...

STUDI ANALISIS RAPID APLICATION

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

STUDI ANALISIS RAPID APLICATION
JURNAL INFORMATIKA Vol. 3, No. 2, Nopember 2002: 74 - 79
STUDI ANALISIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI
SALAH SATU ALTERNATIF METODE PENGEMBANGAN
PERANGKAT LUNAK
Agustinus Noertjahyana
Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika, Universitas Kristen Petra
e-mail : [email protected]
ABSTRAK: Rapid Application Development (RAD) sebagai salah satu alternatif dari System
Development Life Cycle belakangan ini seringkali digunakan untuk mengatasi keterlambatan yang
terjadi apabila menggunakan metode konvensional. Adapun keunggulan yang bisa didapatkan
dengan menggunakan metode ini adalah kecepatan, ketepatan, dan biaya yang relatif lebih rendah
dibanding dengan metode konvensional. Di samping itu dengan melibatkan user pada proses
desain menyebabkan kebutuhan user dapat terpenuhi dengan baik dan secara otomatis kepuasan
user sebagai pengguna sistem semakin meningkat. Akan tetapi di dalam menggunakan metode
Rapid Aplication Development perlu untuk memperhatikan hal-hal yang penting, terutama
kesiapan tim, ruang lingkup sistem, kebutuhan user, dan kinerja sistem. Pada akhirnya, sebagai
salah satu alternatif dari System Development Life Cycle, maka Rapid Aplication Development
dapat dijadikan acuan untuk menghasilkan sistem informasi yang dapat memenuhi kebutuhan user.
Kata kunci: Rapid Application Development (RAD), System Development life Cycle (SDLC).
ABSTRACT: Rapid Application Development is one of the alternatives of System Development
Life Cycle which is lately used to cope with the “slowness” of the conventional method. The
Strength of using this method is the speed, accuracy and relatively lower cost than the
conventional method. Moreover, the user’s needs can be fulfilled well by involving the user in the
design process. As a result, the user’s satisfaction will increase. However, there are several things
that should be considered in using the Rapid Application Development such as the team’s
preparation, the system territory, user’s needs, and system operation. Finally, as one of the
alternatives of System Development Life Cycle, Rapid Application Development can be used as the
fundamental to produce an information system which is able to fulfill the user’s needs.
Keywords: Rapid Application Development (RAD), System Development life Cycle (SDLC).
1. LATANG BELAKANG
Rapid Application Development (RAD)
adalah salah satu metode pengembangan
suatu sistem informasi dengan waktu yang
relatif singkat. Untuk pengembangan suatu
sistem informasi yang normal membutuhkan
waktu minimal 180 hari, akan tetapi dengan
menggunakan metode RAD suatu sistem
dapat diselesaikan hanya dalam waktu 30-90
hari.
Tujuan utama dari semua metode sistem
development adalah memberikan suatu
sistem yang dapat memenuhi harapan dari
para pemakai, akan tetapi sering kali di
dalam melakukan pengembangan suatu
sistem tidak melibatkan para pemakai sistem
secara langsung, sehingga hal ini menyebabkan sistem informasi yang dibuat jauh
dari harapan pemakai yang dapat berakibat
74
sistem tersebut walaupun dapat diterima
tetapi para pemakai enggan untuk menggunakannya atau bahkan para pemakai
menolak untuk menggunakannya.
Pada saat RAD diimplementasikan, maka
para pemakai bisa menjadi bagian dari
keseluruhan proses pengembangan sistem
dengan bertindak sebagai pengambil keputusan pada setiap tahapan pengembangan.
RAD bisa menghasilkan suatu sistem
dengan cepat karena sistem yang dikembangkan dapat memenuhi keinginan dari
para pemakai sehingga dapat mengurangi
waktu untuk pengembangan ulang setelah
tahap implementasi.
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri – Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/informatics/
STUDI ANALYSIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU AKTERNATIF METODE … (Agustinus Noertjahyana)
2. KELEMAHAN-KELEMAHAN
METODE KONVENSIONAL
Adapun kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode konvensional adalah
sebagai berikut:
- Dengan metode konvensional, maka
terdapat batas waktu yang cukup lama
mulai dari pembuatan sistem sampai
dengan konsumen dapat menggunakan
sistem tersebut.
