...

Peran Komunitas combine

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

Peran Komunitas combine
PERAN KOMUNITAS SEKOLAH
UNTUK PENJAMINAN
KEAMANAN PANGAN
DIREKTORAT SURVEILAN DAN PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN
DEPUTI BIDANG PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DAN BAHAN BERBAHAYA
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI
Jl Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat 10560 - INDONESIA
Telp/Fax: (021) 428 78701
e-mail: [email protected]
www.pom.go.id
klubpompi.pom.go.id
DIREKTORAT SURVEILAN DAN PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN
DEPUTI BIDANG PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DAN BAHAN BERBAHAYA
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI
2012
PERAN KOMUNITAS SEKOLAH
UNTUK PENJAMINAN
KEAMANAN PANGAN
DIREKTORAT SURVEILAN DAN PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN
DEPUTI BIDANG PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DAN BAHAN BERBAHAYA
BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA
2012
Peran Komunitas Sekolah Untuk Penjaminan Keamanan Pangan
Jakarta :Direktorat SPKP, Deputi III, Badan POM RI, 2012
26 hal : 148 x 210 mm
ISBN :978-602-8781-10- 7
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
dalam bentuk elektronik, mekanik, rekaman atau cara apapun
tanpa izin tertulis sebelumnya dari penerbit
Diterbitkan oleh:
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI
Jl. Percetakan Negara No. 23, Jakarta Pusat 10560
Telp/Fax : 021- 42878701
Email : [email protected], [email protected]
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas penerbitan modul Peran
Komunitas Sekolah untuk Penjaminan Keamanan Pangan. Edukasi keamanan
pangan di sekolah dengan menggunakan modul ini diharapkan dapat
meningkatkan pengetahuan dan kapasitas komunitas sekolah untuk menjaga diri
dari pangan yang tidak aman serta turut berpartisipasi dalam mengawasi dan
meningkatkan keamanan pangan di sekitarnya.
Penyusunan modul ini merupakan salah satu langkah konkret untuk
mengimplementasikan Gerakan Menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah yang
Aman, Bermutu, dan Bergizi. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim di
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan atas upayanya
menyusun modul ini. Penghargaan khusus kami sampaikan kepada Prof. DR. Ir.
Winiati P Rahayu,MS sebagai tenaga ahli atas kontribusinya yang sangat berarti
dalam penyusunan dan penyempurnaan modul ini.
Materi edukasi keamanan pangan akan terus berkembang sesuai dinamika di
masyarakat serta perkembangan ilmu dan teknologi. Oleh karena itu, kami sangat
terbuka dan menghargai saran maupun masukan yang membangun dalam rangka
penyempurnaan materi keamanan pangan.
Kami berharap modul ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh komunitas
sekolah untuk menjamin terwujudnya keamanan dan mutu pangan di lingkungan
sekolah.
Jakarta, Maret 2012
Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Drs. Halim Nababan, MM
NIP. 19561107 197903 1 001
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
i
i
SAMBUTAN
Gerakan Menuju Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang Aman, Bermutu, dan
Bergizi harus diikuti dengan Aksi Nasional yang melibatkan seluruh pemangku
kepentingan terkait, termasuk komunitas sekolah.
Komunitas sekolah yang
menjadi kelompok target utama dalam Aksi Nasional diharapkan memiliki
kemandirian untuk mengawasi PJAS di lingkungan sekolah.
Anak sekolah
sebagai konsumen utama PJAS adalah aset bangsa Indonesia yang akan menjadi
penerus kita di masa mendatang. Oleh karena itu, mereka harus memperoleh
asupan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi dalam rangka pertumbuhan dan
perkembangan anak-anak kita. Edukasi keamanan pangan menjadi salah satu
upaya sehingga masyarakat memahami dan menerapkan perilaku keamanan
pangan secara konsisten.
Saya menyambut baik dan mengapresiasi upaya penyusunan rangkaian modul
keamanan pangan sebagai materi edukasi keamanan pangan untuk masyarakat,
khususnya komunitas sekolah, dalam rangka peningkatan PJAS yang aman,
bermutu, dan bergizi.
