...

data terbuka dan keterbukaan fiskal: bagaimana kita dapat

by user

on
Category: Documents
1

views

Report

Comments

Transcript

data terbuka dan keterbukaan fiskal: bagaimana kita dapat
Data Terbuka
dan Keterbukaan Fiskal:
Bagaimana Kita Dapat
Memperoleh Manfaatnya?
Pembelajaran dari Proyek Percontohan di Indonesia
dan Filipina
Makalah Pembelajaran
J A K A R TA
Ringkasan
Setiap hari, pemerintah nasional, regional, dan lokal membelanjakan banyak uang pajak rakyat.
Namun, seringkali terjadi kekurangterbukaan penggunaan dana publik ini. Di Indonesia dan Filipina,
kelompok masyarakat sipil telah secara konsisten menuntut lebih banyak akuntabilitas keuangan publik
dalam bidang-bidang seperti pengadaan barang dan jasa pemerintah, pendidikan, dan infrastruktur.
Organisasi-organisasi ini sangat percaya pada dampak positif dari penguatan keterbukaan fiskal
terhadap peningkatan partisipasi masyarakat, pengurangan korupsi, dan pengambilan keputusan
yang lebih terbuka dan partisipatif.
Bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil di kedua negara1, dan didukung dana dari Southeast
Asia Technology and Transparency Initiative (SEATTI), Web Foundation’s Open Data Lab Jakarta
(Jakarta Lab) berupaya menjelajahi bagaimana data terbuka dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya
demi keterbukaan fiskal di wilayah tersebut. Makalah ini merangkum pendekatan yang kami gunakan,
dan yang lebih penting, pelajaran yang kami petik.
Kami menemukan bahwa kunci utama kesuksesan adalah partisipasi aktif dan dedikasi mitra proyek
yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman di bidang keterbukaan fiskal. Berinvestasi
untuk mengembangkan kapasitas mereka agar dapat bekerja dengan data terbuka dan meyakinkan
pemerintah untuk berbagi informasi terbukti merupakan solusi yang efektif.
Penulis utama: Michael Canares dan Andreas Pawelke
Copy-editing dan lay-out: Dillon Mann dan Denise Karunungan
Kontribusi tambahan: Michael Gurstein, Redemto Parafina, Lukman Hakim, dan mitra kami dari
Perkumpulan Idea, INCITEGov, E-NET Philippines, dan Pattiro Surakarta
Makalah Pembelajaran ini pertama diterbitkan pada 15 Januari 2016.
1 Istilah ‘mitra proyek’ dalam dokumen ini digunakan untuk merujuk kepada empat organisasi yang bekerja bersama Open Data Lab Jakarta untuk
melaksanakan proyek ini: E-Net Philippines, INCITEGov, Pattiro Surakarta dan Perkumpulan IDEA.
2 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
1. Latar Belakang
Sebagai anggota pendiri Open Government Partnership 2, Indonesia dan Filipina berada di garda terdepan
dalam menjajaki pendekatan baru untuk memperkuat tata kelola pemerintahan melalui peningkatan
keterbukaan, akuntabilitas, dan keterlibatan masyarakat. Dalam rangka memperkuat dan mendukung
reformasi tatakelola pemerintahan, kedua negara telah membuat kemajuan besar dalam membuka
data pemerintah untuk umum. Peluncuran portal data terbuka nasional Indonesia3, yang berisi dataset
dari kementerian-kementerian di tingkat pusat dan lembaga-lembaga di daerah, mendemonstrasikan
komitmen pemerintah untuk memberikan akses data yang berdampak pada kehidupan sehari-hari
masyarakat. Hal ini sejalan dengan sasaran Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan pelayanan
publik dan partisipasi demokratik melalui peningkatan keterbukaan dan pemberantasan korupsi di
pemerintahan.4 Meskipun upaya pemerintah Indonesia untuk memberikan akses tak terbatas ke
data pemerintah patut mendapat pujian, penelitian menunjukkan bahwa rendahnya keterampilan di
berbagaisektor untuk memanfaatkan data secara efektif, terutama di antara kelompok masyarakat sipil5,
menghambat penggunaan data pemerintah yang dapat menghasilkan perubahan positif yang konkret.
Demikian pula, pembuatan portal data terbuka nasional di Filipina6, bersama dengan pedoman
implementasi data terbuka pemerintah7 yang baru-baru ini diluncurkan untuk memberdayakan masyarakat
dan mempertahankan keterbukaan melalui data pemerintah yang mudah diakses,merupakan langkah
penting menuju pemerintah yang lebih terbuka, responsif, dan akuntabel. Serupa dengan Indonesia,
upaya ini berakar dari kampanye anti korupsi Presiden Benigno Aquino III dan upaya pemulihan
kepercayaan publik.8 Tapi serupa dengan pengalaman Indonesia, banyak organisasi masyarakat sipil
(CSO) lokal belum menyadari konsep data terbuka, potensi manfaatnya, dan alat bantu yang ada untuk
menganalisis, menafsirkan, dan mendiseminasi data.9
Di kedua negara, kami menemukan bahwa meski terdapat pengakuan akan pentingnya isu-isu tata
kelola pemerintahan, terdapat keterbatasan dukungan kepada CSO untuk memampukan mereka
memanfaatkan potensi semakin banyaknya data yang dapat diakses. Berdasarkan penelitian, kami
menyimpulkan bahwa meskipun pelatihan data literacy dapat membangun sebagian kapasitas yang
dibutuhkan, diperlukan proses jangka panjang secara terus menerus dengan pendekatan yang
disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari target sasaran, untuk memastikan bahwa akses data,
bersama dengan pengembangan kapasitas, membuahkan hasil nyata dan positif.
