...

Barang Bisa Ditukar, Tetapi Uang Tidak Bisa

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Barang Bisa Ditukar, Tetapi Uang Tidak Bisa
Bolehkah Dalam Jual Beli
Menetukan Syarat: "Barang
Bisa Ditukar, Tetapi Uang
Tidak Bisa Dikembalikan"
BOLEHKAH
DALAM
JUAL
BELI
MENENTUKAN SYARAT: “BARANG BISA
DITUKAR, TETAPI UANG TIDAK BISA
DIKEMBALIKAN”
Pertanyaan: Bagaimana menurut Anda –baarakallahu fiikum–
tentang apa yang dilakukan oleh sebagian pedagang berupa
kesepakatan dengan pembeli bahwa pembeli boleh mengembalikan
barang yang dia beli jika dia menginginkan, namun dia tidak
boleh meminta kembali uang yang dibayarkan, tetapi dia boleh
memilih barang lain yang ada pada penjual yang dia inginkan
yang seharga dengan barang yang dikembalikan. Kalau dia tidak
mendapatkan barang yang sesuai pada penjual, maka penjual
menulis uang pembayaran si pembeli, tujuannya jika kapan saja
dia ingin membeli sesuatu dari toko tersebut dia bisa
menggunakan uang tersebut sebagai deposit?
Jawaban:
Boleh mensyaratkan untuk menentukan pilihan atau keputusan
dalam jual beli untuk jangka waktu tertentu, dan pembeli boleh
mengembalikan barang yang telah dia beli dalam waktu yang
telah disepakati tersebut, dan dia boleh mengambil kembali
uang yang telah dia bayarkan kepada penjual, karena itu adalah
hartanya. Adapun pensyaratan tidak boleh meminta kembali uang
yang telah dibayarkan oleh si pembeli dan hanya boleh
digunakan untuk membeli barang yang lain kepada si penjual,
maka ini merupakan syarat yang bathil dan tidak boleh
diterapkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi
was sallam:
ْ‫ﻛ ُﻞ ُّ ﺷ َﺮ ْط ٍ ﻟَﻴ ْﺲ َ ﻓ ِﻲ ْ ﻛ ِﺘَﺎبِ اﻟﻠﻪِ ﻓ َﻬ ُﻮَ ﺑ َﺎﻃ ِﻞ ٌ وَإِن‬
ٍ ‫ﻛ َﺎنَ ﻣِﺎﺋَﺔَ ﺷ َﺮ ْط‬.
“Semua syarat yang tidak ada di dalam Kitabullah adalah
bathil, walaupun ada 100 syarat.” (HR. Al-Bukhary no. 2155
dan Muslim no. 1504 –pent)
‫ـﺎ‬
‫ـﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻨَـ‬
‫ـﻪُ ﻋ َﻠَـ‬
‫ـﻠَّﻰ اﻟﻠـ‬
‫ـﻖُ وَﺻ َـ‬
‫ـﺎﻟﻠﻪِ اﻟﺘَﻮْﻓ ِﻴ ْـ‬
‫وَﺑِـ‬
َ‫ﻣُﺤ َﻤَّﺪٍ وَآﻟِﻪِ وَﺻ َﺤ ْﺒِﻪِ وَﺳَﻠَّﻢ‬.
Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’
Tertanda:
Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz
Anggota: Abdullah bin Ghudayyan
Shalih Al-Fauzan
Abdul Aziz Alus Syaikh
Bakr Abu Zaid
Sumber artikel:
Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil Buhutsil Ilmiyyah wal Ifta’,
XIII/199, fatwa no. 19804
Alih Bahasa: Abu Almass
Kamis, 29 Dzulhijjah 1435 H
Fly UP