Semoga rangkaian modul keamanan pangan untuk komunitas sekolah dapat
dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat umum dan komunitas sekolah
pada khususnya, sehingga kita bersama-sama meningkatkan keamanan pangan
di Indonesia.
Jakarta, Maret 2012
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan
dan Bahan Berbahaya
Dr.Ir. Roy A, Sparringa, M.App.Sc
NIP. 19620501 198703 1 002
ii
ii
Direktorat
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................... i
SAMBUTAN..................................................................................................... ii
DAFTAR ISI..................................................................................................... iii
BAB 1. PENDAHULUAN................................................................................. 1
BAB 2. PERAN ANGGOTA KOMUNITAS SEKOLAH DALAM
PENJAMINAN KEAMANAN PANGAN................................................ 4
BAB 3. PEMBENTUKAN TIM KEAMANAN PANGAN SEKOLAH...................11
BAB 4. MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN SEKOLAH...............................13
BAB 5. PROGRAM KEAMANAN PANGAN DI SEKOLAH.............................. 17
BAB 6. PENUTUP........................................................................................... 19
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 20
Direktorat
Surveilan
dan
Penyuluhan
Keamanan
Pangan
Direktorat
Surveilan
dan
Penyuluhan
Keamanan
Pangan
Deputi
Bidang
Pengawasan
Keamanan
Pangan
dan
Bahan
Berbahaya-Badan
POM
Deputi
Bidang
Pengawasan
Keamanan
Pangan
dan
Bahan
Berbahaya-Badan
POM
RIRI
iii
iii
iv
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
PENDAHULUAN
Bab
1
Keberadaan siswa di sekolah menuntut tersedianya fasilitas
memadai agar siswa dapat belajar dengan baik. Fasilitas tersebut
meliputi ruang kelas, ruang guru, kamar mandi dan toilet serta kantin
sekolah. Selain itu, lingkungan sekolah juga merupakan faktor
penting dalam kehidupan siswa. Lingkungan sekolah yang bersih
dan tertata rapi mendorong siswa agar senang pergi ke sekolah, hal
ini diperlukan karena siswa akan berada di sekolah setidaknya 4 jam
per hari bagi siswa sekolah dasar. Keberadaan siswa beserta guru di
sekolah menyebabkan siswa dan guru mengonsumsi makanan di
sekolah.Makanan ini dapat berupa bekal yang dibawa dari rumah,
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
1
1
maupun yang berasal dari kantin sekolah atau dari pedagang di sekitar
lingkungan sekolah. Baik pangan yang berasal dari bekal, kantin sekolah
maupun dari pedagang sekolah apabila tidak ditangani secara benar
berpotensi untuk menyebabkan penyakit. Penyakit akibat pangan tentunya
akan mempengaruhi aktivitas belajar mengajar, juga mengganggu
kesehatan siswa dan guru, mulai dari yang intensitasnya ringan sampai
berat bahkan ada yang menyebabkan kematian.
Keamanan pangan yang terjaga dengan baik akan mengurangi masalahmasalah yang timbul terkait dengan terjadinya penyakit akibat pangan.
Menyiapkan dan menyajikan pangan yang aman bagi siswa sekolah
adalah tanggung jawab orang tua, pengelola kantin maupun pedagang
makanan di sekitar sekolah.
Kantin atau pedagang makanan sekitar sekolah harus menerapkan
standar minimum praktek-praktek manajerial dan operasional
penanganan, pengolahan dan penyajian pangan yang baik untuk
menjamin keamanan pangan yang mereka jual. Penjaminan keamanan
pangan di sekolah perlu ditunjang oleh suatu sistem manajemen yang
dapat memantau pelaksanaan operasional penyediaan pangan yang aman
di sekolah. Sistem ini memungkinkan sekolah secara mandiri dapat
menjalankan dan memantau kegiatan-kegiatan dalam penanganan,
pengolahan, dan penyajian pangan terutama yang dijual di kantin sekolah.