2 Ketahui lebih lanjut mengenai Open Government Partnership di http://www.opengovpartnership.org/
3 Kunjungi portal data nasional Indonesia di http://data.go.id/
4 Sumber: http://www.establishmentpost.com/jokowis-nine-priorities-agenda-nawa-cita/
5 Sumber: http://webfoundation.org/wp-content/uploads/2013/06/OGD-Indonesia-FINAL-for-publication.pdf
6 Kunjungi portal data nasional Filipina di http://data.gov.ph/
7 Sumber: http://data.gov.ph/news/guidelines-open-data-implementation-jmc-no-2015-01
8 Sumber: http://www.pep.ph/news/44332/full-transcript-of-president-noynoy-aquino39s-fifth-state-of-the-nation-address
9 Lihat contohnya http://www.opendataresearch.org/dl/symposium2015/odrs2015-paper15.pdf
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 3
1. Latar Belakang
Seperti halnya data terbuka, keterbukaan fiskal juga merupakan agenda yang diprioritaskan di kedua
negara. Sejak tahun 2011, pemerintah lokal di Filipina diharuskan menerbitkan data keuangan dan
pengadaan secara online.10 Namun, kebijakan ini hanya akan berdampak signifikan ketika data tersebut
dimanfaatkan, yang mana hal ini membutuhkan pemahaman yang memadai dan keterampilan untuk
menerjemahkan data yang kompleks tersebut menjadi informasi yang mudah dipahami. Di Indonesia,
terdapat upaya baru dan yang sedang berjalan untuk mencapai pemerintahan yang lebih terbuka, seperti
membangun portal data terbuka tingkat kota yang berisi dataset terpilih, dan UU Kebebasan Informasi
Tahun 2008,11 yang membuat masyarakat dapat mendapatkan informasi melalui jalur permohonan
yang tepat. Akan tetapi, meski terdapat kemajuan ini, berbagai tantangan terkait keterbukaan dalam
keuangan publik, terutama di tingkat daerah, masih tetap ada. Dengan diterbitkannya UU Desa di
Indonesia,12 yang telah menghasilkan peningkatan substansial dalam hal anggaran yang tersedia untuk
pemerintah daerah, kebutuhan akan pengawasan efektif terhadap penggunaan dana publik di tingkat
daerah semakin besar.
Gambar 1 hingga 3. Kesulitan bekerja—setiap organisasi dihadapkan pada
tantangan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang
mereka hadapi dalam proyek mereka. IDEA dan Pattira sedang berdiskusi dengan
pendamping Lukman Hakim; Addie Unsi dari E-Net Philippines membicarakan
tentang faktor-faktor mereka, dan display dinding temuan, semuanya selama
lokakarya akhir yang diselenggarakan di Manila, Juni 2015 lalu.
10 Sumber: http://www.opendataresearch.org/project/2013/step
11 Sumber: http://www.right2info.org/resources/publications/laws-1/Indonesia-Public-Information-Disclosure-Act-2008.doc/view
12 Sumber: http://pnpm-support.org/news/implementation-village-law-and-sustainability-pnpm-rural
4 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
2. Apa yang ingin kami capai?
Dengan proyek ini, kami bertujuan untuk memberdayakan kelompok masyarakat sipil untuk
menggunakan data terbuka dalam meningkatkan keterbukaan fiskal pemerintah di tingkat lokal di
daerah-daerah terpilih di Indonesia dan Filipina. Untuk mencapai hal ini, kami bekerja sama dengan
CSO yang mempunyai pengalaman menghadapi isu-isu fiskal, dan meningkatkan keterampilan mereka
dengan memberikan pelatihan dan membuat mereka mampu secara lebih efektif menggunakan
data tentang dana publik dan data pembelanjaan untuk memonitor penggunaan dana publik oleh
pemerintah. Intervensi lokal kemudian dijadikan proyek percontohan.
Di akhir proyek, kami berharap mitra dapat secara independen menemukan dan mengakses data
yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan mereka, memahami bagaimana memanfaatkan potensi
data terbuka dan memadukannya ke dalam kegiatan mereka di masa mendatang secara efektif dan
berkelanjutan, dan bertindak sebagai penggiat data terbuka di antara CSO lain di negara mereka
masing-masing.
Bagan 1. Representasi visual Indonesia, dengan menandai lokasi-lokasi proyek OD4Transparency.
Boks 1. Mitra proyek OD4Transparency (berlanjut di halaman berikutnya).
Indonesia
Perkumpulan IDEA secara aktif terlibat dalam kegiatan keterbukaan anggaran. CSO ini
menerjemahkan data anggaran pemerintah ke dalam format yang dapat dipahami masyarakat.
Berbasis di Yogyakarta, organisasi ini berfokus pada pendidikan publik tentang anggaran
pemerintah dan mengadvokasi reformasi dalam pengelolaan fiskal publik.
Pattiro Surakarta terlibat dalam penelitian, manajemen informasi, pelatihan dan penerbitan,
dan pengembangan partisipasi masyarakat lokal. Mereka juga mengerjakan advokasi anggaran,
pelayanan publik, dan memberikan bantuan kepada masyarakat terpinggirkan, serta mendukung
keterbukaan dan tata kelola pemerintahan yang baik di tingkat daerah.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 5
2. Apa yang ingin kami capai?
Bagan 2. Representasi visual Filipina13 , dengan menandai lokasi-lokasi proyek OD4Transparency.
FILIPINA
INCITEGov mengerjakan reformasi tata kelola pemerintahan di Filipina dengan memfokuskan
pada tiga pilar – politik demokratis, tata kelola pemerintahan yang baik, dan hasil pembangunan.
Organisasi ini melaksanakan penelitian, analisis kebijakan, pengembangan kapasitas, dan
advokasi kebijakan untuk melanjutkan reformasi demokrasi di negara ini.
E-NET Philippines adalah jaringan CSO di Filipina yang mengerjakan reformasi pendidikan
untuk memastikan pendidikan yang berkualitas menjadi hak asasi bagi semua orang. Kegiatan
utama organisasi ini berfokus pada pembiayaan pendidikan, penguatan sistem pembelajaran
alternatif, dan kemitraan masyarakat sipil dengan pemerintah untuk mencapai hasil pendidikan
yang lebih baik.
13 Sumber: Peta Filipina – Satu Warna oleh FreeVectorMaps.com.
Mohon dicatat bahwa peta-peta dan penanda mungkin bukanlah gambaran persis dari negara tersebut.
6 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
3. Apa yang kami lakukan?
Dan apa yang kami temukan?
Kami mendesain proyek yang akan memperkuat kapasitas CSO untuk menggunakan data terbuka
untuk mendorong keterbukaan fiskal. Dalam proyek ini, kami langsung bekerja dengan CSO, tanpa
harus berinteraksi dengan pemerintah, sebagaimana yang terjadi di banyak proyek inovasi kami yang
lain, seperti inisiatif di Banda Aceh14 dan Jakarta.15
Proyek ini dibagi menjadi tiga tahap: Pertemuan dan Perencanaan, Intervensi Percontohan, dan Refleksi.
Bagan 3. Tahapan-tahapan pada proyek OD4Transparency: Pertemuan dan perencanaan, intervensi percontohan, dan refleksi.
Fiscal data.
Partner
CSO
1
Open Data Lab
Jakarta
2
Mengembangkan kapasitas
mereka dalam menggunakan
data terbuka di dalam
kegiatan mereka dan
bersama mendesain proyek
percontohan. Setelah itu,
menguji dan melak
sanakan proyek
percontohan.