- Dengan metode konvensional, apabila
proses pengembangan suatu sistem
membutuhkan waktu yang lama maka
kebutuhan konsumen pada sistem akan
mengalami perubahan seiring dengan
perubahan proses bisnis yang dilakukan
oleh konsumen.
- Dengan metode konvensional, sistem
yang dikembangkan tidak akan mempunyai manfaat apabila belum diselesaikan seluruhnya.
3. ALASAN MEMILIH METODE RAD
Di dalam memilih metode RAD harus
memperhatikan alasan-alasan berikut ini:
3.1 Alasan yang Buruk
- Apabila menggunakan RAD hanya untuk
menghemat biaya pengembangan suatu
sistem. Hal ini disebabkan karena dengan
menggunakan metode RAD membutuhkan suatu tim yang mengerti betul
mengenai manajemen biaya. Sebab bila
tidak, maka biaya yang dikeluarkan akan
menjadi lebih besar.
- Apabila menggunakan RAD hanya untuk
menghemat waktu pengembangan suatu
sistem. Hal ini disebabkan karena dengan
menggunakan metode RAD membutuhkan suatu tim yang mengerti betul
mengenai manajemen waktu. Sebab bila
tidak maka waktu yang dibutuhkan akan
menjadi lebih lama.
3.2 Alasan yang Baik
- Apabila menggunakan RAD untuk mendapatkan suatu desain yang dapat diterima oleh konsumen dan dapat dikembangkan dengan mudah.
- Apabila menggunakan RAD untuk
memberikan batasan-batasan pada suatu
sistem supaya tidak mengalami perubahan.
- Apabila menggunakan RAD untuk menghemat waktu, dan kalau memungkinkan
bisa menghemat biaya serta menghasilkan produk yang berkualitas.
4. SCHEDULE vs EKONOMI vs
KUALITAS PRODUK
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
di dalam mengembangkan suatu sistem
dengan menggunakan metode RAD dengan
berdasarkan pada schedule, ekonomi dan
kualitas produk antara lain model
pengembangan, negosiasi, dan tujuan.
4.1 Model Pengembangan
Pada saat mengembangkan suatu sistem
pasti dihadapkan dengan 3 pilihan model
yaitu:
- Efficient Development (model pengembangan yang mengutamakan schedule,
ekonomi dan kualitas produk secara
seimbang).
• Schedule à lebih cepat dari rata-rata
• Ekonomi à biaya lebih murah dari
rata-rata
• Produk à lebih baik daripada kualitas rata-rata
- Sensible RAD (model pengembangan
yang mengutamakan schedule dibandingkan dengan ekonomi dan kualitas
produk).
• Schedule à lebih cepat dari rata-rata
• Ekonomi à biaya lebih murah sedikit
dari rata-rata
• Produk à lebih baik sedikit dari
kualitas rata-rata
- All-out RAD (model pengembangan yang
mengutamakan schedule dengan mengorbankan ekonomi dan kualitas produk).
• Schedule à paling cepat
• Ekonomi à biaya lebih mahal dari
rata-rata
• Produk à lebih buruk dari kualitas
rata-rata
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri – Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/informatics/
75
JURNAL INFORMATIKA Vol. 3, No. 2, Nopember 2002: 74 - 79
4.2 Negosiasi
Untuk menghasilkan suatu sistem yang
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan user
maka perlu melakukan suatu negosiasi dan
bukan hanya lebih mementingkan schedule.
- RAD dapat dilakukan dengan cukup
sukses apabila konsumen mampu melakukan negosiasi untuk menentukan
ekonomi atau kualitas dari suatu sistem.
- RAD bisa memperoleh kesuksesan yang
lebih baik apabila konsumen mampu
melakukan negosiasi untuk menentukan
ekonomi dan kualitas dari suatu sistem.
