...

Sejumlah Tokoh Hadiri Peringatan 50 tahun Supersemar

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Sejumlah Tokoh Hadiri Peringatan 50 tahun Supersemar
Peringatan 50 Tahun Supersemar
menjadi ajang menegak kokohkan kekuatan ORBA! — ChanCT
Sejumlah Tokoh Hadiri
Peringatan 50 tahun Supersemar di UMB
Jumat, 11 Maret 2016 — 21:33 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah tokoh menghadiri Peringatan 50 Tahun Supersemar,
di Menara Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta Barat, Jumat (11/3).
Supersemar diterbitkan pada tanggal 11 Maret tahun 1966 yang di tandatangani
Presiden Soekarno, maka Letnan Jenderal Soeharto sebagai Panglima Komando
Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada waktu itu segera bertindak cepat untuk
memulihkan keamanan dan ketertiban di Indonesia.
Mereka yang hadir antara lain Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 yang juga mantan
Panglima ABRI Jendral TNI Purnawirawan H. Try Soetrisno, mantan Menteri Agama H.
Muhammad Maftuh Basyuni, Fahmi Idris mantan Menteri Tenaga Kerja dan mantan
Menteri Perindustrian serta mantan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi, dan lainnya,
termasuk hadir pula Rektor Universitas Mercu Buana Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho MM.
Try Soetrisno dalam kuliah umumnya dalam peringatan Supersemar tersebut,
mengatakan, tanpa Supersemar, Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak akan berdiri
kokoh seperti saat sekarang.
“Supersemar merupakan tonggak yang sangat penting bagi sejarah perjalanan panjang
bangsa Indonesia, tanpa Supersemar maka NKRI, Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945 tidak akan tegak dan kokoh berdiri seperti saat sekarang ini” terang Try.
1
Sedangkan Rektor UMB, Arissetyanto Nugroho menegaskan Supersemar merupakan
payung hukum yang fundamental bagi tegaknya Indonesia. Karena melalui Supersemar
inilah awal sikap politik Indonesia semakin tampak, menolak ideologi komunisme hidup
bumi pertiwi.
Menurutnya sikap politik tersebut terlihat pada ditetapkannya Supersemar sebagai
Ketetapan MPRS No.IX/MPRS/ Tahun 1966. Berbekal Ketetapan MPRS No.IX Tahun
1966 itulah perjuangan melawan segala bentuk ideologi Komunisme bergulir. Bahkan
menjadikan komunisme sebagai bahaya laten yang dapat kembali hadir di bumi pertiwi.
Ia mengatakan perlu menjadi pemahaman bersama, bahwa rangkaian perlawanan
terhadap komunisme bukan hanya pada wujud pergolokan fisik saja, tetapi juga
pertarungan politik yang sangat hebat, sehingga menjadikan Supersemar sebagai
Ketetapan MPRS adalah prestasi pertarungan ideologi yang luar biasa. (Johara/d)
2
Fly UP