Menemukan mitra
yang mengerjakan
isu sosial, yang
tertarik untuk
mempelajari data
terbuka lebih jauh.
3
Merefleksikan pembelajaran,
skalabilitas, dan sustainabilitas.
Tahap Satu: Pertemuan dan Perencanaan
Tahap pertama proyek terdiri dari pengidentifikasian mitra proyek di Indonesia dan Filipina, dan
mempertemukan mereka dalam suatu lokakarya, di mana mereka berbagi praktik organisasional terkini
dalam rangka mengkampanyekan dan mendorong keterbukaan fiskal. Lokakarya ini juga mencakup
pelatihan untuk mengembangkan kapasitas para peserta mengenai data terbuka. Dengan bantuan tiga
pendamping ahli16, kami menyelenggarakan pelatihan untuk memperkenalkan konsep data terbuka dan
memberikan gambaran umum tentang alat bantu dan pendekatan yang dapat digunakan para praktisi
untuk mengakses, menganalisis, dan menafsirkan data. Setelah terjadinya pertukaran pengetahuan ini,
dan menggunakan keterampilan dan pemahaman yang baru mereka dapat, mitra proyek mendefinisikan
proyek percontohan yang akan menggunakan data terbuka untuk mendorong keterbukaan fiskal.
14 Baca lebih lanjut mengenai hal ini di http://labs.webfoundation.org/wp-content/uploads/2015/09/Lessons-Learned-FOIODAceh.pdf
15 Baca lebih lanjut mengenai hal ini di http://labs.webfoundation.org/projects-2/jodi/
16 Michael Gurstein dari Center for Community Informatics Research, Development, and Training, Don Parafina dari Affiliated Network on Social Accountability
in East Asia and the Pacific, dan Lukman Hakim, saat itu menjabat sebagai Seknas Fitra.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 7
3. Apa yang kami lakukan? Dan apa yang kami temukan?
Tahap Dua: Intervensi Percontohan
Dengan rancangan intervensi percontohan yang dikembangkan di tahap pertama, dan setelah
terus mengembangkan keterampilan dan kapasitas yang diperoleh selama pelatihan, mitra proyek
melaksanakan proyek mereka masing-masing. Dipandu oleh pendamping lokal dan internasional, setiap
organisasi menangani isu-isu keterbukaan keuangan tertentu dengan data terbuka, yang terdaftar di
bawah ini.
Gambar 4. IDEA berkonsultasi dengan salah satu pendamping tentang
bagaimana cara terbaik dalam melaksanakan proyek mereka dan
menyusun rencana kerja, dalam lokakarya awal yang diselenggarakan
pada September 2014.
Boks 2. Hasil-hasil proyek OD4Transparency.
INDONESIA
Perkumpulan IDEA melakukan kegiatan advokasi anggaran di kota Yogyakarta dengan
mengedukasi masyarakat tentang bagaimana pemerintah kota menggunakan uang pajak untuk
memberikan pelayanan ekonomi, sosial, dan budaya kepada masyarakat. Di masa lalu, mereka
perlu enam hingga delapan minggu untuk mengkonversi buku-buku tebal menjadi format yang
mereka dapat ringkas, visualisasikan, dan paparkan lewat media cetak, seperti poster dan
surat kabar. Kami ingin membantu IDEA mempersingkat waktu tersebut, dan mencari cara-cara
yang lebih efisien untuk berkomunikasi. Sebagai langkah pertama untuk mengurangi waktu
pengolahan data, kami mendorong IDEA untuk meminta pemerintah kota untuk memberikan
8 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
3. Apa yang kami lakukan? Dan apa yang kami temukan?
Kemudian, kami bekerja sama dengan IDEA untuk menyarikan data dari file PDF dan
mengkonversikannya ke CSV (sebuah format yang terbuka, mudah digunakan, dan dapat
dianalisis). Kami juga memandu IDEA dalam mengembangkan situs web “Data Terbuka APBD”17
mereka, sehingga publik lebih mudah mengakses informasi terkait anggaran secara online.
Untuk membuat informasi anggaran lebih menarik, IDEA memvisualisasikan data anggaran
dan menyebarluaskannya secara offline (contoh: surat kabar) dan online (contoh: situs web,
Facebook, dan Twitter).
Hasilnya, IDEA dapat menjangkau lebih dari 7.500 warga kota di Yogyakarta, sepuluh
kali lipat dari yang berhasil mereka jangkau melalui kegiatan advokasi anggaran
mereka sebelumnya. Selain itu, mereka mampu melatih 104 orang tentang bagaimana
menggunakan data terbuka untuk memonitor anggaran kota.
IDEA kini sedang dalam proses memformalisasikan kemitraan dengan kantor pajak daerah
dan kantor manajemen keuangan Yogyakarta untuk menjamin publikasi anggaran kota secara
proaktif dan menghubungkan situs web pemerintah kota ke portal APBD Data Terbuka IDEA
yang baru. Organisasi ini juga tengah memperkuat upayanya untuk meningkatkan penggunaan
informasi anggaran oleh masyarakat dan kelompok masyarakat, terutama dalam melakukan
advokasi untuk alokasi sumber daya anggaran secara lebih baik untuk memenuhi hak-hak
sosial dan ekonomi.
Gambar 5 dan 6. Buku-buku tebal ini merupakan data anggaran dan
pembelanjaan kota Yogyakarta yang diterbitkan dari tahun 2012 hingga 2014,
yang divisualisasikan oleh IDEA ke dalam format surat kabar sehingga masyarakat
dapat lebih memahami untuk apa uang pajak mereka digunakan.
17 APBD berarti Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 9
3. Apa yang kami lakukan? Dan apa yang kami temukan?
Gambar 7. Dyah Ayu dari Pattiro memperkenalkan organisasi, proposal proyek,
sasaran, dan pendekatan yang akan mereka gunakan dalam lokakarya awal.
PATTIRO Surakarta merupakan organisasi yang mengerjakan advokasi anggaran, pelayanan
publik, dan pemberian bantuan ke masyarakat terpinggirkan di Surakarta (juga dikenal sebagai Solo),
sebuah kota di Jawa Tengah. Dalam proyek ini, mereka bertujuan untuk menjelaskan ke masyarakat
lokal bagaimana ‘dana pembangunan desa’ dibelanjakan. Dana pembangunan dasa adalah transfer
langsung dari pemerintah pusat ke desa-desa, agar dapat digunakan untuk pengentasan kemiskinan,
kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pendukung program pertanian.
