minyak. Kondisi ini justru memacu laskar emas hitam PEP Papua
Field untuk memilih sumur-sumur yang produksinya memberikan
keuntungan maksimal. PEP Papua Field dikategorikan sebagai
lapangan tua namun mampu memberikan kontribusi produksi bagi
PEP Asset 5 dari Tanah Papua. Sampai dengan 4 Agustus 2015 PEP
Papua Field mampu menjawab tantangan manajemen PEP dengan
angka pencapaian produksi year-to-date (YTD) 1350 barrel oil per day
(BOPD) (berdasarkan pelaporan Sistem Operasi Terpadu) atau setara
100.5% dari target harian tahun 2015 sebesar 1325 BOPD dan target
bulan Agustus 2015 sebesar 1329 BOPD. Kerja cerdas dan ikhlas
merupakan kata kunci kesuksesan laskar Petroleum Engineering (PE)
PEP Papua Field dan Exploitation (EPT) PEP Asset 5 yang berkolaborasi
untuk menemukan sumur-sumur yang masih berpotensi di 2 struktur
yang dikelola, yaitu Klamono dan Salawati.
Kesuksesan ini bermula dari pencarian laskar emas hitam PEP
Papua Field terhadap sumur-sumur yang berpotensi produksi tinggi.
Pencarian mengarah kepada perumusan beberapa kandidat sumur
yang akan dikerjakan. Komunikasi dan koordinasi yang apik selalu
menjadi prinsip yang dipegang laskar PE PEP Papua Field dalam
berkoordinasi dengan fungsi Workover/Well Service (WO/WS),
Reliability, Avalaibility, & Maintenance (RAM), Production Operation (PO),
serta Production, Geologist, dan Reservoir Engineer EPT PEP Asset 5.
Beberapa sumur yang dikerjakan di Klamono adalah KLO-63, KLO-29,
KLO-27, KLO-156, KLO-157, KLO-49, dan KLO-182, sedangkan di
Salawati adalah SLW-A7X, SLW-O2, SLW-O1, SLW-F1X, dan SLWN1X. Kisah keberhasilan pekerjaan sumur demi peningkatan produksi
di PEP Papua Field menorehkan catatan prestasi bagi PEP Papua Field.
KLO-63, Buah Kerja Keras Laskar PEP Papua Field
Sumur KLO-63 merupakan salah satu sumur Lapangan Klamono
yang terletak di puncak struktur Klamono bagian tengah. KLO-63
ditajak pada tanggal 9 Nopember 1983 dan mulai diproduksikan
sejak tanggal 28 Nopember 1983, pada selang terbuka 121,5 - 127
m. Produksi awal KLO-63 sebesar 201 BOPD, dengan kadar air 8%.
Tahun 1998, sumur ini mengalami kenaikan kadar air hingga mencapai
98,5% dengan produksi bersih sekitar 7 BOPD.
Beberapa upaya telah dilakukan untuk mengembalikan potensi
produksi sumur tersebut ke produksi awal. Pada tahun 1998 dilakukan
reparasi dengan memperdalam sumur dan memproduksikan sumur
pada selang terbuka 121,5 - 149 m. Namun, upaya tersebut belum
membuahkan hasil dan justru meningkatkan kadar air menjadi 99,5%
pada akhir bulan September 1998. Kondisi tersebut bertahan hingga
bulan Juni 2015 walaupun telah beberapa kali dilakukan program
optimasi lifting.
PRODUCTION PERFORMANCE KLO-63
100.0
1000.0
90.0
80.0
Setelah Reparasi
(17 Jul '15) = 130 bopd
10.0
70.0
60.0
Watercut
Gross, BF{D
100.0
50.0
40.0
30.0
1.0
20.0
Sebelum Reparasi
(5 Jul '15) = 0.8 bopd
0.1
10.0
0.0
Time, DD-MM-YY
Gross
Net
Water Cut
Kesuksesan program di sumur ini mulai terlihat ketika laskar PE
PEP Papua Field merencanakan program reparasi plug back cementing
dan hanya memproduksikan selang terbuka 121,5 - 126 m pada awal
bulan Juni 2015. Dengan dukungan fungsi WO/WS, PO, RAM, dan
Health, Safety, Security, Environment (HSSE) dan koordinasi yang baik
antarfungsi di PEP Papua Field, upaya reparasi tersebut dieksekusi
menggunakan rig KSF-2 milik PEP Papua Field dan dilengkapi dengan
peralatan cementing sederhana pada 7 Juni 2015. Kemudian, sumur
diproduksikan kembali pada 11 Juni 2015 menggunakan sucker rod
pump (SRP). Sumur yang semula berproduksi hanya 0,8 BOPD, kadar
air 99,5% (data 5 Juni 2015) mengalami kenaikan menjadi 130 BOPD
dengan kadar air 17% (data 17 Juni 2015). Kenaikan ini menjadikan
produksi Lapangan Klamono yang semula berkisar pada 800-an BOPD
pada awal Juni 2015 menjadi 900-an BOPD hingga akhir Juli 2015.
Data per tanggal 3 Agustus 2015, sumur KLO-63 masih bertahan pada
angka produksi bersih 31 BOPD dengan kadar air 74%.
KLO-29 dan KLO-27, Mengulang Kesuksesan KLO-63
Sumur KLO-29 ditajak pada bulan Mei 1950, dengan kedalaman
KLO-27 belum berproduksi optimal dan masih perlu diberikan stimulasi.
akhir 170 m. Puncak Formasi Kais ditemukan pada kedalaman 143,5 m,
tersusun dari batu gamping terumbu. KLO-29 selesai ditajak pada bulan
Juni 1950 dan mulai diproduksikan sejak saat itu. Produksi KLO-29 sebesar
314 barrel fluid per day (BFPD), dengan produksi bersih 314 BOPD, yang
berarti kadar air sebesar 0%.
Pada tahun 1955-1962, dilakukan reparasi sumur sumbat semen
selang 150 - 170 m dan stimulasi acid. Hasil uji produksi menunjukkan
angka gross production sebesar 55,16 BFPD, produksi bersih 52,83
BOPD, dengan persentase kadar air 4% pada tahun 1962.
Sejak tahun 2009 hingga 2011 dilakukan optimasi lifting, yaitu
penyesuaian dari SRP menjadi electric submersible pump (ESP) dan
sebaliknya, menyesuaikan dengan kadar air terproduksi dan pertimbangan
teknis lainnya. Pada tahun 2012 sumur tersebut diperdalam, mengincar
zona minyak di bawah zona produksi saat ini, sehingga zona produksi
(143 - 148 m) disumbat semen dan formasi dibor hingga kedalaman 170
m. Pada tahun 2013 dilakukan optimasi artificial lift, yaitu mengganti SRP
dengan ESP, namun hasilnya kurang memuaskan.
Belajar dari KLO-63 yang mampu mencapai produksi puncak
hingga 130 BOPD, sumur KLO-29 berada di daerah yang sama namun
lebih downdip dibanding KLO-63. Hasil konsinyering PEP Asset 5 dan
PEP Papua Field memutuskan pada sumur KLO-29 dilakukan reparasi
cement plug back zona terbuka selang 144 - 171 m. Setelah dilakukan
penyemenan zona produksi 144 - 171 m, sumur tidak langsung bisa
diproduksikan karena pada tahun 2012 pernah dilakukan sumbat semen
pada selang 143 - 148,5 m, sehingga setelah di-plug back, dilakukan
program acidizing dan injeksi air hingga sumbat semen tersebut terbongkar.
KLO-29 yang pada mulanya menggunakan ESP hanya mampu
menghasilkan crude oil sebesar 3,9 BOPD, dengan kadar air 99,5% (data
15 Juli 2015), mengalami kenaikan menjadi 12 BOPD dengan kadar air
84,2% (30 Juli 2015). Secara persentase, terjadi kenaikan produksi sumur
KLO-29 sebesar 307%.
Sumur lain yang dikerjakan adalah sumur KLO-27. Sumur KLO-27
ditajak pada 3 Maret 1950 dan diselesaikan pada 23 Maret 1950 dengan
kedalaman akhir mencapai 131 m. Puncak Formasi Kais ditemukan
pada kedalaman 115 m (107 mbpl). Terletak di kawasan puncak struktur
Klamono bagian tengah, sumur ini diproduksikan sejak bulan April 1950.
Produksi bersih sejumlah 283 BOPD dengan kadar air 0%, diproduksikan
pada selang terbuka 114,7 - 131 m.
Kenaikan kadar air formasi merupakan peristiwa yang alamiah dalam
dunia perminyakan, termasuk yang dialami oleh sumur KLO-27 setelah
sekian tahun diproduksikan. Namun hal ini tidak membuat laskar PEP
Papua Field berserah diri. Beberapa upaya telah dilakukan, diantaranya
plug back cementing pada selang 123,6 - 131 m, acidizing, dan injeksi
surfactant pada tahun 1988. Sebelum direparasi, sumur ini diproduksikan
dengan ESP.
Keberhasilan upaya reparasi sumur KLO-29 menggugah semangat
PEP Papua Field untuk mereparasi sumur KLO-27, mengingat sumur
KLO-27 berada di daerah yang sama dengan sumur KLO-29 namun
lebih updip. Pada sumur KLO-27 dilakukan plug back cementing zona
terbuka selang 121 - 124 m. Program reparasi hasil konsinyering antara
PEP Asset 5 dengan PEP Papua Field ini dilaksanakan menggunakan rig
KSF-2, didukung peralatan pompa semen dan lumpur, mixing tank, water
tank, dan 2 sack semen. Sebelum penyemenan, level fluida sumur berada
di permukaan. Setelah dilakukan penyemenan zona produksi 121 - 124 m,
dynamic fluid level-nya menjadi 38,13 m (data 6 Agustus 2015). Hal seperti
ini sering terjadi pada sumur-sumur yang dilakukan reparasi sumbat semen.
KLO-27 yang semula menghasilkan minyak 7,1 BOPD, kadar air
99,1% (data 27 Juli 2015), naik menjadi 13 BOPD dengan kadar air 86%
(data 7 Agustus 2015). Upaya PEP Papua Field berhasil menurunkan
kadar air secara signifikan dan meningkatkan angka produksi. Namun,
SLW-A7X, Membangunkan Raksasa Yang Tidur
Sumur SLW-A7X merupakan salah satu sumur ”muda” yang
dikelola PEP Papua Field di Pulau Salawati. Ditajak pada tanggal 6
Agustus 1983, sumur ini memiliki kedalaman total 1687,6 m, 13 kali
lebih dalam dibandingkan dengan sumur KLO-63 di Klamono. Sumur ini
dikelola oleh PEP Papua Field sejak 9 Januari 2015 setelah sebelumnya
dipegang oleh Technical Assistance Contract Pertamina-Intermega
Sabaku-Salawati (TAC Intermega). Berdasarkan data sejarah produksi,
belum pernah dilakukan pekerjaan reparasi sumur ketika dipegang
TAC Intermega. Hal ini membangkitkan optimisme PEP Papua Field
di mana masih terdapat potensi produksi emas hitam yang tersimpan
di sumur ini.
Dengan pengukuran bottom hole pressure (BHP) survey sebelum
pekerjaan, engineer PEP Papua Field mampu menghitung potensi
produksi sumur. Program optimasi sumur dilaksanakan pada minggu
kedua bulan Juni 2015 hingga minggu pertama bulan Juli 2015. Sumur
SLW-A7X menjadi sumur pertama yang dikerjakan PEP Papua Field di
Salawati setelah alih kelola dari TAC Intermega.
Perjuangan mereparasi sumur SLW-A7X tidaklah semudah
mem­balikkan telapak tangan. Sumur SLW-A7X menunjukkan gejala
sulit untuk dimatikan karena besarnya tekanan dari dalam sumur. Di
samping itu, jarak lapangan Salawati yang jauh dari Sorong, kondisi
infrastruktur yang tidak mendukung, dan kendala sarana transportasi
untuk mengangkut material killing fluid (KCl) dari daratan besar Papua
menuju Pulau Salawati menjadi faktor-faktor yang memperberat
perjuangan PEP Papua Field. Pada hari ke-5, upaya optimasi sumur
mampu mengimbangi tekanan dari dalam sumur dan fluida tidak
mengalir untuk sementara waktu. Selanjutnya, dilakukan unset packer 7
inci dan pencabutan rangkaian tubing ke permukaan. Tiga buah pinhole
collar yang terpasang pada rangkaian tubing kemudian diganti dengan
2 buah katup gas lift, dipasang pada kedalaman tubing 1461,25 m
dan 788,23 m.
Sebelum dikerjakan, sumur SLW-A7X menghasilkan minyak di
angka 19 BOPD dengan cara recover menggunakan bantuan vaccuum
truck. Sejak 12 Juli 2015, rata-rata produksi sumur SLW-A7X berkisar
pada 59 BOPD dengan metode produksi gas lift.
Melangkah ke Depan
Papua Field Manager, Sumadi Paryoto, meyakini masih banyak
terdapat cadangan hidrokarbon yang tersisa di Salawati. ”Sumur di
Salawati pernah mencapai peak production 50.000 BOPD. Karena
kontrak Phillips yang segera berakhir waktu itu, sumur-sumur
diproduksikan besar-besaran. Hal ini menyebabkan terjadinya water
coning. Dengan program optimasi yang telah kami susun, kami yakin
dapat mengembalikan kejayaan lapangan Salawati,” ungkapnya
bersemangat. ”Kami memerlukan penyedia jasa penyemenan,
stimulasi, pemompaan, dan uji kandung lapisan (PSPU) dan electric
wireline logging perforation and data processing (EWLPP) untuk memilih
zona produksi yang tepat. Kami akan menjajaki kerja sama dengan
PetroChina Int. Bermuda Ltd. untuk mengeksekusi sumur-sumur
berikutnya,” tambahnya.
”Piping system di Salawati perlu dioptimalkan untuk meminimalkan
kebocoran dan menurunkan pressure drop. Kita juga perlu men­
cari sumur gas yang dapat kita manfaatkan untuk menunjang
operasional sumur di Salawati dan menghemat biaya operasi. Potensi
penghematannya sebesar 1,4 miliar rupiah setiap bulannya,” tandasnya.
Sumadi juga menyampaikan bahwa banyaknya open hole pada
sumur dan minimnya data log menjadi tantangan tersendiri untuk
mengelola lapangan Klamono. ”Butuh 13 liter bahan bakar untuk
memproduksikan 1000 barel fluida sumur. Kunci optimasi produksi
dan penghematan biaya di Klamono adalah pemilihan zona yang tepat
untuk diproduksikan,” tukasnya.•Nug/Udin/Eko/Fajrin/Rai/Njo
No. 34
SOROT
Tahun LI, 24 Agustus 2015
5
Audit Tim Independen
Pengendalian Keselamatan
Migas di RU III
Plaju - Bertempat di Conference Room, GM
RU III Mahendrata Sudibja menerima kun­jungan
Auditor Tim Independen Pengendalian Keselamatan
Migas (TIPKM) dari Dirjen Migas Kementerian ESDM
yang diketuai oleh Soehatman Ramli, pada (3/6).
