...

1 7/15/15 Yunus 1 Yunus menolak perintah Allah untuk pergi

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

1 7/15/15 Yunus 1 Yunus menolak perintah Allah untuk pergi
1
7/15/15
Yunus 1
YUNUS
Yunus menolak perintah Allah untuk pergi memperingatkan
penduduk kota Niniwe
Pada jaman dahulu, ada seorang nabi di Israel yang
bernama Yunus. Ayahnya bernama Amitai. ALLAH
memberi perintah ini kepadanya, 2 “Pergi dan
peringatkanlah penduduk ibukota besar Niniwe1 bahwa Aku
akan segera menghukum mereka, karena perbuatan mereka jahat
sekali.”
1
Tetapi Yunus tidak ke Niniwe! Dia malah melarikan diri ke
Yopa— tempat yang berlawanan arah dari perintah Tuhan. Di
sana, dia mencari kapal yang menuju kota Tarsis, membayar
ongkos untuk perjalanan tersebut, dan naik kapal itu. 4 Kemudian, ALLAH mengirimkan angin yang sangat kencang ke
3
1+ 1:2 Niniwe Niniwe adalah ibu kota Asyur, suatu bangsa yang
sangat fasik, kejam dan dursila (Nah.1:11; 2:12-13; 3:1, 4, 16, 19).
Orang Yahudi membenci orang Asyur dan memandang mereka
sebagai ancaman. Yunus sangat marah karena penduduk Niniwe bukan
keturunan orang Yahudi. Yunus berharap Tuhan tidak mengasihani
mereka.
Yunus 1
7/15/15
2
laut dan terjadilah badai yang sangat besar dan kuat sehingga
kapal itu hampir pecah. 5 Karena itu, anak buah kapal menjadi
sangat takut dan setiap orang berdoa kepada allahnya untuk
meminta pertolongan. Mereka membuang barang-barang ke laut
untuk meringankan beban kapal itu supaya tidak mudah
tenggelam. Sementara itu, Yunus sudah turun ke lantai yang
bawah, lalu berbaring di situ, sampai tertidur nyenyak. 6 Pada
waktu kapten kapal itu turun ke lantai bagian bawah, dia melihat
Yunus sedang tertidur nyenyak. Lalu kapten kapal itu
membangunkan Yunus dan berkata, “Bagaimana mungkin kamu
bisa tidur nyenyak dalam keadaan begini? Bangunlah, berdoalah
kepada allahmu! Mungkin allahmu itu mau mengasihani dan
menyelamatkan kita dari bencana ini.
3
7/15/15
Yunus 1
Setelah kapten kapal itu dan Yunus naik ke lantai atas kapal,
para anak buah kapal itu berkata seorang kepada yang lain,
“Untuk mencari tahu siapa sebenarnya penyebab bencana ini,
kita harus buang undi.”2 Lalu mereka membuang undi dan
Yunuslah yang kena undi. 8 Anak buah kapal itu berkata kepada
Yunus, “Apa betul kamulah penyebab terjadinya bencana ini?
Apa pekerjaanmu? Kamu dari mana dan suku bangsa apa?”
9-10
Jawab Yunus, “Saya orang Ibrani. Saya menyembah Tuhan
ALLAH yang bertakhta di surga dan yang menciptakan lautan
dan daratan. Saya sedang berusaha melarikan diri dari perintahNya.”
Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Yunus, maka
para anak buah kapal itu menjadi sangat ketakutan. Lalu mereka
berkata kepadanya, “Kesalahan apa yang telah kamu lakukan?”
11
Sementara itu, badai semakin memburuk dan gelombang
semakin besar. Anak buah kapal berkata kepada Yunus, “Apa
yang harus kami lakukan terhadap kamu supaya badai ini bisa
tenang kembali?”
12
Jawab Yunus, “Angkat dan campakkanlah aku ke laut, maka
badai itu pasti akan tenang kembali. Aku mengerti sekarang
bahwa akulah penyebab badai ini.”
13
Tetapi para anak buah kapal tidak mau langsung membuang
7
2+ 1:7 undi Undi dipakai untuk menentukan atau memilih (seperti
menentukan siapa yang berhak atas sesuatu, siapa lebih dulu, dsb).