Untuk menentukan bagaimana mereka akan melibatkan masyarakat dalam isu ini, Pattiro
pertama melakukan survey di antara para pemangku kepentingan di desa-desa yang terlibat
dalam manajemen infrastruktur publik lokal. Ini mencakup anggota komite pelaksanaan
konstruksi, pembimbing kesejahteraan keluarga, profesional di bidang monitoring dan evaluasi,
institusi pemberdayaan masyarakat desa, dan fasilitator desa dari tiga desa percontohan.
Sebuah temuan besar dari penelitian ini adalah, meskipun masyarakat tahu mengenai
adanya dana pembangunan desa, sebagian besar merasa data yang relevan sulit diakses
dan ditemukan. Pattiro membantu mengenalkan CSO lokal dengan pentingnya data terbuka
dan pengungkapan secara proaktif, dan bagaimana data terbuka dapat berpeluang membuat
pemerintah kota lebih terbuka dan akuntabel, terutama dalam memberikan informasi tentang
jumlah, tujuan, dan penggunaan dana pembangunan desa.
Untuk mendapatkan keyakinan dan dukungan dari pemerintah kota, Pattiro mengundang
sekitar 90 pejabat pemerintah dari lembaga yang berbeda-beda dan berbicara kepada mereka
mengenai pentingnya pengungkapan data pemerintah secara proaktif. Beberapa lembaga
menyadari nilai dari pengungkapan proaktif ini, tapi masih ragu untuk membagikan data dalam
format yang cocok. Pattiro mengadvokasikan rilis dataset infrastruktur dalam format terbuka,
tapi tidak berhasil. Dinas Pekerjaan Umum merujuk permintaan mereka ke inspektorat dan
10 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
3. Apa yang kami lakukan? Dan apa yang kami temukan?
departemen hukum Surakarta, dan membuat mereka menunggu lama untuk mendapatkan
keputusan mengenai hal ini. Divisi perencanaan kota, di lain pihak, ragu untuk berbagi lebih
banyak dataset dari yang sudah diberikan. Meskipun proyek ini gagal mendapatkan komitmen dari
pemerintah, namun berhasil meningkatkan kesadaran baik dari pegawai negeri dan masyarakat
bahwa data terbuka menawarkan peluang untuk pembagian dan penggunaan data yang lebih
baik. Pattiro akan terus mengadvokasi isu ini dengan pimpinan pemerintah di Surakarta.
Gambar 8 hingga 10. Anggota E-Net dan INCITEGov sedang dilatih dalam
mengambil dan menganalisis data; materi yang dikembangkan oleh E-Net
sebagai bagian dari proyek percontohan mereka dan Toolkit Data Terbuka
SEF yang ditampilkan dalam lokakarya akhir; INCITEGov mengembangkan
rencana kerja awal untuk proyek mereka.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 11
3. Apa yang kami lakukan? Dan apa yang kami temukan?
FILIPINA
INCITEGov berfokus pada bagaimana CSO dapat terlibat secara lebih baik dalam kegiatan
pengadaan publik dari pemerintah daerah. Meskipun UU Pengadaan di Filipina memandatkan
CSO untuk mengamati proses kontrak publik, partisipasi masyarakat sipil biasanya rendah
– terutama di tingkat daerah. Bermitra dengan Dewan Kebijakan Pengadaan Pemerintah
(Government Procurement Policy Board (GPPB)), INCITEGov menyelenggarakan sesi
pengembangan kapasitas percontohan terkait keterlibatan masyarakat dalam proses pengadaan
dengan menggunakan alat bantu Indikator Kinerja Kepatuhan Pengadaan Lembaga (Agency
Procurement Compliance Performance Indicator (APCPI)) sebagai titik masuk. Alat ini, yang
dikembangkan oleh GPPB namun hampir tidak pernah diimplementasikan di tingkat daerah,
mengukur keterbukaan, transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan. INCITEGov
menyelenggarakan sesi pembelajaran dengan dihadiri 53 perwakilan dari CSO di La Trinidad,
Benguet, agar mereka dapat memahami proses pengadaan secara lebih baik dan mempelajari
berbagai data berbeda yang tersedia di dalam pemerintah yang akan membantu mereka
memonitor kinerja pengadaan.
CSO-CSO lalu meminta data pengadaan dari pemerintah dan menggunakan portal Jasa
Pengadaan Elektronik Pemerintah Filipina (Philippine Government Electronic Procurement
Service) untuk mengakses data pengadaan. Dalam lokakarya konsultatif dengan
pemerintah, mereka meminta dan memperoleh data tentang tender dan penunjukan, serta
kontrak. Merea menggunakan data tersebut untuk menilai pemerintah daerah dalam hal
kepatuhan pengadaan. Keterlibatan awal ini menjadi dasar peningkatan partisipasi CSO
dalam mencapai pengadaan yang lebih transparan di tingkat daerah. INCITEGov saat ini
tengah mendokumentasikan praktiknya dan menyusun pedoman tentang bagaimana kelompok
masyarakat dapat memonitor pengadaan pemerintah di tingkat daerah, dan bagaimana pemain
lokal dapat melakukan advokasi berbasis bukti dalam reformasi pengadaan. Dokumentasi ini
akan diterbitkan sebagai sebuah bab dalam buku mengenai reformasi pengadaan.
E-Net Philippines mengadvokasi penggunaan Dana Pendidikan Khusus (Special Education
Fund (SEF)) secara lebih baik. Dana ini diberikan oleh Dewan Sekolah Daerah (Local School
Boards (LSB)), di mana 40% anggotanya berasal dari masyarakat sipil. SEF dapat digunakan
untuk memenuhi kebutuhan tambahan sistem sekolah umum. Dana ini setara dengan 1% dari
nilai setiap property riil yang telah diberikan penilaian dan dikumpulkan bersama dengan pajak
properti yang dibayarkan ke pemerintah daerah.
Melalui proyek ini, E-Net memulai pengembangan proses dimana LSB dapat memonitor
penganggaran dan penggunaan SEF, menggunakan data terbuka yang disediakan melalui Full
Disclosure Policy Portal (FDPP). FDPP adalah portal pemerintah di mana unit-unit pemerintah
daerah diwajibkan untuk mengunggah rencana, anggaran, laporan keuangan, dan dokumen
keuangan terkait lainnya ke dalam format yang dapat dibaca mesin. Proyek percontohan mereka
dilakukan di dua lokasi di Mindanao Utara, yaitu Kidapawan dan Alamada.