Modul ini ditujukan untuk petugas pengawas, pengelola sekolah/kepala
sekolah, pengelola kantin sekolah, guru, orang tua siswa, dan siswa
sebagai dokter kecil maupun komunitas siswa pada umumnya. Modul ini
memuat uraian materi tentang manajemen kemandirian sekolah dalam
menjamin keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS) yang
melibatkan seluruh komunitas sekolah. Diharapkan sekolah dapat
mengembangkan kebijakan, prosedur dan program keamanan
pangan di sekolah. Selanjutnya kebijakan tersebut dapat
2
2
Direktorat
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Deputi
DeputiBidang
BidangPengawasan
PengawasanKeamanan
KeamananPangan
Pangandan
danBahan
BahanBerbahaya-Badan
Berbahaya-BadanPOM
POMRI
RI
diimplementasikan sebagai rencana aksi untuk meningkatkan
keamanan pangan di sekolah yang melibatkan guru, orang tua,
pengelola kantin maupun pedagang sekitar sekolah serta siswa.
Manajemen kemandirian sekolah untuk keamanan pangan,
memungkinkan sekolah untuk mengambil langkah-langkah guna
meminimalkan risiko terjadinya penyakit akibat pangan di
lingkungan sekolah.
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Direktorat
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
3
3
Bab
2
PERAN ANGGOTA KOMUNITAS SEKOLAH DALAM
PENJAMINAN KEAMANAN PANGAN
Kepala Sekolah
Komitmen tertinggi dari terlaksananya manajemen keamanan
pangan sekolah mandiri harus dimiliki oleh kepala sekolah. Kepala
sekolah adalah wakil dari manajemen sekolah bertindak sebagai
pengambil keputusan tertinggi di sekolah termasuk pengambil
keputusan untuk penjaminan tercapainya keamanan pangan di
sekolah. Perhatian dan dukungan dari kepala sekolah (termasuk
pihak manajemen yang diwakilinya) sangat penting untuk
4
4
Direktorat
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Deputi
DeputiBidang
BidangPengawasan
PengawasanKeamanan
KeamananPangan
Pangandan
danBahan
BahanBerbahaya-Badan
Berbahaya-BadanPOM
POMRIRI
keberhasilan pelaksanaan kebijakan dan prosedur keamanan
pangan sekolah mandiri. Tanpa dukungan kepala sekolah, maka
program keamanan PJAS tidak efektif untuk menjamin keamanan
pangan di sekolah.
Kepala sekolah bertugas menunjuk ketua dan anggota tim
keamanan pangan sekolah yang akan bekerja untuk meningkatkan
keamanan pangan di sekolah. Tugas sebagai ketua tim keamanan
pangan sekolah dapat diberikan kepada guru yang terlibat dalam
kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dengan anggota guru
lain dan siswa yang merupakan dokter kecil. Tim keamanan pangan
sekolah ini bertanggung jawab untuk melaksanakan kegiatan terkait
keamanan pangan di sekolah. Kepala sekolah berperan untuk
menjadikan keamanan pangan sebagai prioritas di sekolah, dan
memberdayakan tim keamanan pangan sekolah untuk
menciptakan lingkungan kantin yang bersih dan penyediaan
pangan yang aman di sekolah. Selain itu, kepala sekolah secara
berkala harus memonitor kemajuan kegiatan tim.
Secara lebih spesifik, peran kepala sekolah adalah:
Ÿ Memastikan keamanan pangan termasuk dalam program
peningkatan kualitas sekolah.
Ÿ Menyediakan fasilitas kantin, toilet dan cuci tangan yang baik
dan cukup.
Ÿ Bersama-sama dengan tim keamanan pangan sekolah
mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk memastikan
agar kantin menerapkan cara penanganan, pengolahan dan
penyajian pangan yang baik.
Ÿ Mengomunikasikan ke seluruh warga sekolah tentang
pentingnya memenuhi persyaratan keamanan pangan.
Ÿ Komunikasi dapat disampaikan setiap kali melakukan upacara
bendera atau dalam kesempatan lain.
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Direktorat
DeputiBidang
BidangPengawasan
PengawasanKeamanan
KeamananPangan
Pangandan
danBahan
BahanBerbahaya-Badan
Berbahaya-BadanPOM
POMRIRI
Deputi
5
5
Ÿ Menetapkan rencana manajemen keamanan pangan yang telah
dibuat oleh tim keamanan pangan.