Yunus 1
7/15/15
4
Yunus ke laut. Mereka berusaha sekuat tenaga mendayung kapal
itu kembali ke darat. Namun mereka tidak mampu, karena badai
itu semakin membesar dan menyerang mereka. 14 Karena itu,
merekapun berseru kepada ALLAH, “Ya ALLAH, janganlah
binasakan kami karena nyawa orang ini, yang tidak melakukan
kesalahan apa pun kepada kami. Ya ALLAH, Engkau telah
melakukan apa yang Engkau kehendaki!” 15 Lalu mereka
mengangkat Yunus dan membuangnya ke laut, maka laut
menjadi tenang kembali. 16 Para anak buah kapal itu menjadi
sangat ketakutan akan kebesaran kuasa ALLAH. Karena itu,
mereka berjanji untuk nanti melakukan hal-hal yang
menyenangkan hati-Nya dan mempersembahkan kurban
sembelihan.
17
Sementara itu, ALLAH mendatangkan ikan besar untuk
menelan Yunus. Maka tinggallah Yunus di dalam perut ikan itu
selama tiga hari tiga malam.
Doa Yunus
Dari dalam perut ikan, Yunus berdoa kepada ALLAH-nya.
Katanya,
“Ya ALLAH, aku dalam kesusahan besar!
Aku berseru kepada-Mu minta tolong, dan Engkau
menjawab aku.
Ketika aku berada jauh dan sepertinya sudah dalam kuburan,
aku berseru kepada-Mu,
dan Engkau mendengar seruanku dan menyelamatkanku.
3
Engkau telah melemparkan aku di tengah laut yang paling
dalam.
Di sana arus air semuanya telah mengelilingi aku.
Ombak dan gelombang menghempaskan aku ke sana
kemari.
2
Aku berpikir, “Engkau sudah mengusir aku jauh dari
hadapan-Mu,
dan tak akan aku lihat lagi Rumah kediaman-Mu yang
4
5
7/15/15
Yunus 2
kudus di Yerusalem.
Samudera raya menutupi seluruh tubuhku!
Air laut menenggelamkan aku,
dan lumut laut membelit kepalaku.
6
Aku tenggelam sampai ke dasar gunung-gunung.
Gerbang dunia orang mati telah terkunci dan aku
dipenjarakan di sana untuk selama-lamanya.
Tetapi Engkau, ya ALLAH, telah menyelamatkanku dari
liang kuburku dan memberikan hidupku kembali.\
5
Ketika aku di ambang kematian, aku teringat kepada-Mu,
dan doaku sampai kepada-Mu, ke dalam Rumah-Mu
yang kudus.
7
Sia-sia saja ketika orang-orang menyembah allah-allah
palsu,
karena mereka meninggalkan Engkau yang mengasihi
mereka dengan setia.
9
Tetapi aku akan menyanyikan syukur dan
mempersembahkan kurban kepada-Mu.
Semua janjiku pasti aku lakukan, ya ALLAH
Penyelamatku.”
10
Kemudian ALLAH memerintahkan ikan itu supaya
memuntahkan Yunus ke darat.
8
Pertobatan Penduduk Niniwe
Untuk kedua kalinya ALLAH berbicara kepada Yunus,
“Pergilah ke Niniwe, kota besar itu, dan sampaikanlah
kepada penduduknya pesan yang Aku berikan kepadamu.”
3
Kali ini Yunus menaati perintah ALLAH untuk pergi ke sana.
Kota Niniwe sangat besar karena butuh waktu tiga hari bagi
3
2
\fr 2:6 Ayat 6 Yunus merasa bahwa dirinya secara praktis sudah mati.
Ternyata dia masih hidup di dalam perut ikan, dan dia berdoa mohon
belas kasihan kepada Tuhan. Tuhan mendengar doa Yunus dan
menyelamatkan nyawanya.
Yunus 3
7/15/15
6
seseorang melintasi kota itu dengan berjalan kaki.
Yunus memasuki kota itu dan sesudah berjalan sepanjang
hari, dia mulai berkhotbah, katanya, “Empat puluh hari lagi,
Niniwe akan dibinasakan!” 5 Penduduk Niniwe menjadi percaya
dengan pesan Allah yang disampaikan oleh Yunus. Mereka
memutuskan untuk berpuasa— baik orang besar maupun orang
kecil, memakai kain karung untuk menunjukkan bahwa mereka
menyesali dosa-dosa mereka.