12 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
3. Apa yang kami lakukan? Dan apa yang kami temukan?
Sebelum proyek ini, monitoring terhadap SEF di lokasi percontohan sangatlah rendah karena
kurangnya kesadaran dan informasi tentang peran LSB dan kurangnya data tersedia yang
dapat digunakan dalam memonitor penggunaan dana. Saat ini, pemerintah daerah diwajibkan
mencantumkan laporan penggunaan SEF ke dalam FDPP dan anggota masyarakat sipil dapat
mengaksesnya untuk memonitor pembelanjaan. Dengan meningkatnya kesadaran mengenai
topik-topik ini, lebih dari 100 anggota CSO dari dewan sekolah dari dua kota kini berada
dalam posisi yang lebih baik untuk memonitor penggunaan dan bertanya pada pemerintah
daerah mengenai bagaimana dana tersebut digunakan untuk meningkatkan hasil
pendidikan di tingkat daerah. Dengan akses ke data dan pengetahuan untuk menganalisisnya,
mereka merasa terberdayakan untuk terlibat dengan pemerintah dalam mendiskusikan tuntutan
mereka terkait pembelanjaan untuk pendidikan yang lebih baik. Untuk mendokumentasikan
pembelajaran dari proses ini, E-Net saat ini tengah menyusun Toolkit Data Terbuka dan SEF yang
dapat digunakan LSB untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran pendidikan.
Kesadaran tentang data terbuka juga diterjemahkan ke dalam poin-poin yang dapat ditindaklanjuti
ketika seorang peserta lokakarya E-Net mendekati Unit Pemerintah Daerah (LGU) serta
Departemen Pendidikan, dan menggunakan data SEF untuk mengakses dukungan finansial untuk
para ustadz. Sebagai hasil dari pengalaman positif dalam mengakses data dan menggunakannya
untuk advokasi, peserta ini kemudian mengajarkan kelompok guru ini bagaimana mengakses
SEF. Mereka lalu membentuk North Cotabato Federation of Madrasa Community Ustadz pada Juli
2015, dimana setelahnya mereka meminta agar gaji ustadz mereka didanai oleh SEF. Dua dari
delapan permintaan sekarang mendapatkan alokasi dana khusus. Lobi ini meluas ke kemenangan
lainnya, yaitu akses ke anggaran untuk seragam guru-guru agama tersebut. Mereka berharap
inisiatif mereka akan memiliki efek pengali dan dapat memberdayakan lebih banyak ustadz untuk
meminta lebih banyak alokasi anggaran dari SEF.
Tahap 3: Analisis dan Refleksi Proyek
Setelah Tahap Dua, lokakarya kedua diselenggarakan, dimana mitra proyek menunjukkan dan
mendiskusikan hasil proyek percontohan mereka. Setiap organisasi, bersama dengan para
pendamping dan anggota tim Jakarta Lab, diberikan kesempatan untuk secara sistematis menilai
temuan, merefleksikan hasilnya, dan memfasilitasi analisis mendalam tentang faktor-faktor pendukung
dan penghambat yang ditemukan dalam inisiatif tersebut. Sebuah analisis komparatif yang dilakukan
terhadap proyek-proyek berdasarkan konteks lokal mereka yang berbeda-beda, juga membuat peserta
dapat mengidentifikasi kelemahan umum dalam penggunaan data terbuka untuk mempromosikan
keterbukaan fiskal.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 13
4. Apa yang kami pelajari?
Data terbuka dapat menjadi alat yang efektif untuk membantu CSO
meningkatkan keterbukaan fiskal.
Data terbuka menguntungkan organisasi yang bekerja di bidang keterbukaan fiskal dalam banyak
hal. Dengan proyek ini, organisasi lokal seperti IDEA mampu mengurangi waktu pengolahan dalam
mempersiapkan data anggaran untuk dianalisis dan diseminasi, serta membuat presentasi informasi,
penjangkauan, dan advokasi menjadi lebih efisien dan responsif.
Dalam kasus E-Net, menggunakan data pendidikan terbuka dan memberikan pelatihan kepada CSO
lain meningkatkan jumlah organisasi yang mengadvokasikan pembelanjaan pendidikan yang lebih baik,
sehingga memperluas jaringan dan pengaruh E-Net. Hal ini juga memunculkan lebih banyak keterlibatan
masyarakat dalam hal pengalokasian sumber daya.
Gambar 11. E-Net memperkenalkan data terbuka kepada kelompok pendidik
yang lebih luas melalui jaringan mereka. Melalui proyek ini, mereka mampu
mendapatkan lebih banyak keterlibatan masyarakat dalam mendorong
adanya pendidikan yang lebih baik.
Data terbuka memiliki potensi untuk memperkuat kemitraan antara CSO
dan pemerintah daerah untuk mencapai keterbukaan dan akuntabilitas
publik yang lebih baik.
Sementara mitra proyek telah pernah bekerja sama dengan pemerintah daerah, sebuah dimensi baru
dalam bidang pengungkapan dan keterbukaan muncul karena proyek ini. Contohnya, Pattiro Surakarta
mampu mempengaruhi pemangku kepentingan daerah untuk melihat bahwa ada nilai tambah dalam
14 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
4. Apa yang kami pelajari?
membuat data pemerintah tersedia untuk publik. Selain pemerintah daerah di tingkat kelurahan (Tipes,
Pajang, dan Serengan), terdapat beberapa lembaga pemerintah, termasuk lembaga transportasi,
informasi, dan komunikasi, yang tertarik untuk menerbitkan data mereka. Meskipun tidak berhasil
dalam upaya awal, mereka telah menindaklanjuti diskusi ini dengan departemen yang tertarik dan mulai
membangun kemitraan untuk secara proaktif mengungkapkan data pemerintah.
Dalam hal INCITEGov, penggunaan indikator monitoring membuat CSO dapat memahami pengadaan
publik dan bagaimana mereka dapat menggunakan data terbuka untuk memonitor kepatuhan
pemerintah terhadap peraturan pengadaan. Hal ini penting karena menurut undang-undang Filipina,
CSO diharapkan terlibat secara aktif dalam proses pengadaan, terutama dalam pembukaan dokumen
tender publik. Lebih jauh lagi, mereka juga memiliki kesadaran yang lebih kuat sebagai kelompok
masyarakat sipil untuk dapat dan seharusnya membuat pemerintah daerah mereka akuntabel dalam
proses pemberian kontrak. Ini meningkatkan minat dan motivasi mereka untuk berpartisipasi bersama
pemerintah dalam Bids and Awards Committee, sebuah badan formal yang menjamin keterbukaan
dalam pengadaan pemerintah.
