...

CONTOH STUDY KASUS APSI : 1. Suatu

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

CONTOH STUDY KASUS APSI : 1. Suatu
CONTOH STUDY KASUS APSI :
1. Suatu perguruan tinggi mempunyai banyak mahasiswa. Setiap mahasiwa tidak harus
mengikuti suatu mata kuliah. Setiap biasanya mengikuti beberapa mata kuliah. Suatu
mata kuliah diajarkan oleh seorang Dosen dan seorang Dosen bisa mengajar beberapa
mata kuliah. Dan seorang Dosen harus mengajarkan suatu mata kuliah. Pada Entitas
Mahasiswa diperlukan informasi tentang NIM, Nama_Mhs dan Jurusan, sedangkan Mata
Kuliah diperlukan informasi tentang Kd_MK, Nm_Mk, SKS, Semester, sedangkan Dosen
diperlukan juga informasi tentang Kd_Dosen, Nama_Dosen.
Pertanyaan :
Buatlah ERD-nya !
Jawab :
1. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan entitas yang akan
terlibat.
Mahasiswa
Mata Kuliah
Dosen
2. Menentukan atribut-atribut key dari masing-masing himpunan entitas.
Mahasiswa
NIM
Mata Kuliah
Dosen
Kd_MK
Kd_Dosen
3. Mengidentifikasikan dan menetapkan seluruh himpunan relasi diantara
himpunan entitas yang ada beserta foreign key-nya.
NIM
Mahasiswa
Dosen
Kd_MK
NIM
Mempelajari
Mata Kuliah
Mempelajari
Kd_MK
Kd_Dosen
Kd_Dosen
Kd_MK
4. Menentukan derajat dan cardinality rasio relasi untuk setiap himpunan relasi
NIM
Kd_MK
NIM
M
Kd_MK
M
Mempelajari
Mahasiswa
1
Mata Kuliah
M
Mempelajari
Dosen
Kd_MK
Kd_Dosen
Kd_Dosen
5. Melengkapi himpunan relasi dengan atribut-atribut yang bukan kunci (non-key).
NIM
Kd_MK
Nama_Mhs
Alamat_Mhs
Nm_Mk
Nilai
Jurusan
Kd_MK
Semester
Kd_MK
NIM
M
M
Mempelajari
Mahasiswa
1
Dosen
M
Mengajar
Kd_MK
Kd_Dosen
Nm_Dosen
Mata Kuliah
Kd_Dosen
Ruang
Waktu
Normalisasi Data
a. Pengertian Normalisasi
Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk
memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi.
b. Tujuan dari Normalisasi
Untuk menghilangkan kerangkapan data
Untuk mengurangi kompleksitas
Untuk mempermudah pemodifikasian data
c. Proses Normalisasi
Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan
tertentu ke beberapa tingkat. Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan
tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana
sampai memenuhi bentuk yang optimal
Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sbb:
1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman
(Lossless-Join Decomposition). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan /
didekomposisi
menjadi
tabel-tabel
baru,
tabel-tabel
baru
tersebut
bisa
menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Dependency
Preservation).
3. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form (BCNF)
Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi, maka paling tidak tabel tersebut
tidak melanggar Bentuk Normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).
Bentuk – bentuk Normalisasi
1. Bentuk Normal Kesatu (1 NF / First Normal Form)
Bentuk Bentuk Normal Kesatu mempunyai ciri yaitu setiap data dibentuk dalam
file flat, data dibentuk dalam satu record demi satu record dan nilai dari field berupa
“atomic value”. Tidak ada set atribut yang berulang ulang atau atribut bernilai ganda
(multi value). Tiap field hanya satu pengertian, bukan merupakan kumpulan data yang
mempunyai arti mendua. Hanya satu arti saja dan juga bukanlah pecahan kata kata
sehingga artinya lain. Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila
dipecah lagi maka ia tidak memiliki sifat induknya.
Contoh :
Kelas (Kode Kelas, Nama Kelas, Dosen Pengajar)
Ini merupakan bentuk 1NF karena tidak ada yang berganda dan tiap atribut satu
pengertian yang tunggal
Contoh Data
Kode Kelas
Nama Kelas
Dosen Pengajar
1
Algoritma dan Pemrograman 1
Sujito, S.Kom, M.Pd
2
Manajemen Umum
Rahayu Widayanti, SE,MM
3
Pemrograman Web
Syahroni, S.Kom
2.Bentuk Normal Kedua (2 NF)
Bentuk Normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi
kriteria bentuk Normal Kesatu. Atribut bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi
pada kunci utama, sehingga untuk membentuk Normal Kedua haruslah sudah
ditentukankunci-kunci field. Kunci field harus unik dan dapat mewakili atribut lain yang
menjadi anggotanya. Dari contoh relasi mahasiswa pada bentuk Normal Kesatu, terlihat
bahwa kunci utama adalah NPM. Nama Mahasiswa dan Dosen Wali bergantung pada
NPM, Tetapi Kode
Semester bukanlah fungsi dari Mahasiswa maka file siswa dipecah menjadi 2 relasi
yaitu :
Relasi Mahasiswa
NPM
Nama
Dosen Wali
14071004001
Monalisa
Dedy Surya
14071004002
Indah Purnamasari
Rudi Ruslan
14071004003
Putra kusuma
Joko Susilo
Relasi Ambil Kuliah
NPM
Kode Kuliah
