...

- Repository Sekolah Bisnis IPB

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

- Repository Sekolah Bisnis IPB
http://www.mb.ipb.ac.id
A. Latar Belakang
Benih
merupakan salah satu faktor produksi pertanian yang
memegang peranan penting dalam menunjang keberhasilan
agribisnis
di
Penggunaan benih
tingkat lahan (on-fam) maupun di luar lahan (off-farm).
yang baik dan benar akan mampu mengeliminasi
kesenjangan antara
produktifitas rill saat panen dan produktifitas potensial komoditas pertanaman.
Benih juga dapat menjamin peningkatan kualitas hasil panen, yang
dapat
meningkatkan daya saing produk dalam pemasaran selanjutnya.
Pentingnya peranan benih dalam menentukan keberhasilan pertanaman,
membuat bisnis benih merupakan suatu bisnis yang memiliki masa depan yang
baik. Hal ini terbukti
dengan banyaknya perusahaan yang bergerak dalam
industri benih. Proses diversifikasi pertanian juga mengakibatkan peningkatan
jenis benih yang diminta oleh konsumen.
Kuswanto dan
Priyanto
(1998)
menyatakan jika
disimak
dan
dibandingkan antara kebutuhan benih dan kemampuan rnemproduksi benih, di
Indonesia masih terdapat ketimpangan yang cukup besar terutama untuk benih
ho!tikultura, dimana produksinya hanya sekitar 10% dari total kebutuhan benih,
sehingga untuk mencukupi masih hams mengimpor. Nilai total dari kebutuhan
benih tersebut adalah Rp 1.43 triliun, sehingga terdapat momentum untuk
mengembangkan bisnis perbenihan di Indonesia.
Besarnya angka impor benih seperti yang terlihat pada Tabel 1, serta
besarnya nilai impor komoditi tanaman pangan dan hortikultura (Lampiran 1)
merupakan suatu tantangan bagi produsen benih yang ada di lndonesia untuk
dapat memanfaatkan peluang yang
belum terpenuhi oleh produsen dalam
Formulasi Strategi Bisnis PT. Sang Hyang Seri (Persero)
http://www.mb.ipb.ac.id
negeri. Ancaman yang cukup potensial terhadap produsen benih di Indonesia di
rnasa yang akan datang adalah dengan adanya kesepakatan perdagangan
bebas ( AFTA, WTO, APEC, NAFTA) yang akan merarnaikan jenis benih yang
masuk ke Indonesia. Kondisi tersebut akan membuat bisnis benih semakin
kornpetitif.
Tabel 1. Angka lmpor Benih Tanaman Tahun 199711998 dan 19981Januari 1999
Sumber : Pusat Data. Departemen Pertanian (1999)
PT. Sang Hyang Seri (persero) (PT. SHS) merupakan salah satu BUMN
yang bergerak dalam industri benih dan merupakan perusahaan pertama yang
bergerak dalam industri benih di lndonesia. PT. SHS bergerak dalam produksi,
pengolahan dan pemasaran benih. Produk perusahaan tersebut rnencakup
benih padi, kedele, jagung dan benih hortikultura (sayuran dan buah-buahan).
Sebagai gambaran produk benih nasional adalah realisasi sertifikasi
benih yang 1010s uji dan siap di pasarkan ke konsumen (kelas Benih SebarIBR
dan
Sertifikat merah jambulSMJ) diperlihatkan pada Tabel 2.
Realisasi
Formulasi Strategi Bisnis PT Sang Hyang Seri (Persero)
http://www.mb.ipb.ac.id
sertifikasi benih 1010s uji berikut merupakan produk dari berbagai jenis
perusahaan yang terdaftar di Direktorat Bina Perbenihan. Departemen Pertanian.
