...

NASKAH DRAMA (THE SCPRIPT) : Click Here

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

NASKAH DRAMA (THE SCPRIPT) : Click Here
DENGAR DIA PANGGIL NAMA SAYA
Intro:
Part 2:
(Figuran Group 1, mengahmpiri Boutique dan melihatlihat.isi Boutique) (Background music, Café Jazz)
Narrator: Sementara itu lewatlah seorang Ibu Pendeta
dan Pengerja-nya di depan Boutique ibu Tabitha
Narrator: Pada suatu hari tinggal-lah seorang Ibu
bernama Ibu Tabitha dengan Boutique kesayangan-nya
yang berjudul Boutique Tabitha. Boutique ini menjual
barang-barang yg sangat mahal. Sehingga pelanggan
yang hadir hanyalah mereka yang mampu untuk
membeli.
(Ibu Pendeta dan Pengerja berjalan melewati Boutique
dan bertemu dengan ibu Tabitha)
Part 1:
(Pelanggan 1 menghampiri Boutique, dan melihat
barang-barang diatas meja.)
Ibu Tabitha : Halo.. ada yang bisa dibantu?
Pelanggan 1: Keliatannya yang ini lebih cocok diruang
tamu saya..
Narrator : Melalui usahanya ini, Ibu Tabitha dapat
menyekolah-kan anak-anaknya sampai ke luar negeri.
Dan tentu dengan begitu bangga nya, tidak pernah lupa
ibu Tabitha menceritakan kesuksesannya kepada setiap
pelanggan yang hadir.
Ibu Tabitha : Oh.. sama seperti ruang tamu saya.
Dirumah saya punya foto2 anak2 saya sewaktu mereka
lulus kuliah di German, di Jepang, di Amerika.
Ibu Tabitha : Eh Ibu Pendeta, Apa kabar? Saya jadi gak
enak nih, sudah tidak pernah ke Gereja lagi.
Ibu Pendeta : Iya ibu Tabitha, ke Gereja lagi donk.
Sudah lupa sama Tuhan Yesus ya?
Ibu Tabitha : Bukan begitu Ibu Pendeta. Setiap hari
Minggu itu selalu rame Bu. Saya musti jaga Boutique,
sampai saya tidak ada waktu lagi untuk ke Gereja.
Ibu Pendeta : Loh koq begitu?
Ibu Tabitha : Tapi kan, Pak Pendeta. Saya tidak lupa
loh untuk berbuat baik, saya taati semua 10 perintah
Tuhan. Saya tidak mencuri. Saya tidak membunuh.
Saya tidak bersaksi dusta. Saya menghormati ayah dan
ibu saya dari saya masih kanak-kanak..
Ibu Pendeta mengangguk-ngangguk. Lalu berkata .. :
Hmmm kalau begitu, masih ada satu yang kurang yg
belum ibu lakukan.
Ibu Tabitha : Masa? Apa itu, Ibu Pendeta?
Ibu Tabitha : Ya. Dan satu lagi masih kuliah di Prancis.
Ibu Pendeta : Ada firman Tuhan yg mengatakan …
“Jual-lah semua harta milik-mu, dan Ikutlah Aku” Itu
Tuhan Yesus yang berkata
Pelanggan 1: Wah senangnya!”
Ibu Tabitha : Semua harta milik-ku?
Ibu Tabitha (Sambil mengangkat bingkai foto yg terbuat
dari emas) : “Kalau ibu bangga dengan anaknya, tentu
foto nya di taro di bingkai yang berharga…”
Ibu Pendeta : Ya betul
Pelanggan 1: Oya?
Pelanggan 1: Betul juga. Anak saya akan menikah dua
minggu lagi. Saya masih bingung mau kasih kado apa.
Tapi keliatannya bingkai foto ini bagus juga.