Ÿ Berkoordinasi dengan instansi terkait (seperti Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Balai Besar/Balai POM,
Dinas Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, danDinas terkait
lainnya) dalam pelaksanaan keamanan pangan sekolah.
Ÿ Bersama-sama dengan guru UKS dan dokter sekolah/pegawai
administrasi mengembangkan kebijakan dan prosedur untuk
merekam gejala-gejala yang di alami siswa ketika sakit.
Ÿ Mengadakan/mengikutsertakan tim keamanan pangan pada
pelatihan terkait keamanan pangan.
Ÿ Mendorong penanggung jawab kantin memiliki sertifikat higiene
dan sanitasi dari Dinas Kesehatan serta Piagam Bintang
Keamanan Pangan Kantin Sekolah dari Balai Besar/Balai POM.
Tim Keamanan Pangan Sekolah (guru UKS, dokter kecil, komite
sekolah)
Tim ini dipimpin oleh seorang ketua tim yaitu guru pembina UKS
dengan anggota guru lain, perwakilan orang tua siswa, dan dokter
kecil. Ketua tim berperan besar dalam membangun komunikasi yang
efektif antar anggota tim. Adapun peran dari tim keamanan pangan
sekolah adalah untuk:
Ÿ Mensosialisasikan keamanan pangan bagi warga sekolah
Ÿ Menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan upaya
peningkatan keamanan pangan termasuk penerapan praktekpraktek keamanan pangan sekolah
Ÿ Memantau penerapan cara penanganan, pengolahan dan
penyajian pangan yang baik di kantin sekolah.
Ÿ Memastikan upaya perbaikan terus dilakukan oleh kantin sekolah
termasuk menjamin agar pengelola kantin menggunakan
peralatan pengolah atau penyajian pangan yang baik dan bersih.
6
6
Direktorat
Direktorat Surveilan
Surveilan dan
dan Penyuluhan
Penyuluhan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan
Deputi
Deputi Bidang
Bidang Pengawasan
Pengawasan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan dan
dan Bahan
Bahan Berbahaya-Badan
Berbahaya-Badan POM
POM RI
RI
Ÿ Mengawasi agar toilet dan tempat cuci tangan selalu bersih dan
terawat.
Ÿ Mendorong berjalannya kegiatan mencuci tangan yang
dilakukan dengan cara yang benar
Ÿ Tim keamanan pangan termasuk dokter kecil aktif melaporkan
kejadian di lingkungan sekolah kepada pihak yang berwenang
termasuk penggunaan fasilitas notifikasi elektronik yang
disediakan Badan POM.
Dokter Sekolah/ Petugas Klinik Kesehatan Sekolah
Pada beberapa sekolah, telah tersedia fasilitas kesehatan dan
dokter atau petugas yang menangani komunitas sekolah yang sakit.
Dokter sekolah/petugas klinik kesehatan merupakan narasumber
potensial untuk mempromosikan keamanan pangan termasuk
strategi pencegahan penyakit dan tindakan untuk mencuci tangan
maupun pencegahan terjadinya KLB keracunan pangan di sekolah.
Sebagai profesional, mereka juga memiliki kemampuan untuk
mengidentifikasi penyakit karena pangan dan mengatasi bila hal
tersebut terjadi di lingkungan sekolah.
Pada sekolah yang tidak memiliki staf kesehatan profesional, maka
tugas ini biasanya diambil alih oleh guru UKS. Peran dari dokter
sekolah/petugas klinik kesehatan sekolah adalah sebagai berikut:
Ÿ Membantu kepala sekolah merumuskan kebijakan kesehatan
secara umum dan keamanan pangan di sekolah.
Ÿ Memantau secara terus menerus kondisi sekolah untuk
mengantisipasi terjadinya KLB keracunan pangan.
Ÿ Memeriksa dan memulihkan kondisi komunitas sekolah yang
sakit terutama yang menunjukkan gejala keracunan pangan
seperti mual, muntah dan diare.
Ÿ Memeriksa kesehatan pekerja kantin dan memastikan hanya
yang sehat saja yang bekerja di kantin sekolah.