Kunjungan ini bertujuan untuk mengaudit, meng­­
analisa dan mengevaluasi sistem manajemen ke­
selamatan kerja yang dilaksanakan di RU III serta
memberikan rekomendasi perbaikan dari hasil audit
yang dilakukan.
Sebanyak 12 auditor melakukan penilaian mulai
dari penerapan sistem manajemen K3 yang meliputi
ko­mitmen manajemen terhadap aspek HSE hingga
security system dan aspek reliability yang mencakup
program inspeksi peralatan hingga aspek STK.
GM RU III Mahendrata Sudibja menyambut baik
audit ini. ”Kami mendukung secara penuh audit yang
dilakukan, dengan menyediakan data dan informasi
yang dibutuhkan dalam kegiatan audit. Hasil dari
ke­giatan ini tentunya memberikan manfaat bagi im­
provement di RU III yang menunjang bisnis di masa
depan,” ujarnya.•RU III
PULANG PISAU – Direktur
& Umum Dwi Wahyu Daryoto
SDM & Umum Pertamina Dwi
yang didampingi oleh GM
Wahyu Daryoto meresmikan
Marketing Operation Region
SPBU 63.748.01 di Pulang
VI Faris Aziz beserta tim
Pisau, Kalimantan Tengah,
manajemen MOR VI, Retail
pada (4/8). SPBU ini me­
Fuel Marketing Region VI
r u ­p a k a n S P B U C O D O
Manager Asep Wicaksono
(Company Owned Dealer
Hadi, Domestic Gas Region
Operated) pertama di Ka­
VI Manager Moch. Toriq, dan
bupaten Pulang Pisau.
Marketing Branch Manager
SPBU CODO ini berlokasi
Kalbarteng Eko Harjito me­
di Kecamatan Jabiren, Ka­
lak­s anakan kunjungan ke
bupaten Pulang Pisau, Ka­
Terminal BBM Pulang Pisau.
limantan Tengah. Lokasi
Dalam kunjungan ter­
SPBU CODO tersebut me­
sebut, Dwi Wahyu Daryoto
rupakan jalur lintas utama
berdiskusi untuk lebih me­
dari Palangkaraya menuju
ningkatkan semangat dan
Banjarmasin. Jalur tersebut
motivasi para pekerja di
cukup ramai dilintasi ken­
TBBM Pulang Pisau, serta
daraan pribadi maupun
meninjau ke area terbatas
kendaraan umum untuk
TBBM.
perjalanan lintas propinsi,
Selain berkunjung ke
sehingga SPBU tersebut
Terminal BBM Pulang Pisau,
juga dapat menjadi rest area
Direktur SDM & Umum
dengan konsep one stop
bersama tim manajemen
service.
MOR VI juga menyempatkan
Foto : MOR VI
Foto : RU III
Peresmian SPBU CODO Pertama di Pulang Pisau
Pemotongan Pita Peresmian dan Pengisian Perdana Pertamax di SPBU CODO
63.748.01 Pulang Pisau.
Setelah acara peresmian
diri berkunjung ke fasilitas
disalurkan menggunakan
SPBU CODO, Direktur SDM
DPPU Tjilik Riwut yakni Ex-
tongkang melintasi sungai
Dermaga milik Pertamina
Kahayan dan disalurkan
yang berada di tepi sungai
melalui pipa bawah tanah
Ka­hayan, Palangkaraya.
menuju DPPU Tjilik Riwut.
Dermaga ini dahulu digu­
Namun sejak September
nakan untuk mene­rima Avtur
2009, karena akses jalur
dari Kilang Balikpapan yang
darat telah dapat dilintasi
MT, penyaluran Avtur dari
TBBM Balikpapan saat ini
menggunakan Mobil Bridger
me­nuju DPPU Tjilik Riwut di
Palangkaraya, sehingga saat
ini dermaga tersebut sudah
tidak digunakan lagi.•MOR VI
Pertamina Siap Perluas Investasi Hulu Energi
Baru dan Terbarukan... (Sambungan dari halaman 1)
Adapun, untuk biofuel
lini dari bisnis energi baru
bijakan pendukung bagi
sendiri akan terdiri dari green
terbarukan, tidak sekadar
terwujudnya pengembangan
diesel dengan kapasitas
menjadi offtaker, melainkan
energi baru dan terbarukan
0,58 juta KL per tahun,
bisa juga menjadi produsen
di Tanah Air, seperti insentif
co-processing green diesel
di bisnis hulu energi baru dan
harga untuk pembangkit
0,14 juta KL per tahun, co-
terbarukan,” kata Direktur
lis­trik panas bumi, air, bio­
processing green gasoline
Utama Pertamina Dwi Soe­
massa, dan juga biogas.
0,23 juta KL per tahun,
tjipto.
Dia juga mengungkapkan
bioavtur 257.000 KL per
Sementara itu, Direktur
kebijakan harga memang
tahun, bioethanol sebesar
Gas dan Energi Baru
menjadi kunci sukses bagi
76.000 KL/tahun, dan 10
Terbarukan Pertamina Yenni
pengembangan energi baru
ton per hari bio LNG plant.
Andayani menambahkan
dan terbarukan.
“Pertamina berkomitmen
Pertamina siap berinvestasi
“Apalagi dengan kondisi
untuk mencari sumber-
bisnis hulu Energi Baru
harga minyak mentah
sumber energi, termasuk
dan Terbarukan. Menurut
seperti saat ini, tentu saja
energi baru dan terbarukan
dia, capital expenditure
energi baru dan terbarukan
yang dapat digunakan untuk
yang diperlukan untuk pe­
menghadapi tantangan
menopang kemandirian
ngembangan bisnis gas dan
karena harus berkompetisi
dan kedaulatan energi
EBT serta geothermal men­
dengan energi fosil yang
nasional. Pertamina
capai 8 miliar dolar AS.
sedang turun harga,” te­
mempertimbangkan pula
Yenni juga menyambut
untuk masuk ke semua
baik adanya berbagai ke­
rang­nya.•Rilis/IRLI
No. 34
SOROT
Tahun LI, 24 Agustus 2015
6
Energi Baru RU IV Siap
Tingkatkan Margin
Perusahaan
CILACAP – “ Siapa Kita?” teriak seorang pekerja
baru Pertamina yang disambut penuh semangat
oleh teman-temannya seraya menjawab
“PERTAMINA”. “PERTAMINA?” lanjutnya yang
di­s ambut dengan teriakan penuh semangat
“Men­dunia”.
Semangat para energi baru Pertamina ini
ditunjukkan pada saat penerimaan 16 orang
pekerja baru ex beasiswa DIII STEM AKAMIGAS di
RU IV Cilacap yang berlangsung di Ruang Rapat
II Head Office RU IV Cilacap, pada (3/8).
Pekerja baru ini merupakan hasil rekrutmen
college shopping dari SMA Negeri 1 Cilacap, SMA
Negeri 3 Cilacap, dan SMA Taruna Nusantara
Magelang yang telah menerima beasiswa pen­
didikan jenjang DIII STEM AKAMIGAS dengan
program studi Teknik Pengolahan & Konsentrasi:
Refinery.
JAKARTA - Dalam rangka
menyambut bulan tata
nilai Confident 2015, Team
Culture, Direktorat SDM &
Umum bekerja sama dengan
Corporate Secretary dan
Direktorat Pemasaran meng­
gelar lomba promosi produk
Pertamina.
Kegiatan bertajuk ‘Every­
body is Marketer’ ter­sebut
bertujuan untuk mem­p er­
kenalkan sejumlah pro­d uk
Pertamina kepada masya­
rakat. Peserta lomba ter­
buka bagi seluruh pekerja
Pertamina, Anak Perusahaan,
dan mitra kerja Pertamina
dimana setiap peserta harus
mempromosikan dua produk,
yakni produk wajib Pertalite
dan produk pilihan seperti
Pertamax Plus, Pertamax,
Pertamax DEX, Bright Gas,
Vi-Gas, Fastron, Enduro,
Mesran, dan Prima XP.
Direktur SDM dan Umum
P e r t a m i n a D w i Wa h y u
Daryoto mengapresiasi 6C
Foto : KUNTORO
Foto : RU IV
Tampil PeDe di Lomba Promosi Produk Pertamina
Direktur SDM & Umum Dwi Wahyu Daryoto ikut serta mempromosikan Pertalite di studio mini “Everybody is Marketer”.
Monthly Campaign sebagai
kegiatan positif untuk mem­
bekali pemahaman dan
pe­n getahuan produk bagi
pekerja Pertamina, terlebih
meningkatkan kepercayaan
diri mereka.
“Diharapkan para pekerja
bisa menjadi marketer yang
baik mengingat jumlah pekerja
Pertamina yang tersebar
ke seluruh pelosok negeri,”
ungkap Dwi, pada (18/8).
Acara ini berlangsung
hing­ga 28 Agustus 2015 di
Lobi Gedung Utama Kantor
Pusat Pertamina. Peserta
yang lolos masuk 12 besar
akan melakukan proses
seleksi secara langsung di
hadapan juri yang terdiri dari
BOD, Komisaris, dan Brand
Ambassador Product serta
mendapatkan satu Paket
Perdana dari Bright Gas.
Selain itu, bagi 3
pemenang terpilih masingmasing akan mendapat
voucher belanja produk Perta­
mina senilai Rp10 juta untuk
juara pertama, Rp7,5 juta
untuk juara kedua, dan Rp 5
juta untuk juara tiga.•EGHA
Yoshua Sony Wijaya, salah satu pekerja baru
menyampaikan rasa bangganya bisa terpilih
menjadi bagian dari Insan Pertamina. “Kami
telah menyelesaikan studi selama 3 tahun dan
telah dibimbing oleh tenaga ahli onsite serta
mendapatkan pendidikan semi militer untuk
kedisiplinan,” ujarnya. Ia juga berjanji akan me­
nerapkan ilmu yang telah ia miliki untuk dapat turut
serta menaikkan margin RU IV Cilacap dan untuk
meningkatkan kinerja operasional perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut GM RU IV
Cilacap Nyoman Sukadana menyampaikan,
acara ini merupakan wujud dari dinamika
perusahaan. “Masuknya pekerja baru merupakan
siklus perkembangan dan pertumbuhan SDM
perusahaan yang memang harus ditempa kom­
petensinya agar dapat mengoperasikan kilang
dengan lebih baik,” tutur Nyoman Sukadana.
Ia menambahkan bahwa perkembangan di
sektor pengolahan sangat luar biasa. Banyak
proyek-proyek sedang dan akan dibangun
sehingga diperlukan banyak tenaga kerja baru
untuk mengisi posisi yang ada. Sejalan dengan
itu para pekerja baru bisa menerapkan ilmunya
untuk diaplikasikan di kilang. Nyoman berharap
para pekerja baru ini akan menunjukkan kerja
keras dan integritas kepada perusahaan.
Nyoman juga mengimbau agar para pekerja
baru untuk selalu mengutamakan safety saat
bekerja. “Bekerja di kilang merupakan hal yang
berisiko tinggi sehingga jangan pernah berperilaku
unsafe dan lakukan intervensi apabila ada yang
melanggar safety,” tutupnya.
Pada kesempatan yang sama juga dilepas
19 pekerja RU IV menjadi peserta intake
pendidikan STEM Akamigas untuk tahun ajaran
2015/2016.•RU IV
Sosialisasi Pengisian Data SFAL dan SFBD
untuk Monitoring Losses
Balikpapan – Marketing
Operation Region (MOR)
VI dan Refinery Unit (RU) V
bersama Tim Pembenahan
Tata Kelola Arus Minyak yang
dipimpin oleh Faisal Yusra
selaku Project Coordinator
PTKAM mengadakan sosiali­
sasi pengisian data SFAL
(Ship Figure After Loading)
dan SFBD (Ship Figure
Before Discharge) di sistem
MySap untuk MOR dan
sistem ROAS untuk RU,
pada (13/8).
S o s i a l i s a s i i n i b e r­
tu­juan agar pekerja yang
ber­­t anggung jawab untuk
mengirim atau menerima
minyak dapat memasukkan
data secara benar di MySap
dan ROAS sehingga mo­
nitoring losses (R1, R2,
R3,R4) dapat dilakukan.
Apabila monitoring losses
sudah dapat dilakukan maka
upaya untuk melakukan pe­
nurunan losses dapat di­
laksanakan begitu juga de­
ngan proses klaim ke pihak
transportir dapat dilakukan
dengan dasar yang kuat.
Sosialisasi ini dibuka oleh
Vice President SPC (Shared
Processing Center) Bambang
Rudi sebagai wakil PTKAM
di­dampingi oleh GM MOR VI
Faris Aziz dan dihadiri oleh
tim manjaemen MOR VI dan
RU V Balikpapan. Peserta
sosialisasi adalah wakil dari
P2 TBBM (Terminal BBM) Re­
gion VI, S&D Region VI, Depot
LPG Balikpapan, dan Finance
Business Support RU V.
Bambang mengatakan,
sosialisasi ini merupakan
yang pertama dari rangkaian
sosialisasi yang dilaksanakan
oleh Tim Pembenahan Tata
Kelola Arus Minyak Korporat.
Setelah dilaksanakan di MOR
VI dan RU V Balikpapan, Tim
akan melakukan sosialisasi
ke Surabaya untuk MOR
V dan RU VI, Yogyakarta
untuk MOR III,IV dan RU IV,
Makassar untuk MOR VII,VIII,
dan RU VII serta Batam untuk
MOR I dan RU II.
Sosialisasi yang diadakan
selama dua hari ini ditutup
oleh Yudhi Candra selaku
koordinator sosiali­sasi di MOR
VI dan RU V. Ia menje­laskan,
launching untuk proses
Foto : MOR VI
dan mendapatkan kesempatan luar biasa untuk
Penandatanganan Komitmen Validitas Pencatatan Serah Terima Minyak.
memasukkan data ke sistem
MySap dan ROAS akan
dilaksanakan pada Oktober
2015. Walaupun demikian,
GM MOR VI Faris Aziz
menginstruksikan jajarannya
untuk mulai memasukkan
data sejak sosialisasi selesai
dilaksanakan. Diharapkan
dengan sudah dimulainya
proses memasukkan data ini
sejak Agustus 2015, pekerja
sudah dapat membiasakan
diri pada saat launching nanti.
Sementara Faisal Yusra
menekankan pentingnya
proses ini dilaksanakan.
“Karena per tahun 2014,
losses Pertamina sebesar
530,5 juta US dollar atau
sebesar 30% dari total keun­
tungan Pertamina di tahun
2014. Apabila losses ini
dapat ditekan, Pertamina
dapat melebihi target keun­
tungan yang ditetapkan oleh
pemerintah,” tegasnya.
Acara sosialisasi ini ditutup
dengan penandatanganan
Komitmen Validitas Pen­
catatan Serah Terima Minyak
bersama seluruh jajaran ter­
kait.•MOR VI
CORPORATE
SOCIAL RESPONSIBILITY
No. 34
Tahun LI, 24 Agustus 2015
7
Pertamina Kembali Bantu
Pengungsi Sinabung
Kabanjahe - Sebagai bentuk kepedulian
dengan sesama, MOR I kembali memberikan sum­
bangan berupa sembako dan peralatan sekolah
untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung,
Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Senior
Supervisor Eksternal Relation MOR I, Zainal
Abidin beserta timnya di dua titik pengungsian
yaitu posko Desa Batu Karang, Kecamatan
Payung dan Jambur Sempa Jaya, Desa Peceren
Berastagi.