4
Setelah raja Niniwe mendengar kabar itu, dia langsung turun
dari takhtanya. Dia melepaskan jubah kerajaannya dan memakai
kain karung, lalu dia duduk di atas abu sebagai tanda
6
7
7/15/15
Yunus 3
penyesalannya atas dosanya. 7 Lalu Raja dan para menteri
mengeluarkan perintah untuk diumumkan kepada seluruh
penduduk Niniwe demikian,
“Semua orang, sapi, domba dan ternak lainnya dilarang
makan dan minum. 8 Semua orang dan binatang harus
memakai kain karung. Sebagai tanda penyesalan mereka
harus berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah dan
harus [bertobat dari//berhenti] kelakuannya yang jahat
dan perbuatannya yang penuh dosa. 9 Siapa tahu?
Apakah dengan demikian Allah akan mengubah
keputusan-Nya dan tidak marah lagi sehingga kita tidak
jadi binasa?!”
Ketika Allah melihat penduduk Niniwe sungguh-sungguh
menyesal dan tidak melakukan perbuatan jahat lagi, maka Allah
berhenti marah kepada kota Niniwe dan membatalkan
keputusan-Nya untuk membinasakan mereka.
10
Yunus marah karena kebaikan hati Allah kepada penduduk
Niniwe.
4
Yunus menjadi sakit hati dan sangat marah karena Allah
tidak jadi membinasakan Niniwe. 2 Beginilah doa Yunus
kepada ALLAH, “Ya ALLAH, dulu waktu masih di
Yunus 4
7/15/15
8
negeriku aku sudah menyangka bahwa Engkau akan melakukan
seperti ini! Itulah sebabnya aku melarikan diri ke Tarsis. Engkau
Maha Pengasih, berbelas kasihan, dan panjang sabar. Ketika
orang melakukan kejahatan, Engkau tidak cepat marah dan
selalu siap mengubah rencana untuk menghukum mereka. 3 Jadi, sekarang ya ALLAH, karena Engkau tidak jadi
membinasakan Niniwe, biarlah aku mati, karena lebih baik aku
mati daripada hidup.”
4
Lalu ALLAH bertanya, “Pantaskah kamu marah karena Aku
tidak membinasakan Niniwe?”
5
Lalu Yunus pergi ke sebelah timur kota itu dan membangun
pondok kecil di situ lalu duduk berteduh di bawahnya sambil
menunggu dan melihat apa yang akan terjadi pada kota itu. 6 Kemudian ALLAH menumbuhkan tanaman yang merambat
untuk melindungi kepala Yunus dari sinar matahari untuk
membuat dia merasa lebih nyaman. Yunus pun sangat senang
dengan tanaman itu. 7 Akan tetapi keesokan harinya sebelum
matahari terbit, Allah mengirim seekor ulat untuk melubangi
batang tanaman itu sampai membuatnya layu. 8 Ketika matahari
terbit, Allah mengirimkan angin yang sangat panas yang bertiup
dari arah timur. Karena sinar matahari yang sangat panas itu,
maka Yunus lemas dan hampir pingsan. Yunus ingin mati dan
berseru, “Lebih baik aku mati daripada hidup!”
9
Maka Allah menjawab kepada Yunus, “Pantaskah kamu
marah karena tanaman itu layu?”
Jawab Yunus, “Ya, sepantasnyalah aku sangat marah sampai
mati!”
10
Tetapi ALLAH berkata kepadanya, “Kamu sendiri peduli
kepada tanaman yang merambat itu bukan? Meskipun sama
sekali tidak kamu tanam atau pelihara, yang tumbuh hanya
dalam satu malam kemudian layu pada malam berikutnya. 11 Bagaimana Aku tidak mengasihani Niniwe, kota yang besar itu
dengan penduduknya yang lebih dari seratus dua puluh ribu
jiwa?! Mereka masih sangat muda secara rohani dan belum
dapat membedakan apa yang baik dan apa yang jahat. Dan juga
terdapat sangat banyak binatang di situ.”
Fly UP