...

Pohon kehidupan iman

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Pohon kehidupan iman
Pohon kehidupan iman
Saat pertama kali diberitahu bahwa sebagai orang Kristen saya harus rajin baca Alkitab setiap
hari, sejujurnya timbul pertanyaan di hati saya, “Untuk apa baca firman setiap hari? Bukankah
menjadi orang Kristen artinya cukup menerima Yesus sebagai Tuhan juru selamat, rajin ke
gereja dan aktif dalam komunitas dan pelayanan? Cerita dalam alkitab, nanti lama-lama kita
tahu sendiri karena mendengar kotbah di gereja, ‘kan? Hidup sudah cukup banyak kesibukan,
baca firman nanti saja kalau sempat. Lagipula, baca firman atau tidak, rasanya sama saja, tetap
masih bisa menjalani hari...” Pada akhirnya, saya memang baca Alkitab juga, tapi dengan
sedikit “berat”, semata-mata karena “aturan” saja, bahwa orang Kristen harus saat teduh, dan
ini ditanyakan oleh pemimpin dan dijadikan kesepakatan di komsel. Saat itu, saya masih belum
benar-benar mengerti pentingnya firman. Apalagi untuk meneliti dan merenungkan, saya
beranggapan bahwa sepertinya itu adalah pekerjaan orang yang mau jadi pendeta. Namun,
seiring dengan pemahaman saya yang semakin bertumbuh, saya mulai bertanya-tanya sendiri,
“Apakah pikiran saya tentang firman ini benar?”
Kalau memang firman itu tidak bermanfaat dan hanya kewajiban saja, mengapa sejak zaman
Musa Tuhan selalu memperingatkan umatNya untuk memperkatakan, mengajarkan dan
merenungkan taurat itu siang dan malam? Apa gunanya Tuhan ‘menjaga’ firmanNya sejak
ribuan tahun lalu? Apa sekedar menjadi kitab suci yang berisi peraturan bagi orang Kristen?
Jika kita renungkan dengan jujur, sebenarnya Tuhan mau kita berakar dengan firmanNya. Apa
maksudnya? Berakar adalah konsep yang terjadi pada kehidupan tumbuhan. Memang, Tuhan
mengajar kita tentang perumpaan benih yang ditabur, dalam kitab Injil. Tumbuhan juga adalah
salah satu benda favorit saya yang bisa membuat saya banyak belajar tentang prinsip-prinsip
kebenaran. Kebanyakan tumbuhan berbentuk pohon. Kita tahu bahwa pohon membawa
sangat banyak manfaat positif buat kehidupan kita manusia, dan seluruh kehidupan di bumi
cenderung bergantung kepada pohon sebagai salah satu penopang utama bagi keseimbangan
ekosistem bumi. Setelah mati pun, pohon masih bisa bermanfaat, misalnya kayunya dijadikan
perabotan rumah.
1/3
Pohon kehidupan iman
Mari kita lihat prosesnya. Sebelum pohon bisa bermanfaat, ia membutuhkan sebuah proses
ditanam, bertumbuh, dan berbuah. Prinsip proses bertumbuh inilah yang sangat menarik untuk
dipelajari, karena serupa dengan prnsip proses bertumbuh dalam Kristus. Tanpa kita harus
menjadi ahli biologi, karakteristik umum pada pohon dapat kita tarik untuk dijadikan
pembelajaran.
Apa yang membuat pohon itu bisa bertumbuh dan berdiri kokoh bahkan kadang hingga ratusan
tahun? Sebelum bertumbuh ke atas dan semakin besar atau tinggi (yang kemudian terlihat oleh
mata kita), pohon itu bertumbuh terlebih dahulu ke bawah dan ke dalam (yang tidak terlihat oleh
mata kita). Akar-akarnya bertumbuh sebagai dasar/penopang kehidupan pohon tersebut ke
atas. Semakin besar pohon itu, berarti semakin dalam pula pula akarnya. Lihat saja
pohon-pohon besar di sekitar kita, akarnya kadang bisa sampai menggembung di sekeliling
lingkar batangnya. Tanpa akar ini, pohon tidak akan bisa cukup bertumbuh dan tidak akan bisa
bertahan hidup, apalagi saat diterpa angin, badai, maupun terik matahari yang menyengat.
Karena akar inilah, pohon bisa mendapatkan sumber makanan untuk bertumbuh dan
terpancang semakin kuat tak tergoyahkan.
Proses yang sama juga terjadi dalam kehidupan iman kita, Tuhan sudah memberikan benih
ilahi pada setiap kita, dan kita perlu terus melakukan bagian dalam proses pertumbuhan untuk
berbuah dalam Kristus. Mungkin kita juga sudah tertanam dalam gereja, tapi pertumbuhan itu
perlu “dikejar” dengan cara berakar dengan firman Tuhan, supaya kita bisa berbuah. Berakar
artinya kita bukan hanya membaca firman, tapi juga mau mengerti, menerima firman itu dengan
hati dan menyimpannya sebagai sebagai dasar penopang dari setiap hal yang akan dilakukan
(Mat. 13:23, Mrk. 4:20, Luk. 8:14). Apa yang kita pikirkan, renungkan, percayai, semuanya
berdasarkan firman Tuhan. Inilah yang disebut dengan berakar dalam firman.
Sehebat apapun pelayanan yang bisa kita lakukan, sebanyak apapun pengetahuan yang kita
pahami tentang firman Tuhan, jika tidak berakar dalam firman, kita tidak akan tahan dalam
pencobaan (Mrk. 4:17). Akar berupa firman inilah yang menyokong dan memperkokoh
berdirinya pohon kehidupan iman kita di dalam Kristus. Jadi mulai sekarang, mari kita menjadi
orang-orang yang bukan sekedar rajin membaca Alkitab, tetapi sungguh-sungguh berakar di
dalam firmanNya!
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di
jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang
kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia
2/3
Pohon kehidupan iman
seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya,
dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.” Mzm. 1:1-3
3/3
Fly UP