...

9 studi penggunaan kabel t dan senar nilon

by user

on
Category: Documents
0

views

Report

Comments

Transcript

9 studi penggunaan kabel t dan senar nilon
STUDI PENGGUNAAN KABEL T DAN SENAR NILON SEBAGAI MATA
POTONG ALTERNATIF PADA MESIN PEMOTONG RUMPUT
Oleh :
Nofriady. H 1 dan Suryadi 2
Dosen Teknik Mesin – Intitut Teknologi Padang 1
Alumni Teknik Mesin – ITP 2
E-mail : [email protected]
Abstract
Mower is one of many types of machines is used to cut the grass by the Farmers and Workers' City Park. By
using this machine, the work will be lighter and faster. However, the eye piece of this machine is very harmful to
user and other people around it if it is used to cut grass in rocky or gravel areas. By modyficating the eye piece
of this machine by using the other materials is experfed the cutting process will be easier and not harm. In this
study has been used the Nylon cable T string as alternatives eye piese. To testing the feasibility of T and cables
Nylon Strings, testhing is conducted testing on grass cutting reeds. Tests using a standard eye pieces (2 eyes cut)
can cut grass up area of 80 m2, whereas Nylon strings can only mow the lawn with an area of 24 m2, and T cable
with an area 16 m2. Nylon strings T and the cable can be cut tall grass, but could not complete the test because
of easily broken and easily tangled. From these results, it can be concluded that the alternative material (Nylon
Strings and cables T) has not been feasible as an alternative cut eye on mowers.
Keywords: Mower, Eyes Cut, Modifications, Cable T, Nylon strings
PENDAHULUAN
Mesin pemotong rumput adalah mesin yang
digunakan untuk memotong rumput atau
tanaman. Mesin ini biasa digunakan untuk
merapikan
taman
dan
juga
untuk
membersihkan ladang dari rumput ilalang atau
rumput jenis lainya. Mata pemotong rumput
yang biasa digunakan terbuat dari plat baja
yang tipis, keras dan sangat tajam, sehingga
dapat dengan mudahnya memotong rumput.
Para pekerja pemotong rumput sangat
terganggu sekali apabila kawasan atau daerah
pemotongan rumput banyak terdapat batu atau
kerikil, sehingga akan menjadi salah satu
masalah bagi pemotong. Lokasi atau kawasan
pemotongan yang terdapat banyak sekali batu
atau kerikil menyebabkan pekerjaan menjadi
terganggu,
sehingga
pekerja
banyak
menghabiskan waktu untuk membuang atau
menyingkirkan batu atau kerikil.
Bahan untuk mata pemotong rumput pada
umumnya terbuat dari plat baja, bahan
alternatif yang digunakan pengganti mata pisau
pemotong hendaknya terbuat dari bahan yang
keras, lentur dan dapat memotong rumput.
Bahan mata pemotong rumput yang keras dan
lentur belum diproduksi oleh pabrik, akan
Jurnal Teknik Mesin Vol.3, No.2, Oktober 2013 : 9 - 12
tetapi dari berbagai pengamatan yang
dilakukan, bahan yang keras dan lentur yang
banyak terdapat dipasaran dengan harga yang
cukup ekonomis, bahan alternatif yang dapat
digunakan sebagai pengganti mata pisau
pemotong yaitu dengan menggunakan Kabel T
dan Senar Nilon. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mendapatkan kelayakan Kabel T
dan Senar Nilon sebagai mata potong
pengganti pada Mesin Pemotong Rumput.
METODA EKSPERIMEN
Mesin Potong Rumput yang akan digunakan
dalam pengujian ini yaitu Mesin Potong
Rumput sandang belakang dengan merek
Tasko Tipe TK 328. Pengambilan data
penelitian dimulai dari proses modifikasi yang
dilakukan pada bagian penjepit mata pisau
pemotong rumput sampai spesimen dilakukan
pengujian. Pengujian ini memerlukan alat
penghitung
kecepatan
putaran
yaitu
menggunakan alat ukur Tachometer. Pengujian
dilakukan dengan melakukan menggunakan
mata potong standar (2 Mata Potong) dan akan
dibandingkan dengan menggunakan mata
pemotong alternatif yaitu Senar Nilon dan
Kabel T. Pengujian spesimen dilakukan pada
daerah berbatu atau berkerikil, data yang
9
diperoleh adalah lama proses pemotongan
dengan luas area pemotongan yang ditentukan.
Setelah dilakukan pengujian pada mata potong,
maka didapatkan data yang akan menjelaskan
mata potong alternatif (Kabel T dan Senar
Nilon) mampu atau tidak menjadi pengganti
mata potong standar (2 Mata Potong) pada
daerah atau area yang berbatu atau berkerikil.
Pengujian mata potong alternatif hanya
dilakukan pada rumput alang-alang dengan
tinggi maksimal 30 cm dengan luas 2 m2.
Gambar mata pemotong alternatif yang akan