--
Tabel 2. Realisasi Sertifikasi Benih Lolos Uji Berdasarkan Jenis dan
Kelas BR dan LMJ Oleh Badan Sertifikasi Benih Dep Pertanian
Jenis Benih
Padi
Jagung
Komposit
1993194
(Ton)
)
/
1994195
(Ton)
1
1996197
(Ton)
1995196
(Ton)
1
1997198
(Ton)
I
i
63.971,40 84.676,52 105.319,90 81.560,941 94.183,87
1.258.36
2.103,Olj
1.798,70
I
2.678,46
I
2.772.82
'
7
j
f
Jagung
Hibrida
2.905,731
I
i
I
3,500,401 8.322,69' 12.249.69
7.464,75
I
I
I
Kedele
110.492,45
5,163,761 4.858,291 5.201,80i
Kacaang
Tanah
1
300,355I
1
278,eo
!
1
1
121.66
145,451
\
8.732.30
246,24
1
82.73
26.975
50,49
Kacang Hijau
106.63(
Keterangan: BR merupakan benih sebar yang dikonsumsi petani
LMJ merupakan benih yang memakai Lebel Merah Jambu
Sumber : Direktorat Bina Perbenihan, Departemen Pertanian(l999).
4.40
Data Realisasi Sertifikasi Benih oleh Badan Sertifikasi Benih Departemen
Pertanian
(Tabel 2) dan Data Perkembangan Pemasaran Benih PT. SHS
(Tabel 3) memperlihatkan bahwa pada tahun 1998 , PT. SHS dapat menguasai
pasar sebesar 59,34% benih padi, sedang untuk jagung komposit sebesar
33,88%, dan jagung hibrida 7,02%. Dari gambaran tersebut PT. SHS dominan
untuk penguasaan benih Padi dan Kedele sedangkan untuk produk benih jenis
lain sangat kecil. Untuk benih hortikultura peningkatan pernasaran sampai 328%
pada tahun 1998 dibanding tahun 1997 menggambarkan potensi yang besar
untuk dikembangkan lebih lanjut. Dan tingkat penguasaan yang masih kecil
pada benih non Padi dan Kedele keadaan ini merupakan suatu tantangan yang
harus ditanggapi secara serius untuk dapat meningkatkan penguasaan pasar
benih secara umum. Disisi lain rendahnya kesadaran para pengusahatani
Indonesia akan manfaat penggunaan benih yang berkualitas merupakan
Formulasi Strategi Bisnis PT. Sang Hyang Seri (Persero)
http://www.mb.ipb.ac.id
tantangan yang
harus dihadapi perusahaan untuk upaya melakukan
pengembangan dan penetrasi pasar. Pada sisi lainnya, daya beli petani yang
rendah serta kecilnya skala usaha tiap petani di Indonesia memerlukan
pencermatan yang serius dari produsen benih.
Tabel 3. Perkembangan Pemasaran Benih Menurut Jenis oleh
PT. SHS Tahun 1993- 1998.
Sumber : PT. SHS, (1999)
PT.SHS merniliki banyak perusahaan pesaing lain yang bergerak dalarn
bisnis yang sarna. Tarigan (1998) menyatakan,
hortikultura, pesaing
untuk produk jenis benih
kebanyakan berasal dari luar negeri, seperti Jepang,
Korea, Thailand, USA, Denmark serta ditarnbah lagi perusahaan
swasta
nasional berjurnlah sekitar 60 perusahaan. Untuk benih padi pesaing yang ada
antara lain, PT. Pertani (persero), Perjan Tani Makmur, Penangkar swasta, dan
Balai Benih Milik Pernerintah. Untuk benih kedele, pesaing yang berarti adalah
PT. Pertani, dan benih jagung khususnya jagung Hibrida, pesaing yang cukup
tangguh adalah PT. Pioneer Hibrida Indonesia dan PT BlSl Tanindo
Pada sisi lain lingkungan bisnis yang terus berubah dengan semakin
cepat merupakan suatu ha1 yang hams diantisipasi oleh perusahaan. Pengaruh
gobalisasi membuat perdagangan antar negara semakin luas dan terbuka.
