...

Newsletter Russell Bedford SBR, Edisi No. 3 Juni 2016

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Newsletter Russell Bedford SBR, Edisi No. 3 Juni 2016
Edisi No. 3, Juni 2016
SEJAK 1 JULI 2016 PEMBAYARAN PAJAK HANYA BISA DILAKUKAN DENGAN e-BILLING
Oleh:
Tim Konsultan Pajak Russell Bedford SBR
Tajuk
pajak pada laman resmi Direktorat Jenderal Pajak (www.pajak.go.id) menuliskan pengumuman
tentang penggunaan sistim pembayaran elektronik (e-Billing) sebagai fasilitas pembayaran pajak pusat
terhitung 1 Juli 2016. Jika sebelumnya pembayaran pajak masih boleh menggunakan dengan cara
menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP) manual, sejak 1 Juli 2016 seluruh pembayaran pajak pusat hanya
dilayani dengan menggunakan e-Billing. Dengan pengumuman ini berarti pembayaran pajak dengan
menggunakan SSP manual hanya bisa dilakukan beberapa hari lagi, setelah tanggal 1 Juli 2016 pembayaran
pajak hanya dengan mekanisme e-Billing tersebut.
Pembayaran pajak pusat melalui fasilitas e-Billing yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak sebenarnya sudah
mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2016, hanya saja pada 1 Januari 2016 pembayaran pajak dengan e-Billing
hanya berlaku jika dilakukan di Non - Bank BUMN, BUMD, atau Kantor Pos Persepsi. Sedangkan
pembayaran pajak melalui Bank BUMN, BUMD, atau Kantor Pos Persepsi masih dapat menggunakan Surat
Setoran Pajak (SSP) hingga batas waktu tanggal 30 Juni 2016.
Dengan menggunakan e-Billing, Wajib Pajak (WP) yang akan melakukan pembayaran pajak harus lebih
dahulu mendapatkan kode billing, yaitu kode identifikasi yang diterbitkan melalui sistem Billing atas suatu
jenis pembayaran atau setoran pajak yang akan dilakukan Wajib Pajak. Kode Billing ini terdiri dari 15 digit
kode angka. Adapun cara mendapatkan kode Billing ini dapat dilakukan dengan mudah melalui 7 pilihan cara,
yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
Melakukan registrasi melalui Surat Setoran Elektronik (SSE) di link https://sse.pajak.go.id.
Melakukan registrasi melalui SSE2 DJPOnline di link https://sse2.pajak.go.id
Mendapatkan billing DJP pada kantor pajak (KPP/KP2KP) oleh Wajib Pajak secara mandiri
Melalui Internet Banking dengan mengakses laman resmi bank
Melalui SMS ID Billing via ponsel di *141*500# (Telkomsel)
6. Melalui Customer Service/Teller di 66 Bank Persepsi dan Kantor Pos Indonesia
7. Melalui Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak.
Dalam hal menggunakan cara pertama, melakukan registrasi di link https://sse.pajak.go.id , maka seluruh
proses mendapatkan kode Billing dilakukan secara mudah melalui fasilitas online. Wajib pajak cukup duduk
di depan komputernya dimanapun ia berada, lalu mulai masuk ke link tersebut. Apabila untuk pertama kali
menggunakan e-Billing, maka WP harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan melakukan klik menu
DAFTAR BARU. Pada menu DAFTAR BARU ini WP akan diminta mengisi data NPWP, nama wajib pajak,
dan alamat email, setelah itu WP melakukan klik menu REGISTER. Setelah mengisi data pada menu
DAFTAR BARU, WP dapat mengecek emailnya sendiri yang didaftarkan pada saat daftar baru untuk
mendapatkan nomor PIN yang dikirim oleh Direktorat Jenderal Pajak. Setelah dilakukan aktivasi melalui
email tersebut, maka WP sudah dapat melakukan LOGIN dengan mengetik NPWP dan PIN pada
https://sse.pajak.go.id dan mengisi data-data pembayaran pajaknya. Setelah terisi, dilanjutkan dengan
melakukan klik menu SIMPAN. Hingga tahap ini WP masih memiliki kesempatan untuk melakukan
pembetulan isian apabila data yang diisikan terdapat kesalahan, yaitu dengan melakukan klik menu EDIT.
Namun apabila data yang dimasukkan sudah akurat dan tidak akan dilakukan perubahan, maka bisa
dilanjutkan dengan melakukan klik menu TERBITKAN KODE BILING. Dengan melakukan tahap demikian,
maka kini WP pajak sudah akan memperoleh 15 angka kode Billing di layar komputernya. Apabila dikendaki,
WP dapat pula melakukan klik menu CETAK untuk memperoleh lembar SSP electronik yang berisi data
pembayaran pajak dan kode Billing.