14071004001
3456
14071004001
5674
14071004001
2345
14071004002
3456
14071004002
1253
14071004002
7534
3. Bentuk Normal Ketiga (3 NF)
Untuk menjadi bentuk Normal Ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk
Normal Kedua dan semua atribut bukan primer tidak punya hubungan yang transitif.
Artinya setiap atribut bukan kunci harus bergantung hanya pada kunci primer secara
menyeluruh.
Contoh pada bentuk Normal kedua di atas termasuk juga bentuk Normal Ketiga karena
seluruh atribut yang ada di situ bergantung penuh pada kunci primernya.
Boyce-Codd Normal Form (BNCF)
Boyce-Codd Normal Form mempunyai paksaan yang lebih kuat dari bentuk
Normal ketiga. Untuk menjadi BNCF, relasi harus dalam bentuk Normal Kesatu dan
setiap atribut dipaksa bergantung pada fungsi pada atribut super key.
Pada contoh dibawah ini terdapat relasi Seminar, Kunci Primer adalah NPM + Seminar.
Siswa boleh mengambil satu atau dua seminar. Setiap seminar
membutuhkan 2
pembimbing dan setiap siswa dibimbing oleh salah satu diantara 2 pembimbing seminar
tersebut. Setiap pembimbing hanya boleh mengambil satu seminar saja. pada contoh ini
NPM dan Seminar menunjukkan seorang Pembimbing.
Relasi Seminar
NPM
Seminar
Pembimbing
14071004001
S100
Siska
14071004002
S100
Sinta
14071004003
S101
Sukma
14071004004
S101
Akbar
Bentuk Relasi Seminar adalah bentuk Normal Ketiga, tetapi tidak BCNF karena Kode
Seminar masih bergantung fungsi pada Pembimbing, jika setiap Pembimbing dapat
mengajar hanya satu seminar. Seminar bergantung pada satu atribut bukan super key
seperti yang disayaratakan oleh BCNF. Maka relasi Seminar harus dipecah menjadi dua
yaitu :
Relasi Seminar – Pembimbing
4.
Pembimbing
Seminar
Siska
S100
Sinta
S100
Sukma
S101
Akbar
S101
Relasi Pembimbing
NPM
Pembimbing
14071004001
Siska
14071004002
Sinta
14071004003
Sukma
14071004002
Sukma
14071004004
Akbar
Field Kunci
Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa field atau satu set field yang dapat mewakili
record. Misalnya Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) merupakan kunci dari tabel mahasiswa
suatu Perguruan Tinggi, setiap pencarian cukup dengan menyebut nomor mahasiswa
tersebut maka dapat diketahui identitas mahasiswa lainnya seperti nama, alamat dan
atribut lainnya. Nomor Pegawai (NIP) bagi data dosen, NIK untuk data karyawan,
Kode_Kuliah untuk data Mata kuliah, dan lain sebagainya
a. Jenis-jenis atribut pada entitas, yaitu :
• Atribut Sederhana : atribut sederhana merupakan atribut atomik yang tidak dapat lagi
dipecah menjadi atribut lain. Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut sederhana
berupa NIM, Nama Mahasiswa .
• Atribut Komposit : atribut komposit merupakan atribut yang masih dapat dipecah
menjadi sub-sub atribut yang masing-masing memiliki arti tesendiri. Contoh : entitas
mahasiswa mempunyai atribut alamat. Alamat disini dapat dipecah menjadi sub atribut
seperti nama_kota, kode_pos.
• Atribut Bernilai Tunggal: yaitu atribut yang hanya memiliki satu nilai untuk setiap
barisnya. Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut NPM, Nama, Alamat isi data
dari atribut ini hanya boleh diisi dengan 1 data. Setiap mahasiswa hanya memiliki 1 NPM,
1 Nama, 1 Alamat.
• Atribut Bernilai Jamak: yaitu atribut yang boleh memiliki lebih dari satu nilai untuk
setiap barisnya. Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut Hobby isi data dari
atribut ini boleh lebih dari 1 data. Mahasiswa Roshita memiliki NPM 13402021
beralamat di Jalan Garuda 32 Yogyakarta memiliki Hobby (Olah Raga, Nyanyi, Masak dan
Nonton TV)
• Atribut Harus Bernilai: yaitu atribut yang harus memiliki nilai data untuk setiap barisnya.
Biasanya atribut seperti ini sudah ditetapkan dalam perancangan tabelnya sehingga jika
dalam pengisian dokosongi akan terjadi kesalahan. Contoh : entitas mahasiswa
mempunyai atribut NPM dan Nama_Mahasiswa yang harus diisi datanya, sebab jika tidak
diisi akan terjadi kekacauan dalam basis data.
• Atribut Bernilai Null: yaitu atribut yang boleh tidak memiliki nilai data untuk
setiap barisnya. Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut Alamat, Hobby,
Nama_Pacar yang boleh untuk tidak diisi tetapi kalau diisi akan lebih baik, Atribut
Turunan: yaitu atribut yang nilai-nilainya diperoleh dari pengolahan atau dapat
diturunkan dari atribut lain yang berkaitan. Contoh : entitas mahasiswa mempunyai
atribut IPK yang diperoleh dari pengolahan atribut Nilai pada tabel (entitas Nilai) dengan
kode NIM mahasiswa yang sama dan diproses sehingga menghasilkan IPK untuk
mahasiswa yang bersangkutan.
Fly UP