...

Universitas Kyoto-Unila Jajaki Kerja Sama Bidang Ketahanan

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Universitas Kyoto-Unila Jajaki Kerja Sama Bidang Ketahanan
This page was exported from - Universitas Lampung
Export date: Tue Jul 5 18:45:45 2016 / +0000 GMT
Universitas Kyoto-Unila Jajaki Kerja Sama Bidang Ketahanan Pangan―
(Unila) : Universitas Kyoto, Jepang, menggandeng Universitas Lampung (Unila) untuk menjajaki kerja sama dalam bidang
penyediaan ketahanan pangan dunia. Dengan digandengnya Unila, diharapkan mampu mengatasi pemenuhan kebutuhan pangan
dunia yang diperkirakan akan habis 2050 nanti.
Demikian diungkapkan Chairman of International Program Graduate School of Agriculture Universitas Kyoto Prof. Noishi Kondo
usai menggelar presentasi di ruang sidang lantai II Rektorat Unila, Senin (20/10) lalu.
Dalam presentasi yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB tersebut Prof. Noishi Kondo mengatakan,
Universitas Kyoto juga sudah menjalin kerja sama serupa dengan ITB, UI, Universitas Brawijaya, IPB, Universitas Airlangga, dan
UGM. Pihaknya merasa tertarik untuk bekerja sama dalam bidang pertanian karena penduduk Indonesia tergolong tinggi dalam
mengonsumsi beras.
Noishi menjelaskan, saat ini populasi dunia sudah mencapai 7 miliar orang. Saat 36 tahun mendatang jumlah penduduk dunia bisa
mencapai 9 miliar orang dan tentu hal itu akan berbanding lurus dengan kebutuhan pangan yang semakin menipis.
Dipilihnya Unila sebagai partner kerja sama bidang pertanian dikarenakan kampus dan lahan di Lampung sangat cocok. Kerja sama
dalam hal penyediaan pangan dunia ini akan menjadi yang pertama di Sumatera. Sinergi antara sumberdaya manusia, lahan, praktisi
dengan penerapan teknologi dari Kyoto sangat cocok bila dikembangkan.
“Itu alasan utama direncanakannya kerja sama ini yang nantinya akan diarahkan untuk menjamin ketersediaan pangan kita. Kita
memiliki biotensing laboratory agriculture (pertanian) yang difokuskan pada budidaya tanaman pangan,― kata Noishi saat
menggelar jumpa pers di ruang Wakil Rektor IV.
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Teknologi Informasi dan Komunikasi (PKTIK) Unila Prof. John Hendri
menanggapi, kerja sama ini di masa yang akan datang dapat sangat menguntungkan Lampung dan Indonesia karena dapat ke luar
dari kebutuhan pangan yang semakin menipis.
Dalam kesempatan ini Universitas Kyoto menawarkan program akademi "Special Course in Agricultural Sciences". Program dari
Graduate School of Agriculture Universitas Kyoto ini diperuntukkan bagi mahasiswa internasional S-2 dan S-3 ini akan memberikan
kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan kapasitas kemampuan meneliti dengan perspektif internasional dalam hal hidup
keseharian, makanan, dan lingkungan. Perkuliahan akan diberikan dalam bahasa Inggris jadi peserta tidak harus mutlak bisa bahasa
Jepang.
Tak hanya Universitas Kyoto, kerja sama ketahanan pangan juga dikembangkan lewat komparasi internasional dengan 7 Universitas
di Jepang seperti Universitas Yokohama, Universitas Tokyo, Universitas Todai, Univeritas Ghifu, Universitas Toyohasi, dan
Universitas Kansai. Selain itu kerja sama global juga dikembangkan dengan berbagai universitas lain di Ceko, Turki, Malaysia,
Australia, Amerika, hingga Perancis.
Usai menggelar jumpa pers, Prof Noishi Kondo mengadakan Kuliah Umum (Stadium General) di Fakultas Pertanian (FP Unila) dan
Jurusan Teknik Pertanian khususnya. Kegiatan dihelat di Aula FP Unila mulai pukul 13.00WIB dan dibuka resmi oleh Dekan FP
Unila yang diwakili oleh Wakil Dekan II Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.S.
Di hadapan ratusan mahasiswa, dosen dan para undangan, Prof. Naoshi Kondo menyampaikan kuliah umum dengan judul
“Current Technologies on Bio Sensing Engineering and Implementation of Asian Advanced Agriculture Technologies―. Acara
dimoderatori oleh Dr. Diding Suhandi, S.TP., M.Agr. Kegiatan dilanjutkan dengan tukar menukar cinderamata.[] Inay/dedi
Output as PDF file has been powered by [ Universal Post Manager ] plugin from www.ProfProjects.com
| Page 1/1 |
Fly UP