dilakukan pengujian seperti yang ditujukan
pada tanda panah Gambar 1.
a
Tabel 1 Spesifikasi Mata Potong
Kabel T
Panjang 180
mm
Lebar 5 mm
Senar Nilon
Panjang 180
mm
Diameter 2 mm
Tebal 1,5 mm
2 Mata
Potong
Panjang
305 mm
Lebar 90
mm
Tebal 1,4
mm
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengambilan data dalam penelitian dimulai
dari proses modifikasi yang dilakukan pada
bagian penjepit mata pisau pemotong rumput
sampai spesimen dilakukan pengujian.
Pengujian ini memerlukan alat penghitung
kecepatan putaran yaitu menggunakan alat
ukur Tachometer. Pengujian dilakukan dengan
melakukan menggunakan mata potong standar
(2 Mata Potong) dan akan dibandingkan
dengan
menggunakan mata
pemotong
alternatif yaitu Senar Nilon dan Kabel T.
Gambar hasil pengujian mata potong dapat
dilihat pada gamabar 2 dibawah ini.
a
b
b
c
2 Mata
potong
Gambar 1. a). Senar Nilon dan b). Kabel T
c). 2 Mata Potong.
Jurnal Teknik Mesin Vol.3, No.2, Oktober 2013 : 9 - 12
Kabel T
Senar
Nilon
Gambar 2. a. Sebelum pengujian dan b.
Sesudah dilakukan pengujian
10
Dari data hasil pengujian mata potong
alternatif diatas, maka data dapat dibandingkan
berdasarkan grafik yang membandingkan
Kabel T dan Senar Nilon mampu tidaknya
menjadi mata pemotong alternatif pada
daerah berbatu atau berkerikil.
menggunakan mata potong standar (2 Mata
Potong) dapat memotong rumput hingga
luas area 80 m2 hingga lebih. Mata potong
standar dapat membahayakan pekerja dan
orang yang di sekitarnya dimana lokasi
atau area pemotongan banyak sekali batu
dan kerikil. Menggunakan mata potong
standar harus hati-hati agar kecelakaan
pekerjaan dapat di hindari.
Pengujian mata potong alternatif (Kabel T
dan Senar Nilon) gagal dikarenakan
rumput yang dilakukan pengujian terlalu
keras dan ulet sehingga Kabel T dan Senar
Nilon tidak dapat memotong rumput alangalang dengan luas area yang terlalu luas.
Kabel T dan Senar Nilon dapat memotong
rumput yang tidak memiliki batang, namun
tidak dapat memotong rumput alang-alang
lebih baik mata potong alternatif
digunakan pada pada rumput yang lebih
lunak dengan lokasi atau area berbatu atau
berkerikil.
Gambar
3.
Grafik
Perbandingan
operasional Mata Potong Rumput.
Dari pengujian yang telah dilakukan, maka
didapatkan grafik yang menjelaskan
tentang kelayakan Kabel T dan Senar
Nilon sebagai mata potong rumput
alternatif pada daerah berbatu atau
berkerikil. Dari grafik dapat dilihat
lamanya proses pengujian mata potong
alternatif (Kabel T dan Senar Nilon)
dibandingkan dengan mata potong standar
(2 Mata Potong) hanya memiliki perbedaan
waktu yang tidak begitu signifikan.
Kendala yang terjadi dari pengujian ini
akibat kegagalan pada mata potong
alternatif. Mata potong alternatif yang
digunakan tidak dapat memotong rumput
dengan luas area yang terlalu luas.
KESIMPULAN
1. Pengujian menggunakan mata potong
standar (2 Mata Potong) dapat memotong
rumput hingga luas 80 m2, sedangkan Senar
Nilon hanya dapat memotong rumput
dengan luas 24 m2, dan Kabel T dengan
luas 16 m2.
2. Dari pengujian yang didapatkan, Kabel T
dan Senar Nilon belum layak digunakan
sebagai mata potong alternatif.
3. Dengan
menerapkan
modifikasi
menggunakan mata potong alternatif (Kabel
T dan Senar Nilon), pemotongan akan lebih
aman dan tidak membahayakan bagi
pekerja dan bagi orang lain, akan tetapi
mata potong harus diganti dengan yang
baru bila terjadi putus atau kusut.
Pengujian mata potong alternatif dengan
menggunakan Kabel T hanya dapat
memotong rumput dengan luas area 16 m2.
Sedangkan Senar Nilon dapat memotong
rumput dengan luas area 24 m2. Pengujian
Jurnal Teknik Mesin Vol.3, No.2, Oktober 2013 : 9 - 12
11
DAFTAR PUSTAKA
[1]
Pitoyo J. 2007. Rancangan Modifikasi
Mesin Pemanen Multi Komoditi (tidak
dipublikasikan).
Balai
Besar
Pengembangan Mekanisasi Pertanian.
[2]
Suastawa In. 2002. Rancang Bangun
dan Uji Kinerja Prototipe Mesin
Pemangkas Rumput Tipe Rotari.
Laporan Penelitian. Intitut Pertanian
Bogor.
[3]
Suharyatun, S. 2002 Mekanisme
pemotongan
Rumput
dengan
Menggunakan Pisau potong Rotari.
Tesis. Fakultas Teknologi pertanian.
Institut Teknologi Bogor.
[4]
Tjahjono,
B.1994.
Pemangkasan
Rumput Padang Golf. Progolf (1): 3849.
[5]
Tjitrosoedirdjo, S., Is H. U. dan
Joedojono W. 1984. Pengelolaan
gulma di Perkebunan. Gramedia,
Jakarta.
Jurnal Teknik Mesin Vol.3, No.2, Oktober 2013 : 9 - 12
12
Fly UP