...

Berburu sampai Sumatera, Ekspornya ke Seluruh Dunia

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Berburu sampai Sumatera, Ekspornya ke Seluruh Dunia
Bisnis Fosil Kayu yang Menggiurkan
Berburu sampai Sumatera, Ekspornya ke Seluruh Dunia
jelas Ujang, seorang karyawan.
Menilik koleksi batu fosilnya yang sangat
beragam dan mencapai ribuan, sangat kecil
kemungkinan barang-barang tersebut diperoleh
dari satu kawasan. Ternyata, benar. Menurut Ujang, bebatuan itu didatangkan dari berbagai daerah.
Kebanyakan dari Banten dan pedalaman Sumatera. Dari hutan-hutan itulah para pemburu mendapatkan fosil, kemudian mengirim ke Sukabumi
untuk dipoles dan dipasarkan ke luar negeri.
Meski jauh, para pemburu harus mengirim ke
BILA Anda sempat melintas di jalur Sukabumi, Pelabuhan Ratu, sempatkan mampir di Sukabumi karena tidak banyak pengusaha fosil
kilometer 32. Tepat di kiri dan kanan jalan kayu yang bisa mendapatkan order dari pembeli
utama tersebut, berjejer ribuan bebatuan unik asing hingga saat ini. Oom merupakan seorang
dari sedikit pengusaha beruntung itu, yang
yang semuanya fosil kayu.
Showroom di alam terbuka itu tampak sangat memiliki pembeli tetap di Australia, Taiwan,
sederhana dan didirikan sejak 1992 silam. Korea', Jepang, Swedia, dan Jerman. Sesekali,
Hanya ada bedeng darurat yang dipakai sebagai ada juga permintaan dari Amerika Serikat,
bengkel untuk membesut bebatuan itu agar Timur Tengah, dan Afrika. "Pokoknya, sudah
ke seluruh dunia," ujar Ujang.
muncul seratnya.
Untuk pasar Australia, Oom rutin mengekspor
Terlihat ada sekitar 20 orang yang sedang
bekerja di bengkel. Sebagian menggerinda, se- satu kontainer per bulan. Bila digabung dengan
bagian lagi sedang menata potongan bebatuan permintaan dari berbagai negara, rarta-rata bisa
menjadi satu. "Ini batu terpanjang yang kami mengekspor empat kontainer per bulan.
Kemujuran Oom, tampaknya didukung oleh
dapatkan hingga saat ini. Panjangnya 32 meter,"
Asal mau kreatif, peluang apa saja
bisa ditemukan. Misalnya, Pak Oom
warga Sukabumi Selatan. Berawal
dari menemukan batu fosil kayu di
sungai, Oom kini menjadi "raja"
bisnis batu-batu antik. Ekspornya
meluas ke lima benua.
lokasi rumah sekaligus showroom-nya yang
berada di pinggir jalan menuju Pelabuhan Ratu,
yang memang disukai banyak turis asing yang
hendak berwisata sambil berselancar. Kegemaran para pelancong mancanegara terhadap
barang-barang yang eksotik dan tradisional itu
memberi inspirasi bisnis saat Oom menemukan
beberapa bongkah batu unik saat pergi ke
sungai di dekat rumahnya.
Batu temuan yang ternyata fosil kayu itu
kemudian diangkut dan digeletakkan begitu
saja di pinggir jalan depan rumahnya. Agar
menarik, dipasang tulisan "For sale" dan
"Dijual". Rupanya, trik itu berhasil. Beberapa
turis mampir untuk melihat batu-batu tersebut.
Beberapa di antaranya kemudian mengusulkan
agar batu itu dipoles di beberapa bagian agar
seratnya tampak jelas sehingga bisa meyakinkan siapa saja yang melihat bahwa batu
itu benar-benar fosil kayu.
Ternyata, menghitung harga fosil kayu unik
juga. Menurut Ujang, harga standar adalah Rp
8-10 ribu per kilogram, bergantung pada jenis,
warna, dan ukuran standar saat ditemukan.
Untuk ukuran yang lebih besar dari rata-rata,
harga per kilogramnya lebih tinggi. Untuk batu
dengan warna tertentu yang jarang ditemukan,
harganya makin mahal. "Harga terbaik adalah
fosil kayu warna hijau. Sepuluh tahun lalu.
harganya Rp 40 ribu per kilogram. Sekarang,
harga jualnya untuk pasar Korea dan Taiwan
Rp 500 ribu per kilogram. Tapi, barangnya tidak
ada," pungkas Ujang. (jto)
Fly UP