(Pelanggan 1 jadi membeli bingkai itu, Ibu Tabitha
mengambil bungkusan, lalu pelanggan turun panggung /
meninggalkan Boutique)
(Sementara itu, Figuran Group 1 turun panggung
meninggalkan ruangan)
(Lalu bergantian Figuran Group 2 berjalan melewat
Boutique, lalu pergi meninggalkan ruangan)
<Selingan Pujian by kaum muda & SS Kids>
“Dengar Dia Panggil Nama Saya”
(Ibu Tabitha keluar Boutique/turun panggung utk
menyirami bunga-bunga diluar Boutique)
Ibu Tabitha : Waduh… waduh waduh. Ibu Pendeta ini
bercanda nya kelewatan deh.
Ibu Pendeta : Loh! Itu bukan bercanda. Itu firman
Tuhan, dari Tuhan Yesus sendiri yang berkata.
Maksudnya, dimana hartamu berada, disitu juga hatimu
berada. Tuhan mau kita menjadikan Yesus harta kita
Ibu Tabitha : Bukannya saya gak cinta Tuhan. Boutique
saya ini sudah cukup dikenal banyak orang. Kalau saya
jual semuanya. Mau di taro dimana muka saya…?
(Figuran Group 3 naik ke panggung/ masuk Boutique)
Ibu Pendeta : Ya sudah. Pikirkan dan renungkan baikbaik firman Tuhan ini. Usahakan utk datang Gereja
setiap hari Minggu.
Ibu Tabitha : Iya iya… Makasih Ibu Pendeta!
(Ibu Tabitha juga memasuki Boutique /naik ke
panggung)
Part 3:
Ibu Pendeta berkata kepada Pengerja nya: …..
memang seperti yg Tuhan Yesus katakan “Lebih baik
seekor unta masuk ke dalam lubang jarum, daripada
seorang kaya.”
Pengerja: Ya sudah Ibu Pendeta. Kita serahkan pada
Tuhan…, hanya Tuhan-lah satu2nya yang sanggup
mengubah hati, seperti hati ibu Tabitha..
Ibu Pendeta: Amin.. Amin…
Pengerja & Ibu Pendeta menyanyikan lagu pujian
“Satu-Satunya” hanya 1x Bait & Reff – By S.O.P.
Engkau Tuhan yang setia,
WaktuMu slalu yang terbaik
Engkau Tuhan sandaranku
Dan ku hanya kan berharap pada-Mu
Satu-satunya yang kuandalkan
Satu-satunya yang kupercaya
Engkau sumber kekuatan,
Sumber pengharapan sumber kedamaian
(Ibu Pendeta & Pengerja meninggalkan ruangan )
Part 4:
Narrator: Datanglah seorang Pengemis duduk di depan
Boutique Ibu Tabitha sementara Ibu Tabitha sedang
melayani pelanggan nya di dalam Boutique.
(Figuran Group 3 sedang ngobrol dengan ibu Tabitha,
tanpa suara)
Pengemis sedang menyanyi lagu “PertolonganMu
begitu ajaib” 1x Reff – by Jason
PertolonganMu begitu ajaib
Kau t'lah memikat hatiku
Disaat aku tak sanggup lagi
Disitu tanganMu bekerja
PertolonganMu begitu ajaib
Kini mataku tertuju padaMu
Kurasakan kasihMu Tuhan
(Sementara pengemis menyanyi, Figuran Group 4
melewati pengemis dan memberi sedekah)
(Ibu Tabitha melihat keluar Boutique, langsung
menghampiri Pengemis)
Ibu Tabitha : Ummm sorry yaa, tolong jangan di depan
Boutique saya ..
Pengemis: Ibu, boleh saya minta sedekah, atau sedikit
makanan?
Ibu Tabitha memberi beberapa cash dari kantongnya,
lalu berkata: Ini ambil semuanya, jangan kembali lagi ya.