Dengan telah diperolehnya kode Billing, WP tinggal melakukan pembayaran pajak ke bank persepsi sambil
menyebutkan 15 digit kode Billing ke petugas/teller bank/kantor pos persepsi. Petugas/teller bank/kantor pos
penerima pembayaran pajak kemudian akan memberikan tanda terima pembayaran pajak. Untuk beberapa
bank persepsi, pembayaran pajak dengan menggunakan e-billing ini tidak perlu datang ke bank, tetapi dapat
dilakukan dengan fasilitas ATM, Internet Banking (IB), Mobile Banking (MB), Electronic Data Capture
(EDC). Mengenai kode Billing ini perlu diperhatikan bahwa kode Billing akan kadaluarsa setelah dilewatinya
168 jam sejak diterbitkan kode Billing, dan akan terhapus setelah terlewatinya waktu tersebut apabila belum
dilakukan pembayaran pajaknya.
Pembayaran pajak dengan menggunakan fasilitas e-Billing ini diharapkan dapat membantu WP melakukan
pembayaran pajak dengan cara yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih akurat. Kemudahan dapat diperoleh
karena WP tidak perlu lagi menyiapkan/mengisi SSP secara manual seperti yang selama ini dilakukan, tetapi
cukup dengan menunjukkan kode Billing kepada teller bank/kantor pos persepsi. WP juga dapat mudah
melakukan pembayaran dengan fasilitas ATM, Internet Banking (IB), Mobile Banking (MB), Electronic Data
Capture (EDC), sehingga tidak perlu datang atau mengantri panjang ke bank. Dengan tidak perlu menyiapkan
SSP manual serta datang dan mengantri ke bank, maka pembayaran pajakpun menjadi lebih cepat dan
efisiensi waktu lebih mudah diperoleh. Adapun akurasi dalam pembayaran pajak dengan e-Billing dapat
diperoleh karena sistim yang digunakan memang mudah dan user-friendly sebagaimana penulis jelaskan
tahap-tahapnya dalam paragraf di atas. WP dapat dengan mudah mengikuti menu-menu pengoperasian pada
link e-Billing tadi. Dalam hal WP melakukan kesalahan dalam pengisian data, maka sebelum mengakhiri
pengisian dengan melakukan klik TERBITKAN KODE BILING, masih ada kesempatan bagi WP untuk
melakukan koreksi dengan menggunakan menu EDIT. Dengan berbagai fasilitas demikian, maka dapat
diharapkan bahwa prosedur pembayaran pajak dengan fasilitas e-Billing yang segera akan berlaku untuk
setiap pembayaran pajak pusat mulai 1 Juli 2016 ini akan membantu WP memperoleh kemudahan, efisiensi,
dan akurasi.
Sesuai dengan pemberitahuan pada laman www.pajak.go.id, jumlah bank yang saat ini sudah siap menerima
pembayaran pajak melalui e-billing adalah 66 bank persepsi, terdiri dari: Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank
Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank CIMB Niaga, Bank Pemerintah Daerah (BPD) Sumsel Babel,
Citibank, BPD Jawa Barat dan Banten, Bank Central Asia (BCA), Bank Internasional Indonesia (BII), Bank
of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Bank BNI Syariah, BPD Kalimantan Selatan, BPD Riau Kepri, Bank Nusantara
Parahyangan, BPD Nusa Tenggara Timur, BPD Lampung, BPD Sumatera Barat, BPD Sulawesi Utara, Bank
PAN Indonesia, BPD Sumatera Utara, HSBC, BPD Jawa Timur, Deutsche Bank AG, Bank DBS Indonesia,
Bank Permata, Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Mizuho Indonesia, BPD Bali, Bank UOB Indonesia,
Bank Aceh, Bank Ekonomi Raharja, BPD Kalimantan Timur, BPD Bengkulu, Bank Danamon Indonesia,
Bank Syariah Mandiri, BPD Nusa Tenggara Barat, Bank Sumitomo Mitsui Indonesia, Bank Artha Graha
Internasional, Bank DKI, Bank ANZ Indonesia, BPD Sulselbar, BPD Daerah Istimewa Yogyakarta, Standard
Chartered Bank, Bank of America, Bank Keb Hana Indonesia, BPD Sulawesi Tengah, Bank Sinarmas, BPD
Kalimantan Tengah, BPD Papua, BPD Jambi, BPD Sulawesi Tenggara, Bank Rabobank International
Indonesia, Bank Metro Express, Bank Maspion Indonesia, Bank Bumi Arta, Bank QNB Indonesia, Bank
ICBC Indonesia, Bank Commonwealth, Bank BUKOPIN, JP Morgan Chase Bank, Bank OCBC NISP, BPD
Jawa Tengah, Bank MNC International, BPD Kalimantan Barat, BPD Maluku dan Bank Resono Perdania***
Fly UP