Data terbuka dapat memfasilitasi proses yang meningkatkan kesadaran
dan partisipasi masyarakat terkait isu-isu keterbukaan fiskal publik.
Sebuah hasil penting dari proyek percontohan adalah meningkatnya kesadaran dan partisipasi
masyarakat terkait isu-isu transparansi fiskal publik di masing-masing kota. Contohnya, ketika IDEA
melaksanakan survey untuk menguji efektivitas intervensi, mayoritas responden menyatakan kepuasan
dan bahkan optimisme baru mereka terhadap adanya saluran-saluran baru seperti situs Web Data
Terbuka APBD18, yang membuat masyarakat lebih mudah mengakses data anggaran dan memperoleh
informasi tentang program yang didanai pemerintah di Yogyakarta. Ini berujung pada meningkatnya
pemahaman dan pengetahuan tentang pengeluaran yang telah dianggarkan dan pengeluaran aktual
kota, dan meningkatnya minat dalam hal keterlibatan publik untuk membantu mendistribusikan dana ke
bidang-bidang relevan yang mungkin kurang atau tidak mudah terpantau oleh pemerintah.
Di kota Kidapawan tempat E-Net menerapkan Toolkit Data Terbuka dan SEF, orang tua dan guru, yang
mewakili organisasi mereka dalam LSB, menyadari pentingnya memonitor bagaimana SEF dianggarkan
dan digunakan. Menyadari bahwa dana ini dialokasikan menurut undang-undang untuk membantu
meningkatkan hasil pendidikan, mereka mulai mempertanyakan, menggunakan data yang mereka
dapat akses, mengapa dana tersebut digunakan untuk hal-hal yang tidak secara langsung maupun
tidak langsung berkontribusi terhadap hasil pendidikan yang lebih baik untuk anak-anak mereka. Tanpa
akses ke data dan pengetahuan undang-undang yang relevan, masyarakat tidak akan dapat
mengidentifikasi dan menilai isu-isu transparansi fiskal publik yang penting.
18 Sumber: http://idea.arcapada.info/
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 15
5. Apa hal-hal kunci yang dapat kami ambil?
Implementasi proyek data terbuka oleh mitra kami di Indonesia dan Filipina menunjukkan potensi
besar, tapi juga menyoroti tantangan-tantangan yang signifikan. Pertama, proyek-proyek ini
menggarisbawahi perlunya meningkatkan kesadaran dan mengembangkan kapasitas pihak
perantara, dalam hal ini CSO, terkait hubungan antara hak atas informasi, data terbuka, undangundang transparansi fiskal publik, proses, dan sistem, agar mereka dapat secara berarti terlibat
dengan pemerintah daerah untuk membantu tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel. Dalam
banyak kasus, CSO tidak menyadari hak mereka atas akses data di bawah undang-undang FOI,
dan apabila data telah diungkap secara proaktif, CSO tidak menyadari bahwa data tersebut ada.
Proyek ini juga menggarisbawahi pentingnya memahami konteks lokal secara lebih baik, sehingga
inisiatif data terbuka dapat didesain dan diimplementasikan sebaik mungkin agar cocok dengan
kebutuhan lokal. Contohnya, di tempat-tempat dengan penetrasi Internet rendah dan dimana
masyarakat masih mengandalkan surat kabar sebagai sumber informasi terpercaya,
visualisasi data bersama dengan artikel yang menjelaskannya akan menciptakan dampak
yang sama atau lebih besar dibandingkan portal online. Kami membahas lebih banyak
pembelajaran di bawah ini.19 Kami harap ini akan berguna dalam menginformasikan proyek-proyek
serupa di masa mendatang, baik di dalam dan luar wilayah yang bersangkutan.
Pembelajaran
1
Pejabat pemerintah seringkali menganggap bahwa
membuka data mengandung risiko terlalu besar. Perlu
untuk meyakinkan pemerintah untuk secara proaktif
membuka data dengan proses yang difasilitasi dengan
benar agar dapat menciptakan keterlibatan yang
konstruktif antara pemerintah dan masyarakat sipil.
Beberapa mitra proyek kami menemukan keraguan dan kekuatiran yang cukup besar dari para
pejabat dalam memberikan data yang diminta, bahkan di dalam situasi di mana terdapat kerangka
hukum yang mengatur akses terhadap data. Kekuatiran ini berdasarkan pada ketakutan bahwa data
tersebut dapat digunakan untuk menyerang pemerintah apabila terdapat kesalahan atau kekurangan,
ketidakcukupan administratif, atau ketidaksetujuan dengan proses yang ada. Namun data terbuka
bukanlah hanya tentang “anti korupsi” atau mengatakan “anda ketahuan,” tapi lebih kepada
membantu untuk membangun sistem pemerintahan yang efektif, transparan, dan responsif.
Proyek percontohan menunjukkan perlunya menjelaskan dari awal intervensi bahwa tujuan keseluruhan
dan jangka panjangnya adalah untuk mengembangkan sistem permanen untuk mencegah dan
mengurangi korupsi, dan bukan untuk mengembangkan kasus tertentu terhadap individu tertentu.
19 Proses mendapatkan pembelajaran adalah proses partisipatif yang melibatkan seluruh pendamping dan mitra proyek.
Ini merupakan proses yang difasilitasi, yang membutuhkan enam bulan di bawah koordinasi Michael Gurstein.
16 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
5. Apa hal-hal kunci yang dapat kami ambil?
Pembelajaran
2
Proses administratif atau kerangka hukum merupakan
hal yang penting untuk menjamin implementasi dan
kontinuitas inisiatif data terbuka.
Tampak jelas dari pengalaman mitra proyek kami bahwa memperoleh akses ke data saja tidaklah
cukup dan kurang bernilai dalam jangka panjang. Justru, solusi yang lebih efektif dan bertahan
lama adalah untuk mendesain dan melaksanakan proses administratif serta kerangka hukum yang
mendukung praktik data terbuka, yang memungkinkan ruang untuk tidak hanya mengakses, tapi
juga menganalisis, menggunakan, menafsirkan, dan menyebarluaskan data atau temuan data.
Terdapat miskonsepsi yang luas dalam lingkaran pemerintah dan bahkan kelompok masyarakat sipil
bahwa data terbuka hanya khusus menyangkut “advokasi” untuk pembukaan data, mungkin karena
banyaknya organisasi advokasi yang telah lama terlibat untuk menekan pemerintah demi memperoleh
akses ke data. Namun, sebagai bagian dari proses bekerja sama dengan pemerintah, kami
merasa perlu untuk menekankan bahwa data terbuka adalah tentang membangun struktur dan
kerangka kebijakan pemerintah dan administratif yang tepat, yang memiliki fungsi jauh melebihi
pengungkapan secara proaktif, dan juga memastikan bahwa masyarakat dapat mengakses,
menganalisis, menggunakan, dan menafsirkan data. Contohnya, meski mitra INCITEGov dapat
memperoleh data terkait pengadaan untuk membantu mereka menganalisis kepatuhan pengadaan, ini
hanya mungkin dilakukan karena INCITEGov memiliki hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah.