Direktorat Surveilan
Surveilan dan
dan Penyuluhan
Penyuluhan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan
Direktorat
Deputi Bidang
Bidang Pengawasan
Pengawasan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan dan
dan Bahan
Bahan Berbahaya-Badan
Berbahaya-Badan POM
POM RI
RI
Deputi
7
7
Ÿ Mengevaluasi ketidakhadiran komunitas sekolah karena sakit
Ÿ Bekerjasama dengan semua unsur di sekolah dan dinas
kesehatan setempat dalam pencegahan dan pengendalian KLB
keracunan pangan.
Pengelola Kantin
Penyakit akibat pangan dapat dicegah mulai dari pekerja kantin.
Pekerja kantin dengan pengetahuan keamanan pangan yang
memadai dapat mencegah terjadinya KLB keracunan pangan.
Penanganan, pengolahan dan penyajian pangan yang baik dapat
mengurangi risiko terjadinya penyakit akibat pangan. Pedoman
untuk operasional kantin yang baik mulai dari pembelian,
penyimpanan, persiapan, penanganan, pengolahan dan penyajian
harus dilaksanakan oleh pekerja kantin untuk mengurangi risiko
pangan menjadi tidak aman. Dengan mematuhi praktek keamanan
pangan yang baik, maka pengelola/pekerja kantin sekolah dapat
melindungi komunitas sekolah dari gangguan kesehatan karena
pangan dan terhindar dari tuntutan hukum karena penyediaan
pangan yang tidak aman.
Pengelola kantin harus memperhatikan beberapa hal kritis sebagai
berikut:
Ÿ Mengupayakan kantinnya mendapat sertifikat higiene dan
sanitasi serta Piagam Bintang Keamanan Pangan untuk Kantin
Sekolah.
Ÿ Memberikan pelatihan praktek keamanan pangan dasar: higiene
dan sanitasi serta cara pengolahan pangan yang baik kepada
semua pekerja yang menangani pangan..
Ÿ Menilai kualitas pangan olahan maupun pangan siap saji yang
tidak diolah di kantin sekolah.
Ÿ Memastikan semua peralatan penanganan, pengolahan dan
penyajian pangan dalam keadaan baik dan bersih.
8
8
Direktorat Surveilan
Surveilan dan
dan Penyuluhan
Penyuluhan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan
Direktorat
Deputi Bidang
Bidang Pengawasan
Pengawasan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan dan
dan Bahan
Bahan Berbahaya-Badan
Berbahaya-Badan POM
POM RI
RI
Deputi
Ÿ Memantau penjaja pangan agar mempertahankan makanan
panas tetap panas dan makanan dingin tetap dingin, melakukan
pemanasan ulang makanan sampai mendidih, mencegah
kontaminasi silang dan senantiasa mencuci tangan pada waktu
yang tepat.
Orang tua dan siswa
Orang tua dan keluarga memainkan peran kunci dalam keamanan
pangan keluarganya karena mereka bertanggung jawab atas
pembentukan sikap (perilaku) anak-anaknya. Orang tua (keluarga)
harus memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan
keamanan pangan di sekolah dan berpartisipasi melalui pertemuan
orang tua murid (komite sekolah) atau pertemuan lainnya, dan dapat
juga dengan cara berdiskusi dengan dokter sekolah/petugas
kesehatan di sekolah. Keluarga dapat membekali anak-anaknya
dengan perilaku yang sesuai (dalam hal ini untuk aspek keamanan
pangan) dengan memberikan contoh (melakukan praktek
keamanan pangan yang benar). Siswa juga dapat dibiasakan untuk
berperilaku sehat termasuk dalam hal makan seperti selalu
diingatkan agar mencuci tangan sebelum makan dan memilih
makanan yang aman untuk mencegah penyakit.
Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh orang tua atau keluarga
dalam upaya peningkatan keamanan pangan:
Ÿ Membiasakan anak/siswa dan anggota keluarga lainnya untuk
mencuci tangan dan menerapkan perilaku yang sehat dalam
menangani pangan.
Ÿ Mempersiapkan dan mengemas pangan untuk bekal anaknya
dengan cara yang benar.
Ÿ Mengetahui penyebab dan gejala penyakit-penyakit yang
disebabkan oleh kuman atau cemaran kimia yang ada pada
pangan.
