...

I. PENDAHULUAN Dewasa ini banyak penggunaan obat terhadap

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

I. PENDAHULUAN Dewasa ini banyak penggunaan obat terhadap
I. PENDAHULUAN
Dewasa ini banyak penggunaan obat terhadap suatu penyakit tertentu yang
sudah tidak menimbulkan efek pencegahan, beberapa jenis mikroorganisme telah
kebal terhadap obat yang diberikan seperti Methicilin Resisten Staphylococcus
aureus (MRSA) yang mana jenis bakteri patogen nosokomial yang resisten
terhadap antibiotik golongan penisilin. Indonesia dengan berbagai kekayaan hayati
memiliki potensi besar dalam pengembangan dan penemuan senyawa sebagai
bahan baku obat yang bermanfaat untuk pengobatan dari berbagai penyakit serta
menjadi alternatif obat baru di masa depan.
Salah satu contoh tumbuhan yang dapat dijadikan sumber bahan obat adalah
Lichen (lumut kerak). Tumbuhan ini banyak ditemukan di batang pohon, tanah,
bebatuan, tepi pantai atau gunung. Lichen bisa bertahan dari berbagai macam
kondisi lingkungan, mulai dari daerah gurun sampai daerah kutub (Yurnaliza,
2002). Spesies lichen telah banyak di temukan diberbagai penjuru dunia dan telah
banyak dimanfaatkan oleh manusia sebagai parfum, dan bahan obat (Hunneck,
1996). Juga telah diteliti beberapa senyawa kimia dari lichen antara lain, sebagai
antiviral,
antijamur,
antiinflamasi,
analgesik,
antipiretik,
antiprotozoal,
antidiabetik, antikanker, dan antimutagen (Richardson, 1991; Huneck, 1996).
Sumatera Barat, khususnya Gunung Singgalang, berdasarkan observasi yang
dilakukan banyak ditemukan jenis lichen seperti Usnea sp. Lichen genus Usnea ini
merupakan lichen dengan pemanfaatan paling luas di seluruh dunia. Dalam
pengobatan tradisional, telah digunakan sebagai obat luka, sakit kulit, pernapasan
dan gangguan pencernaan (Rankovic, 2015). Selain itu, juga ditemukan lichen
Stereocaulon halei Lamb, lichen ini termasuk ke dalam genus Stereocaulon.
1
Menurut Ingolfsdottir (1985), aktivitas antibakteri pada genus stereocaulon sangat
tinggi misal pada S. alpinum Laur, S. arcticum Lynge, S. vanoyei Duvign, S.
Vesuvianum Pers. memiliki daya hambat yang sangat tinggi terhadap pertumbuhan
beberapa bakteri misal S. Aureus, B. Subitilis, E. Coli, P. Aeruginosa dan C.
Albicans. Penelitian terbaru mengenai lichen Stereocaulon halei yang dilakukan
oleh Ismed, (2012) berhasil mengisolasi beberapa isolat antara lain, atranorin, metil
β-orsinol karboksilat, asam lobarat, lobarin, etil dan metil hematomat serta uji
aktivitas antioksidan dan sitotoksik.
Namun demikian, masih banyak jenis lichen yang belum terekplorasi
kandungan senyawa dan pemanfaatannya, salah satunya lichen jenis Cetrelia
dengan spesies Cetrelia sanguinea yang masih sedikit diteliti kandungan senyawa
serta aktifitasnya. William Louis Culberson dan Chicita F. Culberson, (1968),
melaporkan pada semua genus Cetrelia teridentifikasi senyawa tipe β-orsinol
depside yaitu atranorin dan pada spesies C. sanguinea juga diisolasi senyawa asam
anziat. Diprediksi masih terdapat senyawa metabolit sekunder dari lichen ini yang
belum terpublikasi, maka peneliti tertarik untuk melakukan isolasi senyawa
metabolit sekunder dan uji aktivitas antibakteri terhadap lichen Cetrelia sanguinea
ini.
2
Fly UP