Menurut pengakuan warga posko pengung­
sian Batu Karang, anak-anak yang berada di
sana diantar untuk menuju sekolah sementara,
dengan menggunakan angkutan TNI, PMI dan
BNPB, dan lain-lain. Pengungsi di sana berharap
agar musibah tersebut segera ber­akhir dan bisa
kembali ke rumah mereka masing-masing untuk
menjalani kehidupan de­ngan normal.•MOR I
SURABAYA - PT Pertamina
Hulu Energi West Madura
Offshore (PHE WMO) kembali
meraih penghargaan dari
Pemerintah Daerah Propinsi
Jawa Timur atas Pelaksanaan
Pengelolaan Lingkungan
Hidup. Kali ini PHE WMO
meraih Kategori Terbaik.
Penghargaan tersebut
berhasil dipertahankan PHE
WMO selama tiga tahun ber­
turut-turut. Penghargaan
diserahkan oleh Gubernur
J a w a T i m u r, S o e k a r w o
kepada President/GM PHE
WMO, Boyke Pardede pada
30 Juli lalu saat Puncak Acara
Peringatan Hari Lingkungan
Hidup Se-Dunia Provinsi Jawa
Timur 2015.
Selain itu, pada Pe­
ringatan Hari Lingkungan
Hidup yang bertema “Seven
Billion Dreams, One Planet,
Consume W ith Care” ini
juga diberikan penghargaan
Foto : PRIYO
Foto : MOR I
PHE WMO Raih Penghargaan Lingkungan Hidup
kepada sekolah-sekolah
bi­n aan PHE WMO, yaitu
SMA Negeri 1 Kamal, SMK
Negeri 2 Bangkalan dan SD
Gebang 1 Bangkalan. Mereka
mendapatkan predikat se­
bagai Sekolah Adiwiyata Ting­
kat Propinsi. Boyke Pardede
mengatakan, apresiasi Pemda
tersebut merupakan bukti
nyata ko­mitmen PHE WMO
dalam pengelolaan lingkungan
hidup yang diwujudkan pa­
da penyampaian Laporan
Pelaksanaan Pengelolaan
Lingkungan Hidup kepada
Pemda secara konsisten dan
tepat waktu.•PHE
Bantuan untuk
Desa Penyangga RU VI
BALONGAN – RU VI Balongan melalui pro­
gram CSR menyerahkan bantuan berupa
dua unit speaker aktif untuk Desa Majakerta,
Kecamatan Balongan, pada (10/7). Speaker ter­
sebut diserahkan oleh GM RU VI Balongan Yulian
Dekri, Kepada Kuwu Desa Majakerta Suradi.
Speaker ini diberikan kepada Desa Majakerta
untuk menggantikan speaker yang kondisinya
sudah kurang baik yang berada di Masjid Al
Hidayah Desa Majakerta.
Selain Desa Majakerta, RU VI Balongan
juga memberikan bantuan peralatan elektronik
kepada tiga desa lainnya di Kecamatan Balongan.
Bantuan tersebut berupa dua unit pengeras suara
untuk Desa Sukaurip, 1 unit Mixer untuk Desa
Balongan, dan 4 unit kipas angin untuk Desa
Sukareja.
Menurut Yulian, bantuan ini diberikan agar
keberlangsungan ibadah dapat berjalan de­
ngan baik di tiap desa sekaligus menjadi bukti
ke­pedulian RU VI terhadap pemberdayaan ma­
syarakat sekitar. “Semoga bantuan tersebut dapat
mempererat silaturahmi antara RU VI Balongan
dengan masyarakat desa,” ujarnya.•Riki Hamdani
ACEH TAMIANG - K e ­
bun Kelapa Sawit yang ter­­
hampar di Desa Paya Bedi,
Kecamatan Rantau Ka­
bupaten Aceh Tamiang seluas
5 hektar menjadi sum­b er
Pelepah kelapa sawit (Oil Palm
Fronds) selama ini kurang
memberikan manfaat bagi
petani. Batangnya yang keras
dengan daun berduri, kerap
dibuang setelah buah kelapa
sawit telah cukup umur dan
harus dipanen.
Untuk itu diperlukan tek­
nologi pengolahan pakan
dalam hal ini pengolahan
secara fisik sehingga daun dan
pelepah bisa dimanfaatkan
untuk pakan ternak. Peman­
faatan pelepah dan daun
ke­lapa sawit sebagai pakan
ternak diharapkan dapat mem­
bantu mengatasi masalah ke­
tersediaan pakan terutama
pa­da musim kemarau, serta
produktifitas ternak.
Penggunaan pakan dari
pelepah kelapa sawit dinilai
lebih ekonomis. Peternak tidak
harus mendatangkan rumput
atau memelihara rumput se­
belum bisa digunakan untuk
pakan. Pelepah dapat terus
diperoleh saat panen buah
kelapa sawit setiap harinya.
Pembina Program Kerajin­
an Tepas dan Pakan Ternak
Desa Paya Bedi Aceh Tamiang,
Muhammad Toni mengatakan
bahwa kelompok ini telah me­
nerima jasa manfaat dari PEP
Field Rantau berupa Mesin
pencacah dan pembuat
pakan ternak sapi.
Menurut Toni, harga pa­
kan ternak/dedak pelepah
kelapa sawit ini bisa dijual
de­n gan harga perkilonya
Rp 800. Harga dedak dari
pelepah kelapa sawit ini di­
nilai lebih ekonomis jika di­
ban­dingkan dengan dedak
padi Rp2.500/kilo dan dedak
jagung Rp4.000/kilo.
“Ini adalah ramah ling­
kungan karena sebelumnya
pelepah kelapa sawit tidak
berguna hanya dibakar karena
setelah panen kelapa sawit
sisa-sisa pelepah dibiarkan
bertumpuk” ujar Toni.
Sementara itu di tempat
yang sama, kelompok para
ibu-ibu di Desa Paya Bedi
juga turut menyalurkan ba­kat
terampilnya dalam meman­
faatkan limbah kebun milik
desa itu, yakni pelepah daun
kelapa sawit sebagai sumber
tambahan dalam meraup
rejeki.
Kelompok pengrajin te­
pas Karya Muda Desa Paya
Bedi yang diketuai oleh Efi
ini menganyam tepas (bilik),
Pemanfaatan Lahan Penyangga RU VI untuk Pertanian
Foto : IRLI
Foto : RU VI
Dari Pelepah Sawit Menjadi Anyaman Tepas & Pakan Ternak
membuat atap daun ni­pah,
membuat atap daun la­
lang dan membuat sangkar
burung.
Diakui Efi, kehadiran Ke­
lompok Tepas Karya Muda ini
setelah adanya bantuan dana
dari Pertamina EP Field Rantau
Aceh Tamiang sejak Agustus
2013. Kelompok binaan Per­
ta­m ina diberikan pelatihan
ba­gaimana pembuatan pakan
ternak untuk awalnya dan
se­lanjutnya terpikirlah untuk
menghasilkan karya lainnya,
yaitu tepas.
Bantuan dari Pertamina
bukanlah berbentuk Rupiah
melainkan dalam bentuk
kemandirian yaitu pemberian
mesin dan pelatihan. “Selan­
jutnya kita akan dilatih kem­
bali oleh Pertamina untuk
ke­rajinan lainnya seperti
pembuatan tapisan, pot bu­
nga dan alas piring jadi semua
bahan dari kelapa sawit bisa
dimanfaatkan,” jelas Efi.
Setelah diberikan pe­
latihan dan pendampingan
oleh Pertamina, kaum perem­
puan di desa tersebut telah
mampu mengolah lim­b ah
pe­lepah sawit untuk di­man­
faatkan menjadi bahan yang
ber­g una sebagai industri
kreatif.
Begitupun dengan kaum
laki-laki yang telah mahir
mengolah pelepah sawit
menjadi pakan alternatif bagi
ternak yang menyehatkan
bagi ternak jika dibandingkan
dengan pakan ternak lain­
nya. Terlebih lagi ini upaya
kemandirian masyarakat desa
turut mampu meningkatkan
ke­­sejahteraan ekonomi me­
reka dari hasil pelepah sawit
yang berdayaguna.•IRLI
No. 34
DINAMIKA
TRANSFORMASI
Tahun LI, 24 Agustus 2015
8
SINOPSIS
Judul
: Go To The Higher Level : cara cepat menuju
puncak karier di saat krisis sekalipun
Penulis : Ronny Siagian
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Meniti karier di dunia kerja butuh target pencapaian se­suai dengan
yang Anda inginkan. Jika tidak, maka Anda tidak akan punya arah yang
jelas ke mana harus melangkah. Hari-hari yang Anda lalui di tempat
kerja menjadi jenuh, karena melakukan pekerjaan yang monotan, itu-itu
saja, dan tidak ada perkembangan.
Meniti karier hingga mencapai puncak harus melewati me­dan
pendakian, yang membutuhkan persiapan agar bisa sukses mencapai
puncaknya. Oleh karena itu persiapan yang harus dilakukan adalah :
1. Ketahui terlebih dahulu saat ini po­sisi karier Anda berada dimana,
2. Ketahui terlebih dahulu kemempuan diri (skill) Anda terhadap
pekerjaan yang Anda kerjakan, 3. Harus punya keinginan kuat untuk
terus-menerus meningkatkan kemampuan diri yang telah Anda miliki,
sehingga tidak hanya berpuas diri dengan kemampuan yang sudah
ada saat ini, 4. Mempunyai orientasi terhadap peningkatan karier
sebagaimana yang Anda impikan.
Namun, untuk menuju ke puncak karier bukanlah hal mudah,
butuh persiapan dan rencana yang matang. Ber­modal­kan semangat
semangat saja tidak cukup, apalagi tanpa didukung oleh perencanaan
yang jelas akan menjadi sia-sia. Banyak hal yang harus dipersiapkan
untuk menuju puncak karier.
Kunci awal kesuksesan untuk menuju puncak karier adalah
dengan menjawab pertanyaan sederhana berikut : 1. Posisi apa
yang Anda harapkan di perusahaan di mana Anda bekerja saat
ini? 2. Sekarang posisi Anda ada di mana?. Jika kedua pertanyaan
tersebut bisa Anda jawab dengan tegas, maka Anda harus yakin
bisa mencapainya. Apabila Anda ingin meningkatkan posisi di
perusahaan tempat Anda bekerja saat ini, maka arahkan diri Anda
kepada pekerjaan yang sesuai dengan bakat alami Anda. Jadi, jangan
sia-siakan waktu bekerja di perusahaan yang tidak tepat atau tidak
sesuai dengan potensi Anda.
Didalam buku ini akan dijelaskan beberapa langkah yang dapat
menjadi ‘peta’ agar dapat sampai ke puncak karier, sama halnya seperti
seorang pendaki gunung yang perlu mempersiapkan perbekalan
sebelum melakukan pendakian. Umumnya seorang pendaki akan
menyediakan banyak waktu untuk mempelajari segala sesuatu yang
berhubungan dengan gunung atau puncak yang akan didakinya.
Pada bagian selanjutnya, Anda akan mempelajari teknik-teknik
berkomunikasi yang baik, bekerjasama dengan orang lain (dengan
atasan, rekan kerja ataupun anak buah). Selanjutnya Anda juga akan
dilatih agar selalu bekerja dengan cerdas.
Di bagian akhir buku ini, Anda akan disegarkan dengan berbagai
hal, supaya Anda tetap antusias dalam bekerja dan menggapai citacita. Buku ini menarik untuk And abaca. Buku ini juga dapat dijadikan
sebagai bahan diskusi atau bahan untuk pelatihan bagi karyawan.
Semoga buku ini bermanfaat untuk kita semua.•PERPUSTAKAAN
PENCAPAIAN BOUNDARY KPI
GCG COMPLIANCE TW II TAHUN 2015
Target Boundary KPI GCG Compliance Tahun 2015 = 87%
Target Boundary KPI GCG untuk Penetapan Realisasi dan Performance Dialogue (PD)
TW II Tahun 2015 = 40%
Parameter Kepatuhan
Tahunan:
Pengisian Code of Conduct
(CoC), Pelaporan Conflict
of Interest (CoI), Sosialisasi
GCG
Parameter Kepatuhan
Bulanan :
Pelaporan Gratifikasi Parameter tambahan
untuk Manager/setara
ke atas:
Pelaporan LHKPN
Upstream Refinery MarkeCng & Trading ISC 59.70% 72.03% 74.33% 70.84% 93.55% Finance 88.54% SDM & Umum 83.92% Corporate Secretary Legal Counsel & Compliance Chief Audit ExecuCve Energi Baru & Terbarukan 0.00% 75.72% 94.26% 97.66% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% 90.00% 100.00% *) Perhitungan untuk kepatuhan Pelaporan Gratifikasi pada Boundary KPI GCG Compliance, proporsional hanya untuk kepatuhan
bulan April-Juni 2015
Data per 15 Juli 2015
DINAMIKA
TRANSFORMASI
Forum Presentasi CIP RU IV Cilacap :
Selalu yang Terdepan
RU IV terdepan dalam Forum Presentasi Continuous Improvement Program (CIP)
terbukti atas pencapaiannya dalam forum presentasi Continous Improvement Program
(CIP) III pada tanggal 14 Agustus 2015 yang ditutup langsung oleh GM RU IV Cilacap di
Ruang Rapat II Head Office RU IV Cilacap. Pada tahun ini Refinery Unit IV Cilacap telah
berhasil melaksanakan tiga kali forum Presentasi CIP sebagai ajang seleksi terhadap
semua gugus CIP. Forum presentasi CIP yang pertama dilaksanakan tanggal 03 Februari
2015 dan diikuti oleh 5 PKM, 5 GKM dan 22 SS di Ruang Rapat II Head Office dengan
139 pekerja yang terlibat dan menghasilkan value creation sebesar +/-Rp 70 M.
Selanjutnya forum presentasi CIP yang kedua
dilaksanakan tanggal 12 Mei 2015 dan diikuti 7 PKM
10 GKM 46 SS dilaksanakan dua stream di Gedung
Griya Patra dengan melibatkan 289 pekerja dan
menghasilkan value creation sebesar Rp 87 M lebih
dan forum ketiga dilaksanakan menjelang peringatan
HUT RI Ke 70 pada tanggal 13 – 14 Agustus 2015
selama dua hari berturut – turut di Ruang Rapat II
Head Office dan diikuti oleh 14 PKM, 9 GKM dan 6
SS yang melibatkan pekerja sebanyak 260 pekerja dan value creation yang dihasilkan
sebesar Rp 12 M lebih.