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Direktorat
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
9
9
Ÿ Segera meminta pertolongan medis ketika anak menunjukkan
gejala penyakit seperti gangguan pada pencernaannya
Ÿ Memberitahu sekolah jika anaknya dalam kondisi tidak sehat
atau sakit sehingga harus beristirahat di rumah.
Ÿ Mendukung kebijakan keamanan pangan di sekolah anaknya
10
10
Direktorat
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Bab
3
PEMBENTUKAN TIM KEAMANAN PANGAN SEKOLAH
Tim keamanan pangan sekolah adalah komponen utama dalam
manajemen keamanan pangan sekolah mandiri. Sebagai
komponen utama, tim bertanggung jawab kepada kepala sekolah
untuk memastikan bahwa semua aspek untuk mencapai keamanan
pangan telah dilakukan dengan baik.
Bila sekolah sudah memiliki dokter kecil, maka dokter kecil tersebut
dapat diberikan tugas tambahan sebagai inspektur cilik.
Ketua Tim
Ketua tim berperan besar dalam membangun komunikasi yang
efektif antar anggota tim, maka disarankan agar ketua memiliki
kemampuan memimpin yang baik disamping mengerti konsep
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Direktorat
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
11
11
keamanan pangan dan lebih baik lagi bila yang ditunjuk telah
mengikuti pelatihan keamanan pangan. Ketua tim adalah guru
UKS. Ketua tim bertugas sebagai berikut:
Ÿ Memimpin tim dan bertanggung jawab kepada kepala sekolah.
Ÿ Menyusun target pelaksanaan kegiatan.
Ÿ Bertanggung jawab agar kegiatan keamanan pangan
(penyusunan, sosialisasi, pelaksanaan, pemantauan) berjalan
dengan baik dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Ÿ Melakukan evaluasi keberhasilan pelaksanaan keamanan
pangan sekolah.
Anggota senior
Anggota senior adalah guru (guru pembina siswa, guru olah raga
atau guru lainnya), pegawai yang ditunjuk untuk membantu
kegiatan tim keamanan pangan dan perwakilan dari orang tua
murid (lebih disukai jika memiliki latar belakang pangan dan/atau
kesehatan). Anggota senior bertugas sebagai berikut :
Ÿ Melakukan pendampingan dan bimbingan terhadap tim yunior.
Ÿ Melaksanakan pelatihan bagi pengelola/pekerja kantin.
Ÿ Melaksanakan audit internal kantin sekolah.
Ÿ Menjadi pengawas kantin sekolah dan pemerhati pedagang di
sekitar sekolah.
Anggota yunior
Anggota yunior adalah anggota dari kelompok siswa. Anggota
yunior bertugas sebagai berikut :
Ÿ Menjalankan tugas sebagai pengawas lapang.
Ÿ Melakukan notifikasi elektronik dengan bimbingan anggota
senior.
Ÿ Memberi contoh perilaku sehat pada sesama siswa
12
12
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Bab
4
MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN SEKOLAH
Tanggung jawab keamanan pangan di sekolah tidak dapat
diletakkan pada satu individu saja, tetapi melibatkan semua unsur di
sekolah. Manajemen Keamanan Pangan Sekolah secara Mandiri
(MKPSM) melibatkan seluruh unsur di sekolah untuk mengambil
bagian dalam menjamin tercapainya keamanan pangan di sekolah.
MKPSM melibatkan berbagai unsur di sekolah, yaitu (1) kepala
sekolah (yang mewakili pihak manajemen/pemilik sekolah sebagai
pengambil keputusan tertinggi), (2) tim keamanan pangan sekolah
yang terdiri dari guru pembina UKS, orang tua siswa sebagai unsur
komite sekolah dan siswa yang berperan sebagai dokter kecil atau
inspektur cilik), (3) pengelola kantin (dan pedagang jajanan seputar
sekolah), (4) guru orang tua, dan siswa sekolah pada umumnya,
serta (5) pembina/pengawas eksternal (Tim UKS kabupaten/kota
yang terdiri dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas
Kesehatan, Dinasterkait, Balai Besar/Balai POM setempat).