(Pengemis meninggalkan ruangan. Dan, Figuran group
3 turun panggung, meniggalkan ruangan)
Part 5:
(Starts dramatic background music)
Narrator : Hari sudah malam, Boutique Tabitha siap
ditutup. Sementara Ibu Tabitha sedang membereskan
Boutique nya …
(Ibu Tabitha sedang memberes-beres Boutique)
Narrator: … sesuatu terjadi …
Narrator : Dua orang perampok dengan wajah yang
ditutup,
Narrator : Ibu Tabitha terkejut dan tidak dapat berbuat
apa-apa
(Perampok 1 menodong ibu Tabitha)
(Ibu Tabitha mengangkat kedua tangannya)
(Perampok 2 mengambil barang2 diatas meja)
Ibu Tabitha : Ambil semua uang ini, dan pergilah dari
sini …
(Perampok 1 menaruh semua uang kedalam kantong)
(Perampok 2 mengikat tangan ibu Tabitha di kursi)
Narrator: Perampok mengingkat Ibu Tabitha diatas
kursi, Lalu menuliskan disebuah kertas besar … bahwa
Boutique sedang TUTUP.
(Perampok 1 menulis di depan Boutique “TUTUP”)
(End of Dramatic Background Music)
(Kedua perampok meninggalkan ruangan)
------->>>
Part 6:
Narrator: Ibu Tabitha dengan sedih dan lelah nya
mengharapkan pertolongan.
Ibu Tabitha : “Tolong … Tolong …!“
Narrator: Tetapi. Karena malam sudah larut. Tidak ada
satu orang pun yang mendengarnya. …
Narrator: Ibu Tabitha terlelap tidur. Sampai matahari
terbit. Tidak ada seorang pun tahu apa yang
sebeneranya terjadi dalam Boutique Tabitha.
(Ibu Pendeta & Pengerja melewati depan Boutique. Dan
terheran-heran melihat, Boutique sudah tutup)
Ibu Pendeta : Tutup ?
Pengerja : Iya, tumben. Bukannya setiap hari buka,
Senin sampai Minggu..
Ibu Pendeta : Coba kamu liat dari jendela?
Pengerja : Gak ah, takut. Semuanya gelap, kayak
rumah hantu..
Ibu Pendeta : Eh gimana sih? Sudah takut Tuhan,
masih aja takut Hantu
(Ibu Pendeta & Pengerja meninggalkan ruangan)
Ibu Tabitha : “Ibu Pendeta! Ibu Pendeta! Tolong
sayaa… Saya ada disini . Tolong . Tolong …
Narrator : Sangat disayangkan ibu Tabitha tidak bisa
mendapatkan pertolongan dari seorang Ibu Pendeta
(Ibu Pendeta meninggalkan ruangan)
Narrator : Tetapi harapan Ibu Tabitha tidak berhenti
disitu. Dia terus berteriak minta tolong. Dan, lewatlah
seorang yang cukup terkenal. Dia adalah seorang
Pengusaha Kaya.
(Bpk Pengusaha Kaya melewati Boutique)
Narrator : Ibu Tabitha melihat nya dengan penuh
semangat. Dan usahanya berteriak minta tolong
semakin keras
Ibu Tabitha : “Tolong! Tolong Mister Lee! Mister Lee!..
Tolong saya Pak..
Narrator : Seorang Pengusaha mencari-cari suara itu …
lalu melihat dari jendela, keadaan Boutique yg sudah
hancur …
(Bpk Pengusaha melihat ke dlm Boutique dan terkejut)
Narrator : Dan terkejut … melihat Boutique yg sudah
hancur berantakan.. Lalu lari meninggalkan boutique …
Seorang Pengusaha kaya pun tidak dapat menolong
(Pelanggan 1 & 2 memasuki ruangan)
Pelanggan 1 : Loh koq tutup, padahal saya mau kasih
tau Ibu utk mampir ke Boutique Tabitha ini…
Pelanggan 2 : Ooo.. yang ini? Iya saya tau ini, yang
punya Boutique orangnya sombong sekali. Kekayaan
nya luar biasa tapi sombong sekaliii…
(Pelanggan 1 & 2 meninggalkan ruangan)
Ibu Tabitha : Jangan… jangan pergiii… Ibu Pelanggan
yang setia… Boutique tidak tutup. Saya ada di dalam…
Part 7:
Narrator : Hari mulai kembali gelap, dan Ibu Tabitha
tetap tidak mendapatkan pertolongan. Semakin sedih
lah hati Ibu Tabitha…
(Pengemis memasuki ruangan sambil mainkan gitarnya
berbarengan dgn Ibu Tabitha menyanyikan lagu)
“Penolong Hidupku” Bait & Reff - by Jacqueline Celosse:
Saat ku dalam kesesakan
Yang kuharap hanya KAU TUHAN
Saat badai hidup menerpa
Masih ada TUHAN bagiku
Saat semua jalan tertutup
Tiada yang sanggup menolong
Saat air mata tercurah
Masih ada Tuhan bagiku
Ibu Tabitha : “Tuhan Yesus! Ampuni saya! Saya
sekarang tahu. Ini memang teguran buat Saya. Saya
menyesal, karena meamng saya jadi sombong dan jauh
meninggalkan-Mu! Ampunilah saya ya Tuhan
(Pengemis menghampiri Boutique.. dan mulai melihat
lihat … lalu terkejut …)
Pengemis : HA? Ibu Tabitha….???