Tanpa hubungan ini, meminta dan mengakses data akan sangat sulit, terutama karena Filipina tidak
memiliki undang-undang hak atas informasi.
Gambar 12 dan 13. Nino Versoza dari INCITEGov menjelaskan proyek
mereka yang berfokus pada pengadaan dan dukungan yang diberikan
oleh pemerintah daerah Benguet, dan pejabat pemerintah dari Surakarta
berpartisipasi dalam diskusi kelompok terfokus data terbuka Pattiro.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 17
5. Apa hal-hal kunci yang dapat kami ambil?
Pembelajaran
3
Memfokuskan pada perantara (intermediaries) yang
memiliki pengetahuan dan pengalaman yang substansif
dalam sektor-sektor yang mereka tangani adalah cara
yang efektif untuk menjamin keberlanjutan penggunaan
data keuangan yang terbuka.
Kami menemukan bahwa memberikan keterampilan dan pengetahuan tentang data terbuka kepada
CSO yang sudah ahli dalam bidangnya merupakan hal yang efektif. Proyek ini menggunakan
strategi ini, yaitu pertama memilih kelompok dengan pengalaman tinggi dan kredibilitas luas dalam
bidang-bidang khusus terkait transparansi, dan setelahnya melatih mereka dalam hal keterampilan
dan teknik data terbuka. Contohnya, pengenalan tentang konsep data terbuka memperkuat
kemampuan E-Net di Filipina untuk mengadvokasikan penggunaan SEF secara lebih baik.
Alternatifnya, yaitu memilih kelompok dengan pengalaman dan pengetahuan tentang data terbuka,
lalu melatih mereka di bidang-bidang di sektor tertentu (seperti anggaran dan pembelanjaan,
pendidikan, atau kesehatan) akan membutuhkan seperangkat intervensi yang berbeda, sebagian
besar terkait dengan membuat organisasi ini memahami konteks dan sifat data yang mereka
tangani.
Selain itu, kami menemukan bahwa tampaknya terdapat manfaat jangka panjang dalam
menghubungkan organisasi lintas sektoral non-pemerintah melalui inisiatif data terbuka,
agar mereka tidak tetap terisolasi. Dalam kasus IDEA, mereka bekerja dengan organisasi lokal
lain dari Yogyakarta, yang membantu IDEA dalam mengembangkan portal data terbuka serta
mengedukasi publik mengenai manfaat penggunaan data. Kemitraan ini membantu organisasi
mengerjakan sektor-sektor lain yang tidak terkait dengan transparansi anggaran untuk menganalisis
bagaimana pemerintah juga berinvestasi di dalam pengembangan teknologi atau penciptaan
pengetahuan.
Kolaborasi antara pemangku kepentingan yang berbeda-beda merupakan hal yang penting
dalam ruang transparansi fiskal, karena alokasi sumber daya publik akan membicarakan prioritas
pemerintah dan mengungkapkan pertukaran yang signifikan antar sektor.
18 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
5. Apa hal-hal kunci yang dapat kami ambil?
Pembelajaran
4
Setelah suatu organisasi dilengkapi dengan keterampilan
dan pengalaman untuk menggunakan data terbuka dalam
satu sektor, mereka dapat menggunakan pengetahuan yang
sama dan menerapkannya ke sektor dan advokasi lainnya.
Kami memperoleh pelajaran yang menarik, yaitu setelah suatu CSO dilatih mengenai data terbuka –
artinya mereka sudah mampu mengakses, menganalisis, dan menggunakannya dengan nyaman
– mengalihkan atau menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang sama ke
proyek atau sektor lain menjadi mudah dilakukan. Ini terjadi misalnya dengan mitra-mitra INCITEGov,
yang, setelah menghadiri pelatihan, menyadari bahwa mereka dapat menggunakan keterampilan yang
mereka pelajari tentang data terbuka ke dalam advokasi inti dari organisasi mereka masing-masing, dalam
hal budaya, pemberdayaan perempuan, dan hak-hak anak. Melihat data pengadaan dan dataset yang
dibuat tersedia melalui portal Kebijakan Pengungkapan Penuh, mereka menyadari bahwa menganalisis
dataset akan membuat mereka mampu memahami bagaimana pemerintah daerah menginvestasikan
sumber dayanya untuk mempromosikan budaya, memberdayakan perempuan, atau melindungi
hak-hak anak. Signifikansi temuan ini berdampak pada strategi jangka panjang untuk menanamkan
orientasi data terbuka ke dalam tema atau bidang yang saat ini mungkin kurang memadai. Contohnya,
dengan mendesain pelatihan dan kerangka data terbuka di seputar suatu isu khusus yang masih dapat
diaplikasikan secara luas, dan mengajarkan hal ini kepada kelompok masyarakat sipil yang memiliki
kegiatan di banyak sektor, kami dapat meningkatkan peluang organisasi ini untuk mengadaptasi data
terbuka untuk kegiatan yang lebih luas seiring waktu.
Kegiatan yang berkaitan dengan data terbuka juga menstimulasi CSO untuk menjadi lebih paham
teknologi dan mengembangkan kemitraan antara CSO dan masyarakat teknologi. Contohnya, satu CSO
menemukan bahwa keterlibatan mereka di dalam proyek membuat mereka menjadi lebih paham dan
sadar teknologi, sehingga membuat mereka mampu mengembangkan kemitraan baru dengan kelompok
berorientasi teknologi. Ini dilihat sebagai perkembangan signifikan dan positif oleh CSO, karena hal ini
memberikan nilai tambah, yaitu mampu mempengaruhi organisasi lain dan memperluas jaringan dan
hubungan mereka untuk saat ini dan masa depan.
Sebagai contoh konkrit, kedua perubahan ini terjadi dengan Perkumpulan IDEA. Pertama, mereka mampu
menggunakan keterampilan data terbuka mereka melalui proyek ini dalam menyusun sebuah proposal
pendanaan yang berpotensi menggunakan data terbuka dalam memonitor Dana Pembangunan Desa.