Direktorat
Surveilan
dan
Penyuluhan
Keamanan
Pangan
Direktorat
Surveilan
dan
Penyuluhan
Keamanan
Pangan
Deputi
Bidang
Pengawasan
Keamanan
Pangan
dan
Bahan
Berbahaya-Badan
POM
Deputi
Bidang
Pengawasan
Keamanan
Pangan
dan
Bahan
Berbahaya-Badan
POM
RIRI
13
13
Dalam koordinasi manajemen keamanan pangan sekolah, kepala
sekolah adalah pimpinan tertinggi dari manajemen keamanan
pangan sekolah (Gambar 1). Ketua tim keamanan pangan,
bertanggung jawab terhadap semua kegiatan keamanan pangan
dan bertanggung jawab langsung pada kepala sekolah. Tim
keamanan pangan yang memegang peran utama dalam
menjalankan manajemen keamanan pangan, akan berperan dalam
menyiapkan, memonitor dan mengevaluasi keamanan pangan
sekolah. Termasuk juga disini adalah tugas pembinaan pada
pengelola kantin dan penjual makanan jajanan yang ada diseputar
sekolah; maupun tugas untuk mempersiapkan materi keamanan
pangan yang perlu disosialisasikan oleh guru kepada siswa.
Koordinasi mengenai temuan penyakit akibat pangan juga akan
lebih mudah dilakukan karena ketua tim keamanan pangan sekolah
adalah guru Pembina unit Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Unit
UKS bertugas memantau terjadinya gejala penyakit akibat pangan
di sekolah dan menyampaikan hasil temuannya kepada Dinas
Kesehatan. Hal ini memudahkan tim keamanan pangan agar
segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk
memperbaiki atau mengevaluasi sistem manajemen keamanan
pangan yang telah dilakukan.
Dinas Kesehatan dan atau Balai Besar/Balai POM beserta lembaga
terkait lainnya termasuk dari perguruan tinggi sebagai lembaga/tim
pembina dapat masuk ke sekolah untuk melakukan sosialisasi
ataupun memberi penyuluhan keamanan pangan.
Sedangkan kegiatan audit hanya dapat dilakukan oleh lembaga
yang mempunyai kewenangan untuk melakukan hal tersebut.
Semua kegiatan dari institusi di luar sekolah harus berkoordinasi
dengan kepala sekolah dan tim keamanan pangan sekolah.
14
14
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya-Badan POM RI
Tim keamanan pangan sekolah harus menjadi bagian dari kegiatan
pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh tim pembina dan tim
pengawas eksternal. Adapun tugas dari tim pembina/ pengawas
eksternal tersebut antara lain:
Ÿ Membantu sekolah mengembangkan kebijakan dan prosedur
keamanan pangan.
Ÿ Memberikan dukungan dan pelatihan keamanan pangan untuk
tim keamanan pangan, staf (guru dan/atau pegawai) sekolah
maupun pengelola kantin dan pedagang pangan jajanan anak
sekolah di sekitar sekolah.
Ÿ Menyediakan informasi terkait keamanan pangan dan kejadian
terkait keamanan pangan terbaru.
Ÿ Menyediakan materi-materi komunikasi, informasi dan edukasi
(KIE) bagi komunitas sekolah
Ÿ Mensosialisasikan kegiatan keamanan pangan di sekolah.
Ÿ Menjadi konsultan dari tim keamanan pangan sekolah yang
selalu siap bilamana diperlukan.
Direktorat Surveilan
Surveilan dan
dan Penyuluhan
Penyuluhan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan
Direktorat
Deputi Bidang
Bidang Pengawasan
Pengawasan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan dan
dan Bahan
Bahan Berbahaya-Badan
Berbahaya-Badan POM
POM RI
RI
Deputi
15
15
Organisasi manajemen keamanan pangan sekolah
Pembina/pengawas
eksternal
Pimpinan Puncak
Kepala s ekolah
Tim UKS kabupaten/kota
Pelaksana
Tim UKS
Tim Keamanan Pangan
Sekolah
Kantin sekolah,
pedagang jajanan
Tim penyuluh
eksternal
Orang tua, siswa
Keterangan:
: garis instruksi
: garis koordinasi
Gambar 1: Pola manajemen keamanan pangan di sekolah sekolah
16
16
Direktorat
Direktorat Surveilan
Surveilan dan
dan Penyuluhan
Penyuluhan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan
Deputi
Deputi Bidang
Bidang Pengawasan
Pengawasan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan dan
dan Bahan
Bahan Berbahaya-Badan
Berbahaya-Badan POM
POM RI
RI
Bab
5
PROGRAM KEAMANAN PANGAN DI SEKOLAH
Beberapa kegiatan dalam rangka penjaminan keamanan pangan di
sekolah dapat berupa:
1. Promosi Keamanan Pangan di Sekolah
Ÿ Program
kreatif seperti Lomba menciptakan Slogan
Keamanan Pangan di sekolah dan kemudian mensosialisasi
slogan tersebut di lingkungan sekolah.