Sebagai bentuk komitmen pekerja pada kegiatan Continuous Improvement Program
dan kontribusi nyata pekerja dalam upaya membangun budaya perubahan melalui pola
pikir dan pola tindak yang berlandaskan mutu untuk meningkatkan performansi dan kinerja
Perusahaan. Tim Manajemen sangat mendukung dan mengapresiasi kerja cerdas rekanrekan semua yang telah mengusahakan perbaikan kinerja di lingkungan masing-masing
karena visi dan misi tidak akan mampu diraih tanpa partisipasi pekerja sebagai sentral
sumber daya yang menggerakkan semua kekuatan yang dimiliki perusahaan.
Dibandingkan tahun sebelumnya terdapat peningkatan yang signifikan dalam
presentasi Mutu CIP tahun 2015 ini, baik dalam jumlah peserta maupun perolehan cost
reduction sejumlah +/- Rp 171 M dari 128 Risalah dan 688 pekerja yang terlibat CIP
tahun ini. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pekerja yang terlibat pada kegiatan
Continuous Improvement akan semakin banyak pula perbaikan dan inovasi yang dapat
dilakukan. Untuk itu diharapkan commitment, involvement dan support dari para Pekerja
mulai dari front line sampai dengan Tim Manajemen untuk menyelesaikan pekerjaan
menggunakan CIP sesuai arahan Direktur Utama disemua lini organisasi.
Oleh karena dengan konsep Continous
Improvement Program (CIP) (PDCA dan
Delta) yang telah ditetapkan Perusahaan,
para pekerja dapat mengekspresikan dan
mengaktualisasi diri sebagai seorang pekerja
yang profesional di bidang masing-masing.
Sudah menjadi ketetapan Tim juri dalam
Forum Presentasi kali ini tentu ada yang
ditetapkan sebagai Gugus/ SS Terbaik dari
sekian ide perbaikan yang telah diusahakan
oleh pekerja, namun yang lebih penting dari
semua adalah bahwa kita insan mutu telah berbuat terbaik untuk dapat berkontribusi
terhadap kelangsungan usaha Perusahaan saat ini. Keberhasilan yang kita raih hari ini
tidak ada artinya bila hanya tertuang dalam kertas, keberhasilan yang telah kita usahakan
haruslah tetap dijaga bersama dengan standarisasi yang harus dipatuhi oleh semua
bagian terkait,
Bagi gugus yang mendapatkan
peringkat pertama baik PKM, GKM
dan SS dari setiap forum akan
memperebutkan gugus yang berhak
mewakili RU IV ke jenjang Nasional dan
Internasional dalam Forum Presentasi
Grand Final yang akan diselenggarakan
pada tanggal 8 September 2015.
Semoga dengan CIP kita dapat
mewujudkan kilang yang aman,
berwawasan lingkungan, handal dan
profitable.
Keep Inovating....Keep Improving !
Insan mutu.......semangat ...hebat
Oleh : Kodiran – Quality Management RU IV Cilacap
No. 34
Tahun LI, 24 Agustus 2015
9
Workshop Expert Panel Untuk Aset
Pengetahuan Yang Lebih Baik
Acara Workshop Expert Panel yang dihadiri oleh perwakilan berbagai fungsi di Kantor Pusat kali
ini diadakan di Hotel Patra Jasa Bandung pada 20-21 Agustus 2015. Walaupun tidak semua expert
panel dapat hadir namun para peserta sangat aktif dan bersemangat sehingga acara tersebut dapat
berjalan efektif.
Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut
selain bertujuan untuk meningkatkan review aset
pengetahuan, juga merupakan forum refreshment
pengetahuan para expert panel dan sarana untuk
menggali feedback/masukan guna mengoptimalkan
penggunaan Portal KOMET. Opening disampaikan
oleh Gatot Chiandar selaku Manager Knowledge
Management yang menyampaikan materi InBrief Expert Panel. Di sela-sela presentasi yang
disampaikan oleh, para peserta secara aktif memberikan saran sebagai upaya untuk meningkatkan
kinerja pengelolaan KOMET.
Ditengah kesibukan opera­
sionalnya, para expert panel ter­
nyata masih meluangkan waktu
untuk membagi pengalaman dan
pengetahuannya melalui kegiatan
review aset pengetahuan. Dalam
workshop ini, selain dilakukan refreshment pengetahuan tentang
KOMET, para expert panel juga diajak
untuk menikmati berbagai macam
materi yang dikemas dengan lebih menyenangkan melalui permainan seru seperti pickpocket dan
detective conan.
Kinerja expert panel selama
workshop juga dipantau melalui
d a s h b o a rd y a n g d i s e d i a k a n
secara manual dan sistem untuk
memantau progress jumlah aset
pengetahuan yang berhasil direview.
A p re s i a s i y a n g s e t i n g g i tingginya patut diberikan kepada
expert panel yang selama ini telah terlibat secara sukarela untuk berkontribusi dan menunjukkan
engagement-nya yang besar sebagai salah satu ujung tombak yang menentukan keberhasilan
pengelolaan KOMET.Besar harapan kita semua untuk tidak cukup puas dengan prestasi yang telah
diperoleh KOMET melalui penghargaan Indonesian dan Asian MAKE Study Award namun kedepannya
KOMET harus mampu menjadi backbone dalam pengelolaan aset pengetahuan yang lebih baik dan
mampu mengakselerasi tercapainya Visi Perusahaan.
The More You Share; The More You Get; Let’s Share Knowledge!!!
Oleh : Dewi Hanifah dan Tim Internship – QSKM – HR & GA Directorate
Tim Knowledge Management (KOMET)
Quality Management – Dit. GA
Lt. 17 – Gd. Utama, KP Pertamina
Tlp. (021) 381 6847 Facs. (021) 350 2673
Email: [email protected]
Power nap atau tidur singkat bertenaga adalah
tidur dalam waktu singkat dengan memutus tidur
sebelum masuk ke dalam fase tidur lelap atau
Slow-Wave Sleep (SWS) yang bertujuan untuk
memulihkan kesegaran (revitalisasi) tubuh dalam
waktu singkat. Istilah ini diperkenalkan oleh James
Maas, seorang psikolog dari Cornel University.
Power nap ini adalah tidur siang singkat, umumnya
20 menit, yang dilakukan di sela-sela kegiatan.
Dengan melakukan power nap, otak dan tubuh
bisa beristirahat sambil mengisi ulang energi.
Sehingga saat bangun kita merasa lebih segar,
semangat, dan berenergi.Tidur siang banyak sekali
manfaatnya buat otak dan tubuh, terlepas dari
berapa pun umur kita. Berikut ini merupakan 5
Keuntungan dari power nap (tidur singkat)
Memperbarui Mood. Kurang tidur atau kele­
lahan bikin kita jadi sensitif, alias gampang marah
atau tersinggung. Power nap membantu tubuh
mengumpulkan energi positif sehingga perasaan
jadi lebih tenang dan ceria.
Menurunkan Hormon Stres. Power nap
mem­bawa relaksasi bagi tubuh dan otak sehinga
mengurangi tekanan yang dirasakan. Rutin
melakukan power nap bisa menurunkan hormon
stres dalam tubuh.
Mengurangi Kantuk Berlebih. Penelitian
NASA membuktikan power nap bisa mencegah
bahkan menghilangkan rasa kantuk berlebihan
yang muncul akibat kurang tidur atau kelelahan.
Jauh lebih baik daripada minum kopi atau minuman
berkafein lainnya.
Meningkatkan Stamina. Tidur selama 20
menit setelah kita terbangun selama delapan
jam, lebih efektif memberikan energi untuk me­
ningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, di­
bandingkan me­nambah waktu tidur 20 menit di
pagi hari.
Meningkatkan Daya Berpikir Kreatif.
Penelitian NASA membuktikan, tidur siang selama
30 menit bisa meningkat kemampuan berpikir
sebanyak 40 persen, sedangkan tidur siang selama
20 menit cukup bagi otak mengumpulkan energi
untuk memperbaiki neuron-neuron otak sehingga
bisa bekerja lebih efektif. Hasilnya kita jadi lebih
waspada, berpikir lebih jernih, meningkatkan
ingatan dan kemampuan memecahkan masalah.
Otak pun jadi bekerja lebih efektif saat belajar atau
menerima informasi baru. Termasuk meningkatkan
daya berpikir kreatif sehingga muncul ide-ide baru.
Tidur singkat ini bisa menjadi sarana lebih bagi
Anda yang kekurangan tidur. Namun alangkah
baiknya tidurlah sesuai kebutuhan Anda.
sumber : http://haikado.blogspot.com
10
Halal bihalal dan Pelepasan Calon Jamaah Haji PWP RU III
Plaju – Bertempat di Gedung Patra Ogan, pengurus
PWP RU III menggelar halal bihalal dan sekaligus pelepasan
19 orang anggota PWP yang akan menunaikan ibadah
haji tahun 1436 H, Senin (10/8). Acara diawali dengan
pembacaan ayat suci Al-qur’an dan saritilawah serta
dilanjutkan dengan pemberian cinderamata kepada
calon jemaah haji yang diserahkan Ketua PWP RU III Vitri
Mahendrata.
Dalam sambutannya, Vitri menyampaikan pelaksanaan
ibadah haji merupakan wujud menunaikan rukun Islam
ke­­lima yang tidak semua umat muslim dapat lakukan.
“Melaksanakan ibadah ke tanah suci Mekah merupakan ke­
bahagiaan tersendiri yang sudah seharusnya patut disyukuri,
karena tidak semua orang bisa melaksanakannya kendati
sudah mampu,” ujar Vitri.
Vitri berharap, semoga calon jamaah haji anggota PWP
RU III diberikan kesehatan baik saat pergi maupun nantinya
pada saat kembali ke tanah air dan dapat meraih haji yang
mabrur.
Foto : RU III
Keuntungan dari
Power Nap
­
No. 34
Tahun LI, 24 Agustus 2015
Vitri menambahkan, melalui acara halal bihalal dan
pelepasan jamaah haji, para pengurus dan anggota diha­
rapkan dapat saling memaafkan atas kesalahan yang
di­perbuat serta semakin memperkuat silaturahmi dan
mem­pererat rasa persaudaraan keluarga besar PWP.
Acara diakhiri dengan tausiyah dari Ustadzah Pipik Dian
Irawati.•RU III
Organisasi Culture Agent Budaya MOR II,
Prioneer di Marketing Operation
Pa l e m b a n g – G M
Marketing Operation Re­gion
(MOR) II Herman M. Zaini
mengukuhkan organisasi
Culture Agent Budaya Mar­
keting Operation Region II,
pada (20/8). CAB MOR II
menjadi pioneer dalam
mengaktifkan CAB dan pro­
gram budaya di lingkungan
Marketing Operation Region.
Change Agent Budaya
adalah motor penggerak yang
membantu GM dan manager
untuk melakukan internalisasi
tata nilai 6C dan budaya ber­
kinerja tinggi. Peserta CAB di
MOR II sejumlah 43 Pekerja
yang tersebar kantor unit dan
di lokasi-lokasi MOR II.
Program CAB telah dilak­
sanakan sejak tahun 2013.
Saat ini telah terdaftar 631
CAB seluruh Indonesia.
Perusahaan melalui Cul­
ture and Transformation
meng­koordinasikan program
budaya perusahaan baik yang
serentak seluruh indonesia
maupun yang di area/fungsi.
Foto : MOR II
sumber :refreze.com
TIPS
PERSATUAN WANITA PATRA
Program Budaya mendukung
pencapaian operasional bis­
nis dan menciptakan iklim
kerja yang kondusif dalam
pembentukan employee
engagment dan bukan
sesuatu yang terpisah dari
dari operasional/bisnis.
Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI
ke Kalimantan
BALIKPAPAN - Komisi
VI DPR RI melakukan
kunjungan kerja ke Provinsi
Kalimantan Selatan pada
reses masa persidangan IV
tahun sidang 2014/2015,
pada 9-13 Agus­tus 2015.
Dalam kunjungan
kerja kali ini, tim Komisi
VI DPR berfokus pada
permasalahan dalam bidang
industri, perdagangan,
investasi, dan BUMN, baik
yang berkaitan dengan per­
tumbuhan maupun kendalakendala yang dihadapi ser­ta
kontribusi BUMN dalam
pembangunan dan pe­ngu­
rangan pengangguran dan
kemiskinan di Provinsi Ka­
limantan Selatan.
Pertamina selaku BUMN
yang bertugas untuk men­
distribusikan BBM turut
diundang untuk bertemu
dengan komisi VI DPR RI
ini. Pada 11 Agustus 2015,
di Kantor Wilayah PLN Ka­
limantan Selatan dan Tengah
Banjarbaru, Komisi VI mela­
kukan rapat kerja dengan
Direksi PT. PLN (Persero),
PT Pertamina (Persero),
PT Aneka Tambang (Per­
sero) Tbk, PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk, dan
PT Bukit Asam (Persero)
Tbk. Pertamina diwakili
oleh Direktur Keuangan
Arief Budiman, Retail Fuel
Mar­keting Region VI Asep
Wicaksono Hadi beserta ja­
jaran manajemen Marketing
Operation Region VI Kali­
mantan.
Direktur Keuangan Per­
ta­mina Arief Budiman me­
maparkan seputar kegiatan
MOR VI dalam menjalankan
tugas-tugasnya untuk men­
distribusikan BBM di wilayah
Region VI, khususnya Ka­
limantan Selatan serta
kon­d isi terkini penyaluran
Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan.
Sebelumnya, pada 3-5
Agustus 2015, Komisi VII
DPR RI juga melakukan
kunjungan kerja ke Palang­
karaya, Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan tersebut
Direktur SDM & Umum
P e r t a m i n a D w i Wa h y u
Daryoto didampingi GM
MOR VI Faris Aziz be­serta
jajaran manajemen MOR
VI memaparkan se­p utar
kegiatan MOR VI dalam
men­jalankan tugasnya untuk
mendistribusikan BBM di
Kalimantan Tengah. Dalam
diskusi dengan Komisi
VII DPR RI, Pertamina
diminta untuk lebih aktif
berkoordinasi dengan
Pemerintah Kota dan
Propinsi untuk membantu
mengawasi distribusi BBM
di Kalimantan Tengah serta
memberikan lebih banyak
alokasi Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan di
pulau Kalimantan.•MOR VI
No. 34
KRONIKA
Tahun LI, 24 Agustus 2015
11
Komisaris Pertamina ke PT Patra Badak Arun Solusi
Foto : PBAS
JAKARTA – Pada 13 Agustus 2015, Komisaris Pertamina Widhyawan Prawiraatmadja mengunjungi kantor
PT Patra Badak Arun Solusi (PBAS) dalam rangka mengenal lebih lanjut perusahaan yang baru dibentuk di
tahun 2014 yang lalu (sebelumnya adalah PT Patra Teknik). Kedatangan Komisaris disambut oleh Direktur
Utama PBAS Nanang Untung dan Direktur Operasi Edy Prabowo, beserta jajarannya. Setelah mendapatkan
pemaparan mengenai visi dan misi perusahaan serta rencana kerja di tahun 2015 dan jangka panjang,
Komisaris Pertamina memberikan dukungan agar PBAS dapat mewujudkan visinya menjadi “Trusted Global
Energy Partner”.•PBAS
Foto : KUNTORO
Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
Kunjungi Booth Pertamina di GPMB 2015
JAKARTA – Usai membuka Gelar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya (GPMB) Expo & Awards 2015
yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis – Minggu (28/7 – 2/8), Menteri Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Dr. Yohana Yembisse mengunjungi booth Pertamina. Dalam acara
bertema “gerakan desa untuk masyarakat yang lebih berdaya, berkarakter dan berbudaya menuju Indonesia Hebat”
tersebut, Yohana mendapat penjelasan tentang program-program CSR Pertamina dari Manager CSR Pertamina
Agus Mashud, antara lain tentang 100 desa binaan CSR Pertamina dan Pertamina Sehati.•URIP
Palembang - Dalam rangka menjalin komunikasi dan hubungan baik terutama di bidang kerja sama
operasi, PDSI melakukan courtesy call ke Pangdam II Sriwijaya yang baru, Mayjen Purwadi Mukson, SIP di
Palembang, Kamis (6/8). Pada kesempatan itu, Direktur Utama PDSI Lelin Eprianto didampingi VP QHSSE
Rio Dasmanto dan Security Advisor Wilonojati. Silaturahmi ini sekaligus perkenalan Dirut PDSI dengan
Pangdam II Sriwijaya yang baru diangkat pada 25 Juli 2015. Menurut Lelin Eprianto, jalinan kerja sama
PDSI dengan Kodam II Sriwijaya dinilai penting mengingat banyaknya aktivitas operasi PDSI yang berada
di wilayah Sumatera Selatan. Terlebih lagi dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman antara PT.