Formulasi Strategi Bisnis PT. Sang Hyang Seri (Persero)
http://www.mb.ipb.ac.id
Beberapa diantaranya adalah dengan kesepakatan AFTA (ASEAN Free Trade
Area) serta APEC (Asia Pacific Economy Cooperation) rnernberikan darnpak
sernakin banyaknya perusahaan yang akan rnasuk ke Indonesia dernikian juga
yang bergerak di lndustri benih. Bebagai model pembenahan BUMN yang telah
dilaksanakan pernerintah guna rneningkatkan kinerja BUMN terutarna rnencakup
privatisasi, deregulasi, liberalisasi, reforrnasi adrninistrasi, korporatisasi , yang
kesernua model rnenggunakan pendekatan pasar dan persaingan sebagai
basis dalarn rnernacu pencapaian efisiensi. Sadjad (1997) rnenyatakan pada
prinsipnya industri benih bila hendak diadakan untuk suatu kornoditas tertentu
atau di wilayak tertentu hendaknya dipertirnbangkan taraf budaya tani di wilayah
tersebut atau setingi rnana tuntutan kualitas benih. Hal ini rnenjadi kiat pertarna
dalarn rnendirikan Suatu lndustri benih.
Untuk dapat eksis dan berkernbang dalam industri benih. PT.SHS harus
dapat merumuskan strategi bisnis yang jitu sehingga persaingan yang sernakin
kornpetitif di masa-masa yang akan datang dapat dihadapi. Dalarn rnerumuskan
strategi bisnis tersebut, banyak faktor yang rnenjadi pertirnbangan
seperti
lingkungan internal serta eksternal perusahaan.
Lingkungan eksternal rnerupakan lingkungan yang sulii diprediksi serta
diluar jangkauan kontrol
perusahaan.
Hal ini akan menghadirkan ketidak
pastian bagi perusahaan. Antisipasi akan ketidak pastian tersebut seyogianya
dilakukan oleh perusahaan dengan rnerurnuskan strategi bisnis yang akan
dilakukan. Analisis terhadap faktor eksternal dan internal merupakan usaha
untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategis yang sangat rnenentukan strategi
bisnis yang di terapkan untuk rnemenangkan persaingan dalam industri benih.
0leh.karena itu, rnaka diperlukan suatu perurnusan strategi bisnis dalam rangka
rnenghadapi persaingan dalarn industri benih oleh PT. SHS.
Formulasi Strategi Bisnis PT. Sang Hyang Seri (Perseroi
http://www.mb.ipb.ac.id
B. Perumusan Masalah
Dan latar belakang, perurnusan rnasalah yang dihadapi perusahaan
yang
berhubungan dengan strategi bisnis dalarn rnenghadapi persaingan
adalah :
1. Strategi bisnis bagairnana yang digunakan PT. SHS untuk rnenghadapi
persaingan bisnis ?
2.
Bagairnana strategi bisnis PT. SHS yang sesuai dengan kondisi bisnis
saat ini?
3.
Faktor-faktor apa yang
rnenjadi penentu dalarn rnerurnuskan strategi
bisnis PT. SHS?
C. Tujuan Penelitian
1. Merurnuskan strategi bisnis yang dapat dilakukan PT. SHS
dalarn
rnernenangkan persaingan dalarn industri benih.
2. Mengidentiikasi faktor-faktor yang mernpengaruhi perurnusan strategi
bisnis PT. SHS.
3. Menentukan surnber
- surnber
kornpetensi dan keunggulan bersaing
PT.SHS.
D. Manfaat Penelian
Laporan Geladikarya ini diharapkan dapat rnernbenkan masukan bagi
rnanajernen PT. Sang Hyang Seri (Persero) dalarn rnenentukan strategi bisnis
yang akan diterapkan.
Fly UP