- Akan tetapi hal yang perlu diperhatikan
adalah bahwa yang dimaksud negosiasi
mengenai kualitas adalah bukan berarti
konsumen bisa menerima kesalahan yang
semakin banyak, tetapi yang dimaksud
negosiasi adalah produk yang diterima
mempunyai kekurangan baik itu pada
penggunaan, kelengkapan fasilitas atau
kurang efisien.
4.3 Tujuan
Dengan menggunakan RAD maka ada
satu atau beberapa tujuan berikut ini yang
tidak akan dapat dicapai secara bersamasama yaitu:
- Kemungkinan terjadi kesalahan yang
kecil, karena pihak pengembang tidak
mempunyai hak untuk mengubah komponen-komponen yang digunakan dalam
mengembangkan suatu sistem.
- Tingkat kepuasan konsumen yang tertinggi, karena kebutuhan-kebutuhan
sekunder dari konsumen harus dikorbankan supaya suatu sistem dapat diselesaikan sesuai jadwal.
- Biaya pengembangan yang termurah,
karena dengan menggunakan komponen
yang sudah ada dapat menyebabkan biaya
yang lebih besar apabila dibandingkan
dengan mengembangkan komponen sendiri.
5. TAHAPAN-TAHAPAN PADA RAD
Metode RAD mempunyai 3 tahapan
utama seperti yang terlihat pada gambar 1.
76
Gambar 1. Tahapan RAD
5.1 Rencana Kebutuhan
Planning)
(Requirement
Pada tahap ini, user dan analyst melakukan semacam pertemuan untuk melakukan
identifikasi tujuan dari aplikasi atau sistem
dan melakukan identifikasi kebutuhan
informasi untuk mencapai tujuan. Pada
tahap ini hal terpenting adalah adanya
keterlibatan dari kedua belah pihak, bukan
hanya sekedar persetujuan akan proposal
yang sudah dibuat. Untuk lebih jauh lagi,
keterlibatan user bukan hanya dari satu
tingkatan pada suatu organisasi, melainkan
beberapa tingkatan organisasi sehingga
informasi yang dibutuhkan untuk masingmasing user dapat terpenuhi dengan baik. Di
samping itu, dapat juga melakukan
koordinasi dengan Chief Information Office
(CIO) atau bagian perencana strategis
terutama untuk mengembangkan suatu
aplikasi E-commerce berbasis Web untuk
mendapatkan informasi yang lebih detail
akan tujuan dari suatu organisasi. Pertemuan
semacam ini seringkali disebut Joint
Aplication Development.
5.2 Proses Desain (Design Workshop)
Pada tahap ini adalah melakukan proses
desain dan melakukan perbaikan-perbaikan
apabila masih terdapat ketidaksesuaian
desain antara user dan analyst. Untuk tahap
ini maka keaktifan user yang terlibat sangat
menentukan untuk mencapai tujuan, karena
user bisa langsung memberikan komentar
apabila terdapat ketidaksesuaian pada
desain. Biasanya, user dan analyst berkumpul menjadi satu dan duduk di meja
melingkar dimana masing-masing orang bisa
melihat satu dengan yang lain tanpa ada
halangan.
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri – Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/informatics/
STUDI ANALYSIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU AKTERNATIF METODE … (Agustinus Noertjahyana)
Apabila memungkinkan, maka masingmasing user diberikan satu komputer yang
terhubung satu dengan yang lain, sehingga
masing-masing bisa melihat desain yang
dibuat dan langsung memberikan komentar.
Hal ini sering kali disebut dengan Group
Decision Support System (GDSS). Pada
beberapa kasus, GDSS ini merupakan suatu
langkah yang ideal, karena user dan analyst
dapat menyetujui desain yang dibuat untuk
kemudian dilanjutkan oleh programmer
dalam pembuatan prototype dari aplikasi
yang dimaksud dengan langsung menampilkan kepada user hasilnya dengan cepat.