Ÿ Pemahaman dan pelaksanaan 5 Kunci Keamanan Pangan
untuk Anak Sekolah sebagai salah satu materi dalam kegiatan
ekstrakurikuler
Ÿ Aktivitas mengakses web: klubpompi.pom.go.id
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Direktorat
DeputiBidang
BidangPengawasan
PengawasanKeamanan
KeamananPangan
Pangandan
danBahan
BahanBerbahaya-Badan
Berbahaya-BadanPOM
POMRI
RI
Deputi
17
17
Ÿ Pemanfaatan
pesan keamanan pangan di sekolah untuk
mengingatkan komunitas sekolah terhadap pentingnya
keamanan pangan.
2. Peningkatan Keamanan Pangan di Sekolah
Ÿ Pemantauan PJAS termasuk pangan donasi.
Ÿ Upaya untuk mendapatkan sertifikat higiene sanitasi bagi
kantin sekolah dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Ÿ Upaya untuk mendapatkan Piagam Bintang Keamanan
Pangan Kantin Sekolah dari Balai Besar/Balai POM
3. Respon CepatMasalah Keamanan Pangan di sekolah
Ÿ Pelaksanaan e – Notifikasi
4. Koordinasi dengan Instansi Pembina
18
18
Direktorat
Direktorat Surveilan
Surveilan dan
dan Penyuluhan
Penyuluhan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan
Deputi
Deputi Bidang
Bidang Pengawasan
Pengawasan Keamanan
Keamanan Pangan
Pangan dan
dan Bahan
Bahan Berbahaya-Badan
Berbahaya-Badan POM
POM RI
RI
Bab
6
PENUTUP
Tanggung jawab keamanan pangan sekolah tidak bisa dibebankan
pada satu individu saja. Peran aktif dari semua komunitas sekolah
melalui sistem manajemen keamanan pangan sekolah diharapkan
dapat meningkatkan kesadaran semua pihak untuk menjaga
keamanan pangan yang akan dikonsumsi di sekolah. Dengan
sistem ini, diharapkan terjadinya kasus-kasus penyakit akibat
pangan di sekolah dapat diminimalkan.
DirektoratSurveilan
Surveilandan
danPenyuluhan
PenyuluhanKeamanan
KeamananPangan
Pangan
Direktorat
DeputiBidang
BidangPengawasan
PengawasanKeamanan
KeamananPangan
Pangandan
danBahan
BahanBerbahaya-Badan
Berbahaya-BadanPOM
POMRIRI
Deputi
19
19
DAFTAR PUSTAKA
Government of Singapore. 2005. Food Safety Education.
http://www.ava.gov.sg/FoodSector/FoodSafetyEducation/
NCFSS. 2004. The Food Safe Schools Action
Guide.http://www.foodsafeschools.org.
School Canteen Advisory Committee. 2007. The Tasmanian
SchoolCanteenHandbook.www.education.tas.gov.au/school/
educators/health/canteenhandbook
20
20
Direktorat
Surveilan
dan
Penyuluhan
Keamanan
Pangan
Direktorat
Surveilan
dan
Penyuluhan
Keamanan
Pangan
Deputi
Bidang
Pengawasan
Keamanan
Pangan
dan
Bahan
Berbahaya-Badan
POM
RIRI
Deputi
Bidang
Pengawasan
Keamanan
Pangan
dan
Bahan
Berbahaya-Badan
POM
Fly UP