Pertamina (Persero) dengan TNI pada 29 Juni 2015 yang lalu oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto
dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.•PDSI
Foto : PDSI
Courtessy Call Direktur Utama PDSI ke Pangdam Sriwijaya
Perkokoh Sinergi, GM MOR IV Kunjungi Kapolda Jateng
Foto : MOR IV
Semarang – Untuk lebih memperkokoh sinergi antara Marketing Operation Region (MOR)
IV dengan Kepolisian Daerah Jawa Tengah dilakukan kegiatan kunjungan kehormatan
atau Courtessy Call GM MOR IV kepada Kapolda Jawa Tengah. Kapolda Jateng Irjen Pol
Drs.Noer Ali menerima GM MOR IV beserta tim Manajemen MOR IV di ruang kerjanya.
Pada kunjungan tersebut GM didampingi oleh Domestic Gas Manager Y Hardjono, Retail
Fuel Marketing Manager Widodo Budi, S&D Manager Arnold Pandaleki, Head of Security
Sodikin, dan External Relation Roberth MV Dumatubun. Pembahasan memfokuskan
kepada pengamanan distribusi BBM dan Elpiji di Jawa Tengah. Kapolda Jateng Irjen
Pol Drs. Noer Ali berkomitmen untuk memerintahkan jajarannya untuk terus mendukung
kegiatan penyaluran Energi Pertamina kepada masyarakat di wilayah Jawa Tengah.•MOR IV
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia)
melaksanakan donor darah di Kantor Pusat PHE, PHE Tower, Jakarta, Rabu (5/8). Dengan target 200
kantong darah, kegiatan ini diikuti oleh Direktur Eksplorasi PHE Rudy Ryacudu dan Vice President
HR & GA PHE Karantina Marhaeni serta pekerja PHE, PHE ONWJ, PHE WMO, PHE Jambi Merang
yang berkantor di PHE Tower. Pelaksanaan donor darah di PHE merupakan kegiatan rutin yang
dilakukan setiap 3 bulan sekali. Diharapkan pelaksanaan donor darah di bulan kemerdekaan ini
bisa membuat pekerja PHE bersemangat untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan kantong
darah PMI bagi masyarakat yang sedang memerlukannya.•PHE
Foto : PHE
Donor Darah Pekerja PHE : “Share Blood Share Life”
POSISI
No. 34
KIPRAH
ANAK PERUSAHAAN
Tahun LI, 24 Agustus 2015
12
Jakarta – Dalam rangka
m e­w u j u d k a n k o m i t m e n
perusahaan untuk selalu
m e l a k s a n a k a n k e­g i a t a n
operasi secara aman, nyaman,
dan berwa­wasan lingkungan
untuk me­lin­dungi setiap orang,
aset perusahaan, lingkungan,
dan komunitas sekitar dari
potensi bahaya, PEPC me­
nyelenggarakan acara yang
bertajuk “Upstream HSSE
Forum periode Juli – Agustus
2015” pada 6 Agustus
2015 di Gedung Patra Jasa,
Jakarta. Acara ini merupakan
gabungan dari PEPC dan
PEPC ADK yang diikuti dari
SVP PT. Pertamina (Persero),
jajaran direksi dan VP be­
berapa anak perusahaan Hulu
Pertamina lainnya.
Direktur Hulu Pertamina
Syamsu Alam yang hadir pada
acara tersebut menyatakan,
forum seperti ini sangat
bermanfaat untuk saling
sharing dan mengingatkan
bahwa hidup selalu penuh
risiko. “Apalagi di perusahaan
minyak yang memiliki risiko
kerja tinggi. Sharing apapun
mengenai safety health
dan kecelakaan kerja tentu
berguna bagi seluruh pekerja,”
ujarnya.
Syamsu Alam menegas­
kan, seluruh pimpinan Per­
tamina berkomitmen terhadap
HSSE, sehingga diharapkan
dapat diterapkan oleh seluruh
pekerja pada aktifitas seharihari, tidak hanya dalam event
ini saja.
Syamsu juga menekan­
kan, agar insiden pada awal
Foto : WAHYU
ali mundakir
Foto : KUNTORO
Direktur Operasi,
PT Pertamina Geothermal Energy
manson sihotang
Foto : KUNTORO
Manager Procurement & Administrator
Direktorat Pengolahan
muhammad sonne
Foto : RAHMAN
Foto : KUNTORO
Site Manager Project Control - PLBC,
Direktorat Pengolahan
syafriansyah
Site Manager QA/AC - PLBC,
Direktorat Pengolahan
Wahyudi
Business System Operation Manager,
Corporate Shared Service,
Direktorat SDM & Umum
Foto : PEPC
PEPC Selenggarakan Upstream HSSE Forum
Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menegaskan seluruh pimpinan Pertamina berkomitmen terhadap HSSE, sehingga
diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh pekerja pada aktifitas sehari-hari.
Agustus lalu di Bojonegoro
dapat menjadi lesson learn
untuk proyek Jambaran-Tiung
Biru (JTB).
Ia juga mengingatkan
PEPC untuk memastikan
bahwa operator proyek yang
di lapangan harus sudah
qualified pada saat hand over.
“Mereka diharapkan cukup
ahli dan pengalaman untuk
mengerjakan proyek JTB.
Hal tersebut bisa dilakukan
dengan pemberian training
secara berkala,” pungkas
Syamsu Alam.
Terkait dengan insiden di
Bojonegoro, Manajer HSSE
PEPC Kemas Johansyah,
menegaskan, agar kejadian
serupa tidak terulang kembali,
perlu adanya update social
mapping, local habit, dan
karakter penduduk/pekerja
setempat. Diharapkan de­ngan
berbagai aspek yang terus
dievaluasi bisa mencegah halhal yang dapat menimbulkan
Program BKOG Pertamina EP Ditutup
JAKARTA - Vice President HR Pertamina EP Beni Syarif Hidayat
Beni Syarif mengingatkan para wisudawan bahwa
menutup dan mewisuda 33 peserta Program Bim­bingan Kerja
mereka akan bekerja mengoperasikan fasilitas yang
Operator Gas (BKOG) Pertamina EP 2014 di Hotel Patra Jasa
nilainya ratusan juta dolar. Fasilitas ini masuk dalam
Jakarta, Jumat (31/7). Ke-33 peserta yang adalah
putera
kategori high capital, high tech dan high risk. “Karena
juga sekaligus diangkat
itu pendidikannya juga dibekali dengan disiplin, supaya
daerah Luwuk, Sulawesi Tengah,
sebagai pekerja Pertamina EP.
kalau Anda bertugas, tidak iseng ataupun lalai,” kata Beni.
Penutupan dihadiri VP Pertamina Corporate University (PCU)
Beni juga menyebutkan para pekerja muda ini dituntut
Ichsanuddin Usman, GM Matindok Gas Development Project
untuk memahami HSSE. Jadi kemanapun mereka nanti
(MGDP) yang diwakili Manager Subsurface Fuad, dan jajaran
pergi di dalam kompleks, maka mereka harus selalu punya
PCU maupun HR Pertamina EP.
gas detector. “Kalau bunyi gas detector, tidak boleh ada
Ichsanudin Usman menyatakan bahwa sampai saat wisuda
api, tidak ada rokok, tidak ada kendaraan bermotor yang
ini ia merasa puas dengan prestasi para peserta program.
masuk, yang akan menyebabkan segitiga api. Termasuk
Namun akan lebih puas lagi jika prestasi itu dilanjutkan ke tempat
sinyal atau getaran handphone,” tegas Beni.
kerja yang sesungguhnya.
Sementara Functional & General Training Manager PCU
Usman berharap para wisudawan tidak membandingkan
Ika Satyakartika melaporkan bahwa program ini diikuti 33
atau memilih penugasan, karena penugasan sudah diberikan
peserta putera daerah Luwuk. Mereka mengikuti pendidikan
sesuai kemampuan dan kebutuhan perusahaan. Usman
selama 1 tahun di STEM Akamigas Cepu. Tiga peserta terbaik
juga menegaskan agar mereka tidak berhenti belajar untuk
adalah Moch. Iqbal Dewantara (nilai 76,02), Sri Andini S. Sina
meningkatkan kompetensi.
(75,14), dan Guruh Satriadi (74,76).•Urip/Navi Febrian R
kerugian bagi pekerja maupun
perusahaan.
Dalam kesempatan ter­
sebut, Direktur Utama PEPC
Adriansyah menjelaskan
tentang Up­s tream HSSE
Forum PEPC dan kinerja
P EP C hi ngga akhi r Jul i
2015. “Secara kumulatif,
produksi blok Cepu mencapai
58,43 juta barrel, sedangkan
kumulatif produksi EPF Banyu
Urip periode 2009-2015
mencapai 51,3 juta barrel.
Selama pe­riode tersebut
tidak ada ca­tatan recordable
accident, TRIR, NOA,
maupun kejadian pencurian
aset perusahaan,” paparnya.
Sementara Direktur
Utama PEPC ADK, Perry
Widyananda dalam ke­
sempatan yang sama ke­
giatan operasional yang dila­
kukan. “Untuk saat ini PEPC
ADK melakukan ke­g iatan
G&G Study, re-entry 5 wells,
dan design sumur. Fasilitas
yang tersedia di lapangan di
antaranya Kemuning Block
Station, Alas Dara Station,
dan main gathering dengan
penjagaan dan patroli ke­
amanan 24 jam untuk aset
di luar lokasi block station
dan pemeliharaan rutin se­
tiap bulan. Ini dilakukan agar
safety risk tetap terjaga untuk
menghindari hal-hal yang
tidak diinginkan,” jelasnya.
Acara juga diisi dengan
pemaparan dari koordinator
HSSE PEPC ADK, Idaman
Gea, yang menguraikan ten­
tang ‘Why We Need Safety’
serta Dr. Nuruddin mengenai
‘Wellnes Our Way’ (WOW) di
lingkungan pekerja PEPC.
Untuk menjaga dan
mencegah tidak lagi terjadi
kecelakaan kerja, Idaman
Gea kembali menegaskan
motto ‘Jadikan safety sebagai
budaya/kebutuhan di tempat
kerja maupun di rumah’.•PEPC
14 Mei
ra, kelahiran Luwuk,
Moch. Iqbal Dewanta
14 yang
20
P
PE
OG
BK
I
k
ta Terbai
1995, adalah Peser
geri 2 Luwuk
. Ia lulus dari SMA Ne
/7)
(31
at
Jum
da
isu
diw
.
a adalah IPA
tahun 2013. Jurusanny
ialisasi
OG karena tertarik sos
BK
m
gra
Pro
t
iku
al
Iqb
da n
ar
lam
min a. Ia pu n me
yan g dila ku kan Pe rta
kan
ma
me
g
yan
tes
serangkaian
kemudian mengikuti
bahwa
n. Iqbal mengakui
ahu
set
pir
ham
ktu
wa
erja
bek
n
aka
diri tidak tahu
ketika ia melamar, ia sen
si
tra
inis
adm
i
aga
seb
hanya
di bidang apa. Pilihan
an.
atau operator di lapang
Sri An din i S. Sin a,
Se pe rti ha lny a Iqb al,
ada
k,
Luwu tertarik karena
kelahiran Ma’ahas,
n
pu
ia
itu,
mina. Setelah
sosialisisasi dari Perta
i
ula
dim
,
tes
an
kai
kuti serang
mendaftar dan mengi
. Total
tan
eha
kes
dan
ra
nca
dari psikotes, wawa
n.
n kurang lebih setahu
igas
waktu yang dibutuhka
gram D1 STEM Akam
Pro
di
un
tah
1
n
ika
did
pen
i
lan
Gas
nja
ok
me
h
tind
tela
Se
kerja di bawah Ma
tor gas yang akan be
an
erik
mb
me
uk
unt
p
Cepu sebagai opera
nyatakan sia
(MGDP), keduanya me
unit-unit
ke
as
tug
Development Project
dah
pin
us
har
rtamina, termasuk jika
rharap dengan
yang terbaik bagi Pe
esia. Mereka juga be
on
Ind
h
uru
sel
di
la pada putera
pu
an
Pertamina lainnya
aju
a akan membawa kem
min
rta
Pe
ke
a
rek
me
masuknya
gah.•URIP
daerah Sulawesi Ten
KIPRAH
ANAK PERUSAHAAN
Corporate Secretary
Gustini Raswati
Vice President Business Demand,
Corporate Shared Service,
Direktorat SDM & Umum
Foto : WAHYU
Foto : WAHYU
Foto : URIP
Foto : URIP
Foto : RAHMAN
Foto : RAHMAN
Hendrizal
Downstream Relationship Management
Manager,
Corporate Shared Service,
Direktorat SDM & Umum
Chairuddin
Strategy Architecture & Security Manager
Corporate Shared Service,
Direktorat SDM & Umum
eka permana sidik
Manager HR Pertamina Lubricants
Direktorat SDM & Umum
irzan noor rizki
Unit Manager HR Sumbagsel
Direktorat SDM & Umum
taufik P. PUSPO
Fuel Product Quality & Quantity Manager,
Direktorat Pemasaran
Arnold A. Pandelaki
Fuel Terminal Manager
Direktorat Pemasaran
13
PTK Tandatangani Nota Kesepahaman
dengan Petrosea
JAKARTA - PT Pertamina
Trans Kontinental (PTK)se­
pakat bersinergi dengan PT
Petro­s ea Tbk. Nota Ke­s e­­
pa­haman tersebut ditan­da­
tangani oleh Direktur Uta­ma
PTK Subagjo Hari Moeljanto
d e n g a n V i c e P re s i d e n t
Director Ilda Harmyn dan
Independent Director Jo­
hanes Ispurnawan, di Ruang
Rapat Direktur Utama PTK
Lantai 3, pada (29/7). Acara
ini turut disaksikan oleh Tim
Ma­najemen PTK dan per­wa­
kilan dari PT. Petrosea Tbk.