Pada tahap desain ini membutuhkan
waktu beberapa hari, akan tetapi bisa
semakin lebih lama, tergantung dari besar
kecilnya sistem yang dibuat. Pada selang
waktu tersebut, user bisa memberikan
tanggapan akan sistem yang sudah dikembangkan untuk selanjutnya dilakukan perbaikan-perbaikan. Dengan demikian proses
pengembangan suatu sistem membutuhkan
waktu yang cepat.
gunakan metode RAD adalah sebagai
berikut :
- Pengembang membuat prototype berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang
sudah didefinisikan sebelumnya
- Desainer melakukan penilaian terhadap
prototype
- User melakukan uji coba pada prototype
dan memberikan masukan mengenai
kebutuhan-kebutuhan yang kurang.
- User dan developer melakukan pertemuan untuk memberikan penilaian terhadap
produk secara bersama-sama, menyesuaikan kebutuhan serta memberikan komentar apabila diperlukan perubahan.
- Semua kebutuhan akan sistem dan
perubahan-perubahan yang terjadi dilakukan proses “timeboxed” dengan mempunyai 2 kemungkinan :
• Perubahan yang tidak dapat ditampung
seperti yang sudah direncanakan harus
dihilangkan.
• Jika diperlukan, kebutuhan-kebutuhan
yang bersifat sekunder ditiadakan.
5.3 Implementasi (Implementation)
Setelah desain dari sistem yang akan
dibuat sudah disetujui baik itu oleh user dan
analyst, maka pada tahap ini programmer
mengembangkan desain menjadi suatu
program. Setelah program selesai baik itu
sebagian maupun secara keseluruhan, maka
dilakukan proses pengujian terhadap program tersebut apakah terdapat kesalahan
atau tidak sebelum diaplikasikan pada suatu
organisasi. Pada saat ini maka user bisa
memberikan tanggapan akan sistem yang
sudah dibuat serta persetujuan mengenai
sistem tersebut.
Adapun hal terpenting adalah bahwa
keterlibatan user sangat diperlukan supaya
sistem yang dikembangkan dapat memberikan kepuasan kepada user, dan di samping
itu, sistem yang lama tidak perlu dijalankan
secara paralel dengan sistem yang baru.
5.4 Tahapan keseluruhan
Dengan berdasarkan pada tahapantahapan tersebut di atas maka proses utama
pengembangan suatu sistem dengan meng-
6. KONDISI-KONDISI
PENGARUHI RAD
YANG
MEM-
Pada saat akan menggunakan metode
RAD perlu memperhatikan kondisi-kondisi
yang bisa menunjang dan menghambat
keberhasilan dari suatu sistem.
6.1 Kondisi Penunjang
Beberapa kondisi yang dapat menunjang
keberhasilan dari RAD adalah sebagai
berikut :
- Sistem berjalan sendiri (standalone).
- Kinerja dari sistem bukan faktor terpenting.
- Distribusi produk yang bersifat sempit.
- Ruang lingkup yang terbatas.
- Kehandalan dari sistem bukan faktor
terpenting.
- Membutuhkan teknologi yang tidak terlalu baru (lebih dari 1 tahun).
- Sistem dapat dipecah-pecah menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil.
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri – Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/informatics/
77
JURNAL INFORMATIKA Vol. 3, No. 2, Nopember 2002: 74 - 79
6.2 Kondisi Penghambat
Beberapa kondisi yang dapat menghambat keberhasilan dari RAD adalah
sebagai berikut :
- Sistem harus dapat berjalan secara bersamaan dengan sistem yang lama.
- Komponen-komponen penunjang sangat
langka untuk didapatkan.
- Kinerja yang optimal merupakan faktor
terpenting.
- Distribusi produk yang bersifat luas.
- Ruang lingkup yang luas.
- Apabila digunakan untuk membuat
Sistem Operasi, dimana membutuhkan
sistem yang handal.
- Sistem tidak dapat dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
7. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
RAD
Dalam menggunakan RAD ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan terutama berkaitan dengan keuntungan dan kerugian.
7.1 Keuntungan RAD
Beberapa keuntungan dalam menggunakan metode RAD adalah sebagai berikut:
- Membeli sistem yang baru memungkinkan untuk lebih menghemat biaya
ketimbang mengembangkan sendiri.
- Proses pengiriman menjadi lebih mudah,
hal ini dikarenakan proses pembuatan
lebih banyak menggunakan potonganpotongan script.