Ibu Tabitha : Iya iya…. Saya disini …
(Pengemis mengampiri ibu Tabitha dan melepaskankan
dari ikatan diatas kursi)
Narrator : Seorang Pengemis yang dahulunya di usir
oleh Ibu Tabitha, segera menolong ibu Tabitha dengan
melepaskan tangan dan kaki nya yg terikat di atas kursi.
Ibu Tabitha: “Kamu itu kan si Pengemis yang waktu itu
duduk depan Boutique saya. lalu saya usir..
Pengemis : “Iya, betul Ibu.”
Ibu Tabitha: “Tetapi kamu satu2nya yang mendengar
suara saya minta tolong. Saya sangat berhutang budi
sama kamu, saya sangat berterima kasih sama kamu.”
Pengemis sambil merangkul ibu Tabitha : “Jangan
sama saya bu. Terimakasih-lah kepada Tuhan. Saya
percaya, Tuhan sudah memanggil saya dan ibu untuk
mendekat kepada-Nya.
Ending :
Ibu Tabitha & Pengemis (tetap di atas panggung)
bersama2 menyanyikan lagu pujian :
“Dengar Dia Panggil Nama Saya” Bait 1 nada Slow
(tanpa gitar, hanya keyboard)
Dengar Dia panggil nama saya
Dengar Dia panggil namamu
Dengar Dia panggil nama saya
Juga Dia panggil namamu
Peran Pemain:
Narrator: Ibu Ira
Ibu Tabitha : Ibu Esther
Figuran group 1 (Intro & Part 1): FangFang, Syora
Pelanggan 1: Ibu Harti
Pelanggan 2: Ibu Lanny
(Semua Pemeran memasuki ruangan)
Ibu Pendeta : Ibu LingLing
Bersama-sama menyanyikan lagu:
Pengerja : Ibu Fone
“Dengar Dia Panggil Nama Saya” Bait 1 & Reff nada
Cepat .. (di’iringi Band Kaum Muda)
Figuran group 2 (Part 2): FangLing, PingPing, AyLing
Dengar Dia panggil nama saya
Dengar Dia panggil namamu
Dengar Dia panggil nama saya
Juga Dia panggil namamu
Kujawab Ya, Ya, Ya
Kujawab Ya, Ya, Ya
Kujawab Ya, Tuhan
Kujawab Ya, Tuhan
Kujawab, Ya, Ya, Ya
O.. giranglah O.. giranglah
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
O.. giranglah
Tuhan Yesus amat cinta pada saya
O.. giranglah
Narrator: Mulai semenjak itu, ibu Tabitha menjadi
seorang yang bermurah hati. Membagi-bagikan
sebagian besar kekayakannya kepada banyak orang
Figuran group 3 (Part 2 - 4): Juni, Meliana
Figuran group 4 (Part 4): Ibu Yanti, Ibu Cindy, Betty
Pengemis : Ibu Lily (w/ gitar)
Perampok 1 : Hendry
Perampok 2 : William
Pengusaha Kaya : Bpk Mujiono
Keyboard utk lagu “Satu-satunya” , “PertolonganMu” ,
“Penolong Hidupku” : Ibu Anna
Selingan Pujian : Band Kaum Muda & Anak2 SM
Fly UP