Subagjo Hari Moeljanto
menyampaikan MoU ini
merupakan kerja sama
dalam rangka optimalisasi
lahan Pertamina di Tg. Batu.
Project ini merupakan salah
satu penugasan Pertamina
sebagai induk dalam rangka
turut bersinergi dalam pe­
manfaatan seluruh lahan milik
Pertamina terutama yang
terkait dengan kemaritiman.
Subagjo menyambut baik
kerja sama PT Petrosea
Tbk. dan berharap untuk
dapat dikembangkan dan
mendapatkan manfaat bagi
kedua belah pihak.
“ P T. P e t r o s e a T b k .
sebagai listed company,
sudah pas­ti mengutamakan
profit orien­t ed. Namun,
kami tetap ber­h arap agar
kerja sama ini tidak hanya
fokus kepada profit oriented
namun tetap mengusung nilai
strategis maupun benefit,”
tegasnya.
Menurut Subagjo, in­
volvement PTK dalam project
ini dipastikan memiliki nilai
yang tetap berada dalam
koridor Good Corporate Go­
vernance. “Semoga Petrosea
juga dapat meng­optimalkan
kompetensi dan sumber daya,
Foto : PTK
wisnuntoro
No. 34
Tahun LI, 24 Agustus 2015
Kerja sama PTK dan PT Petrosea Tbk diharapkan tidak hanya fokus kepada profit
oriented namun tetap mengusung nilai strategis maupun benefit.
didukung de­ngan support dari
Tim PTK dalam menjalankan
kerja sama yang lebih kongkrit
lagi,” tukasnya.
PT Petrosea Tbk. melalui
Vice President Director Ilda
Harmyn berharap kerja sama
ini akan terealisasi dalam
ben­­tuk yang lebih nyata.
“Se­moga sinergi ini sejalan
de­ngan rencana pemerintah
Republik Indonesia,” ujarnya.
P T. P e t r o s e a T b k .
meru­pakan perusahaan na­
sional Indonesia dengan
pengalaman lebih dari 42
tahun dalam bidang per­
tambangan, konstruksi
rekayasa dan jasa pelayanan
logistik lepas pantai dan kon­
traktor. Petrosea menyediakan
berbagai macam servis di
sektor pertambangan di In­
donesia dari ‘Pit ke Port’.•PTK
Sharing Knowledge untuk Pengembangan PEPC
Jakarta – PEPC kem­
bali menggelar sharing
knowledge yang diadakan
di ruang Banyu Urip Gedung
Patra Jasa, pada (5/8).
Tema yang dibahas adalah
Proyek Pengembangan Gas
Lapangan Unitisasi Jam­
baran-T iung Biru (J-TB)
dengan dua topik yang ber­
beda.
Topik pertama bertajuk
“Construction Management
Plan By EPC-A” disampaikan
oleh Jansen Viklos Howard
dari fungsi Engineering.
Dalam presentasinya, Jansen
menjelaskan manajemen
konstruksi adalah suatu
proses untuk memastikan
semua kegiatan konstruksi
sesuai dengan data-data
proyek yang dikelola secara
efektif dan mencapai sasaran
yang diinginkan, mulai dari
tahap perencanaan/planning
dan tahap pelaksanaan/exe­
cution pekerjaan konstruksi
di lapangan.
Menurutnya, dengan da­
ta-data proyek yang sudah
dimiliki, kemudian dilakukan
proses perencanaan dan
pe­l aksanaan konstruksi,
mulai dari studi awal hingga
start up. Jansen juga
mema­p ar­k an secara detil
mengenai interface kerja
konstruksi mulai dari project
requirement sampai pada pre
commisioning, commisioning,
dan start up.
Proses kerja konstruksi
pada pekerjaan Engineering
Procurement Construction
(EPC) dibagi menjadi dua
tahap, yaitu tahap peren­
canaan yang dilakukan di
kantor pusat serta tahap
pelaksanaan yang dikerjakan
di lapangan.
Jansen meengingatkan,
ha l pe nt ing y a ng ha r us
diketa­hui dalam manajemen
konstruksi, yaitu teknologi
konstruksi, pengawasan
proyek, jadwal konstruksi,
anggaran pekerjaan kons­
truksi, pengelolaan quality
proyek, HSSE proyek, penge­
lolaan risiko proyek, dan
penanganan material proyek.
Topik kedua berjudul
“Perubahan Design dan
Spesifikasi Material Produced
Water and Raw Water Pipeline
untuk memperbaiki nilai
keekonomian proyek gas
Jambaran-Tiung Biru” yang
dibawakan oleh Syahria Ali
dan Andry Soetiawan, dari
fungsi Engineering.
Foto : PEPC
Foto : RAHMAN
Foto : KUNTORO
POSISI
Syahria Ali mengatakan
bahwa hingga saat ini nilai ke­
ekonomian proyek JambaranTiung Biru perlu dilakukan
beberapa perbaikan. Salah
satunya, melalui engineering
agar bisa menghemat cost,
meningkatkan volume pro­
duksi serta membuat harga
jual gas menjadi lebih tinggi.
Syahria menjelaskan,
original design POD produced
water (JTB-BU) dan Raw
Water Pipeline (BU-JTB)
berbahan carbon steel, bagus
dari sisi mekanikal. Carbon
steel bisa tahan korosi namun
dengan ekstra pelapisan,
ekstra ketebalan dan coating,
yang berdampak pada harga.
Untuk itu dibutuhkan bahan
jenis lain yang memenuhi
beberapa requirement.
Diharapkan dengan adanya
perubahan design dan spe­
sifikasi material tersebut akan
membuat penghematan CA­
PEX & OPEX, instalasi lebih
cepat dan risiko lebih kecil
karena relatif lebih aman.
Sementara Andry
Soetiawan, menguraikan
metodologi atas perubahan
design dan material produced
water & raw water pipeline.
Hasil dari metodologi yang
telah dilakukan menyatakan,
material yang bukan terbuat
dari carbon steel memiliki
banyak kelebihan. Materi
yang direkomendasi adalah
spoolable reinforced pipe dan
unreinforced HDPE. Jika ini
bisa terwujud, penghematan
yang dilakukan bisa mencapai
5,2 juta dolar AS.•PEPC
No. 34
SOROT
Tahun LI, 24 Agustus 2015
Pembenahan Tata Kelola Arus Minyak
Perilaku Serah Terima Dibenahi – Supply Loss Dimitigasi – Perilaku Menyimpang Dibasmi – Keberhasilan Diapresiasi – Efisiensi Semakin Tinggi – Kinerja Perusahaan Sesuai Visi Misi
Segel Kapal Dilipatgandakan, Supply Loss Dapat Ditekan
Berkatalah seorang Surveyor Senior dalam salah satu
rapat lintas fungsi yang dihadiri oleh ISC, BOC, S&D, PTKAM
dan belasan orang surveyor dari beberapa Perusahaan
Surveyor, “Sebetulnya tugas kami selaku surveyor ---sesuai
standard kerja internasional--- cukup menyegel bagianbagian tertentu saja. Seterusnya selama minyak berada
dalam lambung kapal, tanggung jawab nakhodalah untuk
menjaganya”. Kemudian lanjut surveyor asal Kawanua ini
lagi, “kalau nanti minyak yang diangkut kapal tersebut di
pelabuhan bongkar (D/P) berkurang melebihi batas toleransi
yang dibolehkan, maka discrepancy yang terjadi jadi beban
kapalnya”.
Jika kita bicara
soal tanggung jawab
losses dengan me­
laksanakan kegiatan
“business as usual”
tidak perlu ada PTKAM
sebagai usaha untuk
menurunkan losses.
Tinggal menghitung berapa persen kelebihan batas toleransi
yang telah dilanggar. Kelebihan batas toleransi ini ditagihkan
kepada Ship Owners-nya. Dan, biasanya ---sesuai aturan
main yang telah disepakati para pihak--- nilai rupiah yang
terjadi akibat “kelalaian kapal / (R2 melebihi toleransi)” akan
dipotong langsung ketika Pertamina membayar uang sewa
kapal yang bersangkutan.
Karena dari sisi “jasa angkutan laut” berlaku kaidah
transportation losses (R2) yang nilainya adalah : “minyak
yang diangkut” (SFAL) dikurangi dengan “minyak yang akan
dibongkar” (SFBD) kemudian dibagi dengan “jumlah minyak
yang diserahkan Kilang sebagai mana yang tertulis di kertas”
(BL), tentu tidak begitu repot untuk menagih ganti ruginya,
bukan?
Kalau kondisi normal, mungkin apa-apa yang dikatakan
oleh surveyor senior tersebut bisa dilaksanakan. Tapi
---karena di negeri kita ini masih sering terjadi kondisi tidak
normal dan (bahkan) tidak standard, kepada siapa akan
ditagih bila terjadi “losses” seperti kisah nyata yang beberapa
kali disampaikan PC PTKAM, seperti di bawah ini.
Sebuah tanker membawa minyak dari L/P RU-III untuk
TBBM MOR-II di Jambi. Surveyor di pelabuhan muat Plaju,
karena taat pada kaidah normal ---sesuai standard kerja
internasional--- menyegel bagian-bagian yang perlu disegel.
Antara lain, semua valve (inlet dan outlet) di COT, sea chest
di Kamar Mesin atau Kamar Pompa, dan bagian lain yang
ada hubungannya dengan kargo. Pokoknya penyegelan
dilakukan sesuai dengan standard baku seperti yang
disampaikan oleh Surveyor Senior di atas tadi. Semua
berjalan sesai prosedur.
Namun ketika tanker ini dalam perjalanan menuju Jambi
---kamera CCTV merekam apa adanya yang terjadi--dimana kapal berhenti sekitar >2 jam untuk memindahkan
minyak ke kapal yang telah menunggu di tengah laut, apakah
masih dapat diberlakukan kaidah normal sesuai SOP tadi?
Ketika kapal tersebut tiba di Jambi, dan pembongkaran
minyak dilakukan sesuai (lagi-lagi : standard), ternyata
perhitungan minyak yang diterima tangki darat di TBBM (AR)
dikurangi dengan “jumlah minyak yang diserahkan Kilang
sebagai mana yang tertulis di kertas” (BL), dan kemudian
dibagi dengan BL, malah gain (tidak ada discrepancy).
Timbul pertanyaan lugu dari kita, minyak siapa, dan
minyak dari mana yang dibongkar selama >2 jam di tengah
laut oleh kapal yang mengisi minyak dari L/P Plaju tadi?
Apakah ada minyak dari langit? Apakah ada “ghost oil” yang
dititipkan pada kapal-kapal yang dioperasikan Pertamina
selama ini?
Nah, berkaca ada pengalaman nyata (seperti yang terjadi
di trayek PLJ-JMB di atas) maka PTKAM sesuai dengan
amanah yang diberikan Direksi Pertamina melalui S-Print
No.010/2015 telah menugaskan kepada seluruh Surveyor
yang dibayar Pertamina untuk memberlakukan kebijakan
melipat gandakan segel dalam setiap kegiatan serah terima
minyak di L/P.
Dengan kebijakan yang telah dilakukan Tim PTKAM
Korporat dalam beberapa kali ikut witness di RU-II Dmi,
MOR-I Blw, dan MOR-I Siak tempo hari ternyata losses
bisa diturunkan. Meski penurunan yang terjadi masih belum
seperti yang diharapkan. Memberlakukan penyegelan ganda
di banyak tempat kepada seluruh kapal yang selama ini
mempunyai track record kurang bersahabat, adalah tugas
yang mesti diikuti Surveyor.
Dengan pengecekan seluruh bagian kapal dan potensi
keluarnya kargo pada kapal, digembok serta diberi segel,
semoga tidak terdapat lagi “minyak dari langit” atau “ghost
oil” di kapal-kapal yang dioperasikan Pertamina.• PTKAM
Anomali Serah Terima Minyak SLC
Sudah berjuta-juta minyak
mentah SLC (Sumatra Light
Crude) atau Minas dikapalkan
dari Pelabuhan Chevron di
Dumai ke beberapa Unit
Operasi Kilang di lingkungan
Di­rektorat Pengolahan. Ber­
bagai tujuan pengapalan telah
dilakukannya dari mulai kilang
terdekat (RU II Sei Pakning) hingga posisi kilang yang terjauh
(RU V Balikpapan). Juga telah berbagai jenis kapal yang
digunakan untuk mengangkut minyak “idola” ini dari jenis
General Purpose (GP), Medium Range (MR), ataupun jenis
Large Range (LR) digunakan.
Harapan dan permintaan minyak jenis sweet crude
ini secara terus menerus sangat besar. Sehingga potensi
kendala apapun yang dapat terjadi, sering menjadi perhatian
khusus agar tetap terpenuhinya suplai ke kilang. Bahkan
tidak jarang pengapalan dilakukan untuk mencegah
kekosongan kapal pada schedule pemuatan yang telah
ditetapkan. Sampai-sampai persyaratan khusus terhadap
kapal-kapal yang akan memuat di pelabuhan tetap dipenuhi
oleh Fungsi Shipping kita.
Begitulah usaha kita, bagaimana agar operasi kilang
tetap dapat berjalan lancar. Namun beberapa ke­
kecewaan sering terjadi dengan apa yang dialami
dalam proses serah terima minyak. Kekecewaan
terjadi bukan karena pemuatan yang terlambat ataupun
kecepatan, tetapi kekecewaan lebih banyak pada saat
kilang menerima kualitas minyak tersebut seperti sering
ditemukannya free water pada saat akan dibongkar.
Padahal telah diketahui bahwa pada saat setelah muat di
pelabuhan chevron tidak ditemukan free water. Kalau toh
ada sering di nyatakan sebagai “traces” atau sangat kecil
dan tidak dikuantitikan.
Betapa kecewanya tentu saja, kalau kondisi ini tidak
dapat dilakukan claim. Salah satunya adalah karena proses
serah terima minyak yang dilakukan terhadap pengirim/
penjual adalah mekanisme Incoterms FOB (Free On Board).
Ini berarti secara umum serah terima minyak secara custody
dilakukan di pelabuhan muat. Tanggung jawab pengirim
hanya sampai pada saat dimuat di kapal di pelabuhan muat.
Meskipun hal ini juga masih tergantung kepada perjanjian
yang telah di sepakati, tetapi hal ini menjadi sebuah anomali.
Mari kita lihat histori data supply loss yang R1 dan R3 atau
R4 suplai SLC yang terjadi secara kumulatif dari Bulan
Januari – Juni 2015.