- Mudah untuk diamati karena menggunakan model prototype, sehingga user lebih
mengerti akan sistem yang dikembangkan.
- Lebih fleksibel karena pengembang dapat
melakukan proses desain ulang pada saat
yang bersamaan.
- Bisa mengurangi penulisan kode yang
kompleks karena menggunakan wizard.
- Keterlibatan user semakin meningkat
karena merupakan bagian dari tim secara
keseluruhan.
- Mampu meminimalkan kesalahan-kesalahan dengan menggunakan alat-alat
bantuan (CASE tools).
78
- Mempercepat waktu pengembangan
sistem secara keseluruhan karena cenderung mengabaikan kualitas.
- Tampilan yang lebih standar dan nyaman
dengan bantuan software-software pendukung.
7.2 Kerugian RAD
Beberapa kerugian dalam menggunakan
metode RAD adalah sebagai berikut :
- Dengan melakukan pembelian belum
tentu bisa menghemat biaya dibandingkan dengan mengembangkan sendiri.
- Membutuhkan biaya tersendiri untuk
membeli peralatan-peralatan penunjang
seperti misalnya software dan hardware.
- Kesulitan melakukan pengukuran mengenai kemajuan proses.
- Kurang efisien karena apabila melakukan
pengkodean dengan menggunakan tangan
bisa lebih efisien.
- Ketelitian menjadi berkurang karena
tidak menggunakan metode yang formal
dalam melakukan pengkodean.
- Lebih banyak terjadi kesalahan apabila
hanya mengutamakan kecepatan dibandingkan dengan biaya dan kualitas.
- Fasilitas-fasilitas banyak yang dikurangi
karena terbatasnya waktu yang tersedia.
- Sistem sulit diaplikasikan di tempat yang
lain.
- Fasilitas yang tidak perlu terkadang harus
disertakan, karena menggunakan komponen yang sudah jadi, sehingga hal ini
membuat biaya semakin meningkat
karena harga komponen yang lebih
lengkap semakin mahal.
8. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan di atas, maka di
dalam menggunakan metode RAD dapat
disimpulkan sebagai berikut:
- Penggunaan RAD harus digunakan secara
tepat, sebab bila tidak maka akan
menimbulkan kerugian-kerugian seperti
misalnya biaya yang semakin membengkak dan waktu yang semakin lama.
- Penggunaan metode RAD harus digunakan dengan mempertimbangkan aspek
waktu dan biaya secara seimbang, tidak
bisa diprioritaskan satu per satu.
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri – Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/informatics/
STUDI ANALYSIS RAPID APLICATION DEVELOPMENT SEBAGAI SALAH SATU AKTERNATIF METODE … (Agustinus Noertjahyana)
- Sebagai salah satu alternatif dari SDLC
maka RAD dapat dijadikan acuan untuk
mengembangkan suatu sistem informasi
yang unggul dalam hal kecepatan,
ketepatan dan biaya yang lebih rendah.
- Dengan menggunakan RAD, maka
keterlibatan user menjadi semakin
meningkat yang pada akhirnya dapat
meningkatkan kepuasan user terhadap
sistem yang dikembangkan.
DAFTAR PUSTAKA
1. Kendal & Kendal. Systems Analysis and
Design Fifth Edition. Prentice-Hall
International, Inc. 2002.
2. Jeffrey A. Hoffer, Joey F. George, Joseph
S. Valacich. Modern Systems Analysis
and Design Second Edition. AddisonWesley. 1997.
3. Jeffrey L. Whitten, Lonnie D. Bentley,
Kevin C. Dittman. Systems Analysis and
Design Methods. McGraw-Hill. 2001.
4. Ramez El Masri, Shamkant B. Navache.
Fundamental of Database Systems. The
Benjamin/Cummings Publishing Company, Inc. 1994.
5. Raymond McLeod, George Schell.
Management Information Systems 8/e.
Prentice-Hall, Inc. 2001.
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri – Universitas Kristen Petra
http://puslit.petra.ac.id/journals/informatics/
79
Fly UP