Kedua, melihat kebutuhan untuk menggunakan portal untuk menampung data anggaran yang mereka
ambil dan visualisasikan, mereka bermitra dengan suatu organisasi teknologi dan meluncurkan portal
tersebut, serta menggunakan Facebook dan Twitter untuk menyiarkan informasi terkait anggaran dan
terlibat dengan masyarakat dalam diskusi-diskusi yang berguna.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 19
5. Apa hal-hal kunci yang dapat kami ambil?
Pembelajaran
5
Data terbuka mendorong advokasi berbasis bukti. Hal ini
menjadi suplemen yang baru dan efektif bagi hak-hak,
hukum, dan proses advokasi berbasis bukti yang ada,
serta meningkatkan kredibilitas kelompok masyarakat di
antara sesama warga negara and pemerintah.
Sejumlah besar CSO dari sektor-sektor dimana proyek ini dilakukan telah bekerja dari posisi subyektif
untuk mendukung kegiatan advokasi mereka. Data terbuka memiliki efek untuk mengalihkan persepsi
publik tentang (dan sejauh mana realitasnya) organisasi-organisasi ini terhadap “data” atau posisi
berbasis “bukti” yang kemudian meningkatkan kredibilitas untuk mereka dan posisi mereka. Merasa
diberdayakan dengan ini, organisasi-organisasi tersebut menjadi lebih baik dalam mengerjakan,
menambahkan, dan menggunakan data terbuka dalam kegiatan mereka di masa mendatang.
Gambar 14. Tenti Kurniawati dari IDEA menjelaskan data anggaran dan
belanja Yogyakarta dari 2012 hingga 2014 di acara publik di Manila,
menggunakan visualisasi surat kabar.
20 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
6. Bidang-bidang untuk Penelitian
di Masa Mendatang
Proyek OD4Transparency tidak didesain untuk memberikan pendekatan dan solusi transparansi fiskal
yang universal kepada mitra proyek atau bidang sasaran mereka. Kami justru melihatnya sebagai
peluang untuk mengembangkan, menguji, dan menyempurnakan pendekatan berkelanjutan meski
dihadapkan pada keterbatasan proyek percontohan, seperti periode implementasi yang singkat, dana
yang tetap, dan peluang peningkatan kegiatan yang terbatas.
Kami telah mengidentifikasi dua bidang prioritas untuk diteliti lebih lanjut.
Pertama, inisiatif yang dijajaki dalam proyek percontohan ini adalah mengenai perencanaan dan
penganggaran, monitoring pengadaan, dan penggunaan anggaran – pendekatan individu dan
terisolasi yang tidak mencakup seluruh rantai keuangan publik. Terdapat kebutuhan untuk
menguji apakah memfokuskan pada satu aspek saja dari sistem manajemen keuangan
publik pemerintah daerah akan mempengaruhi praktik transparansi keuangan dari seluruh
organisasi.
Kedua, meskipun proyek-proyek ini berperan sangat penting dalam memulai proses
pembukaan data keuangan secara proaktif, pertanyaannya apakah praktik baru ini akan
dipertahankan oleh pemerintah, mengingat keraguan mereka di awal, terutama dalam konteks
Indonesia, di mana pengungkapan data secara proaktif oleh lembaga pemerintah daerah
bukanlah praktik yang umum. Perantara dalam proyek ini mampu memanfaatkan data yang dapat
mereka akses, tapi apabila pemerintah memutuskan tidak lagi melanjutkan menerbitkan data, maka
hal ini merupakan tantangan besar bagi organisasi. Karena itu, penting untuk melakukan penelitian
tentang bagaimana praktik-praktik pengungkapan informasi secara proaktif dapat dilembagakan
dalam konteks daerah.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai program ini, kunjungi situs kami di
labs.webfoundation.org atau hubungi kami di [email protected] Sumbersumber lainnya, seperti Panduan Pelaksanaan (How-to-Guide) kami untuk program ini dan
presentasi yang membahas tentang program ini juga tersedia di bagian “Sumber” (Resources)
di situs kami.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 21
Tentang World Wide Web Foundation
World Wide Web Foundation didirikan pada tahun 2009 oleh penemu Web, Sir Tim Berners-Lee, untuk
memajukan Web terbuka sebagai komoditas publik dan hak dasar. Kami berupaya untuk membangun
masa depan di mana Web memberdayakan semua orang, di semua lokasi, untuk turut mengambil
bagian dalam menciptakan dunia yang lebih adil.
Bagian dari visi kami adalah agar data - sumber kehidupan masyarakat digital - digunakan untuk
kepentingan umum. Kami berupaya untuk membuka data online agar setiap orang dapat memahami
dan menggunakannya untuk mengatasi masalah-masalah yang penting bagi mereka.
Tentang Open Data Lab Jakarta
Didirikan pada tahun 2014, Open Data Lab Jakarta (Web Foundation) bekerja sama dengan masyarakat
dan pemerintah di Asia Tenggara untuk menemukan cara-cara inovatif untuk menggunakan data
dalam memecahkan tantangan-tantangan masyarakat sipil. Tujuan kami adalah untuk memberdayakan
masyarakat agar dapat menggunakan data.
Lab Jakarta adalah yang Lab pertama dari serangkaian Lab yang rencananya akan didirikan di negaranegara berkembang, dan Lab di Afrika akan menyusul dalam waktu dekat.
Ucapan Terima Kasih
Proyek ini dapat dilakukan dengan dukungan dari mitra pemberi dana kami, Southeast Asia Technology
and Transparency Initiative (SEATTI), serta masing-masing mitra proyek, E-Net Philippines, INCITEGov,
Pattiro Surakarta, dan Perkumpulan IDEA. Dukungan pendanaan umum untuk Open Data Lab Jakarta
diberikan dengan murah hati oleh Ford Foundation.
Ucapan terima kasih tulus juga ingin kami ucapkan kepada para pendamping proyek, yang mencurahkan
waktu, keahlian, dan ide-ide mereka tentang bagaimana mengembangkan dan meningkatkan masingmasing proyek ini lebih jauh lagi.
Kesuksesan kami adalah juga keberhasilan kolega dan kolaborator kami, sedangkan segala
ketidaktepatan atau kesalahan di makalah ini adalah semata kesalahan kami sendiri.
22 • Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya?
Open Data Lab Jakarta
World Wide Web Foundation
 labs.webfoundation.org
 @ODLabJkt
 [email protected]
 webfoundation.org
 @webfoundation
 [email protected]
J A K A R TA
© 2016 World Wide Web Foundation.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Data Terbuka dan Keterbukaan Fiskal: Bagaimana Kita Dapat Memperoleh Manfaatnya? • 23
Fly UP