Untuk mencegah terjadinya fenomena ini, perlu kita
melakukan hal-hal yang lebih intens. Dari mulai kualifikasi
surveyor yang dikirim Pertamina yang lebih qualified. Yaitu
surveyor yang mampu melakukan pengawasan yang lebih
baik, dari mulai persiapan kargo di tanki, mensegel setiap
lokasi yang berpotensi terjadinya passing, mengawasi
proses packing line, meyakini berfungsinya automatic
sampler, melakukan draining free water hingga tuntas,
dan pengawasan alat ukur, bahkan sampai pengawasan
di kapal dari mulai perhitungan. Recheck ulang free water
secara lebih akurat sampai penyegelan yang lebih ketat
menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan
oleh penanggungjawab. Bila perlu, lakukan witness oleh
Tim Witness kita setiap akan dilakukan pengapalan serta
pengawasan terhadap kapal selama pengapalan dari
pelabuhan muat hingga pelabuhan bongkar.
Jangan sampai yang sering terjadi ini kita anggap
se­bagai kebiasaan yang menjadi kita lengah. Kita harus
mencari solusi hingga tuntas. Bila perlu kita harus berani
berkata lugas ke SKK Migas, apa yang telah terjadi dengan
minyak Minas. Apakah benar telah menurun kualitas atau
karena hal lain yang menyebabkan pengapalan, kita harus
menanggung free water yang datangnya tidak jelas. Mari
kita menjalankan solusi di atas untuk menjawab anomali
yang terjadi.• PTKAM
Bagi Pekerja yang memiliki Pengetahuan, Pengalaman & Informasi terkait dengan tata kelola dan serah terima minyak, dapat menyerahkannya dalam bentuk
tulisan maksimal 2 lembar halaman A4 melalui email [email protected] yang akan dimuat di kolom ini.
14
No. 34
SOROT
Tahun LI, 24 Agustus 2015
15
Tekan Oil Losses, RU III Gelar Upskilling & Sertifikasi Loading Master
memberikan kontribusi yang
luar biasa dalam menekan oil
loss, karenanya upskilling dan
sertifikasi kompetensi loading
master sangat dibutuhkan
bagi para pekerja loading
master yang menjalankan
proses bisnis tersebut. Sampai
akhir tahun 2015, diharapkan
terdapat 113 loading master
di Direktorat Pengolahan yang
telah bersertifikasi dari Badan
Nasional Sertifikasi Profesi
(BNSP).
Mahendrata mengatakan
RU III dalam kesempatan
kali ini untuk ketiga kalinya
menjadi tuan rumah dengan
pertimbangan keberhasilan
RU III dalam melaksanakan
upskilling dan sertifikasi bagi
2 angkatan sebelumnya. Pe­
milihan RU III juga dilakukan
dengan pertimbangan dari
sisi efisiensi, RU III telah me­
miliki izin TUK (Tempat Uji
Kompetensi) loading master,
serta sarana/prasarana yang
lengkap lewat keberadaan
H S E Tr a n i n g C e n t e r d i
Sungai Gerong. Hal ini turut
mendukung dan sesuai
dengan harapan Direktorat
Pengolahan untuk menjadikan
RU III sebagai center of
coaching loading master.
Menurutnya, loading
master memberikan kon­
tribusi yang luar biasa bagi
perusahaan. “Karena itu,
diharapkan para loading
master dapat menerapkan
hasil upskilling ini di unitnya
masing-masing, sehingga
mampu meningkatkan ki­
nerja kapabilitas dan kinerja
ope­rasional perusahaan,” ujar
Mahendrata.
Pada angkatan ke-VI ini,
upskilling diikuti 18 pekerja
loading master dari RU II
Dumai hingga RU VII Kasim.
Seperti angkatan sebelumnya,
Sonne menjelaskan, uji ser­
tifikasi bekerja sama dengan
Lembaga Sertifikasi Profesi
Maritim (LSPM) sebagai
assessor. Namun yang ber­
Foto : RU III
Sungai Gerong – Sejalan
dengan upaya bisnis refinery
dalam menekan angka oil
loss, upskilling dan sertifikasi
loading master kembali di­
adakan bagi para loading
master di seluruh unit operasi
Direktorat Pengolahan. Ber­
tempat di HSE TC Sungai
G e ro n g , u p s k i l l i n g d a n
sertifikasi loading master
yang telah memasuki ang­
katan ke-VI ini dibuka oleh
GM RU III Mahendrata Su­
dibja, dan perwakilan tim
manajemen serta turut di­
hadiri para Sr. Analyst Op­
timization Operation System,
Muhammad Sonne dan Ste­
phanus Sulaeman, se­bagai
perwakilan OpEx Di­rektorat
Pengolahan.
Untuk mencapai target
oil loss yang ditetapkan
stan­d ar dunia, supply loss
da­lam tahapan bongkar
muat crude turut berperan
di dalamnya. Pengendalian
oil loss dalam tahapan ini
Upskilling untuk loading master ini diharapkan dapat meningkatkan ki­nerja kapabilitas dan kinerja ope­rasional perusahaan.
beda kali ini para peserta
telah mengikuti coaching
materi oleh loading master
senior (bersertifikat) selama
satu bulan di unitnya masingmasing, sehingga tinggal
melanjutkan upskilling dan
ujian bersama di RU III.
Upskilling kali ini meng­
gunakan konsep coaching
dari para instruktur internal
yang merupakan para
loading master bersertifikasi,
untuk membimbing dan
memberikan coaching
kepada para peserta khu­
susnya dalam tips dan
trik menghadapi ujian dan
assessor, baik secara teori
maupun praktik di lapangan.
“Jika dulu instruktur bera­
sal dari perwakilan masingmasing RU, saat ini instruktur
dari tempat ujian dilaksanakan
yaitu para loading master
bersertifikasi di RU III. Di­
harapkan melalui bimbingan
yang diberikan para instruktur,
para peserta dapat lulus
100%,” tutur Sonne.•RU III
Nobar VBDP untuk Pekerja RU IV­
CILACAP – Guna me­
nyosiali­s asikan tata nilai
6C (Clean, Competitive,
Confident, Cus­tomer Fo­
c u s , C o m m e rc i a l , d a n
Capable) dan memastikan
pekerja memahami ar­ti
6C, RU IV Cilacap menye­
Foto : RU IV
lenggarakan Nobar Value
Based Development Pro­
gram (VBDP) bagi seluruh
pekerja di Griya Patra
mereka di perusahaan.
lingkungan pekerjaan sehari-
Cilacap. Kegiatan tersebut
“Secara regular HR RU IV
dihadiri oleh tim manajemen
Cilacap menyelenggarakan
Untuk menilai pe­
RU IV Cilacap, perwakilan
kegiatan nobar VBDP bagi
mahaman peserta terhadap
dari Direktorat SDM Kantor
pekerja. Kegiatan ini juga
aspek tata nilai, terdapat
Pusat Pertamina, dan
melibatkan teman-teman
sesi pre test dan post test.
Change Agent Budaya RU
yang tergabung dari Change
Di akhir acara, peserta
IV Cilacap.
Agent Budaya untuk menjadi
memperoleh nilai hasil
fasilitator nobar VBDP.” ujar
evaluasi tes VBDP serta
Didin Mujahidin.
sertifikat bukti keikutsertaan
Didin Mujahidin selaku
HR Area Manager RU IV
hari.
Cilacap menjelaskan, Nobar
Selama kegiatan Nobar
peserta dalam nobar VBDP.
VBDP merupakan bagian
VBDP, para peserta dibekali
Pembelajaran mengenai
dari program Culture and
materi seputar tata nilai
VBDP juga dapat dilakukan
Transformation Direktorat
6C dan studi kasus terkait
secara mandiri melalui intra
SDM Pertamina yang ber­
masing-masing tata nilai.
net Pertamina atau yang
tujuan untuk me­nanamkan
Peserta juga diajak untuk
di­k enal dengan proses
tata nilai budaya bagi para
berpartisipasi dengan
e-learning, apabila pekerja
p e k e r j a s e h i n g g a b e r­
berdiskusi aktif mengenai
tidak memiliki waktu untuk
pengaruh positif ba­gi perilaku
implementasi tata nilai 6C di
tatap muka.•RU IV
KETUA PENGARAH Vice President Corporate Communication • WAKIL KETUA PENGARAH/PENANGGUNG JAWAB Manajer Media • PIMPINAN REDAKSI Wianda Pusponegoro • WK. PIMPINAN REDAKSI Ifki Sukarya • REDAKTUR PELAKSANA Dewi Sri Utami • KOORDINATOR LIPUTAN Rianti Octavia • TIM REDAKSI Urip Herdiman Kambali,
Irli Karmila, Sahrul Haetamy Ananto, Megha K. Nugraha • TATA LETAK Rianti Octavia • FOTOGRAFER Kuntoro, Priyo Widiyanto, Wahyu Nugraha Ruslan, Adityo Pratomo • SIRKULASI Ichwanusyafa • kontributor Seluruh Hupmas Unit, Anak Perusahaan & Joven • ALAMAT REDAKSI Jl. Perwira No. 2-4, Jakarta Telp. 3815946, 3815966, 3816046
Faks. 3815852, 3815936 • HOME PAGE http://www.pertamina.com • EMAIL [email protected] • Penerbit Divisi Komunikasi Korporat- Sekretaris Perseroan
No. 34
UTAMA
Tahun LI, 24 Agustus 2015
Jatibarang Field : Memetik Nilai Tambah
Mengolah Fasilitas Idle
Jakarta – Di balik musibah selalu tersimpan berkah bagi
siapa saja yang arif menyikapinya. Fakta itu, juga berlaku ketika
harga minyak dunia terpuruk ke level sekitar US $ 45-55 per
barel sejak medio 2014 lalu. Dengan kondisi demikian, seluruh
jajaran yang bergiat dalam operasi industri migas, khususnya
di sektor hulu harus berjibaku mengolah pikir, mengukir
berbagai kreatifitas serta inovasi untuk meningkatkan nilai
tambah dan efisiensi, supaya mampu bertahan dalam
di­namika arus turbulensi pasar. Dalam perspektif itulah,
Direktorat Hulu Pertamina mengapresasi setiap aset dan
unit operasi yang mengedepankan langkah efisiensi lewat
kebijakan inovasi di segala lini, untuk mendongkrak kinerja
produksinya. “Ubah pola pikir, era production at any cost
su­dah berakhir,” demikian tegas Direktur Hulu Pertamina,
Syamsu Alam mewanti-wanti di setiap kesempatan.
Menyadari betapa pentingnya budaya inovasi harus
tumbuh dalam setiap unit kerja, jajaran manajemen aset
anak perusahaan di lingkungan bisnis hulu Pertamina terus
berupaya merangsang kreativitas para pekerja, khususnya
yang berada di lapangan selaku ujung tombak pendongkrak
produksi dan penyumbang pendapatan perusahaan. Lewat
kalkulasi paradigma itulah, para engineer andal PT Pertamina
EP Asset 3, Jatibarang Field berupaya mengoptimalkan
pe­makaian gas outlet Stasiun Kompresor, No Flare Gas
(SK NFG) SPU-A untuk feedgas booster compressor SK
NFG Mundu. Dengan inovasi ini Jatibarang Field mampu
melakukan penghematan sebesar Rp. 693.392.782 selama
bulan Juli 2015.
SK NFG Mundu Field Jatibarang merupakan penyuplai
gas bertekanan yang digunakan untuk pengangkatan atau
lifting minyak bumi di sebagian besar
sumur yang ada di area Jatibarang Field,
oleh karenanya menjaga kehandalan
kompresor booster di SK NFG Mundu
menjadi prioritas utama yang harus di­
lakukan. Penurunan tekanan jaringan
gaslift merupakan masalah serius yang
HULU TRANSFORMATION CORNER
sering terjadi dalam kegiatan operasi produksi minyak dan gas
Jatibarang Field, khususnya area Mundu. Hal tersebut antara
lain disebabkan oleh turbin compressor milik Pertamina Gas
(Pertagas) Mundu mengalami shutdown, sementara restaging
compressor dengan kapasitas 9 MMSCFD sebagai back up
turbin compressor tidak mampu untuk menstabilkan tekanan
jaringan ke normal operasi 910 Psig. “Kondisi demikian,
berdampak pada anjloknya produksi. Sebab, kemampuan
suatu sumur untuk berproduksi secara optimal ikut menurun,”
jelas Hardiyanto, Jatibarang Compressor Operator, sekaligus
sebagai ketua PKM NFG Mundu Mandiri.
Lebih lanjut, menurut Hardiyanto masalah tersebut juga
menyebabkan terbuangnya gas sekitar 3 juta kaki kubik
per hari (MMSCFD). Oleh karena itu, untuk menanggulangi
hal dimaksud, para engineer Jatibarang Field menciptakan
inovasi untuk menambah pasokan gas ke Feed Gas Booster
Compressor dengan cara memasang pressure valve (PCV 4
inch) pada line idle bekas restaging compressor dan membuat
line bypass dari discharge NFG SPU-A ke line Inlet Booster
Compressor Ariel-Waukesha. Dengan memanfaatkan peralatan
yang ada tersebut banyak keuntungan diperoleh perusahaan,
di antaranya: (1) rate gas booster compressor meningkat dari
3.5 MMSCFD menjadi 8.5 MMSCFD, (2) mengurangi biaya
process fee (toll fee) atau biaya jasa operasi turbin compressor
yang selama ini dikerjakan oleh Pertagas Mundu sebesar 4 s/d 5
MMSCFD (3) terjaganya tekanan gaslift sehingga potensi losses
produksi dapat diminimalisir, (4) proses distribusi gas menjadi
lebih baik dengan adanya bypass line, sehingga tekanan
jaringan gaslift menjadi normal serta dapat mengatasi turunnya
tekanan jaringan apabila pipa milik Pertagas bermasalah.
“Berdasarkan hasil perhitungan biaya, potensi value creation
yang bisa dicapai perusahaan selama satu tahun sebesar 9
miliar rupiah,” ungkap Hardiyanto. Rencananya inovasi ini akan
diajukan untuk ikut dalam acara Upstream Improvement and
Innovation Award (UIIA 2015) yang setiap tahun rutin diadakan.
Menurut Hardiyanto, maksud dan tujuan dari keikutsertaan
tersebut adalah agar inovasi yang telah tercipta bisa diim­
Foto : DIT. HULU
x
16
Line modifikasi dan pemanfaatan PCV idle di SK NFG SPU-A, Mundu,
Jatibarang Field.
plementasikan bukan hanya di wilayah kerja Pertamina EP,
Jatibarang Field saja, tetapi juga di wilayah kerja lainnya yang
mengalami masalah serupa.
Jatibarang Field berlokasi di kabupaten Indramayu, Jawa
Barat dengan wilayah kerja meliputi lapangan-lapangan
Jatibarang, Cemara, Tugu Barat, Walet Utara, Kandanghaur,
Melandong, Karangbaru, Karang Tunggal, dan X-Ray yang
berada di lepas pantai. Total produksi Jatibarang Field
sebesar 10.600 barel setara minyak per hari (BOEPD) atau
107 persen melebihi target pada periode semester I/2015.•DIT.
HULU
J AKARTA - P e r t a m i n a
mencatat prestasi istimewa
dengan kembali keluar
sebagai Pe­m enang (The
Winner) dalam ajang 2015
Indonesian MAKE Study
Award. Disebut istimewa
karena kemenangan ini me­
rupakan yang ketiga ber­turutturut dalam tiga tahun terakhir.
Demikian diungkapkan
oleh VP Quality, System &
Knowledge Management
Faisal Yusra setelah menerima
penghargaan tersebut di Gra­
ha CIMB Niaga, pada (13/8).
“Kita ingin mem­buktikan
apakah proses kita ini sustain
atau tidak, ber­k elanjutan
atau tidak. Itulah yang paling
berat,” kata Faisal.
Menurut Faisal, Pertamina
sudah 3 tahun ber­turut-turut
menjadi wakil Indonesia di
tingkat Asia. “Ini membuktikan
bahwa proses kita sustain,
berlanjut,” ujar Faisal.
Ia menegaskan, proses
pembentukan budaya ber­
bagi pengetahuan yang be­
gitu penting, ternyata mulai
berhasil. Dalam proses per­
siapannya, Per­tamina tidak
melakukan sesuatu yang
khusus. “Yang kita sajikan
adalah apa yang kita lakukan.
Apa yang kita sampaikan
adalah apa yang kita im­
plemen­t asikan, meningkat
da­ri tahun lalu,” tuturnya.
“Kuncinya adalah proses
kita tidak berorientasi pa­
da awarding, baik di ting­
kat nasional maupun in­
ternasional. Bagi kita
awarding itu adalah ukuran
un­tuk mengetahui posisi kita
ada di mana,” tegas pria ber­
ka­camata tersebut.
Proses 2015 Indonesian
MAKE Study Award dimulai
sejak Maret 2015 dengan
39 organisasi terpilih sebagai
nominee, dan berhasil me­
nyaring 17 organisasi finalis
yang dikagumi dalam pe­
ngelolaan pengetahuan
mereka. Dalam final juga
menghadirkan tiga pembicara,
yaitu Ery Punta Hendraswara
(Telkom Indonesia), Suryani
Sidik Motik (Ketua Umum
H i m­p u n a n P e n g u s a h a
Pribumi Indonesia) dan Tri
Wasono Sunu (Sumber Alfaria
Trijaya).•URIP
Foto : WAHYU
Pertamina Raih Kembali
Indonesian MAKE Study Award
Vice President Quality, System & Knowledge Management Faisal Yusra foto bersama tim KOMET setelah menerima
penghargaan 2015 Indonesian MAKE Study Award.
SISIPAN
Foto : WAHYU
Senin, 24 Agustus 2015
Direktur Utama Pertamina Dwi
Soetjipto memimpin Upacara
Bendera Peringatan HUT
Kemerdekaan RI ke-70 di halaman
Terminal BBM Sei Siak, Riau diikuti
pekerja Pertamina, perwakilan
BUMN di sekitar Riau dan para
penerima bantuan tanggung
jawab sosial perusahaan
dalam rangkaian program
BUMN Hadir untuk
Negeri.
HUT REPUBLIK INDONESIA
Merah Putihkan
nusantara
Pertamina memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-70 di seluruh pelosok negeri.
Daerah Operasi Pertamina yang tersebar di seluruh bumi nusantara ini hingga ke luar negeri,
menjadi bukti bahwa perusahaan energi terbesar di Indonesia ini terus berupaya mewujudkan
kemandirian energi. Peringatan kemerdekaan RI, selain diisi dengan upacara bendera, juga diwarnai
dengan berbagai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan, sebagai inisiatif Pertamina maupun
bagian dari gelaran nasional BUMN Hadir Untuk Negeri. Rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan
RI ke-70, yang tahun ini diikuti dengan gerakan nasional ‘Ayo Kerja’, telah diwujudkan Pertamina
dalam berbagai aktivitas sebagai bentuk rasa nasionalisme seluruh insan Pertamina.
JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik
Indonesia ke-70, sejumlah pekerja PT Pertamina (Persero) melaksanakan
upacara bendera di area lapangan parkir Kantor Pusat Pertamina, Jalan
Medan Merdeka Timur, Senin (17/8).
Tepat pukul 07.00 wib, pelaksanaan upacara berlangsung secara
khidmat. Sejalan dengan tema BUMN Hadir Untuk Negeri, dalam pidatonya
Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi menyampaikan, Perta­
mina sebagai perusahaan migas nasional harus bisa bersinergi bersama
Peringatan
HUT RI
di Sorong
Menteri ESDM Sudirman Said
Pimpin Upacara 17 Agustus 2015
JAKARTA - Menteri Energi & Sumber Daya Mineral Sudirman
Said memimpin upacara peringatan HUT ke-70 RI yang
berlangsung di lapangan rumput Kantor Kementerian ESDM, Jl.
Medan Merdeka Selatan, Senin (17/8). Upacara diikuti seluruh
jajaran Kementerian ESDM.
Dalam sambutan singkatnya, Sudirman Said menyatakan
peng­
hargaan yang setinggi-tingginya atas perjuangan para
pahlawan yang telah mem­perjuangkan kemerdekaan RI. Tak lupa
penghargaan untuk para senior atau pendahulu yang membangun
Kementerian ESDM (dahulu Kementerian Pertambangan). Dalam
upacara tersebut, juga diberikan penghargaan untuk para kar­
yawan Kementerian ESDM yang telah mengabdi selama ini,
sesuai dengan jangka waktu pengabdiannya.
Upacara juga dihadiri para tamu undangan, diantaranya
adalah Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang.•URIP
Foto : ADITYO
Upacara HUT RI
di Kantor Pusat Pertamina
masyarakat dalam membangun bangsa. Pasalnya, hal tersebut sebagai
wujud terima kasih Pertamina kepada negeri.
“Dengan demikian masyarakat akan mengetahui tugas dan fungsi BUMN.
Untuk itu adalah tugas Pertamina melayani masyarakat dan negara demi ke­
daulatan bangsa,” imbuh Rachmad.•
SORONG – Direktur SDM dan Umum Dwi Wahyu Daryoto
memimpin upacara bendera di halaman Kantor Refinery
Unit VII Kasim, Sorong, Papua. Upacara diikuti pekerja di
lingkungan Operasi Pertamina wilayah Kasim dan Sorong
serta perwakilan PWP.
Dalam amanatnya, Dwi Wahyu Daryoto membacakan
sambutan Direktur Utama Pertamina dalam peringatan
HUT RI ke-70, yang menegaskan agar seluruh pekerja
Pertamina terus berupaya keras dalam upaya mendukung
kemandirian energi.
Kehadiran Direktur SDM dan Umum di Sorong ini,
sebagai bagian dari rangkaian perjalanan diinas ke So­rong
dan Kasim mulai 14-17 Agustus 2015, yang diisi dengan
Management Walkthrough (MWT) ke RS Pertamina So­
rong, TBBM Sorong, Kantor EP Asset 5, Kilang Kasim,
JOB Pertamina-Salawati serta kegiatan CSR lainnya.•RU VII
Upacara bendera dan kegiatan lainnya juga dilaksanakan di seluruh unit operasi dan pemasaran
Pertamina di seluruh Nusantara dan daerah operasi Pertamina di luar negeri. Berikut sebagian
rangkuman kegiatan peringatan Kemerdekaan RI ke-70 yang diadakan di beberapa wilayah.
Foto : PRIYO
Peringatan HUT RI di Ulubelu
ULUBELU - Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam bersama Direktur Utama PGE Irfan
Zainuddin, Direktur Operasi PGE Ali Mundakir, Direktur Utama PDSI Lelin Eprianto dan Direktur Operasi PDSI Gandot Werdiantoro beserta jajaran manajemen anak perusahaan Pertamina memberikan hormat kepada sang saka Merah Putih saat upacara bendera di area
pengeboran Geothermal Cluster K, Tanggamus, Ulubelu, Lampung, Senin (17/8). Upacara
Bendera ini dilaksanakan untuk memperingati HUT ke-70 Republik Indonesia.•PRIYO
CILACAP – Tim Manajemen dan Konsorsium RFCC Project mengadakan upacara Bendera
di Site Office 38 RFCC Project. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat
Mechanical Completion kepada Konsorsium. Upacara HUT RI KE 70 dihadiri oleh SVP
Business Development – Iriawan Yulianto selaku Pembina Upacara, VP Refining Project –
Ignatius Tallulembang, VP Engineering Center – Silvana R.D, Tim Manajemen RFCC, Adhi
Karya, GS, dan seluruh pekerja RFCC Project yang terdiri dari main contractor, Sub Contractor.
Untuk lebih memeriahkan HUT RI Ke 70 RFCC Project juga mengadakan perlombaan tenis
meja, lomba makan kerupuk dan lomba menggunakan body harness. Amir H Siagian selaku
Project Coordiantoor RFCC Cilacap tak ketinggalan ikut berparti­sipasi dalam pertandingan
tenis meja kali ini bersama beberapa tim manajemen lainnya.•law
Foto : RFCC PROJECT
Upacara Kemerdekaan di RFCC Project
Foto : COPAL
Upacara di Kantor Kedubes RI Algeria
ALGIERS - Semangat kemerdekaan juga dirayakan Pekerja Pertamina Algeria (COPAL).
Pekerja memperingati HUT Kemerdekaan RI di Kantor Kedubes RI Algeria, bersama
staf KBRI, perwakilan dari PT WIKA, Indofood dan masyarakat Indonesia yang tinggal di
Algeria. Usai upacara kegiatan diisi dengan pembagian tumpeng oleh Pjs Dubes Algeria,
Ida Susanti Munir serta berbagai kegiatan lomba.•COPAL
SORONG - Selesai Upacara bendera 17 Agustus 2015 di RU VII Kasim, Direktur SDM
& Umum Dwi Wahyu Daryoto secara simbolis melepas bibit ikan mas, mujair, dan nila
ke empat kolam ikan yang dibangun RU VII untuk masyarakat di sekitar lokasi kilang.
Diharapkan ketika panen ikan nantinya, pangsa pasar telah jelas, yaitu akan dibeli oleh
PWP RU VII untuk pengelolaan catering para pekerja yang ada di Kasim, sehingga tidak
perlu belanja terlalu jauh hingga di kota Sorong. Kerjasama yang bersifat mutualisme
ini sangat berdampak besar, terutama harmonisasi hubungan bermasyarakat sehingga
tercipta suasana kerja yang kondusif.• RU VII
Foto :RU VII
RU VII Semarakkan HUT RI dengan Berdayakan
Masyarakat Sekitar Kilang
Foto : MOR VI
Peringati HUT RI, MOR VI Berbagi dengan Veteran
Balikpapan - General Manager Marketing Operation Region VI Fariz Aziz, memimpin upacara Bendera
HUT Kemerdekaan RI ke-70 di halaman Kantor MOR VI, Balikpapan. Upacara dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada Legiun Veteran Republik Indonesia sebanyak 25 orang dari Balikpapan, sebagai
cerminan rasa hormat dan
kebanggaan Pertamina kepada para pejuang yang telah berjasa dan berkorban dalam mempertahankan
Negara ini. Diharapkan semangat yang di gelorakan oleh para veteran ini menjadi inspirasi bagi seluruh
insan Pertamina.•MOR VI
Pasar Murah Sembako
Foto : WAHYU
Pekanbaru – Ribuan warga tertib antri di Lapangan Purna
MTQ Pekanbaru, untuk mendapatkan paket sembako murah
sebagai bagian dari kegiatan Pesta Rakyat, Minggu (16/8).
Pertamina menyediakan 3.650 paket sembako senilai sekitar
Rp100.000 per paket dijual dengan harga Rp 30.000 per pa­
ket.•DSU
Dirut Pertamina Menang Lomba Balap Karung
Foto : WAHYU
Pekanbaru – Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto memenangkan lomba balap karung
dalam rangkaian kegiatan Pesta Rakyat di Lapangan Purna MTQ Pekanbaru, Minggu (16/8).
Dalam lomba tersebut, Dwi bertanding dengan Asisten Deputi Bidang Infrastruktur Sarana dan
Prasarana III Kementerian BUMN, Bandung Pardede, serta perwakilan dari BUMN lainnya yakni
Pegadaian, Jamkrindo, dll.•DSU
Pekanbaru – PT Pertamina (Persero) memberikan bantuan peralatan penunjang laboratorium
bagi 17 SMK, diantaranya dari Dumai, Bengkalis, Indragiri Hilir, Kampar, Kep. Meranti, Kuantan
Singingi, Pelalawan, Rokan hilir dan Siak, Senin (17/8). Adapun bantuan prasarana laboratorium
SMK akan menyesuaikan dengan kebutuhan alat praktek, dengan nilai @Rp50 juta per SMK
yang ditunjuk bekerja sama dengan Dinas Pendidikan setempat.•DSU
Foto : WAHYU
Bantuan Laboratorium untuk 17 SMK
Bedah Rumah Veteran
Foto : WAHYU
PEKANBARU - Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto berbincang dengan H. Jumat Daulay
(87 tahun), salah satu penerima bantuan bedah rumah, Senin (17/8). Pertamina memberikan
bantuan bedah rumah kepada 39 veteran yang tinggal di wilayah Pekanbaru, Rokan hilir, Rokan
Hulu, Bengkalis, Inderagiri Hilir dan Dumai. Kegiatan ini merupakan bagian dari program BUMN
Hadir Untuk Negeri yang diselenggarakan di 34 propinsi di seluruh Inddonesia.•DSU
Rantau- PEP Asset 1 Rantau Field mengadakan upacara HUT RI di halaman kantor Pertamina
Rantau Field. Rantau Field Manager Agus Amperianto menjadi Pembina Upacara. Acara berjalan
dengan khidmat, diikuti oleh peserta upacara yang terdiri dari tim manajemen, seluruh pekerja, mitra
kerja, pekerja PDSI, pengurus dan anggota PWP, siswa SMA Patra Nusa, siswa SMP Dharma Patra
beserta dewan guru, pengurus serta anggota Himpana Rantau, pekerja Rumah Sakit Pertamedika serta
undangan lainnya. Di penghujung acara, Agus menyerahkan piagam penghargaan kepada PT. Elnusa
dan PT. Wimaya Energi pada kategori penerapan CSMS terbaik, serta piagam penghargaan kepada PT.
Mulia Cipta Abadi pada kategori program CSR sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan pada
area operasi ring 1 PT Pertamina EP Rantau Field.•RANTAU FIELD
Foto : MOR IV
MOR IV Peduli Veteran Pejuang Kemerdekaan
Semarang - Sebagai bentuk apresiasi, dan rasa terima kasih kepada para pejuang kemerdekaan
maupun pejuang keutuhan NKRI, pada HUT RI ke-70 ,MOR IV melakukan kegiatan Pertamina Peduli
dengan memberikan bingkisan tali asih pada para veteran pejuang kemerdekaan. Total bantuan tali asih
di wilayah MOR IV diberikan kepada 25 orang veteran oleh GM MOR IV Kusnendar. Kegiatan Pertamina
Peduli Veteran Pejuang Kemerdekaan ini dilaksanakan di seluruh unit Marketing Operation Region (MOR)
seluruh Indonesia dengan total bantuan kepada sekitar 260 Veteran.•MOR IV
Foto : PEP RANTAU FIELD
PEP Asset 1 Rantau Field Gelar Upacara HUT RI
Fly UP